Doa Pasrah Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

di Keluarga, Semarang, 22 Desember 2006

 

 

Pengantar Ibu Agnes

            

Tadi sudah diterangkan oleh Ibu Ola, tentang pemurnian, tentang misi Ibu Maria hadir di Indonesia ini dan kita padukan dengan Injil tadi tentang Yohanes Pembaptis yang disiapkan oleh Allah untuk memulai/membuka jalan untuk kehadiran Tuhan di bumi ini.

 

Saya akan sedikit cerita. Yohanes Pembaptis adalah Nabi yang terakhir; tidak ada Nabi terakhir selain Yohanes Pembaptis, diluar itu urusan dunia, tidak usah kita pikirkan, mereka (umat Muslim, red) berbicara bahwa ada Nabi yang terakhir yang mau menyelamatkan manusia. Dan saya akan memberikan sedikit penjelasan siapakah Yohanes Pembaptis. Dia bukanlah manusia biasa. Roh Yohanes Pembaptis sudah bersama Allah dan dalam rencana Allah untuk memulai apa yang direncanakan Allah untuk menyelamatkan manusia. Itu rencana Allah. Maka Yohanes dihadirkan Tuhan lebih dulu ke bumi ini. tadi dikatakan Yohanes berteriak-teriak:”Bertobatlah, Kerajaan Allah sudah dekat” . Itu diserukannya oleh Yohanes Pembaptis. Kerajaan Allah.., sebenarnya Allah sudah ada diantara manusia, Cuma Allah sendiri belum berkarya pada waktu itu. Allah ingin memberikan suatu kesaksian adalah Yohanes Pembaptis. Dia akan menjadi saksi tentang kehadiranNYA ke bumi ini. Dia berteriak-teriak pada orang pada waktu itu, padahal apa yang sudah dinubuatkan para Nabi tentang Tuhan akan turun ke bumi ini sudah dinubuatkan oleh para Nabi makanya itu tidak lagi dipikirkan terlalu singkat karena semua sudah diatur oleh Allah bertahap, tidak sekaligus. Tidak ada manusia bisa menerima penjelasan-penjelasan dari Allah yang seutuhnya karena manusia tidak bisa mencapai pikiran untuk mengerti apa kehendak Allah. Kalau kehendak Allah bisa diterima manusia, DIA bukan Allah. Yohanes Pembaptis dikirim untuk manusia, untuk ciptaanNYA. Semua manusia di bumi ini..,orang banyak bertanya kepada saya: “Bagaimana mereka yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Siapa yang menciptakan mereka? “Lho kamu kok bodoh? Kata saya. Manusia di bumi dan semua isinya, surga dan manusia dan segala sarana di bumi adalah Allah yang menciptakan. Cuma mereka yang tidak percaya, hanya sebatas ciptaan belaka. Tetapi mereka yang menerima, mereka diciptakan, juga sekaligus menjadi anak Allah. Kita punya keunggulan didalam menerima Yesus dalam kehidupan kita. Tetapi mereka juga ciptaan Allah. Ada orang mengatakan, mereka tidak punya Allah. Lho, siapa yang menciptakan mereka? Cuma dia tidak mengenal Allahnya tapi mencari Allah yang lain, yang diberikan dari dunia ini.

 

Dan masalah kematian dan memenuhi bumi, itu sama karena kematian itu adalah milik Allah. Percaya dan tidak percaya dia akan mati. Tetapi kematian yang bagaimana yang diterima oleh manusia? Kalau kita menerima Yesus menjadi Tuhan Allah kita, kita mati tidak sia-sia tetapi mereka yang tidak percaya, dia mati sia-sia. Inilah yang mau saya sampaikan bagaimana Yohanes Pembaptis untuk mengajak mereka pada waktu itu dan kita sekarang untuk bertobat dan kembali kepada Allah dan ikuti DIA sepenuhnya. Dalam pembatisan.., tadi sudah dikatakan waktunya akan datang, DIA akan membaptis dalam roh, aku sekarang membaptis dengan air. Jadi berbeda, satu membaptis dalam roh.. menyelamatkan manusia supaya selamat dan menjadi manusia baru. Kalau Yohanes Pembaptis dia membaptis pada waktu itu berupa air, itu lambang pertobatan manusia untuk masuk dan menerima Allah yang sudah hadir diantara mereka, akan dibaptis dalam roh, adalah roh Allah sendiri. Jadi sudah berbeda. Yohanes meminta supaya banyak manusia bertobat supaya pada waktunya engkau akan menerima baptisan yang sangat dalam yang menyelamatkan adalah DIA sendiri. Tetapi bukan Tuhan Yesus membaptisnya, didalam nama DIA pada waktunya orang akan berdoa dalam namaKU, pada waktunya orang akan meminta dalam namaKU, pada waktunya mereka akan dibaptis dalam namaKU. Jadi Allah tidak membaptis manusia karena kuasa DIA akan dipakai untuk membaptisnya maka para Rasul yang diutus untuk membaptis manusia untuk diselamatkan, untuk diajak didalam Karya keselamatan bersama Allah yang sudah datang diantara manusia. Jadi sudah berbeda ya. Yohanes Pembaptis berteriak-teriak di padang gurun sana, begitu garang, begitu hebat berseru-seru untuk membuka mata dan telinga dan hati manusia untuk dapat diarahkan. Kalau tidak dipertobatkan orang-orang pada waktu itu, tidak akan bisa menerima kehadiran Tuhan yang sudah ada diantara manusia dan kita sekarang, itu berlanjut bukan batas pada waktu 2000 tahun yang lalu, tidak! Sampai detik ini juga masih ditawarkan itu, “Hai bertobatlah kamu!” sama Yesus diajak tapi kata Ibu Maria, bukan waktunya lagi kamu mengajak orang untuk mengikuti atau dibaptis. Tapi kalau itu ada, kenapa tidak? Tapi sekarang ini adalah ada 2 hal, dulu Yohanes Pembaptis membaptis memakai untuk mempertobatkan manusia untuk menerima Allah dalam hidupnya. Sekarang kita sudah menerima Allah dalam kehidupan kita, siapa yang menjerit di surga, menurut Anda? Ibu Maria yang menjerit di surga agar anak-anakNYA kembali. Waktunya sudah dekat, pemurnian sudah dekat maka Ibu Maria banyak datang ke bumi ini menghampiri manusia dan menyampaikan pesan-pesan penting dari surga untuk mempertobatkan kembali anak-anakNYa supaya kembali kepada Allah. Kan sama? Sekarang Ibu Maria menjerit-menjerit dan berdoa dan berseru dan bekerja bersama para malaikat, para Kudus, para rasul. Mereka kerjanya berdoa untuk mendoakan anak-anakNYA. Sekarang yang disinggung adalah anak-anakNYA. Waktunya sudah dekat. “Anak-anakku bertobatlah..! Berseru, Ibu Maria di seluruh bumi ini, berseru memanggil kita semuanya. Apakah kita sadar panggilan Ibu Maria itu sendiri, diajak oleh Ibu Maria untuk kita boleh mengalami pemurnian yang begitu dahsyat yang akan turun ke bumi ini. Ibu Maria berseru-seru di surga maka dengan cara ini Ibu Maria pakai cara yang terakhir yaitu isi hati Ibu Maria diantar oleh Allah.

Saya hanya corong saja, contoh kalian punya HP ya, kalian bisa bisa bicara dengan saudara kita di benua Australia dsb atau kita bisa melihat orang yang menelpon di kamera HP. Itu ciptaan manusia, rakitan manusia. Kita pakai dan kita percaya dan dipakai untuk komunikasi dalam jarak jauh kepada saudara/teman. Apalagi Allah di surga, DIA pakai manusia ciptaanNYA untuk menyampaikan tanda kasihNYA ke bumi ini. kalau Yohanes Pembaptis dulu mempertobatkan orang untuk mengenalkan Allah dalam kehidupan manusia. Sekarang kita yang sudah percaya banyak anak-anak Ibu Maria yang meningalkan Tuhan karena dunia, karena jabatan, karena uang, karena cinta, gengsi, minoritas dalam kantornya sendiri, akhirnya gugur akhirnya terjatuh meninggalkan Yesus. Ini Ibu Maria berteriak di surga. “Bertobatlah anakku, kembalilah kepada Allah”. Itu permintaan Ibu Maria.

Tugas Yohanes Pembaptis selesai sampai di situ tetapi Ibu Maria kekal dan abadi. Supaya Anda tahu Ibu Maria adalah roh, sudah ada bersama Allah sebelum dunia dijadikan. Ibu Maria sudah masuk dalam rencana Allah. Ibu Maria sudah mengatakan ‘Aku wanita diciptakan bukan untuk memenuhi bumi seperti kita-kita ini, dipilih diambil diantara wanita untuk kehadiran Tuhan ke bumi ini’, tidak! Tuhan sudah menciptakan roh Ibu Maria untuk menjadikan sarana kehadiran Tuhan ke bumi ini menjadi manusia. Jadi kita harus mengerti. Nanti kita simpang siur, siapa Ibu Maria? Apakah dia wanita biasa? Logika saja, tidak usah pakai iman, adakah roh Allah/kuasa Allah bersemayam dalam diri saya yang pendosa ini?, tidak! Tidak akan dipakai oleh Tuhan. Dia Allah yang suci, Dia Allah Mahakuasa, mengapa dia mau mengambil wanita-wanita ciptaan yang ada di bumi ini untuk kehadiran ke bumi ini? tidak ada itu! Ibu Maria tetaplah roh, roh yang hidup, dihadirkan ke bumi ini untuk menjadi sarana tentang karya keselamatan yang sudah direncanakan Allah sebelum dunia dijadikan, sebelum Tuhan merencanakan menciptakan manusia, roh Ibu Maria sudah ada bersama Allah.

Dan roh Yohanes Pembaptis juga sudah ada sebelum dunia dijadikan, rohnya sudah ada bersama Allah. Kenapa? Coba kita berpikir?

Dia bapaku, dia mendahului, mendahului pulang supaya Allah diterima dalam kehidupan manusia. Supaya manusia tidak simpang siur, apakah yang dinubuatkan para nabi, apakah dia Isa Almasih? Apakah dia Mesias? Mereka bertanya. Supaya ini tidak keliru dia cepat pulang dulu kembali ke surga dengan cara seperti itu, itu tidak ada artinya dia diperlakukan seperti dipenggal.. itu sudah dalam rencana Tuhan. Cuma dia sudah kembali ke surga, Allah berkarya. Dia tugasnya sudah selesai tetapi Ibu Maria tugasnya belum selesai sampai dunia kiamat.

Makanya saya mau menyampaikan ini supaya mengerti siapakah Ibu Maria itu yang diberikan Allah kepada kita. Kata ‘penampakan’ banyak di seluruh bumi. Ibu Maria menampakan diri kepada anak-anakNYA. Kadang-kadang Ibu Maria memakai anak kecil yang polos, supaya tidak tercampur baur dengan rencana itu dalam pemikiran. Kenapa tidak para imam, para suster dipakai untuki penampakan seperti itu sedang Lucia, Bernadet, itu sebelum jadi suster dia ditampaki, masih anak-anak. Bukan jadi suster dia dinampaki, dia menyerahkan diri untuk membiara.

Kalau saya tidak bisa karena setelah saya menikah baru saya dipanggil untuk menjadi saksi tentang dunia ataupun tentang kebenaran tentang Allah. Saya bersaksi ya saudara-saudaraku supaya Anda juga mengerti, berjuanglah, berbahagialah kita menerima kebenaran itu. Diluar itu tidak ada keselamatan, tidak ada kebenaran, hanya kebaikan ada. Kebenaran dan keselamatan hanya milik Tuhan. Kebaikan seperti duku, paranormal ingin berbuat baik, benar kan? Orang munafik juga bisa berbuat baik tapi Kebenaran dan Keselamatan hanya punya Allah. Berbahagialah kita semuanya yang menjadi anak Allah. Ini yang mau saya sampaikan pada malam ini supaya Anda lebih jelas, siapa Ibu Maria, siapa Ibu Maria, siapa Yohanes Pembaptis. Dan Ibu Maria juga mau mengatakan kepada kita semua, Ibu Maria mendoakan kita dan mengantarkan doa-doa kita kepada Allah dan memintakan tolong anak Allah. Kan wajar seorang kekasih Allah, dia itu, roh Ibu Maria itu ada bersama Allah waktu Ibu hidup di bumi ini apapun yang diminta Ibu Maria, Tuhan beri. Mujizat pertama dimana?

 

Di Kana, jawab umat.

 

Itu diminta oleh Ibu Maria. Diberi juga kan? Maka orang Protestan itu gimana? Dikasih sarana yang paling dekat melalui Ibu Maria kok dimatikan, seolah-olah benci sekali. Dimusuhi, kan lucu itu! Tapi ada dalam Kitab Suci, siapa menambahkan dan mengurangi dia akan mendapatkan apa? Kutuk..!(Wahyu 22:18-19, red) Dan saya mau menyampaikan kembali… Tuhan mengatakan kepada siapa, apa yang kau ikat di surga…? kepada siapa itu?

 

Kepada Petrus, jawab umat.

 

Apa yang kau lepas di dunia…….(Matius 16: 16-19). Paus pertama adalah Petrus, sekarang mau sedikit saya kasih gambaran. Mereka saudara kita Protestan, mereka lepas dari ajaran Katolik. Sebenarnya istilah agama Katolik itu suatu wadah supaya kita dapat mengartikan hidup bersatu antara satu dengan yang lain, tidak ada perbedaan, sifatnya umum tapi Tuhan tidak menurunkan agama kan?

 

Tidak, jawab umat.

 

Tidak. Tuhan datang mau menyelamatkan manusia, tidak menurunkan agama. Agama itu kita artikan supaya bagaimana kita hidup rukun, damai yang percaya kepada DIA, dikasih wadah. Wadah itu dipercayakan kepada Petrus sehingga dia Paus yang pertama. Sekarang Protestan terlepas dari semua ikatan-ikatan rohani dari Gereja Katolik , berarti dia melepaskan Petrus, rasul yang pertama menjadi Paus. Dia akan terlepas. Sudah dilepas. Siapa sering mendengar khotbah-khotbah di Gereja Protestan, coba tunjuk tangan! Jangan malu!

 

Ada, jawab umat.

 

Itu tidak perlu kalau kalian sudah kuat untuk itu…, lagi untuk apa? membandingkan apa yang dikatakan pendeta, apa yang dikatakan Pastor? Kadang-kadang itu terjadi..mencari kepuasan. “Ah Pastor ini tidak bisa ngomong, itu pendeta itu hebat!” Jadi akhirnya membanding-bandingkan, terus dapat apa? tidak perlu ya ! sekarang iman itu tergantung kepada Pastor atau kepada pribadi?

 

Pribadi, jawab umat.

 

Jadi kenapa..kita bisa mengembangkan. Saya ini tidak tergantung oleh Pastor, saya percaya, saya mengimani yesus. Pastor menggembalakan saya. Walaupun apapun terjadi, sikap Pastor atau para romo tidak bisa kita terima saya tidak pernah berontak. Saya tetap setia walaupun adakalanya kurang pantas seorang imam memberikan Ekaristi tapi saya tetap setia, tidak pergi. “Ah tidak mau dengan Pastor itu, aku tersinggung, aku mau ke sana. Mengaku dosa aku mau kesana. Itu tidak baik ya. Jadi iman kita itu terpecah-pecah, terjadi nanti pergulatan iman kita yang, mungkin kita belum kuat, masih labil, akhirnya kita putus asa. Sana tidak dapat, sini tidak dapat, lalu kita jadi apa?

 

Jadi bingung, jawab umat.

 

Jadi bingung terus tidak ke Gereja lagi. “Tidak usah ke Gereja, kan Tuhan ada dimana-mana. Aku doa di rumah saja.” Pernah tidak, bicara seperti itu?

 

Pernah, jawab umat.

 

Ini tidak boleh. Mulai malam ini kita ubah, iman kita tidak tergantung pada siapapun tetapi kita mencari pengalaman kesaksian-kesaksian iman untuk menambahkan, untuk menumbuhkan, untuk menyuburkan iman saya ini. tidak bisa sendiri? Saya mau berkelana untuk membagikan pengalaman iman kepada saudara-saudara yang lain. Tapi tolong jangan pergi kemana-mana. Di sini banyak anak muda, anak remaja pada kabur karena di sana pujiannya bagus-bagus. Memang kadang-kanang saya juga mikir, Gereja Katolik bolehlah anak-Mudika itu puji-pujian yang agak ramai. Nah ini tidak boleh diatur liturginya. Ini untuk memuji Tuhan, ya dibolehkan…. ini masih dalam pemikiran. Ini banyak anak remaja yang kabur karena seolah-olah monoton. Lagunya kan lagu hening tapi anak remaja beri puji-pujian yang ramai dikhususkan dalam misa tertentu. Kadang-kadang romo terlalu sekali deh.. dipotong… itu tidak berdosa, apapun kita lakukan, mulut kita untuk memuji Allah, itu baik kok.

Contoh waktu di Cimahi, waktu ada pujian ramai, mereka tepuk tangan, saya kan tidak bisa tepuk tangan tapi kuasa Allah mengangkat tangan saya dan menepuk. Kan boleh memuji Allah dengan riang, dengan menari apa saja, sebatas normal, kita memuliakan Allah memuji. Jangan diam saja nanti mengantuk kan?

Saya bukan membela anak-anak remaja. Saya prihatin karena banyak anak remaja lari ke Bethani. Anak remaja Bethani itu hebat, mereka kadang pakai band. Boleh saja sebatas kewajaran. Gereja katolik perlu keheningan. Kalau mereka tidak, hura-hura seperti itu. Jadi itu yang mau saya sampaikan.

Sekarang ini pemurnian sudah dekat. Anda tahu, sudah banyak bencana. Itu sudah diberi tahu Ibu Maria sejak 1995. pikir Anda saya menerima ini sekejap… padahal tidak sekejap. Satu hari, dua hari, sepuluh hari, sebulan, setahun…. lama! Saya menyelidiki ini karena saya orang fanatik ya. Keluarga saya muslim. Eyang saya kyai haji, saya guru ngaji… tiadk bisa saya menerima begitu saja. tapi dari awal bagaimana saya disapa oleh Tuhan Yesus, sampai detik ini, itulah DIA, yang saya terima dari awal sampai sekarang. Pikir kalian saya langsung menerima, lalu lari sana lari sini… saya dapat karunia….. tidak! Sebenarnya orang mendapat karunia itu tidak berkoar-koar. Diam dan buktikan karena ini dipertanggung jawabkan. Sekali dia mewartakan dia bertanggung jawab atas apa yang dia omongkan, disampaikan kepada orang-orang yang dia beri tahu dan pertanggung jawabkan kepada Allah di surga. Tidak main-main. Orang dipakai Tuhan itu tidak sembarangan, main-main. Ya ampun kalau aku boleh minta… Tuhan gantikan pada yang lain… aku itu tidak bisa apa-apa.. dan kebebasan juga tidak punya. Hidup saya untuk melayani. Itulah kehidupan saya, untuk diri saya sendiri sudah saya tidak pikirkan. Pikir Anda Ibu Agnes itu kayak apa ya? Ada karismatik tidak di sini?

 

Ada, jawab umat.

 

Jadi tidak ada yang sembunyi di sini, semua ketahuan karena Tuhan sendiri yang bekerja didalam kelompok ini ya. Kalau kelompok yang lain itu diatur, direncanakan. Bikin program, mau pergi kesini atau kemana-mana. Kalau saya, saya digeret ke sana, ke sini. Apa yang dikerjain di sana?

Pikir Anda kalau saya ngomong di depan ini berkonsep? tidak ! Aku nanti ngomong sama Bapak ini di sini, lalu saya mau ngomong ini… Tidak! Aku tidak punya modal. Saya itu bukan pinter, tidak! Hanya kuasa Allah yang bekerja dan berbicara untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran ini kepada anak-anaknya. “Bersaksilah Agnes tentang dunia dan tentang kebenaran. Katakan kepada mereka, bawa mereka kembali kepada Allah seutuhnya”.

Wah saya ini siapa, bawa kalian pulang… berat..berat. pewartaan ini berat.. ditolak, dibenci, dicaci maki, dibilang orang gila… Aku cari apa? kesenangan, kekayaan, kehormatan, sensasi? Wah tidak ada, malah saya dimaki orang kok. Pastor-pastor banyak pro dan kontra juga anak-anak Tuhan..banyak. kalian lihat saya ini seperti ini. Aku punya apa sekarang ini? kalian tahu saya sudah tua, besok tanggal 23 saya 60 tahun.

Makanya kalau ngundang saya tidak usah mikir, kalau undang Ibu Agnes ini ditaruh dimana, di hotel ini…wah saya ini tidur di tikar ya dijalani sama-sama digigiti nyamuk. Aku dirumah juga tidur, aku di rumah juga makan, memangnya aku pelayanan cari tempat tidur? Makan enak? Tidak!

Aku pergi melayani, Aku pergi diantar oleh Tuhan untuk menyampaikan kebenaran ini untuk anak-anakNYA supaya anak-anakNYA kembali. Itu saja pekerjaanku.

Seperti Ibu Maria, Ibu Maria kan sudah tidak ada di bumi ini. Dia ber’teriak’ di surga. “anakku, pulang….! Maka dia datang ke bumi ini mengajak kita pulang kepada Allah. Waktunya sudah dekat, pemurnian sudah dekat.

Sebenarnya pemurnian ini tidak menakutkan ya? Kalau kita percaya, tidak menakutkan sebenarnya. Kita bahagia diberitahu. Mereka yang tidak diberitahu, gimana? Hilanglah… habis! Habis! Tetapi kalian kalau tidak percaya ya habis juga. Habis… !

Sekarang kita diminta kesetiaannya oleh Ibu Maria supaya kita boleh kuat, kita tidak sempurna, aku juga pendosa. Jangan katakan saya sudah hebat! Kita berjuang sampai mati, baru kita tahu kita berkenan dihadapan Allah atau tidak. Jangan kita sombong saya sudah beriman. Aku sudah berbuat ini, ditulis semua, diingat-ingat apa yang dia perbuat. Kita tahu sampai dan tidak sampai, saat-saat terakhir kita dipanggil Tuhan, di situ kita menghadap sendiri. Apa kubilang, hati-hati kalian. Waktu diberikan 24 jam, pergunakanlah sebaik-baiknya. Jangan bagi Allah diberikan sisa,  kita hura-hura sisanya untuk Tuhan. Tidak! Terbalik, untuk Tuhan, sisanya untuk perjalanan hidup ini supaya berkat itu mengalir dalam kehdiupan kita masing-masing.

Kata Yesus, bawalah aku dalam kehidupanmu dan sebut nama-KU dan minta dalam nama-KU, kata Tuhan. NamaKU Kuberikan kepadamu. Satu buah Nama. Yang membuat nama itu adalah Tuhan sendiri untuk DIA dan untuk kita. 

Natal itu sebenarnya bukan untuk Tuhan. Kita diberikan natal supaya kita boleh hidup, kehidupan baru terus menerus. Natal itu bukan setahun sekali, setiap hari kita natal. Itu diberikan oleh Tuhan. Paskah juga bukan untuk Tuhan, kita bangkit setiap hari bersatu dengan Allah.

Jadi semua apa yang dilakukan Tuhan itu bukan untuk Tuhan, untuk kita semuanya. Jadi jangan salah. kadang-kadang kalau Paskah kalian nangis. Kenapa kalian nangis? Menangisi Tuhan. Sedih ya Tuhan Yesus menderita. Kok dirimu itu tidak kamu tangisi. Benar tidak? Kenapa Ibu menangis? Kasihan Tuhan Yesus ya? Ibu tidak kasihan.. dirimu kayak apa? kata Tuhan:”Hai wanita-wanita Yerusalem, jangan kau tangisi Aku tapi tangisilah dirimu.” (Lukas 23 : 28) Kita menangisi diri kita sendiri, apa yang bisa kita perbuat dalam hidup saya ini untuk Tuhan. Hidup kita adalah melayani, hidup kita adalah kasih, karena Allah kasih yang sempurna. Tapi Kasih itu itu diberikan kepada kita melalui baptisan. Kasih itu kita berikan kepada hidup ini bekal dalam perjalanan kita semuanya. Kalau kita belum melayani, belum anak Tuhan. Cukupkah ke Gereja? Cukupkah berdoa? Cukupkah doa di lingkungan? Melayani..! buktikan doaku, buktikan! Aku ke Gereja… setelah itu kita berbuat apa?

Tuhan meminta itu kepada kita. Hanya doa, enak sekali. Orang dunia, mereka berseru-seru, berlomba-lomba menjadi orang suci. Apakah kita seperti itu? Tidak! Yesus tidak meminta kita suci dan kudus tapi Tuhan Yesus meminta kita setialah anakku.

Kesetiaan itu yang diminta. Kita jangan sekali sekali meninggalkan DIA karena kebutuhan hidup. karena hidup ini adalah milik Allah. Kehidupan kita adalah milik Allah. Besok kita pulang, aku sekarang ngomong nanti mungkin sebentar lagi habis tutup doa, pulang.. tidak tahu kan? Ingat kematian itu. Jangan Anda enak-enak melupakan kematian karena kematian akhir dalam kehidupan kita.

Kita boleh mengalami kebahagian, itu yang kekal dan abadi. Di sini hanya sementara. Aku 60 th, sebentar lagi pulang. Umur tidak samapi 70, mau kita menderita tidak? Suka dan suka hidup ini bersama Tuhan Yesus. Banyak kita. Mengapa kita selalu berkeluh kesah. Sedikit menderita keluh kesah kita segunung. Tetapi kita tidak mencari kebenaran itu sendiri, untuk bekal kita untuk menghadapi dunia ini untuk mneghadapi.. kita dipanggil Tuhan. Ingat itu kematian. Sadar.. kalau kita sudah mati bagaimana..menyesal kan?

Karena roh kita itu hidup, itu yang mau diselamatkan oleh Tuhan. Ciptaan-NYA adalah roh, bukan hanya badan. Kalau bisa mengatakan ber-Allah, kita jaga dengan baik.

Itu terlalu muluk-muluk bu Agnes, itu teori…pasti ada yang omong begitu..ada yang batin ya… itu kan bu Agnes ngomong..tunjuk tangan siapa yang batin supaya kita sharing kan?

“Agnes, tidak akan Kusembunyikan mereka dalam kehidupanmu supaya kau tahu dan dapat membawa mereka kembali”.

Hebat ya..saya ya..! oh pikirnya enak..nga enak..! Aku tahu permasalahan mereka akhirnya Aku yang harus menyelesaikan…ujungnya tidak enak…jadi Tuhan memberikan karunia itu untuk saya adalah bekal untuk membawa anak-anakNYA ini yang mempunyai masalah lahir dan batin, supaya diantarkan kembali kepada DIA.

Tapi jangan pikirkan karunia ini ya. Kata orang ibu Agnes sudah gila… memang ikut Yesus itu gila… Anda mau gila tidak?.. tidak kan? Mau dong! Gila pada Yesus aku mau. Apapun yang kau berikan Tuhan Aku mau. Jadi bertambah mencari Yesus itu bertambah semangat, bertambah kita mau mengerti tentang DIA, diberi pengertian. Luar biasa Yesus itu. Maka cari Dia dalam kehidupanmu supaya kita boleh bersama DIA setiap saat di manapun kita berada.

Sedikit saja hati kita terbuka, AKU akan ada bersamamu. Apalagi terbuka lebar-lebar, enak banget. Jadi bersama Yesus tidak ada kesulitan. Jadi saya sudah mengalami 2 hal, waktu saya anak dunia, sekarang saya jadi anak Tuhan, sekarang saya tahu Tuhan itu ada, Tuhan itu dekat, Tuhan itu hidup. waktu saya dulu ngga ngerti Tuhan itu dimana. Sungguh!

Mereka mengatakan, “Allah itu dimana sekarang?”, mereka berteriak itu setiap saat. Padahal ada Allah dekat tapi karena tidak mengenal Allahnya kan kasihan.

Bukan saya jadi anak Tuhan terus saya menghina tapi memberikan pandangan yang nyata untuk kalian.

Dulu kalau saya berdoa, kalau saya tidak terkabul, saya manjat pohon. Mungkin kalau saya naik pohon itu, doa saya didengarkan oleh Allah. Pengalaman saya cukup banyak ya. Supaya Anda tahu saya dulu muslim, sangat fanatik. Itu kehidupan saya masa lalu tapi bukan karena saya cinta kepada pak Sawarno itu saya meninggalkan agama saya, tidak! Bukan itu, saya tidak pernah mengenal agama Kristen karena saya hidup secara rohani sebagai orang dunia dulu, saya sangat fanatik ya. Keluarga saya adalah keluarga yang cukup santri. Saya saja guru ngaji berarti kan,saya tidak main-main tapi karena Tuhan sendiri yang berinisiatif, bukan saya yang berinisiatif.

Maka saya mengatakan Tuhan berinisiatif datang ke dunia ini untuk meyelamatkan manusia. Kalau Tuhan Yesus tidak datang ke bumi ini, kita tidak mengenal Allah, mungkin kita menyembah itu batu. Maka Tuhan datang ke bumi ini supaya kita diselamatkan dan sekarang Ibu Maria datang ke seluruh bumi khususnya ke Indonesia untuk membawa kembali anak-anakNYA dan berseru saat-saat terakhir ini karena kita akan mengalami kesulitan di Indonesia ini.

Tadi sudah diterangkan akan terjadi bermacam-macam bencana. Nanti Anda yang sudah mendengarkan ini tidak usah kemana-mana ya, duduk, bawa istri-anak, bapak–ibu kumpul bersama berdoa, Anda tidak akan apa-apa. Karena sekarang ini kuasa Allah sedang bekerja.

Ada orang yang bertanya, lumpur panas Lapindo. Ya sudah itu tidak akan bisa selesai. Sekarang bermunculan dimana-mana, apa mau ditenggelamkan? Kita tidak tahu. Yang penting peristiwa itu tidak usah dipikirkan, tidak akan selesai.

Yang penting dengan peristiwa itu apa yang saya ambil dalam hidup saya. Semua bencana-bencana itu untuk perenungan kita, bukan sebuah tanda-tanda saja tapi kita tidak berubah. Tanda itu diberikan supaya kita berubah, supaya kita mengerti, apa yang disampaikan Ibu Maria, tanda itu dari Tuhan.

Tapi kita diajak oelh Tuhan, kembali. Ya kita kembali saja. Kembali kepada Tuhan kok sulit sekali karena keinginan manusia itu akan dimurnikan. Dimurnikan..diambil… pasti kita kan berontak….keinginan saya jadi seperti ini dan dimurnikan itu berarti dari diri kita sendiri, juga dari orang lain sehingga kita dimurnikan. Saling ketemu. Maka dalam rumah tangga nanti, suami suka marah-marah, istrinya harus berdoa supaya pemurnian yang dihadapi suaminya cepat selesai. Jangan dihadapi dengan kemarahan. Nanti pemurnian tidak selesai-selesai nanti jadi bumerang dalam diri kita masing-masing. Jadi salah satu sadar. Itu sedang dimurnikan.

Di sini ada bapak-bapak yang suka marah ya? Saya mau tanya enakkah hidup dengan marah-marah? Sebenarnya cape ya. Yang suka dimarahkan sebenarnya ada satu hal, mungkin bapa-bapanya selalu menyembunyikan berkat, ada tidak? Dapat 100, diserahkan 50. punya tabungan atas nama dia, benar?

 

Benar, jawab umat.

 

Sebenarnya 2 menjadi satu kenapa masih seperti itu hidup dalam keluarga? Menurutmu apakah hidup bersama? Untuk apa sih kalian kawin kalau suasana masih seperti itu? Ini masih ada dalam rumah tangga, membuat tidak damai. Kata Ibu Maria, milikmu adalah milikku cuma seorang istri itu harus bijaksana itu yang perlu diperhatikan. Sedikit rejeki atau banyak itu harus bijaksana, menghargai jerih payah suamimu……………….

 

Karena kalau kita datang pada Tuhan kita tidak bisa membatasi waktu ya. Kita memberikan waktu untuk Tuhan. Nah, saya mau mengatakan mulai malam ini kita renungkan apa yang belum kita perbuat untuk Tuhan.

Kita mulai berbuat, supaya hari pemurnian ini, - kata Ibu Maria-, itu menjadikan kekuatan bagimu untuk menyambut pemurnian itu. Kata Ibu Maria, banyaklah berbuat baik dalam hal melayani. Sungguh kata melayani itu sungguh-sungguh adalah Allah sendiri.

 

Sungguh saya katakan itu, dulu waktu saya muslim saya tidak pernah melayani seperti ini. Aku berdoa, Aku dekat dengan DIA, pokoknya Aku mau menyucikan diri, saya tidak mau tahu deh siapa kamu.

Tapi ada juga orang berbuat baik hanya sebatas itu saja. tapi dalam anak-anak Tuhan, melayani itu sangat dalam artinya. Menyangkut hidup dan mati. Dalam keluarga, kalau kita tidak bisa melayani dalam keluarga bagaimana kita bisa melayani orang lain, dalam keluarga saja masih cekcok.

Malam ini saya mohon pada Anda yang ada di sini, coba renungkan saya mau berbuat apa dengan waktu-waktu yang diberikan saya pada saat ini, apakah saya berubah, apakah saya tetap seperti itu? Itu tinggal anda pribadi karena Ibu Maria ingin saat terakhir ini anak-anakNYA harus selamat. Itu saja kuncinya. Karena pemurnian itu cukup berat bagi kita semua yang kita hadapi adalah kuasa Allah yang akan turun ke bumi ini. maka kita bahagia sekali Ibu Maria datang ke bumi ini menyiapkan kita untuk menerima pemurnian ini dengan sukacita. Sampai di sini ada yang mau bertanya?

 

Melayani itu secara konkritnya bagaimana?

 

Kamu tidak menyakiti ibumu, itu sudah suatu pelayanan. Itu contoh dengan melayani ibumu dengan baik, nanti yang lain akan terarah, dengan sendirinya akan mengalir. Namanya melayani itu sukarela, namanya berjuang, atau berkurban untuk orang lain yang kita punyai semampu kita. Bukan melayani itu dengan materi saja. tidak! Banyak yang berarti yang dibutuhkan mereka dalam pelayanan kita. Bukan materi saja ya banyak hal yang harus kita perbuat, yang bisa kita perbuat untuk saudara saya maupun dalam keluarga saya. Seperti bapa-bapa yang suka muring-muring. Kalau tidak uring-uringan itu sudah melayani istri dengan baik. Itu yang kecil-kecil saja, bagaimana kita bisa melayani orang lain kalau kita marah-marah sama istrinya, kita tidak bisa menasehati orang lain. Kamu siapa suka mara-marah kok nasehati Aku. Sekarang kata Ibu Maria, persiapkan dirimu dengan baik bukan berati tidak berbuat dosa baru kamu bisa pewartaan tapi kita bisa memberikan contoh kepada orang lain. Jangan marah tapi kita suka marah-marah. Jadi pelayanan itu banyak: tenaga, pikiran, materi, apa saja yang kita punyai yang dibutuhkan orang lain, kita berikan kepada mereka. Itu melayani. Kalau kita memberi itu namanya melayani. Orang lain bahagia itu melayani, seperti itu.

 

Saya dari keluarga muslim, masuk menjadi Katolik dan tidak ada yang membimbing untuk jadi lebih baik. Penguatan juga saya tidak tahu.

 

Sebenarnya itu kembali kepada dirimu sendiri ya. Kamu mau apa sih menjadi anak Tuhan? Memang situasi pada zaman ini memang cukup berat bagi anak-anak Tuhan tapi rasul Yohanes mengatakan dalam kelemahanmulah itu maka iblis akan ikut campur tangan. Apakah kita punya kerendah hati untuk tahu, kadang-kadang kita ditegur kita marah padahal kita salah padahal ini yang perlu kita belajar mempunyai kerendahan hati untuk menghadapi segala persoalan yang sedang kita hadapi. Saya mau mengatakan, tidak ada manusia apapun yang hidup mulus di bumi ini. saya mau tanya, apakah anda hidup mulus tidak?

 

Tidak, jawab umat.

 

Tidak ada. Semua orang mengalami segala persoalan, mau kecil, mau besar apapun bentuknya silih berganti. Kita mengalami tidak semuanya?

 

Mengalami, jawab umat.

 

Mengalami.memang hidup prosesnya seperti itu. Maka seorang imam pernah bertanya kepada rasul Yohanes, supaya kita tidak jatuh dalam dosa, bagaimana rasul? “Kamu hidup di hutan saja!” Kita dalam hutan juga risih terganggu dengan binatang-binatang. Kita mau kemana? Karena kita masih berpijak di bumi ini, pasti kita menghadapi bermacam persoalan silih berganti, kembali kepada kita apakah persoalan yang kecil jadi besar, apa yang besar kita selesaikan? Itu kembali kepada diri kita masing-masing. Walaupun ada si A, si B, tapi kalau sya tidak sependapat itu tidak akan terjadi. Orang lain hanya sebagai sarana untuk memberikan pengertian. Itu kembali kepada manusia. Sekarang saya mau bertanya, Allah memaksa manusia tidak?

 

Tidak, jawab umat.

 

Tetapi setiap manusia membuka hati dan ingin meminta segala persoalan minta bantuan pada Tuhan, pasti Tuhan akan selesaikan. Sekarang kuncinya, imanmu yang menyelesaikannya. Imanmu itu apa? kamu percaya kepada-KU tidak? Kalau kamu percaya kepada AKU, bawa AKU dalam segala persoalan hidupmu maka semua itu akan menjadi baik karena Aku sanggup melakukan apa saja, memberi kehidupanmu.

Jadi kembali iman sejauh manakah kita mengerti, memperbesar, menyuburkan iman kita dalam hidup sebagai anak Tuhan. Saya juga berjuang, tidak enak-enak aku dipakai Tuhan begini aja. Aku masih terbanting-banting, kalau aku bisa ampun Tuhan, ampun. Pikirnya kalau aku ikut Tuhan, tidak sakit? Aku tidak menderita? Nggak masuk angin? Nggak lapar?

Maka kita diberikan benih, benih kasih dan cinta adalah melalui baptisan itu kekuatan kita. Sesudahnya apa yang harus saya lakukan dengan hidup saya, saya harus ngomong dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan itu, hidup. Bacalah Kitab Suci, di situ kita mendapat segala sesuatu untuk sarana hidup untuk menyelesaikan hidup kita melalui Firman Tuhan.

 

Sekarang saya mau beri tahu, “AKU-lah jalan kehidupan dan benar, melalui firman-KU-lah engkau mendapatkan jalan itu untuk sampai kepada-KU”. (Yoh 14:6)

Bacalah Kitab Suci, itu menguatkan. Itu bukan suatu bacaan (biasa). Kalau kita sungguh-sungguh membaca, Kitab Suci itu hidup. jadi membuka hati dan pikiran saya dan Anda, berkomunikasi dengan Tuhan melalui Firman-NYA.

Jadi semua itu kita dikuatkan oleh Friman Tuhan sendiri dalam kehidupan ini. Peraturan hidup, bagaimana cara hidup, bagaimana untuk menjadi manusia yang baik, bagaimana kita mau sampai ke surga.., baca saja Firman Tuhan, kita akan mengerti ya.

Jadi jangan hangat-hangat kuku,  tapi sering membaca.

Meditasi boleh tapi kalau menditasi dengan situasi yang anda tidak mengerti, itu bahaya banget ya. Hati-hati meditasi ya. Anda kalau tidak mengerti dari awal, kecuali orang di biara itu sudah mempunyai bekal masuk dalam meditasi. Kalau kita tanpa bimbingan, hanya mengosongkan diri, masuk, nanti yang masuk siapa, kita tidak mengerti. Kalau kita tidak mengerti, kita mengosongkan, saya sebut nama Tuhan tahu-tahu yang masuk yang lain, bukan Tuhan yang masuk ya. Ini hati-hati ya.

 

Bila sudah jelas tolong direnungkan apa yang harus anda perbuat dan mungkin nanti setelah kita berkumpul pasti ada yang pro dan kontra. Kalau anda tidak bisa memberi penjelasan, tidak usah anda beri penjelasan nanti repot, kecuali anda punya pengalaman pribadi di waktu anda berdoa bersama, anda bisa bersaksi, kalau tidak, bawa dalam doa. Yang tidak percaya jangan dipaksakan karena kebenaran itu tidak dipaksakan.

 

Nanti saya akan memandu doa, apabila kuasa Tuhan hadir diantara kita tolong anda hening dan berdoa supaya kita tidak masuk dalam pencobaan. Apakah anda sudah siap? Waktu kuasa Tuhan datang, kalian banyak ngobrol, aduh kasihan nanti. Nanti iblis akan bekerja memporakporandakan situasi batin kita masing-masing. Tuhan mau bertemu dengan kita semua dengan cara-NYA, dengan kuasa-NYA. Karena 2-3 orang berkumpul AKU hadir. Itu janji Tuhan, pasti ditepati, dan AKU menyertai kamu sekalian sampai mati, bukan sampai akhir zaman, kita tidak akan sampai akhir zaman tapi sampai mati. Percaya tidak?

 

Percaya, jawab umat.

 

Janji Tuhan ini akan ditepati dan AKU hadir dalam Ekaristi, maka hati-hati kalau kalian mau nyambut Ekaristi, persiapkan dirimu dengan baik karena Tuhan sudah menampakkan Diri dalam Ekaristi, saya bersaksi. Sudah berkali-kali Tuhan menampakan diri dalam Ekaristi supaya saya boleh menyampaikan kepada anak-anakNYA.

Saya juga diajak Tuhan untuk memanggul salib-NYA, itu terjadi di Santiago waktu saya pergi berziarah diajak oleh Ibu Maria ke Fatima.

Diperkenalkan oleh Ibu Maria, mereka yang diajak kerjasama oleh surga, saya disatukan dan dikuatkan dan dipertemukan kepada mereka semua dan saya bertemu dengan mereka semuanya. Waktu saya brangkat ke Eropa selama 2 minggu. Dan peristiwa yang saya alami itu di Santiago, saya memanggul salib, diberikan pada saya. Berat sekali ya, dan Tuhan menampakan dalam Ekaristi, Tuhan Mahakuasa, DIA-lah Allah Bapa yang Mahakuasa. Kalau menurut Anda siapa Yesus?

 

Allah yang Mahakuasa, jawab umat.

 

Anda percaya, Yesus itu Allah? Dari mananya?

Jangan asal percaya tapi Anda tidak mengerti. Orang muslim mereka percaya, mengatakan roh.. masuk ke dalam Siti Mariam menjadi manusia yang sempurna. Terberkatilah dimana aku lahir, hidup dan bangkit, tapi mereka tidak mengimaninya, tapi mereka tidak menerimanya.

Bagi kita sebagai anak Tuhan kita menerimanya. Kebangkitan itulah kemenangan yang diberikan kepada kita. Mereka tidak tahu kebangkitan ya. Mereka mau dibangkitkan siapa? Kalau kita bangkit. Kita punya Tuhan. Kemenangan kita adalah kebangkitanNYA. Bukan kita menyembah Allah yang mati tapi Allah yang hidup, yang bangkit, yang bertahta di surga sekarang ini, yang menyertai kita siang dan malam. Itu pertama.

 

Bagaimana sih caranya Tuhan hadir? Jangan dipikirkan cara-NYA. Terserah Tuhan, mau pakai cara apa Tuhan, silahkan. Yang penting kita mau menerima kebenaran itu atau tidak.

Jangan pikirkan si Agnes, tidak ada apa-apanya tapi yang kita lihat, kita terima pada malam ini, kebenaran itu ada dimana dan untuk apa, apa gunanya untuk saya. Itu yang perlu perenungan.

Dan nanti isi hati Ibu Maria hadir juga..seperti saya katakan dari awal.. Yohanes Pembaptis berteriak pada waktu itu mempertobatkan banyak manusia, sekarang Ibu Maria juga ‘berteriak’ di surga, “kembali anakku!’. Kembali, waktunya sudah dekat! Sama kan? Pemurnian! Bukan waktu kiamat. Dengan cara itulah Ibu hadir, dengan cara inilah isi hati Tuhan Yesus dan Ibu Maria hadir, saya hanya sebagai corongnya saja,bukan saya kesurupan.

Kalau kalian tahu bagaimana cara saya melayani, pertama awal saya ngeri, roh saya dipisahkan, itu badan saya jalan memberkati anak-anakNYA dengan kuasa Tuhan. …Tuhan sudah matikah aku ini, melihat tubuhku jalan seperti itu? “Agnes berdoalah! Kuatkan hatimu dan sebut nama-KU, AKU memanggilmu karena inilah tanda kasih-KU KU-berikan kepada anak-anak-KU. Terimalah dengan baik!”

Masih berontak-berontak tapi sekarang tidak lagi. Itu salibku. Apa anda tahu? Nanti pikirnya, pas kuasa Tuhan datang memberkati kalian… ah itu kan ibu Agnes… ya ampun saya tidak bisa memberkati kalian apa lagi memegang kepala kalian saya tidak sanggup, walaupun saya bercanda tidak bisa saya melakukan itu. Jadi itu yang mau saya beritahu pada bapa ibu yang belum pernah berdoa bersama kelompok pelayanan kasih dari Ibu Yang bahagia. Saya hanya sebagai corong saja untuk menyampaikan isi hati Tuhan dan Ibu Maria. Silahkan anda menilai dan berdoa kepada Tuhan yang sama. Jangan anda berbicara sendiri nati kalian dicobai oelh iblis.

Itu banyak terjadi, apa lagi ada orang yang punya ilmu datang untuk mencobai.. dia meloncat kesana-sana.. saya biarkan saja.. itu salahmu.. karena kuasa Tuhan hadir kamu mencobai.. itu kamu mencobai Tuhan, bukan mencobai saya.

Sudah banyak terjadi meloncat kemana-mana, atau terguling-guling.. terserah rasakan… tidak boleh.. karena bukan aku ya Aku datang kesini hanya mengantarkan tanda kasih Tuhan, sapaan Tuhan pada anak-anakNYA tetapi bukan saya melakukannya.

Nanti apabila saat itu terjadi saya minta berdoa ya..jangan ngomong.. sebut nama Tuhan Yesus..berdoalah apa yang menjadi keinginanmu..berdoa. pasti Tuhan akan dengarkan doamu yang ada dalam hatimu masing-masing. anda berjanji mau begitu?

 

Iya, jawab umat.

 

Saya akan memandu doa ini. supaya kita semua mendapatkan tanda kasih Tuhan pada malam ini bersama-sama. Mari kita pujian untuk Tuhan.

 

Pesan Tuhan Yesus

( sesudah sapaan pribadi )

 

Sampai bertemu kembali anak-anakKU. Datanglah kamu semuanya dan mengertilah bahwa AKU sudah datang diantara kamu. Datanglah, AKU menunggumu. AKU mengasihimu. AKU Maha rahim, AKU mengerti engkau manusia. AKU mengerti maka itu AKU datang untuk menyertai kamu dalam kehidupanmu. AnakKU, malam ini juga AKU mengampunimu. Jangan berbuat dosa lagi. Jagalah dirimu dengan baik. Saling mengasihilah kamu diantara satu dengan yang lain supaya sempurnalah kasih-KU yang KU-berikan kepadamu.

 

Mari kita terima kasih Yesus yang begitu besar dan kita mau memulai untuk melayani di mana pun kita berada.

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Selamat malam untuk anak-anakku yang Aku kasihi semua yang ada di sini.

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Ini Aku Ibumu Maria bersama Agnes, Aku menyapamu anak-anakku. Aku senang melihat kamu sedang berjuang, Aku bahagia. Sungguh Aku mengatakan ini kepadamu karena Aku adalah Ibumu yang bahagia di surga, kalau kamu seperti ini pasti kamu akan mendapatkan kebahagiaan itu sendiri dari Allah.

 

Terima kasih, jawab umat.

 

Terima kasih. Anak-anakku yang Aku kasihi, Aku ingin kamu seperti ini saat-saat terakhir. Aku ingin kamu semua baik-baik. Aku ingin kamu semua hidup dalam doa. Aku ingin kamu semua saling melayani. Itu harapanku.

 

Anak-anakku, kamu telah mendengarkan Kebenaran yang telah disampaikan di antara kamu. Itu benar anak-anakku. Waktunya, waktunya dekat dan dekat anakku. Aku datang, Aku datang menyapamu supaya kau mengerti karena akan terjadi di bumi ini, Allah akan memurnikan di seluruh bumi ini supaya kamu semua bahagia.

Jangan kamu katakan itu tidak terjadi. Itu harus terjadi anak-anakku karena Tuhan sudah mengatakan itu. (Wahyu 3: 10)

Pada waktunya itu akan terjadi karena waktu Tuhan adalah tepat dan Tuhan tahu kapan janji itu akan diberikan kepada dunia. Inilah saatnya karena manusia sudah jatuh dalam dosa, terutama anak-anakku sudah jauh dari Allah maka Aku berseru : “Kembalilah anakku, kembali!” Allahmu menunggu dengan setia di surga. “Datanglah anakku, bertobatlah, berbuatlah baik!” Inilah waktunya kamu harus berjuang untuk mengartikan hidupmu.

 

Anak-anakku semua yang ada di sini, Aku Ibu Maria bersama Agnes, bersama kamu semua yang ada di sini, inilah isi hatiku dari surga. Aku sampaikan kepadamu, melalui Agnes kamu semua mendengarkan Aku. Jangan kuatir anakku, Aku sungguh-sungguh Ibumu Maria yang diberikan kepadamu.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, Aku mengatakan ini kepadamu, tidak lama lagi itu terjadi. Peristiwa-peristiwa yang mungkin  sangat mengerikan itu,  tetapi jangan takut, berdoalah! Aku ingin kamu semua damai dalam dirimu bersatu dengan Allah dan dirimu dalam keluargamu dan saudara-saudaramu di mana pun engkau berada. Anakku, damailah kamu semuanya. Dengarkanlah Aku yang menyampaikan ini kepadamu melalui Agnes.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, peristiwa ini adalah peristiwa besar yang terjadi di negaramu ini maka kuasa-kuasa kegelapan ikut campur tangan dan berjuang, berperang untuk mengalahkan kamu. Jagalah dirimu dengan baik anakku. Jagalah! Jangan kau cemarkan dirimu masuk dalam dunia ini. Itu harapanku! Aku berdoa untuk kamu, untuk semuanya anak-anakku di seluruh bumi ini, dan Aku minta, apakah kamu mau bersamaku untuk melayani?

 

Mau Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Apakah kamu mau berkumpul seperti ini untuk berdoa, mendoakan, untuk melayani dalam hidupmu dalam kelompok-kelompok yang Aku inginkan, apakah engkau mau?

 

Mau Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih anak-anakku. Jangan takut, tidak perlu takut, dan juga jangan takut dengan imam-imammu. Kamu tidak berbuat salah, kamu tidak berbuat dosa, kamu berbuat baik dalam hidupmu. Kebaikan dan kebenaran ada bersama Tuhan. Jangan takut, percaya anak-anakku! Pergilah, berkelompok-kelompoklah kamu, saling melayani dan saling mengasihi dengan saudara-saudaramu. Itu harapanku yang Kumintakan kepada kamu semua yang ada di sini. Apa kamu bersedia?

 

Bersedia Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih anakku yang Aku kasihi. Aku berdoa atas kesediaanmu untuk melayani. Anak-anakku semuanya, percaya, kalau membuka hati, engkau mendapatkan kekuatan. Kekuatanmu adalah Allahmu sendiri hidup dalam kehidupanmu. Anak-anakku, sekali lagi Aku mau mengatakan, hiduplah kamu saling mengasihi saat-saat terakhir seperti ini. Tidak ada lagi kekerasan diantara kamu. Sungguh Aku mengatakan semua kamu adalah anak-anakku. Semua kamu adalah saudara, disatukan oleh Allah karena kamu semua adalah anak-anak Allah yang dikasihi. Apakah kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Treima kasih. Kalau kamu mengerti lakukanlah, dan kerjakanlah, mulai besok kamu mulai membenahi dirimu masing-masing, dan bersaksilah tentang kebenaran. Apakah kamu bersedia anak-anakku?

 

Bersedia, jawab umat.

 

Terima kasih semuanya. Aku berdoa untuk kesediaanmu semua yang ada di sini. Terima kasih, dan terima kasih bagi kamu bersama Agnes untuk melayani anak-anakku di sini. Dan kamu jangan takut, apa yang kamu takuti tidak akan terjadi, Allah melindungi kamu semuanya bersama Agnes sampai hari itu tiba turun ke bumi ini.

 

Terima kasih, jawab umat.

 

Terima kasih, terimakasih untuk kamu semuanya.

 

Baik, baik anak-anakku, engkau sudah mendengarkan semuanya. Aku Ibumu tidak banyak bicara, tapi sedikit bicara tapi engkau mengerti apa yang Aku inginkan didalam kehidupanmu. Apa kamu sudah mengerti apa yang Aku katakan ini kepadamu?

 

Sudah Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih anak-anakku.

 

Baik, sampai di sini pertemuan kita. Kita akan bertemu dalam doa, dalam roh dimana kamu berkumpul memuliakan Allah, Aku hadir melalui kuasa Allah, dan berdoa bersama denganmu dan semua anak-anak di seluruh bumi. Isi hatiku, kehadiranku diantar oleh Allah untuk bersatu dengan kamu semua yang ada di sini. Kamu percaya?

 

Percaya, jawab umat.

 

Terima kasih anakku atas kepercayaanmu itu. Mari kita satukan semua perjalanan doa ini, kita datang kepada Allah Bapamu yang ada di surga. Kita satukan dalam doa bersama-sama dengan Aku Ibumu di surga.

 

Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu

karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu. (3 x). Amin.

 

Anak-anakku, berdoalah seperti ini. Jangan kamu berdoa menurut pikiranmu tapi hatimu yang berdoa datang kepada Allah Bapa kita di surga. Terima kasih anak-anakku. Sampai bertemu kembali dalam doa. Selamat malam.

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.

 

—ooo0ooo—