Doa Pasrah Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

di Keluarga Ibu Mia - Kefamenanu,  2 september 2006

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

Setelah AKU datang, apakah engkau percaya, atau apakah engkau belum percaya atas kehadiran-KU ini?

 

Percaya Tuhan, jawab umat.

 

Baik, kalau engkau percaya nyatakan semua dalam kehidupanmu AKU mengerti. AKU akan melakukan apa saja yang menjadi doamu yang kau sampaikan kepadaKU. Baiklah anak-anakKU, renungkanlah kehadiran-KU ini supaya kau mendapatkan dan mengalami sukacita didalam hidupmu. Sampai bertemu lagi anakKU, AKU menunggumu. AKU menunggumu dengan sabar. AKU menunggumu. Datanglah! Semua akan menjadi baik.

 

Pesan Ibu Maria

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, selamat malam!

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Ini Aku hadir bersama Agnes bersama anak-anakku supaya engkau tidak takut lagi dan tidak kuatir lagi, bahwa engkau tidak sendiri dalam perjalananmu ini. Anak-anakku, harapanku kepadamu supaya engkau tetap setia. Dan nyatakan kebenaran ini, kebersamaanmu, pasti kebenaran akan menang. Aku minta, saling mengasihilah kamu, dan melayani dengan baik, dan tidak ada kekuatiran lagi dalam perjalananmu ini. Aku Ibumu Maria menyertai kamu dalam kesetiaanmu dan bersaksi tentang kebenaran ini.

 

Anak-anakku, percaya! Kamu harus percaya. Kebaikan, kebenaran yang sudah datang diantara kamu, itu tetap utuh. Tidak ada satu pun yang bisa mengambil bagian didalam kehidupanmu ini. Biarlah semua akan dinyatakan. Engkaulah saksi kehadiranku di tempat ini.

 

Anak-anakku, inilah kerinduanku untuk mengunjungimu, melalui Agnes kamu mendengarkan Aku berbicara. Isi hatiku Kuberikan kepadamu. Pergilah, jangan kamu berdoa sendiri tetapi pergilah kepada anak-anakku, dan berdoalah untuk mereka dan Aku ingin supaya mereka juga bahagia seperti kamu pada saat ini. Tidak cukup hanya berdoa tetapi Allah menginginkan mewujudkan doamu untuk melayani. Tidak hanya berdoa saja!

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, lihatlah apa yang kau dengar di seluruh bumi. Penderitaan, peperangan, dan juga negaramu menghadapi penderitaan silih berganti. Anakku, waktunya akan tiba, Allah akan menggoncangkan bumi ini. Tapi persiapkanlah dirimu dengan baik karena semua akan terjadi silih berganti, akan kau hadapi bersama. Tapi dekatkan dirimu kepada Allah dan berdamailah kepada Allah dalam keluargamu supaya kamu mendapatkan kekuatan menghadapi pertistiwa yang akan kamu terima nanti.

 

Anak-anakku, Aku minta padamu, mengertilah...! Hidup dalam keluarga harus sesuai dengan kehendak Allah. Apabila didalam keluargamu belum engkau selesaikan dengan baik, nanti engkau akan menderita. Renungkan apa yang Aku katakan ini kepadamu. Selesaikan apa yang belum selesai dalam keluargamu supaya engkau mengalami kekuatan lahir dan batin untuk menghadapi semua bencana yang turun ke bumi ini. Cepatlah selesaikan! Kembalilah kepada Allah seutuhnya. Janganlah kau biarkan dirimu terlena bersama dunia tetapi arahkan semua perjalananmu menuju Allah yang menantikan kamu, yang mengasihi kamu.

 

Sekali lagi, apabila dalam keluargamu masih menghadapi persoalan besar didalam ikatan perkawinanmu. Karena perkawinan itu adalah berkat dari Allah, kasih dan cinta Allah supaya dalam perkawinan itu Allah bersatu dalam kehidupanmu. Aku minta sampaikan juga kepada saudara-saudaramu yang belum menyelesaikannya dengan rohani. Dan serahkan semua itu kepada imammu karena (kepada) imammulah diberikan tugas untuk memberkati perjalanan hidupmu antara wanita dan pria. Takutlah akan Allah. Apa kamu mengerti?

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

Kalau kamu mengerti lakukan dan selesaikan, dan juga untuk saudara-saudaramu. Apabila ada diantara mereka, (yang masih mempunyai masalah perkawinan,red) bantulah mereka untuk menyelesaikan dan sampaikan semua persoalan itu kepada imam-imammu di mana pun engkau berada. Apa kamu bersedia?

 

Bersedia Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Kalau kamu bersedia pasti hidupmu bahagia didalam kamu hidup sebagai suami istri dan anak-anakmu, maka nanti, (saat) pemurnian nanti kamu terselamatkan.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih untuk kamu semuanya yang ada di sini. Baiklah anak-anakku yang kasihi, sekali lagi Aku minta kepadamu, walaupun imammu yang tertinggi ataupun para imammu yang ada di sekitarmu tidak menerima apa yang kau lakukan bersama Aku didalam kelompok ini, jangan kau sedih tetapi berdoalah untuk mereka dan teruslah berdoa dan melayani, mengasihi. Dan Aku minta, tidak ada lagi diantara kamu ada permusuhan tetapi kamu adalah saudara dalam iman yang percaya kepada Allah.

 

Anak-anakku, pergilah, masih banyak saudara-saudaramu yang harus kau layani. Dan tidak engkau berkumpul sendiri berdoa dan berdoa tetapi berdoa dan melayani. Itulah yang harus kau lakukan bersama. Apa kamu mau?

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih anak-anakku. Doaku menyertai kamu semuanya, walaupun Agnes tidak ada diantara kamu, kamu harus percaya Allah hadir dan Aku juga dihadirkan Allah bersama kamu dimana kamu berkumpul untuk memuliakan Allah. Dan bagi saudara-saudaramu yang belum Aku kunjungi, pasti waktunya akan tiba Aku akan hadir di tengah-tengah mereka. Itulah janjiku.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Salamku juga kepada mereka. Aku mengasihi mereka semuanya. Aku berdoa untuk mereka semuanya.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Dan Aku minta teruskanlah kamu berkumpul seperti ini dan pergi menyampaikan kebenaran ini. Berilah waktu untuk Tuhan. Janganlah kamu sibuk dengan kesibukan-kesibukan dunia ini. Waktu Tuhan kau sediakan sepenuhnya, selebihnya Tuhan akan berkati dalam kehidupanmu.

 

Ini yang Aku katakan kepadamu supaya engkau mengerti.  Kehadiranku ini tidak bisa kau pikirkan. Tetapi terimalah dengan baik dan berdoa supaya kamu diberikan pengertian yang sangat dalam, dalam hidupmu. Aku Ibumu Maria yang kekal dan abadi, yang hidup bersama Allah di surga. Itulah Aku Ibumu yang diciptakan dan dihadirkan Aku sebagai wanita untuk bekerja sama dengan Allah untuk menyelamatkan manusia dalam rencana Allah. Aku adalah wanita. Wanita sudah bahagia di surga, yang selalu mendoakan kamu walaupun engkau tidak mengingat Aku, Aku selalu setia bersama kamu. Anak-anakku yang Aku kasihi, masihkah engkau takut?

Tidak Ibu, jawab umat.

 

Baik, bukan tidak takut secara dunia. Kebenaran adalah diatas segala-galanya, mengapa engkau takut? Kebenaran itu adalah Allahmu yang memberikan ini semua untukmu, mempersiapkan engkau semua dimana Allah akan memurniakan dunia ini supaya engkau hidup dan bersaksi bahwa Allah itu ada dan benar, sesungguhnya bertahta disurga supaya engkau mengerti.

 

Baiklah anak-anakku, inilah perkataanku yang benar. Aku sampaikan kepadamu dan Aku berdoa agar kamu semua dapat bekerja dengan baik, dengan tulus, dengan hatimu, dengan imanmu engkau melakukan itu semuanya.

 

Ibu Maria izinkanlah anakmu bertanya. Ibu, di Jakarta, di Jawa Tengah di Keuskupan Agung Semarang dan juga di pusat kegiatan kami di Cimahi, Ibu telah memberikan tanda kasih yaitu tempat bagi kami untuk bertemu dan berkumpul apabila hari itu tiba, bagaimana dengan anak-anakmu di sini, apakah juga sebaiknya disiapkan tempat khusus untuk berkumpul? Terima kasih Ibu Maria.

 

Baik, dimana kamu dalam keluargamu kamu hidup dengan kasih cintamu yang telah diberikan oleh Allah kepadamu, disitulah kamu berkumpul dalam keluargamu menerima semua apa yang telah disampaikan untuk memurnikan dunia ini dan Aku mengatakan berkelompok-kelompoklah kamu. Setelah itu selesai, kamu akan bertemu kembali dengan cara Tuhan di mana pun kamu berada di tempat anak-anakku yang lain. Apa kamu sudah mengerti?

Maka Aku katakan sekali lagi, dalam keluargamu itulah tempat dimana kamu berlidung, dimana kamu bersatu dalam doa, maka Tuhan melawati setiap rumah dimana kamu dilihat bahwa kamu menyerahkan diri kepada Allah, Allah berkati. Itulah tempatmu nanti anakku. Mengerti kamu?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Tidak semua harus diberikan tempat. Tempat terindah adalah dalam keluarga masing-masing.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Nanti kamu akan disatukan kembali dan kamu semua akan berkumpul seperti ini untuk memuliakan Allah, untuk melanjutkan hidupmu satu masa bersama Allah di mana pun kamu berada. Kamu mengerti?

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

Baik, jagalah dirimu, jagalah keluargamu, hiduplah kamu damai, saling mengasihi didalam keluargamu masing-masing.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Jangan takut! Allah menyertai kamu sekalian. Baik anak-anakku, sampai di sini pertemuan kita. Harapanku, kamu yang ada di sini untuk melanjutkan tanda kasihku juga kepada saudara-saudaramu yang lain di mana pun kamu berada. Doaku menyertai kamu sekalian, dengan doa yang telah Kuajarkan kepadamu dan juga Aku telah memberikan kerinduanmu untuk berbuat baik, rindu akan Allah dalam kehidupanmu. Daraskanlah doa itu mulai sekarang dalam keluargamu, maupun dalam kelompok dimana kamu berada. Inilah permintaanku kepada kamu semuanya yang ada di sini.

 

Anak-anakku, sampai bertemu lagi dalam doa dan yakinlah, percayalah, Tuhan akan menyertai kamu dan Aku satukan doa-doamu di surga dan semua anak-anakku di bumi ini menjadi suatu doa yang besar  untuk menguatkan, saling menguatkan dalam roh melalui kuasa Allah. Baik anakku, sampai bertemu lagi, selamat malam!

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.d