Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Jumat Pertama bulan April 2008

Di Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia, Cimahi, 4 April 2008

 

Kata Pengantar Ibu Agnes

 

Romo Isak Doera, romo Widi dan romo Agus yang saya cintai, saudara-saudaraku semua yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, selamat bertemu pada malam ini. Yang ada di sini yang belum pernah berdoa bersama kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia coba tunjuk tangan…. (beberapa umat mengangkat tangannya, red). Cuma sedikit ya…

 

Terima kasih atas kehadiran anda untuk bersatu dengan Ibu Maria; bukan bersatu dengan Ibu Agnes ya… Kita semua bersatu dengan Ibu Maria di surga. Kita semua yang dikasihi, yang dicintai, yang diberikan Allah kepada kita dan kita diberikan seorang ibu yang kekal dan abadi adalah Ibu Maria. Supaya kita mengerti peranan Ibu Maria cukup besar untuk karya keselamatan bersama Allah untuk menyelamatkan kita semua yang percaya yang membuka hati. Siapa pun yang membuka hati, kata Ibu Maria, kuasa Allah menyatu dalam kehidupannya. Mengapa saya katakan demikian? Supaya anda tahu, Tuhan Yesus mengatakan ”Aku menyertai kamu sampai akhir zaman” begitu indah kan? Tidak ada keyakinan-keyakinan di bumi ini, berjanji yang pasti seperti Tuhan Yesus. Berarti kita tidak sia-sia untuk mengikuti Tuhan Yesus yang menyelamatkan kita, yang memberikan hidup kita di bumi ini, dan kita supaya sampai kepada tujuan. Tujuan kita adalah Dia sendiri yang ada di surga. Supaya anda meyakinkan, untuk diyakinkan dengan iman. Kemarin waktu kami di Wonogiri, saya bilang sama Ola waktu di Pontianak atau Singkawang ya?

 

Di Pontianak, jawab Ibu Ola.

 

”Ola, kalau kami sampai ke Wonogiri, tolong benda-benda itu keluarkan dari kamarnya dan semua benda-benda turunkan, serahkan dan dimusnahkan.” Pasti Ola sudah mengerti. Di sini mau kita renungkan. Ada yang masih percaya kepada Tuhan tetapi juga percaya kepada kekuatan-kekuatan yang datang dari dunia,…. sia-sia hidup kita kalau membagi hidup kita untuk Tuhan dan untuk dunia. Tidak dapat apa-apa..!

Kalau kita percaya kepada Tuhan, percaya saja. Kalau kita masih percaya pada dunia, tinggalkan Tuhan itu, ikuti dunia. Itu saja.

Dan kami kemarin ke sana itu ternyata Ibu Ola bilang, tolong turunkan semua benda- benda (ada beberapa kantung digantung pada jenang pintu) dan kata ibu Agnes ada keris atau apa, tolong dikeluarkan dari kamar itu. Rupanya pusaka-pusaka mereka dari nenek moyang mereka, maka mereka terganggu dengan benda-benda itu sendiri. Banyak gangguan suara-suara yang mereka tidak kehendaki di dalam rumah itu sendiri. Karena mereka menghadirkan kekuatan-kekuatan yang datang dari dunia. Sia-sia..! Tetapi pada waktu itu Allah itu maha rahim, begitu dia terbuka dan menyerahkan dan sekalian juga ada didompetnya itu : jimat. Bayangkan…? didompetnya.. dia kan polisi, ya mungkin untuk jaga-jaga ya….

 

Jadi kemarin itu saya kasih tahu supaya anda tidak lagi berbuat sedemikian karena berarti kita sia-sia hidup. Karena hidup ini sementara. Kita pulang sendiri. Sekarang saya bisa dukung ..eh ibu begini…bapak begini. Tetapi kalau kita dipanggil waw… kita menghadap (Tuhan) sendiri. Tidak ada yang bisa bantu. Maka jagalah diri kita baik-baik.

Itu contoh kemarin tapi beliau sudah melepaskan itu semua. Ibunya kan Protestan/mertuanya kan Protestan, datang pada saya. „Ibu selama ini saya tidak berani untuk mengeluarkan benda itu karena takut kena tulah/kutukan”. Saya bilang: ”Ibu biarkan aku yang terkutuk ya, ibu tenang-tenang aja deh….”. Siapa yang bisa ngutuk? Setan tidak bisa. Tidak akan bisa setan mengutuk kita ya. Ini pengalaman untuk kita semuanya. Kalau kita yakin, mengimani Dia Sang Pencipta itu adalah Yesus Tuhan, sudah, serahkan sepenuhnya didalam hidup kita, dalam keluarga kita masing-masing.

 

Memang kami kerja rodi ya.. dari Kalimantan.. sudah jalannya setengah mati..masuk hutan, keluar hutan, blekok-blekok. Itu pekerjaan kami kemarin. Kami ke sana itu ada satu sekolah negeri -karena di sana tidak ada sekolah Katolik-. Jadi banyak anak-anak Katolik yang sekolah di situ kesurupan. Jadi mereka 3 bulan digoncang dengan kesurupan, akhirnya guru-gurunya tidak bisa ngajar dan segala macam. Untuk berangkat aja kita digoncang bahwa Pastor parokinya tidak menghendaki (kami kesana). ”Rombongan ini haya sampai Sambas saja karena mereka tidak apa-apa, itu hanya sakit maag.” Alamak….. Kesurupan kok sakit maag? Mana bisa kesurupan, (dikatakan, red) sakit maag ? Tapi saya bilang, saya tidak mundur. Pastor yang mengundang saya sudah ketakutan. ”Baik pastor saya tanggung jawab….” Karena bila setan telah dibicarakan keberadaannya, pastilah ia akan meradang dan membuat ulah dan bahkan bisa mengolok-olok kita.

 

Saya datang. Apapun yang terjadi Pastor saya akan datang karena pastor sendiri menelpon saya melalui Minic, minta tolong untuk dibersihkan karena mereka akan ujian akhir kelas 3 SMP. Kasihan mereka tidak bisa ikut ujian dengan baik dan gurunya juga ketakutan. Waktu saya ke sana kami mampir ke Keuskupan Pontianak. Kami bicara. Apa kata Bapak Uskup? ”Maju terus ibu Agnes, tolong mereka”. Akhirnya selesailah semua itu dengan baik.

Pulang jam 12 malam, ada kring lagi dari Banjarmasin. Biara Gembala baik, di sana ada sr. Mulat. RGS. Mereka sudah 4 jam berdoa untuk melepaskan anak kesurupan, mereka tidak bisa. Telpon saya..”Ada apa suster?” ”Ibu, kami sudah capai, ini setannya tidak keluar, bagaimana ini?”

”Oh ya sudah kamu punya HP kan?”

”Ya”.

Saya berdoa mohon pada Tuhan agar menolong anak ini dan agar menjadi saksilah kami tentang Engkau menyertai kami semua sampai akhir zaman, sampai kami Engkau panggil. Nyatakan Tuhan! Berdoalah saya, pelepasan. Akhirnya anaknya tenang.. Tadinya jegang-jegang kayak kesurupan jarang kepang gitu… makan beling gitu.. Akhirnya didoakan, akhirnya kembali lepas, anaknya menangis dan anaknya tertidur.

 

Bayangkan apa nggak pontang-panting saya….? Saya tidak takut walapun saya tidak ke sana karena kuasa Allah kan ada. Telpon juga dipakai sebagai sarana untuk menolong anak-anakNya. Kan kata Tuhan: ”Aku menyertai kamu.” Dengan apa saja Tuhan menyertai? Dengan telpon, dengan mobil Aku diantar ke sana, dengan pesawat aku diantar sampai kemana-mana. Tuhan pakai semua sarana itu untuk menyatakan bahwa Aku menyertai kamu sampai kita mati dipanggil.

Jadi ingat, Tuhan mengatakan itu benar dan Tuhan buktikan perkataanNya karena Dia Tuhan.

 

Kalau manusia mengatakan begitu, ya tunggu dulu dong, sampai dimana kamu menolong saya…., tidak mau saya ikut. Mungkin Nabi-nabi yang lain.. sampai dimana kamu bisa menolong saya.. tidak bisa. Karena Dia Tuhan yang menciptakan kita. Dia omong apapun dalam Kitab Suci itu saya aminkan. Saya percaya. Tidak ada satu butir apapun saya tidak mengakui dan tidak mengimani perkataan Tuhan. Saya takut. Saya sangat takut terhadap Firman Allah. Saya takut! Benar! Semampu saya, saya akan laksanakan apa yang Dia kehendaki. Saya takut! Sekali saya membantah apa yang Dia katakan dalam Kitab Suci, matilah aku! Kepada siapa lagi aku pergi meminta? Tidak ada lagi Tuhan, tidak ada lagi Allah. Di surga hanya satu, hanya satu. Dialah Yesus, dialah Tuhan, Dia juru selamat, Dia-lah Allah Dialah Bapa kita dan kita adalah anak-anakNya. Berbahagia, aku bersaksi. Kita bahagia punya Bapa yang begitu baik. Tapi kadang-kadang kita anak-anakNya pada bandel. Karena dia percaya Allah itu baik, dia seenaknya saja…kan Tuhan itu baik… kan tidak apa-apa….maksudnya memaafkan diri sendiri.

Jangan sekali-sekali kita memaafkan diri sendiri. Tetapi kalau memaafkan orang lain, itu iman kita. Mengasihi… mengampuni orang lain yang bersalah, yang diajarkan Tuhan melalui doa Bapa Kami. Tapi kalau mengampuni diri sendiri…ampun..siapa kamu, bisa mengampuni diri sendiri? Tidak bisa? Kalau itu selalu terjadi akan penumpukan-penumpukan, penebalan-penebalan, akhirnya kita tidak peka lagi akan kehadiran Tuhan. Tidak bisa mendengarkan lagi Tuhan bicara apa kepada saya, karena kita sudah menumpuk dosa. Kita aminkan…. kan tidak apa-apalah.. yang ini tidak apa-apa…nah itu. Pasti anda selalu memaafkan diri sendiri, benar tidak?

 

Benar, jawab umat.

 

Jangan sekali-sekali memaafkan diri sendiri. Kalau kita salah ya salah. Rubah kesalahan itu ! Jangan sekali-sekali.. ya nggak apa-apa…Kalau kita selalu memaafkan diri sendiri, kepekaan itu tidak ada lagi, akhirnya apa yang terjadi….jatuh dan jatuh…. dan jatuh….. Selalu jatuh hal-hal yang sama. Mungkin lebih meningkat lagi kita jatuh dalam dosa. Ini banyak yang tidak dimengerti. …Ah nggak apa-apa.. itu aja kok.. nggak apa-apa. Tidak ke gereja ah nggak apa-apa… kan minggu depan ada lagi…Tidak bisa-tidak bisa…!! Ini yang mau disampaikan supaya kita selalu mau waspada dan menyangkal diri kita masing-masing. Siapa lagi yang menyangkal kalau tidak kita? Kan Tuhan bisa merubah…. Eh Tuhan tidak memaksa manusia untuk diubah. Kalau manusia tidak mau diubah, Tuhan tidak mau paksa. Karena Dia Allah, Dia ingin manusia itu rela dengan terbuka, tulus meminta kepada Dia. Tuhan tolong saya.. saya berubah ..bantu saya Tuhan supaya saya tidak jatuh lagi.

 

Kalau setan, tidak.. main sikat habis dia. Dengan apa dia memakai kita supaya kita jatuh? Dengan sikap dan tingkah laku kita sendiri. Itulah iblis selalu memakai itu kata rasul Yohanes. Jaga dirimu baik-baik. Nih saat-saat terakhir ini pemurnian-pemurnian itu selalu silih berganti secara pribadi maupun dalam keluarga kita masing-masing. Itu terjadi pergumpulan. Apakah saya/anda mau dimurnikan dengan segala kelemahan itu? Pasti Tuhan mau kita dimurnikan karena saat pemurnian itu akan datang. Kalau kita tidak dimurnikan, apakah kita sanggup menerima pemurnian yang cukup berat, cukup  seperti itu atau menjelang pemurnian itu, saya/anda sanggup kalau anda tidak mau dimurnikan. Tolong dong, maulah… sekecil apapun…anda maulah.. ambilah Tuhan, bantu saya Tuhan….Karena saat-saat ini sangat genting buat kita pribadi, dan banyak orang terlalu sensitif dengan situasi apa saja. Mudah meledak… dan meledak… benar tidak?

 

Benar, jawab umat.

 

Benar, Tuhan mau kita selamat ya maka Ibu Maria diutus, dan Ibu Maria selalu bekerja untuk melindungi anak-anak-Nya di seluruh bumi. Kita bersyukur, kita diingatkan. Diluar Tuhan Yesus, tidak ada itu. Mereka tidak mengerti. Apa itu surga? Mana Allah itu? Mereka tidak mengerti. Hanya kita yang dikasih pengertian yang cukup dalam. Dikasih pengertian oleh Tuhan dan diperkenalkan diri-Nya kepada kita sepenuhnya. Dan kita diminta, ”terimalah Aku” Seolah-olah Tuhan itu mengemis kepada kita. Padahal Allah itu Sang Pencipta tapi Dia seolah-olah mengemis sama kita. Saya tidak berani. Setelah saya menjadi anak Tuhan, takut sekali saya. Rasanya kalau sudah buat dosa itu saya bisa nyumput di kamar, bisa menangis nungging-nungging. Itu pekerjaanku. Kunci pintu, saya nungging-nungging sampai puas nangis saya mohon ampun pada Tuhan atas kesalahan saya. Ih.., sakit sekali kalau kita jatuh dalam dosa. Sakit sekali ya.. rasanya aduh…aku kok nggak berguna dihadapan Tuhan. Kenapa sih… ada apa sih….nah koreksi diri…yang bisa koreksi diri adalah kita sendiri. Yang tahu siapa saya itu adalah kita sendiri. Orang lain hanya melihat. Mungkin hanya luarnya tapi dalamnya itu hanya kita bersama yang di atas. Kita tidak bisa berbohong kepada yang di atas.

 

Saudara-saudaraku, ini cukup berat saat-saat pemurnian ini. Lihat saja situasi.. situasi ini sudah cukup membuat kita terperangah. Ini janji Ibu Maria. Persiapan kita untuk masuk dalam pemurnian, kita akan mengalami hal-hal yang cukup berat. Kalau kita tidak mempersiapkan bagaimana kita bisa menerima itu? Akhirnya pontang-panting, berdoa pun tidak, berbuat apa pun tidak akhirnya menderita.

 

Sekali lagi berbahagialah kita menerima Yesus Tuhan menjadi Allah kita, menjadi juru selamat kita dan mengantar kita sampai kepada tujuan. Surga itu adalah milikNya. Yang mempunyai surga hanya kita lho. Aku terus terang bersaksi ya, yang punya surga adalah anak-anak Allah. Saya bersaksi, saya bersaksi. Saya juga bahagia sekarang ini. Saya bahagia diambil dari dunia saya dikasihkan jalan untuk sampai kepada tujuan adalah surga. Jangan sia-siakan surga itu. Kita adalah anak-anak Allah, dan kita punya hak warisan surga yang diberikan Allah kepada kita. Kenapa kita sia-siakan? Jangan dong! Dengan kesibukan-kesibukan dunia…. Boleh sih kita masih berpijak di bumi ini. Tapi jangan berpijak paten, terus langkah kita untuk menuju surga kabur. Saya bersaksi!

Saya bersaksi karena apa? Saya bersaksi detik ini juga saya akan bersaksi, hanya anak Tuhan bisa sampai ke surga. Pernah kami berdoa, dan kami dikasih pengertian oleh Tuhan. Roh menangis menjerit-jerit. Kesesakan. Siapakah itu? Mereka yang tidak mengenal Yesus. Saya tutup kuping… Kuping yang ditutup tapi pendengaran hati saya mendengar jadi tidak bisa ditutup. ”Aduh Tuhan ini berisik sekali. Sudah cukup Tuhan memberikan kesaksian itu kepada saya.” Menangis dan menjerit-jerit roh-roh itu. Tidak punya tempat. Saya bersaksi. Saya bicara ini kan Tuhan ada di surga.. oh si Agnes kau pembohong…..sekarang juga saya bisa kalau Tuhan mau, ditabok mulut saya. Saya bersaksi. Eyang saya yang suci itu (saya anggap), tidak ada di surga. Hanya kita, hanya kita. Begitu indahnya janji Tuhan itu. Tuhan itu Maha rahim. Belum waktunya Tuhan menghakimi anak-anakNya. Belum waktunya. Terbuka bagi anak-anak-Nya semuanya, kerahiman-Nya begitu besar saat-saat terakhir ini. Kerahiman-Nya di tebarkan oleh Tuhan. Kata rasul Yohanes, buka hatimu, jangan kamu sia-siakan rahmat yang begitu besar, kerahiman Allah begitu besar. Jangan tutup hatimu, engkau tidak akan mendapatkannya. Saat ini Allah begitu hebat melakukan untuk anak-anakNya.

 

Sedikit saja kita membuka hati, langsung Allah menangkap kita. Saat terakhir…jangan dikira hidup ini enak ya.. Kalau kita hidup tanpa Tuhan celaka!

Surga adalah milik kita. Itulah harta yang diberikan oleh Allah kepada kita. Kita pulang, kita punya tempat. Yang tidak punya Yesus, tidak punya tempat. Eyang saya tidak punya tempat sampai saat ini. Kasihan tidak? Kyai haji! Kyai haji…Wow suci banget…tidak ada tempat untuk eyang saya. Tapi saya mohonkan kepada Tuhan. Mohon kerahiman Tuhan untuk leluhur saya, nenek moyang saya. Hanya saya yang kabur. Semua lurus, hanya saya yang berbelok.

 

Ini mau saya ceritakan kepada kita semuanya. Buka hatimu dan renungkan! Kasih Allah begitu besar. Aku menyertai kamu sampai akhir zaman. Bukan, sampai kau Kupanggil, Aku menyertaimu. Saat-saat kita mau dipanggil pun Tuhan kasih jeda. Saya selalu mengantar orang yang mau pulang itu. Aduh pedihnya….menangis…meronta-ronta…Sebentar lagi mau pulang. Dibimbing, diarahkan supaya mau berdoa, kepasrahannya… Lama sekali saya membimbing orang yang mau pulang. Diajak bertobat.

Makanya, kalau saya, hanya berdoa -tidak minta, Tuhan aku minta uang ya, tidak! - : Tuhan tolong saya, bantu saya supaya bisa mempersiapkan diri saya pada waktu saya Engkau panggil. Ah menakutkan.. kenapa..? Saya melihat teman-teman yang saya antar itu ketakutan. Karena tidak siap. Karena tidak siap. Jadi persiapan itu bukan mendadak. Persiapan itu proses terus sampai kita dipanggil. Bukan sampai sini sudah selesai, iman saya sudah tebal. Tebal kayak apa? Tidak ada! Jadi kita mencari Allah, bersatu dengan Allah itu sampai mati. 

Tolong, saya selalu mengantar orang yang mau pulang. Yang sudah pulang, yang menangis juga diberikan kesaksian oleh Tuhan. Saya berdoa; „ Aduh Tuhan, rohnya ampuni dia Tuhan. Ampuni Dia Tuhan!”. „ Baik! ”. Tuhan itu menujukkan kerahiman-Nya karena belum waktunya menjadi hakim bagi kita. Allah membuka kerahiman-Nya supaya anak-anak-Nya pulang dengan damai.

 

Ini yang mau saya sampaikan. Apa lagi saat saat terakhir ini, kita persiapkan cukup…ya…. bekerja dan berdoa dan melayani. Itu saja. Bukan terus berhenti bekerja tunggu KTH/ pemurnian. Tidak! Anda bekerja saja. Itu datang kapan saja, biarkan saja. Pada waktunya kan kita menerima. Makanya Ibu Maria dengan cara apa saja hadir dan menyapa supaya anak-anaknya bahagia. Disuruh pergi ke Giriwoyo. Kemarin kita mendapatkan pengampunan tanpa kita sadari. Permintaan Ibu Maria kepada Allah. Mohon kerahiman Allah supaya anak-anakNya bahagia. Begitu luar biasa Ibu Maria. Begitu mencintai kita. Dia cari jalan apa saja supaya kita terlepas dari dosa.

 

Ingat itu! Jangan diam, jangan pasif. Iman harus dibuktikan. Kalau kita pasif, iman tidak akan berkembang. Iman itu berkembang menuju Allah ya. Iman. Kita percaya kepada Allah. Kembangkan dong! Ah segini aja.. Aku doa aja.. cukup ketemu dengan Allah.

Kapan ketemunya dengan Allah dengan berdoa saja, tanpa kita tidak berbuat apa-apa kepada siapapun, melayani. Pikir anda, doa pandai, ke gereja rajin, ke lingkungan rajin, terus melayani tidak pernah. Itu bohong! Iman yang pasif seperti itu. Berdoa dan melayani siapa pun, dimana pun kita berada. Inilah saat terakhir kata Ibu Maria, saling melayani kamu, kata Ibu Maria. Saling mengenal antara satu dengan yang lain. Kita adalah sama tidak ada bedanya. Kita sama di hadapan Tuhan mapun dihadapan Ibu Maria. Kita semua anak-anak Ibu Maria mau kaya, miskin, yang jelek, yang cantik. Semua anak Ibu Maria. Yang penting adalah cantik hatinya.

 

Saat ini sebentar lagi anda akan mengalami yang dahsyat.., nanti anda tidak siap. Di-ingatkan terus, di-ingatkan terus tapi jangan sudah diingatkan terus, anda tidak berubah, tidak mencari. Hanya di-ingatkan saja yang mengingatkan jadi lelah. Ini yang mau saya sampaikan. Saya pikir kalau kita berjalan dalam kebenaran….., benar kata Tuhan Yesus, didalam namaKu tidak ada kelelahan. Memang betul. Kami terbanting-banting sampai kayak gitu, tidak lelah, ketawa aja, senang aja. Tidak ada kelelahan itu. Benar kata Tuhan, didalam namaKu tidak ada kelelahan tapi didalam namaKu ada sukacita, bahagia.

 

Coba usahakan, apa yang saya omongi dengan talenta masing-masing. Dalam kelompok bermacam-macam talenta itu suatu kekuatan untuk melayani. Talenta apa saja, pasti kita diberi oleh Tuhan. Tidak ada manusia itu tidak punya talenta, pasti punya. Itulah kita kembangkan untuk memuliakan Allah. Apalagi saat-saat terkahir ini, kita berjuang bersama saling mendoakan supaya kita sama sama nanti menerima pemurnian itu.

Walaupun anda akan ada dimana-dimana saja, kita akan bersama-sama sukacita ya. Karena yang menyelamatkan adalah yang di atas ya. Karena ini bukan pekerjaan manusia, ini pekerjaan Tuhan untuk memurnikan dunia. Kalau dia memang setia dalam perjalanan hidupnya, dia akan merasakan Tuhan akan menolongnya. Ini yang dikatakan Ibu Maria. Kita tidak sendiri mengalami susana seperti itu nanti.

 

Baik ini saja yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan kita teguh dalam iman dan kita mengambil sikap apa yang harus saya persembahkan untuk Allah. Kalau persembahan untuk Allah apa sih? Kemenyan? Tidak dong! Persembahan kita kepada Allah adalah melayani. Melayani dan melayani, itu persembahan kita untuk Allah. Allah senang kalau kita saling melayani. Senang baget Tuhan itu. Kamu baik sekali ya….Luar biasa surga itu bersukacita kalau kita saling melayani, damai dimana pun kita berada. Amin

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

Terima kasih atas kunjungan Tuhan. Kuatkan saya dalam pelayanan ini. Lindungi kami semua dimana kami melayani supaya kami tidak sendiri Tuhan. Tuhan Yesus apapun yang Tuhan suruh, aku mau. Aku mau Tuhan. Dan saudara-saduara yang kau berikan bersatu dengan kelompok ini lindungi mereka semua Tuhan. Jagalah mereka semua Tuhan supaya pelayanan ini sungguh-sungguh sampai kepada tujuan untuk membawa anak-anakMu kembali kepadaMu. Tuhan Yesus sebentar lagi kami juga akan berangkat ke Kalimantan Tuhan, untuk melayani. Lindungi kami didalam pelayanan nanti. Buka hati anak-anakMu, khususnya para Romo, agar kami dapat menyampaikan kebenaran ini dan mereka menerima dengan baik. Tuhan sertailah kami dalam perjalanan ini. Tuhan Yesus kami mencintaimu. Kami mengasihimu. Engkaulah sahabat yang setia dalam suka dan duka, engkau selalu hadir dan menolong dan menyertai kami. Terima kasih Tuhan.

 

Saudara-saudaraku yang dikasihi, Tuhan Yesus dan Ibu Maria, mari kita renungkan bersama tentang kasih Tuhan melalui kuasa-Nya pada malam ini. Kita renungkan bersama-sama apa yang harus saya perbuat dan anda, untuk memenuhi tanda cinta kita kepada Tuhan. Marilah kita mulai memikirkan untuk hari esok apa yang harus saya lakukan persembahan saya pada Tuhan.

 

Tuhan Yesus, aku serahkan para Romo dan juga anak-anak-Mu ini sepenuhnya kedalam kuasa-Mu yang Maha pengasih dan Penyayang.

 

(Sesudah sapaan pribadi ) :

Saudara-saudaraku Tuhan Yesus mengatakan kepada kita pada malam ini:

 

Aku mengasihi kamu semua, dan datanglah kepada-Ku. Jangan lagi kamu tidak mengerti atas kehadiran-Ku ini. Renungkan dan Aku memberikan pengertian itu kepada-Mu. Marilah anak-Ku, mengertilah kamu semuanya. Karena dunia tidak bisa mengantarkan kamu dalam kebahagiaan. Karena dunia tidak mempunyai kebahagiaan itu. Aku-lah yang mempunyai kebahagiaan itu. Setialah anak-Ku!

 

Aku datang melalui kuasa-Ku dan Aku datang kepada anak-anak-Ku. Itulah harapan-Ku supaya kamu semua dekat kepada-Ku. Baiklah supaya engkau mengerti. Jangan lagi kamu tidak mengerti, mengertilah…! Inilah yang Ku-berikan kepada-Mu. Saatnya akan tiba, Aku telah mempersiapkan kamu dengan baik. Supaya engkau tidak mengatakan bahwa Aku tidak mempersiapkan kamu dengan baik. Siapa yang mempunyai telinga, bukalah! Mendengarkanlah apa yang Aku katakan kepadamu pada malam ini. Siapa yang punya hati, bukalah supaya kebenaran ini sungguh-sungguh hidup dalam kehidupanmu. Bukalah matamu dan lihatlah mana yang benar, mana yang tidak benar. Engkau akan mengerti. Aku-lah kebenaran itu. Dunia tidak akan bisa menyampaikan dan mempunyai kebenaran, hanya Aku! Dekatkan dirimu kepada-Ku. Aku menyertai kamu semuanya. Sampai bertemu kembali dalam doamu. Aku hadir dalam kehidupanmu. Renungkan.

 

Terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah nama-Mu, Allah yang baik. Terima kasih semuanya Tuhan. Kau nyatakan semua ini bagi kami yang lemah, Kau kuatkan supaya kami sungguh merasakan kuasa-Mu melindungi kami dalam suka dan duka. Terima kasih Tuhan Yesus, kami menyembah-Mu, memuji-Mu. Kami tidak akan meninggalkan-Mu sedikit pun. Kami akan setia sampai akhir hidup kami. Semua kami mohon dengan bantuan doa restu Ibu Maria, kasihanilah kami Tuhan yang sedang berjuang ini, yang ingin bersatu dengan Engkau sampai kami Engkau panggil masuk dalam kebahagiaan. Tuhan Yesus kami memuji-Mu kini hingga sepanjang segala masa. Amin.

 

(Doa kepada Ibu Maria, red)

…………………… Ibu Maria, doakan kami supaya kami tetap setia didalam pelayanan untuk melayani anak-anakmu dimana pun mereka berada. Doakan juga anak-anakmu di seluruh Indonesia ini agar juga anak-anakmu semua siap, mempersiapkan dirinya dengan baik. Ibu Maria mohon doamu juga untuk para romo ini khususnya romo Agus, mohon doa Ibu supaya perjalanan ini sunguh-sungguh indah sampai kepada tujuan, dan mohon doa Ibu Maria untuk Father Luigi yang saat ini sedang mengalami suatu persoalan karena dunia. Mohon doamu Ibu Maria supaya itu semua bisa terselesaikan dengan baik, diterima dengan baik oleh Father Luigi yang saat ini sungguh-sungguh membutuhkan doa Ibu didalam peristiwa ini. Aku serahkan romo Agus sepenuhnya didalam doa Ibu di surga. Khususnya untuk romo Widi, romo Isak Doera, semua para romo, aku serahkan doa Ibu di surga. Ibu Maria inilah kami semuanya, kami percaya Ibu hadir melalui kuasa Allah untuk bersatu dengan kami dalam Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia. Ibulah yang membimbing kami dan membawa kami untuk melayani, saling mengasihi antara satu dengan yang lain. Maka Aku serahkan semua perjalanan doa ini. Mohon doa Ibu surga di surga supaya kami nanti pulang sungguh-sungguh membawa kekuatan untuk hari esok dalam perjalanan kami masing-masing, maupun dalam keluarga kami sepenuhnya supaya kami dapat saling melayani dengan sepenuhnya. Terima kasih Ibu Maria.

 

(Kominikasi Ibu Agnes dengan Ibu Maria melalui kuasa Allah, red)

Iya Ibu terima kasih, terima kasih apa yang Ibu katakan, menunggu dan bekerja, berdoa dan melayani. Terima kasih Ibu Maria. Doakan kami semua Ibu Maria, doakan kami. Iya Ibu, kami percaya Ibu tidak pernah meninggalkan kami semua anak-anakmu dimana pun mereka berada. Terima kasih Ibu Maria.

 

Saudara-saudaraku berdoalah, kuasa Allah mengantar isi hati Ibu Maria kepada kita semua pada malam ini. Mari kita saling mendoakan, saling menguatkan supaya kita tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini. Mari kita bersatu sehati sejiwa, bersatu dengan Ibu Maria dan kita mau mengatakan ”Ibu Maria, saya mau melayani anak-anakmu, doakan kami supaya kami bisa melayani dengan baik”. Terima kasih Ibu Maria.

 

Pesan Ibu Maria

 

Salam untuk kamu hai imamku yang Aku kasihi. Inilah salam kasih dan cintaku untuk kamu bertiga yang hadir bersama anak-anakku pada malam ini.

 

Terima kasih Ibu, jawab para imam.

 

Terima kasih. Dan salamku juga untuk kamu semua untuk anak-anakku yang Aku kasihi, selamat malam.

 

Selamat malam Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih untuk kamu semuanya, dan salamku untuk Agnes. Anak ini yang Aku kasihi yang Aku berikan kepadamu.

 

Anak-anakku, kuatkanlah hatimu saat-saat terakhir ini. Memang berat buat kamu untuk menghadapi kenyataan yang segera turun diantara kamu di bumi ini, dan Aku minta supaya kamu kuat. Saling mengasihi kamu! Tidak ada lagi permusuhan tetapi kamu adalah saudara. Saudara yang disatukan oleh Allah. Kamu semua anak-anakku yang Aku kasihi.

 

Banyak yang tidak mengerti, mengapa Aku hadir, mengapa Aku ada. Ini belum banyak dimengerti. Juga para imam banyak yang belum mengerti. Mereka hanya mengerti Aku Maria tapi mereka tidak mengerti bahwa Aku adalah Ibu untuk semuanya yang percaya kepada Allah. Anak-anakku, masih banyak yang dipersoalkan tentang Aku.

 

Inilah isi hatiku melalui Agnes. Lihatlah anak ini. Dia mau, dia bekerja, mau. Aku mengerti. Aku mendengar kadang-kadang dia menangis; menangis karena tugas ini cukup berat bagi Agnes. Ada yang menerima, ada yang menolak, ada yang menghakimi. Anak-anakku, setialah kamu bersama Aku Ibumu didalam kelompok ini. Kelompok ini Kuberikan kepadamu di negaramu ini. Sungguh! Dengan cara inilah, banyak anak-anakku terselamatkan dari dunia ini. Akulah Ibumu. Pengertian yang sangat dalam. Akulah Ibumu dan kamu adalah anakku. Itulah yang disampaikan Tuhan Allahmu saat terakhir bagi dunia.

Anak-anakku, tidak ada yang dipersalahkan. Itu semua kehendak Allah yang sudah terjadi diantara kamu. Anak-anakku, pengertian kata Ibu, itulah yang harus kamu terima sepenuhnya dalam kehidupanmu.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, siapakah yang bisa mengambil ini semuanya? Tidak! Ini semua datang dari atas, bukan datang dari dunia. Ini adalah pekerjaan rohani, bukan pekerjaan manusia semata. Yang rohani datang dari Allah. Pekerjaan manusia-manusia yang fana ini datang dari dunia.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, Aku telah mengatakan kepada kamu, waktunya sudah berjalan bersama kamu semuanya.Kuatkan hatimu, jaga dirimu baik-baik. Melayanilah kamu supaya kau dikuatkan didalam pelayananmu. Inilah yang Aku sampaikan. Nanti engkau akan mengerti apa yang terjadi. Cukup berat buat kamu semuanya dan dunia ini akan mengalami banyak hal. Kalau kamu tidak siap, engkau akan ketakutan. Tidak! Engkau punya Allah di surga, kamu tidak takut. Kamu hadapi dengan sukacita semua akan menjadi baik dalam kehidupanmu. Inilah yang Aku sampaikan.

 

Sekarang penguasa-penguasa kegelapan mulai bangkit untuk menyerang kamu dalam kelemahanmu tetapi kamu akan kuat dalam roh bersatu dengan Allah di surga. Pergilah kamu yang bersama Agnes. Sehati sejiwalah kamu dalam melayani. Jangan ada pemikiran-pemikiran lain supaya kamu tidak dicobai oleh dunia ini. Jangan takut menghadapi persoalan-persoalan. Allahmu ada di surga menyertai kamu dimana kamu pergi melayani. Percaya… , ini yang Aku sampaikan kepada kamu yang bersama Agnes. Jaga dirimu baik-baik!

 

Dan juga kamu hai imam-imamku yang Aku kasihi, kamu ada bertiga di sini. Tanpa seizin Allah kamu bertiga tidak ada di sini. Tapi kehendak Allah terjadi kamu berkumpul bersama mendampingi anak-anakku semua yang ada di sini.

 

Alexius, banyak pekerjaan yang harus kamu selesaikan, teruslah! Pada saatnya semua akan diselesaikan oleh Allah dan pergilah melayani. Engkau seorang imam, engkau akan dikuatkan dalam perjalananmu. Dampingi mereka dan sampaikan semuanya supaya juga anak-anakku semua bahagia saat saat terakhir ini. Aku minta kepada Alexius, lakukanlah itu demi anak-anakku, dan Aku menyertaimu dalam doaku dimana pun engkau berada. Selamat berjuang Alexius.

 

Isak Doera, berdoalah anakku. Berbuatlah apa yang bisa engkau perbuat. Aku Ibumu selalu berdoa dan bersamamu. Doaku menguatkanmu. Isak Doera, di hari tuamu engkau penuh damai, penuh sukacita. Itulah kekuatanmu dan setialah dalam perjalanan ini bersama anak-anakku. Doaku menyertaimu, Isak Doera.

 

Terima kasih Ibu, jawab romo Isak Doera Pr.

 

Terima kasih, dan juga kamu Laurentius. Namamu indah. Harapan…., apapun perjalananmu Laurentius, percayalah anakku, semua terselesaikan dengan baik. Doaku menyertaimu dan percaya. Tidak satupun….

 

Terimakasih Bunda, jawab romo Laurentius.

 

Terima kasih Laurentius. Teruslah berjuang supaya kau sampai kepada tujuan. Jangan kuatir. Hadapilah dunia ini dengan imanmu, keyakinanmu kepada Allah. Terima kasih! Engkau akan mengalahkan dunia ini. Setia, setialah anakku dalam perjalananmu ini supaya kamu sampai kepada tujuanmu. Doaku menyertaimu. Semua akan menjadi baik. Itulah yang Aku sampaikan kepadamu Laurentius.

Anakku, biarlah dunia…. Tinggalkan dunia itu, tidak akan mengusikmu sedikitpun didalam kehidupanmu. Anakku, kesetiaanmu menyelamatkan semua kehidupanmu. Percaya! Allah menolongmu. Itulah yang Aku sampaikan kepadamu Laurentius. Aku Ibumu terus menyertaimu didalam doaku dimana pun engkau berada. Terima kasih.

 

Terima kasih Bunda, jawab romo Laurentius.

 

Terima kasih. Semua anak-anakku yang ada di sini, renungkan apa yang Aku sampaikan ini kepadamu. Tidak ada lagi kata-kata lain, hanya satu, waktunya sudah berjalan bersamamu sampai engkau mengalami peristiwa itu semuanya. Jagalah dirimu dan berdoalah kamu dalam keluargamu, saling menguatkan, damai. Ciptakan damai anakku. Damai di hatimu, damai dalam keluargamu, damai dimana pun engkau berada supaya Allah dimuliakan dimana kamu bahagia sehati sejiwa datang kepada Allah. Kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih untuk kamu semua. Hanya sampai di sini, kita akan bertemu kembali. Percaya, semua akan dinyatakan oleh Allah. Percaya, maka berbuatlah kamu semuanya. Jangan ditunda lagi. Pergilah melayani, yang harus kamu layani dimana pun kamu berada. Melayani bersama-sama didalam kelompok-kelompok yang ada diantara kamu. Aku Ibumu selalu bersatu dengan kamu semuanya. Walaupun Agnes tidak ada, kuasa Allah bekerja, kuasa Allah hadir diantara kamu. Bukalah hatimu terus menerus. Inilah yang Aku sampaikan kepada kamu semuanya. Terima kasih untuk kamu.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Dan terima kasih untuk kamu Alexius, Isak Doera, Laurentius, terima kasih.

 

Terima kasih Ibu, jawab para imam.

 

Terima kasih. Baik kita bersatu kembali. Mari kita berdoa, bersama-sama, kita datang kepada Allah Bapa kita di surga.

 

Ya Allah yang Mahakuasa,

pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu

karena Engkau yang mempunyai bumi ini

dan aku ciptaan-Mu.  (3 x). Amin

 

Terima kasih, sampai bertemu dalam doa. Pasti kita akan bertemu dalam doa bersama-sama anak-anakku. Akulah Ibumu, dan kamu adalah anak-anakku. Itu kamu harus percaya semuanya. Kamu percaya?

 

Percaya Ibu, jawab umat.

 

Percaya, terima kasih. Sampai bertemu kembali, selamat malam untuk kamu semua.

 

Selamat malam Ibu, terima kasih, jawab umat.

 

 

—ooo0ooo—