Doa Pasrah Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang
Bahagia
di Keluarga, Semarang, 22 Desember 2006
Pengantar Ibu
Agnes
Tadi sudah
diterangkan oleh Ibu Ola, tentang pemurnian, tentang misi Ibu Maria hadir di
Indonesia ini dan kita padukan dengan Injil tadi tentang Yohanes Pembaptis yang
disiapkan oleh Allah untuk memulai/membuka jalan untuk kehadiran Tuhan di bumi
ini.
Saya akan
sedikit cerita. Yohanes Pembaptis adalah Nabi yang terakhir; tidak ada Nabi
terakhir selain Yohanes Pembaptis, diluar itu urusan dunia, tidak usah kita
pikirkan, mereka (umat Muslim, red) berbicara bahwa ada Nabi yang
terakhir yang mau menyelamatkan manusia. Dan saya akan memberikan sedikit
penjelasan siapakah Yohanes Pembaptis. Dia bukanlah manusia biasa. Roh Yohanes
Pembaptis sudah bersama Allah dan dalam rencana Allah untuk memulai apa yang
direncanakan Allah untuk menyelamatkan manusia. Itu rencana Allah. Maka Yohanes
dihadirkan Tuhan lebih dulu ke bumi ini. tadi dikatakan Yohanes
berteriak-teriak:”Bertobatlah, Kerajaan Allah sudah dekat” . Itu diserukannya
oleh Yohanes Pembaptis. Kerajaan Allah.., sebenarnya Allah sudah ada diantara
manusia, Cuma Allah sendiri belum berkarya pada waktu itu. Allah ingin
memberikan suatu kesaksian adalah Yohanes Pembaptis. Dia akan menjadi saksi
tentang kehadiranNYA ke bumi ini. Dia berteriak-teriak pada orang pada waktu
itu, padahal apa yang sudah dinubuatkan para Nabi tentang Tuhan akan turun ke
bumi ini sudah dinubuatkan oleh para Nabi makanya itu tidak lagi dipikirkan
terlalu singkat karena semua sudah diatur oleh Allah bertahap, tidak sekaligus.
Tidak ada manusia bisa menerima penjelasan-penjelasan dari Allah yang seutuhnya
karena manusia tidak bisa mencapai pikiran untuk mengerti apa kehendak Allah.
Kalau kehendak Allah bisa diterima manusia, DIA bukan Allah. Yohanes Pembaptis
dikirim untuk manusia, untuk ciptaanNYA. Semua manusia di bumi ini..,orang
banyak bertanya kepada saya: “Bagaimana mereka yang tidak percaya kepada Tuhan
Yesus. Siapa yang menciptakan mereka? “Lho kamu kok bodoh? Kata saya. Manusia
di bumi dan semua isinya, surga dan manusia dan segala sarana di bumi adalah
Allah yang menciptakan. Cuma mereka yang tidak percaya, hanya sebatas ciptaan
belaka. Tetapi mereka yang menerima, mereka diciptakan, juga sekaligus menjadi
anak Allah. Kita punya keunggulan didalam menerima Yesus dalam kehidupan kita.
Tetapi mereka juga ciptaan Allah. Ada orang mengatakan, mereka tidak punya
Allah. Lho, siapa yang menciptakan mereka? Cuma dia tidak mengenal Allahnya
tapi mencari Allah yang lain, yang diberikan dari dunia ini.
Dan masalah
kematian dan memenuhi bumi, itu sama karena kematian itu adalah milik Allah.
Percaya dan tidak percaya dia akan mati. Tetapi kematian yang bagaimana yang
diterima oleh manusia? Kalau kita menerima Yesus menjadi Tuhan Allah kita, kita
mati tidak sia-sia tetapi mereka yang tidak percaya, dia mati sia-sia. Inilah
yang mau saya sampaikan bagaimana Yohanes Pembaptis untuk mengajak mereka pada
waktu itu dan kita sekarang untuk bertobat dan kembali kepada Allah dan ikuti
DIA sepenuhnya. Dalam pembatisan.., tadi sudah dikatakan waktunya akan datang,
DIA akan membaptis dalam roh, aku sekarang membaptis dengan air. Jadi berbeda,
satu membaptis dalam roh.. menyelamatkan manusia supaya selamat dan menjadi
manusia baru. Kalau Yohanes Pembaptis dia membaptis pada waktu itu berupa air,
itu lambang pertobatan manusia untuk masuk dan menerima Allah yang sudah hadir
diantara mereka, akan dibaptis dalam roh, adalah roh Allah sendiri. Jadi sudah
berbeda. Yohanes meminta supaya banyak manusia bertobat supaya pada waktunya
engkau akan menerima baptisan yang sangat dalam yang menyelamatkan adalah DIA
sendiri. Tetapi bukan Tuhan Yesus membaptisnya, didalam nama DIA pada waktunya
orang akan berdoa dalam namaKU, pada waktunya orang akan meminta dalam namaKU,
pada waktunya mereka akan dibaptis dalam namaKU. Jadi Allah tidak membaptis
manusia karena kuasa DIA akan dipakai untuk membaptisnya maka para Rasul yang
diutus untuk membaptis manusia untuk diselamatkan, untuk diajak didalam Karya keselamatan
bersama Allah yang sudah datang diantara manusia. Jadi sudah berbeda ya.
Yohanes Pembaptis berteriak-teriak di padang gurun sana, begitu garang, begitu
hebat berseru-seru untuk membuka mata dan telinga dan hati manusia untuk dapat
diarahkan. Kalau tidak dipertobatkan orang-orang pada waktu itu, tidak akan
bisa menerima kehadiran Tuhan yang sudah ada diantara manusia dan kita
sekarang, itu berlanjut bukan batas pada waktu 2000 tahun yang lalu, tidak!
Sampai detik ini juga masih ditawarkan itu, “Hai bertobatlah kamu!” sama Yesus
diajak tapi kata Ibu Maria, bukan waktunya lagi kamu mengajak orang untuk
mengikuti atau dibaptis. Tapi kalau itu ada, kenapa tidak? Tapi sekarang ini
adalah ada 2 hal, dulu Yohanes Pembaptis membaptis memakai untuk mempertobatkan
manusia untuk menerima Allah dalam hidupnya. Sekarang kita sudah menerima Allah
dalam kehidupan kita, siapa yang menjerit di surga, menurut Anda? Ibu Maria
yang menjerit di surga agar anak-anakNYA kembali. Waktunya sudah dekat,
pemurnian sudah dekat maka Ibu Maria banyak datang ke bumi ini menghampiri
manusia dan menyampaikan pesan-pesan penting dari surga untuk mempertobatkan
kembali anak-anakNYa supaya kembali kepada Allah. Kan sama? Sekarang Ibu Maria
menjerit-menjerit dan berdoa dan berseru dan bekerja bersama para malaikat,
para Kudus, para rasul. Mereka kerjanya berdoa untuk mendoakan anak-anakNYA.
Sekarang yang disinggung adalah anak-anakNYA. Waktunya sudah dekat.
“Anak-anakku bertobatlah..! Berseru, Ibu Maria di seluruh bumi ini, berseru memanggil
kita semuanya. Apakah kita sadar panggilan Ibu Maria itu sendiri, diajak oleh
Ibu Maria untuk kita boleh mengalami pemurnian yang begitu dahsyat yang akan
turun ke bumi ini. Ibu Maria berseru-seru di surga maka dengan cara ini Ibu
Maria pakai cara yang terakhir yaitu isi hati Ibu Maria diantar oleh Allah.
Saya hanya
corong saja, contoh kalian punya HP ya, kalian bisa bisa bicara dengan saudara
kita di benua Australia dsb atau kita bisa melihat orang yang menelpon di
kamera HP. Itu ciptaan manusia, rakitan manusia. Kita pakai dan kita percaya
dan dipakai untuk komunikasi dalam jarak jauh kepada saudara/teman. Apalagi
Allah di surga, DIA pakai manusia ciptaanNYA untuk menyampaikan tanda kasihNYA
ke bumi ini. kalau Yohanes Pembaptis dulu mempertobatkan orang untuk
mengenalkan Allah dalam kehidupan manusia. Sekarang kita yang sudah percaya
banyak anak-anak Ibu Maria yang meningalkan Tuhan karena dunia, karena jabatan,
karena uang, karena cinta, gengsi, minoritas dalam kantornya sendiri, akhirnya
gugur akhirnya terjatuh meninggalkan Yesus. Ini Ibu Maria berteriak di surga.
“Bertobatlah anakku, kembalilah kepada Allah”. Itu permintaan Ibu Maria.
Tugas Yohanes
Pembaptis selesai sampai di situ tetapi Ibu Maria kekal dan abadi. Supaya Anda
tahu Ibu Maria adalah roh, sudah ada bersama Allah sebelum dunia dijadikan. Ibu
Maria sudah masuk dalam rencana Allah. Ibu Maria sudah mengatakan ‘Aku wanita
diciptakan bukan untuk memenuhi bumi seperti kita-kita ini, dipilih diambil
diantara wanita untuk kehadiran Tuhan ke bumi ini’, tidak! Tuhan sudah
menciptakan roh Ibu Maria untuk menjadikan sarana kehadiran Tuhan ke bumi ini
menjadi manusia. Jadi kita harus mengerti. Nanti kita simpang siur, siapa Ibu
Maria? Apakah dia wanita biasa? Logika saja, tidak usah pakai iman, adakah roh
Allah/kuasa Allah bersemayam dalam diri saya yang pendosa ini?, tidak! Tidak
akan dipakai oleh Tuhan. Dia Allah yang suci, Dia Allah Mahakuasa, mengapa dia
mau mengambil wanita-wanita ciptaan yang ada di bumi ini untuk kehadiran ke
bumi ini? tidak ada itu! Ibu Maria tetaplah roh, roh yang hidup, dihadirkan ke
bumi ini untuk menjadi sarana tentang karya keselamatan yang sudah direncanakan
Allah sebelum dunia dijadikan, sebelum Tuhan merencanakan menciptakan manusia,
roh Ibu Maria sudah ada bersama Allah.
Dan roh Yohanes
Pembaptis juga sudah ada sebelum dunia dijadikan, rohnya sudah ada bersama
Allah. Kenapa? Coba kita berpikir?
Dia bapaku, dia
mendahului, mendahului pulang supaya Allah diterima dalam kehidupan manusia.
Supaya manusia tidak simpang siur, apakah yang dinubuatkan para nabi, apakah
dia Isa Almasih? Apakah dia Mesias? Mereka bertanya. Supaya ini tidak keliru
dia cepat pulang dulu kembali ke surga dengan cara seperti itu, itu tidak ada
artinya dia diperlakukan seperti dipenggal.. itu sudah dalam rencana Tuhan.
Cuma dia sudah kembali ke surga, Allah berkarya. Dia tugasnya sudah selesai
tetapi Ibu Maria tugasnya belum selesai sampai dunia kiamat.
Makanya saya
mau menyampaikan ini supaya mengerti siapakah Ibu Maria itu yang diberikan
Allah kepada kita. Kata ‘penampakan’ banyak di seluruh bumi. Ibu Maria
menampakan diri kepada anak-anakNYA. Kadang-kadang Ibu Maria memakai anak kecil
yang polos, supaya tidak tercampur baur dengan rencana itu dalam pemikiran.
Kenapa tidak para imam, para suster dipakai untuki penampakan seperti itu
sedang Lucia, Bernadet, itu sebelum jadi suster dia ditampaki, masih anak-anak.
Bukan jadi suster dia dinampaki, dia menyerahkan diri untuk membiara.
Kalau saya
tidak bisa karena setelah saya menikah baru saya dipanggil untuk menjadi saksi
tentang dunia ataupun tentang kebenaran tentang Allah. Saya bersaksi ya
saudara-saudaraku supaya Anda juga mengerti, berjuanglah, berbahagialah kita
menerima kebenaran itu. Diluar itu tidak ada keselamatan, tidak ada kebenaran,
hanya kebaikan ada. Kebenaran dan keselamatan hanya milik Tuhan. Kebaikan
seperti duku, paranormal ingin berbuat baik, benar kan? Orang munafik juga bisa
berbuat baik tapi Kebenaran dan Keselamatan hanya punya Allah. Berbahagialah
kita semuanya yang menjadi anak Allah. Ini yang mau saya sampaikan pada malam
ini supaya Anda lebih jelas, siapa Ibu Maria, siapa Ibu Maria, siapa Yohanes
Pembaptis. Dan Ibu Maria juga mau mengatakan kepada kita semua, Ibu Maria
mendoakan kita dan mengantarkan doa-doa kita kepada Allah dan memintakan tolong
anak Allah. Kan wajar seorang kekasih Allah, dia itu, roh Ibu Maria itu ada
bersama Allah waktu Ibu hidup di bumi ini apapun yang diminta Ibu Maria, Tuhan
beri. Mujizat pertama dimana?
Di Kana, jawab
umat.
Itu diminta
oleh Ibu Maria. Diberi juga kan? Maka orang Protestan itu gimana? Dikasih
sarana yang paling dekat melalui Ibu Maria kok dimatikan, seolah-olah benci
sekali. Dimusuhi, kan lucu itu! Tapi ada dalam Kitab Suci, siapa menambahkan
dan mengurangi dia akan mendapatkan apa? Kutuk..!(Wahyu 22:18-19, red) Dan saya
mau menyampaikan kembali… Tuhan mengatakan kepada siapa, apa yang kau ikat di
surga…? kepada siapa itu?
Kepada Petrus,
jawab umat.
Apa yang kau
lepas di dunia…….(Matius 16: 16-19). Paus pertama adalah Petrus, sekarang mau
sedikit saya kasih gambaran. Mereka saudara kita Protestan, mereka lepas dari
ajaran Katolik. Sebenarnya istilah agama Katolik itu suatu wadah supaya kita
dapat mengartikan hidup bersatu antara satu dengan yang lain, tidak ada
perbedaan, sifatnya umum tapi Tuhan tidak menurunkan agama kan?
Tidak, jawab
umat.
Tidak. Tuhan
datang mau menyelamatkan manusia, tidak menurunkan agama. Agama itu kita
artikan supaya bagaimana kita hidup rukun, damai yang percaya kepada DIA,
dikasih wadah. Wadah itu dipercayakan kepada Petrus sehingga dia Paus yang
pertama. Sekarang Protestan terlepas dari semua ikatan-ikatan rohani dari
Gereja Katolik , berarti dia melepaskan Petrus, rasul yang pertama menjadi
Paus. Dia akan terlepas. Sudah dilepas. Siapa sering mendengar khotbah-khotbah
di Gereja Protestan, coba tunjuk tangan! Jangan malu!
Ada, jawab
umat.
Itu tidak perlu
kalau kalian sudah kuat untuk itu…, lagi untuk apa? membandingkan apa yang
dikatakan pendeta, apa yang dikatakan Pastor? Kadang-kadang itu terjadi..mencari
kepuasan. “Ah Pastor ini tidak bisa ngomong, itu pendeta itu hebat!” Jadi
akhirnya membanding-bandingkan, terus dapat apa? tidak perlu ya ! sekarang iman
itu tergantung kepada Pastor atau kepada pribadi?
Pribadi, jawab
umat.
Jadi
kenapa..kita bisa mengembangkan. Saya ini tidak tergantung oleh Pastor, saya
percaya, saya mengimani yesus. Pastor menggembalakan saya. Walaupun apapun
terjadi, sikap Pastor atau para romo tidak bisa kita terima saya tidak pernah
berontak. Saya tetap setia walaupun adakalanya kurang pantas seorang imam
memberikan Ekaristi tapi saya tetap setia, tidak pergi. “Ah tidak mau dengan
Pastor itu, aku tersinggung, aku mau ke sana. Mengaku dosa aku mau kesana. Itu
tidak baik ya. Jadi iman kita itu terpecah-pecah, terjadi nanti pergulatan iman
kita yang, mungkin kita belum kuat, masih labil, akhirnya kita putus asa. Sana
tidak dapat, sini tidak dapat, lalu kita jadi apa?
Jadi bingung,
jawab umat.
Jadi bingung
terus tidak ke Gereja lagi. “Tidak usah ke Gereja, kan Tuhan ada dimana-mana.
Aku doa di rumah saja.” Pernah tidak, bicara seperti itu?
Pernah, jawab
umat.
Ini tidak
boleh. Mulai malam ini kita ubah, iman kita tidak tergantung pada siapapun
tetapi kita mencari pengalaman kesaksian-kesaksian iman untuk menambahkan, untuk
menumbuhkan, untuk menyuburkan iman saya ini. tidak bisa sendiri? Saya mau
berkelana untuk membagikan pengalaman iman kepada saudara-saudara yang lain.
Tapi tolong jangan pergi kemana-mana. Di sini banyak anak muda, anak
remaja pada kabur karena di sana pujiannya bagus-bagus. Memang kadang-kanang
saya juga mikir, Gereja Katolik bolehlah anak-Mudika itu puji-pujian yang agak
ramai. Nah ini tidak boleh diatur liturginya. Ini untuk memuji Tuhan, ya
dibolehkan…. ini masih dalam pemikiran. Ini banyak anak remaja yang kabur
karena seolah-olah monoton. Lagunya kan lagu hening tapi anak remaja beri
puji-pujian yang ramai dikhususkan dalam misa tertentu. Kadang-kadang romo
terlalu sekali deh.. dipotong… itu tidak berdosa, apapun kita lakukan, mulut
kita untuk memuji Allah, itu baik kok.
Contoh waktu di
Cimahi, waktu ada pujian ramai, mereka tepuk tangan, saya kan tidak bisa tepuk
tangan tapi kuasa Allah mengangkat tangan saya dan menepuk. Kan boleh memuji
Allah dengan riang, dengan menari apa saja, sebatas normal, kita memuliakan
Allah memuji. Jangan diam saja nanti mengantuk kan?
Saya bukan
membela anak-anak remaja. Saya prihatin karena banyak anak remaja lari ke
Bethani. Anak remaja Bethani itu hebat, mereka kadang pakai band. Boleh saja
sebatas kewajaran. Gereja katolik perlu keheningan. Kalau mereka tidak,
hura-hura seperti itu. Jadi itu yang mau saya sampaikan.
Sekarang ini
pemurnian sudah dekat. Anda tahu, sudah banyak bencana. Itu sudah diberi tahu
Ibu Maria sejak 1995. pikir Anda saya menerima ini sekejap… padahal tidak
sekejap. Satu hari, dua hari, sepuluh hari, sebulan, setahun…. lama! Saya
menyelidiki ini karena saya orang fanatik ya. Keluarga saya muslim. Eyang saya
kyai haji, saya guru ngaji… tiadk bisa saya menerima begitu saja. tapi dari
awal bagaimana saya disapa oleh Tuhan Yesus, sampai detik ini, itulah DIA, yang
saya terima dari awal sampai sekarang. Pikir kalian saya langsung menerima,
lalu lari sana lari sini… saya dapat karunia….. tidak! Sebenarnya orang
mendapat karunia itu tidak berkoar-koar. Diam dan buktikan karena ini
dipertanggung jawabkan. Sekali dia mewartakan dia bertanggung jawab atas apa
yang dia omongkan, disampaikan kepada orang-orang yang dia beri tahu dan
pertanggung jawabkan kepada Allah di surga. Tidak main-main. Orang dipakai Tuhan
itu tidak sembarangan, main-main. Ya ampun kalau aku boleh minta… Tuhan
gantikan pada yang lain… aku itu tidak bisa apa-apa.. dan kebebasan juga tidak
punya. Hidup saya untuk melayani. Itulah kehidupan saya, untuk diri saya
sendiri sudah saya tidak pikirkan. Pikir Anda Ibu Agnes itu kayak apa ya? Ada
karismatik tidak di sini?
Ada, jawab
umat.
Jadi tidak ada
yang sembunyi di sini, semua ketahuan karena Tuhan sendiri yang bekerja didalam
kelompok ini ya. Kalau kelompok yang lain itu diatur, direncanakan. Bikin
program, mau pergi kesini atau kemana-mana. Kalau saya, saya digeret ke sana,
ke sini. Apa yang dikerjain di sana?
Pikir Anda
kalau saya ngomong di depan ini berkonsep? tidak ! Aku nanti ngomong sama Bapak
ini di sini, lalu saya mau ngomong ini… Tidak! Aku tidak punya modal. Saya itu
bukan pinter, tidak! Hanya kuasa Allah yang bekerja dan berbicara untuk
menyampaikan kebenaran-kebenaran ini kepada anak-anaknya. “Bersaksilah Agnes
tentang dunia dan tentang kebenaran. Katakan kepada mereka, bawa mereka kembali
kepada Allah seutuhnya”.
Wah saya ini
siapa, bawa kalian pulang… berat..berat. pewartaan ini berat.. ditolak,
dibenci, dicaci maki, dibilang orang gila… Aku cari apa? kesenangan, kekayaan,
kehormatan, sensasi? Wah tidak ada, malah saya dimaki orang kok. Pastor-pastor
banyak pro dan kontra juga anak-anak Tuhan..banyak. kalian lihat saya ini
seperti ini. Aku punya apa sekarang ini? kalian tahu saya sudah tua, besok
tanggal 23 saya 60 tahun.
Makanya kalau
ngundang saya tidak usah mikir, kalau undang Ibu Agnes ini ditaruh dimana, di
hotel ini…wah saya ini tidur di tikar ya dijalani sama-sama digigiti nyamuk.
Aku dirumah juga tidur, aku di rumah juga makan, memangnya aku pelayanan cari
tempat tidur? Makan enak? Tidak!
Aku pergi
melayani, Aku pergi diantar oleh Tuhan untuk menyampaikan kebenaran ini untuk
anak-anakNYA supaya anak-anakNYA kembali. Itu saja pekerjaanku.
Seperti Ibu
Maria, Ibu Maria kan sudah tidak ada di bumi ini. Dia ber’teriak’ di surga.
“anakku, pulang….! Maka dia datang ke bumi ini mengajak kita pulang kepada
Allah. Waktunya sudah dekat, pemurnian sudah dekat.
Sebenarnya
pemurnian ini tidak menakutkan ya? Kalau kita percaya, tidak menakutkan
sebenarnya. Kita bahagia diberitahu. Mereka yang tidak diberitahu, gimana?
Hilanglah… habis! Habis! Tetapi kalian kalau tidak percaya ya habis juga.
Habis… !
Sekarang kita
diminta kesetiaannya oleh Ibu Maria supaya kita boleh kuat, kita tidak
sempurna, aku juga pendosa. Jangan katakan saya sudah hebat! Kita berjuang
sampai mati, baru kita tahu kita berkenan dihadapan Allah atau tidak. Jangan
kita sombong saya sudah beriman. Aku sudah berbuat ini, ditulis semua,
diingat-ingat apa yang dia perbuat. Kita tahu sampai dan tidak sampai,
saat-saat terakhir kita dipanggil Tuhan, di situ kita menghadap sendiri. Apa
kubilang, hati-hati kalian. Waktu diberikan 24 jam, pergunakanlah
sebaik-baiknya. Jangan bagi Allah diberikan sisa, kita hura-hura sisanya
untuk Tuhan. Tidak! Terbalik, untuk Tuhan, sisanya untuk perjalanan hidup ini
supaya berkat itu mengalir dalam kehdiupan kita masing-masing.
Kata Yesus,
bawalah aku dalam kehidupanmu dan sebut nama-KU dan minta dalam nama-KU, kata
Tuhan. NamaKU Kuberikan kepadamu. Satu buah Nama. Yang membuat nama itu adalah
Tuhan sendiri untuk DIA dan untuk kita.
Natal itu
sebenarnya bukan untuk Tuhan. Kita diberikan natal supaya kita boleh hidup,
kehidupan baru terus menerus. Natal itu bukan setahun sekali, setiap hari kita
natal. Itu diberikan oleh Tuhan. Paskah juga bukan untuk Tuhan, kita bangkit
setiap hari bersatu dengan Allah.
Jadi semua apa
yang dilakukan Tuhan itu bukan untuk Tuhan, untuk kita semuanya. Jadi jangan
salah. kadang-kadang kalau Paskah kalian nangis. Kenapa kalian nangis?
Menangisi Tuhan. Sedih ya Tuhan Yesus menderita. Kok dirimu itu tidak kamu tangisi.
Benar tidak? Kenapa Ibu menangis? Kasihan Tuhan Yesus ya? Ibu tidak kasihan..
dirimu kayak apa? kata Tuhan:”Hai wanita-wanita Yerusalem, jangan kau tangisi
Aku tapi tangisilah dirimu.” (Lukas 23 : 28) Kita menangisi diri kita sendiri,
apa yang bisa kita perbuat dalam hidup saya ini untuk Tuhan. Hidup kita adalah
melayani, hidup kita adalah kasih, karena Allah kasih yang sempurna. Tapi
Kasih itu itu diberikan kepada kita melalui baptisan. Kasih itu kita berikan
kepada hidup ini bekal dalam perjalanan kita semuanya. Kalau kita belum
melayani, belum anak Tuhan. Cukupkah ke Gereja? Cukupkah berdoa? Cukupkah doa
di lingkungan? Melayani..! buktikan doaku, buktikan! Aku ke Gereja… setelah itu
kita berbuat apa?
Tuhan meminta
itu kepada kita. Hanya doa, enak sekali. Orang dunia, mereka berseru-seru,
berlomba-lomba menjadi orang suci. Apakah kita seperti itu? Tidak! Yesus tidak
meminta kita suci dan kudus tapi Tuhan Yesus meminta kita setialah anakku.
Kesetiaan itu
yang diminta. Kita jangan sekali sekali meninggalkan DIA karena kebutuhan
hidup. karena hidup ini adalah milik Allah. Kehidupan kita adalah milik Allah.
Besok kita pulang, aku sekarang ngomong nanti mungkin sebentar lagi habis tutup
doa, pulang.. tidak tahu kan? Ingat kematian itu. Jangan Anda enak-enak
melupakan kematian karena kematian akhir dalam kehidupan kita.
Kita boleh
mengalami kebahagian, itu yang kekal dan abadi. Di sini hanya sementara. Aku 60
th, sebentar lagi pulang. Umur tidak samapi 70, mau kita menderita tidak? Suka
dan suka hidup ini bersama Tuhan Yesus. Banyak kita. Mengapa kita selalu
berkeluh kesah. Sedikit menderita keluh kesah kita segunung. Tetapi kita tidak
mencari kebenaran itu sendiri, untuk bekal kita untuk menghadapi dunia ini
untuk mneghadapi.. kita dipanggil Tuhan. Ingat itu kematian. Sadar.. kalau kita
sudah mati bagaimana..menyesal kan?
Karena roh kita
itu hidup, itu yang mau diselamatkan oleh Tuhan. Ciptaan-NYA adalah roh, bukan
hanya badan. Kalau bisa mengatakan ber-Allah, kita jaga dengan baik.
Itu terlalu
muluk-muluk bu Agnes, itu teori…pasti ada yang omong begitu..ada yang batin ya…
itu kan bu Agnes ngomong..tunjuk tangan siapa yang batin supaya kita sharing
kan?
“Agnes, tidak
akan Kusembunyikan mereka dalam kehidupanmu supaya kau tahu dan dapat membawa
mereka kembali”.
Hebat ya..saya
ya..! oh pikirnya enak..nga enak..! Aku tahu permasalahan mereka akhirnya Aku
yang harus menyelesaikan…ujungnya tidak enak…jadi Tuhan memberikan karunia itu
untuk saya adalah bekal untuk membawa anak-anakNYA ini yang mempunyai masalah
lahir dan batin, supaya diantarkan kembali kepada DIA.
Tapi jangan
pikirkan karunia ini ya. Kata orang ibu Agnes sudah gila… memang ikut Yesus itu
gila… Anda mau gila tidak?.. tidak kan? Mau dong! Gila pada Yesus aku mau.
Apapun yang kau berikan Tuhan Aku mau. Jadi bertambah mencari Yesus itu
bertambah semangat, bertambah kita mau mengerti tentang DIA, diberi pengertian.
Luar biasa Yesus itu. Maka cari Dia dalam kehidupanmu supaya kita boleh bersama
DIA setiap saat di manapun kita berada.
Sedikit saja hati
kita terbuka, AKU akan ada bersamamu. Apalagi terbuka lebar-lebar, enak banget.
Jadi bersama Yesus tidak ada kesulitan. Jadi saya sudah mengalami 2 hal, waktu
saya anak dunia, sekarang saya jadi anak Tuhan, sekarang saya tahu Tuhan itu
ada, Tuhan itu dekat, Tuhan itu hidup. waktu saya dulu ngga ngerti Tuhan
itu dimana. Sungguh!
Mereka
mengatakan, “Allah itu dimana sekarang?”, mereka berteriak itu setiap
saat. Padahal ada Allah dekat tapi karena tidak mengenal Allahnya kan kasihan.
Bukan saya jadi
anak Tuhan terus saya menghina tapi memberikan pandangan yang nyata untuk
kalian.
Dulu kalau saya
berdoa, kalau saya tidak terkabul, saya manjat pohon. Mungkin kalau saya naik
pohon itu, doa saya didengarkan oleh Allah. Pengalaman saya cukup banyak
ya. Supaya Anda tahu saya dulu muslim, sangat fanatik. Itu kehidupan saya masa
lalu tapi bukan karena saya cinta kepada pak Sawarno itu saya meninggalkan
agama saya, tidak! Bukan itu, saya tidak pernah mengenal agama Kristen karena
saya hidup secara rohani sebagai orang dunia dulu, saya sangat fanatik ya.
Keluarga saya adalah keluarga yang cukup santri. Saya saja guru ngaji berarti
kan,saya tidak main-main tapi karena Tuhan sendiri yang berinisiatif, bukan
saya yang berinisiatif.
Maka saya
mengatakan Tuhan berinisiatif datang ke dunia ini untuk meyelamatkan manusia.
Kalau Tuhan Yesus tidak datang ke bumi ini, kita tidak mengenal Allah, mungkin
kita menyembah itu batu. Maka Tuhan datang ke bumi ini supaya kita diselamatkan
dan sekarang Ibu Maria datang ke seluruh bumi khususnya ke Indonesia untuk
membawa kembali anak-anakNYA dan berseru saat-saat terakhir ini karena kita
akan mengalami kesulitan di Indonesia ini.
Tadi sudah
diterangkan akan terjadi bermacam-macam bencana. Nanti Anda yang sudah
mendengarkan ini tidak usah kemana-mana ya, duduk, bawa istri-anak, bapak–ibu
kumpul bersama berdoa, Anda tidak akan apa-apa. Karena sekarang ini kuasa Allah
sedang bekerja.
Ada orang yang
bertanya, lumpur panas Lapindo. Ya sudah itu tidak akan bisa selesai. Sekarang
bermunculan dimana-mana, apa mau ditenggelamkan? Kita tidak tahu. Yang penting
peristiwa itu tidak usah dipikirkan, tidak akan selesai.
Yang penting
dengan peristiwa itu apa yang saya ambil dalam hidup saya. Semua
bencana-bencana itu untuk perenungan kita, bukan sebuah tanda-tanda saja tapi
kita tidak berubah. Tanda itu diberikan supaya kita berubah, supaya kita
mengerti, apa yang disampaikan Ibu Maria, tanda itu dari Tuhan.
Tapi kita
diajak oelh Tuhan, kembali. Ya kita kembali saja. Kembali kepada Tuhan kok
sulit sekali karena keinginan manusia itu akan dimurnikan. Dimurnikan..diambil…
pasti kita kan berontak….keinginan saya jadi seperti ini dan dimurnikan itu
berarti dari diri kita sendiri, juga dari orang lain sehingga kita dimurnikan.
Saling ketemu. Maka dalam rumah tangga nanti, suami suka marah-marah, istrinya
harus berdoa supaya pemurnian yang dihadapi suaminya cepat selesai. Jangan
dihadapi dengan kemarahan. Nanti pemurnian tidak selesai-selesai nanti jadi
bumerang dalam diri kita masing-masing. Jadi salah satu sadar. Itu sedang
dimurnikan.
Di sini ada
bapak-bapak yang suka marah ya? Saya mau tanya enakkah hidup dengan
marah-marah? Sebenarnya cape ya. Yang suka dimarahkan sebenarnya ada satu hal,
mungkin bapa-bapanya selalu menyembunyikan berkat, ada tidak? Dapat 100,
diserahkan 50. punya tabungan atas nama dia, benar?
Benar, jawab
umat.
Sebenarnya 2
menjadi satu kenapa masih seperti itu hidup dalam keluarga? Menurutmu apakah
hidup bersama? Untuk apa sih kalian kawin kalau suasana masih seperti itu? Ini
masih ada dalam rumah tangga, membuat tidak damai. Kata Ibu Maria, milikmu
adalah milikku cuma seorang istri itu harus bijaksana itu yang perlu
diperhatikan. Sedikit rejeki atau banyak itu harus bijaksana, menghargai jerih
payah suamimu……………….
Karena kalau kita
datang pada Tuhan kita tidak bisa membatasi waktu ya. Kita memberikan waktu
untuk Tuhan. Nah, saya mau mengatakan mulai malam ini kita renungkan apa yang
belum kita perbuat untuk Tuhan.
Kita mulai
berbuat, supaya hari pemurnian ini, - kata Ibu Maria-, itu menjadikan kekuatan
bagimu untuk menyambut pemurnian itu. Kata Ibu Maria, banyaklah berbuat baik
dalam hal melayani. Sungguh kata melayani itu sungguh-sungguh adalah Allah
sendiri.
Sungguh saya
katakan itu, dulu waktu saya muslim saya tidak pernah melayani seperti ini. Aku
berdoa, Aku dekat dengan DIA, pokoknya Aku mau menyucikan diri, saya tidak mau
tahu deh siapa kamu.
Tapi ada juga
orang berbuat baik hanya sebatas itu saja. tapi dalam anak-anak Tuhan, melayani
itu sangat dalam artinya. Menyangkut hidup dan mati. Dalam keluarga, kalau kita
tidak bisa melayani dalam keluarga bagaimana kita bisa melayani orang lain,
dalam keluarga saja masih cekcok.
Malam ini saya
mohon pada Anda yang ada di sini, coba renungkan saya mau berbuat apa dengan
waktu-waktu yang diberikan saya pada saat ini, apakah saya berubah, apakah saya
tetap seperti itu? Itu tinggal anda pribadi karena Ibu Maria ingin saat
terakhir ini anak-anakNYA harus selamat. Itu saja kuncinya. Karena pemurnian
itu cukup berat bagi kita semua yang kita hadapi adalah kuasa Allah yang akan
turun ke bumi ini. maka kita bahagia sekali Ibu Maria datang ke bumi ini
menyiapkan kita untuk menerima pemurnian ini dengan sukacita. Sampai di sini
ada yang mau bertanya?
Melayani itu
secara konkritnya bagaimana?
Kamu tidak
menyakiti ibumu, itu sudah suatu pelayanan. Itu contoh dengan melayani ibumu
dengan baik, nanti yang lain akan terarah, dengan sendirinya akan mengalir.
Namanya melayani itu sukarela, namanya berjuang, atau berkurban untuk orang
lain yang kita punyai semampu kita. Bukan melayani itu dengan materi saja.
tidak! Banyak yang berarti yang dibutuhkan mereka dalam pelayanan kita. Bukan
materi saja ya banyak hal yang harus kita perbuat, yang bisa kita perbuat
untuk saudara saya maupun dalam keluarga saya. Seperti bapa-bapa yang suka
muring-muring. Kalau tidak uring-uringan itu sudah melayani istri dengan baik.
Itu yang kecil-kecil saja, bagaimana kita bisa melayani orang lain kalau kita
marah-marah sama istrinya, kita tidak bisa menasehati orang lain. Kamu siapa
suka mara-marah kok nasehati Aku. Sekarang kata Ibu Maria, persiapkan dirimu
dengan baik bukan berati tidak berbuat dosa baru kamu bisa pewartaan tapi kita
bisa memberikan contoh kepada orang lain. Jangan marah tapi kita suka
marah-marah. Jadi pelayanan itu banyak: tenaga, pikiran, materi, apa saja yang
kita punyai yang dibutuhkan orang lain, kita berikan kepada mereka. Itu
melayani. Kalau kita memberi itu namanya melayani. Orang lain bahagia itu
melayani, seperti itu.
Saya dari
keluarga muslim, masuk menjadi Katolik dan tidak ada yang membimbing untuk jadi
lebih baik. Penguatan juga saya tidak tahu.
Sebenarnya itu
kembali kepada dirimu sendiri ya. Kamu mau apa sih menjadi anak Tuhan? Memang
situasi pada zaman ini memang cukup berat bagi anak-anak Tuhan tapi rasul
Yohanes mengatakan dalam kelemahanmulah itu maka iblis akan ikut campur tangan.
Apakah kita punya kerendah hati untuk tahu, kadang-kadang kita ditegur kita
marah padahal kita salah padahal ini yang perlu kita belajar mempunyai kerendahan
hati untuk menghadapi segala persoalan yang sedang kita hadapi. Saya mau
mengatakan, tidak ada manusia apapun yang hidup mulus di bumi ini.
saya mau tanya, apakah anda hidup mulus tidak?
Tidak, jawab
umat.
Tidak ada.
Semua orang mengalami segala persoalan, mau kecil, mau besar apapun bentuknya
silih berganti. Kita mengalami tidak semuanya?
Mengalami,
jawab umat.
Mengalami.memang
hidup prosesnya seperti itu. Maka seorang imam pernah bertanya kepada rasul
Yohanes, supaya kita tidak jatuh dalam dosa, bagaimana rasul? “Kamu hidup di
hutan saja!” Kita dalam hutan juga risih terganggu dengan binatang-binatang.
Kita mau kemana? Karena kita masih berpijak di bumi ini, pasti kita menghadapi
bermacam persoalan silih berganti, kembali kepada kita apakah persoalan yang
kecil jadi besar, apa yang besar kita selesaikan? Itu kembali kepada diri kita
masing-masing. Walaupun ada si A, si B, tapi kalau sya tidak sependapat itu
tidak akan terjadi. Orang lain hanya sebagai sarana untuk memberikan
pengertian. Itu kembali kepada manusia. Sekarang saya mau bertanya, Allah
memaksa manusia tidak?
Tidak, jawab
umat.
Tetapi setiap
manusia membuka hati dan ingin meminta segala persoalan minta bantuan pada
Tuhan, pasti Tuhan akan selesaikan. Sekarang kuncinya, imanmu yang
menyelesaikannya. Imanmu itu apa? kamu percaya kepada-KU tidak? Kalau kamu
percaya kepada AKU, bawa AKU dalam segala persoalan hidupmu maka semua itu akan
menjadi baik karena Aku sanggup melakukan apa saja, memberi kehidupanmu.
Jadi kembali
iman sejauh manakah kita mengerti, memperbesar, menyuburkan iman kita dalam
hidup sebagai anak Tuhan. Saya juga berjuang, tidak enak-enak aku dipakai Tuhan
begini aja. Aku masih terbanting-banting, kalau aku bisa ampun Tuhan, ampun.
Pikirnya kalau aku ikut Tuhan, tidak sakit? Aku tidak menderita? Nggak masuk
angin? Nggak lapar?
Maka kita
diberikan benih, benih kasih dan cinta adalah melalui baptisan itu kekuatan
kita. Sesudahnya apa yang harus saya lakukan dengan hidup saya, saya harus
ngomong dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan itu, hidup. Bacalah Kitab Suci, di
situ kita mendapat segala sesuatu untuk sarana hidup untuk menyelesaikan hidup
kita melalui Firman Tuhan.
Sekarang saya
mau beri tahu, “AKU-lah jalan kehidupan dan benar, melalui firman-KU-lah engkau
mendapatkan jalan itu untuk sampai kepada-KU”. (Yoh 14:6)
Bacalah Kitab
Suci, itu menguatkan. Itu bukan suatu bacaan (biasa). Kalau kita
sungguh-sungguh membaca, Kitab Suci itu hidup. jadi membuka hati dan pikiran
saya dan Anda, berkomunikasi dengan Tuhan melalui Firman-NYA.
Jadi semua itu
kita dikuatkan oleh Friman Tuhan sendiri dalam kehidupan ini. Peraturan hidup,
bagaimana cara hidup, bagaimana untuk menjadi manusia yang baik, bagaimana kita
mau sampai ke surga.., baca saja Firman Tuhan, kita akan mengerti ya.
Jadi jangan
hangat-hangat kuku, tapi sering membaca.
Meditasi boleh
tapi kalau menditasi dengan situasi yang anda tidak mengerti, itu bahaya banget
ya. Hati-hati meditasi ya. Anda kalau tidak mengerti dari awal, kecuali orang
di biara itu sudah mempunyai bekal masuk dalam meditasi. Kalau kita tanpa
bimbingan, hanya mengosongkan diri, masuk, nanti yang masuk siapa, kita tidak
mengerti. Kalau kita tidak mengerti, kita mengosongkan, saya sebut nama Tuhan
tahu-tahu yang masuk yang lain, bukan Tuhan yang masuk ya. Ini hati-hati ya.
Bila sudah
jelas tolong direnungkan apa yang harus anda perbuat dan mungkin nanti setelah
kita berkumpul pasti ada yang pro dan kontra. Kalau anda tidak bisa memberi
penjelasan, tidak usah anda beri penjelasan nanti repot, kecuali anda punya
pengalaman pribadi di waktu anda berdoa bersama, anda bisa bersaksi, kalau
tidak, bawa dalam doa. Yang tidak percaya jangan dipaksakan karena kebenaran
itu tidak dipaksakan.
Nanti saya akan
memandu doa, apabila kuasa Tuhan hadir diantara kita tolong anda hening dan
berdoa supaya kita tidak masuk dalam pencobaan. Apakah anda sudah siap? Waktu
kuasa Tuhan datang, kalian banyak ngobrol, aduh kasihan nanti. Nanti iblis akan
bekerja memporakporandakan situasi batin kita masing-masing. Tuhan mau bertemu
dengan kita semua dengan cara-NYA, dengan kuasa-NYA. Karena 2-3 orang berkumpul
AKU hadir. Itu janji Tuhan, pasti ditepati, dan AKU menyertai kamu sekalian
sampai mati, bukan sampai akhir zaman, kita tidak akan sampai akhir zaman tapi
sampai mati. Percaya tidak?
Percaya, jawab
umat.
Janji Tuhan ini
akan ditepati dan AKU hadir dalam Ekaristi, maka hati-hati kalau kalian mau
nyambut Ekaristi, persiapkan dirimu dengan baik karena Tuhan sudah menampakkan
Diri dalam Ekaristi, saya bersaksi. Sudah berkali-kali Tuhan menampakan diri
dalam Ekaristi supaya saya boleh menyampaikan kepada anak-anakNYA.
Saya juga
diajak Tuhan untuk memanggul salib-NYA, itu terjadi di Santiago waktu saya
pergi berziarah diajak oleh Ibu Maria ke Fatima.
Diperkenalkan
oleh Ibu Maria, mereka yang diajak kerjasama oleh surga, saya disatukan dan
dikuatkan dan dipertemukan kepada mereka semua dan saya bertemu dengan mereka
semuanya. Waktu saya brangkat ke Eropa selama 2 minggu. Dan peristiwa yang saya
alami itu di Santiago, saya memanggul salib, diberikan pada saya. Berat sekali
ya, dan Tuhan menampakan dalam Ekaristi, Tuhan Mahakuasa, DIA-lah Allah Bapa
yang Mahakuasa. Kalau menurut Anda siapa Yesus?
Allah yang
Mahakuasa, jawab umat.
Anda percaya,
Yesus itu Allah? Dari mananya?
Jangan asal
percaya tapi Anda tidak mengerti. Orang muslim mereka percaya, mengatakan roh..
masuk ke dalam Siti Mariam menjadi manusia yang sempurna. Terberkatilah dimana
aku lahir, hidup dan bangkit, tapi mereka tidak mengimaninya, tapi mereka tidak
menerimanya.
Bagi kita
sebagai anak Tuhan kita menerimanya. Kebangkitan itulah kemenangan yang
diberikan kepada kita. Mereka tidak tahu kebangkitan ya. Mereka mau
dibangkitkan siapa? Kalau kita bangkit. Kita punya Tuhan. Kemenangan kita
adalah kebangkitanNYA. Bukan kita menyembah Allah yang mati tapi Allah yang
hidup, yang bangkit, yang bertahta di surga sekarang ini, yang menyertai kita
siang dan malam. Itu pertama.
Bagaimana sih
caranya Tuhan hadir? Jangan dipikirkan cara-NYA. Terserah Tuhan, mau pakai cara
apa Tuhan, silahkan. Yang penting kita mau menerima kebenaran itu atau tidak.
Jangan pikirkan
si Agnes, tidak ada apa-apanya tapi yang kita lihat, kita terima pada malam
ini, kebenaran itu ada dimana dan untuk apa, apa gunanya untuk saya. Itu yang
perlu perenungan.
Dan nanti isi
hati Ibu Maria hadir juga..seperti saya katakan dari awal.. Yohanes Pembaptis
berteriak pada waktu itu mempertobatkan banyak manusia, sekarang Ibu Maria juga
‘berteriak’ di surga, “kembali anakku!’. Kembali, waktunya sudah dekat! Sama
kan? Pemurnian! Bukan waktu kiamat. Dengan cara itulah Ibu hadir, dengan cara
inilah isi hati Tuhan Yesus dan Ibu Maria hadir, saya hanya sebagai corongnya
saja,bukan saya kesurupan.
Kalau kalian
tahu bagaimana cara saya melayani, pertama awal saya ngeri, roh saya
dipisahkan, itu badan saya jalan memberkati anak-anakNYA dengan kuasa Tuhan.
…Tuhan sudah matikah aku ini, melihat tubuhku jalan seperti itu? “Agnes
berdoalah! Kuatkan hatimu dan sebut nama-KU, AKU memanggilmu karena inilah
tanda kasih-KU KU-berikan kepada anak-anak-KU. Terimalah dengan baik!”
Masih
berontak-berontak tapi sekarang tidak lagi. Itu salibku. Apa anda tahu? Nanti
pikirnya, pas kuasa Tuhan datang memberkati kalian… ah itu kan ibu Agnes… ya
ampun saya tidak bisa memberkati kalian apa lagi memegang kepala kalian saya
tidak sanggup, walaupun saya bercanda tidak bisa saya melakukan itu. Jadi itu
yang mau saya beritahu pada bapa ibu yang belum pernah berdoa bersama kelompok
pelayanan kasih dari Ibu Yang bahagia. Saya hanya sebagai corong saja untuk
menyampaikan isi hati Tuhan dan Ibu Maria. Silahkan anda menilai dan berdoa
kepada Tuhan yang sama. Jangan anda berbicara sendiri nati kalian dicobai oelh
iblis.
Itu banyak
terjadi, apa lagi ada orang yang punya ilmu datang untuk mencobai.. dia
meloncat kesana-sana.. saya biarkan saja.. itu salahmu.. karena kuasa Tuhan
hadir kamu mencobai.. itu kamu mencobai Tuhan, bukan mencobai saya.
Sudah banyak
terjadi meloncat kemana-mana, atau terguling-guling.. terserah rasakan… tidak
boleh.. karena bukan aku ya Aku datang kesini hanya mengantarkan tanda kasih
Tuhan, sapaan Tuhan pada anak-anakNYA tetapi bukan saya melakukannya.
Nanti apabila
saat itu terjadi saya minta berdoa ya..jangan ngomong.. sebut nama Tuhan
Yesus..berdoalah apa yang menjadi keinginanmu..berdoa. pasti Tuhan akan
dengarkan doamu yang ada dalam hatimu masing-masing. anda berjanji mau begitu?
Iya, jawab
umat.
Saya akan
memandu doa ini. supaya kita semua mendapatkan tanda kasih Tuhan pada malam ini
bersama-sama. Mari kita pujian untuk Tuhan.
Pesan Tuhan
Yesus
( sesudah
sapaan pribadi )
Sampai bertemu
kembali anak-anakKU. Datanglah kamu semuanya dan mengertilah bahwa AKU sudah
datang diantara kamu. Datanglah, AKU menunggumu. AKU mengasihimu. AKU Maha
rahim, AKU mengerti engkau manusia. AKU mengerti maka itu AKU datang untuk
menyertai kamu dalam kehidupanmu. AnakKU, malam ini juga AKU mengampunimu.
Jangan berbuat dosa lagi. Jagalah dirimu dengan baik. Saling mengasihilah
kamu diantara satu dengan yang lain supaya sempurnalah kasih-KU yang KU-berikan
kepadamu.
Mari kita
terima kasih Yesus yang begitu besar dan kita mau memulai untuk melayani di
mana pun kita berada.
Pesan Ibu Maria
Selamat malam
untuk anak-anakku yang Aku kasihi semua yang ada di sini.
Selamat malam
Ibu Maria, jawab umat.
Terima kasih.
Ini Aku Ibumu Maria bersama Agnes, Aku menyapamu anak-anakku. Aku senang
melihat kamu sedang berjuang, Aku bahagia. Sungguh Aku mengatakan ini kepadamu
karena Aku adalah Ibumu yang bahagia di surga, kalau kamu seperti ini pasti
kamu akan mendapatkan kebahagiaan itu sendiri dari Allah.
Terima kasih,
jawab umat.
Terima kasih.
Anak-anakku yang Aku kasihi, Aku ingin kamu seperti ini saat-saat terakhir. Aku
ingin kamu semua baik-baik. Aku ingin kamu semua hidup dalam doa. Aku ingin
kamu semua saling melayani. Itu harapanku.
Anak-anakku,
kamu telah mendengarkan Kebenaran yang telah disampaikan di antara kamu. Itu
benar anak-anakku. Waktunya, waktunya dekat dan dekat anakku. Aku datang, Aku
datang menyapamu supaya kau mengerti karena akan terjadi di bumi ini, Allah
akan memurnikan di seluruh bumi ini supaya kamu semua bahagia.
Jangan kamu
katakan itu tidak terjadi. Itu harus terjadi anak-anakku karena Tuhan sudah
mengatakan itu. (Wahyu 3: 10)
Pada waktunya
itu akan terjadi karena waktu Tuhan adalah tepat dan Tuhan tahu kapan
janji itu akan diberikan kepada dunia. Inilah saatnya karena manusia sudah
jatuh dalam dosa, terutama anak-anakku sudah jauh dari Allah maka Aku berseru :
“Kembalilah anakku, kembali!” Allahmu menunggu dengan setia di surga.
“Datanglah anakku, bertobatlah, berbuatlah baik!” Inilah waktunya kamu harus
berjuang untuk mengartikan hidupmu.
Anak-anakku
semua yang ada di sini, Aku Ibu Maria bersama Agnes, bersama kamu semua yang
ada di sini, inilah isi hatiku dari surga. Aku sampaikan kepadamu, melalui
Agnes kamu semua mendengarkan Aku. Jangan kuatir anakku, Aku sungguh-sungguh
Ibumu Maria yang diberikan kepadamu.
Anak-anakku
yang Aku kasihi, Aku mengatakan ini kepadamu, tidak lama lagi itu terjadi.
Peristiwa-peristiwa yang mungkin sangat mengerikan itu, tetapi
jangan takut, berdoalah! Aku ingin kamu semua damai dalam dirimu bersatu dengan
Allah dan dirimu dalam keluargamu dan saudara-saudaramu di mana pun engkau
berada. Anakku, damailah kamu semuanya. Dengarkanlah Aku yang menyampaikan ini
kepadamu melalui Agnes.
Anak-anakku
yang Aku kasihi, peristiwa ini adalah peristiwa besar yang terjadi di negaramu
ini maka kuasa-kuasa kegelapan ikut campur tangan dan berjuang, berperang untuk
mengalahkan kamu. Jagalah dirimu dengan baik anakku. Jagalah! Jangan kau
cemarkan dirimu masuk dalam dunia ini. Itu harapanku! Aku berdoa untuk kamu,
untuk semuanya anak-anakku di seluruh bumi ini, dan Aku minta, apakah kamu mau
bersamaku untuk melayani?
Mau Ibu, jawab
umat.
Terima kasih.
Apakah kamu mau berkumpul seperti ini untuk berdoa, mendoakan, untuk melayani
dalam hidupmu dalam kelompok-kelompok yang Aku inginkan, apakah engkau mau?
Mau Ibu, jawab
umat.
Terima kasih,
terima kasih anak-anakku. Jangan takut, tidak perlu takut, dan juga jangan
takut dengan imam-imammu. Kamu tidak berbuat salah, kamu tidak berbuat dosa,
kamu berbuat baik dalam hidupmu. Kebaikan dan kebenaran ada bersama Tuhan.
Jangan takut, percaya anak-anakku! Pergilah, berkelompok-kelompoklah kamu, saling
melayani dan saling mengasihi dengan saudara-saudaramu. Itu harapanku yang
Kumintakan kepada kamu semua yang ada di sini. Apa kamu bersedia?
Bersedia Ibu,
jawab umat.
Terima kasih
anakku yang Aku kasihi. Aku berdoa atas kesediaanmu untuk melayani. Anak-anakku
semuanya, percaya, kalau membuka hati, engkau mendapatkan kekuatan. Kekuatanmu
adalah Allahmu sendiri hidup dalam kehidupanmu. Anak-anakku, sekali lagi Aku
mau mengatakan, hiduplah kamu saling mengasihi saat-saat terakhir seperti ini.
Tidak ada lagi kekerasan diantara kamu. Sungguh Aku mengatakan semua kamu
adalah anak-anakku. Semua kamu adalah saudara, disatukan oleh Allah karena kamu
semua adalah anak-anak Allah yang dikasihi. Apakah kamu mengerti?
Mengerti Ibu,
jawab umat.
Treima kasih.
Kalau kamu mengerti lakukanlah, dan kerjakanlah, mulai besok kamu mulai
membenahi dirimu masing-masing, dan bersaksilah tentang kebenaran. Apakah kamu
bersedia anak-anakku?
Bersedia, jawab
umat.
Terima kasih
semuanya. Aku berdoa untuk kesediaanmu semua yang ada di sini. Terima kasih,
dan terima kasih bagi kamu bersama Agnes untuk melayani anak-anakku di sini.
Dan kamu jangan takut, apa yang kamu takuti tidak akan terjadi, Allah
melindungi kamu semuanya bersama Agnes sampai hari itu tiba turun ke bumi ini.
Terima kasih,
jawab umat.
Terima kasih,
terimakasih untuk kamu semuanya.
Baik, baik
anak-anakku, engkau sudah mendengarkan semuanya. Aku Ibumu tidak banyak bicara,
tapi sedikit bicara tapi engkau mengerti apa yang Aku inginkan didalam
kehidupanmu. Apa kamu sudah mengerti apa yang Aku katakan ini kepadamu?
Sudah Ibu,
jawab umat.
Terima kasih,
terima kasih anak-anakku.
Baik, sampai di
sini pertemuan kita. Kita akan bertemu dalam doa, dalam roh dimana kamu
berkumpul memuliakan Allah, Aku hadir melalui kuasa Allah, dan berdoa bersama
denganmu dan semua anak-anak di seluruh bumi. Isi hatiku, kehadiranku diantar
oleh Allah untuk bersatu dengan kamu semua yang ada di sini. Kamu percaya?
Percaya, jawab
umat.
Terima kasih
anakku atas kepercayaanmu itu. Mari kita satukan semua perjalanan doa ini, kita
datang kepada Allah Bapamu yang ada di surga. Kita satukan dalam doa
bersama-sama dengan Aku Ibumu di surga.
Ya Allah yang
Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu
karena Engkau yang
mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu. (3 x). Amin.
Anak-anakku,
berdoalah seperti ini. Jangan kamu berdoa menurut pikiranmu tapi hatimu yang
berdoa datang kepada Allah Bapa kita di surga. Terima kasih anak-anakku. Sampai
bertemu kembali dalam doa. Selamat malam.
Selamat malam
Ibu Maria, jawab umat.
—ooo0ooo—