Doa Bersama Kelompok
Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia
Pada acara Rekoleksi
sehari
Di Tempat Doa Hati Ibu
Yang Bahagia, Cimahi, 11 Maret 2008
Kata Pengantar Ibu Agnes
Yang kami kasihi Mgr. Hieronimus Bumbun dan juga romo
Adrianus, romo Alexius dan bruder Casiamus, yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria
dan semua kita yang berkumpul pada hari ini, kita juga disayangi Tuhan dan Ibu
Maria. Sudah panjang perjalanan rohani kita sejak berangkat, apalagi yang dari
Kupang. Saya pikir kalian sudah mempersiapkan rohani kalian untuk ziarah
bersama dan juga yang dari Singkawang sudah mempersiapkan diri untuk bersatu
sehati sejiwa dalam roh, kita bersama datang kepada Allah Bapa kita di surga.
Tidak lagi hati anak-anak bermacam-macam dan saya mau
menyapa kamu. (Ibu menyapa/ menegur seorang anak yang tidak mengikuti
rekoleksi, dan seorang lagi yang tidak mengikuti secara penuh,red)
Dan saya berharap kamu yang mempersiapkan diri dengan
baik, terus berjuang untuk meneruskan perjalanan rohani ini karena perjalanan
rohani tidak terbatas sampai di sini saja. Penyelesaian kita adalah dimana kita
dipanggil Tuhan, baru selesai. Jangan cukup sampai di sini, saya sudah puas
sampai di sini, tidak!
Ingat itu anak-anak remaja. Belajar, belajar mengerti
bagaimana Tuhan mengasihi kamu semuanya. Tuhan sangat sayang kepada anak-anak
terutama anak-anak remaja, anak kecil, bukan Tuhan tidak sayang kepada orang
tua ya yang seperti ini, bukan.
Dari kamulah kerajaan Allah akan dinyatakan. Kalian akan
melanjutkan. Kalau saya sudah bau tanah. Jadi jaga diri kalian dengan baik.
Kata Ibu Maria, kelompok ini akan menjadi baik karena
kamu. Kalau kamu tidak baik dalam kelompok ini, kelompok ini tidak akan
diterima banyak orang. Bagaimana kamu wartakan tentang kebenaran ini kalau kamu
sendiri tidak menyatakan kebenaran itu, kebaikan itu melalui sikap dan
tingkahmu dimana kamu mewartakan kepada teman-temanmu?
Ibu Maria sayang sama kalian. Kadang-kadang, orang tua
suka ditegur oleh Ibu Maria. Kamu yang dititipi Allah anak-anakmu ini, jaga
dengan baik-baik, kata Ibu Maria. Jadi kalau kamu salah, kamu pikir
kesalahan itu penuh kamu tanggung? Tidak! Kami sebagai orang tua, tidak tahu
apa-apa juga menanggung kesalahan itu yang kamu perbuat. Apa kamu tega kamu
memperlakukan itu kepada orang tua? Tega apa tidak?
Tidak, jawab umat serentak.
Tidak! Hormatilah orang tuamu. Jaga mereka dengan baik.
Sayangi mereka, lindungi mereka. Apalagi kalau mereka sudah tua-tua, sudah
nenek-nenek, ya! Itu tugas kalian, rasa syukur dan terima kasih kalian kepada
orang tuamu. Tidak lagi orang tuamu menjadi kekesalan dengan kehendak hatimu
sendiri. Kalau kamu berbuat dosa, kami juga kena. Orang tua tidak bisa menjaga
anak-anaknya dengan baik. Berarti kalian juga harus bekerja sama, saling
menjaga supaya berkat itu akan mengalir kepada orang tuamu: panjang umur, sehat
supaya melihat kamu semua bahagia. Jadi saya berharap, kalian pulang bisa
menjadi anak yang baik kepada orang tuanya. ( Ibu Agnes menasehati anak-anak
dengan macam-macam kenakalan remaja : melawan pada orang tua,
mabuk-mabukan,dsb., red)
………..Kalau kita tidak bisa menciptakan damai, bagaimana
kita bisa menerima hari-hari yang berat itu? Hari itu berat buat kita kalau
kita tidak siap. Maka dipersiapkan oleh Ibu Maria. Rohani kita dipersiapkan
dengan baik. Apabila hari itu datang, kita tidak akan ketakutan tapi kita
bersyukur pada Tuhan bahwa kita sudah dipersiapkan oleh Tuhan melalui Ibu
Maria.
Semua itu Ibu kembalikan kepada diri kamu masing-masing.
Jadilah kamu anak yang baik karena kamu akan dimurnikan saat-saat ini oleh
Tuhan. Semua akan dimurnikan supaya kamu murni. Apa sih kata murni itu? Supaya
kita hidup itu layak dihadapkan Allah. Bukan suci, tidak! Layak dihadapan
Allah. Supaya kita tidak membawa kudis-kudis, segala macam, tidak lagi. Yang
kita bawa adalah hati sukacita, damai sejahtera, kita datang kepada Allah.
Anak-anak dengar Ibu ya…!
Ya, jawab anak-anak remaja.
Bisa tidak kalian memperbaiki diri kalian dengan
kelemahan itu sendiri. Kalian dipanggil dalam kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu
yang bahagia. Kalian bekerja, yang kuliah, kuliah, berdoa, ke Gereja, melayani.
Begitu ! Tapi bukan hanya melayani kamu pasif tidak berbuat apa-apa. Tuhan juga
tidak menghendaki itu.
Yang bisnis-bisnis silahkan, yang bekerja, bekerja, yang
kuliah, kuliah, kumpul lagi melayani. Begitu lho! Para rasul juga dulu begitu.
Kumpul semua dihadapan Ibu Maria. Satu bilang ini, satu bilang itu, ayo
bertebar lagi, pergi lagi. Ada masalah kumpul lagi, bawa dalam doa. Begitulah
pekerjaan para rasul pada waktu itu bersama Ibu Maria. Ibu Maria itu membimbing
para rasul sehingga para rasul bisa menyampaikan kebenaran, karya keselamatan
ini kepada kita. Saat ini kita selamat karena para rasul. Jasa para rasul yang
begitu tekunnya berjuang dan setia didalam kebenaran itu sendiri.
Kalian juga begitu. Bergerak kalian, masih banyak PR.
Hayo pergi kumpuli mereka, nanti mama akan berangkat ke sana. Janji! Mau!
Kumpuli mereka! Hayo, ajak romo-romonya. Cepat-cepat kita bekerja,
bergegas-gegas kita bekerja. Kita bantu mereka. Mau kan?
Mau, jawab umat.
Ini untuk anak remaja ya! Sampai di situ, yang belum Ibu
bongkar, yang masih ada itu buang, buang dan buang. Saat ini ibu tidak suka,
kalian suka marah pada Tuhan. Itu paling tidak suka ibu. Kalian yang tidak
becus Tuhan yang dimarahi. Jangan itu, itu tidak boleh itu. Kalau terjadi
apa-apa itu kesalahan saya bukan kesalahan Tuhan. Tuhan berikan yang terbaik
untuk anak-anakNya. Kita yang salah langkah, salah pengertian, salah rencana
sehingga kita sakit menghadapinya. Tidak boleh sekali-sekali menyalahkan Tuhan.
Ini Ibu-ibu (dari Singkawang, red) pulang dari sini,
tidak perlu cerita terlalu banyak dan segala macam, yang penting saya
mendapatkan suatu kasih bersama Ibu Maria dalam perjalanan ini. Dengan apa?
Mulailah saya berbenah diri, saya mau melayani di mana pun saya berada. Tidak
banyak bicara tapi banyak bekerja. Bicaranya buang aja jauh-jauh.
Jadi bersaksilah anda melalui sikap dan tingkah laku kita
supaya kebenaran ini diterima oleh teman-teman kita yang di Singkawang. Bagaimana
mungkin…oh ini terjadi begini.. tapi saya tidak berubah. Kok kamu bohong?
Katanya kamu begini, tapi kamu sendiri seperti itu. Jadi saya minta
ibu-ibu setelah nanti pulang berbenah diri, banyak berdoa berkumpul
bersama. Tidak usah dengarkan apa saja, terus saja berjalan. Jangan takut,
kebenaran diatas segala-galanya. Pasti Tuhan akan menunjukkan mana yang benar
mana yang salah. Bukan saya yang menunjukkan dan anda menunjukkan kesalahan dan
kebenaran tapi Allah sendiri yang akan menunjukkan mana yang benar, mana yang
salah. Bekal ibu-ibu pulang nanti ya.
Saya minta tidak lagi membawa adat (yang bertentangan
dengan iman Katolik,red) di dalam kehidupan keluarga ya. Tidak ada! Tidak
usah lagi itu dibawa-bawa. Bawa Yesus dalam hidupmu ya. Bicara terus pada Yesus
dalam hidup kita. Jadi adat-istiadat itu justru menghambat kita dalam karya
keselamatan Tuhan karena adat-adat itu karya dari dunia.
Jadi siapa yang masih pergi ke Kelenteng, kemana.. untuk
sajen-sajen, untuk segala.. sudah lepas. Lebih baik anda meminta kepada Tuhan.
Tuhan, walau engkong saya tidak mengenalmu mohon kerahimanmu turun atas mereka.
Itu diganti/diubah, timbang uang untuk sajen, kasihkan mereka yang membutuhkan.
Untuk uang sajen itu mahal banget, kasihkan kepada orang
yang membutuhkan. Saya harap, nanti pulang tidak ada lagi adat itu dipakai ya.
Ini harapan saya. Karena waktu saya ke Singkawang memang terlalu dalam
pengertian itu. Jadi saya berharap setelah kita pulang dari ziarah batin ini,
pasti kita akan mendapatkan buah yang indah, pasti Tuhan akan memberikan itu
kepada kita bekal perjalananan kita untuk hari esok, hari esok dan hari esok
sehingga buah itu akan berlimpah bisa dirasakan oleh siapa pun yang mau
mencicipi buah itu sendiri. Benar tidak ibu-ibu?
Benar, jawab ibu-ibu.
Baik saya tidak akan panjang lebar untuk memberikan
karena sudah cukup banyak keterangan itu. Saya akan memandu doa pasrah ini yang
diberikan oleh Ibu Maria. Saya akan bersama anak-anak sama ibu-ibu dan para
romo, saya akan bersama pada saat ini, biarlah kuasa Allah yang menyertai kita,
membuka hati kita semuanya dan memberikan pengertian itu sedalam apakah yang
harus saya terima didalam hidup saya dan anda.
Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)
Percayalah kepada-Ku! Hanyalah kepada-Ku sajalah engkau percaya,
supaya kau sampai kepada tujuan yang telah Kusediakan bagi kamu semua yang
percaya, yang setia kepada-Ku. Datanglah anak-Ku, Aku menunggumu. Aku mengasihimu. Aku
tidak pernah meninggalkan kamu sendiri tapi kamu selalu meninggalkan Aku. Tapi
mulai saat ini renungkan bahwa Aku hidup dalam kehidupanmu dan Aku mengatakan
kepadamu, datanglah anak-Ku, Aku menunggumu di surga.
Inilah yang dikatakan Tuhan. Tuhan ingin kita semua
selalu datang, datang dan datang kepada Dia; dalam suka dan duka kita datang kepada
Dia. Itu menjadi kesenangan Tuhan atas kehadiran kita. Mau dosa, mau tidak
dosa, mau pintar mau bodoh, mau kaya mau miskin datanglah kepada Dia, semua
akan menjadi baik. Maka mulai hari ini kita masuk dalam perenungan untuk kita
bawa pulang ke rumah kita masing-masing dan kita mohon kepada Tuhan Yesus
supaya itu terwujud dalam kehidupan kita, supaya Allah dimuliakan di mana pun
kita berada.
Pesan Ibu Maria
Selamat untuk kamu semuanya, untuk kamu para imam yang
Aku kasihi. Begitu besar hatimu membuka, begitu pula kuasa Allah bekerja
didalam hatimu, penuh dan sempurna. Terima kasih untuk kamu semua para imam.
Dan semua anak-anakku yang ada di sini. Terima kasih untuk kamu semuanya.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Ini Aku Ibumu datang, bersama Agnes. Aku
bahagia. Kamu datang berbondong-bondong di tempat doa yang telah Aku sediakan
untuk kamu, untuk anak-anakku semuanya. Berbahagialah kamu semua saat ini,
karena kamu tidak lagi cacat akan dosa tetapi kamu dipenuhi kasih dan cinta
oleh kerahiman Allah.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Terima kasih untuk kamu semua. Tetapi setelah itu jagalah
dirimu dengan baik. Itu harapanku kepada kamu semua yang ada di sini.
Aku menyapamu hai imamku yang dari jauh (Mgr. H.
Bumbun OFM Cap, Uskup Agung Pontianak,red). Engkau seorang imam; dikatakan
imam yang tertinggi diantara kamu para imam, terima kasih atas kehadiranmu saat
ini bersama anak-anakku. Berbahagialah, hatimu membuka dalam kebenaran ini.
Siapapun yang membuka hati saat-saat terakhir, dia bahagia. Dia bahagia. Terima
kasih engkau datang dari jauh bersama anak-anakku. Itu adalah kuasa Allah
bekerja didalam kehidupanmu karena engkau membuka hatimu didalam kebenaran ini
bersama Agnes, anak ini yang telah dinyatakan saat-saat terakhir untuk menyampaikan
kabar bahagia untuk kamu semuanya.
Dan juga kamu imam-imam yang lain dan juga kamu yang
dipanggil (bruder, red), walapun engkau tidak menjadi imam tapi kau
menyerahkan diri kepada Allah, itu sama, sama arti panggilan untukmu.
Anak-anakku percayalah, inilah Aku yang datang, yang
berbicara diantara kamu. Inilah kuasa Allah mengantarkan isi hatiku melalui
Agnes. Ini yang Aku katakan kepadamu. Engkau mengerti, Aku telah menyampaikan
kepada Agnes, waktu sudah ada bersamamu, berjalan bersamamu, disatukan oleh
Allah. Siapa yang percaya, itu semua disatukan dalam kehidupannya. Siapa
yang tidak percaya, Allah tidak akan mengikut sertakan peristiwa itu didalam
kehidupannya.
Anak-anakku, Aku mengatakan kepadamu, ini perkataanku,
tidak ada lagi kalimat yang lain. Hanya satu ini untuk terakhir buat kamu. Waktu
disatukan semua dalam perjalananmu dan berjalan bersamamu, berarti kuasa
Allah bersamamu untuk menyongsong peristiwa itu yang akan turun ke bumi ini.
Jagalah dirimu dengan baik. Berbuat baiklah kamu! Sampaikanlah kebenaran
tentang iman yang kau terima dari Allah. Saling menghidupkan iman satu dengan
yang lain supaya tumbuh dengan subur saat-saat terakhir ini.
Anak-anakku, jangan lagi kamu tidak percaya. Waktu
berjalan bersama dengan perjalananmu; di seluruh bumi kamu akan menghadapinya
dengan iman. Itulah harapanku.
Anak-anakku, ini yang Kukatakan kepadamu. Waktu,
pergunakanlah sebaik-baiknya. Jangan takut! Jangan kau katakan, bahwa
(apabila,red) itu terjadi, bahwa engkau jauh dari keluargamu, tidak! Allah
akan mengumpulkan kamu semua di dalam keluargamu masing-masing untuk mengalami
peristiwa itu.
Dan juga para imam yang ada di sini, kumpulkanlah umatmu.
Layani mereka, bawa mereka, persiapkan mereka dengan baik. Itulah tugasmu.
Saat-saat terakhir ini banyak yang harus kamu kerjakan dan kamu selesaikan.
Pasti Allah akan menolongmu sepenuhnya dalam kehidupanmu.
Anak-anakku, setelah kamu pulang, hiduplah kamu dengan
damai. Tetaplah kamu bersatu dalam doa dan melayani.
Dan bagi kamu yang dipanggil oleh Allah, persiapkan
dirimu dengan baik. Jangan keraskan hatimu lagi, nanti kamu kecewa dengan
kesesakan yang akan datang turun ke bumi ini.
Kamu, kamu yang dipanggil, berbahagialah kamu! Allah
memilihmu untuk bekerja sama dengan Allahmu di surga. Berbahagia! Mengapa kamu
menangis? Bersukacita! Bergembira bahwa Allah memilihmu sendiri dan
memanggilmu sendiri untuk mengikuti-Nya. Tidak ada kesedihan lagi! Tidak
ada lagi ketakutan tetapi bahagia, bersukacita, Allah berkenan memanggilmu.
Persiapkan dirimu dengan baik.
Jangan kamu pikir, apabila waktu itu datang, aku
bagaimana? Selesai atau tidak selesai, kamu tetap imam. Dan wanita-wanita
dipanggil, engkau tetap menjadi milik Allah dan melayani. Terima kasih. Bersuka cita
kamu….! Terima kasih!
Harapanku untuk kamu bersama Agnes, Alexius! Bekerjalah
kamu! Banyak yang harus kamu kerjakan. Lihat.., di mana anak-anakku
menderita…Lihat…!
Pergilah bersama-sama Agnes untuk melayani. Nanti kau
akan mengerti Alexius.
Engkau dipanggil untuk itu, bersatu dengan Allah,
dengan Aku Ibumu didalam kelompok ini. Jangan ditunda! Jangan ditunda
karena waktu sudah bersamamu, tidak lagi menunda untuk melayani.
Apakah engkau mendengar Alexius?
Mendengar Ibu, jawab romo Alexius Widianto Pr.
Baik, terima kasih. Renungkan, renungkan apa yang
Kukatakan ini kepadamu.
Dan kamu imamku yang tertinggi, dikatakan dunia, Aku
minta tolong kepadamu, persiapkanlah Agnes untuk masuk di dalam keberadaanmu
di tempatmu yang jauh itu supaya anak-anakku di sana dapat dilayani dengan
baik. Apa kamu bersedia?
Bersedia, jawab Mgr.H. Bumbun OFM Cap
Baik, begitu lembutkah hatimu… Terima kasih, terima
kasih. Namamu juga bagus. Nama ini nama yang lembut, sesuai untuk kehidupanmu,
dan kau lembut. Aku bahagia mempunyai anak seorang imam yang lembut. Terima
kasih!
Anak-anakku semua yang ada di sini, terima kasih
semuanya.
Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.
Dan juga imamku yang dari jauh (romo Adrianus Dimu Pr),
Aku berterima kasih Agnes dapat melayani anak-anakku di tempatmu. Ulangi
kembali! Masih banyak yang harus dilayani. Terima kasih.
Ya Ibu Maria, jawab romo Adrianus
Baik, ini saja yang Aku sampaikan kepadamu melalui Agnes.
Doaku menyertai kamu sekalian.
Amin, jawab umat.
Terima kasih.
Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.
Baik, baik anakku, baik. Mari Aku mau menyatukan doa ini.
Aku akan antar kamu semuanya dengan doaku ini bersamamu. Aku Ibumu selalu
menyertai kamu sekalian di mana kamu berdoa, dimana kamu berbuat baik, dimana
kamu menyampaikan kebenaran, kuasa Allah mengantarkan Aku bersamamu. Kamu
percaya?
Kami percaya Ibu Maria, jawab umat.
Terima kasih kalau kamu percaya. Terima kasih semuanya.
Sampai kita bertemu dimana Agnes melayani, kita akan bertemu kembali. Mari kita
berdoa bersama-sama:
YA ALLAH YANG
MAHAKUASA
PADA SAAT INI
JUGA JIWAKU KUSERAHKAN KEPADAMU
KARENA ENGKAU
YANG MEMPUNYAI BUMI INI
DAN AKU
CIPTAANMU (diulangi 3X) Amin
Selamat jalan untuk kamu semua. Selamatlah kamu sampai
kamu bertemu dalam keluargamu masing-masing. Terima kasih, sampai bertemu kembali.
Amin.
Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.
—ooo0ooo—