Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang
Bahagia
Jumat Pertama bulan Pebruari 2007
di Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia, Cimahi,
2 Pebruari 2007
Pengantar Ibu
Agnes
Saudara-saudaraku
yang dikasihi Tuhan Yesus dan Ibu Maria, hari ini kita sungguh-sungguh
menikmati apa yang diminta dan dijanjikan oleh Ibu Maria. Saat ini
sungguh-sungguh kita bahagia. Rasanya ingin menangis ya… tetapi kata rasul
Yohanes, untuk apa kamu menangis? Lebih baik tangisanmu itu menjadi suatu
penghiburan didalam perjalananmu untuk melayani. Itu yang dipesankan rasul
Yohanes kepada saya. Kadang-kadang saya bangun tidur kaget. Ya ampun…! Kayaknya
saya terkaget-kaget terus dengan kondisi tempat ini… Tuhan, saya kok belum
bisa. Kayaknya saya masih ngimpi. Tapi mimpi itu dinyatakan oleh anak-anak Ibu
Maria yang mencintai Ibu Maria sehingga tempat ini…. membahagiakan lahir dan
batin.
Tetapi dengan
memberkatan tadi saya minta kepada saudara-saudara, bawalah tempat ini dalam
doamu di mana pun Anda berdoa. Jangan sampai Anda melupakan menyatukan tempat
doa ini supaya kita semua terlindung dari segala pencobaan yang datang dari
dunia ini. Saya mohon kebersamaan kita semua dan kita percaya Tuhan pasti
melindungi kita semua dan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendiri dalam suka
dan duka dalam pelayanan ini bersama Ibu Maria.
Saudara-saudaraku
yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, apakah saudara sudah mengalami suatu suka
cita didalam doa kerinduan bersama Ibu Maria?
Ya, jawab umat.
Bersuka cita.
Karena didalam doa kerinduan itu kita bisa bekerja sama dengan Ibu Maria untuk
mencapai suatu tujuan, untuk mencapai suatu kebahagiaan yang dimintakan kepada
kita oleh Ibu Maria. Karena Ibu Maria bahagia kok kita tidak pernah merasakan
kebahagiaan itu sendiri. Maka doa kerinduan itulah menjadikan kita mau melayani
tanpa pamrih dan kita tidak pernah memikirkan diri saya dan Anda dalam doa
kerinduan itu sendiri tetapi yang muncul adalah ‘aku mau Tuhan, aku mau Tuhan’.
Terus…, aku mau Tuhan. Walapun kita sudah terseok-seok menghadapi kenyataan ini
bersama Ibu Maria. Kita menghadapi suka dan duka bersama Ibu Maria, tetapi
rasanya tidak ada daya…. ‘Tidak ah Tuhan…!’ Tetapi tidak bisa. ‘Iya.., iya
Tuhan..’ kenapa apa? Begitulah Ibu Maria mengajarkan kepada kita bagaimana kita
mencintai Tuhan kalau kita tidak bisa melayani? Itulah yang dimaksudkan doa
kerinduan. Kamu katakan cinta akan Tuhan tetapi kamu tidak berbuat apa-apa
dalam kehidupanmu untuk melayani..? Melayani, berbuat baik dan terus ingin
berbuat baik. Terserah Tuhan sejauh mana perbuatan kita yang sudah kita lakukan
dalam hidup ini. Nanti kalau saya sudah mati, apakah saya berkenan atau tidak
berkenan, diterima atau tidak diterima. Dalam kematian itulah kita akan
menerima semua apa arti hidup yang kita persembahkan kepada Allah seutuhnya.
Jadi Ibu Maria ingin kita semua mempersembahkan diri kita. Bukan sekarang saja
tapi persembahan itu sampai akhir dari kehidupan kita adalah kematian yang
bahagia. Ini yang perlu kita dalami ya. Jangan lagi tidak mengerti apa itu doa
kerinduan supaya tidak dipersoalkan kembali. Nikmatilah secara pribadi, nanti
akan terbuka hatinya apa maksud Ibu Maria.
Rindu! Namanya
doa kerinduan. Itu rindu, rindu, rindu dalam kebaikan dan kebenaran, dalam
melayani, dalam hal memberi, apa saja yang bisa aku berikan dalam hidup saya.
Rindu, nama doa kerinduan, bukan doa rosario yang selalu meminta…. ‘Ibu Maria,
mohon bantuanmu supaya ujudku ini terkabul’… Memang Ibu Maria mengabulkan,
tetapi hanya sebatas itukah kita? Meminta, hanya meminta dan meminta tetapi
kita tidak rindu untuk berbuat sesuatu, sebagai rasa syukur kita kepada Allah?
Jadi sangat dalam arti doa kerinduan ini.
Jadi saya minta
kepada saudara-saudara, kalau ada yang bertanya tentang itu semua, lebih baik
Anda diam saja, tidak usah dijawab. Nanti kalau sudah dijawab tidak mengerti..
apa yang harus dijawab… nanti jadinya pengertian itu kabur. Jadi doakan saja
siapapun yang bertanya, doakan saja mereka semuanya. Karena saat-saat terakhir
ini tidak ada lagi bantah membantah lagi, tidak perlu lagi kita menyelidiki,
membantah, dan segala macam. Yang diminta Ibu Maria saat terakhir ini hidup
kita berubah dan berubah lebih baik, lebih baik, terus baik. Itulah permintaan
Ibu Maria. Memang berat ya tetapi kalau kita mau melakukan, itu sangat suka
cita, saya bisa melakukannya bersama Ibu Maria.
Ingat ya Ibu
Maria itu tidak akan berhenti bekerja sama anak-anaknya di seluruh bumi. Ingat
itu! Jangan sampai Ibu Maria memanggil, kita tidak mendengar. Ibu Maria
berteriak di surga, “anakku ayo pulang..pulang.. ayo bertobat anakku…pulang!”
itu seruan Ibu Maria di surga, berseru terus dan membimbing dan membawa
kita kepada Allah. Kalau Yohanes Pembaptis, berseru-seru di pandang gurun sana,
‘bertobatlah kerajaan Allah sudah dekat’ tapi Ibu Maria, “hai anak-anakku, pulanglah..
ayo bersama Aku, Kuantar kamu, Kubimbing kamu untuk masuk dalam kebahagiaan
itu, Allahmu sudah menunggumu di surga”.
Seperti kita
punya anak, mana tega anak kita menderita terpuruk-puruk kan? Tidak! Apalagi
Ibu kita di surga, lebih dari itu. Kita tidak mintapun, dia tetap berdoa untuk
kita semuanya. Siapa yang percaya kepada Tuhan Yesus, kita menjadi anak Ibu
Maria. Ini mau saya sampaikan, kenapa Ibu Maria datang ke Indonesia? Sekarang
dibuktikan sudah hampir 12 tahun Ibu Maria berada di Indonesia. Bekerja di
Indonesia, memanggil anak-anaknya di Indonesia termasuk kita yang ada di sini.
Itu adalah panggilan rohani. Tidak mungkin itu keluar dari diri kita sendiri
tanpa bantuan dari surga. Mengapa kita malam-malam ke sini berdoa? Ke rumah ibu
Agnes, ngapain? Setiap orang membuka hati, dia akan mendapatkannya. Mari kita
berjuang saat-saat terakhir ini, bersama-sama ya supaya permintaan Ibu Maria ke
Indonesia ini akan terbukti dan dibuktikan dan kita menjadi saksi tentang janji
Tuhan dan Ibu Maria, khususnya pembimbing kita adalah rasul Yohanes ya. Jadi
malam ini kita bersama sama menikmatinya…
Saya katakan
kepada pak Sawarno, kalau surga tidak bekerja, tidak mungkinlah.. dengan
kondisi yang terpuruk-puruk ini, (orang masih tetap mau memberi,
berpartisipasi, padahal,….) “….itu lebih baik untuk anakku, untuk keluargaku
…………” tetapi mereka mau membuka hati untuk memberikan berkat itu sendiri.
Itu kerja siapa? Kerja surga. Dan romo Widi menghimbau lagi walaupun tempat ini
sudah jadi dan diresmikan dalam misa dan dikuatkan, kita masih punya hutang.
Kita berdoa kepada orang yang kita utangi itu supaya…’sudah tidak usah
diingat lagi…aku ikhlas…kuberikan itu untuk Ibu Maria.’ (umat tersenyum,
red). Yang mendengar tolong sampaikan salam saya kepada beliau yang membantu.
Kata TuhanYesus, kalau kamu diminta bajumu, kamu kasih apa lagi… tuntas berikan
dong. Tapi ini harapan saya. Siapa yang punya telinga mendengar, saya rasa di
sini ada itu…orangnya… mudah-mudahan terketuk hatinya beliau itu untuk tidak
mengingat lagi hutang itu. Jadi kita tidak lagi terkaget-kaget setiap bangun
tidur…aduh hutang belum dibayar…Mau Anda berdoa untuk beliau itu? Doakan siang
dan malam ya…
Terutama untuk
romo Widi yang berjuang untuk mewujudkan tempat ini, saya berterima kasih romo.
Begitu alotnya, sekarang hatimu seperti…lembut seperti salju ya….terima kasih
romo Widi. Saya berharap romo tetap setia membimbing kami didalam kelompok ini
karena saat-saat terakhir, lihat sudah terpuruk-puruk negara kita dan juga di
negara lain. Itulah tandanya. Jadi saya mohon kepada romo supaya kami tidak
ditinggalkan begitu saja tapi kami meminta kerendahan hati romo untuk
mendampingi setiap saat suka dan duka didalam pelayanan ini untuk melayani
anak-anak Tuhan dan Ibu Maria di Indonesia. Terima kasih romo untuk semuanya.
Mari kita tepuk tangan untuk romo…..
Tapi surga
bersorak ria bagi anak-anaknya yang mau bekerja sama dalam kebaikan dan
kebenaran, surga senang kalau anakNya seperti ini. Kalau semua orang seperti
ini maka kita semua damai. Damai di hati, damai bersama Tuhan, damai di mana
saja dan saya harap dengan memohon pada Tuhan untuk melindungi tempat ini dan
tidak ada lagi yang menganggu tempat ini sampai pemurnian itu tiba.
(HARI-HARI INI
Jakarta dan sekitarnya dan beberapa kota di Indonesia dilanda banjir bandang )
Pesan Tuhan
Yesus (Sabda
pengetahuan)
Lihat, apa yang
sedang kau lihat….? Inilah awal AKU akan memulai rencana-KU dan AKU minta
kepadamu, tidak lagi kamu hidup menurut kehendakmu tetapi hiduplah menurut
kehendak-KU supaya kamu bahagia dan tidak mengalami kepedihan dan ketakutan
dimana AKU memberikan dengan segala rencana-KU, pemurnian dunia ini. Dekatkan
anakKU, dirimu kepada-KU. Satukan supaya kau tidak terlepas dari segala
peristiwa itu tapi kamu ada bersama-KU maka engkau bahagia.
Pesan Ibu Maria
Anak-anakku
yang Aku kasihi, selamat malam!
Selamat malam
Ibu Maria, jawab umat.
Selamat malam
juga untukmu Alexius, anakKu yang Aku kasihi dengan kesetiaanmu.
Selamat malam
Ibu, jawab romo Alexius Widianto Pr.
Terima kasih,
dan juga bagi kamu yang bersedia datang, yang dipanggil oleh Allah bersatu
dengan Allah dalam kehidupan (para frater, red).
Anak-anakku
semua yang ada di sini, ini Aku Ibumu datang melalui Agnes. Sekali lagi Aku
bahagia ,kamu telah memberikan yang terbaik, yang terindah untukku dan untuk
anak-anakku di tempat ini. Terima kasih untuk kamu semuanya.
Terima kasih,
jawab umat
Terima kasih.
Baiklah Aku mau mengatakan kepadamu, jagalah tempat ini dengan baik dan Aku mau
mengatakan tidak ada satupun yang menganggumu di tempat ini.
Terima kasih
Ibu, jawab umat.
Tuhan
memberkati semuanya didalam perjalanan ini bersamaku.
Anak-anakku,
Aku melihat semuanya apa yang telah kamu lakukan tapi ingat anak-anakku semua
yang ada di sini, bukan itu semuanya, tetapi yang Aku mintakan adalah imanmu
kepada Allah. Semua itu baik kau berikan kepadaku dan juga kau berikan
kepada Allah tetapi ingat semua itu baik tetapi apa yang telah kau
sediakan ini bukanlah menjadikan kamu selamat. Kamu mengerti?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Baik, semua
baik. Aku berterima kasih, apa yang kamu berikan kepadaku tetapi ingatlah
anakku iman yang benar adalah iman yang sunggug-sungguh kau nyatakan kepada
Allah.
Aku bahagia
sekali, Aku berterima kasih kepada kamu semuanya, dan salamku untuk
anak-anakku, semua mereka yang ikut serta didalam perjalanan rohani di tempat
ini. Engkau tahu Aku datang sudah sekian lama diantara kamu bersama Agnes.
Tidak berlama lagi anakku, kita semua akan bahagia menerima janji Tuhan. Akan
dipisahkan antara kamu dengan dunia. Yang bahagia hanya kamu.
Inilah yang
Kusampaikan kepada kamu. Jagalah dirimu baik-baik dan banyaklah berdoa dan Aku
minta, kekuatanmu, didalam kamu melayani, melayani sesamamu. Karena kasih Allah
hidup didalam melayani.
Anak-anakku, Aku
menyampaikan ini saat-saat terakhir ini. Lihat, Aku sudah menyampaikan kepadamu
banyak hal kepedihan, kesedihan, banyak yang menangis, banyak yang menderita,
banyak penyakit dengan tiba-tiba silih berganti. Itulah anakku. Ini semua tidak
bisa diselesaikan. (Baru akan, red ) Selesai setelah pemurnian nanti.
Anak-anakku,
sabarlah kamu semuanya untuk menghadapi kenyataan ini. Kamu akan bahagia
didalam segala peristiwa.
Anak-anakKu
yang Aku kasihi, bencana akan turun sebentar lagi. Lebih besar! Tetapi itu semua bukanlah membuat kamu sedih, tidak! Aku
minta kepada kamu semuanya jagalah dirimu dengan baik supaya pemurnian ini
membahagiakan kamu semuanya.
Anak-anakku
yang Aku kasihi semua yang ada di sini, Aku berdoa, Aku berdoa dan (aku)
bersamamu dengan segala peristiwa. Aku berjanji tidak meninggalkan kamu
sendiri. Inilah yang Aku katakan. Sudah waktunya anakku, persiapkan dirimu
dengan baik.
Dan terima
kasihku kepada Alexius, terima kasihku yang sangat dalam. Penyerahan dirimu
bersama dengan Aku Ibumu bersama Agnes dan anak-anakku di negaramu ini.
Cukuplah,
jangan lagi dipersoalkan, biarkan itu. (apa yang, red) mereka lakukan
(terhadap) kamu semuanya. Aku berdoa kepada Tuhan bagi imammu. ( Imam yang
mempertanyakan/ meragukan doa salam pujian Maria dan doa kerinduan ) Tidak
lagi kamu menanggapi keinginan-keinginan dagingnya yang begitu besar untuk
mempertanyakan tentang Aku. Aku yang memberikan itu kepadamu. Itulah yang kau
katakan kepadaku, salam dari kamu semua anak-anakku (Salam pujian pada Ibu Maria,
red), Aku terima. Itulah caraku untuk bertemu dengan kamu. Tidak lagi
dipersoalkan lagi. Jangan diteruskan lagi, dan jangan takut kamu semua
anak-anakku. Nanti mereka akan menyesal, akan malu dengan keinginan dagingnya
yang begitu besar untuk meyakinkan kebenaran-kebenaran yang datang dari
dirinya. Aku berdoa untuk imammu itu. Jangan kamu takut! Cukuplah apa yang
telah kamu berikan pengertian itu pada mereka. Sudah cukup, jangan dilanjutkan
lagi. Biarkan saja. Tetaplah kamu berdoa, melayani, mengasihi dan mencintai.
Itulah, engkau akan menang. Kebenaran adalah Allahmu sendiri.
Anak-anakKu
yang Aku kasihi semua yang ada di sini, bersabarlah sebentar menunggu hari itu
tiba. Sudah waktunya anakku. Sudah waktunya! Inilah yang Aku sampaikan
kepadamu.
Dan juga
sampaikan salamku kepadamu imammu Isak Doera. Salamku juga untuk Heribertus dan
semua mereka yang membuka hati, salamku untuk mereka semuanya. Ini yang Aku
katakan kepadamu.
Baik, inilah
pertemuan kita bersama Agnes. Aku Ibumu menyapa kamu dan percayalah Aku Maria,
melalui Agnes Aku menyapamu. Berbahagialah engkau saat ini boleh bersamaku
didalam perjalanan rohani ini. Baik anak-anakku, terima kasih untuk semuanya.
Terima kasih
Ibu, jawab umat.
Dan juga terima
kasih kepadaku kepadamu Alexius. Terima kasih. Teruslah sampai hari itu
datang, engkau tetap setia bersama Aku untuk melayani anak-anakku semuanya.
Terima kasih
ibu, jawab romo Alexius Widianto Pr.
Terima kasih
untuk semuanya. Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih untuk tempat ini,
begitu indah yang diberikan untuk anak-anakku semuanya yang datang ke tempat
ini. Terima kasih sekali lagi untuk kamu semuanya.
Terima kasih
Ibu, jawab umat.
Terima kasih
anak-anakku. Aku bahagia. Tenanglah kamu semuanya. Datanglah ke sini untuk berdoa,
pasti kuasa Allah akan mengantar Aku bersama kamu di tempat ini dan di mana pun
mereka berdoa pada waktu yang sama. Jangan dipikirkan, itu adalah kuasa Allah
yang mahakuasa. Ini yang Kusampaikan kepadamu pada malam ini. Sekali lagi
anak-anakku, terima kasih untuk kamu semuanya.
Terima kasih
Ibu, jawab umat.
Selamat
menempati tempat ini. Aku Ibumu pasti, pasti hadir di tempat ini maupun di mana
anak-anakku berkumpul Aku juga hadir bersama mereka. Aku satukan semuanya
didalam doaku di surga. Terima kasih, sampai di sini pertemuan kita
anak-anakku.
Terima kasih
untuk Alexius dan berserta ibumu dan semua saudara-saudaramu. Bawalah berkat
itu dalam kehidupanmu untuk semuanya. Alexius Aku berdoa untukmu. Sampai
bertemu lagi anakku dalam doa. Selamat malam untuk kamu semuanya.
Selamat malam
Ibu Maria, jawab umat.
—ooo0ooo—