Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Rumah Ibu Dominica L, Singkawang, 16 Mei 2009

 

Pengantar oleh Ibu Agnes

 

Para Suster dan Romo Widi yang kami kasihi!

 

Semua saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria. Selamat bertemu pada malam ini. Kita bersatu dengan Ibu Maria di surga, bersatu dengan Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia. Jadi, kelompok ini bukanlah kelompoknya Ibu Agnes, bukan ya!

 

Jadi, kelompok ini sudah dibentuk oleh Ibu Maria menjadi kelompok pendoa, kelompok melayani, kelompok pewartaan tentang kebenaran yang datang dari surga. Jadi, beda ya, dengan kelompok-kelompok yang ada.

 

Kata Ibu Maria: “Semua kelompok baik. Semua tujuannya baik, tapi inilah Ku-berikan kepadamu, kata ibu Maria, supaya engkau bisa bekerja dengan Aku, karena Aku sudah ada di surga. Maka, Aku minta kepada kamu supaya kamu mau bekerja sama dengan Aku, Ibumu untuk melayani anak-anakKu di Indonesia ini.”

 

Jadi, jangan salah! Itu kelompok Ibu Agnes. Nggak! Saya nggak punya kelompok. Saya juga bekerja, bersama Romo, bersama teman-teman, bekerja bersama Ibu Maria untuk melayani anak-anakNya, terutama anda-anda yang datang pada malam ini.

 

Ini, sudah jam setengah sepuluh malam, lho. Masih setia ini? Suster setia, ya? Yang lain setia?

 

Ya, jawab umat

 

Memang, waktu adalah milik Allah. Jangan yang sisa diberikan kepada Allah. Maka, kalau kita sudah masuk di dalam persekutuan doa, kita nggak perlu mikir rumah itu kayak apa dan bagaimana, ini jam berapa selesainya. Untuk Tuhan aja kok kita hitung-hitungan. Tapi, kalau untuk dunia kita bebas merdeka memberikan apa saja sampai istilahnya jungkir balik banting tulang untuk mencari kesenangan-kesenangan, kebahagiaan-kebahagiaan, keinginan daging. Tapi untuk Allah, -kadang-kadang itu banyak terjadi-, karena saya banyak pengalaman itu. Kalau sudah berdoa lihat jam. Jam berapa ini ya? Kok nggak selesai-selesai ya?

 

Ini, nggak baik. Kita maksudnya datang ini untuk Tuhan, akhirnya kita pulang 0%. Jadi, hidup seperti itu menjadi sia-sia.

 

Kata Ibu Maria:”Janganlah hidupmu itu disia-siakan karena kepentingan dunia. Nomor satukan Tuhanmu, semua akan menjadi berkat dalam kehidupanmu.”

 

Jadi, dalam kelompok ini kita diajarkan sungguh-sungguh bagaimana caranya kita datang kepada Allah seutuhnya. Bagaimana caranya supaya kita bertemu dengan Allah seutuhnya, (yaitu) dengan hidup ini kita persembahkan seluruh jiwa dan raga kita ini untuk Allah. Maka, jangan mencari yang lain! Kayak tadi, Romo bilang, jangan mencari kekuatan yang lain, cukup sampai di sini. Maka, saudara-saudaraku pada malam ini anda sudah mendengarkan apa yang disampaikan dalam kebenaran ini, tapi anda masih melakukan itu, … Waw! Celakalah kamu bersama dunia! Itu disampaikan Tuhan Yesus waktu kami melayani di Jopu, Flores.

 

“Agnes, sampaikan kepada mereka. AKU ingin mereka kembali semua kepada-KU. Tetapi, setelah mereka mendengarkan apa yang kau sampaikan, mereka tetap melakukannya, celakalah mereka bersama dunia. Tetapi, setelah mereka mendengarkan apa yang kamu sampaikan, mereka bertobat, saat ini juga AKU mengampuni mereka semua.”

 

Indah sekali. Maka, mulai malam ini tidak ada lagi adat istiadat itu dilanjutkan. Anda tidak berdosa dengan nenek moyangmu. Nggak ada! Orang yang sudah meninggal tidak hidup lagi. Sungguh, saya katakan: yang percaya dan tidak percaya, dia tidak kembali ke bumi ini. Yang ada, yang bergentayangan itu adalah iblis terkutuk. Membuat sekte-sekte, membuat orang celaka, supaya semua manusia tidak mencari Yesus, supaya tidak terselamatkan, supaya celaka sampai dunia kiamat, berkumpullah bersama iblis itu kekal dan abadi.

 

Saya ngomong keras, ya. Saya berani, karena ini benar! Saya mau semua, anda-anda akan mengalami sukacita. (Di dalam) menghadapi pemurnian ini anda tidak tersandung oleh semua kegiatan-kegiatan yang mencelakakan itu. Ndak lagi! Adat istiadat tidak ada bisa menyelamatkan, tetapi membuat kita celaka.

 

Kan sudah diterangkan, hanya Yesus jalan keselamatan.

 

“Sudahkah engkau meminta di dalam nama-KU?”

 

Nama-KU adalah Yesus!

 

Hai, saudaraku, ingat!

 

“Sudahkah engkau meminta di dalam nama-KU?” , kata Tuhan

 

“Nama-KU: Yesus.”

 

Mintalah dalam Yesus. Maka, siapapun berdoa hanya (mengucap) :”Yesus”, tapi dia pasrah, hidup, bersatu dengan DIA, itu sudah doa yang indah. Buat apa kita doa panjang-panjang, tapi sikap dan tingkah laku kita tidak berubah. Akhirnya doa itu mubazir. Doa itu ditangkap oleh iblis, tidak sampai ke atas, ya.

 

Jadi, saya mau terangkan itu. Saya menambahkan apa yang disampaikan Romo Widi, tadi.

 

Supaya saudara-saudaraku tahu, supaya jelas siapa Yesus itu. “Menurut kamu siapakah AKU ini?”, kata Tuhan

 

Tidak ada manusia (dan) tidak ada satupun nabi yang disebut Tuhan. Yang disebut Tuhan siapa? Yesus siapa?

Allah, jawab umat.

 

Allah! Muter-muter, ya tetap DIA. Yang kita bilang ini, itu, ya itu saja. AKU dalam Bapa, Bapa dalam AKU. Dalam kitab (suci agama) manapun, tidak ada satu mengatakan berani: AKU. Di muslim mengatakan: “kami”. “Kami memberikan rahmat, kami …”

 

Kami siapa yang memberikan rakhmat. Kalau kami itu sekelompok, lebih dari satu. Bener nggak? Tapi kalau AKU, satu. Itulah : Yesus!

 

Ini, saya perjelaskan semua, karena saya dari muslim, ya. Saya tahu persis ajaran muslim itu. Tetapi bukan saya sombong, (tapi) karena aku diselamatkan. Aku mau supaya anda semua mengerti. Saya bersaksi tentang dunia, saya bersaksi tentang Tuhan. Begitu, ya!

 

Tidak ada manusia, para nabi sejak perjanjian lama, mereka disebut “Tuhan”, tidak ada. Abraham saja, bapa bangsa yang besar, dia tidak disebut Tuhan. Tapi, Yesus disebut Tuhan. Yang disebut Tuhan hanya Allah. Allah menjadi manusia disebut Tuhan. Tuhan itu adalah Yesus menjadi manusia menyelamatkan kita, menebus kita, supaya kita kembali kepada jalan yang benar, supaya kita sampai kepada tujuan kita adalah surga.

 

Umur kita nih, berapa sih? Bisakah kita umur panjang sampai berapa?! Nggak bisa. Semua akan pulang, semua akan mati. Mati sendiri. Ya. Mati sendiri menghadap Allah.

 

Nah,… sekarang yang menyelamatkan kita, kata Ibu Maria, supaya kita mempunyai harta (di surga), harta kita itu ada dimana? Dimana?

 

Di saudara, jawab umat.

 

Saudara. Pinter!

 

Harta kita ada di dalam sesama. Bukan,… hartaku ada dalam doaku, nggak. Nggak! Hanya berdoa, tapi nggak berbuat apa-apa, 0 (nol). Jangan anda pelit, ya. Menyimpan harta, menumpuk harta, anda pulang itu dipertanyakan oleh Allah. Sekecil apapun kita pertanggungjawabkan kepada Allah, apalagi sebesar apapun lebih besar pertanggung jawaban kita kepada Allah.

 

Jadi, janganlah anda memupuk harta untuk kepentingan pribadi, ya, yang sifatnya sementara. Mungkin hari ini (atau) besok kita pulang, harta itu tinggal. Kita sudah setengah mati mencari harta itu, banting tulang, kita pulang menderita. Nggak, ya! Jadi, harta itu ada di dalam sesama. Ingat, ya!

 

Allah sampai saat ini juga melayani kita. Tanpa Tuhan, kita tidak akan bisa hidup tenang, (karena) begitu besarnya kekuatan-kekuatan kuasa-kuasa kegelapan itu untuk menyesatkan kita semuanya. Tapi dalam Yesus, yang berjanji “AKU menyertai kamu sampai akhir jaman.” Jadi, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan itu dekat, Tuhan itu hidup, Tuhan sangat setia, siang dan malam menunggu kita dengan sabar. Tapi, kita sibuk dengan kesibukan kita masing-masing, sehingga Tuhan ditinggalkan begitu saja. Apakah Tuhan kesepian? Kalau saya katakan, ya, Tuhan itu kesepian.

(Tuhan bertanya) “Anak-anakKU ada dimana Agnes?”

 

“Tuhan tahu anak Tuhan ada di mana.”

 

“Mereka menutup hatinya. Padahal AKU ingin bertemu dan bersatu dengan mereka, tapi mereka sibuk dengan dunianya.”

 

“Hanya ENGKAU Yang Maha Tahu, ENGKAU Maha Rahim Tuhan, panggillah anak-anakMU semuanya.”

 

Itulah rakhmat! Rakhmat itu bertebaran sekarang ini di bumi ini. Tapi siapa menutup hati, rakhmat itu tidak sampai dalam kehidupan kita masing-masing. Jadi, kita jangan menjadi orang yang bodoh. Punya Tuhan, kita bodoh, akhirnya mati menderita.

 

Saya selalu membawa orang mati untuk dianter. Nangis, ketakutan, ada apa? Waktu hidup sungguh-sungguh imannya bagaimana? Dia (menyebut) Yesus… Yesus, tapi imannya tidak tumbuh dalam kehidupannya. Meninggal ketakutan, terpaksa dibimbing, pokoknya dinasehati, dibujuk, dibimbing: ”Ayo! Sebentar lagi kamu mau pulang. Mari, kamu bertobat. Itu Tuhan Allahmu sudah menunggu. Kamu juga, kapanpun, kamu hari ini akan pulang. Tidak bisa ditunda. Ini waktunya.”

 

Dia ingat hartanya, ingat suaminya, ingat anak-anaknya, ingat siapa-siapa. Akhirnya dibimbing, didoakan, lalu dia sadar, mohon ampun kepada Allah, saya masuk dalam Doa Pasrah, berangkat dengan damai Tuhan. 

 

Itulah pekerjaan saya mengantar orang mati. Bayangin! Ngeri nggak? Ngeri. Maka, kalau kita tidak siap, kematian itu menakutkan. Bukan aku nakut-nakuti, ya. Nggak. Kalau kita nggak siap, lalu kita mati, kematian itu menakutkan, karena kita berangkat sendiri.

 

Siapa yang akan menemani kita mati? Sehidup semati itu, bohong. Nggak ada! Kita pulang, pulang sendiri menghadap DIA. Inilah perjalanan rohani kita. Perjalanan kita ini selama hidup ini, apa yang harus kita lakukan dalam hidup saya dan anda. Mari kita luruskan perjalanan ini. Jangan menoleh ke belakang. Di belakang itu banyak ‘kejahatan’ membuat kita masuk dalam dosa, terpuruk-puruk. Tuhanmu ada di depan menunggu, ‘Marilah yang letih lesu dan berbeban berat.’ (bdk Mat 11 : 28,red)

 

Yesus ada di depan kita, mengapa kita mundur ke belakang?

 

Saya berbicara ini, mau bersaksi supaya anda mulai hari ini mulailah berbenah diri. Apa yang belum anda buat, buatlah untuk Tuhan, dan berdamai. Kata Ibu Maria: ”Berdamailah kamu di mana-mana, maupun dalam keluargamu, suami-istri dan anak, berdamai. Saatnya akan datang pemurnian itu.”

 

Kalau kamu tidak ada damai, bagaimana kamu bisa menyambut pemurnian itu, yang cukup dahsyat, yang akan kita terima.

 

Pikir anda, di Singkawang tidak akan terjadi? Terjadi! Kita akan mengalami bersama-sama. Bukan saya menakuti, tidak! Saya tidak menakuti.

“Bersaksilah Agnes dan bawalah anak-anakKU kembali.”

 

Bagaimana saya membawa-bawa sekian banyak. Maukah anda saya bawa ke dalam kebenaran, saya ajak kepada Yesus? Hak asasi anda memilih dunia atau memilih Yesus. Ini yang mau saya sampaikan.

 

Bahasa saya kasar, maaf aja ya. Saya nggak bisa bahasa halus. Kalau dalam kebenaran, saya suka ngotot. Saya tunjukkan, ‘ini yang benar.’ ! kalau dia belum bisa, kutunjukkan : ‘ini yang benar.’ . itulah pekerjaanku, cukup repot.

 

Banyak saya ditolak di Singkawang ini. Tapi saya tidak takut. Dalam kebenaran, saya menang, dimenangkan oleh Tuhan, karena aku menyampaikan Tuhan kepada kalian. Bukan menyampaikan pribadiku, ini Agnes, aku bisa ini, bisa itu. Nggak! Aku nggak bisa apa-apa. Saya bodoh, saya nggak bisa apa-apa. Hanya kuasa Allah yang bekerja saat ini bersama Ibu Maria dalam kelompok ini, bersama para romo yang percaya. 

 

Baiklah, saya mau berharap, karena kayaknya Pastor yang ada di Singkawang ini masih terbelenggu dengan adat istiadat, karena mereka ‘produk’ dari itu, berasal dari keluarga seperti itu. Bagaimana dia mendobrak untuk umatnya, sedang keluarganya masih melakukannya.

 

Jadi, iman anda tidak tergantung kepada pastur. Tetapi anda tergantung kepada Tuhan Yesus yang menyelamatkan anda, supaya sampai kepada tujuanmu adalah surga. Tanah air kita adalah surga. Di luar Yesus tidak ada keselamatan.

Eyang saya, kyai haji, sampai sekarang juga belum sampai kepada tujuan. Bayangin, kyai haji! Bayangin! Belum sampai, menangis. Eyang saya minta tolong didoain.

 

“Nggak bisa, Eyang. Kecuali eyang masih hidup, dengan sadar, masih berpijak di bumi ini dan mengerti, punya perasaan, punya hati, punya pikiran, bisa mengolah mencari Yesus. kalau sekarang, tidak bisa saya mendoakan eyang. ” Coba! Eyangku sendiri, aku nggak bisa mendoakannya, ya.

Ini, satu: eyang saya Muslim, saya tidak bisa mendoakan.

 

Kedua, menghojat roh. Itu, kakaknya Pak Sawarno (suami Ibu Agnes), dari yang namanya Bernadus menjadi Bambang, karena masuk Islam. Mati, nangis. Aduh!… kasihan banget, sengsara banget. Ini nggak bisa saya tolong.

 

Mendua hati, ini juga. Mendua hati itu yang percaya dengan kekuatan-kekuatan roh yang datang dari dunia ini. Tuhan juga tidak mau anak-anaknya percaya hal itu, Tuhan tidak mau di-dua-kan. Tapi, di bertahta dalam kehidupan anda dan saya melalui kuasaNYA. Jadi nggak bisa dimain-mainkan. Allah itu pencemburu, karena kita itu adalah milik Allah. Yang percaya kepada DIA, harap menjaga dengan baik. tapi, kalau kita melakukan dengan sadar, celakalah kita bersama dunia. Nah,…mendua hati juga, Tuhan tidak berkenan.

 

Itu juga, seorang prodiakon. Saya cerita ini, ya, supaya kalian itu tahu. Prodiakon ini punya keris, punya apa yang disajeni di kamar. Waktu dia sakit, saya bilang kepada temannya yang mau mengantar komuni: “Tolong sampaikan ke Pak Win, tolonglah yang di kamar itu dibuang saja. Biar saya yang buang, supaya nanti dia pulang bahagia.”

Dia nggak mau. Saya bilangin lagi, nggak mau. Akhirnya, mati. Apa yang terjadi? Saat Pak Win ini sekarat di rumah sakit, dia ditunggui oleh keponakannya (saat ini di Cebu, sedang belajar untuk menjadi Bruder). Dia mengatakan bahwa Pak Win teriak: “Lepaskan keris itu dari saya! Tolong!”

Dia menjerit-jerit, sakit mau ‘pulang’.

 

Jadi, contoh hal-hal inilah : mendua hati., eyang saya muslim, menghojat roh, anak nakal, satu lagi: golongan Protestan. Ini, bagaimana ini Protestan?

 

Kata Yesus pada Petrus : “Apa yang kau lepaskan di bumi ini, akan terlepas di surga. Apa yang kau ikat di bumi ini, akan terikat di surga.” ( bdk Matius 16 : 19 , red)

 

Nah,… siapa yang Protestan, melepaskan diri dari pemegang kunci surga, dari Rasul Petrus yang menjadi Paus yang pertama. Itu sudah ada di Kitab Suci, tidak bisa dibantah. Tidak bisa lagi dibantah. Karena, kunci surga itu adalah yang diserahkan oleh Tuhan Yesus kepada Petrus. Pintunya adalah Tuhan sendiri. Dibuka oleh Petrus, dan kata Tuhan : silahkan masuk. Kita dibawa oleh Petrus, masuklah dalam damai Tuhan. Sekarang Protestan, ada di mana ini?

 

Juga saya sampaikan, bahwa pendeta Protestan tidak berhak untuk mengawinkan, membaptis. Pendeta itu sama dengan saya, hanya dia menyandang predikat pendeta, karena dia kuliah. Saya tidak kuliah. Pendeta sama dengan saya. Saya tidak berhak mengawinkan antara pria dan wanita. Dan tidak berhak membaptis seseorang. Dalam gereja Katolik, (dalam) keadaan darurat, saya membaptis. Pada waktu itu disuruh oleh Romo, baptislah dulu oleh Ibu Agnes, saya ada kegiatan. Besok, akan saya berkati. Tuh!… Diberkati oleh Romo lagi. Dalam keadaan darurat , saya bisa membaptisnya.

 

Ini, saya mau mengatakan.

Saudara kita Protestan, ada di mana? Dia menambahkan dalam Kitab Suci, memasukkan dalam tulisan para rasul, masuk di dalam perjalanan itu. Siapa yang menambahkan dan mengurangi, dia akan dihukum. Itu sudah tertulis dalam Kitab Suci. ( bdk Wahyu 22: 18-19,red )

 

Maka, berbahagialah anda dan saya dalam Gereja Katolik. Sah! Disahkan oleh Yesus melalui Paus, Petrus, rasul pertama menjadi Paus yang pertama. “Akan KU-dirikan gereja ini. Di batu karang ini akan KU-dirikan Gereja-KU. “(bdk Mat 16 :18, red )

 

Jadi seperti itu. Saya bicara banyak hal: islam, protestan, menghujat roh, anak nakal, mendua hati. Lima hal ini, harus kita renungkan dalam kehidupan saya dan anda. Kasihan mereka itu semuanya. Eyang saya juga belum terselamatkan. Kasihan eyang saya. Padahal eyang saya itu, sewaktu itu, saya anggap orang yang suci. Untuk ngomongin orang juga nggak boleh. Kenapa sih, begitu baiknya, eyang saya nggak diberikan surga oleh Tuhan Yesus? Karena dia tidak percaya. Yang percaya, diselamatkan. (bdk Yoh 3:18 , Markus 16 :16, red)

 

Bagaimana?

 

Ini, kata romo tadi: iman dan agama, itu juga berbeda. Sudah berbeda. Kita mengimani Yesus. DIA-lah: Tuhan; DIA-lah: Allah; DIA-lah: Bapa; DIA-lah: Kristus. Nama yang indah, yang menyelamatkan adalah milik Tuhan Yesus. (bdk Kis 4 : 12 , red ) supaya anda mengerti.

 

Mulai sekarang, berbenah diri-lah, mulai dekati Yesus itu, supaya kita boleh bahagia di bumi dan bahagia kembali ke surga. Kita nggak tahu besok lusa, 24 jam, berjaga-jagalah kita kapan Tuhan memanggil kita. 24 jam, di situ kita berjaga-jaga dengan berbuat baik, melayani, mengasihi, dan mencintai.

 

Ini yang saya sampaikan. Saya sampaikan poin-poinnya aja. Kalau saya ngomong, nanti sampai pagi nggak selesai. Jadi, poin-poinnya ini yang saya sampaikan, supaya kita semua mulai membenahi diri kita. Mulailah! Tidak ada yang terlambat. Di mata Tuhan tidak ada yang terlambat. Mau satu jam, mau satu hari, mau satu minggu, sebulan, setahun, sama. Mereka mendapatkan hadiah keselamatan. (bdk Matius 20 : 1-15, red)  

 

Jadi, itulah ukurannya di mata Tuhan dan Tuhan tidak mebedakan si A - si B. Siapa yang percaya dan setia. Kita bukan mau menjadi sempurna. Tidak!

 

“Setialah anak-KU!” , kata Tuhan

 

“itulah awal kebahagiaan untukmu.” Setia! Abraham saja diuji kesetiaannya. Bener nggak saudara-saudaraku?

 

Benar, jawab umat.

 

Abraham saja diuji kesetiaannya. Kita juga diminta kesetiaan kita kepada Allah.

Bukan Tuhan mengatakan: “Hai, kamu menjadi suci, baru kamu ketemu dengan AKU.”

 

Nggak, deh! Tuhan tidak seperti itu. Kita tahu, kita ini daging, kita manusia lemah, punya pikiran dan perasaan. Kadang-kadang lebih besar perasaan-pikiran daripada iman yang ada dalam diri kita masing-masing.

 

Jadi, Tuhan minta kita setia dan menjadi anak yang baik, berjuang, menempatkan diri kita pada porsi yang sebenarnya, yang sesuai. Saya ini siapa? Aku adalah anak Tuhan. Kalau anak Tuhan, kita harus menunjukkan dan membuat orang lain bahagia di sekitar kita. Amin saudaraku?

 

Amin, jawab umat.

 

Terima kasih, ya. Saya akan melanjutkan. Saya mau memandu, ya, bukan membimbing. Yang membimbing adalah Ibu Maria. Saya pandu anda masuk di dalam kepasrahan bersama Ibu Maria.

 

Supaya anda tahu, sudah disampaikan bahwa kuasa Allah hadir di tengah-tengah kita. Itulah janji-NYA, “AKU menyertai kamu sampai akhir jaman.” Sampai kita dipanggil oleh Allah dalam kedamaian.

 

Jadi, peristiwa ini semua adalah kehendak Allah. Bukan kehendak manusia terjadi. Allah saking sayangnya kepada kita semua, Allah memanggil siapapun untuk bekerja sama dengan Allah dalam karya keselamatan itu sendiri.

Buat saya sih, ya cukup menderita buat saya. Pikir anda saya seperti ini, menurut ukuran dunia, saya hebat gitu? Nggak! Saya banyak menderitanya, ya. Cukup… cukup banyak menderita, tapi saya senang. Apa sih penderitaan itu? Mungkin,… sekarang umur saya sudah 63 tahun. Tapi, nanti 70-lah, mati. Masa aku menolak penderitaan?! Padahal penderitaan itu,… sungguh-sungguh iman yang tumbuh. Siapapun yang mau menderita dalam Yesus,…imannya akan tumbuh subur. Karena dalam penderitaan itu, kita akan bertemu dengan Yesus.

Ini, yang mau saya sampaikan.

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

Dengarkanlah AKU baik-baik. Mengertikah kamu, kata Tuhan. AKU mengasihi kamu dengan sempurna. Dan menunggu kamu di surga dengan setia.

 

Hai anakKU, dimanakah kesetiaanmu kepadaKU? Ini kata Tuhan. Tidak lagi kamu berjalan sendiri bersama dunia, tetapi datanglah kepadaKU, dimana AKU menunggumu di surga, kata Tuhan Yesus. Tinggalkanlah masa lalumu, dan janganlah kamu sekali-kali percaya dengan semua perbuatan2 dunia nanti kamu semua disesatkan oleh dunia, kata Tuhan.

 

Tinggalkan kebiasaan-kebiasaan itu dan jangan lagi kamu mendua hati, kata TUHAN, celakalah kamu bersama dunia.

 

Tapi datanglah kepadaKU, kata Tuhan Yesus, AKU dapat memberikan apa saja dalam kehidupanmu, maka setialah kepadaKU, kata Tuhan Yesus.

 

Renungkan apa yang telah AKU katakan kepada kamu, AKU akan melihat dari surga, kata Tuhan Yesus, apakah engkau benar-benar menyadari apa arti hidup yang KUberikan kepadamu.

 

Persembahan yang baik, kata Tuhan, melayani, mengasihi, mencintai antara satu dengan yang lain. Itulah perjalananKU, hai anakKU. Mengertilah semuanya, AKU akan menurunkan kuasaKU ke bumi ini, AKU akan memurnikan dunia ini anakKU, kata Tuhan.

 

Maka AKU kirim, AKU antar, IBUmu, untuk menyampaikan apa yang menjadi rencanaKU di seluruh bumi ini.

 

Itu benar ,kata Tuhan, AKU akan memisahkan semua itu: yang percaya dan setia dia selamat dalam namaKU, yang tidak percaya dia akan celaka bersama dunia ini.

 

AKUlah keselamatan itu, kata Tuhan, karena AKU Allah, yang menciptakan kamu,yang memberikan kamu hidup dengan segala kebutuhan tetapi dimanakah rasa syukurmu kepadaKU?, ini kata Tuhan. Janganlah kamu bersenang senang dengan dunia, kata Tuhan Yesus

 

Mulailah!, mulailah kamu hidup baru, perbaikilah hidupmu, maka AKU ada bersamamu, kata Tuhan

 

Baiklah , anak-anakKU inilah kuasaKU bersama anak ini, AKU menyatakan diriKU, Aku menyapa kamu semuanya. Inilah Aku! Aku tetap AKU, kekal dan abadi! Di luar AKU tidak ada tempat bagi mereka yang tidak percaya kepadaKU; tempat telah Ku sediakan bagi mereka yang percaya dan setia. Surgalah bagi kamu semuanya karna Aku ada disurga, Inilah kata Tuhan Yesus yang menyampaikan kepada kita semuanya. 

 

Baiklah anak-anakKU, kata Tuhan, dan  renungkanlah semua apa yang KUkatakan kepada kamu semuanya, dan sampaikan kebenaran ini, jangan takut, kata Tuhan. Siapapun yang menyampaikan kebenaran tentang AKU, AKU ada bersamanya kata Tuhan Yesus. Aku menunggumu disurga. Datanglah anakKU, dekatkan dirimu kepadaKu, dan serahkan seluruh jiwa dan ragamu kepadaKU, karna engkau adalah milikKU seutuhnya. Dengarkan baik-baik, dirimu bukan milik dunia, dunia menghancurkan manusia, menyesatkan manusia, kata Tuhan. Maka Aku menyertai kamu dan tidak pernah meninggalkan kamu sendiri di dunia ini., ini kata Tuhan Yesus. (bdk Matius 28:20,red).

 

Berbahagialah kamu mendengarkan Aku saat ini.Inilah AKU mengatakan benar kepada kamu semuanya, kebenaran adalah AKU sendiri yang bertahta disurga. AKU menunggumu anakKU, datanglah!, Aku menunggumu.

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Selamat malam untuk anak-anakKU semua yang ada disini.

 

Selamat malam ibu , jawab umat

 

Terimakasih , salammu itu kau berikan kepadaKu.

 

SalamKu juga kepadamu Alexius.

 

Terimakasih anakKu engkau setia dalam kebenaran ini bersama Aku ibumu untuk anak-anakKU semua yang ada disini, terimakasih.

 

Dan juga putri-putriKu, terimakasih atas kehadiranmu ditempat ini.

 

Dan terimakasihKu kepadamu, hai anakKu yang Aku kasihi, Dominica. Terimakasih engkau sudah berjuang. Engkau berjuang dalam kebenaran. Engkau telah mengumpulkan anak-anakKu dirumahmu ini. Berbahagialah engkau membuka hati, walaupun saudara-saudaramu menolak kebenaran ini. Tapi percaya, engkau akan menang, engkau akan menang dalam kebenaran ini. Terimakasih Dominica atas kebaikanmu, melayani anak-anakKu dengan baik ditempat ini, terimakasih. 

 

Dan terimakasihKu juga kepada kamu yang bersama Agnes dan kamu semua yang datang ke tempat ini, terimakasih untuk kamu semuanya.

 

Terimakasih , jawab umat.

 

Terimakasih, Aku bahagia. Mengertikah engkau bahwa Aku dari awal sampai saat ini Allah berkenan menghantarkan Aku untuk bersamamu ditempat ini?

 

Terimakasih ibu , jawab umat.

 

Terimakasih. Dan juga, Aku bahagia! Kamu Alexius, telah menyampaikan kebenaran ini dengan baik. Tetapi, … kamu belum percaya, apa yang telah kau sampaikan itu, bahwa benar. (Rm Alexius ragu, tidak yakin bahwa perumusan penyampaiannya sudah tepat/ benar, red.)

 

AnakKu Alexius, lihatlah, belajarlah kamu dari Kitab sucimu: siapakah mereka yang dipanggil Allah? Untuk bersatu dengan Allah , untuk bekerjasama dengan Allah, untuk menyampaikan karya keselamatan, Penebusan Allah kepada manusia? ( para rasul, red ) Itu, …. mereka-mereka,…. biasa-biasa!

 

Mengapa tidak para imam-imam Farisi yang diambil, yang dipanggil oleh Allah,  untuk menjadi saksi tentang kebenaran, tentang Allah sudah datang kebumi ini? Sulit, sulit untuk itu semuanya.

 

Alexius, percayalah, engkau akan mengerti. Tuhan akan memberikan pengertian itu kepadamu saat-saat terakhir ini, itu benar. Para imam,…. para imam tidak mengerti. Sebenarnya sudah ada di kitab sucimu. Mereka tidak mau susah, tidak mau menerima pekerjaan-pekerjaan yang berat seperti kamu saat ini. Mereka mau senang, hidup senang sebagai seorang imam dalam kehidupannya.

 

Semua sudah ada dalam kitab suci. Tidak ada yang menambahkan, dan mengurangi tetapi para imam banyak menguranginya karena mereka merasa cukup berat kalau itu diterima sepenuhnya dalam kehidupannya untuk melayani anak-anak Tuhan di bumi ini.

 

Itulah pengertian yang sebenarnya.

 

Hanya dalam kelompok ini semua dibukakan oleh Allah. Tidak ada disembunyikan lagi, supaya engkau mengerti. Supaya benarlah imanmu untuk menyembah Allahmu di surga.

 

Anak-anakKu, kamu semua yang ada disini, jangan bertanya lagi dalam hatimu: “ini benar Ibu Maria?” Sudah tidak waktunya lagi untuk bertanya. Tetapi terimalah kebenaran ini dan lakukan dalam hidupmu saat-saat terakhir ini. Itulah kekuatanmu untuk menyambut kuasa Allah untuk memurnikan dunia ini.

 

Kalau bertanya terus, sampai kapankah itu selesai pertanyaan? Tapi kau tidak mendapatkan apa-apa dalam kebenaran ini yang telah disampaikan untuk kamu semuanya.

 

Anak-anakKu, jangan kamu melihat Agnes, Agnes tidak berbuat apa-apa terhadap kamu, tidak berbuat salah terhadap kamu. Dia hanya menerima tugas ini dengan baik. Janganlah sekali-kali kamu menghakimi Agnes, bukan Agnes melakukan ini semuanya, tetapi kehendak Allah yang terjadi. Kalau kamu menghakimi Agnes berarti kamu telah menghakimi Allah yang telah memberikan tugas ini kepada Agnes.

Memang, sulit, baru kali inilah terjadi. Inilah saat-saat terakhir supaya kamu mendengar semuanya, tentang kebenaran yang datang dari surga supaya kamu bisa bersaksi tentang kebenaran ini maka Agnes diambil oleh Allah di dalam kehidupannya untuk menyampaikan pesan-pesan dari surga.

 

Supaya kamu semua tahu yang ada disini, roh Agnes sedang berdoa, berdoa,.. apakah kamu saat ini berdoa dalam hatimu?

 

Anak-anakKu, berdoa yang benar adalah berdoa yang mengalir, seperti sungai yang mengalir, terus menerus, bukan berdoa sesaat, dimana saja, kamu bisa berbicara dengan Allahmu di surga.

 

Anak-anakKu, IMAN, iman membuka semuanya, iman memberikan pengertian semuanya; tetapi iman yang mana yang ada dalam kehidupanmu?

 

Iman yang benar tidak kuatir akan hidup, tidak takut akan hidup. Iman yang benar hanya bersandar kepada Allah, hanya menyerahkan semua kehidupannya kepada Allah, bukan kepada dunia. Iman yang benar melakukan apa yang menjadi kehendak Allah. Kalau kamu melanggar kehendak Allah, kamu belum beriman.

 

Sampai disini kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Baiklah, kalau kamu mengerti, mengertilah! Firman Tuhan itu adalah untuk menentukan hidupmu, supaya kamu sampai kepada tujuanmu, adalah Allahmu di surga. Kalau engkau tidak bersahabat dengan Kitab Suci, kamu tidak akan mengerti apa yang menjadi kehendak Allah di dalam kehidupanmu. Itulah kekuatanmu.

 

Firman Allah yang hidup menguatkan kehidupanmu, sehingga iman tumbuh dan kau selalu berbuat baik. Berbuat baik dan ingin selalu berbuat baik, bukan dipaksa untuk berbuat baik. Itulah iman. Tetapi kalau kamu masih dipaksa untuk berbuat baik, untuk mengasihi, untuk mencintai, untuk melayani, kamu belum mempunyai iman.

 

Sampai disini sudah mengerti?

 

Mengerti ibu, jawab umat.

 

Ya berat, ukuran pikiran manusia berat. Tetapi….. kehendak Allah dalam Roh, apabila engkau terbuka hatimu, itu indah sekali, kamu hidup bahagia, engkau hidup bersukacita, kamu saling melayani, menolong, damai, dan tidak tergoyahkan oleh dunia ini. Kau tetap bersatu dan setia kepada Allahmu di surga.

 

Itu IMAN. Setia, .. setia !

 

Anak-anakKu, kalau kamu masih mendua hati, itu bukan iman, engkau bagian dari kehidupan dunia. Jangan lagi kamu mendua hati, menyembah-menyembah roh yang datang dari dunia, tetapi sembahlah ROH YANG HIDUP, ALLAHMU DI SURGA!

Roh yang ada di dunia ini, roh yang menyesatkan, jangan mau kamu disesatkan! Tapi (kalau) kamu mau disesatkan, nanti kamu pulang membawa kepedihan, membaawa kesedihan, engkau tidak akan bahagia menghadap Allahmu di surga. Tinggalkan itu semua, anak-anakKu, dan sampaikan kebenaran ini kepada imam-imammu yang ada disini : persembahan kepada kuasa-kuasa kegelapan, akan hancur bersama dunia.

 

PEMURNIAN: ini jelas! Manusia dimurnikan, diperjelas tentang iman, dan diantar kepada Allah supaya pemurnian ini sungguh-sungguh membahagiakan kamu semuanya, bukan menakutkan! Orang yang bodoh, dia akan takut. Orang yang tersesat, dia akan takut. Dia mendua hati, dia akan takut. Maka ketakutan itu datang dari dunia; maka jangan sekali-kali lagi kamu menyembah roh-roh yang ada di bumi ini; tetapi sembahlah ROH YANG HIDUP, ALLAHMU DI SURGA.

 

Apa kamu sudah mengerti?

 

Mengerti ibu, jawab umat.

 

Apakah kamu masih melakukan itu?

 

Ya ibu, jawab sebagian umat.

 

Baik, Aku datang, Aku diutus oleh Allah untuk memperjelas, bagaimana iman yang sebenarnya, yang harus hidup dalam kehidupanmu. Ini masih banyak di seluruh bumi. Ini banyak di kotamu ini, masih banyak anak-anakKu yang tersesat dan imam-imammu tersesat dan mengakui hal-hal seperti itu. Aku sedih, dimanakah iman para imam?

 

Apakah iman itu hidup dalam pikirannya? Yakh, iman itu hidup dalam pikirannya, itulah maka terjadi sesuai dengan kehendaknya.

 

Tidak bisa! Iman hanya kepada ALLAH, yang mengasihi kamu, yang memberikan kamu hidup, yang menyelamatkan kamu dari dunia ini. Inilah yang aku sampaikan kepada kamu semua yang ada disini.

 

Sampai disini kamu sudah mengerti?

 

Mengerti ibu, jawab umat.

 

Kalau kamu sudah mengerti, lakukan yang benar, supaya imanmu benar.

Jangan dikira, kenapa Maria banyak bicara? (di antara yang hadir ada yang mempertanyakan dalam hati, mengapa Ibu Maria banyak bicara?, red) Sejak dulu, Aku hidup banyak bicara, bukan semua disimpan dalam hati. Pengertian itu bukan seperti itu. (bdk Lukas 2:19, 51 , red)

 

Aku menerima sepenuhnya kehendak Allah, Kujaga baik-baik di dalam hatiKu, itulah perjalananKu anak-anakKu.

 

Berbahagialah kamu semua, engkau mendengarkan ini semua melalui Agnes. Anak inilah terpilih di negaramu ini, semua ada ceritanya, perjalanan Agnes sampai dengan sekarang tidak main-main, bukan di buat-buat, tidak! Dari awal sampai saat ini ada ceritanya. Supaya kamu mengerti, Agnes menerima semua ini bukan sekejap!

 

Dia anak dunia yang tidak mengenal Allah, tetapi mereka punya ilah di bumi ini, mereka tidak punya Allah.

 

Allah itu adalah ALLAH YANG KEKAL DAN ABADI, Allah nenek moyang para nabi (bdk Lukas 20 : 37-38, red )sampai dengan sekarang. Ini yang Aku katakan kepadamu. Anak dunia, Agnes anak dunia diambil oleh Allah untuk bersaksi tentang dunia, bukan main – main, tetapi para imam menghakimi dengan iman yang tumbuh didalam pemikirannya. Berarti hasilnya dari dunia. Kalau iman tumbuh dalam hati hasilnya dari surga.

 

Alexius , tidak lagi kau mengatakan (dalam hatimu, red) apa yang kau katakan itu semuanya tidak ada. Engkau bisa, saat ini juga engkau bisa! Kuasa Allah menyertaimu. Berbahagialah engkau. Alexius, Allah mengasihimu. Engkau dipanggil oleh Allah. Diberikan kepadaKu bersama Agnes untuk melayani anak-anakKu, berbahagialah. Tidak ada lagi keluh kesah yang selalu engkau nyatakan dalam hidupmu. (tidak yakin akan kemampuan, red) Bersyukurlah, bersyukurlah. Engkau lebih dari mereka-mereka itu semuanya walaupun imam-imam yang tertinggi, mereka tidak mendapatkan itu semua.

 

Berbahagialah engkau Alexius, engkau akan menjadi saksi tentang kebenaran ini.

Aku Ibumu Maria, dan Aku berharap tidak lagi berkeluh-kesah tetapi bersukacitalah Allah memanggilmu saat-saat terakhir ini. Engkau mengalami, maka engkau akan menjadi saksi, tidak lama lagi semua akan terjadi.

 

Lihat, lihat dan tunggu dengan sabar, dengan iman, bukan dengan ini (menunjuk dahi, red) dan perasaanmu, itu menganggap ini (pemurnian, red) terlalu lama….. tetapi kalau kita menunggu dengan iman, kita akan mengalami dengan sukacita di saat kita menunggu hari itu datang ke bumi ini.

 

Dengarkan Aku, Alexius, bagaimana mereka,yang kau sampaikan ini kepada mereka,

 

Lebih lagi mereka, mungkin….. saya pikir, tidak seperti itu. Tumbuhkan iman mereka dengan apa yang kau sampaikan tentang kebenaran ini. Tumbuhkan iman mereka, supaya mereka kembali kepada Allah. Yakinkan kepada mereka yang ada disini, hanya Allah yang bisa menyelamatkan mereka, bukan pikiran, perasaan dan kehendak bersama dunia, tidak! Tetapi iman bersatu dengan Allah, maka terjadilah semua itu, bahagia, damai, sejahtera.

 

Percaya! Kata percaya itu harus ditumbuhkan dalam hati kita masing-masing.

Percaya! Tetapi manusia, kamu itu lebih percaya dengan semua apa yang terjadi di dunia ini, kamu langsung percaya dan melakukannya. Itulah pikiran dan perasaan yang akan mati dan hancur bersama tubuhmu. Tetapi iman, bersatu dalam roh akan menghadap Allah bersukacita. Mengerti sampai disini?

 

Mengerti ibu, jawab umat.

 

Para imam-imam tidak mengerti, tetapi kalau mereka mau menerima semuanya, utuh, dari perkataan Tuhan melalui Kitab Sucimu, mereka akan mengerti.

Mereka mau mengecut, (=memotong) ini untukku, ini tidak, tidak usah!

 

Terima semua penuh perkataan Tuhan dalam kehidupanmu, itulah iman! Supaya kita diatur oleh Allah, perjalanan hidupmu, melalui Firman Allah yang hidup di dalam Kitab Sucimu, mengerti?

 

Mengerti ibu, jawab umat.

 

Kamu malas untuk membaca Kitab Suci! Bagaimana mungkin kamu bisa mengenal Allah, kalau tidak akrab, tidak cinta, tidak rindu akan Firman Allah di dalam Kitab Suci.

 

Maka kamu tergoyahkan oleh perintah-perintah dunia.

 

Sekali lagi, Aku, Ibumu Maria, melarang kamu untuk mendua hati, persembahan kepada dunia, mau?

 

Mau, Ibu, jawab umat.

 

Sampaikan itu kepada imammu. Kalau mereka mau, berbicara, kumpulkan! Agnes dan engkau Alexius, bicara kepada mereka.

 

Itu menyesatkan! Imam-imamu menyesatkan! (penyampaian oleh imam bahwa diperbolehkan tetap membawa persembahan kepada nenek moyang /sesajen di kubur sebagai kebiasaan etnis Cina, walaupun sudah dibaptis Katolik,red), tetapi dia akan menanggung dosa itu sendiri. Bukan kamu saja, tetapi dia juga akan menanggung dosa itu sendiri karena dia menyesatkan kamu kepada dunia.

 

Mengapa kamu membawa persembahan kepada dunia? Persembahkanlah itu semua kepada orang yang membutuhkan pertolonganmu. Jangan sia-sia berkat itu kamu berikan kepada dunia, iblis-iblis yang terkutuk itu, tetapi berikanlah berkat itu pada orang-orang yang membutuhkan di sekitarmu. Itulah iman!

 

Mengerti? 

 

Mengerti ibu, jawab umat.

 

Jangan sia-siakan hidupmu, hai! Nanti kamu, di saat engkau dipanggil, engkau akan menangis dan menderita, terlambat kamu menyesal. Aku ingin kamu semua dipanggil dalam kebahagiaan, kamu mau?

 

Mau Ibu, jawab umat.

 

Kalau kamu mau, tinggalkan semua itu, datanglah kepada Allahmu di surga yang menunggu kamu di surga dengan setia, dengan kasih dan cinta. Belum, belum turun penghakiman, mengerti kamu?

 

Mengerti ibu, jawab umat.

 

Saatnya akan tiba, nanti kamu akan mengerti :walupun kamu mengatakan aku adalah anak Allah, tetapi kamu tidak beriman, kamu akan mengalami penderitaan di saat pemurnian itu turun ke bumiini, kau akan menangis dan menderita. Terlambat kamu menyesal !

 

Jangan dikira siapa yang tidak setia dia akan menderita, tetapi saat inilah kamu mulai hidup baru, saling mengasihi dan mencintai dan melayani. Dan berkelompok-kelompoklah kamu untuk melayani saudara-saudaramu. Dan sampaikan kebenaran ini

 

kepada mereka-mereka semuanya. Apa kamu bersedia?

 

Bersedia ibu, jawab umat.

 

Trima kasih, kalau kamu bersedia, sekarang aku minta kepadamu, tinggalkan kebiasaan itu, kebiasaan nenek moyangmu, itu salah, itu sesat,itu ajaran dari dunia.

 

Jangan hidup kau sia-siakan bersama dunia.

Anak-anakKu yang aku kasihi, inilah aku ibumu, menyampaikan ini kepada kamu semua yang ada disini. Apakah kamu mau berkelompok-kelompok?

 

Mau ibu, jawab umat.

 

Baik, aku berdoa dari surga, melihat kamu dimana kamu berkelompok-kelompok saling mengasihi dan saling melayani, jangan lupa tolonglah saudara-saudaramu yang menderita. Dalam kebersamaan itu kamu bisa menolong saudara-saudaramu, mereka adalah anak-anakKu. Aku bekerjasama dengan kamu, karena kamu masih di dunia ini, maka kamu yang bekerja, aku berdoa di surga dimana kamu melayani, kamu mengerti?

 

Mengerti ibu.

 

Mengerti, terima kasih, kalau kamu mengerti.

 

Baik, Alexius, apa yang kau katakan, itu semua adalah baik. Kalau kamu mau membuka lagi, masih banyak lagi yang belum kau mengerti di dalam Kitab Sucimu. Engkau seorang imam, engkau harus bisa menyerap kebenaran-kebenaran itu melalui Kitab Suci, dan sampaikan kepada anak-anakKu supaya mereka menjadi bahagia. Itulah pekerjaanmu, tugasmu saat-saat terakhir ini. Terima kasihKu untukmu Alexius! Terima kasih anakKu yang Aku kasihi, dan semua kamu yang ada disini, hai putri-putriKu, di hari tuamu, dekatkan dirimu kepada Allah, kesetiaanmu itu menunjukkan iman kepada Allah yang benar. Tapi juga kamu tidak boleh mendua hati (umat tertawa). Hai putri-putriKu, tidak lagi! Tidak lagi ! Nanti kamu akan sia-sia. Engkau dipanggil untuk bersatu dengan Allah, tetapi kamu masih percaya tentang hal-hal yang menyangkut dunia. Doaku menyertaimu, kesetiaanmu, putriKu. Aku Ibumu Maria, mengasihimu dari surga. Terima kasih, terima kasih untuk semuanya.

 

Terima kasih. Aku percaya kamu mendengarkan semua ini, apa yang Aku sampaikan kepadamu, dan Aku berharap, lakukan ! Jangan (hanya) iya, tetapi lakukan, cepatlah !

 

Karena waktunya sudah…… sudah apa?

Waktunya sudah berjalan bersama kami, jawab umat.

 

Waktu sudah bersamamu, kamu mengalami waktu-waktu yang datang silih berganti itu bersamamu, …ya? Doaku bersama kamu semua, pasti kamu menjadi anak yang baik dan tidak lagi kamu percaya itu dunia…dunia itu, tidak percaya lagi! Kalau imammu mengatakan demikian, marahi dia (umat tertawa), tegur dia, sadarkan dia. Jangan takut, buka Kitab Suci, tunjukkan semuanya kepada dia, ya?

 

Ini yang Aku sampaikan kepada semua, ya… ini semua untuk kamu semua. SalamKu untuk Isak Doera ya, juga untuk Herribertus, segera.. sampaikan salamKu, segera selesaikan, supaya bergabung bersama kamu semua untuk saat-saat terakhir ini.

 

Dan salamKu untuk imammu yang tertinggi,siapa……?

 

Hieronymus, jawab umat.

 

Ya, anak baik, anak baik. Berbahagialah engkau mempunyai imam yang sungguh-sungguh membuka hati dan mencari kebenaran itu sendiri dalam kehidupannya untuk dia dan untuk kamu. SalamKu untuk dia. Doaku selalu menyertai dia di dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang imam. Terima kasih, terima kasih.

 

Terima kasih untuk kamu semuanya ya.

 

Mari kita bersatu dalam doa, kita datang kepada Allah yang Mahakuasa, yang mengasihi kamu semua dan mengasihi Aku, Ibumu di surga yang sudah bahagia. Mari kita berdoa:

YA ALLAH YANG MAHAKUASA

PADA SAAT INI JUGA JIWAKU KUSERAHKAN KEPADAMU

KARENA ENGKAU YANG MEMPUNYAI BUMI INI

DAN AKU CIPTAANMU (diulangi 3X) Amin

 

Trima kasih untuk semuanya, selamat malam

 

-oo0oo-