Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

“Peringatan 11 tahun Penampakan Ibu Maria”

di Rumah Ibu Agnes Sawarno – Cimahi,  24 Maret 2006

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

AKU tidak pernah meninggalkan kamu. AKU selalu menyertai kamu dalam pelayananmu. Janji-KU KU-tepati, tinggal sedikit waktu. Kamu sabar menunggu. Akan KU-selesaikan dunia ini.

 

Dekatkan dirimu kepada-KU dan berdoalah dalam nama-KU, dan saling mengasihi kamu. Saling mengasihi kamu dalam peayananmu. Berdoalah supaya kau dikuatkan menunggu apa yang telah KU-janjikan kepadamu.

 

Dan apa yang telah kau sampaikan kepada imammu yang tertinggi, saatnya AKU selesaikan semuanya.

 

Tetaplah kamu setia. Pakailah hatimu dalam pelayanan karena hatimu adalah milikKU. AKU bersatu dalam hidupmu.

 

Dalam kelompok inilah, saat terakhir inilah bersama Ibumu, AKU menyampaikan isi hati-KU yang sebenarnya; yang telah KU-tuliskan dalam Kitab Sucimu, segera terjadi.

 

Jaga dirimu dengan baik, dekatkan dirimu dengan baik dengan-KU, dan AKU selalu menunggumu. Datanglah kamu semuanya kepada-KU. AKU-lah kekuatanmu. Sampai bertemu dalam doa AKU menunggumu, dan bekerjalah dalam nama-KU supaya engkau tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini.

 

Tuhan Yesus menyertai kita secara nyata didalam Kelompok ini bersama Ibu Maria, dan Tuhan mengutus rasul Yohanes untuk menjadi pembimbing rohani kita. Itulah misteri yang kita terima dari kelompok ini. Kita boleh bersyukur dan berterima kasih karena kita diajak didalam karya Tuhan, dalam rencana Tuhan untuk memurnikan dunia ini. Terima kasih Tuhan. Terpujilah Engkau di surga, terpujilah Engkau di hati kami.

 

---ooo0ooo---

 

 

Malam ini Ibu Maria hadir melalui isi hatinya untuk menguatkan kita semua yang berkumpul. Kita percaya Ibu tidak pernah meninggalkan kita sendiri. Ibu selalu menyertai, maka kita kuat. Kalau surga tidak menyertai kita, kita tidak akan kuat dengan pekerjaan yang tidak dimengerti ini.

 

Mari kita satukan hati kita, kita arahkan hati kita bersama Ibu di surga yang mengasihi kita, yang menyayangi kita. Walaupun kita jatuh bangun, Ibu tetap sayang kepada kita semuanya.

 

Ibu, aku serahkan semua ini, kuatkan kami Ibu Maria menantikan pemurnian ini, cukup berat. Gejolak-gejolak pribadi ini selalu muncul dalam diri kami Ibu. Ini yang menjadi hambatan bagi kami. Kadang-kadang tidak kami sadari sepenuhnya. Harus kami tangapi dengan apa Ibu Maria supaya hati kami bisa menerima semua persoalan apa saja yang kami hadapi didalam kelompok ini? Melalui hati Ibu, ajarkan itu sepenuhnya, melalui hati kami masing-masing.

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Selamat malam untuk kamu semua anak-anakku yang Aku kasihi.

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Juga engkau Isak Doera, anakku yang Aku kasihi, terima kasih untukmu. Terima kasih, terima kasih.

 

Malam ini, perjalanan di dalam kelompok ini cukup panjang tetapi apa yang kamu hitung itu, tinggal ditambahkan sedikit lagi. Tidak akan panjang, akan kamu alami menantikan pemurnian ini anakku.

 

Pertama Aku mau menyampaikan padamu, mulailah kamu bulan pertama, minggu pertama kamu mengadakan Ekaristi di tempat ini. Isak Doera?

 

Ya Ibu, jawab Romo Isak Doera Pr.

 

Sampaikan juga kepada Alexius, dan sampaikan juga kepada anak-anakku supaya mereka berkumpul di tempat ini, kembali seperti dulu. Ekaristi..., Aku minta kepadamu Isak Doera, supaya anak-anakku dapat menyambut Tuhan melalui Tubuh dan Darah-NYA yang telah ditinggalkan di antara kamu melalui dalam kehidupanmu. Isak Doera, mulailah!

 

Ya Ibu, jawab Romo Isak Doera Pr.

 

Ini Kutanamkan kepadamu. Setiap bulan minggu pertama. Datanglah ke tempat ini karena tempat ini menjadi berkat bagi kamu. Bukanlah tempat ini milik Agnes sekeluarga, tapi tempat ini Kuberikan bagi kamu sekalian. Saatnya engkau akan mengerti.

 

Dan Aku minta kepadamu Isak Doera dan juga kepada kamu anak-anakku yang ada di sini, berikanlah tempat doa di tempat ini. Aku telah memberikan “Tempat Doa Hati Ibu yang bahagia” jauh dari padamu (Di Danan-Giriwoyo, Wonogiri). Tapi di tempat ini buatlah itu tanda kasih dan cintaku, siapa saja yang akan datang di tempat ini. Karena tempat ini Allah telah memberkatinya untuk anak-anakku. Apa kamu mengerti apa yang Aku katakan ini?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Kalau kamu mengerti, ulangi kembali, apa yang Aku inginkan ini. Siapakah yang bisa menjawabnya, menerangkannya apa yang Kumintakan kepadamu?

 

Ibu ingin agar setiap bulan minggu pertama kami berkumpul di tempat ini dan siapa pun yang ingin datang di tempat ini bersama-sama merayakan Ekaristi, jawab umat.

 

Selanjutnya?

 

Agar rumah ini dijadikan tempat doa, jawab umat.

 

Dan selanjutnya?

 

Dibangun juga suatu tempat untuk memperingati Ibu Maria seperti gua, jawab umat.

 

Itulah yang Aku mintakan kepadamu karena apabila hari pemurnian itu juga anak-anakku berkumpul di tempat ini.

 

Ya Ibu, jawab umat.

 

Sampaikan kepada Agnes sekeluarga supaya mereka mengerti. Sebelum kau melakukan, berbicaralah kepada Agnes sekeluarga.

 

Ya Ibu, jawab umat.

 

Baik, itu tanda kasihku Kuberikan di tempat ini.

 

Di sebelah mana Ibu harus kita bangun? Tanya umat.

 

Menurut kamu di manakah itu?

 

Apakah di pojok belakang?

 

Baik, ini tempat doa dan kamu melakukan, bangun tempat tanda kasihku di belakang tempat doa ini. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Siapa pun yang datang, biarkan datang.  Rumah ini bukan lagi milik Agnes. Tidak! Rumah ini terberkati bagi setiap anak-anakku yang datang di tempat ini. Ini perkataanku untuk melanjutkan dari mana Aku akan mulai, di sana Aku telah memberikan, di sini juga Aku memberikan untuk anak-anakku bagi semuanya. Mengerti?

 

Mengerti ibu,  jawab umat.

 

Terima kasih. Dan sampaikan kepada anak-anakku, inilah saat-saat terakhir Kutambahkan bagimu supaya engkau mengerti nanti, supaya engkau mengerti apa yang Aku katakan ini kepadamu dari awal sampai saat ini. Waktu sekian lama, tinggal menambahkan sedikit waktu. Tetapi Aku minta kepada kamu semua yang Aku panggil bersatu bersamaku dalam  kelompok ini bersama Agnes. Bekerjalah kamu, bekerja...! Cukup banyak kamu, tinggal sedikit waktu. Kamu sudah melihat dunia ?

 

Ya Ibu, jawab umat

 

Sudah melihat. Itu baru kecil, saatnya akan tiba itu akan terjadi semuanya. Aku tidak meninggalkan anak-anakku, di sekitar ini yang dekat bersama Agnes, Aku juga memberikan tanda kasihku di tempat ini.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Ibu maafkan anakmu bertanya, pada awal kami bersama-sama berkumpul di tempat ini, kami telah menanyakan kepada Ibu, apakah rumah ini menjadi tempat Ziarah. Pada akhir tahun 1995, Ibu menjawab bahwa tempat ini tidak menjadi tempat ziarah tetapi menjadi tempat doa. Menjawab permintaan Ibu tadi agar membangun tempat doa secara khusus di tempat ini, apakah hanya berupa tempat doa ataukah berupa sebuah kapel seperti juga kami lakukan di tempat doa Hati Ibu yang bahagia?

 

Ini sudah cukup. Ini tempat doa, maka jagalah dengan baik. Jangan kau biarkan Agnes sendiri menyelesaikan semua tempat ini. Cukup berat Agnes! Ini cukup tempat doa.

 

Pembangunan di belakang, kapan batas waktu yang Ibu Maria kehendaki, berapa bulan dari sekarang?

 

Aku serahkan semua itu, keterbukaan hatimu untuk melaksanakan itu anakku. Itu saja. Aku tidak akan memberi waktu untukmu, tidak! Tapi kamu sudah mengerti kebutuhan rohanimu maka engkau mengerti kapan engkau lakukan, kapan kamu menyelesaikannya. Inilah tempat doa, di mana Aku hadir di tempat ini. Aku sudah hadir. Sebenarnya tempat ini dimana Aku datang, tempat itu akan menjadi berkat bagi anak-anakKu. Kamu mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Harus kamu mengerti anak-anakKu. Dimana Aku datang, tempat itu akan menjadi berkat karena Allah sendiri mengantarkan Aku dengan berkat-NYA. Aku sudah datang di tempat ini anakku, dan Aku juga sudah menampakkan diri di tempat ini anakku.

 

Ya Ibu, jawab umat.

 

Mengertilah kamu. Sekali lagi, jangan kamu biarkan Agnes sendiri.

 

Ya Ibu, jawab umat.

 

Kalau ini engkau biarkan Agnes sendiri, dia tambah tidak mengerti, tambah tidak mengerti.... Karena kebersamaanmu itulah, dia akan mengerti. Ini yang Kusampaikan kepadamu karena waktunya sudah dekat. Ini juga Kuberikan, tempat doa ini untuk anak-anakku. Tidak ada satu pun yang bisa mengambil bagian-bagian tempat ini karena tempat ini tidak akan terjadi apa-apa. Apabila terjadi kegoncangan di negaramu, tempat ini tetap utuh untuk anak-anakku.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

   

Terima kasih. Terima kasih juga untuk kamu semua yang sudah sekian lama bersama Aku bersama Agnes dalam kelompok ini untuk membawa anak-anakKu kembali kepada Allah. Jangan kamu kuatir tentang para imam, yang penting kamu sudah melaksanakan. Nanti engkau akan mengerti. Semua itu akan terjadi munurut bagian masing-masing yang dikehendaki Allah, yang apa yang telah kamu sampaikan juga kepada imammu yang tertinggi. Sudah menjadi bagian-bagian dalam rencana Allah. Ini yang Saya sampaikan kepadamu. Terima kasihku untuk kamu semuanya.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Kamu setia walaupun kamu jatuh bangun. Kamu sungguh-sungguh berjuang. Tidak salah! Tetapi teruslah kamu melaksanakan tugas itu dengan baik.

 

Ya Ibu, jawab umat.

 

Ini yang Kusampaikan kepadamu. Terima kasihku yang sekian lama bersama Agnes dan terima kasihku juga kepada Agnes yang mau menerima penderitaan ini, pelayanan ini yang cukup berat yang dia terima dengan baik.

 

Kalau dia menyapamu itu, bukanlah dia tidak suka dengan kamu. Bolehlah dia menyapamu tapi itu juga bukan semua dari pemikirannya, tapi itu adalah nubuat. Kamu disapa, kamu ditegur oleh Agnes, itu bukan karena Agnes tidak suka tetapi sapaan itu adalah untuk lebih jelas apa yang harus kamu kerjakan, kamu laksanakan dalam perjalananmu dalam kelompok ini. Karena dialah yang akan selalu menyapa kamu setiap saat, kapan saja, kuasa Allah akan bekerja dalam kehidupannya. Tidak ada waktu, tidak mengenal waktu, kalau itu dibutuhkan bagi anak-anakNya, Tuhan memberikan itu dalam kehidupan Agnes. Mengerti kamu?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Jangan, jangan kamu selalu mempersalahkan Agnes. Aku Ibumu tidak pernah mempersalahkan Agnes tapi Aku berdoa terus menerus agar Agnes kuat. Itu yang Aku lakukan.

Tidak! Kamu juga tidak! Semua tidak! Jangan kamu lakukan itu untuk Agnes. Dukung dia, doakan dia. Kamu Aku panggil bukan karena Agnes. Agnes hanya sarana karena Aku, untuk Aku. Tetapi Agnes jangan kamu tinggalkan sendiri. Mengertikah kamu?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Inilah karya Tuhan yang terakhir. Cara ini, kamu mendengarkan Aku melalui Agnes. Kamu mendengar. Percaya atau tidak percaya, kamu dengar!

 

Kami percaya Ibu, jawab umat.

 

Ini, inilah yang terakhir. Siapa saja boleh mendengar, boleh tidak percaya. Silakan saja! Tetapi cara inilah supaya semua akan jelas.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, apa yang telah Aku sampaikan ini untuk kamu, untuk anak-anakKu. Ini untuk anak-anakKu, supaya nanti pemurnian semuanya bahagia. Ada tempat singgahan, tempat pertemuan. Tempat inilah, juga di sana Kuberikan, tempat itu juga untuk pertemuan. Nanti juga engkau sampai di sana bertemu dengan anak-anakKu. Jangan pikirkan, pasti itu akan terjadi, semua akan terjadi. Jangan pakai ini (menepuk dahi) tapi pakai hatimu supaya apa yang Kukatakan ini renungkan kembali. Renungkan terus menerus bekal dalam perjalananmu ini.

 

Sekali lagi Aku terima kasih kesetiaanmu bersama Aku Ibumu yang sudah hadir di negaramu ini untuk mempersiapkan semuanya, anak-anakKu dengan baik.

 

Sampaikan juga kepada Alexius, terus bekerja untukku. Lakukan, sampaikan, doaku menyertainya supaya dinyatakan semuanya, agar apa yang Kusampaikan ini tentang pemurnian diterima dengan sukacita semua anak-anakku di mana pun mereka berada. Sampaikan salamku juga untuk Herribertus.

 

Ya Ibu, jawab Romo Isak Doera Pr.

 

Khususnya untuk Alexius, doaku menyertainya dalam perjalanannya. Baik-baiklah mengatakannya, sampaikan semua apa yang telah diterima  di dalam kelompok ini. Sampaikan dengan baik! Dan salamku kepada mereka, Maria Ola, untuk anak-anakku di sana (New Zaeland).

 

Baik Ibu, jawab Maria Ola.

 

Salam kasih dan cintaku, doaku selalu menyertai mereka, dan Aku mendoakan mereka semuanya agar mereka dengan terbuka untuk menerima tanda kasihku ini melalui pewartaanmu.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Maria Ola.

 

Terima kasih semuanya.

 

Ibu, hari yang Ibu inginkan untuk kami berkumpul untuk merayakan Ekaristi bersama setiap bulan, minggu pertama. Apakah hari Minggu? Atau hari Jumat pertama?       

 

Sebenarnya, hari itu baik, semua baik, dan Aku sendiri tidak menyusahkan anak-anakku dan Aku minta kerjasama dengan Aku dimana kamu bersedia supaya kamu boleh dan bisa sampai di tempat ini bersama-sama. Kamu mengerti?

 

Ya Ibu, jawab umat.

 

Mengerti. Mengerti. Semua baik. Tapi Aku menghendaki, hari seperti inilah kamu berkumpul karena inilah hari kesedihanku dan hari kemenanganku. Hari ini anakku. Aku sedih akhirnya Aku menang. Aku menang.

 

Kami menang bersama Ibu, jawab umat.

 

Inilah yang Aku sampaikan kepadamu. Terima kasih ya untuk kamu semuanya yang melaksanakan tugas itu walaupun Aku melihat, Aku mendengar banyak hal-hal yang masih kamu alami, tapi untuk yang akan datang, tidak lagi. Bekerjalah dengan hatimu bersama-sama sehati sejiwa dalam dimana kamu melaksanakan tugas itu kembali. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Mengerti. Jangan lagi terulang. Engkau lebih dari mereka yang tidak mengerti masuk dalam kelompok ini. Kamu lebih anakku karena kamu mendapatkan banyak dari surga, pengertian-pengertian yang belum dimengerti dari imam-imammu dan saudara-saudaramu. Maka kamu bekerja, bekerjalah dengan sukacita, dengan damai, tidak ada lagi perselisihan tetapi kebersamaan saling mengampuni. Mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Baik, berangkat, berangkatlah yang akan datang seperti itu. Yang lalu biarlah cukup yang lalu, jangan terulang kembali. Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

 

 

Dan terima kasih untuk kamu semua yang bersedia melaksanakan apa yang menjadi permintaanku. Jadikanlah tempat ini tempat doa. Kusediakan bagi anak-anakku semuanya. Terima kasih.

 

Baik, sekali lagi engkau Isak Doera, jaga dirimu baik-baik, jangan pergi jauh-jauh, mengertilah....

 

Ibu, saya mau pergi untuk ikut tahbisan uskup di Maumere.

 

Saya tidak pernah melarangmu secara rohani, tetapi yang lain tidak. Itu punya bagian masing-masing. Kamu Kuberikan tugas di negaramu ini adalah di dalam kelompok ini dan mewartakan dengan baik, Isak Doera.

 

Ya Ibu, jawab Romo Isak Doera Pr.

 

Terima kasih. Kau sakit, diselesaikan. Semua diselesaikan, tidak ada yang tidak diselesaikan. Semua diselesaikan dengan baik yang bersama Aku dalam kelompok ini.

 

Ya Ibu, terima kasih, jawab Romo Isak Doera Pr.

 

Terima kasih, terima kasih untuk kamu semua anak-anakku yang Aku kasihi. Aku mengasihi kamu semuanya.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih.

 

Ibu, masih ada satu yang ingin saya tanyakan, dalam rekoleksi yang lalu, Ibu minta agar kita segera menemui anak-anak Ibu yang ada di Timika tapi pergolakan di sana itu semakin menghebat dan romo Yakobus cukup dalam posisi yang sangat sulit. Minggu depan ini saya akan bertemu dengan beliau, apakah rencana ke Timika dalam keterbatasan yang demikian itu harus tetap kita lakukan atau kita tunda?

 

Semua berjalan dengan bijaksana, tidak harus terburu-buru. Di sana bergejolak karena dunia. Tidak ada keadilan karena dunia. Itulah yang sudah terjadi. Tapi itu semua dibongkar oleh Allah, dimana saja yang sembunyi dibongkar oleh Allah, dinyatakan oleh Allah di seluruh bumi. Biarkanlah itu berjalan. Semua dimurnikan anak-anakku.

 

Salamku untuk dia, Yakobus. Salam tanda kasihku, dekatkan dirinya kepada Allah dan berdoa supaya mereka dikuatkan para imam, dan para imam menguatkan anak-anakku di sana.  Ini yang Aku mintakan. Sampaikan salamku.

 

Ya Ibu, jawab umat.

 

Bijaksana anakku. Itulah anak Tuhan, selalu bijaksana melakukan, bekerja, melangkah, apa saja yang dia laksanakan dalam perjalanannya, bijaksana. Bijaksana itu berarti bekerja dengan hatimu. Itu pasti, pasti akan sampai kepada tujuan. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih untuk semua anak-anakku yang ada di sini. Inilah pertemuan kita saat ini anakku. Engkau sudah menghitung cukup lama, tinggal menambahkan sedikit waktu dengan apa yang kau hitung ini, pemurnian itu turun ke bumi ini. Setia dan berjuang dan berdoa dan melayani anakku. Tidak cukup hanya berdoa tetapi kamu harus melayani, melayani..... Tanggaplah dengan sekitarmu maupun dalam kelompok ini. Ingat Aku telah menyerahkan imammu ini Isak Doera kepadamu kan? Mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Selesaikan, selesaikan itu semuanya anakku.

 

Baik Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Jangan dia sendiri karena Aku berikan itu kepadamu. Penderitaannya adalah penderitaanmu, kesedihannya adalah kesedihanmu, persoalannya juga persoalanmu. Semua apa yang dia hadapi, dia terima, adalah bersamamu. Mengerti?

 

Ya Ibu, terima kasih,  jawab umat.

 

Terima kasih. Jaga dia dengan baik. Dia Kuberikan kepadamu supaya dunia tahu siapa yang bisa memanggil dia dan para imam. Agnes tidak bisa memanggil mereka. Tanpa kuasa Tuhan mereka juga akan sama seperti para imam-imam yang lain. Apabila Agnes yang memintanya mereka akan menolak. Tetapi Allah yang memanggil mereka, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Kuasa Allah bekerja dalam kehidupannya. Mengerti kamu?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Maka Aku serahkan para imam semuanya yang percaya menerima semua kebenaran ini, bekerja sama dengan mereka. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Mengerti. Terima kasih. Kalau kamu sudah mengerti, lakukan. Inilah yang Aku katakan ini kepadamu pada malam ini.

 

Terima kasih dimana kamu bekerja bersama Aku Ibumu bersama Agnes, sangat berterima kasih anakku. Teruslah kamu bekerja, jangan takut dan kuatir kamu akan menang atas dunia ini, bersama Aku Ibumu mengalahkan dunia ini. Percaya, harus percaya dan percaya. Tanamkanlah kepercayaanmu sedalam-dalamnya di dasar hatimu, supaya kamu tidak terombang-ambing dengan segala persoalan yang kamu hadapi di dalam kehidupanmu maupun dalam keluargamu. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Baik.

 

Ibu, kalau boleh tempat doa ini sekaligus diperluas? Atau cukup yang sudah ada ini atau kita perlebar ke samping dan ke belakang juga?

 

Menurut kamu?

 

Menurut saya, sepertinya harus diperluas. Kalau nanti akan banyak anak-anak yang Ibu kumpulkan di sini, mungkin tempat sebesar ini tidak cukup. Tapi kalau dilebarkan sampai ke sana mungkin bisa menampung lebih banyak .

 

Itu baik. Itu baik pengertianmu. Engkau melaksanakan untuk anak-anakku. Itu baik. Bijaksana ya. Bijaksana. Baik. Kalau engkau mau melakukan, lakukan untuk anak-anakku. Karena semua apapun dilakukan Agnes untuk anak-anakku dan kamu lakukan semua untuk anak-anakku. Aku menerima dengan senang, apa yang akan kamu lakukan Aku menerima dengan senang. Sangat senang, sungguh senang. Mengerti?

 

Ya Ibu, terima kasih, jawab umat.

 

Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih untuk semua saat-saat terakhir ini kita boleh bicara, boleh memberikan pengertian agar kamu mengerti supaya nanti saatnya kamu tidak bingung. Tapi semua saatnya datang kamu sudah siap. Mengerti?

 

Ya Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Sangat terima kasih kepada kamu semua anak-anakku yang Aku kasihi. Terima kasih.

 

Satu pertanyaan lagi Ibu. Ya,  Ibu Maria hanya satu tapi di dunia ini kami mengatakan Ibu Maria dari Lourdes, Ibu Maria dari Fatima, mungkin barangkali kalau nanti kami mau buat di sini, Ibu Maria dari Fatima atau bagaimana? Tanya romo Isak Doera.

 

Isak Doera, Aku mengatakan ini tempat doa, bukan untuk ziarah. Tempat doa tapi bikinlah tanda kasihku di sini untuk bersama kamu, bukan kamu menyembah berhala. Bukan, tidak! Tidak! Itu tanda kasihku. Allah memberkati semua apa dilakukan dalam Gerejamu, diberkati oleh Allah karena semua itu untuk memuliakan Allah. Tetapi tentang pertanyaanmu itu semuanya berbeda pengertian apa yang Kuberikan. Itu cukup untuk mereka, untuk mereka, untuk mereka. Tapi ini tempat doa, bukan untuk ziarah, seperti apa yang kamu lakukan, seperti tempat ziarah yang Kuberikan di Indonesia, dimana?

 

Giriwoyo, jawab umat.

 

Itu tempat ziarah. Ini hanya tempat doa. Mengerti tempat doa?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Ya, tempat doa. Maka tempat doa ini, Aku ingin memberikan kepada kamu melalui tanganmu, pemberian berkatmu, tanda kasihmu bersama Aku untuk anak-anakku karena Aku tidak ada lagi di bumi, karena itu sarana-sarana dunia. Sebenarnya sudah cukup dengan doa saja, tapi biarlah tanda itu Kuberikan kepada anak-anakku. Isak Doera, sudah mengerti?

 

 Mengerti Ibu, jawab Romo Isak Doera Pr.

 

Terima kasih kalau engkau sudah mengerti. Terima kasih untuk semuanya anak-anakku yang Aku kasihi.

 

Dan Aku terima kasih. Aku berdoa untuk kamu yang bekerja bersama Aku saat-saat terakhir ini. Aku Maria bersama Agnes. Ini Aku Maria dari surga, ini isi hatiku melalui Agnes, Aku menyapamu. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, terima kasih, jawab umat.

 

Terima kasih anak-anakku yang Aku kasihi, Aku sangat mengasihi kamu. Aku mengerti betapa beratnya tugas ini Kuberikan kepadamu. Aku tidak memanggil banyak orang, cukup kamu menjadi saksiku. Kamu sudah cukup bekerja, sudah cukup luas untuk menyampaikan kebenaran ini. Sudah cukup! Tidak akan Kutambahkan lagi anakku! Maka yang ada ini kamu jaga dengan baik. Saling mengasihi kamu, saling menjaga hati antara hati dengan hati yang lain, saling mendukung. Aku senang kalau kamu damai. Aku senang kalau kamu saling mengasihi karena kamu adalah saudara anakku. Kamu bukan orang lain, bukan! Inilah dalam Tuhan kamu saudara. Saudara adalah yang tidak bisa dipisahkan oleh dunia ini, nanti kamu akan bersatu dengan Aku bersama-sama di surga.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Ya, kamu saudara anakku. Saudara dalam Tuhan itu sangat dalam dari pada saudara dalam rahim ibumu. Kamu tidak akur, kamu tidak bisa tenang, kamu selalu bertentangan, itu dalam rahim ibumu. Tapi dalam kasih Tuhan, Tuhan bisa menyelesaikan semua perkara yang bertentangan di antara kamu dengan yang satu, dengan yang satu. Karena kamu adalah saudara. Kamu saudara anakku karena kamu sudah disatukan dalam Tubuh dan Darah Tuhan. Ingat itu perkataanku. Siapa pun yang sudah disatukan dalam Tubuh dan Darah Tuhan, dia adalah saudara dunia dan akhirat, kekal dan abadi, terkecuali dia pergi meninggalkan Allah dalam hidupnya. Inilah ada banyak, dimana-mana banyak terjadi. Aku mengatakan ini supaya engkau mengerti, supaya kamu tidak ada membedakan antara satu, si kaya si miskin di antara kamu karena kamu adalah satu dengan Tuhan. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih kalau kamu sudah mengerti, lakukan! Harus lakukan! Kalau kamu tidak melakukan kamu tidak akan mendapatkan apa-apa. Surga telah disediakan bagi anak-anakku. Yang menempati surga hanya yang percaya kepada Allah, dia anakku, surgalah tempatnya. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Ini yang Aku sampaikan kepadamu. Aku dari surga. Ini isi hatiku bersama Agnes, bersama Agnes; bersama kamu mendengarkan Aku malam ini. Sekali lagi sudah sekian lama kamu setia walaupun kamu jauh bangun tetapi kamu tetap berjuang.........(kaset dibalikkan, red)

 

Sekali lagi selamat bekerja, selamat berjuang dan sampaikan semua apa yang Kusampaikan dari Allah yang Mahakuasa itu yang telah memberikan semua ini kepadaku dan juga Kusampaikan kepadamu. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Kalau kamu sudah mengerti, itu luar biasa, luar biasa.

 

Aku berdoa untuk kamu dalam perjalananmu ini anak-anakku saat-saat terakhir ini, dan cepat cari tahu, cepat melayani. Sungguh Aku mengatakan ini kepadamu waktunya sudah cukup singkat, yang sekian lama ditambahkan dalam perjalananmu.

 

Dan Lucia, Francisco dan Yacinta selalu menyertai kamu. Walaupun engkau tidak mengerti, mereka menyertai dalam perjalanan dalam kelompok ini karena Kusatukan bersama Agnes. Dunia tidak mengerti tapi itu Kuberikan kepada kamu saat-saat terakhir ini karena Agnes bersama kamu yang terakhir untuk menyampaikan apa yang telah Kusampaikan tentang pemurnian maka Lucia bersamamu. Tanpa engkau mengerti Lucia, Yacinta, Francisco Ku-ikut sertakan dalam perjalananmu ini. Mengerti? Dan semua mereka yang telah menyapa Agnes (dalam ziarah rohani bulan Mei 2005, dimana kuasa Tuhan mempertemukan ibu Agnes dalam roh dengan Bernadette Souburo, Sr. Margaretha Maria Alacoq, Sr. Chatarina Labore, Lucia, Frasisco, Yacinta dll.),  itu juga Kusatukan dalam kelompok ini. Mengerti?

 

Mengerti, terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Inilah pengertian yang sangat dalam Kuberikan kepada kamu mengapa Aku membawa kamu kepada mereka supaya kamu bertemu dengan mereka dan mereka bersatu bersama kamu di saat-saat terakhir ini. Mereka bersamamu, tanpa engkau sadari mereka bekerja sama denganmu. Misteri. Jangan pikirkan. Ini yang Kusampaikan kepadamu saat-saat yang terakhir ini. Baik. Terima kasih anak-anakku.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Selamat bekerja, doaku menyertai kamu sekalian. Amin.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

---ooo0ooo---