Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia

Gereja St. Familia Sikumana - Kupang, 9 Januari 2006

 

Pengantar

 

Tadi kita sudah mengawali dengan Misa, menyambut Tubuh Tuhan dalam kehidupan kita. Itu adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita dimana kita menerima Tuhan Yesus, berarti kita menyambut-NYA sepenuhnya didalam kehidupan kita masing-masing. Dan saya percaya anda untuk menerima Tuhan itu dengan sungguh-sungguh, dengan kerinduan, atau dengan cinta sehingga kita pantas untuk menyambut-NYA. Itulah harta surgawi yang telah ditinggalkan diantara kita semua sebagai anak-anak yang dikasihi-NYA.

 

Memang hujan tadi dikatakan Ibu Ola pengorbanan. Sebenarnyaa walaupun hujan kalau hati kita terbuka pasti saudara-saudara kita sudah sampai di Gereja ini. Tadi saya melihat beberapa tahun yang lalu kuasa Tuhan hadir, 600 ratus orang hadir manyaksikan mujizat yang diberikan Allah melalui Ibu Maria. Ternyata yang datang kembali 7 orang. Sempurna kata 7 ya? Berapa tadi?

 

Sepulu orang, jawab umat.

 

10 orang dengan jumlah yang 600, kemanakah mereka? Itulah yang dipertanyakan Ibu Maria di saat kita berangkat ke Fatima. Di sana juga ada penampakan, Ibu Maria hadir dan Ibu bertanya dan menyampaikan kepada saya, Agnes dimanakah hati mereka? Mereka berduyun-duyun tapi pesan dari Ibu Maria...karena disanalah Ibu Maria membuka jalan dan memberikan pengertian tentang pemurnian melalui Lucia. Dan kami diajak oleh Ibu Maria untuk dipertemukan, untuk menjadi saksi oleh Ibu Maria. Khusunya untuk Eropa, bnyak anak-anak Tuhan di Eropa yang telah meninggalkan dan mencari dunia. Gereja banyak yang tutup karena banyak yang tua-tua yang jompo-jompo, yang masih setia ke Gereja. Jadi Ibu Maria mengatakan tanda itu akan terulang kembali dimana kamu datang. Ternyata pesan Ibu Maria dibuktikan dinyatakan kepada kami. Cukup berat kan perjalanan kelompok ini karena kelompok inilah akan menjadi saksi yang terakhir tentang pesan Ibu Maria karena Lucia sudah meninggal.

 

Sebelumnya saya tidak mengerti tentang penampakan ya. Bagaimana Ibu datang ke seluruh bumi. Saya tidak mengerti. Saya datang menjadi orang Kristiani ini hanya ingin selamat saja dan saya tidak pernah mempelajari tentang penampakan, tentang ini, sejarah apa dan segala macam. Saya tidak! Hanya pengertian inilah Ibu yang memberikan penjelasan kepada saya dan sampaikan kepada anak-anakku dan anda sekarang ada di sini dan telah disampaikan oleh Ibu Ola. Pemurnian sudah dekat saudara-saudaraku. Lihatlah dunia.., kita bisa melihat di TV, radio maupun dimana saja, khususnya di Indonesia sudah terpuruk-puruk. Indonesia mengalami bencana-bencana yang silih berganti. Ini akan terus, ini baru kecil. Pengalaman ini baru kecil tapi kata Ibu Maria tanda itu akan besar, akan datang diantara kamu.

 

Jadi kami datang bukan untuk manakuti anda. Kita bertobat bukan karena takut tapi kita bertobat karena cinta kepada Allah dan mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita sehingga kita datang dan mau bertobat. Kalau karena takut kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Takut, teruslah takut karena pemurnian itu dahsyat. Jadi anda yang ada di sini bersyukurlah anda membuka hati walaupun hujan lebat anda tetap mau datang dan mau tahu danmau mendengar. Kata Tuhan, sedikit saja hatimu terbuka AKU ada bersamamu. Masalah hati sekarang ini ya, bukan fisik. Hati adalah keyakinan dan percaya, dan mengimani kepada Allah seutuhnya.

 

Ibu Maria mengajak kita untuk kembali kepada Allah, bukan kita untuk sempurna saudara-saudara atua suci. Tidak ada manusia yang suci dan sempurna. Hanya Allah di surga. Kita mau berjuang untuk menjadi kudus secara manusia, bukan kita mau menyamakan diri kita bersama Allah, tidak! Kekudusan manusia adalah mengarah kebaikan, mengarah kasih dan cinta dan melayani dan mau berkorban dan memberi dan pengertian antara satu dengan yang lain atas kelemahan dan kelebihan. Kita mau menerima saudara-saudara kita dan mengampuni. Di sini Tuhan mengatakan, kalau kau melakukan itu akrena kau cinta kepada-KU dan setia dan bersandar kepada-KU, hari ini juga AKU mengatakan kepadamu, kamulah anak-anak-KU yang AKU kasihi. Sempurna di mata Tuhan ya.

 

Semua apa yang diberikan Tuhan adalah untuk kebahagiaan kita. Allah ingin ciptaan-NYA yang percaya kepada DIA, bahagia di bumi dan bahagia kembali kepada DIA Sang Pencipta. Itu harapan surga. Mari kita tanggapi itu dengan merenungkan apa yang sudah saya perbuat untuk Tuhan maupun dalam keluarga saya, maupun saudara-saudara saya maupun saudara-saudara dalam iman di mana pun  kita berada dan tidak ada lagi permusuhan tetapi ada damai, damai dalam diri kita, damai kepada Allah dan damai kepada siapa pun di sekitar kita. Damai karena Allah adalah sumber kedamaiaan. Mana mugkin kita mau mengatakan bahwa saya anak-anak Allah tapi kita tidak membawa damai. Akhirnya orang tidak percaya yang kita imani. Kata Ibu Maria, Allahmu akan dikenang dan dicari melalui sikap dan tingkah lakumu.

 

Surga mengajak kerjasama didalam karya keselamatan ini. Bukan Allah tidak bisa bekerja sendiri tapi Allah adalah Allah Mahakuasa. DIA bisa melalui kuasa-NYA seluruh bumi tunduk kepada-NYA tapi bukan itu Allah memberikan segala-galanya dalam diri kita dan menyadari sepenuhnya dalam diri kita. Allah ingin kita sepenuhnya sadar untuk datang kepada Allah. Jadi Allah tidak pernah memaksakan manusia untuk percaya kepada DIA.

 

Sudah sekian lama 2000 tahun yang lalu sampai sekarang masih banyak manusia lama di bumi ini. Siapa pun yang tidak dibaptis dalam nama Tuhan dalam roh, dia masih manusia lama. Siapa yang dibabtis dalam roh, dalam Tuhan, dia adalah manusia baru.(Yoh 3:3-7)  Berbahagialah kita saudara-saudaraku untuk menerima Allah yang dekat, Allah yang cinta. DIA ingin dekat kepada kita dan selalu ingin dekat kepada kita, tetapi karena kesibukan-kesibukan kita karena dunia, Allah itu kita tinggalkan. Tidak! Kita balik semua hidup ini untuk Allah sisanya adalah bekal dalam perjalanan kita, supaya perjalanan kita ini penuh berkat. Kalau kita mencari dan berjalan sendiri tanpa Tuhan kita akan terpuruk-puruk dan tidak akan pernah mengandalkan Tuhan dalam hidup kita hanya mengandalkan kemampuan kita masing-masing.

 

Kata Tuhan Yesus, bawalah AKU dalam kehidupanmu dan sebutkanlah nama-KU adalah Yesus. Sudahkah kau minta dalam nama-KU dengan hatimu? Kadang-kadang kita meminta pada Yesus memaksa. Memaksa kehendak pribadi. Sebenarnya kalau kita hidup dengan baik, semua akan diberikan, disediakan oleh-NYA kehidupan sehari-hari. Mengapa kita kurang percaya bahwa Allah bisa memberikan apa saja kepada kita tapi kadang-kadang kita mau instan, mencari segala-galanya sepenuhnya dan memiliki dunia ini sepenuhnya dalam hidup saya maka terpuruk-puruklah. Banyak anak-anak Tuhan terpuruk-puruk karena mengejar dunia, tidak mensyukuri apa yang diberikan Tuhan sekecil apa pun itu penuh berkat dan cukup. Kata Ibu Maria, janganlah engkau melelahkan dirimu sehingga engkau tidak bisa datang kepada Allah dengan baik. Kadang-kadang kita doa, belum selesai doanya kita tidur. Doa rosario putus karena rajin tapi karena tertindih-tindih karena kita ketiduran. Kata Ibu Maria, jangan lelahkan dirimu anak-anakku, tetapi berjalanlah apa yang kau kerjakan dan yang kau cari, mintalah berkat dari Allah supaya engkau bisa bertemu dengan Allah dengan baik, berdoa dengan baik didalam hidupmu. Komunikasi tidak boleh putus. (Efesus 6:18). Apabila komunikasi itu putus, setan yang akan menyapa kita. Benar tidak saudara-saudara?

 

Benar, jawab umat.

 

Dia akan ngobrol sama kita, yang diobrolkan adalah kesenangan dunia: di sana ada bisa cari duit, cari ini, cari itu. Dia ngobrol. Akhirnya bukan Tuhan yang ngobrol dengan kita tapi iblis yang ngobrol dengan kita. Saudara-saudara yang terkasih, rasul Yohanes mengatakan dalam kelemahanmu itulah iblis mencobaimu. Benar tidak?

 

Benar, jawab umat.

 

Anda sadar itu ya. Dalam kelemahan kita masing-masing maka kita diajak untuk punya kerendahan hati supaya kita tahu siapakah aku ini, sehingga kita tidak lupa dan terjerumus dengan kelemahan kita masing-masing. Inilah rasul Yohanes mengingatkan kepada kita.

 

Dan rasul Paulus mengingatkan kepada kita juga, harga diri itu masih banyak dalam kehidupan kita masing-masing. Harga diri ini untuk apa kita pertahankan sedangkan Allah menjadi manusia harga dirinya sebagai Allah dia tinggalkan itu demi cinta-NYA kepada manusia yang diciptakan-NYA (Fili 2:3-8; I Kor 4:6-11). Harga diri akan sombong, akan merugi, dan kita tidak mendapatkan apa-apa dan kecewa, pedih.

 

Mari kita merenungkan sebagai anak-anak Allah, apa yang harus saya perbuat saat-saat terakhir ini. Saya mengatakan, apa yang disampaikan oleh surga, saya tidak menambahi dan mengurangi, Allah juga mendengarkan saat ini apa yang saya katakan kepada anda sekalian yang ada di sini.

 

Kami meninggalkan semua itu demi anak-anak Ibu Maria. Kami tinggalkan keluarga kami jauh-jauh, demi anak-anak Ibu Maria untuk menyampaikan ini supaya kita semua tidak ketinggalan menyambut pemurnian nanti. Sudah dekat saudara-saudaraku. Lihat saja nanti anda akan merasakan satu demi satu peristiwa akan turun ke bumi ini. Anda akan merasakan. Maka dengan kejadian itu semuanya Ibu Maria mau mengatakan, jangan takut tapi mulai berbenah diri apa yang harus saya katakan, apa yang harus saya perbuat, saya persembahkan rasa syukur saya kepada Allah.

 

Kita mau dimurnikan saudara-saudara. Ini pemurnian pribadi dalam keluarga sudah berjalan. Sekarang banyak dalam rumah tangga, suami-istri banyak perpecahan. Itu banyak dimana-mana tetapi Ibu Maria mau mengatakan, bersatulah kamu dalam keluargamu, saling mengasihilah kamu, ada damai dan doa. Jangan lagi ada kekerasan dan saling percaya antara suami-istri. Tidak ada yang disembunyikan dalam keluargamu, kata Ibu Maria. Inilah menjadi suatu peperangan dalam keluarga karena tidak jujur antara satu dengan yang lain. Itu banyak terjadi perpecahan dalam keluarga anak-anak Ibu Maria karena saya selalu dibawa disatukan dengan mereka semuanya.

 

Mudah-mudahan di sini tidak ada. Kalian hidup damai dalam keluarga masing-masing dan syukurilah dalam keluarga dan jangan  terlalu jauh untuk meminta kelebihan-kelebihan apa yang kalian dapat berkat dalam keluargamu atau suamimu, terima dengan baik dan jaga dengan baik supaya dalam keluarga itu bisa saling mendukung antara satu  dengan yang lain. Terjadi perpecahan satu adalah karena materi, karena kehendak, keinginan yang berlebihan dalam keluarga itu, maka terjadi pergolakan antara suami dan istri dan kadang-kadang suami juga tidak jujur. Dia kadang-kadang mendapat berkat itu tidak diberikan kepada istrinya. Itu banyak, itu berbohong, itu dosa. Milikmu adalah milik keluarga, dalam keluarga. Inilah kata Ibu Maria, hai suami-suami, jujurlah kamu terhadap istrimu dan anak-anakmu. Itu kata Ibu Maria. Ini yang selalu terjadi dalam keluarga sehingga terjadi perpecahan, ramai. Kadang-kadang muncul kata-kata, aku minta cerai. Ada itu, banyak! Padahal dia ngerti tidak ada ajaran Tuhan untuk cerai mencerai, karena iblislah mengajarkan itu karena apa penyebabnya, karena tidak ada kejujuran dalam keluarga itu masing-masing. Jadi malam ini untuk perenungan untuk semuanya supaya apa yang kami sampaikan ini berarti bagi saudara-saudara, menjadi bekal dalam perenungan supaya apa yang dikehendaki Ibu Maria, kita berjaga-jaga bersama-sama untuk menantikan pemurnian yang sebenarnya.

 

Karena saya bisa mengatakan demikian karena saya sudah tua, cucunya sudah sepuluh. Jadi pengalaman-pengalaman ini boleh saya bawa dalam keluarga-keluarga anak-anak  Ibu Maria. Kalau kita damai betapa indahnya dalam keluarga itu sehingga kita boleh mengalami memuliakan Allah dan mewartakan melalui sikap dan tingkah laku kita bahwa Allah itu memang benar-benar kasih adanya. Ini yang saya sampaikan untuk persiapan kita, untuk bahan perenungan kita supaya kita boleh mengalami sukacita saat-saat terakhir ini.

 

Saudara-saudaraku yang akan menyolok adalah bencana. Tidak ada satu pun yang akan terhindar dari bencana. Dia akan mengalami tapi mengalami dengan suka cita. Tidak takut, tidak kuatir karena Allah yang bekerja. Kalau Allah yang bekerja pasti Allah akan melindungi anak-anakNYA yang setia kepada DIA dalam segala rencana-NYA. Karena bencana ini bukanlah bencana alam, ini awal dari pemurnian mempersiapkan kita apakah manusia mau bertobat dengan segala bencana yang silih berganti atau manusia bertambah bebal mengartikan semua yang sudah datang diantara kita. Ini yang saya sampaikan kepada kita semuanya. Mari kita ramai-ramai menerima pesan ini dengan baik dan kita mau diubah hidup kita dengan baik supaya perjalanan ini lebih indah. Itu yang dikehendaki Ibu Maria.

 

Di sini dikatakan kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia. Lho, Ibu Maria sudah bahagia di surga. Lho kita kok nga bahagia, kenapa kita nga mau bahagia? Kalau Ibu Maria bahagia, kita juga harus bahagia dan merasakan kebahagiaan itu sendiri bersama Ibu Maria, asal kita mau diajak oleh Ibu Maria untuk menjadi anak yang baik. Inilah yang saya sampaikan pada malam ini. Itu juga perenungkan buat saya dan anda dan saya punya harapan setelah nanti kami pulang dalam pelayanan ini, Ibu Maria bahagia melihat anda yang sudah menjadi harapan oleh Ibu Maria dalam pesannya. Amin.

 

Pesan Ibu Maria

 

Selamat malam untuk kamu semua anak-anakku yang Aku kasihi.

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih, dan salamku untukmu hai imam-imamku yang Aku kasihi. Aku mengasihi kamu dan Aku selalu menyertai kamu, engkau tidak sendiri. Terima kasih atas kehadiranmu pada malam ini.

 

Terima kasih Ibu, jawab para imam.

 

Terima kasih. Anak-anakku yang Aku kasihi semua yang ada di sini, inilah Aku Ibumu bersama Agnes. Saat ini Aku bertemu, inilah isi hatiku yang Kuberikan kepadamu supaya engkau mengerti. Aku ada, Aku ada anakku. Aku hidup, Aku bahagia di surga, dan penyertaanku ini tidak berakhir sampai Tuhan datang kembali, selesailah tugasku. Semua akan hidup dalam sukacita di surga. Ada juga yang menderita selama-lamanya. Tapi Aku ingin kamu semua bahagia. Masuklah dalam kebahagiaan itu yang telah disediakan Allah bagi kamu yang percaya. Setia anakku. Aku mengatakan ini kepadamu. Aku menyampaikan ini kepadamu. (Tiba-tiba seorang Ibu berteriak menyerukan nama Ibu maria, red)

 

Anak-anakku, anakku....., anakku....., jangan susahkan hatimu. Anak-anakku semuanya, kalau kamu percaya dalam iman engkau tidak seperti itu. Anak-anakku, berimanlah yang benar. Berimanlah yang benar anakku supaya engkau tidak dalam kekuatiran dan ketakutan. Janganlah kau lakukan seperti itu. Siapa yang percaya akan diselesaikan masalah hidupnya. Percaya membawa kebahagiaan. Dimanakah imanmu sehingga kau meronta-ronta seperti itu, dan kamu juga yang ada di sini hiduplah dalam iman. Apa pun masalahmu dalam hidupmu ini engkau akan menyerahkan semua itu kepada Allah. Allah akan menyelesaikannya. Allah tidak pernah meninggalkan anak-anakNya asalkan hidupmu baik, imanmu baik karena imanmulah semua akan terjawab didalam kehidupanmu.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, khususnya para imam yang Aku kasihi, panggilan itu indah buat kamu semuanya. Sungguh Aku mengatakan, yang bisa menyelesaikan kehidupan manusia hanya kamu bersama Allah. Itulah yang Aku katakan. Diluar itu mereka tidak mendapatkan apa-apa. Maka Aku mengatakan keadaanmu hai para imam, laksanakanlah tugasmu dengan baik. Kuasa Allah menyertai kamu sekalian sehingga kau dapat melakukan dalam kehidupan anak-anakku. Inilah yang Kukatakan kepadamu. Hanya para imam yang dipanggil bisa mempersatukan dan memberkati, ada dua pria dan wanita disatukan menjadi satu karena Allah memberikan berkat melalui kehidupanmu. Apa yang sudah ada menjadi hukummu, hukum untuk menentukan kehidupan manusia didalam hukum gereja. Itulah kesempurnaan. Maka jagalah dengan baik. Apa yang sudah tertulis tetaplah tertulis; dan Aku minta para imam jagalah sarana-sarana gereja ini karena setelah pemurnian itu selesai kamu mengumpulkan itu kembali dan berdoa seperti ini. Itu yang Aku pesankan kepadamu. Apa pun yang telah kau lakukan semuanya itu akan berlanjut. Jaga baik-baik.

 

Dan juga kamu anak-anakku, ketenangan dalam hidup adalah iman yang penuh dan ada dalam kehidupanmu. Iman itu mengalahkan dunia. Iman itu engkau bersatu dengan Allah dan percaya pada Allah. Allah Mahakuasa menyelesaikan semuanya tentang dunia.

 

Anak-anakku, persiapkanlah dirimu dengan baik. Jaga dirimu dengan baik. Jangan cemarkan dirimu lagi bersama dunia tetapi bersihkan hatimu, kehidupanmu untuk bersatu dengan Allah. Inilah yang Kumintakan supaya kamu siap menghadapi pemurnian yang akan datang dan tidak lama lagi akan kamu alami bersama. Tetapi kedekatanmu, kesetiaanmu itulah yang menjaga dirimu, keluargamu dengan semua peristiwa-peristiwa yang akan turun ke bumi ini.

 

Anak-anakku, jangan takut, semua mengalami. Aku datang mempersiapkan kamu semuanya supaya kamu semua bahagia dalam mengalami pemurnian nanti. Inilah yang Aku sampaikan pada malam ini untuk kamu semua yang ada di sini.

 

Dan kamu para imam, bawalah anak-anakku kembali kepada Allah dan tunjukkan jalan itu, kebenaran-kebenaran itu supaya anak-anakku bisa berjalan dengan tenang sampai kepada tujuan adalah Allah. Itulah tugasmu hai para imam. Aku Ibumu selalu menyertai kamu semuanya walaupun mereka tidak percaya Aku tetap mengasihi mereka semuanya. Engkaulah saksiku, nanti engkau akan mengumpulkan mereka kembali untuk bersatu untuk melayani anak-anakku.

 

Terimakasih atas pertemuan ini Aku sangat bahagia walaupun kamu yang datang sedikit, itu tidak apa-apa. Tetapi yang sedikit ini menjadi sarana bagiku untuk mau melayani dan menyampaikan kebenaran-kebenaran ini kepada saudara-saudaramu. Apa kamu bersedia?

 

Bersedia Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih atas kesediaanmu anak-anakku. Doaku menyertai kamu didalam pewartaan ini supaya anak-anakku juga bahagia seperti kamu saat ini. Terima kasih untuk kamu semua.

 

Dan kamu yang bersama Agnes: Isak Doera, Alexius dan juga kamu semua yang menyertai Agnes dalam pelayanan ini, Aku sangat mengasihi kamu, mencintai kamu, walaupun kau bersusah-payah dan berjuang untuk menerima tugas ini bersama Aku Ibumu untuk melayani. Teruskanlah perjuanganmu anakku. Aku Ibumu Maria di surga menyertai kamu sekalian. Terima kasih untuk  semuanya.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Mari kita satukan kembali, bersatu dalam doa, kita datang kepada Allah yang Mahakuasa.

 

Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu

karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu. (3 X) Amin.

 

Terima kasih juga kepadamu hai imamku Yulius. Di hari tuamu engkau bahagia dan kebahagiaan itu ada bersamamu karena Allah mengasihimu karena engkau baik adanya. Dan juga Ibumu Maria mengucapkan terima kasih kepadamu Yustinus. Engkau telah memberikan anak-anakku ini untuk bertemu dengan Aku dan renungkanlah kembali dan engkau sebagai seorang imam tidak ada salahnya dan tidak berdosa, dan jangan takut sampaikanlah kebenaran ini dimana engkau bertemu anak-anakku. Aku minta pertolonganmu di tempat ini supaya anak-anakku semua bisa dipertemukan, bisa menemukan kebahagiaan itu untuk persiapan pemurnian yang akan datang turun ke bumi ini. Apakah engkau mau bekerjasama dengan Aku?

 

Mau Ibu, jawab Pater Yustinus Teguh.

 

Terima kasih, terima kasih anakku. Inilah permintaanku kepada para imam. Jangan takut! Tidak ada satu pun yang bisa menghalangimu didalam menyampaikan kebenaran ini. Ini benar dan benar semua datang dari atas. Allahmu juga saat ini bersatu dengan kita semuanya. Jangan kuatir! Inilah Aku Ibumu Maria sudah datang diantara kamu melalui Agnes.

 

Terima kasih dan selamat berjuang dan berdoa dan melayani dan mengasihi. Terima kasih semuanya. Selamat malam untuk kamu semuanya. Sampai bertemu kembali dalam doamu dan Aku akan bersamamu di mana pun engkau hidup dengan baik dalam kebenaran di situ Allah hadir di tengah-tengah kamu. Terima kasih untuk kamu semuanya anak-anakku.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

---ooo0ooo---