WAHYU KEPADA YOHANES BAB 1 - 6 dan 12

"BERSAMA RASUL YOHANES"


PENGANTAR


Penyertaan Rasul Yohanes sebagai pembimbing rohani Surgawi bagi Ibu Agnes Sawarno secara khusus dan bagi Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Sejak tahun 1990, Rasul Yohanes diutus untuk mendampingi Agnes Sawarno sebagai pembimbing rohani Surgawi baginya dan juga bagi Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia (lihat sejarah Kelompok).
Mengapa rasul Yohanes yang diutus? Karena Rasul Yohanes yang sekarang sudah bahagia di Surga, adalah Rasul yang dikasihi Yesus dan dialah saksi hidup dan mati. Sejak Yesus pertama kali berkarya; ia`adalah salah satu dari murid-murid pertama dan yang tetap setia sampai di kaki salib. Kepadanya, Yesus menyerahkan IbuNya Maria. Yohanes mewakili kita semua yang menjadi murid Yesus. Maria tinggal bersama Yohanes sampai Dia diangkat ke Surga. Pada Yohaneslah Tuhan menurunkan Wahyu yang menjadi lanjutan pewartaan dalam kitab-kitab Injil. Wahyu Allah yang dituliskan ke dalam Kitab Wahyu oleh Rasul Yohanes menceritakan tentang situasi akhir zaman, pemurnian dunia, masa damai, dan kedatangan Yesus yang kedua kalinya pada hari kiamat sebagai hakim yang adil. Karena Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia menerima tugas pewartaan mengenai akhir zaman, pemurnian dunia dan masa damai, maka Rasul Yohanes diutus untuk menjadi pendamping kelompok ini.

Pengantar Umum dari Rasul Yohanes.

CATATAN : Pengantar Umum dari Rasul Yohanes berikut ini,
dituliskan berdasarkan hasil rekaman dari tuntunan langsung Rasul Yohanes pada
Rekoleksi Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia
di Cilember-Mega Mendung pada tanggal 13 Desember 2003.

Dalam Kitab Wahyu bab 4 dijelaskan bahwa ke 4 pengarang Injil tetap setia untuk mendoakan dan memberikan pendampingan bagi siapa saja yang meminta tuntunan mereka saat membaca Kitab Injil karangan mereka masing-masing.
Itu sudah dibuktikan oleh Rasul Yohanes, Rasul Matius, Rasul Lukas dan Markus. Mereka datang dengan versi mereka tentang Tuhan. Sudah dibuktikan bahwa mereka semua telah menjawab apa yang mereka tuliskan di dalam Kitab Suci ini dan Tuhan berkati apa yang sampaikan itu untuk kita semuanya. Dan Tuhan menunjuk mereka. Mereka harus menyertai kita didalam Injilnya masing-masing untuk menyatu dalam kehidupan kita masing-masing. Tergantung kita mau membaca Injil mana silahkan. Apabila anda mau membaca injil apa saja pertama doa kepada Tuhan dan mohon Tuhan datangkan mereka untuk bersatu untuk menerima apa yang mereka tuliskan didalam kitab suci ini.

Sudah dibuktikan oleh Rasul Yohanes. Apa yang sudah diwahyukan Tuhan itu dibuktikan oleh Rasul Yohanes dan Tuhan membuktikan dan mengirim Rasul Yohanes kepada kita. Pada saat ini Rasul Yohanes dihadirkan untuk menjelaskan Kitab Wahyu dan beliau membuka dengan mengatakan: “Salam sejahtera untuk kamu sekalian, khususnya untuk kamu para imam-imam yang berada bersama anak-anak Tuhan pada siang hari ini. Berbahagialah kamu masuk kedalam apa yang telah Tuhan berikan bersama didalam kelompok ini bersama Ibu kita Maria.” Itu kata beliau.

Selamat siang untuk kita semua, katanya. Mari kita bersatu dalam doa, bersatu untuk membuka hati supaya dimana saya nanti mengantar kamu didalam nubuat ini supaya kamu mengerti sedalam-dalamnya karena saat ini semua dibukakan oleh Tuhan, dinyatakan oleh Tuhan melalui kamu. Karena selama ini sudah sekian lama Tuhanmu hadir dan berkata-kata kepada manusia, mau menyelamatkan manusia tetapi manusia banyak yang belum percaya tentang keselamatan hanya dalam Nama Yesus Allahmu dan Allah saya dan Allah seluruh seisi Surga yang memuliakan Dia sampai saat ini dan seterusnya. Ini penyampaian beliau pertama sebagai pengantar. Masuklah kamu kedalam kasih Tuhan dalam perjalanan hidupmu. Ini kata Rasul Yohanes.

(Ibu Agnes: Saya mau ikut serta dalam pertemuan ini supaya saya boleh menambah, menguatkan saya dalam iman keyakinan saya bersama anda. Nggak mungkin saya ditinggal sendiri dan Rasul Yohanes bersama kalian. Pasti akan terjadi dialog dua, saya dan Rasul Yohanes atau saat-saat saya mengantarkan apa yang beliau katakan, supaya anda menyimak dengan baik.)

Yang perlu, kata Rasul Yohanes adalah membuka hatimu. Kata hati di sini tempat roh bersemayam, rohmu sendiri bersemayam dalam kehidupanmu. Rasul Yohanes mengatakan maka Tuhanmu mengatakan selalu, berikanlah hatimu kepadaKu seutuhnya. Maksudnya di sini yang dikatakan oleh Rasul Yohanes adalah membuka hati dan mempersembahkan diri kita seutuhnya kepada Dia melalui hati yang sangat dalam. Jadi untuk datang kepada Tuhan bukan pakai pikiranmu dan perasaanmu dan kemauanmu sendiri. Tanpa Tuhan, kamu tidak bisa memuliakan Allah di dalam perjalananmu. Rasul Yohanes mengatakan demikian: ”Akulah Yohanes, akulah saksi hidup dan saat ini aku sudah bahagia dalam kemuliaan dimana telah dikatakan Tuhan bahwa Aku menyelamatkan kamu, siapapun yang menerima Aku dalam kehidupanmu, engkau akan selamat didalam namaKu.” Itu kata Rasul Yohanes. Sekarang juga aku bersaksi, saat ini aku bahagia dan juga kebahagiaan ini diberikan kepada kamu sekalian yang ada disini supaya kamu juga boleh menerima Tuhan hadir dalam kehidupanmu. Ini kata Rasul Yohanes.

Pertama-tama adalah kerendahan hati. Kerendahan hati membawa manusia itu kejalan yang benar. Kerendahan hati itu membawa manusia mengerti apa arti hidup yang diberikan Allah kepada dirinya. Rendah hati bijaksana, rendah hati akan mendapatkan banyak dari segala kebenaran dalam segala kebaikan karena kerendahan hati adalah milik Allah. Dan dinyatakan oleh Rasul Yohanes, kerendahan hati Allahlah maka Allah turun ke bumi ini mau menjadi manusia, mau menyelamatkan manusia dalam kerendahanNya. Sebenarnya diartikan secara dunia tidak akan mungkin dan tidak dimengerti secara dunia Allah menjadi manusia. Itu yang disampaikan. Dengan kerendahan hati, Tuhan mau datang untuk menyelamatkan manusia. Dan kamu juga yang percaya, berjuanglah kamu supaya kamu mempunyai kerendahan hati dalam segala hal, terutama dalam kebenaran dan kebaikan supaya kamu sampai pada tujuan, karena keselamatan ada ditangan Tuhan. Tuhan itu adalah Yesus yang kau sembah. Dialah Allah yang Mahakuasa, aku (Yohanes) bersaksi tentang apa yang ada tertulis dalam kitab sucimu.

Saya akan menerangkan, mungkin para imam sebelum gereja tempat Rumah Allah dibangun di bumi ini, Allah sudah merencanakan akan memberikan tempat kepada manusia supaya bersatu sehati sejiwa. Kamu tidak bisa berdoa sendiri, kebersamaan itu membawa suatu kebahagiaan dan segala sesuatu persoalan dapat diselesaikan bersama-sama, maka kamu berkumpul bersama di Rumah Allah yang kau katakan adalah gereja yang ada di seluruh bumi ini. Itulah kumpulan anak-anak Allah. Maka kalau menyadari ini semua, Allah menghimpun kamu. Allah datang mengunjungi kamu. Kamu tidak akan mungkin bisa datang kepada Allah tanpa Allah mendahului/berinisiatif untuk bertemu dengan kamu.

Bersyukurlah kepada Allah yang sudah datang diantara kamu dan kamu yang menerimanya. Pengharapan dari saya adalah setialah kamu dalam perjalanan hidupmu. Kami dulu juga setia dalam perjalanan ini untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran yang sudah datang diantara kami. Dan kami berjuang untuk mengantarkan semua, apa isi hati Tuhan kami sampaikan kepada banyak manusia. Itulah perjuangan dan pengorbanan kami karena kami menyadari bahwa kami adalah ciptaanNya dan kami sekaligus diselamatkan, akhirnya kami dipanggil untuk bekerja sama dengan Allah. Dan kamu juga yang ada di sini, kamu dipanggil dan diselamatkan dan kamu bekerja untuk Allah, apa kamu sudah melakukan sepenuhnya itu dalam perjalanan hidupmu? Mungkin keterbatasan, apa arti mengenai kasih yang telah kamu terima dari Allah. Kamu masih memilih pekerjaan apa yang menjadi sesuka hatimu. Itu tidak benar. Melayani, menerima apa saja pekerjaan itu, serendah apapun pekerjaan itu, seberat apapun pekerjaan itu, kamu kerjakan dengan suka-cita. Itulah kami. Kalau itu tidak kami lakukan pada waktu itu dan kami mengorbankan diri kami demi keselamatan manusia kamu sampai saat ini tidak mengenal Allah. Ini beliau katakan demikian. Bukan kami mengatakan bahwa kami berjasa atas diri kami, supaya kamu semua selamat? Tidak! Kami datang untuk menyampaikan ini dengan sukacita, tidak ada unsur paksaan, tapi kami menawarkan kebenaran ini kepada setiap manusia. Siapa yang membuka hati, dia akan mendapatkan dari apa yang telah dijanjikan Tuhan tentang keselamatan.

Aku Yohanes, kata beliau. Akulah saksi hidup dan mati. Aku bersama Dia dalam suka dan duka. Aku terima kehidupanku untuk kupersembahkan kepada Allah tanda syukurku karena aku diadakan di bumi ini, kata beliau. Dan seperti kamu semua yang ada di sini, kamu bersyukurlah bahwa kamu ada, rencana Allah ada dalam diri kamu masing-masing. Apa kamu tahu? Seharusnya kamu tahu, sebagai anak Allah dia tanggap dalam segala apa yang dia terima dari Allah dalam kehidupannya. Jangan sekali-kali memilih: ini tidak, yang ini saya lakukan, yang ini tidak, aku tidak suka. Tapi kalau itu membahagiakan saya, saya melakukan pekerjaan itu, kalau tidak, tidak! Itu tidak benar, nanti kamu tidak akan mendapat apa-apa dalam pelayananmu, beliau mengatakan demikian.

Sekarang kamu menghadapi dunia, apa yang dinubuatkan Tuhan sudah terjadi sebagian. Sebagian lagi akan terjadi diantara kamu. Karena apa yang dinubuatkan Tuhan adalah sudah menjadi rencanaNya. Sebelum dunia dijadikan manusia diciptakan oleh Allah. Allah sudah membuat itu semua supaya Allah dimuliakan apa yang menjadi ciptaanNya: bumi, manusia dan seisi yang ada di bumi ini, termasuk kamu dan saya, kata beliau.

Sekarang saya mau mengantar kalian dengan nubuat ini. Apa yang disampaikan oleh Allah melalui kehidupan saya, saya tulis dengan benar dengan jujur, tidak saya tambah dan saya kurangi apa yang dikatakan Allah saya tuliskan dalam kitab sucimu ini. Aku Yohanes, jujur dalam segala hal dan mengatakan benar kalau itu benar dan tidak kalau saya mengakui itu tidak benar. Dan beranilah kamu menyatakan tentang kebenaran ini.

Saat ini kamu dipanggil dalam kelompok ini. Kamu bersama Allah dan doa kami di Surga selalu menyertai kalian dimana kamu melayani dan bekerja untuk membawa anak-anak Tuhan, karena banyak anak-anak Tuhan sudah meninggalkanNya. Ini kata beliau. Tetapi saat-saat terakhir ini Allah menyatakan diriNya bersama kamu dalam kelompokmu ini, karena rencanaNya dan kamu tahu persis Agnes yang dipanggil ini, kata beliau, itu sudah bagian dari rencana Allah. Kenapa tidak kamu yang dipanggil yang sudah mengenal Allah dalam kehidupanmu? Itu lebih baik orang yang tidak mengenal Allah tapi dia dipanggil akhirnya dia bisa bekerja dengan Allah dan menyampaikan kebenaran itu. Kamu bisa melihat kehidupan Paulus, dimana dia dipanggil oleh Allah dengan keadaan yang dikatakan dunia bahwa dia adalah manusia yang tidak mempunyai hati nurani, kasih dan cinta, tapi dia dipanggil. Tuhan panggil. Tuhan tidak pernah menyatakan Aku memanggil kamu yang sudah dekat kepadaKu. Kamu lihat sejarah pelajaran ini di dalam kitab suci ini. Tuhan tidak memanggil para imam-imam. Mereka tidak berkenan di hati Allah karena Tuhan tahu, apabila mereka dipanggil, mereka akan menjadi dirinya lebih tinggi dari pada Tuhannya sendiri yang memanggilnya.

Inilah kamu dipanggil dengan segala kelemahanmu, kamu datang dan dipanggil untuk bekerja di tanah-airmu ini untuk pergi menyampaikan kebenaran-kebenaran ini mengulang kembali dan mengingatkan kembali apa yang sudah kamu terima. Sebenarnya sudah kamu terima dalam kehidupanmu, tetapi setelah kamu terima sudah sampai disitu saja dan kamu tidak pernah berbuat sesuatu dan menyatakan melalui sikap dan tingkah lakumu untuk memuliakan Allah. Ini kata beliau.

(Ibu Agnes: Maaf saya memang menyampaikan seperti sabda pengetahuan supaya nanti ada dialog antara kami berdua dengan beliau untuk menyampaikan, supaya saya juga bisa merasakan apa yang disampaikan Rasul Yohanes kepada saudara-saudara pada siang hari ini. Kalau saya semua penuh kan saya hanya mendengarkan dari kalian bagaimana dan bagaimana? Tetapi ini yang terbaik beliau mengikut sertakan saya dalam kehadirannya untuk menyampaikan firman Tuhan apa yang telah Tuhan janjikan kepada beliau.)

Jadi sadarlah kamu yang ada yang berkumpul di sini dan juga kamu para imam menyadari sepenuhnya apa tugasmu. Kamu dipanggil untuk menggembalakan anak-anak Tuhan. Bekerjalah dengan baik dan bawa mereka seutuhnya kepada Allah, dan para imam jangan sekali-kali memilih pekerjaan sesuka hatimu tapi serahkan semua biar mengalir kuasa Tuhan, jadi biarlah kuasa Tuhan yang bekerja dalam kehidupanmu untuk melayani anak-anak Tuhan dimana kamu berada.

Banyak sekarang anak-anak Tuhan yang belum mengerti sepenuhnya tentang Tuhan yang sebenarnya dalam kehidupannya. Dan saya mau koreksi kepada kamu para imam, dimana kamu menyampaikan firman Tuhan harus menjelaskan apa yang mau dikatakan Tuhan untuk anak-anakNya. Kadang-kadang kami mendengar para imam itu memberikan renungan semau hatinya karena saya seorang imam, kamu mendengar saya, tetapi menyimpang dari apa yang dikehendaki Allah dalam kehidupan anak-anak Tuhan yang mana kamu sampaikan kebenaran itu sendiri. Maka banyak iman anak-anak Tuhan itu tergoyangkan, mudah jatuh, karena mereka tidak tahu, mereka hanya percaya saya punya iman, hanya sebatas iman tetapi dia masih mendua dengan dunia, dan imannya yang dia yakini. Itu tidak benar.
Kalau kamu menerima iman itu, iman itu siapa sih? Iman itu adalah kepada Yesus, Dialah Allah yang Mahakuasa yang saat ini sedang bertahta dan aku saksi tentang kebenaran itu. Kalau kamu sudah memegang Yesus seutuhnya, kamu tidak akan lari kemana-mana, dan kamu tidak akan tergoyahkan dalam keadaan apapun yang kamu hadapi terutama saat ini karena bencana-bencana akan terjadi. Itu awal mula dari nubuat-nubuat yang saya tuliskan didalam Kitab Sucimu. Kamu lihat dunia sekarang sudah digocangkan seperti itu, itu awal. Tapi ada lebih besar yang harus kamu alami nanti didalam perjalanan ini. Sudah dekat ya! Jadi mulai saat ini kamu bangkit dan pegang Dia. Itulah iman yang sebenarnya.
Aku percaya, aku beriman, aku orang … kata kamu, kamu orang Kristen. Sebenarnya Tuhan tidak menurunkan agama ke bumi ini. Hanya datang ke bumi ini mau menyelamatkan manusia. Tapi itu baik, kalau memang itu semua apa yang kamu rencanakan yang saat ini kamu yakini, peliharalah dengan baik. Tetapi sebaliknya, jangan peraturan manusia itu lebih penting dari pada peraturan Allah yang mau menyelamatkan kamu. Ini tidak benar. Dan para imam harus bijaksana dalam hal … itu atas keputusan kamu sekalian … itu baik, tapi jangan menghambat Kasih Tuhan, Cinta Tuhan diantara anak-anakNya dimana Tuhan mau hadir dalam kehidupan anak-anakNya. Tapi saya melihat (kami melihat) peraturan itu menjadikan suatu peraturan kalau kamu langgar itu dosa. Tidak! Kalau itu bertentangan dengan hati nuranimu dalam kebenaran dengan keyakinanmu bahwa engkau sungguh-sungguh mencintai Allah, kamu tidak menerima peraturan, kamu tidak berdosa. Kamu percaya seperti itu? Itu hasil renungan manusia. Itu baik, asalkan hasil renungan itu menjadikan semua terarah dan dekat dan tahu apa yang harus kamu kerjakan didalam perjalananmu ini.

Sekarang kami melihat … kata beliau, banyak para imam tidak mempunyai kasih didalam perjalanan hidupnya. Itulah menjadi suatu kehendak Allah maka semuanya terjadi diantara kamu maka datanglah Kelompok ini. Saya bersaksi .. berbahagialah kamu yang menerima, yang membuka hati dan bekerja sama untuk melayani, karena kelompokmu ini tidak terbatas, dimanapun ada kesedihan ada kepedihan di situ kamu hadir bersama-sama, karena kasih utuh adalah Allah sendiri. Kalau kamu adalah anak Allah, kamu juga punya kasih yang utuh didalam kehidupanmu. Sebenarnya kamu dan saya diciptakan dan diselamatkan hanya satu tujuan supaya kita semua sampai kepada Allah. Dan saya sudah sampai kata beliau, dan juga kamu harus sampai. Kalau kamu menerima, kamu harus menerima apa adanya. Tidak bisa yang ini, yang ini tidak, yang ini cukup untuk saya, Tidak! Sekecil apapun, sebesar apapun kamu harus menerima didalam hidupmu karena Allah menerima kamu apa adanya dengan segala kelemahanmu, dengan segala hal dalam kehidupanmu Allah terima sepenuhnya.

Allah tahu, tanpa Allah kamu tidak akan kuat menghadapi dunia ini. Maka supaya kamu kuat untuk menghadapi apa yang kamu hadapi dalam dunia ini mulai hari ini kamu percaya kamu imani, terimalah Dia sepenuhnya. Karena bersama Tuhan, bekerja sama dengan Tuhan tidak mencari hormat, tidak mencari dunia, kata beliau. Bersama Tuhan kita bisa membagi apa yang kita punya, kita bisa berikan kepada siapa. Kamu masih hidup dalam dunia ini, Tuhan tidak melarang kamu bekerja, mencari sesuap, apa saja kebutuhan hidup tapi apa yang kamu dapat, persembahkanlah itu kepada Allah. Kalau belum bisa melakukan itu, apakah kita pantas disebut anak-anak Allah. Harta dunia bisa mencelakakan manusia, tapi harta dari Surga kita melayani, kita mengasihi, kita mencintai, kita memberi, kita memaafkan, itulah Kasih. Kasih itu pada dasarnya mempunyai kerendahan hati. Itu baru kita sanggup melakukan apa saja. Nanti kalau tidak mempunyai kerendahan hati, itu manusia masih ada yang menonjol, ini nggak pantas buat saya.. itu nggak pantas buat saya. Tidak! Kita sebagai anak-anak Tuhan kita pantas saja menerima apa saja di dalam kehidupan ini. Ini yang mau saya sampaikan kepada kalian. Karena Allah Kasih, kamu juga kasih adanya dan berikan kasih itu kepada siapapun yang kamu hadapi dimanapun kamu berada. Ini yang bisa saya sampaikan. Perjalanan rohani adalah bersama Tuhan. Kita hidup dalam kasih dan cinta.

Awal pertama aku datang diutus untuk menyampaikan Wahyu ini kepada kalian, nubuat ini kepada kalian. Apa yang tertulis ini kami bertanggung jawab, apa yang kami tuliskan ini untuk kamu bahwa ini adalah benar datang dari Allah. Kamu sudah mengerti sebagian apa yang aku sampaikan kepada kamu pada waktu itu. Sekarang kamu boleh melanjutkan apa yang ingin kamu terima pada siang hari ini, karena tidak semua harus kamu ketahui tentang pewahyuan ini. Yang akan saya sampaikan adalah yang menjadi bagian dari kamu dalam kelompok ini supaya kamu mengerti apa yang harus kamu kerjakan dan apa yang dijanjikan Tuhan didalam kelompok ini. Tidak pernah terjadi di seluruh bumi ini. Mungkin banyak kelompok-kelompok doa yang tersebar di seluruh bumi ini, tetapi Kelompok ini adalah kelompok bimbingan dari Surga. Kamu tidak bisa main-main dalam pelayananmu. Kalau kamu masih bermain-main kamu akan pergi dan meninggalkan kelompok ini, karena kelompok ini harus dinyatakan dalam hidupmu, dalam sikap dan tingkah lakumu supaya nubuat ini sungguh-sungguh menjadi bagian dari kelompokmu ini bersama kami untuk menyampaikan nubuat Tuhan yang akan terjadi, yang sudah disampaikan selama ini kepada kamu.

Mari kita mau membuka kembali apa yang sudah saya tuliskan dalam kitabmu ini. Dan apa yang kutuliskan ini adalah menjadi saksi hidup dan mati sampai akhir zaman, kamu pasti akan teringat kembali apa yang sudah disampaikan oleh Allah dalam kehidupan saya, supaya kamu semua siap menghadapi apa saja yang akan kamu hadapi, yang tidak lama lagi akan turun ke bumi ini untuk memurnikan dunia. Silahkan, baca dulu Kitab Wahyu ini. Nanti kita akan berlanjut dan seterusnya, dan sampai saya mengatakan sudah cukup untuk bekal dalam perjalananmu ini dalam kelompok ini, supaya kamu berani bersaksi saat-saat terakhir untuk banyak menyelamatkan anak-anak Tuhan yang sudah banyak berjatuhan bersama dunia.