Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang
Bahagia
Di Rumah Ibu Dominica L, Singkawang, 16 Mei 2009
Pengantar oleh Ibu Agnes
Para
Suster dan Romo Widi yang kami kasihi!
Semua
saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria. Selamat bertemu pada malam
ini. Kita bersatu dengan Ibu Maria di surga, bersatu dengan Kelompok Pelayanan
Kasih Dari Ibu Yang Bahagia. Jadi, kelompok ini bukanlah kelompoknya Ibu Agnes,
bukan ya!
Jadi,
kelompok ini sudah dibentuk oleh Ibu Maria menjadi kelompok pendoa, kelompok
melayani, kelompok pewartaan tentang kebenaran yang datang dari surga. Jadi,
beda ya, dengan kelompok-kelompok yang ada.
Kata
Ibu Maria: “Semua kelompok baik. Semua tujuannya baik, tapi inilah Ku-berikan
kepadamu, kata ibu Maria, supaya engkau bisa bekerja dengan Aku, karena Aku
sudah ada di surga. Maka, Aku minta kepada kamu supaya kamu mau bekerja sama
dengan Aku, Ibumu untuk melayani anak-anakKu di Indonesia ini.”
Jadi,
jangan salah! Itu kelompok Ibu Agnes. Nggak! Saya nggak punya kelompok. Saya
juga bekerja, bersama Romo, bersama teman-teman, bekerja bersama Ibu Maria
untuk melayani anak-anakNya, terutama anda-anda yang datang pada malam ini.
Ini,
sudah jam setengah sepuluh malam, lho. Masih setia ini? Suster setia, ya? Yang
lain setia?
Ya,
jawab umat
Memang,
waktu adalah milik Allah. Jangan yang sisa diberikan kepada Allah. Maka, kalau
kita sudah masuk di dalam persekutuan doa, kita nggak perlu mikir rumah itu
kayak apa dan bagaimana, ini jam berapa selesainya. Untuk Tuhan aja kok kita hitung-hitungan.
Tapi, kalau untuk dunia kita bebas merdeka memberikan apa saja sampai
istilahnya jungkir balik banting tulang untuk mencari kesenangan-kesenangan,
kebahagiaan-kebahagiaan, keinginan daging. Tapi untuk Allah, -kadang-kadang itu
banyak terjadi-, karena saya banyak pengalaman itu. Kalau sudah berdoa lihat
jam. Jam berapa ini ya? Kok nggak selesai-selesai ya?
Ini,
nggak baik. Kita maksudnya datang ini untuk Tuhan, akhirnya kita pulang
0%. Jadi, hidup seperti itu menjadi sia-sia.
Kata
Ibu Maria:”Janganlah hidupmu itu disia-siakan karena kepentingan dunia. Nomor
satukan Tuhanmu, semua akan menjadi berkat dalam kehidupanmu.”
Jadi,
dalam kelompok ini kita diajarkan sungguh-sungguh bagaimana caranya kita datang
kepada Allah seutuhnya. Bagaimana caranya supaya kita bertemu dengan Allah
seutuhnya, (yaitu) dengan hidup ini kita persembahkan seluruh jiwa dan raga
kita ini untuk Allah. Maka, jangan mencari yang lain! Kayak tadi, Romo bilang,
jangan mencari kekuatan yang lain, cukup sampai di sini. Maka, saudara-saudaraku
pada malam ini anda sudah mendengarkan apa yang disampaikan dalam kebenaran
ini, tapi anda masih melakukan itu, … Waw! Celakalah kamu bersama dunia! Itu
disampaikan Tuhan Yesus waktu kami melayani di Jopu, Flores.
“Agnes,
sampaikan kepada mereka. AKU ingin mereka kembali semua kepada-KU. Tetapi,
setelah mereka mendengarkan apa yang kau sampaikan, mereka tetap melakukannya,
celakalah mereka bersama dunia. Tetapi, setelah mereka mendengarkan apa yang
kamu sampaikan, mereka bertobat, saat ini juga AKU mengampuni mereka semua.”
Indah
sekali. Maka, mulai malam ini tidak ada lagi adat istiadat itu dilanjutkan.
Anda tidak berdosa dengan nenek moyangmu. Nggak ada! Orang yang sudah meninggal
tidak hidup lagi. Sungguh, saya katakan: yang percaya dan tidak percaya, dia
tidak kembali ke bumi ini. Yang ada, yang bergentayangan itu adalah iblis
terkutuk. Membuat sekte-sekte, membuat orang celaka, supaya semua manusia
tidak mencari Yesus, supaya tidak terselamatkan, supaya celaka sampai dunia
kiamat, berkumpullah bersama iblis itu kekal dan abadi.
Saya
ngomong keras, ya. Saya berani, karena ini benar! Saya mau semua, anda-anda
akan mengalami sukacita. (Di
dalam) menghadapi pemurnian ini anda tidak tersandung oleh semua
kegiatan-kegiatan yang mencelakakan itu. Ndak lagi! Adat istiadat tidak
ada bisa menyelamatkan, tetapi membuat kita celaka.
Kan
sudah diterangkan, hanya Yesus jalan keselamatan.
“Sudahkah
engkau meminta di dalam nama-KU?”
Nama-KU
adalah Yesus!
Hai,
saudaraku, ingat!
“Sudahkah
engkau meminta di dalam nama-KU?” , kata Tuhan
“Nama-KU:
Yesus.”
Mintalah
dalam Yesus. Maka, siapapun berdoa hanya (mengucap)
:”Yesus”, tapi dia pasrah, hidup, bersatu dengan DIA, itu sudah doa yang indah.
Buat apa kita doa panjang-panjang, tapi sikap dan tingkah laku kita tidak
berubah. Akhirnya doa itu mubazir. Doa itu ditangkap oleh iblis, tidak sampai
ke atas, ya.
Jadi,
saya mau terangkan itu. Saya menambahkan apa yang disampaikan Romo Widi, tadi.
Supaya
saudara-saudaraku tahu, supaya jelas siapa Yesus itu. “Menurut kamu siapakah
AKU ini?”, kata Tuhan
Tidak
ada manusia (dan) tidak ada satupun
nabi yang disebut Tuhan. Yang disebut Tuhan siapa? Yesus siapa?
Allah,
jawab umat.
Allah!
Muter-muter, ya tetap DIA. Yang kita bilang ini, itu, ya itu saja. AKU dalam
Bapa, Bapa dalam AKU. Dalam kitab (suci
agama) manapun, tidak ada satu mengatakan berani: AKU. Di muslim
mengatakan: “kami”. “Kami memberikan rahmat, kami …”
Kami
siapa yang memberikan rakhmat. Kalau kami itu sekelompok, lebih dari satu.
Bener nggak? Tapi kalau AKU, satu. Itulah : Yesus!
Ini,
saya perjelaskan semua, karena saya dari muslim, ya. Saya tahu persis ajaran
muslim itu. Tetapi bukan saya sombong, (tapi)
karena aku diselamatkan. Aku mau supaya anda semua mengerti. Saya bersaksi
tentang dunia, saya bersaksi tentang Tuhan. Begitu, ya!
Tidak
ada manusia, para nabi sejak perjanjian lama, mereka disebut “Tuhan”, tidak
ada. Abraham saja, bapa bangsa yang besar, dia tidak disebut Tuhan. Tapi, Yesus
disebut Tuhan. Yang disebut Tuhan hanya Allah. Allah menjadi manusia disebut
Tuhan. Tuhan itu adalah Yesus menjadi manusia menyelamatkan kita, menebus kita,
supaya kita kembali kepada jalan yang benar, supaya kita sampai kepada tujuan
kita adalah surga.
Umur
kita nih, berapa sih? Bisakah kita umur panjang sampai berapa?! Nggak
bisa. Semua akan pulang, semua akan mati. Mati sendiri. Ya. Mati sendiri
menghadap Allah.
Nah,…
sekarang yang menyelamatkan kita, kata Ibu Maria, supaya kita mempunyai harta (di surga), harta kita itu ada
dimana? Dimana?
Di
saudara, jawab umat.
Saudara.
Pinter!
Harta
kita ada di dalam sesama. Bukan,… hartaku ada dalam doaku, nggak. Nggak!
Hanya berdoa, tapi nggak berbuat apa-apa, 0 (nol). Jangan anda pelit, ya.
Menyimpan harta, menumpuk harta, anda pulang itu dipertanyakan oleh Allah.
Sekecil apapun kita pertanggungjawabkan kepada Allah, apalagi sebesar apapun
lebih besar pertanggung jawaban kita kepada Allah.
Jadi,
janganlah anda memupuk harta untuk kepentingan pribadi, ya, yang sifatnya
sementara. Mungkin hari ini (atau)
besok kita pulang, harta itu tinggal. Kita sudah setengah mati
mencari harta itu, banting tulang, kita pulang menderita. Nggak, ya! Jadi,
harta itu ada di dalam sesama. Ingat, ya!
Allah
sampai saat ini juga melayani kita. Tanpa Tuhan, kita tidak akan bisa hidup
tenang, (karena) begitu besarnya
kekuatan-kekuatan kuasa-kuasa kegelapan itu untuk menyesatkan kita semuanya.
Tapi dalam Yesus, yang berjanji “AKU menyertai kamu sampai akhir
jaman.” Jadi, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan itu dekat,
Tuhan itu hidup, Tuhan sangat setia, siang dan malam menunggu kita dengan
sabar. Tapi, kita sibuk dengan kesibukan kita masing-masing, sehingga
Tuhan ditinggalkan begitu saja. Apakah Tuhan kesepian? Kalau saya katakan, ya,
Tuhan itu kesepian.
(Tuhan bertanya) “Anak-anakKU ada dimana
Agnes?”
“Tuhan
tahu anak Tuhan ada di mana.”
“Mereka
menutup hatinya. Padahal AKU ingin bertemu dan bersatu dengan mereka, tapi
mereka sibuk dengan dunianya.”
“Hanya
ENGKAU Yang Maha Tahu, ENGKAU Maha Rahim Tuhan, panggillah anak-anakMU
semuanya.”
Itulah
rakhmat! Rakhmat itu bertebaran sekarang ini di bumi ini. Tapi siapa menutup
hati, rakhmat itu tidak sampai dalam kehidupan kita masing-masing. Jadi, kita
jangan menjadi orang yang bodoh. Punya Tuhan, kita bodoh, akhirnya mati menderita.
Saya
selalu membawa orang mati untuk dianter. Nangis, ketakutan, ada apa? Waktu
hidup sungguh-sungguh imannya bagaimana? Dia (menyebut) Yesus…
Yesus, tapi imannya tidak tumbuh dalam kehidupannya. Meninggal
ketakutan, terpaksa dibimbing, pokoknya dinasehati, dibujuk, dibimbing: ”Ayo! Sebentar
lagi kamu mau pulang. Mari, kamu bertobat. Itu Tuhan Allahmu sudah
menunggu. Kamu juga, kapanpun, kamu hari ini akan pulang. Tidak bisa ditunda.
Ini waktunya.”
Dia
ingat hartanya, ingat suaminya, ingat anak-anaknya, ingat siapa-siapa. Akhirnya
dibimbing, didoakan, lalu dia sadar, mohon ampun kepada Allah, saya masuk dalam
Doa Pasrah, berangkat dengan damai Tuhan.
Itulah
pekerjaan saya mengantar orang mati. Bayangin! Ngeri nggak? Ngeri. Maka, kalau
kita tidak siap, kematian itu menakutkan. Bukan aku nakut-nakuti, ya. Nggak.
Kalau kita nggak siap, lalu kita mati, kematian itu menakutkan, karena kita
berangkat sendiri.
Siapa
yang akan menemani kita mati? Sehidup semati itu, bohong. Nggak ada! Kita
pulang, pulang sendiri menghadap DIA. Inilah perjalanan rohani kita. Perjalanan
kita ini selama hidup ini, apa yang harus kita lakukan dalam hidup
saya dan anda. Mari kita luruskan perjalanan ini. Jangan menoleh ke
belakang. Di belakang itu banyak ‘kejahatan’ membuat kita masuk dalam dosa,
terpuruk-puruk. Tuhanmu ada di depan menunggu, ‘Marilah yang letih lesu
dan berbeban berat.’ (bdk Mat 11 : 28,red)
Yesus
ada di depan kita, mengapa kita mundur ke belakang?
Saya
berbicara ini, mau bersaksi supaya anda mulai hari ini mulailah berbenah diri.
Apa yang belum anda buat, buatlah untuk Tuhan, dan berdamai. Kata Ibu Maria:
”Berdamailah kamu di mana-mana, maupun dalam keluargamu, suami-istri dan anak,
berdamai. Saatnya akan datang pemurnian itu.”
Kalau
kamu tidak ada damai, bagaimana kamu bisa menyambut pemurnian itu, yang cukup
dahsyat, yang akan kita terima.
Pikir
anda, di Singkawang tidak akan terjadi? Terjadi! Kita akan mengalami
bersama-sama. Bukan saya menakuti, tidak! Saya tidak menakuti.
“Bersaksilah
Agnes dan bawalah anak-anakKU kembali.”
Bagaimana
saya membawa-bawa sekian banyak. Maukah anda saya bawa ke dalam kebenaran, saya
ajak kepada Yesus? Hak asasi anda memilih dunia atau memilih Yesus. Ini yang
mau saya sampaikan.
Bahasa
saya kasar, maaf aja ya. Saya nggak bisa bahasa halus. Kalau dalam kebenaran,
saya suka ngotot. Saya tunjukkan, ‘ini yang benar.’ ! kalau dia belum bisa,
kutunjukkan : ‘ini yang benar.’ . itulah pekerjaanku, cukup repot.
Banyak
saya ditolak di Singkawang ini. Tapi saya tidak takut. Dalam kebenaran,
saya menang, dimenangkan oleh Tuhan, karena aku menyampaikan Tuhan kepada
kalian. Bukan menyampaikan pribadiku, ini Agnes, aku bisa ini, bisa itu. Nggak!
Aku nggak bisa apa-apa. Saya bodoh, saya nggak bisa apa-apa. Hanya kuasa Allah
yang bekerja saat ini bersama Ibu Maria dalam kelompok ini, bersama para romo
yang percaya.
Baiklah,
saya mau berharap, karena kayaknya Pastor yang ada di Singkawang ini masih
terbelenggu dengan adat istiadat, karena mereka ‘produk’ dari itu, berasal dari
keluarga seperti itu. Bagaimana dia mendobrak untuk umatnya, sedang keluarganya
masih melakukannya.
Jadi,
iman anda tidak tergantung kepada pastur. Tetapi anda tergantung kepada
Tuhan Yesus yang menyelamatkan anda, supaya sampai kepada tujuanmu adalah
surga. Tanah air kita adalah surga. Di luar Yesus tidak ada keselamatan.
Eyang
saya, kyai haji, sampai sekarang juga belum sampai kepada tujuan. Bayangin,
kyai haji! Bayangin! Belum sampai, menangis. Eyang saya minta tolong didoain.
“Nggak
bisa, Eyang. Kecuali eyang masih hidup, dengan sadar, masih berpijak di bumi
ini dan mengerti, punya perasaan, punya hati, punya pikiran, bisa mengolah
mencari Yesus. kalau sekarang, tidak bisa saya mendoakan eyang. ” Coba! Eyangku
sendiri, aku nggak bisa mendoakannya, ya.
Ini,
satu: eyang saya Muslim, saya tidak bisa mendoakan.
Kedua,
menghojat roh. Itu, kakaknya Pak Sawarno (suami
Ibu Agnes), dari yang namanya Bernadus menjadi Bambang, karena masuk Islam.
Mati, nangis. Aduh!… kasihan banget, sengsara banget. Ini nggak bisa saya tolong.
Mendua
hati, ini juga. Mendua hati itu yang percaya dengan kekuatan-kekuatan roh yang
datang dari dunia ini. Tuhan juga tidak mau anak-anaknya percaya hal itu, Tuhan
tidak mau di-dua-kan. Tapi, di bertahta dalam kehidupan anda dan saya melalui
kuasaNYA. Jadi nggak bisa dimain-mainkan. Allah itu pencemburu, karena kita itu
adalah milik Allah. Yang percaya kepada DIA, harap menjaga dengan baik. tapi,
kalau kita melakukan dengan sadar, celakalah kita bersama dunia. Nah,…mendua
hati juga, Tuhan tidak berkenan.
Itu
juga, seorang prodiakon. Saya cerita ini, ya, supaya kalian itu tahu. Prodiakon
ini punya keris, punya apa yang disajeni di kamar. Waktu dia sakit, saya
bilang kepada temannya yang mau mengantar komuni: “Tolong sampaikan ke Pak Win,
tolonglah yang di kamar itu dibuang saja. Biar saya yang buang, supaya nanti
dia pulang bahagia.”
Dia
nggak mau. Saya bilangin lagi, nggak mau. Akhirnya, mati. Apa yang terjadi?
Saat Pak Win ini sekarat di rumah sakit, dia ditunggui oleh keponakannya (saat ini di Cebu, sedang belajar untuk
menjadi Bruder). Dia mengatakan bahwa Pak Win teriak: “Lepaskan keris
itu dari saya! Tolong!”
Dia
menjerit-jerit, sakit mau ‘pulang’.
Jadi,
contoh hal-hal inilah : mendua hati., eyang saya muslim, menghojat roh, anak
nakal, satu lagi: golongan Protestan. Ini, bagaimana ini Protestan?
Kata
Yesus pada Petrus : “Apa yang kau lepaskan di bumi ini, akan terlepas di surga.
Apa yang kau ikat di bumi ini, akan terikat di surga.” ( bdk Matius 16 : 19
, red)
Nah,…
siapa yang Protestan, melepaskan diri dari pemegang kunci surga, dari Rasul
Petrus yang menjadi Paus yang pertama. Itu sudah ada di Kitab Suci,
tidak bisa dibantah. Tidak bisa lagi dibantah. Karena, kunci surga itu
adalah yang diserahkan oleh Tuhan Yesus kepada Petrus. Pintunya adalah Tuhan
sendiri. Dibuka oleh Petrus, dan kata Tuhan : silahkan masuk. Kita dibawa oleh
Petrus, masuklah dalam damai Tuhan. Sekarang Protestan, ada di mana ini?
Juga
saya sampaikan, bahwa pendeta Protestan tidak berhak untuk mengawinkan,
membaptis. Pendeta itu sama dengan saya, hanya dia menyandang predikat pendeta,
karena dia kuliah. Saya tidak kuliah. Pendeta sama dengan saya. Saya tidak
berhak mengawinkan antara pria dan wanita. Dan tidak berhak membaptis
seseorang. Dalam gereja Katolik, (dalam)
keadaan darurat, saya membaptis. Pada waktu itu disuruh oleh Romo, baptislah
dulu oleh Ibu Agnes, saya ada kegiatan. Besok, akan saya berkati. Tuh!…
Diberkati oleh Romo lagi. Dalam keadaan darurat , saya bisa membaptisnya.
Ini,
saya mau mengatakan.
Saudara
kita Protestan, ada di mana? Dia menambahkan dalam Kitab
Suci, memasukkan dalam tulisan para rasul, masuk di dalam perjalanan itu. Siapa
yang menambahkan dan mengurangi, dia akan dihukum. Itu sudah tertulis dalam
Kitab Suci. ( bdk Wahyu 22: 18-19,red )
Maka,
berbahagialah anda dan saya dalam Gereja Katolik. Sah! Disahkan oleh Yesus
melalui Paus, Petrus, rasul pertama menjadi Paus yang pertama. “Akan KU-dirikan
gereja ini. Di batu karang ini akan KU-dirikan Gereja-KU. “(bdk Mat 16 :18,
red )
Jadi
seperti itu. Saya bicara banyak hal: islam, protestan, menghujat roh, anak
nakal, mendua hati. Lima hal ini, harus kita renungkan dalam kehidupan saya dan
anda. Kasihan mereka itu semuanya. Eyang saya juga belum terselamatkan. Kasihan
eyang saya. Padahal eyang saya itu, sewaktu itu, saya anggap orang yang suci.
Untuk ngomongin orang juga nggak boleh. Kenapa sih, begitu baiknya, eyang saya
nggak diberikan surga oleh Tuhan Yesus? Karena dia tidak percaya. Yang
percaya, diselamatkan. (bdk Yoh 3:18 , Markus 16 :16, red)
Bagaimana?
Ini,
kata romo tadi: iman dan agama, itu juga berbeda. Sudah berbeda. Kita mengimani
Yesus. DIA-lah: Tuhan; DIA-lah: Allah; DIA-lah: Bapa; DIA-lah: Kristus. Nama
yang indah, yang menyelamatkan adalah milik Tuhan Yesus. (bdk Kis 4 : 12 ,
red ) supaya anda mengerti.
Mulai
sekarang, berbenah diri-lah, mulai dekati Yesus itu, supaya kita boleh bahagia
di bumi dan bahagia kembali ke surga. Kita nggak tahu besok lusa, 24 jam,
berjaga-jagalah kita kapan Tuhan memanggil kita. 24 jam, di situ kita
berjaga-jaga dengan berbuat baik, melayani, mengasihi, dan mencintai.
Ini
yang saya sampaikan. Saya sampaikan poin-poinnya aja. Kalau saya ngomong, nanti
sampai pagi nggak selesai. Jadi, poin-poinnya ini yang saya sampaikan, supaya
kita semua mulai membenahi diri kita. Mulailah! Tidak ada yang terlambat. Di
mata Tuhan tidak ada yang terlambat. Mau satu jam, mau satu hari, mau satu
minggu, sebulan, setahun, sama. Mereka mendapatkan hadiah keselamatan. (bdk Matius
20 : 1-15, red)
Jadi,
itulah ukurannya di mata Tuhan dan Tuhan tidak mebedakan si A - si B. Siapa
yang percaya dan setia. Kita bukan mau menjadi sempurna. Tidak!
“Setialah
anak-KU!” , kata Tuhan
“itulah
awal kebahagiaan untukmu.” Setia! Abraham saja diuji kesetiaannya. Bener nggak
saudara-saudaraku?
Benar,
jawab umat.
Abraham
saja diuji kesetiaannya. Kita juga diminta kesetiaan kita kepada Allah.
Bukan
Tuhan mengatakan: “Hai, kamu menjadi suci, baru kamu ketemu dengan AKU.”
Nggak,
deh! Tuhan tidak seperti itu. Kita tahu, kita ini daging, kita manusia lemah,
punya pikiran dan perasaan. Kadang-kadang lebih besar perasaan-pikiran daripada
iman yang ada dalam diri kita masing-masing.
Jadi,
Tuhan minta kita setia dan menjadi anak yang baik, berjuang, menempatkan
diri kita pada porsi yang sebenarnya, yang sesuai. Saya ini siapa? Aku
adalah anak Tuhan. Kalau anak Tuhan, kita harus menunjukkan dan
membuat orang lain bahagia di sekitar kita. Amin saudaraku?
Amin,
jawab umat.
Terima
kasih, ya. Saya akan melanjutkan. Saya mau memandu, ya, bukan membimbing. Yang
membimbing adalah Ibu Maria. Saya pandu anda masuk di dalam kepasrahan bersama
Ibu Maria.
Supaya
anda tahu, sudah disampaikan bahwa kuasa Allah hadir di tengah-tengah kita.
Itulah janji-NYA, “AKU menyertai kamu sampai akhir jaman.” Sampai kita
dipanggil oleh Allah dalam kedamaian.
Jadi,
peristiwa ini semua adalah kehendak Allah. Bukan kehendak manusia terjadi.
Allah saking sayangnya kepada kita semua, Allah memanggil siapapun untuk
bekerja sama dengan Allah dalam karya keselamatan itu sendiri.
Buat
saya sih, ya cukup menderita buat saya. Pikir anda saya seperti ini, menurut
ukuran dunia, saya hebat gitu? Nggak! Saya banyak menderitanya, ya. Cukup…
cukup banyak menderita, tapi saya senang. Apa sih penderitaan itu? Mungkin,…
sekarang umur saya sudah 63 tahun. Tapi, nanti 70-lah, mati. Masa aku menolak
penderitaan?! Padahal penderitaan itu,… sungguh-sungguh iman yang tumbuh.
Siapapun yang mau menderita dalam Yesus,…imannya akan tumbuh subur. Karena
dalam penderitaan itu, kita akan bertemu dengan Yesus.
Ini,
yang mau saya sampaikan.
Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)
Dengarkanlah
AKU baik-baik. Mengertikah kamu, kata Tuhan. AKU mengasihi kamu dengan
sempurna. Dan menunggu kamu di surga dengan setia.
Hai
anakKU, dimanakah kesetiaanmu kepadaKU? Ini kata Tuhan. Tidak lagi kamu
berjalan sendiri bersama dunia, tetapi datanglah kepadaKU, dimana AKU
menunggumu di surga, kata Tuhan Yesus. Tinggalkanlah masa lalumu, dan
janganlah kamu sekali-kali percaya dengan semua perbuatan2 dunia nanti kamu
semua disesatkan oleh dunia, kata Tuhan.
Tinggalkan
kebiasaan-kebiasaan itu dan jangan lagi kamu mendua hati, kata TUHAN,
celakalah kamu bersama dunia.
Tapi
datanglah kepadaKU, kata Tuhan Yesus, AKU dapat memberikan apa saja
dalam kehidupanmu, maka setialah kepadaKU, kata Tuhan Yesus.
Renungkan
apa yang telah AKU katakan kepada kamu, AKU akan melihat dari surga, kata
Tuhan Yesus, apakah engkau benar-benar menyadari apa arti hidup yang
KUberikan kepadamu.
Persembahan
yang baik, kata Tuhan, melayani, mengasihi, mencintai antara satu dengan
yang lain. Itulah perjalananKU, hai anakKU. Mengertilah semuanya, AKU akan
menurunkan kuasaKU ke bumi ini, AKU akan memurnikan dunia ini anakKU, kata
Tuhan.
Maka
AKU kirim, AKU antar, IBUmu, untuk menyampaikan apa yang menjadi rencanaKU di
seluruh bumi ini.
Itu
benar ,kata Tuhan, AKU akan memisahkan semua itu: yang percaya dan setia
dia selamat dalam namaKU, yang tidak percaya dia akan celaka bersama dunia ini.
AKUlah
keselamatan itu, kata Tuhan, karena AKU Allah, yang menciptakan
kamu,yang memberikan kamu hidup dengan segala kebutuhan tetapi dimanakah rasa
syukurmu kepadaKU?, ini kata Tuhan. Janganlah kamu bersenang senang
dengan dunia, kata Tuhan Yesus.
Mulailah!,
mulailah kamu hidup baru, perbaikilah hidupmu, maka AKU ada
bersamamu, kata Tuhan.
Baiklah
, anak-anakKU inilah kuasaKU bersama anak ini, AKU menyatakan diriKU, Aku
menyapa kamu semuanya. Inilah Aku! Aku tetap AKU, kekal dan abadi! Di
luar AKU tidak ada tempat bagi mereka yang tidak percaya kepadaKU; tempat telah
Ku sediakan bagi mereka yang percaya dan setia. Surgalah bagi kamu semuanya
karna Aku ada disurga, Inilah kata Tuhan Yesus yang menyampaikan
kepada kita semuanya.
Baiklah
anak-anakKU, kata Tuhan, dan renungkanlah semua apa yang KUkatakan
kepada kamu semuanya, dan sampaikan kebenaran ini, jangan takut, kata
Tuhan.
Siapapun yang menyampaikan kebenaran tentang AKU, AKU ada bersamanya kata
Tuhan Yesus. Aku menunggumu disurga. Datanglah anakKU, dekatkan dirimu
kepadaKu, dan serahkan seluruh jiwa dan ragamu kepadaKU, karna engkau adalah
milikKU seutuhnya. Dengarkan baik-baik, dirimu bukan milik dunia, dunia
menghancurkan manusia, menyesatkan manusia, kata Tuhan. Maka Aku
menyertai kamu dan tidak pernah meninggalkan kamu sendiri di dunia ini., ini
kata Tuhan Yesus. (bdk Matius 28:20,red).
Berbahagialah
kamu mendengarkan Aku saat ini.Inilah AKU mengatakan benar kepada kamu
semuanya, kebenaran adalah AKU sendiri yang bertahta disurga. AKU menunggumu
anakKU, datanglah!, Aku menunggumu.
Pesan Ibu Maria
Selamat
malam untuk anak-anakKU semua yang ada disini.
Selamat
malam ibu , jawab umat
Terimakasih
, salammu itu kau berikan kepadaKu.
SalamKu
juga kepadamu Alexius.
Terimakasih
anakKu engkau setia dalam kebenaran ini bersama Aku ibumu untuk anak-anakKU
semua yang ada disini, terimakasih.
Dan
juga putri-putriKu, terimakasih atas kehadiranmu ditempat ini.
Dan
terimakasihKu kepadamu, hai anakKu yang Aku kasihi, Dominica.
Terimakasih engkau sudah berjuang. Engkau berjuang dalam kebenaran. Engkau
telah mengumpulkan anak-anakKu dirumahmu ini. Berbahagialah engkau membuka
hati, walaupun saudara-saudaramu menolak kebenaran ini. Tapi percaya, engkau
akan menang, engkau akan menang dalam kebenaran ini. Terimakasih Dominica atas
kebaikanmu, melayani anak-anakKu dengan baik ditempat ini, terimakasih.
Dan
terimakasihKu juga kepada kamu yang bersama Agnes dan kamu semua yang datang ke
tempat ini, terimakasih untuk kamu semuanya.
Terimakasih
, jawab umat.
Terimakasih,
Aku bahagia. Mengertikah engkau bahwa Aku dari awal sampai saat ini Allah
berkenan menghantarkan Aku untuk bersamamu ditempat ini?
Terimakasih
ibu , jawab umat.
Terimakasih.
Dan juga, Aku bahagia! Kamu Alexius, telah menyampaikan kebenaran ini dengan
baik. Tetapi, … kamu belum percaya, apa yang telah kau sampaikan itu,
bahwa benar. (Rm Alexius ragu, tidak yakin bahwa perumusan
penyampaiannya sudah tepat/ benar, red.)
AnakKu
Alexius, lihatlah, belajarlah kamu dari Kitab sucimu: siapakah mereka yang
dipanggil Allah? Untuk bersatu dengan Allah , untuk bekerjasama dengan Allah,
untuk menyampaikan karya keselamatan, Penebusan Allah kepada manusia? ( para
rasul, red )
Itu, …. mereka-mereka,…. biasa-biasa!
Mengapa
tidak para imam-imam Farisi yang diambil, yang dipanggil oleh Allah,
untuk menjadi saksi tentang kebenaran, tentang Allah sudah datang
kebumi ini? Sulit, sulit untuk itu semuanya.
Alexius,
percayalah, engkau akan mengerti. Tuhan akan memberikan pengertian itu kepadamu
saat-saat terakhir ini, itu benar. Para imam,…. para imam tidak mengerti.
Sebenarnya sudah ada di kitab sucimu. Mereka tidak mau susah, tidak mau
menerima pekerjaan-pekerjaan yang berat seperti kamu saat ini. Mereka mau
senang, hidup senang sebagai seorang imam dalam kehidupannya.
Semua
sudah ada dalam kitab suci. Tidak ada yang menambahkan, dan mengurangi tetapi
para imam banyak menguranginya karena mereka merasa cukup berat kalau itu
diterima sepenuhnya dalam kehidupannya untuk melayani anak-anak Tuhan di bumi
ini.
Itulah
pengertian yang sebenarnya.
Hanya
dalam kelompok ini semua dibukakan oleh Allah. Tidak ada disembunyikan lagi,
supaya engkau mengerti. Supaya benarlah imanmu untuk menyembah Allahmu di
surga.
Anak-anakKu,
kamu semua yang ada disini, jangan bertanya lagi dalam hatimu: “ini benar
Ibu Maria?” Sudah tidak waktunya lagi untuk bertanya. Tetapi terimalah kebenaran
ini dan lakukan dalam hidupmu saat-saat terakhir ini. Itulah kekuatanmu
untuk menyambut kuasa Allah untuk memurnikan dunia ini.
Kalau
bertanya terus, sampai kapankah itu selesai pertanyaan? Tapi kau tidak
mendapatkan apa-apa dalam kebenaran ini yang telah disampaikan untuk kamu
semuanya.
Anak-anakKu,
jangan kamu melihat Agnes, Agnes tidak berbuat apa-apa terhadap kamu, tidak
berbuat salah terhadap kamu. Dia hanya menerima tugas ini dengan baik.
Janganlah sekali-kali kamu menghakimi Agnes, bukan Agnes melakukan ini
semuanya, tetapi kehendak Allah yang terjadi. Kalau kamu menghakimi Agnes
berarti kamu telah menghakimi Allah yang telah memberikan tugas ini kepada
Agnes.
Memang,
sulit, baru kali inilah terjadi. Inilah saat-saat terakhir supaya kamu
mendengar semuanya, tentang kebenaran yang datang dari surga supaya kamu bisa
bersaksi tentang kebenaran ini maka Agnes diambil oleh Allah di dalam
kehidupannya untuk menyampaikan pesan-pesan dari surga.
Supaya
kamu semua tahu yang ada disini, roh Agnes sedang berdoa, berdoa,.. apakah kamu
saat ini berdoa dalam hatimu?
Anak-anakKu,
berdoa yang benar adalah berdoa yang mengalir, seperti sungai yang mengalir,
terus menerus, bukan berdoa sesaat, dimana saja, kamu bisa berbicara dengan
Allahmu di surga.
Anak-anakKu,
IMAN, iman membuka semuanya, iman memberikan pengertian semuanya; tetapi iman
yang mana yang ada dalam kehidupanmu?
Iman
yang benar tidak kuatir akan hidup, tidak takut akan hidup. Iman yang benar
hanya bersandar kepada Allah, hanya menyerahkan semua kehidupannya kepada
Allah, bukan kepada dunia. Iman yang benar melakukan apa yang menjadi kehendak
Allah. Kalau kamu melanggar kehendak Allah, kamu belum beriman.
Sampai
disini kamu mengerti?
Mengerti
Ibu, jawab umat.
Baiklah,
kalau kamu mengerti, mengertilah! Firman Tuhan itu adalah untuk menentukan
hidupmu, supaya kamu sampai kepada tujuanmu, adalah Allahmu di surga. Kalau
engkau tidak bersahabat dengan Kitab Suci, kamu tidak akan mengerti apa yang
menjadi kehendak Allah di dalam kehidupanmu. Itulah kekuatanmu.
Firman
Allah yang hidup menguatkan kehidupanmu, sehingga iman tumbuh dan kau selalu
berbuat baik. Berbuat baik dan ingin selalu berbuat baik, bukan dipaksa untuk
berbuat baik. Itulah iman. Tetapi kalau kamu masih dipaksa untuk berbuat baik,
untuk mengasihi, untuk mencintai, untuk melayani, kamu belum mempunyai iman.
Sampai
disini sudah mengerti?
Mengerti
ibu, jawab umat.
Ya
berat, ukuran pikiran manusia berat. Tetapi….. kehendak Allah dalam Roh,
apabila engkau terbuka hatimu, itu indah sekali, kamu hidup bahagia, engkau
hidup bersukacita, kamu saling melayani, menolong, damai, dan tidak tergoyahkan
oleh dunia ini. Kau tetap bersatu dan setia kepada Allahmu di surga.
Itu
IMAN. Setia, .. setia !
Anak-anakKu,
kalau kamu masih mendua hati, itu bukan iman, engkau bagian dari kehidupan
dunia. Jangan lagi kamu mendua hati, menyembah-menyembah roh yang datang
dari dunia, tetapi sembahlah ROH YANG HIDUP, ALLAHMU DI SURGA!
Roh yang
ada di dunia ini, roh yang menyesatkan, jangan mau kamu disesatkan! Tapi
(kalau) kamu mau disesatkan, nanti
kamu pulang membawa kepedihan, membaawa kesedihan, engkau tidak akan bahagia
menghadap Allahmu di surga. Tinggalkan itu semua, anak-anakKu, dan sampaikan
kebenaran ini kepada imam-imammu yang ada disini : persembahan kepada
kuasa-kuasa kegelapan, akan hancur bersama dunia.
PEMURNIAN: ini jelas! Manusia dimurnikan, diperjelas
tentang iman, dan diantar kepada Allah supaya pemurnian ini sungguh-sungguh
membahagiakan kamu semuanya, bukan menakutkan! Orang yang bodoh, dia akan
takut. Orang yang tersesat, dia akan takut. Dia mendua hati, dia akan takut.
Maka ketakutan itu datang dari dunia; maka jangan sekali-kali lagi kamu
menyembah roh-roh yang ada di bumi ini; tetapi sembahlah ROH YANG HIDUP,
ALLAHMU DI SURGA.
Apa
kamu sudah mengerti?
Mengerti
ibu, jawab umat.
Apakah
kamu masih melakukan itu?
Ya ibu,
jawab sebagian umat.
Baik,
Aku datang, Aku diutus oleh Allah untuk memperjelas, bagaimana iman yang
sebenarnya, yang harus hidup dalam kehidupanmu. Ini masih banyak di seluruh
bumi. Ini banyak di kotamu ini, masih banyak anak-anakKu yang tersesat dan
imam-imammu tersesat dan mengakui hal-hal seperti itu. Aku sedih, dimanakah
iman para imam?
Apakah iman
itu hidup dalam pikirannya? Yakh, iman itu hidup dalam pikirannya, itulah
maka terjadi sesuai dengan kehendaknya.
Tidak
bisa! Iman hanya kepada ALLAH, yang mengasihi kamu, yang memberikan kamu hidup,
yang menyelamatkan kamu dari dunia ini. Inilah yang aku sampaikan kepada kamu
semua yang ada disini.
Sampai
disini kamu sudah mengerti?
Mengerti
ibu, jawab umat.
Kalau
kamu sudah mengerti, lakukan yang benar, supaya imanmu benar.
Jangan
dikira, kenapa Maria banyak bicara? (di antara yang hadir ada yang
mempertanyakan dalam hati, mengapa Ibu Maria banyak bicara?, red) Sejak dulu, Aku
hidup banyak bicara, bukan semua disimpan dalam hati. Pengertian itu bukan
seperti itu. (bdk Lukas 2:19, 51 , red)
Aku
menerima sepenuhnya kehendak Allah, Kujaga baik-baik di dalam hatiKu, itulah
perjalananKu anak-anakKu.
Berbahagialah
kamu semua, engkau mendengarkan ini semua melalui Agnes. Anak inilah terpilih
di negaramu ini, semua ada ceritanya, perjalanan Agnes sampai dengan sekarang
tidak main-main, bukan di buat-buat, tidak! Dari awal sampai saat ini ada
ceritanya. Supaya kamu mengerti, Agnes menerima semua ini bukan sekejap!
Dia
anak dunia yang tidak mengenal Allah, tetapi mereka punya ilah di bumi ini,
mereka tidak punya Allah.
Allah
itu adalah ALLAH YANG KEKAL DAN ABADI, Allah nenek moyang para nabi (bdk
Lukas 20 : 37-38, red )sampai dengan sekarang. Ini yang Aku katakan
kepadamu. Anak dunia, Agnes anak dunia diambil oleh Allah untuk bersaksi
tentang dunia, bukan main – main, tetapi para imam menghakimi dengan iman yang tumbuh
didalam pemikirannya. Berarti hasilnya dari dunia. Kalau iman tumbuh dalam hati
hasilnya dari surga.
Alexius
, tidak lagi kau mengatakan (dalam hatimu, red) apa yang kau katakan itu
semuanya tidak ada. Engkau bisa, saat ini juga engkau bisa! Kuasa Allah menyertaimu.
Berbahagialah engkau. Alexius, Allah mengasihimu. Engkau dipanggil oleh Allah.
Diberikan kepadaKu bersama Agnes untuk melayani anak-anakKu, berbahagialah.
Tidak ada lagi keluh kesah yang selalu engkau nyatakan dalam hidupmu. (tidak yakin
akan kemampuan,
red)
Bersyukurlah, bersyukurlah.
Engkau lebih dari mereka-mereka itu semuanya walaupun imam-imam yang
tertinggi, mereka tidak mendapatkan itu semua.
Berbahagialah
engkau Alexius, engkau akan menjadi saksi tentang kebenaran ini.
Aku
Ibumu Maria, dan Aku berharap tidak lagi berkeluh-kesah tetapi bersukacitalah
Allah memanggilmu saat-saat terakhir ini. Engkau mengalami, maka engkau akan
menjadi saksi, tidak lama lagi semua akan terjadi.
Lihat,
lihat dan tunggu dengan sabar, dengan iman, bukan dengan ini (menunjuk dahi,
red) dan perasaanmu, itu menganggap ini (pemurnian, red) terlalu
lama….. tetapi kalau kita menunggu dengan iman, kita akan mengalami dengan
sukacita di saat kita menunggu hari itu datang ke bumi ini.
Dengarkan
Aku, Alexius, bagaimana mereka,yang kau sampaikan ini kepada mereka,
Lebih
lagi mereka, mungkin….. saya pikir, tidak seperti itu. Tumbuhkan iman mereka
dengan apa yang kau sampaikan tentang kebenaran ini. Tumbuhkan iman mereka,
supaya mereka kembali kepada Allah. Yakinkan kepada mereka yang ada disini,
hanya Allah yang bisa menyelamatkan mereka, bukan pikiran, perasaan dan
kehendak bersama dunia, tidak! Tetapi iman bersatu dengan Allah, maka
terjadilah semua itu, bahagia, damai, sejahtera.
Percaya!
Kata percaya itu harus ditumbuhkan dalam hati kita masing-masing.
Percaya!
Tetapi manusia, kamu itu lebih percaya dengan semua apa yang terjadi di dunia
ini, kamu langsung percaya dan melakukannya. Itulah pikiran dan perasaan yang
akan mati dan hancur bersama tubuhmu. Tetapi iman, bersatu dalam roh
akan menghadap Allah bersukacita. Mengerti sampai disini?
Mengerti
ibu, jawab umat.
Para
imam-imam tidak mengerti, tetapi kalau mereka mau menerima semuanya, utuh, dari
perkataan Tuhan melalui Kitab Sucimu, mereka akan mengerti.
Mereka
mau mengecut, (=memotong) ini untukku, ini tidak, tidak usah!
Terima
semua penuh perkataan Tuhan dalam kehidupanmu, itulah iman! Supaya kita
diatur oleh Allah, perjalanan hidupmu, melalui Firman Allah yang hidup di dalam
Kitab Sucimu, mengerti?
Mengerti
ibu, jawab umat.
Kamu
malas untuk membaca Kitab Suci! Bagaimana mungkin kamu bisa mengenal Allah,
kalau tidak akrab, tidak cinta, tidak rindu akan Firman Allah di dalam Kitab
Suci.
Maka
kamu tergoyahkan oleh perintah-perintah dunia.
Sekali
lagi, Aku, Ibumu Maria, melarang kamu untuk mendua hati, persembahan
kepada dunia, mau?
Mau,
Ibu, jawab umat.
Sampaikan
itu kepada imammu. Kalau mereka mau, berbicara, kumpulkan! Agnes dan engkau
Alexius, bicara kepada mereka.
Itu
menyesatkan! Imam-imamu menyesatkan! (penyampaian oleh imam bahwa
diperbolehkan tetap membawa persembahan kepada nenek moyang /sesajen di kubur
sebagai kebiasaan etnis Cina, walaupun sudah dibaptis Katolik,red), tetapi
dia akan menanggung dosa itu sendiri. Bukan kamu saja, tetapi dia juga akan
menanggung dosa itu sendiri karena dia menyesatkan kamu kepada dunia.
Mengapa
kamu membawa persembahan kepada dunia? Persembahkanlah itu semua kepada orang
yang membutuhkan pertolonganmu. Jangan sia-sia berkat itu kamu berikan
kepada dunia, iblis-iblis yang terkutuk itu, tetapi berikanlah berkat
itu pada orang-orang yang membutuhkan di sekitarmu. Itulah iman!
Mengerti?
Mengerti
ibu, jawab umat.
Jangan
sia-siakan hidupmu, hai! Nanti kamu, di saat engkau dipanggil, engkau akan
menangis dan menderita, terlambat kamu menyesal. Aku ingin kamu semua dipanggil
dalam kebahagiaan, kamu mau?
Mau
Ibu, jawab umat.
Kalau
kamu mau, tinggalkan semua itu, datanglah kepada Allahmu di surga yang menunggu
kamu di surga dengan setia, dengan kasih dan cinta. Belum, belum turun
penghakiman, mengerti kamu?
Mengerti
ibu, jawab umat.
Saatnya
akan tiba, nanti kamu akan mengerti :walupun kamu mengatakan aku adalah anak
Allah, tetapi kamu tidak beriman, kamu akan mengalami penderitaan di saat
pemurnian itu turun ke bumiini, kau akan menangis dan menderita. Terlambat kamu
menyesal !
Jangan
dikira siapa yang tidak setia dia akan menderita, tetapi saat inilah kamu mulai
hidup baru, saling mengasihi dan mencintai dan melayani. Dan
berkelompok-kelompoklah kamu untuk melayani saudara-saudaramu. Dan sampaikan
kebenaran ini
kepada
mereka-mereka semuanya. Apa kamu bersedia?
Bersedia
ibu, jawab umat.
Trima
kasih, kalau kamu bersedia, sekarang aku minta kepadamu, tinggalkan kebiasaan
itu, kebiasaan nenek
moyangmu, itu salah, itu sesat,itu ajaran dari dunia.
Jangan
hidup kau sia-siakan bersama dunia.
Anak-anakKu
yang aku kasihi, inilah aku ibumu, menyampaikan ini kepada kamu semua yang ada
disini. Apakah kamu mau berkelompok-kelompok?
Mau
ibu, jawab umat.
Baik,
aku berdoa dari surga, melihat kamu dimana kamu berkelompok-kelompok saling
mengasihi dan saling melayani, jangan lupa tolonglah saudara-saudaramu yang
menderita. Dalam kebersamaan itu kamu bisa menolong saudara-saudaramu, mereka
adalah anak-anakKu. Aku bekerjasama dengan kamu, karena kamu masih di dunia
ini, maka kamu yang bekerja, aku berdoa di surga dimana kamu melayani, kamu
mengerti?
Mengerti
ibu.
Mengerti,
terima kasih, kalau kamu mengerti.
Baik,
Alexius, apa yang kau katakan, itu semua adalah baik. Kalau kamu mau membuka
lagi, masih banyak lagi yang belum kau mengerti di dalam Kitab Sucimu. Engkau
seorang imam, engkau harus bisa menyerap kebenaran-kebenaran itu melalui Kitab
Suci, dan sampaikan kepada anak-anakKu supaya mereka menjadi bahagia. Itulah
pekerjaanmu, tugasmu saat-saat terakhir ini. Terima kasihKu untukmu Alexius!
Terima kasih anakKu yang Aku kasihi, dan semua kamu yang ada disini, hai
putri-putriKu, di hari tuamu, dekatkan dirimu kepada Allah, kesetiaanmu itu
menunjukkan iman kepada Allah yang benar. Tapi juga kamu tidak boleh mendua
hati (umat tertawa). Hai putri-putriKu, tidak lagi! Tidak lagi !
Nanti kamu akan sia-sia. Engkau dipanggil untuk bersatu dengan Allah, tetapi
kamu masih percaya tentang hal-hal yang menyangkut dunia. Doaku menyertaimu,
kesetiaanmu, putriKu. Aku Ibumu Maria, mengasihimu dari surga. Terima kasih,
terima kasih untuk semuanya.
Terima
kasih. Aku percaya kamu mendengarkan semua ini, apa yang Aku sampaikan
kepadamu, dan Aku berharap, lakukan ! Jangan (hanya) iya, tetapi lakukan,
cepatlah !
Karena
waktunya sudah…… sudah apa?
Waktunya
sudah berjalan bersama kami, jawab umat.
Waktu
sudah bersamamu, kamu mengalami waktu-waktu yang datang silih berganti itu
bersamamu, …ya? Doaku bersama kamu semua, pasti kamu menjadi anak yang baik dan
tidak lagi kamu percaya itu dunia…dunia itu, tidak percaya lagi! Kalau imammu
mengatakan demikian, marahi dia (umat tertawa), tegur dia, sadarkan dia.
Jangan takut, buka Kitab Suci, tunjukkan semuanya kepada dia, ya?
Ini
yang Aku sampaikan kepada semua, ya… ini semua untuk kamu semua. SalamKu untuk
Isak Doera ya, juga untuk Herribertus, segera.. sampaikan salamKu, segera
selesaikan, supaya bergabung bersama kamu semua untuk saat-saat terakhir ini.
Dan
salamKu untuk imammu yang tertinggi,siapa……?
Hieronymus,
jawab umat.
Ya,
anak baik, anak baik. Berbahagialah engkau mempunyai imam yang sungguh-sungguh
membuka hati dan mencari kebenaran itu sendiri dalam kehidupannya untuk dia dan
untuk kamu. SalamKu untuk dia. Doaku selalu menyertai dia di dalam perjalanan
hidupnya sebagai seorang imam. Terima kasih, terima kasih.
Terima
kasih untuk kamu semuanya ya.
Mari
kita bersatu dalam doa, kita datang kepada Allah yang Mahakuasa, yang mengasihi
kamu semua dan mengasihi Aku, Ibumu di surga yang sudah bahagia. Mari kita
berdoa:
YA ALLAH YANG
MAHAKUASA
PADA SAAT INI
JUGA JIWAKU KUSERAHKAN KEPADAMU
KARENA ENGKAU
YANG MEMPUNYAI BUMI INI
DAN AKU
CIPTAANMU (diulangi 3X) Amin
Trima
kasih untuk semuanya, selamat malam
-oo0oo-