Penjelasan SALIB oleh Rasul Yohanes bersama

Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Pada rekoleksi di Gedanganak-Ungaran, 28 Agustus 2005

 

 

Romo yang saya cintai dan saudara-saudaraku semua yang ada di sini yang dicintai Tuhan dan Ibu Maria, tadi romo sudah menjelaskan bagaimana Allah menjadi manusia dengan segala rencanaNya. Saya menyambung lidah tentang pengertian Salib itu sebenarnya siapa.

 

Saudara-saudaraku yang terkasih, romo tadi telah menjelaskan arti Tri Tunggal Maha Kudus : Allah, Tuhan Yesus, Roh Kudus. Tri Tunggal Maha Kudus adalah Dia sendiri. Sebelum dunia dijadikan Tri Tunggal Maha Kudus sudah ada di surga. Saudara-saudaraku terkasih, TriTunggal Yang Maha Kudus ini kalau tidak diwujudkan oleh Tuhan maka Salib itu tidak tampak. Salib itu tidak ada. Tadi Romo mengatakan, kalau Allah tidak menjadi manusia turun ke bumi ini, kita semua tidak mengenal Allah, dan kita tidak tahu siapa yang menciptakan kita. Tidak jelas. Dan apa arti hidup juga tidak jelas. Akhirnya kita mati sia-sia. Maka Tuhan melaksanakan apa yang menjadi tujuan dan rencanaNya untuk menyelamatkan manusia yang diciptakanNya.

 

Ada 2 hal kematian : mati sia-sia dan mati bahagia. Semua manusia sejagat ini pasti akan mengalami kematian. Yang membuat manusia mati itu adalah Allah sendiri. Dan setelah bangkit, tidak ada menuju kebahagiaan di surga, itulah mati sia-sia, bagi yang tidak mengenal Yesus Allah yang Mahakuasa. Tapi siapa pun yang diciptakan, dia mengalami kematian. Tetapi bagi kita sendiri, kita mati akan mengalami 3 hal : mati, bangkit, tujuan kita adalah surga. Ini adalah lambang Tri Tunggal Maha Kudus di dalam Salib Tuhan sendiri yang kita terima pada saat ini, yang kita mengimani Dia seutuhnya.

 

Saudara-saudaraku terkasih, Allah menjadi manusia. Satu, itu Mahakuasa. Tapi dunia ini bisa mengatakan: manusia menjelma. Dia mau menjelmakan diri berupa babi, kucing atau benda tapi manusia yang menjelma itu tidak ada lagi, yang ada berujud kucing atau binatang lain. Di bumi juga bisa ada penjelmaan. Itulah kuasa kegelapan yang bisa menyamarkan dari rencana Tuhan tentang salib itu sendiri bahwa Allah sudah datang menjadi manusia. Tapi Allah Bapa kita yang di surga, turun ke bumi ini menjadi manusia. Apakah menurut anda surga kosong? Tidak! Surga tidak kosong. KuasaNya tetap berkuasa tapi kehendakNya Dia harus datang ke bumi ini untuk menyelamatkan manusia.

 

Saudara-saudaraku terkasih, rasul Yohanes mengatakan kepada kita semuanya. Maaf, beliau (Rasul Yohanes) sudah datang. Terima kasih Rasul atas kunjungannya. Rasul Yohanes hadir mau menjelaskan iman kita yang sebenarnya adalah Allah Bapa yang Mahakuasa. Itulah namaNya. Bawa dalam doa ya. Biarlah rasul Yohanes yang akan memberikan keterangan tentang SalibTuhan yang sudah bersama kita, yang kita imani, yang bersatu setiap hari, siang dan malam salib itu ada bersama kita. Jangan kita berangkat dalam pengertian bahwa salib itu penderitaan. Tapi penderitaan itu awal kebahagiaan yang kita akan terima dari Allah. Saya dengar dari rekan-rekan, setiap Tuhan hadir sering mengatakan terimalah salib kemenangan, bukan baloknya tapi Allah yang Mahakuasa yang memenangkan diriNya dan mengalahkan dunia; yang percaya kepada Dia, dia akan selamat.

 

Saya minta kepada rasul Yohanes supaya saya dilibatkan dalam dialog ini. Rasul Yohanes kami bersama romo, bersama anak-anak Tuhan juga dan anak-anakmu seperti mereka para imam mereka tidak punya keluarga tapi Allah menyerahkan kami semua kepada mereka bahwa kami adalah anaknya, adiknya, saudaranya keluarga didalam kasih Tuhan didalam penyelamatan ini. Kami juga adalah putra-putrimu dalam kasih Tuhan.

 

Selamat pagi untuk kamu semua yang aku cintai.

 

Selamat pagi Rasul Yohanes, jawab umat.

 

Bahagia kamu sekarang pada hari ini ya?

 

Ya kami bahagia Rasul Yohanes, jawab umat.

 

Selamat Alexius, dan juga kamu Isak Doera. Baiklah saya akan bersatu dengan Agnes akan mau menyampaikan tentang Allah yang sudah datang dan hidup dalam kehidupanmu yang dimana kamu sudah menerima Dia seutuhnya. Dan saat ini aku datang, akulah Yohanes, Akulah saksi hidup. Dulu aku hidup bersama Allah tapi saat ini juga aku hidup dalam kemuliaan Allah. Maka aku minta dari pada kamu semua yang dipanggil untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran ini, sampaikanlah yang sebenarnya. Maka saat ini saya bersama Agnes akan berbincang-bincang tentang iman, tentang kepercayaan kamu, dimana kamu sudah menjadi anak-anak Allah.

 

Ibu Agnes: Engkau mengatakan bahwa Salib itu sudah ada sebelum dunia dijadikan. Mohon penjelasan supaya kami lebih jelas apa arti Salib yang sebenarnya yang diberikan Allah kepada kami, supaya kami boleh selamat di bumi dan selamat juga kembali kepada Allah, Sang Pencipta.

 

Baik, menurut kamu siapakah Tuhan Allahmu sendiri yang sudah kamu terima sampai saat ini? Bisa kalian menjawab?

 

Allah yang Mahakuasa.............., jawab umat.

 

Hidup dalam Roh Kudus. Tiga hal ini, ini sudah ada sebelum dunia dijadikan. Allah hidup dalam karya untuk menyelamatkan apa yang menjadi cita-citaNya menciptakan manusia. Baiklah, saya akan memberikan penjelasan. Allah yang Mahakuasa menciptakan kamu, seisi surga dan semuanya di bumi dan di langit, semua adalah ciptaanNya. Dialah Allah yang Mahakuasa. Setelah Dia menciptakannya, Dia akan memperkenalkan diriNya kepada manusia. Dia akan datang ke bumi ini untuk bersama manusia. Tadi saya sudah mendengar Alexius mengatakan, kalau Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, apakah manusia ada di bumi ini? Saya bertanya kepada kamu.

 

Tidak ada, jawab umat

 

Tidak ada! Manusia didalam arti dia hidup bersama Allah. Ingat Adam diciptakan, dunia belum diciptakan. Mengerti? Bisa mengerti sampai di sini?

 

Tidak mengerti, jawab umat.

 

Tidak? Saya berbicara tentang Adam dan Hawa. Kalau Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, apakah manusia itu akan diciptakan oleh Allah? Saya bertanya kepada kalian.Tidak mengerti?

 

Belum, jawab umat.

 

Wow...Baik, saya akan memberikan penjelasan kepada kamu semua yang mencintai Allah. Ingat ya, mencintai Allah sepenuhnya, tanpa pamrih, tanpa kuatir, tanpa ketakutan, dan mau menerima apa saja yang kamu terima. Bisakah kamu mensyukuri dan berterima kasih dan bersuka cita didalam pemberian itu?

 

Bisa, jawab umat.

 

Walaupun pemberian itu kamu rasakan cukup pahit dan menyedihkan?

 

Bisa, jawab umat.

 

Belum bisa! Kamu berbohong. Kamu jangan berbohong sama saya. Maka sekarang ini saya mau mengajak kamu supaya kamu bisa menerima Allah seutuhnya dengan segala apa yang kamu hadapi di bumi ini kamu tetap setia kepada Allah. Kamu belajar setia. Kembali lagi, kalau Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, apakah manusia diciptakan oleh Allah?

 

Tidak, jawab umat.

 

Tidak! Mengapa?  

 

Rencana Allah tidak terwujud, jawab umat.

 

Baik, rencana Allah tidak terwujud. Saya bertanya kembali, apakah iblis itu ada sesudah manusia dijadikan?

 

Sebelum, jawab umat.

 

Apakah Allah menciptakan iblis?

 

Tidak! , jawab umat.

 

Tidak! Baik, kalian pintar. Saya akan memberikan penjelasan. Adam dan Hawa, (maka) dia jatuh dalam dosa karena rencana Allah sudah ada sebelum para malaikat semua belum dijadikan, Allah sudah ada rencana dalam hidupNya. Allah tidak diciptakan oleh siapapun, Dia ada dengan sendirinya. Sampai sini mengerti ya?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Terima kasih. (Maka) Adam dan Hawa jatuh dalam dosa karena malaikat-malaikat yang terlalu dekat dengan Allah, dia tahu begitu besarnya kuasa Allah, dia minta bagian dari kuasaNya. Malaikat...., kamu melihat di Wahyu? Malaikat-malaikat inilah yang berontak kepada Allah. Allah tidak akan memberikan kuasaNya tapi pengertian-pengertian dia diberikan oleh Allah tapi kuasaNya hanya Allah yang memilikiNya. Maka kalau kamu percaya kepada Allah, jangan takut hidup dalam dunia ini karena Allahmu Mahakuasa sangggup melakukan apa saja menjadikan suatu kebahagiaan dalam kehidupan manusia yang percaya kepada Dia. Sampai di sini kalian sudah mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Baik, kalau kamu mengerti supaya kamu tahu apa arti Salib yang kamu lihat di depanmu itu. Sekarang iblis dikeluarkan dari surga dan melihat apa yang dicintai oleh Allah adalah Adam dan Hawa yang diciptakan oleh Allah sebagai penghuni surga, dia masuk dalam kehidupan Adam dan Hawa untuk mencobai mereka berdua. Di situlah dibukakan bagaimana Adam dan Hawa jatuh dalam keinginan-keinginan daging. Sebenarnya mereka tidak mengerti tapi pengertian itu diberi pengertian dari iblis itu karena malaikat lebih tinggi dari segala ciptaan yang diciptakanNya, manusia. Maka kalau manusia tidak dekat dengan Allah, dia akan terpuruk-puruk jatuh dalam dosa karena kuasa iblis, dia masuk dalam kehidupan manusia melalui kemanusiaannya. Menurut kamu manusia jatuh karena kemanusiaannya melalui apa?

 

Melalui kelemahannya, jawab umat.

 

Ya, dari kelemahannya. Maka banyak manusia jatuh dengan kelemahan-kelemahannya. Nah, disinilah Tuhan membuka diri dengan adanya semua itu. Karena Dia tahu apapun yang Aku ciptakan pasti akan terjadi pergulatan, akan terjadi pemberontakan yaitu di sekitar Dia adalah para malaikat. Maka di situlah Allah menciptakan manusia. Setelah Adam jatuh dalam dosa, Allah menciptakan manusia. Sampai di sini kalian mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Kalau kalian mengerti, kita akan teruskan. Di situlah Allah menciptakan manusia. Tapi rencana Allah adalah manusia diciptakan untuk memuliakan Dia, supaya ke-Allahan-Nya itu bisa diterima oleh manusia yang diciptakanNya itu, supaya Dia tidak sendiri karena Dia bisa melakukan itu untuk kepentingan didalam ke-Allahan-Nya sendiri. Kalau Dia tidak menciptakan manusia, Dia sendiri di surga. Tetapi itulah Allah kita, akhirnya manusia diciptakan. Setelah diciptakan, Allah mulai berkarya dengan bangsa-bangsa; memanggil manusia-manusia untuk menjadi saksi untuk menyampaikan perkataan-perkataanNya kepada manusia. Kita melihat bagaimana Allah berjalan dengan manusia dalam Perjanjian Lama. Begitu sulitnya manusia diajak, diperkenalkan supaya mereka bisa menerima Allah sepenuhnya dan tahu siapa yang menciptakannya, supaya dia datang sepenuhnya kepada Allah. Itu banyak tidak terjadi.... Para Nabi banyak yang gagal untuk membawa manusia, untuk memperkenalkan manusia kepada Allah. Banyak yang gagal, gagal... ! Dan banyak para Nabi juga berkeluh kesah, terlalu berat dan tidak mengerti, tapi Allah biarkan itu berjalan karena Allah mempunyai rencana yang cukup mulia bagi manusia. Apakah sampai di sini sudah mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Baik, sudah mengerti. Kita sedikit maju. Bagaimana bangsa Israel, mengapa Allah datang kepada bangsa Israel? Menurut kalian apa? Bagaimana kamu Isak Doera, mengapa Allah memilih bangsa Israel?

 

Bangsa Israel memelihara Ketuhanan yang Maha Esa sedang bangsa-bangsa lain tidak mengenal Tuhan, jawab Rm. Isak Doera.

 

Baik, nanti ada ceritanya tentang Salib Kemenangan itu. Allah akan datang menjadi manusia yang bersama bangsa Israel. Apakah menurut anda, Allah hanya menciptakan bangsa Israel saja, sedangkan bangsa-bangsa lain tidak ada?

 

Kalau menurut Kitab Suci, dari Kain menurunkan bangsa ini, dari Ismail menurunkan bangsa ini, ...bangsa Moab dari ..., jawab umat.

 

Menurut Kitab Suci, menurut Kitab Suci. Ya.....baik. Bangsa Israel sudah dalam rencana Allah. Bangsa ini diciptakan oleh Allah supaya Allah menjadi manusia, suku?

 

Yehuda, jawab umat.

 

Yehuda adalah bangsa Israel. Allah mau menyatakan diri didalam ciptaanNya yang  Dia dipilih sendiri supaya nanti rencanaNya di situlah yang akan terjadi semua peristiwa dalam rencana Allah. Sampai di sini mengerti ya? Kenapa Dia tidak datang ke tanah-airmu ini?

 

Ya, suka-suka Allah, jawab umat.

 

Ya, suka-suka Allah, ya..? Kita tidak bicara suka suka Allah. Semua apa yang sudah terjadi sampai saat ini, itu dalam dalam rencana Allah, dalam kehidupan Allah. Berbahagialah kita. Kita bukan bangsa Israel. Bukan kita, kamu.....! Tapi bukan itu maksudnya, siapa pun yang menerima Dia, diselamatkan dalam nama Dia, kamu saudara-saudara bangsa Israel. (Umat bertepuk tangan)

 

Bukan Allah itu adalah manusia suku Yehuda atau bangsa Yehuda, tidak! Tapi Allah memilih dan menciptakan semua itu supaya rencana Allah dinyatakan di bumi ini. Mereka dibekali semua sampai detik ini begitu keras bangsa Israel.  Mereka mempunyai kekuatan yang luar biasa, tetapi jangan sampai kekuatan itu di salah gunakan oleh mereka sendiri. Mereka kuat. Mereka sedikit, mereka kuat.

 

Baiklah saya akan melanjutkan dengan semua kejadian ini, Allah melihat manusia masih mengalami dosa melalui kelemahan masing-masing. Maksudnya Tuhan datang menebus itu untuk melepaskan kelemahan-kelemahan manusia itu supaya kelemahan itu tidak menjadi batu sandungan oleh manusia itu sendiri, supaya manusia itu berdiri dalam keyakinan dan percaya kepada Allah. Dalam kelemahan.....! Maka kamu semua menjadi anak Allah. Kamu dibaptis dalam Roh. Roh itu adalah Allah, melalui kuasaNya Dia melakukan melalui para imam untuk menyelamatkan manusia-manusia yang diciptakan oleh Allah di bumi ini. Baik, sampai di sini kamu sudah mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Baik, kita akan kembali, mengapa ada “AKU”? Mengapa yang dikatakan Tri Tunggal Mahakudus itu orang tidak mengerti. Orang dunia mengatakan, Allah mereka 3 macam. Itulah kebodohan mereka. Kebodohan mereka, karena perenungan-perenungan yang mereka terima adalah hasil dari dunia, ilah-ilah yang menguasai mereka sehingga mereka tidak mengenal, tidak bisa bertemu dan tidak bisa menerima Allah dalam kehidupannya. Tadi saya katakan Allah Mahakuasa menciptakan semua seisi surga, manusia, seisinya di bumi ini maupun di udara sana. Semua diciptakan oleh Allah. Dengan Dia menciptakan, Dia mewujudkan semua ciptaanNya itu. Dia menciptakan manusia, sehingga apa yang Dia ciptakan itu tidak sia-sia bagi manusia. Dia datang untuk memperkenalkan apa yang sudah dicatat oleh Alexius. Itu bagus. Allah menjelma. Kata menjelma itu jangan menjadi pemikiran yang membuat kamu bingung. Menjelma menjadi manusia. Allah Mahakuasa, bisa melakukan apa saja untuk kepentingan-kepentingan Allah dalam kehidupan manusia. Semua sudah terjadi tapi Tuhan lihat, manusia yang diciptakan itu harus dibimbing, harus dinyatakan, harus diberikan jalan dalam kebenaran-kebenaran. Ini melalui siapa? Para Nabi tidak cukup. Mereka sudah melakukan semuanya, tapi banyak juga mereka yang belum mengenal Allah dan dengan sekejap mereka berontak dan meninggalkan Allah. Dengan segala pengalaman-pengalaman yang Tuhan lihat melalui para Nabi, Allah berbicara kepada Musa. Ingatkah kamu, apa yang dikatakan Allah kepada Musa? Masih ingat?

 

........................, jawab umat.

 

Aku adalah Aku, dan ada lagi?

 

Aku akan datang sendiri, dari muka ke muka, berhadapan dengan manusia, jawab umat.

 

Ya,Tuhan sudah mau melaksanakan apa yang menjadi rencanaNya. Aku akan datang sendiri dan Aku tidak lagi mengutus nabi-nabi dan Aku tidak lagi mewahyukan pada nabi-nabi, tapi Aku akan bertemu dengan muka ke muka, akan berbicara sendiri dengan manusia. Sudah muncul Tri TunggalNya. Sudah muncul. Maka apa yang dijanjikan kepada Musa, terlaksana. Dengan melalui Ibu Maria yang diciptakanNya sebelum dunia diciptakan, roh Ibu Maria sudah ada didalam rencana Allah dan sudah ada bersama Allah. Ya saya bersaksi, saya bersaksi. Sudah ada. Jadi Allah datang ke bumi melalui jalan Maria supaya apa yang menjadi rencanaNya, manusia bisa mengerti atas kehadiranNya ke bumi ini menjadi manusia; dan Allah akan berbicara dan berbicara dengan bahasa manusia. Dia tidak pakai dengan bahasaNya di surga. Dia Mahakuasa, siapa bisa mendengar, siapa bisa mengerti dengan bahasa surga? Tapi Dia pakai bahasa manusia untuk memperkenalkan diriNya kepada manusia. “Sudah sekian lama kamu, hai Filipus, engkau juga tidak mengenal Bapa.” Itu dipertanyakan kepada Filipus. “ Tunjukkan Bapa itu kepadaku”, kata Filipus. “Sudah sekian lama engkau bersamaKu, engkau juga tidak mengenal Bapa. Aku-lah Bapa itu” (Yoh 14:8-9, red). Tetapi di sini Tuhan tidak seluruhnya Dia mau menunjukkan Dia anak Allah, tapi Dia mau menyatakan diri Dia sahabat dengan manusia, Dia mau menyatakan bagaimana caranya untuk mengimani yang tidak kelihatan itu, Tuhan mengajarkan kepada manusia. Kalau Allah sendiri tidak datang mengajarkan kepada manusia, bagaimana manusia bisa menyembah Allah yang tidak kelihatan itu, tanpa Allah sendiri yang mengajarkan kepada manusia. Sampai di sini mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Maka Allah menjadi pengajar, menjadi guru dan menyampaikan janji-janjiNya tentang keselamatan, tentang jalan keselamatan itu adalah Dia sendiri; supaya manusia mengenal sang penciptanya. Kalau saya bicara begini karena saya tidak mempunyai keluarga ya. Kalau kamu menjadi orang tua pasti kamu mengajarkan kepada anak. Kamu anak-anak, kalau kamu berhadapan dengan orangtua kamu harus begini dan begitu. Benar tidak?

 

Benar, jawab umat.

 

Begitu juga Allah yang bersama manusia itu, mengajarkan ini. Kalau kau mau menyembah Allah harus begini, bukan berarti Dia tidak Allah. Dialah Allah yang mengajarkan itu. Dia tahu bagaimana caranya manusia harus berbicara dengan Allah, supaya bertemu dengan Allah. Jadi itu maksud Allah datang ke bumi ini supaya manusia tidak lagi jatuh dalam dosa, supaya manusia tahu bahwa dia tidak sendiri, dia ada bersama Allah dan hidup bersama Allah dan kuat bersama Allah supaya dia boleh mengalami kebahagiaan di bumi ini dan kembali kepada Allah dengan satu kebahagiaan apa yang sudah kami alami. Ya, ini tujuannya, tujuannya supaya manusia tahu bahwa Allah itu sungguh-sungguh ada dan hidup, dekat kepada manusia dan mengasihi manusia dan mencintai manusia dan memberikan segala-galanya kepada manusia. Apa kamu tidak pernah diberi oleh Allah?

 

Diberi, jawab umat.

 

Banyak? Berkatmu banyak? Bagikan! Bagikan berkatmu supaya kamu sampai kepada tujuan karena apa yang telah terima dari Allah, berkat-berkat yang melimpah itu atau sekecil apapun itu menjadi berkat bagi kamu, akan kamu bawa harta yang hidup yang kekal untuk menghadap Allah di surga. Ya…, jadi Allah akan menyatakan diriNya kepada manusia tentang Allah yang kasih, yang cinta. Walaupun manusia jatuh dosa Allah mengasihi manusia karena Allah tahu, manusia jatuh melalui kelemahan masing-masing. Tetapi apabila manusia dekat dengan Allah, dia akan menyadari kelemahan-kelemahan masing-masing dan menyadari dan mempunyai kerendahan hati untuk mengakui kesalahannya dihadapan sesamanya maupun dihadapan Allah dengan jujur. Sampai sini mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Mengerti. Ini yang Allah ajarkan kepada kita semuanya. Satu Allah yang hidup. Aku akan berbicara Allah yang hidup, setelah itu Allah sudah menyelesaikan apa yang menjadi rencanaNya, Dia memberikan semua apa yang menjadi keinginanNya supaya manusia yang diciptakanNya nanti kembali juga, kembali kepada Dia seutuhnya, kembali kepada semula apa yang menjadi rencanaNya. Tidak satu pun manusia yang harus ketinggalan, yang tersesat  atau yang mati sia-sia di bumi ini, Allah tidak menghendaki itu karena Allah mau menciptakan manusia itu, mau dia merasakan di bumi bersama Allah, dia pulang kembali bersama Allah. Ya.., ini tujuan Allah datang ke bumi ini menjadi manusia. Sampai di sini sudah mengerti ya…!

 

Mengerti, jawab umat.

 

Baik…baik ada  dua hal, ini dua hal sudah Tuhan lakukan. Ketiga, setelah Tuhan datang ke bumi ini dengan segala rencanaNya sudah diberikan kepada manusia, dan Tuhan Allah itu akan menunjukkan tanda kemenangan Dia sendiri, akan ditunjukkan kepada manusia supaya manusia itu mati tidak sia-sia. Supaya manusia itu setelah mati ada kebangkitan, setelah bangkit dia menuju Surga. Ini harus dipenuhi, kalau dua begini bagaimana mungkin manusia akan menuju ke Surga. Baru menikmati hidup dalam kematian, habis itu ia bangkit. Bangkit mau kemana? Tidak ada tujuan kan? Sampai sini mengerti tidak?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Nah, tujuan ketiga setelah bangkit, kita harus bersatu dengan Allah. Maka Salib itu adalah Allah sendiri. Tri Tunggal Maha Kudus itu lambang Salib, Allah yang Mahakuasa yang bertahta di surga. Tri Tunggal Maha Kudus! Tri Tunggal Maha Kudus sudah diwujudkan dalam rencana Allah, dibuktikan oleh Allah sendiri sudah datang ke bumi ini menjadi manusia. Ya…diwujudkan dengan semua apa, dalam rencanaNya supaya surga itu diterima sungguh-sungguh oleh manusia, tanpa SALIB manusia tidak sampai kepada tujuan yang sebenarnya. Tidak bisa bertemu dengan Allah. Lihat… banyak manusia di bumi ini diciptakan oleh Allah tapi mereka tidak menerima Allah yang menyelamatkan manusia, dia akan mati sia-sia, tidak sampai kepada tujuan.

Tetapi berbahagialah kamu. Kami yang sudah berjuang dan melanjutkan rencana Allah dalam karya keselamatan Allah, kami dipanggil untuk melanjutkan, untuk membawa manusia kepada Allah melalui SALIB ALLAH yang hidup, yang sudah ada sebelum dunia dijadikan.

 

Baik aku akan melanjutkan, sampai sini sudah mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Mengerti sekali. Kalau kamu bersama Tuhan harus mengerti supaya kamu tidak sia-siakan imanmu, tidak kau sia-siakan sibuk dengan duniamu. Bersama dunia sehingga imanmu terpuruk-puruk, sehingga apa yang terjadi engkau jauh dan ketinggalan, bagaimana lima orang wanita yang tidak membawa apa? (Mat 25:1-13, red)

 

Tidak membawa minyak dalam buli-buli, jawab umat.

 

Berjaga-jagalah kamu dalam perjalanan hidupmu, menerima TUHAN seutuhnya dalam hidupmu. Kata SALIB, SALIB itu apa sih artinya? Hai para imam, jawab itu! Kamu sudah Imam, pasti mengerti apa arti SALIB itu sendiri.

 

Kemenangan, jawab imam

 

Kemenangan, adalah mengalahkan dunia ini. Siapa yang bisa mengalahkan? Hanya Allah. Allah yang bisa mengalahkan semua penguasa-penguasa kegelapan yang ada di bumi ini Allah yang mengalahkan. Baik…..

 

Rasul Yohanes ijinkan saya bertanya, faktanya memang Allah memilih Salib, cara atau katakanlah sarana, hukum-hukum yang ada di …..kan cuma Salib diberi penjelasan oleh Rasul Yohanes itu sudah ada rencana Allah bukan karena hukuman mati yang dijatuhkan oleh Pilatus, tetapi SalibNYA, bentuknya yang tegak lurus dan yang melintang, bagaimana Salib dinyatakan adalah Allah Tri Tunggal, ke Tri Tunggalannya dalam bentuk Salib itu sendiri apakah diperlambangkan……tanya seorang umat.

 

Coba kamu berdiri di situ, berdiri! Rentangkan tanganmu di depan temanmu. Nah, ini apa?

 

Salib, jawab umat.

 

Ini menunjukkan apa? Ini menunjukkan apa? Para imam, ini menunjukkan apa? Hai, jawab!

 

Balok yang melintang, jawab imam dan umat.

 

Palang.., jawab umat.

 

Tunjukkan kepada mereka. Ini lambang. Boleh kamu katakan lambang. Ini lambang apa?

 

Tangan yang merentang, jawab imam.

 

Merentang untuk apa?

 

Merangkul .., jawab imam.

 

Merangkul siapa?

 

Merangkul manusia, jawab imam.

 

Itulah Salib. Salib itu untuk menghimpun manusia supaya manusia selamat melalui rangkulan Allah yang Mahakuasa. Tangan direntangkan menunjukkan dalam segala arah. Arah mana, arah mana, arah mana. Itulah kehidupanmu, kamu tidak lepas dari pelayananmu mengasihi dan mencintai sesamamu di mana pun engkau berada. Mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Itulah Allahmu merentangkan tanganNya setiap penjuru di bumi ini. Dia merangkul setiap manusia yang percaya kepada Dia. Itulah SalibNya, itulah Allahmu sendiri. Tetapi diwujudkan salib itu supaya kamu mengerti Allah harus memanggul salib dengan sarana. Sarana apakah yang dipakai oleh Tuhan? Jawab!

 

Balok dari kayu, jawab umat.

 

Baik, supaya manusia cepat mengerti. Tanpa balok ini, kamu tidak akan mengerti apa arti Salib sendiri itu karena Salib itu adalah Allah itu sendiri yang hidup, yang Mahakuasa yang merangkul semua manusia dalam kehidupanNya. Salib! Dia tergantung di balok itu sendiri sebagai tanda bukti bahwa Allah adalah Salib Hidup. Ditopang dan ditunjukkan dengan balok-balok itu sehingga Allah merentangkan diriNya, menyatakan diriNya, “Inilah AKU”. AKU adalah AKU, dan tidak berubah karena Salib itu tidak akan berubah. Salib itu tidak akan hilang. Pada saatnya Salib itu akan terpancang di bumi ini tanda pemurnian segera turun. Maka kenapa SalibNya yang diturunkan oleh Allah? Kenapa bukan Allah sendiri? Kalau Allah menginjakkan kakiNya lagi di bumi ini, apa yang terjadi? Dunia kiamat! Allah belum melakukan itu. Belum! Tetapi pemurnian dunia, sekarang juga pemurnian dunia secara pribadi, manusia-manusia, kamu dimurnikan termasuk Alexius, kamu dimurnikan. Apakah dia sadar? Supaya dia bisa menerima tugasnya sebagai imam. (Umat tertawa)

 

Kamu tertawa? Kalau kamu tidak dimurnikan kamu dengan ada dengan dirimu sendiri. kamu tidak akan bekerja karena pemurnian itu cukup berat, cukup berat bagi manusia. Hai Alexius, kamu sedang dimurnikan, renungkan! Kalau kamu masuk dalam pemurnian, betapa indah Salib Tuhan itu menyatu dalam kehidupanmu sebagai seorang imam untuk menggembalakan...., banyak anak-anak Tuhan yang butuh rangkulanmu. Dia terseok-seok sekarang Alexius. Kamu merasa tidak? Saya sakit. Apa karena kamu sakit... ah tidak sakit! Karena kamu sedang dimurnikan oleh Allah. Karena kamu dibutuhkan kamu dipanggil oleh Allah untuk menjadi saksi; menjadi saksi tentang pemurnian nanti yang akan turun ke bumi ini. Kamu akan mengumpulkan kembali mereka-mereka ini dan juga para imam-imam. Banyak hati imam yang mendua hati.

 

Mari kita lanjutkan apa arti salib tadi ya. Ada 2 hal yang sudah dilakukan oleh Allah.  Ketiga, Allah membuktikan Dia mau menunjukkan SalibNya itu sendiri, Dia pakai sarana itu sendiri. Dia digantungkan, dipaku di kayu salib padahal Allah itu sendiri Salib Hidup, Salib Kemenangan, Salib Kemuliaan, adalah Allah sendiri. Jangan kamu kira, menurut kamu apakah dalam rencana Allah dengan segala penderitaan Allah yang memanggul salib balok itu manusia ikut campur tangan dengan segala rencanaNya Aku mau mengadakan ini, mengadakan itu? Menurut kamu bagaimana?

 

Tidak ada manusia bisa campur tangan, jawab salah satu umat.

 

Itu kamu, kamu sudah tahu ya. Saya bertanya kepada yang lain. Apakah Tuhan memanggul salib itu ada banyak ikut campur tangan manusia dalam rencanaNya dan segala macam dimana waktu Tuhan ..., karena akulah saksi hidup, dimana Allah menjadi manusia, disalibkan dan menderita, aku bersama Ibu Maria dengan setia tapi yang lain pergi, porak poranda dan mereka takut melihat kenyataan. Mereka tidak sangka. Apa yang dikatakan Tuhan pada waktu itu mereka hanya mendengar dan mendengar. Tidak mau mengerti apa maksud Tuhan mengatakan.....Tapi aku, aku mau tahu. Akan  kubuktikan perkataanNya, benar tidak. Kalau tidak terjadi, saya tidak akan menyembah Dia, saya tidak akan ikut Dia. Saya buktikan. Tapi para rasul yang lain iya, iya dan iya, tapi mereka pergi ketakutan, kehilangan kekuatan. Itu dirasakan seperti kamu juga saat kamu pergi bersama Agnes. Terpuruk-puruk...., apalagi Isak Doera, Alexius. Para imam berapa yang ikut?

 

Berempat, jawab imam.

 

Berempat, sepertinya....., seperti kamu tahu ayam, ayam yang sudah berlaga, K itu apa?

 

KO, jawab umat.

 

KO!  Itu juga dialami oleh para rasul dan saya, tapi saya tidak mengalami itu karena saya harus menguatkan Ibu Maria, tapi dia sudah kuat karena dia bukan manusia. Tapi aku mau menunjukkan bahwa aku setia sampai akhir. Sejarah dan peristiwa apa yang disampaikan Tuhan waktu Dia berkotbah dan memberikan wejangan kepada kami, akan kubuktikan. Akulah Yohanes, aku saksi hidup dan aku juga saksi sesudah mati, aku bahagia dan aku sekarang bicara dengan kamu melalui Agnes. Eh, kamu jangan berpikir Agnes yang ngomong ya. Tidak! Biarkanlah suara-suara itu, tidak apa-apa. Tetapi kuasa Allah mengantarkan aku untuk menyampaikan ini kepada kamu yang berkumpul pada saat ini. Baik, jadi kamu tahu segala rencana Allah, Allah menerima semua apa yang kita terima, apa yang sudah dinyatakan di dalam Kitab Suci, itu penuh dan sempurna. Itulah adanya, apa yang kami terima dan kami tuliskan supaya kamu mengerti supaya kamu boleh menerima Allah itu sepenuhnya dalam hidupmu. Jadi manusia tidak ada satu pun ikut campur tangan. Kalau sempat manusia ikut campur tangan, itu adalah kuasa iblis. Tetapi Allah tidak mengikut campur tangankan semua rencanaNya bersama dunia. Masih ingatkah kamu sewaktu Tuhan sedang dicobai iblis? Apa yang dikatakan iblis kepada Tuhan? Kamu ingat hai Alexius? Coba kamu bacakan kepada saya, saya mau dengar kembali. Waktu di gunung mana itu? Tuhan sedang berpuasa. (Lukas 4:1-12, red.)

 

Dia 3 kali dicobai oleh iblis. Yang pertama, harus mengubah batu jadi roti, yang kedua Yesus dinaikan ke atas bukit agar supaya terjun, yang ketiga Dia diberi kuasa supaya menyembah setan, jawab imam.

 

Terus apa jawab Tuhan kepada iblis?

 

Pergilah hai engkau setan. Lalu malaikat-malaikat datang membantu Dia, jawab imam.

 

Baik. Kamu tahu sebelum Tuhan melaksanakan segala rencanaNya untuk memberikan Salib HidupKu kepada manusia untuk menyelamatkan manusia, Tuhan sudah stop sampai di situ. “Hai iblis, enyahlah engkau, jangan sekali-kali kamu mencobai Tuhan Allahmu”. Nah sekarang sudah jelas siapa Tuhan Allahmu? Siapakah Tuhan Allahmu?

 

YESUS, jawab umat.

 

Yesus apa artinya?

 

Allah yang menyelamatkan, jawab umat.

 

Allah yang menyelamatkan, berarti Tuhan sudah menunjukkan kepada kita dengan segala rencanaNya bahwa dunia tidak bisa ikut campur tangan dalam karya keselamatanNya untuk memberikan Salib Hidup kepada manusia yang mau dan percaya, supaya dia boleh selamat di dalam namaNya adalah Yesus. Mengerti sampai sini ya? Baik, sudah mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Kamu kok diam, mengerti ya?

 

Mengerti, jawab umat..

 

Baik, kamu di sini mengerti?

 

Mengerti, jawab umat.

 

Saya agak bingung sewaktu saya membaca salah satu bagian, kebetulan kita membahas tentang Salib, pada saat Yesus sudah disalib, Dia mengatakan : Eli, Eli lama sabakhtani, Allah, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Ini maksudnya apa? Kok saya tidak mudeng, tanya seorang umat. (lihat Mat 27:46, red)

 

 Apa “mudeng”?

 

Tidak paham, tidak jelas,  jawab umat.

 

Baik, sebenarnya akulah saksi hidup itu yang berada di kayu salib bersama Ibu Maria. Tapi baik, saya tidak mempersalahkan tulisan itu, yang ada di situ...mungkin pengertian, itu 2000 tahun..... Saya mau bertanya kepada Isak Doera, kapankah Injil itu dituliskan? Pasti kamu lupa ya?

 

................setelah rasul rasul akan pergi ya ada kepikiran untuk dituliskan, sebelum itu mereka menyampaikan kesaksian lisan, yang terakhir rasul Yohanes punya itu...., jawab imam.

 

Dimana saya bicara tentang hal itu ... AllahKu ya AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Daku

 

Di sini Yesus mau memberi contoh kepada kita. Dalam penderitaan apapun, manusia ini lemah dapat mengeluh kepada Bapa tetapi sama seperti yang di taman Getsemani, “seandainya  piala ini bisa berlalu dari padaKu” tetapi selalu akhirnya Dia mengatakan,” tapi bukan kehendakKu tetapi kehendakMu-lah yang harus terjadi”. Dan di salib juga kemudian setelah Dia mengucapkan itu, Dia menyerahkan diriNya kepada Bapa. Jadi, saya melihat ini sebagai contoh untuk kita manusia bagaimanapun penderitaan sampai kita mengeluarkan keluhan tapi tetap akhirnya kita mesti menyerahkan diri kita berpasrah kepada Allah, jawab Rm. Isak Doera.

 

Baik, terima kasih Isak Doera. Kalau kamu Alexius, apa itu artinya?

 

Ada dua halyang mau dibicarakan mengenai AllahKu ya AllahKu mengapa engkau meninggalkan daku, di sini Tuhan mau menunjukkan bahwa ada kemanusiaan Yesus yaitu pada saat itu muncul, bahwa Dia merasa ditinggalkan. Tetapi di sisi lain ada sikap kepasrahan Dia yaitu menyerahkan semua keputusan itu kepada Allah Bapa di surga, jawab Rm. Alexius.

 

Kata Yesus, menurut kamu siapakah AKU ini? Baik, itu dipertanyakan kepada kamu semua. Kalau saya sudah tidak dipertanyakan karena aku sudah dalam kebahagiaan. Menurut kamu siapakah Yesus itu?

 

Allah yang Maha kuasa, jawab umat.

 

Allah yang Mahakuasa. Tadi, dalam 2 hal tadi, pertama Allah menciptakan semua dan semua, kedua Allah menjadi manusia, menjadi manusia Allah yang dekat dengan manusia dan berbicara kepada manusia dan berbahasa manusia. Apakah sampai di situ saja Allah mengajarkan tentang kebenaran, tentang Tuhan, tentang kematian tapi Allah tidak memberikan yang terakhir pengertian-pengertian mengapa Dia datang ke bumi ini untuk menyelamatkan manusia. Tuhan akan memberikan puncakNya di kayu salib, di kayu salib. Tadi kamu bertanya, mengapa kok Allah berkeluh kesah, “.....ya AllahKu...”. Di mana Allah lagi yang berkeluh kesah? Hai ingat, tadi yang kedua saya berbicara Allah menjadi manusia, berbicara secara manusia. Saat terakhir Dia mau mengajarkan kepada manusia arti kematian yang sebenarnya, itu semua akan terjadi kepada hidup manusia, akan kembali kepada Allah seutuhnya. Dalam apakah manusia menyerahkan dalam kematian itu adalah dalam kepasrahan. Bukan Tuhan Yesus berkeluh kesah, tidak! Mengapa Allah meninggalkan Aku? Banyak orang yang mati tidak mengerti apa arti kematian. Maka sebagai anak-anak Tuhan, kematian itu adalah awal kebahagiaan kamu sekalian. Dan jangan takut, kamu akan bersatu dengan Allah di surga apabila kamu setia dalam imanmu, melakukan apa saja karena Allah itu adalah kasih sempurna yang tidak bisa dibagikan cuma-cuma kepada mereka yang tidak percaya. Sampai di sini sudah mengerti apa yang saya katakan ini?

 

Mengerti,  jawab umat.

  

Hai anak muda, kamu sudah mengerti?

 

Sudah, jawab seorang anak muda.

 

Kalau kamu sudah mengerti, bagaimana kau rasakan saat ini? Percaya?

 

Saya percaya, jawab anak muda.

 

Percaya sepenuhnya, bahwa kematian itu masuklah dalam kepasrahan dan kamu akan bertemu dengan Allah. Dan Allah tidak pernah meninggalkan manusia dalam kematian itu sendiri karena kematian itu punya arti yang sebenarnya yang diberikan Allah kepada manusia melalui Salib. Salib itu adalah Allah sendiri. Kalau Salib itu sudah kamu lakukan dalam hidupmu Salib itu punya arti yang sebenarnya. Kita bisa melakukan apa saja kepada manusia di sekitar manusia, melayani manusia. Kita berdiri, kita bisa datang kepada Allah, menyerahkan seluruh kehidupan kita, segala pekerjaan kita yang sudah kita lakukan dalam hidup ini, kita persembahkan kepada Allah.

 

Ini, kalau kita lurus, apakah arti lurus ini? Dengar ya, ...saya berbicara tentang salib. Allah datang merentangkan tanganNya, dibuktikan di balok kayu salib itu. Allah mau memeluk seluruh manusia dan memberikan segala-galanya apa yang dimintakan manusia kepadaNya, diberikan kepadamu, kepada manusia yang percaya kepada Dia. Itu, tangan terentang dalam segala penjuru di mana pun kita bertemu dengan manusia. Kita tidak bisa putus dengan manusia, kita saling mengasihi dan mencintai. Sepuluh perintah Allah disempurnakan oleh Allah. Sebenarnya 10 Perintah Allah itu datang dari Allah tapi Aku akan menyempurnakan nanti waktunya apabila Aku sudah datang, 10 Perintah Allah itu akan menjadi kenyataan, maka Aku datang ke bumi ini sebagai manusia. Tanda kasih-Ku kepada manusia. Aku datang sendiri ke bumi ini untuk menyelamatkan manusia. Kenapa ngak dulu disempurnakan oleh Allah melalui Musa. Tidak! Nanti waktunya,  Aku-lah kasih itu semua. Aku-lah yang sempurna semua itu. Aku datang, Aku datang. Kalau kita tanpa begini, kita lurus, itulah kelurusan kita itu kita datang kepada Allah. Kita merentangkan tangan kita melakukan segala perbuatan melalui sikap dan tingkah laku kita melayani. Kamu datang bersama Ibu Maria untuk melayani anak-anak Tuhan dan membawa anak Tuhan kembali kepada Allah saat-saat terakhir seperti ini. Itulah tugas kalian. Bukan kamu hanya mendengar; aku ikut, aku ikut, tapi kamu tidak berbuat apa-apa dalam perjalananmu dimana kamu ikut dalam kelompok ini bersama Ibu Maria. Tapi kamu tenang-tenang di rumah, yang penting aku sudah berdoa dan berdoa. Tidak cukup kamu berdoa, Tuhan tidak akan mendengarkan doamu tanpa perbuatanmu. Kalau kamu berdoa kepada Allah, kamu melakukan apa saja di sekitarmu. Benar tidak?

 

Benar, jawab umat.

 

Benar! Setelah Allah menyatakan diriNya, Salib itu dinyatakan dalam balok. Tapi kamu jangan tertuju saja dengan kayunya ini. Inilah sarana Allah menunjukkan Dia adalah Salib Hidup, Salib Kemuliaan adalah Dia sendiri. Tanpa ini kamu tidak akan tahu bagaimana Allah mau menunjukkan Salib Allah itu sendiri, maka Allah memakai kayu ini. Yang penting, yang penting adalah ini, ini, ini kayu ya, saya tahu ini kayu, tapi ini sebagai contoh bagi kamu sekalian. Rentangan tanganNya tanda kasihNya, Dia merentangkan diri dipaku. Ini benar dipaku, saya saksi! Tidak main-main ya! Tidak main-main! Dia direntangkan dengan sarana kayu ini. Inilah Dia, Allah Tri Tunggal Maha Kudus, Dialah Salib Hidup, Salib kemuliaan, Salib kemenangan, salib keselamatan bagi semua manusia yang ingin diselamatkan melalui Salib Allah itu sendiri adalah Allah sendiri. Sesudah itu apa yang terjadi? Setelah Tuhan memberikan petunjuk-petunjuk tentang salibNya, diturunkanNya salib diriNya sendiri ke bumi ini untuk menyelamatkan manusia, setelah itu Dia bukan mematikan diriNya sendiri, supaya orang tahu bahwa kematian itu tidak menakutkan. Tuhan mau menunjukkan, mengalami “ini AKU”. Dia mematikan diriNya sendiri, “sementara”, untuk menunjukkan tentang kematian itu jangan menakutkan. Akhirnya apa yang terjadi? Kebangkitan! Allah bangkit dengan kuasaNya. Bukan dibangkitkan! Dia bangkit melalui kuasaNya. Dia tunjukkan kemenangan-kemenangan manusia yang percaya kepada Dia. Dia akan mengalahkan dunia ini; bukan kematian itu tetapi kebangkitanNya, dia sampai kepada tujuan adalah Allah sendiri. Allah memberikan itu semua untuk kita, untuk kita, untuk kita, bukan untuk diriNya! Dia Allah! Apa yang dilakukanNya semua kita terima melalui Kitab Sucimu, itu untuk kamu, bukan untuk Allah! Mengerti sampai sini?

 

Mengerti,  jawab umat.

 

Untuk kamu! Supaya kamu mengerti bagaimana Allah yang hidup dan sudah datang ke bumi ini, menginjakkan kaki di bumi ini, kamu tahu! Sekarang Allah yang tidak kelihatan ada di surga tetapi kuasaNya menyertai kamu sekalian. Maka Allah berjanji kepada kami. “AKU akan mengutus Roh Kudus”. Roh Kudus adalah Allah sendiri. Bukan Roh Kudus melayang-layang. KuasaNya, kuasaNya sampai ke pelosok-pelosok bumi ini. Siapa yang sembunyi Tuhan juga tahu. Sembunyi..., dan kamu juga Tuhan tahu hati kamu masing-masing yang ada di sini. Jangan berbohong! Memang Tuhan mengajarkan kalau kamu bersalah, katakanlah kamu bersalah, tapi kalau kamu tidak bersalah katakan kamu tidak bersalah. Bijaksanalah semua apa yang harus kamu nyatakan, kamu buktikan bahwa kamu tidak salah. Allah akan menuntun dan membimbing manusia yang jujur tentang dirinya. Jangan kamu berbohong! Sedikit pun jangan berbohong, bisa malu. Kalau kamu salah, katakan salah. Jangan malu! Kenapa kamu harus malu? Di situlah kamu sebagai anak Allah yang sunguh-sungguh mengerti apa yang harus kamu lakukan, yang tidak kamu lakukan dalam hidupmu.

 

Sekarang saya mau bertanya, apakah kamu sudah mengerti apa arti salib itu sendiri? Kamu imam dan kamu sudah mengerti arti salib? Allah sendiri yang menyelamatkan kamu. Sudah mengerti apa arti salib?

 

Allah sendiri, jawab umat.

 

Allah sendiri! Dia datang untuk menyelamatkan manusia yang diciptakanNya. Tapi sia-sialah orang yang tidak percaya. Dia akan mati sia-sia. Jangan sampai kamu mati sia-sia! Ini banyak terjadi di seluruh bumi. Sudah banyak anak-anak Allah yang meninggalkan Allah mengikuti dunia, padahal waktunya sudah dekat. Kamu sudah lihat dunia sudah bergejolak, dimana-mana bumi sudah mulai digoncangkan oleh Allah. Ingat, kata ”digoncangkan” oleh Allah, berarti didalam peristiwa demi peristiwa itu kamu jangan takut. Kalau kamu menghadapi kegoncangan-kegoncangan di bumi ini, kamu dilihat oleh Allah kamu tetap setia. Ingat satu kunci, Allah datang ke bumi ini untuk melayani...... Sekali lagi Allah datang ke bumi ini untuk apa?

 

Melayani,  jawab umat.

 

Setelah kamu mengenal Allah yang melayani, kamu juga melayani. Tumbuhkan dalam hatimu untuk melayani karena melayani itu adalah kasih yang tidak terputuskan yang akan diterima oleh mereka-mereka yang membutuhkan pelayananmu. Sampai saat ini juga Allah melayani kamu, kamu percaya?

 

Percaya,  jawab umat.

 

Tanpa pelayanan Tuhan, kamu tidak bisa hidup berjalan sendiri di bumi ini dengan mengalami segala persoalan yang ada yang kamu terima dari dunia. Apakah kamu mau bekerja?

 

Mau,  jawab umat.

 

Yang kamu kerjakan apa?

 

Melayani,  jawab umat.

 

Baik, boleh-boleh kamu boleh melayani tapi ada 3 hal yang perlu hilang dalam dirimu. Mau enggak kamu.... sebelum aku bicara?

 

Mau,  jawab umat.

 

Baik, modal dari pelayananmu adalah rendah hati. Kata Rasul Paulus, harga diri tidak penting bagimu karena harga diri itu akan membuat kamu sombong dan tidak bisa melayani. Karena Tuhan Allahmu sendiri sudah datang menjadi manusia, di manakah harga diriNya? Dia tunjukkan, Dia disiksa oleh manusia yang ada di bumi ini. Tidak  ada harga diri. Apakah harga diri itu bagi kamu? Hapus! Kalau kamu masih mempunyai harga diri, perasaanmu akan selalu jalan. Kamu mudah tersinggung, kamu begini, kamu begitu dan segala macam. Jadi harga diri itu tidak perlu, tidak penting. Siapakah kamu mempertahankan harga dirimu? Kamu debu! Ingat itu ya, kamu debu! Allah yang Mahakuasa datang ke bumi ini dengan segala rencanaNya yang tidak masuk akal yang tidak percaya kepada Dia. Apakah Allah mau mempertahankan harga diriNya sebagai Allah? Tidak diperhitungkan itu. Demi apa? Demi menyelamatkan manusia. Harga diri tidak penting kata Rasul Paulus.

 

Manusia yang selalu menghambat manusia. Satu, apa Ola?

 

Tidak bersedia mengampuni, jawab Ibu Ola.

 

Satu tidak mau mengampuni, satu tidak mau berkorban, satu tidak mau memberikan berkat. Pasti kalian masih hitung-hitung! Kalian jangan bohong ya! Kalian menghitung-hitung kalau memberi apapun kepada saudara-saudaramu. Bukan menghitung, mendengar tapi pura-pura tidak mendengar. Benar enggak itu?

 

Benar,  jawab umat.

 

Hai, jangan bohong lho! Benar?

 

Benar,  jawab umat.

 

Benar! Tiga hal ini kalau kamu mau melayani, ini harus hilang dari hidupmu! Kamu mau berkorban, kamu mau mengampuni, kamu mau memberikan berkat. Kalau berkorban ini sudah luas waktunya. Kalau ke -3 hal ini ada dalam hidupmu, kamu sudah melakukan kasih yang sempurna sebagai manusia. Bukan sempurna sebagai Allah, tapi sempurna sebagai manusia. Karena ini yang ada dalam diri manusia. Ini yang membuat manusia.... Jadi kamu harus berkorban, mengampuni dan memberi. Inilah kasih utuh, kasih utuh sempurna bagi manusia tapi bukan sempurna bagi Allah, Allah maha sempurna.

 

Dan kamu sebagai manusia, jangan kamu pakai pikiranmu dan perasaanmu tapi pakailah hatimu. Tapi 3 hal ini tidak boleh dipisahkan, karena kamu masih berpijak di bumi ini. Kamu masih pakai pikiran dan perasaan, tapi kendalikan pakai hatimu, maksudnya kendalikanlah dengan imanmu. Karena bukan “hati”, hati ini yang dipegang (lever), karena hati itu adalah suatu lambang roh hidup dalam dirimu, roh itu ingin bertemu dengan Allah, tapi daging memisahkan roh itu dari Allah sehingga manusia terpuruk-puruk dalam kelemahannya.

 

Tiga hal lagi apa? Masih ingatkah kamu? Tiga hal lagi : menghujat Roh. Menghujat Roh adalah setiap manusia yang sudah percaya dan dibaptis dalam Roh dalam Allah tapi dia pergi meninggalkan. Ini menghujat Roh. Tidak diampuni, terkecuali dia bertobat dan kembali menyelesaikan hidupnya dengan Allah. Kedua, mendua hati : yang percaya kepada dunia dan percaya kepada Allah. Allah tidak suka. Kalau percaya, percaya sekalian. Kalau panas ya panas kalau dingin ya dingin. Dalam Wahyu : “Jangan ...akan dimuntahkan oleh Allah”(wahyu 3:16). Jadi kamu jangan sampai mendua hati. Bagi kamu yang punya jimat, katanya itu jimat, kepercayaan, peramal. Peramal-peramal yang pembohong itu kamu datang meramal hidupmu, bagaimana hari esok. Hak-hak kamu semua, hidupmu, adalah di tangan Tuhan. Ketiga, anak nakal yang pemabuk, pencuri, penzinah dan segala macam. Semua jangan kamu lakukan. Berjuanglah dalam 3 hal ini supaya kamu hidup bahagia di bumi dan bahagia kembali kepada Allah.

 

Allah sudah bangkit dalam kemenangan dalam SalibNya, Dia kembali ke surga dan bertahta di surga dan saat ini kamu...., Allah menyertai kamu melalui kuasaNya, maka Allah mengutus Roh Kudus adalah Dia sendiri menyertai kamu sekalian sampai akhir zaman. Aku dalam kamu, kamu dalam Aku. Satu, siapa yang percaya dia bersatu, bersatulah kamu. Kalau tidak ada Salib Allah turun ke bumi ini, perjamuan tidak ada di bumi ini. Benar?

 

Benar,  jawab umat.

 

Maka salib kemenangan Tuhan itulah, maka Allah menyatakan diri, tanda kasihNya. Apa yang aku tuliskan, apa kamu pernah membaca? “AKU roti turun dari surga”(Yoh 6:33, red). Itulah perjamuan santapan rohani yang diabadikan, itulah harta surgawi yang ada di antara kamu. Jangan sampai kamu melecehkan tentang Roti yang hidup, yang turun dari surga. Itu diserahkan kepada para imam dan itu tanggung jawab imam, bagaimana dia menyerahkan semua persembahan itu kepada umatnya. Kalau hatinya tidak jujur dia akan menanggung dosanya kepada Allah. Tapi kamu yang menerima, kamu tidak apa-apa karena kamu tidak mengerti. Yang mengerti adalah para imam. Isak Doera, mengerti ya kamu? Mengerti maksud saya? Dan kamu Alexius, mengerti? Buatlah itu, sucikan dirimu, dimana engkau akan mempersembahkan Tubuh dan Darah Tuhan yang disatukan, yang diturunkan dari surga di antara kamu, melalui apa Alexius?

 

Melalui Ekaristi,  jawab Rm. Alexius.

 

Ekaristi. Itulah yang perlu saya sampaikan kepada kamu. Kalau salib Tuhan tidak ada di surga, tidak ada perjamuan. Dan salib Tuhan tidak diturunkan ke bumi ini, tidak ada perjamuan! Sia-sialah kamu hidup. Kamu dihidupkan hanya dihidupkan. Tapi Allah itu bukan seperti itu. Allah menciptakan manusia tidak disengsarakan. Dia ciptakan, Dia rawat, Dia jaga, Dia berikan semua sarana-sarana hidup yang dimana manusia hidup di bumi ini. Apa kamu pernah mensyukuri apa yang telah kamu terima dalam hidupmu ini?

 

Ya,  jawab umat.

         

Ah, kamu banyak berkeluh kesah! Hai, saya mau memberikan pengertian kepada kamu. Untuk apa kamu berkeluh kesah, untuk apa kamu kuatir, seperti mereka tidak mengenal Allah! Tidak ada lagi kamu berkeluh kesah. Kamu hidup bersukacita, bahagia, saling mengasihi, saling melayani, kamu adalah saudara, kamu adalah saudara dalam kasih Tuhan. Kamu tidak ada perbedaan, mana hitam mana putih, mana cantik mana tidak. Kamu sama di hadapan Allah. Jangan kamu beda-bedakan lagi apa arti hidup di antara satu dengan yang lain. Kamu sudah salah, karena kamu sudah dihidupkan dalam Roh. Roh Allah sendiri yang menghidupkan kamu sampai saat ini. Mengapa kamu lagi membeda-bedakan arti hidup dengan sesamamu? Kamu masih seperti itu. Benar? Kamu masih memilih-milih berteman. Yang bisa memberikan kamu sukacita, kamu senang tetapi bagi mereka yang tidak bisa memberikan apa-apa, kamu jauh dari pada mereka. Padahal mereka itulah perlu kamu...... Kamu apakan? Layani! Bagaimana mungkin kamu orang kaya bersama orang kaya melayani? Dunia, setan yang akan bekerja didalam pelayananmu itu. Layanilah mereka yang tidak bisa memberikan apa-apa kepada kamu, karena Salib itu adalah sumber kasih dan cinta Allah kepada manusia. Salib itu adalah Allah sendiri yang bertahta di surga. Mengerti kamu? Hai mengertilah! Jangan kamu seperti keledai, jatuh bangun dan jatuh lagi. Tidak berbuat apa-apa, tidak merubah hidupmu menjadi baik.

 

Bagaimana kalau ada pengemis minta sesuatu di jalan raya dan kita tidak mempunyai apa-apa. Haruskah kita memberi uang atau sesuatu? Tanya Rm. Isak Doera.

 

Baik, Isak Doera, kamu bijaksana. Harus kamu bijaksana menghadapi kenyataan itu. Allah tidak menghendaki orang yang pemalas! Ingat itu! Tetapi kalau kamu memberi, tidak terjadi sesuatupun, kamu tidak mendapatkan apapun di dalam kamu memberi itu. Berilah kepada mereka yang berjuang setengah mati tentang hidup, berilah mereka! Bersatulah kalian melayani, karena kelompok yang diciptakan oleh Ibu Maria dan diberkati Allah untuk saling menolong antara satu dengan yang lain. Apabila engkau Isak Doera, kamu pergi dan melihat pengemis-pemgemis itu adalah pengemis yang malas. Kamu tidak memberi, kamu tidak berdosa. Tetapi berdosa kamu apabila orang sudah jungkir, terpuruk-puruk, terus kamu lihat tapi tidak menolong. Kamu berdosa atas perbuatanmu karena matamu menyesatkan kamu dalam kebenaran. Benar tidak? Lebih baik matamu buta tetapi hatimu berjalan! Daripada matamu melek tapi kamu menutup mata dalam penderitaan orang lain. Ingat kamu berdosa, apabila kamu melihat saudara-saudara terpuruk-puruk dengan susah payah seperti mau mati terus kamu tidak mau menolong. Kamu berdosa. Tanggung dosa itu! Kasih tidak membeda-bedakan. Kasih membahagiakan orang lain karena Allah itu kasih membahagiakan orang lain, menyelamatkan orang/manusia yang percaya kepada Dia. Sampai di sini kamu sudah mengerti?

 

Mengerti,  jawab umat.

 

Ya cukup, yang penting kamu sudah mengerti. Salib itu siapa? Adalah Allah sendiri. Arti salib itu apa?

 

Tanda kemenangan, jawab umat.

 

Kemenangan, tanda kemenangan itu berarti kita menang dalam Allah, berarti kita manusia yang bersama Allah harus menang. Menang dalam kebenaran, hal-hal yang baik. Satu melayani. Kalau kamu tidak bisa melayani, kamu bukan anak Allah karena Allahmu datang melayani kamu dan sekarang juga Allah melayani kamu melalui kuasaNya.

 

Sekarang saya mau bertanya bagaimana sih ibu Agnes.... Tanya sama ibu Agnes, bagaimana Ibu agnes, apakah Ibu Agnes bisa menjawab?

 

Ah bisalah rasul, bisa, jawab ibu Agnes.

Apa kata rasul tadi ya? Kamu bertanya kepada Yohanes, bagaimana Allah melayani, bentuk apa, kalian bisa jawab tidak? Kata Ibu Agnes

 

Ibu Bapak, anda memohon sesuatu dalam doa dan anda meminta bantuan kepada Tuhan dengan segala persoalan yang kalian hadapi. Ternyata Allah mengabulkan. Apakah itu bukan pelayanan? Allah melayani melalui mengabulkan doa anak-anakNya, benar tidak? Sependapat tidak dengan saya? jawab Ibu Agnes.

 

Sama sependapat, jawab umat.

 

Tetapi Allah melayani sepenuhnya lho, jawab Ibu Agnes.

 

Baik ya Agnes sudah menjawab dengan benar. Allah melayani segala yang kamu mintakan kepada Dia. Itulah pelayanan Allah yang nyata yang bisa kamu rasakan. Apakah kamu pernah merasakan itu?

 

Pernah, jawab umat.

 

Baik, sesudah kamu merasakan, apa rasa syukurmu? Tandanya....?

 

Melayani, jawab umat.

 

Nah melayani! Kembali melayani, ya melayani... karena Allah sumber pelayanan. Itu Allah luar biasa. Kami diajarkan untuk melayani dan menyampaikan kebenaran-kebenaran tentang keselamatan pada waktu itu tapi Allah mengajarkan jangan sekali-kali kamu memaksakan kehendakmu kalau mereka tidak menerimamu, berdoalah. Doakan mereka. Ini ditujukan pada kita dan kita melayani sekarang bukan menyampaikan kebenaran ini bukan kepada orang-orang yang tidak percaya. Tidak ada lagi waktunya kamu seperti itu. Apa kamu mengerti maksud saya? Yang kamu layani adalah saudara-saudaramu yang saat ini sedang jauh dari Allah, sedang marah kepada Allah, sedang meninggalkan Allah. Itu yang kamu layani dan bawa mereka kembali kepada Allah. Itu kamu lakukan. Kalau engkau sungguh-sungguh anak Allah, pelayanan itu ada dalam hidupmu. Sampai sini sudah mengerti ya? Sudah lama ya Alexius, kalau menurut kamu, menurut dunia, sudah berapa waktunya aku berbicara?

 

Sudah sekitar hampir satu setengah jam,  jawab Rm. Alexius.

 

Ya, satu setengah jam tapi di surga tidak ada waktu. Ada kasih....

 

Saya mau bertanya, kalau kita berdoa dalam kelompok mendoakan orang sakit, mendoakan orang yang sudah meninggal di dalam kelompok itu tanpa di depan jenasah atau pun di depan orang yang sakit, apakah itu juga suatu pelayanan?  Tanya umat.

 

Wah, kamu baru setengah jalan! Melayani, kamu lihatlah dia, hiburlah dia melalui doamu, bukan cukup aku di sini. Baru setengah jalan! Kasihan, kasihan ya! Kalau kamu mendoakan orang sakit, pergilah, jenguklah orang yang sakit itu dan hiburlah dia dan doakan dia. Dan kalau ada kematian, pergilah kau, supaya kamu ingat suatu saat kau akan dipanggil Allah seperti itu. Mengerti? Tidak cukup kamu berdoa itu pekerjaan yang sia-sia. Kamu punya kaki untuk pergi benar tidak? Kenapa kamu berdoa di rumah?

 

Mungkin mereka tidak ada kendaraan atau bagaimana...?  jawab Rm. Isak Doera.

 

Bijaksana! Isak Doera bijaksana itu bisa melakukan yang terbaik, yang terindah akan diberkati Tuhan.

 

Rasul Yohanes, saya mau menjelaskan, yang meninggal kita tidak tahu cuma kita diberi kabar bahwa bapak itu atau ibu itu sudah meninggal dunia. Terus yang sakit ini dan yang sakit  itu, kita tidak tahu dimana rumahnya, kita cuma diberitahu... tanya umat.

 

Carilah, kamu punya kaki dan punya mata. Kenapa tidak kamu cari? Berarti kamu tidak berusaha untuk mendoakan dan melayani orang-orang yang di sekitar kamu.

 

Ada tiga hal...berkorban! Berkorban, ingat! Dengarkan saya, dengarkan saya! Kata “berkorban” itu, kamu mau berkorban untuk orang lain. Apakah sudah kamu lakukan? Berarti kamu tidak mau berkorban.

 

Sudah berdoa, jawab umat.

 

Doamu juga tidak akan sampai. Tidak akan sampai. Bijaksanalah melakukan perjalanan dalam hidup, semua bawa dalam doamu supaya kau mengerti supaya kamu mendapatkan keputusan yang terbaik dalam keputusanmu untuk melakukan pekerjaanmu dimanapun kau berada. Salah! Tidak sampai itu, Tidak sampai ya, tidak sampai! Apakah semua di sini melakukan seperti itu?

 

Kadang-kadang,  jawab umat.

 

Kadang, kadang. Kata “kadang-kadang” itu apa ya?

 

Jarang...., jaraknya terlalu jauh,  jawab umat.

 

Ya, saya tahu terlalu jauh tetapi kamu kan punya alat untuk pergi, aku jalan kaki! Ini kaki saya tebal. Kamu punya apa namanya itu?

 

Sepatu dan mobil,  jawab umat.

 

Kamu katakan jauh? Kamu bisa pergi senang-senang pakai mobil tapi dengan orang sakit kamu bilang jauh. Dosa kamu.

 

Tapi tidak semua orang punya mobil,  jawab Rm. Isak Doera.  

 

Isak Doera, di hari tuamu, bijaksanalah engkau! Jadilah contoh yang baik. Kamu bisa saja pergi, dengan cara apa engkau bisa sampai tujuan. Jangan banyak alasan untuk berbuat baik di mata Tuhan. Kasih itu harus dinyatakan walaupun berat bagimu, kamu berkorban untuk orang lain. Tuhanmu berkorban untuk kamu. Ah....sia-sia kamu menjadi anak Allah tapi kamu tidak berbuat apa-apa. Sia-sialah hidup diberikan Allah kepada kamu, kamu tidak mendapatkan apa-apa dalam perjalananmu itu sendiri. Baik, sudah lama katanya Alexius, sudah satu setengah jam tapi saya masih  ah...tidak ada apa-apa karena di surga tidak ada waktu, mana pagi siang malam.

 

Rasul Yohanes, ijinkan saya bertanya tadi kalau dibilang bahwa Salib adalah Tuhan sendiri, merentangkan tangan untuk merangkul semua umat manusia. Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang tidak mengenal Tuhan Yesus? Adakah suatu tindakan untuk menyikapi mereka terlebih sudah mendekati pemurnian ini?  tanya umat.

 

Saya bertanya, kepada “saudara-saudara manakah” yang kamu pertanyakan? Coba ulangi lagi karena saya sudah tua, kupingnya tidak dengar!

 

Bagaimana tindakan untuk menjelang permurnian dunia ini bagi non katolik seperti Islam di tanah Arab, Budha di India? tanya umat.

 

Mengapa kamu bertanya tentang orang lain? Kenapa kamu tidak bertanya tentang dirimu dan saudara-saudaramu, apa yang harus saya perbuat saat-saat terakhir menjelang pemurnian? Lihat, dengar! Allahmu sudah datang, sudah sekian lama kebenaran itu ada bersama manusia, tetapi manusia-manusia yang diciptakan itu itu memilih dunia. Apakah Allah akan menyelamatkan mereka yang tidak percaya? Tidak! Dia akan mati sia-sia. Yang percaya dia akan selamat, yang tidak percaya dia akan bersama dunia. Dunia akan dikalahkan oleh Allah melalui pemurnian maka siapapun manusia yang diciptakan oleh Allah, dia akan mati dan lenyap dengan sia-sia. Sudah mengerti kamu?

 

Sudah,  jawab umat.

 

Apa kamu yakin apa yang aku katakan ini kepadamu?

 

Yakin rasul,  jawab umat.

 

Yakin! Hanya dalam nama Yesus Tuhan Allahmu Sang pencipta, manusia sampai kepada tujuan adalah surga. Di luar itu mereka tidak akan tahu ada surga, ada Allah dan mereka tidak tahu mengenal Allah yang sebenarnya. Mereka punya ilah di bumi tapi kamu punya Allah di surga dan kamu menang mengalahkan dunia ini bersama Allah. Mengerti? Sampai sini cukup? Sudah berapa jam Alexius?

 

Saya mau tanya, dulu sewaktu ayah saya sudah meninggal, saya pernah mengantarkan ayah saya ke surga. Apakah benar hal ini? Kalau tidak benar berarti saya bohong, tolong ambil roh saya kepadanya? tanya umat.

 

Orang tuamu mengimani? Kalau dia mengimani pasti dia sampai. Kalau tidak mengimani, yah....kamu berdoa. Dari imanmu, kesetiaanmu kepada Allah, silih untuk orang tuamu.

 

Saya melihat pintunya besar. Saya bingung bagaimana cara membukanya? Ayah saya bilang, nanti kan buka sendiri. Lalu saya menghadap ke bawah, badan saya pakai celana dalam, saya merasa malu, tidak sopan lalu saya minta izin sama ayah saya lalu saya pulang,  jawab umat.

 

Kamu mengalami, setelah kamu mengalami, apa yang kamu rasakan? Kamu sukacita, bahagia bertambah dekat dengan Allah atau tidak? Kalau tidak, cukup, tinggalkan saja peristiwa itu. Sudah cukup ya.

 

Saya mohon kepada rasul Yohanes tolong saya diberkati sebab sekarang saya mesti memberikan pengarahan kepada orang-orang yang tidak tahu tentang Firman Tuhan, tanya umat.

 

Pasti kalau saat ini kamu menyadari dan mau meninggalkan itu semua, pasti Tuhan akan mengampunimu tapi setelah kamu diampuni tidak lagi kau melakukan itu kepada siapa pun. Apa yang tidak kau mengerti, jangan kau sampaikan kepada siapa pun nanti menyesatkan banyak manusia. Sampai di sini kamu mengerti?

 

Mengerti,  jawab umat.

 

Ya, Tinggalkan! Percaya Allah maha rahim. Ya..sampai di sini kita akan bertemu tapi percaya, percaya. Sekali lagi dengan penjelasan-penjelasan ini, saya percaya anda bertambah imannya, bertambah dekat dengan Allah dan apa yang harus kamu lakukan rasa syukur kamu dalam hidupmu ini dan saat-saat terakhir ini bersama Agnes bersama Ibu Maria, layani mereka dengan baik dan tidak lagi marah dan tidak lagi terjadi apa-apa dan semua itu menjadi baik dalam pelayanan ini, supaya anak-anak Tuhan kembali kepada Allah seutuhnya. Itulah tugas kamu sekalian. Dan jangan lupa dan berdoa dan melakukan. Tidak cukup hanya berdoa tanpa melakukan. Ini yang saya sampaikan supaya pelayanan ini sungguh-sungguh bisa kamu rasakan, karena pelayanan itu indah. Siapa yang masuk dalam pelayanan, dia akan merasa sukacita dalam pelayanannya karena Allah bersama dia dalam pelayanan itu.

 

Baik terima kasih Alexius dan Isak Doera dan bimbing mereka semuanya. Kalau bisa saya minta, teruskanlah perjalananmu seperti ini dan sampaikan kenyataan ini kepada mereka-mereka. Bagi kamu Alexius, kamu tidak usah memikirkan tentang dirimu karena kamu sudah dimasukkan dalam pemurnian ini, dipersiapkan untuk bekerja bersama Ibu Maria dan kami semua berdoa di surga supaya nanti hari pemurnian ini kamu bisa bekerja dengan baik dan juga kamu Isak Doera, di hari tuamu, kamu harus menjaga dirimu dengan baik dan pewartaan apa yang bisa kamu lakukan dalam hidupmu, lakukan, supaya engkau bisa merasakan bahwa Allah itu hidup dan dekat dan selalu menyertai setiap manusia yang setia kepadaNya, mereka yang percaya sepenuhnya.

 

Terima kasih untuk kamu semua, dan kamu Isak Doera dan Alexius selamat berjuang dan bimbinglah mereka ke jalan-jalan yang sudah diberikan jalan oleh Allah dalam kasih dan cintaNya karena kamu berdua seorang imam. Itulah tugasmu sepenuhnya kau dipanggil untuk menggembalakan anak-anak Tuhan di bumi ini dan mereka semua di negaramu ini perlu pelayanan sesungguhnya. Banyak mereka yang masih, saya katakan, iman mereka berjatuhan karena menyangkut hidup, karena mereka tidak mengerti, akhirnya mereka lemah akhirnya mereka meninggalkan, banyak..... Inilah tugas kalian bersama Agnes. Dan aku Yohanes akan menyertai kamu sekalian dan saya berdoa apabila perlu saya akan hadir seperti ini. Ingat, ini tidak bisa dipikirkan! Ini aku Yohanes bersama Agnes supaya kamu mengerti saat-saat terakhir Allah melakukan ini yang tidak dimengerti oleh manusia. Terima kasih. Salam, Allah memberkati kamu sekalian!    

 

Amin, terima kasih rasul Yohanes, jawab umat.

 

 

---ooo0ooo---