Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Jumat Pertama bulan Pebruari 2008

Di Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia, Cimahi, 1 Pebruari 2008

 

Kata Pengantar oleh Ibu Agnes 

Jadi ini perenungan buat kita semuanya.( Sesudah sharing tentang kehadiran roh seseorang yang dihantar oleh kuasa Allah untuk bersaksi ). Walaupun itu (kesuksesan, kekayaan, terkenal,red) ada dalam diri kita tapi kita harus bijaksana sebagai anak Tuhan.Kita harus apa dalam hidup saya yang diberikan Tuhan yang begitu baik, segala sesuatu yang baik, sehingga saya menemukan kebaikan itu dalam nama Yesus?

Kalau kita menemukan kebaikan dalam nama Yesus, terus hidup kita harus kita apakan? Harus baik! Kepada siapa pun baik. Dalam arti baik itu membahagiakan orang lain. Bukan baik, sekedar baik, say hello, tidak! Tidak seperti itu yang diharapkan Tuhan. Jadi kerjasama antara satu dengan yang lain anak-anak Tuhan di mana pun mereka berada seperti itu yang diharapkan Ibu Maria. Dimana ada kelompok, di situ tidak ada penderitaan, itu benar.

 

Saya pikir PR nya orang Bekasi sudah selesai? Stefana? “Masih proses.” Jangan lama di proses ya. Itu sudah jelas tidak perlu lama-lama diproses, tinggal keputusan kalian dengan bijaksana. Kalau selalu proses, terlalu lama. “Tinggal mencari pekerjaan”

Itu saya katakan bijaksana. Bijaksana dalam arti menyelesaikan suatu permasalahan supaya anak Ibu Maria itu mendapatkan suatu suka cita, kebersamaan dengan kita ini yang diajak Ibu Maria untuk melayani putra-putrinya. Bukan kita datang dalam kelompok bukan hanya aku ingin berdoa, aku ingin mendengarkan pesan, habis itu tidak ada apa-apa. Bukan itu harapan Ibu Maria, tapi mendengar dan melaksanakan apa yang menjadi keinginan Ibu Maria. Itu diingat, supaya kehadiran Ibu Maria di Indonesia ini sungguh-sungguh terwujud. Terwujudnya karena kita ikut, dengan niat Ibu Maria kita ikut bekerja. Kita tahu kan Ibu Maria tidak ada lagi di dunia secara fisik tetapi dalam roh melalui kuasa Allah kita disertai dalam perjalanan ini. Kita mengalami kan? Mengalami kehadiran Tuhan dan mengalami kehadiran Ibu Maria. Ini yang saya sampaikan.

 

Jangan sampai saat-saat terakhir kita baru sadar. Sia-sia! Lebih baik buat kita sekarang normal, kita sehat, kita tidak timpang, kita tidak buta, kita tidak kehilangan organ tubuh, mari kita pakai sepenuhnya untuk bekerja, untuk mengasihi Tuhan, untuk melayani anak-anak Ibu Maria. Itu saja kok. Tidak minta apa-apa.

Tadi Romo Widi sudah menjelaskan bahwa Tuhan menyertai manusia sampai akhir zaman. Jadi penyertaan Tuhan itu bermacam-macam supaya anak-Nya tetap hidup dalam iman dan percaya bahwa Tuhan itu ada dan hidup dan dekat dan selalu menyertai melalui kuasa-Nya.

 

Jadi memang ada juga nubuat-nubuat dunia, kita harus jeli ya. Semua itu kata Ibu Maria kita bawa dalam doa untuk meminta untuk membedakan roh. Asal kita jangan punya keinginan seperti itu, nanti kerepotan. Jangan sekali-sekali aku ingin seperti Ibu Agnes, repot nanti. Yang datang bukan dari atas tapi yang datang dari sini, dari dunia mau mewujudkan nubuat itu akhirnya kita celaka. Karena nubuat itu tidak bisa diminta tapi kehendak Allah yang terjadi.

Saya tidak pernah meminta seperti ini. Justru seperti ini saya serba salah. Saya sebagai manusia ingin mengatakan gini.. kamua sombong…. tidak ngomong gimana… Jadi lebih baik menurut saya, saya seperti dulu, saya bebas. Sekarang serba salah, ngomong ini salah, ngomong gitu salah. Jadi selalu dicampur adukan kehidupan saya dengan pemikiran-pemikiran pribadi manusia itu sendiri.

 

Saya minta tolong kepada saudara-saudara dengan pesan Ibu Maria di Giriwoyo supaya itu disemangati kembali karena Ibu Maria mengatakan kita tidak terlepas dari tempat doa itu walaupun tempat doa itu secara fisik kita telah serahkan kepada keuskupan tapi secara rohani kita bertanggung jawab.

Memang selama ini saya tidak hadir di tempat doa itu, terlalu banyak keluar, ternyata Ibu Maria memanggil saya untuk merenungkan dan lihat, apa yang harus kau lihat di tempat ini. Jadi kemarin kami belum menemukan bagaimana cara untuk memberi semangat kembali di tempat itu dan mengumpulkan.., caranya bagimana? Ibu Maria mengatakan undang anak-anakku kembali ke tempat ini. Jadi itu tugas kita untuk mengingatkan kembali peristiwa rohani di Tempat Doa HATI IBU YANG BAHAGIA yang diberikan kepada kita.

 

Dimana-mana juga ada ya, tapi tempat ini tanda kasih Ibu Maria kepada anak-anakNya di Indonesia. Jadi saya minta kepada anda sebagai perwakilan untuk memberitahu kepada sauadra-saudara kita di Jakarta, dimana pun supaya berbondong-bondong kita kembali ke tempat yang telah disediakan Ibu Maria karena disadari ataupun tidak disadari, siapapun yang datang ke tempat doa HATI IBU YANG BAHAGIA, kerahiman Tuhan turun atas semua pribadi yang hadir di tempat doa itu.

Itu janji Ibu Maria. Kerahiman Tuhan. Jadi pengampunan akan terjadi, kita terima dari Allah tanpa kita sadari, Allah Maha rahim itu memberikan suatu tanda kasih-Nya melalui kerahiman-Nya.

Kan senang kita bahagia kita. Rasanya untuk melepas dosa kan susah, repot, masih menganjal, tetapi kalau kita percaya apa yang dijanjikan Ibu Maria itu akan terbuka dan akhirnya kita mendapatkan sukacita damai.

Dan kita berjuang untuk menjaga diri dengan baik untuk bekerjasama dengan Ibu Maria. Ingat ya kita bekerja sama dengan Ibu Maria bukan dengan Agnes, bukan! Nanti salah! Saya ditemani untuk menyambut permintaan Ibu Maria dan kita bekerja sama untuk melayani anak-anak Tuhan. Jadi tidak ada yang lebih, tidak ada yang kekurangan, kita semua sama. Kan kata.. upah satu jam juga sama, dua jam juga sama, sama-sama kita mendapatkan keselamatan. Mari kita bekerja. Itu adil. Tapi secara logika itu tidak adil, tapi keadilan itu semua mendapatkan keselamatan. Kerja sedikit, banyak, asalkan tulus ikhlas, melakukannya dengan sungguh-sungguh semua mendapatkan janji itu oleh Tuhan.

 

Ini yang bisa saya sampaikan pada malam ini. mungkin kita nanti akan bertemu di Giriwoyo. Ibu Ola mengatakan, semua mengurus diri sendiri, dewasa. Pokoknya kita datang ke sana urus diri kita masing-masing, belajar mandiri dalam hal untuk mencari kebenaran. Kalau masih dijejali terus ya kita repot. Akhirnya sekelompok ini kerepotan dan cape dan tidak dapat apa-apa, akhirnya gerundel dan akhirnya dia dosa karena apa? Karena kita yang tidak mandiri. Benar tidak?

 

Benar, jawab umat.

 

Jangan kita berbuat dosa, jangan memunculkan dosa. Mari kita kerjasama. Jaga dirimu baik-baik. Mari kita berangkat nanti anda mau tidur dimana, mau bawa tikar… tidak ada ular lho.., bawa apa terserah.. tidur sebentar di situ, dimana saja, urus diri kita sendiri karena kita pulang juga sendiri kok, benar tidak?

 

Benar, jawab umat.

 

Kita pulang juga sendiri, tidak ada teman. Yuk kita pulang sama-sama yuk.. . tidak ada kan? Jadi pulang masing-masing dengan membawa sukacita menghadap Allah. Ingat ya kematian itu menakutkan kalau kita tidak siap. Itu saya mau kasih tahu. Saya itu ngurusi orang mati. Aku jadi lama-lama ketakutan. Setiap doa, aduh Tuhan Yesus, tolong bantu saya supaya saya bisa siap saat Kau panggil, bantu saya Tuhan supaya saya sampai. Saya mohon bantuan Tuhan supaya saya siap. Pikir kalian saya juga tidak takut mati? Anda takut tidak?

 

Baik, itu saja yang bisa saya sampaikan pengalaman itu tadi dengan pak Soeharto. Itu jelas punya maksud Tuhan memberikan kepada kita, tidak ada apa-apanya, tidak ada apa-apanya dihadapan Tuhan. Itu saja.

Kumpulkanlah hartamu, bijaksana. Itu saja bekal pulang. Besok malam, lusa,.. ingat kematian! kita semua mengalami kematian. Tidak hidup selama-lamanya. Ini yang mau saya ingatkan karena saya selalu mengantar orang pulang itu sulit banget. Yang sudah pulang saja menjerit-jerit. Jadi saya minta persiapkan dirimu dengan baik. Itu saja ya karena kematian itu awal suatu kebahagiaan, kita ketemu dengan Yesus ya. Sungguh-sungguh!

Anda rindu tidak pada Yesus? Rindu, sangat rindu, saya juga kangen banget. Kalau sudah sakit ..wah ini awal mula nih..ini penyebabnya saya akan pulang..eh ternyata tidak, sembuh lagi…terus lama-lama aku bosan sendiri. Terus kata rasul, kamu akan cape Agnes, kata rasul Yohanes. Masa hidup caramu seperti itu, semua akan mengalami! Kalau sudah sakit aku sukacita lho… ah ini awalnya. Kenapa saya begitu? Karena aku sudah lelah cape. Kecapean aku tapi kata cape ini bukan berarti aku menolak, tidak! Memang saya kecapean, masih banyak yang harus diselesaikan, harus dikerjakan, harus dilayani, harus ditemani… wah semua jadi numpuk. Yang di sini berangkat semua ya.. harus! Mau ya

 

Mau, jawab umat.

 

Mau tidur di bis boleh, mau dimana boleh.. bawa makanan yang tidak basi.. Jadi itu yang bisa saya sampaikan pesan Ibu Maria, berharap kita untuk datang kembali ke tempat itu, menyemangati tempat itu. Kita berharap Romo yang baru ini akan terbuka hatinya. Kenapa? Saya dengar pengakuan dari Sigit dan Vico, bahwa mereka datang dari kelompok dan Tuhan sendiri yang mengantar dia tapi beliau ini diam-diam silahkan….. Maka kemarin itu aku datang ke sana aku ngomong, ..ya kok ini ngak pakai lampu bisa jatuh.., eh aku sendiri yang jatuh. Terus dia bilang yang jatuh itu ibu Agnes ya? Kami sudah ketemu. Mudah-mudah kita doakan Romo ini akan memulai lagi menghidupkan doa di tempat itu. Kita berharap sekali. Nanti kita minta Romo Brata sebelum ke Kamboja untuk datang untuk memberikan sedikit pengertian kepada beliau. Itu harapan saya. Mudah-mudahan permintaan Ibu Maria terlaksana saat-saat terakhir nanti. Itu akan dipenuhi anak-anaknya kembali; yang belum percaya, yang sudah percaya, yang mencari, biar itu tempat itu, akan mendapatkan kerahiman Tuhan untuk anak-anakNya yang hadir. Itu saja.

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

Marilah kita renungkan semua perjalanan rohani ini dan kita mohon kepada Tuhan supaya Tuhan memberi pengertian yang sangat dalam supaya ditambahkan iman kita, disuburkan iman kita, keyakinan kita kepada DIA yang mengasihi kita. Tuhan Yesus mengatakan:

 

Aku hadir anak-Ku. Inilah perkataan-Ku yang benar. Aku menyertai semua manusia yang percaya. Inilah kuasa-Ku hadir diantara kamu. Renungkan apa yang Aku katakan kepada kamu, bekal dalam perjalananmu hari esok supaya kamu semua bisa berbuat baik di dalam nama-Ku.

Dan percayalah, siapa pun yang membuka hati, Aku hidup dalam kehidupannya dan Aku memberikan sukacita dalam kehidupannya.

 

Berbahagialah engkau malam ini mendengarkan Aku. Inilah kuasa-Ku berbicara kepadamu. Aku dari surga menyapa kamu semua yang hadir di sini. Inilah kuasa-Ku. Dunia tidak bisa menghalangi-Ku karena Aku-lah yang bertahta di surga yang menunggu kamu semua pulang dengan damai. Baiklah anak-anak-Ku. Sampai bertemu kembali, Aku menunggumu di surga, datanglah…! Pasti Aku selalu menyertai kamu dalam suka dan duka dalam perjalananmu supaya kau boleh memuliakan Aku di mana pun engkau berada.

 

Terima kasih.

 

Sampai bertemu lagi anak-Ku, Aku menunggumu.

 

Terima kasih Tuhan Yesus.

 

Itulah saudara-saudaraku, Tuhan menyampaikan isi hatinya kepada kita. Memang terlalu jauh kita untuk merenungkan perjalanan kebenaran ini, harus kita berjuang bersama-sama untuk menghidupkan iman masing-masing kepada Tuhan Yesus, Allah yang Mahakuasa. Mari kita bersatu sehati sejiwa dalam doa, dalam pujian, di situ kita mau belajar apa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus, sempurnalah doa itu kalau itu sungguh-sungguh kita ucapkan dengan hati kita. Mari kita pujian.

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Selamat malam kamu Heribertus.

 

Selamat malam Ibu, jawab romo Heribertus Bratasudarma SJ.

 

Terima kasih, terima kasih untukmu ya, terima kasih. Dan salamku juga untuk kamu Alexius, terima kasih atas penyertaanmu bersama Agnes dan anak-anakku. Salamku juga untuk Isak Doera ya. Aku Ibumu selalu berdoa untuk kamu semuanya para imam. Alexius, teruslah berjuang bersama Agnes saat-saat terakhir ini. Katakan semua kebenaran ini, nubuat ini. Engkau harus mengerti, nubuat ini adalah kebenaran. Kebenaran itu adalah Allah yang menyertai kamu semua dengan segala cara untuk anakNya yang dikasihi-Nya. Katakan itu karena kamu semua sudah mengerti. Bersaksilah untuk kehadiranku melalui Agnes. Itu yang Aku mintakan kepadamu Alexius. Itu harapanku. Aku berdoa untukmu supaya kamu bahagia dalam perjalanan hidupmu, tidak lagi susah memikirkan dunia tapi bahagia dalam kebenaran bersama Aku Ibumu dalam kelompok ini dan bersama Agnes dan anak-anakku semua yang Aku panggil untuk melayani. Terima kasih Alexius.

 

Terima kasih Ibu, jawab romo Alexius Widianto Pr.

 

Terima kasih kembali, dan juga kamu Heribertus, saatnya tidak lama lagi, engkau akan dipulangkan, dan bersatulah bersama Agnes. Tidak lama lagi…., engkau akan dikem-balikan kembali ke negaramu ini dan kamu akan melayani anak-anakku di negaramu ini.

 

Terima kasih, jawab romo Heribertus.

 

Terima kasih, jaga dirimu dengan baik. Jangan kuatir, semua itu ada baiknya supaya kau mengerti: dalam penderitaan engkau akan bertambah dekat dengan Allah, dalam penderitaan semua manusia akan dekat dengan Allah asalkan terbuka hatinya untuk mengerti apa arti penderitaan. Jangan engkau kuatir, tidak akan terjadi apa-apa terhadap dirimu. Ini yang Aku sampaikan kepadamu Heribertus. Masih banyak yang harus kau lakukan. Kalau kau disuruh kembali, katakan ya. Tidak ada lagi alasan ini belum selesai, itu belum selesai. Semua punya bagian masing-masing. Apakah kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab romo Heribertus.

 

Apabila itu dikatakan kepadamu, siaplah untuk kembali. Jangan kamu menunda untuk kembali. Itu lebih indah kamu hidup di negaramu ini karena di sini banyak anak-anakku yang harus engkau layani dengan baik. Heribertus inilah perkataanku kepadamu. Persiapkan dirimu dengan baik. Sekali lagi tidak akan terjadi apa-apa dengan penderitaanmu itu. Semua akan menjadi baik.

 

Terima kasih Ibu, jawab romo Heribertus.

 

Terima kasih, sama-sama.

 

Dan kamu semua yang ada di sini, Aku minta kepada kamu semua, juga kepada Alexius, Heribertus, bawa mereka ke tempat doa yang Aku berikan (Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia di Danan, Giriwoyo-Wonogiri, red). Berbondong-bondonglah kamu ke sana, karena ADA SESUATU YANG HARUS KAMU TERIMA DARI ALLAH TANPA ENGKAU MENGERTI. Pergilah, bawa saudara-saudaramu semuanya pergi ke sana, supaya kamu semua disiapkan dengan baik. Kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Sampaikan salamku untuk semua anak-anakku. Bawa mereka, bawa mereka! Berkumpullah kamu semua di sana. DI SANA AKAN DIMULAI SESUATU YANG TIDAK KAMU MENGERTI. Ini yang Aku sampaikan kepadamu.

 

Dan bekerja dengan baik, dengan hatimu. Jangan sekali-sekali kamu bekerja dengan kehendak dirimu sendiri. Itu tidak baik. Kebersamaan antara satu dengan yang lain supaya pekerjaan itu bisa selesai dengan baik. Saling mengasihi kamu! Bekerja sama kamu! Doakan mereka-mereka yang sedang mengalami kesesakan. Doakan mereka agar hati mereka terbuka untuk bertobat kembali didalam kebenaran.

 

Waktu ini memang cukup berat bagi kamu, cukup berat! Karena kuasa kegelapan itu juga, dia akan berkarya. Kalau kamu tidak siap, imanmu tidak kuat, kamu akan jatuh dalam dosa. Dan sekarang iblis itu bernubuat. Sekarang juga banyak anak-anakku bernubuat dari dunia. Aku sedih… Aku sedih… Juga para imam bernubuat.

Tidak seperti itu! Allah bekerja dalam diri seseorang, itu dipersiapkan cukup jauh,  jauh, bagi mereka yang dipanggil. Tidak sekejap mendapatkannya, tidak!

Apabila sekejap itu buahnya tidak baik karena itu datang dari dunia. Allah memanggil manusia untuk diajak bekerja sama didalam kebenaran ini pasti manusianya dipersiapkan dengan baik. Tidak semudah, tidak semudah itu! Supaya kamu mengerti, bisa membedakan mana yang baik datang dari Allah, mana yang datang dari dunia. Jangan kamu terpengaruh karena nubuat itu manusia itu akan menjadi sombong. Itulah buahnya,  kesombongan. Itu datang dari dunia.

 

Anak-anakku, Aku mengajarkan ini kepadamu supaya kamu mengerti bagaimana Allah memanggil manusia untuk bekerja sama dalam kebenaran.

Kamu baca sejarah Kitab Suci, bagaimana Allah memanggil para Nabi. Mereka dipersiapkan dengan baik. Itu contoh, contoh rohani supaya kamu mengerti dalam kehidupanmu, hidup dalam dunia.

 

Anak-anakku, kebenaran itu dibuktikan, akan dinyatakan oleh Allah bahwa itu datang dari Dia yang mengasihi kamu. Percaya, ini Aku Ibumu bersatu dengan Agnes. Ini kuasa Allah yang mengantar Aku bersamamu saat ini. Inilah penyertaan Allah untuk anak-anakNya di seluruh bumi.

 

Anak-anakku, bekerjasamalah kamu semuanya, bekerjasama dengan Agnes. Bantu dia untuk melayani anak-anakku. Bantu dia! Masing-masing punya kelebihan. Satukan kelebihan itu untuk melayani. Jangan kekuranganmu, tapi kelebihanmu.

Hilangkan kekuranganmu. Kalau kamu mau melayani dengan tulus, kekuranganmu akan hilang, akan dihilangkan oleh Allah didalam kehidupanmu. Siapa yang bekerja, dia mendapatkan upahnya dari Allah. Allah punya berkat yang cukup besar, punya kerahiman-Nya cukup besar, rahmat-Nya cukup besar dan keselamatan. Itu yang diberikan kepada kamu supaya kamu sampai kepada tujuan. Ini yang Kukatakan kepadamu.

 

Dan Aku mohon kepada kamu yang berkelimpahan berkat, bekerjasamalah bersama Agnes untuk melayani anak-anakku saat-saat terakhir. Engkau akan menjadi kaya. Kekayaanmu akan kamu bawa kembali pulang menghadap Allah, bersuka cita, bahagia dalam damai kasih Allah di surga. Kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih untuk kamu semuanya. Tidak akan Ku-ulangi kapankah peristiwa itu hadir. Tunggu dengan doa, tunggu dengan melayani, tunggu dengan sikap dan tingkah lakumu, pasti sampai apa yang kamu inginkan. Allah akan bekerja untuk mengalahkan dunia ini.

 

Percaya, tahun ini kamu akan menghadapi kesulitan tapi tidak apa-apa, asal kamu semua sehati sejiwa pasti semua akan menjadi baik dalam kehidupanmu menghadapi peristiwa-peristiwa yang besar yang turun ke bumi ini. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Harus dimengerti. Itu anak Tuhan, penuh kasih, penuh cinta. Kalau dia tidak anak Tuhan, dia tidak punya kasih, tidak punya cinta. Berbeda, sungguh berbeda. Tuhanmu membuat sesuatu, banyak didalam kelompokmu ini, supaya kamu bersaksi. Orang penting dihadirkan (roh seorang pejabat negara yang sudah meninggal, red), supaya kamu boleh bersaksi, bukan (karena) kamu orang kaya, orang penting, kamu masuk surga. Tidak! (Karena) kamu percaya, kamu setia, kamu melayani, (kamu akan) masuk surga. Aku Ibumu mau mengatakan ini kepadamu, yang tidak percaya, tidak ada di surga. Tidak ada di surga! Dalam penderitaan!

Aku Ibumu bersaksi karena Aku ada di surga maka Aku bersaksi kepadamu, hanya anak-anak Allah yang percaya, dia ada bersamaku di surga.

Yang tidak percaya, menanti sampai Allahmu kembali ke bumi ini menjadi hakim, menghakimi orang hidup dan mati. Berat! Maka kamu, setialah dalam perjalananmu. Apa kamu mau?

 

Kami mau setia Ibu, jawab umat.

 

Setia, anakku. Setia! Dalam kesetiaanmu kamu mengalahkan dunia. Itu yang Aku sampaikan kepadamu. Selamat bekerja, Aku menunggumu di sana, dan Aku bersamamu di sana. Bawa mereka, bawa mereka supaya kamu mendapatkan sesuatu yang tidak kau mengerti dari Allah, kerahiman-Nya cukup besar diberikan kepada kamu karena tempat itu terberkati. Siapapun datang, dia diberkati. Ini yang Aku sampaikan kepada kamu semuanya. Dan terima kasihKu kepada kamu yang bekerja sama dengan Agnes. Terima kasih banyak.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Heribertus apa yang Kukatakan kepadamu, ingat.., kalau kamu disuruh pulang, pulang! Jangan kamu menunda kepulanganmu nanti engkau susah sendiri dengan keadaanmu di mana kamu menunda. Karena engkau akan ditawarkan pulang, pulang. Apa kamu bersedia Heribertus?

 

Bersedia Ibu, jawab romo Heribertus.

 

Amin. Lakukan ya! Aku Ibumu menyertaimu dan berdoa untukmu. Kita akan bekerja sama saat-saat terakhir ini untuk melayani anak-anakku. Terima kasih. Dan Alexius terimakasih ya penyertaanmu, perjuanganmu untuk bersatu dengan Aku Ibumu, bersama Agnes dan bersama anak-anakku semuanya. Terima kasih Alexius.

 

Terima kasih Ibu, jawab romo Alexius.

 

Terima kasih, dan kamu juga terima kasih semuanya.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Ya terima kasih. Sampai bertemu dalam doa, Aku Ibumu selalu menyertai dimana anak-anakku berdoa dimana pun seluruh bumi. Jangan pikirkan! Jangan pikirkan! Aku menyertai anak-anakku hidup dalam doa, berbuat baik, dan Aku berdoa untuk anak-anakku yang sedang mengalami permasalahan hidup dan rohaninya. Baik anak-anakku, mari kita satu dalam doa, kita datang kepada Allah, akan Kuantar kamu semuanya dengan hatiku yang sangat dalam.

 

Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu

karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu. (3 x). Amin

 

Terima kasih, selamat malam untuk kamu semuanya.

 

Terima kasih Ibu, selamat malam, jawab umat.

 

Terima kasih.

 

—ooo0ooo—