Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang
Bahagia
Pada Acara Rekoleksi bulan Desember 2007
Di Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia, Cimahi, 30 Desember
2007
Kata Pengantar
Mgr Isak Doera,
romo Alexius Widianto yang saya cintai dan semua saudara-saudaraku yang
dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, selamat kita bertemu pada hari ini.
Saya berharap
Anda semua mulai membuka hati dan membenahi, apa yang harus saya lakukan dalam
hidup saya, untuk Tuhan dan untuk saudara-saudaraku dimanapun aku berada? Ini
perlu perenungan yang sangat dalam. Tidak mudah untuk melayani karena melayani
penuh perjuangan dan pengorbanan. Kalau anda tidak siap anda merasa terusik,
tidak ada ketenangan, merasa terganggu dengan semua perjalananmu di mana pun
anda berada. Kita perlu perenungan untuk hari esok. Tahun ini anda belum
berbuat tapi berjanjilah kepada Tuhan supaya bisa, saya dan anda untuk mulai
melayani. Tahun depan tinggal beberapa hari lagi. Masa lalu kita tinggalkan,
karena Tuhan menunggu di depan, dan hari esok, tahun depan itu, kita harus
berjuang.
Rasul Yohanes
mengatakan selama 2 tahun ini jagalah dirimu baik-baik. Lihat, tahun ini sudah
terjadi apakah? Bencana di seluruh Indonsia dan seluruh bumi, tahun ini! Tahun
depan apalagi? Nah kapankah kesempatan saya dan anda untuk berbuat baik? Karena
mengasihi Yesus itu bukan hanya doa ya. Tidak cukup dengan doa, tapi berbuatlah
khususnya dalam keluarga kita masing-masing supaya kita bisa melakukan yang
indah diluar keluarga kita. Ingat ya Tuhan melayani, Tuhan menyertai sampai
akhir zaman. Tidak usah kita pikirkan sampai akhir zaman tapi sampai kita
dipanggil. Ingat itu! Hartamu tidak bisa menyelamatkanmu terkecuali hartamu kau
berikan kepada mereka yang membutuhkan.
Saudara-saudaraku,
tahun depan ini saya mau mengulangi kembali, karena masih ada 27 stasi. Mereka
butuh pemberkatan (sakramen perkawinan di stasi-stasi paroki Oinlasi NTT, red)
di Gereja, dan ditambah lain-lain, mungkin paroki yang lain. Itu membutuhkan
dana. Anda tahu bagaimana sulitnya saudara-saudaramu di sana. Mereka untuk
menyambut Tuhan dalam Misa, dalam komuni itu 4 bulan sekali, itupun belum tentu
mereka mendapatkannya. Untuk pergi dari rumah ke Paroki mereka harus
mengeluarkan dana cukup besar. PR untuk kalian tahun depan. Beranikah anda
untuk menyumbangkan berkatmu untuk saudaramu di sana yang belum terberkati
dalam sakramen perkawinannya? Salah siapa? Apakah salah umat atau salah romo?
Apa salah tradisi karena cukup dengan kawin adat, sudah sah. Mana yang salah?
Saya bilang sama romo, romo yang salah. “Tapi kan aku baru bertugas di sini ibu
Agnes, itu kan peninggalan romo-romo zaman dulu.”
Anda tahu, saya
akan masuk melangkahi gunung itu…. Apa aku kuat? Karena mobil tidak bisa masuk,
mobil yang bisa masuk itu yang punya dobel gardan karena jalannya licin,
berbatu-batu, separuh harus jalan. Saya harus menyebrangi gunung untuk
menemukan mereka, 27 stasi. Apakah saya bisa menyelesaikan 1 minggu? Ndak tahu!
Atau satu bulan di sana terus muka-ku hitam semua, keriting, terus kalian
lupa sama saya……Ini PR bersama ya. Tolong pikirkan bersama supaya mereka
selesai.
Untuk ke Pulau
Rote saya belum bisa karena ombak tinggi, gelombang besar, badai. Tidak ada
pesawat ke sana harus melalui laut menuju Pulau Rote.
Banyak sekali
PR yang harus kita kerjakan. Tapi, itu kan urusan keuskupan?…… tidak! Itu anak
Ibu Maria. Kita tidak usah pikirkan ini urusan keuskupan, urusan paroki.
Nah yang di
sini, pergilah kalian di Paroki masing-masing untuk melayani mereka. Tidak usah
bawa bendera kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia. Tidak usah!
Berkelompok-kelompoklah kalian di paroki masing-masing dimana saudara-saudaramu
yang membutuhkan, bergegaslah menolong mereka. Cari! Jangan diam! Cari! Siapa
yang harus kami layani?
Ini ada berapa
paroki? Ada 10 paroki? Ada! Tolong berkelompok-kelompoklah saudara-saudara.
Bekerjalah dan melayani. Pikiran, perasaan, tenaga, materi, ini digabungkan.
Siapa yang tidak punya materi, saya tenaga dan pikiran, aku mau melayani. Yang
punya materi silahkan! Ada apa sih di situ? Oh mereka membutuhkan tenaga.
Pergi, layani dengan tenagamu dengan segala yang ada dalam hidupmu. Oh di sana
apa? Oh mereka butuh sarana biaya, misalnya mereka yang tidak bisa berobat
karena tidak punya biaya. Gotong royong, kata Ibu Maria. Dimana ada
kelompok, di situ tidak ada penderitaan. Benar tidak? Kenapa diam? Takut ya
kalian? Ibu Maria mendesak kita untuk melayani anak-anak Dia, anak-anak Tuhan.
Kita kan anak Ibu Maria, anak Tuhan dan kita disuruh bekerja sama Ibu Maria,
bersama Ibu Maria kita melayani mereka. Jangan tutup mata, telinga di tutup,
ada di sana yang menderita, …ah jangan di dengar…
Saudara-saudaraku,
rasul Yohanes sudah mengingatkan, tidak cukup kamu berdoa untuk
melayani. “Aku cukup ya berdoa di sini” saudaraku ada di rumah sakit, aku
di rumah saja. Tidak bisa! Lihat apa yang mereka butuhkan, itulah pelayanan.
Oh,,, tidak main-main! Kita dilayani oleh Tuhan, terus kita enak-enak? Tidak
dong!
Jadi ini PR
tahun depan dalam Paroki masing-masing. Ada 5 -6-7 orang cukup, kuasa Allah
akan bekerja. Tidak usah banyak-banyak, 7 orang saja dalam paroki, Tuhan akan
bekerja. Tuhan akan memberikan jalan, Tuhan akan memberikan kekuatan asalkan
anda itu tulus melayani, tanpa pamrih. Maksudnya untuk mencari pujian. Tidak
ada! Tidak ada cari pujian! Tidak ada! Tidak usah dikenal, tidak usah! Tapi
orang itu berbahagia karena pelayanan kita bersama Ibu Maria.
Dimana kita
melayani, di situ Ibu Maria hadir, kalau kalian mengerti. Melalui kuasa Allah,
dalam situasi yang sama. Kan Ibu Maria diantar oleh Tuhan di seluruh bumi dalam
hal yang sama, jam yang sama, menit yang sama. Ibu Maria bisa sekaligus
bersama anak-anaknya melayani karena Kuasa Allah begitu besar menaungi semua
manusia di seluruh bumi ini. Jangan dikira di tempat ibu Agnes saja, Ibu Maria
bekerja… tidak! Bodoh kalian! Dimana kalian mewartakan, dimana kalian berbuat
baik, disitu kasih Allah hadir, Ibu Maria juga ada bersama anak-anakNya
melayani.
Jadi jangan
kita pikirkan apakah Ibu Maria hadir tidak ya? Itu alangkah bodohnya,
mempersempit kuasa Allah menaungi kehidupan manusia. Tidak terbatas! Kuasa
Allah tidak terbatas. Maka pergilah melayani, cepat-cepat melayani. Layanilah
saudaramu lebih dahulu.
Untuk
mengorek-ngorek saudara-saudara kita itu sampai mati tidak akan selesai. Tidak
usah kalian kemana-mana. ….tsunami yuk … ke sana… padahal saudara-saudara kita
terkapar-kapar. Cari apa kita semuanya? Cari sensasi, cari hormat, cari hebat?
Oh ini orang Katolik lagi bekerja. Padahal banyak saudara-saudara kita lagi
terpuruk-puruk membutuhkan pertolongan.
Kata rasul
Paulus, layanilah saudara-saudaramu dahulu. Saudara-saudaramu yang seiman. (bdk
Galatia 6:9-10) Tidak usahlah kita sok-sok-an menolong, orang mereka juga tidak
megenal DIA Sang Pencipta dan mereka juga menghujat Sang Pencipta itu sendiri
dalam kehidupannya. Terus kita tolong mereka…??? Padahal…” tolong Tuhan, aku
tidak makan, sedang berdoa kepada Yesus…” tolong Tuhan anakku sakit, aku tidak
punya dana…tolong Tuhan. Itu terbengkalai karena kita berbondong-bondong supaya
kelihatan umat Katolik itu punya kasih, punya cinta, kita pergi ke sana. Kita
tinggalkan orang yang sedang berdoa memohon bantuan dari kita masing-masing.
Tolong
dimengerti karena Ibu Maria cukup dalam mengantar kita dalam kelompok supaya
kita mengerti, supaya kau mengerti arti hidup yang diberikan Tuhan kepadamu.
Itu kata Ibu Maria.
Yang belum
melayani, melayanilah kalian. Mulai, mulai… dalam keluarga dulu…mulai ya. Saya
berharap malam ini untuk tahun depan karena tahun depan itu lebih sulit, banyak
penderitaan, banyak kesulitan, banyak yang menangis, wah….. tahun depan…..
Persiapkan diri kita dengan baik. Kekuatan kita adalah dalam sesama. Benar
tidak saudara- saudaraku? Kekuatan kita adalah dalam melayani. Itulah iman.
Iman yang sungguh-sungguh diharapkan oleh Tuhan. Melayani ya! Saya berharap
seperti itu.
Di sini jangan
berbohong ya. Saya pikir kalian juga pernah mendengar tapi juga tidak berangkat
dengan kesusahan saudaramu. Jangan bohong! Minta ampun pada Tuhan. Kata rasul
Yohanes jangan kau menutupi kebaikan dan kebenaran itu. Dosa bagimu! Kita
mendengar di sana ada yang sakit…”ahh…ahh, kan baru masuk, paling tidak kan 2-3
hari”, kok kayak gitu. Benar ngak, ada di sini? Kok malah mendoakan lama-lama
di rumah sakit.
Tuhan Yesus
sudah mengatakan, Tuhan sudah mengajarkan pelayanan dalam Kitab Suci itu
sendiri, dimana aku lapar, dimana aku haus, dimana aku tidak pakai baju, itu
artinya melayani. (bdk Mat 25) Diajarkan oleh Tuhan Yesus untuk melayani. Kalau kita
belum pernah melayani, jangan coba-coba masuk surga. Tidak ada! Tidak cukup
dengan doamu, tanpa perbuatan membahagiakan orang lain. Tidak cukup! Bohong!
Munafik! Tahu tidak munafik? Yesus tidak suka bagi orang yang munafik. Ke
gereja, kelingkungan….wah semua doa dikejar. Dimana doa dikejar tapi dia tidak
berbuat apa-apa. Bohong! Bohong tidak? ….. Bohong!
Kata Ibu Maria,
mereka pintar berdoa, setelah pulang doa itu, dia kembali dengan kehidupannya
sendiri, tidak mau tahu kepada orang lain. Karena harta kita adalah kepada
sesama…… Harta kita kepada sesama itulah harta surgawi. Tidak usahlah kita
bermacam-macam doa dikumpulkan, tidak usah! Berdoa, bekerja dan melayani. Itu
yang dikehendaki oleh Ibu Maria. Karena Ibu Maria sampai saat ini bekerja keras
bersama anak-anakNya, dan membawa anak-anakNya untuk kembali kepada Allah.
Jangan yang datang ke sini terus pulang, ya sudah aku dapat itu kok, tapi
tidak.. apa yang harus saya perbuat…. Kalau aku cinta Tuhan, aku harus berbuat.
Bohong kalau menyebut Yesus seribu kali satu hari tapi saudaraku yang menderita
itu tidak dilayani.
Hai ingat besok
anda mati lho. Mau mati kan? Sudah siap anda mati? Belum? Belum apa sudah?
Belum! Makanya berbuat. Kalau kita berbuat otomatis kita akan siap kapan saja
Tuhan memanggil kita. Hartamu akan kamu tinggalkan, akan menjadi rebutan dan di
sana menangis…”Ya Tuhan aku belum berbuat apa-apa…” Ya terlambat..yah.
Harta itu, kata
romo, sekecil apapun yang kita terima dari Tuhan, Tuhan minta
pertanggung-jawaban. Apalagi sebesar itu, Tuhan juga meminta pertanggung
jawaban. Hai jangan bilang berkat itu tidak dipertanggung jawabkan kepada
Allah! Itu ada di Kitab Suci. Pernah baca tidak? Ada ya! Ada! Orang kaya
bijaksana hebat, dia bahagia di bumi dan bahagia kembali. Tetapi orang kaya
yang kikir, jangan berharap tentang kebahagiaan, sampai di situ saja kamu
mengalaminya tetapi kita tidak sampai kepada tujuan mengalami kebahagiaan
bersama Yesus.
Percaya deh!
Yesus itu sangat sayang kepada anak-anakNya. Pokoknya dicari anak-anak-Nya
dengan segala kuasa-Nya “Aku menyertai kamu sampai akhir zaman” maka
Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anakNya sendiri asalkan anak-anakNya setia
kepada-Nya karena Tuhan tidak pernah memaksa manusia, hanya iblis yang memaksa
manusia semaunya. Tuhan hanya menawarkan, silahkan nak, datanglah kepadaKu…
“Tunggulah Tuhan aku masih sibuk… “ya silahkan saja dengan kesibukanmu, tapi
ingat saat Aku memanggilmu engkau tidak akan mengerti, kapan Aku datang
memanggilmu.” Apakah kamu sudah siap? Ini sementara lho. Ingat, ingat
kematian. Kalau kita ingat kematian kita berusaha… tapi jangan kematian itu
menakutkan tapi kita rindu akan janji Tuhan “Tempat telah Kusediakan bagimu
yang percaya yang setia, yang melayani antara satu dengan yang lain”. Ini yang
saya sampaikan.
(suara hp
berbunyi, red)..itu apa lagi.. kok ngak dimatikan.. itu dunia ya… begitu
pengaruhnya besar sekali yang diberikan oleh dunia. Tapi yang diberikan Tuhan
sulit sekali, kenapa? …Seolah-olah aku kok tidak bebas? Kebebasan yang
bagaimana yang harus kita lakukan dalam hidup ini. Tuhan berikan kebebasan.
Bukan Tuhan diktator. Tuhan berikan kebebasan kepada manusia tapi tolong
kebebasan itu ada batasnya sampai dimanakah aku bebas merdeka. Itu yang
diharapkan oleh Tuhan karena kita semua anak merdeka, tidak tertindas lagi.
Kadang-kadang kita diperdaya/diperbudak oleh dosa.
Malam ini saya
berharap, anda mengerti, anda harus melayani. Persembahkanlah berkat yang telah
diberikan. Sedikit tapi kalian tulus, itu sangat besar di mata Tuhan. Banyakpun
kalau anda bangga dan bisa melakukannya, tidak dapat apa-apa. Karena dalam iman
Kristiani kita tidak mencari pahala. Itu orang sana itu selalu cari pahala.
Kawin juga tempat cari pahala. Kita tidak cari pahala karena kita punya Tuhan
di surga. Kenapa kita cari pahala? Anak Tuhan harus berbuat baik, berbuat kasih
dan mencintai antara satu dengan yang lain, dan berikan damai. Itulah anak
Tuhan. Ngapain kita cari pahala? Tidak ada pahala itu. Itu orang dunia
mengembar-ngemborkan pahala. Apa pahala? Karena kita punya Allah tapi mereka
tidak punya Allah tapi punya ilah. Kata rasul Yohanes kamu punya Allah di
surga, berbahagialah kamu tapi mereka yang tidak percaya mereka mempunyai ilah
di bumi ini. Antara bumi dengan langit sudah jauh berbeda. Saya tekankan
sekali, berbahagialah anda yang mengenal Yesus. Bahagia sekali…! Kalau kita, bahagia
dan bangga punya Tuhan yang nyata yang hidup yang menyertai siang dan malam.
Kata Tuhan Yesus, Aku menyertai anak-anakKu siang dan malam. Itu bahasa dunia.
Kalau Tuhan kan tidak ada siang dan malam. Aku menunggu mereka dengan sabar.
Hai Agnes, dimanakah mereka semua? Hati mereka tertutup sibuk dengan dunianya.
Jungkir balik-
jungkir balik, doa saja ( kemarin ada yang datang ke sini…), doa saja sudah
tidak bisa. Dari pagi sampai malam, padahal sampai pagi baru pulang, bayangkan
kapan dia berdialog dengan Tuhan. Tidak pernah! Akhirnya dia mengaku. Kukejar
dia sampai dia mengaku. Saya begini ibu, saya begini… Baik, kalau mengaku ubah
mulai malam ini, pulang kamu ubah dirimu! Jangan kamu dunia-dunia, Tuhanmu kamu
taruh dimana? Sampai berdoa saja tidak bisa, itulah iblis. Diberi kesibukan,
dikasih keunikan, dikasih kehebatan, gemerlap, jabatan, pergi keliling dunia.
Siapa kamu? Kata Tuhan, siapa kamu? Itu kemarin dia datang ke sini. Sibuk dia
pergi keluar negrilah, yang itulah….bayangkan dari pagi sampai jam 2 pagi baru
pulang ke rumah. Anak tidak terurus, sibuk karena dunianya. Jabatan itu jabatan
penting buat dia. Dimata Tuhan, siapa kamu?!
Malam ini saya
mau membuka jalan bagi kalian supaya kalian bertemu dengan Yesus yang
menantikan di surga siang dan malam melalui kuasa-Nya supaya kita bisa
merasakan kapan Tuhan hadir menyapa, menyertai. Kita akan terasa, pasti terasa
kalau kita sungguh-sungguh masuk iman yang cukup dalam.. sentuhan… ya ampun
Tuhan, kadang-kadang kita bisa menangis karena dosa. Kita bisa menangis karena
kita tidak berbuat apa-apa Tuhan. Itulah sentuhan Tuhan maka belajarlah doa
yang sungguh diajarkan oleh Ibu Maria, kepasrahan.
Siapa yang baru
ikut doa? Yang baru ikut, saya akan berdoa bersama anda, bersama Ibu Maria, doa
pasrah. Kalau kalian tidak mengerti, jangan kalian masuk ke pikiranmu tapi
berdoa dalam hati : “Tuhan tolong saya supaya saya mengerti semua apa yang
terjadi saat ini”.
Pasti Tuhan
akan membuka hatimu. Jangan: “ ih, ibu Agnes kesurupan…!” nanti justru kalian
yang kesurupan… Saya tidak kesurupan. Saya memberikan diri saya karena aku
cinta akan DIA, apapun kuberikan untuk melayani anak-anakNya dan membawa
anak-anakNya kembali kepada DIA yang selalu setia di surga. “Datanglah anakKu,
datang! Aku menunggumu!” Kadang-kadang kita..,: “ tunggulah Tuhan aku lagi
sibuk..!” Jadi, Tuhan itu setia, sangat setia. Kenapa kita tidak setia?
Jadi saya berharap yang baru bisa mengerti, saya akan memandu doa ini. Saya
serahkan kepada Tuhan dan saya serahkan kepada Ibu Maria kalian semua yang
berkumpul di sini. Saya akan sungguh-sungguh menyerahkan semua ini dalam
kepasrahan bersama anda. Siapkan hatimu ya…..
“Ya Tuhan
berikan aku pekerjaan, supaya aku boleh memuliakan engkau dalam pekerjaanku dan
anda juga meminta pada Tuhan berikanlah aku jalan supaya aku bisa melayani
saudara-saudaraku di mana pun mereka berada. Mari kita berjuang dalam
Yesus Tuhan pasti kita sampai kepada tujuan.
Pesan Tuhan
Yesus
(Sabda
Pengetahuan, sesudah sapaan pribadi Tuhan Yesus)
Terima kasih
Tuhan, kami menyambut-Mu Tuhan. Bantulah kami untuk mengerti kehadiran-Mu
melalui Ibu Maria. Bantu kami Tuhan, tolong kami Tuhan. Natal ini adalah untuk
kami supaya kami merasakan kehadiran-Mu Tuhan. Kau datang, Kau datang untuk
kami yang menerima, yang percaya kepada-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus. Natal ini
Kau berikan untuk kami, untuk keluarga kami supaya kami bersukaria, tidak ada
lagi ketakutan, kekuatiran, dalam hidup kami. Tuhan Yesus kami serahkan hidup
kami hari esok, tahun depan, kami percaya Engkau selalu bersama kami dalam suka
dan duka. Engkaulah sahabat yang setia walaupun kami kadang-kadang tidak setia,
Engkau tetap setia menyertai kami dalam perjalanan ini. Terima kasih Tuhan
Yesus. Buka hati anak-anakMu Tuhan, nyatakan kebenaran ini Tuhan dalam diri anak-anakMu
saat ini. Terima kasih Tuhan. Apa yang telah Kau berikan kami persembahkan
kembali kepada-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus
mengatakan kepada kita semuanya bahwa kehadiran-Nya pada malam ini karena
kerinduan-Nya kepada kita. Karena melemahnya iman kita, Tuhan datang membantu
supaya iman kita pulih kembali dan percaya seutuhnya kepada-Nya.
Mari kita
membuka hati dalam perjalanan ini, terus membuka hati, dengan hatilah kita bisa
bertemu dengan Tuhan. Bukan dengan pikiran dan perasaan tapi dengan hati yang
paling dalam kita rindu akan DIA.
“Anak-anakKu
yang Aku kasihi, engkau telah mendengarkan Aku. Aku sudah datang diantara kamu.
Janji-Ku Ku-tepati bahwa Aku menyertai kamu semuanya, dan tidak pernah
meninggalkan kamu sedikit pun. Dimanakah rasa syukurmu kepada-Ku? Dimanakah
cinta-Mu kepada-Ku?
Mari kita
membuka hati untuk mencintai Tuhan sepenuhnya maka Ibu Maria mengantar kita
sepenuhnya untuk menyandarkan diri kita sepenuhnya kepada DIA yang mengasihi
kita, adalah Tuhan Yesus.
“Baiklah
anak-anakKu, mengertilah kamu semua perisiwa ini. Siapa yang tidak membuka
hati, dia tidak akan mengerti. Tetapi apabila kamu membuka hati, Aku akan
memberikan pengertian ini kepadamu. Renungkanlah anak-anakKu atas kehadiran-Ku
ini, dan Aku menunggumu dengan setia. Dan jagalah dirimu didalam nama-Ku. Tanpa
Aku, engkau celaka bersama dunia.
Mulailah
benahilah dirimu. Dan Aku minta kepadamu, saling mengasihilah kamu seperti Aku
mengasihi kamu tidak terbatas, karena Aku sumber kasih. Akulah kasih itu.
Sampai bertemu
kembali dalam doamu, Aku menunggumu dengan setia, datanglah anakKu.
Pesan Ibu Maria
Salamku hai
imamku, kamu berdua. Aku sangat mengasihi kamu karena kesetiaanmu.Engkau
berjuang bersama Agnes dan anak-anakku yang Aku panggil untuk melayani
bersamaku. Terima kasih untuk kesetiaannya didalam pelayanan ini.
Terima kasih
Ibu, jawab romo Alexius Widianto dan romo Isak Doera Pr.
Terima kasih,
dan juga bagi kamu anak-anakku, ini Aku Ibumu Maria bersama Agnes. Terima kasih
dan selamat malam.
Selamat malam
Ibu Maria, jawab umat.
Terima kasih.
Jangan lagi kamu tidak percaya. Inilah tanda yang terakhir bagi dunia. Di
negaramu diberikan yang terbaik, yang terindah dimana Aku hadir di seluruh bumi
ini. Berbahagialah anak-anakku semua, kamu yang hadir di tempat ini.
Terima kasih
Ibu, jawab umat.
Terima kasih,
dan bagi kamu yang belum mengerti, berdoalah. Biarlah Allah akan memberikan
pengertian itu kepada kamu supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan di dalam
kehidupanmu.
Anak-anakku semua
yang Aku kasihi, Aku Ibumu Maria hadir saat ini melalui kuasa Allah dan Aku
menyampaikan isi hatiku kepada kamu semuanya. Apa kamu masih belum percaya?
Percaya Ibu,
jawab umat.
Terima kasih,
yang belum percaya berdoa, nanti kamu akan mengerti.
Kamu berdua,
terima kasihku yang sangat dalam. Aku mengerti perjuanganmu. Begitu beratnya
engkau bersamaku untuk mengalahkan dunia tetapi kamu berdua percaya. Kalau
engkau membuka hati dan percaya, Allah melindungi kamu didalam perjalanan ini.
Alexius, Aku
mengerti, Aku mengerti semuanya. Teruslah engkau berjuang menyampaikan
kebenaran ini saat-saat terakhir. Sama, engkau juga, Isak Doera. Engkau akan
menjadi saksi. Engkau akan menjadi saksi diantara kamu, rekan-rekanmu yang
tidak percaya.
Aku mengatakan waktunya
milik Tuhan. Kalau Aku Ibumu sudah mengatakan, waktu milik Tuhan,
terjadilah itu! Lihat apa yang Aku katakan sudah terjadi. Silih berganti
penderitaan, kesedihan, kelaparan, sakit, perpecahan, penipuan. Itu semua sudah
terjadi. Tidak ada kasih, itu sudah terjadi. Tidak ada cinta, itu terjadi di
negaramu.
Anak-anakku,
saat ini kau lihat apa yang terjadi di negaramu, tetapi saatnya akan tiba, itu
cukup dalam pengertian penderitaan yang akan kamu alami bersama, di seluruh
bumi mengalami semuanya. Itulah awal, tapi lebih besar, penderitaan itu
sebentar lagi akan terjadi di antara kamu di negara ini, tetapi kamu kuat. Kau
mendengarkan Aku.
Persiapkan dirimu dengan baik.
Itu harapanku dengan kamu melayani, itulah kekuatanmu untuk menghadapi
peristiwa-peristiwa yang begitu besar yang akan turun di bumi ini, terutama di
negaramu, hancur. Hancur, anakku. Tetapi kamu hidup dalam kehancuran itu, kau
bersukacita bahagia. Berbahagialah engkau mendengarkan apa yang telah Aku
sampaikan kepadamu.
Tapi Aku berharap,
jangan hanya mendengarkan tapi kamu tidak berbuat apa-apa. Tidak cukup,
anak-anakku. Tidak cukup! Aku Ibumu juga melayani dari surga. Itu kehidupan
surga adalah melayani terutama Allahmu melayani kamu sampai saat ini. Apa rasa
syukurmu? Sekarang engkau tidak boleh lagi main-main, berbuatlah, berbuatlah
agar kau dikuatkan didalam kamu melayani. Anakku, Aku mengatakan benar melalui
Agnes. Aku mengatakan sebenarnya kepadamu.
Kasih!
Anak-anak Tuhan hidup dalam kasih. Bukan kekerasan, bukan kemarahan tetapi
kasih dan cinta dalam keluargamu, sesamamu saudaramu. Jangan lagi ada
perpecahan, permusuhan diantara satu dengan yang lain tapi ada damai. Itu
kekuatanmu menyambut pemurnian. Damai! Apabila pemurnian itu datang, kamu tidak
punya damai, kamu tidak akan kuat menyambut kuasa Allah yang turun untuk
mengalahkan dunia. Engkau akan menderita.
Anak-anakku,
Aku datang untuk kamu, supaya kamu tidak menderita. Inilah yang Aku sampaikan.
Peristiwa itu akan berlanjut, tidak akan berhenti, bertambah besar peristiwa
itu. Kalau kamu tidak mendekatkan diri kepada Allah, siapakah yang akan
melindungimu? Dunia tidak bisa melindungimu. Dunia membawa kau celaka
menderita.
Anak-anakku,
apakah sudah kau lakukan dan engkau sadar hidup ini untuk apa? Allah
menciptakan kamu hidup di bumi ini untuk apa? Supaya Allah dimuliakan yang
percaya kepada-Nya. Engkau gembira, sukacita dan damai, itulah anak-anak Allah.
Bukan kekerasan, membalas kejahatan dengan kejahatan, itu tidak pantas
dilakukan anak-anak Allah. Anak-anak Allah adalah kasih karena Allahmu adalah
kasih sempurna.
Anak-anakku
semua yang ada di sini, lihatlah Agnes! Apa yang kau lihat dari Agnes?
Dimanakah penilaianmu untuk Agnes? Dimanakah kebersamaanmu bersama Agnes?
Belumkah terpikir olehmu sehati sejiwa dalam melayani bersama Aku Ibumu bersama
Agnes? Sudah sekian lama Aku ada bersamamu, Aku ada di negaramu ini tapi juga
banyak yang belum mengerti atas kehadiranku ini. Apakah hartamu bisa
menyelamatkan kamu?
Tidak bisa Ibu,
jawab umat.
Baik, jawaban
yang sempurna. Tetapi kamu diperbudak oleh hartamu dan kau tidak mengerti
hartamu itu kau bawa kemana. Hai anakku, ingatlah, sampai dimanakah hartamu?
Bisakah itu kau bawa pulang tanpa engkau bijaksana atas hartamu? Bisa jadi,
manusia celaka karena hartanya. Mengerti?
Ya Ibu, jawab
umat.
Baik, kalau
engkau mengerti, bijaksanalah.., karena juga hartamu itu juga bisa membawa kamu
kepada tujuan bersatu dengan Allah di surga karena hartamu juga. Anak-anakku,
harta itu hanya sebagai sarana hidup dalam kehidupanmu, bukan untuk
bersenang-senang dengan hartamu. Sia-sialah kamu mencari hartamu tetapi tidak
kau pergunakan dengan baik. Celakalah itu semuanya. Jangan hartamu kau berikan
untuk dunia yang fana. Tetapi berikanlah kepada saudara-saudaramu yang
menderita. Bersyukurlah kamu mempunyai berkat. Tapi bersyukurlah berkatmu bisa
kau berikan kepada saudara-saudaramu. Disitulah hartamu yang abadi. Mengerti?
Mengerti, jawab
umat.
Terima kasih.
Begitu beratnya apabila menyangkut harta benda dan berkat. Kamu terusik kehidupanmu.
Hai anak-anakku, banyak orang kaya mati sia-sia. Mengerti kamu?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Banyak orang
kaya mati sia-sia karena berkat itu tidak diberikan kepada Allah melalui
mereka-mereka yang menderita. Di bumi ini, tidak ada semua berlimpah, pasti ada
yang menderita kekurangan, yang sangat kekurangan. Itulah kehidupan supaya
Allah dimuliakan. Si kaya bisa membahagiakan si miskin yang menderita. Si
miskin bahagia dan berdoa kepada Allah yang telah memberikan berkat itu
kepadanya. Allah berkati melalui doa mereka. Mengerti?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Apa telah kamu
lakukan? (Umat terdiam, red)
Tidak menjawab?
Berarti kamu tidak mengerti apa arti hidup yang diberikan Allah kepadamu.
Hidupnya kau sia-siakan bersama dunia. Dunia…dunia…adalah iblis…kuasa
kegelapan. Siapa terperosok bersama dunia, dia tidak bisa melihat kemuliaan
Allah. Mengerti?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Mengerti, dan
Aku Ibumu bertanya, bersediakah engkau untuk melayani dan memberikan berkat
yang engkau punyai itu kepada saudara-saudaramu?
Ya Ibu, jawab
beberapa umat.
Pasti yang lain
tidak bersedia. Itu milikku…, begitu berat Aku mengumpulkan hartaku….. Hai
anakku, apakah hartamu bisa menyelamatkan kamu?
Tidak bisa Ibu,
jawab umat.
Apakah kamu
hidup selama-lamanya?
Tidak Ibu,
jawab umat.
Tidak! Tidak,
anak-anakku! Berjaga-jagalah, kata Tuhan, dimana, Aku datang menjemputmu engkau
siap. Berjaga-jaga artinya melayani!
Aku melihat
kamu semua pandai berdoa. Pandai kamu berdoa tetapi doamu untuk dirimu sendiri. Doa untuk orang lain, melalui berkat melayani untuk
mereka, itu doa yang sempurna. Tidak cukup kamu beroda. Aku melihat kamu
pandai berdoa. Terlalu banyak kata-katamu dalam doa, apakah Allah mendengarkan
itu? Karena doa itu hanyalah untuk kepentingan dirimu sendiri bukan untuk orang
lain, saudara-saudaramu. Mengerti?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Kamu pintar
berdoa kan? Allahmu tidak mendengarkan doa yang seperti kamu lakukan selama
ini. Berdoa, melayani, itu yang dikehendaki Allahmu di surga. Mengerti?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Hai anakku,
begitu beratnya kamu berbicara tentang harta bendamu. Itulah saat terakhir.
Bertobatlah kamu melalui hartamu itu, mengerti?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Mengerti.
Baiklah kalau engkau mengerti lakukan! Itu hartamu tidak menyelamatkan kau di
saat kuasa Allah hadir ke bumi ini, itu akan hilang, hancur. Sia-sialah engkau
selama ini mengumpulkan hartamu yang begitu banyak, hanya untuk dirimu sendiri.
Apakah itu benar? Kamu tidak berani mengatakannya. Apakah itu benar?
Tidak benar
Ibu, jawab umat.
Tidak benar?
Tidak benar
Ibu, jawab umat.
Kalau tidak
benar, kenapa kamu tidak lakukan? Anak-anakku, Aku Ibumu mengatakan sebentar
lagi kamu akan menghadapi suatu peristiwa yang sangat mengerikan, bukan saja di
negaramu, di seluruh bumi, masihkah kamu di saat itu boleh bahagia, damai,
bersuka cita? Bisakah itu terjadi dalam kehidupanmu kalau kamu seperti ini?
Lihat saudara-saudaramu yang menderita, banyak di sekitarmu. Bekerjasamalah
kamu, berkelompok-kelompoklah kamu supaya terangkat penderitaan anak-anakku.
Hanya dari kamu! Aku tidak ada lagi di bumi ini, anakku. Aku datang melalui
kuasa Allah, memanggil Agnes bersamamu untuk melayani mereka, melalui kamu!
Tapi kamu tidak berbuat! Baik, kalau kamu tidak mengerti apa yang Aku katakan
itu, engkau akan merasa sesak dengan hartamu saat-saat terakhir nanti. Engkau
tidak berdoa tapi menjerit karena hartamu habis karena peristiwa itu.
Menjerit…! Dimanakah hartaku?…. Itulah yang akan kamu ucapkan, bukan kamu
berdoa memohon kekuatan dari Allah. Itu akan terjadi nanti seperti itu.
Anak-anakku,
Aku menyampaikan ini kepadamu, Aku mengerti siapa kamu. Kamu hitung hartamu,
kamu hitung. Untuk memberi saja kamu hitung. Berikanlah yang tulus, setulus
hatimu, itu baik. Sekecil apapun yang bisa memberikan, sebesar apapun yang kau
berikan kalau itu tulus, itulah hartamu dalam kehidupanmu. Jadilah orang kaya
yang bijaksana. Bukan anak Allah supaya menderita, tidak! Tidak, anakku! Anak
Tuhan selalu bahagia dengan keadaan apapun, mensyukuri dalam kehidupannya,
mengerti sampai di sini?
Ya Ibu, jawab
umat.
Terima kasih.
Apakah kamu mau melayani bersama Aku Ibumu?
Ya Ibu, jawab
umat.
Apakah kamu mau
melayani dengan berkatmu?
Ya kami mau
Ibu, jawab umat.
Mau. Ini saat
terakhir anakku. Bergegaslah, berbuat baik. Berbuat baik! Nanti kau akan
mengerti semua apa yang Aku katakan ini kepadamu. Baik, Aku berdoa dimana
kesediaanmu melayani anak-anakku. Tolonglah mereka! Tolonglah mereka! Janganlah
mereka menjerit, menjerit, menjerit…., tetapi berikanlah kebahagiaan sekecil
apa pun. Kalau engkau bersama, itu tidak berat bagi kamu. Itu menyelesaikan
semua persoalan anak-anakku yang menderita. Sampai disini engkau sudah
mengerti?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Terima kasih
dan kamu berdua Alexius dan Isak Doera, teruslah kamu berjuang saat terakhir
ini. Apabila itu terjadi, peristiwa-peristiwa yang begitu mengerikan, Aku minta
kepada kamu Alexius, Isak Doera, dampingi anak-anakku di mana pun kamu berada,
dan ajaklah rekan-rekanmu untuk mendampingi anak-anakku mengalami
peristiwa-peristiwa itu. Jangan kamu lari, anak-anakku kau tinggalkan. Percaya
engkau akan selamat! Dampingi mereka semuanya dan katakan kepada para imam,
sebentar lagi peristiwa itu akan turun, sertailah anak-anakku.
Dan Aku minta
apabila pemurnian itu turun, Aku minta semua sarana doa di dalam Gereja itu
dijaga dengan baik karena itu dibutuhkan kembali apabila pemurnian itu selesai. Kamu para imam semuanya mengumpulkan anak-anakku
bersama Agnes dan semua anak-anakku. Kamu akan bekerja keras untuk mengumpulkan
mereka kembali. Tetapi sebelum itu terjadi, karena peristiwa itu sangat besar
akan turun ke bumi ini khususnya di negaramu, Aku minta, dampingi mereka! Jangan
takut Alexius, Isak Doera dan imam-imam yang lain yang percaya. Sampaikan salamku
kepada mereka karena saatnya akan datang sebentar lagi, itu akan terjadi.
Aku minta dampingi anak-anakku secara dunia tetapi Allahmu di surga dan semua
seisi surga melindungi bersama Aku Ibumu. Tetapi secara dunia kamu para imam
lindungi mereka semua karena peritiwa itu dahsyat sekali. Nanti kau akan
mengerti apa yang Aku katakan ini kepadamu.
Dan kamu semua
yang di sini, mulailah benahi dirimu dan bertobatlah. Melalui berkat itu kamu
bertobat, dan berikan berkat itu kepada saudara-saudaramu. Saat-saat terakhir
ini, banyak mereka yang menderita. Tidak ada gunanya lagi hartamu itu. Pemurnian
datang, setelah itu kamu hidup dalam damai, bekerjasama sehati sejiwa.
Kebersamaan itu akan terjadi karena Allah menyertai kamu sekalian. Tidak dengan
hartamu lagi tapi dengan kasih, dengan cinta, akan kamu lakukan satu masa
bersama Allah. Tidak ada gunanya lagi itu semuanya.
Inilah yang Aku
sampaikan kepadamu karena itulah yang Aku terima dari Allah. Hanya sebagian
kecil yang sangat penting untuk Kusampaikan kepada anak-anakku di seluruh bumi
supaya anak-anakku semua siap menghadapi pemurnian itu dengan damai. Percaya,
semua sudah disediakan oleh Allah. Jadi Aku mengatakan kepadamu, bagikanlah
berkat yang berlimpah itu dalam hidupmu untuk melayani saudara-saduaramu
saat-saat terakhir ini. Sampai di sini kamu sudah mengerti?
Sudah Ibu,
jawab umat.
Terima kasih
kepada kamu Alexius, dan Isak Doera dan salamku kepada mereka para imam-imam
yang membuka hati. Dan salamku juga kepada Agnes karena Agnes akan melanjutkan
untuk membawa anak-anakku kembali untuk disatukan oleh Allah menjadi satu. Itu
harus diselesaikan oleh Agnes. Agnes akan kembali untuk membawa mereka bersama
para imam supaya mereka semua juga selamat. Doakan Agnes supaya Agnes dapat
bekerja dengan baik. Jangan Agnes sendirian. Bila perlu, kamu datang
bertemu dengan Agnes, setelah itu, kamu lupa untuk Agnes. Anak-anakku, biarlah
itu diselesaikan. Allah menyertai anak ini dan Aku Ibumu berdoa untuk anak ini
supaya anak ini dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik dan membawa
anak-anakku seutuhnya, diselesaikan permasalahan mereka semuanya. Kamu mengerti
apa yang Aku katakan ini?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Baik, baik
kalau kamu mengerti, mulailah kamu membuka hati untuk anak-anakku yang jauh,
yang saat ini membutuhkan pertolongan dalam perjalananmu untuk melayani bersama
para imam-imam yang membuka hati. Itu semua karena Allah datang menolong
anak-anakku semua karena mereka selama ini diabaikan oleh para imam-imam. Surga
datang menolong mereka supaya mereka boleh mengalami pemurnian ini dengan
bahagia. Itu saja yang Aku sampaikan kepada kamu semua pada malam ini. Terima
kasih.
Terima kasih
Ibu, jawab umat.
Terima kasih
untuk kamu semuanya. Salamku kepada Heribertus. Doakan dia, supaya dia juga
kuat menghadapi pemurnian ini dalam kehidupannya. Salamku sepenuhnya kepadanya.
Baik
anak-anakku semua yang Aku kasihi, dan juga putriku (Sr. Marita CB), engkau
tidak usah kecewa dimana kau mewartakan kebenaran ini. Mereka menolak, tidak
apa-apa. Tapi kau sudah menyampaikannya. Tapi saatnya akan tiba, mereka akan
mengalami penderitaan karena mereka pakai pikiran mereka, cukup pandai,
mengartikan nubuat ini. Jangan kau sedih! Aku berdoa supaya kau tetap
menyampaikan kebenaran ini dan kau tidak sendiri putriku, setia dalam
perjalanan ini.
Baik, sampai di
sini pertemuan kita. Apa yang Aku sampaikan ini, renungkan kembali. Biarlah
kuasa Allah memberikan pengertian itu kepadamu. Terima kasih untuk kamu
semuanya.
Terima kasih
Ibu, jawab umat.
Baik mari kita
satukan dalam doa. Aku telah memberikan doa itu kepadamu. Satukan dengan doamu
yang sudah ada. Biarlah mereka mencela. Nanti mereka akan mendapatkan sendiri.
Apa yang mereka katakan, mereka akan mendapatkannya sendiri. Jangan takut
dan kuatir, jangan malu dengan nubuat ini. Doa yang telah Kusampaikan itu, itu
semua Aku Ibumu Maria yang mengajarkannya, bukan Agnes. Agnes adalah sarana
saja. Dia dipanggil untuk dipakai supaya engkau mendengarkan kasih Allah,
mendengarkan isi hatiku melalui Agnes. Semua yang tejadi itu bukan ciptaan
Agnes. Kalau itu ciptaan Agnes, sudah selesai, tidak ada lagi. Allah akan
menyelesaikannya. Jangan kau kuatir menerima Agnes. Tidak! Anak ini dipanggil
saat-saat terakhir, menutup semua kehadiranku di seluruh bumi ini. Sudah cukup!
Inilah apa yang kau terima, inilah yang terakhir. Baik, kita berdoa:
Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku
kuserahkan kepada-Mu
karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.
(3 x). Amin
Anak-anakku
berdoalah kamu dengan baik. Jangan kamu berdoa terlalu cepat karena kamu
berbicara kepada Allah. Kamu juga ada rasa hormat di bumi ini apabila engkau
berbicara kepada orang yang lebih tinggi, kamu bisa melakukannya dengan sopan.
Tetapi Aku melihat, engkau berdoa, bukan hatimu tetapi doa hanya di bibir saja.
Tidak! Doalah dengan hati, nikmati isi doamu itu supaya apabila terjadi
permohonanmu itu terkabul, engkau akan mengingat kembali doa-doamu itu. Kalau
kamu terlalu cepat dan cepat, Allah tidak akan mendengarkan doamu. Mengerti?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Terima kasih
atas pengertiannya. Doa itu adalah doa hati. Itu yang Aku mau ajarkan
kepada kamu supaya kamu bisa bertemu dengan Allah dengan mesra. Mengerti?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Terima kasih.
Hanya itu yang Kusampaikan, yang sangat penting saat-saat terakhir untuk kamu
semuanya. Dan sampaikan isi hatiku juga kepada anak-anakku di mana pun mereka
berada. Terima kasih, salamku untuk kamu semuanya. Dan kamu juga berdua Alexius
dan juga Isak Doera salam sayangku untuk kamu, dan juga kamu yang Aku kasihi,
terimakasih, selamat malam.
Terima kasih,
selamat malam Ibu, jawab umat.
Ibu Maria
menyampaikan, sampai bertemu dalam doa anak-anakku. Sampai bertemu dalam
pelayanan untuk melayani anak-anakku, itu kata Ibu Maria. Doaku menyertai kamu
sekalian. Itu yang disampaikan Ibu Maria untuk kita semuanya.
—ooo0ooo—