DOA TUTUP TAHUN 2006

BERSAMA KELOMPOK PELAYANAN KASIH DARI IBU YANG BAHAGIA

DI - TEMPAT DOA HATI IBU YANG BAHAGIA, CIMAHI

31 Desember 2006

 

 

Pengantar Ibu Agnes

 

Dari awal Romo Widi sudah menekankan dan juga menawarkan kepada kita kebiasaan-kebiasaan kita yang mungkin dianggap Surga keliru, tetapi bagi kita orang yang tidak mengerti ini, pasti Tuhan itu Maha Rahim. DIA tidak melihat kekeliruan itu yang penting kita saat ini mengerti dan mau mengubah situasi itu menjadi apa yang dikehendaki Tuhan.

 

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus dan Ibu Maria, saya hanya menggaris bawahi apa yang disampaikan Rm. Widi dalam penjelasan itu karena pada waktu kami ada di Bajawa. Tuhan menegaskan, sekali -sekali Tuhan itu tidak pernah hadir di dalam benda-benda yang ada di bumi ini, yang di pohon, di batu, atau dimana, atau di patung Tuhan Yesus atau Ibu Maria atau seisi surga, tidak ada! Itu dijelaskan oleh Tuhan. AKU datang dalam kehidupanmu tetapi yang penting adalah kehadiran-KU dalam Ekaristi. Itu KU-berikan kepada kamu semuanya supaya kamu semua bahagia bahwa AKU menyertai kamu sampai akhir zaman. Itu kata Tuhan. Kasih tahu Agnes, berikan penjelasan ini Agnes.

 

Dulu itu baik, dipandang Tuhan, itu baik, tapi lama-kelamaan menjadi tidak baik. Akhirnya kita mundur dari iman kita yang sebenarnya. Tuhan mengatakan, “AKU Mahakuasa, sejak dulu AKU datang melalui manusia-manusia yang KU-ciptakan untuk menyelamatkan manusia di bumi ini” kata Tuhan, “AKU Tuhan Allahmu tidak menyesatkanmu sehingga kamu percaya di dalam benda itu AKU hadir. Allah yang mana yang mengajarkan kamu seperti itu, “kata Tuhan.

 

Jadi Tuhan itu hadir di dalam diri kita masing-masing yang hidup, yang bisa merasakan, yang bisa berpikir, yang bisa sukacita, bisa merasakan kedamaian atas kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita. Yang penting kata Tuhan, bukalah hatimu supaya kamu bisa merasakan kehadiran-KU setiap saat dalam kehidupanmu. Kalau engkau tertutup hati dengan kebiasaanmu, dengan segala kelemahanmu, kapan engkau akan mendengarkan AKU?, kata Tuhan. AKU tidak menyesatkan kamu, kata Tuhan Yesus pada waktu di Bajawa. Karena aku ditinggal sendirian ( dipenginapan ketika kelompok memberi pewartaan dalam misa pagi, red ) aku berdoa. Tuhan hadir mau menyatakan, ‘sampaikan Agnes, juga kepada imam-imammu, kekeliruan ini harus diselesaikan saat-saat terakhir ini supaya persembahan kita itu sungguh-sungguh kita berikan kepada Allah’.

 

Tuhan Yesus bertanya kembali kepada saya, “Agnes, pernahkah kamu berhubungan dengan benda itu?” “Pernahkah dia berbicara kepadamu?”

“Tidak Tuhan, tapi itu suatu ungkapan, saya katakan, suatu ungkapan yang mungkin kami tidak pernah melihat wajahMU seperti apa?”

“Bolehkan, anak-anakMU itu melakukan itu untuk merasakan suatu pertemuan secara kasat mata walaupun itu sebuah patung, Tuhan? Bolehkan Tuhan?”

“Boleh!”, kata Tuhan Yesus.

“Tapi saat ini kamu sudah menyimpang dari kebaikan itu sendiri. “

“Sekali lagi, AKU tidak bernubuat dari benda-benda itu yang ada di bumi ini, maupun yang bernyawa.” (seperti binatang – red)

“Tidak!”

“Alangkah hinanya AKU”, kata Tuhan.

“Kenapa AKU bernubuat dalam benda-benda itu? AKU Mahakuasa bisa melakukan apa saja terhadap dirimu untuk menyelamatkan kamu semuanya”, kata Tuhan Yesus

 

Ini! Ini mungkin kekeliruan kita. Tolong, kita perbaiki. Tuhan tidak menghendaki. Tetapi Tuhan tidak mengatakan:”Hapuskan itu! Hancurkan itu Agnes!” Tidak!

 

Pernah ada seseorang datang membawa patung Ibu Maria, patung Tuhan Yesus, salib, rosario, ditumpukkan, dia minta berkat. Baik. Agnes , AKU bertanya kepadamu :”Apakah benda-benda ini bisa berbicara dan menyelamatkan?”

“Tidak, Tuhan.”

Baik, AKU berkati saat ini, yang penting tujuan-MU adalah AKU bukan benda ini. Jadi agak repot ya? Dalam kelompok ini didobrak oleh Yesus, Tuhan. Dalam segala kekeliruan kita selama ini. Yang mendua hatilah, dengan segala keyakinan kita kepada hal-hal dunia, magis-magis, kuasa-kuasa, energi. Dan saya jawab, tadi siapa yang bertanya, “bagaimana dengan Reiki atau Prana?” Saya katakan, Tuhan bukan energi karena DIA tidak diciptakan. DIA ada dengan sendirinya. DIA Mahakuasa. Energi tidak bisa disebut Allah, adalah roh-roh, kuasa-kuasa kegelapan adalah energi. Dia punya kekuatan tersendiri dalam dunia ini. Tidak diminta saja, dia mau hadir dalam kehidupan kita melalui kelemahan-kelemahan kita masing-masing apalagi kalau kita konsentrasi untuk menghadirkan mereka. Masuklah dia, diseraplah energinya itu. Akhirnya kita mendapatkan kekuatan seperti apa yang dilakukan orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Disayat silet tidak mempan, ditembak tidak mempan dan sebagainya. Dengan tegas saya mengatakan, itulah energi.

 

Kita ikut Yesus, Tuhan akan memberi karunia-karunia penyembuhan kepada anakNYA, terserah Tuhan, DIA pilih siapa. Tapi jangan sekali-sekali kita memaksa minta karunia itu kepada Tuhan. Tidak bisa. Karena karunia itu adalah milik Allah dengan segala rencanaNYA diberikan karunia itu kepada anak-anakNYA untuk bernubuat, untuk bersaksi, untuk melayani anak-anakNYA di mana pun mereka berada. Karunia. Tapi kalau kita menyerap energi, tidak usah percaya!

Jangan sekali-sekali anda berobat seperti itu. Percayalah kepada Tuhan dan kita berjuang untuk berobat. Pergilah ke dokter. Dokter diberkati oleh Tuhan melalui obat yang real, masuk logika dengan pikiran. Jangan sekali-sekali anda pergi ke situ-situ. Tidak. Diraba-raba seperti ini. Tidak. Itu energi yang datang dari dunia. Saya jawab. Saya dengarkan semua pertanyaan anda. Saya jawab. Kalau kita diberikan karunia penyembuhan, lakukan. Kenapa tidak. Untuk memuliakan Allah. Anda pikir seperti prana, reiki, apakah itu memuliakan Allah? Semua dicampur-adukkan dengan doa-doa yang ada dengan islam, ada kristen, ada hindu, ada katolik, ada buddha. Ramai di situ. Tapi tidak. Mana iman kita? Tidak lagi ya.

Saat-saat terakhir ini, berobat dan berdoa. Itu saja. Tidak usah ke dukun, paranormal, prana, reiki, apa saja yang muncul sekarang ini dimana-mana. Tidak usah. Kita datang kepada DIA. Sudah dikatakan Tuhan, “imanmulah yang menyembuhkan”(Matius 9 :29). Kita kan beriman.

Seperti tadi dikatakan, “aku percaya” ada iblis. Kok kamu percaya? Aku percaya hanya kepada Allah. Itu ada tapi aku tidak percaya. Itu ada, bahwa roh jahat gentanyang, itu energi. Coba kalian bersemedi di bawah pohon, pasti dia datang. Bakar kemenyan di situ. Benar tidak? Datang dia. Terus bernubuat-nubuat, luar biasa.

 

Anak Tuhan! Sekali lagi, anak Tuhan tidak usah menyelewengkan imannya untuk merebut dunia ini. Tolong, ini sudah saat terakhir. Anda tahu tadi pagi gempa pada pukul 06.30, ini goyang semuanya, saya diam. Dua kali gempa di tempat ini. Sudahlah apalagi yang kalian cari? Dan siapa bapak yang di sana yang belum dijawab Romo? Yang punya keris? Buang itu bakar! Jangan kamu simpan dalam lemarimu. Itu tidak apa-apa. Apa kamu tidak tahu kalau itu punya energi? Coba, siapa namanya? Bapak Hardi, saya mohon, kerismu buang ya. Jangan takut, dalam Yesus, tidak usah takut!, keris itu ada energi. Tahu tidak 2 keris milik Stefana? Saya raba, bereaksi! Saya bakar sebentar lagi. Ibu, itu tidak begini. Ah, jangan kamu …tidak begini. Jangan katakan. Maka kata Tuhan Yesus, iblis-iblis itu masuk, bernubuat dengan benda-benda di bumi ini. Tahu tidak? Kita saja bisa kerasukan, apalagi benda?!     

 

Betul, jawab umat.

 

Betul. Dia masuk, kalau kita melemah imannya, dia masuk dalam kehidupan kita, kita dikendalikan oleh dia. Kurang ajar itu iblis! Apalagi benda-benda dalam rumah kita itu. Buang dan bakar dalam nama Yesus! Jangan takut ya pak Hardi! Pulang dan bakar ya! Saya jawab semuanya itu tadi.

 

Seperti Robert, kamu mengatakan ada patung Ibu Maria yang sudah lepas kepalanya. Hancurkan, bakar! Tidak usah takut kamu! Tidak ada Ibu Maria dalam patung itu. Tidak berdosa kamu. Dan anda-anda yang mempunyai patung-patung yang sudah usang, cepat dibakar. Ada kejadian dimana? Patung itu lepas tangannya…. Di Mauloo, dia bersaksi, jangan dibuang, patung itu kita beri kain kafan dan dikubur. Gila tidak? Dikubur, benar-benar di kubur! Begitu kita ngomong, dia malu. Oh ibu, saya malu. Bodoh. Robert, patungmu itu dihancurkan, bakar.

Dan saya minta, ada unsur-unsur rohani, apalagi kartu kartu natal itu, jangan kamu buang di lubang sampah, tidak sopan. Bakar. Bakar semua dan buku-buku doa yang sudah usang yang mungkin mau diperbarui, bakar! Itu yang saya lakukan selama ini. Tolong jangan dikumpulkan benda-benda itu di rumahmu. Menumpuk. Ditertawakan oleh Surga. Bernumpuklah hatimu untuk AKU jangan bernumpuk karena patung yang kamu takuti itu. Sekarang kita dobrak bersama. Kita bersama-sama anak-anak Ibu Maria ini mendobrak yang sehat, bukan asal-asalan. Terus patung-patung di rumah dibuang, bukan itu.

 

“Bagaimana kalau di satu rumah ada quran dan ada Bible?”, tanya umat   

 

Mana ada satu dari surga dan satu dari dunia, kamu jejerkan juga tidak apa-apa! Tidak usah kuatir. Biarkan saja. Buktinya saja sewaktu saya masih muslim, bapak punya Injil, saya punya quran, tapi Tuhan minta, maukah engkau KU-selamatkan dalam namaKU? Siapakah Kamu? Aku sudah diselamatkan, sudah punya agama, “maukah engkau KU-selamatkan dalam namaKU?” sampai tiga kali. Bagaimana? Aku mau. Bagaimana caranya? Ambil Kitab Sucimu. Ada 2. Tuhan biarkan itu, bukannya, “buang itu”. Tidak. Tapi Ibu Maria katakan, buang! Tidak usah usil, tidak usah baca-baca kitab itu. Bacalah Kitab Sucimu untuk mengendalikan hidupmu karena Tuhan berkata semua dalam Kitab Suci itu untuk kita. Jangan punya orang dibaca, ingin tahu, ingin tahu. Setan nanti bekerja. Kalian repot. Tidak usah studi banding itu, tidak usah. Tidak ada studi banding tentang si A tentang si B. Tidak ada. Tuhan jangan kamu samakan dengan dunia. dunia jangan kau bawa kepada Tuhan. Milikmu adalah milikmu, kitabmu adalah kitabmu. Tidak usah kamu aduk-aduk dengan apa yang ada di sekitarmu. Ya sudah, punyamu punyamu, punyaku punyaku. Terserah kamu. Tuhan sudah ada, keselamatan sudah ada di bumi, terserah kamu. Kamu mau pilih mana? Kamu mau mati sia-sia? Mereka sia-sia. Lihat, nanti waktunya.

Ini coba waktunya seperti ini, ini kan Bandung gempa. Memangnya kalau aku ada di Bandung terus tidak gempa? Gempa! Jawa akan mengalami. Mari kita alami bersama. Kenapa tidak? Tidak usah takut. Kenapa takut? Kenapa takut kan punya Yesus? Tidak usah takut. Jadi ini yang saya mau perjelas.

 

Tadi yang belum puas dengan jawaban itu. Apa yang sudah saya sampaikan, lakukan. Tidak ada yang seperti itu ya. Dan besok anda berdoa, silakan. Beli lilin dan patung Ibu Maria, silakan. Tidak apa-apa tapi kita tidak berkiblat dengan itu. Itu hanya sarana saja. Boleh kan? saya tanya kepada Tuhan Yesus, boleh kan anak-anakMU, karena mungkin kami semua tidak bisa melihat Tuhan, wajah Tuhan. Tidak bisa melihat wajah Ibu Maria atau orang-orang kudus. Kan boleh kan dilukiskan seperti itu? Tuhan mengatakan, AKU tidak marah, asalkan benda itu tidak menyesatkanmu atau kamu tersesat oleh benda itu dan kamu menyembah benda itu. Bukan AKU lagi. Dulu baik sekarang menjadi tidak baik, kata Tuhan. Aku tidak diajarkan untuk mendobrak itu, tidak, tapi mengarahkan. Semua yang ada itu sudah baik, baik di mata Tuhan. Tapi tolong, jangan macam-macam. Ada yang bilang, ibu, patung saya jatuh, menangis dia. Ditempel-tempel isolasi di sana-sini. Ya ampun, apa itu begitu. Tidak bisa. Tolong ya.

 

Kata simbol-simbol itu banyak dan simbol-simbol itu membawa kita terarah. Bukan kita melemah dan mundur tapi kita maju dengan simbol-simbol yang ada di dalam gereja Katolik. Sampai di sini sudah mengerti?

 

Mengerti, jawab umat

 

Sudah paham? Dan tidak takut lagi seperti bapak Hardi? Si Robert? Tidak takut lagi bukan?

 

Tidak, jawab umat

          

Tidak. Kita takut kepada Tuhan, tidak takut akan benda itu. Jadi sekarang Tuhan mau menjelaskan Tuhan tidak bernubuat di dalam benda-benda yang diciptakan oleh manusia di seluruh bumi ini tapi DIA mau hadir dalam kehidupan manusia itu. Kita ini. Itu saja. DIA hadir dalam diri manusia sejak dulu, sekarang dan selama-lamanya.

 

Orang baru di sini coba tunjuk tangan, yang baru datang. Oh sedikit ya, semua orang lama ya? Ya sudah. Saya mau memandu Doa Pasrah ini. Doa ini adalah Doa Kepasrahan yang diajarkan oleh Ibu Maria. Kalau kita mengalami kesulitan, menjeritlah, Tuhan Yesus tolong saya! pasti DIA akan datang menolong. Jadi anda jangan masalah silih berganti, dipikirkan sendiri, kacau sendiri akhirnya Tuhannya dimarahi. Tidak boleh seperti itu.

Tuhan itu baik adanya. Tidak pernah salah melakukan apa saja untuk kita. Kita yang salah. Kalau ada apa-apa kita kembali kepada diri kita sendiri, apalagi kita akan menyongsong esok, tahun 2007. Apakah tahun 2007 akan pemurnian? Terserah Tuhan. Jadi kita mau masuk pemurnian secara pribadi. Sakit kalau dimurnikan itu sakit. Yang senang bersolek, malas bersolek, tapi dia harus bersolek, tampil baik. Ikuti saja alur itu.

Yang suka shopping ke mall-mall, kurangilah itu semua. Karena bencana alam akan datang. Kalau kalian sedang ramai-ramainya di sana, berfoya-foya dengan mereka anak-anak dunia, hari itu datang, gempa itu datang. Terus bagaimana? Lari kocar-kacir! Tolong, tidak usah ke ramai-ramai di mall. Belanjalah di tempat yang kecil-kecil saja.

Aduh, matikan ya HP itu! Siapa punya HP? Matikan! Jangan sampai terganggu oleh HP itu. HP itu memang sarana tapi mengganggu sekali. Ini yang mau saya katakan. Jangan lagi kalian berpikir untuk meramai-ramaikan keadaan sekarang ini yang sedang genting. Orang lain tidak tahu, hanya kita yang tahu. Terus kalian di mall sana di lantai berapa? Terjadilah itu ketergesaan itu dan doapun tidak. Belanja seperlunya terus pulang, belanja seperlunya terus pulang. Sudah. Apa yang dicari? Mutar-mutar. Apa yang dilihat di situ? Karena kalian punya uang banyak ya, jadi mutar-mutar? Cari apa-apa. Tidak usah. Cari apa adanya, kebutuhanmu, keluargamu. Kalau bisa berkatmu kamu berikan kepada orang-orang yang membutuhkan itu, maksud Ibu Maria, itulah berjaga-jaga. Jangan memuaskan diri pada saat-saat terakhir seperti ini. Aku minta tolong. Ini nanti ditungganggi oleh iblis, kita jadi lupa diri supaya kita celaka. Tidak.

 

Dulu Tuhan berbicara kepada manusia dan memulai untuk karya keselamatan. Yohanes Pembaptis disuruh pergi lebih dulu, “Luruskan Jalannya dan minta mereka bertobat” supaya manusia-manusia itu bisa mendengarkan Tuhan dan mengerti apa yang dikatakan Tuhan. Setelah itu pada waktunya, dia disuruh pulang. Pulang kamu pulang. Kalian pikir Yohanes Pembaptis itu siapa? Dia itu dalam rencana Allah. Kok tidak datang dengan sendirinya. Inisiatif sendiri. Tidak. Allah merencanakan itu semuanya supaya ada sejarah, sejarah rohani yang boleh kita alami sampai detik ini. Kalau tidak ada sejarah rohani bagaimana mengimani Tuhan Yesus.

Habis itu siapa yang melanjutkanNYA? Ibu Maria di surga, berteriak, “Anakku pulanglah!”. Itu terus yang diserukan di surga, bukan Ibu Maria saja, Ibu Maria pergi kemana-mana pergi mengunjungi anak-anaknya, “Bertobatlah anakku, cepat kamu bertobat”.

Sekarang seruan pertobatan melalui Ibu Maria dilanjutkan terus karena Ibu Maria tidak akan berhenti dan diberhentikan oleh Allah sampai dunia ini kiamat.

Makanya orang-orang luar yang tidak mengerti, “Apa benar penampakan itu? Apa benar Ibu Maria hadir?” Karena mereka tidak mengimani, tidak mengerti rencana Allah. Tetap berseru, Ibu Maria tetap berseru di surga dengan para malaikat, para kudus, para rasul berseru dan berdoa supaya manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus itu diselamatkan saat-saat pemurnian ini. Berteriak Ibu Maria di surga. Hadir di tengah-tengah…., khususnya di Indonesia. Dan pilihan jatuh pada aku. Kenapa tidak romo Widi? Atau Ola atau romo Isak Doera? Boleh. Tapi jatuhnya kepada saya. Tapi itu aku terima demi cintaku kepada Tuhan. Aku melayani anda dengan senang hati. Mari kita bekerja sama.

 

Jaga dirimu baik-baik setelah pulang ini, apa yang harus kamu perbuat di rumah? Jangan main perasaan, repot hidup pakai perasaan, pikiran. Pakai hati dan iman. Imanmu menyelesaikan segala permasalahan yang kita hadapi di bumi ini. Iman, iman. Percaya. Aku percaya kepada Allah yang Mahakuasa. Jangan percaya bahwa setan itu ada. Bodoh kita itu. Senang dia. Jangan percaya! Aku tahu engkau ada. Aku hanya percaya kepada Allah. Seperti itu ya.

Jadi sudah kujawab semua tadi yang menjadi ganjalan-ganjalan di antara kita supaya kita membenahi, setelah kita pulang ini apa yang kita perbuat. Tapi kalian jangan begitu kasar menyampaikan kepada rekan-rekan yang lain tentang apa yang kita sampaikan pada hari ini. Tidak bisa. Pelan-pelan kasih tahu. Kita arahkan mereka seperti itu. Mudah-mudahan nanti romo-romo ini akan membuat buku itu sendiri untuk memberi keterangan bagaimana kita devosi kepada Ibu Maria. Devosi.

 

Kalau kepada Tuhan Yesus bukan devosi, salah kalau kita devosi kepada Tuhan Yesus. Tidak. DIA Tuhan, suatu kebutuhan dalam kehidupan kita. Kita sangat-sangat, karena DIA menciptakan kita dan menyelamatkan kita dari bumi ini. Kalau mau devosi kepada Ibu Maria, silakan.

 

Kepada Tuhan Yesus tidak boleh devosi, terima DIA sepenuhnya dalam keberadaanNYA, dengan segala kuasaNYA. Saya bicara agak keras. Kenapa? Karena sangat penting. Ini sangat penting yang boleh kita dengar. Kata Tuhan Yesus, “Jangan takut Agnes, sampaikan kepada anak-anakKU”. Supaya kekeliruan-kekeliruan itu cepat diluruskan, supaya kita terarah iman kita sepenuhnya kepada DIA. Tidak lagi lagi macam-macam.

Maka banyak terjadi, “Akan AKU selesaikan benda-benda itu di seluruh bumi”, kata Tuhan. Berarti yang di situ bagaimana? Aku tidak mau tahu. Aku tidak mau tahu, urusanMU Tuhan. Ini mau saya katakan pada kita semua di dalam kelompok ini bersama Ibu Maria, kita betul-betul dibawa Ibu Maria kepada jalan yang sebenarnya, sungguh-sungguh kita dibawa kepada Allah. Itu saja.

 

Seruan Ibu Maria, bertobatlah, bertobat, ayo anak-anakku. Itu seruan Ibu Maria di surga. Mungkin kita selama ini tidak mengerti peranan Ibu Maria sangat penting dalam karya keselamatan dalam kehidupan manusia. Penting sekali. Buktinya sekarang diutus oleh Tuhan, tidak putus sampai di situ saja. Tidak. Siapa tahu begini? Kita tahu dari mana semuanya ini? Kalau tidak dimulai, dibuka jalan oleh Ibu Maria. Dimana-mana Ibu Maria membuka jalan supaya manusia menuju Surga. Seperti itu. Ini yang saya sampaikan.

 

Saya menambahkan apa yang ditekankan dengan berat oleh romo Widi. Seorang imam menekankan dengan berat kepada kita semua. Tolong, tolong dimengerti. Bijaksana untuk merenungkan apa yang dikatakan romo Widi tadi. Itu sudah cukup dalam artinya. Seorang imam bisa meluruskan hal-hal yang mungkin selama ini keliru bagi anak-anak Tuhan dalam menggereja. Ekaristi itu. Kalian harus sungguh-sungguh pantas menerima Ekaristi itu karena aku sudah mengalami sendiri dan dibuktikan oleh Tuhan saya melihat, makanya kalau sudah itu, saya tidak sanggup saya. Sudah remuk redam yang terjadi dalam diri saya. Ya ampun, apa aku layak? Tapi Tuhan Maha Rahim, menerima aku apa adanya. Selalu doaku, rasanya tidak pantas, itu Tubuh dan darahNYA yang sebenarnya.

Bukan itu seperti sulap. Tidak. Itu benar terjadi. Tuhan menampakkan Diri dalam Ekaristi kepada saya. Saya harus bersaksi kepada kalian. Jangan main-main dalam Ekaristi. Kalau kita pergi ke gereja, siapkan diri kita dengan baik. Manusia tidak sempurna, tapi kita berjuang untuk mau menjadikan diri kita baik, lebih baik, lebih baik. Di mata Tuhan, “setia anakKU.” Tidak sempurna. Sebentar lagi kita jatuh, Tuhan tahu, makanya AKU menyertai kamu hingga akhir zaman karena tahu kita manusia yang lemah ini yang fana ini.

 

Tuhan sertai yang percaya, yang tidak percaya itu urusan dunia yang menyertai mereka. Tapi saya ingatkan, tidak boleh kalian berteriak-teriak dengan yang tidak seiman. Terus kalian mengadakan diskusi, perdebatan. Ibu Maria tidak mau karena iman tidak perlu diperdebatkan. Iman diterima dalam kehidupan manusia. Jangan ada berdebat lagi. Tidak. Sekarang kita mau meluruskan iman saya dan saya mau bagaimana saya menuju Tuhan yang sebenarnya, saya mohon bimbingan Ibu Maria. Tidak ada lagi istilah, saya ingin tahu, bagaimana sih agama orang itu? Bagaimana sih agama orang ini? Tidak perlu. Habis nanti iman kita digerogoti oleh iblis dengan kita ikut campur tangan dengan urusan-urusan dunia. Mengerti? Seperti itu.

 

Sekarang kita tidak perlu melihat mundur ke belakang, tapi kita melihat Yesus yang menunggu di depanmu. Baca Kitab Suci dan melayani dan pergi ke gereja dan berdoa. Itu sudah cukup. Yesus memberikan kesempatan-kesempatan, kegiatan, Tuhan memberikan kegiatan kepada kita, melayani, mengasihi, mengampuni, memberi berkat kepada orang yang membutuhkannya. Saling mengerti kelebihan dan kekurangan di antara kita. Aku kurang kamu lebih, bagaimana memadukannya. Dan mengampuni. Itu tugas kita. Kita dikasih “PR” tiap hari oleh Tuhan.

Jangan kita usil. Iblis senang kalau kita menjadi orang yang usil. Ingin tahu bentuk dunia luar, itu bukan bagian kita, dunia luar. Bagian kita sangat rohani, Tuhan kita ada di Surga. Kata rasul Yohanes, mereka tidak mempunyai Allah, mereka mempunyai ilah di bumi ini tapi kamu punya Allah di surga. Ingat itu Agnes.

Jangan pikirkan apa yang aku omongkan ini ya! Aku saja susah untuk mengerti perjalanan hidup saya sendiri, saya sedang berjuang bersama anda. Inilah, inilah saatnya kita mulai berbenah diri. Anda mau?

 

Mau, jawab umat

   

Aku ingin kalian berkelompok-kelompoklah. Cepat-cepatlah. Janganlah kalian berdoa sendiri dalam keluarga tapi dalam keluarga itu penting. Tapi cepatlah berkelompok-kelompoklah kalian. Kalau ada apa-apa kalian sudah bersatu dalam doa. Itu yang penting saling menguatkan dengan segala peristiwa yang akan datang.

Jangan sok sombong, aku tidak butuh kamu. Tidak bisa. Kita selesai iman kita mati baru kita selesai. Aku tidak butuh beriman. Sombong sekali ya! Ini yang bisa saya sampaikan pada saat ini dan saya berterima kasih kepada romo Widi yang begitu gigihnya untuk meluruskan kekeliruan ini. Tapi anda tidak berdosa selama ini karena anda tidak mengerti. Tapi setelah mengerti anda berbuat lagi, tanggung dosanya, digerogoti oleh iblis.

Ini seperti ini, kata Tuhan Yesus, kalau setelah kamu katakan dan mereka masih melakukannya, biar dia tanggung. Jadi apa yang kita lakukan kemarin yang sekian tahun itu Tuhan lupakan semuanya.

Hari ini kita diperbaharui oleh Tuhan dengan mendengarkan kebenaran-kebenran yang sejati itu sendiri dalam kehidupan kita di masyarakat. Kalian jaga diri kalian baik-baik di sekitarmu. Tidak ada lagi permusuhan di antara kamu, tetanggamu, saudara-saudaramu, keluargamu, suamimu, istrimu, anakmu. Tidak ada lagi. Sekarang yang ada, saya berjuang mau menjadi anak Tuhan yang baik.

Ini sudah dekat sekali, coba bayangkan! Ini sebentar lagi Bandung hancur. Bagaimana? Apakah rumah ini akan hancur? Bunyi gempa tadi ramai sekali. Saya bilang Lucy, “Lucy gempa”

“Tidak kok Ma”.

“Lihat itu.” Tidak tahu dia. Lucy itu anak saya. Jadi kami berdua. “Lucy gempa”. Habis itu diam. Terjadi lagi.

“Ya Ma, itu goyang”.

“Ya itu gempa”. Tadi pukul 06.30 pagi gempa. Tapi akan terjadi gempa yang dasyat sekitar kita. Anda mau apa? Apakah masih dipertahankan hidupmu yang masih seperti itu? Tidak kan?!

 

Tidak, jawab umat

  

Baik. Kita akan melanjutkan doa ini, mohonkan hari esok boleh berkembang iman kita yang sungguh-sungguh berkenan di hadapan Allah supaya kita ini sungguh-sungguh bisa menerima kebahagiaan lahir dan batin dunia dan akhirat. Itu kan tujuan kita tadi hidup ini adalah di sana yang kekal dan abadi. Ini hanya sementara. Siapa yang umurnya 60 tahun? Tidak boleh lebih ya? Itu sudah bau tanah itu. Yang 60 tahun sudah bau tanah tapi semua kita bau tanah lho! Karena kita mau kembali ke tanah. Sadar kan?                        

 

Sadar, jawab umat

 

Sadar. Amin. Aku senang kalau kalian sadar. Awas, kalau kalian tulalit atau seperti yang dikatakan romo Widi “Oon”.

Mari kita pujian Ola. (Umat menyanyikan “Yesus, kucinta Engkau”) Yesus sendiri yang mengajarkan kepada saya, sebenarnya lagu aslinya tidak sama ya. Hampir mirip kan? Agnes, pujilah AKU. Ya ampun, aku memujiNYA bagaimana? Pujilah AKU. Bagaimana Tuhan untuk memujiMU Tuhan. Aku dengar lagu apa, terus terbuka, aku terus pujian. Pujian mengalir, dibimbing oleh Tuhan. “Inilah yang kau lakukan untukKU, kalau engkau sungguh-sungguh mencintai AKU seperti ini dalam hidupmu sehari-hari”. Mari kita pujian besama-sama.

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

Anak-anakKU semua yang ada di sini, kehadiran-KU membawa kamu sukacita. Mulai hari ini tidak ada lagi kesedihan, ketakutan dan kekuatiran karena AKU mau mengatakan kepadamu, AKU menyertai kamu bersama Ibumu dalam kelompok ini. Teruslah berjuang dan bekerja dan melayani, AKU memberkati. Sampai bertemu lagi dalam doamu, AKU menunggumu.

 

Pesan Ibu Maria

 

Imamku Isak Doera, Alexius, engkau putriku Marita, ini Aku mengucapkan salam kepadamu yang sangat dalam untukmu, dan juga kamu semua yang ada di sini, Aku mengasihi kamu semua, dan salam sejahtera untuk kamu semua yang ada di sini.

 

Salam sejahtera Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Anak-anakku yang Aku kasihi, Aku mau menyampaikan hal yang penting kepadamu, sebentar lagi kamu akan menghadapi keadaan yang sangat menyedihkan di negaramu ini tapi jangan takut, hadapi itu semua dengan kasih, dengan cinta diantara kamu.

 

Anak-anakku, Aku datang, inilah isi hatiku yang Aku sampaikan kepadamu melalui Agnes, Aku berseru, berdoa supaya kamu tidak jatuh dalam dosa saat-saat terakhir ini.

 

Anak-anakku, mengertilah, sudah sekian lama Aku bersamamu tapi hatimu lari kesana lari kesini. Aku minta jangan lagi seperti itu.

 

Anak-anakku, Aku mengatakan dunia -penguasa-penguasa kegelapan- itu, mereka juga bernubuat. Kalau engkau bersatu dengan Allah, engkau akan bisa membedakan, mana datang dari Allah, mana datang dari dunia ini. Jangan kamu mau dibohongi dengan semua apa yang kau lihat.

 

Anakku, sungguh, Aku Ibumu Maria. Aku berseru, terus berseru memanggil kamu untuk pulang kembali kepada Allah. Jangan lagi kamu percaya dengan nubuat-nubuat dunia yang menyesatkan apalagi saat-saat terakhir ini. Jangan lagi kamu pergi lari kesana kesini tapi peganglah Tuhan Allahmu, sudah cukup kuat dan kuat untuk menghadapi dunia ini.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, Aku sudah mendengar apa yang telah disampaikan oleh imammu Alexius, itu benar. Allah bernubuat hanya kepada manusia dengan segala rencana-NYA. Tidak bernubuat dengan semua yang ada di bumi ini kecuali kamu anak-anak-NYA. Kalau itu terjadi itulah nubuat, perbuatan dari penguasa-penguasa kegelapan. Iblis bekerja untuk membuat kamu jadi bingung.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi semua yang ada di sini, jangan lagi kamu berpikiran bermacam-macam tetapi renungkan semua peristiwa yang akan, yang sudah kamu hadapi. Aku Ibumu mengatakan akan terjadi bencana besar di negaramu ini. Kalau kamu tidak siap, kamu akan terhimpit dengan segala peristiwa yang akan kamu hadapi.

 

Anak-anakku, lihat..! Nanti kau akan melihat dan merasakan kegoncangan-kegoncangan, terpuruk-puruk dan tidak ada yang bisa menyelesaikannya. Pertumpahan darah, sakit, menderita, kelaparan, apa saja, akan terjadi dan sudah terjadi di negaramu ini dan di seluruh bumi. Percayalah, Aku datang menyampaikan ini untuk kamu.

 

Itulah seruanku, pulanglah anakku! Itulah harapanku, pulanglah.., kembalilah kepada Allah. Berbuatlah yang baik didalam hidupmu, itulah kekuatanmu untuk menyambut kepedihan-kepedihan yang segera turun ke bumi ini.

 

Anakku, sudah dekat! Jangan lagi kamu keras hatimu. Aku ingin berdamailah kamu! Mengapa kamu tidak punya damai dalam hatimu dengan Allah, dengan keluargamu, orang tuamu? Ingat hai anak-anak, hormatilah orang tuamu. Jangan orang tuamu engkau buat dia sedih, menderita karena sikap dan tingkah lakumu. Sayangi orang tuamu! Dari dialah kamu ada di bumi ini dan rencana Allah kamu ada di bumi ini untuk memuliakan Allah sepenuhnya, bukan kamu bersatu dengan dunia sehingga kamu melupakan kasih yang telah ditanamkan Allah dalam kehidupanmu. Hai anak-anak, sopan santunlah kamu dengan orang tuamu. Besarlah dosamu apabila engkau kasar terhadap orang tuamu. Hati-hati, itulah iblis! Iblis ingin menjauhkan kasih yang sudah ada didalam dirimu supaya kamu masuk dalam pencobaan dari dia, supaya kamu jatuh dalam dosa. Aku Ibumu, Akulah Ibumu yang berarti sangat dalam dibandingkan dari ibumu sendiri. Akulah Ibu rohanimu yang menjagamu, yang mendoakanmu siang dan malam.

 

Anak-anakku, Aku ingin saat-saat seperti ini jaga dirimu dengan baik, itu harapanku, dan engkau jangan kuatir, mari kita kalahkan dunia ini, kita bersatu di tempat ini untuk memuliakan Allah. Jangan takut, Allah ada bersama kita. Allah yang Mahakuasa yang mempunyai seisi surga dan bumi ini seisinya adalah milik-NYA. Semua adalah ciptaan-NYA. Mengapa kamu takut dengan dunia ini? Tidak anakku, tempat ini penuh berkat bagi kamu semuanya.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Dan jagalah dengan baik. Dan Aku minta khususnya kamu hai imam-imamku, teruslah bekerja sama dengan Agnes saat-saat terakhir. Nanti waktunya kamu akan berhenti didalam pelayananmu dan kamu menyambut semua peristiwa-peristiwa itu yang turun dan segera turun sebentar lagi. Harus kamu yakini dan percaya! Janji surga terpenuhi sejak awal dan sekarang dan selama-lamanya. Percaya! Maka Aku minta kepadamu, bekerja-samalah dengan Agnes, dan cari tahu apa yang sedang dia rasakan dalam kehidupannya. Walaupun dia dekat dengan Allah tapi kamu-kamu sekitarnya, saling melayani.

 

Aku Ibumu di surga mengatakan kepadamu, Agnes tidak punya apa-apa. Dia punya iman yang cukup besar. Itulah kehidupannya. Dan Aku meminta kepadamu, bekerja-samalah dengan Agnes, dan tahulah apa yang sedang dia alami. Dia masih berpijak (di bumi, red), dia banyak yang harus dia pikirkan, dia selesaikan dalam hidupnya, walaupun Allah menyertai dia. Tapi Allah ingin kamu berbuat melayani bersama-sama Agnes dengan segala kesulitan yang dia hadapi. Di sini kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Mengertilah…! Surga tidak pernah meninggalkan dia, apalagi kamu, jangan sekali-kali dia kau tinggalkan dalam kesedihan. Tugasnya cukup berat! Sungguh Aku mengatakan, selama ini Aku datang kepada anak-anakku, inilah yang terakhir, buat Agnes. Cukup berat penderitaannya. Cukup berat! Maka Aku memanggil kamu satu persatu bersama Agnes untuk menemaninya, untuk melayani anak-anakku, untuk mengerti… apa sudah kamu lakukan sehati sejiwa bersama Agnes?

 

Belum Ibu, jawab umat.

 

Aku mengerti karena kamu belum sampai sejauh itu pengertianmu dalam pelayanan. Seperti Aku dengan para rasulmu, umat menjaga, melindungi dan memberikan semua perjalanan itu kepada para rasulmu. Bukan dia malas bekerja, tidak! Apa yang bisa kau lakukan bersama-sama didalam pelayananmu ini bersama Agnes, Aku melihat dan mendengar, tidak usah Agnes menyampaikan, Aku melihat, Agnes jatuh bangun didalam pelayanan ini. Dia pikirkan semua perjalanan hidupnya dalam pelayanan ini. Itulah yang dilakukan Agnes.

Tidak pernah kamu bertanya kepada Agnes. Tidak! Tapi dia juga tidak mau menyampaikan itu karena itu bagian dari kehidupan Agnes didalam pelayanan ini. Semua sudah diberikan kepada Allah dan kepadamu. Ini yang Kusampaikan karena pemurnian ini cukup berat bagi kamu ya…. Bisa kamu rasakan silih berganti. Cukup berat! Sehati sejiwa! Kata sehati sejiwa, bukan saja kepada kepada orang yang kamu sukai, kepada kamu cintai. Sehati sejiwa masuk saja kepada siapa pun dalam perjalananmu.

 

Terima kasih kepada Alexius. Harapan surga adalah supaya anak-anakku ini kembali sempurna, seutuhnya kepada Allah. Luruskan jalan mereka. Alexius engkau masih muda dalam segala hal, engkau sanggup melakukannya dan didampingi oleh Isak Doera di hari tuanya. Alexius, tidak ada lagi kesesakan dalam hidupmu tapi yang ada sekarang ini kamu bekerja dan bekerja karena waktunya sudah mendekat sekali yang akan kamu terima didalam perjalananmu ini. Akan digoncangkan negaramu ini, siapa yang percaya dia selamat, yang tidak percaya terserah karena dia mencari dunia, celakalah dia bersama dunia.

 

Kami parcaya Ibu, jawab umat

 

Luruskan Alexius, pengertian-pengertian didalam kehidupan rohani, didalam kehidupan umat-umatmu, untuk mengimani yang sudah ada didalam Gereja/rumah Allah, itu perlu diluruskan kembali. Kasih pengertian! Sudah banyak langkah yang salah yang mereka lakukan, pengertian-pengertian rohani itu sendiri. Alexius, Aku minta waktu yang dekat ini, cepat-cepatlah, pergilah dan sampaikan itu semuanya kepada mereka supaya mereka semua anak-anakku…, bukan surga tidak bisa Alexius! Allah mahakuasa, dengan sekejap anak-anakku semua bisa tunduk, tapi itukah..? Tidak! Allah ingin anak-anak-NYA berjuang untuk mencapai kebahagiaan, bersatu dengan Allah. Alexius, jaga dirimu baik-baik! Bijaksana kamu memutuskan semua pekerjaan yang akan kamu lakukan. Itu yang bisa Aku sampaikan kepadamu.

 

Terima kasih Ibu, jawab romo Alexius Widianto Pr.

 

Terima kasih! Engkau Isak Doera, tenangkan hatimu di hari tuamu ini dan kau dipanggil untuk bersatu dengan Agnes, dengan anak-anakku. Sabarlah dalam segala hal didalam perjalananmu. Apakah kamu bisa mengerti dan menerima?

 

Mengerti dan menerima Ibu, jawab romo Isak Doera Pr.

 

Baik, Isak Doera. Dan kamu yang bersama Agnes, masuklah kamu sehati sejiwa. Semua apa yang menjadi milikmu, setelah itu tidak bisa kamu lakukan apa-apa karena itu akan dimulai hal-hal yang baru, dimulai kembali. Itu tidak bisa kamu perjuangkan hartamu yang begitu banyak, berkat yang begitu banyak…. Hari ini menunggu pemurnian, di situ kamu berbuat. Jangan “ini untuk hari tuaku”, jangan “ini untuk masa depanku”!

 Apakah hari tuamu, masa depanmu ada di tanganmu? Tidak! Semua ada di tangan Allah maka sekarang bijaksanalah apa yang kau punyai. Banyak anak-anakku yang menderita, yang membutuhkan pelayananmu. Kamu sehati sejiwa. Itu harapanku seperti Aku hidup bersama para rasulmu dengan banyak umat kami bekerja sama.

Cukup berat bagimu untuk menerima, mencerna apa yang Aku sampaikan ini kepadamu. Hidup itu indah anakku. Tetapi kalau kamu masuk kepada dunia, keindahan itu akan hilang menjadikan suatu kepedihan, menangis, takut, kuatir, sengsara, menderita! Tidak! Karena kamu adalah milik Allah. Ini sungguh-sungguh dinyatakan saat terakhir ini.

Yang percaya dia mendapatkannya, yang tidak percaya dia menderita walaupun itu anakku kalau dia masih hidup berfoya-foya dengan dunia, dia akan sengsara menghadapi bersama dunia. Itulah tugasmu.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi semua yang ada di sini, sekarang mulai berbenah dirilah kamu, perbanyak berdoa dalam keluargamu, ini kekuatanmu. Itu harapanku, supaya bencana nanti itu datang supaya kamu tidak takut. Aku Ibumu di surga tidak merasakannya secara manusia tetapi Aku sedih melihat kamu didalam penderitaan, dengan segala bencana yang akan turun di tempat-tempat di seluruh tanah airmu ini. Musim dingin akan tiba, engkau akan mengalaminya. Persiapkan dirimu dengan baik. Mencekam, menakutkan!

Marilah, apa yang Aku katakan ini untuk perenunganmu, bukan menakuti kamu. Inilah yang Aku sampaikan kepadamu.

 

Dan saya minta kepada kamu Alexius dan Isak Doera, renungkan apa yang Kukatakan ini, teruslah sampai saatnya berhenti, kamu tidak melayani dan diam, mulai kamu masuk didalam keheningan dalam keluargamu maupun didalam kelompok-kelompok yang ada di sekitarmu. Mengerti kamu?

 

Terima kasih, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih untuk semuanya. Dan Aku terima kasih kamu semua berkumpul di tempat ini dan percaya apa yang Aku katakan ini terjadi diantara kamu.

 

Kami percaya Ibu, jawab umat.

 

Baik ini saja, yang penting keluargamu, dan Aku berdoa untuk kamu, untuk anak-anakku semuanya di seluruh bumi dan semua yang percaya. Aku berjuang, berjuang terus dari surga, berseru dari surga, “pulanglah anakku!”.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Baik, apakah kamu mau pulang?

 

Mau bersama Ibu, jawab umat..

 

Pulanglah anakku! Hidupmu harus kamu jaga dengan baik! Kembali, pulang kembali kepada Allah. Ini harapanku! Jangan kau sia-siakan waktu yang ada ini kamu capai bersama dunia, kamu lelah bersama dunia, akhirnya kamu tidak berdoa, tidak melayani tapi akhirnya kamu marah-marah. Capai anakku! Perbuatan dunia capai, anakku! Jahat, iblis jahat, anakku tapi kita menang karena kita bersama Allah, kita menang melawan iblis-iblis yang berkeliaran, yang ingin mencobai anak-anakku tetapi apabila anak-anakku bertobat, kembali, iblis tidak bisa menguasainya tetapi kalau dia tidak bertobat tetap menikmati dunia ini, celakalah dia bersama iblis itu, bersama dunia.

 

Baik, inilah yang Aku sampaikan kepada kamu semua, juga kau Alexius dan Isak Doera, Aku minta jangan tinggalkan Agnes sendirian saat-saat terakhir ini, dan kamu yang bersama Agnes, dampingi dan hiburlah dia. Jangan membuat dia susah. Kesusahannya sudah ditanggungnya, jangan kau tambahkan karena kau tidak masuk sehati sejiwa dalam kehidupan Agnes.

 

Ini yang Aku sampaikan kepadamu pada malam ini. Aku bersamamu. Mari kita hadapi dunia ini. Mari kita terima pemurnian ini walaupun Aku ada di surga, saat-saat pemurnian itu Aku ada bersama anak-anakku di seluruh bumi. Jangan kau pikirkan bagaimana caranya Aku bersama anak-anakku karena ini kuasa Allah yang bekerja, yang menyatukan Aku dan juga kamu yang ada di sini.

 

Terima kasih, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih.

 

Ibu Maria izinkan kami menyanyikan satu lagu pujian untuk Ibu. Mari kita nyanyikan Renya dari Fatima

 

Terima kasih. Aku Ibumu dari surga, datang diantara kamu. Aku bersama Lucia, ya itu ingatan bagi kamu bahwa Aku pernah datang bersama Lucia. Kini Aku datang dari surga, inilah isi hatiku yang Kuberikan kepadamu anak-anakku. Aku Ibumu, Aku Ibumu, Aku mengasihi kamu semua.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih atas nyanyianmu untuk Aku Ibumu. Aku Ibumu Maria dari surga. Ibumu yang bahagia bersama kamu didalam kelompok ini. Terima kasih anakku, terima kasih. Inilah harapanku. Aku ingin kamu semua menjadi anak yang baik. Sungguh itu harapanku sepenuhnya yang Aku harapan kepada kamu. Apa kamu mau anak-anakku?

 

Mau Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih untuk kamu semuanya. Baik, mari kita satukan dalam doa. Mari kita datang kepada Allah Bapa yang Mahakuasa yang bertahta di surga adalah Tuhanmu Yesus. Itulah nama, diberikan kepada dunia supaya kau percaya, dia Tuhan, dia Allah, dia Bapa, dia Sang Pencipta dan menyelamatkan kamu semua supaya sampai ke surga. Kamu mau ke surga anakku?

 

Mau Ibu, jawab umat.

 

Baik, jagalah dirimu baik-baik, saling mengasihi dan melayani, tidak ada lagi kekerasan tapi ada sukacita, damai bersama, sehati sejiwa. Itu pegang, itu pegang, sehati sejiwa! Kalau engkau sudah masuk sehati sejiwa, engkau tidak marah kepada siapapun, engkau akan berdamai dengan siapapun, engkau akan memberi, melayani kepada siapapun. Sehati sejiwa! Mari kita satukan dalam doa, kita datang kepada Allah Bapa yang Mahakuasa.

 

Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-MU

karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-MU. (3 x). Amin.

 

Terima kasih untukmu Alexius dan Isak Doera dan kamu semua yang ada di sini, bertekunlah dalam doa anakku, diperbanyak doa, supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini, dan Aku Ibumu berdoa di surga untuk kamu semua dan semua anak-anakku di seluruh bumi ini. Terima kasih anak-anakku.

 

Terima kasih, jawab umat.

 

Terima kasih, selamat untuk memperbaharui hidupmu menjadi anak yang baik.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih.

 

—ooo0ooo—