Doa Pasrah Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Gereja St Fransiskus Asisi, Singkawang, 1 Oktober 2006

 

 

Pengantar

 

Romo Pasificus dan para suster dan saudara-saudaraku semua yang dikasihi Tuhan Yesus dan Ibu Maria, kita sudah mengalami sukacita pada hari ini. Ekaristi telah kita sambut dengan baik.  Inilah yang harus dihidupkan kembali oleh Ibu Maria supaya kita dikuatkan didalam perjalanan ini, supaya kita sungguh-sungguh beriman, yakin dan percaya, satu-satunya Allah yang kita sembah yang ada di surga adalah Tuhan Yesus Juruselamat, yang menyelamatkan kita dan menyertai kita dalam dunia ini. Tanpa Tuhan, kita tidak bisa berjalan sendiri, dan kita tidak akan kuat menghadapi kenyataan hidup sehari-hari yang silih berganti dan kita bersyukur pada hari ini saudara-saudaraku dapat berkumpul bersama. Karena ini semua adalah doa Ibu Maria, keinginan Ibu Maria supaya anak-anakNYA berkumpul sehati sejiwa dalam roh, kita berdoa bersama untuk berdoa bersama untuk datang kepada Allah. Terima kasih saudara-saudaraku, selamat malam untuk semuanya.

 

Selamat malam, jawab umat.

 

Baiklah, saya tidak memanjangkan berbicara pada malam ini hanya menambahkan arti hidup yang diberikan Allah pada kita. Kalau kita tidak mengerti apa arti hidup kita selalu susah dan kuatir tentang hidup yang kita alami sepanjang hari, sepanjang hidup, sampai kita dipanggil, kita ketakutan. Apakah Anda tahu, hidup ini anugrah yang diberikan Allah kepada kita semuanya supaya kita bahagia di bumi ini, memuliakan Allah, melayani, mengasihi dan mencintai dan juga saling memberi berkat pada mereka yang membutuhkan dan juga pengertian, saling menghormati kelebihan dan kekurangan, dan saling mengampuni. Di sini Tuhan Yesus mengatakan, “Kalau ini sungguh-sungguh kau lakukan karena kesetiaanmu kepada-KU, hari ini juga AKU mengatakan kepadamu, kamulah anak-anakKU yang AKU kasihi”. Anda tahu Tuhan itu dekat dan hidup yang selalu menyertai kita. Kadang-kadang kita lupa dengan kesibukan-kesibukan yang mungkin, yang kita inginkan untuk kepuasan pribadi sehingga Tuhan di nomerduakan sehingga untuk berkomunikasi kita tidak lagi sanggup. Kata Ibu Maria, jangan kau lelahkan dirimu, kalau engkau lelah, engkau tidak bisa berdoa dengan baik. Benar tidak?

 

Benar, jawab umat.

 

Waktu diberikan Allah 24 jam. Kadang-kadang sisa yang kita berikan pada Allah. Tapi kita balik pada malam ini, seutuhnya kita berikan kepada Allah, sisanya untuk kita. Walapun sisa itu tinggal sedikit tapi penuh berkat karena Allah menyertai perjalanan hidup kita masing-masing untuk mencari kehidupan karena kita masih berpijak di bumi ini. Kata Tuhan, “Carilah maka kamu akan mendapatkannya, mintalah akan Kuberi, carilah AKU, KU-tambahkan bagimu”. Tuhan sudah berjanji ya. Tuhan tidak pernah tidak menepati janji. Hanya kita yang selalu tidak menepati janji karena kita masih manusia

 

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus dan  Ibu Maria, kehadiran Ibu Maria adalah untuk membawa putra-putriNYA kembali kepada Allah. Ibu Maria mengatakan, rumah Allah/gereja penuh, kamu hadir dan datang dan berdoa tetapi setelah kamu pulang, kebiasaan-kebiasaanmu itu terus saja berjalan, tidak berubah. Ibu Maria sedikit memprotes kehidupan kita. Maka Ibu Maria hadir ke Indonesia ini untuk membimbing kita, mengarahkan kita untuk datang kepada Allah seutuhnya.

 

Itulah  doa pasrah yang telah diberikan untuk kita semuanya. Kepasrahan, tidak kuatir tentang hidup, tentang apa saja, yang penting kepasrahan itu kita pro aktif, bukan pasif. Tuhan juga tidak ingin anak-anakNYA bermalas-malas yang telah diberikan hidup oleh Allah. Anda tahu, Allah itu sangat merindukan kita semuanya. Renungkanlah, maka kuasa Allah bekerja, tetap bekerja dan melayani. Tuhan saja melayani sampai saat ini dan sampai dunia kiamat. Kita kapan melayani? Kadang-kadang kita membuat susah kepada keluarga, suami, istri, kepada anak, kepada orang tua, kepada teman, kepada saudara-saudara kita seiman. Kadang-kadang kita membuat susah mereka. Tapi Ibu Maria mengatakan, “Damailah anakku. Tidak ada lagi kekerasan dalam keluargamu. Hiduplah rukun dan berdoalah bersama supaya kamu bisa bersaksi”. Bagaimana mungkin kamu bisa bersaksi, sedangkan dirimu sendiri kamu tidak mengenal dirimu, siapa dirimu yang sebenarnya. Saudara-saudaraku, didalam kelemahanlah kita selalu jatuh dalam dosa. Benar tidak?

 

Benar, jawab umat.

 

Iblis selalu mencobai kita melalui kelemahan kita masing-masing. Tapi kalau kita  hidup dalam Yesus bagaimana mungkin setan itu akan merongrong kehidupan kita, karena kita tahu yang benar dan yang salah, pasti Tuhan akan berikan dan (kita) bisa membedakan roh apakah itu datang dari atas atau apakah itu datang dari dunia. Kadang-kadang kita juga menghadirkan iblis dalam hidup kita. Percayakah anda? Kadang-kadang kita menghadirkan, umpamanya kita mencari sesuatu yang instan: cari jabatan, cari uang, cari pangkat, cari kekayaan, kita lari sana, lari sini pergi ke paranormal, perdukunan. Itu sudah bukan lagi anak-anak Tuhan.

 

Apakah Anda tahu bahwa Allah itu pencemburu? (Kel 20:5, Ul 5:9, Kel 34:14, Ul 4:24, Ul 6:15, Ul 32: 16, dst). DIA tidak mau, “Kamu harus tahu hanya AKU saja yang ada dalam kehidupanmu karena AKU yang menciptakanmu, AKU yang menyelamatkanmu, AKU yang memberikan kamu hidup, dan AKU yang memberikan kamu bahagia, dan AKU menunjukkan kamu untuk sampai ke Surga. Maka AKU datang ke bumi ini”. Apa rasa syukur kita?

 

Saudara-saudaraku, saya mau mengingatkan kembali, hidup yang fana ini jangan dikejar-kejar. Sia-sialah hidup kita mengejar kepentingan dunia. Tapi kalau itu kita persembahkan kepada Allah kita mendapatkan harta yang tidak akan bisa diambil oleh dunia ini. Kadang-kadang kita tidak bijaksana, kadang-kadang kita lupa, harta yang kita punya itu kita miliki sendiri. Tapi kadang-kadang terjadilah dalam hidup kita, kita sakit. Kita tidak bisa menikmati harta itu. Boro-boro menikmati harta itu, makan harus ditakar, tidak bisa kita pergunakan harta kita itu dengan kepuasan hidup kita.

 

Saudara-saudaraku yang terkasih, mulailah membenahi diri, siapakah aku ini dihadapan Tuhan. Mari kita benahi diri kita dengan baik, kita renungkan apa yang harus saya berikan kepada Allah? Kata Tuhan, apapun yang kau berikan kepada mereka yang membutuhkan engkau telah melayani AKU. Sudahkah kita berbuat seperti itu? Ini penting, karena hidup kita adalah melayani. Kita diajari untuk melayani lahir dan batin. Tuhan juga melayani kita sampai saat ini di mana pun kita berada. Melayani..., bukan dilayani..! Inilah yang dimunculkan oleh Ibu Maria.

 

Banyak anak-anak Tuhan yang meninggalkan begitu saja untuk mengejar dunia. Menghujat roh dan meninggalkan Allah dan mencari keyakinan, kekuatan yang tidak tahu tujuan hidup itu sendiri. Kita sudah dibaptis, kita pindah, itu adalah menghujat roh yang tidak diampuni oleh Allah kalau kita tidak cepat-cepat bertobat. Mendua hati, kita percaya kepada kekuatan-kekuatan yang tidak kelihatan itu: pusaka-pusaka, jimat-jimat, perdukunan, para normal, itu banyak anak Tuhan seperti itu. Itu juga tidak dikehendak Tuhan seperti itu. Ketiga, kita anak nakal yang suka berbuat jahat: oeminum, pemabuk,pncuri, berzinah, korupsi. Itu golongan anak nakal. Tiga hal inilah kita renungkan bersama-sama.

 

Ada lagi kata Ibu Maria, jangan kau andalkan pikiran dan perasaanmu saja karena pikiran dan perasaan adalah bagian dari dunia tapi kendalikan dengan hatimu. Hati di sini adalah iman kita kepada Tuhan supaya kita bisa membedakan roh mana yang baik dan tidak baik. Itu juga diajarkan oleh Ibu Maria.

 

Dan juga Ibu Maria mengatakan berjuang, berkorban, memberikan berkat antara satu dengan yang lain. Ini juga Ibu Maria mengatakan dan mengampuni. Tiga hal , ini juga untuk perenungan bagi kita semua. Dan selanjutnya rasul Paulus mengatakan, tinggalkan  harga dirimu supaya kerendahan hatimu akan muncul dalam diri kita masing-masing untuk menyelesaikan segala permasalahan hidup ini dengan tenang, dengan sukacita, damai sejahtera. Beberapa hal ini yang kita renungkan sebagai anak-anak Allah.

 

Saudara-saudaraku yang terkasih, ini perlu, sangat perlu supaya kita bisa menyukuri arti hidup yang diberikan Allah pada kita. Apalagi saat-saat terakhir seperti ini, pemurnian sudah dekat, mari kita benahi, kita memulai untuk menjadi anak yang baik. Tidak usahlah kita menjadi orang kudus dan suci. Kita tidak akan sampai, untuk menjadi anak yang baik saja kita sudah setengah mati. Mari kita berjuang untuk itu semuanya supaya kita sampai pada tujuan apa yang dikehendaki Allah, “kau bahagia di bumi, bahagia kembali apabila AKU memanggilmu pulang. Tempatmu adalah surga. Kebahagiaan itu adalah AKU sendiri.

 

Ini yang saya sampaikan kepada saudara-saudaraku yang ada di sini. Waktu juga kita perlu merenungkan. Kadang-kadang kita pergi senang-senang, tapi berdoa, waktu kita persingkat. Berikanlah waktu untuk Allah, bukalah hati kita untuk menerima kebenaran-kebenaran datang dari Allah. Pekalah tentang kebenaran itu sendiri. Saudara-saudaraku, benar tidak apa yang saya katakan, kalau kita berdoa berpanjang waktu pasti gelisah. Benar tidak?

 

Benar, jawab umat.

 

Tapi Anda pergi ke tempat-tempat yang rame, anda pergi Mall, itu bisa dari pagi sampai sore. Benar tidak? Bukalah hatimu! Malam ini kita sama-sama membuka hati supaya waktu untuk Tuhan sungguh-sungguh kita sediakan dengan baik, maupun dalam gereja mapun di lingkungan dimana kita berdoa. Kita berikan wkatu untuk Allah supaya Allah bisa masuk dalam kehidupan kita dan kita merasakan kehadiran Allah yang begitu dekat, yang begitu hidup, yang mengasihi kita siang dan malam. Inilah kehadiran Ibu Maria..maka kebahagiaan itu diantar supaya kita bisa bermesraan kembali, kita benahi kembali supaya apa yang terjadi kita tidak putus asa. Kita tetap setia kepada Allah. Maukah Anda seperti itu? Sulit ya? Maukah Anda seperti itu?

 

Mau, jawab umat.

 

Mau ya. Sekarang anda di sini, nanti pulang Anda dipanggil Tuhan apakah Anda sudah siap? Belum kan? Mari kita persiapkan karena itulah awal kebahagian yang akan kita alami bersama supaya kita bertemu dengan Allah yang selalu menyertai kita adalah Yesus Tuhan Sang Pencipta. Anda percaya?

 

Percaya, jawab umat.

 

Kalau Anda percaya, akan saya bimbing doa bersama tetapi di saat saya membimbing Anda tetap setia duduk bersama dalam doa ini untuk datang kepada Allah. Kalau Anda belum sanggup mumpung saya belum memulai doa ini, ya tidak apa-apa. Dua tiga orang juga Allah hadir kan? Jadi saya minta sekali lagi, saya akan memandu, membimbing doa ini, yang masih duduk di apakah Anda masih setia?

 

Setia, jawab umat.

 

Amin Anda katakan setia. Allah mendengarkan perkataan Anda ya. Saya akan memulai doa ini bersama-sama.

 

Apabila kuasa Allah bekerja dalam hidup saya, roh saya berdoa. Selama Tuhan memakai saya untuk menyapa Anda, ketemu dengan Anda, roh saya berdoa bersama Anda disitulah salib saya yang paling berat. Di situlah saya melihat tubuh saya berjalan, menyapa, dipakai oleh Tuhan tapi saya tidak pernah mendengar apa yang disampaikan Tuhan kepada Anda. Tolong kalau Anda tidak mengerti nanti, berdoalah. Jangan berpikir yang lain, nanti Anda tidak dapat apa-apa pada malam ini. Tuhan berhak melakukan apa saja untuk manusia yang dia cintai, dengan apa saja Tuhan melakukan, itu hak Allah ya. Saya akan siap menyerahkan diri kepada Tuhan dan saya akan bersatu dengan Anda pada malam ini. Tolong berdoalah, mari kita pujian.

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

Tuhan Yesus menyampaikan pesan pada malam ini. Katakan kepada mereka Agnes. “AKU sudah datang dan AKU menyapa mereka tapi .......dimanakah kesabaran mereka bersamaKU...?” Sungguh Tuhan berkeluh kesah, kesabaran anak-anakNYA. Pada saat ini anak-anakNYA banyak meninggalkan dimana kita berkumpul dan berdoa. Tuhan berkeluh kesah. “Dimanakah hati anak-anakKU Agnes?”, kata Tuhan. Aku mohon kepadamu Tuhan, anak-anakMU yang tidak mengerti ini akan mengerti atas kehadiranmu pada malam ini.  Tuhan Yesus mengatakan: “Baik, berjuanglah anakKU. Perjuanganmu AKU terima. AKU dekat ingin dekat kepadamu. Dekatkanlah dirimu kepada-KU. “

 

Mari kita datang kepada Yesus yang menanti kita dengan sabar, dengan kerahiman-NYA. Terimakasih Tuhan. Kata Tuhan Yesus:” AnakKU, AKU menunggumu, sampai kita bertemu lagi dalam doamu. AKU selalu menunggumu dan mendengarkan doa-doa yang kau sampaikan kepada-KU. AKU pemberi, AKU Maha pengasih. AKU mengerti apa yang harus AKU berikan kepadamu. Renungkan! Sampai bertemu kembali, dalam doamu AKU menunggumu.”

 

Inilah pesan Tuhan Yesus dengan hati yang sungguh berharap supaya hati kita terbuka, supaya kita kembali, supaya kita sungguh-sungguh merindukan DIA dalam kehidupan kita ini.

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Terima kasih! Aku sangat berterima kasih kepada anakku, imamku di tempat ini. (Romo Pasificus Waidi OFMCap)  Terima kasih banyak! Engkau telah memberikan putra-putriku untuk bertemu dengan Aku Ibunya. Terima kasih! Dan juga terima kasih juga kamu bersama Agnes yang telah mendampingi perjalanan ini. Terima kasih untuk kamu berdua, terima kasih.

 

Dan juga putri-putriku terima kasih atas kamu datang untuk berkumpul, untuk bertemu dengan Aku Ibumu Maria pada malam ini. Terima kasih putri-putriku.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab para suster.

 

Terima kasih, dan juga anak-anakku semua yang ada di sini, selamat malam!

 

Selamat malam Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Surga tidak ada malam anak-anakku. Surga terang! Kemuliaan Allah menerangi surga, seisi surga maka surga tidak mempunyai waktu sama seperti waktu yang ada di bumi ini. Kini kamu berkumpul sampai malam ini. Kamu mungkin belum belajar untuk menyatu didalam doa.... waktu yang tidak terbatas.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, jangan kamu berpikir! Aku Maria, Aku Ibumu. Inilah caraku yang terakhir untuk menyampaikan pesan yang terpenting untuk anak-anakku di negaramu ini. Jangan dipikirkan! Engkau tidak sanggup memikirkan surga. Engkau tidak sanggup memikirkan semua rencana Allah tetapi terimalah dengan baik karena ini semua diberikan untuk kebahagiaan kamu.

 

Anak-anakku dan juga kamu para imam, Aku sangat mengasihi kamu. Apakah engkau mengerti penyertaanku dengan para imam? Aku selalu menyertainya walaupun ada sebagian para imam tidak mengerti tentang Aku Ibunya. Tetapi ini Kulakukan karena inilah penyerahan sangat dalam dari Allah khususnya untuk para imam. Bagaimana para rasul diserahkan kepadaku setelah Tuhanmu kembali ke surga. Sungguh Aku mengatakan ini kepadamu para imam. Engkau dipanggil untuk bersatu dengan Allah untuk (menjadi perpanjangan)  tangan Allah, untuk mengumpulkan anak-anakNYA dan Allah mau menyatakan dalam kehidupanmu supaya anak-anakNYA mengerti bahwa Allah itu ada di surga. Inilah tugasmu para imam. Jangan berhenti untuk membawa anak-anak Allah sepenuhnya supaya mereka tidak diambil dari kehidupanmu. Sungguh Aku Ibumu mengatakan itu yang benar. (Wahyu 2: 5)

 

Berbahagialah kamu  yang setia, dimana kamu dipanggil engkau membuka hati dan mengatakan “ya” kepada Allah tetapi terimalah tugas itu sepenuhnya didalam kehidupanmu. Dan jangan lupa kamu mengurus, kamu membenahi, kamu mengumpulkan anak-anakku. Hai para imam, tugasmu membawa mereka. Jangan sampai mereka tersesat karena dunia ini. Jagalah mereka dengan baik. Engkau melayani. Sungguh, engkau melayani, melayani mereka maka penuhlah panggilanmu kaena panggilanmu adalah untuk melayani, melayani.

 

Hai para imamku yang Aku kasihi, dan engkau imamku yang telah memberikan anak-anakku di tempat ini, renungkan semua peristiwa, dari awal engkau telah memberikan Tuhan Allahmu dengan Tubuh dan DarahNya yang telah disatukan bersama kamu para imam, jagalah dirimu baik-baik supaya engkau tidak ‘tertimpa’ dengan tugas rohanimu ini.

Para imam, Aku menyapamu karena engkau adalah anakku yang diserahkan Allah kepadaku. Tanpa engkau sadari, Aku selalu menyertai kamu didalam doaku. Dan sekali lagi para imam, saat-sat terakhir, Aku minta berkatalah kepada anak-anakku tentang Allah yang begitu mencintai. Allah mempersiapkan anak-anakNYA saat-saat pemurnian akan datang.

Sungguh Aku mengatakan, kalau itu terjadi engkau sudah melaksanakan tugasmu dengan baik, para imam. Karena negaramu ini akan terjadi kepedihan-kepedihan supaya anak-anakku tidak takut menghadapi kepedihan itu karena engkau melindungi mereka semuanya sebagai seorang imam. Aku percaya, kamu yang ada di sini para imam, engkau sanggup melakukannya dengan panggilanmu menjadi kekasih Allah dalam kehidupanmu. Inilah isi hatiku, Aku menyampaikan kepadamu.

 

Dan juga putri-putriku yang Aku kasihi, kamu juga dipanggil untuk melayani. Layanilah anak-anakku dengan baik, sesuai dengan panggilanmu. Janganlah menghitung, banyak menghitung semua persoalan dengan dunia. Tapi hitunglah dengan kasih dan cintamu untuk melayani anak-anakku di tempat ini: yang sakit, yang papa, yang menderita. Tolonglah mereka karena apapun yang kau lakukan, engkau sudah bersamaku untuk melayani. Putri-putriku, setialah didalam panggilanmu. Sungguh! Apabila engkau setia, engkau sampai kepada tujuan. Tujuan adalah kebahagiaan yang diberikan kepadamu. Sekali lagi, melayani putriku, itulah kekuatanmu! Semua itu tanpa melayani, engkau tidak akan kuat, tidak berdaya karena melayani siapa pun engkau telah melayani Tuhan Allahmu di mana pun engkau berada. Ini pesanku kepada kamu putri-putriku yang ada di sini. Apa kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab para suster.

 

Terimakasih, terima kasih putri-putriku.

 

Dan juga anak-anakku yang Aku kasihi semuanya, Aku ingin kamu berkumpul bersama seperti ini. Dimana ada kelompok tidak ada penderitaan maka tertolong saudara-saudaramu saat-saat terakhir ini. Apakah kamu mau  bekerja bersama Aku Ibumu di surga?

 

Mau Ibu, jawab umat.

 

Mau ya, mau anakku. Itu juga apabila kamu mau bekerja dan melayani dengan baik, engkau sudah berikan kepada Allah. Engkau sudah memberikan segala-galanya kepada Allah. Mengerti kamu?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Apa kamu takut untuk menerima kebersamaan ini bersama Aku Ibumu?

 

Tidak Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Aku ingin di tempat ini, buatlah kamu berkelompok-kelompok dan sampaikan kepada imammu supaya kamu dapat melayani siapa pun saudara-saudaramu supaya mereka bahagia atas pelayananmu. Tuhan Allahmu juga bahagia karena engkau telah melayani Allahmu dengan baik.

 

Anak-anakku, apa yang telah disampaikan semua yang telah kau dengarkan, itu akan terjadi. Waktunya tidak lama lagi. Engkau akan melihat, dunia tidak damai. Negaramu, tidak damai. Banyak kesulitan, banyak penderitaan, banyak yang menangis, banyak segala macam silih berganti di negaramu, akhirnya negaramu akan terjadi kegoncangan disitulah awal dari pengertian sarana untuk kehadiran kuasa Allah untuk memurnikan dunia ini.

 

Anak-anakku, Aku Ibumu Maria bersama Agnes, datang dan bertemu untuk kamu semuanya. Aku sudah datang ke seluruh bumi. Aku datang ke negaramu karena di sini banyak anak-anakku yang harus disampaikan supaya anak-anakku siap untuk menghadapi pesan-pesan yang penting adalah pemurnian.

Jangan takut! Tidak perlu takut! Siapa pun yang membuka hati dan melayani dan menerima Allah sepenuhnya, dia akan selamat dalam peristiwa itu. Karena semua yang terjadi itu kehendak Allah, murni kehendak Allah anakku.

Tetapi apabila kamu tidak menyelesaikan hidupmu dengan baik, engkau akan sedih dan menderita saat-saat terakhir. Tetapi Aku sudah datang menyampaikan ini kepadamu supaya engkau ingat kembali bahwa Aku Ibumu Maria sudah menyampaikan, mempersiapkan diri untuk kamu semua bersama Aku Ibumu. Apa kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Baiklah, mulai malam ini hiduplah kamu dalam doa. Saling mengasihi, dan mencintai dan melayani dan mengampuni, itu sangat penting supaya kamu bisa bertemu dengan Allah sepenuhnya. Terima kasih anak-anakku.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih untuk semuanya. Dan terima kasih juga untuk para imam yang ada di sini. Itu bukanlah kemauanmu sendiri, Allah memanggilmu. Sedikit saja hatimu terbuka, engkau dimasukan dalam perjalanan ini. Manusia tidak bisa memaksa tapi Allahmu yang memanggilmu dalam perjalanan ini, disatukan dengan Aku Ibumu di surga. Para imam.., Aku berdoa untukmu.

 

Inilah Ibumu Maria tetap bekerja melayani anak-anakku di seluruh bumi. Inilah yang  Kumintakan supaya semua yang terakhir ini akan dinyatakan oleh Allah. Engkau akan menjadi saksi apa yang Aku katakan ini kepadamu. Terbuka..... semua mendengarkan apa yang telah Aku sampaikan melalui Agnes. Agnes anak ini dipanggil untuk kamu. Doakan dia, bersama dia, dan kamu yang dipanggil bersama Agnes, bekerja sama dengan Agnes. Apa kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Dan juga kamu Isak Doera, Alexius yang dipanggil, bekerja samalah dengan Agnes. Semua akan dinyatakan. Engkau saksi tentang kebenaran ini. Ini yang Kusampaikan kepadamu yang mendampingi Agnes untuk melayani anak-anakku saat terakhir ini. Terima kasih untuk kamu Alexius dan juga Isak Doera, terima kasih banyak sepenuhnya. Sungguh, Aku mengucapkan terima kasih atas kesediaanmu bersama Aku Ibumu untuk pergi dan pergi untuk bertemu dengan anak-anakku seperti ini. Jangan sekali-sekali kamu menolak tapi katakanlah “iya” supaya kau bahagia. Alexius dan juga Isak Doera, jaga dirimu baik-baik! Itulah harapanku supaya kuasa Allah dinyatakan saat ini.

 

Terima kasih untuk kamu semua anak-anakku, dan renungkan semua peristiwa yang kamu alami pada malam ini. Baiklah sampai bertemu dalam doa, Aku tetap bersamamu dan bersama anak-anakku semuanya di bumi ini dan kamu semua yang ada di sini. Aku Ibumu Maria ada, benar-benar ada. Inilah peristiwa iman yang boleh kamu alami. Tidak ada yang lain, tidak ada lain! Terimalah apa yang sudah kamu terima, jagalah dengan baik. Banyaklah berdoa, banyak melayani. Itulah pesanku untuk kamu semuanya.

 

Terima kasih untuk anak-anakku, dan para imam, dan putri-putriku yang ada di sini, terima kasih atas kehadiranmu dan mendengarkan isi hatiku dari surga melalui Agnes, anakku yang Aku kasihi ini Kuberikan kepadamu. Kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Kalau engkau mengerti jadilah kamu anak yang baik, berjuang dan setia supaya kamu bahagia anakku. Bahagia di bumi dan bahagia bertemu dengan Allah di surga dan bertemu dengan Aku Ibumu di surga. Terimakasih, terima kasih anak-anakku. Selamat malam!

 

Terima kasih Ibu Maria, selamat malam, jawab umat.

 

---ooo0ooo---