Doa Pasrah
bersama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia
Di Hotel Radisson - Amsterdam, Sabtu 21
Mei 2005
Pesan Tuhan Yesus
Aku
telah memulihkan hatimu, hai anak-anakKu.
Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat.
Dan
juga kamu hai para imam, apakah kamu mengerti Aku memanggilmu?
Masih banyak yang kami belum mengerti,
jawab imam.
Baik, engkau belum mengerti. Aku
telah memanggilmu untuk melanjutkan apa yang menjadi keinginanKu, setelah Aku
bangkit dan kembali ke surga dan para rasulmu sudah bahagia bersama Aku. Aku
tidak akan mengosongkan dunia ini, Aku memanggilmu untuk melanjutkan karya
keselamatanKu ini dan mendampingi dan membawa mereka kepadaKu. Apakah kamu
mengerti?
Kami mengerti Tuhan Yesus, jawab imam.
Itulah tugasmu. Bagus, Aku telah
berkati di dalam panggilanmu, dan kau nyatakan mau ikut Aku. Ikut Aku... Tetapi
Aku bertanya kepadamu, sudahkah engkau melaksanakan semua itu dengan baik?
Belum, jawab imam.
Baik, Aku mengerti, kamu
menyadari bahwa kamu masih manusia tetapi kelemahanmu itu sudah Aku tanggung
hai imamKu. Jangan kau munculkan kembali kelemahan-kelemahanmu itu yang
menjauhkan engkau dari padaKu. Aku berkata, berbahagialah engkau Aku
memanggilmu dan Kumasukkan didalam perjalananKu yang Aku berikan pengertian ini
kepadamu. Tetapi engkau telah belajar dan banyak belajar dan dari banyak
renungan manusia itulah yang membuat
kamu terlena dalam tugasmu. Sejak engkau Kupanggil, Aku telah memberkatimu dan
Aku mengutusmu kepada anak-anakKu tetapi sebagian dari kehidupanmu engkau masih
masuk kepada kesibukan dunia. Itulah kelemahanmu. Aku berkata kepadamu, engkau
bukan lagi bagian dari dunia. Hatimu bersamaKu. Hatimu adalah milikKu. Tetapi
kamu ingin tahu dunia, bagaimanakah dunia itu? Engkau akan merasakan
kenikmatan-kenikmatan dunia. Baik, Aku tidak mencegahmu karena engkau masih
dalam dunia tapi langkah-langkahmu harus pasti, karena langkahKu ini adalah
pasti membawa kamu kepada tujuan dan sampai kepadaKu. Dan Aku berkata kepadamu,
setiap langkah yang kau tinggalkan membawa damai, kebaikan, dan kebenaran dan
keselamatan. Sejauh itukah yang sudah kau lakukan dalam hidupmu?
Belum, jawab imam.
Hari ini Aku berkata, lakukan!
Setiap langkah yang kau tinggalkan membawa anak-anakKu kembali kepadaKu. Inilah
langkahKu pasti, TujuanKu pasti karena Aku adalah tujuan hidupmu dan sampai
kepada apa yang Aku katakan kepadamu seperti para rasulmu saat ini mereka
menemukan kebahagian itu apa yang Kukatakan kepada mereka dan menerima semua,
semua dan semua. Mereka sekarang mereka bahagia bersamaKu. Apakah kamu mengerti
bahwa Aku hidup dalam kehidupanmu hai para imam?
Kami mengerti Tuhan Yesus, jawab imam.
Baik, kalau engkau mengerti Aku
hidup dalam kehidupanmu, berbahagialah engkau hai para imam! Engkau masuk dalam
perjalananKu........ masuk dalam perjalananKu. Maka hatimu untukKu seutuhnya dan
Aku minta, gembalakanlah domba-dombaKu dimana pun engkau berada. Jangan lagi
kamu terpengaruh keinginan-keinginan dunia. Aku datang ke bumi ini tidak
membawa kemuliaanKu. Aku datang tidak berarti di bumi ini. Jangan tinggikan
dirimu bersama dunia tapi lihatlah Aku datang semua Kutanggung dengan
penghinaan-penghinaan dan penderitaan tapi itulah rencanaKu. Miskinlah engkau
dihadapanKu hai para imam, tapi kau kaya dari dunia ini, engkau diatas dari
dunia ini supaya kamu bisa melaksanakan tugasmu dengan baik. Banyak
kemunafikan para imam. Lihat mereka! Mereka bermegah. Apa yang mereka lakukan?
Bermegah, membuat kerajaan di bumi. Bukan itu Aku menurunkan kerajaan di bumi,
kerajaanKu ada di surga. Tapi sudah terjadi kerajaan di bumi ini dan mereka
lupa akan tugasnya untuk menggembalakan domba-dombaKu. Aku mengangkat Petrus,
akan Kudirikan batu, rumah, tempat Aku ada di sana. Aku akan mendirikan rumahKu
di atas ........ Jawab di atas apa! Aku akan mendirikan rumahKu dan Petrus, jawab
para imam!
Di atas batu karang, jawab imam.
Baik, kalau Aku mendirikan rumah
di dasar yang tidak kuat, rumah itu akan runtuh. Akulah batu karang itu, mengerti
para imam!
Kami mengerti Tuhan Yesus, jawab imam.
Baik, kamu mengerti, maka tidak
tergoyahkan di seluruh bumi, melalui Petrus Kunyatakan supaya kamu bersatu
bertemu dengan Aku melalui Tubuh dan DarahKu, supaya engkau menerima Aku dalam
perjalanan hidupmu. Akulah batu karang itu. Mengerti!
Kami mengerti Tuhan Yesus, jawab imam.
Baik, mengerti. Aku tegaskan
kepada kamu, apa yang telah Kukatakan segera sampaikan kepada para imam apapun,
merasa imam-imam yang telah ditinggikan oleh manusia. Aku memberkati semua itu
tapi semua itu sudah terjadi. Mereka lupa....semua, hampir sebagian semua menunjukkan
sebagian yang setia kepadaKu. Kemiskinan.......... ! Apakah kamu punya
kemiskinan?
Belum, jawab imam.
Baik, daging begitu berat untuk
diajak di dalam kebenaran tapi hari ini Aku berkata kepadamu, miskinlah engkau
tetapi kau akan kaya di hadapanKu supaya kau tidak terlena bersama dunia ini, supaya
engkau bisa menerima tugasmu dengan baik
dan membawa anak-anakKu ke jalan yang
benar. Kebenaran adalah Aku. Baik, engkau mengakui kelemahan-kelemahanmu, tapi
hari ini dan esok dan seterusnya akan Aku lihat bagaimana kehidupan yang
sebenarnya untuk menjadi seorang imam yang baik yang berkenan di hatiKu.
Aku datang tidak membawa
kemegahan tapi Aku datang supaya engkau mengerti betapa cintaKu kepadamu. Aku
mau menyelamatkan semua ciptaanKu yang
ada di bumi ini. Kalau Aku datang membawa kemegahanKu, engkau tidak akan kuat.
Satukan hatimu kepadaKu mulai
hari ini supaya engkau berjalan meninggalkan berkat, meninggalkan damai,
meninggalkan sukacita, membawa keselamatan. Sekarang lihatlah banyak anak-anakKu
terpuruk karena dunia ini. Dimanakah imam-imam itu? Sungguh inilah saat
terakhir, engkaulah menjadi saksiKu dan sampaikan, jangan takut Aku menyertaimu
apapun yang kau laukukan, yang kau sampaikan Aku berkati.
Terima
kasih Tuhan Yesus, jawab imam.
Mengerti apa yang Aku katakan ini kepadamu?
Mengerti, jawab imam.
Mengerti, harus mengerti dan
mengerti dan diterima dalam perjalananmu. Hai Imam bekerjalah..! Bekerjalah
bersama Ibumu, bersama mereka yang Aku panggil, bersama anak ini. Dia Kupanggil
untuk kamu. Sarana untuk menyampaikan isi hatiKu saat-saat terakhir ini. Mereka
tidak cukup dengan firmanKu saja yang telah Kuberikan kepadamu setelah Aku
kembali ke surga. Aku melihat tidak cukup, maka Aku gerakkan surga bersama
Ibumu untuk melaksanakan tugasnya sampai Aku datang kembali ke bumi ini. Dialah
saksiKu. Wanita itu saksiKu yang Kuciptakan untuk kamu. Apakah kamu mengerti
saat ini ?
Mengerti Tuhan Yesus, jawab imam.
Mengerti, mengerti, mengerti,
mengerti, bicaralah..., berbicaralah dengan imanmu bukan dengan pikiranmu,
bukan perasaanmu dengan iman. Engkau tidak akan mengerti apa yang telah Aku
lakukan kepadamu dalam karya keselamatan ini. Aku tetaplah Aku. Aku sudah
datang untuk kamu dan kembali untuk kamu. Mengerti?
Mengerti, jawab umat.
Dan Aku menyertai kamu dan Aku
hidup dalam kehidupanmu. Hatimu supaya engkau menerima Aku seutuhnya. Aku
bersatu dalam hidupmu dan engkau bersatu dalam Aku. Aku adalah Aku. Allah nenek
moyangmu. Sekarang Aku datang, Aku telah menyatakan dari surga Akulah yang menciptakan
kamu. Akulah Bapa yang mengasihi kamu yang sudah datang di antara kamu. Akulah
Roh Kudus. Ini bagian dari kehidupanKu. Jangan
selalu dipertanyakan. Terimalah dan rasakanlah kehidupan yang Kuberikan
kepadamu. Siapa yang percaya, dia mengalami sukacita di dalam kehidupannya,
tetapi siapa yang tidak menerima Aku, dia tidak akan menerima sukacita di dalam
kehidupannya. Dia akan meresahkan hatinya karena dunia, diresahkan oleh dunia....
Berbahagialah engkau. Inilah Aku yang berbicara. Anak ini Kuberikan kepada
kamu supaya Aku bisa bertemu dan
berbicara. Baik sampai di sini para imam, mengertikah engkau?
Mengerti Tuhan Yesus, jawab imam.
Baik kalau engkau sudah mengerti
jangan takut apa pun yang terjadi di dalam kehidupanmu karena kamu bersamaKu
untuk melayani anak-anakKu. Baik ini yang Kuberikan tugas kepadamu setelah
engkau kembali lakukan, dan lakukan di dalam namaKu. Bukan pikiranmu tapi hati, imanmu, itulah kekuatanmu untuk
menyampaikan semua apa yang akan kau sampaikan kepada mereka yang telah banyak
menyesatkan anak-anakKu. Siapakah kamu? Tapi
kamu besar di hadapan mereka karena engkau membukan hati dalam perjalananmu. Begitu
kerasnya hati mereka, tidak mau mengalami saat-saat terakhir dan mereka sudah
jauh daripadaKu, pikirannyalah terjadi semua itu. Dan kamu juga yang ada di
sini, siapapun yang bersama Aku, dia tidak akan lepas dari pencobaan. Tetapi
siapa yang jauh daripadaKu, dia lepas dari pencobaan. Mengerti apa yang
Kukatakan?
Mengerti Tuhan Yesus, jawab umat.
Iblis saatnya akan tiba, dia akan
masuk didalam kekal dan abadi untuk selama- lamanya.Tempat telah Aku sediakan
bagi mereka yang percaya kepadanya akan bersamanya.
Jangan engkau minta tanda.
Engkau tidak akan sanggup, dan
tidak mengerti tanda-tanda yang
akan Kuberikan kepadamu. Apakah engkau tidak mengerti tanda itu sudah terjadi
diantara kamu? Apa yang dimintakan Ibumu telah Kuberikan kepadamu, karena
kepekaan rohanimu telah tertutup dengan pikiran-pikiranmu, keinginanmu maka itu
tidak terjadi penampakan di dalam hidupmu. Ingat! Setelah Aku bangkit Aku juga
menampakkan diri kepada para muridKu supaya mereka percaya. Tetapi kalau Aku setelah bangkit tidak menampakkan
diri, para murid tidak akan percaya. Mengerti kamu!
Mengerti Tuhan Yesus, jawab umat.
Maka penampakan itu juga untuk
mengingatkan kembali karya keselamatanKu bersama Ibumu di surga. Jangan
melecehkan penampakan! Hanya kuasaKu yang bisa menampakkan semua, melalui
kuasaKu yang bisa dilihat oleh manusia. Kalau Aku tidak menampakkan, hadir di
tengah-tengah mereka di saat mereka, hati mereka sudah ketakutan, tidak lagi
mempunyai harapan setelah Aku mati dan bangkit. Itulah Aku mengawali penampakan
itu supaya para murid bisa melanjutkan dan menyampaikan kabar sukacita ini,
keselamatan ini yang telah Kuberikan kepada mereka. Kamu percaya?
Kami percaya Tuhan Yesus, jawab umat.
Baik, kalau kamu percaya, saat
ini juga Aku melakukan ini kamu tidak akan mengerti. Kau lihat anak ini
berjalan dan berbicara, itulah KuasaKu. Aku berkata-kata kepadamu, jangan kau
lihat anak ini, tapi lihatlah semua apa yang telah Kulakukan diantara kamu.
Tidak ada satu pun dunia bisa melepaskan dari kehidupan anak ini karena Aku ada
bersamanya. Lihatlah..., Aku tetap Aku hai imamKu, tidak berubah sejak dulu, sekarang
dan selama-lamanya. Itulah Aku. Aku adalah Aku, bukan apa perkataanKu, Aku
adalah Aku, hai imam-imamKu. Jawab pertanyaanKu ini di hadapan Allahmu. Yakinkan
mereka, Aku adalah Aku.
Aku adalah Sang Penyelamat dan
satu-satunya, jawab imam.
Aku-lah hidup. Tidak! Aku, Aku,
Aku sendirilah itu hai anak-anakKu. Aku-lah sendiri itu. Aku telah mengatakan
kepada Musa, saatnya akan tiba Aku datang sendiri bertemu dengan manusia,
menjadi manusia, berkata-kata seperti manusia yang telah Aku ciptakan, supaya
rencanaKu terlaksana. Aku adalah Aku. Aku-lah itu Dia. Tidak ada lagi. Aku
adalah Aku. Cukup, Aku adalah Aku yang bertahta di surga. Inilah Aku. Aku,
tidak ada dunia mengatakan “Aku”, siapakah dunia? Tapi Aku mengatakan karena
Aku adalah Aku dan satu dalam rencanaKu untuk menyelamatkan manusia. Baik, para
imam bawalah apa yang Aku katakan ini dalam
perjalananmu.
Ya Tuhan, jawab imam.
Baik, dan kamu bersama ini anak,
namanya Agnes. Saya bertanya kepadamu, apa kata Agnes artinya?
Anak domba yang manis, jawab umat.
Baik, Agnes, itulah
domba-dombaKu di seluruh bumi. Selamatkan mereka! Aku menyayangi domba-dombaKu.
Kuciptakan dan percaya kepadaKu. Itulah tugasmu. Begitu cintanya Aku kepada
manusia yang percaya kepadaKu. Domba yang manis. Itulah tugasmu hai para imam.
Aku mengatakan ini kepadamu, supaya kau mengerti bahwa Aku memberkati semua
perjalananmu. Jangan takut dan kuatir, Aku menyertai kamu sekalian dengan
segala apa pun yang kamu lakukan. Tidak ada lagi kekuatiran dan jangan takut
kepada dunia tapi kuatkan hatimu bersamaKu maka kau kuat untuk menghadapi semua
itu dan engkau akan mengerti apa yang telah Aku berikan kepadamu nanti saatnya
engkau akan mengerti. Para imam, mendengarkah kau?
Mendengarkan Tuhan, jawab imam.
Baik, telingamu, hatimu
mendengar dan menerima dan merenungkan apa yang Aku katakan ini kepadamu. Baik,
cukuplah dan bekerjalah bersama Ibumu dan katakan apa yang sudah terjadi di
antara kamu dan katakan apa yang telah kau lihat dalam batinmu, matamu untuk
melihat tanda-tanda itu yang telah Kuberikan kepadamu yang dimintakan oleh Ibu
sudah Kuberikan diantara kamu, diantara mereka. Sudah jangan lagi minta tanda,
bukan tanda itu yang menyelamatkan kamu, bisa saja tanda itu membuat kamu celaka, akhirnya engkau
bersukaria bersama dunia dengan tanda itu, bermegah diri. Mengerti!
Mengerti Tuhan Yesus, jawab umat.
Baik, baik, dan mengerti dan
mengerti dan seterusnya mengerti. Aku memberkati kamu sekalian dan
pulanglah bawalah damaiKu dalam perjalananmu. Bersorak rialah, pujilah
Aku dalam kehidupanmu supaya kau sampai kepada tujuanmu apa yang akan menjadi
keinginanKu semua kamu bahagia di dalam namaKu. Mengerti!
Mengerti Tuhan Yesus, jawab umat.
Saat ini juga Aku memberkatimu
dalam perjalananmu ini. (Bahasa Roh, red) Saat ini hai para imam
Kusatukan berkat ini dimana engkau memberkati anak-anakKu. Aku berikan dan Aku
tumbuhkan berkat ini di dalam hatimu dalam perjalananmu supaya kau menjadi imam
yang baik dan berguna bagiKu dan bagi anak-anakKu dimana pun mereka berada. Aku
memberkatimu di dalam namaKu. Kau Kusatukan di dalam perjalanan ini melalui
salib ini yang telah Kuberikan kepadamu. (Bahasa
Roh, red) Bawalah berkatKu ini dalam perjalananmu hai anak- anakKu.
Terima
kasih Tuhan Yesus, jawab umat.
Dan kamu para imam, bekerjalah
dengan baik! Satukan hatimu dengan Aku. Lihatlah Aku, belajarlah dari padaKu
karena Akulah Gurumu dan Akulah Allahmu. Ikutilah langkahKu supaya kau sampai
dan membawa anak-anakKu ini kepadaKu. Aku menyerahkan itu kepadamu tetapi
engkau tidak sendiri, Aku menyertaimu. (Bahasa
Roh, red)
Terima kasihi Tuhan Yesus, jawab imam.
Pesan Ibu Maria
Terima
kasih kepadamu para imam, anakku yang Aku kasihi. Terima kasih !
Terima kasih Ibu, jawab para imam.
Terima
kasih, juga kamu semua yang ada di sini, terima kasih.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Terima kasih, terima kasih,
terima kasih. Aku bahagia telah membawa kamu semuanya bahwa Allah tidak
meninggalkan kamu dan Allah menyatakan diri di bumi ini, Allah tetaplah Allah
dalam rencana-Nya dengan mereka yang bersatu dengan Aku dalam kebahagiaan. Dan
kamu semua yang ada di sini sudah merasakan apa yang Aku rasakan, apa yang
telah Aku berikan kepada kamu dalam perjalanan ini. Para imam dan kamu, Aku
telah berjanji apa yang telah Kuberikan kepada Lucia sudah terjadi diantara
kamu dan anak-anakku. Apakah itu tidak benar anak-anakKu?
Benar Ibu, jawab umat.
Mengapa hatimu begitu sedih dan
takut? Aku sudah memberikan itu, tanda itu dan Aku telah datang. Agnes bersaksi,
dia melihat Aku, dan Aku berkati anak-anakku semua yang ada di situ. Mengapa
kamu resah semua dalam perjalananmu itu? Dimanakah hatimu anak-anakku?
Kami masih berpikir secara manusia Ibu,
jawab umat.
Lihatlah, nubuat itu sudah ada
diantara kamu dan Kutambahkan. Kamu melihat tanda itu? Aku ada dalam tanda itu (tanda
pelangi dan penampakkan ibu Maria, red). Lihatlah.., hatimu ada di
mana? Hatimu, anakku? Apa yang Kumintakan dari padaKu, Aku datang mau
menyatakan itu. Aku membawamu, menerima kehadiranku, sebagian Aku hadir supaya
engkau tahu bagaimana Aku bersama mereka untuk menyatakan kebenaran itu sendiri
supaya anak-anakKu Aku satukan di tempat-tempat di mana Aku hadir. Mereka
datang kepada Allah karena Allah tidak berhenti untuk menyatakan diriNya di
bumi ini, Aku-lah sarana Tuhan untuk bertemu dengan anak-anakku dan kamu juga
yang ada di sini. Mengapa kamu tidak terima dengan baik? Apa yang kau marah-kan?
Hati kami dangkal Ibu, jawab umat.
Baik, maka berikanlah hatimu
seutuhnya kepada Allah, berikanlah sedikit kepadaku supaya engkau mengerti apa
yang telah Kuberikan kepadamu dalam perjalanan ini, dan Agnes yang Kubawa
bersama mereka dalam kebahagiaan. Dia-lah sarana untuk menyampaikan ini
kepadamu. Jangan minta lebih anakku. Allah tahu memberikan kepada siapa dan
untuk apa, mengapa semua itu diberikan dan dipanggil dan mereka menerima tugas
ini.
Anakku, begitu takutnya engkau
bersama dunia. Mengapa engkau lebih takut kepada dunia? Mengapa engkau malu
kepada dunia? Karena Aku Ibumu tidak mempermalukan kamu.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Belajarlah, maka kamu semua
Kubawa dimana Aku hadir bersama mereka yang Aku panggil, mereka menerima dan
menderita. Bukan bersama Aku untuk bersenang-senang tapi mau menderita untuk
menyelamatkan saudara-saudaramu. Terimalah itu dalam kehidupanmu. Itu juga
kesedihanku dimana kamu marah. Keinginanmu ditopang oleh dunia untuk menarik
semua apa yang telah Aku berikan kepadamu, dan engkau tertutupi oleh dunia
karena pikiran-pikiranmu. Berangkatlah dengan iman, anakku. Aku datang, Aku
datang bersamamu dan Aku membawa kamu supaya kamu juga mengalami bersama
mereka. Apa kamu lihat tanda juga diberikan cukup berat bagi Agnes? (jalan
salib yang dialami oleh ibu Agnes di Gereja Santiago de Compostella, red)
Ya Ibu, jawab umat.
Apakah
itu tidak tanda bagimu?
Ya itu tanda, jawab umat.
Itulah tanda. Tanda apa yang
telah Tuhan rencanakan untuk menyelamatkan manusia. Tanda itu juga diberikan
kepada kamu melalui Agnes. Tanda manakah yang akan kamu minta?
Kami mengira bahwa tanda itu bukan hanya untuk kami saja tetapi untuk semua
umat yang hadir, itu yang kami salah menginterpretasikannya Ibu, jawab umat.
Apakah
kamu mengerti mereka juga menerima tanda itu?
Kami percaya Ibu, jawab umat.
Mereka
menerima.
Kami percaya Ibu, jawab umat.
Mengapa kamu resah? Mereka
menerima, dan mereka akan menjadi saksiku dengan tanda-tanda apa yang telah
Kuberikan kepada Lucia, mereka bertiga, tapi Lucia-lah yang akan melanjutkan
isi hatiku, nubuat ini, maka Kusatukan engkau kepada Lucia. Cukuplah pengalaman
ini bagimu, pergi membawa hati dan imanmu, rahmat ada bersamamu. Terimalah
rahmat itu dalam kehidupanmu supaya kau sampai di dalam kamu bekerja bersama
Aku Ibumu Maria. Apakah engkau tidak melihat dan merasakan kuasa Allah
diberikan kepada mereka semua itu?
Yang kami takuti adalah bahwa kami telah mengecewakan Ibu Maria yang memberi
tugas. Dan kami merasa bersalah karena tidak/belum percaya bahwa Allah bekerja
secara langsung pada mereka, sedangkan kami sendiri sulit berkomunikasi dengan
mereka karena perbedaan bahasa, lalu menganggap diri kami gagal dalam
melaksanakan tugas, jawab umat.
Segala sesuatu bawa hati dan
imanmu, jangan bawa perasaan dan pikiranmu karena itu bagian dari dunia. Tetapi
bawa hatimu, anakku. Jujurlah kamu! Jujurlah akan Tuhan dan jujur juga kepada
saudara-saudaramu. Kejujuran itulah kamu sanggup menyampaikan apa yang tidak engkau
mengerti, engkau akan menyampaikan itu. Tidak apa-apa anak-anakku, Aku mengerti.
Tapi sekarang engkau lebih mengerti apa yang Aku sampaikan.
Kami mengerti Ibu, kami sangat mengerti
Ibu, jawab umat.
Terima
kasih untuk kamu semuanya dan juga kamu para imam, setialah kamu dan
bersaksilah.
Ya Ibu, jawab para imam.
Ibu, tuntunlah kami dalam mewartakan
ini, pinta umat.
Jangan
kamu mengatakan, sebenarnya Allah menyertai kamu semuanya.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Tanpa engkau minta, asalkan
hatimu terbuka Allah bersamamu. Para imam mengertilah kamu apa yang Aku
lakukan, engkau sampai di tempat-tempat dimana Aku hadir. Mengerti?
Kami mengerti Ibu, jawab imam.
Mengerti,
mengerti. Terima kasih. Tidak apa-apa.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Bangkitlah kamu, jangan
melakukan kesalahan yang sama karena pekerjaanmu cukup berat bersama Aku Ibumu.
Belajarlah rendah hati supaya kamu tidak kecewa. Belajarlah..! Renungkan..! Karena
apa yang diberikan kepada Agnes terimalah sepenuhnya, penderitaan untuk menyelamatkan
saudara-saudaramu. Tanpa penderitaan engkau tidak bisa menyelamatkan
saudara-saudaramu. Agnes memanggul salib cukup berat. Tidak lagi kamu
mempersalahkan Agnes. Tetapi tidak apa-apa, tidak apa-apa......
Ibu tolong kami, diantara kami sendiri masih begitu sulit untuk saling
mengampuni, untuk saling mengasihi. Tolong kami Ibu supaya kami tidak gagal
membawa pesan dari Ibu, membawa amanat dari Ibu, pinta umat.
Belajar rendah hati anakku
supaya engkau menyampaikan dengan iman bersatu dengan Allah. Rendah hati...! Tanpa
rendah hati anakku, engkau akan sulit, kuatir, takut untuk menyampaikan
kebenaran ini. Lihatlah mereka yang bersama Aku. Mereka dipanggil untuk
menyatakan bahwa Allah hidup di bumi ini sampai Allah kembali ke bumi ini,
melalui mereka dan kamu menjadi saksi melalui sikap dan tingkah lakumu, maka
Allah diterima, dicari. Rendah hati anakku. Allah datang, Dia meninggalkan
kemuliaanNya untuk bertemu dengan kamu, dengan manusia. Apakah kamu tidak
mengerti semua itu apa yang Tuhan lakukan dalam perjalananmu? Baik, rendah hati
kamu! Jangan kamu melakukan kehendak hatimu yang tertutup. Tapi kehendak hati
yang terbuka, imanmu bekerja. Mengerti ya?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Berbahagialah kamu, engkau akan
menjadi saksi saat-saat terakhir ini. Agnes, anak ini Kubawa ke negara-negara,
setiap negara, supaya anak ini membuka kembali sejarah-sejarah rohani tentang
Allah, tentang kebaikan Allah, tentang kasih Allah dan cinta Allah kepada
manusia. Apakah kamu mengerti perjalananmu ini anak-anakKu?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Baik, kalau kamu sudah mengerti,
hiduplah kamu dalam Tuhan, benahi dirimu dan maulah menderita, jangan kamu
bermegah dengan berkat yang diberikan Allah tapi pakailah berkat itu untuk
memuliakan Allah di dalam kehidupanmu. Karena harta itu tidak bisa
menyelamatkan kamu. Baik, baik, sekali lagi kamu diajak untuk memanggul salib
melalui Agnes. Lihatlah Agnes begitu menderita, bukan Tuhan tidak sayang kepada
dia tapi dia-lah yang akan menumbuhkan kembali keyakinanmu, imanmu tentang
Allah. Apa kamu mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Baik, kamu mengerti. Aku senang
kamu mengerti tetapi pengertian itu Aku minta membuahkan keselamatan bagi
saudara-saudaramu mau pun keluargamu dimana pun kamu berada. Apakah kamu siap
untuk menderita?
Kami siap Ibu, jawab umat.
Bisa, karena mereka juga sebelum
kamu mereka juga menderita karena kebenaran. Kini juga kamu mau menderita
karena kebenaran bersama Allah.
Pulanglah kamu dengan damai,
tidak lagi kamu di antara kamu ada kegaduhan lagi. Aku minta kamu sehati sejiwa.
Kalau engkau tidak mengerti, kenapa engkau tidak bawa dalam doa? Kamu sudah
lupa berdoa karena apa yang kamu persoalkan itu karena kamu tidak mengerti dan
akhirnya kamu berbincang-bincang sendiri tanpa doa. Siapa pun tanpa doa dia
akan terlena dengan kemauannya didukung oleh dunia. Kamu cukup mengerti?
Kami mengerti Ibu, jawab umat.
Mengertilah..., segala sesuatu
Aku telah membawa kamu, berdoalah kamu, apa pun peristiwa, apa pun persoalan,
apa pun sukacita, apa pun penderitaan kamu tidak berdoa maka kamu bertentangan
antara yang satu dengan yang lain. Ingat, doa itu adalah kamu bertemu dengan
Tuhan. Siapa membuka hati dengan doa, dengan tulus Tuhan hadir di hatinya,
Tuhan hadir di antara kamu dan memberikan pengertian apa yang tidak engkau
mengerti. Karena kamu tidak berdoa, kamu sesak dan sesak dengan pemikiranmu
sendiri. Aku tidak mengatakan sia-sialah nubuat itu Aku hadir. Bukan itu anakku.
Hadir tetaplah hadir, nubuat itu tetap terjadi dan terjadi. Siapa yang membuka
dia menerima dalam kehidupannya nubuat itu. Mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Cukup mengerti ya. Dari awal
cukup mengerti, tapi pengertian itu tidak bawa dalam renunganmu dalam doamu,
cukup mengerti dalam pikiranmu saja maka terjadilah itu kamu menderita dengan
pengertian itu sendiri yang kamu tidak mengerti karena kamu tidak berdoa.
Kasihan Agnes, cukup berat. Aku mengatakan, siapa pun bersama Agnes disatukan
dan melayani bersama Aku Ibumu, dia harus bisa jaga dirinya dengan baik.
Mengerti itu?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Baik, baik, tidak apa-apa. Saya
tidak memarahi kamu tapi Aku mau memberikan pengertian-pengertian rohani
bersama Aku Ibumu. Aku tidak pernah marah. Aku sayang terhadap anak-anakku
semuanya. Mengerti mau pun tidak mengerti, Aku tetap berdoa bagi mereka semua
di seluruh bumi.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Baik, terima kasih anak-anakku
semua. Terimalah salamku ini, salam tanda kenangan bagi kamu. Aku menguatkan
kamu. Terima salamku. Terima salamku. Terima salamku. Terima salamku. Terima
salamku ini. Terima salamku. Terima salamku. Terima salamku. Terima salamku hai
imamku yang Aku kasihi. Terima salamku. Agnes menangis. Terima salamku hai
imamku yang Aku kasihi. (rm Isak Doera, red). salamku hai
imamku yang Aku kasihi, Aku menyertaimu dalam perjalananmu ini, bawa Agnes,
sertai Agnes untuk menyampaikan kebenaran ini. Aku mengasihimu.
Terima kasih Ibu, jawab Rm. Alexius.
Terima
salamku.
Ibu, sertailah doa-doa saya kepada Putramu, Tuhan kami. Aku minta ampun
kepadamumu atas segala dosa-dosa yang telah saya perbuat dan berikanlah kepada
kami sekeluarga hikmat sehingga kami bisa senantiasa datang memasrahkan diri
kami seutuhnya ke dalam tanganNya.
Terima salamku. Ini tanda
kasihku. Terima salamku ini. Terima salamku ini. Terima salamku. Terima salamku
ini.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Kuatkan
hatimu.
Mohon doamu Ibu, jawab umat.
Kuatkan
hatimu.
Ya Ibu, jawab umat.
Salamku
untukmu.
Dan untuk keluargaku ya Ibu, pinta
umat. Terima kasih Ibu, jawab umat.
Agnes menangis.
.........salamku. Agnes menangis. Agnes menangis bersamamu. Inilah tanda
kasihku Kuberikan kepadamu semuanya.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Salamku juga untuk anak-anakku
dimana pun mereka berada engkau temui, berikanlah salamku ini kepada mereka,
tanda kasih dan cintaku. Damai kamu, masuklah kamu sehati sejiwa, kamu tidak
ada perbedaan di hadapan Allah dimana hatimu terbuka untuk menyampaikan semua
isi hati Allah dan Aku Ibumu melalui Agnes dan kamu semua yang ada di sini.
Terima kasih.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Sampai
bertemu lagi dalam doa. Terima kasih.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
---ooo0ooo---