Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Jumat Pertama bulan Mei 2009

Di Aula Sekolah St. Fransiscus, Kp. Ambon, Jakarta, 1 Mei 2009

 

 

Pengantar Ibu Agnes

 

Selamat sore Romo Isak Doera, Romo Widi, Saudara-saudariku yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria. Dan juga para frater yang saya kasihi dan Sr.Margaretha yang saya cintai. Semua, kita yang dikasihi Tuhan dan ibu Maria.

 

Di sini, yang baru (pertama kali) banyak? ( sebagian peserta angkat tangan )

Waw!…lumayan ya.Tapi,….yang datang sedikit, ya?! Mungkin ini pembukaan Bulan Maria ya?

 

Ya, kita doakan mereka, supaya mereka berdoa, bersatu dengan Ibu Maria, mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya.

Saudara-saudaraku, saya ini baru pulang dari Kupang, 2 kali. Pertama, 2 hari, (lalu) balik lagi ke Kupang. Masalahnya begini, ya. Mudah-mudahan anda di sini tidak seperti itu, ya.

 

Orang Kupang itu banyak yang masih melaksanakan adat istiadat nenek moyangnya turun temurun. Kebetulan.. , di sana kan banyak anak-anak Kelompok (Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia) ya, bersama Ibu Maria, (ada satu orang) namanya Carlos. Keluarganya ini sangat fanatik dengan adat, sehingga seolah-olah Yesus itu tidak ada. Mereka masih sering mengadakan ritual-ritual, sesajen, sesembahan kepada roh-roh nenek moyangnya.

Nah,… kebetulan ibunya meninggal. Oleh kuasa Tuhan, roh ibu itu dihadirkan berdialog dengan saya dan menangis dengan sedih karena sadar apa yang selama ini dia lakukan itu, salah.

 

Jadi, saya bilang kepada Carlos: “Kamu satu-satunya anak yang ada bersama kelompok ini dan mengerti bahwa perbuatan-perbuatan itu sungguh salah. Hanya kamu satu-satunya yang bisa mendoakan kedua orangtuamu yang saat ini sedang menangis minta doa.”

 

Nah!… 3 hari, 7 hari, 40 hari, mereka mengadakan ritual-ritual itu. Ritualnya kan sangat mengerikan. Kain merah digelar kayak tikar. Di situ ada babi, ada ayam panggang, ada kue-kue, ada buah-buahan, ada kopi, ada teh, ada segala macam, terus ada hio. Hio yang untuk dibakar itu. Terus, mereka ikat kepala pakai kain merah. Mereka menari-nari. Ini yang membuat batu sandungan, yaitu mereka Katolik, tetapi masih percaya tentang hal-hal yang takhayul seperti itu.

 

Kebetulan saya pergi ke Soe untuk pelayanan mengawinkan umat di sana. Mereka itu kawin adat sampai beranak cucu, tetapi mereka belum diberkati di gereja. Kami ke sana, bersama Pastor kerja sama, sehingga orang-orang itu dikawinkan melalui berkat Tuhan, melalui sakramen. (ada sekitar 30 pasang)

Akhirnya, saya bicara dengan Carlos : Hanya kamu satu-satunya yang bisa mendoakan orangtuamu. Tapi, dengan syarat, kamu juga harus menjadi anak yang baik. anak yang baik, yang setia kepada Tuhan itu, Tuhan akan selalu mendengarkan doamu. Doa anak terhadap orangtua sangat erat, karena cinta orangtua kepada anak itu dibawa mati. Ya, dibawa mati.

 

Setelah selesai upacara perkawinan itu, saya pulang.

Saya pulang, Carlosnya menangis, saya ditelepon: “Ibu kembali lagi ke Kupang!” badan saya seperti tercabik-cabik. Baliklah, saya kembali ke Kupang. Akhirnya, kami mengadakan doa arwah bagi kedua orangtuanya. Yang misa arwah ada 3 Pastor. Setelah itu kami berdoa pasrah. Nah, waktu kami berdoa arwah itulah, saya mohon kepada Tuhan, supaya melepaskan semua hukuman karena kegiatan-kegiatan dunia itu, supaya dia diberi pengampunan dan diberikan kebahagiaan oleh Tuhan. Akhirnya Tuhan Yesus mengatakan: “Baiklah! AKU berikan terang baginya, supaya dia sampai kepada tujuan dalam kebahagiaan.”

Berarti, dia terlepas dari penderitaan itu.

 

Di sini masih ada nggak yang seperti itu? Masih ada? Biasanya orang Chinese yang suka begitu?! Ada nggak sembahyang-sembahyang kubur? Ada? Kalau ada tunjuk tangan! Ada nggak? Ada atau tidak?

 

Baik! kalau anda tidak melakukan itu, syukur! Puji Tuhan, karena adat itu tidak bisa menyelamatkan, tetapi menyesatkan, membuat kita jauh dari Tuhan.

Saya bilang, … saat itu kan keluarganya kumpul semua, juga kakak-kakaknya yang seperti itu. Saya bilang: “Kalian membuat sesaji itu, setan itu tidak makan, apalagi roh kedua orangtuamu. Yang makan itu paling kucing.”

Saya bilang begitu. 

 

Ya, itulah yang terjadi supaya anda juga di sini tidak lagi mendua hati, tetapi percayalah pada Yesus yang menciptakan kita, yang membahagiakan kita, yang menyelamatkan kita. Surga ada di tanganNYA. Ya, supaya kita semua sampai kepada tujuan adalah surga.

 

Kita di bumi ini adalah sementara. Tidak lama! Ngapain kita mati-matian banting tulang, sehingga kita lelah dan capek mencari harta, harta dan harta, sehingga kita tidak mendapatkan harta surga yang akan kita bawa pulang nanti menghadap Bapa. Tidak ada lagi aneh-aneh di sini. Saya berharap khususnya saudara-saudaraku yang bersatu dalam kelompok yang melayani bersama saya, jangan lagi macem-macem! Nggak boleh! Tidak!

 

Mari kita bersama Ibu Maria melayani anak-anaknya di Indonesia ini. Bersama Ibu Maria, betapa bahagianya kita diberi kesempatan untuk bekerjasama dengan surga. Ya.

Ini, saya mau omong, supaya saat –saat terakhir ini, kita semua tidak lagi percaya hal-hal yang bau takhayul itu. Tetapi percayalah kepada Yesus, anda akan mendapatkan kekuatan lahir dan batin. Anda percaya nggak?

 

Percaya, jawab umat.

 

Percaya! Kita bangga banget ya punya Yesus. Mereka yang nggak punya Yesus, mereka berharap kepada siapa? Nggak tahu deh, mereka minta kepada siapa? Kita punya Allah yang nyata, yang hidup dan dekat yang selalu menyertai kita. dan ingin dekat, dan selalu dekat dengan kita.

 

Kadang kita sendiri yang selalu menutup hati, ya. Menutup hati dengan segala permasalahan yang kita hadapi, yang silih berganti dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebetulnya, masalahnya itu alami banget. Nggak ada manusia itu lurus, sempurna. Pasti kita menghadapi suka dan duka dalam perjalanan ini. Nggak ada! Nggak ada manusia yang sempurna. Bohong! Nggak! Yang sempurna itu adalah Allah di surga. Kita hanya sempurna sebagai manusia yang dikehendaki Allah (untuk) hidup baik, mengasihi, mencintai, dan melayani. Sebagai manusia, lho! Mesti juga berjuang setengah mati, ya. Tidak semudah itu (untuk) kita menerima yang abadi. Kita harus siap menyangkal diri setiap hari, ya.

 

Saudara-saudaraku semua yang dikasihi Tuhan.

 

Tadi, Romo Widi menjelaskan poin-poin yang kita pegang bersama. Apa yang dikatakan Ibu Maria itu benar adanya. Ada yang tertulis di dalam Kitab Suci, Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Jadi, semua yang disampaikan Ibu Maria itu bukan suatu karangan.

 

Umpamanya, ‘ah Ibu Agnes mengarang-ngarang’, ya? Siapakah saya, sehingga saya bisa berbicara tentang surga. Nggak ada! Saya belum pulang ke surga. Saya kan tidak mengerti surga. Bagaimana keadaan surga, bagaimana di api penyucian, bagaimana di neraka. Nggak ada. Tapi Tuhanlah yang memberikan penerangan itu untuk bekal anak-anakNYA di saat-saat terakhir ini. Saya orang bodoh. Tidak mengerti apa-apa. Tetapi pengertian itu diberikan oleh Tuhan melalui kuasaNYA, melalui mulut saya.

 

Kan dalam Perjanjian Lama, binatang aja disuruh bicara. (bdk Bilangan 22:30, keledai Bileam, red )

 

Apalagi manusia. Terserah Tuhan mau pakai cara apa. Terserah aja, itu hak DIA. Kita semua milikNYA. Dan apa yang dilakukan Tuhan itu semua adalah untuk kita, supaya kita bahagia di bumi ini. Jadi mulai malam ini diingatkan kita selalu akrab dengan Kitab Suci. Ya?

Mulai sekarang Anda mulai rajin membuka Kitab Suci. Jangan disimpan begitu saja, diletakkan begitu saja. Ya? Tanpa Kitab Suci, kita tidak akan mengenal Allah yang sebenarnya. Saya berharap mulai malam ini Anda merenungkan, besok mulailah membaca Kitab Suci supaya kita dikuatkan oleh FirmanNYA itu sendiri. Hidup dan hidup dalam Kehidupan kita. Ya?

 

Kalau kita tidak mengenal atau cinta akan Firman Tuhan, kita tidak tahu apa arti hidup yang dikehendaki Allah. Semua perkataan Allah itu adalah untuk kehidupan kita semuanya, supaya kita sampai, kembali kepadaNYA dalam kebahagiaan. Semua sudah dibekali oleh Tuhan melalui FirmanNYA. Tidak usah kalian mencari sarana-sarana dari luar. Nggak usah. Itu hanya sebagai hiburan aja. Tapi yang sangat riil (nyata –Red), yang sangat dalam kita bersahabat dengan Kitab Suci. Ini yang dimintakan Ibu Maria kepada kita, supaya kita lebih mengenal karya keselamatan yang diberikan Allah kepada kita.

Berbahagialah kita semua yang mengenal Yesus dan semoga kalian cinta akan Yesus. Yesus itu membuat kita semua bahagia. Semua diserahkan untuk kita. Semua perjalanan sejarah dari perjalanan Tuhan untuk kita, supaya kita punya pegangan. Di luar Yesus, tidak ada apa-apanya. Tidak menyelamatkan. Hanya Yesus yang bisa menyelamatkan kita semuanya, ya.

 

“Tuhan Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa”, artinya apa sih?

 

Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa. Jadi, Yesus pulang ke tempat keberadaanNYA dalam kerajaanNYA. Yang Maha Kuasa saat ini menunggu kita, supaya kita semua diselamatkan dengan semua perjalanan rohani yang kita terima dari Tuhan.

 

Terkadang orang tidak mengerti, “Yesus itu kan pengantara kepada Bapa.”

Ya, ampun!… Terus,… Allah yang mana lagi? Itu semua karena Allah menjadi manusia. Pasti Allah berbicara menurut ukuran – ukuran dan bahasa manusia. Pada waktu Allah menyapa Abraham, Allah menyapa Musa, … kan berbeda! Coba kita berpikir. Logika saja dengan jernih, dengan iman. Allah berbicara dengan Maha Kuasa. Menggelegar! Itu yang dihadapi para nabi jaman dahulu. Tapi karena Allah menjadi manusia, mau bersahabat dengan manusia, mau mengantar manusia kepada jalan yang benar, supaya sampai ke surga, Allah memakai bahasa-bahasa manusia. Jangan diartikan bahwa Yesus pengantara kepada Bapa, seakan-akan Yesus yang telah kembali pada kemuliaanNya tidak setara dengan Bapa, bukan itu pengertiannya.Yesus itu siapa?

 

Allah sendiri, jawab umat.

 

Mungkin ada orang Protestan mengatakan bahwa bangsa Israel itu tidak diselamatkan, karena dia tidak percaya kepada Yesus. Lha, saya jawab kembali pernyataan itu. Menurut kamu siapa Yesus?

Menurut orang Israel, orang Yahudi, mereka menyembah Yahwe. Yahwe itu siapa? Yahwe itu: AKU adalah AKU, AKU adalah Allah.

Yesus itu siapa? Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, datang ke bumi ini untuk menebus manusia.

 

Sedangkan kalau kita tidak mengenal Yesus itu Allah, ya, tidak sesuai dengan apa yang dikatakan orang Protestan. Orang Israel tidak selamat karena tidak menerima Isa Almasih, tidak menerima penebusan Yesus, dan mereka tidak percaya bahya Yesus sudah datang ke bumi ini.

 

Lho!… ya, salah itu. Yesus juga menyempurnakan hukum Taurat itu sendiri, menjadi sempurna dan tidak dihapus oleh Tuhan. Itulah yang diimani oleh bangsa Israel, bangsa Yahudi saat ini. Yesus: Allah, Yahwe: Allah. klop! Hanya berbeda kata dan nama. Allah berkati semua. Allah tidak hapuskan semua itu.

Kalau Tuhan datang ke bumi menghapuskan, saya juga berpikir: Tuhan berfirman, sekarang dihapus. Terus, Dia menyebutkan ini. Membingungkan, kan? Enggak. Allah mengatakan ‘A’ ya ‘A’, ‘B’ ya ‘B’, sampai Dia datang kembali ke bumi ini dan pulang kembali ke surga. Supaya jelas, begitu. Ya?

 

Dan berpikirlah frater-frater apakah aku pernah belajar Theologi? Terserah Anda untuk berpikir apa yang saya sampaikan ini.

 

Inilah yang saya sampaikan, dan apa yang disampaikan oleh Romo Widi itu adalah benar. Ibu Maria ada sebelum dunia ini dijadikan. Semua sudah ada dalam Kitab Suci, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Jadi kita sudah jelas dalam kelompok ini, bahwa kita tidak salah dan kita dibukakan apa yang tidak dimengerti diberikan pengertian dari surga dan disampaikan saat-saat terakhir ini, Ibu Maria mau menyempurnakan iman kita semuanya, supaya tidak keliru. Jadi, kelompok ini yang membimbing adalah Ibu Maria. Penasehatnya adalah Rasul Yohanes. Yang memberkati adalah Tuhan sendiri. Dan kita diajak bekerja untuk melayani anak-anakNYA di manapun kita berada.

Melayani, itulah kunci surga. Supaya kita sampai di surga, kita mau melayani. Tidak membuat orang susah, tidak membuat orang menderita, itu juga sudah melayani. Kalau kita selalu membuat orang menderita dengan sikap dan tingkah laku kita, itu kita tidak melayani. Melayani itu adalah kasih dan cinta.

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, mari kita renungkan perjalanan kita sampai saat ini. Apa yang sudah saya perbuat untuk Tuhan, untuk keluargaku, untuk saudara-saudaraku.

 

Mari kita berjuang bersama. Sekecil apapun yang kita perbuat, karena ikhlas, karena cinta, Tuhan memberkati luar biasa. Sebesar apapun kita berikan, tapi sikap kita tidak menunjukkan kasih dan cinta, Tuhan menutup mata. Tidak dilihat. Jadi, mari! Ibu Maria ingin kita semua masuk dalam pelayanan. Layanilah keluargamu, suamimu, istrimu, anak-anakmu dengan baik. itu harapan Ibu Maria. Supaya keluarga ini, keluarga utuh, keluarga kasih dan cinta yang diharapkan semua keluarga ini menjadi keluarga besar dari keluarga Ibu Maria di surga.

 

Yang baru (pertama kali) datang, saya kasih penjelasan seperti itu, supaya anda juga mau merenungkan: aku berbuat apa, aku mau berbuat apa dalam hidup saya. Sungguh, saya katakan demikian.

 

Juga, tidak lagi kita mencampuradukkan iman kita dengan kekuatan-kekuatan dunia yang di sekitar kita yang membuat kita kecewa. Di sini masih ada yang percaya dengan paranormal, dengan dukun-dukun? Suka pergi nggak? Ada yang pergi? Ada. Ada? Ada lah… iseng apa memang sengaja? Ada kan? Ada… Jangan mau ya lagi ya. Bertanyalah saja kepada Tuhanmu di surga pasti dijawab, pasti diberi. Nggak usah bertanya kepada orang-orang yang mengatakan punya ilmu punya ini, itu bohong. Iblis.

 

Saya mau cerita ya tapi ini lucu. Itu ada Bowo anak saya itu pindahan rumah. Pembantunya itu Muslim. Dia suka tahajud tengah malam. Terus datanglah sesembahannya, nunggui dia sedang sholat. Dia ketakutan. Selalu diganggu. Saya bilang sama dia, waktu datang ke rumah. Dia ngadu sama saya, ‘Ibu, saya takut’. ‘Kenapa kamu takut? Kamu kan percaya bahwa jin Islam itu melindungi kamu dan melindungi mesjid. Kamu percaya kan? Sekarang kamu dilindungi waktu kamu sholat. Kenapa kamu takut?’. Ketakutan dia.

 

Tapi, itu kan di rumah anak saya. Dan jin itu juga mengatakan pada pembantu itu, ’kamu jangan pergi dari rumah ini ya? Kamu tetap di sini’.

 

Oh begitu? Supaya kamu bisa mencobai anak-anak dan cucu saya? Ngga bisa.

Akhirnya cucu disingkirkan ke rumah sama pembantu itu semua. Saya bertiga dengan Christine dengan Bapak. Itu Bowo kerja, istrinya juga kerja.

 

Saya ke sana berdoa melepaskan itu, begitu lho. Sudah, tapi ada hal yang lucu deh. Ngga tahu apakah ini tanda, saya juga tidak mengerti ya.

Bapak saya suruh bawa salib sama lilin. Si Christine saya suruh doa di ruang tamu. Begitu saya hentak itu iblis, suruh keluar dari kamar itu, dia menyambar Bapak. Bapak jatuh, bakkk…. gitu.

 

Kubilang,’Tuh… kamu pikir cukup pegang lilin sama salib gini aja, kamu ngga berdoa?’. Eh ini contoh! Jangan kamu kira, kamu pasang salib besar-besar di rumahmu tapi kamu tidak berdoa, tidak dekat dengan Tuhan, tidak berbuat baik, sia-sialah salib itu. Bapak pakai salib, sebelah saya sini. Saya menghentak situ mengusir setan itu. Kesempatan dia nyenggol Bapak. Bapak jatuh tunggang langgang. Bayangin! Ini bener, ini fakta! Sampai jarinya Bapak itu luka.

 

Saya senyum. ‘Kamu tadi sedang apa?’.

 

’Saya anggap enteng sama dia’.

 

‘Itu nggak bisa. Itu pakai pikiran, tapi kalau kamu tadi berdoa, kamu tidak kena.’

 

Begitu kelar, nyamper bapak. Bayangin.

Ini saya mau kasih contoh untuk kalian. Nggak usahlah salib gede-gede di rumah, tapi kalian tidak sesuai dengan kehendak Allah. Sia-sia itu salib. Salib itu bukan jimat. Ini yang terjadi. Bapak Sawarno mengalami kemarin.

Sekarang sudah tidak diganggu lagi. Dia sembahyang tidak diganggu lagi. Nggak bisa kamu masuk ke rumah anak saya ini, nggak bisa. Terus saya bilang: kasih salib itu di depan pintu.

 

Si pembantu bilang: Ibu, jangan dong!”

 

“Hei, ini rumah siapa? Kamu siapa? Kan, kamu belajar. Kamu mengerti nggak Lakum dinukum? Agamamu silahkan kamu lakukan. Ini yang punya (rumah), agama Kristen.”

 

“Taruh!” , saya bilang

 

Saya suruh taruh salib di pintunya itu.

Marah dia (pembantu, -Red), nggak mau dikasih salib.

 

“Huh, keluarlah kamu.”, saya bilang. “Jangan tinggal di rumah anaknya Ibu. Iman Ibu adalah Katolik.”

 

Sekarang, nggak diganggu lagi. Dia sholat, sholat aja.

Jadi, jin yang dikatakan jin, jin Islam katanya, ya. Kalau kita, kata mereka : orang Kristen itu punya jin kafir. Jadi, jin inilah yang melindungi mesjid, melindungi muktamar-muktamar, melindungi orang yang sedang sholat itu sendiri. Itulah, mereka tidak mengerti siapakah itu (jin, -Red). Kasihan, ya.

 

Kubilang:” Kamu tuh, bodoh! Orang kamu berdoa kepada allahmu, kok (jin itu) ada di situ? Menurut kamu siapa itu?”

 

“Nenek saya.”

 

“Bukan nenek kamu. Itu jin!”, yang kamu imani.” , saya bilang.

 

Terdiam dia.

 

Nah, ini pengalaman. Jadi, buat kalian itu, nggak perlu salib besar-besar di rumah, tapi nggak mencerminkan kasih dan cinta dalam Tuhan.

Ini, yang mau saya sampaikan. Bukan sesuatu kesalahan, tapi ini buat contoh oleh Tuhan, untuk apa salib.

Bapak pegang kok salib itu, ikuti saya. Kesempatan iblis itu nendang.

Terus.. gimana itu caranya?

“Tahu nggak, seperti orang main bola.” katanya.

“Kaki kita dijegal. Disrimpet.” katanya

“Oh, gitu, ya. Kapok nggak? Nggak usah main-main dengan iblis itu.” saya bilang.

 

Ini pengalaman, ya, yang saya sampaikan kepada anda. Itu, suami saya bisa seperti itu. Yang dekat dengan saya, sedikit saja tidak berdoa, diganggu. Maka saya bilang, mereka-mereka yang bersama saya pergi melayani untuk mengusir roh jahat itu, kalau mereka nggak siap, saya pikir nggak usah ikut. Nanti, akhirnya mereka-mereka yang kena.

 

Ya, jadi, ini pengalaman. Setan itu bisa berbuat secara fisik. Bisa mengganggu manusia secara fisik, tapi dalam roh, dia (setan, -Red) tidak akan sanggup melukai kita, asalkan kita bersatu dengan Tuhan kita Yesus di surga. Amin?

Amin. jawab umat.

 

 

Pesan Tuhan Yesus

 

Bisakah engkau hening sejenak untuk memikirkan AKU, menerima AKU dalam kehidupanmu?! Hening sejenak! Jangan kamu sibuk! Dunia ini tidak bisa memberikan kamu hidup yang sempurna. (bdk 1 Petrus 4: 7, red)

 

Dengarkan AKU dengan baik. Hari ini AKU datang di antara kamu, juga AKU datang dimanapun kamu berada, bukalah pintu bagi-KU.

 

AKU minta kepadamu: setelah engkau mendengarkan AKU, AKU ingin kamu semua mengerti apa yang menjadi keinginan-KU, harapan-KU. Itu semua, KU-berikan itu untuk kamu, supaya engkau bahagia di bumi ini. Supaya engkau mengerti bahwa engkau punya Tuhan di surga. Itulah AKU yang menunggu kamu semua dengan sabar.

 

Hai, anak-anakKU bukalah hatimu mulai sekarang, karena waktunya sudah dekat dan dekat di antara kamu. Mulailah kamu hidup baik, saling melayani, saling mencintai di antara satu dengan yang lain. Di situlah kuasa-KU datang menguatkan kamu semua, melindungi kamu semua dalam kehidupanmu.

 

Baik! AKU menunggumu di surga, datanglah anak-anakKU, kembalilah kamu semua kepada-KU dan jangan kamu menoleh ke belakang lagi, karena di belakang itu banyak kesesatan. Nanti kamu akan masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini. Siapa yang mengeraskan, dia bertambah keras. Siapa yang menutup hati, dia bertambah menutup hatinya. Siapa yang tidak mau mengerti, dia tidak akan mengerti. Tapi, bukalah hatimu dan berdoalah, sebut nama-KU, maka semua akan menjadi baik dalam kehidupanmu saat-saat terakhir ini.

 

AKU menunggumu di surga dengan setia, kesabaran-KU, supaya kamu semuanya kembali kepada-KU seutuhnya. Sampai bertemu dalam doamu, AKU menunggumu di surga.

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, selamat malam.

 

“Selamat malam, Ibu.” jawab umat

 

Selamat malam.

 

Dan juga kamu, imam-Ku, Isak Doera, Alexius. Terima kasih-Ku, perjuanganmu bersama-Ku untuk melayani anak-anakKU di negaramu ini. Terima kasih-Ku untuk kamu berdua.

 

“Terima kasih, Ibu.” jawab para Romo

 

Terima kasih.

Juga kamu, puteri-Ku. Dan kamu yang dipanggil untuk bersatu dengan Allah, terima kasih, anak-Ku. Aku berdoa supaya kau sampai kepada tujuanmu dalam panggilanmu. Selesai ataupun tidak selesai, kamu seorang imam, diberkati oleh kuasa Allah melalui para imam yang menyertai kamu semuanya. Itulah janji-Ku kepada kamu.

 

Anak-anak-Ku semua yang ada di sini, terima kasih-Ku kamu berkumpul bersama Agnes. Dialah yang Aku berikan kepadamu. Apa yang telah kamu terima saat ini, renungkan semuanya dan berbuatlah dalam kebenaran itu semuanya.

 

Benar! Apa yang telah disampaikan oleh imammu, itu benar. Begitulah ceritanya bahwa Aku ada sebelum dunia ini dijadikan. Itu benar! Kalau para imam mau mengerti dan membaca Kitab Suci, pasti mereka mengerti bahwa inilah Aku yang sudah disediakan Allah bagi dunia untuk Allah datang ke bumi ini menyelamatkan manusia. Itu, Aku. Jangan lagi kamu tidak percaya.

 

Anak-anakKu, hanya dalam kelompok inilah pengertian itu diberikan. Tetapi, sudah ada tertulis di dalam Kitab Sucimu. Cuma, tidak mau mengerti tentang kebenaran itu ada dan tetap ada selama-lamanya.

 

Anak-anakKU, Aku: Ibumu, Maria. Aku datang ke bumi ini. Allah mengijinkan itu semuanya dari awal sampai akhir. Aku, Ibumu menyatakan semua itu kepada dunia. Memang kalau itu dipikir, pastilah itu tidak benar. Itu hanya pemikiran saja. Tidak, anak-Ku! Sungguh! Mereka-mereka yang terdahulu, yang sekarang sudah pulang dalam damai, mereka bekerja bersama Aku, Ibumu. Itulah yang sudah terjadi. Aku datang di seluruh bumi, kini juga Aku datang ke negaramu bersama Agnes. Jangan dipikirkan!

 

Sekarang juga, isi hatiKu-lah yang engkau dengarkan melalui Agnes pada malam ini. Hanya kuasa Allah yang sanggup melakukan itu semuanya dari awal sampai akhir. Allah memulainya, Allah juga menyelesaikannya. Inilah yang Ku-sampaikan kepada kamu saat-saat terakhir ini anak-Ku. Nubuat itu terjadi, sedang terjadi bersama kamu semuanya.

 

Kamu akan menghadapi,… cukup berat. Itulah permurnian dunia. Tidak ada satupun terlepas dari kuasa Allah. Semua akan terjadi di seluruh bumi ini. Anak-anakKu, itu juga ada dalam Kitab Suci-mu. Aku, Ibumu memperjelas semua yang tidak engkau mengerti. Aku beri pengertian itu, supaya kamu dapat memepersiapkan dirimu dengan baik.

 

Anak-anakKu, hiduplah kamu dalam doa, hiduplah kamu dalam kasih, hiduplah kamu dalam cinta, hiduplah kamu saling melayani. Itulah kekuatanmu nanti.

 

Engkau akan selamat dari segala bencana yang akan kamu hadapi bersama di seluruh bumi,… negaramu ini. Anak-Ku, berbahagialah kamu masuk dalam kebenaran ini, agar kamu tidak sendiri mengalaminya. Sungguh! Aku, Ibumu mengatakan benar. Peristiwa itu sudah bersamamu, anak-Ku, sudah bersamamu.

 

Kuatkan dan saling menguatkan dalam perjalananmu. Aku, Ibumu, Maria mengasihi kamu semuanya, supaya kamu jelas. Aku, Ibumu bekerja sampai Allah datang ke bumi ini, selesailah sudah. (kiamat, red) Tapi, kamu tidak mengalaminya.

 

Tetapi, pemurnian ini, kamu akan mengalaminya. Sungguh berat buat kamu.

Anak-anakKu, Aku minta kepadamu semuanya: berkelompok-kelompoklah kamu saat-saat ini. Hidup dalam doa, saling mendoakan dan melayani. Nanti, kamu tidak sendiri apabila pemurnian itu turun di antara kamu. Berdoa, … berdoa, melayani.

 

Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, Agnes, anak ini, saat terakhir ini, dipakai untuk memperjelas nubuat-nubuat yang telah tertulis di Kitab Sucimu, dibukakan kembali melalui Agnes. Tetapi, bukan Agnes yang memberikan pengertian kepada kamu. Surgalah yang memberikan pengertian itu semua kepada kamu.

 

Hai, anak-Ku, jangan kau kuatir, takut tersesat. Tidak! Kamu tidak tersesat. Mulailah kamu untuk memulai hidup baru dalam kehidupanmu masing-masing. Damai anak-Ku, damailah kamu semua saat-saat terakhir ini. Sebentar lagi kamu akan mengalaminya. Sungguh, Aku, Ibumu, Maria menyampaikan ini kepada kamu supaya kamu siap menghadapinya. Inilah, Aku, Ibumu mengatakan benar kepada kamu semuanya.

 

Dan harapan-Ku juga kepada Alexius, anak-Ku, teruslah bekerja bersama Aku : Ibumu; bersama Agnes dan anak-anakKu. Sabarlah menunggu waktu yang dijanjikan Allah bagi kamu. Engkau akan menang. Siapapun para imam membuka hati bersama Aku, Ibunya, dia menang … Dan dimenangkan oleh Allah, dan menjadi saksi atas kehadiran kuasa Allah untuk memurnikan dunia ini.

 

Aku berharap kepadamu, Alexius, bersabarlah anakKu. Segera… segera akan engkau alami, engkau hadapi semua peristiwa silih berganti di negaramu ini. Aku minta kesetiaanmu untuk melayani bersama Aku, Ibumu di surga.

 

Dan juga untukmu, Isak Doera, anak-Ku yang Aku kasihi, bersabarlah anak-Ku. Jangan!… jangan dikira…dikira penderitaan itu tidak berguna bagimu. Sangat… sangat berguna! Hai, anak-Ku, Isak Doera! Allahmu menyertaimu. Aku, Ibumu menyertaimu di dalam pelayananmu dengan caramu, Tuhan berkati. Isak Doera, percaya semua akan menjadi baik dalam kehidupanmu.

 

Dan Aku menyampaikan ini semua kepada kamu, menjadi saksilah kamu semua dalam kebenaran ini. Apabila itu terjadi, kamu ingat bahwa Aku, Ibumu sudah mengatakan kepada kamu semuanya. Terima kasih atas kesediaanmu berkumpul bersama dan mendengarkan kebenaran ini. Renungkan anak-anakKu semua yang ada di sini. Bawalah semua dalam doamu. Buatlah… cepatlah bekerja. Pasti semua akan menjadi baik di dalam perjalananmu. Terima kasih untuk kamu semuanya.

 

“Terima kasih, Ibu.” jawab umat

 

Terima kasih.

 

Dan terima kasih-Ku kepadamu, Isak Doera.

 

“Terima kasih, Ibu.” jawab Romo Isak

 

Terima kasih, anak-Ku, Alexius.

 

Terima kasih juga untuk kamu semua putri-Ku semua, semua dan semuanya. Dan juga untuk Agnes. Salam-Ku untuk dia. Biarlah dia meneruskan pelayanan ini sampai itu berakhir. Biarlah dia mengerti bahwa dia sungguh-sungguh bekerja dan mengerti apa yang Ku-katakan ini kepada kamu semuanya. Salam-Ku untuk Agnes, untuk keluarganya, untuk anak-anaknya. Doa-Ku menyertai mereka semuanya. Dan kamu semua, Aku bawa di dalam doa-Ku di surga.

 

 “Terima kasih, Ibu.” jawab umat

 

Terima kasih untuk kamu semuanya. Mari kita satu dalam doa dan kita saling menguatkan, dan Aku antar kamu kepada Allah Bapa Yang Maha Kuasa, yang bertakhta di surga, dengan doa ini. Kita bersatu sehati sejiwa bersama-sama seisi surga. Kita satukan doa ini.

Mari kita berdoa:

YA ALLAH YANG MAHAKUASA

PADA SAAT INI JUGA JIWAKU KUSERAHKAN KEPADAMU

KARENA ENGKAU YANG MEMPUNYAI BUMI INI

DAN AKU CIPTAANMU (diulangi 3X) Amin

 

Terima kasih untuk kamu semua anak-anakKu. Selamat malam!

 

 

“Selamat Malam. Terima kasih, Ibu.” jawab umat

 

-oo0oo-