Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang
Bahagia
Pada acara Rekoleksi sehari
Di Paroki Yohanes Rasul, Wonogiri, 9 November 2008
Kata
Pengantar Ibu Agnes
Selamat bertemu
dalam pelayanan ini untuk bersatu dengan Ibu Maria di surga. Semua yang ada di
sini pernah berdoa bersama saya dan teman-teman? Yang sudah pernah? Yang
belum, banyakkah? ( sebagian umat mengangkat tangan, kurang lebih sepertiga
dari yang hadir,red )
Terima kasih,
kita bergabung dalam doa pada hari ini. Saya akan memandu doa ini, tapi yang
memimpin langsung adalah Ibu Maria di surga. Supaya kita mengerti karena Ibu
Maria adalah karismatik. Pendoa yang kekal dan abadi yang tidak bisa
dipisahkan untuk kita semua anak-anaknya yang percaya kepada Tuhan Yesus
sepenuhnya.
Bapak-Ibu, tadi
dari awal romo sudah banyak menerangkan bahwa keyakinan kita adalah satu hanya
ke Tuhan, tidak usah ke mana-mana. Apakah di sana, mereka ada Tuhan? Di sinikah
ada Tuhan? Kita tidak perlu mempertanyakan itu lagi dalam diri kita
masing-masing, nanti kiita akan goyah. Karena dunia ini cukup hebat untuk
membuat sensasi, seolah-olah itu datang dari Allah. Misalnya dalam hal
penyembuhan, dalam hal apa. Banyak terjadi.
Kita tahu dalam
kitab suci bahwa Yesus, Tuhan juga menyembuhkan dengan diam-diam. Sesudah
disembuhkan, Yesus menyuruh untuk :”Diam, pergilah kamu!” Maksudnya: pergilah
kamu, bersaksi. Bersaksi dalam arti melalui sikap dan tingkah laku saya dan
anda, berubah setelah disembuhkan.
Lihat! Kalau
kita mau baca dalam kitab suci, bagaimanakah Tuhan menyembuhkan, membuat
mujizat, pada waktu itu untuk meyakinkan bahwa Dia sudah datang, yang
dinantikan oleh orang-orang, khususnya bangsa Israel tentang karya keselamatan
itu sendiri.
Ya, diam-diam,
tetapi itu sangat besar artinya. Hai, kamu sembuh. Pek! Pulangnya, tidak
berbuat apa-apa karena tidak diproses, dianggap itu hal yang biasa. Jadi, tidak
usahlah kalian berbondong-bondong. Kalau ada suatu kelompok yang mengatakan:
"Mari, di sini Tuhan ada akan berikan penyembuhan", kalian berbondong-bondong,
tidak! Saya tidak mau seperti itu. Saya meyakini, apabila saya berjuang untuk
mendapatkan sesuatu dalam iman, pasti saya mendapatkannya. Tetapi, boleh
juga kita didoakan orang lain tapi, kita harus bijaksana untuk menghadapi itu
sendiri.
Saudara-saudaraku,
saya akan memperjelas semua ini, apa yang disampaikan oleh Tuhan. Sampaikan
Agnes kepada anak-anakKu, setialah, suruh mereka setia kepadaKu. Hanya itu
permintaan Tuhan. Karena kita fana, tidak sempurna. Yang sempurna adalah
Allah. Tapi Allah menghendaki sempurnalah kau sebagai manusia karena kau
mengimani Aku. Kalau kita mengimani Tuhan kan kita mau menjadi anak yang
baik. Benar tidak? Benar, jadi begitu. Kesempurnaan bukan menjadi sempurna
seperti Allah, tidak! Sempurna dalam arti total kita percaya hanya kepada
Allah.
Saya mau tanya
yang di Wonogiri. Masihkah ada bapak, ibu yang masih menyimpan kekuatan apa
yang datang dari dunia atau keris atau apa dan apa, benda apa yang dari nenek
moyang yang turun temurun yang diwariskan kepada keluarga? Masih ada tidak di
sini? Saya bertanya kepada saudara-saudara di Wonogiri dan semualah yang ada di
sini. Ada tidak? Ada? Ada ya. Kalau kalian bilang tidak ada, nanti saya datangi
situ satu-satu, tak pegang nanti. Ada ya?
Ada,
jawab umat.
Banyak ya?
Baik, hari ini, hari ini apabila anda mendengarkan ini dan anda tetap melakukan
hal itu, celakalah kalian bersama dunia. Itu kata Tuhan Yesus.
Sewaktu saya
melayani di Flores, mereka seratus persen percaya kepada Yesus, tetapi juga
percaya kepada adat. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan, katakan Agnes kepada
mereka, jangan lagi mereka mendua hati tapi tahtakanlah Aku dalam
kehidupannya. Tapi Aku, Maha Rahim, kata Tuhan Yesus. Apabila mereka bertobat
dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang datang dan diciptakan oleh dunia,
hari ini juga Aku mengampuni mereka semuanya. Maka, berkumpullah para tua-tua,
para pemimpin adat itu, yaitu mosalaki. Di sini ada orang Flores ya?
Ada, jawab
umat.
Dan ada juga
yang kesurupan dari rumah adat, itu kita selesaikan.
Nah, di sini saya
meminta kepada anda, maukah anda melepaskan semua benda-benda itu, supaya anda
tidak celaka nanti. Kalau anda tidak mau melepaskan, suatu saat anda dipanggil,
setengah mati. Ingat ya!
Ingat ya! Saya
mau kasihkan ini kepada saudara-saudara yang ada di sini supaya kita diluruskan
iman kita oleh Ibu Maria.
Ada lima hal
yang harus kita pahami untuk menghindari kita jangan sampai kita tidak setia
pada Yesus :
1). Muslim, 2)
Protestan, 3) menghujat roh, 4) mendua hati, 5) anak nakal. Lengkap 5 ini. Mari
kita renungkan. Ini juga, Tuhan sudah memberikan nubuat ini supaya saya bisa
menyampaikan kepada anak-anak-Nya.
Muslim. Saya
dari muslim, ya. Saya itu guru ngaji. Eyang saya dan kami semua sekeluarga itu
adalah orang fanatik. Eyang saya, kyai haji. Dulu, saya dilepas dari silsilah
karena saya memilih Yesus menjadi juru selamat saya. Tidak apa-apa saya
dilepaskan oleh mereka. Bukan mereka yang bisa membawa saya ke surga, tapi iman
yang saya yakini. Eyang saya tidak selamat. Mengapa? Tuhan menghadirkan roh eyang
saya itu. Eyang saya menangis.
"Nduk, iki
eyangmu."
"Lho,
eyang ngapain?"
"Ya,
tolong eyang didoain."
"Lah,
eyang di mana?"
"Aku
durung bahagia."
Eyang saya
menderita di sana. Bayangin, eyang saya itu kalau secara dunia, santri,
tahu tidak? Santri buat saya. Tapi menurut Tuhan, tidak. Karena apa yang
diimani itu adalah milik dunia, ciptaan dunia.
Sekarang logika
sajalah, tidak usah pakai iman. Tuhan Allah kita datang ke dunia ini menjadi
Tuhan bagi kita semua. Memberikan semua apa yang ada dalam kitab suci untuk
perjalanan hidup kita, supaya kita selamat kembali kepada DIA. Masa’, Tuhan
Allah kita menurunkan manusia lagi untuk menyelamatkan manusia? Masuk akal
tidak? Tidak! Tidak masuk akal.
Allah menang
sampai Allah datang kembali ke dunia ini menjadi hakim bagi setiap manusia yang
percaya maupun yang tidak percaya kepadaNya. Mereka juga menunggu imam Mahdi
mereka, yaitu Isa Almasih. Bodohkan? Bodoh!
Jadi, sekarang
ini yang menjadi batu sandungan bagi anak-anak Tuhan di seluruh bumi adalah
satu itu, Islam. Dia mengaduk-aduk semua karya Tuhan, menyesatkan banyak
manusia di seluruh bumi. 650 tahun setelah Tuhan Yesus kembali ke surga, muncul
anti Kristus, sampai dengan sekarang. Percaya nggak? Tapi setelah pemurnian,
itu tidak ada lagi. Ya, ini. Saya sudah kasih contoh eyang saya sendiri.
Kedua,
menghujat roh adalah tidak diampuni (bdk Matius 12:31). Mereka yang sudah
dibaptis dan menerima Yesus menjadi Tuhan Allahnya dan dia pergi mencari iman
yang datang dari dunia ini. Saya bersaksi, kakak dari bapak yang namanya
Bernardus, dia kawin sama perempuan muslim dan dia menjadi dukun. Kami sudah
berbicara kepada dia dan dia tidak mau kembali. Ya, terserah. Yang menanggung
ini semua adalah dirimu sendiri menghadap Allah. Akhirnya, waktu dia mau pulang
(meninggal, red), tetapi saya sudah bilang sama Tuhan: Tuhan bolehlah
saat-saat terakhir kakak saya pulang kau panggil, Aku boleh ada di sampingnya.
Ternyata Tuhan tidak menghendaki karena dia tidak membuka hati. Coba, dia mau
membuka hati, mungkin saya digerakkan roh, saya akan menunggu dia saat-saat
terakhir. Apa yang terjadi saudara-saudaraku? Sewaktu mau meninggal. Lari sana,
lari sini, lari situ. Dia tidak bisa menyebut. Mana yang mau disebut,
Tuhan yang mana? Tidak ada. Akhirnya waktu dia dicabut nyawanya, kakinya satu
kemana, tangannya satu ke mana. Jegang.
Hati-hati yang
punya anak, jangan sampai anakmu kawin dengan yang tidak seiman. Resikonya
besar. Menghujat roh, saya diberikan contoh kakak saya sendiri. Sewaktu dia
meninggal, saya kan tidak bisa hadir, waktu itu saya sedang melayani di
Semarang. Pulangnya, hari ke tujuh, saya langsung ke makam. Menjeritlah dia:
"Tante, tolonglah tante."
"Yo, wis.
karepmu. Aku tidak bisa membela kamu sekarang ini."
"Tolong,
Tante. Tolonglah minta kepada Yesus."
"Sekarang,
kamu menyebut Yesus. Kemarin, kamu tidak mau menyebut Yesus. Kamu marah kepada
saya. Tidak! Resiko kamu tanggung sendiri. Maaf, saya bilang begitu.
"Aduh,
tolong sampaikan kepada keluarga bahwa saya tidak selamat."
“Ini, mas saya
yang masuk iman yang dari dunia ini. Ya, menghujat roh! Dalam Injil, siapa yang
menghujat roh, dia tidak diampuni. Menghujat roh itu artinya meninggalkan
Tuhan, bukan memaki-maki Tuhan tapi meninggalkan Tuhan sepenuhnya dalam
kehidupannya. Ini, menghujat roh”.
Ketiga, protestan.
Anda tahu kunci surga siapa?
Petrus, jawab
umat
Pintunya?
Yesus, jawab
umat.
Yesus. Hebat
kan! Makanya, mereka setelah meninggalkan semua apa yang dikehendaki Tuhan
melalui Petrus. Petrus adalah Paus yang pertama. KataTuhan: "Apa yang
kau ikat di dunia, terikat di surga, apa yang kau lepas di dunia terlepas di
surga." (bdk Matius 16:19, red)
Mereka
melepaskan dirinya dari Petrus. Dan ada dalam kitab suci, dalam Kitab Wahyu: “Siapa
yang menambahkan dan mengurangi, dia akan dihukum” (bdk Wahyu 22:18).
Kita tidak usah mencari yang mana ya, yang mana kesalahan dalam kitab suci
saja. Kita sudah mengerti tapi kita tidak perlu menghakiminya. Itu, hak Allah.
Karena mereka yang memilih itu. Gurunya kencing berdiri, muridnya kencing
berlari. Sekarang porak poranda mereka. Maka banyaklah sensasi. Mereka
mengadakan seminar kesembuhan. Hati-hati! Iblis juga bisa menyembuhkan,
saudara-saudaraku, dan Iblis juga bisa membuat orang sakit fisik, tapi roh
manusia, dia tidak bisa melakukan apa saja dalam diri manusia, karena roh, jiwa
kita adalah milik Allah. Ada di mana di kitab suci?
Ada, jawab umat
Ada, siapa yang
mengalami? Di Injil atau dalam perjanjian lama?
Ibu-Bapak yang
terkasih, Kitab Sucimu jangan disimpan saja di lemari, tapi buka dan
baca. Saya delapan tahun membuka Kitab Suci dan belajar. Akhirnya, saya
menemukan Tuhan dalam Kitab Suci itu sendiri. Kita tidak akan bisa ketemu
sepenuhnya kepada Tuhan kalau kita tidak membuka Kitab Suci. Dari mana
kita tahu bahwa Yesus itu, Tuhan? Dimana itu ada, contohnya?
Pertanyaannya,
saya ulang sekali lagi, setan itu tidak bisa mengganggu jiwa kita, menyakiti
jiwa kita, tapi setan itu bisa menghancurkan tubuh kita. Contohnya ada di dalam
Kitab Suci. Dimanakah itu?
Ayub, jawab
umat.
Ayub! Semua ada
dalam Kitab Suci. Sekarang kita kembali lagi. Saya tadi sedang berbicara
tentang Protestan, tapi kita tidak boleh menghakimi, kalau kita mau, kita
mengajak mereka.
Beberapa hari
yang lalu, saya melepas seorang dokter Protestan. Dia itu memakai alat kalau di
Indonesia ini masih tradisionil banget seperti pendulum/bandul. Alat ini modern
dibuat di Jerman. Alat itu bisa mendeteksi alergi dan bisa diajak ngobrol.
Akhirnya dia itu takut, sering mimpi buruk dan menderita setelah memegang alat
itu. Alat itu bisa dibeli tapi tidak dipromosi hanya dari mulut ke mulut. Alat
itu diperlihatkan pada saya oleh mbak Tintin. “Apa itu? Saya bakar ya?” “Tunggu
bu saya tanya ke orangnya”. Lalu yang punya alat itu datang ke sini. Saya lepas
itu semua yang ada dalam kehidupannya. Waktu dia datang, dia cerita. Saya juga
bingung alat ini kok bisa menjawab dengan gerakan dari alat itu kalau saya
bertanya dalam hati. Ini Alergi apa ya? Alergi udang misalnya. Terus alatnya
bergoyang bisa ke atas bawah atau melingkar.
Hai kamu
dokter, benda mati kamu ajak ngomong. Itu siapa, tanyanya? Iblis!, saya bilang.
Kaget dia! Selama ini kamu memagang alat ini menyebut apa? Roh Kudus, katanya.
Matilah aku!
Ini ada di
Indonesia dengan memakai bandul. Gila tidak? Benda mati tapi bisa berkomunikasi
dengan manusia. Masa’ Tuhan itu tidak ada kerjaan di surga? Dia bisa saja
melakukan dengan kuasa-Nya, kenapa harus dengan benda mati?
Pernah tidak di
sini yang bertanya dengan bandul?
Belum, jawab
umat.
Tidak akan ya
setelah mendengarkan ini. Sebelum mendengarkan kalian bisa kabur mencari yang
instan.
Sekarang kan
banyak pengobatan yang pakai batu giok dsb, tanya umat.
Sudahlah lebih
baik, kalian pergi sajalah ke dokter, itu alami. Berdoa, minta pada Tuhan
kesembuhan. Aku minum Bodrex, sembuh. Carilah yang masuk akal saja, yang tidak
masuk akal jangan dikerjakan. Jangan mencari kesembuhan instan, terus
nabrak-nabrak. Kalau kita nabrak-nabrak dan melupakan Tuhan yang Mahakuasa yang
bisa menyembuhkan kita, iblis senang.
Mendua hati,
itu terjadi pada prodiakon. Prodiakon ini sakit. Terus ada teman saya yang
dulunya dia muslim sekarang Katolik dan menjadi prodiakon (Bapak Paulus
Nurbiyantoro, red). Sewaktu itu dia mau ke rumah Pak Win, seorang prodiakon
juga yang sedang sakit. Saya bilang sama dia, kamu mau ke mana?"
“Ini mbak, mau
ke rumah pak Win, antar hosti.”
"Minta
tolong sampaikan kepada Pak Win, supaya menjadi itu menjadi baik,
benda-benda di kamarnya itu dibuang saja."
Benda-benda itu
disajeni kopi, teh, bunga, jajan pasar tapi pada waktu-waktu tertentu dia
dimandikan. Itu warisan dari leluhurnya.
Pergilah Pak
Paulus Nurbiyantoro mengantarkan hosti ke rumah Pak Win lalu menyampaikan
kepadanya:
"Pak, tadi
bu Agnes bilang ke saya, kalau bapak punya benda-benda, keris-keris.”
"Iya. Kok
Ibu Agnes tahu?"
"Kenapa
pak Paulus?
"Kata Ibu
dibuang saja supaya Bapak bisa enak tenang pada saat mau pulang bapak bahagia.
"Aku tidak
mau. Aku takut melanggar tradisi, karena saya adalah yang terakhir
memegang benda itu. Saya yang disuruh ngurus"
Kami terus
berusaha meminta dia untuk melepas itu tapi dia tidak mau. Akhirnya, sakitnya
bertambah parah, masuk rumah sakit, dan dia ditunggui oleh keponakannya,
namanya Ignasius yang saat ini sedang di Cebu untuk menjadi bruder.
Sewaktu di
rumah sakit, Pak Win teriak: Tolong keris itu dibuang! Aku nggak kuat. Aku
menderita."
Nah, terjadi
kan. Sewaktu mati, dia menderita sekali dikarenakan benda itu. Akhirnya, untuk
pulang ke Tuhan, lama, dan dia mengalami suatu proses yang sedih, sakit karena
benda itu. Itu juga pulangnya dengan tidak damai.
Nah waktu dia
disemayamkan di Gereja, saya hadir. Saat misa requiem dipimpin oleh Pastor,
Tuhan menghadirkan roh Pak Win kepada saya.
Dia katakan:
"Ibu Sawarno, nyuwun tolong. Aku menderita sekali, Ibu. Aku baru pulang,
tapi rasanya kok sudah lama aku menderita. "
"Aduh, Pak
Win, kamu anak baik, kamu anak baik. Aku pasti akan berdoa
untukmu." "Tolong,ya, Ibu. Nyuwun ya.
Doakan aku. Ya, aku menderita sekali sekarang ini, Ibu."
Transit
sebentar di api penyucian. Percaya nggak? Percaya nggak?
Percaya, jawab
umat.
Percaya! Dia
transit sebentar di api penyucian. Lalu saya bilang: "Sudah Pak Win, kamu
berdoa mohon kerahiman Tuhan. Aku pulang, nanti aku berkumpul, aku berdoa
untukmu ya."
Jenasahnya
dibawa ke Solo. Kami pulang berdoa. Saya nangis kepada Tuhan. Tuhan kan tahu
anak ini baik kan Tuhan, karena dia tidak mengerti, dia lakukan karena dia
patuh kepada keturunannya. Tolong berbelas kasihanlah Tuhan kepada saudara kami
ini.
Kata Tuhan
Yesus: "Baik, Aku nyatakan sekarang ini kepadamu, Agnes. Saat ini juga dia
berangkat dalam kebahagiaan. Tetapi sampaikanlah ini semua kepada anak-anakKu.
tidak lagi mereka-mereka itu mendua hati. Tapi tahtakan Aku dalam kehidupannya,
supaya dia selamat di bumi, karena Aku-lah yang menyelamatkan mereka yang
percaya kepada-Ku.
Akhirnya, apa
yang terjadi, Pak Win dihadirkan kembali dan mengatakan kepada saya: ‘Ibu
Sawarno, terima kasih."
"Bukan
saya, Pak Win. Itu, Tuhan. Berterima kasih kepada Tuhan."
"Terima
Kasih Tuhan Yesus." Berangkat dia dalam damai.
Nah, kelima hal
ini, Tuhan telah memberikan bukti kepada saya dan saya melakukannya. Ada anak
nakal, namanya Kosai. Dia anak kepala suku di Irian. Dia itu, tentara. Kalau
dia berangkat lewat depan gereja, dia bilang: "Sorry ya, Yesus."
Anak-anaknya
belum dibaptis, pemabuk, penjudi. Ini termasuk anak nakal.
Sewaktu saya
datang doa 40 hari misa arwah. Tuhan menghadirkan dia. Dia nangis.
"Bu, saya
takut sekarang ini. Aku nggak siap. Belum siap."
"Kamu
harus siap. Kamu tidak ada lagi di bumi."
"Aku takut
, Ibu."
"Baik.
kamu menderita kan?"
"Iya, Ibu.
Tolong saya, doakan saya,Ibu."
Pulang, kami
kumpul lagi. Kami memohon kerahiman Tuhan supaya Kosai diampuni segala sikap
dan tingkah lakunya.
Kata Tuhan,
: ”Saat ini juga Aku melepaskan itu dari kehidupannya. Masuklah dalam
kebahagiaan”. Akhirnya, Kosai bilang :"Ibu, selamat tinggal. Sampai ketemu
lagi.”
Wah, kamu enak
Kosai. Aku ini sedang berjuang setengah mati. Kamu ada yang mendoakan. Aku
siapa yang akan mendoakan?
"Aduh, Ibu
terima kasih ya. Sampai ketemu lagi."
Jadi,
saudara-saudaraku, saya memberikan pandangan ini bukan aku main-main. Tuhan
sangat mencintai anak-anakNya. Hari ini, di mana kita semua mendengarkan apa
yang diminta Tuhan Yesus, “Kembalilah kepada-Ku seutuhnya”. Kita tidak
lagi mempunyai kekuatan-kekuatan yang datang dari dunia. Kekuatan kita adalah
Yesus.
Tolong, apakah
bapak-ibu yang mempunyai benda-benda itu hari ini bisa menyerahkan kepada saya?
Takut? Mikir dulu. Saya mau bertanya, di sini yang mempunyai benda-benda, hari
ini menyerahkan kepada saya, siap?
Siap, jawab
seorang umat
Amin. Ada lagi?
Siapa yang menyimpan di rumah? Jangan sembunyi-sembunyi, ya. Ada keris, ada
jimat, apa saja. Baik, saya tunggu di rumah Pak Sartono. Bawa benda-benda itu
biar saya selesaikan. Kalian terselamatkan dari dunia ini. Tuhan Yesus minta
semua datang kepada-Ku seutuhnya.
Ada lagi yang
disini? Jangan sembunyi ya. Kalau kalian sudah dengar kebenaran ini, kalau anda
tidak berubah, celakalah kamu. Yang saya ceritakan itu akan kamu alami. Matinya
jegang-jegang.
Nih, ini dulu
paranormal. (ada orang yang namanya Pak Andreas, beliau hadir dalam
pertemuan di Wonogiri ini., red). Kerisnya segudang, waktu dilepas
jegang-jegang. Tapi sekarang, dia bahagia. Untungnya, sewaktu hidup bisa
dikeluarkan. Kalau pas dia mati, jegang-jegang sendiri, menderita sendiri. Nah
ini mantan paranormal. Berdiri kamu Andreas. Dia paranormal, sekarang sudah
disembuhkan oleh Yesus.
Umat bertepuk
tangan, bersuka cita.
Sekarang, saya
mohon tenang, saya akan memandu doa ini untuk kita semuanya. Inilah tanda kasih
Tuhan. Tuhan tahu kita tidak sempurna, maka Dia mengatakan Aku menyertai
kamu sampai akhir zaman karena Tuhan tahu kita lemah, kita daging, kita
debu. Kalau Tuhan tidak menyertai kita apakah kita sanggup hidup dan berjalan
sendiri? Karena iblis membuat sensasi-sensasi untuk mencelakakan banyak
manusia, khususnya anak-anak Ibu Maria.
Sampai di sini,
yang lima hal ini tolong direnungkan. Yang mempunyai anak remaja, tolong
jaga anakmu baik-baik, jangan sampai kecolongan. Karena kata Ibu Maria, kalau
sempat anakmu berbuat dosa dan pergi meninggalkan Tuhan, kita ini orangtuanya
yang tidak berbuat apa-apa, menanggung dosa itu sendiri. Coba bayangkan, kita
yang tidak berbuat, anak yang berbuat, kita yang tanggung. Tapi itu memang
resiko, karena mereka adalah darah daging kita sendiri dan Tuhan menitipkan
kita untuk memperbesar kerajaan Allah melalui anak-anak kita. Jagalah anak-anak
remaja, jangan sampai kecolongan.
Ini yang mau
saya sampaikan pada hari ini. Semua sudah jelas, supaya lima hal ini
direnungkan. Ya wajarlah kalau kita ini jatuh bangun. Tapi kita mohon kekuatan
Tuhan, pasti kita kuat dalam perjalanan hidup ini sampai kita pulang dalam
damai, dalam sukacita kita ketemu dengan Tuhan di surga.
Mari kita mulai
doa pasrah pada sore hari ini. Kita bersatu dengan Ibu Maria di surga, kita
datang kepada Allah dan menyerahkan seluruh jiwa raga kita yang lemah ini di
hadapan Tuhan.
Isi Hati Tuhan
Yesus (Sabda Pengetahuan)
Tuhan Yesus
mengatakan:
Mengertilah
kamu semua yang hadir di sini. Inilah kuasa-Ku turun diantara kamu melalui anak
ini. Biarlah dia menjadi saksi tentang Aku, tentang kebenaran. Inilah tujuan-Ku
supaya kamu semua kembali kepada-Ku seutuhnya. Engkau akan mengalami, kuasa-Ku
akan turun ke bumi ini untuk memurnikan dunia ini. Aku telah mengatakan dalam
Kitab Sucimu. Aku akan memisahkan antara gandum dan ilalang saat pemurnian ini.
Hai anakku, Aku
tidak meninggalkan kamu dengan segala rencana-Ku. Sejak dulu, para Nabi mereka
semua Kuajak, semua Kuberikan pengertian didalam segala rencana-Ku. Kini juga
Aku mengirim Ibumu dari surga untuk menyatakan semua apa yang menjadi
rencana-Ku, Aku akan memurnikan dunia ini.
Hai kamu,
percaya. Mulai saat ini kamu harus percaya. Jangan sampai apabila hari itu
datang, kamu menyesal, dan menepuk, memukul dadamu sendiri karena kamu menutup
hatimu, maka (sekarang) bukalah hatimu. Mulai saat ini, tidak lagi kamu banyak
mengerjakan dunia-dunia yang tidak berarti bagimu tetapi carilah Aku, semua
akan Kutambahkan, Kupenuhi didalam kehidupanmu.
Hai kamu,
apakah kamu mengerti, siapakah kamu yang menciptakannya? Aku! Inilah Aku.
Akulah menciptakan kamu semuanya. Siapa yang percaya, dia selamat. Siapa yang
tidak percaya, dia akan celaka bersama dunia ini. Inilah perkataan-Ku yang
benar.
Hai anak-Ku,
tidak lagi kamu mendua hati. Engkau tidak akan mendapatkan rahmat dari pada-Ku
kalau engkau tidak bertobat mulai saat ini. Apabila Aku mengambilmu, celakalah
kamu, menderitalah kamu di saat-saat kau pulang menghadap-Ku dan Aku tidak
mengenalmu. Hai sadarlah kamu, perkataan-Ku ini.
Hai anak-Ku,
anak ini Kusampaikan kepadamu untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran yang
datang daripada-Ku. Tidak ada satu pun keselamatan yang datang dari dunia ini.
Aku berkata benar. Akulah keselamatan itu. Akulah yang mempunyai surga itu.
Akulah yang mahakuasa dulu dan sekarang dan selama-lamanya. Aku kekal dan
abadi.
Hai anak-Ku,
berbahagialah kamu membuka hati dan mengkuti Aku dengan setia. Supaya engkau
mengerti, engkau mempunyai Allah yang hidup yang mahakuasa, yang menunggumu di
surga dengan suatu kerinduan dan cinta karena belum waktunya Aku menghakimi
manusia-manusia. Pada waktunya Aku akan menghakimi seluruh bumi ini, percaya
maupun tidak percaya. Akulah menjadi hakim yang adil.
Hai anak-Ku,
bacalah Kitab Suci itu. Aku sudah berbicara banyak tentang kebenaran, tentang
Aku. Kalau engkau mau membacanya dengan baik, engkau bertemu dengan Aku dimana
engkau membaca di situ, Aku memberikan pengertian karena Firman-Ku adalah hidup
dan selama-lamanya.
Baik, renungkan
apa yang Kukatakan ini kepadamu. Sampai bertemu kembali hai anak-Ku. Aku
menunggumu di surga. Datanglah, datanglah! Jangan takut! Aku penuh kasih dan
cinta. Datanglah kepada-Ku. Aku sabar dan lemah lembut. Itulah Aku, sempurna.
Sempurna! Dunia, dunia, tidak bisa memberikan kau bahagia. Jagalah dirimu
dengan baik dan berdoa sebut nama-Ku, Akulah kekuatanmu. Aku Yesus. Aku
berbicara dari surga. Inilah kuasa-Ku menaungi anak ini. Mengerti dan
renungkan! Aku menunggumu di surga.
Inilah kata
Tuhan Yesus. Terimakasih Tuhan terpujiah nama-Mu.
Saudara-saudaraku
semua yang dikasihi Tuhan Yesus dan Ibu Maria, kita mengalami kuasa Allah yang
dijanjikan Allah kepada kita. Itu dinyatakan saat-saat terakhir ini. Sebenarnya
keselamatan itu sudah ada di bumi ini cuma kepekaan bagi setiap manusia karena
mencari hal-hal dunia sehingga dia tidak menemukan Allah dalam kehidupannya.
Tapi kita menemukannya. Mari kita berjuang bersama saling mendoakan. Kita besok
berbuat baik, melayani, mengasihi dan mencintai, damai sejahtera, tidak ada
lagi permusuhan satu dengan yang lain karena kita adalah saudara dalam
YesusTuhan, dalam pembaptisan.
Terimakasih
Tuhan Yesus terpujilah nama-Mu.
Isi hati Ibu
Maria
Salam untuk
anak-anakku semua yang ada di sini, selamat sore.
Selamat sore
Ibu Maria, jawab umat.
Terima kasih
untuk semua kamu yang berkumpul bersama Agnes dan semua anak-anakku dan juga
imam-imammu yang setia mendampingi dalam kebenaran ini. Terima kasih untuk kamu
semuanya.
Terima kasih
Ibu, jawab umat.
Hai imamku
Alexius, Aku Ibumu ingin menyatakan isi hatiku sepenuhnya. Sungguh
Alexius, perjalananmu inilah perjalanan yang indah bersama Allah, bersama Aku
Ibumu di surga untuk melayani anak-anakku di negaramu ini. Aku membawamu Alexius,
dengan kuasa Allah engkau dipanggil untuk bersatu dengan Aku Ibumu bersama
Agnes.
Alexius, inilah
kebenaran, inilah kebahagiaan seperti dulu Tuhanmu masih ada di bumi ini. Semua
bahagia. Tapi saat ini juga kuasa-Nya membahagiakan kamu dalam perjalananmu
bersama Aku Ibumu. Alexius, percaya, tidak ada satu pun yang menganggumu.
Mereka tidak ada daya untuk mengatakanmu bahwa engkau sesat. Tidak anakku. Mereka
mendinginkan hatinya. Siapa pun yang mendinginkan hatinya menurut dunia,
dia tidak mempunyai kepekaan dalam kebenaran.
Alexius, Aku
Ibumu mengatakan itu semua kepadamu, sudah sekian lama engkau bersamaku tidak
ada satu pun yang mencelakaimu dalam kehidupanmu bersama Aku Ibumu melayani
anak-anakku. Kemana pun engkau pergi semua akan menjadi baik. Berbahagialah
engkau Alexius. Aku Ibumu menerimamu sepenuhnya yang ada dalam kehidupanmu,
Alexius. Terima kasih Alexius anakku yang Aku kasihi.
Dan kamu imamku
yang masih muda. Ini Aku Ibumu mengucapkan terima kasih atas keterbukaanmu,
kehadiran anak-anakku melayani di tempat ini. Belajarlah untuk menemukan
kebenaran-kebenaran yang sejati, bukan semu yang datang dari dunia. Di hari
mudamu ini engkau di-ikat, disatukan dengan anak-anakku semua yang ada di sini,
dimana pun kau berada. Engkau tidak berjalan sendiri menurut kehendak hatimu
sendiri. Tapi kalau engkau tidak membuka hatimu terus menerus, hati-hati dengan
semua sikap-sikap dunia ini. Aku Ibu mengenalmu. Aku Ibumu mendoakanmu.
Percaya, anakku. Engkau di jalan yang benar. Sekarang ini juga kuasa Allah datang
melayani anak-anakNya dengan kerinduan-Nya maka kamu diutus untuk melayani
anak-anakku di tempat ini. Sungguh, Aku Ibumu Maria mengucapkan terima kasih
atas kesediaanmu menerima Aku Ibumu di Rumah Allah ini bersama Agnes.
Ya, baik, apa
yang menjadi keinginanmu. (Rencana membangun tempat doa Maria di paroki
Wonogiri, red) Tapi Aku mengatakan, memberi pengertian kepadamu, tempat doa
yang telah Kuberikan di negaramu ini, semua disatukan di tempat yang telah
Kusediakan Tempat Doa Hati Ibu yang Bahagia. (Di paroki St.Ignatius,
Danan, Giriwoyo, red). Itu yang Aku mintakan kepada anak-anakku dan
diberkati oleh Allah. Disitulah kamu datang, kerahiman Allah mengampuni semua
dosa-dosamu. Begitu cinta-Nya Allah kepada kamu semuanya.
Tapi juga Aku
mau menerima, demi cintaku juga untuk anak-anakku di tempat ini. Buatlah tempat
doa supaya mereka bisa bertemu dengan Allah dengan kerinduannya kepada Allah
dan Aku. Aku Ibumu meng-iyakan rencanamu tapi hanya satu di negaramu ini.
Biarlah itu, penghiburan yang kau ciptakan di tempat ini. Hiburan rohani bagi
anak-anakku.
Dan Aku minta
kepadamu hai imamku, bawalah anak-anakku dan sampaikanlah salamku semua kepada
anak-anakku di tempat ini, dan berikanlah doa-doa yang telah Kuberikan untuk
anak-anakku, juga di tempat ini. Itulah doaku di masa remajaku dimana Aku hidup
di dunia ini, dihadirkan oleh Allah di dunia ini untuk mengawali dengan rencana
Allah untuk menyelamatkan semua ciptaan-Nya di bumi ini.
Hai imamku, Aku
minta kepadamu, mulailah dari tempat ini. Bersemangatlah kamu dalam doa.
Berkelompok-kelompok kamu karena Aku mengerti di tempat dimana Aku memberikan
itu, - Tempat Doa Hati Ibu yang bahagia (yang) adalah Aku, hatiku yang
suci adanya, tidak pernah tercemar oleh dunia ini karena Aku roh yang hidup
sebelum dunia ini dijadikan oleh Allah dengan seisinya dan semua ciptaan-Nya
manusia-manusia yang ada di bumi- , mereka menghambat kebenaran.
Lihat, saatnya
akan tiba, Aku mengatakan kepadamu. Negaramu itu akan hancur, akan terjadi pertumpahan darah, banyak
terganggu dimana kamu beribadah. Kamu akan dikejar-kejar oleh mereka karena
setan mengamuk karena dia tahu kuasa Allah akan turun ke bumi ini untuk
memurnikan dunia ini. Akhirnya para imam ketakutan, lari ketakutan
melihat semua apa yang terjadi di negaramu ini. Sungguh, Aku Ibumu mengatakan
benar. Maka kamu, di tempat ini, hiduplah kamu dan berkelompok-kelompoklah kamu
supaya kepedihan itu jauh daripadamu karena yang datang adalah kuasa Allah.
Itulah awal pemurnian. Lihat, banyak para imam ketakutan, bersembunyi karena
mereka dikejar-kejar. Inilah mulai, akan dimulai anak-anakku.
Maka Aku minta,
karena imam-imammu di sana memberhentikan doa yang Aku berikan kepada
anak-anakku di Tempat Doa Hati Ibu yang bahagia. Biarlah, karena mereka
menutup hati maka mereka akan bersama dunia di saat-saat penderitaan itu turun
dan datang, terjadi di negaramu ini.
Inilah pesanku
kepadamu. Aku berharap kepadamu, teruslah, teruslah berdoa dengan doaku ini.
Ajak anak-anakku, di sinilah kamu memulai untuk bersaksi. Apabila itu terjadi,
tempat ini selamat dari penderitaan. Inilah yang Kusampaikan kepadamu hai
imamku yang masih muda.
Dan teruslah
bertekun dalam iman supaya kau dewasa dalam iman, didalam panggilanmu menjadi
seorang imam. Karena para rasulmu juga bersama Aku Ibumu di waktu kami masih
hidup, dimana Tuhanmu kembali ke surga, Aku menerima tugas baru untuk
meneruskan karya keselamatan ini dengan para rasul-rasulmu. Mereka juga
ketakutan, sembunyi. Tapi Aku Ibumu mengumpulkan mereka, sehati sejiwa dalam
doa. Inilah Kuberikan bersama mereka (doa pasrah, red) menunggu janji
Tuhan, roh kudus turun atas mereka semuanya. Dibekali semua karunia-karunia
untuk mewartakan keselamatan sudah datang diantara mereka.
Ini Aku Ibumu,
sekarang juga Aku tidak berhenti, tetap bekerja. Mengapa anak-anakku, di
saat itu Tuhanmu membiarkan diri-Nya menderita? (Karena ingin) dinyatakan
kepadamu, setia dalam penderitaan asal kamu bahagia bersatu dengan-Nya. Tapi
Allahmu tidak menderita, hanya kamu sebagai manusia melihat semua penderitaan
itu, tapi Dia adalah Allah, bisa menyelesaikan semua segala rencana-Nya untuk
menebus dosa manusia sehingga kamu bisa datang menuju kepada Allah di surga.
Disitulah Aku menerima tugas yang terakhir sampai Tuhanmu datang ke bumi ini
menjadi hakim yang adil, untuk menghakimi orang hidup dan mati. Itulah tugasku.
Maka kuasa
Allah menghantarkan Aku di seluruh bumi untuk menyampaikan kebenaran. Aku
terus, terus memberikan semangat kepada anak-anakku supaya jangan hilang,
jangan hanya dianggap sejarah. Tidak anakkku! Kitab Suci bukan sejarah. Kitab
Suci adalah Firman Allah yang hidup. Aku pertegas. Aku pertegas, Aku yakinkan
kepada kamu. Kebenaran itu tetap ada dan ada. Allah itu ada di surga. Dialah
Yesus, itu.
Anakkku,
sebenarnya Tuhanmu ada di rahimku ini, itu hanya suatu pandangan rohani
yang ditanamkan dalam kehidupanmu. Aku tidak pernah melahirkan apapun. Sungguh,
Aku roh. Aku bukan manusia. Tidak ada yang bisa mengerti masalah ini, maka Aku
memberikan pengertian saat-saat terakhir ini.
Tuhan hadir bersamaku dan hadir diantara kamu, itu
kuasa-Nya. Aku Ibumu bukan seperti kamu wanita yang melahirkan seorang anak.
Tidak, anakku! Aku roh. Aku roh dan kamu percaya bahwa Aku juga dilahirkan
dengan seorang wanita tua. Aku juga bukan dilahirkan anakku. Aku roh. Ingat
nubuat para Nabi. “Seorang dara akan mengandung.” Tidak ada wanita dikatakan
dara anakku. Itu menunjukkan bahwa Aku tidak dilahirkan seperti wanita
melahirkan. Aku tidak dilahirkan dan Aku juga tidak pernah melahirkan. Semua
itu kuasa Allah, hadir diantara manusia. Jangan pikirkan tapi imani saja. Aku
Ibu Maria mengatakan benar. Sungguh!
Iya, iya supaya kamu mengerti. Inilah iman yang sempurna,
yang dibimbing oleh para rasulmu. Inilah yang benar kekal dan abadi. Supaya kamu mengerti, saat ini juga Aku ada di surga
anak-anakku. Kuasa Alah mengantarkan isi hatiku melalui Agnes. Tidak ada
pengertian Aku masuk dalam kehidupan Agnes. Tidak, anakku!
Hanya seorang
iblis/setan yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia, hidup dalam diri manusia,
mengendalikan manusia. Tapi Allahmu di surga, kuasa-Nya yang menghidupkan
manusia, yang menyatakan kebenaran ini.
Sekarang kau
dengarkan Aku. Aku Ibumu Maria, Aku ada di surga anakku. Aku tidak ada di sini.
Ini isi hatiku melalui Agnes supaya kau mengerti dan mengimani dengan pasti,
tidak ragu lagi dan setia sampai akhir hidupmu. Tapi yang penting, persiapkan
dirimu dengan baik dimana kamu akan menunggu kuasa Allah memurnikan dunia ini. Dunia akan bergejolak di seluruh
bumi, anakku. Sudah saatnya kamu menerima, sudah saatnya. Lihatlah, apa kamu
alami, itu semua kehendak Allah terjadi mengawali pemurnian-pemurnian kamu
pribadi, pemurnian yang sungguh-sungguh akan turun ke bumi ini untuk memisahkan
gandum dan ilalang. Itu yang dikatakan Tuhan melalui firman-Nya, melalui Kitab
Sucimu, dinyatakan saat-saat ini. Sudah waktunya anakku. Sudah waktunya,
janji itu akan dinyatakan oleh Allah kepada dunia.
Anak-anakku
yang Aku kasihi semua, Aku
Ibumu berharap kepada kamu. Hiduplah kamu dalam damai, saling mengasihi, saling
mencintai, maupun kamu dalam keluargamu, sesama saudaramu, kamu damai. Karena
masa sulit akan kamu alami cukup berat. Kalau kamu tidak ada damai, kamu tidak
bisa mengalami sukacita. Kamu katakutan, menangis menderita dengan semua
peristiwa-peristiwa itu yang akan kamu alami. Inilah yang Aku sampaikan kepada
kamu semua yang ada di sini. Aku minta kamu berkelompok-kelompok dan bersaksi,
melayani. Biar semua dapat mengerti atas kehadiranku untuk mempersiapkan kamu
semua di negaramu ini. Apa kamu bersedia anak-anakku?
Bersedia, jawab
umat.
Terima kasih.
Bersedialah, dan kamu yang ada di sini bersama imam-imammu, bekerjasamalah
dengan imam-imammu di sini untuk memulai hidup rohani. Jangan lagi kamu mendua
hati tapi satukan Tuhan didalam kehidupanmu. Bekerjasama dengan imammu. Mulai
kamu menyampaikan, berkumpul dan berdoa, dan melayani. Aku Ibumu akan hadir
melalui kuasa Allah dimana kamu berkumpul sehati sejiwa dalam kelompok ini, Aku
hadir dan Aku menyatukan doamu dan akan Kupersembahkan kembali kepada Allah.
Berbahagialah engkau! Mempunyai Ibu terus berdoa siang dan malam untuk
memintakan sesuatu doamu untuk dikabulkan oleh Allah.
Anak-anakku
yang Aku kasihi, Aku mengucapkan terima kasih kepada kamu semuanya, dan kamu
yang berkelebihan berkat, bekerjalah dengan baik, dan bijaksana dalam berkatmu
itu supaya kamu tidak sia-sia saat-saat terakhir ini. Lakukan anakku, sungguh!
Kamu akan mengalaminya, akan mengalaminya tapi doaku selalu menyertai
anak-anakku di seluruh bumi ini.
Baik, terima
kasihku kepada kamu, hai imamku. Mengertilah apa yang Kusapa ini, Aku mengerti
siapa kamu sebenarnya. Belajarlah dan berjuanglah untuk mengerti tentang
kebenaran ini. Aku ingin kau bergerak, mulai bergerak, mengumpulkan anak-anakku
semua. Mulai berbuat baik dan melayani dan berdoa karena kamu juga akan mengalami
di tempat ini tapi semua akan menjadi baik. Tuhan akan melindungi kamu semuanya
dengan doamu, dengan pelayananmu. Terima kasih kepadamu, hai imamku yang masih
muda. Teruslah kau berjuang di hari tuamu dan engkau juga akan mengalami
pemurnian nanti. Engkau akan mengerti, dan engkau dapat mengumpulkan kembali
anak-anakku di tempat ini. Semua tidak sendiri mengalaminya. Ini yang Kukatakan
kepadamu. Terima kasih.
Hai Alexius,
engkau mendengarkan apa yang Kukatakan ini kepadamu. Teruslah merenungkan! Ini
sangat dalam! Tidak main-main lagi. Tidak perlu bertanya terus. Teruslah,
renungkan apa yang harus kau perbuat untuk menyampaikan kebenaran ini kepada
anak-anakku karena masih banyak anak-anakku yang belum mengerti. Hanya berdoa
dan berdoa, tapi tidak berubah, tetap saja sikapnya membuat orang sedih dan
menderita.
Hai Alexius,
Aku banyak berbicara hari ini. Musim dingin akan tiba. Kamu akan mengalami. Dengan keadaan itu
juga kamu akan kuat. Sungguh! Alexius, bekerjalah, pergilah, pergilah layani
anak-anakku bersama Agnes dan Aku Ibumu untuk melayani anak-anakku.
Alexius, Aku
ada di surga tapi kuasa Allah menghantarkan Aku bersama kamu semuanya dan Aku
minta karena kamu masih berpijak di bumi ini - Aku tidak ada lagi- engkau bisa
melihat seperti ini seperti dulu para rasul. Aku hidup bersama mereka. Tapi
saat ini kuasa Allah mengantarkan Aku bersamamu. Alexius, renungkan apa yang
Kukatakan ini. Aku sungguh-sungguh mengatakan karena desakan-desakan waktu ke
waktu semakin dekat, terus dekat. Kalau engkau tidak bergegas terus melayani
anakku, kasihan, kasihan mereka tapi apabila itu tidak sampai Aku percaya kuasa
Allah akan membawa mereka. Aku mintakan kepada Allah kerahiman-Nya saat-saat
terakhir ini yang sempurna diberikan kepada anak-anakku di seluruh bumi ini.
Inilah Alexius,
inilah kebenaran. Hanya satu Allah, satu Kitab Suci. Allah yang menciptakan
semua keselamatan dan Kitab sucimu, bukan manusia, Allahmu sendiri yang
berbicara dalam Kitab Sucimu dan kamu tahu semua perjalanan Allah bersama semua
Nabimu dan para rasulmu dalam keselamatan ini.
Tidak! Tidak!
Dari dunia tidak ada lagi. Sia-sialah mereka! Alexius, engkau mendengar, apa yang kau dengar saat ini, (panggilan
sembahyang di saat magrib terdengar lewat pengeras suara, red) itulah
ciptaan dunia, bukan datang dari Allah. Allah sudah menang segala rencana-Nya
untuk mengalahkan dunia. Allah tidak menciptakan kembali untuk menyelamatkan
manusia sampai Allahmu datang kembali ke dunia ini. Benar! Itulah ciptaan
dunia, menyesatkan banyak manusia di seluruh bumi.
Alexius, kamu
seorang imam, dalamilah imanmu yang sepenuhnya bersatu dengan Allah di surga.
Tidak usah kamu pikirkan hal-hal seperti itu. Tidak! Nampaknya indah bagi
dunia, bagi dunia. Tapi celakalah dimata Allah. Yang indah itu dari dunia.
Sekarang kau mendengarkan itu. Kemanakah dia meminta? Kemanakah dia menjerit?
Allahmu tidak akan mendengarkan itu karena mereka tidak percaya kepada Allah.
Mereka percaya dengan ciptaan-ciptaan dunia yang fana ini yang menghancurkan
semua manusia yang percaya.
Hai Alexius,
tanamkan di dasar hatimu iman yang benar adalah Allahmu sendiri dengan Kitab
Sucimu. Disitu Allah berfirman dan dituliskan melalui Kitab Sucimu karena kamu
seorang imam dapat menguasai itu dan merenungkan betapa besarnya Allah itu yang
mahakuasa. Alexius, karena engkau pergi melayani anak-anakku, dan menyampaikan
kebenaran ini tentang kebenaran yang sebenarnya adalah Allahmu sendiri di
surga. Jangan takut! Tidak ada satu pun yang akan menganggumu bersama
anak-anakku. Allah lebih besar dari dunia.
Inilah yang Aku
sampaikan dan juga kepada kamu semua anak-anakku semua yang ada di sini,
setialah kamu dalam imanmu. Renungkan Kitab Sucimu, disitulah Allah
berkata-kata kepadamu. Itulah firman yang hidup, Allahmu datang ke bumi ini,
berbicara kepada manusia dan dituliskan pada Kitab Sucimu. Itulah tanda kasih
Allah ditinggalkan diantara kamu supaya kamu tidak sendiri bahwa engkau
mempunyai Allah yang benar di surga. Kamu mengerti?
Mengerti, jawab
umat.
Terima kasih
anak-anakku yang Aku kasihi, hanya sampai di sini pertemuan kita. Tapi kta akan
bertemu dalam doa dimana kamu berdoa sehati sejiwa, saling mengasihi, saling
mencintai dan melayani antara satu dengan yang lain disitu Allahmu bersamamu
dan Aku Ibumu bersamamu untuk melayani saudara-saudaramu bersamamu. Mengerti?
Mengerti, jawab
umat.
Terima kasih.
Mari kita bersatu dalam doa. Kita datang kepada Allah Bapa kita di surga.
Allahku dan Allahmu yang kekal dan abadi, Dialah raja segala raja yang bertahta
di surga. Itulah dalam kemuliaan-Nya, Dia ada sendiri dan tidak ada yang
mengadakan, dan Dialah Allah yang Mahakuasa yang memberikan kamu hidup seperti
ini. Mari kita berdoa:
YA ALLAH YANG
MAHAKUASA
PADA SAAT INI
JUGA JIWAKU KUSERAHKAN KEPADAMU
KARENA ENGKAU
YANG MEMPUNYAI BUMI INI
DAN AKU
CIPTAANMU (diulangi 3X) Amin
Terima kasih
anak-anakku, selamat berjuang! Salamku untuk semuanya dimana mereka berada,
salamku untuk mereka semuanya dan Aku minta kepadamu, berdoalah dengan baik.
Jangan kamu berdoa cepat-cepat karena kamu berbicara dengan Allah. Anakku, selamat
melayani bersama Aku Ibumu di surga dan pasti Tuhan akan memberkati dalam
perjalananmu ini. Terima kasih anak-anakku semua. Terima kasih.
Terima kasih
Ibu Maria, jawab umat.
—ooo0ooo—