Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Pada acara Rekoleksi sehari

Di Paroki Yohanes Rasul, Wonogiri, 9 November 2008

 

 Kata Pengantar Ibu Agnes

 

 

Selamat bertemu dalam pelayanan ini untuk bersatu dengan Ibu Maria di surga. Semua yang ada di sini pernah berdoa bersama saya dan teman-teman?  Yang sudah pernah? Yang belum, banyakkah? ( sebagian umat mengangkat tangan, kurang lebih sepertiga dari yang hadir,red )

 

Terima kasih, kita bergabung dalam doa pada hari ini. Saya akan memandu doa ini, tapi yang memimpin langsung adalah Ibu Maria di surga. Supaya kita mengerti karena Ibu Maria adalah karismatik. Pendoa yang kekal dan abadi yang tidak bisa dipisahkan untuk kita semua anak-anaknya yang percaya kepada Tuhan Yesus sepenuhnya.

Bapak-Ibu, tadi dari awal romo sudah banyak menerangkan bahwa keyakinan kita adalah satu hanya ke Tuhan, tidak usah ke mana-mana. Apakah di sana, mereka ada Tuhan? Di sinikah ada Tuhan? Kita tidak perlu mempertanyakan itu lagi dalam diri kita masing-masing, nanti kiita akan goyah. Karena dunia ini cukup hebat untuk membuat sensasi, seolah-olah itu datang dari Allah. Misalnya dalam hal penyembuhan, dalam hal apa.  Banyak terjadi.

 

Kita tahu dalam kitab suci bahwa Yesus, Tuhan  juga menyembuhkan dengan diam-diam. Sesudah disembuhkan, Yesus menyuruh untuk :”Diam, pergilah kamu!” Maksudnya: pergilah kamu, bersaksi. Bersaksi dalam arti melalui sikap dan tingkah laku saya dan anda, berubah setelah disembuhkan.

Lihat! Kalau kita mau baca dalam kitab suci, bagaimanakah Tuhan menyembuhkan, membuat mujizat, pada waktu itu untuk meyakinkan bahwa Dia sudah datang, yang dinantikan oleh orang-orang, khususnya bangsa Israel tentang karya keselamatan itu sendiri.

 

Ya, diam-diam, tetapi itu sangat besar artinya. Hai, kamu sembuh. Pek! Pulangnya, tidak berbuat apa-apa karena tidak diproses, dianggap itu hal yang biasa. Jadi, tidak usahlah kalian berbondong-bondong. Kalau ada suatu kelompok yang mengatakan: "Mari, di sini Tuhan ada akan berikan penyembuhan", kalian berbondong-bondong, tidak! Saya tidak mau seperti itu. Saya meyakini, apabila saya berjuang untuk mendapatkan sesuatu dalam iman, pasti saya mendapatkannya.  Tetapi, boleh juga kita didoakan orang lain tapi, kita harus bijaksana untuk menghadapi itu sendiri.

 

Saudara-saudaraku, saya akan memperjelas semua ini, apa yang disampaikan oleh Tuhan. Sampaikan Agnes kepada anak-anakKu, setialah, suruh mereka setia kepadaKu. Hanya itu permintaan Tuhan. Karena kita fana, tidak sempurna. Yang sempurna adalah Allah. Tapi Allah menghendaki sempurnalah kau sebagai manusia karena kau mengimani Aku.  Kalau kita mengimani Tuhan kan kita mau menjadi anak yang baik. Benar tidak? Benar, jadi begitu. Kesempurnaan bukan menjadi sempurna seperti Allah, tidak! Sempurna dalam arti total kita percaya hanya kepada Allah.

 

Saya mau tanya yang di Wonogiri. Masihkah ada bapak, ibu yang masih menyimpan kekuatan apa yang datang dari dunia atau keris atau apa dan apa, benda apa yang dari nenek moyang yang turun temurun yang diwariskan kepada keluarga? Masih ada tidak di sini? Saya bertanya kepada saudara-saudara di Wonogiri dan semualah yang ada di sini. Ada tidak? Ada? Ada ya. Kalau kalian bilang tidak ada, nanti saya datangi situ satu-satu, tak pegang nanti. Ada ya?

 

 Ada, jawab umat.

 

Banyak ya? Baik, hari ini, hari ini apabila anda mendengarkan ini dan anda tetap melakukan hal itu, celakalah kalian bersama dunia. Itu kata Tuhan Yesus.

 

Sewaktu saya melayani di Flores, mereka seratus persen percaya kepada Yesus, tetapi juga percaya kepada adat. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan, katakan Agnes kepada mereka, jangan lagi mereka mendua hati tapi tahtakanlah Aku dalam kehidupannya. Tapi Aku, Maha Rahim, kata Tuhan Yesus. Apabila mereka bertobat dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang datang dan diciptakan oleh dunia, hari ini juga Aku mengampuni mereka semuanya. Maka, berkumpullah para tua-tua, para pemimpin adat itu, yaitu mosalaki. Di sini ada orang Flores ya?

 

Ada, jawab umat.

 

Dan ada juga yang kesurupan dari rumah adat, itu kita selesaikan.

Nah, di sini saya meminta kepada anda, maukah anda melepaskan semua benda-benda itu, supaya anda tidak celaka nanti. Kalau anda tidak mau melepaskan, suatu saat anda dipanggil, setengah mati. Ingat ya!

 

Ingat ya! Saya mau kasihkan ini kepada saudara-saudara yang ada di sini supaya kita diluruskan iman kita oleh Ibu Maria.

 

Ada lima hal yang harus kita pahami untuk menghindari kita jangan sampai kita tidak setia pada Yesus :

1). Muslim, 2) Protestan, 3) menghujat roh, 4) mendua hati, 5) anak nakal. Lengkap 5 ini. Mari kita renungkan. Ini juga, Tuhan sudah memberikan nubuat ini supaya saya bisa menyampaikan kepada anak-anak-Nya.

Muslim. Saya dari muslim, ya. Saya itu guru ngaji. Eyang saya dan kami semua sekeluarga itu adalah orang fanatik. Eyang saya, kyai haji. Dulu, saya dilepas dari silsilah karena saya memilih Yesus menjadi juru selamat  saya. Tidak apa-apa saya dilepaskan oleh mereka. Bukan mereka yang bisa membawa saya ke surga, tapi iman yang saya yakini. Eyang saya tidak selamat. Mengapa? Tuhan menghadirkan roh eyang saya itu. Eyang saya menangis.

"Nduk, iki eyangmu."

"Lho, eyang ngapain?"

"Ya, tolong eyang didoain."

"Lah, eyang di mana?"

"Aku durung bahagia."

Eyang saya menderita di sana. Bayangin, eyang saya itu kalau secara dunia, santri, tahu tidak? Santri buat saya. Tapi menurut Tuhan, tidak. Karena apa yang diimani itu adalah milik dunia, ciptaan dunia.

Sekarang logika sajalah, tidak usah pakai iman. Tuhan Allah kita datang ke dunia ini menjadi Tuhan bagi kita semua. Memberikan semua apa yang ada dalam kitab suci untuk perjalanan hidup kita, supaya kita selamat kembali kepada DIA. Masa’, Tuhan Allah kita menurunkan manusia lagi untuk menyelamatkan manusia? Masuk akal tidak? Tidak! Tidak masuk akal.

 

Allah menang sampai Allah datang kembali ke dunia ini menjadi hakim bagi setiap manusia yang percaya maupun yang tidak percaya kepadaNya. Mereka juga menunggu imam Mahdi mereka, yaitu Isa Almasih. Bodohkan? Bodoh!

 

Jadi, sekarang ini yang menjadi batu sandungan bagi anak-anak Tuhan di seluruh bumi adalah satu itu, Islam. Dia mengaduk-aduk semua karya Tuhan, menyesatkan banyak manusia di seluruh bumi. 650 tahun setelah Tuhan Yesus kembali ke surga, muncul anti Kristus, sampai dengan sekarang. Percaya nggak? Tapi setelah pemurnian, itu tidak ada lagi. Ya, ini. Saya sudah kasih contoh eyang saya sendiri.

 

Kedua, menghujat roh adalah tidak diampuni (bdk Matius 12:31). Mereka yang sudah dibaptis dan menerima Yesus menjadi Tuhan Allahnya dan dia pergi mencari iman yang datang dari dunia ini. Saya bersaksi, kakak dari bapak yang namanya Bernardus, dia kawin sama perempuan muslim dan dia menjadi dukun. Kami sudah berbicara kepada dia dan dia tidak mau kembali. Ya, terserah. Yang menanggung ini semua adalah dirimu sendiri menghadap Allah. Akhirnya, waktu dia mau pulang (meninggal, red), tetapi saya sudah bilang sama Tuhan: Tuhan bolehlah saat-saat terakhir kakak saya pulang kau panggil, Aku boleh ada di sampingnya. Ternyata Tuhan tidak menghendaki karena dia tidak membuka hati. Coba, dia mau membuka hati, mungkin saya digerakkan roh, saya akan menunggu dia saat-saat terakhir. Apa yang terjadi saudara-saudaraku? Sewaktu mau meninggal. Lari sana, lari sini, lari situ. Dia tidak bisa menyebut. Mana yang mau disebut, Tuhan yang mana? Tidak ada. Akhirnya waktu dia dicabut nyawanya, kakinya satu kemana, tangannya satu ke mana. Jegang.

 

Hati-hati yang punya anak, jangan sampai anakmu kawin dengan yang tidak seiman. Resikonya besar. Menghujat roh, saya diberikan contoh kakak saya sendiri. Sewaktu dia meninggal, saya kan tidak bisa hadir, waktu itu saya sedang melayani di Semarang. Pulangnya, hari ke tujuh, saya langsung ke makam. Menjeritlah dia: "Tante, tolonglah tante."

"Yo, wis. karepmu. Aku tidak bisa membela kamu sekarang ini."

"Tolong, Tante. Tolonglah minta kepada Yesus."

"Sekarang, kamu menyebut Yesus. Kemarin, kamu tidak mau menyebut Yesus. Kamu marah kepada saya. Tidak! Resiko kamu tanggung sendiri. Maaf, saya bilang begitu.

"Aduh, tolong sampaikan kepada keluarga bahwa saya tidak selamat."

“Ini, mas saya yang masuk iman yang dari dunia ini. Ya, menghujat roh! Dalam Injil, siapa yang menghujat roh, dia tidak diampuni. Menghujat roh itu artinya meninggalkan Tuhan, bukan memaki-maki Tuhan tapi meninggalkan Tuhan sepenuhnya dalam kehidupannya. Ini, menghujat roh”.

 

Ketiga, protestan. Anda tahu  kunci surga siapa?

 

Petrus, jawab umat

 

Pintunya?

 

Yesus, jawab umat.

 

Yesus. Hebat kan! Makanya, mereka setelah meninggalkan semua apa yang dikehendaki Tuhan melalui Petrus. Petrus adalah Paus yang pertama. KataTuhan: "Apa yang kau ikat di dunia, terikat di surga, apa yang kau lepas di dunia terlepas di surga." (bdk Matius 16:19, red)

 

Mereka melepaskan dirinya dari Petrus. Dan ada dalam kitab suci, dalam Kitab Wahyu: “Siapa yang menambahkan dan mengurangi, dia akan dihukum” (bdk Wahyu 22:18). Kita tidak usah mencari yang mana ya, yang mana kesalahan dalam kitab suci saja. Kita sudah mengerti tapi kita tidak perlu menghakiminya. Itu, hak Allah. Karena mereka  yang memilih itu. Gurunya kencing berdiri, muridnya kencing berlari. Sekarang porak poranda mereka. Maka banyaklah sensasi. Mereka mengadakan seminar kesembuhan. Hati-hati! Iblis juga bisa menyembuhkan, saudara-saudaraku, dan Iblis juga bisa membuat orang sakit fisik, tapi roh manusia, dia tidak bisa melakukan apa saja dalam diri manusia, karena roh, jiwa kita adalah milik Allah. Ada di mana di kitab suci?

 

Ada, jawab umat

 

Ada, siapa yang mengalami? Di Injil atau dalam perjanjian lama?

Ibu-Bapak yang terkasih, Kitab Sucimu jangan disimpan saja di lemari, tapi buka dan baca.  Saya delapan tahun membuka Kitab Suci dan belajar. Akhirnya, saya menemukan Tuhan dalam Kitab Suci itu sendiri. Kita tidak akan bisa ketemu sepenuhnya kepada Tuhan  kalau kita tidak membuka Kitab Suci. Dari mana kita tahu bahwa Yesus itu, Tuhan? Dimana itu ada, contohnya?

Pertanyaannya, saya ulang sekali lagi, setan itu tidak bisa mengganggu jiwa kita, menyakiti jiwa kita, tapi setan itu bisa menghancurkan tubuh kita. Contohnya ada di dalam Kitab Suci. Dimanakah itu?

 

Ayub, jawab umat.

 

Ayub! Semua ada dalam Kitab Suci. Sekarang kita kembali lagi. Saya tadi sedang berbicara tentang Protestan, tapi kita tidak boleh menghakimi, kalau kita mau, kita mengajak mereka.

 

Beberapa hari yang lalu, saya melepas seorang dokter Protestan. Dia itu memakai alat kalau di Indonesia ini masih tradisionil banget seperti pendulum/bandul. Alat ini modern dibuat di Jerman. Alat itu bisa mendeteksi alergi dan bisa diajak ngobrol. Akhirnya dia itu takut, sering mimpi buruk dan menderita setelah memegang alat itu. Alat itu bisa dibeli tapi tidak dipromosi hanya dari mulut ke mulut. Alat itu diperlihatkan pada saya oleh mbak Tintin. “Apa itu? Saya bakar ya?” “Tunggu bu saya tanya ke orangnya”. Lalu yang punya alat itu datang ke sini. Saya lepas itu semua yang ada dalam kehidupannya. Waktu dia datang, dia cerita. Saya juga bingung alat ini kok bisa menjawab dengan gerakan dari alat itu kalau saya bertanya dalam hati. Ini Alergi apa ya? Alergi udang misalnya. Terus alatnya bergoyang bisa ke atas bawah atau melingkar.

 

Hai kamu dokter, benda mati kamu ajak ngomong. Itu siapa, tanyanya? Iblis!, saya bilang. Kaget dia! Selama ini kamu memagang alat ini menyebut apa? Roh Kudus, katanya. Matilah aku!

 

Ini ada di Indonesia dengan memakai bandul. Gila tidak? Benda mati tapi bisa berkomunikasi dengan manusia. Masa’ Tuhan itu tidak ada kerjaan di surga? Dia bisa saja melakukan dengan kuasa-Nya, kenapa harus dengan benda mati?

Pernah tidak di sini yang bertanya dengan bandul?

 

Belum, jawab umat.

 

Tidak akan ya setelah mendengarkan ini. Sebelum mendengarkan kalian bisa kabur mencari yang instan.

 

Sekarang kan banyak pengobatan yang pakai batu giok dsb, tanya umat.

 

Sudahlah lebih baik, kalian pergi sajalah ke dokter, itu alami. Berdoa, minta pada Tuhan kesembuhan. Aku minum Bodrex, sembuh. Carilah yang masuk akal saja, yang tidak masuk akal jangan dikerjakan. Jangan mencari kesembuhan instan, terus nabrak-nabrak. Kalau kita nabrak-nabrak dan melupakan Tuhan yang Mahakuasa yang bisa menyembuhkan kita, iblis senang.

 

Mendua hati, itu terjadi pada prodiakon. Prodiakon ini sakit. Terus ada teman saya yang dulunya dia muslim sekarang Katolik dan menjadi prodiakon (Bapak Paulus Nurbiyantoro, red). Sewaktu itu dia mau ke rumah Pak Win, seorang prodiakon juga yang sedang sakit. Saya bilang sama dia, kamu mau ke mana?"

“Ini mbak, mau ke rumah pak Win, antar hosti.”

"Minta tolong sampaikan kepada Pak Win, supaya menjadi  itu menjadi baik, benda-benda di kamarnya itu dibuang saja."

Benda-benda itu disajeni kopi, teh, bunga, jajan pasar tapi pada waktu-waktu tertentu dia dimandikan. Itu warisan dari leluhurnya.

Pergilah Pak Paulus Nurbiyantoro mengantarkan hosti ke rumah Pak Win lalu menyampaikan kepadanya:

"Pak, tadi bu Agnes bilang ke saya, kalau bapak punya benda-benda, keris-keris.”  

"Iya. Kok Ibu Agnes tahu?"

"Kenapa pak Paulus?

"Kata Ibu dibuang saja supaya Bapak bisa enak tenang pada saat mau pulang bapak bahagia.

"Aku tidak mau. Aku takut melanggar  tradisi, karena saya adalah yang terakhir memegang benda itu. Saya yang disuruh ngurus"

 

Kami terus berusaha meminta dia untuk melepas itu tapi dia tidak mau. Akhirnya, sakitnya bertambah parah, masuk rumah sakit, dan dia ditunggui oleh keponakannya, namanya Ignasius yang saat ini sedang di Cebu untuk menjadi bruder.

Sewaktu di rumah sakit, Pak Win teriak: Tolong keris itu dibuang! Aku nggak kuat. Aku menderita."

Nah, terjadi kan. Sewaktu mati, dia menderita sekali dikarenakan benda itu. Akhirnya, untuk pulang ke Tuhan, lama, dan dia mengalami suatu proses yang sedih, sakit karena benda itu. Itu juga pulangnya dengan tidak damai.

 

Nah waktu dia disemayamkan di Gereja, saya hadir. Saat misa requiem dipimpin oleh Pastor, Tuhan menghadirkan roh Pak Win kepada saya.

Dia katakan: "Ibu Sawarno, nyuwun tolong. Aku menderita sekali, Ibu. Aku baru pulang, tapi rasanya kok sudah lama aku menderita. "

"Aduh, Pak Win, kamu anak baik, kamu anak baik. Aku pasti akan berdoa untukmu."      "Tolong,ya, Ibu. Nyuwun ya. Doakan aku. Ya, aku menderita sekali sekarang ini, Ibu."

Transit sebentar di api penyucian. Percaya nggak? Percaya nggak?

 

Percaya, jawab umat.

 

Percaya! Dia transit sebentar di api penyucian. Lalu saya bilang: "Sudah Pak Win, kamu berdoa mohon kerahiman Tuhan. Aku pulang, nanti aku berkumpul, aku berdoa untukmu ya."

 

Jenasahnya dibawa ke Solo. Kami pulang berdoa. Saya nangis kepada Tuhan. Tuhan kan tahu anak ini baik kan Tuhan, karena dia tidak mengerti, dia lakukan karena dia patuh kepada keturunannya. Tolong berbelas kasihanlah Tuhan kepada saudara kami ini.

 

Kata Tuhan Yesus: "Baik, Aku nyatakan sekarang ini kepadamu, Agnes. Saat ini juga dia berangkat dalam kebahagiaan. Tetapi sampaikanlah ini semua kepada anak-anakKu. tidak lagi mereka-mereka itu mendua hati. Tapi tahtakan Aku dalam kehidupannya, supaya dia selamat di bumi, karena Aku-lah yang menyelamatkan mereka yang percaya kepada-Ku.

Akhirnya, apa yang terjadi, Pak Win dihadirkan kembali dan mengatakan kepada saya: ‘Ibu Sawarno, terima kasih."

"Bukan saya, Pak Win. Itu, Tuhan. Berterima kasih kepada Tuhan."

"Terima Kasih Tuhan Yesus." Berangkat dia dalam damai.

 

Nah, kelima hal ini, Tuhan telah memberikan bukti kepada saya dan saya melakukannya. Ada anak nakal, namanya Kosai. Dia anak kepala suku di Irian. Dia itu, tentara. Kalau dia berangkat lewat depan gereja, dia bilang: "Sorry ya, Yesus."

Anak-anaknya belum dibaptis, pemabuk, penjudi. Ini termasuk anak nakal.

Sewaktu saya datang doa 40 hari misa arwah. Tuhan menghadirkan dia. Dia nangis.

"Bu, saya takut sekarang ini. Aku nggak siap. Belum siap."

"Kamu harus siap. Kamu tidak ada lagi di bumi."

"Aku takut , Ibu."

"Baik. kamu menderita kan?"

"Iya, Ibu. Tolong saya, doakan saya,Ibu."

Pulang, kami kumpul lagi. Kami memohon kerahiman Tuhan supaya Kosai diampuni segala sikap dan tingkah lakunya.

Kata Tuhan, : ”Saat ini juga Aku melepaskan itu dari kehidupannya. Masuklah dalam kebahagiaan”. Akhirnya, Kosai bilang :"Ibu, selamat tinggal. Sampai ketemu lagi.”                                                

Wah, kamu enak Kosai. Aku ini sedang berjuang setengah mati. Kamu ada yang mendoakan. Aku siapa yang akan mendoakan?

"Aduh, Ibu terima kasih ya. Sampai ketemu lagi."

 

Jadi, saudara-saudaraku, saya memberikan pandangan ini bukan aku main-main. Tuhan sangat mencintai anak-anakNya. Hari ini, di mana kita semua mendengarkan apa yang diminta Tuhan Yesus, “Kembalilah kepada-Ku seutuhnya”. Kita tidak lagi mempunyai kekuatan-kekuatan yang datang dari dunia. Kekuatan kita adalah Yesus.

 

Tolong, apakah bapak-ibu yang mempunyai benda-benda itu hari ini bisa menyerahkan kepada saya? Takut? Mikir dulu. Saya mau bertanya, di sini yang mempunyai benda-benda, hari ini menyerahkan kepada saya, siap?

 

Siap, jawab seorang umat

 

Amin. Ada lagi? Siapa yang menyimpan di rumah? Jangan sembunyi-sembunyi, ya. Ada keris, ada jimat, apa saja. Baik, saya tunggu di rumah Pak Sartono. Bawa benda-benda itu biar saya selesaikan. Kalian terselamatkan dari dunia ini. Tuhan Yesus minta semua datang kepada-Ku seutuhnya.

Ada lagi yang disini? Jangan sembunyi ya. Kalau kalian sudah dengar kebenaran ini, kalau anda tidak berubah, celakalah kamu. Yang saya ceritakan itu akan kamu alami. Matinya jegang-jegang.

 

Nih, ini dulu paranormal. (ada orang yang namanya Pak Andreas, beliau hadir dalam pertemuan di Wonogiri ini., red). Kerisnya segudang, waktu dilepas jegang-jegang. Tapi sekarang, dia bahagia. Untungnya, sewaktu hidup bisa dikeluarkan. Kalau pas dia mati, jegang-jegang sendiri, menderita sendiri. Nah ini mantan paranormal. Berdiri kamu Andreas. Dia paranormal, sekarang sudah disembuhkan oleh Yesus.

 

Umat bertepuk tangan, bersuka cita.

 

Sekarang, saya mohon tenang, saya akan memandu doa ini untuk kita semuanya. Inilah tanda kasih Tuhan. Tuhan tahu kita tidak sempurna, maka Dia mengatakan Aku menyertai kamu sampai akhir zaman karena Tuhan tahu kita lemah, kita daging, kita debu. Kalau Tuhan tidak menyertai kita apakah kita sanggup hidup dan berjalan sendiri? Karena iblis membuat sensasi-sensasi untuk mencelakakan banyak manusia, khususnya anak-anak Ibu Maria.

 

Sampai di sini, yang lima hal ini tolong direnungkan. Yang mempunyai anak remaja, tolong jaga anakmu baik-baik, jangan sampai kecolongan. Karena kata Ibu Maria, kalau sempat anakmu berbuat dosa dan pergi meninggalkan Tuhan, kita ini orangtuanya yang tidak berbuat apa-apa, menanggung dosa itu sendiri. Coba bayangkan, kita yang tidak berbuat, anak yang berbuat, kita yang tanggung. Tapi itu memang resiko, karena mereka adalah darah daging kita sendiri dan Tuhan menitipkan kita untuk memperbesar kerajaan Allah melalui anak-anak kita. Jagalah anak-anak remaja, jangan sampai kecolongan.

 

Ini yang mau saya sampaikan pada hari ini. Semua sudah jelas, supaya lima hal ini direnungkan. Ya wajarlah kalau kita ini jatuh bangun. Tapi kita mohon kekuatan Tuhan, pasti kita kuat dalam perjalanan hidup ini sampai kita pulang dalam damai, dalam sukacita kita ketemu dengan Tuhan di surga.

 

Mari kita mulai doa pasrah pada sore hari ini. Kita bersatu dengan Ibu Maria di surga, kita datang kepada Allah dan menyerahkan seluruh jiwa raga kita yang lemah ini di hadapan Tuhan.

 

Isi Hati Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

Tuhan Yesus mengatakan:

Mengertilah kamu semua yang hadir di sini. Inilah kuasa-Ku turun diantara kamu melalui anak ini. Biarlah dia menjadi saksi tentang Aku, tentang kebenaran. Inilah tujuan-Ku supaya kamu semua kembali kepada-Ku seutuhnya. Engkau akan mengalami, kuasa-Ku akan turun ke bumi ini untuk memurnikan dunia ini. Aku telah mengatakan dalam Kitab Sucimu. Aku akan memisahkan antara gandum dan ilalang saat pemurnian ini.

Hai anakku, Aku tidak meninggalkan kamu dengan segala rencana-Ku. Sejak dulu, para Nabi mereka semua Kuajak, semua Kuberikan pengertian didalam segala rencana-Ku. Kini juga Aku mengirim Ibumu dari surga untuk menyatakan semua apa yang menjadi rencana-Ku, Aku akan memurnikan dunia ini.

Hai kamu, percaya. Mulai saat ini kamu harus percaya. Jangan sampai apabila hari itu datang, kamu menyesal, dan menepuk, memukul dadamu sendiri karena kamu menutup hatimu, maka (sekarang) bukalah hatimu. Mulai saat ini, tidak lagi kamu banyak mengerjakan dunia-dunia yang tidak berarti bagimu tetapi carilah Aku, semua akan Kutambahkan, Kupenuhi didalam kehidupanmu.

Hai kamu, apakah kamu mengerti, siapakah kamu yang menciptakannya? Aku! Inilah Aku. Akulah menciptakan kamu semuanya. Siapa yang percaya, dia selamat. Siapa yang tidak percaya, dia akan celaka bersama dunia ini. Inilah perkataan-Ku yang benar.

Hai anak-Ku, tidak lagi kamu mendua hati. Engkau tidak akan mendapatkan rahmat dari pada-Ku kalau engkau tidak bertobat mulai saat ini. Apabila Aku mengambilmu, celakalah kamu, menderitalah kamu di saat-saat kau pulang menghadap-Ku dan Aku tidak mengenalmu. Hai sadarlah kamu, perkataan-Ku ini.

Hai anak-Ku, anak ini Kusampaikan kepadamu untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran yang datang daripada-Ku. Tidak ada satu pun keselamatan yang datang dari dunia ini. Aku berkata benar. Akulah keselamatan itu. Akulah yang mempunyai surga itu. Akulah yang mahakuasa dulu dan sekarang dan selama-lamanya. Aku kekal dan abadi.

Hai anak-Ku, berbahagialah kamu membuka hati dan mengkuti Aku dengan setia. Supaya engkau mengerti, engkau mempunyai Allah yang hidup yang mahakuasa, yang menunggumu di surga dengan suatu kerinduan dan cinta karena belum waktunya Aku menghakimi manusia-manusia. Pada waktunya Aku akan menghakimi seluruh bumi ini, percaya maupun tidak percaya. Akulah menjadi hakim yang adil.

Hai anak-Ku, bacalah Kitab Suci itu. Aku sudah berbicara banyak tentang kebenaran, tentang Aku. Kalau engkau mau membacanya dengan baik, engkau bertemu dengan Aku dimana engkau membaca di situ, Aku memberikan pengertian karena Firman-Ku adalah hidup dan selama-lamanya.

Baik, renungkan apa yang Kukatakan ini kepadamu. Sampai bertemu kembali hai anak-Ku. Aku menunggumu di surga. Datanglah, datanglah! Jangan takut! Aku penuh kasih dan cinta. Datanglah kepada-Ku. Aku sabar dan lemah lembut. Itulah Aku, sempurna. Sempurna! Dunia, dunia, tidak bisa memberikan kau bahagia. Jagalah dirimu dengan baik dan berdoa sebut nama-Ku, Akulah kekuatanmu. Aku Yesus. Aku berbicara dari surga. Inilah kuasa-Ku menaungi anak ini. Mengerti dan renungkan! Aku menunggumu di surga.

Inilah kata Tuhan Yesus. Terimakasih Tuhan terpujiah nama-Mu.

Saudara-saudaraku semua yang dikasihi Tuhan Yesus dan Ibu Maria, kita mengalami kuasa Allah yang dijanjikan Allah kepada kita. Itu dinyatakan saat-saat terakhir ini. Sebenarnya keselamatan itu sudah ada di bumi ini cuma kepekaan bagi setiap manusia karena mencari hal-hal dunia sehingga dia tidak menemukan Allah dalam kehidupannya. Tapi kita menemukannya. Mari kita berjuang bersama saling mendoakan. Kita besok berbuat baik, melayani, mengasihi dan mencintai, damai sejahtera, tidak ada lagi permusuhan satu dengan yang lain karena kita adalah saudara dalam YesusTuhan, dalam pembaptisan.

Terimakasih Tuhan Yesus terpujilah nama-Mu.

Isi hati Ibu Maria

Salam untuk anak-anakku semua yang ada di sini, selamat sore.

Selamat sore Ibu Maria, jawab umat.

Terima kasih untuk semua kamu yang berkumpul bersama Agnes dan semua anak-anakku dan juga imam-imammu yang setia mendampingi dalam kebenaran ini. Terima kasih untuk kamu semuanya.

Terima kasih Ibu, jawab umat.

Hai imamku Alexius, Aku Ibumu ingin menyatakan isi hatiku sepenuhnya. Sungguh Alexius, perjalananmu inilah perjalanan yang indah bersama Allah, bersama Aku Ibumu di surga untuk melayani anak-anakku di negaramu ini. Aku membawamu Alexius, dengan kuasa Allah engkau dipanggil untuk bersatu dengan Aku Ibumu bersama Agnes.

Alexius, inilah kebenaran, inilah kebahagiaan seperti dulu Tuhanmu masih ada di bumi ini. Semua bahagia. Tapi saat ini juga kuasa-Nya membahagiakan kamu dalam perjalananmu bersama Aku Ibumu. Alexius, percaya, tidak ada satu pun yang menganggumu. Mereka tidak ada daya untuk mengatakanmu bahwa engkau sesat. Tidak anakku. Mereka mendinginkan hatinya. Siapa pun yang mendinginkan hatinya menurut dunia, dia tidak mempunyai kepekaan dalam kebenaran.

Alexius, Aku Ibumu mengatakan itu semua kepadamu, sudah sekian lama engkau bersamaku tidak ada satu pun yang mencelakaimu dalam kehidupanmu bersama Aku Ibumu melayani anak-anakku. Kemana pun engkau pergi semua akan menjadi baik. Berbahagialah engkau Alexius. Aku Ibumu menerimamu sepenuhnya yang ada dalam kehidupanmu, Alexius. Terima kasih Alexius anakku yang Aku kasihi.

Dan kamu imamku yang masih muda. Ini Aku Ibumu mengucapkan terima kasih atas keterbukaanmu, kehadiran anak-anakku melayani di tempat ini. Belajarlah untuk menemukan kebenaran-kebenaran yang sejati, bukan semu yang datang dari dunia. Di hari mudamu ini engkau di-ikat, disatukan dengan anak-anakku semua yang ada di sini, dimana pun kau berada. Engkau tidak berjalan sendiri menurut kehendak hatimu sendiri. Tapi kalau engkau tidak membuka hatimu terus menerus, hati-hati dengan semua sikap-sikap dunia ini. Aku Ibu mengenalmu. Aku Ibumu mendoakanmu. Percaya, anakku. Engkau di jalan yang benar. Sekarang ini juga kuasa Allah datang melayani anak-anakNya dengan kerinduan-Nya maka kamu diutus untuk melayani anak-anakku di tempat ini. Sungguh, Aku Ibumu Maria mengucapkan terima kasih atas kesediaanmu menerima Aku Ibumu di Rumah Allah ini bersama Agnes.

Ya, baik, apa yang menjadi keinginanmu. (Rencana membangun tempat doa Maria di paroki Wonogiri, red) Tapi Aku mengatakan, memberi pengertian kepadamu, tempat doa yang telah Kuberikan di negaramu ini, semua disatukan di tempat yang telah Kusediakan Tempat Doa Hati Ibu yang Bahagia. (Di paroki St.Ignatius, Danan, Giriwoyo, red). Itu yang Aku mintakan kepada anak-anakku dan diberkati oleh Allah. Disitulah kamu datang, kerahiman Allah mengampuni semua dosa-dosamu. Begitu cinta-Nya Allah kepada kamu semuanya.

Tapi juga Aku mau menerima, demi cintaku juga untuk anak-anakku di tempat ini. Buatlah tempat doa supaya mereka bisa bertemu dengan Allah dengan kerinduannya kepada Allah dan Aku. Aku Ibumu meng-iyakan rencanamu tapi hanya satu di negaramu ini. Biarlah itu, penghiburan yang kau ciptakan di tempat ini. Hiburan rohani bagi anak-anakku.

Dan Aku minta kepadamu hai imamku, bawalah anak-anakku dan sampaikanlah salamku semua kepada anak-anakku di tempat ini, dan berikanlah doa-doa yang telah Kuberikan untuk anak-anakku, juga di tempat ini. Itulah doaku di masa remajaku dimana Aku hidup di dunia ini, dihadirkan oleh Allah di dunia ini untuk mengawali dengan rencana Allah untuk menyelamatkan semua ciptaan-Nya di bumi ini.

Hai imamku, Aku minta kepadamu, mulailah dari tempat ini. Bersemangatlah kamu dalam doa. Berkelompok-kelompok kamu karena Aku mengerti di tempat dimana Aku memberikan itu, - Tempat Doa Hati Ibu yang bahagia (yang) adalah Aku, hatiku yang suci adanya, tidak pernah tercemar oleh dunia ini karena Aku roh yang hidup sebelum dunia ini dijadikan oleh Allah dengan seisinya dan semua ciptaan-Nya manusia-manusia yang ada di bumi- , mereka menghambat kebenaran.

Lihat, saatnya akan tiba, Aku mengatakan kepadamu. Negaramu itu akan hancur, akan terjadi pertumpahan darah, banyak terganggu dimana kamu beribadah. Kamu akan dikejar-kejar oleh mereka karena setan mengamuk karena dia tahu kuasa Allah akan turun ke bumi ini untuk memurnikan dunia ini. Akhirnya para imam ketakutan, lari ketakutan melihat semua apa yang terjadi di negaramu ini. Sungguh, Aku Ibumu mengatakan benar. Maka kamu, di tempat ini, hiduplah kamu dan berkelompok-kelompoklah kamu supaya kepedihan itu jauh daripadamu karena yang datang adalah kuasa Allah. Itulah awal pemurnian. Lihat, banyak para imam ketakutan, bersembunyi karena mereka dikejar-kejar. Inilah mulai, akan dimulai anak-anakku.

Maka Aku minta, karena imam-imammu di sana memberhentikan doa yang Aku berikan kepada anak-anakku di Tempat Doa Hati Ibu yang bahagia. Biarlah, karena mereka menutup hati maka mereka akan bersama dunia di saat-saat penderitaan itu turun dan datang, terjadi di negaramu ini.

Inilah pesanku kepadamu. Aku berharap kepadamu, teruslah, teruslah berdoa dengan doaku ini. Ajak anak-anakku, di sinilah kamu memulai untuk bersaksi. Apabila itu terjadi, tempat ini selamat dari penderitaan. Inilah yang Kusampaikan kepadamu hai imamku yang masih muda.

Dan teruslah bertekun dalam iman supaya kau dewasa dalam iman, didalam panggilanmu menjadi seorang imam. Karena para rasulmu juga bersama Aku Ibumu di waktu kami masih hidup, dimana Tuhanmu kembali ke surga, Aku menerima tugas baru untuk meneruskan karya keselamatan ini dengan para rasul-rasulmu. Mereka juga ketakutan, sembunyi. Tapi Aku Ibumu mengumpulkan mereka, sehati sejiwa dalam doa. Inilah Kuberikan bersama mereka (doa pasrah, red) menunggu janji Tuhan, roh kudus turun atas mereka semuanya. Dibekali semua karunia-karunia untuk mewartakan keselamatan sudah datang diantara mereka.

Ini Aku Ibumu, sekarang juga Aku tidak berhenti, tetap bekerja. Mengapa anak-anakku, di saat itu Tuhanmu membiarkan diri-Nya menderita? (Karena ingin) dinyatakan kepadamu, setia dalam penderitaan asal kamu bahagia bersatu dengan-Nya. Tapi Allahmu tidak menderita, hanya kamu sebagai manusia melihat semua penderitaan itu, tapi Dia adalah Allah, bisa menyelesaikan semua segala rencana-Nya untuk menebus dosa manusia sehingga kamu bisa datang menuju kepada Allah di surga. Disitulah Aku menerima tugas yang terakhir sampai Tuhanmu datang ke bumi ini menjadi hakim yang adil, untuk menghakimi orang hidup dan mati. Itulah tugasku.

Maka kuasa Allah menghantarkan Aku di seluruh bumi untuk menyampaikan kebenaran. Aku terus, terus memberikan semangat kepada anak-anakku supaya jangan hilang, jangan hanya dianggap sejarah. Tidak anakkku! Kitab Suci bukan sejarah. Kitab Suci adalah Firman Allah yang hidup. Aku pertegas. Aku pertegas, Aku yakinkan kepada kamu. Kebenaran itu tetap ada dan ada. Allah itu ada di surga. Dialah Yesus, itu.

Anakkku, sebenarnya Tuhanmu ada di rahimku ini, itu hanya suatu pandangan rohani yang ditanamkan dalam kehidupanmu. Aku tidak pernah melahirkan apapun. Sungguh, Aku roh. Aku bukan manusia. Tidak ada yang bisa mengerti masalah ini, maka Aku memberikan pengertian saat-saat terakhir ini.

Tuhan hadir bersamaku dan hadir diantara kamu, itu kuasa-Nya. Aku Ibumu bukan seperti kamu wanita yang melahirkan seorang anak. Tidak, anakku! Aku roh. Aku roh dan kamu percaya bahwa Aku juga dilahirkan dengan seorang wanita tua. Aku juga bukan dilahirkan anakku. Aku roh. Ingat nubuat para Nabi. “Seorang dara akan mengandung.” Tidak ada wanita dikatakan dara anakku. Itu menunjukkan bahwa Aku tidak dilahirkan seperti wanita melahirkan. Aku tidak dilahirkan dan Aku juga tidak pernah melahirkan. Semua itu kuasa Allah, hadir diantara manusia. Jangan pikirkan tapi imani saja. Aku Ibu Maria mengatakan benar. Sungguh!

Iya, iya supaya kamu mengerti. Inilah iman yang sempurna, yang dibimbing oleh para rasulmu. Inilah yang benar kekal dan abadi. Supaya kamu mengerti, saat ini juga Aku ada di surga anak-anakku. Kuasa Alah mengantarkan isi hatiku melalui Agnes. Tidak ada pengertian Aku masuk dalam kehidupan Agnes. Tidak, anakku!

Hanya seorang iblis/setan yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia, hidup dalam diri manusia, mengendalikan manusia. Tapi Allahmu di surga, kuasa-Nya yang menghidupkan manusia, yang menyatakan kebenaran ini.

Sekarang kau dengarkan Aku. Aku Ibumu Maria, Aku ada di surga anakku. Aku tidak ada di sini. Ini isi hatiku melalui Agnes supaya kau mengerti dan mengimani dengan pasti, tidak ragu lagi dan setia sampai akhir hidupmu. Tapi yang penting, persiapkan dirimu dengan baik dimana kamu akan menunggu kuasa Allah memurnikan dunia ini. Dunia akan bergejolak di seluruh bumi, anakku. Sudah saatnya kamu menerima, sudah saatnya. Lihatlah, apa kamu alami, itu semua kehendak Allah terjadi mengawali pemurnian-pemurnian kamu pribadi, pemurnian yang sungguh-sungguh akan turun ke bumi ini untuk memisahkan gandum dan ilalang. Itu yang dikatakan Tuhan melalui firman-Nya, melalui Kitab Sucimu, dinyatakan saat-saat ini. Sudah waktunya anakku. Sudah waktunya, janji itu akan dinyatakan oleh Allah kepada dunia.

Anak-anakku yang Aku kasihi semua, Aku Ibumu berharap kepada kamu. Hiduplah kamu dalam damai, saling mengasihi, saling mencintai, maupun kamu dalam keluargamu, sesama saudaramu, kamu damai. Karena masa sulit akan kamu alami cukup berat. Kalau kamu tidak ada damai, kamu tidak bisa mengalami sukacita. Kamu katakutan, menangis menderita dengan semua peristiwa-peristiwa itu yang akan kamu alami. Inilah yang Aku sampaikan kepada kamu semua yang ada di sini. Aku minta kamu berkelompok-kelompok dan bersaksi, melayani. Biar semua dapat mengerti atas kehadiranku untuk mempersiapkan kamu semua di negaramu ini. Apa kamu bersedia anak-anakku?

Bersedia, jawab umat.

Terima kasih. Bersedialah, dan kamu yang ada di sini bersama imam-imammu, bekerjasamalah dengan imam-imammu di sini untuk memulai hidup rohani. Jangan lagi kamu mendua hati tapi satukan Tuhan didalam kehidupanmu. Bekerjasama dengan imammu. Mulai kamu menyampaikan, berkumpul dan berdoa, dan melayani. Aku Ibumu akan hadir melalui kuasa Allah dimana kamu berkumpul sehati sejiwa dalam kelompok ini, Aku hadir dan Aku menyatukan doamu dan akan Kupersembahkan kembali kepada Allah. Berbahagialah engkau! Mempunyai Ibu terus berdoa siang dan malam untuk memintakan sesuatu doamu untuk dikabulkan oleh Allah.

Anak-anakku yang Aku kasihi, Aku mengucapkan terima kasih kepada kamu semuanya, dan kamu yang berkelebihan berkat, bekerjalah dengan baik, dan bijaksana dalam berkatmu itu supaya kamu tidak sia-sia saat-saat terakhir ini. Lakukan anakku, sungguh! Kamu akan mengalaminya, akan mengalaminya tapi doaku selalu menyertai anak-anakku di seluruh bumi ini. 

Baik, terima kasihku kepada kamu, hai imamku. Mengertilah apa yang Kusapa ini, Aku mengerti siapa kamu sebenarnya. Belajarlah dan berjuanglah untuk mengerti tentang kebenaran ini. Aku ingin kau bergerak, mulai bergerak, mengumpulkan anak-anakku semua. Mulai berbuat baik dan melayani dan berdoa karena kamu juga akan mengalami di tempat ini tapi semua akan menjadi baik. Tuhan akan melindungi kamu semuanya dengan doamu, dengan pelayananmu. Terima kasih kepadamu, hai imamku yang masih muda. Teruslah kau berjuang di hari tuamu dan engkau juga akan mengalami pemurnian nanti. Engkau akan mengerti, dan engkau dapat mengumpulkan kembali anak-anakku di tempat ini. Semua tidak sendiri mengalaminya. Ini yang Kukatakan kepadamu. Terima kasih.

Hai Alexius, engkau mendengarkan apa yang Kukatakan ini kepadamu. Teruslah merenungkan! Ini sangat dalam! Tidak main-main lagi. Tidak perlu bertanya terus. Teruslah, renungkan apa yang harus kau perbuat untuk menyampaikan kebenaran ini kepada anak-anakku karena masih banyak anak-anakku yang belum mengerti. Hanya berdoa dan berdoa, tapi tidak berubah, tetap saja sikapnya membuat orang sedih dan menderita.

Hai Alexius, Aku banyak berbicara hari ini. Musim dingin akan tiba. Kamu akan mengalami. Dengan keadaan itu juga kamu akan kuat. Sungguh! Alexius, bekerjalah, pergilah, pergilah layani anak-anakku bersama Agnes dan Aku Ibumu untuk melayani anak-anakku.

Alexius, Aku ada di surga tapi kuasa Allah menghantarkan Aku bersama kamu semuanya dan Aku minta karena kamu masih berpijak di bumi ini - Aku tidak ada lagi- engkau bisa melihat seperti ini seperti dulu para rasul. Aku hidup bersama mereka. Tapi saat ini kuasa Allah mengantarkan Aku bersamamu. Alexius, renungkan apa yang Kukatakan ini. Aku sungguh-sungguh mengatakan karena desakan-desakan waktu ke waktu semakin dekat, terus dekat. Kalau engkau tidak bergegas terus melayani anakku, kasihan, kasihan mereka tapi apabila itu tidak sampai Aku percaya kuasa Allah akan membawa mereka. Aku mintakan kepada Allah kerahiman-Nya saat-saat terakhir ini yang sempurna diberikan kepada anak-anakku di seluruh bumi ini.

Inilah Alexius, inilah kebenaran. Hanya satu Allah, satu Kitab Suci. Allah yang menciptakan semua keselamatan dan Kitab sucimu, bukan manusia, Allahmu sendiri yang berbicara dalam Kitab Sucimu dan kamu tahu semua perjalanan Allah bersama semua Nabimu dan para rasulmu dalam keselamatan ini.

Tidak! Tidak! Dari dunia tidak ada lagi. Sia-sialah mereka! Alexius, engkau mendengar, apa yang kau dengar saat ini, (panggilan sembahyang di saat magrib terdengar lewat pengeras suara, red) itulah ciptaan dunia, bukan datang dari Allah. Allah sudah menang segala rencana-Nya untuk mengalahkan dunia. Allah tidak menciptakan kembali untuk menyelamatkan manusia sampai Allahmu datang kembali ke dunia ini. Benar! Itulah ciptaan dunia, menyesatkan banyak manusia di seluruh bumi.

Alexius, kamu seorang imam, dalamilah imanmu yang sepenuhnya bersatu dengan Allah di surga. Tidak usah kamu pikirkan hal-hal seperti itu. Tidak! Nampaknya indah bagi dunia, bagi dunia. Tapi celakalah dimata Allah. Yang indah itu dari dunia. Sekarang kau mendengarkan itu. Kemanakah dia meminta? Kemanakah dia menjerit? Allahmu tidak akan mendengarkan itu karena mereka tidak percaya kepada Allah. Mereka percaya dengan ciptaan-ciptaan dunia yang fana ini yang menghancurkan semua manusia yang percaya.

Hai Alexius, tanamkan di dasar hatimu iman yang benar adalah Allahmu sendiri dengan Kitab Sucimu. Disitu Allah berfirman dan dituliskan melalui Kitab Sucimu karena kamu seorang imam dapat menguasai itu dan merenungkan betapa besarnya Allah itu yang mahakuasa. Alexius, karena engkau pergi melayani anak-anakku, dan menyampaikan kebenaran ini tentang kebenaran yang sebenarnya adalah Allahmu sendiri di surga. Jangan takut! Tidak ada satu pun yang akan menganggumu bersama anak-anakku. Allah lebih besar dari dunia.

Inilah yang Aku sampaikan dan juga kepada kamu semua anak-anakku semua yang ada di sini, setialah kamu dalam imanmu. Renungkan Kitab Sucimu, disitulah Allah berkata-kata kepadamu. Itulah firman yang hidup, Allahmu datang ke bumi ini, berbicara kepada manusia dan dituliskan pada Kitab Sucimu. Itulah tanda kasih Allah ditinggalkan diantara kamu supaya kamu tidak sendiri bahwa engkau mempunyai Allah yang benar di surga. Kamu mengerti?

Mengerti, jawab umat.

Terima kasih anak-anakku yang Aku kasihi, hanya sampai di sini pertemuan kita. Tapi kta akan bertemu dalam doa dimana kamu berdoa sehati sejiwa, saling mengasihi, saling mencintai dan melayani antara satu dengan yang lain disitu Allahmu bersamamu dan Aku Ibumu bersamamu untuk melayani saudara-saudaramu bersamamu. Mengerti?

Mengerti, jawab umat.

Terima kasih. Mari kita bersatu dalam doa. Kita datang kepada Allah Bapa kita di surga. Allahku dan Allahmu yang kekal dan abadi, Dialah raja segala raja yang bertahta di surga. Itulah dalam kemuliaan-Nya, Dia ada sendiri dan tidak ada yang mengadakan, dan Dialah Allah yang Mahakuasa yang memberikan kamu hidup seperti ini. Mari kita berdoa:

YA ALLAH YANG MAHAKUASA

PADA SAAT INI JUGA JIWAKU KUSERAHKAN KEPADAMU

KARENA ENGKAU YANG MEMPUNYAI BUMI INI

DAN AKU CIPTAANMU (diulangi 3X) Amin

 

Terima kasih anak-anakku, selamat berjuang! Salamku untuk semuanya dimana mereka berada, salamku untuk mereka semuanya dan Aku minta kepadamu, berdoalah dengan baik. Jangan kamu berdoa cepat-cepat karena kamu berbicara dengan Allah. Anakku, selamat melayani bersama Aku Ibumu di surga dan pasti Tuhan akan memberkati dalam perjalananmu ini. Terima kasih anak-anakku semua. Terima kasih.

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

—ooo0ooo—