Doa Kerinduan bersama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia

di Kel. Robianto Koestomo, Meruya Ilir-Jakarta, jumat 29 April 2005

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Salamku untuk kau berdua hai imamku yang Aku kasihi. Selamat malam untuk kamu berdua.

 

Selamat malam Ibu, jawab Romo Isak Doera dan Romo Alexius.

 

Terima kasih. Anak-anakku yang Aku kasihi, selamat malam untuk kamu semuanya.

 

Selamat malam, jawab umat.

 

Terima kasih untuk kamu semua yang berkumpul di sini. Anak-anakku, ini semua terjadi hanya kehendak Allah karena cintaNya kepadamu sehingga kamu dapat berkumpul bersama pada malam ini.

 

Dan kamu Alexius dan juga engkau Isak Doera persiapkan dirimu dengan baik. Aku akan membawamu bersama Agnes dan juga anak-anakku yang akan pergi untuk menjadi saksi tentang kebenaran. Kebenaran yang datang dari Surga. Jangan kuatir kamu semuanya. Tidak ada kekuatiran lagi. Hatimu....persembahkanlah kepada Allah dalam perjalananmu ini dan Aku minta hatimu bersatu sehati sejiwa dalam Roh. Engkau Kuutus supaya dunia bertobat, didalam perjalanan kamu menjadi saksi tentang kebenaran ini. Inilah yang terakhir Aku lakukan. Sudah waktunya anakku....sudah waktunya. Dunia harus membuka mata, membuka telinga, membuka hati, apa yang akan terjadi dimana kamu ada bersamaku supaya mereka juga bertobat dan kembali kepada Allah. Tetapi Aku minta kepadamu, hatimu untuk Tuhan, untuk Aku dan juga untuk anak-anakku yang kamu layani. Tidak lagi hatimu untuk dunia.

 

Anak-anakku, dan kamu berdua jangan kuatir apa yang telah Aku sampaikan melalui Agnes. Kamu imam menjadi saksi tentang kebenaran yang telah Aku sampaikan kepadamu. Apa yang dikatakan Agnes, hal yang wajar bagi dia. Tetapi ada kamu, kamu Kuutus untuk mewartakan itu. Apabila terjadi sesuatu menimbulkan pertanyaan dari apa yang telah Kusampaikan kepada Agnes, engkau menjadi saksiku hai Imam-imamku. Apa kamu siap?

 

Siap Ibu, jawab imam.

 

Terima kasih, lakukanlah itu dan teruskanlah itu dan katakan kepada dunia apa menjadi kepedihanku yang telah Kusampaikan melalui Agnes. Kamu berdua untuk menjadi saksi ini, supaya peraturan itu dimengerti oleh anak-anakku. Sekali lagi Aku mengatakan, tidak ada keselamatan diluar tanda kasih dan cinta Tuhan yang sudah datang dan menyelamatkan kamu. Apa kamu percaya?

 

Kami percaya Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih. Itu yang Aku katakan kepadamu. Aku Ibumu di Surga menjadi saksi tentang kebenaran, tentang Allah yang memberikan kamu hidup dan menyelamatkan kamu dari dunia ini. Hai anakKu, kamu berdua, itulah tugasmu. Karena itu akan datang, akan terjadi pergolakan apa yang Aku katakan ini. Tetapi kamu jangan kuatir, kau tidak akan terjadi apa pun dalam hidupmu tetapi kuasa Allah akan menyertai kamu hai imamku apabila sungguh-sungguh hatimu kau bersaksi, supaya saat terakhir ini anak-anakku mengerti; keselamatan hanya satu didalam Kitab Sucimu, tidak ada yang lain! Didalam Kitab Sucimu adalah perkataan Tuhan yang ditinggalkan diantara kamu. Melalui perkataanNya-lah maka kamu selamat apabila engkau sungguh-sungguh setia kepada-Nya. Tidak ada lagi...saat terakhir ini. Jangan lagi berbicara tentang dunia tetapi bicaralah tentang Tuhan dan berbuatlah baik sepenuhnya dalam hidupmu karena Allahmu melayani, kamu juga anak-anakNya melayani. Mengertikah kamu?

 

Kami mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Saling melayanilah kamu, hai anak-anakKu. Itulah bedanya Surga dan dunia. Biarkanlah itu, itu bukan bagian dari urusanmu. Siapa yang memilih dunia akan celaka bersama dunia. Tetapi dia mencari Tuhan, dia akan selamat didalam nama Tuhan. Mulai hari ini Aku tidak ingin lagi kamu berbicara tentang dunia. Tidak ada lagi keselamatan turun ke bumi ini setelah Allahmu kembali ke Surga. Sudah cukup...sampai Allahmu datang kembali ke bumi ini menjadi hakim bagi manusia. Itulah yang dikatakan-Nya supaya engkau mengerti.

 

Hai kamu imamku, Aku memanggilmu menjadi saksi karena saat-saat terakhir ini terjadilah pergolakan, pertentangan tetapi kamu satu. Jangan kamu terpecah-pecah karena keinginan dirimu masing-masing tetapi bersatulah dalam kebenaran supaya kamu tidak dicobai oleh dunia yang membuat celaka setiap manusia yang tidak setia kepada Allah. Dan Aku berbicara kepada kamu berdua, dan sampaikan salamku kepada temanmu yang akan berangkat. Katakan itu semuanya. Persiapkan juga mereka semuanya. Apa yang Kukatakan tetaplah terjadi, jangan terhambat dengan pemikiran-pemikiran. Itu baik... tetapi Aku mengatakan kepadamu, tulislah dan sampaikanlah kepada dunia. Apa kamu berdua mengerti?

 

Kami mengerti Ibu, jawab imam.

 

Terima kasih. Lakukan! Baik, kata Agnes; Agnes mengatakan itu baik, maksudnya baik tetapi bukan dia tidak berani. Apa yang menjadi pemikirannya adalah dia ingin melakukan tugasnya terlebih dahulu sesudah itu baru dia kerjakan. Tetapi sampaikan kepada Agnes, tulislah dan sampaikan! Jangan takut! Tidak perlu takut! Kata Tuhan, tidak ada satu pun tubuhmu akan terluka oleh dunia, karena kamu akan menjadi saksi tentang kebenaran ini. Kamu semua akan dilindungi.

 

Kamu berdua, bimbing Agnes! Dan Aku minta kepadamu, kamu berdua yang ada di sini, dampingi dia, kuatkan dia karena kau adalah seorang imam, menguatkan dia dalam perjalanannya. Jangan kamu yang bersama Agnes membuat susah hatinya karena pekerjaan ini adalah pekerjaan yang cukup berat yang dia terima bersamamu. Tetapi doakan dia dan dampingi dia melalui sikap dan tingkah lakumu supaya dia tetap berjuang untuk menerima tugas ini bersamamu.

 

Alexius, tidak lagi kau berpikir, apa yang harus dilakukan saat ini. Lakukan! Isak Doera, juga lakukan! Tidak lagi berpikir saya harus berbuat ini dan itu tetapi berbuatlah bersama Aku dalam kelompok ini bersama Agnes saat terakhir. Tidak perlu lagi apa yang menjadi cita-citamu anakku. Itu tidak akan dipakai, tetapi yang dipakai adalah tugasmu sebagai seorang imam saat ini bersama Agnes dan anak-anakku. Saatnya terakhir, engkau akan mendapatkan tugas cukup berat untuk mengumpulkan anak-anakku dan juga para imam yang ketakutan menghadapi pemurnian itu sendiri. Itu tugasmu! Dan jagalah sarana-sarana doa didalam perjalananmu sebagai seorang imam.

 

Dan Aku minta kepadamu, dalam perjalanan, berikanlah Tubuh dan Darah Tuhan untuk anak-anakku yang akan berangkat bersamamu. Jangan lupa, itu ada bersamamu. Dan Aku juga minta kepadamu, untuk Agnes, Aku mengerti apa yang dia rasakan saat ini. Begitu dia ketakutan.... Apalagi kalau hatimu tidak siap, ketakutan itu akan bertambah didalam kehidupan Agnes. Apabila hatimu damai, sejahtera, sukacita dan tidak ada masalah dan persoalan dunia lagi, Agnes akan dikuatkan dari perjalananmu, sikap dan tingkah lakumu. Dia akan bangkit untuk melaksanakan tugas ini bersamamu.

 

Dan kamu berdua, Alexius.. juga kamu yang akan berangkat bersama Agnes, persiapkan dirimu dengan baik, dan bekerjalah, banyak pekerjaan yang harus kau lakukan untuk membawa anak-anakku kembali kepada Allah dalam kebenaran. Itu yang Aku minta kepadamu. Tugasmu cukup berat, karena akan terjadi pergolakan segala apa yang Aku katakan, itu akan terjadi. Tapi kamu siap, engkau tidak akan menderita untuk menyampaikan kebenaran itu, karena itu semua untuk anak-anakku di seluruh bumi, khususnya di tanah airmu ini. Dan  jangan kuatir, Aku menunggu kamu semua. Pada waktunya semua akan terjadi, kuasa Allah akan turun diantara kamu semuanya. Biarlah itu terjadi, supaya dunia mengerti bahwa Aku sungguh-sungguh Maria diutus untuk kamu, mempersiapkan kamu, apa yang menjadi keinginan Allah memurnikan dunia.

 

Anak-anakku semua yang ada di sini, apa pun.... nubuat apa pun akan Kusatukan pada hari itu, supaya dinyatakan semua. Engkau tidak akan dipermalukan karena Surga bersamamu. 

 

Anak-anakku, Aku senang apabila engkau memulai, engkau berdoa seperti apa yang Aku lakukan dengan para Rasulmu, itu kuajarkan kepada Agnes untuk menerima doa yang Aku ajarkan kepada Agnes. Berterima kasih kamu sudah berbuat baik, mempersiapkan itu semua memulai hari ini, engkau akan berjuang selama 9 hari tapi kuatkan hatimu karena semua akan tidak akan mulus karena dunia akan mencobaimu, tetapi kalau engkau bersatu dengan Allah semua akan menjadi baik. Lakukan itu semua,  Aku senang. Semua dilakukan dengan rohani, dengan doa, dengan dekat kepada Allah, kepasrahan, semua segala sesuatu apa yang akan dikerjakan diserahkan semua kembali kepada Allah.

 

Anak-anakku semua yang ada di sini, ini Aku Ibumu Maria datang diantara kamu. Isi hatiku melalui Agnes dari Surga datang untuk menyampaikan tanda kasihku, cintaku kepada kamu semua yang ada di sini.

 

Anak-anakku semua, sebentar lagi kamu akan mengalami kegoncangan, tapi biarkanlah itu terjadi, harus terjadi...! Tapi kamu mempersiapkan dirimu dengan baik, semua akan menjadi baik. Dekatkan! Mulai hari ini tidak ada lagi kekerasan tetapi ada kasih dan cinta dalam keluargamu. Suami, istri dan anak. Anak terhadap orang tua. Karena inilah saatnya kamu harus berbuat baik dalam keluargamu. Jangan melangkah sendiri, memutuskan segala perkara apa yang tidak engkau mengerti. Nanti engkau akan menyesal kalau engkau memaksa dirimu untuk memutuskan segala persoalan keinginan hatimu menyangkut dunia. Ingatlah perkataanku ini. Dan juga bagi kamu anak-anak, hormati orang tuamu, dengarkan perkataan orang tuamu. Sungguh Aku mengatakan, tidak ada lagi pertentangan dalam keluarga ini. Kamu harus bersatu sehati sejiwa dalam memutuskan perkara yang menyangkut dunia. Tapi lihatlah di depan, Allahmu menunggumu dengan penuh kasih dan cinta. Siapa pun yang memutuskan dalam kehendak hatinya sendiri, keinginan dirinya sendiri, hati-hatilah..! Itulah dorongan dari kuasa-kuasa kegelapan, untuk membuat kamu menderita dalam keputusan-keputusan kamu yang menyangkut dunia. Mulai hari ini berdamailah kamu sampai pemurnian itu datang. Tidak ada kemarahan....tidak ada lagi anakku! Tapi ada hati penuh pengertian dan menerima pengertian itu dalam kehidupanmu, di mana pun akan terjadi. Jangan melangkah terlalu jauh, tapi berdoalah memohon kepada Allah yang terbaik, terindah di dalam hidupmu. Siapa pun....terkecuali Agnes bersama anak-anaku pergi untuk mempertobatkan dunia, tapi dilain itu jangan kamu pergi meninggalkan rumahmu ini untuk mencari dunia. Nanti sia-sialah itu semuanya, akan pedih, akan menderita, akan menangis, akhirnya celakalah..,celakalah itu semuanya. Semua tidak ada yang akan meninggalkan rumahnya.. pergi ke tempat yang jauh. Ingatlah perkataanku ini, semua akan digoncangkan, akan digoncangkan! Dan berhentilah untuk tidak memaksakan hati untuk memutuskan perkara yang tidak mengerti. Yang dicari adalah tidak baik, membuat kita tidak baik maupun di mata manusia, maupun di hadapan Allah. Aku menyampaikan ini kepadamu supaya merenungkan dan berdoa memohon kepada Allah berikan yang terindah untukku. Ini yang Aku sampaikan. Aku Ibumu Maria menyapamu saat ini supaya engkau mengerti. Saat ini saat yang sungguh-sungguh harus bisa menjaga diri dengan baik, hidup baik, pikiran baik, hati baik, semua baik. Kalau terjadi sedikit saja yang tidak baik, nanti pencobaan itu akan datang masuk dalam kehidupan-kehidupan manusia dalam perjalanan ini. Urungkan niatmu ini. Aku Ibumu mengasihimu, mencintaimu. Minta kepada Allah yang terbaik, yang terindah supaya kamu selamat dari dunia ini dan kau bahagia. Dan juga kamu semua yang ada di sini, jaga dirimu dengan baik, langkahmu....pastikan bersatu dengan Allah, karena begitu cepatnya penghulu setan itu akan ikut campur tangan didalam kelemahan-kelemahanmu.

 

Anak-anaku yang Aku kasihi, inilah semua yang Aku katakan kepadamu pada malam ini, karena semua akan terjadi. Dunia akan digoncangkan oleh Allah dan juga negaramu ini, tapi siapa yang setia dalam kasih Tuhan, dia selamat didalam peristiwa-peristiwa itu.

 

Baiklah anak-anakku, sampaikan juga kepada Agnes, supaya dia tidak sedih lagi, supaya dia bangkit untuk melaksanakan tugasnya bersama kamu. Bukan saja Agnes dipanggil, kamu juga dipanggil untuk bekerja bersamaku untuk menyampaikan kebenaran ini. Baiklah semua akan menjadi baik dalam perjalanan kalian. Allah akan ikut campur tangan dalam perjalanan kalian. Jangan takut dan kuatir, semua akan menjadi baik dalam kehidupanmu, dalam perjalananmu. Aku Ibumu menunggumu dengan doaku selalu menyertai kamu supaya kamu dilindungi oleh kasih Allah dalam perjalananmu nanti sampai engkau di tempat, Aku ada bersamamu, menunggumu dengan setia. Sudah mengerti?

 

Sudah Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Terima kasih anak-anakku dan juga kamu semua imam-imamku yang akan bersamaku untuk menyelamatkan banyak anak-anakku di mana pun mereka berada.

 

Inilah perkataanku pada malam ini untuk kamu semuanya. Dan berjuanglah untuk menjadi anak Tuhan yang baik dimanapun engkau berada. Terima kasih untukmu semuanya yang ada di sini. Selamat malam untuk kamu semuanya.

 

Selamat malam Ibu Maria, terima kasih, jawab umat dan para imam.

 

 

---ooo0ooo---