Doa Pasrah Bersama
Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia
Di Wisma Shalom, Cisaura-Lembang, 18 Maret
2007
Pesan Tuhan Yesus
Anak-anak-KU
semua yang ada di sini, itulah AKU datang diantara kamu, itulah kuasa-KU. AKU
menyapamu melalui anak ini. Itulah kerinduan-KU supaya kamu semua mengerti
bahwa AKU ada, hidup dan dekat diantara kamu dan tidak pernah berubah dulu dan
sekarang sampai AKU datang kembali ke bumi ini.
Anak-anak-KU,
berdoalah sebut nama-KU, dan mintalah, AKU akab berikan pengertian apa yang
tidak engkau mengerti atas kehadiran-KU ini. Dan AKU minta kepadamu, hiduplah
kamu dalam kasih, dan tidak lagi kamu jatuh dalam dosa. Jagalah dirimu dengan
baik. Kalau kau datang kepada-KU, engkau akan kuat menghadapi dunia ini.
Renungkanlah apa yang kau terima dari pada-KU dan AKU ingin kamu utuh datang
kepada-KU dan menyerahkan seluruh hidupmu kepada-KU supaya kamu tidak masuk
dalam pencobaan lagi. Sampai bertemu lagi anak-KU. Datanglah, datanglah AKU
menunggu di surga.
Terima kasih Tuhan Yesus. Terpujilah nama-MU.
Pesan Ibu Maria
Salam untuk
anak-anakku semua yang ada di sini.
Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.
Salam damai!
Salam damai Ibu, jawab umat.
Allah memberkati
kamu semuanya.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Salamku juga
untukmu Isak Doera.
Salam Ibu, jawab romo Isak Doera Pr.
Salamku, sungguh
Aku mengasihimu Isak Doera. Setialah anakku. Setia! Kesetiaanmu itu membawamu
sampai kepada tujuan. Tujuanmu adalah Allahmu sendiri.
Dan juga kamu
Alexius, Aku memgasihimu apa adanya yang ada dalam dirimu. Engkau mengerti Aku
sangat mengasihimu. Terima kasih, Alexius.
Anak-anakku semua
yang ada di sini semuanya, terima kasih dimana kamu berkumpul bersama dengan
imam-imammu dan bersama Agnes untuk membuka hati dalam kebenaran. Kebenaran itu
tidak bisa sampai dalam kehidupanmu anak-anak-ku kalau kamu tidak membuka hati
karena Allah tidak pernah memaksa siapa pun. Siapa membuka hati, Allah ada
bersama dia. Mari saat-saat terakhir ini, bukalah hatimu anakku dan pergi
melayani, tolong saudara-saudaramu. Itulah kekuatanmu. Bukan doamu menjadi kamu
kuat. Berdoa dan melayani. Itulah, engkau kuat menghadapi kenyataan ini yang
turun ke bumi ini, sebentar lagi akan terjadi.
Anak-anakku,
jangan katakan itu tidak terjadi. Berbahagialah engkau yang percaya kepada
Allah maka kamu mempunyai ibu (yang) memberikan pengertian ini kepada kamu.
Tetapi sebagian yang hidup sebagai manusia, mereka tidak percaya kepada Allah,
dia tidak menerima dan tidak dipersiapkan, mereka akan mati sia-sia.
Anak-anakku yang Aku
kasihi, semua yang ada di sini, Aku mau bertanya kepadamu. Engkau datang ke
sini untuk apa?
Untuk memuliakan Tuhan, jawab umat.
Mendekatkan diri kepada Tuhan supaya bisa kembali kepada
Allah seutuhnya, jawab romo Alexius.
Ya, Aku ingin
kamu kembali. Itu saja. Doaku di surga terus memohon kepada Allah untuk
anak-anakku di seluruh bumi; dengan segala kekurangannya Aku mohon
kerahiman-NYA supaya anak-anakku semua selamat.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Terima kasih.
terima kasih.
Anak-anakku yang
Aku kasihi, Akulah Ibumu. Aku ada sebelum dunia dijadikan. Setelah itu Aku
dihadirkan ke bumi ini untuk kehadiran Tuhan Allahmu untuk menyelamatkan
manusia. Setelah peristiwa itu terjadi, Tuhanmu menyerahkan kamu semua kepadaku
(Yoh 19:26-27). Itu bagian dari kehidupanku,
kamu semuanya. Dan Aku adalah Ibumu yang diserahkan Allah langsung kepadamu.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Terima kasih
kalau kamu mengerti. Jadi jangan dipersoalkan kembali dimana Tuhanmu hadir
bersemayan di rahimku, datang dan kembali, semua itu kuasa-NYA. Dan Aku tidak
mengalami apa yang dialami wanita-wanita yang ada di bumi ini karena Aku adalah
roh. Tidak! Hanya meyakinkan karena Allahmu datang ke bumi ini untuk bertemu
dengan manusia. Allah berbuat dengan semua dialami manusia, bukan dosa. Jadi
apa yang dipertentangkan tentang kamu dan Aku, itu salah. Aku meminta kamu
sesuai dengan menyerahan Aku dalam kehidupanmu dan kamu dalam kehidupanku. Aku
meminta ada hubungan pribadi antara kamu, lepas dari Allah menjadi manusia.
Kamu mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Sampai di sini
apa kamu sudah mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Mengapa kamu
belum mengerti? Itulah permintaanku. Salam, salam persahabatan diikat oleh
kuasa Allah. Itu yang Kuberikan kepadamu. Mengapa dipersoalkan? Hai katakan
kepada imam-imammu. Yang bodoh siapa? Mereka bodoh karena tidak mau mengerti
sehingga mereka bodoh. Sudah jelas Aku-lah Ibumu, kamulah anakku. Terserah Aku
minta apa daripada kamu, dengan cara apa kita bisa bertemu? Dengan cara inilah
kita bisa bertemu, bersahabat dalam kebahagiaan. Bukan Aku minta dipuji. Tidak!
Bukan Aku minta disembah. Tidak! Hai kamu seorang ibu mempunyai anak,
mengajarkan apa kepada anak-anakmu?
Mengajarkan kebaikan, jawab umat.
Mengajarkan baik
dalam kehidupan anak-anakmu. Bagaimana kamu untuk bertemu, saling bertemu
dengan anak-anakmu, dengan cara apa yang kamu lakukan?
Bertemu dan berbicara, jawab umat.
Itu caramu.
Caraku berbeda karena Aku bukan ada seperti kamu di bumi ini. Aku meminta
salam-mu kepadaku. Itu salah?
Tidak Ibu, jawab umat.
Itu imammu yang
bodoh. Karena dia tidak pernah menyampaikan salam itu kepadaku. Dia hanya tertuju dengan kehadiran Tuhan
didalam rahimku tapi dia tidak mau menerima Aku dalam penyerahan dimana Tuhan
menyerahkan Aku kepadamu. Hai anak-anakku yang Aku kasihi, bacalah Kitab Sucimu
agar kamu mengerti.
Hai anak-anakku,
bolehlah Aku minta daripadamu, dengan cara ini kita bertemu setiap saat karena
salam itu akan didengar di surga. Allah berkenan, engkau meminta kepada Allah
menyampaikan salam itu kepadaku, hai anakku. Sudah jangan dipikirkan, nanti
kamu juga akan menjadi bodoh. (Umat tertawa, red)
Kamu tertawa?
Ya , jawab umat.
Kamu tidak bodoh.
Tapi jangan takut dan kuatir nanti mereka malu. Kamu jangan tertawa! Dengarkan
dengan hatimu. Jangan bebaskan dunia itu. Sungguh, sungguh karena Aku sedang
berbicara, dengarkan Aku dengan baik.
Ya, Ibu, jawab umat.
Baiklah
anak-anakku semua, inilah yang Aku sampaikan kepadamu. Nanti hari itu tiba..,
bukan hari itu tiba, sekarang ini juga mereka takut, sudah ketakutan! Tetapi
dengan kesombongannya mereka tidak membuka hati untuk mengerti semua peristiwa
yang telah Aku sampaikan kepadamu. Dengan kesombongannya.... Tapi kamu
anak-anak berdoa untuk mereka. Nanti mereka menangis. Kamu pikir mereka juga tidak
akan mengalami penderitaan? Hai anakku, banyak para imam bersembunyi dibalik
jubah di seluruh bumi. Pasti, kalau mereka tidak kembali mereka akan sedih dan
menangis dan menderita didalam bencana-bencana yang akan datang, turun ke bumi
ini maupun di negaramu. Lihat! Itu tidak akan selesai, tidak akan selesai!
Berarti waktunya sudah dekat. Itu akan digoncang. Negaramu ini akan digocang.
Runtuhlah semuanya. Tapi itu tidak perlu (kuatir) bagimu, Allah akan melindungi kamu semuanya.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Ya, sebentar lagi
kamu akan mengalami dan para imammu akan mengalami. Silahkan mengalami.
Anak-anakku yang Aku kasihi, dan Aku minta kamu semua yang ada di sini bekerja.
Apakah kamu mau bekerja?
Mau, jawab umat.
Sampaikan
kebenaran ini diantara kamu, saudara-saudaramu dan imam-imammu.
Ya Ibu, jawab umat.
Kamu berani?
Berani, jawab umat.
Pasti Tuhan akan
melindungi kamu asal kamu tidak sombong untuk menyampaikan kebenaran ini.
Tetapi dengan kasih, dengan cinta, tidak dengan kemarahan. Tapi bersukacitalah
apabila kamu ditolak. Itulah kasih! Apa kamu yang baru-baru ini mau bersedia
bekerjasama dengan Aku Ibumu?
Bersedia, jawab umat.
Hmm.., kamu
takut. Kamu takut. Bagaimana mungkin Aku masih banyak persoalan? Sampai
kapankah persoalan itu selesai baru kamu bisa melayani? Karena dalam hidup
tidak selesai dengan persoalan. Tetapi bagaimana kamu menerima, selesai atau
tidak. Hanya bisa selesai kalau kamu bersatu dengan Allah. Mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Baik, sampai di
sini pertemuan kita. Renungkan perjalananmu selama dua hari ini. Apa yang telah
kamu terima dan renungkan yang bisa kamu terima, yang tidak jangan kamu terima.
Itu akan membuat kamu tambah tidak mengerti. Siapa yang bisa menyelidiki Allah?
Tidak ada! Satu pun tidak ada. Allahmu tetap Allah yang Mahakuasa. Pikiran
manusia tetap pikiran manusia. Tetapi jangan disatukan dengan Allah, nanti kamu
tambah tidak mengerti. Mengerti kamu?
Mengerti, jawab umat.
Tapi terimalah
semua dalam kehidupanmu dalam Firman Allah, dalam kehidupanmu, dalam kamu
mengimani, dalam hidup menggereja, dalam hidup melayani, saling mengasihi dan
mencintai, diluar itu, jangan! Kamu angkat didalam perjalanan imanmu apalagi
saat-saat terakhir ini, iblis akan begitu mudah ikut campur tangan didalam
perjalananmu. Pegang saja Kitab Suci-mu, sudah cukup! Tidak perlu mengambil
dari sana dari sini, dari situ, tidak ada. Firman Allah adalah benar adanya dan
tetap abadi sampai dunia ini kiamat. Itu yang saya sampaikan kepadamu. Kamu
mengerti?
Ya Ibu, jawab umat.
Baik.
Dan Alexius, dan
Aku minta berikanlah contoh-contoh rohani kepada anak-anakku. Kamu mengerti,
mereka tidak mengerti. Mereka mengatakan bahwa itu benar, padahal kebenaran itu
sudah ada dalam kehidupan mereka. Dan Aku minta kepada Alexius, Aku meminta
sangat dalam, berikan yang mendukung iman anak-anakku supaya tumbuh. Supaya
mereka bisa merenungkan apa arti hidup saat terakhir ini supaya apa yang
Kusampaikan ini semuanya, semua siap.
Ya Ibu, jawab romo Alexius Widianto Pr.
Baik terima kasih
Alexius.
Dan terima kasih
anak-anakku semua yang ada disini, selamat berjuang dan bekerja untuk melayani.
Satu hal saya minta kepadamu, kalau kamu memberi diamlah. Tuhanmu tahu di surga
apa yang kau berikan itu. Tapi sekali kau beri, terus kamu berbicara,
sia-sialah apa yang kau berikan itu kepada saudara-saudaramu.
Ingat
anak-anakku, sebentar lagi untuk apa semua itu? Itu berlaku lagi. Nanti kamu
hidup dalam damai sehati sejiwa. Semua sudah ada. Kamu makan bersama-sama, kamu
melayani, kamu hidup, kamu memuliakan Allah. Itu untuk apa? Sekarang ini yang ada bagimu
berikan supaya kamu kuat dan selamat karena keselamatanmu adalah dari berkat
yang kau berikan kepada saudara-saudaramu, akhirnya terimalah surga didalam
kehidupanmu. Kenapa kamu memperhitungan semua itu? Itu dunia. Besok kamu
pulang, apakah benda itu, harta itu kau bawa pulang? Tidak anakku! Tidak!
Sekarang mulai membenahi diri. Kamu yang berlimpah berkat bijaksana dengan
berkat itu. Sedikit kau berikan, kalau kau tulus, besar artinya dihadapan
Allah. Besar kau berikan tapi itu semua untukku wah.... kamu tidak dapat
apa-apa.
Inilah yang
Kusampaikan agar kamu semua saling melayani, saling mengasihi, saling
mencintai, saling memberi antara satu dengan yang lain, dan mengertilah
penderitaan saudara-saudaramu. Memang hidup demikian, tidak ada kaya semuanya
dan tidak ada miskin semuanya. Kalau itu semua seperti itu, Allah tidak akan
dimuliakan. Anak-anakku, timbal balik, semua akan memuliakan Allah.
Anak-anakku, sampai di sini kamu semua mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih
untuk kamu semuanya dan Aku minta supaya kamu semua berjuang, jaga dirimu
baik-baik. Itu saja ya! Jaga dirimu baik-baik! Bukan kamu disuruh sempurna
anakku. Tidak bisa manusia sempurna. Tapi sempurna menjadi manusia itu bisa,
karena Allah akan memberikan itu kepadamu. Tapi kalau Allahmu tidak ada yang
memberikan, DIA sempurna sendirinya. Mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Terima kasih.
Kalian sedang berjuang dan berkumpul seperti ini.
Dan pergilah
Alexius kamu bersama Agnes dan semuanya, Isak Doera, dimana anak-anakku meminta
dilayani, pergilah melayani, jangan ditunda. Waktunya sudah dekat untuk kamu
semuanya.
Baik terima
kasih, sampai bertemu dalam doa. Dan apabila kamu menyampaikan salam ini
padaku, kuasa Allah Akan mengantar isi hatiku bersamamu di mana kamu berkumpul
bersama karena kamu adalah anakku dan Aku adalah Ibumu yang telah disatukan
oleh Allah. Tidak ada yang bisa merubah! Karena Allahmu sendiri yang memberikan
itu kepada kita, Aku dan kamu. Mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Terima kasih,
sampai bertemu lagi dalam doa.
Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.
---ooo0ooo---