PENGANTAR
Penyertaan Rasul Yohanes sebagai pembimbing rohani Surgawi
bagi Ibu Agnes Sawarno secara khusus dan bagi Kelompok Pelayanan
Kasih Dari Ibu Yang Bahagia
Sejak
tahun 1990, Rasul Yohanes diutus untuk mendampingi Agnes Sawarno sebagai
pembimbing rohani Surgawi baginya dan juga bagi Kelompok Pelayanan
Kasih dari Ibu Yang Bahagia (lihat sejarah Kelompok).
Mengapa rasul Yohanes yang diutus? Karena Rasul Yohanes yang sekarang sudah
bahagia di Surga, adalah Rasul yang dikasihi Yesus dan dialah saksi hidup dan
mati. Sejak Yesus pertama kali berkarya; ia`adalah salah satu dari murid-murid
pertama dan yang tetap setia sampai di kaki salib. Kepadanya, Yesus menyerahkan
IbuNya Maria. Yohanes mewakili kita semua yang menjadi murid Yesus. Maria tinggal
bersama Yohanes sampai Dia diangkat ke Surga. Pada Yohaneslah Tuhan menurunkan
Wahyu yang menjadi lanjutan pewartaan dalam kitab-kitab Injil. Wahyu Allah
yang dituliskan ke dalam Kitab Wahyu oleh Rasul Yohanes menceritakan tentang
situasi akhir zaman, pemurnian dunia, masa damai, dan kedatangan Yesus yang
kedua kalinya pada hari kiamat sebagai hakim yang adil. Karena Kelompok Pelayanan
Kasih dari Ibu Yang Bahagia menerima tugas pewartaan mengenai akhir zaman,
pemurnian dunia dan masa damai, maka Rasul Yohanes diutus untuk menjadi pendamping
kelompok ini.
Pengantar
Umum dari Rasul Yohanes.
CATATAN
: Pengantar Umum dari Rasul Yohanes berikut
ini,
dituliskan berdasarkan hasil rekaman dari tuntunan langsung Rasul Yohanes pada
Rekoleksi Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia
di Cilember-Mega Mendung pada tanggal 13 Desember 2003.
Dalam
Kitab Wahyu bab 4 dijelaskan bahwa ke 4 pengarang Injil tetap setia
untuk mendoakan dan memberikan pendampingan bagi siapa saja yang meminta
tuntunan mereka saat membaca Kitab Injil karangan mereka masing-masing.
Itu sudah dibuktikan oleh Rasul Yohanes, Rasul Matius, Rasul Lukas dan Markus.
Mereka datang dengan versi mereka tentang Tuhan. Sudah dibuktikan bahwa mereka
semua telah menjawab apa yang mereka tuliskan di dalam Kitab Suci ini dan Tuhan
berkati apa yang sampaikan itu untuk kita semuanya. Dan Tuhan menunjuk mereka.
Mereka harus menyertai kita didalam Injilnya masing-masing untuk menyatu dalam
kehidupan kita masing-masing. Tergantung kita mau membaca Injil mana silahkan.
Apabila anda mau membaca injil apa saja pertama doa kepada Tuhan dan mohon
Tuhan datangkan mereka untuk bersatu untuk menerima apa yang mereka tuliskan
didalam kitab suci ini.
Sudah
dibuktikan oleh Rasul Yohanes. Apa yang sudah diwahyukan Tuhan itu
dibuktikan oleh Rasul Yohanes dan Tuhan membuktikan dan mengirim Rasul
Yohanes kepada kita. Pada saat ini Rasul Yohanes dihadirkan untuk menjelaskan
Kitab Wahyu dan beliau membuka dengan mengatakan: “Salam sejahtera
untuk kamu sekalian, khususnya untuk kamu para imam-imam yang berada
bersama anak-anak Tuhan pada siang hari ini. Berbahagialah kamu masuk
kedalam apa yang telah Tuhan berikan bersama didalam kelompok ini bersama
Ibu kita Maria.” Itu kata beliau.
Selamat
siang untuk kita semua, katanya. Mari kita bersatu dalam doa, bersatu
untuk membuka hati supaya dimana saya nanti mengantar kamu didalam
nubuat ini supaya kamu mengerti sedalam-dalamnya karena saat ini semua
dibukakan oleh Tuhan, dinyatakan oleh Tuhan melalui kamu. Karena selama
ini sudah sekian lama Tuhanmu hadir dan berkata-kata kepada manusia,
mau menyelamatkan manusia tetapi manusia banyak yang belum percaya
tentang keselamatan hanya dalam Nama Yesus Allahmu dan Allah saya dan
Allah seluruh seisi Surga yang memuliakan Dia sampai saat ini dan seterusnya.
Ini penyampaian beliau pertama sebagai pengantar. Masuklah kamu kedalam
kasih Tuhan dalam perjalanan hidupmu. Ini kata Rasul Yohanes.
(Ibu
Agnes: Saya mau ikut serta dalam pertemuan ini supaya saya boleh
menambah, menguatkan saya dalam iman keyakinan saya bersama anda.
Nggak mungkin saya ditinggal sendiri dan Rasul Yohanes bersama kalian.
Pasti akan terjadi dialog dua, saya dan Rasul Yohanes atau saat-saat
saya mengantarkan apa yang beliau katakan, supaya anda menyimak dengan
baik.)
Yang perlu, kata Rasul Yohanes adalah membuka hatimu. Kata hati di sini tempat
roh bersemayam, rohmu sendiri bersemayam dalam kehidupanmu. Rasul Yohanes mengatakan
maka Tuhanmu mengatakan selalu, berikanlah hatimu kepadaKu seutuhnya. Maksudnya
di sini yang dikatakan oleh Rasul Yohanes adalah membuka hati dan mempersembahkan
diri kita seutuhnya kepada Dia melalui hati yang sangat dalam. Jadi untuk datang
kepada Tuhan bukan pakai pikiranmu dan perasaanmu dan kemauanmu sendiri. Tanpa
Tuhan, kamu tidak bisa memuliakan Allah di dalam perjalananmu. Rasul Yohanes
mengatakan demikian: ”Akulah Yohanes, akulah saksi hidup dan saat ini
aku sudah bahagia dalam kemuliaan dimana telah dikatakan Tuhan bahwa Aku menyelamatkan
kamu, siapapun yang menerima Aku dalam kehidupanmu, engkau akan selamat didalam
namaKu.” Itu kata Rasul Yohanes. Sekarang juga aku bersaksi, saat ini
aku bahagia dan juga kebahagiaan ini diberikan kepada kamu sekalian yang ada
disini supaya kamu juga boleh menerima Tuhan hadir dalam kehidupanmu. Ini kata
Rasul Yohanes.
Pertama-tama
adalah kerendahan hati. Kerendahan hati membawa manusia itu kejalan
yang benar. Kerendahan hati itu membawa manusia mengerti apa arti hidup
yang diberikan Allah kepada dirinya. Rendah hati bijaksana, rendah
hati akan mendapatkan banyak dari segala kebenaran dalam segala kebaikan
karena kerendahan hati adalah milik Allah. Dan dinyatakan oleh Rasul
Yohanes, kerendahan hati Allahlah maka Allah turun ke bumi ini mau
menjadi manusia, mau menyelamatkan manusia dalam kerendahanNya. Sebenarnya
diartikan secara dunia tidak akan mungkin dan tidak dimengerti secara
dunia Allah menjadi manusia. Itu yang disampaikan. Dengan kerendahan
hati, Tuhan mau datang untuk menyelamatkan manusia. Dan kamu juga yang
percaya, berjuanglah kamu supaya kamu mempunyai kerendahan hati dalam
segala hal, terutama dalam kebenaran dan kebaikan supaya kamu sampai
pada tujuan, karena keselamatan ada ditangan Tuhan. Tuhan itu adalah
Yesus yang kau sembah. Dialah Allah yang Mahakuasa, aku (Yohanes) bersaksi
tentang apa yang ada tertulis dalam kitab sucimu.
Saya akan menerangkan, mungkin para imam sebelum gereja tempat Rumah Allah
dibangun di bumi ini, Allah sudah merencanakan akan memberikan tempat kepada
manusia supaya bersatu sehati sejiwa. Kamu tidak bisa berdoa sendiri, kebersamaan
itu membawa suatu kebahagiaan dan segala sesuatu persoalan dapat diselesaikan
bersama-sama, maka kamu berkumpul bersama di Rumah Allah yang kau katakan adalah
gereja yang ada di seluruh bumi ini. Itulah kumpulan anak-anak Allah. Maka
kalau menyadari ini semua, Allah menghimpun kamu. Allah datang mengunjungi
kamu. Kamu tidak akan mungkin bisa datang kepada Allah tanpa Allah mendahului/berinisiatif
untuk bertemu dengan kamu.
Bersyukurlah
kepada Allah yang sudah datang diantara kamu dan kamu yang menerimanya.
Pengharapan dari saya adalah setialah kamu dalam perjalanan hidupmu.
Kami dulu juga setia dalam perjalanan ini untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran
yang sudah datang diantara kami. Dan kami berjuang untuk mengantarkan
semua, apa isi hati Tuhan kami sampaikan kepada banyak manusia. Itulah
perjuangan dan pengorbanan kami karena kami menyadari bahwa kami adalah
ciptaanNya dan kami sekaligus diselamatkan, akhirnya kami dipanggil
untuk bekerja sama dengan Allah. Dan kamu juga yang ada di sini, kamu
dipanggil dan diselamatkan dan kamu bekerja untuk Allah, apa kamu sudah
melakukan sepenuhnya itu dalam perjalanan hidupmu? Mungkin keterbatasan,
apa arti mengenai kasih yang telah kamu terima dari Allah. Kamu masih
memilih pekerjaan apa yang menjadi sesuka hatimu. Itu tidak benar.
Melayani, menerima apa saja pekerjaan itu, serendah apapun pekerjaan
itu, seberat apapun pekerjaan itu, kamu kerjakan dengan suka-cita.
Itulah kami. Kalau itu tidak kami lakukan pada waktu itu dan kami mengorbankan
diri kami demi keselamatan manusia kamu sampai saat ini tidak mengenal
Allah. Ini beliau katakan demikian. Bukan kami mengatakan bahwa kami
berjasa atas diri kami, supaya kamu semua selamat? Tidak! Kami datang
untuk menyampaikan ini dengan sukacita, tidak ada unsur paksaan, tapi
kami menawarkan kebenaran ini kepada setiap manusia. Siapa yang membuka
hati, dia akan mendapatkan dari apa yang telah dijanjikan Tuhan tentang
keselamatan.
Aku Yohanes, kata beliau. Akulah saksi hidup dan mati. Aku bersama Dia dalam
suka dan duka. Aku terima kehidupanku untuk kupersembahkan kepada Allah tanda
syukurku karena aku diadakan di bumi ini, kata beliau. Dan seperti kamu semua
yang ada di sini, kamu bersyukurlah bahwa kamu ada, rencana Allah ada dalam
diri kamu masing-masing. Apa kamu tahu? Seharusnya kamu tahu, sebagai anak
Allah dia tanggap dalam segala apa yang dia terima dari Allah dalam kehidupannya.
Jangan sekali-kali memilih: ini tidak, yang ini saya lakukan, yang ini tidak,
aku tidak suka. Tapi kalau itu membahagiakan saya, saya melakukan pekerjaan
itu, kalau tidak, tidak! Itu tidak benar, nanti kamu tidak akan mendapat apa-apa
dalam pelayananmu, beliau mengatakan demikian.
Sekarang kamu menghadapi dunia, apa yang dinubuatkan Tuhan sudah terjadi sebagian.
Sebagian lagi akan terjadi diantara kamu. Karena apa yang dinubuatkan Tuhan
adalah sudah menjadi rencanaNya. Sebelum dunia dijadikan manusia diciptakan
oleh Allah. Allah sudah membuat itu semua supaya Allah dimuliakan apa yang
menjadi ciptaanNya: bumi, manusia dan seisi yang ada di bumi ini, termasuk
kamu dan saya, kata beliau.
Sekarang
saya mau mengantar kalian dengan nubuat ini. Apa yang disampaikan oleh
Allah melalui kehidupan saya, saya tulis dengan benar dengan jujur,
tidak saya tambah dan saya kurangi apa yang dikatakan Allah saya tuliskan
dalam kitab sucimu ini. Aku Yohanes, jujur dalam segala hal dan mengatakan
benar kalau itu benar dan tidak kalau saya mengakui itu tidak benar.
Dan beranilah kamu menyatakan tentang kebenaran ini.
Saat
ini kamu dipanggil dalam kelompok ini. Kamu bersama Allah dan doa kami
di Surga selalu menyertai kalian dimana kamu melayani dan bekerja untuk
membawa anak-anak Tuhan, karena banyak anak-anak Tuhan sudah meninggalkanNya.
Ini kata beliau. Tetapi saat-saat terakhir ini Allah menyatakan diriNya
bersama kamu dalam kelompokmu ini, karena rencanaNya dan kamu tahu
persis Agnes yang dipanggil ini, kata beliau, itu sudah bagian dari
rencana Allah. Kenapa tidak kamu yang dipanggil yang sudah mengenal
Allah dalam kehidupanmu? Itu lebih baik orang yang tidak mengenal Allah
tapi dia dipanggil akhirnya dia bisa bekerja dengan Allah dan menyampaikan
kebenaran itu. Kamu bisa melihat kehidupan Paulus, dimana dia dipanggil
oleh Allah dengan keadaan yang dikatakan dunia bahwa dia adalah manusia
yang tidak mempunyai hati nurani, kasih dan cinta, tapi dia dipanggil.
Tuhan panggil. Tuhan tidak pernah menyatakan Aku memanggil kamu yang
sudah dekat kepadaKu. Kamu lihat sejarah pelajaran ini di dalam kitab
suci ini. Tuhan tidak memanggil para imam-imam. Mereka tidak berkenan
di hati Allah karena Tuhan tahu, apabila mereka dipanggil, mereka akan
menjadi dirinya lebih tinggi dari pada Tuhannya sendiri yang memanggilnya.
Inilah
kamu dipanggil dengan segala kelemahanmu, kamu datang dan dipanggil
untuk bekerja di tanah-airmu ini untuk pergi menyampaikan kebenaran-kebenaran
ini mengulang kembali dan mengingatkan kembali apa yang sudah kamu
terima. Sebenarnya sudah kamu terima dalam kehidupanmu, tetapi setelah
kamu terima sudah sampai disitu saja dan kamu tidak pernah berbuat
sesuatu dan menyatakan melalui sikap dan tingkah lakumu untuk memuliakan
Allah. Ini kata beliau.
(Ibu
Agnes: Maaf saya memang menyampaikan seperti sabda pengetahuan supaya
nanti ada dialog antara kami berdua dengan beliau untuk menyampaikan,
supaya saya juga bisa merasakan apa yang disampaikan Rasul Yohanes
kepada saudara-saudara pada siang hari ini. Kalau saya semua penuh
kan saya hanya mendengarkan dari kalian bagaimana dan bagaimana?
Tetapi ini yang terbaik beliau mengikut sertakan saya dalam kehadirannya
untuk menyampaikan firman Tuhan apa yang telah Tuhan janjikan kepada
beliau.)
Jadi
sadarlah kamu yang ada yang berkumpul di sini dan juga kamu para imam
menyadari sepenuhnya apa tugasmu. Kamu dipanggil untuk menggembalakan
anak-anak Tuhan. Bekerjalah dengan baik dan bawa mereka seutuhnya kepada
Allah, dan para imam jangan sekali-kali memilih pekerjaan sesuka hatimu
tapi serahkan semua biar mengalir kuasa Tuhan, jadi biarlah kuasa Tuhan
yang bekerja dalam kehidupanmu untuk melayani anak-anak Tuhan dimana
kamu berada.
Banyak
sekarang anak-anak Tuhan yang belum mengerti sepenuhnya tentang Tuhan
yang sebenarnya dalam kehidupannya. Dan saya mau koreksi kepada kamu
para imam, dimana kamu menyampaikan firman Tuhan harus menjelaskan
apa yang mau dikatakan Tuhan untuk anak-anakNya. Kadang-kadang kami
mendengar para imam itu memberikan renungan semau hatinya karena saya
seorang imam, kamu mendengar saya, tetapi menyimpang dari apa yang
dikehendaki Allah dalam kehidupan anak-anak Tuhan yang mana kamu sampaikan
kebenaran itu sendiri. Maka banyak iman anak-anak Tuhan itu tergoyangkan,
mudah jatuh, karena mereka tidak tahu, mereka hanya percaya saya punya
iman, hanya sebatas iman tetapi dia masih mendua dengan dunia, dan
imannya yang dia yakini. Itu tidak benar.
Kalau kamu menerima iman itu, iman itu siapa sih? Iman itu adalah kepada Yesus,
Dialah Allah yang Mahakuasa yang saat ini sedang bertahta dan aku saksi tentang
kebenaran itu. Kalau kamu sudah memegang Yesus seutuhnya, kamu tidak akan lari
kemana-mana, dan kamu tidak akan tergoyahkan dalam keadaan apapun yang kamu
hadapi terutama saat ini karena bencana-bencana akan terjadi. Itu awal mula
dari nubuat-nubuat yang saya tuliskan didalam Kitab Sucimu. Kamu lihat dunia
sekarang sudah digocangkan seperti itu, itu awal. Tapi ada lebih besar yang
harus kamu alami nanti didalam perjalanan ini. Sudah dekat ya! Jadi mulai saat
ini kamu bangkit dan pegang Dia. Itulah iman yang sebenarnya.
Aku percaya, aku beriman, aku orang … kata kamu, kamu orang Kristen.
Sebenarnya Tuhan tidak menurunkan agama ke bumi ini. Hanya datang ke bumi ini
mau menyelamatkan manusia. Tapi itu baik, kalau memang itu semua apa yang kamu
rencanakan yang saat ini kamu yakini, peliharalah dengan baik. Tetapi sebaliknya,
jangan peraturan manusia itu lebih penting dari pada peraturan Allah yang mau
menyelamatkan kamu. Ini tidak benar. Dan para imam harus bijaksana dalam hal … itu
atas keputusan kamu sekalian … itu baik, tapi jangan menghambat Kasih
Tuhan, Cinta Tuhan diantara anak-anakNya dimana Tuhan mau hadir dalam kehidupan
anak-anakNya. Tapi saya melihat (kami melihat) peraturan itu menjadikan suatu
peraturan kalau kamu langgar itu dosa. Tidak! Kalau itu bertentangan dengan
hati nuranimu dalam kebenaran dengan keyakinanmu bahwa engkau sungguh-sungguh
mencintai Allah, kamu tidak menerima peraturan, kamu tidak berdosa. Kamu percaya
seperti itu? Itu hasil renungan manusia. Itu baik, asalkan hasil renungan itu
menjadikan semua terarah dan dekat dan tahu apa yang harus kamu kerjakan didalam
perjalananmu ini.
Sekarang kami melihat … kata beliau, banyak para imam tidak mempunyai
kasih didalam perjalanan hidupnya. Itulah menjadi suatu kehendak Allah maka
semuanya terjadi diantara kamu maka datanglah Kelompok ini. Saya bersaksi ..
berbahagialah kamu yang menerima, yang membuka hati dan bekerja sama untuk
melayani, karena kelompokmu ini tidak terbatas, dimanapun ada kesedihan ada
kepedihan di situ kamu hadir bersama-sama, karena kasih utuh adalah Allah sendiri.
Kalau kamu adalah anak Allah, kamu juga punya kasih yang utuh didalam kehidupanmu.
Sebenarnya kamu dan saya diciptakan dan diselamatkan hanya satu tujuan supaya
kita semua sampai kepada Allah. Dan saya sudah sampai kata beliau, dan juga
kamu harus sampai. Kalau kamu menerima, kamu harus menerima apa adanya. Tidak
bisa yang ini, yang ini tidak, yang ini cukup untuk saya, Tidak! Sekecil apapun,
sebesar apapun kamu harus menerima didalam hidupmu karena Allah menerima kamu
apa adanya dengan segala kelemahanmu, dengan segala hal dalam kehidupanmu Allah
terima sepenuhnya.
Allah
tahu, tanpa Allah kamu tidak akan kuat menghadapi dunia ini. Maka supaya
kamu kuat untuk menghadapi apa yang kamu hadapi dalam dunia ini mulai
hari ini kamu percaya kamu imani, terimalah Dia sepenuhnya. Karena
bersama Tuhan, bekerja sama dengan Tuhan tidak mencari hormat, tidak
mencari dunia, kata beliau. Bersama Tuhan kita bisa membagi apa yang
kita punya, kita bisa berikan kepada siapa. Kamu masih hidup dalam
dunia ini, Tuhan tidak melarang kamu bekerja, mencari sesuap, apa saja
kebutuhan hidup tapi apa yang kamu dapat, persembahkanlah itu kepada
Allah. Kalau belum bisa melakukan itu, apakah kita pantas disebut anak-anak
Allah. Harta dunia bisa mencelakakan manusia, tapi harta dari Surga
kita melayani, kita mengasihi, kita mencintai, kita memberi, kita memaafkan,
itulah Kasih. Kasih itu pada dasarnya mempunyai kerendahan hati. Itu
baru kita sanggup melakukan apa saja. Nanti kalau tidak mempunyai kerendahan
hati, itu manusia masih ada yang menonjol, ini nggak pantas buat saya..
itu nggak pantas buat saya. Tidak! Kita sebagai anak-anak Tuhan kita
pantas saja menerima apa saja di dalam kehidupan ini. Ini yang mau
saya sampaikan kepada kalian. Karena Allah Kasih, kamu juga kasih adanya
dan berikan kasih itu kepada siapapun yang kamu hadapi dimanapun kamu
berada. Ini yang bisa saya sampaikan. Perjalanan rohani adalah bersama
Tuhan. Kita hidup dalam kasih dan cinta.
Awal
pertama aku datang diutus untuk menyampaikan Wahyu ini kepada kalian,
nubuat ini kepada kalian. Apa yang tertulis ini kami bertanggung jawab,
apa yang kami tuliskan ini untuk kamu bahwa ini adalah benar datang
dari Allah. Kamu sudah mengerti sebagian apa yang aku sampaikan kepada
kamu pada waktu itu. Sekarang kamu boleh melanjutkan apa yang ingin
kamu terima pada siang hari ini, karena tidak semua harus kamu ketahui
tentang pewahyuan ini. Yang akan saya sampaikan adalah yang menjadi
bagian dari kamu dalam kelompok ini supaya kamu mengerti apa yang harus
kamu kerjakan dan apa yang dijanjikan Tuhan didalam kelompok ini. Tidak
pernah terjadi di seluruh bumi ini. Mungkin banyak kelompok-kelompok
doa yang tersebar di seluruh bumi ini, tetapi Kelompok ini adalah kelompok
bimbingan dari Surga. Kamu tidak bisa main-main dalam pelayananmu.
Kalau kamu masih bermain-main kamu akan pergi dan meninggalkan kelompok
ini, karena kelompok ini harus dinyatakan dalam hidupmu, dalam sikap
dan tingkah lakumu supaya nubuat ini sungguh-sungguh menjadi bagian
dari kelompokmu ini bersama kami untuk menyampaikan nubuat Tuhan yang
akan terjadi, yang sudah disampaikan selama ini kepada kamu.
Mari
kita mau membuka kembali apa yang sudah saya tuliskan dalam kitabmu
ini. Dan apa yang kutuliskan ini adalah menjadi saksi hidup dan mati
sampai akhir zaman, kamu pasti akan teringat kembali apa yang sudah
disampaikan oleh Allah dalam kehidupan saya, supaya kamu semua siap
menghadapi apa saja yang akan kamu hadapi, yang tidak lama lagi akan
turun ke bumi ini untuk memurnikan dunia. Silahkan, baca dulu Kitab
Wahyu ini. Nanti kita akan berlanjut dan seterusnya, dan sampai saya
mengatakan sudah cukup untuk bekal dalam perjalananmu ini dalam kelompok
ini, supaya kamu berani bersaksi saat-saat terakhir untuk banyak menyelamatkan
anak-anak Tuhan yang sudah banyak berjatuhan bersama dunia. |