PRAKATA Ketika
berbicara tentang upaya-upaya
Komunikasi Sosial, para
Bapa. Konsili Vatikan IIberkata: "Bunda Gereja menyadari,
bahwa upaya-upaya itu, kalau digunakan secara tepat, dapat berjasa besar bagi umat manusia, sebab sangat membantu untuk
menyegarkan hati, mengembangkan budi, dan untuk menyiarkan sertamengembangkan
Kerajaan Allah" (Dekrit InterMirifica n. 2 a). Merujuk kepada
kata-kata para Bapa Konsili Vatikan II itu, maka Kelompok Pelayanan
Kasih dari Ibu Yang Bahagia berkehendak memakai upaya Komunikasi
Sosial Internet untuk menyebar-luaskan pesan-pesan Tuhan Yesus dan
Bunda Maria, agar dapat men-capai lingkup pembaca yang seluas mungkin.
Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia memakai upaya ini
karena waktunya sudah sangat mendesak, berhubung Hari Pemurnian sebentar
lagi akan turun. Dengan membaca pesan-pesan
itu diharapkan orang-orang akan dapat mempersiapkan
dirinya sesuai dengan arahan yang diberikan dalam pesan-pesan itu.Kalau
orang membuka hati terhadap isinya, maka seperti kata para Bapa.
Konsili Vatikan IIdalam Dekrit Inter Mirifica tersebut pesan-pesan
itu akan "sangat membantu untuk menyegarkan hati", "mengembangkan
budi" dan “memantapkan Kerajaan Allah". Bila orang membaca
seluruh pesan-pesan itu maka mereka akan menemukan
hal-hal berikut ini:
1.
Pentingnya pesan-pesan itu. Ini berkaitan dengan KTH (Kegelapan
Tiga Hari) dan bencana-bencana yang
mendahuluiHari Pemurnian yang sudah sangat dekat. Pesan-pesan Bunda Maria mengungkapkan tujuannya datang ke
-
Aku datang ke sini untuk membawa anak-anakku kepada Allah. Karena akan terjadi
tiga hari kegelapan di seluruh bumi; tidak ada matahari, bulan dan bintang;
ini akan terjadi pada awal tahun. Ini semua merupakan tanda, agar manusia
sadar untuk kembali kepada Allah" (
-
Aku mengatakan benar, siapa yang menolak dan mengeraskan hatinya
sampai hari itu tiba, dia akan menangis dan pedih dan menderita karena
Allah akan mengalahkan dunia” (5 Maret 2002). Membaca kutipan‑kutipan
ini kita melihat jelas sekali usaha Bunda Maria untuk menyelamatkan
anak‑anaknya. Bunda Maria menyampaikan pesan‑pesan harapan
bahwa Allah ingin menyelamatkan kita dari krisis spiritual dan moral
yang mengancam kita saat ini. Untuk mencapai tujuan ini kita harus
mengatur kembali prioritas kita dan mulai menghayati ajaran Yesus dengan
setia seperti diterangkan di dalam Injil dan diajarkan oleh GerejaNya.
Melalui pesan‑pesannya yang rinci Bunda Maria mengulangi dan
menerangkan kepada kita ajaran‑ajaran Putranya Yesus Kristus
dengan cara yang penuh kasih dan meyakinkan sebagai Bunda kita dan
sebagai upaya terakhir dari Surga untuk mengubah kita. Yesus Kristus
yang telah mempercayakan kebenaran yang indah dan meyakinkan ini kepada
GerejaNya bagi kita, kini menyegarkan iman kita melalui pesan‑pesan
BundaNya dan Bunda kita, Maria.
2.
Kebenaran yang membebaskan Pada saat ini banyak
umat Kristiani yang hidupnya sudah jauh menyimpang dari kebenaran,
yang diterimanya dari Yesus Kristus melalui Gereja. Mereka itu terpengaruh
oleh semangat duniawi yang bertentangan dengan kehendak Allah. Bunda
Maria melihat itu dari surga seperti dikatakannya lewat salah satu
pesan: "Aku melihat, dari mereka semuanya sudah banyak meninggalkan
kebenaran yang datang dari Allah, mereka sibuk kepada dunia. Hati keibuannya
tidak tahan melihat semuanya itu. Maka ia, yang seperti dikatakan para
Bapa Konsili Vatikan II, setelah diangkat ke surga tidak meninggalkan
perannya yang membawa keselamatan, meminta kepada Allah untuk membantu
anak‑anaknya di Pesan-pesan itu mengandung
kebenaran yang akan membebaskan mereka yang menerimanya, seperti kata
Yesus di dalam Injil: “Jikalau kamu tetap dalam firmanKU, kamu benar-benar
adalah muridKU dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu
akan memerdekakan kamu” (Yoh 31-32).
3.
Pesan‑Pesan ini sesuai dengan ajaran Iman Atas permintaan Tuhan
Yesus sejak tahun 1999 Gembala Pendamping Kelompok Pelayanan Kasih
dari Ibu Yang Bahagia telah mengirim pesan‑pesan itu kepada para
Uskup Indonesia dan sejak tahun 2002
atas permintaan Bunda Maria,
juga kepada sekitar 1000 Pastor paroki di seluruh Indonesia diuji dan
dinilai, lalu diteruskan kepada umat gembalaannya. Alat ujinya adalah
pedoman yang diberikan Rasul Paulus dalam suratnya kepada Umat di Tesalonika: "Janganlah
padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat‑nubuat. Ujilah
segala sesuatu dan peganglah yang baik" (I Tes 5:19‑21). Hingga kini belum, ada reaksi negatif terhadap isi pesan‑pesan
itu. Ini berarti bahwa isi pesan‑pesan itu sesuai dengan
ajaran iman kita. Maka umat tidak usah takut
menerima dan melaksanakannya. Malahan dengan
melaksanakan pesan‑pesan itu orang justru menghayati imannya
dengan lebih baik lagi.
4.
Permintaan‑Permintaan Membaca
pesan‑pesan itu orang juga akan menemukan sejumlah permintaan Bunda Maria kepada anak‑anaknya
untuk mereka laksanakan dalam hidupnya sehari‑hari, antara lain:
-
Menghormati, mengasihi, taat dan berdoa untuk para Imam. Para
Imam adalah anak‑anak terkasih Bunda Maria. Umat
Kristiani harus bersikap baik terhadap mereka, apapun yang telah
mereka ‑‑para imam itu‑‑lakukan terhadap
dirinya.
-
Menghayati suatu hidup bakti/suci Bunda
Maria melihat ketidak beresan hidup rohani anak‑anaknya. Sering
Bunda Maria juga menyesali imam‑imam yang tidak berbuat apa‑apa
untuk memperbaiki hal itu. Dia mengeluh dan mengajak Umat
berdoa untuk para Imam: "Yang penting kamu harus berdoa untuk
para Imam. Seorang imam tidak boleh takut. Seorang Imam harus melindungi anak‑anak Tuhan, tidak boleh takut. Anak‑anakku yang aku kasihi, percayalah. Aku mengatakan benar, tidak terjadi apa‑apa di sini. Maka kuatkan hatimu, satukan hatimu dengan saudara‑saudaramu. dalam Kelompok
ini. jangan ada persoalan di antara kamu. Aku
tidak menginginkan. Ini akan kujadikan
seperti aku berkumpul dengan para Rasul. Inilah
yang kujadikan, seperti ini, Kelompokmu. Engkau harus mengerti,
setelah Tuhanmu kembali ke surga, aku berkumpul dengan para Rasul,
hidup dengan doa, menyelesaikan dengan doa,
minta dengan doa, semua dengan doa. Ini kuajarkan
dalam Kelompok ini. Semua yang kau lakukan di sini dan berkarya,
layani anak‑anakku di manapun mereka berada... Ini aku mengatakan
kepada kamu, jangan membuat orang lain marah karena kamu. Jadilah
kamu anak‑anak yang sabar dan bijaksana. Ini
aku minta dari padamu, kejujuranmu, ketulusan hatimu untuk melayani
anak‑anakku, (30 Januari 1997).
-
Ambil bagian dalam penderitaan yang menebus dari Yesus
dan Maria Mengambil
bagian dalam penderitaan Yesus dan Maria dapat kita tunjukkan dengan
bersikap tidak membalas dendam terhadap orang-orang yang menyakiti
kita. Seperti
Yesus dan Maria memaafkan orang–orang yang telah menyebabkan penderitaannya,
begitupun kita seharusnya. Tetapi
peristiwa yang demikian itu tidak kita alami setiap hari. Tetapi
supaya kita sesering mungkin bisa ambil bagian pada penderitaan yang
menebus dari Yesus dan Maria, Bunda Maria minta kita berpuasa. Katanya: "Berpuasalah
setiap hari Jumat, karena itulah hari kesedihanku. Kamu banyak belum melakukannya, lakukanlah anakku". Dengan mengingat penderitaan Yesus dan Maria, kita ikut berpartisipasi
peda penderitaan mereka.
-
Menyebarkan pesan‑pesan ke mana‑mana Karena
pesan‑pesan Bunda Maria dan Tuhan Yesus itu perlu segera disebarkan,
agar secepatnya dapat mencapai setiap anaknya, Bunda Maria minta
supaya kita ikut menyebarkannya. Tetapi rupanya karena anak‑anaknya yang telah menerima
pesan‑pesan itu merasa takut terhadap para Imam yang menolaknya,
mereka tidak berani menyebar‑luaskannya. Maka Bunda Maria berkata: "Anak‑anakku
yang aku kasihi, jangan khawatir dan takut, sampaikanlah kebenaran
ini melalui sikap dan tingkah lakumu, itu saja perintahku. Kalau engkau menyampaikan
kebenaran ini, tetapi sikap dan tingkah lakumu masih seperti sebelum
masuk Kelompok ini, engkau tidak akan diterima
siapapun. Maka aku minta dari padamu robahlah dirimu
dahulu, baru engkau bisa menyampaikan semua kehenaran ini. Jadilah
saksiku, agar semua anakku bisa merasakan kebenaran ini dan diselamatkan".
5.
Nubuat‑Nubuat Pesan‑pesan
Bunda Maria juga berisikan nubuat‑nubuat tentang apa yang
akan terjadi, baik di negara kita
6.
Ekaristi Salah
satu hal yang sangat berkenan di hati Bunda Maria ialah kenyataan bahwa
di
7.
Taat kepada Kuasa Mengajar Gereja Sejak awal pemunculannya di Indonesia Bunda Maria ingin melibatkan
pejabat-pejabat gereja. Sudah pada 10 April 1995 Bunda Maria meminta
Ibu Agnes menghubungi Pastor Paroki Cimahi, waktu itu Pastor memenuhi permintaan Bunda Maria. Tetapi tidak lama kemudian
dia dipindahkan ke tempat lain dan pengganti-penggantinya
menolak hingga kini. Kelompok juga tidak boleh
dibolehkan untuk memakai gedung gereja dan gedung paroki. Mengenai imam untuk mendampingi kelompok, karena tidak mendapatnya
dari pimpinan gereja setempat, maka Bunda Maria memintanya langsung
dari Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mengabulkan permintaan itu dengan
mengirim seorang gembala dari jauh, dalam diri R. Isak Doera, Uskup
Emeritus Sintang. Meskipun
sudah punya gembala sendiri Bunda Maria tetap menghormati pimpinan gereja lokal, khususnya
para Uskup, yang dinamakannya “ Imam yang Tertinggi”, dan selalu mau
berhubungan dengan mereka. Hal itu ternyata dari
fakta-fakta berikut ini.
-
Tahun 1998 Bunda Maria meminta kelompok mendirikan kapel di
Tempat Doa Hati Ibu Bahagia di Danan, Giriwoyo, Wonogiri, dengan pesan
kalau nanti selesai supaya diserahkan kepada “Imam Yang Tertinggi” di
tempat itu, yaitu Uskup Agung
Semarang.
-
Bunda Maria selalu menitip salam kepada
“Imammu Yang Tertinggi” di tempat ini. Ini telah diucapkannya di Merauke,
Jayapura,
-
Mengenai pemakaian gedung gereja dan gedung paroki, kelompok
taat kepada ketentuan pimpinan gereja setempat, yaitu tidak memakainya. Inilah beberapa hal
yang dapat ditemukan dalam pesan-pesan yang disampaikan Bunda Maria
melalui Kelompok Pelayanan Kasih Dari ibu Yang Bahagia. Semoga pesan-pesan yang disebarluaskan lewat
internet ini, yang “berkat perkenanan Allah, telah digali oleh kecerdasan
manusia dari alam ciptaan” (Bdk.IM no.1) membuat nama Tuhan
semakin dimuliakan. Kiranya kesimpulan
positif tersebut dapat menghapus kecurigaan itu dan mendorong para
imam yang telah menerima pesan-pesan itu untuk lebih giat lagi membimbing
umatnya. Hal ini sangat mendesak,
karena sebentar lagi Hari Pemurnian akan tiba. Amin. |