Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang
Bahagia
dan anak-anak SMP
Di Balai Karangan, Sanggau, Kalbar pada tanggal 29 April
2008
Pengantar
Ibu Agnes Sawarno
Anak-anakku
yang aku kasihi, tahukah kalain bahwa Tuhan sangat senang pada anak-anak kecil
seperti kalian. Benar tidak?
Benar,
jawab anak-anak.
Benar.
Jadi Tuhan tidak melayang-layang kemana-mana tapi kuasa-Nya menangkap satu
persatu. Tuhan hanya bertahta di surga dengan segala kuasa-Nya. Sekarang kita
berdoa, di Amerika juga sedang berdoa, mereka juga bertemu dengan Allah. Tidak
mungkin Allah di Amerika di tinggal sebentar ya, Aku di Amerika tunggu ya…,
tidak begitu kan!
Tidak,
jawab anak-anak.
Jadi
kuasa Allah… Tuhan Yesus mengatakan Aku menyertai kamu sampai akhir zaman. Berbahagialah
kita punya Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun dalam
kehidupan anak-anak. Di sini banyak yang malas berdoa ya…? Hai kalian jujur ya,
nanti saya pegang satu-satu. Kalian banyak yang malas berdoa ya?
Iya,
jawab anak-anak.
Tapi kalau
kalian jujur, Allahmu di surga senang kalau kalian jujur. Kalian malas berdoa.
Aduh, tidak boleh begitu. Kita selalu berhubungan dengan Tuhan, ngobrol dengan
Tuhan. Kamu mau ulangan..Tuhan bantu saya supaya bisa belajar dengan baik. Pasti
Tuhan akan menolong kalian. Bukan kalian tidak belajar. Tuhan nilaiku harus
tinggi. Oh, sampai kalian rambutnya rontok tidak bisa kalian pintar. Malas
kalian berdoa. Bagaimana itu? Jangan lagi ya! Kalian harus rajin berdoa ya.
Mau?
Mau,
jawab anak-anak.
Nanti
iblis/setan…… yang gentayangan itu adalah selalu iblis, ya. Kalau kalian
tidak rajin berdoa nanti kalian dicobai terus menerus. Ini satu ya, kalian
malas berdoa. Dan juga kalian belajar bermalas-malas, hanya mau instan saja,
tidak bisa! Kalian juga belajar malas ya? Bohong lagi? Iya tidak?
Ya,
jawab anak-anak.
Kenapa
kalian malas belajar? Kalian mau jadi anak pintar, harus belajar dong. Itu
guru-guru memberi pelajaran sama kalian tapi kalian cuek saja. Sudah dua ya.
Kalian malas belajar. Mulai hari ini belajarlah dengan baik, bawa Yesus Tuhanmu
untuk menolongmu belajar supaya kalian menjadi anak yang pintar. Terus apa lagi
ya? Ada lagi, suka melawan orang tua, iya kan?
Ya,
jawab anak-anak.
Wah,
banyak banget ya. Tidak boleh! Kalian tidak boleh melawan orang tuamu. Ingat 10
Perintah Allah yang ke berapa, Allah menasehati kamu?
Ke
empat, jawab anak-anak.
Apa itu
bunyinya?
Hormatilah
orang tuamu, jawab anak-anak.
Sedang
Tuhanmu yang menciptakanmu, mengajarkan kamu supaya kamu kamu menghormati kedua
orang tuamu. Dosa hukumnya, karena sudah tertulis. Siapakah yang mendapatkan 10
Perintah Allah? Lho kok sedikit yang tahu?
Musa,
jawab anak-anak.
Jadi 10
Perintah Allah yang kamu pegang sampai saat ini dan disempurnakan oleh Tuhan.
jadi sempurnalah itu semuanya. Jadi kalian sebagai anak, pernahkah kalian
mendoakan ke dua orang tuamu?
Pernah,
jawab anak-anak.
Pernah
atau sekali-sekali atau seterusnya?
Seterusnya,
jawab anak-anak.
Kalian
bohong ya kalau bilang seterusnya. Jarang kalian mendoakan kedua orang tuamu.
Benar tidak?
Benar,
jawab anak-anak.
Kalian
sudah berbohong lagi. Ada lagi, ini anak-anak yang suka usil, yang suka banyak
omong, yang suka berkelahi, khusunya anak cowok. Apa bangganya anak-anak kalau
menang berkelahi? Ada kebanggaannya?
Tidak
ada, jawab anak-anak.
Jangan
ya…jangan kalian berkelahi lagi ya? Kalian ini bersahabat, kalian adalah
saudara. Kalian adalah anak Tuhan. tidak boleh antara satu dengan yang lain itu
bertentangan. Kalau ada temanmu yang salah, bicara yang baik, bukan dengan
kekerasan. Satu lagi nih, yang lebih parah. Suka mengambil uang orang tuanya
ya..? Jangan ketawa, malu ya? Tidak boleh! kalau mau minta ya minta, jangan
ngambil. Kan tidak apa-apa itu kan punya orang tua saya. Kalian suka
ambil uang orang tua diam-diam ya?
Ya,
jawab anak-anak.
Ngaku
ya?
Ya,
jawab anak-anak.
Tidak
boleh, walaupun itu milik orang tuamu, kamu harus minta. Mama papa saya
butuh uang. Butuh untuk ini… Tidak usah ambil begitu, tidak boleh. Mencuri
namanya. Kalian tahu mencuri tidak?
Tahu,
jawab anak-anak.
Sudah
banyak ya.. apa lagi? Mau dibongkar semuanya?
Mau,
jawab anak-anak.
Tidak
malu?
Tidak,
jawab anak-anak.
Sekarang
kalian yang omong. Apa yang belum Ibu omong, omongkan. Berani tidak kalian
mengaku kesalahan kalian? Ayo berdiri omong! Malu ya?
Malu,
jawab anak-anak.
Malu.
Baik kalau kalian malu. Sebagian Ibu sisakan dari kelakuan kalian itu yang
tidak pantas dihadapan Tuhan, dan keluargamu. Sisanya Ibu berikan kepada kalian
untuk melepas. Itu PR buat kalian. Jangan semua dibongkar oleh Ibu. Enak aja
kalian dibongkar. Yang sisanya itu harus berani. Tuhan ini tidak mau, mau
saya buang. Saya mau jadi anak yang baik. Anak-anakku mau?
Mau,
jawab anak-anak.
Tapi di
sini ada yang tidak mandi tidak? Ada yang tidak mandi, kalian jangan bohong.
Terutama cowoknya ada yang tidak mandi. (anak-anak tertawa, red).
Baik,
anak-anakku semua yang ada di sini, kalian sudah dibagi doa pasrah ya. Nanti
Ibu akan memandu doa pasrah. Ini ada gambar. Foto ini (gambar wajah Yesus,
red), Ibu sudah bertemu tahun 1980. Beginilah Tuhan Yesus wajah-Nya.
Ini
hanya wajah dan tahun berapa ada turis dari Amerika pergi ke Istrael. Dia
memotret-motret tanpa dia sadari, Tuhan memberikan wajah ini. Saya katakan
kepada Bapa Uskup (Isak doera, red), tahun berapakah itu terjadi? Kalau saya
bertemu tahun 1980. Apakah dia dulu atau saya. Nyambung!
Begitu
Ibu disuruh bekerja, muncullah foto ini dimana Ibu bertemu dengan Tuhan Yesus
sendiri dan sekarang dipakai untuk doa pasrah. Itu jangan kalian taruh
sembarangan. Itu foto, itulah gambaran Tuhan Yesus yang menampakkan diri. Itu
jangan kalian taruh di lubang sampah, di mana .., ditiduri, tapi taruh diatas
meja belajar kalian, dimana kamu berdoa malam, doa pasrah, lihatlah Tuhanmu itu
yang mengasihi kamu semuanya. Mengasihi anak-anakNya di seluruh bumi. Khususnya
kamu semua yang ada di sini. Dengan adanya Ibu ngomong kalian mau mengubah
menjadi anak yang baik?
Mau,
jawab anak-anak.
Harus
mau ya. Kamu anak Tuhan, anak Ibu Maria. Kamu harus lebih dari anak-anak yang
lain yang tidak mengenal Tuhan Yesus. Kamu menjadi saksi hidup tentang
kebenaran melalui sikap dan tingkah laku kamu dimana pun kamu berada. Supaya
Allahmu dikenal, supaya Allahmu dicari melalui kamu anak-anak karena kamulah
masa depan gereja. Kalau seperti ibu sebentar lagi pulang, bau tanah ini. Jadi
kamu yang akan melanjutkan kebenaran ini dalam Yesus. Jadi kalau kamu nakal
bagaimana kamu bisa….kan aku orang Kristen. Kalau orang Kristen begitu,
kayak apa Tuhannya? Pasti yang disalahkan Tuhannya, bukan kalian kan?
Benar tidak?
Benar,
jawab anak-anak.
Kalian
jangan membuat keonaran dimana pun, selalu bersahabat. Kalian boleh bersahabat
dengan siapa pun. Yang tidak seiman maupun anak nakal, anak apa, bersabahat,
yang penting dimana kamu berkumpul di situ kamu membawa terang. Terang
Tuhan untuk menerangi mereka semuanya. Begitu!
Anak-anak
saya berharap kalian berdoa dalam hati. Diam dan berdoa itu saja. Nanti setan
bisa mencobai kamu semua di waktu kita sedang berdoa karena hatimu tidak
menyatu didalam perjalanan doa ini. Ya! Kalau kalian anak sekian banyak ini,
kalau kalian anak yang baik…. di kota Balai Karangan ini damai sejahtera, tahu
tidak? Kalau kalian semua anak yang manis kota ini akan menjadi damai.
Mengerti?
Mengerti,
jawab anak-anak.
Baik mari
kita akan memulai. Ibu akan memandu doa ini. Ibu berharap kalian berdoa dalam
hati. Tidak ada yang ngobrol, usik-usik. Itu iblis ya. Dimana kamu berdoa,
terus kamu menganggu temanmu, berarti kamu dipakai setan untuk menganggu temanmu
yang sedang berdoa. Mengerti? Lebih baik kalian diam, maupun di sini, di rumah,
maupun di Gereja, kalau kalian datang itu, doalah yang benar. Jangan
ngobrol-ngobrol, nanti nyambut, ngobrol, pulang. Aduh,,, tidak dapat
apa-apa nanti kalian, tidak dapat berkat dari Tuhan. Masuk gereja, doa, duduk
tenang, terus berdoa tidak ngobrol. Masih banyak kalian yang ngobrol di Gereja,
benar tidak?
Benar,
jawab anak-anak.
Tuh,
Ibu guru bagaimana ini? Dalam Gereja saja mereka banyak ngobrol. Tidak boleh
lagi mulai hari ini ya?
Ya,
jawab anak-anak.
Kamu
tahu, dalam Ekaristi itu Tuhan hadir. Tuhan hadir, kamu diberikan hidup-Nya
dalam kehidupanmu melalui Ekaristi. Kalau kalian tidak siap, sia-sia itu
semuanya, kalian tidak mendapatkan apa-apa didalam Ekaristi itu sendiri. Dalam
gereja kalian tidak boleh lagi ngobrol, datang tidak boleh terlambat. Ikuti
dari awal sampai dengan selesai. Itulah anak Tuhan. Mau ya sabar ya? Mau?
Mau,
jawab anak-anak.
Mari
kita pujian bersama.
Pesan
Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)
Hai
anak-anakku yang Aku kasihi, Aku sangat mengasihi kamu semua. Apa kamu
mengerti? Aku ingin kamu dekat kepada-Ku. Mulai sekarang kamu mulai datang
kepada-Ku. Datanglah, bicaralah, Aku mendengarkanmu.
Aku
senang melihat kamu, kalau kamu sungguh menjadi anak yang baik dan berguna
bagi-Ku. Anak-anak-Ku semua, datanglah kepada-Ku, Aku menunggumu di surga.
Karena kamu tidak banyak datang tapi saat ini Aku menyapamu, datanglah setiap
saat di manapun kamu berada, Aku mendengarkanmu di surga. Itu kata
Tuhan Yesus.
Bahagia
tidak Tuhan mengatakan seperti itu? Iya tidak?
Bahagia,
jawab anak-anak.
Terus
kamu mau datang tidak pada Tuhan?
Mau,
jawab anak-anak.
Baik
anak-anakku mulai hari ini kalian banyak berdoa. Kalau kalian banyak berdoa
kamu akan mengerti betapa sayangnya, betapa cinta-Nya Tuhan Yesus kepada kamu
semuanya. Ibu berdoa untuk kamu anak-anakku semua yang ada di sini. Kalian
cinta Tuhan Yesus tidak?
Cinta,
jawab anak-anak.
Cinta
dong pada Tuhan Yesus karena yang memberikan kamu hidup adalah Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus itu Allah. Tuhan Yesus adalah Bapamu di surga yang memberikan kamu
hidup, yang memberikan kamu makan melalui orang tuamu. Balas dong, dengan apa?
Bukan kamu harus menjadi jago tapi dibalas dengan kasih dengan cinta, menjadi
anak yang manis dimana pun kamu berada. Mau?
Mau,
jawab anak-anak.
Pesan
Tuhan Yesus datanglah kamu semua kepadaKu, dimana saja dan sebut namaKu,
kata Tuhan. sebut nama Tuhan Yesus dimana kamu belajar, berangkat ke
sekolah, mau apa saja, asal jangan ke WC kamu sebut nama Tuhan Yesus, tidak
boleh. Nyanyi pujian tidak boleh dikamar mandi ya. Pernah tidak puji-pujian
dalam kamar mandi? Sekarang jangan lagi ya karena tidak tepat tempatnya. Untuk
Tuhan harus kamu tempatkan yang selayaknya khususnya di hati kita. Pujilah
Allah dalam hidupmu di tempat yang layak, di hatimu.
Pesan
Ibu Maria
Ibu
Maria yang baik, yang bersatu dengan Allah di surga, mohon doa restumu untuk
kami semua secara pribadi maupun dalam keluarga masing-masing. Ibu doakan
anak-anakmu yang kecil-kecil ini. Bantu mereka supaya mereka mulai saat ini
bertambah dekat dengan Allah, Tuhan Yesus sendiri dan bersatu dengan Ibu Maria
dalam doanya dan mohon doamu juga Ibu Maria supaya anak-anak ini menjadi anak
yang baik dan berguna bagi keluarganya, sesamanya dimana pun mereka berada.
Anak-anakku
yang Aku kasihi, selamat siang untuk kamu semuanya.
Selamat
siang, jawab anak-anak SMP.
Terima
kasih untuk kamu semua yang ada di sini, dan terima kasih juga kamu Alexius,
dan juga Agnes dan juga anak-anakku yang terlibat, yang melayani di tempat ini,
terima kasih untuk kamu semuanya.
Terima
kasih, jawab umat yang melayani.
Terima
kasih, terima kasih. Anak-anakku yang kecil-kecil ini, apa kamu tahu, siapakah
yang datang ini, yang menyapamu? Kamu tidak mengerti siapa saya yang datang
menyapamu saat ini anak-anakku?
Ibu
Maria, jawab anak-anak
Ya, Aku
Ibumu di surga menyapamu melalui Agnes supaya Aku bisa bertemu dengan kamu
semua yang ada di sini. Anak-anakku, Aku senang kalau kamu mengerti. Aku
senang. Aku ingin kamu semuanya menjadi anak-anak Allah yang sungguh-sungguh
memuliakan Allah dalam kehidupanmu. Aku ingin kamu semua yang di sini menjadi
anak yang berguna bagi kedua orang tuamu dan saudara-saudaramu dan sesamamu
dimana pun engkau berada. Setelah kamu mendengarkan kebenaran ini, Aku ingin
kamu semua pulang nanti sudah menjadi anak-anak Allah yang manis. Apa kamu mau?
Mau,
jawab anak-anak.
Terima
kasih untuk kamu semuanya dan kamu berdoa, terus berdoa. Tuhan mendengarkan
doa-doa kamu semuanya. Tuhan tidak pernah meninggalkan kamu sendiri dalam
hidupmu. Anak-anakku semua yang ada di sini, apa kamu sudah mengerti apa yang
disampaikan tentang kebenaran tentang Allah dalam hidupmu? Kamu belum mengerti?
Kamu belum mengerti?
Aduh…,
apakah kamu tidak diajarkan oleh orang tuamu tentang Allah? Apakah belum
diajarkan tentang Allah? Anak-anakku, dari pagi sampai saat ini kamu belum
mengerti karena hatimu tidak ada, pikiranmu kemana-mana. Kamu tidak
mendengarkan dengan baik. Dengarkanlah Aku Ibumu yang menyapamu? Apakah kamu
tidak rindu akan Allah?
Rindu,
jawab umat.
Terima
kasih. Kalau engkau rindu akan Allah mulailah saat ini dan seterusnya berdoa
menyapa Allah dalam hidupmu, damai dimana pun engkau berada, damai dalam
keluargamu supaya engkau mengerti Allah itu hadir di dalam kehidupanmu
sehari-hari.
Anak-anakku,
jangan banyak bermain. Jangan banyak bermain. Bermain itu boleh tapi jangan
kamu terus menerus bermain nanti penguasa-penguasa kegelapan itu akan membawa
kamu masuk di dalam dunia ini. Ini yang Aku sampaikan kepadamu. Baca Kitab
Suci. Apakah kamu membaca Kitab Suci?
Bacalah
Kitab Suci. Rajin membaca Kitab Suci, engkau akan berbicara melalui Firman
Allah yang hidup dan kamu akan diberikan pengertian oleh Allah dalam kehidupanmu.
Jangan bermalas-malas, itu tidak baik anak-anak. Aku minta kepadamu, mulai hari
ini hiduplah dalam roh. Kamu mengerti hidup dalam roh. Mengerti?
Mengerti,
jawab anak-anak.
Mengerti.
Kalau kamu hidup dalam roh, kamu berdoa, berbicara dengan Allah, berbuat baik
dalam hidupmu, dalam keluargamu dan juga kedua orang tuamu. Kamu boleh menegur
orang tuamu kalau orang tuamu tidak berdoa, tidak pergi menyambut Allah dalam
Gereja. Kamu boleh tegur kedua orang tuamu asal kamu hidup dalam roh. Hidup
berdoa, anak baik, rajin ke Gereja, menyambut Tubuh Tuhan didalam
Ekaristi. Kalau orang tuamu tidak pergi ke Gereja, tegur mereka. Apa kamu mau?
Mau,
jawab anak-anak.
Tapi
kamu tidak boleh marah-marah. Katakan yang baik. Ajak mereka berdoa bersama
dalam keluargamu, mari kita berdoa. Apa kamu mau?
Mau,
jawab anak-anak.
Apa
kamu takut?
Tidak,
jawab anak-anak.
Pasti
Tuhan akan menolongmu dimana kamu menyapa kedua orang-tuamu, saudara-saudaramu
untuk diajak berdoa, supaya orang tuamu menjadi orang tua yang baik dalam
kehidupanmu. Bantu mereka. Maka kamu memulainya kalau kamu hidupnya baik, anak
yang manis, kamu boleh tegur orang tuamu. Kalau kamu belum menjadi anak yang
manis kamu tidak boleh tegur orang tuamu, saudara-saudaramu dan teman-temanmu.
Mengerti?
Mengerti,
jawab anak-anak.
Baik
kalau kamu mengerti, lakukan. Apakah kamu mau melakukannya?
Mau,
jawab anak-anak.
Terima
kasih untuk kamu semuanya. Doaku menyertai kamu semuanya. Kalau engkau
melakukan itu. Kuasa Allah akan menolongmu untuk menyelesaikannya supaya semua
akan menjadi baik. Ini Aku Ibumu Maria menyampaikan ini kepadamu. Jangan kamu
membuat orang tuamu marah. Tetapi buatlah kedua orang tuamu bahagia karena kamu
anak manis, tidak nakal, tidak berbuat bermacam-macam tetapi mau menolong orang
tua yang bisa kamu lakukan sebagai anak-anak. Kamu mengerti?
Mengerti,
jawab anak-anak.
Terima
kasih. Terima kasih untuk kamu semua. Kalau kamu mengerti kamu mau
melakukannya. Aku Ibumu dari surga akan melihat kamu semuanya, apa yang kau
katakan mau. Dan Aku Ibumu menyertai kamu semuanya untuk berbuat baik.
Sekali lagi banyak berdoa supaya kamu tidak dicobai oleh penguasa-penguasa
jahat yang datang dari dunia ini. Berdoa! Rajin berdoa, itulah kekuatanmu
anak-anakku. Apakah kamu mau melakukannya?
Mau,
jawab anak-anak.
Terima
kasih untuk kamu semua anak-anakku yang Aku kasihi. Terima kasih. Supaya kamu
menjadi contoh rohani di sekitarmu. Engkau lebih dari mereka yang tidak
mengenal Allah. Kamu harus membawa damai dimana pun kamu berada. Jangan kamu
suka berkelahi, tidak boleh kasar kepada siapa pun. Apa kamu mau?
Mau,
jawab anak-anak.
Terima
kasih anak-anakku semua yang ada di sini dan kamu semua para guru dari
anak-anakku yang kecil-kecil ini, buatlah mereka sungguh-sungguh menerima
ajaranmu untuk masa depannya supaya mereka semuanya dapat mempersiapkan dirinya
dengan baik. Dan arahkan anak-anakku ini, pertama arahkan mereka kepada Allah,
baru kamu mengajarkan tentang kehidupan, kehidupan untuk dunia ini. Itulah
sapaanku kepada kamu guru-guru, kamu semuanya yang membimbing dan mengawasi
anak-anakku semua yang ada di sini. Terima kasih untuk kamu yang sedia
mengantar anak-anakku ini semua untuk bersatu dalam doa.
Dan
terima kasih kamu juga Alexius. Aku senang, Aku bahagia di mana kamu saat ini
bekerja keras, berjuang dan melayani dan mencari mereka dan membawa mereka
kembali kepada Allah. Itu sukacita bagimu Alexius. Terima kasih anakku,
teruskan. Teruskan apa yang sudah kau lakukan yang aku sampaikan kepada
anak-anakku, teruslah bertambah indah dialam perjalananmu. Pasti Tuhan
memberkatimu dan Aku Ibumu selalu setia mendampingimu melalui doaku di surga.
Inilah yang Kukatakan kepadamu Alexius, anakku yang Aku kasihi.
Inilah
perjalanan ini semua, bersama Agnes. Kamu yang bersama Agnes, renungkan kamu
semuanya dan buatlah lebih indah dalam hidupmu karena kebenaran itu merubah
hidupmu menjadi indah. Terima kasih. Tidak ada lagi kekuatiran dan ketakutan
tetapi ada sukacita damai, selalu hidup dan hidup di dalam kehidupanmu.
Terima
kasih untuk kamu semuanya bersama Agnes dan salamku untuk Agnes. Dia setia
melayani, walaupun cukup berat baginya secara manusia, siapakah bisa melakukan
ini semuanya dalam kehidupan Agnes. Tapi Agnes dikuatkan. Inilah saat saat
terakhir di negaramu ini. Agnes diantar kepada kamu semuanya supaya kamu
dipersiapkan dirimu dengan baik untuk menyambut pemurnian. Pemurnian itu secara
pribadi, pemurnian menyeluruh di seluruh bumi dan juga di negaramu ini. Agnes,
anak inilah yang diberikan Allahmu di negaramu ini. Dia mau dan berkorban demi
cintanya untuk Allah dan Aku, untuk surga dan untuk semua anak-anakku yang
dilayani.
Terima
kasih semua untuk kamu anak-anakku yang berkumpul di tempat ini. Terima kasih.
Mari membuka hati kembali. Mari kita satu dalam doa, doa yang Kuberikan kepada
kamu, tambahkanlah itu dengan doamu yang sudah ada, masuklah kamu dalam
kepasrahan saat-saat terakhir ini bersama Aku Ibumu di surga. Mari kita berdoa.
Ya Allah yang
Mahakuasa,
pada saat ini
juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu
karena Engkau
yang mempunyai bumi ini
dan aku ciptaan-Mu.
(3 x). Amin
Terima
kasih untuk anak-anakku semuanya. Terima kasih untuk kamu berjuang untuk
mengalami Tuhan dalam hidupmu, untuk hari ini dan esok, kamu berjanji untuk
menjadi anak yang manis. Terima kasih anak-anakku, selamat siang untuk kamu
semuanya.
—ooo0ooo—