Pesona Matahari, Cimahi 13 Oktober 2006, 16.00 – 18.00

 

Doa Pasrah Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Pada Peringatan 89 tahun penampakan Ibu Maria di Fatima

Di Cimahi, 13 Oktober  2006

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Terima kasih kepadamu para imam yang Aku kasihi. Selamat bertemu dengan Aku Ibumu Maria melalui Agnes, anakku yang Kuberikan kepadamu. Selamat malam untukmu!

 

Selamat malam Ibu, jawab para imam.

 

Terima kasih. Ini Aku. Mengertilah.., tidak ada yang mustahil dihadapan Allah. Allah memberikan yang terbaik, yang terindah bagi kamu semuanya. Aku datang untuk  mengumpulkan kamu saat-saat terakhir yang telah Aku sampaikan melalui Agnes.

Engkau mendengar anak-anakku. Tadi kamu telah mendengarkan yang telah disampaikan imammu Alexius tentang Aku, kehadiranku di bumi ini. Itulah Aku anakku dan sudah dinyatakan apa yang telah diterima oleh Yohanes tentang Aku, itulah tanda kehadiranku, dan Aku tetap hadir ke bumi ini.

Dengan tanda itulah supaya kamu percaya Allah berkenan dalam hidupku. Allah tetap bersama untuk mengasihi kamu dalam dunia ini. Jangan kamu tidak percaya, semua ada dalam Kitab Sucimu. Aku  Ibumu tetapi bukan itulah yang Aku maksudkan, engkau tetap beriman kepada Allah. Aku hanya sebagian dari rencana Allah untuk menyelamatkan ciptaan-NYA di bumi ini.

 

Kamu imamku yang bertiga, dimana kau membuka hati, engkau mendapatkan arti yang sebenarnya didalam rencana Allah dan diikut sertakan didalam rencana Allah untuk saat-saat terakhir ini. Berbahagialah kamu, hai imam-imammku karena engkau diberikan kepadaku sejak awal bersama para rasul, mereka diberikan kepadaku untuk melanjutkan karya keselamatan, menyelamatkan banyak manusia,. Yang percaya dia mendapatkannya, yang tidak percaya dia akan ditimpa oleh kehendak dirinya sendiri.

 

Jangan kamu berpikir, apakah ini benar ini Ibu Maria? Sungguh anakku! Berdoalah kamu supaya kamu mengerti, inilah caraku yang terakhir supaya kamu menjadi saksi apa yang Aku sampaikan ini diantara kamu. Jangan takut, Allahmu di surga mendengarkan dan bersamaku untuk melayani kamu saat ini.

 

Anak-anakku semua yang Aku kasihi, dimana kamu berkumpul di sini, dan Aku meminta dari padamu, mulai malam ini renungkan apa yang Aku sampaikan ini kepadamu. Berkelompok-kelompoklah kamu saat-saat terakhir ini dan Aku ingin, kamu hidup bahagia di dalam keluargamu. Itu sangat penting.

Hai anakku, mengertilah maksudku ini. Aku ingin kamu semua bahagia karena Aku bahagia anakku. Kebahagiaanku ini ingin Kusamakan, Kusatukan dengan kamu semuanya. Kini Aku berbicara dari surga. Inilah Agnes. Dia menyampaikan isi hatiku melalui kuasa Allah.

 

Sungguh Aku mengatakan kepadamu, waktunya.... waktunya anakku, tidak terhitung lagi. Akan terjadi di bumi ini, bencana yang sangat dashyat. Itu permunian, khususnya negaramu ini akan dilanda kepedihan yang sangat dalam tetapi kamu, atas kehadiranku ke tanah airmu ini, berbahagialah.., Aku telah mengatakan ini supaya kamu semuanya bertobat dan kembali kepada Allah.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, inilah Aku banyak datang, Aku banyak menemui anak-anakku tetapi pesan-pesanku tidak banyak sampai kepada anak-anakku di seluruh bumi ini. Kini, cara inilah supaya kamu mendengar apa yang Aku sampaikan ini kepadamu supaya kamu percaya apa yang kau dengar dan berani menyampaikannya kepada saudara-saudaramu.

 

Anak-anakku, berbahagialah kamu memiliki Allah di surga dan percaya kepada Allah di surga, Allah yang benar, Allah yang sungguh benar, yang hidup diantara kamu.

Tetapi siapa yang tidak percaya, sungguh Aku mengatakan, dia akan mati sia-sia di saat terakhir ini. Bukan surga tidak menyesali, khususnya Allah menciptakan manusia untuk memuliakan Allah tetapi sekian lama Allah ada bersama manusia tetapi manusia memilih ciptaan dunia. (tidak percaya pada Allah yang benar tetapi menyembah ‘allah’ ciptaan manusia sendiri )

 

Lihat, apa yang sudah terjadi. Kau dengar semua peristiwa yang sudah terjadi.

Anak Allah punya kasih, anak dunia punya kekerasan, tidak ada kasih.

Karena anak Allah punya Allah karena Allah itu adalah kasih sempurna adanya.

Tetapi mereka, mereka percaya kepada dunia.

Dunia tidak mempunyai kasih, mengajarkan kasih tetapi ingin menguasai manusia, ingin menyesatkan manusia dan menjatuhkan manusia, yang menjauhkan manusia dengan Allah yang menciptakannya. Kamu lihat, apa yang sudah terjadi.

 

Anak-anakku, Aku mengatakan benar, Allah akan menunjukkan kebenaran itu kepada anak-anakNYA di seluruh bumi. Tidak ada kedamaian! Mereka akan berperang melawan satu bangsa dengan bangsa yang lain untuk mengatakan, untuk menunjukkan bahwa mereka adalah benar.

 

Anak-anakku, Aku Ibumu mau membawa kamu, menyadarkan kamu, siapapun menerima Allah dalam hidupnya, dia hidup dengan kasih Allah dan dia memberikan kasihnya juga kepada saudara-saudaranya. Anakku, jangan ditunda lagi untuk melayani. Jangan kamu mementingkan dirimu sendiri, engkau tidak mendapatkan apa-apa dalam perjalananmu.

 

Anak-anakku, Aku memintamu untuk berkumpul, dan Aku ingin kamu menerima Tuhanmu yang sudah terjadi dan terjadi menurut kehendak-NYA. Telah ditinggalkan tanda kasih-NYA kepadamu, adalah diri-NYA sendiri, dan bersatu dengan para imammu yang dipanggil untuk melindungi anak-anakku. ( Sakramen Ekaristi, santapan rohani )

 

Engkau para imam, jagalah anak-anakku dengan baik. Layani mereka karena itulah tugasmu mengantikan tanda kasih Allah di surga supaya anak-anakku semuanya bahagia. Jangan kamu dilayani. Allahmu sampai saat ini juga melayani anak-anakNYA di seluruh bumi ini yang percaya kepada-NYA.

 

Inilah Aku Ibumu Maria, melalui Agnes engkau mendengarkan isi hatiku ini. Dan engkau imamku yang dari jauh,(Rm Fidelis Mendrofa OFMCap dari New Zealand) inilah kehadiranku di Indonesia ini. Tetapi bukan hanya sebatas di negara ini, dimana anak-anakku berdoa Aku ada bersama mereka.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih anak-anakku.

 

Dan tolonglah dan berbicaralah diantara kamu hai para imam. Kalau mereka tidak percaya biarkan saja, tetapi kamu sudah menyampaikan semua kebenaran yang kamu dengarkan saat ini. Biarlah kuasa Allah yang menerangkan didalam hati mereka masing-masing.

 

Dan kau akan pergi untuk melihat dimana kehadiranku. Engkau akan pergi (rombongan ziarah dari Auckland dan Jakarta ke Fatima, Lourdes, Paris dan Roma ) Tetapi Aku ingatkan kepadamu, renungkan semua kehadiranku. Perjalananmu adalah perjalanan rohani untuk menumbuhkan imanmu dimana kau ingin mengetahui tentang Aku Ibumu, sejarah tentang kehadiranku di seluruh bumi.

 

Aku sudah menyatakan kepada Agnes dan juga kepada anak-anakku, juga kepada kamu Alexius dan Isak Doera dan semua yang Aku bawa kamu untuk mengerti.(ziarah rohani Mei 2005) Dan tanda itulah yang terakhir Kuberikan untuk terakhir kali bagi dunia. (Penampakan Maria yang ke-7 di Fatima, 13 Mei 2005 ) Kamulah saksiku. Itulah kehadiranku bersama Lucia. Aku berjanji kepada Lucia supaya kehadiranku akan dinyatakan dimana kamu datang menemui Aku bersama Agnes. Itu tidak dimengerti secara pikiran manusia. Siapakah bisa menguasai semua peristiwa yang terjadi diantara kamu dan Aku memberikan juga tanda itu pada hari ini  kepada kamu (pesona matahari, red).

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Renungkanlah itu semuanya. Aku tidak pernah meninggalkan Agnes sendiri. Aku tidak akan mempermalukan Agnes. Pasti surga akan menyertai dia, untuk demi kebahagiaan anak-anakku maka terjadilah itu apa yang kamu alami hari ini. (pesona matahari pukul 4 sore 13 Oktober 2006 telah dijanjikan sebelumnya pada 6 Oktober 2006, bahkan terlihat di banyak tempat di Indonesia  )

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih dan Aku bertanya kepadamu, setelah kamu melihat, apakah kamu tetap bertahan dengan kehendak hatimu sendiri? Apakah kamu mau renungkan dan mensyukuri apa yang telah diberikan Allah, tanda itu, dan memulai hidup baru dalam hidupmu?

 

Kamu mau Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih anak-anakku yang Aku kasihi. Itulah tanda, itu tanda anak-anakku. Bukan kehendak Agnes. Agnes hanya menyampaikan kepadamu, supaya apa yang kamu sampaikan Alexius, semua dinyatakan dan bisa dirasakan dan dilihat oleh anak-anakku di mana pun mereka berada dan juga anak-anakku yang berkumpul di sini. (janji ini diumumkan Rm Alexius kepada umat yang hadir tanggal 6 Oktober 2006 dalam Misa Jumat Pertama di Cimahi )

 

Terima kasih. Inilah perkataanku dan juga kamu anak-anakku yang dari jauh, selamat untuk kamu berziarah tapi masuklah didalam rohanimu dimana kamu berziarah dan kamu renungkan semua peristiwa sejarah yang sudah ditinggalkan diantara kamu dan itu membuat kamu lebih baik dan melayani. Ini permintaanku.

Jangan hanya kamu pergi berjalan-jalan saja sesuai dengan keinginan dirimu sendiri. Ini pesanku anakku. Dan engkau imamku yang mendampingi mereka, bawalah mereka masuk didalam sejarah rohani ini dan berceritalah kepada mereka tentang kebenaran yang sudah tertulis didalam Kitab Suci yang telah diberikan kepadamu untuk kau renungkan dan harus kau berikan kepada anak-anakku.

 

Inilah saat terakhir buat kamu. Jagalah dirimu dengan baik. Dekatkan dirimu seutuhnya kepada Allah dan jangan lagi kamu tidak mengerti. Mengertilah supaya kamu hidup tenang dan bahagia saat-saat terakhir seperti ini supaya kamu tidak masuk didalam pencobaan yang datang dari dunia ini.  Siapapun yang bersatu dengan Allah, dia akan dikuatkan didalam pencobaan.

 

Anak-anakku, Aku berdoa untuk kamu dan Aku selalu bersamamu dimana kamu memuliakan Allah, kuasa Allah menghadirkan Aku, khususnya Allah ada diantara kamu, Allah yang dekat, Allah yang kasih, Allah yang melayani, Allah yang menyatakan untuk menyelamatkan kamu dan memberikan kebahagiaan di bumi ini dan bahagia kembali ke surga.

 

Berbahagialah anakku, dan jangan takut apabila peristiwa itu hadir, tenangkan dirimu, masuklah kamu dalam rumahmu masing-masing, berkumpullah dan berdoa. Tidak ada satupun yang bisa melukai hidupmu, dirimu, karena Allah sedang melawati anak-anakNYA di seluruh bumi. Apabila Allah melihat semua baik, selamatlah kamu dari segala peristiwa yang kamu hadapi.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih untuk kamu semuanya. Dan Aku ingin sekali lagi, berjuanglah kamu, karena untuk berjuang bersama Allah penuh pengorbanan untuk mengalahkan dirimu sendiri.

 

Anak-anakku, Aku datang pada malam ini. Inilah isi hatiku, sungguh! Berbahagialah kamu dan Aku minta kepadamu hai imam-imamku, khususnya kamu berdua apabila ada anak-anakku yang ingin dilayani, jangan kamu tunda, pergilah layani mereka dengan baik. Bawalah Agnes untuk bertemu dengan anak-anakku, disitulah kuasa Allah akan menyatakan isi hati-NYA dan Aku Ibumu Maria akan bertemu dengan mereka.

Aku minta kepadamu, jangan menunda kebenaran, nanti waktunya itu dengan sendirinya kamu selesai bertugas dan kamu diam untuk menantikan dengan tenang, dengan berpasrah diri bersamaku untuk menerima pemurnian ini.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, khususnya kamu imam-imammku yang Aku kasihi, Aku selalu berdoa mendampingi kamu dimana kamu melayani anak-anakku.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab para imam..

 

Terima kasih, dan Aku minta kepada kamu semua yang ada di sini, pulanglah dan wartakanlah kebenaran ini dan berkelompok-kelompoklah kamu saat-saat terakhir ini dan  berdoalah apa yang telah Aku ajarkan doa untuk menambahkan doa yang sudah ada diantara kamu. Apakah kamu bersedia anak-anakku?

 

Bersedia Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Dan terima kasih juga kepada kamu anak-anakku dan kamu para imam dimana tempat ini, kamu telah memperindah. Inilah tempat yang telah Kuberikan kepada kamu. Kusediakan saat-saat terakhir bersama Agnes. Jangan takut, tempat ini tidak akan diambil siapapun. Tidak ada yang berkuasa, sanggup untuk mengambil bagian tempat ini Tempat ini Kuberikan kepadamu. Allah  memberkati, Allah melindungi kamu semua di tempat ini.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih dan jagalah dengan baik. Itu permintaanku. Dan sampaikan kepada anak-anakku dan siapapun mereka, sejauh manapun mereka sampaikan, apabila mereka mau berdoa di tempat ini, Aku Ibumu akan datang menyertai mereka di tempat ini.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih anak-anakku dan Aku telah berjanji kepada Agnes. Aku akan bertemu dengan Agnes, Aku akan menyampaikan yang sangat penting kepada Agnes saat-saat terakhir yang akan datang ke bumi ini. Inilah yang Kukatakan kepadamu.

Jangan kuatir anakku, jangan takut anak-anakku. Sungguh, Aku mengatakan, semua baik-baik, semua baik-baik dan tidak ada yang ikut campur tangan di tempat ini.

Aku mengatakan ini kepadamu karena masih banyak kamu didalam kekuatiran tentang apa yang Aku sampaikan, apa yang Aku mintakan padamu.

Percaya, percaya akan mendapatkan sepenuhnya janji-janji surga kepada kamu semuanya. Terima kasih anak-anakku.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih juga kepadamu hai imamku yang dari jauh (Romo Fidelis dari Auckland).  Pasti kau mengerti, Aku menyebut namamu dalam hatiku, dan juga terima kasihku kepada kamu berdua dan salamku kepada Heribertus dan semua mereka para imam dan imam yang tertinggi yang telah menyertai kamu. (Mgr.H.Bumbun, Uskup Agung Pontianak )

Aku berdoa untuk mereka supaya mereka juga boleh membuka hati didalam peristiwa ini dan Aku mengucapkan selamat jalan bagimu yang akan pergi ke tempat dimana Aku telah hadir dimana Aku menyatakan dan menyampaikan pesan-pesan penting bagi anak-anakku di bumi ini.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terimakasih untuk semuanya.

 

Terimakasih. Sekali ini sampai di sini saja kita bertemu dan jangan lupa berdoa dan berdoa. Kuatlah kamu, tumbuhkanlah doa itu sepenuhnya didalam dirimu masing-masing.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, dan juga para imam, terima kasih atas kehadiranmu dan juga kamu di tempat ini bersama Agnes. Dan kamu harus percaya, inilah Aku Ibumu Maria yang bersatu dengan Agnes, menyampaikan dan menandakan tanda kasih cinta Allah, Aku hadir melalui isi hatiku ini kepada kamu semuanya. Terima kasih, selamat malam!

 

Terima kasih Ibu Maria, selamat malam, jawab umat.

 

---ooo0ooo---