Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Pada acara Rekoleksi, Di Bandungan, Ungaran, 20 Mei 2007

 

 

Kata Pengantar Ibu Agnes

 

…..Kita mau mencintai Yesus. 

Selama kita berjuang dari kemarin sampai akhirnya hari ini ditutup dengan ekaristi, apakah anda sudah mengerti sepenuhnya perjalanan rohani kita sampai saat ini?

Apakah sudah mengerti apa yang telah disampaikan Romo Widi yang cukup dalam tentang Ibu Maria? Tentang ekaristi? Maupun tentang kelompok?

Baik, saya akan menyampaikan sedikit kabar gembira untuk kita semuanya.

(Ibu Agnes kemudian menyampaikan keprihatinannya atas berita dari KAS tentang pendapat bahwa Ibu Agnes kesurupan arwah eyangnya, maka apa yang disampaikannya adalah sesat, red) : pewartaan tentang doa kerinduan adalah sesat!

 

Saudara-saudaraku, siapa di antara anda  yang baru? Tunjuk tangan!

( beberapa orang mengangkat tangan )

Yang baru-baru hanya segitukah? Tapi baik, hanya segitu, Anda bisa menjadi saksi tentang kebenaran ini, apabila anda mau, tapi apabila anda tidak mau, jangan paksakan diri untuk menyampaikan kebenaran ini selama kita rekoleksi. Lebih baik anda merenungkan perjalanan hidup ini. Apakah saya sudah baik, aku bisa menghakimi orang lain? Ya, anda-anda yang orang Semarang, kalian akan didesak untuk meninggalkan Doa Kerinduan. Saya bertanya:”Apakah anda mau meninggalkannya?”

 

”Tidak!”, jawab umat serentak

 

Ya, saya berjuang. Apakah anda tahu, saya berangkat ke Semarang ini, saya memanggul salib lagi? Saya digotong-gotong oleh satpam-satpam itu. Mereka tidak kuat mengangkat saya.

Sekali lagi, mari kita syukuri hari ini. Saudari kita, Maria Callista berulang tahun. Syukur kepada Allah. Terserah umurnya sudah berapa.

Itulah saya dari rumah, pergi mencari hadiah untuk adik saya ini, anak saya.

Di situ saya memanggul salib.

( pengalaman yang ke tiga kali, Ibu Agnes memanggul salib sebagai tanda keikutsertaan dalam penderitaan Tuhan Yesus atas dosa-dosa manusia, Bandung, 16 Mei 2007))

 

Ya, saya berharap pada saudara-saudara di Semarang, berdamailah kalian. Ya, tolong. Cukup berat karunia diberikan Allah kepada saya.

Anda jatuh ke dalam dosa, aku sangat menderita.

Pertama di Santiago ( Spanyol, Santiago de Compostella, makam Rasul Yakobus, 14 Mei 2005);  kedua di rumah, (Cimahi, 18 September 2005); ketiga di mall.

Allah tidak pandang bulu, tidak pandang tempat, di mana saya harus menerima, saya terima. Berat. Digotong-gotong oleh Tintin, Minic, satpam. Mereka tidak kuat masukkan ke mobil. Sampai di mobil…, di rumah…bertiga tidak kuat. Mereka juga bersama saya memanggul salib itu sendiri.

Ya, berarti siapa pun ikut bersama Tuhan dalam kebenaran dan semua juga yang mau ikut bekerja sama dengan Ibu Maria, ia harus mau masuk dalam pemurnian. Kalau tidak, kita akan pedih dan sedih. Ya, tercabik-cabik. Tapi kalau kita mau, kita enak memanggulnya dan kita mau dalam penyelesaian itu supaya waktu pemurnian nanti datang, kita bersuka cita.

 

Ya, ini. Siapa pun mengikuti Tuhan Yesus, dia tidak akan lepas dari penderitaan karena iblis tidak suka manusia menyembah Allah. ”Sembahlah aku.”, kata dia (si setan). Nanti semua dunia ini kuberikan kepadamu. (bdk Luk 4:7, red)

Kepuasan lahir dan batin, kekayaan, apa saja kuberikan.

Tapi, bukankah Tuhan sudah memberikan pengertian itu sewaktu Tuhan berdialog dengan iblis itu. ( yang berkata ) ”Tunduklah KAU kepadaku, maka semua ini, dunia ini akan kuberikan kepadaMU’.

”Hai iblis! Jangan sekali-sekali kau mencobai Tuhan Allahmu.” , kata Tuhan.

( bdk Luk 4 : 12, red )

Ini adalah pengertian. Dua peristiwa ini diberikan kepada kita. Kita takut kepada iblis, pergi bersama iblis atau apakah kita berani menderita karena masuk dalam kebenaran. Ada 2. Tuhan Yesus sudah memberikan itu kepada kita, ya.

 

Saya minta maaf. Saya mohon kepada saudara-saudaraku yang ada di Semarang, kalian harus damai. Kalau tidak, aku terpuruk-puruk menderita seperti ini. Baru kali ini saya berangkat melayani, saya memanggul salib. Ya. Ini.

 

Dan semua, dan semua, dan saya dan keluargaku, siapa pun yang bersama dalam kelompok ini, saudara-saudaraku, anda yang belum pernah berdoa bersama saya dan anda yang sudah sekian lama, apa yang sudah kalian dapatkan bersatu dengan Ibu Maria di dalam kelompok ini? Renungkan!

Tanyakan pada diri sendiri : Apakah saya jadi buruk? Ataukah saya lebih mesra? (dengan Tuhan dan Ibu Maria). Apakah saya lebih pasrah menghadapi kenyataan hidup yang silih berganti? Yang pedih? Silakan renungkan.

 

Orang Semarang, Ambarawa, kalian sudah dalam kelompok ini sudah sekian lama. Bertanyalah dalam hatimu :”Apakah yang sudah saya perbuat untuk Tuhan?” Itu dipertanyakan. Apa yang sudah kamu perbuat?

 

Mungkin, setidaknya, saya berharap bagi anda yang datang ikut rekoleksi ini, dari rumah sudah mempersiapkan diri dengan baik, dengan berdoa :

”Bukalah hatiku Tuhan, supaya aku boleh menerima apa yang disampaikan di dalam rekoleksi nanti”.

Tetapi saya pantau, ternyata masih banyak pertengkaran, … Tidak mau mengerti antara satu dengan yang lain. Pikir anda saya tidak memantau?

Jangan bawa dirimu untuk orang banyak, (kalau masih mengatakan) harus ikut aku, mengerti aku.

Siapakah aku ini? Aku bertanya:”Siapakah anda? Kamu juga debu seperti saya seperti yang lain. Tolong kesombongan dalam dirimu lepaskan. Ya. Kata Rasul Paulus, untuk apa engkau mempertahankan harga dirimu yang untuk dunia itu tetapi kamu jauh dari Allah? Walaupun kamu berdoa, kamu melakukan apa saja dengan berkatmu yang berlimpah, tapi kamu masih mementingkan harga diri.

 

Tolong, lepaskan itu kalau kamu mau ikut Tuhan. Ya. Saya menyapa, bukan Agnes yang menyapa. Ya. Ini sabda pengetahuan.

Itu sudah ada sejak dalam Perjanjian Lama (Sabda Pengetahuan Tuhan lewat para nabi, redi)  terulang kembali saat-saat terakhir dimana pemurnian segera turun ke bumi ini.

Anda datang untuk mendengar kebenaran-kebenaran tentang Allah, tentang kasih, tetapi anda masih membawa dirimu ke sini. Tinggalkan harga dirimu itu. Ini sapaan Tuhan. Akhirnya orang lain sedih dan menderita karena sikap dan tingkah lakuku, padahal di tempat ini kita berkumpul untuk bersatu sehati sejiwa dalam Roh. Kita akan datang kepada Allah Bapa kita di Surga adalah Tuhan Yesus sendiri.

Kasih, kalau kita punya kasih, kasih, harga diri kita itu lepas. Dan saya tidak punya apa-apa di depan Tuhan. Saya debu, besok saya pulang, saya mati. Ingat, anda jangan lupa kematian itu. Itu tujuan kita dalam kematian itu dalam kebahagiaan yang telah disediakan Allah bagi kita.

Anda masih bersenang-senang menikmati dunia ini. Hati-hati ya. Hati-hati.

 

Dari kemarin saya melihat itu terjadi, dimana kasihmu? Dimana kebersamaanmu dengan saudara-saudaramu yang kamu tidak kenal yang baru datang, baru memperkenalkan diri? Kalau begini, tidak bisa masuk di dalam perjalanan rekoleksi ini. Sehati sejiwa dalam roh, kita bersama datang kepada Bapa.

Tidak mungkin, anda bisa datang sendiri. Tidak bisa, karena hartamu ada di sesamamu karena kebaikan dan kebenaran ada di dalam sesamamu. Di situ hartamu. Kau akan menyiksa orang lain.

Tinggalkan itu. Renungkan, apakah yang kemarin sudah saya perbuat? Jangan berkata kasar. Ya, itu. Kita tidak berhak kasar pada siapapun. Ya. Berdamai, kata Ibu Maria. Ini rekoleksi.

 

Anda sudah mempersiapkan dari rumah? Saya mau rekoleksi Tuhan, bantu saya Tuhan, buka hati saya Tuhan, agar sempurnalah saya menerima rekoleksi nanti, bekal hari esok saya. Tetapi anda datang ke sini membawa diri masing-masing. Silakan anda merenungkan, anda sudah berbuat apa.

Tuhan ampuni saya, saya sudah buat orang sedih, bikin orang itu marah. Tambah dosa! Saya berharap dengan panitia, saya berterima kasih kepada panitia tapi kamu berangkatlah dengan hatimu, bukan dengan keinginanmu. Akhirnya banyak masalah yang kita hadapi.

 

Anda tahu bagaimana Ola? (saat itu tengah dirawat di rumah sakit). Ola sudah lama meminta sama saya, ”berikanlah sedikit saja ibu, penderitaan ibu kepada saya”. Dari berangkat kemarin ngomong terus. Sampai di rumah ibu Lis juga masih ngomong, ”boleh ya bu, minta ya bu agar aku boleh merasakan ya bu”.

“Tidak Ola, kamu tidak akan kuat”.

“Bolehlah bu, sedikit saja. Kali ini saja. Tapi koq aku takut ya? Apa rasanya ya?”

Itulah sekarang yang dialami Ola. Permintaannya dikabulkan oleh Tuhan walaupun sedikit yang diberikan kepada dia.

 

Dan jangan anda mengatakan bahwa di sini ada penguasa-penguasa gelap, “Si Ola kesurupan”. Tidak. Kok mudah ngomong seperti itu.

Mau bangunan lama atau bangunan baru, dalam Yesus, anak Tuhan, tidak ada yang sanggup melakukan itu. Jangan ya. Jangan bicara seperti itu ya.

Nanti kita selalu mengatakan “wah kesantet!” Kapan kita bebas hidup di bumi ini? Tuhan kasih kebebasan di bumi ini. “Nikmati anakKu, bersamaKu, berbahagialah kamu bersamaKu”. (bdk Yoh 10:10b, red)

Kok sedikit-sedikit kemasukan, ternganggu, kita anak Tuhan kok ngomongnya seperti tidak punya Tuhan saja. Ayo, siapa yang ngomong? Ada yang ngomong kan? Ada yang ngomong! Ada. Simpan itu dan buang jauh-jauh.

Tidak. Ola tidak diganggu oleh iblis. Tidak. Sekarang ini Ola sukacita di sana. (disembuhkan Tuhan berkat doa –doa yang dipanjatkan, sembuh total dan pulih seluruhnya, red)

 

Kok macam-macam. Kita rekoleksi ini mengimani Yesus sepenuhnya, sempurna. Jangan dicampur-campur dengan segala hal yang tidak baik, itulah nanti hidup kita tidak tenang…..kemasukan. Kalau anda bisa, lepaskan itu.

Saya suka marah kalau anda mengatakan “kemasukan”, lepaskan!

Kok menambah susah orang lain. Anak Tuhan tidak ngomong begitu ya. Berhenti sampai di sini. Saya menyampaikan ini untuk anak-anak Tuhan karena kita ikut Yesus.

Jangan kau bawa dunia ini kepadaKu. Jangan kau samakan Aku dengan dunia. Tuhan Yesus tidak mau diajak main-main dengan dunia, tidak mau. Tidak mau karena Dia adalah Tuhan Allah. Ini teguran yang sangat dalam.

 

Saya juga mendapatkan berita dari saudara-saudaraku di Ambarawa, pastor baru mengatakan, ada ibu dari Bandung kesurupan Ibu Maria. Lebih baik dia mengatakan kesurupan nenek moyangnya si Agnes. Dia tidak menghargai Ibu Maria. Saya sedih.

Saya tidak marah paranormal itu mengatakan si Agnes itu kesurupan eyangnya. Aku tidak marah tetapi saya sedih seorang imam mengatakan ibu Agnes kesurupan Ibu Maria. Dia (Agnes) dengan berani memegang-megang kepala para imam. Aduh mak, matilah aku. Kok aku tambah terpuruk-puruk.

Maaf, anda hadir di sini karena percaya, atau karena ingin tahu ibu Agnes. Apakah anda percaya (kehadiran Tuhan dan Ibu Maria) dalam Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia ini?

 

Percaya, jawab umat.

 

Jangan anda coba-coba. Mau mencobai ibu Agnes, cobailah, silakan. Siapa paranormal di sini? Cobai saya, saya mau. Silakan. Saya tidak takut. Dunia, iblis, saya tidak takut. Saya punya Tuhan dan anda juga jangan takut. Kita punya Yesus. Iblis itu takut kalau kita bersatu dalam Yesus. Kapan kesempatan itu bagi dia? Dia tidak akan ikut masuk dalam pemikiran, perasaan kita, karena kita selalu hidup dalam Yesus.

Kata Tuhan Yesus : bawalah Aku dalam kehidupanmu dan berdoalah dalam namaKu supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini. (bdk Luk 22:46b, red) Kemarin kita sudah mendalami bagaimana doa, sejauh mana, selama mana doa itu?

Rasul Yohanes mengatakan : aku mengajarkan doa kepadamu Agnes. Bagaimana Rasul Yohanes mengajar saya berdoa, aku kan harus bekerja. Baik. Kalau setiap saat kamu bersimpuh, apa yang bisa kamu kerjakan? Ini dan itu. Kamu doa tapi kamu tidak melayani. Kamu berdoa dengan gayamu sendiri. Bukan. Berdoalah seperti air yang mengalir, terus-menerus. Sebutkan nama Tuhan Yesus dalam bekerja dalam segala hal persoalan dalam segala masalah dimanapun kamu berada. Tuhan Yesus tolong saya. Sebut namaNYA. Itu doa yang mengalir, komunikasi kepada Dia. Tidak usah banyak-banyak.

 

Bukan saya mengatakan tidak perlu mengkhususkan doa, bukan. Itu boleh kita lakukan di saat-saat tertentu. Mungkin setelah pekerjaan kita selesai. Kita mau tidur, kita bersama-sama berhimpun dalam keluarga atau kita secara pribadi kita diam dan hening, masuklah, di situlah kita mengucapkan syukur kepada Allah atas penyertaanNya dari pagi hingga saat ini, ketika saya mau tidur. Anda boleh, mau sejam duduk juga boleh.

 

Tapi doa tidak boleh mengantuk. Bijaksana anda mengambil saat-saat doa yang bila masuk di dalam kedalaman, bias menjalin komunikasi dengan Allah. Anda bingung cara doa bagaimana? Semedi terus? Kapan kamu bekerja? Kalo sudah pension mungkin kita bisa ya? Terus ayam peliharaannya tidak dikasih makan.

Sebutkan namaKu, bawalah Aku dalam kehidupanmu. Aku berdoa seperti itu, seperti air mengalir terus, tidak terputus-putus menyebut nama Yesus. Itulah doaku maka iblis tidak bisa ikut campur tangan di dalam perjalanan kita dari pagi menjelang kita mau istirahat.

 

Di saat kita mau istirahat, kita pasrahkan semua, dan periksalah apa yang belum saya buat Tuhan, apa mungkin saya berbuat dosa atau membuat orang sedih atau orang tua kepada anak, anak kepada orangtua, suami istri terhadap satu sama lain.

Itu perenungan saat kita mau tidur, terima kasih Tuhan, saya mau istirahat. Tidur. Jangan tidak berdoa karena belum ngantuk. Aku mau nunggu aku ngantuk, memangnya Tuhan itu menjadi pawang buat anda.

Janganlah memperlakukan Tuhan Allahmu menurut kehendakmu seperti itu. Boleh anda duduk, berbaring. Tapi doanya untuk tidur. Posisi apapun Tuhan menerima yang penting hatimu, dimanakah hatimu anak-anakKu?, itu yang dimintakan oleh Tuhan.

Kalau posisimu dikhususkan…tapi hatimu dimana, pikiranmu ada dimana, lebih baik tidak usah berdoa. Ini mau saya sampaikan, penegasan. Tuhan ingin kita datang dengan mesra dengan tulus dengan suatu kebutuhan yang sangat dalam, kita merasakan tanpa Tuhan aku tidak bisa hidup berjalan sendiri di bumi ini..

Tanpa Tuhan, kita tinggalkan Tuhan sedikit saja, menyambarlah si iblis itu. Sedikit saja karena kesibukan-kesibukan dunia akhirnya kelelahan, tidak bisa berdoa dengan baik. Saya mau menyampaikan ini.

 

Biarlah kata dunia saya menyesatkan, mungkin iblis-iblis itu sudah bertobat maka iblis-iblis membawa kita kembali kepada Allah. Mungkin ya? Kalau aku dibilang sesat, lha mereka itu kumpul, kejawen-kejawen, paranormal setiap jumat kliwon? Yang sesat aku atau siapa ya? ….aku bilang terima kasihlah setan sudah bertobat, setan sudah membawa manusia kembali kepada Allah. Ini yang mau saya sampaikan.

 

Saudaraku, sekarang anda berdamailah, karena harga diri itu hanya menghancurkan dirimu sendiri. Itu menjauhkan dirimu dengan Allah. Tidak mau saya pertahankan harga diri, karena Allah ingin berikanlah kehidupanmu seutuhnya kepadaKu. Untuk apa sih kita sombong dalam hidup ini? Kegunaannya apa sih? Kita rugi, banyak orang tersinggung dan kita tidak punya teman. Benar tidak?

Anda belajarlah tidak lagi sering membuat orang lain sedih. Tidak. Jangan sekali-kali. Aku mau membawa damai bersama Allah dan aku mau membawa damai untuk saudara-saudaraku dan aku mau meninggalkan damai dimana aku datang dan pergi. Damai.

 

Kalau kita tidak damai bagaimana kalau kita akan siap menghadapi pemurnian? Pemurnian sudah dekat, apakah anda begini-begini terus? Umur anda mungkin sudah 60, ada 70 tidak? Ada? (seorang Ibu mengangkat tangan). Ibu, syukur. Yang 60? Tunjuk tangan. 60. nanti kita mati sama-sama ya bapak.

Kita ini sudah bau tanah ya. Lho iya. Kita sudah bau tanah. Pikir anda kalau umur…oh masih panjang. Aku bisa 100 tahun nanti lho, begitu dikasih 100 tahun anda tidak siap dalam kematian, menagislah anda.

Rohmu akan menangis berteriak-teriak minta ampun kepada Allah. Saya mohon ini. Ini penegasan. Kalau kita mengikuti Yesus kita harus berani menyatakan dan menyangkal diri dan setia walau kita jatuh bangun. Tuhan itu mengerti kalau kita tidak sempurna. Yang sempurna hanya Allah di surga.

 

Badan saya capek, saya marathon bersama Romo Widi dan rekan-rekan dari pelayanan di Kupang.  Marathon kami satu hari 2 kali kami pelayanan. Marathon. Ada yang pakai jet foil…di laut yang terjadi dulu di Kupang 300 orang mati. (selat antara pulau Timor dan pulau Rote, red)

Kan orang-orang pada takut. Bu Agnes, jangan lewat situ. Kenapa kamu takut? Kita kan pelayanan bersama Yesus, kita mau melayani. Kalau kita mati Yesus bohonglah. Di situ ombak itu terjadi. Tetapi ketika kami disana, tidak ada terjadi ombak ya. Kita berdoa ya. Kita selamat sampai ke Pulau Rote, terpencil dari Kupang, 2 jam setengah dari Kupang ke Pulau Rote.

 

Kebetulan Romo Parokinya waktu dia frater kami pernah mengunjungi biaranya dan kita berdoa bersama. Sekarang ketemu lagi dia sudah jadi Romo, Romo Paroki lagi. Dan aku diundang lagi bersama teman-teman.

Ya ampun perjalanan itu indah sekali. Siapapun yang membuka hati dia masuk dalam kebenaran dia bersenang-senang dengan Tuhan bukan bersenang-senang dengan ibu Agnes. Tidak.

Anda dibawa oleh Ibu Maria untuk bersenang-senang dan menikmati apa arti hidup yang diberikan Allah kepada kita semuanya. Kalau kita mengartikan hidup dengan harta benda, aku berhasil dengan bisnisku, jadi sombong. Jangan ya. Anak-anak Tuhan tidak boleh sombong ya. Anak-anak Ibu Maria harus punya kerendahan hati, melayani, mengasihi, jangan selalu menyinggung perasaan saudara-saudara kita ya. Itu permintaan Ibu Maria.

Itu Diakon Daniel, (orang Filipina) dia pasti tidak tahu apa yang aku omongkan, di dalam Roh kamu pasti bisa merasakan apa yang aku katakan ini bersama-sama.

 

Saudara-saudaraku yang dicintai Tuhan dan Ibu Maria, hari ini saya akan memandu bukan memimpin, yang memimpin Ibu Maria, aku memandu, mengantarkan saudara-saudaraku masuk ke dalam doa, doa kepasrahan bersama Ibu Maria untuk diantar Ibu Maria kepada Allah Bapa kita yang mengasihi kita yang menunggu kita dengan sabar dengan setia walaupun kadang-kadang kita tidak setia dalam hidup ini.

 

Allah mengambil bagian dalam kehidupan saya, jadi saya mau, saya mau Tuhan. Walupun sempat juga kupikir, lebih baik aku “pulang” Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan, “manusia tidak bijaksana kalau manusia mengatakan demikian karena dia bersama Allah”. Saya tidak berani lagi, tidak berani lagi. Saya minta “pulang” kemarin. Saya sudah lelah, penat …bayangkan si Agnes yang bodoh ini harus membawa anak-anakNYA berbondong-bondong kepada Allah dengan segala permasalahannya dengan segala persoalan hidupnya. Tapi aku mau. Kok si Agnes bodoh ya? Yang bekerja kan Allah. Luluh lagi hati saya, aku kan hanya sarana. Allah menghendaki supaya anak-anakNYA bermesraan kepada Dia, mengapa aku tidak mau?! Luluh lagi hatiku.

Kepala saya masih capek ya. Pontang-panting saya harus mengantar Ola, harus saya persembahkan Ola, saya mohon Tuhan menyelesaikan semuanya walaupun sekarang sudah selesai. Tapi akibat atas fisik, saya lelah banget. Inikah aku kerasukan setan? Saudara-saudaraku, aku kerasukan setan?

 

Tidak, jawab umat.

 

Setan tidak bisa menyampaikan tentang kebenaran, tentang keselamatan, tetapi setan menawarkan yang indah-indah untuk manusia supaya lupa kepada Allah. Aku mohon perenungan saudara-saudaraku nanti setelah pulang rekoleksi, saya mohon ada buahnya. Anda menjadi baik, anda bersukaria dimanapun anda berada, melayani, mengasihi saudara-saudaramu.

Bukan dengan kesombonganmu kamu melayani, bukan dengan harta bendamu, tapi dengan kasihmu engkau akan melayani mereka semua.

Banyak kok saudara-saudara kita yang menderita di sekitarmu.

 

Lihatlah ….kemarin saya di katedral Kupang. Romo dan rekan-rekan berangkat duluan untuk memulai mewartakan kebenaran-kebenaran itu, saya belakangan karena saya kelelahan. Saya bersama Wenny saya naik tangga….”Hai Agnes, lihatlah, dimanakah hatimu? Lihat!”

+ Ya Tuhan, aku lihat apa? Aku baru datang, aku baru datang Tuhan.

Saya duduk lagi.

- “Agnes, bangkit dan berjalan, pergilah, lihat, nanti kau akan tahu”.

Aku bolak-baik lewat itu pintu katedral akhirnya waktu aku mau balik itu, kembali Tuhan menyapa :

- “ lihat di belakangmu!”

+ Ya Tuhan ampuni aku!

Seorang anak tujuh bulan mungkin, beratnya 4 kg, sumbing. Kami mengatakan, biasanya Tuhan berikan mukjizat di dalam pelayanan. Tetapi, kalaupun terus Tuhan memberikan mukjizat, apa pekerjaan kita untuk melayani? Benar tidak? Benar tidak saudara-saudara? Apakah kalian akan mengeluarkan uang dari kantong atau tidak? Kok mukjizat terus. Kita tinggal enak-enak saja, tidak berbuat apa-apa….akhirnya saya mau.

- “Selesaikan itu, kerjakan dengan baik, Aku berkati”.

 

Kupanggil teman-teman. Kupanggillah ibu itu yang gendong anak. Aku sudah lemas, tolong urus ini. Ini pekerjaan rumah buat Kupang, bekerja sama. Anak ini gemukkan dulu, bawa ke dokter (dokter anak).

Kalau sudah gemuk, karena, - dr. Tintin mengatakan, ini tidak bisa dioperasi sebelum berat badannya bertambah-. Itu kan membutuhkan uang saudara-saudaraku. Ini. Yah akhirnya cerita punya cerita, akhirnya anak itu dibereskan, diselesaikan. Kalau sudah beratnya mencapai, anak itu dioperasi. ….Tunggulah engkau, sumbingnya hilang. Percaya tidak? Tapi, saya dan anda berbuat apa? Tidak berbuat apa-apa kan. Harta benda kita, kasih kita, melayani itu dalam sesame, ada tidak? Tidak ada. Karena kuasa Tuhan memberikan mukjizat. …”hai sumbing menjadi tidak sumbinglah”.

 

Tapi ada juga yang mukjizat kami alami di Kefamenanu. (NTT). Kan saya tidak tahu, dia ( seorang remaja putri ) masuk dalam rombongan, telapak kakinya ke atas, ininya ( bagian punggung kaki) untuk berjalan. Aku kan tidak melihat. Jalan, jalan saja. Anak itu membuntuti terus dalam kelompok itu. Dalam perjalanan dikasih kesembuhan, terbalik telapak kakinya, berjalan! Aku juga tidak tahu, sampai akhirnya dia bersaksi.

“Ibu Agnes terima kasih”

“Kenapa nak?”

“Ibu Agnes tidak tahu?”

“Lho ada apa?”

“Saya kan cacat dari lahir, telapak ini tidak saya pakai, tapi ini (punggung kaki) untuk telapak. Sekarang lihat ibu, saya sudah berjalan dengan telapak kaki.”

Saya menangis. Tuhan berbuat begitu tidak ngomong-ngomong. Tuhan tidak mau demonstrasi.

Yang suka demonstrasi adalah iblis, menunjukkan giginya bahwa dia mampu : sembuh, sembuh, sembuh! Tapi dalam roh dia tidak bisa melakukan apa-apa. Hanya fisik, akhirnya imannya kabur kemana-mana tercecer di pinggir jalan.

 

Kami tidak pernah dikasih tahu sama Tuhan, tidak pernah, apalagi saya. Tidak. Di Merauke kita berdoa, ada sekelompok orang sudah berkumpul, datang lebih dahulu. 6 bulan lumpuh sampai satu tahun pakai kursi roda hampir mengecil kakinya si ibu itu, katanya. Begitu malam itu kita mau makan dia datang.

“Ibu Agnes, terima kasih.”

“Ada apa ibu?”

“aku sudah berjalan”.

Kenapa sih kok Tuhan diam-diam? Bikin kejutan terus. Dia berjalan, kursi rodanya dibuang sama dia.

Apakah kita mau sombong dalam kelompok ini? Tidak. …kerasukan setan… Saya kasih tahu sekali lagi. Saya pada waktu itu sakit, timbangan saya 43 kilo. Percaya anda 43 kg? sudah kayak mumi jalan….kurang makan. Beberapa bulan saya tidak makan.

Tapi ada berita, “Ibu Agnes, maukah ibu Agnes menolong, ini ada orang kesurupan!

Bagaimana ini? Bawa! Kenapa? Roh saya kan tidak sakit, yang sakit kan badan saya. Rohku hidup. Bawa, bawalah.

Di jalan orang itu sudah mulai menggaruk-garuk kayak harimau, sampai di rumah digotong sama dr. Tintin dan sekalian teman-teman, aku keluar;  dia mengaum.., Hai iblis..!, Cepat geletakkan dia, geletakkan!

 

6 orang pegang tidak sanggup. Mbak Tintin kan gendut, 90 kg, mental dia! Mental, saking kuatnya iblis dalam kehidupannya, anak Tuhan, namanya Paulus. Kami tidak sanggup, tidak sanggup, tidak sanggup ibu! Ok, baik..mana saat itu fisik saya sangat lemah, saya sudah gontai, biasanya saya pakai tangan menyelesaikannya, tapi saat itu pakai kaki, hai iblis, keluar kamu dari sini! …keluar! Pakai kaki, baru saat kali itu saya mengeluarkan iblis pakai kaki, ya…tidak pakai tangan. ….Akhirnya dilepaskan, diurus dan semua dilepaskan.

 

+ Tolong ambil silet, kata saya mengujinya.

- Maaf ibu Agnes.

+ Ambilkan silet.

- Tidak, tidak berani, jangan ibu.

+ Kubuktikan kamu, katakan kamu kebal, tidak mempan dengan senjata tajam. Sekarang aku ambil…

- Tidak, jangan, minta ampun aku ibu.

 

Kalau saya goreskan meleleh-leleh darahnya. Sekarang anaknya baik, kerja, rajin ke gereja.

 

Hai saudara-saudaraku, jangan sekali-kali anda terlena, terlena sedikit terus anda juga jangan menikmati. Uji dalam roh: Siapakah ini yang datang?

Saya menguji Roh itu 24 tahun! Anda hanya satu minggu? Senang, aku punya karunia. Nikmatilah karunia yang datang dari dunia itu. Itu banyak terjadi. Di Kupang kemarin saya banyak pelepasan.

Banyak dilepas anak THS. Di sini ada THS? Ada yang THS di sini tidak? THS ada tidak? Tidak ada ya…Jangan anak-anakku ikut THS, itu iblis sudah masuk dalam gereja, THS / THM, walaupun itu namanya Maria. THS itu Tunggal Hati Seminari, THM / THM itu kepanjangannya apa? Tunggal Hati Maria. Itu sama saja. Stali tiga uang, itu sama, satu pakai Seminari, Tri Tunggal Maha Kudus, satu Ibu Maria. Terkutuklah itu semuanya! Saya kasih tahu, jangan mau ya! Jangan mau anak-anakku. Jangan mau kamu disesatkan walaupun itu gereja meresmikan karena gereja tidak tahu.

 

Sudah didobrak itu di Atambua, sekarang Uskupnya marah kepada saya. Tapi satu anak THS bertobat. Dia makan kaca, menginjak-injak pecahan kaca, dia jalan di api, dia tidur di atas paku, dilindas …tidak apa-apa. Itu kan seperti “Kuda Lumping?” Orang dunia punya kan?! Kenapa dibawa dalam gereja? Itu kan sudah gila itu. Gila itu.

Akhirnya dia bertobat. Kamu bersaksi ya. Kamu bersaksi teman-temanmu bawa pulang. Kumpulkan mereka. Mereka sudah sadar dan bertobat. Telpon saya, saya akan datang. Akan saya lepas mereka, akan saya bawa mereka kembali kepada Allah.

+ Ya bu, aku biasanya bawa pisau terus ibu, kemana-mana sok jagoan. Semua teman-teman saya juga sok jagoan. Ada satu teman THS meninggal, tertusuk, anak laki.

 

Ini cerita, ini cerita. Iblis sudah menyusup ke gereja-gereja, ke biara-biara dan kita yang diajak oleh Ibu Maria di dalam Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia, kita “eling”, tahu tidak “eling”? Itu orang kejawen bilang “eling”, kita ingat dan waspada dengan trik-trik iblis itu, hati-hati.

 

Ya, baik. Ini kepala saya tambah berat,. Terima kasih ya, saya senang saudara-saudaraku kumpul semua. Saya pikir dengan sekian banyak, saudara-saudaraku bisa pewartaan tentang kebenaran ini. Satu orang saja mewartakan mendapatkan dua orang dan dua orang itu mendapatkan dua-dua. Akhirnya semua akan terjadi.

Saudara-saudaraku berani tidak bersaksi? Tidak berani kan. Itu benar kan. Saudara-saudaraku berani tidak bersaksi tentang kebenaran ini ? bersama Ibu Maria dalam kelompok ini, berani tidak? Berani ya. Cepat bawa saudara-saudaramu kembali. Ini saat-saat terakhir kita harus membawa kembali anak-anak Tuhan seutuhnya. Dimana mereka yang meninggalkan Tuhan Yesus, menghujat Roh. Cepat-cepat. Berkelahi pun jadi. Harus bagaimana mengembalikan saudaraku, anak-anakku kepada Allah. Jangan terlambat, jangan tunda lagi.

Siapa yang anak-anaknya yang masuk Moslem? Yang di Semarang ini ada tidak? Anakmu yang menikah dengan orang Moslem ada tidak? Yang para laki-laki ini….

 

Ada ibu, jawab umat.

 

Cepat ibu ya, kembalikan kepada Allah, ibu harus berani ya. Dan anak-anak laki yang punya pacar Moslem ada tidak? Ini sudah kawin semua? Yang para perempuan punya pacar Moslem tidak? Itu orang seberang itu, ada tidak? Ada?..

 

Sekarang saya minta kesediaan anda untuk tekun sampai dengan selesai sampai ditutup dengan berkat. Anda setia. Kalau mau pulang, sekarang pulang saja. Tidak?

 

Tidak, jawab umat.

 

Aduh Tuhan ampun aku, kepalaku pening sekali. Pak Hari, mari kita pujian…

(umat menyanyikan pujian )

Romo Isak Doera dan Romo Alexius dan suster yang saya kasihi dan semua saudara-saudara yang diberkati Tuhan dan Ibu Maria. Mari ktia sehati sejiwa, dalam roh, kita mau datang kepada Bapa bersama Ibu Maria ini dan seterusnya dimanapun kita berada.

Mari kita membuka hati dalam kasih dalam cinta dalam melayani kita akan bertemu dengan Allah kita di Surga.

 

Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus Amin.

Saudara-saudaraku, lihatlah diri kita masing-masing : apa yang sudah saya perbuat, rasa syukur saya kepada Allah, apa yang belum saya perbuat dalam hidup saya?

Masihkah saya menjadi hambatan di dalam persahabatan bersama saudara-saudara saya? Ataupun di dalam keluarga saya masing-masing?

Marilah, yang tahu saat ini yang kita perbuat dalam hidup saya dan anda adalah kita pribadi dengan Allah.

Mari, kita mau jujur supaya kerahiman Allah yang sempurna itu hidup dalam kehidupan kita. Dan jangan lagi kita menyimpan kesalahan siapapun sekecil apapun di dalam hati saya dan anda. Marilah kita mohon bantuan Tuhan, supaya saya mempunyai kerendahan hati, saya mau memaafkan siapapun yang bersalah kepada saya, sehingga saya sedih dan menderita khususnya dalam keluarga kita masing-masing, orang tua terhadap anak dan anak terhadap orang tua dan suami istri yang telah dipersatukan oleh Allah menjadi satu, hidup rukun dan damai.

Mari, hari ini kita mau memaafkan kesalahan mereka dan kita mau berdamai lagi kepada siapapun. Dan juga kita minta kepada Tuhan Yesus supaya saya dan anda mendapatkan dan belajar untuk membuang semua harga diri dan supaya saya boleh meminta maaf atas kesalahan saya dengan sikap dan tingkah laku saya maupun dalam keluarga, saudaraku maupun dalam sesama di sekitarku.

 

Hari ini kita persiapkan, besok kita datang kepada mereka satu persatu kita minta maaf. Maka sempurnalah kita menjadi anak-anak Allah karena kita mencintai Allah sepenuhnya dan setia kepada Allah. Dan Allah mengatakan : Setialah anakKu karena Aku setia. Kalau itu kau lakukan karena kecintaanmu kepadaKu, engkau saling mengasihi, saling melayani, saling mencintai, saling memberi berkat antara satu dengan yang lain dan saling penuh pengertian atas kekurangan-kekurangan di antara kamu dan mengampuni. Kalau ini kamu lakukan karena cintamu kepadaKu, hari ini juga Aku mengatakan kepadamu, kamulah semua anak-anakKu yang Aku kasihi. (bdk Yoh 13:34-35,red)

 

Mari, kita yang dikasihi Tuhan, kita membuka hati untuk Tuhan, apapun yang dimintakan Tuhan daripada kita, kita berikan sepenuhnya, seutuhnya, selebihnya untuk kegiatan-kegiatan hidup kita. Supaya kita boleh memuliakan Allah dan membawa damai dimanapun kita berada. Mari saudara-saudaraku, bukalah hati, buanglah semua kesombongan-kesombongan, tidak ada gunanya di mata Tuhan. Tuhan menghendaki kita sederhana dalam kesederhanaan itulah kita mendapatkanNya. Mari kita hening sejenak.

 

Dimana 2- 3 orang berkumpul atas namaKu, Aku akan hadir anakKu bersamamu dan Aku menyertai kamu hingga akhir jaman. Tetapi kenyataannya Aku menyertai kamu sampai engkau Kupanggil, berjaga-jagalah engkau dengan baik. Jagalah dirimu dengan baik dan dekatkanlah dirimu kepadaKu supaya engkau sampai kepada tujuan, tujuan itu adalah Aku sendiri dalam kebahagiaan.

 

Marilah, marilah kita anak-anak Tuhan, kita sungguh-sungguh merenungkan semua ini apa yang dikatakan Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendiri. Mari kita sambut dengan kepasrahan kita dan kita belajar dari Ibu Maria supaya kita boleh merasakan kehadiran Tuhan setiap saat dimanapun kita berada. Mari kita pujian. Kita sambut kuasa Tuhan pada hari ini karena kataNya ; Aku menyertai kamu, sekarang ini juga kuasa Allah menyertai ktia dan hadir di tengah-tengah kita dan berdoalah dalam hatimu supaya kita tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini. Mari kita pujian bersama-sama.

 

( umat menyanyikan pujian : Utuslah, RohMu, ya Tuhan )

 

Kita belajar masuk dalam kepasrahan supaya hidup ini tidak sia-sia yang diberikan Allah kepada kita. Marilah hening sejenak dan berdoalah dalam hatimu dan sebutkanlah nama Tuhan Yesus, Allah yang baik, katakan saja isi hatimu kepadaNya. Tuhan melihat hati kita masing-masing. Tuhan tahu hati kita dimana juga Tuhan tahu. Biarlah kita memohon kerahimanNya supaya kerahimanNya turun atas kita semuanya dan anak-anakNYa yang ada di Keuskupan Agung Semarang. Mari kita hening sejenak dan berdoa, sebutkanlah nama Tuhan Yesus, Allah yang baik. Mari kita mulai bersama-sama.

 

Tuhan Yesus, terangilah hati dan pikiran kami dengan Roh KudusMu.

Tuhan Yesus, ajarilah kami sabar di saat kami berdoa.

Tuhan Yesus, ajarilah kami berdoa dengan baik.

Tuhan Yesus, ajarilah kami lebih percaya kepadaMu

Tuhan Yesus, ajarilah kami lebih pasrah kepadaMu

Tuhan Yesus, kami mohon berkatMu

Tuhan Yesus, kami mohon rahmatMu

Tuhan Yesus, kami mohon belas kasihanMu

Tuhan Yesus, kami mohon pengampunanMu

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk mau mengasih sesama kami

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk mau mengampuni sesama kami

Tuhan Yesus, kami rindu kepadaMu

Tuhan Yesus, kami cinta kepadaMu

Tuhan Yesus, hadirlah kami menyambutMu

Tuhan Yesus, kami pasrah kepadaMu

 

Ya Allah yang Maha Kuasa pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepadaMu karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaanMu (3x)

 

Tuhan Yesus Allah yang baik, inilah kami bersama para romo dan seorang suster dan anak-anakMu yang berhimpun di kapel ini. Satukanlah kami dengan Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia bersama Ibu Maria di surga dan seluruh anak-anakMu di seluruh bumi ini kami datang kepadaMu Tuhan, tiliklah hati kami yang remuk redam ini Tuhan, pulihkanlah hati kami masing-masing, tinggalkanlah damaiMu, tinggalkanlah sukacitaMu Tuhan bekal perjalanan hidup kami untuk hari esok untuk melayani.

Jangan Engkau lihat kelemahan kami semua ini Tuhan, kami tahu Engkau maha Rahim, pasti Engkau melupakan semua kesalahan dan dosa kami sekecil apapun karena Engkau sangat mencintai kami. Saat ini juga kami datang sedang berjuang Tuhan untuk lebih dekat, dekat dan setia kepadaMu.

Turunkanlah kuasaMu Tuhan Yesus Allah yang baik kepada kami semua yang berhimpun dalam kapel ini dan seluruh anak-anakMu di Keuskupan Semarang ini dimana saat ini mereka yang membutuhkan pertolonganMu.

Lindungi kami saat ini juga Tuhan, jauhkanlah kami dari segala pencobaan yang datang dari dunia ini Tuhan, agar kami setia dan berani mengatasi dan berani melepaskan semua yang datang dari dunia ini Tuhan, karena hanya dalam namaMu, Tuhan Yesus, Allah yang maha kuasa kami sanggup mengalahkan dunia ini.

Tuhan Yesus nyatakanlah kebenaran ini bahwa Engkau sungguh-sungguh hadir di tengah-tengah kami.

Tuhan Yesus, saat ini aku mohon pertolonganMu sepenuhnya untuk Ola agar dia Kau pulihkan dan disembuhkan supaya semangatnya kembali dipulihkan, semangat pelayanan untuk melayani anak-anakMu dan sertai dia ya Tuhan Yesus saat ini supaya dia tidak sendiri dalam penderitaan yang dihadapinya. Tuhan aku serahkan Ola ke dalam tanganMu dan berikanlah kekuatan bagi suami dan anak-anaknya mendengarkan peristiwa ini. Jangan mereka takut Tuhan, berikan pengertian kepada mereka bahwa Engkau ada dan hidup dan ada saat ini menyertai Ola dan keluarganya.

 

Tuhan Yesus Allah yang baik dan bagi anak-anakMu yang saat ini membutuhkan pertolongan atas doa dan permohonan mereka masing-masing. Dengarkanlah doa anak-anakMu yang sederhana ini Tuhan, tolong mereka supaya mereka memulai hidup baru dalam roh, setia kepadaMu, kembali kepadaMu seutuhnya. Dan juga kami berdoa bagi saudara-saudara kami di seluruh keuskupan Agung Semarang ini yang sedang sakit di rumah sakit maupun yang tergeletak di rumah dengan segala persoalan yang mereka hadapi silih berganti Tuhan, maupun mereka saat ini yang sedang banyak percecokan dalam kehidupan keluarga anak-anakMu. Mereka menderita saat ini Tuhan. Tolong, Engkau telah mempersatukan mereka menjadi satu, saling mengasihi, saling mencintai, penuh pengertian. Tuhan kembalikanlah keutuhan rumah tangga anak-anakMu di seluruh Indonesia ini, khususnya di keuskupan semarang ini.

Dan juga kami berdoa untuk Romo Ignatius, uskup kami yang kami cintai dan semua para romo, para bruder para suster dan juga mereka yang sedang berjuang di biara khususnya bagi Romo Haryo, Tuhan sadarkanlah dia, kasihanilah dia saat ini, hatinya tercabik-cabik, tolong Tuhan berikan jalan terang. Hanya Engkau yang bisa menyelesaikan batinnya Tuhan, berikanlah pengertian bagi uskup yang kami cintai ini dengan bersama romo-romo yang juga belum bisa menerima kami. Berikanlah jalan keluar Tuhan supaya kami boleh bertemu dengan beliau dan hentikanlah kegiatan-kegiatan dunia itu Tuhan.

 

Berikanlah tanda kepada mereka supaya mereka sadar bahwa itu semua datang dari dunia. Terserah Tuhan, tanda apapun yang Tuhan berikan dalam kelompok itu bersama Mgr. Haryo, berikan tanda yang sangat dalam supaya mereka cepat menyadari dan meninggalkan ….bersama dunia.Tuhan Yesus, kuserahkan semua itu ke dalam tanganMu dan bagi keluarga kami yang kami tinggalkan, Tuhan, lindungi mereka, sertai mereka, satukan mereka dalam doa kami untuk melayani anak-anakMu di keuskupan Agung Semarang ini. Tuhan Yesus, supaya mereka boleh mengalami kebahagiaan bersama kami dalam doa bersama Ibu Maria.

 

Kami juga bersatu dalam doa kepada Bapa Paus Benediktus, mohon terang Roh KudusMu untuk membukakan kembali dan berikanlah keberanian dan menyatakan kepada dunia, di luar Engkau Tuhan, tidak ada keselamatan. Hanya dalam namaMu Tuhan Yesus Allah yang baik ada keselamatan. Beranikanlah, pakailah mulutnya Tuhan dan bersama para imam di sekitarnya supaya mereka dapat membawa anak-anakMu kembali kepadaMu seutuhnya. Tuhan Yesus berikanlah roh kebijaksanaan supaya Bapa Paus mengerti arti keselamatan yang sejati yaitu hanya datang dari padaMu. Aku serahkan Bapa Paus Benediktus dan semua para romo di seluruh dunia ini ke dalam tanganMu.

 

Itulah doa kami saat ini Tuhan yang diajarkan oleh IBu Maria, Doa Kerinduan, rindu untuk berbuat baik kepada siapapun kami mau berbuat baik bersama Ibu Maria. Tanamkanlah doa kerinduan ini di dasar hati kami bekal dalam perjalanan kami untuk saling melayani. Tuhan Yesus Allah penuh kasih dan cinta, itulah permohonan kami yang sangat dalam. Terpujilah Engkau di surga terpuji Engkau di hati kami dan mohon kerahimanMu untuk semua anak-anakMu di seluruh bumi ini supaya kami boleh kembali kepadaMu seutuhnya. Dimana pemurnian nanti kami bahagia. Itu semua kami mohon dengan doa restu Ibu Maria, bantulah kami yang sedang berjuang ini yang ingin dekat kepadaMu, setia kepadaMu Tuhan sampai akhir hidup kami. Tuhan Yesus kami mengasihiMu, kami mengasihiMu Tuhan, bantu kami supaya kasih ini tetap tumbuh dan setia, setia kepadaMu kini dan sepanjang segala masa amin.

 

Ya Tuhan terima kasih atas kehadiranMu penyertaanMu melalui kuasaMu hadir di kapel ini untuk kami semuanya Tuhan. Kami berdoa dengan cara apapun juga, Romo Widi, kuatkan romo kami ini sertai dalam suka dan duka agar romo kami, Romo Widi terus bersama kami melayani anak-anakMu yang juga Romo Isak Doera sertai mereka di hari tuanya dan semua kami semua yang berhimpun.

 

Tuhan kuatkan saya, kuatkan saya Tuhan, saya mau, apapun cercaan dunia saya terima dengan senang Tuhan karena kebenaran ada dalam kehidupanku. Engkaulah yang melakukan semua ini. Terima kasih Tuhan. Aku mohon kuatkan …dan tolonglah anak-anakMu yang saat ini sungguh-sungguh berjuang, bekali mereka setelah selesai ini Tuhan supaya anak-anakMu saling melayani, mengasihi. Terima kasih Tuhan. Terima kasih.

 

Marilah kita membuka hati, marilah kita berdoa dalam hati kita masing-masing. Kita mohon kekuatan atas kehadiranNya melalui kuasaNya supaya kita tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini. Mari kita saling mendoakan seahti sejiwa, kita kuat dalam Roh Tuhan kita kuat saat ini. Pasti kita menang dan mengalahkan semua yang tidak baik itu dan mengucapkan syukur dan terima kasih saat ini Tuhan hadir bersama kita. …

 

 

Pesan Tuhan Yesus

 

Mengertikah engkau apa yang Aku katakan ini? Sekarang Aku hadir di tengah kamu. Kamu sedang berjuang untuk datang kepadaKu tetapi kamu datang tidak membawa hatimu dengan baik.

Dimanakah hatimu hai anak-anakKu? Bukalah hatimu, dekatkan dirimu kepadaKu karena saat terakhir ini iblis akan mencobai kamu. Apakah kamu kuat tanpa Aku? Sia-sialah hidupmu. Aku telah memberikan kamu hidup untuk saling mengasihi, Aku memberikan kamu hidup untuk saling melayani tapi kamu belum melayani Aku dengan baik.

Siapa yang tidak percaya, berdoalah kamu. Aku datang bersama anak ini. Inilah Aku. Inilah kuasaKu. Inilah saat terakhir. Aku datang melalui kuasaKu. Aku mengambil anak ini dari dunia untuk menjadi saksi tentang Aku.

Tapi saat ini juga Aku sudah datang. Hai para imam ada dimana? Mereka mengadakan permusuhan karena mereka sudah bersahabat dengan dunia tidak lagi mengerjakan apa yang telah Kuberikan kepada mereka, Gembalakanlah domba-dombaKu.

Sekarang Aku datang menolong anak-anakKu karena mereka tidak berhasil tapi mereka menolak kebenaran ini. Katakan kepada imam-imammu, Aku sudah datang, Aku berbicara. Ini kuasaKu. Ini kuasaKu. Aku berkata kepadamu Aku menyertai kamu karena Aku tahu kamu lemah tapi kamu kuat karena Aku.

Aku telah memberikan kamu hidup tapi banyak kamu tidak mengartikan hidup itu yang sebenarnya. Kamu mencari dunia, itu lebih penting dari pada kamu mencari Aku dalam kesetiaanmu.

 

Hai kamu, Aku datang, ini kuasaKu.

Kalau kamu punya kekuatan saat ini Kutunggu, enyahkan ini semua, kebenaran ini bersama anak ini. Kamu jangan main-main!

Aku akan memurnikan dunia ini. Sudah sekian lama Aku sudah ada dalam dunia ini dan kuasaKu ada di bumi ini tetapi manusia mencari dunia. Ini saatnya akan Kumurnikan dunia ini.

Dan Aku berkata kepada kamu semua yang ada di sini setelah kau mendengarkan Aku, apakah kau masih bersenang-senang dengan dunia? Sia-sialah hidupmu. Setiap saat, kapan saja, hari dan bulan dan tahun adalah milikKu. Saat ini juga Aku memanggil kamu, itu juga bisa.

Tapi kamu tidak menghargai hidup. Kamu bersenang-senang dengan dunia. Inilah perkataanKu yang benar. Siapakah yang menyangkal, silakan datang. Para imam, silakan datang. Sejak dulu Aku berurusan dengan para imam. Aku datang untuk orang yang sederhana, Aku tidak datang pada orang yang mengatakan dirinya hebat, tidak berguna bagiKu. Jaga dirimu baik-baik. Jangan jatuhkan dirimu dalam dosa. Nanti kamu pada saatnya akan mengerti. Aku memanggilmu. Kamu akan terasa, apakah kamu baik atau tidak. Nanti engkau akan mengerti, disaat Aku memanggilmu, kau akan menjerit. Tidak ada yang bisa menolong.

 

Hai manusia, begitu sulitkah karena Aku yang menciptakan kamu maka mengapa kamu mempersulit dirimu sendiri di dalam kebenaran itu sendiri? Kebenaran adalah Aku. Dunia tidak ada kebenaran….buka hatimu, ini Aku datang melaui anak ini Aku berbicara kepadamu dari surga. Jangan kau pikirkan, dulu juga Aku datang dari surga menjadi manusia menebus kamu. Apa yang Kuberikan kepadamu, itulah, renungkan perjalanan hidupmu. Kalau kamu memikirkan Aku tidak akan sampai kepada tujuan. Sia-sia hidupmu memikirkan Aku. Terserah dengan cara apa Aku datang, terserah. Jangan kau pikirkan.

 

Hai dengarkan kamu semuanya. Kau buka hatimu, apakah kau sudah berbuat baik? Apakah kau sudah melayani? Apakah kamu sudah setia? Aku hanya meminta kesetiaanmu. Itu saja. Aku tidak pernah meminta lebih dari pada itu, karena Aku tahu kamu manusia, kamu tidak sempurna. Hanya Aku yang sempurna maka Aku minta kesetiaan daripadamu. Itu saja.

Kamu sibuk dengan duniamu. Apakah dunia bisa menyelamatkanmu? Banyak anak-anakKu berjatuhan dalam dosa, banyak. Tapi apabila kamu hidup dalam diriKu bersatu dengan Aku, iblis tidak akan bisa campur tangan.

Kamu masih curiga? Mengapa kamu curiga kehadiranKu ini? Berdoalah supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan, bersatulah kamu di dalam namaKu.

Baik, Aku terima dimana saat ini kamu berkumpul mencari Aku seutuhnya dan kebenaran itu yang sebenarnya. Jangan lagi kamu mendua hatimu dengan hartamu dengan kekuatanmu semua yang datang dari dunia ini. Renungkan, setialah kamu.

Aku berkata kepadamu : setialah kamu kepadaKu supaya kau sampai kepada tujuan, engkau akan bertemu dengan Aku di surga. Kamu debu tapi Aku datang, Aku datang karena Aku telah menciptakan kamu tanda kasihKu melalui kuasaKu. Aku menciptakan kamu, Kuhadirkan ke bumi ini.

 

Berbahagialah kamu percaya, karena inilah Aku. Tidak ada di surga yang bertahta di surga, hanya Aku, hanya Aku. Siapa yang percaya dia Kuselamatkan, siapa tidak percaya dia Kuhukum dan mati sia-sia.

Renungkan, setelah itu apa yang harus kau perbuat. Saling mengasihilah kamu, saling melayanilah kamu. Apapun yang telah kamu lakukan, engkau melayani saudara-saudaramu dengan senang hati engkau telah melayani Aku. Kalau kau belum bisa melayani Aku mulailah kamu melayani karena Aku sampai saat ini melayani kamu semuanya. Kasih adalah melayani. Aku kasih yang sempurna melayani kamu.

Tanpa Aku kamu tidak akan kuat. Lihat, dunia tercabik-cabik oleh iblis yang terkutuk. Tercabik-cabik. Lihat dunia yang tidak percaya kepadaKu, apa yang mereka dapatkan? Dunia, tapi mati sia-sia! Sejak awal Aku sudah berkata kepada manusia : Yang percaya Kuselamatkan yang tidak percaya Kuhukum bersama dunia.(bdk Yoh 3:18; Mrk 16:16, red)

Baik, baik kamu sudah berkumpul dan Aku melihat imam-imammu ada diantara kamu. Aku ingin para imam-imam di seluruh bumi ini melakukan hal yang sama mengumpulkan anak-anakKu dan mengajarkan kebenaran dan mengantarkan semuanya kepadaKu.

Aku ingin seperti itu, tapi kenyataannya, para imam berjalan dengan keinginannya sendiri, mencari kepuasan hidup, maka saat inilah waktunya Aku akan memurnikan dunia karena banyak anak-anakKu di seluruh bumi ini terpuruk-puruk karena kehilangan gembalanya ada entah dimana.

Ini renungkan apa yang Kukatakan ini kepadamu. Jangan kamu berpikir dengan pikiranmu dan mendengarkan Aku. Kamu tidak akan mendapatkan apa-apa. Tapi berdoalah di dalam namaKu maka Aku akan mengasihkan pengertian itu kepadamu.

Baik. Aku terima semua apa yang kau lakukan untukKu. Aku terima walaupun keadaanmu yang bagaimana Aku terima hari ini. Setelah itu jangan lagi berbuat dosa. Jangan lagi berbuat dosa. Setelah kau mendengarkan Aku dan engkau akan jatuh lagi dan jatuh lagi, celakalah kamu bersama dunia, celakalah kamu bersama dunia.

 

Hai anak-anakKu, Aku mengasihi kamu maka kuasaKu hadir diantara kamu melalui anak ini karena kasihKu penuh dan sempurna Kuberikan kepadamu tapi dimanakah hatimu? Dimanakah hatimu? Aku berkata : Akulah Roti turun dari surga dan Kutinggalkan diantara kamu. Itulah Aku bersatu dan hidup dalam kehidupanmu dan Aku hidup dalam kehidupanKu. Jagalah dirimu dengan baik. Roti itu adalah Aku sendiri. (bdk Yoh 6 :41, 51,red) Kusediakan bagi kamu yang percaya supaya kamu selamat, hidup bahagia karena telah Kusediakan bagimu tempat. (bdk Yoh 14: 2-3, red)

Iblis tidak punya tempat. Jangan lagi kamu ikuti. Iblis bisa memberikan kamu semua yang ada di dunia ini. Aku juga bisa, lebih! Tapi kamu masih percaya dengan dunia, dunia. Lebih percaya kepada dunia daripadaKu. Aku memberikan berkat, hidup, keselamatan, surge, tapi mengapa kamu masih memilih dunia? Jatuh lagi dan jatuh bersama dunia.

 

Baik, ini perkataanKu yang benar. Sekali lagi Aku berkata kepada kamu semua, hai anakKu, hai imam-imamKu, hari ini Aku mengampuni kamu semuanya karena Aku mengasihi kamu semuanya. Jangan lagi kamu jatuh dalam dosa. Saat ini sekecil apapun Kuangkat daripadamu. Mengerti perkataanKu ini adalah perkataan yang benar supaya kamu boleh hidup dengan bahagia tanpa dosa.

 

Baik, berjuanglah anakKu, dekatkan dirimu kepadaKu dan berdoalah didalam namaKu, Yesus, Aku datang bersamamu karena Aku dekat dan hidup, tidak pernah meninggalkan engkau sendiri dalam kehidupanmu.

Jangan kau tutup hatimu, sesatlah kamu nanti. Karena saat terakhir ini iblis tahu bahwa Aku akan memurnikan dunia ini. Akan Kupisahkan mana yang benar dan tidak benar. Yang benar akan hidup, bahagia bersamaKu karena Aku hidup, hidup dalam kehidupan.

Inilah perkataanKu. Aku telah memberikan TubuhKu seutuhnya adalah kuasaKu hadir dalam kehidupanmu dan Aku telah meninggalkan untuk bersatu dengan hidupmu adalah Aku sendiri.

Sekali lagi Aku berkata kepadamu : Akulah Roti yang turun dari surga, hidup diantara manusia yang percaya, dia akan selamat dan Aku bersatu dengan dia dan dia bersatu dengan Aku sehingga semua akan bahagia.(bdk Yoh 6:56,red) Kamu telah menerima Itu daripada imam-imam, itu yang Kukatakan.

 

Anak-anakKu, Aku mengasihimu, yang percaya, yang setia, Aku menyertainya. Aku telah berjanji, Aku menyertai kamu semua dan tidak pernah meninggalkan kamu sendiri bersama dunia ini. (bdk Mat 28:20; Yoh 14:18, red)

Baik di sinilah, renungkan perkataanKu ini dengan baik. Sampai bertemu lagi dalam doamu dimana kamu datang kepadaKu. Aku menunggumu di surga. Aku menunggumu di surga.

Inilah, inilah Aku, Allah yang hidup dan dekat. Berbahagialah siapa yang percaya dan setia kepadaKu. Dia akan hidup selama-lamanya. Terimalah dengan baik dan berjuang. Dan sekali lagi, saling mengasihi kamu, saling melayani kamu, saling memberi kamu, apapun yang kau berikan, itu telah kau berikan kepadaKu supaya kamu kembali dengan damai. Sampai bertemu kembali.

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Terima kasih untuk anak-anakKu semuanya yang hadir di sini, terima kasih. Juga untuk kamu Alexius dan Isak Doera dan kau juga PuteriKu yang menjadi saksi. Pergilah bersaksi tentang kebenaran ini. Selamat sore untuk kamu semuanya.

 

Selamat sore Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih, ini Aku datang anakKu. Tapi aku bersamamu selama kamu mencari kebenaran itu di tempat ini Aku hadir dan mendengarkan apa yang disampaikan kepadamu tentang kebenaran-kebenaran yang sudah bersatu dengan Aku Ibumu bersama Agnes yang percaya. Terima kasih untuk kamu semuanya.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Anak-anakku yang aku kasihi apa yang kamu alami, peristiwa kebenaran ini, renungkanlah dengan baik. Persiapkan dirimu dengan baik supaya kamu semua boleh mengalami nubuat itu sendiri (puncak pemurnian dunia,red), Aku telah menyampaikan kepadamu melalui Agnes, pemurnian sudah dekat. Jagalah dirimu dengan baik. Banyaklah berdoa, melayani dan sampaikan kebenaran ini kepada imam-imammu, kepada saudara-saudaramu dan cepatlah bekerja, mana yang harus kau kerjakan dengan segera.

 

Anak-anakku semua yang ada di sini, Aku Ibumu Maria mengucapkan terima kasih. Bersama Agnes, kamu telah berhimpun di rumah Allah ini dan kamu dibimbing dengan imam-imammu dan kamu disadarkan sepenuhnya tentang kebenaran ini.

Aku minta, berjuanglah anakku untuk menyampaikan kebenaran ini dan Aku minta kepadamu jangan lagi kamu sibuk dengan dunia-duniamu, kembalilah kepada Allah, bergembiralah bersama Allah. Itu harapan, harapanku untuk anak-anakku semua yang ada di sini.

Jangan kau takut apa yang sedang kau hadapi dengan imam-imammu di tempat ini. Karena mereka tidak percaya maka mereka tidak diberikan pengertian ini.

 

Anak-anakku jangan takut, Tuhan akan menyelesaikan itu semuanya. Sebenarnya mereka takut, seolah-olah umatnya diambil oleh Agnes. Tidak. Dengan banyak permasalahan anak-anakku, maka kuasa Allah hadir di negaramu ini melalui anak ini, melalui Agnes. Untuk membukakan perjalanan para imam untuk membawa anak-anakku kembali, tetapi nyatanya anakku pergi meninggalkan Allah untuk mencari dunia.

 

Anak-anakku, inilah masalahmu bersama Agnes.

Alexius, Isak Doera, apabila Agnes dipanggil, temanilah dia dengan baik. Akan dibukakan semuanya yang benar yang salah.

Alexius, aku minta kepadamu, engkau harus mempunyai keberanian karena kebenaran di atas segala-galanya.

Jangan engkau tunduk tetapi dengan menerima kesalahan, tetapi (hendaknya) engkau tunduk karena kau dibawa dalam kebenaran.

Mereka punya rencana akan menghakimi Agnes tetapi Agnes sudah dipersiapkan, tidak takut.

Jangan kamu kuatir, Alexius dan Isak Doera. Mereka tidak punya hak untuk membuang kamu.

Surga akan menyatakan semuanya dimana pemurnian itu tiba mereka akan menangis mencari kamu.

Aku menyampaikan ini karena itu sudah menakutkan buat mereka, keputusan dari dunia mereka takut sendiri. Karena mereka tidak punya daya untuk memanggil Agnes. Jangan kamu mundur dengan keadaan itu. Pasti aku mau mengatakan pasti Tuhan menyertai kamu semuanya.

 

Anak-anakku semua yang aku kasihi, aku mengajarkan doa pasrah kepada Allah dan aku mengajarkan kepada kamu salam kepadaku. Mengapa mereka marah? Itulah kebodohan mereka, karena mereka selama ini sungguh-sungguh jauh daripadaku. Jauh. Akhirnya tidak mengerti.

 Anak-anaku salam itu adalah antara ibu dan anak, anak dengan ibu. Kuajarkan. Inilah salam supaya kau bisa bertemu dengan aku karena aku ibumu menerima tugas yang terakhir untuk bersama kamu bersama malaikat dan rasul-rasulmu dan mereka-mereka yang berkenan di hati Allah ada bersamaku. Boleh. Kenapa tidak boleh? Kalau ini tidak kuajarkan kepadamu bagaimana kau bisa bertemu dengan aku dalam melayani, dalam mengasihi, mencintai?

 

Anak-anakku maka aku ajarkan ini, aku mau mendidik kamu masuk dalam kehidupan kebenaran bersama aku. Kata “rindu” ini yang terakhir kuajarkan di seluruh bumi dimana aku datang karena waktunya sudah dekat, rindulah berbuat baik bersamaku anakku.

Sapaanmu itu menyatukan engkau dengan Aku melalui kuasa Allah. Salammu itu akan disatukan dengan Aku melalui kuasa Allah. Mari kita bekerja, berbuat baik, apakah (ajaran) itu dari dunia?

 

Anak-anakku, jangan kamu mundur. Apa yang telah aku ajarkan, satukan dengan doa-doamu yang sudah ada. Dan doa yang Kuajarkan ini adalah untuk mempersatukan kamu di saat menjelang pemurnian.

Anak-anakku, kerisauan mereka karena mereka takut umatnya akan lari ikut bersama Agnes. Tidak. Aku datang untuk membawa anak-anakKu kembali kepada Allah, dimana selama ini para-para imam membuat anakku pergi meninggalkan Allah mencari dunia. Sekarang Aku datang bersama kamu mencari anak-anakKu. Mengapa marah? Itu kebodohan mereka. Mereka terlalu pintar sehingga sulit untuk menerima kebenaran-kebenaran yang ada, yang sudah ada, yang dilihat, yang didengar mereka tolak.

Tapi anak-anakku, kamu harus mendoakan mereka karena mereka masih manusia, mereka tidak sempurna, para imam tidak sempurna anak-anakku. Yang sempurna adalah Allahmu di surga. Maka doakan, itu tugasmu. Biarlah kerahiman Allah turun atas mereka semuanya yang marah atas kehadiranku di negaramu ini. Sampai di sini, apakah kamu sudah mengerti?

 

Mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

Apa kamu takut?

 

Tidak, jawab umat.

 

Apakah tidak akan berdoa apa yang telah aku ajarkan kepadamu? Atau kamu tidak lagi mengucapkan salam?

 

Kami tetap mendoakannya Ibu, jawab umat

 

Kamu tidak akan ketemu Aku anakKu. Dimana kamu mengucapkan salam kerinduan itu kuasa Allah mengantarkan isi hatiKu bersamamu seperti ini. Kuasa Allah mengantarkan isi hatiKu bersama Agnes. Kasihan Agnes ini, dia sudah sangat menderita dan menderita tetapi kehidupan yang salah karena hasil renungan-renungan dunia sehingga Agnes salah dan salah. Mereka lebih percaya keputusan-keputusan dunia, mereka tidak berdoa. Minta pertolongan dari Allah, tidak.

Umpamanya, Agnes dipanggil, apakah engkau siap Alexius, untuk mendampingi Agnes?

 

Saya akan mencoba, jawab Rm.Alexius.

 

Mencoba? Mencoba mendampingi, tetapi di saat itu, kamu mencoba tidak berhasil?

 

Tetap mendampingi, jawab Rm.Alexius.

 

Katakanlah yang benar. Tetapi walaupun Agnes sendiri menghadapi mereka tidak apa-apa. Allah yang maha kuasa melindungi dia dengan segala cara dunia, dia akan dilindungi oleh Allah yang mengasihi dia dalam kehidupannya. Mengerti engkau Alexius?

 

Mengerti Ibu, jawab Rm.Alexius.

 

Baik. Sampai di sini saja dan salamku kepada Maria yang saat ini sedang terbaring. Jangan meminta, itu berat, dia ingin merasakannya apa yang dirasakan Agnes. Diberilah sedikit tapi tidak apa-apa semua akan menjadi baik. Dia pulih kembali dan melayani kembali bersama Aku ibunya. SalamKu untuk Maria.

Terima kasih dan terima kasih untuk kamu semua yang ada di sini. Kita akan bertemu dalam doa dimana kamu berdoa pasti kuasa Allah akan mengantarkan Aku dan Aku bersamamu hidup di dalam doa dan doamu kupersembahkan kepada Allah. Terima kasih. Sampai di sini sudah mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih dan bagi kamu yang dipanggil, persiapkan dirimu dengan baik, kamu sudah diberikan yang terbaik. Jangan main-main lagi apabila kamu main-main selesailah sudah. Pergilah, tempat telah disediakan Allah bagimu dan Allah menolongmu bersama Agnes kamu diantar dalam kebahagiaan. Selamat berjuang bagi kamu yang dipanggil untuk bersatu dengan Allah dan jangan kamu lupa berdoalah, terus berdoa, perbaiki hidupmu terus-menerus supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan. Ini harapanku bagi kamu yang dipanggil bersatu dengan Allah. Apa kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Terima kasih sampai di sini pertemuan kita dan saya berterima kasih untuk semua kamu yang sudah sedang berjuang dan berjuang untuk menjadi anak yang baik.

Dan terima kasih juga untuk Alexius dan Isak Doera, terima kasihku dan kau Puteriku jangan takut, bersaksilah kamu aku akan menyertaimu dalam perjalananmu ini. Terima kasih, sampai bertemu dalam doa. Selamat berjuang, selamat melayani dimana kamu melayani aku ada bersamamu. Apakah kamu mau melayani?

 

Mau Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih anak-anakku yang aku kasihi. Sampai bertemu dalam doa. Selamat sore untuk kamu semuanya.

 

---ooo0ooo---