Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Jumat Pertama bulan September 2008

Di Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia, Cimahi, 5 September 2008

 

Khotbah romo Alexius Widianto Pr

Kira-kira menurut Anda dari bacaan Injil tadi, ada satu kata yang bolak-balik diulang. Kata apa? Domba, pintu, pencuri, perampok, gembala. Ada lagi? Kata ini menjadi menarik ketika kita mau melihat, ternyata Yesus itu bukan cuma gembala tetapi Dia mengatakan Dia adalah pintu. Dikatakan, “sesungguhnya siapa yang masuk kandang domba dengan tidak melalui pintu tetapi dengan memanjat tembok, dia adalah pencuri. Tapi siapa yang masuk melalui pintu, dia adalah gembala domba. Lalu kemudian untuk dia penjaga membuka pintu.” Kemudian kita juga melihat bahwa ada pengakuan dari Yesus bahwa sesunguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Demikian juga Dia mengatakan: “Akulah pintu. Barang siapa masuk melalui Aku, dia akan selamat dan dia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” Mengapa padang rumput? padang rumput indahkah?

Enak, kata umat.

 

Yesus tidak mengatakan dia akan menemukan hutan, Kebun rumput, atau Dia akan menemukan lautan, …..dia akan menemukan pegunungan. Tapi Dia mengatakan menemukan padang rumput.

 

Saya sekedar mau melukiskan pintu dari domba domba itu (gambar slide). Ibaratnya ini adalah satu kelompok umat saat itu yang membutuhkan pintu. Pintunya harus ada yang jaga. Lalu kemudian Dia mengatakan ada padang rumput. Memang enak ya padang rumput itu dipandang dari pada memandang lautan, kita merasa ngeri. Memandang hutan kok rasanya takut juga tiba-tiba ada binatang buas. Tetapi padang rumput rasanya lega, plong.

Disini saya mau mengatakan bahwa pintu selalu ada jodohnya. Jodoh pintu itu apa?

 

Engsel, plitur,cat, kusen, sekrup, pegangan pintu, paku, jawab umat.

 

Tetapi satu hal kita dapatkan dari pintu, itu ternyata kunci. Dari renungan saya pada waktu yang lalu dengan Ibu Agnes, ternyata kita punya kunci. Justru kunci inilah! Bukan Dia hanya seorang gembala, bukan kita hanya domba-domba, tapi kita juga melihat ada suatu peran antara domba dengan gembala, dan sekarang gembala itu sekaligus mengatakan, Akulah pintu. Yesus tidak mengatakan, Akulah kunci tapi Dia mengatakan Akulah pintu sehingga saya harus mengatakan suatu permenungan besar untuk bisa lebih mendalami iman Katolik. Benarkah Gereja Katolik sebagai satu-satunya Gereja yang dikehendaki Tuhan?

 

 

Benar, jawab umat.

Benar! Dimana kebenaran itu?

Bukan cuma Yesus, Petrus ketika diserahkan kunci!! Itu hebatnya. Ketika kita membaca Matius 16: 13-19. Bayangkan ketika Yesus mengatakan dirinya pintu, pasti ada kuncinya. Tidak mungkin pintu itu tanpa kunci. Kalau pintu tanpa kunci, banyak malingnya, banyak orang keluar masuk sembarangan. Anda sudah masuk ke dalam kalangan murid Yesus karena baptisan tapi apakah cukup baptisan itu? Tidak! Ternyata kita harus mengikuti Petrus yang menerima kunci dari Tuhan sendiri. Kunci inilah menjadikan kita percaya bahwa ternyata Yesus menyerahkan tugasnya kepada Petrus. Lalu Yesus melarang murid-muridnya supaya jangan memberi tahukan kepada siapa pun bahwa Dia Mesias. Sekarang kok diberitakan? Diberitakan setelah Dia bangkit. Kepada para rasul, pasti Dia mengatakan, anda silahkan menceritakan semua itu apa yang terjadi selama Yesus berkarya.

Di sini kita melihat bagaimana Yesus menyerahkan kunci kepada Petrus. Berarti memang pertanyaan yang tadi kita lihat, dari sini kita semakin menyadari bahwa kita orang-orang yang dikehendaki oleh Tuhan sendiri. Tahta Petrus diteruskan kepada para Paus sebagai pemegang kunci kerajaan surga. Dengan demikian tahta Petrus di estafetkan kepada para pengganti-pengantinya sebagai tanda bahwa ia yang harus memegang seluruh Kerajaan surga. Kerajaan surga itu ada dimana?

 

Kerajaan surga itu sudah ada mulai sekarang. Apa sih Kerajaan surga itu? Kerajaan Kasih Allah. Allah yang meraja. Surga yang meraja. Artinya bahwa kita mulai sekarang itu jangan mengatakan kita belum menikmati surga. Sudah! Anda lagi mencicilnya supaya nanti mendapatkan finalnya, definitifnya, kesempurnaannya ketika kita selesai dengan hidup kita. Kerajaan surga sudah ada di dunia ini. Maka kalau kita katakan Petrus digantikan para Paus, sebenarnya tugas utama dari pemimpin Gereja sebenarnya satu, menyatukan iman umat supaya mereka selamat. Menyatukan iman umat supaya mereka selamat. Maka dengan demikian keselamatan itu sudah ada sejak sekarang ini. Maka ini kita bisa lihat Petrus dengan Basilika St Petrus (gambar slide).

 

Benar Gereja Katolik adalah satu-satunya Gereja yang dikehendaki Tuhan, jadi hanya kitalah yang memiliki kebenaran iman sejati. Jadi kalau diantara agama yang lain, Kristen saja kita harus katakan, mereka adalah ‘the sister church’, saudara-saudara kita dalam Gereja tetapi mereka tidak bergabung dalam Gereja Katolik karena mereka tidak menerima Petrus dan pengganti-penggantinya. Yesus sudah menyerahkan kunci hanya kepada Petrus dan Petrus menyerahkannya kepada pengganti-pengantinya sampai saat ini. Maka kebenaran hanya ada dalam Gereja Katolik. Tak terbayangkan bagaimana ada diluar sana. Artinya bukan cuma Kristen tapi diluar Kristen, bagaimana mereka dapat kebenaran itu? Maka kalau kita katakan bahwa Geeja Katolik adalah Gereja yang dikehendaki oleh Tuhan sendiri, Anda setuju?

 

Setuju, jawab umat.

 

Amin?

 

Amin, jawab umat.

 

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

 

 

  

Pengantar Ibu Agnes

 

Selamat datang ya anak-anak, bapak, ibu yang dari Ciledug, kita berdoa, kita berharap seperti dulu kita pernah melayani dimana bu Pujadi? Dimana belum ada Gereja.

 

Di Kranji, jawab umat.

 

Di Kranji dulu, kita melayani di aula. Tapi Ibu Maria mengatakan, sebentar lagi di sini akan didirikan rumah Allah. Sekarang sudah berdiri belum?

 

Sudah, jawab umat.

 

Sekarang kita doakan yang Ciledug ya.

 

Ya, jawab umat.

 

Baik, saudara-saudaraku, tadi dari awal romo sudah menyampaikan bagaimana kehidupan anak-anak Tuhan melalui Kitab Suci. Kita mengenal Tuhan Yesus melalui Kitab Suci, tidak? Melalui Kitab Suci. Anda rajin tidak membaca Kitab Suci? Kapan suka ya, kapan ingat ya? Alangkah bodohnya kita. Kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan melalui Kitab Suci. Jangan anda anggap itu suatu bacaan dan tulisan. Firman Allah adalah hidup melalui tulisan didalam Kitab Suci. Jadi kita mengenal Tuhan melalui Kitab Suci, dan kita menerima kasih Tuhan sepenuhnya melalui Kitab Suci, dan kita tahu siapa Tuhan yang sebenarnya melalui Kitab Suci. Semua melalui Kitab Suci. Tidak ada Kitab Suci di bumi ini kecuali Kitabnya orang Kristiani. Kalau kita mau baca, kalau orang Islam bilang, Taurat, Zabur dan Injil, terakhir buku mereka entah darimana asalnya kan? Nah 3 buku ini. Taurat dari siapa? Musa. Zabur dari siapa? Dari Daud. Injil dari Tuhan sendiri yang datang dari surga yang berkata-kata kepada manusia. Berbahagialah kita.

 

Kata Ibu Maria, pada saatnya nanti kamu akan mengalami sukacita karena kamu akan mempunyai Kitab Suci yang satu, Allah yang satu, iman yang satu, yang lain tidak ada!

Berbahagia kita semua yang mau diundang oleh Tuhan untuk diselamatkan. Tapi dengan syarat kalau kita sudah diundang, kita sudah diselamatkan, kita mau berbuat apa untuk Tuhan? Itu perlu permenungan! Tidak KTP saja agama saya Katolik. Saya pergi Gereja, saya pergi ke doa lingkungan, doa wilayah, atau doa bersama. Tidak cukup doa itu membawa anda masuk surga. Tidak cukup! Justru doa itu kita wujudkan dalam kehidupan kita, apa yang harus kita lakukan.

Sedang Tuhan saja sampai detik ini melayani anak-anak-Nya di seluruh bumi, termasuk anda. “Aku menyertai kamu sampai akhir zaman.” Jadi Allah tidak pernah meninggalkan kita yang percaya kepada Dia. Terus kita ini yang dilayani, kita diam? Tidak berbuat apa-apa? Surga bisa kita terima melalui melayani, mengasihi, mencintai antara satu dengan yang lain. Jangan katakan anak Tuhan cukup pandai berdoa tapi tidak melakukan sesuatu kepada anak-anaknya Ibu Maria. Semua kita anak Ibu Maria, mau yang kaya, yang miskin, yang jelek, yang cantik, yang apa…, semua anak Ibu Maria. Ibu Maria tidak pandang bulu. Siapa yang setia kepada Allah, itulah anak Ibu Maria. Yang tidak setia itulah Ibu Maria sedang berjuang untuk mencari anak-anaknya di seluruh bumi ini. Ibu Maria hadir melalui kuasa Allah untuk mengumpulkan anak-anaknya di seluruh bumi ini dalam rangka persiapan untuk menerima pemurnian.

 

Kira-kira 2 hari yang lalu saya menemani mbak Tintin, tidur di kamar depan. Kira-kira jam 12 malam, seolah-olah saya itu bukan mimpi. Saya lihat diluar gelap gulita. Ini ada apa? Semua listrik mati. Tidak ada penerangan. Saya berdoa. Tanda apa lagi ini Tuhan? Nah, saya sedikit digelitik oleh Tuhan supaya saya kerjanya cepat/kilat untuk membawa anak-anaknya kembali kepada Dia. Gelap! Sangat gelap! Mencekam sekali pada waktu itu. Akhirnya saya duduk berdoa, saya mohon kekuatan untuk semua anak-anaknya di seluruh bumi, bukan saya saja minta kekuatan, minta anak-anakMu, kuatkan kami semua menjelang hari itu. Memang mencekam! Saya mengalami 2 hari yang lalu. Mungkin sudah dekat sekali ya dan janji… di Bandung ini akan gempa besar ya. Saya bilang, mengapa kok saya duluan yang mengalami? Rasul Yohanes menjawab, bukan kamu sendiri mengalami, semua akan mengalami dan kotamu ini akan digoncang. Saya akan mengalami nanti sebentar lagi. Kota Bandung dan sekitarnya. Tapi saya tidak takut.

 

Jadi anda-anda yang datang ke sini mulailah berbenah diri. Jaga dirimu baik-baik. Khususnya yang penting dalam keluarga dulu. Bagaimana mungkin kita bisa keluar mewartakan tentang Tuhan tapi dalam keluarga kita bentrok terus. Sedih kan? Semua akan menjadi baik kata Ibu Maria, justru dalam keluarga dulu. Kalau keluarga sudah baik-baik adanya kita bisa pergi membawa kebenaran ini di sekitar kita. Ibu Maria menghendaki, yang pertama : damai. Kita mulai damai ya. Tidak ada perselisihan lagi antara satu dengan yang lain maupun dalam keluarga, maupun dalam persaudaraan, teman. Pokoknya kalau kita salah ya salah, jangan kita merengkel gitu lho. Merengkel tahu?

 

Tahu, jawab umat.

 

Ngototan. Jadi kita mulai punya kerendahan hati untuk mengatasi kehidupan kita masing-masing. Tanpa mempunyai kerendahan hati, kita tidak mengerti siapakah kita yang sebenarnya. Kalau kita selalu mengatakan aku benar dan benar dan benar karena kita tidak punya kerendahan hati untuk melihat diri kita sendiri, hanya melihat kesalahan orang lain tapi saya benar. Ini perlu direnungkan kata Ibu Maria. Jadi anda-anda yang dari Ciledug yang sekarang datang, mulai berbenah diri. Saya senang anda begitu kompak. Sekian lama kalian bersembunyi selama 4 tahun ya?

 

Ya, jawab umat Ciledug.

 

Ya ampun. Benar kata Ibu Maria, tanpa Agnes, Tuhanmu akan hadir dan Aku Ibumu akan hadir diantar oleh kuasa Allah. Buktinya Ciledug..! Oleh Ibu Maria baru sekarang dikeluarkan. Ini lho…mereka bisa tanpa kamu. Benar tidak? Benar! Jadi inilah kuasa Allah sedang bekerja di seluruh bumi. Jadi Allah itu menebarkan kasih-Nya yang sempurna kepada kita semuanya. Mari kita membuka hati untuk menerima Allah sepenuhnya didalam kehidupan kita masing-masing. Ini yang mau saya sampaikan, ini sudah terlalu malam. Yang dari Ciledug belum pernah sampai malam-malam begini.

 

Sudah siap, jawab umat dari Ciledug.

 

Amin kalau sudah siap. Kalau untuk cerita tentang kebenaran tidak cukup malam ini saja maka dari Ciledug itu harus rajin datang untuk menambahkan iman kita kepada Yesus Tuhan. Karena iman itulah kita diselamatkan. Iman, iman, iman yang menyelamatkan kita, yang membahagiakan, iman itu adalah bersatu dengan Allah dalam kehidupan kita masing-masing. Memang harus berjuang, bukan enak saja, instan, tidak bisa. Jadi kita harus berjuang dan mau, mau diubah hidup kita menjadi baik. Nah kita juga akan dimurnikan secara pribadi. Pasti secara pribadi akan dimurnikan terus menerus sampai dia mengerti. Itu kata Tuhan.

 

Jadi saudara-saudaraku semua yang ada di sini yang belum pernah berdoa bersama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia, saya akan memandu doa ini, dan yang membimbing adalah Ibu Maria di surga. Anda percaya tidak?

 

Percaya, jawab umat.

 

Percaya dong! Tuhan itu serba bisa, semua bisa Dia lakukan, apalagi untuk kita yang percaya kepada Dia, Tuhan mau dekat kepada kita. Itulah indahnya kalau kita mau bersatu dengan Tuhan karena dalam Tuhan orang Kristiani itu Tuhan yang hidup, yang dekat, dan ingin dekat, dan maha kuasa dan bertahta di surga. Hanya orang Kristen yang mengerti tentang Allah itu sendiri. Diluar Yesus, tidak akan mengerti. Percaya ya? Itu ibu-ibu yang punya anak, jaga anakmu baik-baik. Yang punya anak muda-mudi, jaga anakmu baik-baik ya. Jangan sampai anakmu pergi dan jatuh cinta yang tidak seiman. Tanggung jawabnya besar kepada Allah. Urus anakmu itu. Apa pun resikonya kalau anakmu berbuat dosa, kamu akan menanggung dosa anak-anakmu. Kan kasihan, kita di rumah masak, nyuci, segala macam, tahu-tahu kita ditimpa dengan dosa yang dibuat anak-anak kita. Tolong, jaga anak-anakmu jangan sampai mereka menyebrang meninggalkan Tuhan Yesus. Itu sangat berbahaya, yang tidak diampuni oleh Tuhan. Ini yang mau saya sampaikan kepada ibu-ibu. Pasti ibu-ibu di sini punya anak yang sudah remaja kan?

 

Iya, jawab umat.

 

Jaga anakmu baik-baik ya. Arahkan anakmu baik-baik. Masalah cinta itu tidak usah dipaksakan dululah. Tidak usah buru-buru bercinta. Jangan nabrak-nabrak. Kadang-kadang anak remaja suka nabrak-nabrak, takut ketinggalan, takut tidak punya pacar. Pasti, kalau itu menyatu dalam kehidupanmu pasti ketemu. Tapi bukan Allah itu biro jodoh ya, tidak! Tuhan berikan aku jodoh. Hah, cari sendiri kamu. Aku sudah memberikan kamu cinta, perasaan, saling mencintailah. Jadi Allah itu bukan biro jodoh. Jangan sekali-sekali minta jodoh sama Tuhan. Tidak ada itu! Cari sendiri, senang tidak? Kalau senang yang penting senang itu ada perhitungannya, seiman! Malam ini saya tidak panjang lebar. Saya senang dan suka cita sekali saat-saat terakhir ini banyak anak-anak Tuhan terbuka untuk diluruskan perjalanan hidupnya supaya dia sampai kepada tujuan. Tujuan kita adalah Allah Bapa kita di surga. Amin?

 

Amin, jawab umat.

 

  

Pesan Ibu Maria

 

Selamat malam untuk anak-anakku semua yang ada di sini.

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih atas kebaikan kamu semua berkumpul di tempat ini bersama Agnes. Terima kasih.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Salamku juga bagi kamu berdua, Isak Doera dan Alexius. Terima kasih anakku, engkau telah mendampingi Agnes dalam pelayanan ini bersama anak-anakku. Terima kasih.

 

Terima kasih Ibu, jawab para imam.

 

Alexius, teruslah lakukan itu semuanya. Tidak ada yang terlambat walaupun tidak selesai, kerjakan saja, nanti engkau akan mengerti dalam pelayananmu ini bersama Agnes untuk bertemu dengan anak-anakku di mana pun mereka berada. Teruslah Alexius, tidak ada satu pun yang bisa mengambil kehidupanmu, teman-temanmu, tidak! Tidak ada satu pun! Mereka tidak berdaya semua itu karena mereka menutup hati dan mengeraskan hati sehingga mereka tidak berdaya untuk ikut campur tangan dalam perjalanan ini bersamamu Alexius, dan Isak Doera.

 

Dan anak-anakku semua yang ada di sini, inilah Aku Ibumu datang. Inilah isi hatiku melalui Agnes. Anak-anakku, percaya! Bukan Agnes tetapi Aku Ibumu di surga berbicara melalui Agnes, menyapa kamu semua yang ada di sini.

 

Anak-anakku semua, kamu semua yang Aku kasihi, Aku mengumpulkan kamu semuanya. Aku mintakan kuasa Allah membawa kamu semua ke tempat ini, supaya kamu tidak ada satu pun yang ditinggalkan karena hatimu terbuka kamu mendapatkan-nya. Malam ini engkau mendengarkan Aku Ibumu yang menyapa kamu semua yang ada di sini.

 

Anak-anakku, Aku minta kepada kamu semuanya, hiduplah kamu dalam damai saat-saat terakhir ini. Benar, semuanya itu akan terjadi. Jangan dikatakan tidak ada, nanti kamu akan menerima semua janji itu, sepenuhnya akan diberikan Allah kepada kamu dan seluruh bumi.

 

Anak-anakku, Aku minta kepadamu, hiduplah kamu dengan saling mengasihi, hiduplah kamu dengan saling melayani dan mencintai antara satu dengan yang lain. Dan berkelompok-kelompoklah kamu supaya kamu dikuatkan dalam kebersamaanmu dalam doa, itulah kekuatan dalam melayani.

 

Anak-anakku, Aku datang untuk memberikan pengertian kepada kamu di negaramu ini. Percaya! Kalau kamu percaya, kamu tenang, kamu tidak kuatir, tidak takut, maka percaya itu sangat penting, hidup dalam kehidupanmu. Karena semua ini, yang terjadi ini adalah kehendak Allah, harus dilakukan seperti itu untuk tanda. Apakah tanda itu membuat manusia merenung dan kembali kepada Allah?

 

Anakku, sejak dulu tanda-tanda diberikan kepada manusia karena Allah tidak akan meninggalkan manusia dengan segala rencana-Nya. Maka Allah mengambil bagian dari kehidupan manusia untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran supaya kamu semuanya hidup dan bahagia di saat-saat terakhir ini.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, jangan berpikir atas kehadiranku ini, engkau tidak akan mengerti. Percaya sajalah, itu sanggup memberi pengertian kepadamu.

 

Anak-anakku semua, kamu akan mengalami sukacita saat-saat terakhir ini. Sungguh Aku Ibumu dari surga melalui Agnes mengatakan,  hanya……. - dikatakan dunia - yang paling singkat, adalah sedetik. Itu kata dunia, anakku. Itulah akan terjadi! Bumi ini akan digoncang. Siapa yang tidak percaya diselesaikanlah sampai di situ saja. Itulah pengertian dari apa yang dikatakan Tuhan: “Biarlah gandum tumbuh bersama dengan ilalang” (bdk Mat 13:30, red). Maka pemurnian itulah dinyatakan ilalang, tidak ada lagi, yang tumbuh adalah gandum. Gandum itu adalah kamu sendiri.

 

Anak-anakku, walaupun itu ciptaan Allah tapi mereka tidak menyembah Allah maka mereka akan hilang. Cara Tuhan begitulah untuk mencabut ilalang itu sendiri supaya engkau mengerti, itu dipisahkan diantara kamu maka hiduplah kamu semua anak-anakku dalam damai.

 

Tidak, Aku tidak menakuti kamu. Itu sudah ada tertulis dalam Kitab Sucimu. Aku Ibumu oleh kuasa Allah, membuka kembali apa telah yang dijanjikan Allah melalui Kitab Sucimu. Pemurnian dunia! Semua mengalami, maka Aku datang ke seluruh bumi ini untuk mempersiapkan anak-anakku semuanya. Maka Aku minta, mulailah kamu mempersiapkan dirimu dengan baik, melayani, mengasihi. Damai anakku. Itulah kekuatanmu. Ini yang Kukatakan, karena, ukuran dunia, sedetik, berarti sudah dekat sekali. Anak-anakku, diluar itu Allah tidak memberikan pengertian. Yang percaya kepada Allah, yang menerima aku menjadi Ibunya, itulah yang mendapatkannya.

 

Anak-anakku, kamu semua adalah anak-anakku yang Aku kasihi, tidak ada kekerasan lagi tapi ada damai. Sabarlah dalam segala hal, bijaksanalah untuk menyelesaikan segala persoalan hidupmu. Anakku, engkau punya Tuhan di surga, engkau tidak sendiri seperti mereka yang tidak mengenal Allah, mereka berjalan di bumi ini sendiri dengan semua seisinya yang mempengaruhi mereka yang membuat mereka celaka. Itulah anakku, dunia, dengan segala kuasa-kuasa kegelapan. Siapa yang percaya akan Allah dia akan selamat. Siapa menolak Allah dalam kehidupannya dan mencari dunia, itu semua akan mati sia-sia. Itulah artinya. Ilalang itu akan dibakar. Berarti bukan dibakar seperti pengertian kamu, tetapi mereka selesai dan mati sia-sia. Itulah yang akan terjadi. Allah akan memisahkan antara gandum dan ilalang.

 

Berbahagialah kamu yang percaya dan menerima Aku menjadi Ibumu. Akulah Ibumu di surga yang bersama Allah dengan bahagia dari awal sampai Allah kembali menghakimi dunia ini. Akulah Ibumu kekal dan abadi di surga karena tempatku adalah di surga supaya kamu mengerti bahwa Aku sudah ada sebelum dunia dijadikan, Aku sudah ada bersama Allah. Itulah anakku maka dikatakan Akulah wanita yang bahagia di surga maka Akulah yang diutus oleh Allah untuk menyertai kamu dalam perjalananmu bersama. Aku membawa kamu semuanya kepada Allah yang menunggu kamu sangat setia di surga.

 

Anak-anakku, mengertilah apa yang Aku katakan ini kepadamu. Tidak ada ketakutan dan kekuatiran lagi. Tidak ada lagi! Yang ada bersukacita gembira kamu melayani supaya kamu bisa menyambut itu semua dengan bahagia.

 

Anakku, inilah perkataankku Ibumu yang benar. Inilah anak-anakku, renungkan dengan baik. Hidup dalam doa, dalam keluargamu tidak ada kekerasan lagi tapi ada damai, saling mengasihi, melayani. Nanti kau akan mengerti dimana kamu berbuat baik dengan tulus hatimu nanti kamu akan mengalami semua peristiwa itu kamu bahagia sekali.

 

Anak-anakku, itu yang Aku sampaikan kepada kamu semua yang ada di sini. Sampai disini kamu sudah mengerti?

 

Mengerti, Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih untuk kamu semuanya. Terima kasih anak-anakku. Hiduplah kamu berkelompok-kelompok ya supaya nanti kamu apabila itu terjadi, kamu saling menguatkan, tidak sendiri. Itu saling menguatkan nanti. Ini yang Aku sampaikan kepada kamu semua yang ada di sini.

 

Dan terima kasihku kepada Alexius. Memang Aku melihat anak-anakku, apa yang akan kau selesaikan. Itulah yang menjadi keinginanku. Engkau seorang imam Alexius, selesaikan anak-anakku, dan bawa mereka, satukan kembali. Tidak ada lagi perpecahan. DoaKu menyertaimu, keberangkatanmu bersama Agnes untuk bertemu dengan anak-anakku semua. Berikan mereka pengertian supaya mereka juga boleh mengalami kebahagiaan itu. Janganlah saat-saat terakhir seperti ini, tidak ada lagi persahabatan tetapi yang terjadi pertengkaran. Itulah iblis selalu ikut campur tangan bagi mereka-mereka yang belum kuat imannya. Aku minta tolong kepadamu Alexius, selesaikan itu. Doaku menyertaimu. Percaya, semua akan menjadi baik. Itu harapanku.

 

Kepadamu Isak Doera, berbuatlah apa yang bisa engkau perbuat supaya engkau bisa menyampaikan kebenaran itu sendiri. Dan Aku melihat dari surga, engkau telah berbuat yang baik, yang indah. Kau mewartakan semua itu dengan catatan tanganmu sendiri, engkau sampaikan kepada anak-anakku. Juga Aku mengucapkan terima kasih kepadamu Isak Doera. Itulah yang Kukatakan kepadamu. Engkau juga bekerja. Itu pekerjaanmu, cukup berat. Dengan tulisanmu itu, anak-anakku bisa membacanya. Biarlah kuasa Allah menerangi pikiran anak-anakku, yang kau sampaikan dengan tulisan-tulisan tanganmu itu. Terima kasih Isak Doera, terimakasih anakku yang Aku kasihi.

 

Semua, kamu semua yang Aku kasihi, mari kita bersatu dalam doa. Mari kita datang kepada Allah yang Mahakuasa, yang mengasihi kamu semuanya. Mari, inilah doaku yang Kuberikan kepadamu, satukan dengan doa-doamu yang sudah ada. Tapi masuklah dalam kepasrahan, serahkan seluruh jiwa dan ragamu, karena hidupmu adalah milik Allah. Mari kita satukan dalam doa.

 

YA ALLAH YANG MAHAKUASA

PADA SAAT INI JUGA JIWAKU KUSERAHKAN KEPADAMU

KARENA ENGKAU YANG MEMPUNYAI BUMI INI

DAN AKU CIPTAANMU (diulangi 3X) Amin

 

Anak-anakku, berdoalah dengan hatimu ya. Jangan doa itu dengan pikiranmu, perasaanmu. Doa dengan hati, kita meresapi kata-kata kita itu yang kita keluarkan dari mulutmu itu dengan baik, dengan sabar, tidak perlu cepat-cepat. Latihlah dirimu untuk datang kepada Tuhan melalui doamu. Anakku pasti, semua akan menjadi baik.   

Terima kasih untuk semuanya, selamat malam!

 

Terimakasih Ibu, selamat malam, jawab umat.

 

—ooo0ooo—