Doa Pasrah Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Gereja St. Yohanes Pembaptis, Pahauman, 5 Oktober 2006

 

 

Pengantar

 

.................................Walaupun kita tidak sempurna, Tuhan hanya ingin setialah anakKU. Setia dalam arti suka dan duka dalam perjalanan kita masing-masing. Berkomunikasi yang indah kepada Allah, kata Ibu Maria. Karena kita adalah milik Allah sepenuhnya. Siapa pun yang percaya, dia dibaptis dalam roh, dia adalah anak-anak Allah.

 

Saudara-saudaraku yang terkasih didalam nama Tuhan Yesus dan Ibu Maria, Ibu Maria datang untuk kita. Sejak awal sampai dunia kiamat, Ibu Maria adalah untuk kita. Ibu Maria adalah Ibu rohani yang sangat dalam yang diberikan Allah kepada kita, dan kita adalah anak-anak rohaninya yang tidak bisa diputuskan oleh dunia. Berbahagialah kita yang mempunyai Ibu di surga. Apakah Anda bahagia?

 

Bahagia, jawab umat.

 

Ibu Maria bahagia di surga, Ibu Maria juga ingin anaknya bahagia di bumi ini.

 

Saudara-saudaraku yang terkasih, kita sebagai anak Allah, rasa syukur kita kepada Allah, apa yang harus kita perbuat dalam hidup ini. Itulah yang diberikan suatu pertanyaan oleh Ibu Maria. Saya belum ada Ibu Maria, saya belum persembahkan apapun dalam hidupku. Inilah saatnya anakku, kata Ibu Maria, kamu saling melayani. Kunci dari iman kita adalah melayani. Karena Allah sendiri di surga sampai saat ini melayani kita semuanya. Tanpa Tuhan, kita tidak bisa hidup sendiri, begitu beratnya dunia, begitu beratnya pencobaan yang datang dari dunia. Kitab Wahyu mengatakan, siapapun yang menyampaikan kebenaran tentang Tuhan Yesus, pasti dia akan dicobai oleh dunia, tidak lepas dari pencobaan (Wahyu 2:10). Dan anak-anak Ibu Maria dikejar-kejar oleh iblis. (Wahyu 12:17)

 

Maka Ibu Maria, diutus oleh Allah untuk bersama kita untuk menghidupkan kembali iman yang sudah ditinggalkan oleh Allah di bumi ini. Sebenarnya keselamatan itu sudah ada diantara manusia, sebatas manusia yang mengatakan : “ oh itu Yesus..., oh itu gereja.... Tapi mereka tidak mencari Yesus dalam gerejaNya.

 

Ada 2 hal, kita sebagai ciptaan Allah, sekaligus kita menjadi anak-anak Allah sehingga kita tidak mati sia-sia karena Tuhan kita Yesus Allah yang Mahakuasa sudah bangkit dan bertahta di surga. Kebangkitan itu juga ada bersama kita setiap hari supaya kita tidak terlena, terpuruk-puruk didalam segala persoalan, dalam segala kelemahan dan dosa. “Bangkit anakKu”, kata Tuhan. Kadang-kadang kita selalu terlena dan terpuruk-puruk dengan dosa. Kata Ibu Maria, jangan engkau simpan kesalahan siapapun, duri dalam kehidupanmu, karena itulah yang menjadi penghalangmu untuk datang kepada Allah. Jadi banyak ajaran-ajaran yang terungkap dalam Kitab Suci yang disampaikan oleh Ibu Maria, bagi kita semua anak-anakNya di Indonesia.

 

Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita bertemu dengan Allah dengan baik, jangan sisa diberikan kepada Allah, dan jangan juga doa terlalu cepat. Sekali-kali kita boleh mendengar sapaan Tuhan. Dan Tuhan mau mendengarkan. Jangan Tuhan mendengarkan ocehan doa kita itu dengan keinginan besar, kalau tidak tercapai kita marah kepada Allah. Pernah anda marah kepada Tuhan ?

 

Pernah, jawab umat.

 

Pernah tidak dikabulkan doanya ?

 

Pernah, jawab umat.

 

Karena doa kita salah, kata Ibu Maria. Maka diajarkan doa pasrah oleh Ibu Maria supaya kita menyerahkan seluruh  hidup ini kepada Dia. Pasti Tuhan tahu kebutuhan kita, tapi kita selalu lebih meminta hidup ini, kepentingan, kepuasan pribadi kita selalu muncul. Saudara-saudaraku, Anda tahu bahwa Allah itu dekat ? Anda tahu Allah itu dekat ?

 

Tahu, jawab umat.

 

Allah itu hidup ?

 

Tahu, jawab umat

 

Inilah Allah kita yang nyata. Berbahagialah kita menjadi anak-anak Allah, karena kita dinyatakan bahwa Dia ada dan hidup dan selalu menyertai kita dalam perjalanan ini. Apalagi saat-saat terakhir pemurnian segera turun ke bumi ini. Kalau kita tidak dekat dan memulai hidup ini, memperbaiki hidup kita, pemurnian itu sangat menakutkan dan kematian juga sangat menakutkan. Anda takut mati ?

 

Takut, jawab umat.

 

Takut ya? Kenapa takut mati? Kematian itu adalah awal kebahagiaan yang harus kita capai untuk bertemu dengan Allah dalam kebahagiaan di surga. Kalau kita tidak siap pasti kita takut mati, karena banyak harta benda yang akan kita tinggalkan di bumi ini. Takut! Tapi kalau ingat kembali, anak-anak Tuhan, tidak mati sia-sia. Anda harus mengerti, Tuhan telah mengajarkan kepada kita semuanya untuk bekal dalam kehidupan kita yang percaya kepadaNYA. Kematian adalah kebahagiaan karena Tuhan sudah bangkit sehingga kita tidak mati sia-sia. Siapa yang tidak percaya, dia akan mati sia-sia bersama dunia. Ini yang saya sampaikan pada malam ini, untuk menambahkan apa yang disampaikan romo dan juga ibu Ola. Kenapa Ibu Maria selalu menampakkan diri kepada putra putrinya? Ibu Maria diutus untuk membimbing, mengarahkan anak-anaknya di bumi ini dan mau menyakinkan bahwa Allahmu itu ada di surga. Surga itu ada, ini yang dikatakan Ibu Maria.

 

Saudara-saudaraku, malam ini kami datang di paroki Yohanes Pemandi, kami mau melayani Anda dan mau bersaksi tentang kebenaran yang sebenarnya. Dan saya mau menyakinkan dan mau mengatakan kebenaran itu, diluar Yesus tidak ada keselamatan! Apa sih contohnya ibu Agnes?Aada contohnya , mau mendengarkan saya cerita ?

 

Mau, jawab umat.

 

Eyang saya sudah berpulang. Pada waktu hidup saya dihakimi, saya disuruh kembali oleh saudara-saudara, keluarga besar, khususnya eyang saya. Eyang saya itu orang terkemuka di tempat itu. Dia merasa diinjak-injak oleh saya, karena  saya pergi meninggalkan iman saya dahulu dan saya dihakimi. Mereka mengatakan, “Masuk neraka kamu nanti!” Saya diam saja, saya tidak menjawab. “Kalau kamu tidak kembali, nerakalah tempatmu. Ayo cepat kembali, tinggalkanlah imanmu itu”. Saya bilang sama eyang saya dan semua saudara-saudara saya:
”Baik saat ini juga saya kembali mengimani apa yang telah diajarkan keturunan-keturunan kita tapi satu permintaan saya supaya saya kembali, apakah eyang dan saudara-saudara bisa membawa saya ke surga? “

“Oh tidak bisa, itu adalah amal dan perbuatanmu”, kata mereka.

“Baik, saya akan sampai ke surga dengan amal dan perbuatan saya, dan saya mau mengikuti Tuhan Yesus.”

“Sudah pergi kamu, tidak ada lagi namamu masuk silsilah lagi.”

“Tidak apa-apa! Siapa kamu, lebih besar kamu daripada Tuhan?”

Akhirnya saya dilepas oleh keluarga saya. Sampai detik ini mereka tidak pernah’say helo’ kepada saya. Tapi saya banyak saudara-saudara dalam Yesus. Saya senang bertemu dengan anda di tempat ini. Akhirnya eyang saya dipanggil. Saya tahu eyang saya dipanggil karena ada berita. Akhirnya pada waktu itu kuasa Tuhan mengantar roh eyang saya untuk menyapa saya. Dia panggil:

“Ani, ini eyang.”

Saya kaget. “Eyang kok datang ngapain? Eyang dimana?”

“Aku belum bahagia. Aku tidak tahu tempat ini dimana. Tolong nduk, doakanlah eyang supaya eyang bahagia.”, kata eyang.

“Tidak bisa karena eyang tidak percaya. Tidak percaya kepada Tuhan saya.”

Terus dia jawab: “Tuhanmu itu adalah Tuhanku juga, baru Aku tahu. Kalau Allah itu ridho mau memberikan saya, saya ingin menemui anak-cucu. Saya mau mengatakan, ikut kamu.

Saya ingat, ini ada di Injil. Menurut Anda Injil mana mau menyatakan itu? Dan siapa yang memintanya? Masih ingat? Lupa? Injil itu bukan jimat. Injil itu perenungan untuk komunikasi dengan Tuhan. Firman itu hidup, walaupun tulisan, kita akan dijawab apa yang kita baca. Siapa di sini yang bisa menjawabnya?

 

Orang kaya dan Lazarus, jawab umat.

 

Dia minta apa kepada Abraham? Siapa yang bisa menjelaskan tolong ke depan.(Lukas 16: 19-31)

 

Saya tidak ingat ayatnya tetapi kira-kira ketika Lazarus minta remah-remahnya saja tidak diberikan oleh orang kaya dimana Lazarus meminta. Lalu orang kaya mati, Lazarus juga mati. Setelah naik ke surga sana dan orang kaya ke neraka. Dia melihat Lazarus berbahagia. Dia sangat panas oleh api. Dia bilang, Lazarus, tolonglah saya. Kalau tidak mau mengangkat saya seluruhnya, celupkan saja air lalu masukan ke mulut saya. Lalu kata Tuhan, engkau sudah mengenyam kebahagiaan di dunia, sedangkan Lazarus orang yang paling hina yang engkau hina juga sekarang dia berbahagia. Saya bukan pendeta tapi saya rasa inti ceritanya begitu, jawab seorang Bapak.

 

Baik, saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria. Lazarus di pangkuan Abraham. Inilah contoh konkrit, inilah yang diberikan Tuhan pada eyang saya. Kalau saya boleh saya pergi menyampaikan bahwa Tuhanmu itu benar. Saya mengatakan kepada eyang:

“Eyang, sudah terlambat. Sekarang apa yang eyang imani terimalah dengan baik, apa yang eyang terima, tunggu sampai dunia kiamat.”

 

Kasihan ya, sampai kapan dunia kiamat? Orang tua saya mengatakan bahwa eyang saya itu orang baik dan suci. Kalau kami sedang ngobrol membicarakan orang lain:

“Nduk, jangan kamu membicarakan orang. Lebih baik kamu makan, kamu kenyang.”

Tapi eyang saya toh tidak bahagia. Inilah mau memberi perbandingan supaya kita semua mengerti keselamatan itu hanya dalam Yesus Tuhan, tidak ada yang lain.

 

Ada contoh satu lagi kakak ipar saya. Dia dulu namanya Bernadus, setelah dia menikah namanya Bambang. Anda tahu... berarti dia pergi ke dunia yang lain. Waktu saya ngorol dengan kakak ipar saya:

“Mas, pulang sebelum terlambat. Mas, cari apa? Dan Tuhan, hanya satu Tuhan, karena mas sudah dibaptis berarti mas adalah anak Tuhan.

“Nggak mau. Saya enak kok di sini, banyak ilmu,...”

“Ya silahkan kalau kamu nggak mau”

Akhir saat-saat terakhir apa yang terjadi? Dia tidak tahu mau menyebut apa? Mau kemana dia lari? Akhirnya dia mau mati dia sampai loncat-loncat. Keluar pintu, lari masuk jendela. Gelisah! Itu adalah menghujat roh, tidak diampuni! Tetapi kalau di bertobat sebelum dia mati, Allah itu Maha rahim karena penghukuman belum sampai, nanti waktunya Allah akan turun ke bumi ini menjadi hakim bagi setiap manusia yang percaya dan tidak percaya. Akhirnya kakak saya matinya jegang-jegang, matinya begini, tangannya begini, susah untuk diluruskan ya. Waktu itu saya sedang pelayanan di Jawa, lalu saya belok sedikit karena melewati rumahnya di Banjarnegara. Saya datang dan langsung saya ke makam. Di situ Tuhan menunjukkan, saya disuruh bersaksi supaya kita semua anak-anak-NYA setia, jangan mudah meninggalkan karena dunia-dunia yang fana itu. Apa dia katakan:

“Tante panas! Tante tolong saya, saya panas, saya tidak kuat”, kata rohnya.

“Mas, sudah terlambat, sekarang terima. Ini yang kamu cari kan?

“Iya, dimana itu semuanya? Aku selama ini setia.

“itu kesetiaanmu kepada dunia. Dunia tidak bisa menyelamatkan manusia. Kata dunia dalam Injil adalah iblis, setan ya!

 

Dua hal ini saya diberi kesaksian dan 3 hal anak nakal. Ini masih agak ringan yang nakal ini. Tapi yang tidak diampuni adalah menghujat roh, kedua mendua hati. Anda tahu mendua hati?

 

Yang suka ke dukun, yang suka pergi ke paranormal, yang mempunyai kekuatan-kekuatan, keris, tombak, jimat. Tiga hal ini kata Ibu Maria, hati-hati anak-anakku Tuhan tidak berkenan. Kalau kita sudah percaya kepada Dia, kenapa kita takut kepada dunia.

 

Saya bersaksi waktu kampanye P3. Anak saya mau cari komputer, saya bilang tutup tokonya. Tapi kami pergi juga mungkin Tuhan mau memberikan contoh lagi. Anak saya nomer 1 dan nomer 3 dan bapaknya naik mobil dan saya. Pas di kota Bandung sedang kampanye. Saya lihat mobil diinjak-injak, dilempari batu dsb. Terus suruh buka jendela, dan diberi selebaran, suruh pasang di mobil. Saya bilang, sobek dan buang! Anak saya dan bapak bilang, kamu jangan fanatik gitu dong, lihat keadaan seperti ini, ricuh. Saya bilang, siapa mereka? Mana lebih besar kuasa Tuhan daripada mereka. Aku mengatakan, buang! Mereka tidak mau membuang tapi ditaruh dibawah. Lalu mulailah rosario diturunkan. “Apa ini mau diturunkan? Jangan sekali-sekali kamu menurunkan ini!” Jadi laki-laki 3, saya perempuan sendiri di mobil diserang oleh mereka. “Kita buktikan bahwa kita anak-anak Allah, Allah lebih berkuasa dari yang lainnya. Mobilmu ini tidak akan diganggu, tidak akan diapa-apakan. Mari kita jalan. Kami melihat mobil di kanan kiri hancur, mobil kami selamat. Akhirnya suami dan anak-anak saya minta maaf. Kami percaya, kata mereka. Sungguh kamu percaya? Ya, kami percaya, jawab mereka

 

Ini kesaksian. Kita jangan kuatir mengakui diri kita anak-anak Allah. Mungkin Anda untuk berdoa makan saja di rumah makan Anda tidak berani membuat tanda kemenangan. Benar?

 

Benar, jawab umat.

 

Ada orang membuat tanda salib dibawah piring. Mengapa kita takut? Mengapa kita malu? Salib itu adalah Allah yang hidup. Mengapa kita malu mempunyai Allah yang berlambangkan Salib? Tidak saudara-saudaraku. Berdoalah menurut keyakinan kita. Kita mau makan kita berdoa, setelah makan kita berdoa, dimana pun. Kata Tuhan, kalau kau malu menerima AKU dihadapan dunia, saatnya tiba AKU juga malu, tidak mengenal kamu. Jangan! Berbahagialah kita mempunyai Tuhan yang begitu indah yang sudah datang diantara kita. Jangan malu!

 

Saya juga punya pengalaman. Saya istri ABRI. Kami di kantor itu hanya dua anak Tuhan, satu Protestan, satu Katolik, dan lainnya anak dunia. Kami mau rapat ke Jakarta. Datanglah Ibu Jendral, katanya, hai Ibu-ibu, kalau ada orang Kristen kalau dia mengucapkan assalam-malaikum, jangan dijawab, haram!”.

Bangkit saya. “Apa kata ibu? Menurut Anda kami ini orang apa? Orang kafir? Jangan sekali-sekali Ibu mengatakan demikian. Orang Protestan diam saja, saya bangkit menghadapi dia. Saya tidak takut! Bukan saya membela Allah, bukan! Allah tidak usah dibela. Tapi keyakinan saya dinjak-injak. Saya tidak mau................. Akhirnya saya diam, saya tidak ikut rapat, saya tinggal di mess. Sampai pulang ke rumah, saya bilang sama Bapak, saya melawan istri bosmu. Kenapa? Kenapa dia bilang begitu, orang Kristen bilang asalam malikum, haram. Kalau kamu tidak naik pangkat, jangan salahkan aku, kata saya. Tidak, kata Bapak.

Akhirnya saya dendam kepada istri jendral itu. Tapi Tuhan mengatakan: “Nyatakan itu bahwa kau adalah anakKU!“

“Tidak bisa Tuhan!  Sakit!”

“Tidak ada yang sakit, akan KU-nyatakan kebenaran itu dihadapanmu.

Pagi-pagi saya berangkat ke kantor karena saya mau piket. Saya ketok pintu. Saya mau minta maaf pada dia. Sebelum saya minta maaf, dia merangkul saya. Dia menangisi saya. Ini kuasa Tuhan sebelum saya minta maaf, Tuhan gerakan dia untuk mengakui kesalahannya.

 

Ini saudara-saudaraku, yang penting kita tidak berbuat jahat kepada siapapun. Kita berbuat baik kepada siapapun tetapi masalah iman, kita masing-masing! Jangan malu, tidak perlu malu! Ibu Maria di surga tidak malu mengakui bahwa kita anak-anak Allah. Banyak yang seperti itu demi  pangkatnya, kedudukannya, dia tinggalkan Yesus. Akhirnya apa yang terjadi, benar apa yang saya katakan. Bapak mau dipromosikan jadi jendral tapi karena ada masalah istrinya saya, tidak jadi. Tetapi kalau suami saya berbintang saya tidak bebas seperti ini. Tuhan tahu. Kalau kamu jadi dunia kamu tidak akan bisa melakukan yang baik dan benar untuk menyampaikan kebenaran itu dan bersaksi tentang Allah. Apakah Anda masih malu dan takut sampai sekarang?

 

Tidak, jawab umat.

 

Kita bangga, punya Yesus Sang Juru selamat, yang mempunyai surga, yang bisa menyelamatkan kita dari dunia ini. Ingat saudara-saudaraku, ini kesaksian saya. Cukup banyak kesaksian tapi kalau saya cerita, satu hari dua hari tidak selesai. Tapi saya mau membangkitkan semangat iman, keyakinan kita pada DIA.  Apalagi pemurnian sudah dekat. Dunia sepi. Yang ada yang setia kepada Allah, yang percaya kepada Allah, yang lain kemana? Mati sia-sia.

 

Malam ini saya mau bicara, mau menyampaikan ini. Saya berani bicara ini, Allah mendengarkan saya. “Katakan Agnes, kata Tuhan. “Jangan takut Aku menyertaimu sampai detik ini tidak ada satupun yang akan melukai tubuhmu.” Saya 16 tahun tinggal di Kompl. ABRI. Orang berduyun-duyun datang ke tempat saya, berdoa, tak ada satupun yang menganggu. Saya minta kepada Yesus, kalau Tuhan menghendaki ini, lindungi anak-anakMU. “Jangan takut Agnes, tidak ada satupun yang melukai tubuhmu.” Sampai detik ini rumah saya ramai. Biasanya dimana-mana tidak boleh tapi di sana orang diam. Aku percaya, siapakah mereka? Yang penting kita tidak berbuat jahat. Kita berbuat baik kepada siapapun. Kata rasul Paulus, layanilah saudara-saudaramu lebih dahulu. Kita tidak usah mengaku supaya dipuji, walaupun disekitar kita ada yang menderita, papa, tapi diluar itu kita berbuat mati-matian supaya kita dipuji.... Layani saudaramu lebih dahulu. Banyak saudara kita yang harus kita layani, tidak habis-habisnya. Kata rasul Paulus, layanilah lebih dahulu saudara-saudaramu. Maka Ibu Maria disini mengajak kita untuk melayani. Buatlah kamu kelompok-kelompok, kelompok apa saja, satukan doaku, tambahkan doaku. Ibu Maria tidak mengatakan hai doa itu tidak penting, doa ini yang benar. Pernah Ibu Maria mengatakan kepada kami seperti itu. Kami melayani Karismatik, legio Maria, apa saja. Siapapun berdoa untuk memuliakan Allah, disatukan doa Ibu di surga.

 

Saudara-saudaraku yang terkasih, melayani...! Apakah saudara sudah melayani dengan baik? Dalam keluarga suami-istri, jangan lagi ada ketegangan, tidak ada damai dan kadang-kadang bapak-bapak suka sembunyikan rejeki. Ada yang sembunyikan tidak? Ada! Jangan bohong!

“Ini bu, hanya segini”, yang lainnya disimpan.

Dan juga ada ibu-ibu yang boros,  tidak menghargai jerih payah suaminya. Dia habiskan itu uang. Maka di sini kata Ibu Maria, damailah kamu, jujurlah kamu, suami-istri karena kamu disatukan oleh Allah menjadi satu. Tidak ada yang sembunyi lagi.

Damai anakku, kata Ibu Maria, dalam keluargamu, orang tua terhadap anak, anak terhadap orang tua dan suami terhadap istri dan istri terhadap suami, baru kita bisa mewartakan tentang Yesus. Bagaimana mungkin rumah kita berantakan, kita mewartakan “ya benar Yesus itu baik...” Lha, kamu siapa?

 

Ibu Maria kita ingin kita saling melayani. Kalau ada saudara-saudara kita membutuhkan cepatlah. Sikap spontanitas.......Ada orang sakit.... ah baru masuk......besok atau lusa kita besuk, kan belum pulang.... Pernah tidak saudara mengatakan demikian? Tunda dulu, kan baru masuk hari ini. kata Ibu Maria, saling menolonglah kamu, saling memberilah kamu karena hartamu adalah didalam sesama. Hartamu itu tidak bisa menyelamatkan kamu kalau engkau tidak melayani sesamamu. Itu kita pertanggung jawabkan kepada Allah. Ini menyangkut hidup dalam keluarga supaya kita bisa hidup baik, tenang, damai sejahtera, dan kita bisa menyampaikan kebenaran-kebenaran ini melalui sikap dan tingkah laku kita, tentang Ysus

 

Dan juga anak-anak remaja, saya minta kalian jangan kalian lari dan meninggalkan Tuhan karena cinta ya. Jaga dirimu baik-baik. Tidak kawin juga tidak apa-apa. Kok ketawa? Tidak kawin juga diberkati oleh Allah. Bukan orang yang kawin saja. Orang yang hidup sendiri diberkati oleh Allah, yang jadi romo, jadi suster, bruder lebih-lebih mendapatkan luar biasa, dan kita yang dipanggil untuk beranak pinak juga diberkati Allah. Jadi jangan malu tidak kawin. Timbang kawin kita susah, celaka kita! Hidup 24 jam, besok dipanggil. Apa kita sudah siap? Orang tua juga jaga anakmu dengan baik. Saya sudah tua maka saya boleh ngomong begitu. Saya sudah 60 tahun tanggal 23 Desember nanti. Cucu saya 10.

 

Mari kita bersama sama malam ini boleh mengalami kasih Tuhan. Tuhan mengatakan dimana 2-3 orang berkumpul atas nama-KU AKU hadir. AKU akan menyertai kamu sampai akhir zaman. Penyertaan Tuhan bermacam-macam cara karena Allah Mahakuasa.

 

Saya akan memandu doa ini, doa yang diajarkan Ibu Maria. Apabila kuasa Allah hadir diantara kita, saya minta Anda duduk manis dan berdoa, jangan ribut. Kalau tidak mengerti Anda berdoa meminta kepada Tuhan memberikan keterangan, keterbukaan, pengertian semua perjalanan doa ini. Apabila kuasa Allah hadir, berdoa sebut nama Tuhan Yesus. Tenang, jangan pergi ya. Habis itu kita akan bersama Ibu Maria di surga, diantar oleh Allah untuk bertemu dengan kita. Saya hanya sarana Tuhan dan Ibu Maria. Saya corong! Kalau Anda tahu Salib saya, kepedihan saya di waktu kuasa Allah hadir, roh saya dipisahkan dari kehidupan saya. Saya berdoa dan menunggu sampai dengan selesai. Berat tidak?

 

Berat, jawab umat.

 

Saya mau melayani. Saya mau dipakai Tuhan, demi cintaku kepada Tuhan dan cintaku kepada anak-anak Tuhan.. Saya tidak merekayasa ini. Tidak!  Aku dulu dari dunia, sekarang saya menjadi anak Allah. Dan saya disuruh bersaksi tentang dunia dan bersaksilah tentang kebenaran tentang AKU. Apa yang saya katakan, Tuhan itu Maha mendengar kan? Maha tahu kan? Maha melihat? Kita berhimpun dalam gereja ini, Tuhan melihat dan mendengar apa yang aku katakan, yang aku sampaikan pada Anda semua yang ada di sini.

 

Saya minta jangan ada satupun yang pergi, kalau mau pulang silahkan pulang sebelum saya memulai bersama Anda untuk berdoa. Sekali lagi apa Anda setia sampai akhir doa ini selesai dan diberkati oleh romo?

 

Setia, jawab umat.

 

Anda setia. Tuhan mendengarkan apa yang saudara sampaikan saat ini. Kalau Anda pulang.. ya terserah, itu resikomu mengatakan saya setia. Baik, mari kita pujian untuk memuji Tuhan Yesus.

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

AnakKU, AKU sudah datang diantara kamu. Mengertilah.., ini AKU, AKU Yesus. Nama ini KU-berikan kepadamu supaya engkau menyebut nama-KU setiap saat di mana pun engkau berada. Di dalam nama-KU ada kekuatan. Inilah perkataan-KU  untuk kamu semua yang ada di sini.

 

Anak-anakKU, AKU ingin engkau setia walapun dunia ini membuat kamu menderita dan sedih tetapi percayalah AKU ada bersamamu. AKU kekuatanmu supaya kau tidak masuk didalam pencobaan yang datang dari dunia ini.

 

Renungkan anakKU. AKU akan memberikan pengertian ini untuk kamu semua yang ada di sini. Sampai bertemu lagi anakKU, dan AKU minta datanglah kepada-KU. Datanglah AKU selalu menunggumu dengan setia.

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Salam untukmu imamku yang kamu ada di sini. Terima kasih, engkau mau berkumpul bersama dengan anak-anakku. Terima kasih untuk kamu bertiga.

 

Terima kasih Ibu, jawab para imam. (rm. Isak Doera, rm. Alexius Widianto, rm. Herman Ahie OFMCap, red)

 

Dan juga terimakasih untuk kamu semua anak-anakku yang Aku kasihi. Selamat malam!

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.

 

Dan juga kamu yang bersama Agnes, terima kasih kesetiaanmu untuk melayani, melayani anak-anakku di tempat ini. Terima kasih untuk kamu semuanya.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat yang melayani..

 

Terima kasih.

 

Aku datang, Aku datang bersama Agnes. Inilah Aku Ibumu, Ibumu Maria yang telah diberikan Allah kepadamu dan Aku menjaga dengan doaku di surga supaya engkau tidak sendiri berjalan , hidup dalam dunia ini.

 

Anakku, Aku datang ke negaramu ini. Aku minta dengan cara inilah, cara yang terakhir, engkaulah menjadi saksiku, apa yang Aku sampaikan kepadamu.

 

Anak-anakku, jangan  engkau kuatir. Allah bersamamu, surga bersamamu dan Aku Ibumu datang menyapamu. Berbahagialah anakku! Tidak lagi kamu takut menghadapi hidupmu. Percaya Allah akan memberikan yang terindah siapa pun yang setia kepada-NYA.

 

Anakku, Aku ingin kamu semua kembali kepada Allah. Harapanku, kamu tidak lagi mendua hati bersatu dengan dunia ini. Jagalah dirimu dengan baik karena pemurnian sudah bertambah dekat anak-anakku. Itu harus terjadi, maka Aku datang ke seluruh bumi ini, seizin Allah, Aku menyampaikan rencana Allah akan memurnikan dunia ini. Mulai sekarang damailah anakku. Damailah dengan Allah, damailah di hatimu, damailah dalam keluargamu, damailah dengan saudara-saudaramu di mana pun engkau berada. Aku minta saling melayani anak-anakku. Itulah kekuatanmu. Saling menguatkan antara satu dengan yang lain.

 

Dan Aku mengatakan, siapa pun yang berkumpul sehati sejiwa dan berdoa memuliakan Allah, semua disatukan dengan doa di surga bersama Aku Ibumu dengan para malaikat, para rasul dan mereka yang sudah bahagia.

 

Anak-anakku, Aku mengatakan, Aku sudah bahagia. Aku ada bersama Allah karena Aku ada sebelum dunia dijadikan Aku sudah bersama Allah dalam rencana Allah. Allah mau menciptakan manusia untuk memuliakan Allah tetapi setan menggoda, mencobai manusia ciptaan Allah. Maka Allah datang ke bumi ini untuk menyelamatkan manusia. Inilah perkataanku yang benar. Engkau bersaksi dan mendengarkan, semua mendengarkan perkataanku; dan Aku Ibumu Maria tidak ada satupun dunia ini akan mencegah perjalanan ini karena Aku bersama Allah dan bersamamu untuk datang kepada Allah.

 

Anak-anakku, Aku mau mengatakan, kepedihan dan kesedihan segera turun ke bumi ini, juga di negaramu, silih berganti. Kalau Aku tidak datang untuk menyampaikan kepadamu pasti engkau akan bersenang-senang terus menerus dengan keinginanmu bersama dunia. Maka itulah Aku datang untuk bersamamu untuk menyambut kuasa Allah yang akan turun ke bumi ini. Jangan takut, siapa pun yang setia dia selamat.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, kini Agnes sampai diantara kamu. Dia diutus untuk menyampaikan hal yang baik ini kepada kamu. Anak ini Kuberikan kepadamu. Maka Aku minta, berkelompok-kelompoklah kamu dan berdoalah dan tambahkan doaku ini dengan doamu yang sudah ada. Inilah doaku dimana Aku masih hidup Aku menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah dan bersatu dengan para rasul-rasulmu.

 

Mereka juga diberikan kepadaku oleh Allah dan juga kamu para imam, tanpa engkau sadari engkau diberikan kepadaku dan Aku selalu bersamamu dimana engkau melayani anak-anakku. Dan Aku minta kepadamu, layanilah anak-anakku dengan baik dan bawalah mereka dan katakan, hanya satu Allah, satu keselamatan, satu Kitab Suci, surgalah tempatmu. Sampaikan ini hai para imam, kepada anak-anakku. Layani mereka dengan baik karena tugasmu untuk melayani, menggembalakan anak-anak Tuhan di mana engkau dipanggil  untuk menjadi tangan Allah untuk merangkul, menyelamatkan anak-anakku. Setialah hai para imam! Perjalananmu indah! Sungguh Aku mengatakan, kalau engkau sungguh-sungguh mengerti apa arti panggilan dalam kehidupanmu, engkau sangat bahagia karena engkau terpilih, disatukan dengan perjalanan Allah untuk mengembalakan anak-anakNYA di bumi ini.

 

Para imam, saat-saat terakhir ini, Aku minta kepadamu, jagalah anak-anakku dengan baik. Pergilah, layanilah mereka dan sadarkanlah mereka supaya mereka kembali kepada Allah seutuhnya. Itu harapanku di saat-saat terakhir, pemurnian datang ke bumi ini.

 

Tanda sudah diberikan di seluruh bumi. Anakku, jangan abaikan tanda itu tetapi renungkanlah tanda yang berganti-ganti, itu semua tanda, supaya engkau mengerti hai imam-imam dan juga anak-anakku, nubuat ini atas kehadiranku ke bumi ini sudah dinubuatkan oleh Yohanes bahwa tanda itu adalah Aku sendiri bahwa Aku diberikan kepada kamu di bumi ini. Maka apabila engkau melihat tanda besar di langit, matahari cemerlang bersuka-ria, itulah kehadiranku yang telah diberikan nubuat ini kepada Yohanes rasulmu. (Wahyu 12:1).

 

Baiklah hai imamku, engkau yang ada di sini, di tempat ini, waktunya engkau akan mengerti, tanda itu juga akan Kuberikan untuk anak-anakku di tempat ini (pesona matahari, red). Bawa mereka dan Aku akan mintakan kepada Allah supaya Aku yang tertulis, yang dituliskan Yohanes, kamu akan melihat tanda itu. Itulah Aku Ibu Maria sudah datang ke bumi ini dan tidak diam. Aku mengujungi anak-anakku, juga di tempat ini.

 

Inilah yang Aku sampaikan dan Aku minta berkelompok-kelompoklah kamu, saling menguatkanlah kamu dan melayani. Layanilah saudara-saudaramu yang membutuhkan pertolonganmu. Aku Ibumu akan menyertai kamu dimana kamu melayani bersama-sama. Apakah kamu bersedia anak-anakku? Apakah kamu bersedia anak-anakku?

 

Bersedia Ibu, jawab sebagian umat.

 

Memang sulit untuk berbuat baik tapi Aku Ibumu meminta supaya di sini ada doa. Tambahkan doa dan berkumpul bersama, bersama Aku Ibumu dan berkelompok-kelompoklah kamu supaya kuasa Allah menyertai kamu sekalian di saat-saat terakhir ini. Apakah kamu bersedia bekerja  sama dengan Aku Ibumu?

 

Ya Ibu, jawab sebagian umat.

 

Sulit, berat! Sekali lagi Aku bertanya, apakah kamu bersedia bekerja sama dengan Aku Ibumu melayani anak-anakku di sini?

 

Bersedia Ibu, jawab umat.

 

Aku berdoa kesediaanmu setelah kita bertemu, surga akan melihat apa yang kamu kerjakan saat-saat terakhir ini dan rasa syukurmu kepada Allah dan saling mengasihi antara satu dengan yang lain. Aku berdoa untuk kesediaanmu di tempat ini.

 

Dan Aku minta hai imamku, bawalah anak-anakku di tempat ini, supaya mereka mengerti atas kehadiran Allah dan Aku pada malam ini bersama Agnes dan semua mereka yang diutus untuk melayani kamu.

 

Mulailah berkelompok-kelompok dan buat kelompok; yang belum ada buatlah, supaya engkau mengerti saat-saat terakhir, nanti engkau akan mengerti. Aku minta, engkau imamku, bimbing mereka, katakan kepada mereka supaya tempat ini menjadi baik untuk anak-anakku.

 

Dan sekali lagi terima kasih kepadamu Alexius, Isak Doera. Terima kasih, engkau sudah melayani anak-anakku di tempat ini. Terimakasih untuk semuanya dan anak-anakku semuanya yang setia, Tuhan berkati kamu semuanya.

 

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Salamku juga kepada Heribertus, semua mereka yang percaya bersama Aku Ibumu Maria didalam perjalanan ini. Sekali lagi terima kasih untuk kamu semuanya. Selamat malam!

 

Selamat malam Ibu Maria, terima kasih, jawab umat.

 

---ooo0ooo---