Doa Pasrah Bersama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia

Peringatan 12 tahun Penampakan Ibu Maria di Sendangsono,

Di Tempat Doa Hati Ibu yang Bahagia, Cimahi, 24 Maret 2007

 

Kata Pengantar

 

(Kita diajak untuk merenungkan kembali perjalanan rohani kita bersama Ibu Maria selama 12 tahun. Apa yang sudah kita perbuat dan apa yang belum kita perbuat sebagai tanda kasih kita kepada Tuhan dan Ibu Maria yang sudah datang ke negara ini untuk membawa anak-anakNya pulang kembali kepada Allah. Karena nubuat Ibu Maria tentang pemurnian dunia akan segera terjadi.)

 

...............Nanti kalian pada hari pemurnian, kalian jadi bengong, tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak terlatih didalam melayani. Nanti akhirnya susah sendiri. Ya, kalau terlatih bisa mengerti tapi kalau dia menderita, sakit, terus gimana? Pikir kalian pemurnian itu tidak menderita? Kalau memang kita tidak siap, menderita! Ini saya katakan menderita. Memang disitu ada damai, ada sukacita tapi kita tidak siap bagaimana kita mau menerima kedamaian, kita menerima sukacita setelah pemurnian, atau sebelum dan sesudah? Nah ini saudara-saudaraku, bekerjalah. Bekerja! Kalau kita tidak bekerja..., lha Ibu Maria sekarang bekerja kok, berteriak di surga. Melalui doanya berteriak, seluruh bumi anak-anak Tuhan mendengarkan yang membuka hatinya dimana kehadiran Ibu Maria untuk mengajak pulang kembali kepada Allah.

 

Ini kita dikagetkan lagi, ya ampun sudah 12 tahun, bayangkan! Kok kita begini-begini terus. Kok tidak ada bertambah? Kok tidak berkembang? Kok tidak mengerti didalam pelayanan. Itu bahan koreksi kita selama 12 tahun. Cukup lama Ibu Maria bersama kita dalam kelompok ini. Apa kita tidak bisa merenungkan kembali. Aduh sedih deh... Ini untuk perenungan. Ini untuk mengingatkan kita semuanya.

 

Ibu Maria tidak sia-sia untuk datang ke Indonesia ini untuk bertemu dengan anak-anaknya. Bukan pekerjaan yang sia-sia tapi sungguh-sungguh pekerjaan yang luar biasa karena kasih dan cintanya kepada anak-anaknya, putra-putrinya di Indonesia. Kita punya orang tua tapi kita bandel, tidak menuruti apa kata orang tua. Kita tidak pernah mendengarkan perkataan orang tua. Sama saja dengan Ibu Maria, sedih. Justru ini menyangkut hidup dan mati. Kalau sama orang tua... ya ampun itu anak... Kalau dengan Ibu Maria, itu menyangkut hidup dan mati. Apakah kita mengerti begitu besarnya kasih Ibu Maria. Sudah 12 tahun...! Ini berlanjut sampai tempat ini seperti ini (menjadi Tempat doa). Kalau ini tidak tidak dikehendaki oleh Ibu Maria.., kalau bukan karena Ibu Maria siapa yang bisa berbuat ini? Tidak mungkin.

 

Ini saya mau mengingatkan kembali. Dua belas tahun, apa yang sudah kita perbuat? Itu koreksi diri masing-masing. Apakah saya mau membuka hati? Tidak ada yang terlambat. Tidak ada yang terlambat. Bayangkan, sekian banyak waktu, sekarang hanya berapa? Tinggal Liana dan pak Ali saja (anggota kelompok di Bandung) . Ini seleksi, bukan seleksi alam tapi seleksi rohani. Ini juga kalian masih labil. Ayo mari kita bekerja, 2 tahun waktu kita tunggu nanti ya! Kita tunggu. Apakah kalian siap dengan kondisi ini. Ya ampun! Lebih mengerikan dari bencana yang silih berganti yang datang di Indonesia ini, lebih seram kuasa Allah hadir didalam pemurnian. Ini hati-hati! Kalau kita tidak siap dengan rencana Allah untuk membahagiakan anak-anakNya, kita ketakutan. Siapa pun dalam ketakutan itu pedih dan menyakitkan ya. Sangat menderita. Orang ketakutan menderita tidak?

 

Menderita, jawab umat.

 

Menderita, karena ini kuasa Tuhan yang akan hadir. Ini kuasa Tuhan penuh. Kali ini bencana-bencana, itu juga kuasa Tuhan. Tapi nanti kegelapan itu akan hadir. Apa kalian sanggup kalau tidak dari sekarang kalian membuka hati? Jangan katakan ah...buktinya tidak jadi.. tanda-tanda ah... tahun depan..ah... Jangan main-main dengan kata..ah... Dengan sekejap saat ini juga kalau  Tuhan menghendaki, terjadi. Jadi jangan semua yang kita terima itu sesuai dengan rencana pemikiran kita, kehendak kita, jadi kita akhirnya melemah. ...Buktinya tidak jadi kan?.. Tahun ini tidak jadi kan?.. Melemah lagi. Turun drastis. Untuk membangkitkan lagi, itu sangat sulit. Aduh, Aku lebih baik menderita daripada seperti itu. Ini yang mau saya sampaikan. Dengan  waktu yang sekian lama yang Ibu Maria berikan, apa yang sudah saya terima, dan saya lakukan? Ini perlu perenungan ya. Merenungkan dan mengambil sikap. Istilahnya pro aktif. Jangan ambil sikap saja. Apa yang harus saya perbuat? Mari kita bekerjasama didalam perjalananan ini. Mungkin sebagian (anggota kelompok) kayak Liana, pak Ali, mengerti tidak kita terpontang-panting dalam pelayanan ini?  Tidak mengerti kalian. Hari ini saya menegur kalian. Tidak mengerti kalian? Saya dan teman-teman pontang-panting. Kalian tidak mengerti kan? Tidak mengerti! Nah ini perlu perubahan, harus ada perubahan, nanti kalian akan merasakan sendiri. Tidak mungkin kalian ada bersama saya. Pasti kalian ada di tempat masing-masing (pada saat hari pemurnian) . Kan begitu. Saya berharap itu. Saya berharap sekali. Mari kita bekerjasama didalam pelayanan itu. Tinggal kalian sisa yang di Bandung ini. Itulah sisa seleksi tapi masih dalam tahap perjuangan, sampai dimana proses itu akan kalian tempuh? Apa masih terus proses sampai hari itu tiba? Ya ini repot. Proses cepat, tanggap, ayo bersama Ibu Maria bekerja. Ini harapan saya. Inilah yang banyak terjadi. Kalau kalian tahu, saya terbanting-banting didalam kelompok ini untuk melayani anak-anak Tuhan. Kita menerima itu bukan hanya untuk berdoa saja tapi saya bisa menerima apa yang menjadi nubuat Ibu Maria sendiri kepada kita. Supaya kita sampai kepada tujuan. Tujuan kita adalah janji pemurnian itu sendiri yang akan kita terima.

 

Dua belas tahun ya, apakah kalian mengalami tidak 12 tahun? Mungkin tidak mengalami. Saya yang terbanting-banting setengah mati. Tapi biarlah saya mengatakan ini untuk perbaikan kalian semua karena saya sangat sayang kepada kalian semua supaya janji ini betul-betul membuat kita semua bahagia. Tidak ada yang tidak saya sayangi, semua saya sayangi. Tidak ada pilih kasih. Kalau saya mau tegur, ya tegur saja. Memang aku pikirin, tidak! Yang  penting kalian pikirkan apa teguran saya, sapaan saya. Dua belas tahun, ya ampun! Apakah kita sampai, berapa tahun lagi? Sudah dekat waktunya! Sudah dekat! Dalam tahun ini juga banyak nanti akan digoncang Indonesia ini. Kalian siap? Siap tidak? Bukan siap dengan doa saja lho. Kekuatan kita adalah berdoa, dan bekerja dan melayani. Kita dalam kelompok ini sebenarnya bukan bekerja dengan bu Agnes, wah sorry aja, tapi bersama Ibu Maria, Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia. Coba apa artinya ini? Kelompok Pelayanan kasih dari Ibu yang bahagia, apa artinya? Satu kelompok yang bekerjasama dengan Ibu Maria, melayani, mengasihi, bersama Ibu Maria, memberi bersama Ibu Maria. Karena Ibu Maria tidak ada di bumi ini untuk memberi. Ini buku untuk kamu ya. Tidak bisa! Pasti Ibu minta dari kamu-kamu.......(kaset dibalikan, red)

 

Nah yang dapat nama Ibu Agnes. Saya susah setengah mati, dapat nama apa sih? Kalau kalian pikir saya dapat nama apa? Tidak ada! Saya keset.

 

Saya mau bicara selama 12 tahun ini. Begitu berat pekerjaan yang diberikan surga, demi anak-anakNya yang dicintai. Sekarang kita merenung 12 tahun, apa yang sudah saya perbuat Ibu? Sudah apa belum? Bicara pada Ibu Maria.

 

Jadi malam ini kita sungguh-sungguh memperingati, untuk menumbuhkan iman kita, supaya kedalaman didalam iman itu sungguh-sungguh kita terima sepenuhnya dalam diri kita masing-masing dan dalam kebersamaan dalam kelompok ini. Kalian tidak berpikir, kenapa saya mendapatkan (penampakan) tanggal 24? Tradisi Gereja, sekarang tanggal 24 itu hari apa untuk Ibu Maria? Hari kabar sukacita! Dan kita juga mendapatkan tanggal 24, kabar sukacita, benar tidak?

 

Benar, jawab umat.

 

Benar, kenapa? Saya pikir jangan digatuk-gatukan tapi itulah yang surga berikan, disesuaikan dengan keadaan iman kita didalam kehidupan menggereja supaya tidak jauh menyimpang dalam Kitab Suci, dalam hidup menggereja. Tuhan satukan semua perjalanan kelompok ini. Karena kelompok ini tidak main-main ya. Pekerjaan apapun semua yang kita lakukan adalah Ibu Maria dari surga. Apa yang kamu lakukan? Apa yang sudah kamu lakukan? Kadang-kadang kita prihatin. Aduh Aku sudah lama sama kamu tapi kamu tidak mengerti juga ya, kata Ibu Maria. Ibu Maria berteriak di surga sana. Berteriak terus untuk anak-anaknya. Kata berteriak itu bukan menjerit. Tidak, bukan itu maksudnya. Berjuang bersama anak-anaknya di bumi supaya anak-anaknya boleh bahagia seperti Ibu Maria, Ibu yang bahagia. Apa yang dikatakan wanita yang paling bahagia di surga maupun yang di bumi ini. Ini yang mau saya sampaikan kepada anda sekalian. Karena Ibu Maria hadir ke Indonesia itu, dia lihat kita ada di sini, Ibu tidak mau tinggalkan kita seperti itu. Jadi Ibu hadir ke Indonesia. Kebetulan saya mendapatkan tugas itu untuk menyampaikan isi hati Tuhan, isi hati Ibu Maria dan bagaimana pendoa-pendoa di surga sana untuk bersatu dengan kelompok ini. Tidak main-main kelompok ini. Betul-betul tidak main-main! Kalau aku sudah katakan tidak main-main, apa yang sudah dibukakan dalam kelompok ini, dibukakan oleh Tuhan supaya kita mengerti,... oh itu yang tidak benar rupanya, yang itu benar, yang di-inginkan Tuhan yang seperti ini, seperti itu.

 

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, mari kita berjuang untuk menghadapi tahun yang akan datang ini, apa yang akan Tuhan berikan kepada anak-anakNya di seluruh bumi. Mari kita persiapkan diri kita dengan baik. Dengan baik! Kata baik, itu bukan kata baik secara dunia tapi kata baik didalam kebenaran. Dalam kebenaran kita mendapat kebaikan yang sempurna. Benar tidak?

 

Benar, jawab umat.

 

Kalau dunia memberikan kebaikan: hancur, pamrih, menindas dan segala macam dan segala macam. Tapi Kebaikan dalam kebenaran itu datang dari surga yang diberikan kepada kita. Tidak usah kuatir! Kita harus percaya! Kata Tuhan Yesus: “Pada waktunya mereka akan meminta dalam nama-Ku”. Sudah dinubuatkan, sudah dijanjikan. Dalam nama Yesus, kita melakukan segala pekerjaan, segala perkara, segala apa saja, kehidupan kita di bumi ini, hanya dalam Yesus kita selamat, mendapatkan berkat, mendapatkan kerahiman-Nya atas kekeliruan-kekeliruan kita karena Tuhan belum menjadi hakim bagi kita semuanya. Ini yang mau saya sampaikan kepada kita di sini.

 

Hanya misi/tujuan Ibu Maria ke Indonesia, membawa anak-anakNya kembali kepada Allah seutuhnya. Itu tujuan yang luhur, yang mutlak, yang tidak bisa digantikan oleh apa pun. Siapapun yang tidak pulang, celakalah dia. Dia harus pulang. Dia harus kembali kepada Allah supaya dia tidak celaka bersama dunia ini. Ini yang dimintakan surga pada kita. Alangkah bahagianya kita kan? Kita sudah diselamatkan, kita dikasih firman-Nya, akhirnya kita dilindungi, disertai,  sekarang kita dibukakan, karena Tuhan mau mengerjakan sesuatu untuk dunia ini. Ibu Maria hadir. Persiapkan dirimu! Indah sekali. Berbahagialah kita yang dalam kelompok ini karena kelompok ini bukan ciptaan manusia. Kelompok ini adalah kehendak di Atas. Atas permintaan Ibu Maria, maka kita hidup berkelompok-kelompok, saling mengasihi, saling melayani, saling mencintai, saling memberi, membantu siapapun yang butuh dibantu, saling penuh pengertian kekurangan dan kelebihan, dan saling mengampuni. Itulah perjalanan dalam kelompok ini. kalau itu tidak ada dalam kelompok ini bagaimana kita bisa mengantar anak-anak Tuhan kembali kepada Allah?

 

Saudara-saudaraku, malam ini, perlu kita merenungkan kembali perjalanan rohani kita bersama Ibu Maria. Masihkah kita tidak megerti? Itu pesan-pesan kalau dibukukan, sudah kayak apa tebalnya. Sudah berapa jilid dari 1995 sampai saat ini 12 tahun. Ibu bicara terus. Itu dibukukan. Ya ampun. Kehadiran Ibu Maria di bumi ini tidak ada yang seperti ini, hanya di Indonesia Ibu banyak bicara. Di Indonesia, Ibu banyak bicara. Kalau di luar Indonesia, Ibu Maria hanya kasih pesan singkat dan singkat. Tapi di Indonesia, Ibu ngobrol, Ibu dekat, Ibu memberi isi hatinya kepada kita semua. Luar biasa tidak?

 

Luar biasa, jawab umat.

 

Luar biasa. Saat-saat terakhir, Ibu harus banyak ngomong. Kalau tidak banyak ngomong, nanti anak-anaknya keblinger. Pesan-pesan..terus ditutupi, pesan-pesan... ditutupi. Sekarang Ibu Maria ngomong saja. Silahkan mau dengar atau tidak, mau percaya atau tidak, silahkan. Mau diselidiki, silahkan. Terbuka, tidak ada yang tersembunyi. Sekarang Ibu Maria banyak bicara kepada kita anak-anaknya di Indonesia. Itulah keistimewaan kehadiran Ibu Maria di Indonesia, yang lain daripada yang lain. Semua mendengarkan, semua bisa merasakan apa yang dibicarakan oleh Ibu atas kehadirannya di Indonesia selama 12 tahun. Bayangkan! Bagaimana banyaknya kalau dicatat selama 12 tahun bicara? Bayangkan! Bisa tidak kalian bayangkan? 12 tahun bicara terus, bagaimana? Nangkap tidak? Bisa menyimak tidak apa yang disampaikan Ibu Maria? Paling-paling dari sini keluar, masuk lagi.. keluar (telinga, red). Nanti ada pesan baru lagi.. keluar. Tidak ada yang nyangkut dalam hati kita masing-masing. Itu keprihatinan Ibu Maria. Aku ada bersamamu sudah sekian lama, kenapa kamu juga tidak mengerti, kata Ibu Maria. Ini kata Ibu Maria. Tapi Ibu  begitu indah, begitu mengasihi kita dan mencintai kita dengan sabar. Ibu dengan sabaar sekali mau membimbing, mengarahkan kita supaya kita bersatu dengan Allah dalam kehidupan kita. Ini yang saya sampaikan. Mungkin kalau kita cerita dari awal mungkin kita tidak akan selesai satu hari seminggu, sebulan.... tidak selesai-selesai. Tapi saya mau mengatakan itu, tanggapilah, nyangkutlah, apa yang dikatakan Ibu Maria selama 12 tahun. Yang mana yang nyangkut? Ayo yang mana? Lupa..?

 

Maka hari ini mari kita mendengar apa yang Ibu inginkan selama 12 tahun sampai dengan janji nubuat itu sendiri yang sebentar lagi akan datang, apakah kalian sudah siap? Itu yang mau saya gugah. Apakah kalian sudah siap menghadapi kenyataan itu? Mulai sekarang ini kalian harus berubah, mengambil sikap, membenahi..mulai membenahi dalam kehidupan kita masing-masing. Karena hari itu cukup berat bagi setiap manusia yang ada di bumi ini. Dalam keraguan? Yang tidak percaya, apa lagi? Yang kita sibuk, apa lagi? Mari malam ini kita mohonkan doa restu Ibu Maria supaya didalam penantian ini kita tumbuh.

 

Baiklah saudara-saudaraku, kita mengucapkan syukur kepada Tuhan yang begitu baik dan mengantarkan Ibu Maria, supaya kita boleh mempersiapkan diri kita lahir dan batin. Supaya hari itu tidak menjadikan ketakutan bagi kita tetapi menjadikan kita sukacita untuk dalam penantian yang segera turun ke bumi ini. Ini saja yang saya sampaikan kepada kita semua yang berkumpul yang ada di sini.

 

Kita semua sudah memahami atas rencana Allah, kehadiran-Nya ke bumi ini. Kita sudah terima sepenuhnya. Tinggal kita saat ini, apakah kita menerima semuanya suka dan duka didalam kehidupan kita masing-masing. Kita tidak bisa menerima separuhnya, sedikit, secukupnya, tidak! Sepenuhnya, kita akan menerima kehadiran Tuhan didalam kehidupan kita masing-masing. Bagaimana Ibu Maria yang sudah dipersiapkan oleh Allah sebelum dunia dijadikan, roh Ibu Maria sudah ada bersama Allah. Itulah rencana Allah atas kehadiran-Nya. Dan nubuat ini, Allah berjanji untuk mengungkapkan semua janji-Nya kepada Maria untuk menyelamatkan manusia di bumi ini melalui Ibu Maria.

 

Ibu Maria menerima, karena Ibu Maria sudah tahu apa yang harus dia lakukan dan menerima tugas itu. Karena Ibu Maria sudah diberi pengertian yang sangat dalam oleh Allah maka semua itu baik-baik adanya. Dan dalam kelompok ini Allah meminta, dan mengantarkan Ibu Maria kepada kita semuanya. Ini cukup berat. Dari awal saya sudah menyampaikan, cukup berat untuk menerima tugas ini. Kalau dipikirkan secara pemikiran manusia, apa itu benar seperti itu? Pasti kita bertanya-tanya dalam diri kita masing-masing ya. Tetapi Allah punya rencana besar bagi setiap manusia dengan segala rencana-Nya yang Mahakuasa, dengan janji-janji-Nya itu, Tuhan tepati. Supaya ciptaan-Nya itu semua, apa yang dibawa dalam kesempurnaan supaya berada kembali bersama-Nya di surga. Itu suatu rencana yang cukup membahagiakan bagi mereka yang membuka hati untuk menerima janji-janji Allah.

 

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, kita telah mendengar tadi, ada 2 hal. Pertama, Ibu Maria dipersiapkan dengan baik. Kedua, Yohanes Pembaptis disiapkan dengan baik. Ketiga, rencana Allah akan terjadi dan terjadi, apa yang telah dijanjikan-Nya kepada para Nabi supaya janji-Nya itu sungguh-sungguh dinyatakan kepada dunia. Dan kita sekarang ini menerimanya dan kita boleh bersukacita dalam nama-Nya, bahagia dalam nama-Nya. Inilah yang mau saya sampaikan kepada Anda, kabar sukacita melalui malaikat Gabriel untuk menyampaikan semua itu. Dan kalau Anda bisa merenungkan sedikit, apakah itu hukum Gereja, tradisi gereja atau memang begitu kejadiannya? Dan kita dalam kelompok ini menerima, menerima nubuat ini juga sama. Ibu Maria hadir dan menyampaikan keinginannya kepada kita semuanya dan mau diajak bersama Ibu Maria untuk melayani anak-anaknya. Sama! Sama! Tidak usah pikirkan ibu Agnes berlebihan. Saya tidak berlebihan. Baru kali ini saya mau ngomong, sebenarnya sudah sekian lama saya mendiamkan hal ini, kenapa? Hari itu Ibu memberikan untuk kita semua di Indonesia supaya apa? Maksudnya apa? Ini semua terjadi didalam kelompok ini.

 

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, kita semua mengimani rencana Allah dari awal sampai Allah sendiri datang kembali ke bumi ini dan kembali ke surga. Kita terima sepenuhnya, tidak ada kita buang sedikit pun atau tambahkan sedikit pun didalam perjalanan sejarah rohani ini, kita penuh menerimanya dalam kehidupan kita masing-masing. Marilah kita bersyukur bahwa Allah itu baik adanya bahwa Allah itu ingin dekat kepada kita. Mari kita membuka hati supaya kehadiran-Nya boleh kita rasakan setiap saat supaya kita mendapatkan kekuatan lahir dan batin untuk menghadapi segala permasalahan hidup yang menyangkut dunia ini, pasti kita tidak akan sedih, kita tidak akan kecewa tapi kita selalu bersukacita dalam suka dan duka, didalam Yesus kita menang dan mengalahkan dunia ini. Amin.

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

Sudah sekian lama engkau bersama-KU anak-anakKu, dimanakah hatimu? Masihkah engkau tidak mengerti? Sudah sekian lama AKU bersamamu dalam kelompok ini bersama Ibumu Maria yang KU-berikan melalui anak ini. Dimanakah hatimu? Renungkanlah perjalananmu ini supaya kamu mengerti apa yang menjadi kehendak-KU. Aku telah memberikan Ibumu bersamamu dalam kelompok ini. Renungkan!

 

Jangan kamu berjalan sesuai apa yang engkau inginkan dalam kehidupanmu. Apa yang kau dapat? Tidak! Hanya dalam nama-KU engkau mendapatkan kebahagiaan itu. Karena AKU-lah kebahagiaan itu yang selalu ingin ada bersamamu.

 

Dengarkan AKU, kamu semua yang ada di sini. Jangan kau bertanya, tapi lihatlah dirimu sejauh apakah yang telah kau berikan, kau persembahkan kepada-KU? Apakah engkau tidak mengerti apa arti hidup yang KU-berikan kepadamu? Engkau tidak bisa hidup sendiri tanpa AKU. Apakah kamu mau bersama dunia tanpa AKU? Apakah engkau sampai kepada tujuanmu? Tidak! AKU-lah yang akan mengantarkan engkau sampai kepada tujuan. Tujuanmu adalah AKU. Ingat perkataan-KU ini. Sudah sekian lama AKU bersamamu dalam kelompok ini bersama Ibumu, dan AKU memberikan, banyak memberikan kepada kamu, dimanakah hatimu? Begitu besar dunia ini daripada AKU yang memberikan kamu hidup sampai saat ini? Celakalah kamu kalau kau mengikuti dunia, celakah kamu bersama dunia! Dan sia-sialah hidupmu, tidak akan mendapatkan apa-apa, dan tidak akan sampai kepada tujuan yang telah AKU sediakan bagimu. Tersesatlah kamu bersama dunia. Tetapi kalau kamu hidup bersama-KU, engkau akan bahagia. Bahagia. AKU-lah yang akan memberikan kebahagiaan itu dalam kehidupanmu.

 

Hai anak-anakKU, dimanakah hatimu? Masihkah engkau berpikir bersama dunia? Hai kamu, tidak tahu kapan AKU memanggilmu. Apa kamu sudah siap? Mulailah, benahilah dirimu mulai saat ini. Lihatlah AKU akan menurunkan segala sesuatu untuk dunia ini, melalui kuasa-KU AKU melakukannya. Itulah tanda akan terjadi, apa yang telah AKU katakan kepadamu.

 

Sekali lagi, apakah dunia ini bisa menyelamatkanmu? Dengan harta bendamu, dengan segala kemauanmu, dengan kepunyaanmu, hai anak-anak-KU? Celakalah kamu dengan harta bendamu itu, masuk bersama dunia ini.

 

AKU berkata kepadamu, bukalah hatimu untuk mengerti, dan renungkan apa yang AKU katakan ini kepadamu. Waktunya akan tiba. Apakah engkau siap menghadapinya? Ini KU-katakan kepadamu supaya kau merenungkan apa yang KU-berikan bersama Ibumu dalam kelompok ini.

 

Inilah saat-saat terakhir, AKU ingin kamu semua kembali kepada-KU. Baiklah, renungkan dan berbuatlah dalam kehidupanmu supaya kau mengerti betapa besarnya cinta-KU kepada kamu semuanya. Maka itu AKU datang dan AKU berikan cara ini untuk terakhir bagi dunia. Dan AKU mau menunggumu dengan setia. Datanglah, datanglah dan berbuatlah dan melayanilah kamu semua antara satu dengan yang lain supaya penuhlah kasih-KU, KU-berikan kepadamu. Sampai bertemu lagi dalam doa, AKU menunggumu. Dalam doamu, AKU menunggumu.

 

Terima kasih Tuhan, terpujilah nama-Mu.

 

Pesan Ibu Maria

 

Selamat malam anak-anakku semua yang ada di sini.

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Apakah kamu sadar, Aku sudah bersamamu sekian lama? Apa kamu mengerti tujuan Aku datang ke negaramu ini? Apakah kamu kamu memahami pengertian-pengertian yang telah Aku sampaikan melalui Agnes?

 

Anak-anakku, waktunya begitu cepat. Begitu cepat, anakku. Aku ingin kehadiranku ini membawa berkat bagi kamu, membawa keselamatan bagi kamu supaya kamu tidak mudah masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini. Karena Aku adalah ibu rohanimu. Aku sangat menyayangi kamu semuanya, dan Aku tidak pernah meninggalkan anak-anakku di seluruh bumi ini. Kini Aku datang diantara kamu, apakah kamu sudah bekerja dengan baik? Bersama Aku Ibumu Maria?

 

Anak-anakku, renungkanlah, kehadiranku ini membawa berkat bagi kamu supaya kamu hidup dengan baik, bersatu dengan Allah, supaya kamu bahagia menjelang hari itu tiba ke bumi. Apa kamu tahu waktunya hanya tinggal sedikit waktu saja? Apakah kamu sudah siap menghadapinya? Belum! Engkau belum siap!

 

Anak-anakku, engkau mengerti sudah sekian lama Aku ada bersamamu, bersama Agnes didalam kelompok ini di negaramu ini. Sudah sekian lama! Apakah hatimu ada didalam nubuat itu atau hanya engkau mendengar, sekejap, lenyap dari kehidupanmu?

 

Anak-anakku kamu yang setia bersama Agnes, terima kasih atas pelayananmu bersama Aku Ibumu. Melayani anak-anakku dalam suka dan duka dimana kamu menghadapi banyak hal dalam perjalananmu ini bersama Agnes. Terima kasih, engkau mengingatkan semua itu atas kehadiranku di negaramu ini.

 

Salamku juga untuk semua mereka yang bersama Agnes. Terima kasihku atas kerjasama untuk melayani anak-anakku.

 

Dan salamku juga untuk mereka para imam yang bersamamu, yang selama ini menyertai kamu dalam suka dan duka dalam melayani. Salamku untuk mereka semuanya. Terima kasihku.

 

Dan juga untuk Agnes. Terima kasihku kepada Agnes yang menerima tugas ini dengan baik, setia. Walapun anak-anakku yang lain tidak setia bersamaku tetapi Agnes setia. Inilah anakku yang Kuberikan kepadamu. Agnes, inilah yang dikasihi Tuhan, dipersiapkan oleh Tuhan saat-saat terakhir untuk anak-anakku. Agnes, anak ini, Aku bekerjasama dengan anak ini untuk melayani, untuk membahagiakan, untuk mengantar anak-anakku kembali kepada Allah. Agnes, inilah Kuberikan kepadamu, tanda kasihku, saat-saat terakhir, Agnes untuk menjadi saksi tentang kebenaran ini.

 

Anak-anakku semua yang ada di sini, Aku mengucapkan terima kasih, apa yang kau berikan dalam kelompok ini. Aku berterima kasih sangat dalam. Dan juga tempat ini, jagalah dengan baik dan bekerjasamalah bersama Agnes untuk tempat ini. Karena tempat inilah nanti akan terjadi banyak anak-anakku yang mencari dan berlindung di tempat ini. Jangan takut, tempat ini dilindungi oleh Allah, demi cinta-Nya kepada anak-anak-Nya.

 

Ini yang Kusampaikan kepadamu. Kuatkan hatimu, persiapkan dirimu dengan baik, saat-saat yang sudah mendekat ini yang akan turun diantara kamu. Banyaklah berbuat baik dan melayani di mana pun engkau berada.

 

Dan juga kamu yang dipanggil, persiapkan dirimu dengan baik. Jaga dirimu dengan baik supaya semua sampai kepada tujuan. Akhirnya selesai ataupun tidak selesai kamu tetap imam untuk bekerja kembali bersama Aku di bumi, setelah pemurnian selesai. Kamu tetap bekerja memulihkan kembali untuk rohani anak-anakku seperti semula. Aku berdoa untuk kamu supaya kamu dapat menerima, terlebih jaga dirimu baik-baik. Dekatkan dirimu kepada Tuhan dan banyak berdoa supaya kau dikuatkan dalam perjalananmu ini.

 

Ini yang Kusampaikan kepada kamu semua yang ada di sini. Dan terima kasihku kepada kamu. Kamu mengerti, sudah sekian lama, apa kamu bisa berbuat atau tidak, itu kembali kepada dirimu sendiri. Itulah yang Aku sampaikan kepadamu pada malam ini.

 

Selamat anakku, selamat bekerja dan berjuang dan melayani karena kamu akan menerima waktu yang telah dijanjikan oleh Allah untuk memurnikan dunia ini. Tinggal waktu saja, kamu menunggu. Bersabarlah dalam kamu menunggu dan berbuatlah lebih baik, lebih baik dalam kehidupanmu.

 

Ini yang Aku sampaikan kepada kamu semuanya yang ada di sini. Terima kasih semua atas kerjasama dengan Aku Ibumu di surga untuk melayani anak-anakku yang ada di negaramu ini.

 

Sampai bertemu lagi anakku. Kita akan bertemu dalam doa dimana kamu berdoa, disitu Aku hadir bersamamu. Aku menguatkanmu dan Aku mendoakanmu supaya kau masuk didalam doa itu, sungguh-sungguh penuh bertemu dengan Allah Bapamu di surga. Terima kasih anak-anakku semua yang ada di sini.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Sampai  bertemu anak-anakku. Sekali lagi salamku untuk semuanya, yang bekerjasama, yang sudah sekian lama bersamaku dan juga untuk imam-imamku Isak Doera, Heribertus, Alexius. Aku berdoa untuk dia supaya dia dikuatkan didalam perjalanan hidupnya. Terima kasih anak-anakku semua yang ada di sini. Salamku untuk Agnes anakku yang Aku kasihi dan juga kamu juga anakku yang Aku kasihi. Terima kasih, selamat malam untuk kamu semuanya.

 

Terima kasih Ibu Maria, selamat malam, jawab umat.

 

 

---ooo0ooo---