Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang
Bahagia
Di Sanggau Ledo, Kalbar pada tanggal 26 April 2008
Pengantar
Ibu Agnes Sawarno
Saya
berharap di saat saya memandu doa, konsentrasikan dan buka hatimu, tidak ada
lagi meninggalkan tempat. Saya harap anda bersama saya dan bersama Ibu Maria.
Karena Ibu Maria yang akan membimbing anda semua yang ada di sini.
Dari
awal romo Widi sudah menyampaikan iman sebenarnya yang harus kita terima, tidak
boleh ditambahkan oleh kemauan diri kita sendiri tapi kita menerima semua itu
melalui Kitab Suci, hukum Gereja. Saya mau bertanya kepada saudara-saudaraku
yang ada di sini, masih adakah saudara-saudaraku yang dinikahkan secara adat?
Masih
ada, jawab umat.
Kenapa
tidak diselesaikan? Apakah kita bisa menyembah dua tuan? Tidak bisa! Hanya satu
tuan. Mau menyembah Allah atau percaya kepada adat. Saya terus terang ya karena
saya diutus oleh Ibu Maria untuk meluruskan anak-anaknya, untuk membawa
putra-putrinya kembali kepada Allah tapi kalau masih ada di sini masih ada
perkawinan adat, tolonglah diselesaikan. Masih banyak? Bagaimana pendapat romo
dengan teman-teman, apakah mereka tidak dinikahkan secara Gereja?
Tadi
romo sudah memberi penjelasan, sudah berkali-kali dihimbau, supaya mereka
datang untuk dibereskan tapi mereka belum melakukannya, jawab wakil umat.
Saya
akan menjelaskan saudara-saudaraku. Ada sakramen-sakramen yang boleh kita
terima didalam Gereja katolik. Satu yang tidak boleh kita terima adalah
sakramen imamat. Dan para romo, semuanya mereka yang menyerahkan diri,
juga tidak menerima satu sakramen adalah sakramen perkawinan dalam
Gereja. Jadi kita tidak boleh menerima 7 tapi 6 ini semua menerima. Saya mau
menjelaskan apakah anda tersinggung, kalau saya jelaskan?
Tidak,
jawab umat.
Adat
tidak bisa menyelamatkan kita. Semua manusia disatukan oleh Allah, melalui
berkat dalam Gereja melalui para imam. Diluar itu anda tidak mendapatkan berkat
dari Allah melalui perkawinan-perkawinan yang anda lakukan selama ini. Ada
hukum Musa 10 perintah Allah. Apakah anda masih ingat, diantaranya itu apa?
Yang menyangkut perkawinan?
Jangan
berzinah, jawab umat.
Jangan
berzinah. Tadi anda yang belum menerima sakramen, anda menyambut ya?
Tidak,
jawab umat.
Apakah
itu arti hidup yang anda terima selama ini sampai anda dipanggil oleh Tuhan?
Tidak ada kan? Mana lebih besar Tuhan dari adat? Saya mau bertanya?
Tuhan,
jawab umat.
Kalau
lebih besar Tuhan, saya mohon selesaikanlah perkawinan kalian supaya
terberkatilah kalian, dua menjadi satu. Kalau perkawinan adat kalian bisa
menikah lagi dan menikah lagi. Satu menjadi sepuluh, sepuluh menjadi duapuluh.
Tapi dalam sakramen pernikahan dalam Gereja yang diberkati Allah, dua menjadi
satu. Tidak boleh ditambahkan. Saudaraku, Aku sedih, saya mengalami banyak
teman-teman seperti ini. Kami datang untuk menyelesaikannya bersama para romo.
Inilah Ibu Maria menghendaki bawa anak-anakku kembali, berarti anda belum
kembali kepada Allah seutuhnya. Anda berpijak dua perjalanan sekaligus dalam
kehidupanmu. Apakah anda mau pulang dengan bahagia?
Mau,
jawab umat.
Kalau
anda mau pulang dengan bahagia segeralah perkawinanmu diselesaikan, mendapat
berkat dari Allah. Jangan dibiarkan hal ini berlarut-larut. Nanti anda pulang
anda akan menderita karena yang pulang itu anda sendiri yang menghadap Allah.
Apa yang anda buat selama hidupmu? Sedang perkawinan itu sendiri tidak kamu
selesaikan. Bagaimana anak-anakmu? Kasihan mereka. Mereka lahir ke bumi ini
bagaimana keadaannya? Hai, Ibu Maria akan sedih kalau anak-anaknya seperti ini.
Maaf
saya mau bertanya, mengapa saudara-saudaraku tidak mau menyelesaikan perkawinan
dalam Gereja? Apa alasannya? Jangan marah ya, saya bertanya. Alasan-alasan apa
sehingga ini terjadi seperti ini?
Karena
kita hidup bercampur dari transmigrasi atau dari agama lain sehingga ada
perkawinan campur. Dalam hal perkawinan campur ini, kadang-kadang dari pasangan
saling bertahan. Puji Tuhan beberapa minggu ke depan ini, baik umat kita yang
ada di Taum maupun di paket A sudah melakukan rehab nikah, kemudian di
tempat lain juga hal yang sama. Kurang lebih seperti itu.
Jadi
bukan tidak mau tapi sebenarnya mereka juga ingin tapi mereka bagaimana supaya
lebih rukun dulu, ada sepakat diantara suami istri sehingga mereka baru
melangsungkan pernikahan lewat Gereja.
Apakah
kalian menunggu karena hidup kita hanya 24 jam. Mungkin saya ngomong 2 jam lagi
saya dipanggil oleh Tuhan. Jangan rencanamu yang terjadi dalam kehidupanmu
tetapi rencana Allahlah yang mengusai hidupmu.
Makanya
jangan main-main. Saya sudah katakan, kalau kita mau mencari pasangan, carilah
yang seiman. Boleh yang tidak seiman tapi kita membawa jiwa itu diselamatkan.
Jangan kita celaka karena cinta itu sendiri.
Ini
banyak terjadi karena cinta, Yesusnya dibuang. Nanti kalian itu pulang
menghadap Allah sendiri. Karena saya banyak mengantar saudara-saudara kita yang
mau pulang. Begitu beratnya, dengan menderitanya, saya membimbing dia, saya
mohon kerahiman Tuhan untuk mengampuni anak ini yang akan Tuhan panggil.
Makanya aku selalu gencar karena saya diberikan Tuhan tugas untuk menjadi saksi
mengantar orang yang mau pulang. Orang yang sudah pulang menangis, rohnya minta
ampun. Tapi kerahiman Tuhan masih terjadi dalam kehidupan manusia. Belum
waktunya Allah menjadi hakim maka anda segeralah kompromi. Sekarang begini,
saya mengajari yang kawin campur, minta kepada pasanganmu, jangan bawa dia
menjadi pengikut Yesus tapi antarlah saya supaya saya selamat, supaya saya juga
dapat berkat, supaya saya bisa ikut kegiatan dalam hal rohani terutama dalam
Ekaristi. Tapi dengan syarat anda tidak usah membawa pasanganmu kamu harus
ikut agamaku, tidak! Antar aku, tidak bisa anda sendiri menghadap
imam untuk diberkati. Tidak bisa! Harus diantar. Saya berpengalaman, dulu saya
muslim ya.
Pesan Ibu
Maria
Selamat
malam untuk semua anak-anakku yang ada di sini.
Selamat
malam Ibu, Maria, jawab umat.
Khususnya
untuk kamu berdua hai imamku yang Aku kasihi, selamat malam juga dan terimalah
tanda kasih dan cintaku yang sangat alam untuk kamu berdua.
Selamat
malam, jawab umat.
Terima
kasih untuk kamu. Anak-anakku yang Aku kasihi, inilah Aku datang bersama Agnes,
Aku mengunjungimu. Seizin Allah Aku datang menyapamu, dan mengertilah, inilah
Aku Ibumu. Karena kamu adalah anak-anakku yang Aku kasihi.
Anak-anakku
semua yang ada di sini, jangan lagi kamu tidak percaya, bukalah hatimu dan
berdoalah supaya kau menerima kebenaran ini didalam kehidupanmu.
Anak-anakku,
Aku sedih, sangat sedih. Dimanakah hatimu sehinga engkau membiarkan dirimu
terlena bersama dunia. Anakku, bangkitlah, cepatlah, bangkitlah kamu, mulailah
kamu hidup baru dalam kehidupanmu supaya engkau tidak mendapatkan kesulitan di
saat-saat terakhir ini. Aku Ibumu Maria ingin kamu semuanya bahagia. Apa yang
disampaikan Agnes itu bukan datang dari dirinya sendiri. Kuasa Allah
mengantarkan semua itu untuk kamu melalui Agnes. Kamu dinasehati, kamu dikasih
pengertian oleh Agnes. Renungkan anakku, jangan biarkan dirimu
dicobai oleh penguasa-penguasa dunia ini. Nanti kamu celaka bersama dunia
ini. Serahkanlah dirimu kepada imam-imammu untuk menyelesaikan kehidupanmu
menyangkut antara kamu dengan pasanganmu. Itu harus diselasaikan dengan
bijaksana.
Anakku,
apakah engkau tidak takut akan Allah? Takutlah kamu akan Allah tetapi Allah itu
maha rahim, kalau engkau menyadari kesalahanmu dan memperbaikinya pasti Allah
mengampunimu.
Anak-anakku,
Aku sedih engkau telah jatuh dalam dosa dan sampaikan itu juga kepada
saudara-saudaramu yang lain dan sampaikan salamku kepada imammu.
Katakan
kepada mereka supaya mereka juga dapat menyelesaikannya, menyelesaikan
perkawinanmu.
Anakku,
jangan kamu main-main didalam hal perkawinan. Aku sedih, cukup sedih. Karena
kamu sudah jauh dari Allah, tidak lagi mengindahkan Allah dalam hidupmu karena
dunia ini. Anakku, Aku Ibumu berdoa supaya kamu menyelesaikannya dengan
baik dan juga kepada saudara-saudaramu yang lain uruslah semua itu supaya kamu
hidup dengan tenang dengan sukacita. Saat-saat terkahir ini Aku datang anakkku
Aku menemui kamu semua di sini. Aku Maria melalui Agnes. Apa kamu mengerti?
Mengerti,
jawab umat.
Baik,
kalau kamu mengerti. Segeralah selesaikan permasalahan hidupmu. Lihatlah apa
yang terjadi nanti, cukup berat bagi kamu karena bencana-bencana itu akan turun
akan menimpa bumi ini dan negaramu ini dan tempatmu ini. Kalau kamu tidak siap
engkau akan menyesal, engkau akan menangis, pedih dan sakit dengn keadaan yang
akan kamu hadapi nanti.
Anak-anakku,
dengarkanlah perkataan Ibumu ini. Aku Ibumu di surga melihat itu semuanya.
Pulanglah anakku, cepatlah kembalilah sepenuhnya, Allahmu menunggumu di surga.
Itulah harapan surga supaya anak-anakmua di bumi ini tidak menderita oleh sikap
dan tingkah laku yang dikuasai oleh penguasa-penguasa kegelapan yang ada di
sekitarmu. Dengarkan Aku dengan baik, Aku berdoa untuk kamu. Aku mengasihi kamu
karena kamu adalah anak-anakku dan Aku adalah Ibumu yang tidak bisa dipisahkan
oleh dunia ini. Apakah kamu bersedia anak-anakku?
Bersedia
Ibu, jawab seorang umat.
Kenapa
kamu diam. Apakah kamu bersedia anak-anakku?
Bersedia
Ibu, jawab umat
Kalau
kamu bersedia, selesaikan anakku, hiduplah suami istri dengan berkat Allah.
Itulah harapanku. Sampaikan salamku kepada imammu agar juga imammu dapat
menyelesaikannya dengan baik. Doaku menyertai kamu semuanya. Itulah tanda
kasihku yang Kuberikan kepada kamu semuanya yang ada di sini.
Terima
kasih Ibu, jawab umat.
Terima
kasih anak-anakku. Terima kasih. Percayalah kalau engkau mengerti, buatlah,
segeralah selesaikan. Itulah pesanku untuk kamu supaya hal-hal yang berat itu
nanti akan datang itu kamu tidak takut. Kamu bersukacita dengan semua peristiwa
yang akan turun di tempatmu ini. Persiapkan dirimu dengan baik, damailah kamu
dimana pun kamu berada maupun kamu dalam keluargamu juga dengan
saudara-saudaramu, damai anakku supaya iblis tidak dapat mencobaimu didalam
kebenaran. Inilah apa yang Kukatakan ini, renungkan kembali dan lakukan
secepatnya. Terima kasih untuk kamu semuanya.
Terima
kasih Ibu, jawab umat.
Dan
juga kamu berdua hai imamku, lihatlah mereka, banyak hal-hal seperti ini,
itulah kepedihanku. Aku ingin kamu juga melakukan hal yang sama dimana kamu
melihat anak-anakku seperti ini cepatlah diselesaikan. Bawa mereka didalam
kebenaran. Harapanku kepadamu Alexius.
Baik,
jawab romo Alexius Widianto Pr.
Dan
juga kepadamu Adrianus. Kamu juga harus selesaikan semuanya yang belum kamu
selesaikan untuk anak-anakku. Nanti Agnes akan kembali untuk bekerja sama
denganmu. Apa kamu mengerti?
Mengerti,
jawab romo Adrianus Dimu Pr.
Terima
kasih. Sampai bertemu nanti di sana. Dan Aku ingin engkau juga Alexius,
pergilah, engkau juga akan melayani itu semuanya. Bantu mereka dan bersama
Agnes untuk menyelesaikan begitu banyak persoalan yang belum terselesaikan di
sana. Aku ingin kamu ikut serta didalam pelayanan ini bersama Aku, Alexius.
Baik Ibu,
jawab romo Alexius Widianto Pr.
Dan
kamu bersama Agnes, jaga dirimu baik-baik. Bekerja sama saling melayani bersama
Agnes. Aku Ibumu menyertai kamu sekalian dan Aku Ibumu yang memanggil kamu
untuk bekerjasama dengan Aku Ibumu melayani anak-anakku. Terima kasih untukmu
yang selama ini bekerja keras, berjuang bersama Agnes. Tuhan Allahmu memberkati
semuanya didalam perjalananmu ini.
Terima
kasih, jawab umat yang melayani.
Terima
kasih untuk kamu semuanya dan terima kasih untuk anak-anakku semuanya yang ada
di sini. Mari kita satukan dalam doa, mari kita berdoa anakku. Doamu akan
Kupersembahkan kembali kepada Allah yang mengasihi kamu semuanya dan Aku. Mari
kita berdoa:
Ya Allah yang
Mahakuasa,
pada saat ini
juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu
karena Engkau
yang mempunyai bumi ini
dan aku ciptaan-Mu.
(3 x). Amin
Terima
kasih anak-anakku. Kita akan bertemu dimana kamu akan berdoa disitu Aku hadir
melalui Kuasa Allah menyertai kamu semuanya dan membawa doamu kembali,
Kupersembahkan kepada Allah yang baik yang mengasihi kita semuanya. Terima
kasih anak-anakku selamat malam.
Selamat
malam Ibu, jawab umat.
Terima
kasih Ibu Maria kehadiranmu, isi hatimu melalui kuasa Alah yang kau sampaikan
kepada kami yang begitu indah karena kecintaanmu kepada kami sehingga semua
apapun yang Kau berikan demi cintamu kepada anak-anakmu semuanya. Ibu doakan
kami, bantu kami dalam doamu di surga supaya kami bisa berjuang untuk menjadi
anak-anakmu yang baik. Terima kasih Ibu Maria.
—ooo0ooo—