Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang
Bahagia
Jumat Pertama bulan Juli 2007
Di Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia, Cimahi, 6 Juli 2007
Kata Pengantar
Ibu Agnes
Romo Widi, kita
semua yang dicintai Tuhan dan Ibu Maria, kita bersyukur hari ini kita boleh
berkumpul kembali apa yang dimintakan oleh Ibu Maria, Jumat Pertama, kita
berkumpul bersama. Kita mengadakan misa untuk bersatu dengan Tuhan. Jumat
Pertama ini adalah kebersamaan kita dengan Ibu Maria, dimana Ibu Maria
mengatakan : “Inilah kesedihanku”. Dalam arti “kesedihanku” adalah, Ibu sangat
prihatin kepada putera-puterinya di seluruh bumi yang sudah banyak jatuh dalam
dosa. Maka, Ibu meminta kepada kita berkumpul bersama supaya doa kita disatukan
kepada putera-puterinya di seluruh bumi supaya kita saling dikuatkan dan
disatukan oleh doa Ibu Maria di surga. Tetapi sekaligus Ibu mengatakan
kebahagiaan Ibu, kemenangan Ibu hadir ke bumi ini untuk mengalahkan iblis.
Bersama Ibu Maria kita menang menghadapi dunia ini.
Saudara-saudaraku
yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, bukan hanya Jumat pertama, Ibu meminta
setiap hari Jumat, berkumpullah kamu, berpuasalah kamu dan berjaga-jagalah
dalam kehidupanmu, supaya kamu tidak masuk di dalam pencobaan yang datang dari
dunia ini.
Kenapa sih kok
harus hari jumat? Apakah hari-hari yang lain itu Ibu tidak berkenan? Tidak,
saudara-saudaraku. Inilah perjuangan dimana Tuhan Yesus mau menyelamatkan kita
semuanya yang percaya kepada-NYA. Dia korbankan semua itu pada hari itu.
(hari Jumat, red).
Mungkin kita
yang percaya, kita merasa bersalah dalam diri kita masing-masing, di dalam
kelemahan kita masing-masing, kalau kita menyadari seutuhnya, di situlah kita
mengingat kembali penebusan yang diberikan Allah kepada kita. Maka Ibu Maria
meminta hari Jumat untuk kita berkumpul dan berpuasa dan berdoa di dalam
Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia bersama Ibu Maria.
Saudara-saudaraku,
malam ini saya mau menyampaikan sedikit bagaimana pengalaman kami waktu kami
melayani di Singkawang. Kami berkumpul, ya..cukup banyaklah di rumah Dominica
dan dibuka dengan perayaan Ekaristi. Sesudah itu pewartaan, dan kita berdoa Doa
Pasrah bersama Romo Maximus.
Sebelum memulai
misa, datanglah sekelompok suster bersama seseorang namanya Silvia. Begitu
datang dia cari saya. Dia peluk saya. Peluknya lama sekali dan berbisik di
telinga saya :
“Ibu Agnes, aku
mau tidur”.
Aku kaget kok
anak ini minta tidur.
“Oh ya. Kamu
tidak bisa tidur ya?”
“Ya Bu, aku
lelah”.
Terus lagi,
kurang puas, peluk lagi,
“Bu Agnes, aku
mau tidur. Aku lelah”.
“Ya, nanti kita
berdoa ya. Nanti Tuhan pasti akan berikan kamu tidur”
Kita berdoa
pasrah. Selama doa pasrah mungkin dia mendapatkan sapaan, dia tertidur. Setelah
habis berdoa, dia mengeluarkan buku catatan :
“Ibu tolong
tuliskan nama ibu”
“Kamu yang
menulis Silvi”
“Ibu dong yang
menulis!”
Aku yang
menulis.
“Nomor
telponnya ibu”
Aku tulis nomor
telponnya.
“Nanti kita
akan bertemu ya bu, saya akan telpon ibu”.
“Oke”
Peluk lagi.
“Ibu Agnes, aku
mau tidur”
Aku berdiri,
“Ya, Silvia. Kau akan tidur dan pasti tidur. Lihat, nanti setelah kamu tidur
akan ada kabar kamu sudah tidur.”
“Terima kasih
ya bu Agnes”
Sudah keluar di
halaman, dia balik lagi, peluk lagi saya. Habis itu dia berangkat lagi dengan
suster ke rumahnya di Pemangkat.
Setelah
pelayanan, besoknya saya pergi ke Kuching. Selama saya di Kuching, saya di
rumah sakit untuk mengantar orang sakit. Sepanjang hari kami duduk di rumah
sakit, tidak kemana-mana. Duduk, nungguin orang sakit. Dokternya tidak datang.
Besok lagi. Besok lagi, rupanya Dominic mengambil sikap kali ini pokoknya
diantar dan ditinggal. Tapi rupanya ibu yang kami antar ini masuk ke ruang
praktek dokter dan tidak keluar-keluar. Dominic mencari ibu ini :
“Ibu kok tidak
keluar-keluar? Nunggu dokter?”
“Dokternya
sedang briefing”
“Ibu,
sudahlah besok saja. Hari Rabu kita akan pulang”.
Besok paginya
kami tidak mengantar ibu itu ke dokter tapi sudah kita bawa dalam doa. Ternyata
ibu itu sudah mulai sembuh. Jadi pulang dengan tertawa (bahagia).
Hari Selasa itu
kami dapat kabar Silvia “pulang selama-lamanya”. Percaya tidak anda? Dia kan
minta tidur, bisik-bisik… “Sudahlah kamu nanti tidur, saya bilang. “Sudah ya
tidur ya, nikmati tidurmu ya Silvi.” Eh benar, dia tidur selama-lamanya.
Berita dukanya
ada di koran dan teruslah banyak orang telpon ke Dominic: “Kenapa ya habis doa
dengan ibu Agnes, langsung mati ya?” Padahal Silvia ini sehat bugar. Dia
single, dia mantan guru umur 55 tahun.
Eh malamnya aku
mau tidur, Silvi datang (rohnya dihadirkan oleh kuasa Tuhan, red) : “Ibu
Agnes, ibu Agnes”
“Aduh Silvi,
sudahlah, kan kamu minta tidur, kamu bahagia”
“Ibu Agnes,
tolong dong dengarkan aku, aku sekarang mau ucapkan terima kasih, sekarang aku
bisa tidur selamanya.”
“Selamat ya
menikmati tidur”.
Akhirnya pada
hari Kamis, saya pergi ke Pemangkat ke rumah kakaknya Dominica untuk
membersihkan rumah. Rumahnya angker sekali. Habis itu saya mampir ke rumah
Silvi. Kakaknya menangis: “Ibu Agnes, waktu datang, dia tidur 3 jam, terus dia
bilang sama saya katanya, ‘Kata ibu Agnes, aku bisa tidur”.
“Eh kamu jangan
menangis, adikmu sudah bahagia”, saya bilang.
Waktu kita
berdoa, aku di depan peti, eh dia (arwah ibu Silvi dihadirkan oleh Kuasa
Allah, red) bersorak ria lagi.
“Hai Silvi,
bisa tidak kamu diam? Aku mau doa, mendoakan kamu kini”
“Oh ya Ibu”
Belum iya, dia
sudah sukacita. Luar biasa. Akhirnya, ayo Silvi, kita doa ya. Saya berdoa,
semua sudah berdoa. Baru dia ngobrol, “Terima kasih ya ibu, saya sudah
bahagia, saya sudah lepas beban hidup saya. Saya benar-benar tidur bahagia ibu.
Ibu Agnes, ibu Agnes, terima kasih ya.”
Luar biasa.
Kayak anak kecil, melonjak-lonjak rohnya itu rasanya bersukaria dengan dia
pulang begitu…Katanya mendadak, dia itu tidak sakit kok! Habis minta tidur ya
tidur.
Sesudah itu
saya pulang. Dia dimakamkan hari Jumat. Ini pengalaman pertama seumur hidup.
Saya mendoakan orang sakit, yang sekarat, yang koma, itu kita antar pulang.
Tetapi ini yang sukacita minta tidur. Tidur benar dia. Sehat bugar orangnya.
Namanya Silvi. Ini pengalaman. Tuhan memberi kesaksian kepada kelompok.
(Saya kembali
sebentar bercerita tentang Romo Maximus di Singkawang)
Sebelum doa
selesai, saya menyapanya “Pastor Maxi minta berkat ya?”
Ya diberkatinya
juga, tetapi setelah itu berkomentar : “Lihat Dominic, kamu baru saja diberkati
oleh Tuhan dan Ibu Maria yang mengatakan “pulanglah”, eh, kok minta
berkat lagi?”
Kami lalu
terlibat diskusi sampai pk 2.00 pagi. Aku bilang; “Romo Maxi, boleh kan saya
minta berkat dari anda, kecuali anda tidak ada di situ pasti ditutup dengan doa
dan selesai. Tapi karena anda ada di situ, anda seorang imam, apakah ini benar
kalau saya melewatkan anda tidak minta berkat untuk anak-anakmu yang berkumpul
di sini? Apakah saya salah?”
Romo Maxi
akhirnya mau mengerti : “Ya bu, saya salah pengertian”
Akhirnya aku
membuka ini, “Ada lagi, ini romo paroki mengatakan, ungkapan “Terpujilah
Nama Tuhan Yesus, Ibu Maria dan Santo Yosep”, disalahkan.
“Ah tidak ibu,
itu kan hanya bahasa saja”.
Dia sendiri
tidak sependapat dengan Romo Pacificus.(Romo Paroki di Singkawang, red)
“Mohon doanya
ibu supaya saya dikuatkan sebagai seorang imam”.
“Oke, kita
bersama-sama ya Romo melaksanakan tugas ini. Ini bagian saya yang diberikan
Tuhan sedangkan anda sebagai seorang imam untuk menghimpun anak-anak Tuhan,
menjaga anak-anak Tuhan”.
“Terima kasih
ibu. Mungkin tidak lama lagi saya akan berangkat ke Australia, saya akan
mengemban misi”.
“Selamat jalan”
saya bilang begitu. Ini pengalaman bagi kita semua.
Terus di
Semarang, Joyce (anak dari ibu yang sedang koma di Semarang, red.),
menelpon, ibu-nya setahun setengah koma di rumah sakit, terus dia minta doa.
Kami berjanji
akan doa bersama sorenya, dan saya pesankan supaya waktu itu, temannya agar
menelpon kembali, nanti tolong hand phonenya berikan di telinga ibunya. Sore
kami berdoa. Begitu doa saya antarkan ibu itu. Dia ketakutan sekali. Terus saya
antar dengan baik dan saya mohon kepada kerahiman Tuhan untuk membuka hatinya
supaya dia masuk ke dalam kepasrahan. Waktu didoakan dia tiba-tiba bergerak dan
melonjak-lonjak begini.
“Ibu, mama
begerak”
“Biarkan saja
dia bergerak”.
Sudah selesai
saya pulang dari Singkawang mamanya sudah meninggal.
Itu wajar tapi
Silvia, aku tidak habis pikir selama ini. Silvia, Silvia…ya ampun! Ini
pengalaman yang unik di dalam kelompok ini yang Tuhan berikan. Tapi ada yang
bersukacita ada yang ketakutan. Nanti mungkin saya nanti Oktober kan mau ke
Pontianak mungkin sedikit yang ikut doa sama saya. Takut, takut mati ya. Jangan
minta tidur ya kalian ya.
Baik
saudara-saudaraku yang ada di sini. Pesan Rasul Yohanes mengatakan: berjaga-jagalah
kalian pada saat ini karena waktunya sudah dekat, kalian tidak lagi boleh
bermain-main, bekerjalah, berdoalah, melayani antara yang satu dengan yang
lain. Ini permintaan rasul Yohanes, sampaikan kepada mereka supaya kita
siap menghadapinya.
Anda tahu di
Sulawesi Selatan? Lumpur panas 6 meter tingginya menyembur? Nanti sebentar lagi
di sini, di Bandung, Jakarta. Apakah mau tenggelam? Maka saya minta berbenah
diri, banyak doa, ekstra doa. Jangan banyak berpikir yang bukan-bukan, pikirkanlah
yang positif supaya berbuah. Dalam buah itu iman kita tumbuh. Dalam iman tumbuh
itu akan memberikan kebahagiaan dimanapun kita berada.
Lihat kita
disuruh mempersiapkan diri kita. Apa yang harus kita persiapkan? Perubahan
sikap. Jangan (hanya, red) takut dengan nubuat itu tapi kita tidak berubah.
Untuk apa kita takut? Takut dan tidak takut itu harus terjadi. Kalau kita
datang di kelompok ini hanya ketakutan, kita tidak akan mendapatkan apa-apa.
Kita masuk dalam kelompok ini, kita berubah. Lebih baik kata Ibu
Maria, lebih baik dari hari yang lalu. Proses. Bukan turun dari surga: Kamu
harus suci. Tidak. Kita juga berjuang untuk menjadi anak Tuhan yang baik.
Ini saya
sampaikan kalau terjadi apa-apa, kita sudah siap menghadapinya dengan iman
bukan pikiran dan perasaan tapi dengan iman menghadapi segala sesuatu yang akan
turun ke bumi ini, di sekitar kita dimana pun kita berada. Tidak ada yang
dilewatkan. Tidak ada pilih kasih. Aku juga kena kok. Mentang-mentang bu Agnes
dipakai Tuhan terus aku ditaruh di atas genteng sana. Eh, kamu ditaruh di sini
saja Agnes, biar lainnya mengalami. Tidak. Saya mengalami. Aku juga mengalami.
Kita bersama-sama mengalami apa yang akan terjadi yang akan kita hadapi
bersama.
Tuhan tidak
pilih kasih. Pendosa, maupun yang bukan pendosa mengalami. Tapi mengalami yang
bagaimana. Ini yang Rasul Yohanes katakan: “Semua mengalami tapi mengalami
yang bagaimana, mengalami sukacita, mengalami ketakutan atau sama sekali tidak
berbuat apa-apa?” Bukan itu arti pasrah. Bukan. Kalau pasrah itu
harus berbuat sesuatu untuk orang lain, membahagiakan orang lain. Ini yang
diminta. Rasul Yohanes berpesan kepada saya, “Sampaikan ya Agnes kepada
saudara-saudaramu supaya semua mempersiapkan dirinya dengan baik”.
Ini yang saya
sampaikan, silakan renungkan apa yang disampaikan pada malam ini. Saya pikir
dengan penyampaian ini, anda lebih bijaksana, hidup lebih baik. Itu harapan
surga. Karena Ibu Maria datang ke bumi ini untuk memberikan tanda kasihnya
kepada kita semuanya supaya kita tidak sendiri mengalami peristiwa-peristiwa
yang akan datang itu.
Baiklah. Bulan
depan ada misa nggak lagi? Atau kedua Romonya tidak ada? Kita berdoa supaya
tetap ada misa. Saya mohon itu setiap hari Jumat kalian mulai . Hari Jumat
kalau tidak ada kelompok, berdoalah, dalam keluarga mulai berdoa. Maksudnya
begini, bukan (sekedar) melatih diri bukan. Latihan rohani bukan juga. Tapi
kita masuk dalam kepasrahan bersama Ibu Maria bersama-sama untuk menguatkan
lahir dan batin dalam keluarga. Doa pasrah dan doa kerinduan. Ini yang
dimintakan kepada kita semuanya.
Kalau ada
kelompok itu lebih baik, dalam kelompok setiap minggu. Setiap hari Jumat. Hari
Jumat itu memang hari keramat ya. Hari keselamatan yang Tuhan berikan kepada
kita semuanya. Ini yang mau saya sampaikan mudah-mudahan saudara akan
melakukan.
Yang mungkin
yang di kost boleh sendiri. Yang single sendiri boleh. Ini yang bisa saya
sampaikan tolong renungkan apa yang saya maksudkan ini supaya anda
berjaga-jaga dalam doa, dalam melayani, mengasihi. Jangan jahat hatimu. Tuhan
tidak menghendaki kita punya kejahatan di hati kita. Itu duri. Doa apa pun yang
kita sampaikan kepada Tuhan kalau hati kita berduri, doanya tidak sampai. Lebih
baik kita bertobat dulu, sesudah bertobat bisa doa baik baru kita bergabung
lagi dalam doa untuk bertemu dengan Allah.
Baik
saudara-saudaraku mari kita pujian bersama-sama.
Pesan Tuhan
Yesus (Sabda
Pengetahuan)
“Anak-anak-KU
semua, mengertilah kamu semua. Inilah cara-KU. Apa yang AKU kehendaki
terjadilah menurut kehendak-KU. Hari ini juga Aku hadir di tengah-tengah kamu
melalui kuasa-KU. Ini juga kehendak-KU.”
Tuhan Yesus
mengatakan kepada kita semuanya supaya kita sadar sepenuhnya mulai hari ini
kita mulai membuka hati, apa yang harus kita berikan, kita berikan untuk Tuhan
di dalam pelayanan kita masing-masing.
“Sampai bertemu
kembali anakKU, AKU menunggumu, kapanpun kau datang Aku menerimamu dengan
baik,” kata Tuhan Yesus.
Pesan Ibu Maria
Anakku yang Aku
kasihi semua yang ada di sini, selamat bertemu untuk kamu semuanya.
Selamat malam
Ibu Maria, jawab umat.
Selamat malam
juga untukmu Alexius! Engkau berjuang dalam kesetiaanmu bersama Aku Ibumu dan
bersama Agnes dan bersama anak-anakku semua. Aku berdoa untukmu, supaya engkau
sampai kepada tujuanmu bersama Aku Ibumu dalam penantian ini. Terima kasih
Alexius, ini yang Kusampaikan kepadamu, Aku mengerti perasaanmu.
Dan juga
salamku untuk Isak Doera dan juga Herribertus. Yah..kamu menunggu Herribertus,
sebentar juga dia akan sampai bersamamu. Kamu tidak mengerti kapan dia akan
datang, tapi pasti dia akan kembali bersamamu untuk menantikan semua peristiwa
ini dan melayani bersama kamu semua, bersama Agnes di negaramu ini.
Anak-anakku
semua yang Aku kasihi, Aku Ibumu Maria. Sudah sekian lama Aku ada bersamamu di
dalam kelompokmu ini, tapi masih banyak juga yang belum mengerti, masih banyak
juga yang belum berubah, masih banyak hal-hal yang masih ada di dalam
kehidupanmu.
Anak-anakku, Aku
minta, heninglah kau sejenak, renungkanlah kembali. Sekian lama Aku bersamamu bersama
Agnes, sudahkah kamu berbuat apa yang Aku inginkan supaya kamu semua bahagia
menantikan pemurnian yang akan turun ke bumi ini?
Anak-anakku, kamu
jangan mundur karena kamu berharap dengan pikiranmu, dengan perasaanmu, dengan
rasa takutmu. Ini tidak baik, tetapi dengan semua yang disampaikan itu
kepadamu, engkau mengerti, engkau berubah semua baik. Itulah yang
Aku mintakan bagi semua anak-anakku.
Apakah engkau mengerti
waktu disediakan bagi kamu hanya tinggal sedikit saja? Ini Aku minta
kepadamu, waktu yang sedikit ini pakailah untuk berbuat baik supaya kamu
nanti mengalami tidak lagi ketakutan karena semua peristiwa itu akan datang.
Sungguh, Aku mengatakan kepada kamu semua yang ada di sini. Janji itu ditepati
supaya engkau mengerti Aku datang untuk kamu, itulah tanda kasih Allah,
tidak pernah meninggalkan kamu. Peristiwa ini (pemurnian, red)
sungguh-sungguh ada dan sudah ada dan terjadi di antara kamu. Masihkah kamu
tidak mengerti?
Anak-anakku, inilah
waktu untuk perenungan bagi kamu yang sangat dalam supaya engkau
sungguh-sungguh mengerti apa yang Aku katakan, apa yang telah Aku sampaikan
kepada kamu semuanya. Itu terjadi. Lihat, apa yang kau lihat, semua
peristiwa. Itu akan menjadi besar, akan kau hadapi bersama-sama,
engkau akan mengalami bersama-sama.
Anak-anakku,
Aku minta kepadamu bersihkanlah hatimu. Kalau engkau tidak membersihkan hatimu,
yang bertahta di hatimu adalah kuasa-kuasa kegelapan, akhirnya kamu menderita.
Anak-anakku,
janganlah kau sampai (menderita) dengan peristiwa itu. Tapi masuklah
dalam kasih Allah, supaya kau kuat menghadapinya dan mengalahkan dunia.
Saat-saat terakhir ini rasanya hati ini sedih sekali, masih banyak sekali
anak-anakku yang jauh dari Allah. Dimana waktu sudah dekat, mereka masuk dalam
pencobaan melalui sikap dan tingkah laku mereka. Untuk bangkit saja tidak ada
daya karena hati mereka bersatu dengan dunia.
Anak-anakku,
Aku minta kepadamu saat-saat yang tinggal sedikit ini, berbuatlah dan
sampaikanlah kepada mereka saudara-saudaramu. Tidak ada kelelahan untuk
melayani tetapi engkau mendapatkan kekuatan dari Allah dalam kehidupanmu.
Inilah yang Aku
sampaikan kepada kamu semua supaya engkau tahu sejauh manakah Aku sudah
menyampaikan semua yang sangat penting di dalam kehidupanmu.
Anak-anakku,
bekerjalah bersama Agnes, bekerjalah bersama Agnes dan lakukan yang bisa kau
lakukan bersama Agnes. Aku Ibumu selalu bersamamu dalam doaku di surga. Aku
menyertai kamu semuanya. Tidak pernah Aku meninggalkan kamu. Tidak pernah.
Doaku mengalir terus mengalir di bumi ini untuk anak-anakku. Itulah yang
Kuberikan supaya anak-anakku di bumi ini tidak kesusahan dalam penderitaan yang
silih berganti yang datang ke bumi ini. Itu yang Kuberikan supaya kau mengerti.
Ini juga isi
hatiku dari surga bersama Agnes engkau mendengarkan Aku. Agnes anak ini
menjadikan penyampaian isi hatiku kepadamu.
Anak-anakku
semua yang ada di sini, itulah yang Kukatakan kepadamu. Renungkanlah
kembali. Persembahkan hidupmu sepenuhnya untuk Allah. Itulah harapanku.
Apakah kamu mengerti?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Terima kasih.
Terima kasih. Selamat melayani dimana pun engkau berada. Bersamamu Alexius,
berjuanglah anakku bersama Agnes untuk menyampaikan kebenaran ini supaya
anak-anakku semua menerima isi hatiku ini, supaya mereka dipersiapkan dengan
baik. Itulah yang Aku mintakan kepadamu Alexius.
Terima kasih
untuk kamu semuanya. Terima kasih untuk Agnes, semuanya. Inilah Aku Ibumu Maria
sampai bertemu kembali dimana kamu berdoa Aku bersatu dengan kamu dalam kasih
dan kebahagiaan dengan Aku Ibumu di surga. Terima kasih anak-anakku.
Terima kasih
Ibu, jawab umat.
Terima kasih.
Selamat malam untuk semuanya. Terima kasih.
---ooo0ooo---