Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Jumat Pertama bulan Maret 2007

Di Tempat doa Hati Ibu Yang Bahagia, Cimahi, 2 Maret 2007

 

Pengantar Ibu Agnes

Ibu Maria meminta kita berpuasa rohani. Untuk puasa fisik itu mudah, tapi kita tidak bisa sampai kepada tujuan puasa itu sendiri. Tetapi puasa rohani mengantarkan kita untuk lebih jauh menghayati arti pertobatan didalam kehidupan kita masing-masing. Banyak yang bertanya pada saya, ibu bagaimana puasa? Saya tanyakan kembali :Menurut kamu bagaimana puasanya?

“Saya pantang, tidak makan daging.”

“Lho gimana, ada orang yang tidak pernah makan daging. Sebulan sekali saja belum tentu makan daging, harus dipantangi lagi? Bagaimana pendapat Anda?

Kalau tidak bisa, saya akan sedikit menjelaskan supaya masa puasa ini sungguh-sungguh mengantar kita kepada pertobatan yang berarti supaya pertobatan itu membawa suatu kebahagiaan dalam diri kita masing-masing.

 

Ibu Maria mengajarkan dalam kelompok ini berpuasa rohani. Sungguh-sungguh itu berpuasa rohani, (misalnya) tidak marah. Sulit tidak marah. Kalau puasa makan bisa, aku tidak mau makan kok. Apalagi orang gendut, dia pasti berpuasa, kebetulan sekalian diet. Benar kan? Tetapi puasa rohani..? Mungkin anda sulit tidak marah, susah. Nah ini diminta Ibu Maria. Berpuasalah kamu supaya kelemahan-kelemahanmu terkikis di saat kamu berpuasa, dan menyadari kelemahan kita masing-masing. Kalau sudah masuk puasa rohani nanti secara fisik kita bisa melakukannya. Itu lebih mudah puasa fisik. Saya tidak makan satu hari, bisa! Tapi untuk kelemahan ini kalau kita mau buang, kita harus berjuang. Ini permintaan Ibu Maria. Jadi arti puasa itu sangat dalam artinya. Tuhan Yesus juga 40 hari berpuasa. Boleh minum. Itu bukan berarti berpuasa itu harus mengekang diri, satu hari tidak makan, tidak minum…tidak begitu. Tapi sebentar lagi marah. “Eh tahu nggak aku sedang puasa?”

 

Sekarang kita mau belajar puasa rohani. Tidak menjelang pra paskah ini saja tapi setiap hari kita berpuasa, mengendalikan diri kita dengan baik. Ini mau saya sampaikan kepada kita semuanya karena itulah permintaan Ibu Maria. Kita tidak marah itu sudah puasa ya. Timbang anda tidak makan daging tapi marah. Pantang daging tapi marah. Tidak ada artinya. Lebih baik kita merubah hidup kita dengan baik, semua itu akan ditambahkan buat kita dan kita akan belajar untuk mengurangi keinginan daging itu sendiri. Itu yang dimaksudkan Ibu Maria dan arti puasa itu juga membahagiakan orang lain. Orang lain senang, bahagia, atas puasa menuju pertobatan itu sendiri. Itu yang diminta Ibu Maria.

 

Saya menyampaikan kepada Anda yang baru datang untuk ikut berdoa bersama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia. Bukan Ibu Agnes yang bahagia tetapi Ibu Maria yang bahagia di surga, mau membuat semua anak-anaknya semua bahagia dalam arti di bumi dan bahagia juga kembali kepada Allah. Itu cita-cita yang sangat dalam yang disampaikan oleh Ibu Maria. Bahagia sekali ya. Ibu Maria itu membimbing kita semua, diarahkan kita semua supaya kita tidak terlena berjalan di bumi ini. Walaupun Tuhan sudah kembali ke surga, Ibu Maria tetap diutus ke bumi ini untuk kita. Jadi kita punya Ibu yang sangat mengasihi kita semuanya. Apalagi saat-saat terakhir pemurnian ini.

 

 Apa anda merasa dingin sampai ke tulang? (udara malam itu terasa dingin, red)

 

Dingin, jawab umat.

 

Pesan Ibu Maria, musim dingin akan datang ke Indonesia. Kan lucu, Indonesia ini daerah tropis kok bisa ada musim dingin…. Matahari akan sembunyi maka terjadilah dingin itu sendiri. Ini yang saya mau sampaikan kepada anda yang baru datang bergabung dengan kita. Selamat datang! Dan saya harap renungkan dan apa yang tidak tahu boleh bertanya kepada Ibu Ola dan rekan-rekan, tentang pesan dsb. Jangan ketinggalan. Ini yang mau saya sampaikan supaya kehadiran anda ini sungguh-sungguh sangat bahagia bersama Ibu Maria. Dikatakan Ibu Maria bahagia, kok anaknya tidak bahagia.

Dan apabila kita mengalami suka-duka dalam perjalanan ini silih berganti, itu hal yang wajar. Jangan merasa kita menderita. Namanya hidup, itulah hidup itu. Tidak ada kehidupan itu tenang-tenang mendayung, terus kita mau sampai dimana. Maka dalam penderitaan itu kita bertambah dekat dengan Tuhan. Jadi siapa pun yang saat ini mengalami sesuatu dalam kehidupannya tidak usah kuatir, tidak usah takut dan merasa sedih dan menderita. Tidak! Dalam Yesus tidak ada yang menderita, dalam Yesus ada sukacita.

 

Saya ingat dimana Tuhan Yesus ditanya oleh murid Yohanes Pembaptis. “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”. Lalu apa jawab Tuhan?  

“Nanti waktunya mereka akan berpuasa didalam nama-Ku” (Matius 9: 14-15)

Semua perjalanan hidup kita hanya dalam Yesus Tuhan, tidak nyimpang-nyimpang kemana. Hanya dalam DIA kita hidup, hanya dalam DIA kita bahagia, hanya dalam DIA kita sampai kepada tujuan, surga. Kerahiman itu hanya diperuntukan kepada anak-anak Tuhan. Anda percaya tidak?

 

Percaya, jawab umat.

 

Percaya. Diluar itu tidak dapat kerahiman. Tidak ada! Hanya untuk anak-anak Tuhan, luar biasa tidak? Kan sudah dikatakan sejak Abraham. Yang dapat berkat siapa? Keturunan Ishak. (Kejadian 21:12) Yang lain itu biarlah tumbuh memenuhi bumi ini sebanyak-banyaknya.

 

Jadi berbahagialah kita punya Tuhan yang Maha rahim. Karena Tuhan belum menghukum bagi anak-anakNya yang percaya maupun tidak percaya. Kerahiman-Nya turun atas kita semuanya. Diminta atau tidak diminta Tuhan berikan itu kepada kita. Apalagi kita meminta. Sekejap itu terjadi. Bukan saja orang hidup, orang mati dalam api penyucian itu juga kerahiman Tuhan turun atas mereka. Kata Ibu Maria, doakan mereka. Didoakan atau maupun tidak didoakan mereka akan sampai kepada tujuan, hanya transit sebentar dalam perenungan. Karena di situ terang Tuhan tidak ada diantara mereka tetapi kerahimanNya bisa datang diantara mereka dan kita yang masih hidup ini. Maka jangan kuatir, kalau kita jatuh dalam dosa kita datang kepada Dia. Pasti Tuhan itu Maha rahim, Maha pengasih dan penyayang. “Katakan Agnes kepada anak-anakKu”, kata Tuhan “bahwa Aku Maha rahim”. Sudah banyak dalam kelompok ini yang sudah mati dalam penderitaan kita mohon kerahiman Tuhan. Saat itu terang Tuhan datang menolong jiwa yang sedang menangis, menjerit itu sendiri. Jadi tidak usah takut! Bersama Yesus tidak usah takut. Yang penting kita setia kepada Dia. Kita berhak menerima kerahiman itu karena Allah Maha rahim bagi anak-anakNya. Berbahagialah kita. Diluar itu tidak mendapatkan kerahiman itu, mati sia-sia. Mengerti tidak?

 

Kakak ipar saya saya kemarin meninggal. Waktu di ambulance, saya duduk di depan sama bapak, dibelakang mbakyu saya sama mas sama jenasahnya, dengan mudimnya nyupir. Berjalanlah ambulance itu ke makam, terus kakak ipar saya yang meninggal itu diantar (rohnya melalui kuasa Allah), merintih dia.

“Dik Aku sedih” . “Deg”, hati saya.

“Aku sedih. Gelap sekali. Aku kemana ya dik?, tanyanya.

“Lho mbak, keyakinanmu dimana? Ajaranmu dimana?”

“Ya aku tidak mengerti. Hidupku kok tersia-sia. Dimana aku hidup aku sakit, dimana aku pulang, aku dalam kegelapan.

“Gelap sekali dik, aku kemana ya? Aku takut, takut sekali.

Wah, saya tidak kuat mendengar rintihan kakak ipar saya.

“Aduh mbak aku berdoa untukmu tapi bisa tidak? Tapi saya berdoa, Tuhan Yesus tolong! Tolong saya jangan dipertemukan lagi. Saya tidak kuat Tuhan. Saya tahu, Engkau menunjukkan ini, Engkau sampaikan ini supaya aku bersaksi kepada anak-anakMu. Tuhan tolong, aku tidak bisa menerima ini semuanya, aku tidak kuat.

Akhirnya kakak ipar saya menangis

“Sudah mbak sampai sini saja karena kamu memilih jalan itu, terimalah jalan itu karena saya tidak bisa membantumu”.

Jadi kakak saya dalam penderitaan ya. Kakak saya orang muslim. Yang dikatakan Tuhan mati sia-sia, ya itu mati sia-sia.

 

Maka anda semua setialah kepada Yesus. Setia saja. Jatuh bangun yok bangkit lagi. Bukankah Yesus mengatakan, “Ketika imanmu mau padam, anakKu, bangkitlah kamu. Akulah kekuatanmu.” (bdk Wahyu 3:2) Begitu Maha rahimnya Dia. Dengan iman kita mau padam dengan segala sesuatu persoalan yang kita temui di dunia ini Tuhan menolong. “Bangkitlah anakKu. Akulah yang bisa menolongmu dan Akulah menguatkanmu”.

 

Mari kita berjuang, apalagi masa puasa ini, kita merenungkan siapakah saya dihadapan Tuhan, siapakah saya dalam keluarga saya, siapakah saya diantara teman-teman saya, siapakah saya diantara umat. Ini perlu perenungan. Jadi masa puasa ini, kerahiman Tuhan berlimpah, luar biasa untuk kita semuanya.

 

Kata rasul Yohanes, apabila kau datang dan bertobat titik hitam itu akan lenyap dalam kehidupanmu. Datanglah, datanglah segera. Kembalilah segera. Jadi ini yang mau saya sampaikan pada kita semuanya. Hanya dalam Yesus, kita mengalahkan dunia ini. Kata dunia adalah segala aneka ragam, apa saja yang membuat kita terlena. Jangan mau ya! Kita mau menerima dalam kehidupan saya dan anda hanya Yesus. Anda tidak tahu Yesus kayak apa baiknya. Ya ampun, saya kalau mau ngomong, ya ampun saya baru tahu. Dulu saya tidak mengerti, sekarang ya ampun, Tuhannya orang Kristen itu indah sekali.  Yang bodoh orang-orang itu yang meninggalkan Dia. Bodoh! Bodoh! Saya bersaksi begitu ingin Yesus dekat dengan kita. Dekat dan dekat. Nah mari kita membuka hati untuk Yesus Tuhan supaya Dia hidup dalam kehidupan kita masing-masing ya. Melalui kuasa-Nya menjangkau semua anak-anak-Nya di seluruh bumi dan semua kita yang ada di sini.

 

Ini yang mau saya sampaikan masa puasa ini supaya anda merenungkan apa arti puasa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, maupun yang diingatkan oleh Ibu Maria. Jangan salah arti. Jangan sampai kita meniru-niru puasanya yang diluar Tuhan itu. Itulah puasa dunia/fisik. Tapi kita puasa rohani. Itu sangat dalam artinya supaya kita bisa bertemu dengan Yesus setiap saat dimanapun kita berada maupun dalam suka dan duka dalam segala persoalan yang sedang kita hadapi saat ini, sirna itu semuanya. Akhirnya Ibu Maria mengajarkan berpasrah diri seutuhnya kepada-Nya. Yang punya beban saat ini, jangan bersedihlah anda dengan segala apa yang anda alami. Serahkan aja semua itu pada Tuhan, yang penting kita berusaha semaksimal kemampuan kita. Kita antar semua itu pada Yesus Tuhan. Yesus Tuhan itu siapa? Itu Allahmu, Sang Pencipta yang memberi kamu makan/hidup di bumi ini adalah Tuhan Yesus Allah yang Mahakuasa. Amin saudara?

 

Amin, jawab umat.

 

Mari kita lanjutkan doa bersama. Yang baru menyesuaikan diri, kita mau masuk dalam kepasrahan yang diajarkan oleh Ibu Maria untuk datang kepada Allah seutuhnya. “Kembalilah anakKu kepada Allahmu seutuhnya.” Enak tidak? Enak! Kemanapun saya tidak takut, mau mati dijalan, mau mati disana, tidak takut. Kematian itu adalah suatu kebahagiaan yang diberikan Allah kepada kita. Mati yang bahagia. Mari kita pujian.

 

Pesan Tuhan Yesus(Sabda Pengetahuan)

 

Saudara-saudara yang terkasih, kita semua disayangi Tuhan, tidak ada beda-beda. Kita semua disayangi Tuhan. Bagaimana kita menangapi kasih Tuhan itu yang diberikan kepada kita? Tinggal kita yang mengembangkannya. Mari kita bersyukur pada Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang bersatu dengan Ibu Maria, kita boleh mengalami kasih dan cinta-NYA hadir diantara kita pada malam ini dan hadir diantara kita dalam keluarga maupun secara pribadi.

 

Anak-anakKU yang AKU kasihi, itulah tanda kasih dan cinta-KU hadir diantara kamu supaya kau mengerti bahwa AKU tidak jauh, Aku dekat. Maka dekatkanlah dirimu kepada-Ku supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini.

 

AKU-lah kekuatanmu anak-anak-KU. Tidak ada Allah yang lain yang ada di surga, hanya AKU. Engkau harus percaya itu semuanya. Arahkan hatimu, seluruh kehidupanmu. Arahkan semua itu kepada-KU. Mulai malam ini, renungkan dan kembalilah kepada-KU seutuhnya supaya kamu bahagia dalam hidupmu, supaya kamu siap menghadapi rencana-KU. Rencana-KU akan turun ke bumi ini untuk memurnikan dunia. Persiapkan dirimu dengan baik.

 

Dan AKU minta kepadamu, mulai saat ini, malam ini, AKU ingin engkau tidak lagi jauh dari AKU. Sampai bertemu lagi anak-KU. AKU menunggumu di surga dengan setia, dengan kasih, dengan cinta-KU, AKU berikan kepadamu.

 

Mari kita datang kepada DIA - yang DIA minta datang kepadaKu dan setia kepadaKu – hanya itu saja. Surga dan bumi adalah milik DIA. Kita punya berkat, punya harta tapi kita bijaksana untuk melayani Tuhan melalui sesama. Ini yang perlu kita renungkan

 

Pesan Ibu Maria

 

Salam untukmu hai imamku yang Aku kasihi, selamat malam!

 

Selamat malam, jawab para imam.

 

Dan juga kamu anak-anakku yang ada di sini, selamat malam!

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih untuk kamu semua yang Aku kasihi, bersama Agnes anakku ini yang Kuberikan kepadamu. Supaya engkau mengerti anak-anakku, inilah jalan satu-satunya yang Aku mintakan kepada Allah supaya dibukakan semuanya supaya tidak ada yang tersembunyi bagi anak-anakku saat-saat terakhir dimana kamu akan mengalami pemurnian dunia ini.

 

Anak-anakku semua yang ada di sini, dan juga kamu berdua hai imamku, sungguh siapa pun kamu sangat Aku kasihi. Aku berdoa, terus berdoa untuk kamu semuanya, khususnya kamu Isak Doera dan juga Alexius. Berjuanglah anakku. Berjuang untuk menghadapi dunia ini. Teruslah, terus, pasti kamu berdua akan mengerti apa yang Kukatakan ini kepadamu. Aku sangat berharap supaya kamu tetap setia dalam perjalananmu, dalam kehidupanmu, tetap setia. Doaku selalu menyertai kamu semuanya para imam di seluruh bumi, dan kamu juga yang dipanggil didalam kelompok ini.

Alexius. Sunguh Aku berharap kepadamu. Apa yang Aku maksudkan ini, engkau mengerti Alexius. Harapanku sangat banyak untuk kesetiaanmu bersama Aku Ibumu untuk melayani anak-anakku saat-saat terakhir yang telah Aku janjikan dalam kelompok ini.

Bersamamu juga Isak Doera anakKu, di hari tuamu tenangkan hatimu, jangan banyak berpikir tetang dunia tetapi arahkan hatimu kepada Allah supaya kau mengerti apa arti hidup yang diberikan Allah kepadamu, di hari tuamu ini, Isak Doera.

 

Ya Ibu, jawab romo Isak Doera Pr.

 

Terima kasih, dan juga kamu anak-anakku yang Aku kasihi, yang bersama Agnes, tetaplah kamu setia bersama Agnes untuk melayani anak-anakku. Jaga dirimu baik-baik. Dekatkan dirimu sepenuhnya kepada Allah, saling mengasihi kamu, saling melayani kamu bersama Agnes. Supaya engkau mengerti panggilanmu adalah untuk melayani bersama Aku Ibumu di surga. Bekerja sama dengan Aku Ibumu di surga untuk melayani anak-anakku saat-saat terakhir seperti ini. Aku berharap kamu satu, tidak ada bedanya. Kamu satu bersama Agnes.

 

Sungguh Aku mengatakan, berbahagialah kamu dipanggil di kelompok ini bersama Aku Ibumu. Ini terbuka, tidak tersembunyi. Aku berharap kepada kamu semua yang melayani bersama Agnes, mengertilah. Apakah kamu tahu…? Mengertilah Agnes itu. Aku Ibumu di surga tidak bisa memberikan secara dunia kepada Agnes. Hanya Aku berdoa supaya kamu semua mengerti dalam perjalanannya. Cukup berat untuk Agnes. Saat-saat terakhir ini cukup berat untuk Agnes. Sebenarnya pekerjaan ini bukanlah pekerjaan berat karena Allahmu sendiri yang menyelesai-kannya. Kamu semua hanya sebagai saksi/sarana untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran ini untuk membawa kembali anak-anakku. Jangan ada lagi mereka tersesat bersama dunia ini.

 

Anak-anakku semua kamu yang ada di sini, hidupmu untuk Tuhan, bukan hidupmu untuk dunia. Bahagia sekejap, yang tidak ada artinya sama sekali kalau kamu tidak bijaksana. Inilah Aku mengatakan kepadamu supaya kamu juga boleh mengalami hidup yang baik, hidup yang bahagia dalam kehidupanmu ini.

 

Anak-anakku semua yang ada di sini, yang Aku kasihi semua yang ada di sini bersama Agnes Aku menyapamu dari surga. Inilah caraku yang terakhir bagi dunia karena pemurnian itu sangat penting bagi dunia ini, supaya boleh mengalami kebahagiaan yang sebenarnya bersama Allah. Jangan kamu katakan itu tidak ada. Nanti kamu akan mengalami bersama. Kalau kamu tidak siap, engkau akan ketakutan menghadapi itu semuanya.

 

Anak-anakku semua yang ada di sini, apa pun persoalannya, apa pun yang kamu hadapi saat ini kepedihan, sedih, apa saja….Tidak anakku! Mulai malam ini semua peristiwa dalam kehidupanmu bersuka-citalah dalam Allah yang mengasihi kamu, yang memberikan kamu hidup sampai saat ini. Jangan ada lagi kekuatiran, jangan ada lagi! Bawalah semua itu dalam doamu supaya engkau mendapatkan ketenangan dimana kau berdoa. Supaya doa itu akan menjadi baik, pertemuanmu dengan Allah.

 

Anak-anakku semua yang ada di sini, Aku tidak banyak menyampaikannya, sudah semua disampaikan kepadamu. Tinggal kau menunggu satu persatu yang terjadi diantara kamu di bumi ini maupun di negaramu ini. Bersiaplah dengan iman anakku supaya kamu kuat menghadapinya segala peristiwa yang akan kamu hadapi bersama di negaramu ini. Sudah dekat anakku. Apa yang kau cari? Buatlah, buatlah yang baik dalam hidupmu.

 

Anak-anakku, lakukan dalam pelayananmu dan berikan berkat yang diberikan Allah kepadamu bagi mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan. Itulah hartamu anakku. Itulah kebaikan, itulah kasih, tidak cukup dengan doa. Tidak cukup anakku! Berdoa dan memberi dan melayani, sempurnalah perjalananmu ini. Anak-anakku, jangan sembunyikan berkat itu. Tidak baik! Nanti berkatmu akan hilang dengan sia-sia, nanti engkau menjadi manusia yang merugi dalam hidupmu.

 

Anak-anakku, itulah kebaikan yang harus kau lakukan saat-saat terakhir ini supaya kau bahagia. Anak-anakku, inilah yang Aku sampaikan kepadamu semua. Apa kamu sudah mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Baik, kalau kamu mengerti lakukan!

 

Ya Ibu, jawab umat.

 

Lakukan dengan baik. Lakukan anakku! Itulah anak-anak Tuhan. Anak-anak Tuhan, mengasihi, mencintai, melayani, memberi dan mengampuni antara satu dengan yang lain. Itu anak Tuhan. Supaya kamu bahagia. Sungguh Aku mengatakan bahagia di bumi, sukacita, dan juga bahagia kembali kepada Allah dengan bahagia, dengan sukacita. Jangan kamu pulang, takut menghadapinya tapi menerima dengan senang di saat-saat terakhir dimana engkau dipanggil oleh Allah kembali dalam kebahagiaan.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, khususnya kamu hai imamku Alexius dan Isak Doera dan juga Heribertus, salamku juga untuk dia. Sebentar lagi dia kembali, sebentar lagi dia kembali, akan bersamamu dan melayani saat-saat terakhir. Itu yang Aku sampaikan.

 

Dan Aku minta kepadamu, anak-anakku, bumi akan digoncang oleh Allah. Tapi jangan takut! Jangan takut! Semua akan menjadi baik. Ini yang Kusampaikan kepadamu, mulailah berbenah diri. Dekatkan dirimu kepada Allah, berbuatlah yang baik, banyaklah melayani. Lihatlah di sekitarmu banyak yang menderita. Bijaksana dengan berkat yang diberikan Allah kepadamu supaya kamu tidak dituntut pertanggung jawaban atas berkat itu sendiri. Nanti kamu akan berat menghadapinya.

 

Anak-anakku yang bersama Agnes, kamu harus bisa tetap setia bersama Agnes, melayani bersama Agnes. Agnes ini Kuberikan kepadamu. Lihat semua sudah diberikan, tidak ada lagi yang tinggal baginya. Tidak ada anakku. Tempat ini juga diberikan untuk anak-anakku. Inilah Agnes, dia dipersiapkan. Tanpa dipersiapkan, dia tidak akan sanggup menerima tugas ini. Cukup berat. Dia masih manusia. Karena kemanusiaannya itu Tuhan persiapkan dengan baik supaya dia bisa melaksanakan tugas ini dengan baik, dengan sepenuhnya bersama kamu. Ini yang Kuberikan kepadamu.

 

Dan Aku minta kamu yang dekat, Isak Doera, Alexsius tetap bersama dan berjuang dan menjaga diri dengan baik-baik supaya rahmat itu mengalir dalam kehidupan kamu, yang mana kamu seorang imam diberikan tanggung jawab sepenuhnya untuk anak-anakku. Inilah yang Aku sampaikan kepada kamu semua yang ada di sini.

Dan juga kamu kepada Alexsius dan Isak Doera, kasih dan cintaku dan doaku selalu menyertai kamu berdua dan semua para imam dan semua yang dipanggil, dia adalah bersamaku seperti para rasulmu ada bersamaku setelah Tuhanmu kembali ke surga. Itulah pekerjaanku bersama mereka sehingga kamu semua menerima keselamatan ini.

Berbahagialah kamu, engkau mempunyai ibu di surga. Akulah Ibu Maria yang selalu bersama kamu dalam doaku. Tidak pernah Aku tidak menyatukan doaku untuk anak-anakku di seluruh bumi ini. Terima kasih untuk kamu semua yang ada di sini.

 

Terima kasih, jawab umat.

 

Terima kasih. Terima kasih anak-anakku. Inilah supaya kamu berjuang menjadi anak yang baik dan baik-baik, seterusnya baik. Aku berdoa untukmu di surga. Terima kasih.

 

Terima kasih, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih. Sampai bertemu anakku dalam doa. Dimana kamu berdoa di situ Aku hadir melalui kuasa Allah. Aku antar doamu kembali kepada Allah. Semua akan menjadi baik dalam kehidupanmu. Terima kasih.

 

Terima kasih, jawab umat.

 

Terima kasih. Sampai ketemu dalam doa anak-anakku, selamat malam!

 

Selamat malam Ibu, jawab umat.