Penjelasan SALIB oleh
Rasul Yohanes bersama
Kelompok Pelayanan Kasih
Dari Ibu Yang Bahagia
Pada rekoleksi di
Gedanganak-Ungaran, 28 Agustus 2005
Romo yang saya cintai dan saudara-saudaraku semua yang
ada di sini yang dicintai Tuhan dan Ibu Maria, tadi romo sudah menjelaskan
bagaimana Allah menjadi manusia dengan segala rencanaNya. Saya menyambung lidah
tentang pengertian Salib itu sebenarnya siapa.
Saudara-saudaraku yang terkasih, romo tadi telah
menjelaskan arti Tri Tunggal Maha Kudus : Allah, Tuhan Yesus, Roh Kudus. Tri
Tunggal Maha Kudus adalah Dia sendiri. Sebelum dunia dijadikan Tri Tunggal Maha
Kudus sudah ada di surga. Saudara-saudaraku terkasih, TriTunggal Yang Maha
Kudus ini kalau tidak diwujudkan oleh Tuhan maka Salib itu tidak tampak. Salib
itu tidak ada. Tadi Romo mengatakan, kalau Allah tidak menjadi manusia turun ke
bumi ini, kita semua tidak mengenal Allah, dan kita tidak tahu siapa yang
menciptakan kita. Tidak jelas. Dan apa arti hidup juga tidak jelas. Akhirnya
kita mati sia-sia. Maka Tuhan melaksanakan apa yang menjadi tujuan dan
rencanaNya untuk menyelamatkan manusia yang diciptakanNya.
Ada 2 hal kematian : mati sia-sia dan mati bahagia. Semua
manusia sejagat ini pasti akan mengalami kematian. Yang membuat manusia mati
itu adalah Allah sendiri. Dan setelah bangkit, tidak ada menuju kebahagiaan di
surga, itulah mati sia-sia, bagi yang tidak mengenal Yesus Allah yang Mahakuasa.
Tapi siapa pun yang diciptakan, dia mengalami kematian. Tetapi bagi kita
sendiri, kita mati akan mengalami 3 hal : mati, bangkit, tujuan kita adalah
surga. Ini adalah lambang Tri Tunggal Maha Kudus di dalam Salib Tuhan sendiri
yang kita terima pada saat ini, yang kita mengimani Dia seutuhnya.
Saudara-saudaraku terkasih, Allah menjadi manusia. Satu,
itu Mahakuasa. Tapi dunia ini bisa mengatakan: manusia menjelma. Dia mau
menjelmakan diri berupa babi, kucing atau benda tapi manusia yang menjelma itu
tidak ada lagi, yang ada berujud kucing atau binatang lain. Di bumi juga bisa
ada penjelmaan. Itulah kuasa kegelapan yang bisa menyamarkan dari rencana Tuhan
tentang salib itu sendiri bahwa Allah sudah datang menjadi manusia. Tapi Allah
Bapa kita yang di surga, turun ke bumi ini menjadi manusia. Apakah menurut anda
surga kosong? Tidak! Surga tidak kosong. KuasaNya tetap berkuasa tapi
kehendakNya Dia harus datang ke bumi ini untuk menyelamatkan manusia.
Saudara-saudaraku terkasih, rasul Yohanes mengatakan kepada
kita semuanya. Maaf, beliau (Rasul Yohanes) sudah datang. Terima kasih Rasul
atas kunjungannya. Rasul Yohanes hadir mau menjelaskan iman kita yang
sebenarnya adalah Allah Bapa yang Mahakuasa. Itulah namaNya. Bawa dalam doa ya.
Biarlah rasul Yohanes yang akan memberikan keterangan tentang SalibTuhan yang
sudah bersama kita, yang kita imani, yang bersatu setiap hari, siang dan malam
salib itu ada bersama kita. Jangan kita berangkat dalam pengertian bahwa salib
itu penderitaan. Tapi penderitaan itu awal kebahagiaan yang kita akan terima
dari Allah. Saya dengar dari rekan-rekan, setiap Tuhan hadir sering mengatakan
terimalah salib kemenangan, bukan baloknya tapi Allah yang Mahakuasa yang
memenangkan diriNya dan mengalahkan dunia; yang percaya kepada Dia, dia akan
selamat.
Saya minta kepada rasul Yohanes supaya saya dilibatkan
dalam dialog ini. Rasul Yohanes kami bersama romo, bersama anak-anak Tuhan juga
dan anak-anakmu seperti mereka para imam mereka tidak punya keluarga tapi Allah
menyerahkan kami semua kepada mereka bahwa kami adalah anaknya, adiknya,
saudaranya keluarga didalam kasih Tuhan didalam penyelamatan ini. Kami juga
adalah putra-putrimu dalam kasih Tuhan.
Selamat pagi untuk kamu
semua yang aku cintai.
Selamat pagi Rasul
Yohanes, jawab umat.
Bahagia kamu sekarang
pada hari ini ya?
Ya kami bahagia Rasul
Yohanes, jawab umat.
Selamat Alexius, dan juga
kamu Isak Doera. Baiklah saya akan bersatu dengan Agnes akan mau menyampaikan
tentang Allah yang sudah datang dan hidup dalam kehidupanmu yang dimana kamu
sudah menerima Dia seutuhnya. Dan saat ini aku datang, akulah Yohanes, Akulah
saksi hidup. Dulu aku hidup bersama Allah tapi saat ini juga aku hidup dalam
kemuliaan Allah. Maka aku minta dari pada kamu semua yang dipanggil untuk
menyampaikan kebenaran-kebenaran ini, sampaikanlah yang sebenarnya. Maka saat
ini saya bersama Agnes akan berbincang-bincang tentang iman, tentang
kepercayaan kamu, dimana kamu sudah menjadi anak-anak Allah.
Ibu Agnes: Engkau mengatakan bahwa Salib itu sudah ada
sebelum dunia dijadikan. Mohon penjelasan supaya kami lebih jelas apa arti
Salib yang sebenarnya yang diberikan Allah kepada kami, supaya kami boleh
selamat di bumi dan selamat juga kembali kepada Allah, Sang Pencipta.
Baik, menurut kamu
siapakah Tuhan Allahmu sendiri yang sudah kamu terima sampai saat ini? Bisa
kalian menjawab?
Allah yang Mahakuasa.............., jawab umat.
Hidup dalam Roh Kudus. Tiga
hal ini, ini sudah ada sebelum dunia dijadikan. Allah hidup dalam karya untuk
menyelamatkan apa yang menjadi cita-citaNya menciptakan manusia. Baiklah, saya
akan memberikan penjelasan. Allah yang Mahakuasa menciptakan kamu, seisi surga
dan semuanya di bumi dan di langit, semua adalah ciptaanNya. Dialah Allah yang Mahakuasa.
Setelah Dia menciptakannya, Dia akan memperkenalkan diriNya kepada manusia. Dia
akan datang ke bumi ini untuk bersama manusia. Tadi saya sudah mendengar
Alexius mengatakan, kalau Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, apakah manusia
ada di bumi ini? Saya bertanya kepada kamu.
Tidak ada, jawab umat
Tidak ada! Manusia
didalam arti dia hidup bersama Allah. Ingat Adam diciptakan, dunia belum
diciptakan. Mengerti? Bisa mengerti sampai di sini?
Tidak mengerti, jawab
umat.
Tidak? Saya berbicara
tentang Adam dan Hawa. Kalau Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, apakah
manusia itu akan diciptakan oleh Allah? Saya bertanya kepada kalian.Tidak
mengerti?
Belum, jawab umat.
Wow...Baik, saya akan
memberikan penjelasan kepada kamu semua yang mencintai Allah. Ingat ya,
mencintai Allah sepenuhnya, tanpa pamrih, tanpa kuatir, tanpa ketakutan, dan
mau menerima apa saja yang kamu terima. Bisakah kamu mensyukuri dan berterima
kasih dan bersuka cita didalam pemberian itu?
Bisa, jawab umat.
Walaupun pemberian itu
kamu rasakan cukup pahit dan menyedihkan?
Bisa, jawab umat.
Belum bisa! Kamu
berbohong. Kamu jangan berbohong sama saya. Maka sekarang ini saya mau mengajak
kamu supaya kamu bisa menerima Allah seutuhnya dengan segala apa yang kamu
hadapi di bumi ini kamu tetap setia kepada Allah. Kamu belajar setia. Kembali
lagi, kalau Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, apakah manusia diciptakan
oleh Allah?
Tidak, jawab umat.
Tidak! Mengapa?
Rencana Allah tidak terwujud, jawab umat.
Baik, rencana Allah
tidak terwujud. Saya bertanya kembali, apakah iblis itu ada sesudah manusia
dijadikan?
Sebelum, jawab umat.
Apakah Allah menciptakan
iblis?
Tidak! , jawab umat.
Tidak! Baik, kalian pintar.
Saya akan memberikan penjelasan. Adam dan Hawa, (maka) dia jatuh dalam dosa karena
rencana Allah sudah ada sebelum para malaikat semua belum dijadikan, Allah
sudah ada rencana dalam hidupNya. Allah tidak diciptakan oleh siapapun, Dia ada
dengan sendirinya. Sampai sini mengerti ya?
Mengerti, jawab umat.
Terima kasih. (Maka) Adam
dan Hawa jatuh dalam dosa karena malaikat-malaikat yang terlalu dekat dengan
Allah, dia tahu begitu besarnya kuasa Allah, dia minta bagian dari kuasaNya. Malaikat....,
kamu melihat di Wahyu? Malaikat-malaikat inilah yang berontak kepada Allah.
Allah tidak akan memberikan kuasaNya tapi pengertian-pengertian dia diberikan
oleh Allah tapi kuasaNya hanya Allah yang memilikiNya. Maka kalau kamu percaya
kepada Allah, jangan takut hidup dalam dunia ini karena Allahmu Mahakuasa
sangggup melakukan apa saja menjadikan suatu kebahagiaan dalam kehidupan
manusia yang percaya kepada Dia. Sampai di sini kalian sudah mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Baik, kalau kamu
mengerti supaya kamu tahu apa arti Salib yang kamu lihat di depanmu itu.
Sekarang iblis dikeluarkan dari surga dan melihat apa yang dicintai oleh Allah
adalah Adam dan Hawa yang diciptakan oleh Allah sebagai penghuni surga, dia
masuk dalam kehidupan Adam dan Hawa untuk mencobai mereka berdua. Di situlah
dibukakan bagaimana Adam dan Hawa jatuh dalam keinginan-keinginan daging.
Sebenarnya mereka tidak mengerti tapi pengertian itu diberi pengertian dari
iblis itu karena malaikat lebih tinggi dari segala ciptaan yang diciptakanNya,
manusia. Maka kalau manusia tidak dekat dengan Allah, dia akan terpuruk-puruk
jatuh dalam dosa karena kuasa iblis, dia masuk dalam kehidupan manusia melalui
kemanusiaannya. Menurut kamu manusia jatuh karena kemanusiaannya melalui apa?
Melalui kelemahannya,
jawab umat.
Ya, dari kelemahannya.
Maka banyak manusia jatuh dengan kelemahan-kelemahannya. Nah, disinilah Tuhan
membuka diri dengan adanya semua itu. Karena Dia tahu apapun yang Aku ciptakan
pasti akan terjadi pergulatan, akan terjadi pemberontakan yaitu di sekitar Dia
adalah para malaikat. Maka di situlah Allah menciptakan manusia. Setelah Adam
jatuh dalam dosa, Allah menciptakan manusia. Sampai di sini kalian mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Kalau kalian mengerti,
kita akan teruskan. Di situlah Allah menciptakan manusia. Tapi rencana Allah
adalah manusia diciptakan untuk memuliakan Dia, supaya ke-Allahan-Nya itu bisa
diterima oleh manusia yang diciptakanNya itu, supaya Dia tidak sendiri karena
Dia bisa melakukan itu untuk kepentingan didalam ke-Allahan-Nya sendiri. Kalau
Dia tidak menciptakan manusia, Dia sendiri di surga. Tetapi itulah Allah kita,
akhirnya manusia diciptakan. Setelah diciptakan, Allah mulai berkarya dengan
bangsa-bangsa; memanggil manusia-manusia untuk menjadi saksi untuk menyampaikan
perkataan-perkataanNya kepada manusia. Kita melihat bagaimana Allah berjalan
dengan manusia dalam Perjanjian Lama. Begitu sulitnya manusia diajak,
diperkenalkan supaya mereka bisa menerima Allah sepenuhnya dan tahu siapa yang
menciptakannya, supaya dia datang sepenuhnya kepada Allah. Itu banyak tidak
terjadi.... Para Nabi banyak yang gagal untuk membawa manusia, untuk
memperkenalkan manusia kepada Allah. Banyak yang gagal, gagal... ! Dan banyak
para Nabi juga berkeluh kesah, terlalu berat dan tidak mengerti, tapi Allah
biarkan itu berjalan karena Allah mempunyai rencana yang cukup mulia bagi
manusia. Apakah sampai di sini sudah mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Baik, sudah mengerti.
Kita sedikit maju. Bagaimana bangsa Israel, mengapa Allah datang kepada bangsa
Israel? Menurut kalian apa? Bagaimana kamu Isak Doera, mengapa Allah memilih
bangsa Israel?
Bangsa Israel memelihara
Ketuhanan yang Maha Esa sedang bangsa-bangsa lain tidak mengenal Tuhan, jawab Rm.
Isak Doera.
Baik, nanti ada
ceritanya tentang Salib Kemenangan itu. Allah akan datang menjadi manusia yang
bersama bangsa Israel. Apakah menurut anda, Allah hanya menciptakan bangsa
Israel saja, sedangkan bangsa-bangsa lain tidak ada?
Kalau menurut Kitab
Suci, dari Kain menurunkan bangsa ini, dari Ismail menurunkan bangsa ini,
...bangsa Moab dari ..., jawab umat.
Menurut Kitab Suci,
menurut Kitab Suci. Ya.....baik. Bangsa Israel sudah dalam rencana Allah.
Bangsa ini diciptakan oleh Allah supaya Allah menjadi manusia, suku?
Yehuda, jawab umat.
Yehuda adalah bangsa
Israel. Allah mau menyatakan diri didalam ciptaanNya yang Dia dipilih sendiri supaya nanti rencanaNya di
situlah yang akan terjadi semua peristiwa dalam rencana Allah. Sampai di sini
mengerti ya? Kenapa Dia tidak datang ke tanah-airmu ini?
Ya, suka-suka Allah, jawab umat.
Ya, suka-suka Allah,
ya..? Kita tidak bicara suka suka Allah. Semua apa yang sudah terjadi sampai
saat ini, itu dalam dalam rencana Allah, dalam kehidupan Allah. Berbahagialah
kita. Kita bukan bangsa Israel. Bukan kita, kamu.....! Tapi bukan itu
maksudnya, siapa pun yang menerima Dia, diselamatkan dalam nama Dia, kamu
saudara-saudara bangsa Israel. (Umat
bertepuk tangan)
Bukan Allah itu adalah
manusia suku Yehuda atau bangsa Yehuda, tidak! Tapi Allah memilih dan
menciptakan semua itu supaya rencana Allah dinyatakan di bumi ini. Mereka
dibekali semua sampai detik ini begitu keras bangsa Israel. Mereka mempunyai kekuatan yang luar biasa,
tetapi jangan sampai kekuatan itu di salah gunakan oleh mereka sendiri. Mereka
kuat. Mereka sedikit, mereka kuat.
Baiklah saya akan
melanjutkan dengan semua kejadian ini, Allah melihat manusia masih mengalami
dosa melalui kelemahan masing-masing. Maksudnya Tuhan datang menebus itu untuk
melepaskan kelemahan-kelemahan manusia itu supaya kelemahan itu tidak menjadi
batu sandungan oleh manusia itu sendiri, supaya manusia itu berdiri dalam
keyakinan dan percaya kepada Allah. Dalam kelemahan.....! Maka kamu semua
menjadi anak Allah. Kamu dibaptis dalam Roh. Roh itu adalah Allah, melalui
kuasaNya Dia melakukan melalui para imam untuk menyelamatkan manusia-manusia
yang diciptakan oleh Allah di bumi ini. Baik, sampai di sini kamu sudah
mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Baik, kita akan kembali,
mengapa ada “AKU”? Mengapa yang dikatakan Tri Tunggal Mahakudus itu orang tidak
mengerti. Orang dunia mengatakan, Allah mereka 3 macam. Itulah kebodohan
mereka. Kebodohan mereka, karena perenungan-perenungan yang mereka terima
adalah hasil dari dunia, ilah-ilah yang menguasai mereka sehingga mereka tidak
mengenal, tidak bisa bertemu dan tidak bisa menerima Allah dalam kehidupannya.
Tadi saya katakan Allah Mahakuasa menciptakan semua seisi surga, manusia,
seisinya di bumi ini maupun di udara sana. Semua diciptakan oleh Allah. Dengan
Dia menciptakan, Dia mewujudkan semua ciptaanNya itu. Dia menciptakan manusia,
sehingga apa yang Dia ciptakan itu tidak sia-sia bagi manusia. Dia datang untuk
memperkenalkan apa yang sudah dicatat oleh Alexius. Itu bagus. Allah menjelma.
Kata menjelma itu jangan menjadi pemikiran yang membuat kamu bingung. Menjelma
menjadi manusia. Allah Mahakuasa, bisa melakukan apa saja untuk
kepentingan-kepentingan Allah dalam kehidupan manusia. Semua sudah terjadi tapi
Tuhan lihat, manusia yang diciptakan itu harus dibimbing, harus dinyatakan,
harus diberikan jalan dalam kebenaran-kebenaran. Ini melalui siapa? Para Nabi
tidak cukup. Mereka sudah melakukan semuanya, tapi banyak juga mereka yang
belum mengenal Allah dan dengan sekejap mereka berontak dan meninggalkan Allah.
Dengan segala pengalaman-pengalaman yang Tuhan lihat melalui para Nabi, Allah
berbicara kepada Musa. Ingatkah kamu, apa yang dikatakan Allah kepada Musa?
Masih ingat?
........................, jawab umat.
Aku adalah Aku, dan ada
lagi?
Aku akan datang sendiri, dari muka ke muka, berhadapan
dengan manusia, jawab umat.
Ya,Tuhan sudah mau
melaksanakan apa yang menjadi rencanaNya. Aku akan datang sendiri dan Aku tidak
lagi mengutus nabi-nabi dan Aku tidak lagi mewahyukan pada nabi-nabi, tapi Aku
akan bertemu dengan muka ke muka, akan berbicara sendiri dengan manusia. Sudah
muncul Tri TunggalNya. Sudah muncul. Maka apa yang dijanjikan kepada Musa,
terlaksana. Dengan melalui Ibu Maria yang diciptakanNya sebelum dunia
diciptakan, roh Ibu Maria sudah ada didalam rencana Allah dan sudah ada bersama
Allah. Ya saya bersaksi, saya bersaksi. Sudah ada. Jadi Allah datang ke bumi
melalui jalan Maria supaya apa yang menjadi rencanaNya, manusia bisa mengerti
atas kehadiranNya ke bumi ini menjadi manusia; dan Allah akan berbicara dan
berbicara dengan bahasa manusia. Dia tidak pakai dengan bahasaNya di surga. Dia
Mahakuasa, siapa bisa mendengar, siapa bisa mengerti dengan bahasa surga? Tapi
Dia pakai bahasa manusia untuk memperkenalkan diriNya kepada manusia. “Sudah
sekian lama kamu, hai Filipus, engkau juga tidak mengenal Bapa.” Itu
dipertanyakan kepada Filipus. “ Tunjukkan Bapa itu kepadaku”, kata Filipus. “Sudah
sekian lama engkau bersamaKu, engkau juga tidak mengenal Bapa. Aku-lah Bapa itu”
(Yoh 14:8-9, red). Tetapi di sini Tuhan tidak seluruhnya Dia mau menunjukkan Dia anak Allah,
tapi Dia mau menyatakan diri Dia sahabat dengan manusia, Dia mau menyatakan
bagaimana caranya untuk mengimani yang tidak kelihatan itu, Tuhan mengajarkan
kepada manusia. Kalau Allah sendiri tidak datang mengajarkan kepada manusia,
bagaimana manusia bisa menyembah Allah yang tidak kelihatan itu, tanpa Allah
sendiri yang mengajarkan kepada manusia. Sampai di sini mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Maka Allah menjadi
pengajar, menjadi guru dan menyampaikan janji-janjiNya tentang keselamatan,
tentang jalan keselamatan itu adalah Dia sendiri; supaya manusia mengenal sang
penciptanya. Kalau saya bicara begini karena saya tidak mempunyai keluarga ya.
Kalau kamu menjadi orang tua pasti kamu mengajarkan kepada anak. Kamu anak-anak, kalau
kamu berhadapan dengan orangtua kamu harus begini dan begitu. Benar tidak?
Benar, jawab umat.
Begitu juga Allah yang
bersama manusia itu, mengajarkan ini. Kalau kau mau menyembah Allah harus
begini, bukan berarti Dia tidak Allah. Dialah Allah yang mengajarkan itu. Dia
tahu bagaimana caranya manusia harus berbicara dengan Allah, supaya bertemu
dengan Allah. Jadi itu maksud Allah datang ke bumi ini supaya manusia tidak
lagi jatuh dalam dosa, supaya manusia tahu bahwa dia tidak sendiri, dia ada
bersama Allah dan hidup bersama Allah dan kuat bersama Allah supaya dia boleh
mengalami kebahagiaan di bumi ini dan kembali kepada Allah dengan satu
kebahagiaan apa yang sudah kami alami. Ya, ini tujuannya, tujuannya supaya
manusia tahu bahwa Allah itu sungguh-sungguh ada dan hidup, dekat kepada
manusia dan mengasihi manusia dan mencintai manusia dan memberikan
segala-galanya kepada manusia. Apa kamu tidak pernah diberi oleh Allah?
Diberi, jawab umat.
Banyak? Berkatmu banyak?
Bagikan! Bagikan berkatmu supaya kamu sampai kepada tujuan karena apa yang
telah terima dari Allah, berkat-berkat yang melimpah itu atau sekecil apapun
itu menjadi berkat bagi kamu, akan kamu bawa harta yang hidup yang kekal untuk
menghadap Allah di surga. Ya…, jadi Allah akan menyatakan diriNya kepada
manusia tentang Allah yang kasih, yang cinta. Walaupun manusia jatuh dosa Allah
mengasihi manusia karena Allah tahu, manusia jatuh melalui kelemahan
masing-masing. Tetapi apabila manusia dekat dengan Allah, dia akan menyadari
kelemahan-kelemahan masing-masing dan menyadari dan mempunyai kerendahan hati
untuk mengakui kesalahannya dihadapan sesamanya maupun dihadapan Allah dengan
jujur. Sampai sini mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Mengerti. Ini yang Allah
ajarkan kepada kita semuanya. Satu Allah yang hidup. Aku akan berbicara Allah
yang hidup, setelah itu Allah sudah menyelesaikan apa yang menjadi rencanaNya,
Dia memberikan semua apa yang menjadi keinginanNya supaya manusia yang
diciptakanNya nanti kembali juga, kembali kepada Dia seutuhnya, kembali kepada
semula apa yang menjadi rencanaNya. Tidak satu pun manusia yang harus
ketinggalan, yang tersesat atau yang
mati sia-sia di bumi ini, Allah tidak menghendaki itu karena Allah mau
menciptakan manusia itu, mau dia merasakan di bumi bersama Allah, dia pulang
kembali bersama Allah. Ya.., ini tujuan Allah datang ke bumi ini menjadi
manusia. Sampai di sini sudah mengerti ya…!
Mengerti, jawab umat.
Baik…baik ada dua hal, ini dua hal sudah Tuhan lakukan.
Ketiga, setelah Tuhan datang ke bumi ini dengan segala rencanaNya sudah
diberikan kepada manusia, dan Tuhan Allah itu akan menunjukkan tanda kemenangan
Dia sendiri, akan ditunjukkan kepada manusia supaya manusia itu mati tidak
sia-sia. Supaya manusia itu setelah mati ada kebangkitan, setelah bangkit dia
menuju Surga. Ini harus dipenuhi, kalau dua begini bagaimana mungkin manusia
akan menuju ke Surga. Baru menikmati hidup dalam kematian, habis itu ia bangkit.
Bangkit mau kemana? Tidak ada tujuan kan? Sampai sini mengerti tidak?
Mengerti, jawab umat.
Nah, tujuan ketiga
setelah bangkit, kita harus bersatu dengan Allah. Maka Salib itu adalah Allah
sendiri. Tri Tunggal Maha Kudus itu lambang Salib, Allah yang Mahakuasa yang
bertahta di surga. Tri Tunggal Maha Kudus! Tri Tunggal Maha Kudus sudah
diwujudkan dalam rencana Allah, dibuktikan oleh Allah sendiri sudah datang ke bumi
ini menjadi manusia. Ya…diwujudkan dengan semua apa, dalam rencanaNya supaya surga
itu diterima sungguh-sungguh oleh manusia, tanpa SALIB manusia tidak sampai
kepada tujuan yang sebenarnya. Tidak bisa bertemu dengan Allah. Lihat… banyak
manusia di bumi ini diciptakan oleh Allah tapi mereka tidak menerima Allah yang
menyelamatkan manusia, dia akan mati sia-sia, tidak sampai kepada tujuan.
Tetapi berbahagialah
kamu. Kami yang sudah berjuang dan melanjutkan rencana Allah dalam karya
keselamatan Allah, kami dipanggil untuk melanjutkan, untuk membawa manusia
kepada Allah melalui SALIB ALLAH yang hidup, yang sudah ada sebelum dunia
dijadikan.
Baik aku akan
melanjutkan, sampai sini sudah mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Mengerti sekali. Kalau
kamu bersama Tuhan harus mengerti supaya kamu tidak sia-siakan imanmu, tidak
kau sia-siakan sibuk dengan duniamu. Bersama dunia sehingga imanmu
terpuruk-puruk, sehingga apa yang terjadi engkau jauh dan ketinggalan,
bagaimana lima orang wanita yang tidak membawa apa? (Mat 25:1-13,
red)
Berjaga-jagalah kamu
dalam perjalanan hidupmu, menerima TUHAN seutuhnya dalam hidupmu. Kata SALIB,
SALIB itu apa sih artinya? Hai para imam, jawab itu! Kamu sudah Imam, pasti
mengerti apa arti SALIB itu sendiri.
Kemenangan, adalah
mengalahkan dunia ini. Siapa yang bisa mengalahkan? Hanya Allah. Allah yang
bisa mengalahkan semua penguasa-penguasa kegelapan yang ada di bumi ini Allah
yang mengalahkan. Baik…..
Rasul Yohanes ijinkan
saya bertanya, faktanya memang Allah memilih Salib, cara atau katakanlah
sarana, hukum-hukum yang ada di …..kan cuma Salib diberi penjelasan oleh Rasul
Yohanes itu sudah ada rencana Allah bukan karena hukuman mati yang dijatuhkan
oleh Pilatus, tetapi SalibNYA, bentuknya yang tegak lurus dan yang melintang,
bagaimana Salib dinyatakan adalah Allah Tri Tunggal, ke Tri Tunggalannya dalam
bentuk Salib itu sendiri apakah diperlambangkan……tanya seorang umat.
Coba kamu berdiri di
situ, berdiri! Rentangkan tanganmu di depan temanmu. Nah, ini apa?
Salib, jawab umat.
Ini menunjukkan apa? Ini
menunjukkan apa? Para imam, ini menunjukkan apa? Hai, jawab!
Balok yang melintang, jawab imam dan umat.
Palang.., jawab umat.
Tunjukkan kepada mereka.
Ini lambang. Boleh kamu katakan lambang. Ini lambang apa?
Tangan yang merentang, jawab imam.
Merentang untuk apa?
Merangkul .., jawab imam.
Merangkul siapa?
Merangkul manusia, jawab imam.
Itulah Salib. Salib itu
untuk menghimpun manusia supaya manusia selamat melalui rangkulan Allah yang Mahakuasa.
Tangan direntangkan menunjukkan dalam segala arah. Arah mana, arah mana, arah
mana. Itulah kehidupanmu, kamu tidak lepas dari pelayananmu mengasihi dan
mencintai sesamamu di mana pun engkau berada. Mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Itulah Allahmu
merentangkan tanganNya setiap penjuru di bumi ini. Dia merangkul setiap manusia
yang percaya kepada Dia. Itulah SalibNya, itulah Allahmu sendiri. Tetapi
diwujudkan salib itu supaya kamu mengerti Allah harus memanggul salib dengan
sarana. Sarana apakah yang dipakai oleh Tuhan? Jawab!
Balok dari kayu, jawab umat.
Baik, supaya manusia
cepat mengerti. Tanpa balok ini, kamu tidak akan mengerti apa arti Salib sendiri
itu karena Salib itu adalah Allah itu sendiri yang hidup, yang Mahakuasa yang
merangkul semua manusia dalam kehidupanNya. Salib! Dia tergantung di balok itu
sendiri sebagai tanda bukti bahwa Allah adalah Salib Hidup. Ditopang dan ditunjukkan
dengan balok-balok itu sehingga Allah merentangkan diriNya, menyatakan diriNya,
“Inilah AKU”. AKU adalah AKU, dan tidak berubah karena Salib itu tidak akan
berubah. Salib itu tidak akan hilang. Pada saatnya Salib itu akan terpancang di
bumi ini tanda pemurnian segera turun. Maka kenapa SalibNya yang diturunkan
oleh Allah? Kenapa bukan Allah sendiri? Kalau Allah menginjakkan kakiNya lagi
di bumi ini, apa yang terjadi? Dunia kiamat! Allah belum melakukan itu. Belum!
Tetapi pemurnian dunia, sekarang juga pemurnian dunia secara pribadi,
manusia-manusia, kamu dimurnikan termasuk Alexius, kamu dimurnikan. Apakah dia
sadar? Supaya dia bisa menerima tugasnya sebagai imam. (Umat tertawa)
Kamu tertawa? Kalau kamu
tidak dimurnikan kamu dengan ada dengan dirimu sendiri. kamu tidak akan bekerja
karena pemurnian itu cukup berat, cukup berat bagi manusia. Hai Alexius, kamu
sedang dimurnikan, renungkan! Kalau kamu masuk dalam pemurnian, betapa indah
Salib Tuhan itu menyatu dalam kehidupanmu sebagai seorang imam untuk
menggembalakan...., banyak anak-anak Tuhan yang butuh rangkulanmu. Dia
terseok-seok sekarang Alexius. Kamu merasa tidak? Saya sakit. Apa karena kamu
sakit... ah tidak sakit! Karena kamu sedang dimurnikan oleh Allah. Karena kamu
dibutuhkan kamu dipanggil oleh Allah untuk menjadi saksi; menjadi saksi tentang
pemurnian nanti yang akan turun ke bumi ini. Kamu akan mengumpulkan kembali
mereka-mereka ini dan juga para imam-imam. Banyak hati imam yang mendua hati.
Mari kita lanjutkan apa
arti salib tadi ya. Ada 2 hal yang sudah dilakukan oleh Allah. Ketiga, Allah membuktikan Dia mau menunjukkan
SalibNya itu sendiri, Dia pakai sarana itu sendiri. Dia digantungkan, dipaku di
kayu salib padahal Allah itu sendiri Salib Hidup, Salib Kemenangan, Salib
Kemuliaan, adalah Allah sendiri. Jangan kamu kira, menurut kamu apakah dalam
rencana Allah dengan segala penderitaan Allah yang memanggul salib balok itu
manusia ikut campur tangan dengan segala rencanaNya Aku mau mengadakan ini,
mengadakan itu? Menurut kamu bagaimana?
Tidak ada manusia bisa campur tangan, jawab salah satu
umat.
Itu kamu, kamu sudah
tahu ya. Saya bertanya kepada yang lain. Apakah Tuhan memanggul salib itu ada banyak
ikut campur tangan manusia dalam rencanaNya dan segala macam dimana waktu Tuhan
..., karena akulah saksi hidup, dimana Allah menjadi manusia, disalibkan dan menderita,
aku bersama Ibu Maria dengan setia tapi yang lain pergi, porak poranda dan
mereka takut melihat kenyataan. Mereka tidak sangka. Apa yang dikatakan Tuhan
pada waktu itu mereka hanya mendengar dan mendengar. Tidak mau mengerti apa
maksud Tuhan mengatakan.....Tapi aku, aku mau tahu. Akan kubuktikan perkataanNya, benar tidak. Kalau
tidak terjadi, saya tidak akan menyembah Dia, saya tidak akan ikut Dia. Saya
buktikan. Tapi para rasul yang lain iya, iya dan iya, tapi mereka pergi
ketakutan, kehilangan kekuatan. Itu dirasakan seperti kamu juga saat kamu pergi
bersama Agnes. Terpuruk-puruk...., apalagi Isak Doera, Alexius. Para imam
berapa yang ikut?
Berempat, jawab imam.
Berempat, sepertinya.....,
seperti kamu tahu ayam, ayam yang sudah berlaga, K itu apa?
KO, jawab umat.
KO! Itu juga dialami oleh para rasul dan saya,
tapi saya tidak mengalami itu karena saya harus menguatkan Ibu Maria, tapi dia
sudah kuat karena dia bukan manusia. Tapi aku mau menunjukkan bahwa aku setia
sampai akhir. Sejarah dan peristiwa apa yang disampaikan Tuhan waktu Dia
berkotbah dan memberikan wejangan kepada kami, akan kubuktikan. Akulah Yohanes,
aku saksi hidup dan aku juga saksi sesudah mati, aku bahagia dan aku sekarang
bicara dengan kamu melalui Agnes. Eh, kamu jangan berpikir Agnes yang ngomong
ya. Tidak! Biarkanlah suara-suara itu, tidak apa-apa. Tetapi kuasa Allah
mengantarkan aku untuk menyampaikan ini kepada kamu yang berkumpul pada saat
ini. Baik, jadi kamu tahu segala rencana Allah, Allah menerima semua apa yang
kita terima, apa yang sudah dinyatakan di dalam Kitab Suci, itu penuh dan
sempurna. Itulah adanya, apa yang kami terima dan kami tuliskan supaya kamu
mengerti supaya kamu boleh menerima Allah itu sepenuhnya dalam hidupmu. Jadi
manusia tidak ada satu pun ikut campur tangan. Kalau sempat manusia ikut campur
tangan, itu adalah kuasa iblis. Tetapi Allah tidak mengikut campur tangankan
semua rencanaNya bersama dunia. Masih ingatkah kamu sewaktu Tuhan sedang dicobai
iblis? Apa yang dikatakan iblis kepada Tuhan? Kamu ingat hai Alexius? Coba kamu
bacakan kepada saya, saya mau dengar kembali. Waktu di gunung mana itu? Tuhan
sedang berpuasa. (Lukas 4:1-12, red.)
Dia 3 kali dicobai oleh iblis. Yang pertama, harus mengubah
batu jadi roti, yang kedua Yesus dinaikan ke atas bukit agar supaya terjun, yang
ketiga Dia diberi kuasa supaya menyembah setan, jawab imam.
Terus apa jawab Tuhan
kepada iblis?
Pergilah hai engkau setan. Lalu malaikat-malaikat datang
membantu Dia, jawab imam.
Baik. Kamu tahu sebelum
Tuhan melaksanakan segala rencanaNya untuk memberikan Salib HidupKu kepada
manusia untuk menyelamatkan manusia, Tuhan sudah stop sampai di situ. “Hai
iblis, enyahlah engkau, jangan sekali-kali kamu mencobai Tuhan Allahmu”. Nah
sekarang sudah jelas siapa Tuhan Allahmu? Siapakah Tuhan Allahmu?
YESUS, jawab umat.
Yesus apa artinya?
Allah yang menyelamatkan, jawab umat.
Allah yang menyelamatkan,
berarti Tuhan sudah menunjukkan kepada kita dengan segala rencanaNya bahwa
dunia tidak bisa ikut campur tangan dalam karya keselamatanNya untuk memberikan
Salib Hidup kepada manusia yang mau dan percaya, supaya dia boleh selamat di dalam
namaNya adalah Yesus. Mengerti sampai sini ya? Baik, sudah mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Kamu kok diam, mengerti
ya?
Mengerti, jawab umat..
Baik, kamu di sini
mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Saya agak bingung sewaktu saya membaca salah satu bagian,
kebetulan kita membahas tentang Salib, pada saat Yesus sudah disalib, Dia
mengatakan : Eli, Eli lama sabakhtani, Allah, AllahKu, mengapa Engkau
meninggalkan Aku? Ini maksudnya apa? Kok saya tidak mudeng, tanya seorang umat.
(lihat Mat
27:46, red)
Apa “mudeng”?
Tidak paham, tidak jelas, jawab umat.
Baik, sebenarnya akulah
saksi hidup itu yang berada di kayu salib bersama Ibu Maria. Tapi baik, saya
tidak mempersalahkan tulisan itu, yang ada di situ...mungkin pengertian, itu 2000
tahun..... Saya mau bertanya kepada Isak Doera, kapankah Injil itu dituliskan?
Pasti kamu lupa ya?
................setelah rasul rasul akan pergi ya ada
kepikiran untuk dituliskan, sebelum itu mereka menyampaikan kesaksian lisan, yang
terakhir rasul Yohanes punya itu...., jawab imam.
Dimana saya bicara
tentang hal itu ... AllahKu ya AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Daku
Di sini Yesus mau memberi contoh kepada kita. Dalam
penderitaan apapun, manusia ini lemah dapat mengeluh kepada Bapa tetapi sama
seperti yang di taman Getsemani, “seandainya
piala ini bisa berlalu dari padaKu” tetapi selalu akhirnya Dia
mengatakan,” tapi bukan kehendakKu tetapi kehendakMu-lah yang harus terjadi”.
Dan di salib juga kemudian setelah Dia mengucapkan itu, Dia menyerahkan diriNya
kepada Bapa. Jadi, saya melihat ini sebagai contoh untuk kita manusia
bagaimanapun penderitaan sampai kita mengeluarkan keluhan tapi tetap akhirnya
kita mesti menyerahkan diri kita berpasrah kepada Allah, jawab Rm. Isak Doera.
Baik, terima kasih Isak
Doera. Kalau kamu Alexius, apa itu artinya?
Ada dua halyang mau dibicarakan mengenai AllahKu ya
AllahKu mengapa engkau meninggalkan daku, di sini Tuhan mau menunjukkan bahwa
ada kemanusiaan Yesus yaitu pada saat itu muncul, bahwa Dia merasa
ditinggalkan. Tetapi di sisi lain ada sikap kepasrahan Dia yaitu menyerahkan
semua keputusan itu kepada Allah Bapa di surga, jawab Rm. Alexius.
Kata Yesus, menurut kamu
siapakah AKU ini? Baik, itu dipertanyakan kepada kamu semua. Kalau saya sudah
tidak dipertanyakan karena aku sudah dalam kebahagiaan. Menurut kamu siapakah
Yesus itu?
Allah yang Maha kuasa, jawab umat.
Allah yang Mahakuasa.
Tadi, dalam 2 hal tadi, pertama Allah menciptakan semua dan semua, kedua Allah
menjadi manusia, menjadi manusia Allah yang dekat dengan manusia dan berbicara
kepada manusia dan berbahasa manusia. Apakah sampai di situ saja Allah
mengajarkan tentang kebenaran, tentang Tuhan, tentang kematian tapi Allah tidak
memberikan yang terakhir pengertian-pengertian mengapa Dia datang ke bumi ini
untuk menyelamatkan manusia. Tuhan akan memberikan puncakNya di kayu salib, di
kayu salib. Tadi kamu bertanya, mengapa kok Allah berkeluh kesah, “.....ya
AllahKu...”. Di mana Allah lagi yang berkeluh kesah? Hai ingat, tadi yang kedua
saya berbicara Allah menjadi manusia, berbicara secara manusia. Saat terakhir
Dia mau mengajarkan kepada manusia arti kematian yang sebenarnya, itu semua
akan terjadi kepada hidup manusia, akan kembali kepada Allah seutuhnya. Dalam
apakah manusia menyerahkan dalam kematian itu adalah dalam kepasrahan. Bukan
Tuhan Yesus berkeluh kesah, tidak! Mengapa Allah meninggalkan Aku? Banyak orang
yang mati tidak mengerti apa arti kematian. Maka sebagai anak-anak Tuhan,
kematian itu adalah awal kebahagiaan kamu sekalian. Dan jangan takut, kamu akan
bersatu dengan Allah di surga apabila kamu setia dalam imanmu, melakukan apa
saja karena Allah itu adalah kasih sempurna yang tidak bisa dibagikan cuma-cuma
kepada mereka yang tidak percaya. Sampai di sini sudah mengerti apa yang saya
katakan ini?
Mengerti, jawab
umat.
Hai anak muda, kamu
sudah mengerti?
Sudah, jawab seorang anak muda.
Kalau kamu sudah
mengerti, bagaimana kau rasakan saat ini? Percaya?
Saya percaya, jawab anak muda.
Percaya sepenuhnya,
bahwa kematian itu masuklah dalam kepasrahan dan kamu akan bertemu dengan
Allah. Dan Allah tidak pernah meninggalkan manusia dalam kematian itu sendiri
karena kematian itu punya arti yang sebenarnya yang diberikan Allah kepada
manusia melalui Salib. Salib itu adalah Allah sendiri. Kalau Salib itu sudah
kamu lakukan dalam hidupmu Salib itu punya arti yang sebenarnya. Kita bisa
melakukan apa saja kepada manusia di sekitar manusia, melayani manusia. Kita
berdiri, kita bisa datang kepada Allah, menyerahkan seluruh kehidupan kita,
segala pekerjaan kita yang sudah kita lakukan dalam hidup ini, kita
persembahkan kepada Allah.
Ini, kalau kita lurus,
apakah arti lurus ini? Dengar ya, ...saya berbicara tentang salib. Allah datang
merentangkan tanganNya, dibuktikan di balok kayu salib itu. Allah mau memeluk
seluruh manusia dan memberikan segala-galanya apa yang dimintakan manusia
kepadaNya, diberikan kepadamu, kepada manusia yang percaya kepada Dia. Itu,
tangan terentang dalam segala penjuru di mana pun kita bertemu dengan manusia.
Kita tidak bisa putus dengan manusia, kita saling mengasihi dan mencintai. Sepuluh
perintah Allah disempurnakan oleh Allah. Sebenarnya 10 Perintah Allah itu datang
dari Allah tapi Aku akan menyempurnakan nanti waktunya apabila Aku sudah datang,
10 Perintah Allah itu akan menjadi kenyataan, maka Aku datang ke bumi ini
sebagai manusia. Tanda kasih-Ku kepada manusia. Aku datang sendiri ke bumi ini
untuk menyelamatkan manusia. Kenapa ngak dulu disempurnakan oleh Allah melalui
Musa. Tidak! Nanti waktunya, Aku-lah
kasih itu semua. Aku-lah yang sempurna semua itu. Aku datang, Aku datang. Kalau
kita tanpa begini, kita lurus, itulah kelurusan kita itu kita datang kepada
Allah. Kita merentangkan tangan kita melakukan segala perbuatan melalui sikap
dan tingkah laku kita melayani. Kamu datang bersama Ibu Maria untuk melayani
anak-anak Tuhan dan membawa anak Tuhan kembali kepada Allah saat-saat terakhir
seperti ini. Itulah tugas kalian. Bukan kamu hanya mendengar; aku ikut, aku
ikut, tapi kamu tidak berbuat apa-apa dalam perjalananmu dimana kamu ikut dalam
kelompok ini bersama Ibu Maria. Tapi kamu tenang-tenang di rumah, yang penting
aku sudah berdoa dan berdoa. Tidak cukup kamu berdoa, Tuhan tidak akan
mendengarkan doamu tanpa perbuatanmu. Kalau kamu berdoa kepada Allah, kamu
melakukan apa saja di sekitarmu. Benar tidak?
Benar, jawab umat.
Benar! Setelah Allah
menyatakan diriNya, Salib itu dinyatakan dalam balok. Tapi kamu jangan tertuju
saja dengan kayunya ini. Inilah sarana Allah menunjukkan Dia adalah Salib
Hidup, Salib Kemuliaan adalah Dia sendiri. Tanpa ini kamu tidak akan tahu
bagaimana Allah mau menunjukkan Salib Allah itu sendiri, maka Allah memakai
kayu ini. Yang penting, yang penting adalah ini, ini, ini kayu ya, saya tahu
ini kayu, tapi ini sebagai contoh bagi kamu sekalian. Rentangan tanganNya tanda
kasihNya, Dia merentangkan diri dipaku. Ini benar dipaku, saya saksi! Tidak
main-main ya! Tidak main-main! Dia direntangkan dengan sarana kayu ini. Inilah
Dia, Allah Tri Tunggal Maha Kudus, Dialah Salib Hidup, Salib kemuliaan, Salib
kemenangan, salib keselamatan bagi semua manusia yang ingin diselamatkan
melalui Salib Allah itu sendiri adalah Allah sendiri. Sesudah itu apa yang
terjadi? Setelah Tuhan memberikan petunjuk-petunjuk tentang salibNya,
diturunkanNya salib diriNya sendiri ke bumi ini untuk menyelamatkan manusia,
setelah itu Dia bukan mematikan diriNya sendiri, supaya orang tahu bahwa
kematian itu tidak menakutkan. Tuhan mau menunjukkan, mengalami “ini AKU”. Dia
mematikan diriNya sendiri, “sementara”, untuk menunjukkan tentang kematian itu jangan
menakutkan. Akhirnya apa yang terjadi? Kebangkitan! Allah bangkit dengan
kuasaNya. Bukan dibangkitkan! Dia bangkit melalui kuasaNya. Dia tunjukkan
kemenangan-kemenangan manusia yang percaya kepada Dia. Dia akan mengalahkan
dunia ini; bukan kematian itu tetapi kebangkitanNya, dia sampai kepada tujuan adalah Allah sendiri. Allah memberikan itu
semua untuk kita, untuk kita, untuk kita, bukan untuk diriNya! Dia Allah! Apa
yang dilakukanNya semua kita terima melalui Kitab Sucimu, itu untuk kamu, bukan
untuk Allah! Mengerti sampai sini?
Mengerti, jawab
umat.
Untuk kamu! Supaya kamu
mengerti bagaimana Allah yang hidup dan sudah datang ke bumi ini, menginjakkan
kaki di bumi ini, kamu tahu! Sekarang Allah yang tidak kelihatan ada di surga
tetapi kuasaNya menyertai kamu sekalian. Maka Allah berjanji kepada kami. “AKU
akan mengutus Roh Kudus”. Roh Kudus adalah Allah sendiri. Bukan Roh Kudus
melayang-layang. KuasaNya, kuasaNya sampai ke pelosok-pelosok bumi ini. Siapa
yang sembunyi Tuhan juga tahu. Sembunyi..., dan kamu juga Tuhan tahu hati kamu masing-masing
yang ada di sini. Jangan berbohong! Memang Tuhan mengajarkan kalau kamu
bersalah, katakanlah kamu bersalah, tapi kalau kamu tidak bersalah katakan kamu
tidak bersalah. Bijaksanalah semua apa yang harus kamu nyatakan, kamu buktikan
bahwa kamu tidak salah. Allah akan menuntun dan membimbing manusia yang jujur
tentang dirinya. Jangan kamu berbohong! Sedikit pun jangan berbohong, bisa
malu. Kalau kamu salah, katakan salah. Jangan malu! Kenapa kamu harus malu? Di
situlah kamu sebagai anak Allah yang sunguh-sungguh mengerti apa yang harus
kamu lakukan, yang tidak kamu lakukan dalam hidupmu.
Sekarang saya mau
bertanya, apakah kamu sudah mengerti apa arti salib itu sendiri? Kamu imam dan
kamu sudah mengerti arti salib? Allah sendiri yang menyelamatkan kamu. Sudah
mengerti apa arti salib?
Allah sendiri, jawab umat.
Allah sendiri! Dia
datang untuk menyelamatkan manusia yang diciptakanNya. Tapi sia-sialah orang
yang tidak percaya. Dia akan mati sia-sia. Jangan sampai kamu mati sia-sia! Ini
banyak terjadi di seluruh bumi. Sudah banyak anak-anak Allah yang meninggalkan
Allah mengikuti dunia, padahal waktunya sudah dekat. Kamu sudah lihat dunia
sudah bergejolak, dimana-mana bumi sudah mulai digoncangkan oleh Allah. Ingat,
kata ”digoncangkan” oleh Allah, berarti didalam peristiwa demi peristiwa itu
kamu jangan takut. Kalau kamu menghadapi kegoncangan-kegoncangan di bumi ini,
kamu dilihat oleh Allah kamu tetap setia. Ingat satu kunci, Allah datang ke
bumi ini untuk melayani...... Sekali lagi Allah datang ke bumi ini untuk apa?
Melayani, jawab
umat.
Setelah kamu mengenal
Allah yang melayani, kamu juga melayani. Tumbuhkan dalam hatimu untuk melayani
karena melayani itu adalah kasih yang tidak terputuskan yang akan diterima oleh
mereka-mereka yang membutuhkan pelayananmu. Sampai saat ini juga Allah melayani
kamu, kamu percaya?
Percaya, jawab
umat.
Tanpa pelayanan Tuhan,
kamu tidak bisa hidup berjalan sendiri di bumi ini dengan mengalami segala
persoalan yang ada yang kamu terima dari dunia. Apakah kamu mau bekerja?
Mau, jawab umat.
Yang kamu kerjakan apa?
Melayani, jawab
umat.
Baik, boleh-boleh kamu
boleh melayani tapi ada 3 hal yang perlu hilang dalam dirimu. Mau enggak kamu....
sebelum aku bicara?
Mau, jawab umat.
Baik, modal dari
pelayananmu adalah rendah hati. Kata Rasul Paulus, harga diri tidak penting
bagimu karena harga diri itu akan membuat kamu sombong dan tidak bisa melayani.
Karena Tuhan Allahmu sendiri sudah datang menjadi manusia, di manakah harga
diriNya? Dia tunjukkan, Dia disiksa oleh manusia yang ada di bumi ini.
Tidak ada harga diri. Apakah harga diri
itu bagi kamu? Hapus! Kalau kamu masih mempunyai harga diri, perasaanmu akan
selalu jalan. Kamu mudah tersinggung, kamu begini, kamu begitu dan segala
macam. Jadi harga diri itu tidak perlu, tidak penting. Siapakah kamu
mempertahankan harga dirimu? Kamu debu! Ingat itu ya, kamu debu! Allah yang Mahakuasa
datang ke bumi ini dengan segala rencanaNya yang tidak masuk akal yang tidak
percaya kepada Dia. Apakah Allah mau mempertahankan harga diriNya sebagai
Allah? Tidak diperhitungkan itu. Demi apa? Demi menyelamatkan manusia. Harga
diri tidak penting kata Rasul Paulus.
Manusia yang selalu
menghambat manusia. Satu, apa Ola?
Tidak bersedia mengampuni, jawab Ibu Ola.
Satu tidak mau
mengampuni, satu tidak mau berkorban, satu tidak mau memberikan berkat. Pasti
kalian masih hitung-hitung! Kalian jangan bohong ya! Kalian menghitung-hitung
kalau memberi apapun kepada saudara-saudaramu. Bukan menghitung, mendengar tapi
pura-pura tidak mendengar. Benar enggak itu?
Benar, jawab umat.
Hai, jangan bohong lho!
Benar?
Benar, jawab umat.
Benar! Tiga hal ini
kalau kamu mau melayani, ini harus hilang dari hidupmu! Kamu mau berkorban,
kamu mau mengampuni, kamu mau memberikan berkat. Kalau berkorban ini sudah luas
waktunya. Kalau ke -3 hal ini ada dalam hidupmu, kamu sudah melakukan kasih
yang sempurna sebagai manusia. Bukan sempurna sebagai Allah, tapi sempurna
sebagai manusia. Karena ini yang ada dalam diri manusia. Ini yang membuat
manusia.... Jadi kamu harus berkorban, mengampuni dan memberi. Inilah kasih
utuh, kasih utuh sempurna bagi manusia tapi bukan sempurna bagi Allah, Allah
maha sempurna.
Dan kamu sebagai
manusia, jangan kamu pakai pikiranmu dan perasaanmu tapi pakailah hatimu. Tapi
3 hal ini tidak boleh dipisahkan, karena kamu masih berpijak di bumi ini. Kamu
masih pakai pikiran dan perasaan, tapi kendalikan pakai hatimu, maksudnya
kendalikanlah dengan imanmu. Karena bukan “hati”, hati ini yang dipegang (lever), karena hati itu adalah
suatu lambang roh hidup dalam dirimu, roh itu ingin bertemu dengan Allah, tapi
daging memisahkan roh itu dari Allah sehingga manusia terpuruk-puruk dalam
kelemahannya.
Tiga hal lagi apa? Masih
ingatkah kamu? Tiga hal lagi : menghujat Roh. Menghujat Roh adalah setiap
manusia yang sudah percaya dan dibaptis dalam Roh dalam Allah tapi dia pergi meninggalkan.
Ini menghujat Roh. Tidak diampuni, terkecuali dia bertobat dan kembali
menyelesaikan hidupnya dengan Allah. Kedua, mendua hati : yang percaya kepada
dunia dan percaya kepada Allah. Allah tidak suka. Kalau percaya, percaya
sekalian. Kalau panas ya panas kalau dingin ya dingin. Dalam Wahyu : “Jangan
...akan dimuntahkan oleh Allah”(wahyu 3:16). Jadi kamu jangan sampai mendua
hati. Bagi kamu yang punya jimat, katanya itu jimat, kepercayaan, peramal.
Peramal-peramal yang pembohong itu kamu datang meramal hidupmu, bagaimana hari
esok. Hak-hak kamu semua, hidupmu, adalah di tangan Tuhan. Ketiga, anak nakal
yang pemabuk, pencuri, penzinah dan segala macam. Semua jangan kamu lakukan.
Berjuanglah dalam 3 hal ini supaya kamu hidup bahagia di bumi dan bahagia
kembali kepada Allah.
Allah sudah bangkit
dalam kemenangan dalam SalibNya, Dia kembali ke surga dan bertahta di surga dan
saat ini kamu...., Allah menyertai kamu melalui kuasaNya, maka Allah mengutus
Roh Kudus adalah Dia sendiri menyertai kamu sekalian sampai akhir zaman. Aku
dalam kamu, kamu dalam Aku. Satu, siapa yang percaya dia bersatu, bersatulah
kamu. Kalau tidak ada Salib Allah turun ke bumi ini, perjamuan tidak ada di
bumi ini. Benar?
Benar, jawab umat.
Maka salib kemenangan
Tuhan itulah, maka Allah menyatakan diri, tanda kasihNya. Apa yang aku
tuliskan, apa kamu pernah membaca? “AKU roti turun dari surga”(Yoh
6:33, red).
Itulah perjamuan santapan rohani yang diabadikan, itulah harta surgawi yang ada
di antara kamu. Jangan sampai kamu melecehkan tentang Roti yang hidup, yang
turun dari surga. Itu diserahkan kepada para imam dan itu tanggung jawab imam,
bagaimana dia menyerahkan semua persembahan itu kepada umatnya. Kalau hatinya tidak
jujur dia akan menanggung dosanya kepada Allah. Tapi kamu yang menerima, kamu
tidak apa-apa karena kamu tidak mengerti. Yang mengerti adalah para imam. Isak
Doera, mengerti ya kamu? Mengerti maksud saya? Dan kamu Alexius, mengerti?
Buatlah itu, sucikan dirimu, dimana engkau akan mempersembahkan Tubuh dan Darah
Tuhan yang disatukan, yang diturunkan dari surga di antara kamu, melalui apa
Alexius?
Melalui Ekaristi, jawab Rm. Alexius.
Ekaristi. Itulah yang
perlu saya sampaikan kepada kamu. Kalau salib Tuhan tidak ada di surga, tidak
ada perjamuan. Dan salib Tuhan tidak diturunkan ke bumi ini, tidak ada
perjamuan! Sia-sialah kamu hidup. Kamu dihidupkan hanya dihidupkan. Tapi Allah
itu bukan seperti itu. Allah menciptakan manusia tidak disengsarakan. Dia ciptakan,
Dia rawat, Dia jaga, Dia berikan semua sarana-sarana hidup yang dimana manusia
hidup di bumi ini. Apa kamu pernah mensyukuri apa yang telah kamu terima dalam
hidupmu ini?
Ya, jawab umat.
Ah, kamu banyak berkeluh
kesah! Hai, saya mau memberikan pengertian kepada kamu. Untuk apa kamu berkeluh
kesah, untuk apa kamu kuatir, seperti mereka tidak mengenal Allah! Tidak ada
lagi kamu berkeluh kesah. Kamu hidup bersukacita, bahagia, saling mengasihi,
saling melayani, kamu adalah saudara, kamu adalah saudara dalam kasih Tuhan.
Kamu tidak ada perbedaan, mana hitam mana putih, mana cantik mana tidak. Kamu
sama di hadapan Allah. Jangan kamu beda-bedakan lagi apa arti hidup di antara
satu dengan yang lain. Kamu sudah salah, karena kamu sudah dihidupkan dalam Roh.
Roh Allah sendiri yang menghidupkan kamu sampai saat ini. Mengapa kamu lagi
membeda-bedakan arti hidup dengan sesamamu? Kamu masih seperti itu. Benar? Kamu
masih memilih-milih berteman. Yang bisa memberikan kamu sukacita, kamu senang
tetapi bagi mereka yang tidak bisa memberikan apa-apa, kamu jauh dari pada
mereka. Padahal mereka itulah perlu kamu...... Kamu apakan? Layani! Bagaimana
mungkin kamu orang kaya bersama orang kaya melayani? Dunia, setan yang akan
bekerja didalam pelayananmu itu. Layanilah mereka yang tidak bisa memberikan
apa-apa kepada kamu, karena Salib itu adalah sumber kasih dan cinta Allah
kepada manusia. Salib itu adalah Allah sendiri yang bertahta di surga. Mengerti
kamu? Hai mengertilah! Jangan kamu seperti keledai, jatuh bangun dan jatuh
lagi. Tidak berbuat apa-apa, tidak merubah hidupmu menjadi baik.
Bagaimana kalau ada pengemis minta sesuatu di jalan raya
dan kita tidak mempunyai apa-apa. Haruskah kita memberi uang atau sesuatu?
Tanya Rm. Isak Doera.
Baik, Isak Doera, kamu
bijaksana. Harus kamu bijaksana menghadapi kenyataan itu. Allah tidak
menghendaki orang yang pemalas! Ingat itu! Tetapi kalau kamu memberi, tidak
terjadi sesuatupun, kamu tidak mendapatkan apapun di dalam kamu memberi itu.
Berilah kepada mereka yang berjuang setengah mati tentang hidup, berilah
mereka! Bersatulah kalian melayani, karena kelompok yang diciptakan oleh Ibu
Maria dan diberkati Allah untuk saling menolong antara satu dengan yang lain.
Apabila engkau Isak Doera, kamu pergi dan melihat pengemis-pemgemis itu adalah
pengemis yang malas. Kamu tidak memberi, kamu tidak berdosa. Tetapi berdosa
kamu apabila orang sudah jungkir, terpuruk-puruk, terus kamu lihat tapi tidak
menolong. Kamu berdosa atas perbuatanmu karena matamu menyesatkan kamu dalam kebenaran.
Benar tidak? Lebih baik matamu buta tetapi hatimu berjalan! Daripada matamu melek
tapi kamu menutup mata dalam penderitaan orang lain. Ingat kamu berdosa,
apabila kamu melihat saudara-saudara terpuruk-puruk dengan susah payah seperti
mau mati terus kamu tidak mau menolong. Kamu berdosa. Tanggung dosa itu! Kasih
tidak membeda-bedakan. Kasih membahagiakan orang lain karena Allah itu kasih
membahagiakan orang lain, menyelamatkan orang/manusia yang percaya kepada Dia.
Sampai di sini kamu sudah mengerti?
Mengerti, jawab
umat.
Ya cukup, yang penting
kamu sudah mengerti. Salib itu siapa? Adalah Allah sendiri. Arti salib itu apa?
Tanda kemenangan, jawab umat.
Kemenangan, tanda
kemenangan itu berarti kita menang dalam Allah, berarti kita manusia yang
bersama Allah harus menang. Menang dalam kebenaran, hal-hal yang baik. Satu
melayani. Kalau kamu tidak bisa melayani, kamu bukan anak Allah karena Allahmu
datang melayani kamu dan sekarang juga Allah melayani kamu melalui kuasaNya.
Sekarang saya mau bertanya
bagaimana sih ibu Agnes.... Tanya sama ibu Agnes, bagaimana Ibu agnes, apakah
Ibu Agnes bisa menjawab?
Ah bisalah rasul, bisa, jawab ibu Agnes.
Apa kata rasul tadi ya? Kamu bertanya kepada Yohanes,
bagaimana Allah melayani, bentuk apa, kalian bisa jawab tidak? Kata Ibu Agnes
Ibu Bapak, anda memohon sesuatu dalam doa dan anda
meminta bantuan kepada Tuhan dengan segala persoalan yang kalian hadapi.
Ternyata Allah mengabulkan. Apakah itu bukan pelayanan? Allah melayani melalui
mengabulkan doa anak-anakNya, benar tidak? Sependapat tidak dengan saya? jawab Ibu
Agnes.
Sama sependapat, jawab umat.
Tetapi Allah melayani sepenuhnya lho, jawab Ibu Agnes.
Baik ya Agnes sudah
menjawab dengan benar. Allah melayani segala yang kamu mintakan kepada Dia. Itulah
pelayanan Allah yang nyata yang bisa kamu rasakan. Apakah kamu pernah merasakan
itu?
Pernah, jawab umat.
Baik, sesudah kamu
merasakan, apa rasa syukurmu? Tandanya....?
Melayani, jawab umat.
Nah melayani! Kembali melayani,
ya melayani... karena Allah sumber pelayanan. Itu Allah luar biasa. Kami
diajarkan untuk melayani dan menyampaikan kebenaran-kebenaran tentang
keselamatan pada waktu itu tapi Allah mengajarkan jangan sekali-kali kamu
memaksakan kehendakmu kalau mereka tidak menerimamu, berdoalah. Doakan mereka.
Ini ditujukan pada kita dan kita melayani sekarang bukan menyampaikan kebenaran
ini bukan kepada orang-orang yang tidak percaya. Tidak ada lagi waktunya kamu
seperti itu. Apa kamu mengerti maksud saya? Yang kamu layani adalah
saudara-saudaramu yang saat ini sedang jauh dari Allah, sedang marah kepada
Allah, sedang meninggalkan Allah. Itu yang kamu layani dan bawa mereka kembali
kepada Allah. Itu kamu lakukan. Kalau engkau sungguh-sungguh anak Allah, pelayanan
itu ada dalam hidupmu. Sampai sini sudah mengerti ya? Sudah lama ya Alexius,
kalau menurut kamu, menurut dunia, sudah berapa waktunya aku berbicara?
Sudah sekitar hampir satu setengah jam, jawab Rm. Alexius.
Ya, satu setengah jam
tapi di surga tidak ada waktu. Ada kasih....
Saya mau bertanya, kalau kita berdoa dalam kelompok
mendoakan orang sakit, mendoakan orang yang sudah meninggal di dalam kelompok
itu tanpa di depan jenasah atau pun di depan orang yang sakit, apakah itu juga
suatu pelayanan? Tanya umat.
Wah, kamu baru setengah
jalan! Melayani, kamu lihatlah dia, hiburlah dia melalui doamu, bukan cukup aku
di sini. Baru setengah jalan! Kasihan, kasihan ya! Kalau kamu mendoakan orang
sakit, pergilah, jenguklah orang yang sakit itu dan hiburlah dia dan doakan dia.
Dan kalau ada kematian, pergilah kau, supaya kamu ingat suatu saat kau akan
dipanggil Allah seperti itu. Mengerti? Tidak cukup kamu berdoa itu pekerjaan
yang sia-sia. Kamu punya kaki untuk pergi benar tidak? Kenapa kamu berdoa di
rumah?
Mungkin mereka tidak ada kendaraan atau bagaimana...? jawab Rm. Isak Doera.
Bijaksana! Isak Doera
bijaksana itu bisa melakukan yang terbaik, yang terindah akan diberkati Tuhan.
Rasul Yohanes, saya mau menjelaskan, yang meninggal kita
tidak tahu cuma kita diberi kabar bahwa bapak itu atau ibu itu sudah meninggal
dunia. Terus yang sakit ini dan yang sakit
itu, kita tidak tahu dimana rumahnya, kita cuma diberitahu... tanya
umat.
Carilah, kamu punya kaki
dan punya mata. Kenapa tidak kamu cari? Berarti kamu tidak berusaha untuk
mendoakan dan melayani orang-orang yang di sekitar kamu.
Ada tiga hal...berkorban!
Berkorban, ingat! Dengarkan saya, dengarkan saya! Kata “berkorban” itu, kamu
mau berkorban untuk orang lain. Apakah sudah kamu lakukan? Berarti kamu tidak
mau berkorban.
Sudah berdoa, jawab umat.
Doamu juga tidak akan sampai.
Tidak akan sampai. Bijaksanalah melakukan perjalanan dalam hidup, semua bawa
dalam doamu supaya kau mengerti supaya kamu mendapatkan keputusan yang terbaik
dalam keputusanmu untuk melakukan pekerjaanmu dimanapun kau berada. Salah! Tidak
sampai itu, Tidak sampai ya, tidak sampai! Apakah semua di sini melakukan
seperti itu?
Kadang-kadang, jawab umat.
Kadang, kadang. Kata
“kadang-kadang” itu apa ya?
Jarang...., jaraknya terlalu jauh, jawab umat.
Ya, saya tahu terlalu
jauh tetapi kamu kan punya alat untuk pergi, aku jalan kaki! Ini kaki saya
tebal. Kamu punya apa namanya itu?
Sepatu dan mobil, jawab umat.
Kamu katakan jauh? Kamu
bisa pergi senang-senang pakai mobil tapi dengan orang sakit kamu bilang jauh. Dosa
kamu.
Tapi tidak semua orang punya mobil, jawab Rm. Isak Doera.
Isak Doera, di hari
tuamu, bijaksanalah engkau! Jadilah contoh yang baik. Kamu bisa saja pergi,
dengan cara apa engkau bisa sampai tujuan. Jangan banyak alasan untuk berbuat
baik di mata Tuhan. Kasih itu harus dinyatakan walaupun berat bagimu, kamu
berkorban untuk orang lain. Tuhanmu berkorban untuk kamu. Ah....sia-sia kamu
menjadi anak Allah tapi kamu tidak berbuat apa-apa. Sia-sialah hidup diberikan
Allah kepada kamu, kamu tidak mendapatkan apa-apa dalam perjalananmu itu
sendiri. Baik, sudah lama katanya Alexius, sudah satu setengah jam tapi saya
masih ah...tidak ada apa-apa karena di
surga tidak ada waktu, mana pagi siang malam.
Rasul Yohanes, ijinkan saya bertanya tadi kalau dibilang
bahwa Salib adalah Tuhan sendiri, merentangkan tangan untuk merangkul semua
umat manusia. Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang tidak mengenal Tuhan
Yesus? Adakah suatu tindakan untuk menyikapi mereka terlebih sudah mendekati
pemurnian ini? tanya umat.
Saya bertanya, kepada
“saudara-saudara manakah” yang kamu pertanyakan? Coba ulangi lagi karena saya
sudah tua, kupingnya tidak dengar!
Bagaimana tindakan untuk menjelang permurnian dunia ini
bagi non katolik seperti Islam di tanah Arab, Budha di India? tanya umat.
Mengapa kamu bertanya
tentang orang lain? Kenapa kamu tidak bertanya tentang dirimu dan
saudara-saudaramu, apa yang harus saya perbuat saat-saat terakhir menjelang
pemurnian? Lihat, dengar! Allahmu sudah datang, sudah sekian lama kebenaran itu
ada bersama manusia, tetapi manusia-manusia yang diciptakan itu itu memilih
dunia. Apakah Allah akan menyelamatkan mereka yang tidak percaya? Tidak! Dia
akan mati sia-sia. Yang percaya dia akan selamat, yang tidak percaya dia akan
bersama dunia. Dunia akan dikalahkan oleh Allah melalui pemurnian maka siapapun
manusia yang diciptakan oleh Allah, dia akan mati dan lenyap dengan sia-sia. Sudah
mengerti kamu?
Sudah, jawab umat.
Apa kamu yakin apa yang
aku katakan ini kepadamu?
Yakin rasul, jawab
umat.
Yakin! Hanya dalam nama
Yesus Tuhan Allahmu Sang pencipta, manusia sampai kepada tujuan adalah surga.
Di luar itu mereka tidak akan tahu ada surga, ada Allah dan mereka tidak tahu
mengenal Allah yang sebenarnya. Mereka punya ilah di bumi tapi kamu punya Allah
di surga dan kamu menang mengalahkan dunia ini bersama Allah. Mengerti? Sampai
sini cukup? Sudah berapa jam Alexius?
Saya mau tanya, dulu sewaktu ayah saya sudah meninggal,
saya pernah mengantarkan ayah saya ke surga. Apakah benar hal ini? Kalau tidak
benar berarti saya bohong, tolong ambil roh saya kepadanya? tanya umat.
Orang tuamu mengimani?
Kalau dia mengimani pasti dia sampai. Kalau tidak mengimani, yah....kamu
berdoa. Dari imanmu, kesetiaanmu kepada Allah, silih untuk orang tuamu.
Saya melihat pintunya besar. Saya bingung bagaimana cara
membukanya? Ayah saya bilang, nanti kan buka sendiri. Lalu saya menghadap ke
bawah, badan saya pakai celana dalam, saya merasa malu, tidak sopan lalu saya
minta izin sama ayah saya lalu saya pulang, jawab umat.
Kamu mengalami, setelah
kamu mengalami, apa yang kamu rasakan? Kamu sukacita, bahagia bertambah dekat
dengan Allah atau tidak? Kalau tidak, cukup, tinggalkan saja peristiwa itu.
Sudah cukup ya.
Saya mohon kepada rasul Yohanes tolong saya diberkati
sebab sekarang saya mesti memberikan pengarahan kepada orang-orang yang tidak
tahu tentang Firman Tuhan, tanya umat.
Pasti kalau saat ini
kamu menyadari dan mau meninggalkan itu semua, pasti Tuhan akan mengampunimu
tapi setelah kamu diampuni tidak lagi kau melakukan itu kepada siapa pun. Apa
yang tidak kau mengerti, jangan kau sampaikan kepada siapa pun nanti menyesatkan
banyak manusia. Sampai di sini kamu mengerti?
Mengerti, jawab
umat.
Ya, Tinggalkan! Percaya
Allah maha rahim. Ya..sampai di sini kita akan bertemu tapi percaya, percaya.
Sekali lagi dengan penjelasan-penjelasan ini, saya percaya anda bertambah
imannya, bertambah dekat dengan Allah dan apa yang harus kamu lakukan rasa
syukur kamu dalam hidupmu ini dan saat-saat terakhir ini bersama Agnes bersama
Ibu Maria, layani mereka dengan baik dan tidak lagi marah dan tidak lagi
terjadi apa-apa dan semua itu menjadi baik dalam pelayanan ini, supaya
anak-anak Tuhan kembali kepada Allah seutuhnya. Itulah tugas kamu sekalian. Dan
jangan lupa dan berdoa dan melakukan. Tidak cukup hanya berdoa tanpa melakukan.
Ini yang saya sampaikan supaya pelayanan ini sungguh-sungguh bisa kamu rasakan,
karena pelayanan itu indah. Siapa yang masuk dalam pelayanan, dia akan merasa
sukacita dalam pelayanannya karena Allah bersama dia dalam pelayanan itu.
Baik terima kasih
Alexius dan Isak Doera dan bimbing mereka semuanya. Kalau bisa saya minta,
teruskanlah perjalananmu seperti ini dan sampaikan kenyataan ini kepada
mereka-mereka. Bagi kamu Alexius, kamu tidak usah memikirkan tentang dirimu
karena kamu sudah dimasukkan dalam pemurnian ini, dipersiapkan untuk bekerja
bersama Ibu Maria dan kami semua berdoa di surga supaya nanti hari pemurnian
ini kamu bisa bekerja dengan baik dan juga kamu Isak Doera, di hari tuamu, kamu
harus menjaga dirimu dengan baik dan pewartaan apa yang bisa kamu lakukan dalam
hidupmu, lakukan, supaya engkau bisa merasakan bahwa Allah itu hidup dan dekat
dan selalu menyertai setiap manusia yang setia kepadaNya, mereka yang percaya
sepenuhnya.
Terima kasih untuk kamu
semua, dan kamu Isak Doera dan Alexius selamat berjuang dan bimbinglah mereka
ke jalan-jalan yang sudah diberikan jalan oleh Allah dalam kasih dan cintaNya
karena kamu berdua seorang imam. Itulah tugasmu sepenuhnya kau dipanggil untuk
menggembalakan anak-anak Tuhan di bumi ini dan mereka semua di negaramu ini
perlu pelayanan sesungguhnya. Banyak mereka yang masih, saya katakan, iman
mereka berjatuhan karena menyangkut hidup, karena mereka tidak mengerti, akhirnya
mereka lemah akhirnya mereka meninggalkan, banyak..... Inilah tugas kalian
bersama Agnes. Dan aku Yohanes akan menyertai kamu sekalian dan saya berdoa
apabila perlu saya akan hadir seperti ini. Ingat, ini tidak bisa dipikirkan!
Ini aku Yohanes bersama Agnes supaya kamu mengerti saat-saat terakhir Allah
melakukan ini yang tidak dimengerti oleh manusia. Terima kasih. Salam, Allah
memberkati kamu sekalian!
Amin, terima kasih rasul Yohanes, jawab umat.
---ooo0ooo---