WAHYU KEPADA YOHANES BAB 1 - 6 dan 12

"BERSAMA RASUL YOHANES"


WAHYU KEPADA YOHANES BAB 4 - 6

CATATAN : Kitab Wahyu bab 4,5 dan 6 berikut ini,
dituliskan berdasarkan hasil rekaman dari tuntunan langsung Rasul Yohanes pada
Rekoleksi Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia
di Cilember-Mega Mendung pada tanggal 13 Desember 2003.

4:1. Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

Sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu ….. apakah anda tahu yang bersuara itu siapa? (Jawab umat : Yesus)
Dahulu dan sekarang dan selama-lamanya adalah sama. Teruskan!

4 : 2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.
Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah,… Siapakah ini? (Jawab umat : Yesus)
Yesus itu menurut kamu? (Jawab umat : Allah)

Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, Roh apakah itu yang datang kepadaku? (Jawab umat : Roh Yesus)

KuasaNya! KuasaNya menguasai kehidupanku sehingga apa yang menjadi tujuan Tuhan, Tuhan sendirilah yang berbicara dan menerangkan semua apa yang aku lihat, apa yang aku dengar pada waktu itu. Dan selanjutnya sebuah tahta terdiri di sorga, dan di tahta itu duduk Seorang. Seseorang itu siapa? (Jawab umat : Yesus Allah)

4 : 3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi tahta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.
Ini menunjukkan kuasaNya, keindahanNya dan kemahakuasaNya, cemerlang dan penuh berwibawa. Apa yang aku lihat pada waktu itu adalah gambaran Tuhan yang aku sampaikan. Ini hasil renunganku. Apa yang aku bisa sebut untuk Tuhan yang aku lihat, maka semua apa yang menjadi kata-kata ini semua adalah hasil renunganku, tetapi saya mau menyampaikan adalah: Inilah KuasaNya yang Mahadahsyat yang bisa mempengaruhi setiap kehidupan manusia bagi mereka yang membuka hati.

4 : 4 Dan sekeliling tahta itu ada dua puluh empat tahta, dan di tahta-tahta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.
Menurut kamu apa yang dikatakan di sini? Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di tahta-tahta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Menurut kamu siapa ini? (Jawab umat : para martir?)

Mari saya mau mengatakan ini. Orang-orang yang berkenan dihadapan Allah, orang-orang yang dipilih Allah menjadi saksi tentang kebenaran-kebenaran tentang Allah. Mereka menyerahkan hidupnya, dalam perjalanan hidupnya untuk menyampaikan semua apa yang menjadi kehendak Allah kepada manusia. Inilah mereka yang menyerahkan dirinya kepadaNya. Menurut kamu siapa? (Jawab umat : para martir?) Para orang-orang kudus yang dikasihi Allah, saat ini ada bersama Allah memuliakan Allah di sorga. Teruskan!

4 : 5 Dan dari tahta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan tahta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
Kata ketujuh itu adalah kesempurnaan pekerjaan Allah. Jadi Allah Mahakuasa yang menguasai kerajaanNya dalam Surga yang menunggu manusia datang kepadaNya. Dikatakan tujuh obor, itulah cahaya Allah yang sempurna. Kamu mengerti, ya! Sudah cukup mengerti sampai disitu? Karena kata tujuh adalah kesempurnaan. Kata Obor adalah api menyala untuk bersinar di tempat itu. Itu adalah Cahaya Allah sendiri menguasai seisi Surga. Teruskan membacanya!

4 : 6 Dan di hadapan tahta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
Mari saya selalu menggambarkan bagaimana Allah itu sebenarnya. Banyak kata-kata yang indah untuk Tuhan ya, banyak sekali. Di sini kami mengalami, yang disebutkan di sini adalah kami sendiri. Kamu telah membaca, di sini ada kitab Matius, Markus, Lukas dan saya Yohanes. Kamilah akan menjadi saksi tentang Allah dan kami bertanggung jawab apa yang kami dengar dan kami tuliskan tentang keselamatan yang datang dari Tuhan. Itulah kami.
Dan kami tidak akan berhenti bekerja walaupun kami sudah ada di Surga, tetapi kami tetap bekerja dan mempertanggung jawabkan apa yang kami tuliskan. Siapapun yang percaya apa yang kami tuliskan, kami bersama dia. Kamu mengerti ya apa yang aku katakan ini adalah kami sendiri.
Dan boleh saya sedikit koreksi ya. Katanya kata koreksi. Saya juga bisa berbahasa dunia; hasil renungan para imam-imam, dan ini dipegang teguh oleh para imam-imam, itu baik, tapi disisi lain dia meninggalkan apa yang sudah terjadi yang kami alami dan kami tuliskan dalam kitab suci ini. Banyak hasil-hasil renungan mereka tidak sesuai apa yang diinginkan oleh Allah di dalam FirmanNya itu sendiri.
Saya memulai menyampaikan kebenaran ini pada waktu itu adalah dengan cara saya bertemu dengan banyak manusia dan saya sampaikan firman Tuhan ini kepada mereka, dan saya punya ingatan penuh, tidak ada satu kalimatpun satupun yang hilang dari pemikiran saya. Itulah yang diberikan Allah kepada saya. Maka apa yang Tuhan sampaikan semua itu menjadi bagian dari kehidupan saya dan juga bagian bagi kehidupan kalian yang percaya menerima apa yang saya sampaikan.
Saya sudah mewartakan lebih dahulu secara lisan kepada manusia dan apa yang saya sampaikan ini menjadi pengalaman rohani bagi penulis injil Matius, Markus dan Lukas untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran ini kepada manusia-manusia pada waktu itu sesuai dengan kebutuhan-kebutuhannya. Mereka lihat, mereka menyampaikan itu semuanya.
Saya sudah menguraikan memulainya dengan cara lisan, akhirnya saya menuliskan ini untuk menutup dan mengakhiri karya hidup saya. Saya harus menuliskan apa yang sudah saya terima dari Tuhan. Akhirnya selesai, saya pulang dengan damai menghadap Allah dan saya bahagia pulang, tidak menderita. Salah satunya saya diberikan itu supaya saya boleh menyampaikan ini dengan hati, dengan pikiran yang tenang, dengan suatu penyerahan diri kepada Allah supaya tidak salah apa yang saya sampaikan, apa yang saya tuliskan, apa yang saat ini kamu imani bersama-sama. Jadi kamu tahu apa yang saya katakan ini? Tahu ya. Teruskan bacanya!

4 : 7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.
Kamu tahu apa yang menjadi bagian-bagian nama itu sesuai dengan karakter mereka, sesuai pekerjaan mereka, apa yang mereka lakukan didalam menuliskan kitab masing-masing. Itulah gambaran bagi mereka yang diberikan Allah satu nama kepada yang menuliskan pewahyuan, Kitab suci, Firman Tuhan yang kamu dengar pada saat ini, kamu bisa menerangkan siapakah itu semua? Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa itu siapa? Dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu? Kamu bisa belajar dari binatang-binatang ini, pasti mereka mempunyai kekhususan didalam kehidupannya. Tetapi bukan karena kami dijuluki seperti itu kami seperti binatang. Tidak ya....! Tidak ! Tetapi mengambil bagian-bagian itu, ada maksud Tuhan supaya kami punya ciri-ciri dalam pewartaan itu sendiri. Makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, juga gambaran manusia juga dipakai oleh Allah. Dan makhluk yang keempat sama seperti burung apa ini? (Jawab umat : nasar). Rajawali yang sedang terbang itu siapa? (Jawab umat : Yohanes). Nah itulah Yohanes. Yohanes punya arti didalam nama ini. Karena saya terlalu jauh … Bukan terbang tinggi, saya disuruh pergi terlalu jauh, terlalu jauh dari tempat ke tempat seperti burung nggak punya rumah, tidak punya tempat, saya harus kesana kesitu dan kesitu, akhirnya saya tetap disitu sampai saya menuliskan Wahyu ini yang saya terima dari Allah. Terus!

4 : 8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
Baik! Kamu tahu bukan kami saja yang bekerja dan berdoa di Surga. Siapapun yang sudah dipanggil dia dalam kebahagiaan di Surga dia bersama kami untuk memuliakan Allah di Surga. Dan kami berdoa untuk dunia untuk manusia, manusia yang percaya kepada Allah. Bukan kami tidak mendoakan yang tidak percaya kepada Allah. Sia-sialah kami karena mereka sudah kuat dan punya pegangan percaya kepada dunia, mereka tidak bisa melepaskan dunia itu. Sia-sialah kami berdoa untuk mereka. Kamu mengerti? Dan kami berdoa bagi anak-anak Tuhan yang tersesat yang meninggalkan, yang penuh dosa. Itu tugas kami serentak untuk mendoakan mereka supaya mereka diampuni oleh Allah, supaya mereka semua membuka hati dan menyadari Rahmat Tuhan sudah datang, kerahiman Tuhan sudah datang dalam kehidupannya, supaya mereka kembali kepada Allah seutuhnya. Itulah tugas kamu dalam kelompok ini untuk membawa anak-anak Tuhan kembali seutuhnya kepada Allah. Teruskan!

4 : 9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas tahta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
4 : 10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan tahta itu, sambil berkata:
4:11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

Ya, Amin ya? Ini menggambarkan bagi manusia. Janganlah sekali-kali manusia datang kepada Allah itu membawa segala apa yang ada dari dunia. Maksudnya kalian tahu?
Datang kepada Allah utuh dan tinggalkan apa yang menjadi milikmu, tinggalkan! Datanglah kepada Allah sepenuhnya. Kamu tidak berpangkat, kamu tidak punya kedudukan, kamu tidak ini dan tidak itu tetapi kamu adalah anak Tuhan, datanglah kepada Dia seutuhnya. Sia-sialah kamu membawa semua apa yang kamu punya menghadap Allah. Allah tidak pernah mendengarkan manusia datang membawa semua miliknya menghadap Allah. Sia-sialah dia dan bodohlah dia menjadi manusia yang sudah diselamatkan oleh Allah dari dunia ini tapi dia masih bersatu dengan dunia dan pergi kepada Allah membawa dunianya itu menghadap Allah. Allah tidak mau menerima itu. Mengerti kamu ya? Terus ini bacakan Kitab dimeteraikan ……. Kitab yang dimeterai dan Anak Domba bab 5

5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas tahta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.
Sebentar. Ini sekali lagi kata tujuh adalah kesempurnaan Allah ada dalam Kitab itu. Ya kesempurnaan Allah ada didalam kitab itu. Dimeteraikan adalah abadi, kekal dan abadi, tidak ada satupun yang bisa merubah meterai itu yang sudah dimeteraikan Allah didalam kitab ini. Jadi Kitab ini adalah Kitab Kebenaran, Kitab keselamatan yang telah dijanjikan Tuhan. Siapa yang percaya, dia pasti selamat. Selamat di dunia dan juga selamat pulang dan kembali menghadap Allah. Ini Kitab keselamatan. Ini mau saya katakan kepada kalian. Teruskan!

5 : 2 Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"
5 : 3 Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.

Siapakah yang bisa melihat kuasa Allah sepenuhnya yang menjadi milik Allah. Pada saatnya nanti, itu akan dinyatakan oleh Allah apabila dunia ini sudah tidak ada lagi, artinya semua manusia tidak ada lagi di bumi ini dan bumi ini tidak ada lagi dan manusia kembali kepada tempat yang telah disediakan bagi Allah yang baik, yang tidak baik, mereka akan menerima dari apa yang mereka lakukan yang mereka cari yang mereka kerjakan didalam dunia ini. Yang bisa membuka gulungan ini adalah Allah sendiri karena Dialah sendiri, Dialah membuka diriNya sendiri kepada kita semuanya. Itu maksudnya ya, teruskan!

5 : 4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
5 : 5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

Sudah saya terangkan tadi adalah Allah sendiri ya. Allah sendiri, Yesus, Allah, itulah Bapa kita. Dia akan menyatakan dirinya dengan MahakuasaNya. Dia yang bisa membuka tentang kebenaran, tentang keselamatan, semua ada ditanganNya. Teruskan!

5 : 6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
Siapakah itu”? (Jawab umat : Yesus sendiri)
Dialah yang sudah datang ke bumi ini dan akan datang kembali ini ke bumi ini dan menyelesaikan semua perkara di bumi ini.

5 : 7 Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
5 : 8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
5 : 9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5 : 10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Ini sudah jelas ya kamu sudah mengerti, ini adalah Allah sendiri Yesus Tuhan. Saya mau menyampaikan dengan imam-imam yang ada di sini. Yesus adalah Allah sendiri yang sudah datang ke dunia ini, tapi kuasaNya penuh berada di dalam Surga. Dia karena Allah Dia bisa saja melakukan apa saja menurut rencananya untuk menyelamatkan manusia ciptaanNya di bumi ini. Jadi tidak salah kalau kamu menerima Yesus sepenuhnya, kamu sudah beriman penuh kepadaNya. Tapi kalau kamu hanya beriman dan kamu masih melakukan apa saja dalam hidupmu, kamu tidak beriman. Peganglah Dia, karena Yesus diberikan kepada kamu, melalui NamaNya kamu dikuatkan, melalui NamaNya kamu diberi, melalui NamaNya kamu diselamatkan. Karena namaNya itu adalah Yesus adalah Allah sendiri. Itu yang perlu saya sampaikan kepada para imam supaya jangan ragu mengatakan Yesus itu adalah Allah. Karena aku Yohanes, akulah saksi hidup dan saat ini aku berada dalam kebahagiaan di Surga dan berbahagia sepenuhnya. Begitu indahnya Surga tempat Allah bersemayam di dalam ketahtaanNya dalam kerajaanNya. Siapapun yang percaya dia akan mendapatkan itu. Itulah harta dari Surga yang diberikan kepada kamu supaya harta itu untuk kamu. Jagalah baik-baik, maksudnya jagalah dirimu baik-baik supaya harta itu tidak lenyap dari kehidupanmu. Tetapi jika kamu mendapatkan harta dari dunia celakalah kamu bersama dunia. Ini Rasul Yohanes mengatakan demikian, terus!


5 : 11 Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,
5 : 12 katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"
5 : 13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
5 : 14 Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.

Kami dilibatkan dalam segala peristiwa di Surga. Sekarang ini juga kami dilibatkan oleh Allah dalam pengertian tentang kebenaran, tentang keselamatan itu, kami dilibatkan oleh Allah dan kami tetap bekerja dan mendoakan bagi kamu sekalian yang masih berjuang di bumi ini. Dan kamu juga mendoakan dirimu sendiri dan juga mendoakan, saling mendoakan antara satu dengan yang lain supaya kamu dikuatkan dalam perjalananmu. Ini yang bisa saya sampaikan. Sampai disini apa kamu sudah mengerti? Sudah jelas? (Jawab umat : Sudah)
Bagus kalau sudah jelas, kalau sudah jelas berarti kamu bisa melakukan yang terbaik dalam hidupmu dan kamu tahu apa yang harus kamu kerjakan dalam hidupmu untuk memuliakan Allah di dalam perjalanan hidupmu.
Di sini kata/istilah Anak Domba Allah, ini adalah Allah sendiri mengajarkan kepada Yohanes. Yohanes yang mana? (Umat: Yohanes Pembaptis).
Dia diantar lebih dahulu. Sebenarnya dia juga rencana Allah di dalam karya Allah untuk apa yang ingin Allah lakukan dan Allah ingin menyelamatkan manusia. Jadi di sini Yohanes Pembaptis, dia menguatkan bagi setiap manusia dan membongkar hati setiap manusia dan diajak bertobat dan kembali kepada Allah.
Waktunya sudah dekat. Kata waktu sudah dekat pada waktu itu bahwa Allah akan menyelamatkan manusia, sudah datang diantara kamu. Inilah istilah Anak Domba. Anak Domba pengertiannya anak manis, anak yang manis. Allah itu manis, sangat manis semuanya sangat manis. Teruskan!

Keenam meterai pertama dibuka
6 : 1. Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
6 : 2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Di sini kita diajak kembali, semua orang suruh berjuang dan berlomba-lomba untuk berbuat baik dengan hati, tapi bukan dengan pikiran dan perasaanmu, itu boleh dipakai untuk mendukung semua pekerjaan karena kamu masih dalam dunia. Berjuanglah kamu supaya kamu menang dan mengalahkan dunia ini karena dunia ini penuh dalam hal kegelapan.
Kalau hatimu tertutup kamu masuk dalam kegelapan. Kegelapan itu milik dunia. Allah adalah terang, dunia adalah gelap. Siapapun menutup hati, dia kegelapan untuk melihat terang dan kebenaran. Maka berjuanglah kamu berlomba-lombalah kamu untuk mengalahkan dunia ini dan menjaga dirimu dengan baik supaya kamu menang. Kemenangan ini sangat berarti bagi kamu karena kemenangan di dalam Allah kamu sukacita, kamu bahagia dalam hidupmu. Silahkan kalian berlomba-lomba untuk berbuat baik dan melayani bersama-sama tapi tidak memakai cara-cara dunia, menyakitkan, membuat orang pedih, banyak yang tersinggung di dalam kamu bekerja, tetapi berlomba-lomba dalam kemenangan untuk mengalahkan dunia ini.

(Umat : Apa maksud warna kuda putih Rasul?)
Kuda juga mempunyai arti, dia bisa lari cepat dan kencang. Itulah yang dimaksudkan ini untuk merebut kemenangan, berani kencang dan tidak lamban dalam kebenaran, karena putih adalah bersih, tanpa pamrih dalam hal mengerjakan segala sesuatu. Kamu mengerti ya. Ya, Amin, kalau kau sudah mengerti berbuatlah seperti itu. Terus!

6 : 3. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"
6 : 4 Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.

Ini adalah kebersamaannya bertentangan dari apa yang dikatakan dari yang pertama.

6 : 5 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6 : 6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Ini adalah…… susah ya? Karena hasil renunganku itu bukanlah hasil untuk renungan buat seseorang manusia. Itu sangat gampang, ih kamu cantik, ih kamu jelek, ih kamu tinggi, kamu pendek, tapi kalau di sini menggambarkan Tuhan itu sesempurnanya apa yang harus saya gambarkan untuk Tuhan. Kata-kata apa yang bisa saya berikan kepada Tuhan, contohnya ada sekelompok manusia yang sedang bertikai, kamu datang ingin membuat itu damai sukacita, ternyata kamu datang malah mengeruhkan dan tidak ada penyelesaian didalam perjalanan kelompok ini. Seharusnya kamu datang kelompok ini menjadikan selesai, imannya tumbuh dan imannya tidak tercemar dari apa semua sikap-sikap yang ada disitu, dan kamu datang menambah sikap-sikap itu bertambah imannya bertambah hancur, itu tidak dikehendaki oleh Allah. Seperti itu contohnya. Kamu belum mengerti? Masih bengong ya? Saya mau ngomong apa tadi ya? Jangan menambahkan apa yang tidak kamu mengerti sehingga kamu mengeruhkan suasana itu menjadi lebih keruh, akhirnya tidak ada mendapatkan hasil yang baik untuk orang-orang yang kamu datangi untuk penyelesaiannya segala perkara, sehingga iman tinggal sedikit, kamu datang mengobrak-abrik iman itu sehingga habislah semuanya. Tambah dia tidak akan mengerti, itu maksudnya ya.
Supaya kamu tahu kuncinya dibawah: “Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.” Itu adalah yang ada dalam diri mereka, keyakinannya, kasihnya dan cintanya sudah tinggal sedikit, datang kamu, buyar semuanya, habis, akhirnya dia tidak mengerti apa-apa di dalam kehidupannya. Itu dosa melakukan seperti itu. Terus!

6 : 7 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: "Mari!"
6 : 8 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.
6 : 9. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.
6 : 10 Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"
6 : 11 Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.
6 : 12 Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
6 : 13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.
6 : 14 Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.
6:15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6 : 16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
6 : 17 Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

Ini tugas kalian ya! Di sini kamu semua yang ada di sini, kamu masuk dalam kelompok ini dan mewartakan tentang kuasa Tuhan akan turun ke bumi ini dan menyelesaikan perkara-perkara manusia-manusia yang selama ini berbuat jahat dan tidak percaya dan banyak orang yang menyesatkan manusia, di sini Tuhan akan menyelesaikannya. Apa kamu tahu, inilah gambaran yang akan terjadi apa yang kamu sampaikan, apa yang telah kamu terima selama ini dalam kelompok ini dari Ibu Maria, apa yang telah disampaikan Ibu Maria kepadamu.
Murka Allah akan turun ke bumi ini, akan terjadi kegelapan di seluruh bumi, Allah menyelesaikan. Selama itu siapa yang percaya yang setia dia selamat dari murka itu, tetapi siapa yang tidak percaya yang menyesatkan, musnahlah semua itu dengan sekejap. Pada akhirnya kamu akan mengerti apa yang dikehendaki Allah, kamu bahagia, sukacita didalam rencana Tuhan. Satu masa kamu akan bahagia bersama Allah. Satu masa kamu tidak akan tahu karena satu masa adalah milik Allah, sebentar atau lama itu adalah hak Allah. Yang penting bagi kamu, kamu sudah menerima janji Tuhan dan Tuhan telah menepati bahwa kamu akan hidup bahagia pada waktu itu. Inilah yang akan terjadi akhirnya apa yang kamu sampaikan selama ini bencana itu akan turun segera ke bumi ini, dan aku mengatakan di sini bukanlah kamu menerima bencana ini bahwa dunia kiamat. Saya tidak bicara tentang kiamat tetapi saya membicarakan tentang pemurnian manusia. Kalau manusia tidak dimurnikan mau jadi apakah di dunia ini? Mau jadi apakah manusia? Akhirnya manusia satupun tidak ada yang selamat. Musnah, karena Allah menyelesaikan dunia ini, karena siapapun yang bersama dunia ini dia habis, musnah. Siapa yang selamat? Tidak ada. Maka Tuhan turun tangan saat-saat ini supaya masih ada manusia yang diselamatkan, memuliakan Dia dan melanjutkan arti hidup yang diberikan Allah kepada manusia. Mengerti kamu ya? Baik kalau sudah mengerti baik sekali itu, tapi jangan asal mengerti, tolong direnungkan. Dan kamu jangan takut mendengar apa yang kamu baca di dalam Kitab wahyu ini karena semua yang disampaikan bukan untuk menakutkan kamu, justru di sini disampaikan adalah supaya kamu bersiap-siap untuk menghadapi semua itu, karena Tuhan tidak pernah mempersiapkan manusia untuk melakukan kuasanya. Dia selalu mempersiapkan manusia-manusia di dalam rencanaNya. Kamu lihat dalam Perjanjian Lama Allah selalu menuntun orang-orang itu dan membawa orang-orang itu. Apapun yang terjadi pada waktu itu manusia dipersiapkan. Terjadilah Musa, Nuh; semua disiapkan. Tetapi siapa menutup hati dengan nubuat ini, silahkan saja. Siapa yang mencari dunia, silahkan saja. Allah sudah sepenuhnya merencanakan semua itu supaya manusia selamat. Tapi bagi kamu setelah mendengar kamu tidak berubah, sia-sialah semua itu yang disampaikan siang hari ini. Seharusnya kamu mendengarkan ini kamu lebih baik bekerja untuk Tuhan, bekerja untuk keluargamu, semua dapat berkat apa yang kamu kerjakan.

(Umat: Rasul apakah yang dimaksud dengan situasi mana yang dimaksud dengan penunggang yang bernama maut yang diberi kuasa membunuh seperempat dari penduduk bumi?)
Itu hanya kiasan. Hanya kuasa Allah akan melenyapkan orang-orang yang tidak percaya. Nanti kan semua manusia tinggal sedikit di bumi ini.

(Umat : Rasul saya mau bertanya mengapa kok dibagi dalam meterai-meterai? Apakah itu suatu urutan?)
Pasti rencana Tuhan tidak sekaligus, wah manusia tidak akan kuat, pasti bertahap. Tuhan melakukan itu memang seperti itu. Kamu pelajari bagaimana Musa bertahap sejak bayi diantar untuk menyelamatkan bangsa Israel, dimasukkan dia kesana supaya rencana Tuhan itu tetap, bagaimana ya, tidak akan mungkin.
Yang selalu melakukan mendadak adalah manusia, habis itu hilang, benar nggak? Tapi Allah melakukan itu supaya ada diingat dan diterima bagi manusia-manusia itu dalam rencana Tuhan itu sendiri. Buktinya sejak perjanjian lama sampai dengan segini bertahap. Tuhan saja mau datang Dia pakai rencana. Memakai orang untuk berkata ini kepada Musa “aku akan datang sendiri akan bertemu dengan manusia dan berbicara sendiri dengan manusia”, itu kan juga bertahap. Bayangkan zaman Musa sampai Tuhan sendiri turun itu berapa lamanya? Menurut kamu cukup lama kan? Itu bertahap supaya sejarah itu teratur. Yang tidak teratur kan manusia, tidak sempurna, rencana manusia pasti ada tidak baiknya, hasilnya ada yang tidak baik. Tapi kalau rencana Tuhan, Dia harus pakai proses. Kamu tidak akan kuat kalau Tuhan mengatakan “Deg” hancurlah bumi ini. Kapan kita mau bertobat? Kapan kita mau berbuat sesuatu yang baik? Itu Allah yang kejam. Sedangkan Allah sudah mempersiapkan manusia sudah sekian lama dan sekian lama manusia juga masih bebal, masih menutup hati.
Sudah berapa ribu tahun Allah datang masih orang banyak masih belum diselamatkan, masih banyak manusia, manusia lama, banyak di bumi ini manusia lama. Saya katakan siapa yang tidak dibaptis di dalam Nama Tuhan Yesus, dia manusia lama. Ngerti kamu ya? Siapa dibaptis dalam Nama Tuhan dalam Roh dalam KuasaNya dia manusia baru karena tempatnya adalah Surga.
Begitu? Harus! Kamu tidak akan kuat kalau Tuhan mengatakan … lha bagaimana mungkin? Tuhan itu kejam banget ya, kejam sekali, punya rencana kita belum sempat berbuat sesuatu, Allah sudah menurunkan kuasaNya. Wah allah mana? Itu setan yang berbuat seperti itu. Allah selalu merencanakan membawa manusia kedalam kebahagiaan. Sudah mengerti ya jawabannya. Itu kamu yang bertanya. Sudah mengerti? Sudah .. harus mengerti kamu, kalau nggak ngerti, wah ….?

(Umat bertanya bab 6:11 Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.)
Itu tadi saya sudah bilang, saya mencakup semua yang akan menjadi pertanyaanmu, tadi saya sudah cukup jelas ya, apa kamu tidak mendengar apa yang saya sampaikan tadi? Semua dipersiapkan, semua dipersiapkan, tidak ada yang mendadak, tidak ada Allah melakukan seenaknya saja, karena Allah Mahakuasa. Yang selalu melakukan itu adalah setan, dia merasa kuasa di bumi ini, dia perdaya manusia, dibuat manusia jatuh dalam dosa, tapi bagi mereka yang mau diperdaya oleh setan. Tetapi bagi mereka yang tetap setia kepada Allah, dia tetap berjuang dan mengalahkan dirinya sendiri dan berjaga-jaga setiap saat dimanapun dia berada. Memang kalau sudah ikut Yesus terus tenang-tenang begitu? Enggak kan? Jawab! Salah itu. Itu yang tidak mengenal Yesus, dia mengatakan demikian “Surga dan dunia adalah sama dicari setiap manusia” Tidak! “Carilah Aku dalam kehidupanmu, carilah Kerajaan Allah, semua itu Kuberikan! Kamu lihat, Aku Mahakuasa” Itu kata Tuhan. Tapi diluar itu mereka mengatakan Surga dan dunia itu harus sama. Matilah itu, tidak mendapatkan apa-apa.

Sekarang kamu lihat apa yang terjadi di seluruh bumi? Tuhan sudah menyatakan, dalam pemurnian itu akan dimunculkan semua apa yang menjadi buah-buah datang dari dunia atau dari Surga? Sekarang Tuhan nyatakan secara nyata, apakah kamu masih menutup hati?

6:15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
Saya kasih tahu, hari pemurnian itu kamu sembunyi di manapun tidak akan bisa.
Kamu mau sembunyi dimana? (Jawab umat: Gua Ratu Kenya/dirumah sendiri/di Kapel rasul Yohanes)
Sudahlah … bersembunyilah di dalam Yesus. (Jawab umat: Amin).
Kamu akan selamat. Tidak perlu kamu buat apa dan apa, sembunyi dimana. Tuhan bisa! Habis semuanya! Tapi dalam Yesus kamu semua selamat pada hari itu tiba. Mengerti ya? (Jawab umat umat: ya)

Ini banyak.. saya mengartikan Firman Tuhan itu dengan sebaik-baiknya dengan sempurna, kata-kata yang indah yang tidak saya lakukan kepada manusia, kata-kata itu hanya untuk Tuhan. Memang banyak orang tidak mengerti apa yang saya sampaikan di dalam apa yang saya tuliskan di dalam kitab suci ini, maupun saya menuliskan wahyu ini banyak orang tidak mengerti. Tapi kalau dia bawa dalam doa dan berseru kepada Allah pasti Tuhan akan membuka hati dan membantu dan menolong, karena itu suatu kebutuhan rohani bagi setiap manusia, pasti Tuhan akan menolong.

Yang nomor mana sudah sampai mana? Ada batas-batas tertentu yang tidak perlu saya teruskan, yang penting adalah yang menyangkut bersama kamu dalam kelompok ini, yang apa yang telah sampaikan kepada anak Tuhan. Itu saja, yang lain-lain itu nanti kamu akan mengerti sendiri dan pada saat dan mungkin kamu tidak akan sampai sampai di situ, ya tidak mengalami sampai di situ, hanya kamu bisa mengalami setelah hari pemurnian. Kita tidak tahu satu masa itu bagi manusia sebanyak manakah umurnya yang akan diberikan Tuhan kepada manusia, itu hak Allah.

Jadi yang perlu saya sampaikan adalah perjalanan kamu dalam kelompok ini bersama saya, karena saya diturunkan dari Surga untuk membimbing Agnes dan kamu sekalian untuk memulai jalan Tuhan dan Ibu Maria dalam kelompok ini. Jadi siapapun yang masuk dalam kelompok ini, setialah kamu dengan janji dan bekerjalah kamu dengan janji itu. Jangan menunggu saja dengan janji itu, nanti kamu akan lebih tidak mengerti, nanti kuasa kegelapan akan bekeja dalam hidupmu. Kamu selalu bertanya, kapan ya? Besok atau lusa? Bulan depan? Tahun depan? Hari ini, hari itu? Malam dan pagi? Itu saja yang kamu kerjakan, tapi masih banyak yang harus kamu kerjakan untuk menunggu hari yang telah dijanjikan Tuhan. Kamu mengerti? (Jawab umat: Ya)

Jangan sekali-kali menghitung-hitung, itu tidak baik karena rencanamu bukanlah rencana Allah. Rencana Allah tepat dan pasti pada waktunya Dia akan menurunkan apa yang dijanjikanNya, itu pasti. Sudah pasti! Jangan kamu terus tidak berbuat apa-apa. Dengan janji itu terus kamu melepaskan diri dari kenyataan, putus asa. Bukan itu pewartaan itu, bukan seperti itu, tetapi membangkitkan semangat rohani setiap manusia yang kamu sampaikan, supaya orang itu juga boleh bahagia pada saat-saat kamu menantikan pemurnian yang akan turun ke bumi ini. Gelap gulita! Tetapi jangan kamu selalu berbicara dan menentukan kapan dan kapan nanti jadi bingung. Nanti.