Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Jumat Pertama Bulan Februari 2009

Di Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia, Cimahi, 9 Februari 2009

 

 

Pengantar Ibu Agnes

 

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria.

Para romo yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria.

 

Malam ini, kita bergabung kembali untuk bersatu dengan Ibu Maria. Ibu Maria ingin sekali memboyong kita semua , mengajak untuk kembali kepada Allah. Itulah yang dikehendaki Ibu Maria di surga.

 

Betapa bahagianya Ibu Maria, apabila anak-anaknya semua menjadi anak yang manis, di manapun dia berada. Saat ini, kita sudah mengalami banyak masa sulit, yang sudah turun ke bumi ini. Khususnya di Indonesia bertubi-tubi , banyak penderitaan yang dialami.

 

Pesan Ibu Maria bulan lalu:”Kamu akan mengalami banyak penderitaan tahun ini.”

 

Sudah dimulai kan?

 

“Sudah.”, jawab umat

 

Sudah! Bukan saja di negara kita, juga negara lain mengalami seperti ini. Tapi saya berharap jangan ada dulu musim dingin. Itu harapan saya, karena masih banyak yang harus kita kerjakan yang belum kita kerjakan, yang belum kita selesaikan di dalam kehidupan kita masing-masing.

 

Tadi, Rm.Widi menyampaikan kerinduan Rm. Ngatmo untuk membangun tempat doa. Kata Ibu Maria, jika dibahasakan dengan bahasa kita, : “Sebenarnya tempat doa itu sudah ada di antara kamu, tetapi kalau kamu menginginkan, ya, silahkan saja.”

 

Rm. Ngatmo sudah menyerahkan proposal untuk mencari dana kepada saya. Lalu, saya berbuat apa? Saya berharap dengan anda yang ada di sini, mungkin kalau anda mau mengirim ke rekening sana juga boleh. Tadi, kata Romo Widi, kolekte kedua. Apa sudah dilakukan ?

 

“Sudah”, jawab umat.

 

Tapi masih ada yang pakai kalung, tuh?! Apakah kalung itu dicopot lalu dimasukan ke kantong kolekte? Apakah dompet yang tebal sudah dimasukkan ke kantong kolekte?

 

Pasti kalian belum sampai ke situ ya?

Belum!

 

Pemberian itu tidak terbatas, ya. Pemberian itu spontanitas tanpa menghitung-hitung berapa yang harus saya berikan, berapa yang harus saya bantu. Inilah yang diajarkan oleh Ibu Maria. Kalau kita memberi bukan dari kelebihan. Justru dari kekurangan saya , saya juga bisa memberikan. Kalau kelebihan itu bukan memberi. Sama saja bohong. Benar tidak?

 

“Benar”,  jawab umat.

 

Saya berlebih, baru saya bisa memberi. Berinya juga ngitung. Saat kita mempersembahkan kepada Allah, jangan menghitung. Kalau sudah menghitung, batal semuanya. Sia-sia apa yang kita berikan. Itu tidak ada artinya.

 

Kalau kita menolong orang lain, itu sebenarnya tujuannya, kita mempersembahkan kepada Allah. Jangan pikirkan orang itu, tapi relasi saya dengan Allah bagaimana, kedekatan saya, kerinduan saya, cinta saya kepada Allah? Apa yang harus saya berikan sebagai rasa syukur saya kepada Allah?

 

Jangan kita memberikan sumbangan itu, melihat individu atau sikon atau kebutuhan orang itu seberapa? Tidak bisa seperti itu.

 

Ibu Maria mengajarkan: “Berilah kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan. Apapun yang kau berikan dengan hatimu yang tulus, itu sangat berarti di hadapan Allah. “

 

Harta kita , sebenarnya dari sesama. Itu yang perlu kita pikirkan kembali. Hartaku ada dalam sesama. Bukan hartaku : aku doa, rajin ke gereja, menyambut komuni, sudah cukup. Tidak!

“Tidak”, kata Tuhan.

 

Saya kasih contoh. Ada yang sakit.

“Ah, baru masuk rumah sakit. Besok saja menengoknya atau lusa.”

 

Kok kita malah mendoakan orang berlama-lama di rumah sakit. Kalau kita sudah dengar si A sakit, ayo kita besuk. Kecuali, saya tidak bisa jalan, apa boleh buat.

 

Atau terkadang, kita mengatakan: “Aku tidak bisa datang ya. Aku kirim doa.”

Didoakan di rumah, dalam kelompok, atau kirim doa dalam misa untuk seseorang itu yang sedang sakit.

Lho, kok lucu!

 

Tuhan tahu apa yang harus dibuat untuk orang itu. Tapi, Tuhan bertanya; “Kamu sudah berbuat apa untuk orang itu?”

“Kamu meminta kepada saya untuk orang itu sembuh. Terus, kamu sudah berbuat apa ?”

Dikembalikan oleh Tuhan kepada kita. Tuhan menuntut juga kepada kita. “Kamu meminta , tetapi, kamu sendiri sudah berbuat apa?”

 

Kita hidup hanya 24 jam. Ingat saudara-saudaraku! Tidak lama. Saya ngomong, mungkin besok atau nanti malam saya bisa pulang.

Tapi, hari-hari buat saya, buat anda, itu hari yang sungguh-sungguh, yang indah kita persembahkan untuk Tuhan. Jangan kita menyibukkan diri untuk mencari keinginan-keinginan daging yang cukup banyak. Sia-sia!

 

Kata Ibu Maria: “Jangan kamu membuat capek, lelah dalam hidupmu. Nanti kamu tidak bisa berdoa.”

Benar tidak itu?

 

Benar! Kalau sudah terbanting-banting, Doa Bapa Kami belum selesai, sudah ngorok. Ini yang perlu diwaspadi. Benar!

Mari kita bawa tubuh yang fana ini untuk datang kepada Allah. Roh ingin memuji Allah, tapi daging ini banyak persoalan dengan menyangkut dunia yang fana ini. Tapi, kalau kita memang mengimani sesuatu yang indah untuk Tuhan, pasti bisa kita kendalikan tubuh kita ini untuk kita persembahkan kepada Allah.

 

Ini yang mau Ibu Maria tekankan kepada kita: “Ayo anakKu, bangkit semuanya! Mari kita bekerja sama saling melayani, mengasihi dan mencintai saudara-saudaramu di sekitar kamu.”

 

Kadang-kadang kita tidak tahu ada tetangga, saudara kita yang menderita, kita tidak mengerti. Kemudian, dia meninggal. Kita belum berbuat apa-apa untuknya, karena tidak tahu kapan sakitnya. Tidak bisa! Iman yang pasif itu tidak membawa kebahagiaan. Kita diajak Ibu Maria proaktif. Berbuat sesuatu yang indah kepada saudara-saudara kita di manapun kita berada.

 

Nah, kita ada permintaan dari Romo Ngatmo. Apakah anda-anda ini bisa membantu sedikit untuk umat yang disana itu? Tapi, bukan maksudnya dibebankan untuk kita, tapi hanya kita ikut mendukung semua rencana Romo Ngatmo itu sendiri.

 

Ini yang bisa saya sampaikan. Silahkan anda yang punya harta, bongkar itu masa-masa terakhir ini! Tapi, Tuhan bukan mau membuat kita miskin. Tidak! Apapun yang anda berikan, berkat akan berlimpah buat anda sekalian. Maka saya tanya: “Lho itu kalungnya masih tergantung?”

Belum sampai ke situ? Belum beranikan?

Belum! Tunggu dulu dong! Begitu kan?

 

Saudara-saudaraku yang baru datang bergabung dalam kelompok pelayanan kasih dari Ibu yang bahagia. Selamat datang buat anda untuk bergabung. Tetapi, bukan hanya bergabung saja. Anda sudah mendengarkan , mulai melakukan untuk pribadimu dalam keluargamu saja dulu. Apakah anda sudah bisa berbuat sesuatu perubahan dalam hidupmu? dalam keluargamu? damai? Damai sejahtera?

Itu saja dulu, nanti anda bisa melanjutkan, menyebar luaskan kabar sukacita itu. Kalau anda belum sukacita, bagaimana untuk menyampaikan kebenaran? Jadi, anda harus sukacita dulu, baru bisa menyampaikan kebenaran. Tapi, kalau anda marah – marah, bagaimana anda akan menyampaikan?

 “Ini, benar!”, tapi dalam keseharian, anda marah-marah melulu. Tidak sambung kan? Tidak sambung!

 

Jadi, mulai malam ini mari kita berbenah diri. Lihat! Sebentar lagi kita akan mengalami. Sekarang sudah mengalami , banyak mengalami. Bukan saja, di seluruh Indonesia. Sudah mati-matian, terbanting-banting , kepedihan dan kesedihan dialami di seluruh Indonesia. Kita cerita Indonesia saja, karena Ibu Maria datang untuk Indonesia. Itu diberikan kepada anak-anakNya, disadarkan kepada anak-anakNya.

 

Hai, kamu! Bangkitlah kamu! Ini pemurnian sudah dekat. Sudah dekat! Kata Ibu Maria: “Tahun ini kamu sudah berbuat apa? Apakah kamu bisa menyambut tahun yang akan datang ini yang lebih sulit untuk kamu?”

 

PHK sekian banyak. Banyak orang menderita. Nanti akan banyak kejahatan. Sungguh! PHK akan terjadi besar-besaran di seluruh Indonesia. Terus bagaimana? Tapi, kita anak-anak Tuhan. Bukannya kita mempersoalkan, tapi kita akan mengalami kejadian-kejadian yang akan kita hadapi bersama. Sekarang kita mau apa? Kita mau apa sekarang?

 

Mari kita mulai membenahi diri. Kita tahu siapa diri kita sendiri. Hanya kita yang tahu pribadi kita sendiri dengan Allah. Kita tidak bisa menyembunyikan sesuatu di hadapan Allah. Mungkin di hadapan manusia, kita masih bisa berbohong. Tapi di hadapan Allah, kita tidak bisa berbohong dan kita ketahuan. Mari kita jujur! Jujur kepada Tuhan.

Saya mau untuk memperbaiki diri saya menjadi lebih baik, lebih baik. Bukan sempurna. Mana ada manusia sempurna di bumi ini? Tidak ada. Hanya Allah yang sempurna. Ibu Maria juga disempurnakan oleh Allah. Tapi Allah adalah sempurna dan kita tidak usah cerita aku nanti bagaimana dan bagaimana. Biarkan saja kita lalui, yang penting iman kita tumbuh, sehingga kita bisa berbuat yang baik kepada siapapun. Kalau imannya tidak tumbuh, itu akan terjadi pergolakan. Kita akan menghadapi gejolak dalam diri kita masing-masing. Kalau kita tidak bisa mengatasi, kita bisa jadi stress, karena kita tidak bisa mengambil keputusan-keputusan yang terbaik, yang terpenting dalam diri kita. Maka, kalau kita dekat dengan Tuhan, pasti menemukan solusinya. Untuk kita, Tuhan itu sangat menolong, karena cinta Tuhan itu sempurna diberikan kepada kita yang percaya, yang setia kepada DIA. Sempurna banget! Hanya, kita yang selalu amburadul untuk melaksanakan kebaikan-kebaikan di dalam iman kristiani.

 

Kata Rasul Paulus: “Tolonglah saudara-saudaramu terlebih dahulu.” Berarti , sampai kita mati, kita harus terus menolong saudara-saudara kita itu? Tidak selesai. Benar tidak?

 

Tidak usah sok-sokan deh. Saudara kita ada yang terlantar, tapi kita menolong orang yang tidak mengenal Tuhan, kita buru-buru. Mencari apa? Mencari Sensasi? Mencari hormat? Mencari kehebatan? Tidak!

 

Uruslah, bantu saudara-saudara kita lebih dahulu. Bukan saya mengajarkan anda jelek, ya. Kita juga mengalirkan bantuan kita kepada mereka, tapi lebih dahulu saudara kita. Kita boleh mengalirkan di sekitar kita untuk berbuat baik. Yang penting, kita tidak mengorbankan iman.

 

Toleransi kita terlalu jauh, sehingga Tuhan ditinggal di belakang. Aku di depan. Ini yang tidak baik. Jadi, siapapun kita tolong, tapi utamakan saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan. Itu saja. Kita adalah makhluk sosial, pasti kita mengembangkan jiwa-jiwa sosial kepada siapapun. Tapi lebih utama saudara-saudara kita. Itu yang penting !

 

Banyak kok saudara-saudara kita yang menderita. Jangan tutup kuping , tutup mata, tutup hati , tapi dengarkan dengan baik. Perjalanan hidup saya dan anda hanya 24 jam. Sunguh 24 jam! Apakah kita sudah berjaga-jaga dengan bagus, dengan baik, supaya saatnya Tuhan memanggil kita sudah senang, sukacita?

 

Baik Tuhan! Siap Tuhan!

 

Karena, banyak orang meninggal belum siap. Karena, saya melayani orang yang mau pulang , aduh megap-megap. Kenapa? Dunianya masih terus dipikirkan. Tidak ada masuk ke dalam kepasrahan untuk menghadap DIA, sang pencipta yang menciptakan kita.

 

Jangan sampai itu terjadi. Itu, anak-anak Tuhan. Banyak yang megap-megap, harus didorong, diyakinkan, didoakan, disadarkan. Setelah itu baru mengatakan: ”Ya, saya mau kembali dengan tenang.”

Baru leess. Kita, jangan mau!

 

Pulang itu, sebenarnya kita mengalami sukacita. Waktu kita pulang, indah sekali. Jangan pulang itu mengalami ketakutan, kekuatiran. Kita punya Tuhan di surga. Tidak usah takut ! Maka itu, berjaga-jagalah kita 24 jam. Berbuat baik! Semua itu: berbuat baik untuk siapa sih? Untuk saya dan anda! Supaya, kita nanti hidup di dunia ini kita bahagia, pulang juga kita bahagia. Maka, dipersiapkan Tuhan dengan baik, supaya kita semua mengalami sukacita. Tuhan kita menunggu di surga. Diberikan tempat oleh Tuhan. Indah sekali!

Tidak ada ajaran di luar YESUS! Tidak ada yang mengajarkan demikian. Tidak ada. Menakutkan. Di luar Yesus Tuhan, menakutkan ajarannya, semuanya. Tapi di dalam Yesus, DIA menunggu dengan setia. Saat ini juga. Apa kata Tuhan?

 

“Agnes, sebenarnya AKU setia, AKU ingin dekat dengan anak-anak. Tetapi hati mereka tertutup. Di manakah mereka Agnes? “kata Tuhan

 

“Ya kan, Tuhan tahu di mana anak-anakmu berada saat ini. Tolonglah dia, bantulah dia.”

 

“Baik! Pergilah, layani anak-anakKU dengan baik.”

 

“Siap!”

 

Kalian juga begitu. Bukannya: “Ah kan berat kayak Bu Agnes.”

Bukan itu. Tidak! Jangan ikut saya. Semua punya porsi-porsi yang sudah ditanamkan dalam kehidupan manusia itu. Bukan hidup sendiri, tapi kita hidup kebersamaan di manapun kita berada. Tapi, ingat! Tolonglah saudaramu lebih dahulu. Itu saja yang penting. Kita menolong orang lain, itu juga penting, tapi kita sangat penting menolong saudara-saudara kita supaya kita bisa membawa mereka.

 

“Aduh Ibu! Aku sakit!”, katanya

“Ya, mari kita berdoa.”

 

Tidak cukup dengan berdoa. Tuhan mau minta pernyataan dari saya dan anda. “Kalau sudah kamu berdoa, kamu berbuat apa terhadap anak itu?”

 

Jangan berdoa melulu, minta melulu, tapi tidak berbuat. Kalau begitu: “Tidak usah AKU mengajarkan kamu seperti itu. AKU Maha Kuasa. Bisa saja AKU berbuat apa saja. Semua manusia, AKU sanggup melakukannya. Tapi kamu?”

 

Jadi, Tuhan menghendaki kita itu kerja sama dengan Tuhan. Ini yang penting sekali, karena kasih Tuhan, cinta Tuhan itu sempurna diberikan kepada kita. Itu indah sekali dan DIA selalu menyertai kita, dan sabar menunggu di surga. Menunggu kita untuk datang.

 

“Mari anakKU yang letih lesu, datanglah kepadakU.” 

Itu juga suatu pengharapan diberikan oleh DIA, supaya kita tahu bahwa Tuhan itu sanggup menolong dan memberikan apa saja kepada anak-anakNYA yang setia kepada DIA. Tuhan itu setia. Kita yang tidak setia. Kebodohan kita sendiri sebenarnya. Karena hidup kita ini milik Tuhan, bukan milik dunia.

 

Ini yang saya sampaikan saat-saat terakhir ini. Apa yang harus saya buat dan anda untuk menumbuhkan iman saya, kedekatan saya kepada Allah. Dan kepada saudaraku, keluargaku , suami-isteri, anak-anak , orang tua. Itu harus dinyatakan saat-saat terakhir ini. Kita belajar! Mau, aku mau! Memang sakit untuk memulainya. Itu, sakit sekali. Tapi kalau sudah masuk ke dalamnya, indah sekali. Akhirnya, rasanya, kepingin berbuat, kepingin berbuat. Kalau sudah masuk ke kedalamannya, pasti yang ada dalam hidup saya dan anda, ingin berbuat sesuatu untuk Tuhan, untuk Tuhan. Untuk Tuhan itu berarti mengalir kepada sesama kita.

 

Baik! Ini yang bisa saya sampaikan kepada anda sekalian. Satu pesan Rasul Yohanes, melalui sikap dan tingkah lakumu itulah, iblis akan bekerja. Tingkah laku yang mana yang tidak bisa dikuasai atau dicobai iblis? Tingkah laku kasih dan cinta , bersatu dengan Allah. Pasti sulit dia akan mencobai kita. Tapi, kalau tingkah laku kita membuat orang lain susah dan menderita, pasti akan didukung oleh iblis. Akan menjadi-jadi, sehingga orang lain bisa menderita karena saya dan anda. Jadi, kita ada perbedaan. Roh mana yang baik, yang membahagiakan, itulah datang dari Allah. Tapi, ini yang baik , tapi mau menyulitkan orang, mau membuat orang menderita, itulah datang dari dunia. Mulai berbenahlah kita semuanya , ya.

 

Kita sama-sama berjuang, saling mendoakan supaya pemurnian nanti kita siap untuk menghadapinya bersama-sama. Tidak takut dan kuatir, Allah menyertai kita sampai kita dipanggil oleh Allah dalam kedamaian sampai ke surga bahagia. Amin?

 

“Amin!”, jawab umat.

 

 

 

 

 

 

 Isi Hati Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

Tuhan Yesus mengatakan pada malam ini :

 

Hai, anak-anakKU. AKU sudah datang di antara kamu. Mengertilah bahwa AKU dulu dan sekarang dan selama-lamanya. Itu, AKU.

AKU tidak pernah berubah sedikit pun. Dari awal sampai dengan akhir. Itulah AKU, supaya engkau mengerti.

 

Apabila engkau percaya kepadaKU, engkau mendapatkan daripadaKU. Imanmulah membuat kamu bahagia, membuat kamu sukacita. Imanmulah yang menyelamatkan engkau dari dunia yang fana ini. Iman adalah AKU SENDIRI, hidup dalam kehidupanmu.

 

Hai, anakKU, persiapkanlah dirimu dengan baik. Kamu akan mengalami kepedihan, penderitaan. Tapi , itu KUtujukan kepada dunia bukan kepadamu. Tetapi kalau engkau tidak mempersiapkan dirimu dengan baik, engkau akan mengalami seperti mereka yang datang dari dunia. Maka, AKU datang sebelum semua terjadi. AKU mempersiapkan kamu dengan baik.

 

AKU mengutus Ibumu bersamamu, supaya engkau mengerti itulah tanda kasihKU yang sempurna KUberikan kepadamu. Baiklah, kamu semua yang ada di sini, renungkanlah perkataanKU ini. Dan kamu para imam, AKU menyapamu saat ini. Renungkan juga kehadiranKU untuk apa. Engkau harus merenungkannya. Itulah, AKU melihat dari surga banyak kesesatan–kesesatan yang sudah terjadi. Maka, AKU datang untuk memberikan pengertian, supaya kamu mengerti bahwa AKU ada dan melihat dari surga dan mendengarkan dari surga apa yang terjadi (dalam) kehidupan–kehidupan manusia yang ada di bumi ini.

 

Hai, para imam, dengarkanlah AKU baik-baik dan AKU minta kepadamu dan berbicaralah kamu. Jangan kamu takut! Kamu berbicara tentang kebenaran. Kebenaran itu adalah AKU sendiri yang kau sampaikan kepada mereka.

 

Lihat! Banyak kesesatan-kesesatan yang sudah terjadi. Kamu ada di mana? Para imam ada di mana? AKU memanggil kamu, memanggil mereka untuk bersatu dengan AKU dan AKU menyerahkan anak-anakKU kepadamu sebagai tanda kasihKU untuk bersatu untuk anak-anakKU melalui kamu.

 

Hai, para imam, mulailah merenungkan saat-saat terakhir ini. Itulah tugasmu. AKU memberkatimu, AKU menyertaimu di mana kamu melakukannya. Semua sudah terjadi dan AKU mengatakan dalam firmanKU. Semua itu adalah benar, perkataanKU.

 

Tapi, banyak sudah terjadi, AKU mengatakan, tapi kamu para imam, mengatakan lain, apa yang kamu anggap itu benar menurut pikiranmu dalam kehidupanmu. Tetapi berangkatlah melalui firmanKU, (maka) sempurnalah perjalananmu.

 

Baik, AKU menyapamu para imam melalui anak ini. Melalui anak ini, kau mendengarkan apa yang AKU inginkan kepadamu saat-saat terakhir ini. Lakukanlah di dalam namaKU. Bawalah anak-anakKU kembali kepadaKU. Tidak lagi kamu sibuk dengan cara-caramu sendiri. Nanti, kau akan menyesal.

 

Apabila itu terjadi, kau belum melakukan yang terbaik, yang terindah untukKU, engkau akan menyesal. Itu akan menjadi merugi dalam kehidupanmu.

 

Baik, AKU telah menyapamu, engkau tahu keinginanKU. Bawalah anak-anakKU kembali kepadaKU. Tidak ada lagi kesesatan-kesesatan dalam kehidupan, dalam kehidupanmu, dan sampaikan juga kebenaran ini yang KUsampaikan ini kepada mereka-mereka yang AKU panggil bersatu dengan AKU seperti kamu.

 

Hai, anak-anakKU, renungkan juga untuk kamu, karena AKU akan segera menurunkan kuasaKU ke bumi ini. Sebenarnya itu KUtujukan kepada dunia, maka AKU datang untuk memperjelas atas kehadiranKU melalui kuasaKU untuk memurnikan dunia ini. Renungkan!

 

Dan AKU akan melihat dari surga. Apakah kamu mendengar dan melakukannya?! Apakah kamu mendengar, (tetapi) tidak melakukannya?! Akan KUlihat semua itu dari surga!

 

Sampai bertemu kembali anak-anakKU. di mana kamu berdoa, di mana kamu berbuat baik, mengasihi dan mencintai antara satu dengan yang lain di situ AKU ada bersamamu.

 

Hai, para imam, AKU juga mengatakan kepadamu: renungkan semua apa yang kamu alami di dalam kamu mengimani AKU menurut pikiran-pikiran manusia. Itu sudah kesesatan yang datang dari dunia.

 

Inilah perkataanKU kepada kamu semua, khususnya kamu para imam yang AKU satukan dalam kasih dan cintaKU karena AKUlah gurumu yang terindah. Dan engkau mengikuti langkahKU, karena langkahKU adalah pasti. Dan membawa kamu sampai kepada tujuanmu adalah AKU. AKU menunggumu. AKU menunggumu di surga. Sampai bertemu kembali semuanya. AKU menunggumu di surga.

 

 

Isi Hati Ibu Maria

 

Salam untuk kamu para imam yang hadir bersama Agnes dan anak-anakKu semua yang ada di sini.

Salam kasih dan cintaKu untuk kamu dan untuk semua anak-anakKu yang ada di sini, selamat malam.

 

“Selamat malam Ibu Maria”, jawab umat

 

Terima kasih.

 

Selamat malam untuk kamu semuanya. Khususnya kamu, para imam. Aku, Ibumu Maria bersama Agnes saat ini menyapa kamu. Aku, Ibumu yang selalu mendoakan kamu di surga. Seperti Tuhan Allahmu menyerahkan para rasulmu kepadaKu, itu juga kamu diberikan sepenuhnya untukKu.

 

Para imam-imam semuanya, kamu, Isak Doera, anakKu yang Aku kasihi, janganlah engkau sedih, kuatir. Tidak apa-apa. Semua akan menjadi baik dalam kehidupanmu. Berdoa, supaya engkau dikuatkan. Engkau, sakit. Percaya! Tuhanmu akan menolongmu untuk kesembuhanmu. Tenangkan hatimu, Isak Doera.

 

“Ya, Ibu. Terima kasih.” Jawab Mgr.Isak Doera

 

Terima kasih anakKu yang Aku kasihi. Juga, kau, Heribertus. Cukuplah, mulailah engkau berbenah diri untuk mempersiapkan dirimu dengan baik bersama Aku, Ibumu dan anak-anakKu bersama Agnes. Tidak lagi kau jauh. Percaya! Kalau engkau menghendaki, semua akan terjadi, Heribertus.

 

Baik-baik, sekarang kau hadir. Engkau terlalu sibuk sehingga engkau tidak dapat menjaga dirimu dengan baik. Engkau sibuk sekali. Percaya, percaya! Apa yang kau lakukan itu, baik, tapi ingatlah seluruh tubuh ini untuk bekerja sama dalam roh. Maka, tubuh ini dijaga dengan baik, supaya kamu bisa melayani anak-anakKu tidak seperti sekarang ini. Engkau lemah, engkau sakit. Maka, tenangkanlah dulu supaya engkau disembuhkan, supaya engkau bersatu kembali. Apa yang kau mintakan itu, semua baik dan terjadi dalam kehidupanmu, Heribertus.

 

 

Terima kasih - terima kasih! Dan Aku ingatkan kembali, waktunya. Pintu akan terbuka. Begitu pintu terbuka, semua sudah terjadi.  Sekarang ini, kamu sudah mengalami silih berganti di negaramu ini. Cukup banyak, cukup pedih, cukup menyedihkan peristiwa-peristiwa itu. Itu, baru kecil. Nanti kamu akan mengalaminya lebih daripada itu. Maka, persiapkanlah dirimu dengan baik, supaya saat-saat terakhir ini, sungguh-sungguh kamu menerima dengan baik. Ini yang Aku sampaikan kepadamu , Heribertus.

 

“Terima kasih, Ibu.” Jawab Rm.Heribertus

 

Terima kasih. Kamu juga, Alexius. Teruslah bekerja, anakKu. Selesaikan! Sungguh, Aku mengatakan kepadamu: jangan ada yang tertunda. Layanilah segera bersamaKu, bersama Agnes dan anak-anakKu. Itulah yang harus kau lakukan, Alexius. Percaya, engkau bisa melakukannya dengan baik. DoaKu menyertaimu.

 

Dan juga, anakKu, imamKu, namamu: Lukas, kau datang ke sini untuk mengerti, untuk mencari tahu tentang kebenaran ini. Sekarang engkau melihat dan mendengarkan dan merasakannya. Inilah kebenaran yang sudah hadir di antara kamu. HarapanKu, hai imamKu, Lukas, berdoalah anakKu, mintalah kepada Allah supaya gerakan sentuhan itu, bisa kau nikmati dalam roh; supaya tubuhmu tidak mengalami sentuhan itu yang sedang engkau terima dari Allah.

 

Ya, itu datang dari Allah. Tapi, kamu, Lukas, engkau belum siap, tapi renungkan dan berdoa mohon pada Allah, supaya sentuhan itu masuk dalam kehidupanmu. Dalam roh, engkau merasakan peristiwa itu. Pasti, itu akan terjadi dan engkau alami segera. Itu harapanKu dan Aku berdoa untukmu, Lukas. Inilah, kebenaran ini. Ini, Aku, Ibumu yang menyapamu saat ini dan kuasailah pikiranmu, kuasailah perasaanmu, pakailah hatimu, supaya itu baik adanya dalam kehidupanmu.

Aku menyapamu, Lukas. Aku, Ibumu, Maria dari surga menyapamu saat ini.

 

Dan kamu juga, anak-anakKu, persiapkan dirimu dengan baik. Oh, nanti akan banyak masalah, banyak penderitaan , banyak kepedihan yang akan kamu alami di negaramu ini. Tapi, kamu siap karena kamu anak-anak Allah dan kamu mendengarkan apa yang Kusampaikan ini. Itu akan menjadi kekuatan bagi kehidupanmu dalam keluargamu. Dan, Aku minta mulailah kamu melayani saudara-saudaramu. Itulah kekuatan yang paling sempurna menghadapi pemurnian yang akan turun ke bumi ini. Dan ini semua bukan negaramu saja, itu di seluruh bumi, semua sudah mengalami. Maka, Aku, Ibumu tidak banyak bicara , tapi renungkan apa yang Kusampaikan ini. Karena kamu sudah dan memulai mengalami. Itulah perenunganmu untuk mengambil sikap dalam kehidupanmu, dalam keluargamu. Anak-anakKu, Aku, Ibumu berdoa di surga untuk kamu semuanya.

 

“Terima kasih, Ibu.” jawab umat

 

Terima kasih.

 

Aku berdoa, kamu berdoa, kita menyatu dalam doa. Itu menjadikan kekuatan bagi kamu semuanya.

 

“Terima kasih, Ibu.” jawab umat

 

Terima kasih. Dan tidak lagi kamu tidak percaya. Inilah kuasa Allah. Sungguh-sungguh dinyatakan kepada kamu saat-saat terakhir ini. Baik, anak-anakKu. itu saja yang Aku sampaikan kepadamu, supaya kamu memulai hidup baru dalam kasih dalam cinta, dalam melayani antara satu dengan yang lain. Itu! Itulah yang melindungi kamu nanti di saat pemurnian turun ke bumi ini.

 

Hai, khususnya kamu, para imam. Renungkan! Aku minta kepada kamu semuanya, sampaikan kepada teman-temanmu. Dan katakan kepada mereka, supaya tidak ada yang ketinggalan, supaya semua boleh menerima tanda kasih, tanda cinta Tuhan yang sudah hadir di antara kamu bersama Aku, Ibumu, Maria di dalam Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia. Kamu mengerti ?

 

“Mengerti, Ibu.” jawab umat

 

Terima kasih. Anak-anakKu semuanya saling mengasihi, ada cinta, hidupkan cinta. Hidupkan cinta, hidupkan kasih, hidupkan dalam hidupmu. Itu saja yang Aku mintakan, nanti engkau akan mengerti. Apabila hari itu datang, kalau itu sudah hidup dan menyatu dalam kehidupanmu, kamu akan bersukacita dalam peristiwa itu. Engkau akan bahagia. Mengerti?

 

“Mengerti, Ibu.” jawab umat

                                                                                                                    

Mengerti! Terima kasih. SalamKu untuk kamu, para imam. Isak Doera, anakKu yang Aku kasihi, biarlah mereka tidak sahabat denganmu anakKu, tapi surga bersahabat denganmu. Itu lebih penting.

 

“Ya, Ibu.” jawab Mgr.Isak

 

Baik! Dan kamu juga, Alexius, teruslah berjuang anakKu supaya engkau menemukan apa yang kau kehendaki di dalam pelayananmu ini bersama Aku, Ibumu di surga.

 

“Terima kasih, Ibu.” jawab Rm.Alexius

 

Terima kasih. Juga kamu, Heribertus. Renungkan apa yang Aku katakan ini. Bergegaslah kamu kembali untuk bersatu dengan Aku, Ibumu di negaramu ini, supaya kau boleh mengalami bersama-sama untuk pemurnian nanti. Supaya engkau juga bekerja untuk mengumpulkan kembali anak-anakKu.

 

“Terima kasih, Ibu.” jawab Rm.Heribertus

 

Terima kasih, Heribertus.

 

Juga kamu, Lukas, dengarkan Aku, Ibumu melalui Agnes, Aku menyapamu. Renungkan apa yang engkau alami. Dengarkan dengan baik-baik dan berdoalah mohon pada Allah. Pasti sentuhan itu akan diberikan yang paling dalam, masuk dalam roh, bersatu dengan Allah kita. Pasti itu akan terlepas dari kehidupanmu. Engkau akan mengalami sukacita sentuhan Allah itu kepadamu.

Lukas, Aku, Ibumu, Maria menyapamu dari surga melalui Agnes, Aku berdoa untukmu, anakKu, supaya kamu menemukan kebahagiaan, menemukan sukacita.

 

Dan Aku minta persiapkan juga dirimu dengan baik menyambut pemurnian ini dan bekerja samalah bersama Aku, Ibumu untuk menyampaikan kebenaran–kebenaran ini, terutama kepada teman-temanmu.

 

Kasihan mereka, kasihan. Sungguh! Tapi, karena iman mereka belum sampai kepada tujuan akhir adalah iman yang sempurna. Karena mereka, iman dicampur dengan pikiran dan perasaan , akhirnya itu akan terjadi gejolak yang sangat dalam, dalam kehidupannya.

 

Dan Aku minta juga kalau engkau bersedia, bekerjasamalah dengan Aku, Ibumu saat-saat terakhir ini untuk menyampaikan ini kepada teman-temanmu dan berkumpullah kamu dan berbicaralah tentang kebenaran ini, supaya banyak anak-anakKu dibawa kembali kepada Allah.

 

Aku menyapamu, Lukas. Selamat datang ke tempat ini bersama Aku, Ibumu di dalam kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu; Akulah, Ibumu yang bahagia di surga!

 

Ini, Aku menyambutmu dengan baik. Aku berdoa untukmu, supaya kau sampai pada titik-titik pengertian yang sangat dalam. Supaya engkau bahagia, Lukas , dalam kehidupanmu menjadi seorang imam. DoaKu menyertaimu selalu dalam kehidupanmu.

 

Terima kasih untuk semuanya. Mari kita satukan dalam doa, apa yang telah Kuajarkan ini kepadamu, renungkanlah dan pakailah, dan satukanlah dengan doa-doamu yang sudah ada untuk persiapan-persiapan dirimu menantikan kehadiran kuasa Allah ke bumi ini adalah untuk memurnikan dunia. Mari kita bersatu dalam doa.

 

YA ALLAH YANG MAHAKUASA

PADA SAAT INI JUGA JIWAKU KUSERAHKAN KEPADAMU

KARENA ENGKAU YANG MEMPUNYAI BUMI INI

DAN AKU CIPTAANMU (diulangi 3X) Amin

 

Ibu Maria mohon maaf, imammu ingin menanyakan sesuatu : (permohonan dari Ibu Ola)

 

“Bunda, apakah saya ini bertugas di dalam kelompok Ibu Agnes?” Tanya Rm. Lukas.

 

Lukas, anakKu yang Aku kasihi, bersatulah dengan Aku, Ibumu dalam kelompok ini bersama Agnes dan juga teman-temanmu dan anak-anakKu yang melayani. Tapi, renungkanlah semua peristiwa ini dalam kehidupanmu. Percaya, engkau akan mendapatkannya, engkau akan mengerti. Maka, Aku, Ibumu, Maria, Aku memintamu untuk bersatu, untuk bekerja saat–saat terakhir ini untuk melayani anak-anakKu. Apa sudah mengerti ?

 

“Mengerti, Bunda.” Jawab Rm.Lukas

 

Itulah yang kamu lakukan dalam hidupmu.

 

“Terima kasih”, jawab Rm. Lukas

 

Inilah Aku, Ibumu, Lukas. Kuasailah semua kehidupanmu anakKu, supaya sentuhan itu kau alami dengan sukacita dalam hidupmu. Ini yang Aku sampaikan. Teruslah berjuang, berjuang anakKu!

 

Tidak semudah itu untuk mengerti tanpa kita membuka hati mau mengerti, di situlah kuasa Allah akan bekerja dalam kehidupan seseorang yang membuka hati.

Lukas, engkau tidak lagi memakai pikiranmu. Engkau tidak lagi memakai perasaanmu. Tapi, pakailah pikiran dan perasaanmu, satukan dengan hatimu. Dalam roh, engkau akan bertemu dengan Allahmu di surga.

 

Ini yang Aku sampaikan kepadamu. Selamat datang anakKu!

 

“Bunda, aku tidak punya kata-kata untuk menyapamu Bunda.

Terima kasih Bunda.

Apakah saya pantas Bunda?

Kau tahu.” ( jawab Rm.Lukas)

 

Ya, kamu tidak boleh lagi bekerja terlalu banyak menyangkut dunia. Lukas, mengertilah bahwa Aku, Ibumu yang menyapamu. Itu tidak,….. tidak bermanfaat. Tapi, bawalah mereka bersatu bersama Aku, Ibumu di dalam kelompok ini. Itu yang terindah dalam kehidupanmu. DoaKu menyertaimu, Lukas.

Terima kasih untukmu Lukas.

 

“Terima kasih”, jawab Rm. Lukas

 

Terima kasih untuk kamu semua dan para imam. Semua anak-anakKu yang melayani bersama Agnes yang memberikan apa saja: doa, tenaga, dan pikiran dan perasaan, tubuhmu, dan berkat bersama Agnes untuk melayani anak-anakKu. Terima kasih untuk kamu semua.

 

“Terima kasih Ibu”, jawab umat.  

 

Terima kasih. Selamat malam.

 

“Selamat malam Ibu”, jawab umat   

 

Sampai bertemu lagi dalam doa. Aku, Ibumu. Dimana kamu berdoa , bersatu kasih dan cinta, di situ Aku hadir bersamamu. Terima kasih anak-anakKu semuanya. Selamat malam.

 

“Selamat malam Ibu”, jawab umat