Doa Bersama
Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia
Di Stasi Noelsinas –Sikumana, Kupang 13
Januari 2006
Pengantar
Bersama Ibu Maria dan rombongan
dan semua di seluruh Indonesia yang bergabung dengan Kelompok Pelayanan kasih
dari Ibu Yang bahagia kita semua bekerja bersama Ibu Maria di surga, bukan
bersama Ibu Agnes. Kalau ada yang mengatakan mari bekerja bersama kelompok ini
bersama ibu Agnes, tidak! Saya juga bekerja, sama dengan anda. Cuma saya
menyampaikan pesan kerinduan Ibu Maria kepada kita semua anak-anaknya di
Indonesia, hanya sebagai penyambung lidah. Inilah pekerjaan yang indah sekali
yang diberikan dari surga saat-saat terakhir. Jadi saya minta keloampok yang
ada di sini apa namanya dan kelompok yang memakai baju adat ini dari?
Letemneo, jawab umat.
Letemneo,
susah ngomongnya ya. Kalau kelompok yang di sini apa namanya?
Noel, jawab umat.
Ada
lagu Noel ya, natal. Hebat....lahir baru
terus, lahir baru terus di tempat ini ya.
Saudara-saudaraku selamat
bekerja. Anda punya niat nanti surga melihat bagaimanakah anda mau bekerja
dengan surga melayani anak-anak Tuhan di mana pun mereka berada. Jangan diam
dan berdoa, bukan itu permintaan Tuhan. Diam berdoa, kelompok ini kan pendoa?
Tapi bukan begitu. Berdoa dan bekerja dan melayani. Inti Firman Tuhan dalam
Kitab Suci, mengasihi Allah dan sesama. Kalau kita mau rangkum semua itu inti
hanya itu mengasihi Tuhan dan sesama maka kita selamat, dalam DIA kita selamat.
Jadi bahagialah kita punya Ibu
yang tetap bekerja bersama kita untuk melayani. Tidak bisa dinyatakan...itu
tidak kelihatan ibu Agnes. Memang sulit mengimani yang tidak kelihatan
saudara-saudaraku tapi lebih sulit lagi anda, sudah kelihatan juga anda tidak
melayani. Di depan mata juga tidak melayani. Kita mengimani yang tidak kelihatan
tapi kuasa-NYA mencakup dalam kehidupan kita apabila kita membuka hati kita
untuk DIA sepenuhnya. Kuasa Allah akan menyatu dalam kehidupan kita
sehari-harinya. Kuasa-NYA! Saudara-saudaraku Allah Mahakuasa. Itulah Allah
melayani sampai dengan sekarang bersama kita saat ini dan sampai dunia kiamat,
selesailah pelayanan itu dan DIA akan turun menjadi raja dan hakim bagi setiap
manusia. Dia tidak memandang, Tuhan saya kan pengikutmu, aku begini Tuhan. AKU
tidak mengenalmu terkecuali kamu setia
kepada-KU dan melaksanakan semua apa yang menjadi keinginan-KU didalam
kehidupanmu. Kalau kita sampai ditolak, mentang-mentang sudah dimeteraikan
dalam baptisan, itu tidak menjamin seutuhnya kalau anda tidak menerima
sepenuhnya baptisan itu dalam hidup kita masing-masing. Jangan kira kita sudah
ditebus, kita mati masuk surga. Enak banget! Tidak dong! Itu seperti orang
dunia mengatakan, tanpa berbuat apa-apa hanya doa dan doa, mereka bisa masuk
surga.
Tapi di sini kita disuruh
melayani. Pertama melayani keluarga itu sangat penting kata Ibu Maria.
Bapak-bapak harus dapat melindungi keluarganya, istri dan anak-anaknya dan
cucunya. Anda punya peranan besar melindungi keluarga masing-masing,
bapak-bapak. Jangan asal kawin banyak anak tapi tidak diurus, itu dosa ya.
Karena itu titipan Allah. Anak-anak itu titipan Allah, tanda kasih-NYA kepada
kita supaya anak-anak ini melanjutkan kerajaan Allah di bumi ini melalui
anak-anak kita. Maka jaga dengan baik, jangan terlantarkan anakmu. Anda punya
anak kecil urus baik-baik, jaga baik-baik. Sungguh aku mengatakan. Ibu Maria
mengatakan itu kepada kita dikarenakan kita tidak bisa bertanggung jawab
akhirnya anak-anak menderita. Jangan ya!
Kalau anda kesulitan anak
banyak, ikut bagaimana supaya kita tidak hamil punya anak, tapi alami. Harus
kerja sama antara suami dan istri. Alami dengan tidak merombak yang sudah ada
dengan semua alat-alat janggih yang ada di sekitar kita. Alami...berkorban.
Saya tidak mau melihat anak-anak
anda itu....pedih rasanya. Aku bertemu anak yang meler-meler, mungkin tidak
dimandikan. Aku pedih rasanya ya Tuhan..bantulah mereka untuk mengerti tentang
anak-anak mereka yang kau berikan kepada mereka Tuhan. Dengan adanya kelompok
ini sedikit demi sedikit semua akan menjadi baik. Masuk dalam kelompok ini
bukan sekedar nama. Tidak! Kita bekerja. Pertama kali yang kita lakukan dalam
keluarga kita, bagaimana kita melayani keluar, sedang dalam keluarga kita masih
berantakan. Saudara-saudaraku Ibu Maria juga tidak menghendaki itu, Tuhan juga
tidak menghendaki itu. Kalau kita mau bekerja sama dengan Tuhan dan kita mohon
Tuhan tolong, bantu saya supaya saya bisa membereskan keluarga saya, supaya
saya bisa pewartaan melayani. Jangan terlantarkan keluargamu karena kamu
melayani. Ibu Maria tidak sependapat. Urus keluargamu baik-baik, istri dan
anakmu urus baik-baik, baru kita melayani. Begitukan saudara-saudara?
Iya, jawab umat.
Iya, bukan tinggalkan semua demi
Tuhan. Biarlah itu terjadi, biar Tuhan urus. Eh nga bisa begitu. Anakmu makan
kamu masak, suapi anakmu. Allah tidak menurunkan makan dari surga
saudara-saudara. Allah memberkati apa yang anda sediakan dalam hidupmu. Aku
tidak mau anak-anakmu terlantar lagi ya. Saya ingin anak-anakmu bersih, kasih
makan, jaga baik-baik. Nah, di situlah kamu melayani. Jangan tinggalkan keluarga
berantakan karena melayani. Kita tidak mendapatkan apa-apa dalam pelayanan itu
ya.
Kelompok yang ada di sini yang
baru ini saya mau menyampaikan ini. Saya juga peran ganda sebagai istri sebagai
orang tua, ibu, sebagai nenek. Tahukah saudara betapa bingungnya saya waktu
saya berangkat ke Kupang, pembantu sudah saya pulangkan semuanya karena tidak
sayang dengan cucu saya. Saya pernah dia memarahi cucu saya di kamar mandi.
Hai, kamu ada di sini kamu berani memarahi cucu saya, apalagi saya tidak ada. Saya
bingung. Saya mau titipkan dengan besan saya. Tapi dia menjaga dua cucu saya
yang lain, karena anak saya dan mantu saya kerja. Apakah saya titipkan kedua
cucu saya ini pada dia? Pikir lagi! Tapi Bapak bilang, sudah tidak usah kamu
pikirkan, aku biar urus yang kecil, yang besar titipkan ke sana supaya aku bisa
urus yang 2 tahun karena anak saya bekerja. Dia titip cucu itu pada saya. Saya
menangis, Tuhan saya mau melayani anak-anakmu tapi tidak mungkin saya
meninggalkan kondisi seperti ini. Akhirnya anak saya yang punya anak kecil itu
menawarkan. Mama saya mencoba minta izin pada atasan. Bilang mama saya
sakit...wah..mama kok gitu. Aku mau uji dia tapi dia tidak mau melakukannya.
Dia bilang mama saya hari jumat mau ke
Kupang. Akhirnya dikasih 1 minggu. Itu kan luar biasa. Biasanya orang
izin cuma dikasih 1-2 hari. Karena mama saya mau pelayanan ke Kupang, jadi
tidak ada yang urus anak kecil ini.... eh atasannya iba. Itu rencana siapakah,
apakah otak si atasan itu bisa begitu saja tanpa Tuhan bekerja. Jadi saya
bersuka cita berangkat karena anak saya bisa izin 1 minggu untuk mengurus
anak-anak ini berdua.
Ini juga saya minta kepada anda
kalau kita mau melayani siarkan dulu dalam keluarga kita jangan sampai ada
peperangan persilihan paham dengan pelayanan dalam kelompok ini karena kelompok
ini menjadikan kita baik untuk melayani tetapi buahnya berantakan dalam
keluarga. Ini yang saya sampaikan.
Selamat bagi anda. Bijaksanalah
untuk mengatur perjalananmu untuk melayani sesamamu di mana pun mereka berada.
Kata Ibu Maria kan sudah jelas dimana ada kelompok penderitaan tidak ada. Benar
itu. Di sini ada kelompok, penderitaan terangkat karena kita gotong royong
untuk menolong saudara-saudara kita yang membutuh-kannya.
Waktu itu ada yang bertanya
kepada rasul Yohanes bagaimanakah kita bisa memberikan kasih? Di sepanjang
jalan banyak orang minta-minta. Rasul Yohanes memberikan penegasan, orang
pemalas jangan kau berikan. Itu kan pemalas, masih muda-muda minta-minta. Tapi
kau tolong orang yang sudah terpuruk-puruk, dengan usahanya dia tidak berhasil
untuk mencari sesuatu untuk yang menjadi kebutuhannya, di situlah engkau akan
mengangkat dan menolong orang itu. Dikasih! Bagaimana mau melayani tapi membeda-bedakan? Engkau tidak berdosa
tidak melakukan itu kepada mereka dan tidak mendapat apa-apa kau melakukan
kepada mereka yang minta-minta tengah jalan itu. Rasul Yohanes tegas waktu kita
bertanya itu sehingga akhirnya kita mengerti. Mari kita mau menolong orang yang
sangat membutuhkan, angkatlah penderitaan saudara-saudaramu di sekitarmu,
gotong-royong. Umpamanya ada yang sakit, saudara-saudaramu di sekitarmu, jangan
berkata ah...tunggu dulu kan dia baru masuk rumah sakit, besok saja atau lusa.
Kok berdoanya seperti itu. Pernah anda lakukan seperti itu?
Pernah, jawab umat.
Pernah menunda untuk berbuat
baik. Itu salah saudara-saudaraku. Disitu ada Yesus. Dimana ada penderitaan di
situ ada Tuhan. Carilah AKU! Kemana aku mencarimu Tuhan? Dalam sesamamu yang
menderita, yang papa, yang sedih, di situ AKU ada. Carilah AKU! Kita kan
bingung Tuhan kok dicari, dimana aku mencarinya? Carilah DIA didalam
penderitaan saudara-saudaramu, kita bertemu dengan Yesus. Apa pun yang kita
berikan kepada orang yang menderita yang sungguh-sungguh kita sudah
mempersembahkan semua itu kepada Yesus. Anda percaya?
Percaya, jawab umat.
Ini hal yang prinsip, hal sangat
penting dalam kehidupan kita melayani. Jangan menunda untuk berbuat baik.
Disitu saudara kita datang, apa kebutuhannya, kita lihat, kita berdoa, kita
lihat apa? Dia membutuhkan apa? Dia membutuhkan obat? Umpamanya tidak bisa beli
obat, kita gotong royong untuk membelikan obat itu kepada dia. Engkau telah
mengasihi Allah dengan persembahan itu. Harta kita adalah didalam sesama.
Hartamu bukan bersama dunia. Hartamu yang kekal tadi adalah didalam sesamamu
yang membutuhkan. Itu harta surgawi saudara-saudaraku. Kalau anda belum
melakukan itu kamu tidak dapat bekal pulang nanti. Kumpulkan harta itu, kata
Tuhan. Harta itu dimana Tuhan? Di sesamamu.
Lebih jelas, Tuhan hanya meminta
saling mengasihi, saling mencintai, hanya itu permintaan Tuhan, setia. Bukan
hai kamu semua jadi kudus dan suci baru kamu bisa bertemu dengan AKU. Allah
yang mana, kan kita manusia yang fana ini, sebentar lagi kita pulang dari
Gereja anda marah-marah. Apakah itu bisa dikatakan suci dan kudus. Yang kudus
adalah Allah, sempurna. Tidak ada yang memberikan kekudusan Allah. Allah
sendiri kudus dalam diri-NYA sejak kekal dan abadi. Maka kita menyembah DIA.
Kita menyembah Allah yang hidup,
yang bangkit supaya saudara-saudaraku tahu Allah itu siapa sih? Menurut kamu
siapakah AKU ini? Macam-macam! Kamu guru, kamu Mesias, kamu penyelamat, engkau
Roh Kudus. Yesus itu siapa menurut anda? Menurut kamu siapakah AKU ini? Itu
akan dipertanyakan sampai kita mati. Terus dipertanyakan kalau tidak lalai,
terlena, akhirnya mencari keselamatan-keselamatan yang tidak bisa menyelamatkan
kita yang datang dari dunia. Menurut anda siapakah AKU ini, kata Tuhan.
Menurutmu siapa? Siapa yang mempertanyakan? Filipus? (Yoh 14:8-10). Apa isi
dalam perkataannya tadi? Anda buka Kitab Suci tidak? Belajarlah dari Tuhan
melalui Firman-NYA didalam Kitab Suci. Firman itu hidup saudara-saudaraku. Anda
membaca, anda akan tergetar, Tuhan menyentuh dan memberikan pengertian. Tuhan
bicaralah Aku mendengarkan, kuasailah aku saat ini dan berikanlah pengertian
Tuhan. Jangan semua dibaca seperti komik. Itu bukan sejarah komik yang datang
dunia. Itu sejarah rohani, Firman Tuhan. Mau mengikuti Yesus tidak mengerti
siapa Yesusnya..... Menurut anda siapa Yesus itu? Menurut ibu, siapa Yesus?
Juru selamat, jawab seprang Ibu.
Yang
lain?
Tuhan Allah sendiri, jawab umat.
Ya, Yesus adalah Allah yang
hidup, yang sudah datang ke bumi ini, dan bangkit. Kalau DIA bukan Allah, DIA
tidak bisa bangkit, semua pada mati kok. Kita tidak menyembah Alalh yang mati
tapi menyembah Allah yang hidup yang mengasihi kita, yang memberikan kita hidup
supaya kita tidak terlena. Kan kita menuju Allah bermacam-macam cara? Tidak!
AKU-lah jalan kehidupan dan benar (Yoh 14:6). Hanya dalam DIA karena Allah tahu
jalan untuk menuju DIA maka inilah jalan untukmu supaya kau bertemu dengan AKU.
Diluar itu mereka tidak mengenal Allah yang mana? Maka mereka mencari dan
mencari dan mencari, tidak ketemu saudara-saudaraku.
Berbahagialah! Saya mengatakan,
sejak saya dibatis 1978, saya merasakan begitu Allah itu nyata. Sudah
berkali-kali saya bicara. Dulu saya berdoa 5 waktu sehari semalam. Hai
kemanakah itu? Dimanakah DIA? Saya panjat pohon, mengapa saya memanjat pohon?
Awal mulanya saya ingin mengerti supaya doa-doaku cepat diterima Sang Pencipta.
Itu kan gila. Pergumulan saya sejak kecil sudah ada, memang saya sudah
dibimbing oleh Beliau yang menciptakan saya. Jadi saya mengalami
pemberontakan-pemberontakan. Guru agama
saya saya sikat. Tahu sikat? Saya kejar dan dia harus berikan pernyatanaan yang
benar kepada saya. Guru agama saya...! Saya bertanya karena dia cerita tentang
Isa Almasih, DIA akan menjadi imam Mahdi bagi semua manusia yang ada di bumi
ini. Tersentak saya! Saya bertanya, kalau Isa Almasih menjadi imam Mahdi,
mengapa kita tidak mengikuti DIA? Saya di rotan oleh guru saya. Dulu saya
sekolah di Muhamadiyah. Itu SMP. Saya dirotan. Marah besar.. Kamu hanya tahu,
tapi kamu bukan pengikut DIA. Lho katanya DIA imam Mahdi akan mengumpulkan
banyak manusia seluruh bumi, kenapa kita tidak ikut DIA? Itu pemberontakan saya
waktu saya SMP.
Saudara-saudaraku memang saya
sudah mulai diajar oleh Tuhan. Tapi saya dibiarkan hidup di lingkungan dunia
supaya saya bisa bersaksi tentang dunia dan tentang DIA Allah yang Mahakuasa
adalah Tuhan Yesus. Tritunggal Mahakudus adalah satu adalah DIA. Sekarang
Kuberikan namamu, namaKU kepada dunia... Yesus. Yesus apakah artinya? Pernah
diajarkan oleh romo, apa artinya Yesus? Yesus itu siapa? Allah. Semua yang
indah-indah untuk Tuhan tapi yang lebih dari itu adalah milikNYA,
keberadaan-NYA. Siapakah Yesus?
Kasih, jawab umat.
Arti nama Yesus siapa? Karena
nama itu punya arti bagi dunia untuk menyelamatkan manusia, pada waktunya nama
itu tidak ada lagi di bumi, AKU datang sebagai Allah yang Mahakuasa untuk
mengadili orang yang hidup dan mati. Sekarang Yesus KU-berikan nama itu
kepadamu supaya kau bisa berkomunikasi, secara manusia kau datang. Bagaimana
kau bisa datang kepada Alah yang Mahakuasa, yang Maha suci kalau DIA tidak memberikan
sesuatu, alat supaya kita bisa bertemu dengan DIA. Allah yang memulainya untuk
bertemu dengan manusia. Allah menciptakan, Allah memelihara manusia yang
percaya kepada DIA. Allah bertanggung jawab atas ciptaan-NYA itu sendiri.
Apakah arti Yesus? Ibu Ola kamu ngomong kepada saudara-saudara kita supaya
kelompok Pelayanan kasih dari Ibu yang bahagia ini mantap untuk melayani! Ola
sebutkan apa arti nama Yesus itu bagi dunia?
Allah yang menolong, jawab ibu Ola.
Allah yang menyelamatkan. Tidak
ada lagi jalan untuk menuju DIA. Hanya DIA yang punya jalan untuk menuju surga.
Hati-hati kita punya anak, jangan sampai anak kita pergi meninggalkan Tuhan
dalam hidupnya, hai celakalah itu! Celaka! Jadi kita mantap. Jadi kita ikut
Yesus tapi pada waktu kita mengalami sesuatu kegoncangan....buktinya DIA tidak
menolong aku, kan masih ada jalan keselamatan di luar itu. Tidak ada saudaraku.
Tidak ada jalan keselamatan hanya satu Tuhan Yesus yang sudah datang ke bumi
ini. DIA-lah Sang Pencipta yang menciptakan kita semua, memelihara kita semua,
dan memberikan kita hidup di bumi dan hidup kembali kepada DIA, tempat sudah
disediakan-NYA dalam kebahagiaan.
Selamat
bagi kelompok berdua. Jadi ada 2
Kelompok ya.
Iya, jawab umat.
Kelompok berdua ini selamat dan
bekerja bersama Ibu Maria. Bijaksanalah melaksanakan tugas ini dengan baik
supaya Allah dicari, Allah dikenal, dan Allah diterima saat-saat terakhir ini.
Bujan anda menyebar kebenaran di luar anak Tuhan, kata Ibu Maria, urusanmu
bukan itu, sudah sekian lama, 2000 tahun yang lalu sudah sekian lama, kenapa
mereka masih memilih dunia? Kenapa tidak pilih Allah yang Mahakuasa? Itu
terserah dia. Dia pilih dunia atau pilih Allah.
Sekarang anda mulai berkeliling
mewartakan. Apabila melihat ada saudara-saudara kita yang jauh dan tidak pernah
ke Gereja. Bawa mereka ke Gereja, pulihkan imannya dan doakan dia dan rangkul
dia. Itu pekerjaan, karena anda yang merangkul, sebenarnya yang merangkul Ibu
Maria. Tangan kita dipakai oleh Ibu Maria, segala kehidupan kita dipakai oleh
Ibu Maria. Kamu melayani sebenarnya Aku yang melayani mereka. Aku tidak ada
lagi di dunia ini melalui kamulah Aku melayani anak-anakku. Indah ya?
Indah, jawab umat.
Baik, terima kasih. Sekarang
saya sudah cukup lama, tapi kalau sudah dalam kebenaran tak berhenti-henti
saudara-saudaraku. Ingin ngomong aja gitu, ingin berdialog dengan
saudara-saudara karena waktunya sudah tinggal sedikit sampai di sini saja kita
dialog dari hati kehati. Mungkin kapan kita bisa ketemu lagi, kita tidak tahu
juga ya. Itu kehendak Allah yang terjadi. Karena mungkin bulan depan saya akan
berangkat ke Irian jaya Timika atas permintaan dari wakil Uskup dan Uskup
menerima saya untuk anak-anakNYA dilayani. Tapi itu indah melayani, yang
penting kita bijaksana, keluarga kita tidak berantakan, semua beres. Kita pergi
kemana-mana juga dapat melayani dengan tenang.
Kata Tuhan Yesus, setiap langkah
kau tinggalkan, meninggalkan damai, kebaikan dan kebenaran karena semua itu
menuju keselamatan. Keselamatan itu siapa? AKU sendiri. Setiap langkah kata
Tuhan, kita meninggalkan damai. Jangan setiap langkah, di situ ribut,
eh...gara-gara Ibu Agnes, di situ berkelahi, pergi ke sana berkelahi lagi.
Tidak begitu! Setiap langkah yang kau tingalkan membawa damai, kebaikan dan
kebenaran. Itu pesan Tuhan Yesus kepada kita. Mau?
Mau,jawab umat.
Amin.
Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)
Apakah engkau mengerti betapa
kasihKU yang sangat dalam terhadap kamu semuanya. Maka KU-berikan ini kepadamu. AKU datang
melalui kuasaKU dan KU-antarkan diantara kamu supaya kau mengerti kembali apa
yang telah Ku-katakan dalam Firman-KU didalam Kitab Sucimu. Jangan lagi engkau
tidak mengerti. Mengertilah! Apa pun yang datang daripada-KU semua akan menjadi
baik dalam kehidupanmu, tetapi kalau itu datang dari dunia celakalah kamu
bersama dunia dan menderita bersama dunia. AKU minta daripadamu hai
anak-anakKU, inilah cara-KU. AKU tidak meninggalkan engkau sendiri saat-saat
terakhir. Kuasa-KU menaungi seluruh bumi ini. Aku menemui anak-anakKU dengan
cara-KU. Baiklah, AKU mengatakan kepadamu hari ini menjadi suatu perubahan yang
sangat besar dalam kehidupanmu dan AKU minta saling mengasihilah kamu. Sampai
bertemu lagi hai anak-anakKU, dalam doa AKU menunggumu.
Terima kasih Tuhan, kami mau datang kepada-MU. Sentuhlah hati kami supaya
kami tidak terlena bersama dunia, supaya kami boleh merasakan kapan kau datang
dan menolong dan membimbing dalam perjalanan kami. Terima kasih Tuhan Yesus.
Terima kasih, semua yang kau berikan kepada kami ini semuanya. Kami mau datang,
kami mau datang kepadaMu Tuhan. Amin
Pesan Ibu Maria
Salamku untukmu para imam: Isak
Doera, Yulius, Yustinus yang Aku cintai. Aku ada bersama para rasul. Itu juga
berlanjut sampai Tuhan datang ke bumi ini, Aku menyertai para imam-imam di bumi
ini, yang sadar atau pun tidak sadar tentang Aku Ibumu Maria, tetap ada
bersamamu.
Terima
kasih kehadiranmu hai anak-anakku semua yang ada di sini. Selamat siang!
Selamat siang Ibu Maria, jawab umat.
Siang di bumi, terang di hatimu
anak-anakku. Terang di bumi tetapi kegelapan ada di hatimu, engkau tidak akan
menikmati terang di bumi ini. Itulah iblis. Terang hatimu, itu sangat penting
di dalam perjalananmu ini.
Anak-anakku, Aku berjanji akan
bertemu dengan kamu. Kini Aku datang melalui Agnes, Aku menyapamu apa kamu
mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Terima kasih untuk
kamu. Kesediaanmu untuk bersatu dengan Aku Ibumu untuk melayani. Teruslah
melayani dan berdoa, itulah kekuatanmu. Aku ingin kelompok-kelompok ini menjadi
kelompok terang bagi sesamamu. Itulah permintaanku. Bukan saja sebuah nama,
engkau terima dalam kehidupanmu, tetapi isinya adalah melayani bersama Aku Ibumu Maria.
Anak-anakku yang Aku kasihi,
inilah Aku Maria yang sudah datang diantara kamu. Inilah isi hatiku diantar
oleh kuasa Allah melalui Agnes dan engkau harus tahu saat ini juga Aku ada di
surga. Sampai di sini engkau mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Kalau engkau sudah
mengerti. Supaya engkau tidak menghakimi dalam kehidupan Agnes dan semua
anak-anakku yang dipanggil untuk melayani. Aku berdoa untuk kamu, supaya kamu
sungguh-sungguh menyatakan dalam dirimu, kasih
itu tumbuh dalam kehidupanmu. Itulah anak-anakku. Damai, damai anakku, di mana
pun engkau berada karena Allah itu damai adanya. Aku minta saling mengasihilah
kamu didalam kamu melayani saudara-saudaramu.
Kamu semua adalah anak-anakku.
Aku tidak membedakan. Siapa yang percaya kepada Allah yang satu, dialah
anak-anakku. Inilah isi hatiku yang benar, yang datang dari surga untuk kamu
semuanya. Aku mengatakan selamat untuk kamu, dan Aku ingin kelompok ini
bertambah besar supaya semua anak-anakku bahagia. Apa kamu bersedia
anak-anakku?
Bersedia Ibu, jawab umat.
Doaku menyertaimu dalam
kesediaanmu. Allah akan memberkati
semuanya isi hatimu, keinginanmu untuk berbuat baik.
Terima kasih kamu sudah
mendengarkan apa yang menjadi keinginanku dan pesan-pesan penting yang telah
Kusampaikan di seluruh bumi, dan juga kamu menerima. Harapanku pemurnian ini
membawa kamu bahagia. Terima kasih untuk kamu semuanya.
Dan salamku kepada Agnes. Salam
kasihku yang sangat dalam kepada Agnes. Dialah yang menerima yang terakhir
untuk mewartakan pemurnian dunia. Itu semua apa yang sudah Kusampaikan kepada
dunia terutama kepada Lucia, itu semua mereka sudah ada di surga tetapi Allah
memanggilnya Agnes untuk melanjutkan apa yang telah Aku sampaikan tentang
pemurnian dunia. Dampingi dia dan doakan dia supaya dia kuat melaksanakan tugas
ini dengan baik. Jangan lagi kamu membuat Agnes sedih. Yang menyertai Agnes
jagalah dirimu dengan baik. Bukan saja kamu yang dilayani, masih banyak
anak-anakku yang akan dilayaninya. Kamu yang sudah lama bersama Agnes, hatimu
di mana? Hatimu di mana? Berdoalah........., saling menerima antara satu dengan
yang lain. Jangan lagi kamu membebani Agnes karena tugasnya cukup berat untuk
menerima pesan itu tentang pemurnian dunia. Tidak lagi terjadi! Tidak lagi
terjadi diantara kamu! Agnes kuat karena dia dikuatkan oleh Allah saat-saat
terakhir ini, khusus untuk dia. Dia tidak akan bisa dicobai oleh iblis dan
tidak ada pun satu dunia ini melukai kehidupannya karena dia dijadikan saksi
tentang perkataan Tuhan dalam rencanaNYA memurnikan dunia. Melalui kamu, iblis
akan bekerja untuk membuat Agnes sedih dan menderita karena sikap dan tingkah
lakumu yang tidak kau sadari sepenuhnya maka iblis mencobaimu.
Anak-anakku, mengertilah kamu!
Kamu dipanggil untuk bekerja dengan Aku Ibumu. Agnes, Agnes hanya menjadi
perantara semua ini untuk menyampaikan isi hati surga kepada anak-anakku. Cukup
berat yang dia tanggung dalam kebenaran ini. Aku menyapamu yang bersama Agnes.
Jaga dirimu baik-baik, supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari
dunia ini. Inilah nasehatku untuk kamu yang dipanggil melayani bersama Agnes.
Aku Ibumu, Aku mengerti begitu sulitnya manusia masuk dalam kebenaran-kebenaran
tetapi masuk dalam dunia, begitu mudah kamu mengerti dan menerima. Tidak ada
lagi terulang kembali. Cukup sampai di sini.
Anak-anakku yang Aku kasihi
semua, dan kamu juga seperti itu. Jagalah dirimu didalam pelayananmu ini,
supaya roh-roh jahat itu tidak ikut campur tangan didalam pelayananmu ini.
Inilah nasehatku. Aku Ibumu, Aku Ibumu, dan Aku minta kepada kamu yang bersama
Agnes, dan selalulah bertanya kepada Agnes, banyak hal-hal dia tanggung sendiri
dalam kehidupannya. Agnes tidak akan mengatakan itu, tapi kamu, kamulah
penghiburan bagi kehidupan Agnes dalam perjalanan ini. Agnes masih hidup, dia
masih berpijak di bumi ini dan banyak dia selesaikan maupun keluarganya maupun
anak-anakku. Semua ditimpakan oleh Allah bersatu dalam kehidupannya. Apakah itu
tidak engkau mengerti? Sejauh itukah engkau tidak mengerti? Sudah sekian lama,
kamu Kuantar bersama Agnes tetapi kamu masih mengecewakan hatinya. Baik,
renungkan apa yang Aku katakan ini, renungkan kembali supaya engkau masuk dalam
pelayanan ini sungguh-sungguh damai sukacita bersama Aku Ibumu di surga. Apa
kamu mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Baiklah kalau
engkau mengerti, tidak terulang lagi hal-hal dalam perjalananmu ini, dalam
melayani ini seperti yang dialami oleh Agnes. Baik anakku! Selamat kamu
melayani, selamat kamu berjuang. Selamat kamu berbuat baik. Selamat dan selamat
untuk datang sepenuhnya kepada Allah. Itulah doaku untuk kamu semuanya, karena
kamu, sungguh Aku mengatakan Aku mengasihi kamu maka Aku datang ke negaramu
ini. Kalau Aku tidak datang ke negaramu ini, habislah kamu semuanya. Tidak!
Surga tetap bekerja untuk menyelamatkan anak-anakNya. Mengertikah kamu?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih, terima kasih untuk
kamu semua yang ada di sini dan terima kasihku untukmu para imam yang
mendampingi anak-anakku dalam kebenaran ini. Mungkin yang lain masih menutup
hati, doakanlah mereka. Itulah tugasmu hai para imam. Penyertaanku selalu
didalam kehidupanmu di mana pun engkau berada. Terima kasih.
Mari satukan hatimu dengan Aku
Ibumu di surga. Mari Aku bawa kamu semua, Kupersembahkan kepada Allah seutuhnya
kepasrahanmu ini. mari kita berdoa bersama-sama:
Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini
juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu
karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu. (3 X) Amin.
Dan Aku mengucapkan terima kasih
kepada Agnes dan kamu dalam melayani ini. Dan Aku berdoa dalam perjalananmu
supaya perjalananmu indah dan sampai kepada tujuan, kepada keluargamu, maupun
juga kamu Isak Doera, Aku berdoa untuk kau dan anak-anakku yang akan bertemu
dengan rekanmu, Aku berdoa. Semua akan menjadi baik. Terima kasih anak-anakku
semuanya. Selamat bekerja untuk kamu semuanya.
---ooo0ooo---