Doa Bersama
Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia
Di Kel. Antonius Y. Hadinata, Sunter
Podomoro - Jakarta, 31 Juli 2005
Pesan Ibu Maria
Selamat
siang anak-anakku semuanya.
Selamat siang Ibu Maria, jawab umat.
Terima kasih anak-anakku. Inilah
Aku Ibumu Maria. Aku datang saat ini bersama Agnes. Dengarkanlah isi hatiku ini
anak-anakku supaya engkau mengerti apa yang menjadi kerinduanku sehingga Aku
datang mengunjungi kamu saat ini.
Anak-anakku yang Aku kasihi,
semua telah kau dengarkan dari anak-anakku bersama Agnes. Itulah yang engkau
dengarkan dan engkau renungkan dan bawalah dalam doamu supaya engkau mengerti
atas kehadiranku ini anakku. Inilah saat-saat terakhir bagi dunia supaya kamu
semua bahagia menerima janji Tuhan.
Anak-anakku, inilah keinginanku
dimana kamu berkumpul berdoa disitu Allah hadir ditengah-tengah kamu, dan Aku
Ibumu hadir di tengah-tengah kamu. Kalaupun Agnes tidak ada ditengah-tengah
kamu, Aku hadir anak-anakku. Agnes adalah sarana untuk menyampaikan kebenaran
ini supaya kamu siap, supaya kamu bahagia, supaya kau bersukacita, damai di mana
pun engkau berada. Sudah cukup lama Aku ada bersamamu di negaramu ini. Aku
datang mengunjungi anak-anakku di seluruh bumi ini dan juga kamu saat ini Aku
datang mengunjungimu dan menyampaikan kepadamu. Jangan kau kuatir karena engkau adalah anak-anak Allah. Jagalah dirimu
dengan baik. Anakku, saling mengasihilah kamu, mencintailah kamu dan melayani
dengan segala yang engkau punyai didalam kehidupanmu. Apa pun yang kau berikan
kepada mereka itulah persembahanmu kepada Allah.
Anak-anakku, jagalah dirimu
dengan baik-baik, dan Aku minta kepadamu sampaikanlah kebenaran ini jangan
takut. Kebenaran adalah Allah. Dunia tidak bisa mengambil semua perjalanan ini
karena kamu bersama Allah dan Aku Ibumu menyertai kamu sekalian.
Anak-anakku, mulai saat ini
jadilah engkau anak yang baik di mata Tuhan, dalam keluargamu dimana kamu
berkumpul sehati sejiwa dengan saudara-saudaramu. Di mana pun engkau berada
damailah anakku. Tidak ada lagi kebencian di hatimu tetapi ada cinta, ada kasih
dalam kehidupanmu. Anak-anakku engkau anak Allah, engkau lebih dan lebih dari
mereka yang tidak mengenal Allahmu. Siapapun yang tidak percaya dia bagian dari
dunia ini tetapi kamu ada bersama Allah di surga.
Anak-anakku yang Aku kasihi, aku
mengatakan kepadamu saatnya akan tiba, silih berganti banyak penderitaan.
Lihatlah..., nanti bumi ini akan digoncangkan oleh Allah tetapi kamu jangan
takut.......apa yang Kuberikan ini, pengertian ini kepadamu. Anak-anakku,
terimalah semua itu dengan hatimu, dengan kepasrahanmu, semua akan menjadi
baik. Engkau harus mengalami semua bencana itu. Semua akan mengalami. Tidak ada
yang tidak mengalami. Agnes juga mengalami seperti kamu, tetapi satu, semua
yang terjadi itu adalah kuasa Allah yang melakukan. Maka Aku mengatakan sekali
lagi, mulai hari ini hiduplah dalam damai, terimalah Allah sepenuhnya didalam
hidupmu. Itulah kekuatanmu.
Tadi Agnes sudah menyampaikan
apa yang dilihat oleh surga. Kehidupan manusia sulit untuk dihapuskan dalam kehidupanmu.
Sudah diterangkan oleh Agnes. Satu mengampuni, satu memberikan berkat dan mau
berkorban, jangan menghujat Roh Kudus, jangan mendua hati, jangan menjadi anak
yang nakal. Pakailah hatimu, jangan pakai perasaan dan pikiranmu saja. Ini yang
disampaikan oleh Agnes. Inilah yang sulit untuk dihapuskan dalam kehidupanmu.
Tetapi hari ini maukah kamu belajar
dengan semua ini?
Kami mau Ibu, jawab sebagian umat.
Mengapa
kamu tidak menjawab?
Kami mau Ibu, jawab umat serentak.
Sungguhkah
kamu mau?
Kami mau Ibu, jawab umat.
Baik, inilah yang sulit. Kamu
tidak akan mau berkorban dengan sesamamu. Kamu tidak mudah mengampuni maupun
dalam keluargamu ataupun sesamamu. Tidak! Dan kamu juga sulit untuk memberikan
berkatmu kepada saudara-saudaramu yang menderita. Itu sulit! Semua apa yang Aku
sampaikan ini, inilah kehidupan daging. Kehidupan manusia utuh tanpa Tuhanmu.
Kalau ini kamu tidak menyadari, sia-sialah hidupmu engkau hidup dalam dunia
ini. Engkau tidak mendapatkan apa-apa
apabila engkau pulang kembali kepada Allah. Sungguh..., engkau akan menderita.
Karena inilah yang ingin dimintakan Allah kerelaanmu untuk diambil dalam
kehidupanmu. Apa kamu bersedia?
Kami bersedia Ibu, jawab umat.
Baik, dan berjuanglah anakku.
Ini membuat kamu celaka. Apa yang telah disampaikan Agnes itu, itu semua
pengertian-pengertian dari surga yang dilihat dari surga bahwa banyak manusia
jatuh karena ini, yang telah Aku ucapkan ini kepadamu. Mengertikah kamu?
Kami mengerti Ibu, jawab umat.
Baik, kalau kamu mengerti,
ubahlah itu! Berjuang anakku, pasti Tuhan akan menyertaimu dengan niat baikmu
karena engkau akan menjadi anak yang baik dan baik di mata Allah, di mana pun
engkau berada sehingga Allah dimuliakan didalam kehidupanmu. Para imam tidak
mengerti ini semua anakku. Tidak mengerti kelemahan manusia. Hanya Allah yang
mengerti kelemahan manusia maka Allah datang ke bumi ini untuk menyelamatkan
manusia. Karena kelemahan inilah banyak manusia jatuh terpuruk-puruk dalam
dosa. Mengerti kamu?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Maka Tuhanmu dan Aku Ibumu
saat-saat terakhir ini datang ke bumi ini secara nyata melalui Agnes, engkau
mendengar Allahmu berbicara dan Aku berbicara saat ini. Agnes Kuberikan
kepadamu. Anakku yang Kukasihi ini Kuberikan kepadamu. Biarlah dia menderita
demi kebahagiaan anak-anakku. Apa kamu mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Engkau
mengerti betapa Agnes menderita?
Ya Ibu, jawab umat.
Sungguh?
Sungguh Ibu, jawab umat.
Baik, biarlah satu orang ini
menderita. Agnes Kuberikan kepadamu supaya anak-anakku bahagia, supaya
anak-anakku bersukacita bersatu dengan Allah saat-saat terakhir seperti ini. Biarlah
Agnes, biarlah dia menderita. Tuhanlah akan menyelesaikan perjalanan hidupnya
demi anak-anakku semuanya. Mengerti kamu?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih kalau kamu
mengerti. Setelah Agnes datang menyatakan ini, apakah kamu bersedia untuk
merubah hidupmu?
Kami mau Ibu, jawab umat.
Baik anakku, terima kasih. Aku
senang apabila kamu semua kembali kepada Allah. Bekerja sama, melayani, saling
mengasihi, karena kamu semua adalah anak-anakku. Tidak ada si kaya dan si
miskin, semua kamu adalah anak-anakku. Dan juga kamu, jangan kamu membedakan
antara satu dengan yang lain. Apabila itu terjadi dalam hidupmu, tanggunglah
dosa itu sendiri yang engkau perbuat sendiri didalam hidupmu. Mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih anak-anakku semua
yang ada di sini. Baiklah, persiapkanlah hatimu. Persiapkan semuanya. Hiduplah
kamu dalam roh, dalam doa seperti ini dan berkelompok-kelompoklah kamu supaya
kamu bisa melayani karena engkau tidak bisa melayani sendiri, harus
bersama-sama sehati sejiwa dalam roh, dalam doa bersatu dengan Allah di surga
dan Aku Ibu Maria. Mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Baik, terima kasih anak-anakku.
Kalau engkau mengerti buatlah itu, bekal dalam perjalananmu ini. Jangan
sia-siakan hidupmu anakku, tapi terimalah hidup ini dengan sesungguhnya bersatu
dengan Allah. Baiklah, itulah pesanku kepada kamu semua yang ada di sini, dan
sampaikan jangan takut! Sampaikan saja
kepada imammu, kepada saudara-saudaramu. Allah akan berkatimu setiap langkah
engkau menyampaikan kebenaran ini. Kamu
bersedia?
Kami bersedia Ibu, jawab umat.
Terima kasih anakku. Selamat
bekerja, selamat melayani. Aku minta sekali lagi damai..! Damai anakku dalam
keluargamu. Itulah yang pertama dan utama supaya kamu bisa menyampaikan
kebenaran ini kepada mereka semuanya.
Baik, mari kita satu dalam doa,
kita datang kepada Bapa yang Mahakuasa adalah Bapamu yang menciptakan kamu,
yang mengasihi kamu dan kamu adalah anak-anakNya. Mari kita satukan dalam doa
bersama Aku Ibumu.
Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini
juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu
karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu. (3 X) Amin.
---ooo0ooo---