Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang
Bahagia
Jumat Pertama bulan Maret 2007
Di Tempat doa Hati Ibu Yang Bahagia, Cimahi,
2 Maret 2007
Pengantar Ibu Agnes
Ibu Maria
meminta kita berpuasa rohani. Untuk puasa fisik itu mudah, tapi kita tidak bisa
sampai kepada tujuan puasa itu sendiri. Tetapi puasa rohani mengantarkan kita
untuk lebih jauh menghayati arti pertobatan didalam kehidupan kita
masing-masing. Banyak yang bertanya pada saya, ibu bagaimana puasa? Saya
tanyakan kembali :Menurut kamu bagaimana puasanya?
“Saya pantang,
tidak makan daging.”
“Lho gimana,
ada orang yang tidak pernah makan daging. Sebulan sekali saja belum tentu makan
daging, harus dipantangi lagi? Bagaimana pendapat Anda?
Kalau tidak
bisa, saya akan sedikit menjelaskan supaya masa puasa ini sungguh-sungguh
mengantar kita kepada pertobatan yang berarti supaya pertobatan itu membawa
suatu kebahagiaan dalam diri kita masing-masing.
Ibu Maria
mengajarkan dalam kelompok ini berpuasa rohani. Sungguh-sungguh itu berpuasa
rohani, (misalnya) tidak marah. Sulit tidak marah. Kalau puasa makan bisa, aku
tidak mau makan kok. Apalagi orang gendut, dia pasti berpuasa, kebetulan
sekalian diet. Benar kan? Tetapi puasa rohani..? Mungkin anda sulit tidak
marah, susah. Nah ini diminta Ibu Maria. Berpuasalah kamu supaya
kelemahan-kelemahanmu terkikis di saat kamu berpuasa, dan menyadari kelemahan
kita masing-masing. Kalau sudah masuk puasa rohani nanti secara fisik kita bisa
melakukannya. Itu lebih mudah puasa fisik. Saya tidak makan satu hari, bisa!
Tapi untuk kelemahan ini kalau kita mau buang, kita harus berjuang. Ini
permintaan Ibu Maria. Jadi arti puasa itu sangat dalam artinya. Tuhan Yesus
juga 40 hari berpuasa. Boleh minum. Itu bukan berarti berpuasa itu harus
mengekang diri, satu hari tidak makan, tidak minum…tidak begitu. Tapi sebentar
lagi marah. “Eh tahu nggak aku sedang puasa?”
Sekarang kita
mau belajar puasa rohani. Tidak menjelang pra paskah ini saja tapi setiap hari
kita berpuasa, mengendalikan diri kita dengan baik. Ini mau saya sampaikan
kepada kita semuanya karena itulah permintaan Ibu Maria. Kita tidak marah itu
sudah puasa ya. Timbang anda tidak makan daging tapi marah. Pantang daging tapi
marah. Tidak ada artinya. Lebih baik kita merubah hidup kita dengan baik, semua
itu akan ditambahkan buat kita dan kita akan belajar untuk mengurangi keinginan
daging itu sendiri. Itu yang dimaksudkan Ibu Maria dan arti puasa itu juga
membahagiakan orang lain. Orang lain senang, bahagia, atas puasa menuju
pertobatan itu sendiri. Itu yang diminta Ibu Maria.
Saya
menyampaikan kepada Anda yang baru datang untuk ikut berdoa bersama Kelompok
Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia. Bukan Ibu Agnes yang bahagia tetapi Ibu
Maria yang bahagia di surga, mau membuat semua anak-anaknya semua bahagia dalam
arti di bumi dan bahagia juga kembali kepada Allah. Itu cita-cita yang sangat
dalam yang disampaikan oleh Ibu Maria. Bahagia sekali ya. Ibu Maria itu
membimbing kita semua, diarahkan kita semua supaya kita tidak terlena berjalan
di bumi ini. Walaupun Tuhan sudah kembali ke surga, Ibu Maria tetap diutus ke
bumi ini untuk kita. Jadi kita punya Ibu yang sangat mengasihi kita semuanya.
Apalagi saat-saat terakhir pemurnian ini.
Apa anda
merasa dingin sampai ke tulang? (udara malam itu terasa dingin, red)
Dingin, jawab
umat.
Pesan Ibu
Maria, musim dingin akan datang ke Indonesia. Kan lucu, Indonesia ini daerah
tropis kok bisa ada musim dingin…. Matahari akan sembunyi maka terjadilah
dingin itu sendiri. Ini yang saya mau sampaikan kepada anda yang baru datang
bergabung dengan kita. Selamat datang! Dan saya harap renungkan dan apa yang
tidak tahu boleh bertanya kepada Ibu Ola dan rekan-rekan, tentang pesan dsb.
Jangan ketinggalan. Ini yang mau saya sampaikan supaya kehadiran anda ini
sungguh-sungguh sangat bahagia bersama Ibu Maria. Dikatakan Ibu Maria bahagia,
kok anaknya tidak bahagia.
Dan apabila
kita mengalami suka-duka dalam perjalanan ini silih berganti, itu hal yang
wajar. Jangan merasa kita menderita. Namanya hidup, itulah hidup itu. Tidak ada
kehidupan itu tenang-tenang mendayung, terus kita mau sampai dimana. Maka dalam
penderitaan itu kita bertambah dekat dengan Tuhan. Jadi siapa pun yang saat ini
mengalami sesuatu dalam kehidupannya tidak usah kuatir, tidak usah takut dan
merasa sedih dan menderita. Tidak! Dalam Yesus tidak ada yang menderita, dalam
Yesus ada sukacita.
Saya ingat
dimana Tuhan Yesus ditanya oleh murid Yohanes Pembaptis. “Mengapa kami dan
orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”. Lalu apa jawab
Tuhan?
“Nanti waktunya
mereka akan berpuasa didalam nama-Ku” (Matius 9: 14-15)
Semua
perjalanan hidup kita hanya dalam Yesus Tuhan, tidak nyimpang-nyimpang kemana.
Hanya dalam DIA kita hidup, hanya dalam DIA kita bahagia, hanya dalam DIA kita
sampai kepada tujuan, surga. Kerahiman itu hanya diperuntukan kepada anak-anak
Tuhan. Anda percaya tidak?
Percaya, jawab
umat.
Percaya. Diluar
itu tidak dapat kerahiman. Tidak ada! Hanya untuk anak-anak Tuhan, luar biasa
tidak? Kan sudah dikatakan sejak Abraham. Yang dapat berkat siapa? Keturunan
Ishak. (Kejadian 21:12) Yang lain itu biarlah tumbuh memenuhi bumi ini
sebanyak-banyaknya.
Jadi
berbahagialah kita punya Tuhan yang Maha rahim. Karena Tuhan belum menghukum
bagi anak-anakNya yang percaya maupun tidak percaya. Kerahiman-Nya turun atas
kita semuanya. Diminta atau tidak diminta Tuhan berikan itu kepada kita.
Apalagi kita meminta. Sekejap itu terjadi. Bukan saja orang hidup, orang mati
dalam api penyucian itu juga kerahiman Tuhan turun atas mereka. Kata Ibu Maria,
doakan mereka. Didoakan atau maupun tidak didoakan mereka akan sampai kepada
tujuan, hanya transit sebentar dalam perenungan. Karena di situ terang Tuhan
tidak ada diantara mereka tetapi kerahimanNya bisa datang diantara mereka dan
kita yang masih hidup ini. Maka jangan kuatir, kalau kita jatuh dalam dosa kita
datang kepada Dia. Pasti Tuhan itu Maha rahim, Maha pengasih dan penyayang.
“Katakan Agnes kepada anak-anakKu”, kata Tuhan “bahwa Aku Maha rahim”. Sudah
banyak dalam kelompok ini yang sudah mati dalam penderitaan kita mohon
kerahiman Tuhan. Saat itu terang Tuhan datang menolong jiwa yang sedang
menangis, menjerit itu sendiri. Jadi tidak usah takut! Bersama Yesus tidak usah
takut. Yang penting kita setia kepada Dia. Kita berhak menerima kerahiman itu
karena Allah Maha rahim bagi anak-anakNya. Berbahagialah kita. Diluar itu tidak
mendapatkan kerahiman itu, mati sia-sia. Mengerti tidak?
Kakak ipar saya
saya kemarin meninggal. Waktu di ambulance, saya duduk di depan sama bapak,
dibelakang mbakyu saya sama mas sama jenasahnya, dengan mudimnya nyupir.
Berjalanlah ambulance itu ke makam, terus kakak ipar saya yang meninggal itu
diantar (rohnya melalui kuasa Allah), merintih dia.
“Dik Aku sedih”
. “Deg”, hati saya.
“Aku sedih.
Gelap sekali. Aku kemana ya dik?, tanyanya.
“Lho mbak,
keyakinanmu dimana? Ajaranmu dimana?”
“Ya aku tidak
mengerti. Hidupku kok tersia-sia. Dimana aku hidup aku sakit, dimana aku
pulang, aku dalam kegelapan.
“Gelap sekali
dik, aku kemana ya? Aku takut, takut sekali.
Wah, saya tidak
kuat mendengar rintihan kakak ipar saya.
“Aduh mbak aku
berdoa untukmu tapi bisa tidak? Tapi saya berdoa, Tuhan Yesus tolong! Tolong
saya jangan dipertemukan lagi. Saya tidak kuat Tuhan. Saya tahu, Engkau
menunjukkan ini, Engkau sampaikan ini supaya aku bersaksi kepada anak-anakMu.
Tuhan tolong, aku tidak bisa menerima ini semuanya, aku tidak kuat.
Akhirnya kakak
ipar saya menangis
“Sudah mbak
sampai sini saja karena kamu memilih jalan itu, terimalah jalan itu karena saya
tidak bisa membantumu”.
Jadi kakak saya
dalam penderitaan ya. Kakak saya orang muslim. Yang dikatakan Tuhan mati
sia-sia, ya itu mati sia-sia.
Maka anda semua
setialah kepada Yesus. Setia saja. Jatuh bangun yok bangkit lagi. Bukankah
Yesus mengatakan, “Ketika imanmu mau padam, anakKu, bangkitlah kamu. Akulah kekuatanmu.”
(bdk Wahyu 3:2) Begitu Maha rahimnya Dia. Dengan iman kita mau padam
dengan segala sesuatu persoalan yang kita temui di dunia ini Tuhan menolong.
“Bangkitlah anakKu. Akulah yang bisa menolongmu dan Akulah menguatkanmu”.
Mari kita
berjuang, apalagi masa puasa ini, kita merenungkan siapakah saya dihadapan
Tuhan, siapakah saya dalam keluarga saya, siapakah saya diantara teman-teman
saya, siapakah saya diantara umat. Ini perlu perenungan. Jadi masa puasa ini,
kerahiman Tuhan berlimpah, luar biasa untuk kita semuanya.
Kata rasul
Yohanes, apabila kau datang dan bertobat titik hitam itu akan lenyap dalam
kehidupanmu. Datanglah, datanglah segera. Kembalilah segera. Jadi ini yang mau
saya sampaikan pada kita semuanya. Hanya dalam Yesus, kita mengalahkan dunia
ini. Kata dunia adalah segala aneka ragam, apa saja yang membuat kita terlena.
Jangan mau ya! Kita mau menerima dalam kehidupan saya dan anda hanya Yesus.
Anda tidak tahu Yesus kayak apa baiknya. Ya ampun, saya kalau mau ngomong, ya
ampun saya baru tahu. Dulu saya tidak mengerti, sekarang ya ampun, Tuhannya
orang Kristen itu indah sekali. Yang bodoh orang-orang itu yang
meninggalkan Dia. Bodoh! Bodoh! Saya bersaksi begitu ingin Yesus dekat dengan
kita. Dekat dan dekat. Nah mari kita membuka hati untuk Yesus Tuhan supaya Dia
hidup dalam kehidupan kita masing-masing ya. Melalui kuasa-Nya menjangkau semua
anak-anak-Nya di seluruh bumi dan semua kita yang ada di sini.
Ini yang mau
saya sampaikan masa puasa ini supaya anda merenungkan apa arti puasa yang
diajarkan oleh Tuhan Yesus, maupun yang diingatkan oleh Ibu Maria. Jangan salah
arti. Jangan sampai kita meniru-niru puasanya yang diluar Tuhan itu. Itulah
puasa dunia/fisik. Tapi kita puasa rohani. Itu sangat dalam artinya supaya kita
bisa bertemu dengan Yesus setiap saat dimanapun kita berada maupun dalam suka
dan duka dalam segala persoalan yang sedang kita hadapi saat ini, sirna itu
semuanya. Akhirnya Ibu Maria mengajarkan berpasrah diri seutuhnya kepada-Nya.
Yang punya beban saat ini, jangan bersedihlah anda dengan segala apa yang anda
alami. Serahkan aja semua itu pada Tuhan, yang penting kita berusaha semaksimal
kemampuan kita. Kita antar semua itu pada Yesus Tuhan. Yesus Tuhan itu siapa?
Itu Allahmu, Sang Pencipta yang memberi kamu makan/hidup di bumi ini adalah
Tuhan Yesus Allah yang Mahakuasa. Amin saudara?
Amin, jawab
umat.
Mari kita
lanjutkan doa bersama. Yang baru menyesuaikan diri, kita mau masuk dalam
kepasrahan yang diajarkan oleh Ibu Maria untuk datang kepada Allah seutuhnya.
“Kembalilah anakKu kepada Allahmu seutuhnya.” Enak tidak? Enak! Kemanapun saya
tidak takut, mau mati dijalan, mau mati disana, tidak takut. Kematian itu
adalah suatu kebahagiaan yang diberikan Allah kepada kita. Mati yang bahagia.
Mari kita pujian.
Pesan Tuhan
Yesus(Sabda
Pengetahuan)
Saudara-saudara
yang terkasih, kita semua disayangi Tuhan, tidak ada beda-beda. Kita semua
disayangi Tuhan. Bagaimana kita menangapi kasih Tuhan itu yang diberikan kepada
kita? Tinggal kita yang mengembangkannya. Mari kita bersyukur pada Tuhan yang
Maha Pengasih dan Penyayang bersatu dengan Ibu Maria, kita boleh mengalami
kasih dan cinta-NYA hadir diantara kita pada malam ini dan hadir diantara kita
dalam keluarga maupun secara pribadi.
Anak-anakKU
yang AKU kasihi, itulah tanda kasih dan cinta-KU hadir diantara kamu supaya kau
mengerti bahwa AKU tidak jauh, Aku dekat. Maka dekatkanlah dirimu kepada-Ku
supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini.
AKU-lah
kekuatanmu anak-anak-KU. Tidak ada Allah yang lain yang ada di surga, hanya
AKU. Engkau harus percaya itu semuanya. Arahkan hatimu, seluruh kehidupanmu.
Arahkan semua itu kepada-KU. Mulai malam ini, renungkan dan kembalilah
kepada-KU seutuhnya supaya kamu bahagia dalam hidupmu, supaya kamu siap menghadapi
rencana-KU. Rencana-KU akan turun ke bumi ini untuk memurnikan dunia.
Persiapkan dirimu dengan baik.
Dan AKU minta
kepadamu, mulai saat ini, malam ini, AKU ingin engkau tidak lagi jauh dari AKU.
Sampai bertemu lagi anak-KU. AKU menunggumu di surga dengan setia, dengan
kasih, dengan cinta-KU, AKU berikan kepadamu.
Mari kita
datang kepada DIA - yang DIA minta datang kepadaKu dan setia kepadaKu – hanya
itu saja. Surga dan bumi adalah milik DIA. Kita punya berkat, punya harta tapi
kita bijaksana untuk melayani Tuhan melalui sesama. Ini yang perlu kita
renungkan
Pesan Ibu Maria
Salam untukmu
hai imamku yang Aku kasihi, selamat malam!
Selamat malam,
jawab para imam.
Dan juga kamu
anak-anakku yang ada di sini, selamat malam!
Selamat malam
Ibu Maria, jawab umat.
Terima kasih
untuk kamu semua yang Aku kasihi, bersama Agnes anakku ini yang Kuberikan
kepadamu. Supaya engkau mengerti anak-anakku, inilah jalan satu-satunya yang
Aku mintakan kepada Allah supaya dibukakan semuanya supaya tidak ada yang tersembunyi
bagi anak-anakku saat-saat terakhir dimana kamu akan mengalami pemurnian dunia
ini.
Anak-anakku
semua yang ada di sini, dan juga kamu berdua hai imamku, sungguh siapa pun kamu
sangat Aku kasihi. Aku berdoa, terus berdoa untuk kamu semuanya, khususnya kamu
Isak Doera dan juga Alexius. Berjuanglah anakku. Berjuang untuk menghadapi
dunia ini. Teruslah, terus, pasti kamu berdua akan mengerti apa yang Kukatakan
ini kepadamu. Aku sangat berharap supaya kamu tetap setia dalam perjalananmu,
dalam kehidupanmu, tetap setia. Doaku selalu menyertai kamu semuanya para imam
di seluruh bumi, dan kamu juga yang dipanggil didalam kelompok ini.
Alexius. Sunguh
Aku berharap kepadamu. Apa yang Aku maksudkan ini, engkau mengerti Alexius.
Harapanku sangat banyak untuk kesetiaanmu bersama Aku Ibumu untuk melayani
anak-anakku saat-saat terakhir yang telah Aku janjikan dalam kelompok ini.
Bersamamu juga
Isak Doera anakKu, di hari tuamu tenangkan hatimu, jangan banyak berpikir
tetang dunia tetapi arahkan hatimu kepada Allah supaya kau mengerti apa arti
hidup yang diberikan Allah kepadamu, di hari tuamu ini, Isak Doera.
Ya Ibu, jawab
romo Isak Doera Pr.
Terima kasih,
dan juga kamu anak-anakku yang Aku kasihi, yang bersama Agnes, tetaplah kamu
setia bersama Agnes untuk melayani anak-anakku. Jaga dirimu baik-baik. Dekatkan
dirimu sepenuhnya kepada Allah, saling mengasihi kamu, saling melayani kamu
bersama Agnes. Supaya engkau mengerti panggilanmu adalah untuk melayani bersama
Aku Ibumu di surga. Bekerja sama dengan Aku Ibumu di surga untuk melayani
anak-anakku saat-saat terakhir seperti ini. Aku berharap kamu satu, tidak ada
bedanya. Kamu satu bersama Agnes.
Sungguh Aku
mengatakan, berbahagialah kamu dipanggil di kelompok ini bersama Aku Ibumu. Ini
terbuka, tidak tersembunyi. Aku berharap kepada kamu semua yang melayani
bersama Agnes, mengertilah. Apakah kamu tahu…? Mengertilah Agnes itu. Aku Ibumu
di surga tidak bisa memberikan secara dunia kepada Agnes. Hanya Aku berdoa
supaya kamu semua mengerti dalam perjalanannya. Cukup berat untuk Agnes.
Saat-saat terakhir ini cukup berat untuk Agnes. Sebenarnya pekerjaan ini
bukanlah pekerjaan berat karena Allahmu sendiri yang menyelesai-kannya. Kamu
semua hanya sebagai saksi/sarana untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran ini untuk
membawa kembali anak-anakku. Jangan ada lagi mereka tersesat bersama dunia ini.
Anak-anakku
semua kamu yang ada di sini, hidupmu untuk Tuhan, bukan hidupmu untuk dunia.
Bahagia sekejap, yang tidak ada artinya sama sekali kalau kamu tidak bijaksana.
Inilah Aku mengatakan kepadamu supaya kamu juga boleh mengalami hidup yang
baik, hidup yang bahagia dalam kehidupanmu ini.
Anak-anakku
semua yang ada di sini, yang Aku kasihi semua yang ada di sini bersama Agnes
Aku menyapamu dari surga. Inilah caraku yang terakhir bagi dunia karena
pemurnian itu sangat penting bagi dunia ini, supaya boleh mengalami kebahagiaan
yang sebenarnya bersama Allah. Jangan kamu katakan itu tidak ada. Nanti kamu
akan mengalami bersama. Kalau kamu tidak siap, engkau akan ketakutan menghadapi
itu semuanya.
Anak-anakku
semua yang ada di sini, apa pun persoalannya, apa pun yang kamu hadapi saat ini
kepedihan, sedih, apa saja….Tidak anakku! Mulai malam ini semua peristiwa dalam
kehidupanmu bersuka-citalah dalam Allah yang mengasihi kamu, yang memberikan
kamu hidup sampai saat ini. Jangan ada lagi kekuatiran, jangan ada lagi!
Bawalah semua itu dalam doamu supaya engkau mendapatkan ketenangan dimana kau
berdoa. Supaya doa itu akan menjadi baik, pertemuanmu dengan Allah.
Anak-anakku
semua yang ada di sini, Aku tidak banyak menyampaikannya, sudah semua
disampaikan kepadamu. Tinggal kau menunggu satu persatu yang terjadi diantara
kamu di bumi ini maupun di negaramu ini. Bersiaplah dengan iman anakku supaya
kamu kuat menghadapinya segala peristiwa yang akan kamu hadapi bersama di
negaramu ini. Sudah dekat anakku. Apa yang kau cari? Buatlah, buatlah yang baik
dalam hidupmu.
Anak-anakku,
lakukan dalam pelayananmu dan berikan berkat yang diberikan Allah kepadamu bagi
mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan. Itulah hartamu anakku. Itulah
kebaikan, itulah kasih, tidak cukup dengan doa. Tidak cukup anakku! Berdoa dan
memberi dan melayani, sempurnalah perjalananmu ini. Anak-anakku, jangan
sembunyikan berkat itu. Tidak baik! Nanti berkatmu akan hilang dengan sia-sia,
nanti engkau menjadi manusia yang merugi dalam hidupmu.
Anak-anakku,
itulah kebaikan yang harus kau lakukan saat-saat terakhir ini supaya kau
bahagia. Anak-anakku, inilah yang Aku sampaikan kepadamu semua. Apa kamu sudah
mengerti?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Baik, kalau
kamu mengerti lakukan!
Ya Ibu, jawab
umat.
Lakukan dengan
baik. Lakukan anakku! Itulah anak-anak Tuhan. Anak-anak Tuhan, mengasihi,
mencintai, melayani, memberi dan mengampuni antara satu dengan yang lain. Itu
anak Tuhan. Supaya kamu bahagia. Sungguh Aku mengatakan bahagia di bumi,
sukacita, dan juga bahagia kembali kepada Allah dengan bahagia, dengan
sukacita. Jangan kamu pulang, takut menghadapinya tapi menerima dengan senang
di saat-saat terakhir dimana engkau dipanggil oleh Allah kembali dalam
kebahagiaan.
Anak-anakku
yang Aku kasihi, khususnya kamu hai imamku Alexius dan Isak Doera dan juga
Heribertus, salamku juga untuk dia. Sebentar lagi dia kembali, sebentar lagi
dia kembali, akan bersamamu dan melayani saat-saat terakhir. Itu yang Aku
sampaikan.
Dan Aku minta
kepadamu, anak-anakku, bumi akan digoncang oleh Allah. Tapi jangan takut!
Jangan takut! Semua akan menjadi baik. Ini yang Kusampaikan kepadamu, mulailah
berbenah diri. Dekatkan dirimu kepada Allah, berbuatlah yang baik, banyaklah
melayani. Lihatlah di sekitarmu banyak yang menderita. Bijaksana dengan berkat
yang diberikan Allah kepadamu supaya kamu tidak dituntut pertanggung jawaban
atas berkat itu sendiri. Nanti kamu akan berat menghadapinya.
Anak-anakku
yang bersama Agnes, kamu harus bisa tetap setia bersama Agnes, melayani bersama
Agnes. Agnes ini Kuberikan kepadamu. Lihat semua sudah diberikan, tidak ada
lagi yang tinggal baginya. Tidak ada anakku. Tempat ini juga diberikan untuk
anak-anakku. Inilah Agnes, dia dipersiapkan. Tanpa dipersiapkan, dia tidak akan
sanggup menerima tugas ini. Cukup berat. Dia masih manusia. Karena
kemanusiaannya itu Tuhan persiapkan dengan baik supaya dia bisa melaksanakan
tugas ini dengan baik, dengan sepenuhnya bersama kamu. Ini yang Kuberikan
kepadamu.
Dan Aku minta
kamu yang dekat, Isak Doera, Alexsius tetap bersama dan berjuang dan menjaga
diri dengan baik-baik supaya rahmat itu mengalir dalam kehidupan kamu, yang
mana kamu seorang imam diberikan tanggung jawab sepenuhnya untuk anak-anakku.
Inilah yang Aku sampaikan kepada kamu semua yang ada di sini.
Dan juga kamu
kepada Alexsius dan Isak Doera, kasih dan cintaku dan doaku selalu menyertai
kamu berdua dan semua para imam dan semua yang dipanggil, dia adalah bersamaku
seperti para rasulmu ada bersamaku setelah Tuhanmu kembali ke surga. Itulah
pekerjaanku bersama mereka sehingga kamu semua menerima keselamatan ini.
Berbahagialah
kamu, engkau mempunyai ibu di surga. Akulah Ibu Maria yang selalu bersama kamu
dalam doaku. Tidak pernah Aku tidak menyatukan doaku untuk anak-anakku di
seluruh bumi ini. Terima kasih untuk kamu semua yang ada di sini.
Terima kasih,
jawab umat.
Terima kasih.
Terima kasih anak-anakku. Inilah supaya kamu berjuang menjadi anak yang baik dan
baik-baik, seterusnya baik. Aku berdoa untukmu di surga. Terima kasih.
Terima kasih,
jawab umat.
Terima kasih,
terima kasih. Sampai bertemu anakku dalam doa. Dimana kamu berdoa di situ Aku
hadir melalui kuasa Allah. Aku antar doamu kembali kepada Allah. Semua akan
menjadi baik dalam kehidupanmu. Terima kasih.
Terima kasih,
jawab umat.
Terima kasih.
Sampai ketemu dalam doa anak-anakku, selamat malam!
Selamat malam
Ibu, jawab umat.