Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang
Bahagia
(bersama orang dewasa)
Di Balai Karangan, Sanggau, Kalbar pada tanggal 29 April
2008
Pengantar
Ibu Agnes Sawarno
Selamat
sore Bapak Ibu saudara-saudaraku yang dicintai Tuhan Yesus dan Ibu Maria. Kita
diantar untuk bisa bertemu karena kecintaan Allah kepada kita semuanya, Allah
tidak pernah meninggalkan kita sendiri dalam apapun situasinya walaupun suka
dan duka, Allah selalu menyertai kita.
Dari
awal kita sudah mendengarkan romo Widi menjelaskan semuanya dimana kejelasan
itu terutama anda kurang akrab dengan Ibu Maria, itu sangat saya perhatikan
dari belakang tadi. Sangat jauh anda dari Ibu Maria. Supaya anda tahu saya
akrab dengan Ibu Maria bukan karena saya menjadi anak Tuhan tapi sejak saya Muslim,
saya bersahabat dengan Siti Mariam. … (Ibu Agnes juga menegur mereka yang
sibuk dengan HP waktu berdoa atau mendengarkan renungan karena setan bisa
bekerja untuk mengacaukan suasana, red).
Saya
menyampaikan kebaikan dan kebenaran, dan saya sudah tua lho. Siapa di sini yang
umurnya hampir 62 tahun? Ada lagi? Kalau ada yang 60 lebih, kalau mati kita
sama-sama. Kita pergi ke surga ramai-ramai. Tapi di mata Tuhan tidak
memperhitungkan umur. Yang memperhitungkan umur, kan kita. Di mata Tuhan tidak
ada umur-umuran, jika Tuhan menghendaki pulang ya pulang. Cucu saya sebelas.
Saya sudah tua maka bolehlah saya menyapa bersama anda kita berbincang-bincang
tentang kebenaran. Sudah capai ya?
Belum,
jawab umat.
Kapan
lagi kita bertemu seperti ini ya. Mari kita persiapkan dengan baik. Malam ini
Aku serahkan semua kehidupan saya masuk dalam kepasrahan bersama Ibu Maria.
Tidak lagi berpikir tentang rumah, kompor yang sudah dimatikan atau belum,
biarkan itu terbakar tidak apa-apa. Sekarang konsentrasikan pikiran, perasaaan,
hati kita, semua kehidupan kita untuk Tuhan. Begitulah doa yang baik. Bukan
saat ini saja. Dimana anda berdoa secara pribadi, dimana anda berdoa dalam
kelompok, lingkungan, wilayah, atau dalam keluarga, tolong, mulai sekarang anda
mulai menggerakan doa di dalam keluarga. Ini kata Ibu Maria. Dan saya berharap
bapak-bapak tidak lagi berang atau marah kepada istrinya. Tidak lagi ya mulai
malam ini. Janji ya?
Janji,
jawab bapak-bapak.
Janji
benar ya! Kedua, berkat itu jangan disimpan sebagian ya. Tolong! Ini bu
uangku ada Rp 100.000, simpanlah baik-baik, pergunakanlah baik-baik dengan
bijaksana. Tapi bapak sekarang ini dapat berkat, sebagian masih
disembunyikan.Ada ya?
Ada,
jawab umat.
Ada.
Jangan bilang tidak ada! Ada! Punyamu adalah punyaku menjadi satu
ditambah dengan anak-anak yang dititipkan oleh Allah kepadamu. Jadi tidak ada
kebohongan. Tidak ada lagi, ini punyaku, aku simpan sendiri. Dapat
rejeki masih bisa menyimpan dengan syarat, wanita-wanita kalau diberikan berkat
sama Tuhan jangan difoya-foyakan. Bijaksanalah dengan jerih payah suamimu itu.
Itu kata Ibu Maria.
Dan
jaga dirimu dengan baik. Kata Ibu Maria, siapa pun yang punya anak, itu adalah
masa depan Gereja. Kalau anakmu bersalah dan berbuat dosa, kamu tanggung dosamu
kepada Allah. Jangan sempat anakmu pergi, jatuh cinta kepada anak-anak dunia.
Kalian mengerti anak-anak dunia tidak? Mengerti ya?
Mengerti,
jawab umat.
Nah ini
terjadi. Banyak anak-anak Tuhan, anaknya dibiarkan bercinta akhirnya kawin
campur terus kawin adat, sudah kawin adat tidak kawin Gereja. Juga ibu-ibunya,
bapak-bapaknya begitu, masih kawin adat; belum diresmikan di Gereja. Adat tidak
menyelamatkan. Tapi kalau seni budaya silahkan lestarikan. Kalau
ritual-ritualnya itu buang saja.
Tolong
umpamanya ada di sini yang belum terberkati di Gereja, bergegaslah untuk
diberkati di Gereja. Kalau ada teman-teman, saudara-saudara kita belum yang
belum diberkati, dekati dia. Umpamanya perkawinan itu kawin campur, dan tidak
bisa memaksakannya, yang penting apa? Minta kepada suami atau istri yang
berbeda agama, ayo tolong antar ke Gereja saya mau minta berkat kepada imam
supaya Allah memberkati perkawinan ini. Anda jadi bisa menyambut kembali
dalam Ekaristi. Tetapi kalau belum diberkati, anda tidak bisa menyambut Ekaristi
dalam hidup anda.
Jadi
kalau itu umpamanya terjadi, kita ingat bagaimana 10 perintah Allah melalui
Musa, jangan berzinah. Kalau kita belum diberkati/menerima sakramen
dalam Gereja melalui imam-imam, hidup kita berzinah. Nah, kalau kita
berzinah, apakah hidup kita akan tenang di dunia atau saat kita akan pulang?
Ini saya cerita, kalau ada seperti itu cepat selesaikan. Jangan ditunda lagi
karena waktunya sudah dekat, pemurnian segera turun, nanti kalian tunggang
langgang karena masalah itu belum terselesaikan. Saya berharap di sini tidak
ada ya? Semua sudah diberkati?
Sudah,
jawab umat.
Benar?
Benar,
jawab umat.
Bagus.
Tuhan tahu dan melihat kita semuanya. Kalau anda berbohong pada malam ini,
Tuhan mendengarkan di surga, itu lebih tidak baik. Setelah anda mendengarkan
keterangan ini anda tidak melakukannya, anda tidak menyelesaikannya……
Apa
kata Tuhan Yesus, waktu kami melayani di Flores, di sana cukup ketat adatnya,
di sana lebih penting adat dari imannya sendiri. Mereka punya rumah adat untuk
persembahan dan disembahkan. Tuhan Yesus mengatakan sampaikan kepada mereka
Agnes, apa pun yang kau sampaikan mereka terima dan mereka dengar tapi mereka
tidak menyelesaikan masalah hidupnya, celakalah dia bersama dunia.
Jadi
kami datang untuk meluruskan, tapi Tuhan mengatakan „apabila engkau
menyampaikan itu semuanya dan mereka bertobat dan mereka kembali kepada-Ku Aku
melupakan semua kesalahan mereka.” Indah ya? Tuhan Yesus itu indah.
Maka
kita semua anak-anak Tuhan, berbahagialah kita membuka hati dan dibaptis dalam
Yesus Tuhan melalui kuasa-Nya maka kita boleh mengalami keselamatan itu, boleh
kita sampai ke surga, dengan syarat kita mau setia dalam suka dan duka dalam
perjalanan kita sehari-hari.
Tuhan
tidak minta kalian untuk suci dan kudus. Tuhan tahu kita terdiri dari daging
yang fana ini, sebentar lagi kita berbuat dosa.
Yang
kudus dan suci adalah Allah. Dan Allah akan menguduskan setiap orang yang
setia, itu hak Allah.
Umpamanya
santo-santa, terserah Tuhan mau memberikan kekudusan bagi mereka tapi kata
Tuhan „setialah anak-Ku!” Hanya itu kuncinya.
Kita
setia jatuh bangun dan berjuang, kita mau setia dalam suka dan duka dan tidak
pernah meninggalkan Tuhan dengan segala persoalan yang mungkin belum
terselesaikan: mendua hati, pergi ke dukun, paranormal, punya jimat-jimat taruh
di pinggang, leher atau dimana, punya keris, punya segala. Tidak boleh! Percayalah
kepada-Ku saja.
Itu
adalah perbuatan setan untuk memperdayakan kita supaya kita lupa bahwa Tuhan
itu Mahakuasa. Itulah pekerjaan setan.
Jangan
mendua hati. Tuhan tidak menghendaki anak-anak-Nya mendua hati.
Jangan pergi ke dukun untuk berobat tapi pergilah ke dokter dan berdoa, pasti
Tuhan berkati perjalanan kita. Tidak usah ke dukun. Dukun adalah perbuatan
setan. Dia jadi raja dalam kehidupan dukun itu dan meramal dan meramal
kehidupan manusia. Tidak!
Saya
hanya percaya kepada Yesus. Saya tidak takut menghadapi dunia ini. Saya tidak
takut sama setan. Anda juga tidak boleh takut. Siapapun yang bersatu dalam
Yesus, kita bisa membedakan roh mana yang jahat yang datang dari dunia ini,
mana yang benar datang dari atas. Kadang-kadang setan juga bisa berbuat baik.
Dukun kan berbuat baik kan? Tapi yang mengobati adalah setan. Jangan
lakukan itu.
Jangan
menghujat roh. Anda-anda yang punya anak remaja cowok cewek. Menghujat
roh adalah meninggalkan Tuhan dan mengikuti iman-iman yang datang dari dunia.
Itu menghujat roh, tidak diampuni.
Saya
menjelaskan ini karena Ibu Maria mengatakan jelaskan kepada anakku Agnes
supaya mereka lurus hatinya tumbuh imannya dan bertambah dekat dengan Tuhan. Itu
kata Ibu Maria. Maka Ibu Maria datang ke seluruh bumi ini melalui kuasa
Allah. Sekarang kita berdoa bersatu dengan Ibu Maria, di sana umpamanya di
Australia atau dimana, pikirnya tunggulah Agnes, saya sedang melayani anakku
di Australia. Tidak kan?
Tidak,
jawab umat.
Karena
kuasa Allah bisa mengantar dengan hal yang sama dimana anak-anaknya sedang
berdoa bersatu dengan Ibu Maria atau anak-anaknya berdoa dengan hal yang sama
untuk datang kepada Allah. Jadi tidak berhenti. Tunggu ya sebentar saja, Aku
mau mendengarkan anak-anakku di sana. Tidak! Kuasa-Nya mencakup di seluruh
bumi ini. Bukalah hatimu! Kata rasul Yohanes, jagalah dirimu baik-baik karena
iblis selalu menjatuhkan kamu melalui sikap tingkah lakumu. Benar tidak?
Benar,
jawab umat.
Melalui
sikap dan tingkah laku kita inilah iblis selalu pakai.
Ada
Bapak yang marah jadi marah terus. Ada yang Ibu cerewet, suka mukuli anak ya
terus mukuli anak dan cerewet. Itu dipakai terus oleh iblis.
Tapi
kalau kita dalam Yesus, kelemahan itu akan terkikis dan iblis tidak bisa
membelokkan iman kita. Hanya dalam Yesus kita bisa mengenyahkan iblis-iblis itu
di sekitar kita dan kita akan diberikan pengertian, sensitif, peka. Dimana
kuasa Tuhan itu hadir kita akan merasakan Tuhan hadir melalui kuasa-Nya
menolong saya. Perasaan saya, pasti kita akan mengerti. Ini yang saya sampaikan
ya. Jadi adik-adik yang ada di sini, kalian masih muda, jaga diri baik-baik,
maupun yang sudah berumur juga jaga diri baik-baik. Karena kita dipanggil kapan
saja. Saya ngomong mungkin 2 jam lagi saya dipanggil, bisa saja terjadi.
Kata
Yesus Tuhan, berjaga-jagalah kamu. Kata berjaga-jaga itu bukan berdoa saja.
Berjaga itu menjaga diri kita baik, menyangkal diri dengan baik, melayani,
mengasihi, dan saling penuh pengertian antara satu dengan yang lain dan
menciptakan damai di manapun kita berada. Ini berjaga-jaga, jadi bukan
hanya berdoa, ke Gereja, ke lingkungan, tapi ada saudara kita yang sakit dan
dirawat, pura-pura tidak mendengar. Ah nanti saja, kan baru masuk. Pernah
tidak begitu?
Pernah,
jawab umat.
Ah
besok-besok aja. Doa kita kok jadi seperti itu lho. Bukan kita bergegas,
-kecuali kita tidak bisa bangun-, baru kita bawa dalam doa, maka Ibu Maria
mengatakan berkelompok-kelompoklah kamu, dimana ada kelompok di situ tidak ada
penderitaan. Pasti saudara-saudaramu akan dapat pelayananmu.
Bagaimana
mungkin satu orang melayani orang banyak dengan segala persoalan?. Semua kita
diberikan talenta, banyak talenta. Kita jadi satu dalam kelompok, itulah untuk
melayani. Kata Ibu Maria, ciptakan lah itu semuanya dan berkelompok-kelompoklah
kamu di manapun kamu berada. Layani saudara-saudaramu dengan sukacita. Itulah
hartamu karena harta kita bukan doa. Harta kita melalui sesama, masa kita lupa?
Tuhan
Yesus mengingatkan kita semuanya, „Dimana aku sakit, dimana aku lapar, Tuhan
mengajarkan untuk melayani”. Itu bukan untuk Tuhan dimana kita melayani
anak-anak Tuhan berarti kita melayani Tuhan. Di situ ada penderitaan, di situ
ada Tuhan. Bukan di situ ramai-ramai, di situ ada Tuhan, tidak ada! Dalam
penderitaan Tuhan hadir dan kita mau bersatu dengan Tuhan untuk melayani
anakNya yang sedang menderita. Di sini ada kelompok-kelompok tidak? Belum ya?
Belum,
jawab umat.
Baik,
kalau anda mau ikutlah bersama Ibu Maria seperti kami berkelompok-kelompok, dan
berdoa, dan melayani dan sensitif/peka dengan saudara-saudara kita yang
membutuhkan pertolongan. Bukan materi saja, tapi tenaga, pikiran, penghiburan
apa saja yang bisa kita lakukan.
Umpamanya
saja, ini contoh ya, ada saudara kita yang sakit, anda punya mobil, tengah
malam diketok. Siapa itu malam-malam begini? Saya mau pinjam mobil. Di
ketok kalian tidak bangun padahal kalian mendengar suara itu. Kalau anak Tuhan,
buka pintu, apa yang bisa saya bantu? Itu anak Yesus. Dia sakit, tidak
punya kendaraan untuk ke rumah sakit, kita antar. Kalau dia tidak punya uang
untuk beli obat, mari kita gotong royong beli obat. Kita berikan, Tuhan
berkati.
Anak
ini masuk rumah sakit, betul-betul tidak bisa bayar rumah sakit. Mari kita
gotong royong menyelesaikan masalah saudara kita. Wah luar biasa itulah anak
Tuhan. bukan kita diajarkan untuk jadi orang Kristiani untuk hanya berdoa.
Berdoa, nyatakan. Berdoa saja, aku cinta Tuhan. Berdoa bukan cinta. Aku cinta
Tuhan, aku berdoa, dan aku melayani.
Mother
Theresa waktu kami pergi ke Phnom Penh. Kami masuk dan melayani di biara. Saya
masuk Kapel dan berdoa, kuasa Tuhan menghadirkan Ibu Teresa kepada saya dan
kami berkomunikasi.
Dia
katakan, menyapa saya anak cantik. Cantik itu bukan cantik muka.
Itu bahasa Sansekerta yang selalu dipakai ibu Teresa, cantik hati itu anak
yang baik yang mau melakukan dan mendengarkan apa yang dikehendaki Allah dalam
kehidupannya.
Dan
mother Theresa mengatakan, kunci surga adalah melayani. Sekarang dia
sudah ada di surga. Dia bisa menyampaikan itu pada saya. Sampaikanlah itu
dan kamu tidak usah takut, layani mereka dengan baik.
Jadi
pelayanan itu bukan karena aku suka, ah aku suka dengan bapak itu, ibu itu,
karena kami akrab.. Tidak! Melayani itu tidak berpikir dan tidak peduli
siapa pun dia. Sekarang saya ceritakan supaya kita hidup tidak sia-sia. Berdoa,
mengasihi, mencintai dan melayani. Tidak cukup anda berdoa saja. Yesus
mengatakan, kamu minta terus, apa yang kamu minta daripadaku kamu tidak berbuat
sesuatu menurut kehendak-Ku. Kadang-kadang doa kita tidak terkabul, kita marah.
Saya
bersaksi. Kesaksian ini saya berikan kepada anda yang ada di sini. Karena saya,
keluarga besar saya, nenek moyang saya, yang pergi hanya saya sendiri. Tapi
bukan kehendakku aku lari, tapi Yesus membawa saya keluar dari silsilah saya. Saya
sudah dicoret dari keluarga saya. Mereka tidak mengenal saya lagi. Saya tidak
pernah bertemu dengan mereka lagi. Ya sudah tidak apa-apa. Saya hidup bukan
karena kamu tapi saya selalu berdoa, aku juga masih darah dagingmu tetapi iman
kita tidak bisa ketemu, kita masing-masing. Saya tidak pernah ketemu dengan
siapapun dari keluargaku sekarang tetapi saya dipertemukan dnegan anak-anak
Tuhan dimana-mana.
Saya
seperti ini tapi saudaraku bertambah. Jadi untuk Tuhan itu harus berkorban.
Tanpa pengorban sia-sialah kita untuk mengikuti Dia. Jangan kamu celit.
Jangan
anda sembunyikan berkat sekecil apapun, anda ikhlas memberikan kepada
saudara-saudaramu itu berharga di mata Tuhan.
Itulah
hartamu nanti dibawa pulang. Sekecil apa pun yang kau terima dari Allah engkau
akan mempertanggung jawabkan di saat kau pulang. Besar pun, tambah besar
pertanggung jawaban kepada Allah. Jadi berkatmu jangan kamu simpan sendiri.
Tolonglah buka dompetmu apabila ada saudara-saudaramu yang membutuhkan. Mari
kita bekerja sama dengan Ibu Maria, dalam Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu
Maria yang bahagia ini.
Ibu
Maria mengatakan, Aku sudah di surga, kamu masih ada di bumi. Ibu Maria
kan tidak punya duit di surga kan? Jadi Ibu Maria mengajak kita untuk melayani
dengan berkat-berkat yang ada, yang kita terima dari Tuhan.
Aku
yang mengasihi, Aku yang melayani, kata Ibu Maria. Bersama kamu
untuk melayani anak-anakku. Karena seperti buku pesan-pesan Ibu Maria, kan tidak
ada percetakan di surga kan? Jadi kami yang mencetak dan kami bagi dengan
anak-anakNya. Jadi Ibu Maria hanya meminta itu. Mari bergabung dengan aku di
surga. Mari kita bekerjasama untuk melayani saudara-saudaramu.
Saudara-saudaramu itu adalah anak-anakku, kata Ibu Maria.
Kalian
tidak begitu akrab sama Ibu Maria ya? Sejak dulu saya sama Siti Mariam ngobrol.
Sekarang menjadi ibu saya, saya sangat dekat dengan beliau. Mulai sekarang
dekatkan diri kepada Ibu Maria dan ucapkan salam kerinduan kepada Ibu Maria.
Katakan kepada beliau, berarti bukan kita menyembah Ibu, bukan. Kita kalau
menghormati orang tua kan tidak kita sembah-sembah kan?
Tidak,
jawab umat.
Kita
hormati, kita sayangi, kita cintai orang tua kita. Begitu juga dengan Ibu
Maria. Mulai sekarang kalian membuka hati untuk bersatu dengan Ibu Maria, dalam
doa, dalam melayani maupun dalam keluarga. Ibu Maria selalu menekankan : ”damai
anakku dalam keluargamu karena pemurnian sudah dekat”. Kalau kamu tidak ada
damai, karena pada waktu itu kuasa Allah bekerja memberikan semua tanda-tanda
itu. Kalau kita tidak ada damai dalam keluarga, kita akan dibiarkan begitu. Itu
bukan kesalahan Tuhan, itu kesalahan kita.
Aku
ingin sampai pagi sama kalian tapi tidak ada waktunya. Kami pernah sampai jam 3
pagi melayani di Merauke. Terus kami makan dan cuci muka terus ke bandara jam 6
pagi langsung ke Jaya pura. Karena hari semuanya milik Tuhan, siang dan malam
milik Tuhan. Siang dan malam itu kan kita megalami.
Tapi
kalau Tuhan tidak ada siang dan malam. Kuasa Allah menaungi seisi surga. Tidak
ada gelap. Kita saja yang mengalami. Di mata Tuhan tidak ada siang dan malam maka
kapanpun juga kita melayani. Kadang-kadang saya jam 2 malam telpon
berdering, saya layani. Itu saya tapi kalian tidak usah seperti saya karena
pekerjaan saya untuk melayani anak-anakNya.
Anda
juga boleh memulai melayani di sekitarmu, dimana saja untuk melayani
mereka-mereka. Allah akan dimuliakan melalui sikap dan tingkah laku kita.
Bagaimana kita bisa mengatakan kebenaran ini tetapi kita selalu membuat orang
kecewa, membuat orang sedih melalui sikap dan tingkah laku kita. Akhirnya Tuhan
Yesus yang dipersalahkan. Kita yang berbuat akhirnya Tuhan Yesus yang
dipersalahkan. Benar tidak?
Benar,
jawab umat.
Itulah
orang Kristen itu. Yang salah kan manusianya. Ajarannya kan tidak salah.
Saya akan memandu doa bersatu dengan Ibu Maria. Siap ya, tidak ngantuk?
Dan
persiapkan dirimu dengan baik, kita akan membuka hati kita untuk Tuhan. Siapa
yang membuka hati kuasa Tuhan akan bersatu dalam kehidupanmu. Bukan sekarang
saja, tetapi juga untuk hari esok sampai kita dipanggil dalam kebahagiaan.
Mari kita persiapkan diri kita dengan baik.
Pesan
Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)
Jangan
lagi engkau tidak percaya. Aku sudah datang diantara kamu, dan Aku telah
menyapa kamu. Renungkanlah kembali dan Aku minta kepadamu, datanglah anak-Ku.
Aku menunggumu dengan setia. Jangan lagi kamu bermain-main dengan dunia ini
tapi bawalah Aku dalam kehidupanmu supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan yang
datang dari dunia ini. Sampai bertemu anak-anak-Ku Aku menunggumu di surga.
Pesan
Ibu Maria
Selamat
malam untuk kamu semua anak-anakku.
Selamat
malam Ibu Maria, jawab umat.
Terima
kasih. Ini Aku Ibumu hadir di tengah-tengah kamu melalui Agnes. Kita dapat
bertemu dan berbicara kepada kamu semua pada malam ini.
Terima
kasih, jawab umat.
Terima
kasih.
Dan
terima kasih kepadamu hai imamku Alexius. Terima kasih, engkau setia
mendampingi anak-anakku semuanya supaya itu dinyatakan, bukan Agnes yang
memanggilmu tapi Allah memanggilmu karena Aku memintamu untuk menjadi saksi
didalam perjalanan ini. Terima kasih Alexius.
Dan
kamu semua anak-anakku pada malam ini, Aku Ibumu ingin menyatakan isi hatiku
kepada kamu. Selama ini engkau tidak mengerti bahwa engkau mempunyai Ibu di
surga. Engkau lupa tapi sekarang ini Aku Ibu Maria yang menyapa kamu semuanya
melalui Agnes. Supaya kamu semua datang kepadaku dan menerima Aku dalam
kehidupanmu.
Anak-anakku,
tidak ada yang bisa memisahkan Aku didalam kehidupanmu. Dunia tidak bisa
memisahkan kita karena kamu adalah anak-anakku yang diberikan Allah kepadaku
dan Aku adalah Ibumu yang diberikan Allah kepadamu. (bdk Yoh 19, 27,red ).Kita
saling menerima. Kita saling menerima anakku walapun selama ini engkau jauh
dariku tetapi Aku tetap berdoa untukmu.
Anak-anakku
yang Aku kasihi, Aku minta kepada kamu semua yang ada di sini.
Berkelompok-kelompoklah kamu di saat terakhir ini anakku, supaya kamu bisa
hidup dalam doa, melayani saudara-saudaramu dimana pun kamu berada terutama
kamu didalam keluargamu. Anakku, tidak ada lagi kekerasan didalam keluargamu.
Kamu suami, kamu istri, kamu anak, orang tua kepada anak, berbicaralah yang
baik, yang membuat bahagia antara satu dengan yang lain.
Anakku,
pemurnian sudah bersamamu. Itu sudah disatukan dalam kehidupanmu. Allah
memberikan itu semuanya berjalan bersamamu di tempat ini.
Kamu
juga akan mengalami banyak hal pedih, sedih, takut dan mencekam tetapi apabila
kamu hidup dalam Tuhan kamu tidak perlu takut apa yang sudah disampaikan
kepadamu itu terjadi. Bencana akan turun ke bumi ini silih berganti. Tapi
apabila kamu hidup dalam roh bersatu dengan Allah dan saling melayani kamu akan
bahagia mengalami pemurnian itu.
Anak-anakku,
Aku datang di seluruh bumi ini dan Aku menyampaikan dan Aku mempersiapkan
anak-anakku karena Aku diberi pengertian oleh Allah supaya Aku dapat memberikan
pengertian itu kepada kamu dan anak-anakkku di seluruh bumi supaya semua siap
dalam iman.
Anak-anakku
yang Aku kasihi semua yang ada di sini, mengertilah kamu perjalanan doamu pada
malam ini. Apa kamu sudah mengerti? Apakah kamu belum mengerti anak-anakku?
Belum, kamu belum mengerti? Kuasa Alah hadir menyapamu dan kini isi hatiku dari
surga melalui Agnes menyapa kamu. Apa kamu mengerti anak-anakku?
Kamu
belum mengerti? Apa kamu tidak bisa menjawab dengan baik? Apakah kamu sudah
mengerti?
Mengerti,
jawab umat.
Terima
kasih. Mengapa kamu diam? Kamu kuatir, kamu masih berpikir siapakah yang
berbicara ini? Apa kamu sudah mengerti yang hadir ini adalah Aku Ibumu Maria?
Iya,
jawab umat.
Terima
kasih. Karena kamu selama ini masih jauh dari Aku Ibumu tapi kini bukalah
hatimu. Berikanlah sedikit hatimu untuk Aku Ibumu. Aku meminta sedikit saja
supaya kita bertemu dalam doa supaya Allah menyatukan kita dalam perjalanan
ini. Anakku, percayalah, ini kebenaran. Allahmu di surga melihat semua ini
karena Allahmu adalah hidup, melihat, maha kuasa. Allahmu bisa melakukan apa
saja menurut kehendak-Nya supaya kamu bahagia dalam hidupmu di bumi ini.
Anak-anakku,
Aku ingin kamu berkumpul dan berdoa seperti ini. Berkelompok-kelompoklah kamu
dan sampaikan kebenaran ini kepada saudara-saudaramu. Jangan takut. Lakukan
saja, biar Allah yang menyelesaikannya dimana kamu menyampaikan, Allahmu yang
menyelesaikannya didalam kehidupan saudara-saudaramu. Apakah kamu bersedia
anak-anakku?
Bersedia
Ibu, jawab umat.
Terima
kasih. Aku berdoa di surga atas kesediaanmu untuk berkelompok-kelompok dan
menyampaikan kebenaran ini dan melayani. Engkau harus lebih dari mereka yang
tidak mengerti atas kehadiranku pada malam ini. Memang kebenaran itu
ditawarkan, tidak dipaksakan. Kebenaran itu untuk kamu, kebahagiaan kamu
diberikan, sepenuhnya untuk kamu.
Anakku,
berbahagialah kamu. Mereka yang tidak mengenal Allah, mereka tidak mendapatkan
ini semuanya. Apabila pemurnian itu turun, mereka masuk, selesai bersama dunia
karena mereka mencari dunia. Tapi kamu hidup dalam kasih Allah kamu akan mengalami
satu masa berbahagia, memuliakan Allah, itulah yang akan kamu terima pada
waktunya.
Anak-anakku,
tidak ada lagi yang lain, hanya satu Allah, satu Kitab Suci, satu iman,
penyerahan diri kepada Allah. Yang ada saat ini, itu akan hilang dari
dunia ini. Siapa yang mencari dunia, dia akan celaka bersama dunia. Siapa yang
mencari Allah, dia akan bahagia bersama Allah. Kamu mengerti anak-anakku?
Mengerti,
jawab umat.
Terima
kasih. Apakah engkau mau bekerja sama dengan Aku Ibumu di tempat ini?
Ya Ibu,
jawab umat.
Baik,
anakku. Aku Ibumu akan melihat dari surga dimana kamu berkumpul dan berdoa
sehati sejiwa dan doa yang telah Kuberikan kepadamu satukanlah dengan doa yang
telah ada yang dihidupkan dalam kehidupanmu.
Aku
membawa kamu masuk dalam satu kerinduan untuk datang kepada Allah
sepenuhnya. Aku mengajarkan kamu berbuat baik, berbuat baik didalam kehidupanmu
bersama Aku Ibumu. Melayani dengan kasih, dengan cinta, itulah bekal dalam
perjalananmu nanti. Apabila kamu dipanggil Tuhan, hartamu membawa kamu
bahagia, masuk dalam kebahagiaan yang telah disediakan Alah bagimu. Surgalah
tempatmu, apa kamu mau anak-anakku?
Mau,
jawab umat.
Terima
kasih. Berjuanglah berbuat baik. Tidak ada lagi pemusuhan, percekcokan dan
menyimpan kesalahan-kesalahan, tidak ada lagi. Yang ada dalam hatimu adalah
kasih dan cinta. Itu yang kau berikan kepada saudara-saudaramu.
Anak-anakku,
inilah perkataan yang benar. Aku Ibumu dari surga membimbing kamu dan mengantar
kamu sepenuhnya masuk dalam kepasrahan, menyerahkan jiwa dan ragamu sepenuhnya
untuk Allah. Apa kamu mau anak-anakku?
Mau,
jawab umat.
Terima
kasih. Lemah lembutlah kamu, sabarlah kamu menghadapi segala persoalan tentang
dunia ini. Jangan mudah marah. Jangan mudah perasaanmu yang menerima, pikiranmu
yang menerima, tapi hatimu, imanmu yang menerima semua apa yang kau hadapi
silih berganti didalam perjalananmu. Sampai di sini kamu mengerti anak-anakku?
Mengerti,
jawab umat.
Terima
kasih. Baik, kalau kamu mengerti, persiapkan dirimu dengan baik untuk
menantikan pemurnian itu dengan senang terutama kamu juga akan dimurnikan
didalam hidupmu supaya kamu boleh masuk dalam kehidupan Allah sepenuhnya.
Anak-anakku
yang Aku kasihi, itulah yang Aku sampaikan kepadamu dan salamku kepada imammu
di tempat ini.
Inilah
tanda kasih Allah dan Aku Ibumu sudah datang di kotamu ini dan sekali lagi,
apabila kotamu ini mengalami bermacam-macam persoalan, bersatulah kamu dalam
doa, dalam keluargamu, dalam kelompok karena itu akan terjadi, akan terjadi.
Semua mengalami. Agnes juga mengalami. Tidak ada satupun yang tidak mengalami
tapi kamu harus mengalami dengan senang, suka cita dan tidak takut. Inilah yang
Aku sampaikan kepada kamu semua yang ada di sini.
Dan
terima kasihku kepadamu Alexius dengan kesetiaanmu. Aku tahu, engkau sedang
berjuang dan berjuang. Memang sakit anakku untuk berjuang masuk dalam kehidupan
Allah. Memang harus berjuang, juga para rasul-rasulmu juga berjuang. Tanpa
perjuangan, berarti kamu akan mendapatkan kesulitan untuk datang kepada Allah
sepenuhnya. Alexius, doaku menyertaimu, bersamamu selalu, dan Aku meminta
teruslah melayani. Saat terakhir ini banyak yang belum terselesaikan, dan Aku
minta selesaikanlah anak-anakku dan bawalah anak-anakku kembali kepada Allah
seutuhnya. Itu harapanku dan Allahmu dan semua seisi surga saat terakhir ini.
Surga juga berjuang untuk membuka hati anak-anakku di seluruh bumi ini. Surga
juga berjuang. Aku Ibumu juga berjuang supaya anak-anakku semua selamat di saat
pemurnian itu datang ke bumi ini.
Terima
kasih untuk kamu semuanya anak-anakku yang bersama Agnes. Terima kasih
kesetiaanmu dan bekerjalah kamu bersama Agnes untuk membahagiakan anak-anakku
dimana pun kamu berada. Terima kasih. Terima kasih untuk kamu semuanya. Terima
kasih untuk kamu semua. Selamat berjuang. Selamat melayani. Masuklah sehati
sejiwa supaya kamu tahu bahwa kamu adalah saudara. Kamu adalah anak-anakku. Tidak
dipilih-pilih : kamu bukan, kamu tidak, tetapi siapa pun yang membuka
hati pasti Allah ada bersamanya. Aku Ibumu ada bersamamu dalam kehidupanmu.
Terima kasih atas kesetiaanmu anakku.
Di
kotamu ini kamu berkelompok-kelompok. Dimana ada kelompok di situ ada
kebahagiaan, tidak ada penderitaan. Apakah kamu masih mengingat apabila kamu
pulang? Apakah kamu bisa bercerita kembali? Kepada saudara-saudaramu ini untuk
bergabung bersama Aku Ibumu, melayani di kotamu ini? Apakah kamu mau? Kamu
bersedia?
Bersedia,
jawab umat.
Terima
kasih anakku. Baik, sampai di sini pertemuan kita. Kita akan bertemu dimana
kamu berkumpul dan berdoa, Allah akan hadir. Aku Ibumu akan hadir walaupun
Agnes tidak ada bersamamu tapi kebenaran hadir ditengah-tengah kamu semuanya.
Mari kita bersatu dalam doa. Kita akan berdoa bersama apa yang telah Kuajarkan
itu semua. Itulah doaku dimana Aku hidup sampai Aku kembali ke surga juga doa
itu ada bersamaku dan Kuberikan kepadamu maka bersatulah kita dalam doa, dalam
roh kita akan bertemu anakku. Mari kita berdoa.
Ya Allah yang
Mahakuasa,
pada saat ini
juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu
karena Engkau
yang mempunyai bumi ini
dan aku ciptaan-Mu.
(3 x). Amin
Terima
kasih anak-anakku semuanya, Aku bahagia supaya kamu bisa menerima Aku sepenuhnya
dalam kehidupanmu mulai saat ini dan seterusnya, kita akan bersama bersatu
dalam doa dan melayani. Terima kasih anak-anakku. Selamat malam.
Selamat
malam, jawab umat.
—ooo0ooo—