Doa Kerinduan bersama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia

Di Cimahi, 15 April 2005

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Salam bagimu hai putraKu kamu berdua Isak Doera, dan juga kamu Alexius yang anakKu yang Aku kasihi, Aku berkenan kepadamu. Sekarang kau mengerti apa yang menjadi keinginanKu dalam kehidupanmu. Inilah engkau bersama Aku saat-saat  terakhir ini. Dan engkau juga Isak Doera anakKu yang Aku kasihi, engkau begitu setia dan berani menyatakan dalam perjalananmu dan engkau tidak mundur walaupun engkau sedikit mendapat kesusahan dari saudara-saudaramu. SalamKu juga untuk Heribertus, anakKu yang Aku kasihi. Dia juga setia sampai saat ini bersamaKu, dan juga kamu anak-anakKu semua yang ada di sini, selamat malam!

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.

 

Selamat malam untuk kamu semua yang Aku kasihi.

 

Anak-anakKu semua yang ada di sini, lihatlah...! Engkau sudah melihat dan merasakan. Inilah yang Aku katakan kepadamu. Semua akan mengalami, inilah awal pemurnian bagi kamu sekalian. Tetapi apabila engkau setia dalam hidupmu dan kau nyatakan dirimu kembali untuk bersatu dengan Allah, engkau tidak akan takut. Anak-anakKu, ini... peristiwa ini tidak akan berhenti. Allah memperlihatkan kepada dunia kuasaNya ada bersama kamu semua anak-anakNya yang kamu mengerti apa yang telah Aku katakan selama ini.

 

Anak-anakKu, sungguh berat saat-saat terakhir ini tapi siapkanlah hatimu. Percaya, engkau tidak akan ditinggalkan dengan segala peristiwa yang akan turun ke bumi ini, khususnya di negaramu. Ini akan berlanjut, anak-anakKu. Peristiwa yang bertambah besar akan kamu hadapi. Memang bagi Aku Ibumu, itu Aku rasakan betapa beratnya kamu akan mengalami. Tetapi percayalah, dunia ini harus dimurnikan anak-anakKu, harus dimurnikan....! Supaya kebahagiaan sesungguhnya yang direncanakan Allah akan engkau nikmati. Itulah tujuan Allah datang ke bumi ini supaya kamu berbahagia, bersukacita, bergembira didalam perjalananmu masing-masing. Tetapi dunia tidak mau kamu semua bahagia. Dunia mengambil bagian-bagian dari kehidupan manusia yang lemah.

 

Anak-anakKu, semua peristiwa yang turun nanti tidak lagi bisa dimengerti oleh dunia. Tetapi percayalah, kamu punya Allah di Surga maka datanglah kepadaNya, masuklah dalam kehidupanNya supaya kamu terlepas dari peristiwa yang turun ke bumi ini. Aku mengatakan ini kepadamu supaya kamu mengerti apabila semua itu terjadi kamu semua siap menghadapinya. 

 

Anak-anakKu, inilah masa sulit akan dihadapi di seluruh bumi. Semua mengalami. Aku sedih semua ini terjadi tetapi semua demi kebahagiaan anak-anakKu. Engkau dipisahkan dari dunia ini. Inilah yang Aku katakan kepadamu. Laluilah saja dengan hatimu. Maka Aku minta sekali lagi, perbaikilah dirimu, masuklah dalam sukacita, kasih Tuhan ada bersamamu.

 

Anak-anakKu, Surga tidak pernah meninggalkan kamu apalagi saat-saat terakhir ini Aku Ibumu datang menyertai kamu. Walaupun kau tidak mengerti apa yang Akus katakan ini tapi Aku ada bersamamu, semua anak-anakKu di bumi ini. Inilah yang Aku katakan kepadamu pada malam ini karena ini tidak berhenti. Engkau mengalami cukup berat.....tetapi engkau bahagia karena kamu semua sudah Aku persiapkan dengan baik.

 

Dan engkau Alexius dan Isak Doera, malam ini percayalah sepenuhnya didalam melaksanakan tugas yang telah Aku berikan kepadamu bersama Agnes dan semua anak-anakKu yang akan Kubawa ke tempat yang jauh. Di sanalah Aku akan menunggumu. Jangan kuatir, semua kita kembalikan kepada Allah. Allah yang akan memberikan itu semua dimana kamu nanti sampai ke tempat tujuan. Tidak terjadi apa-apa kepada kamu bersama Agnes karena kamu akan menjadi saksi, semua engkau bahagia di sana dan bahagia kembali ke negaramu ini dengan sukacita.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Jangan kuatir, Allah akan menyertai kamu sekalian. Persiapkan hatimu, itu lebih penting. Hatimu, anak-anakKu! Sebelum kamu berangkat berkumpullah kamu dan berdoa. Masuklah kamu sehati sejiwa kebersamaan dimana kamu akan pergi bersama Agnes. Tidak ada lagi kesalahan antara satu dengan yang lain tetapi kamu sama bekerja untuk Kebenaran, untuk keselamatan dunia. Berbahagialah kamu, Aku mengutusmu menyangkut dunia, yang terakhir bagi dunia.

 

Alexius, persiapkan dirimu apa yang harus kau lakukan dan juga bersama Isak Doera, Heribertus, persiapkan semua dengan baik. Tetapi selebihnya Allah akan memberi semua perjalanan-perjalananmu, tugasmu nanti di sana.

 

Dan sampaikan kepada Agnes, dia tidak sendiri, Surga menyertainya bersama kamu. Surga ikut campur tangan saat-saat terakhir ini. Kamu Kuutus untuk menjadi saksiKu dimana Aku bersama Lucia terulang kembali supaya dunia percaya.

 

Anak-anakKu semua yang ada di sini dan juga kamu saat-saat terakhir ini bicaralah tentang Kebenaran, tentang keselamatan yang ada, yang sudah sekian lama Aku bersamamu, apa yang sudah kamu perbuat? Kotamu ini belum terselamatkan. Anak-anakKu masih belum sepenuhnya percaya tentang kebenaran, tentang keselamatan. Kotamu ini...! Ingat apa yang Aku katakan kepadamu: akan mengalami kegoncangan...! Apakah mereka sudah siap? Belum! Dan imam-imammu juga belum siap di kotamu ini. Mereka terlena dengan kehendak hati mereka sendiri. Lihatlah kotamu nanti, apa yang akan terjadi. Maka Aku minta kepadamu, pergilah kamu yang ada di sini, bekerjalah, dan sampaikanlah apa yang Aku katakan ini di negaramu ini. Kamu jangan takut dikucilkan oleh imam-imammu. Percaya, kalau kamu bergerak semua akan menjadi baik. Apa kamu bersedia? Kamu tidak berani! Kamu bersedia?

 

Bersedia Ibu, jawab umat.

 

Ya baiklah, Aku tidak memaksamu tetapi berdoalah. Kamu harus menolong saudara-saudaramu. Pergilah sampaikan kepada imam-imammu, katakan, jangan sampai ketakutan menerima peristiwa-peristiwa yang akan turun khususnya di kotamu ini. Inilah yang Aku katakan kepadamu. Dan kamu akan mengalami...., berangkat dari pulaumu ini anak-anakKu, kamu akan mengalami  banyak peristiwa yang cukup berat. Apa kamu takut?

 

Tidak, jawab umat.

 

Tidak! Tidak takut! Mari bersama Aku Ibumu, kita bersama-sama mengalami peristiwa-peristiwa yang segera turun ke bumi ini. Aku Ibumu tidak meninggalkan kamu.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih! Baiklah, baiklah anak-anakKu. Inilah apa yang Kukatakan dari awal, jangan engkau membantu untuk menghitung. Allahmu tahu apa yang harus dilakukan dan kapan. Tidak meminta dukungan dari kamu tetapi yang diminta adalah kesiapanmu, kepasrahanmu, pertobatanmu didalam perjalananmu. Hanya itu!

Anak-anakKu yang Aku kasihi, kembali kamu yang akan berangkat nanti, Aku Ibumu menunggumu di sana dan kita akan bertemu di sana.

 

Dan sekali lagi Alexius, Isak Doera dan Heribertus kamu bertiga harus sehati sejiwa. Jadikan satu kekuatan. Kamu seorang imam, jangan takut! Apa yang Aku mintakan kepadamu lakukan dan bimbing anak-anakKu ini sepenuhnya dalam roh, dalam doa, dalam kasih dan cinta, kebersamaan. Tidak ada lagi yang tidak bersatu dalam perjalananmu.  Semua bersama-sama, apapun yang kamu laksanakan bersama, dan jangan lupa segala sesuatu angkat dalam doa. Aku ada bersamamu nanti. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Ya, baik! Mengerti! Inilah yang Aku mintakan, segala sesuatu yang akan kamu kerjakan nanti, engkau hai imam-imamKu bimbing dalam perjalanan ini dan Aku minta persiapkan mereka untuk menyambut Tubuh dan Darah Tuhan yang telah diberikan kepadamu. Kamu persiapkan dalam perjalananmu karena itulah kekuatanmu. Allah menyatu didalam perjalanan hidupmu. Allah ada bersamamu dan kau juga ada bersama Allah. Hai imamKu, persiapkan itu, jangan sampai terlupakan didalam perjalananmu. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab imam.

 

Baik, kalau mengerti lakukan! Dan Aku Ibumu mengucapkan selamat untuk perjalananmu. Tidak terjadi apa-apa dalam perjalananmu. Semua baik-baik dan kamu sampai pada tujuan dan kamu dapat melaksanakan dengan baik dan kuasa Allah akan menggerakkan perjalananmu nanti apa yang harus kamu lakukan. Jangan kuatir!

Inilah yang Aku sampaikan. Inilah yang terakhir bagi dunia. Kamu Kukirim untuk menjadi saksi, biar mereka mengerti bahwa kau ada bersama Aku Ibumu di Surga. Anak-anakKu yang Aku kasihi, dan semua akan terjadi menurut kehendak Allah. Inilah yang Aku sampaikan kepadamu.

 

Dan Aku berdoa, Aku memohon kepada Allah sebagai pengganti dari dia yang sudah pulang adalah...... Dia juga anakKu untuk menggantikannya supaya bisa memperbaiki semua apa yang menjadi kepedihanKu. Supaya itu semua, peraturan itu semua dihilangkan dari perjalanan anak-anakKu, supaya semua anakKu mengerti, hanya satu jalan keselamatan adalah DIA yang sudah datang ke bumi ini adalah Tuhan dan Allahmu yang sekarang ini bertahta di Surga. Tidak ada keselamatan! Diluar itu adalah ciptaan dunia.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, sekali lagi, tidak ada keselamatan! Kalau dia percaya, dia akan selamat didalam namaNya adalah Yesus. Dialah Tuhanmu dan Allahmu. Saatnya akan tiba apabila Tuhan datang ke bumi ini, DIA-lah Allah Bapa yang Mahakuasa yang akan menjadi hakim bagi setiap manusia. Nama Yesus sirna dari bumi ini.

 

Hai anak-anakKu, janganlah lagi kamu tidak percaya! Percayalah sepenuhnya! Tidak lagi kamu mencari kekuatan atau mencari dukungan untuk imanmu. Itu adalah salah! Allah tidak didukung oleh dunia. Allah Mahakuasa yang menciptakan kamu dan menyelamatkan kamu dari dunia yang fana ini, yang sementara ini. Nanti engkau akan mengerti dan tidak bertanya lagi, siapakah DIA? DIA-lah Tuhan Allahmu.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, setialah kamu karena waktunya... penderitaan itu cukup berat bagi kamu. Karena mereka akan menyerang kamu karena imanmu. Tetapi setialah kamu! Jangan kamu munafik! Katakan yang benar, yang sebenarnya. Apabila itu terjadi, jangan mundur. Katakan ya aku .. aku adalah anak Allah. Apapun yang terjadi berdoalah. Aku telah mengajarkan kamu. Pasrahkan dirimu, jiwa dan ragamu. Katakan...! Pasti mereka tidak akan sanggup membuat kamu, menganiaya kamu! Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Mengerti! Itu saatnya akan tiba, kamu akan mengalami di negaramu ini. Tapi kamu anak-anak Allah, engkau punya Allah yang Mahakuasa. Iblis, setan yang terkutuk itu akan dihalau oleh Allah. Akan dibuktikan, kalau kamu memang benar benar hatimu....tulus hatimu mengatakan aku adalah anak Allah. Bukan kamu setengah-setengah mengatakan itu dalam keraguan karena kamu takut karena kamu terancam penderitaan. Jangan takut hadapi mereka dengan keyakinanmu dengan imanmu kepada Allah. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Aku persiapkan kamu semuanya untuk itu.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Inilah yang Aku sedihkan. Ini yang menjadikan suatu tujuan dalam gereja, suatu keputusan dalam gereja untuk mengangkat dunia yang mempunyai keselamatan. Tidak ada! Yang percaya, dia selamat! Inilah tugasnya  belum selesai. Dia seorang Paus adalah memimpin putra-putriKu di seluruh bumi ini, tetapi biarlah itu, biarlah kuasa Allah yang menyelesaikannya. Maka Surga turun tangan ke bumi ini untuk menyelamatkan anak-anakNya. Tuhan sangat mendengar jeritan anak-anakNya di bumi ini. Lihat..! Bagaimana Allahmu menyelamatkan bangsa Istrael karena jeritan hatinya, dia ditindas oleh bangsa Mesir. Begitu juga kamu saat ini. Tapi sayang para imam tidak tanggap, tidak bijaksana untuk melindungi anak-anakKu yang ada di negara ini. Banyak anak-anakKu yang menderita. Para imam diam. Takut! Takut! Ya.., sembunyi dibalik jubah. Mereka dipanggil untuk melindungi anak-anakKu tetapi peristiwa demi peristiwa banyak anak-anakKu yang menderita. Tapi mereka yang dianiaya sampai mereka wafat, mati karena sikap dan tingkah laku dunia, mereka bahagia di Surga. Tidak ada satupun yang tidak diselamatkan oleh Allah.

 

Anak-anakKu, dimanakah para imam? Mereka sedang.....sedang apa yang mereka kerjakan. Inilah menjadi kesedihanKu, maka dari awal Aku datang ke negaramu ini untuk semua peristiwa yang akan turun seperti ini. Tetapi masukkanlah doamu untuk para imam-imam yang ada di negaramu ini.  Sekarang mereka sedang mengalami kegoncangan, kejenuhan menjadi seorang imam. Merasa letih karena tidak bersama dengan hati dalam panggilannya, maka mereka kelelahan. Banyak anak-anakKu yang menderita, banyak anak-anakKu yang pergi dan masih banyak yang papa, yang miskin, yang menangis. Dimanakah para imam? Adakah bersama mereka? Anak-anakKu, inilah kepedihanKu. Maka Surga ikut campur tangan saat-saat terakhir ini. Sungguh Aku mengatakan kebenaran ini....... Aku mengatakan kepada kamu supaya kamu bisa menjaga dirimu dengan baik, tidak mengantungkan atau bersandar kepada para imam. Kalau imammu tidak bisa untuk menjadi sandaranmu, maka kamu hidup mandiri dalam iman, hanya engkau bersama Allah. Mengerti kamu?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Baiklah, jaga dirimu saat-saat terakhir ini. Tidak ada lagi persoalan-persoalan yang membuat kamu menangis, kamu sedih, kamu menderita tetapi buatlah dalam keluargamu bahagia, suka-cita, kebersamaan dimanapun kamu berada. Apa kamu siap?

 

Ya Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih. Inilah yang Aku katakan kepadamu pada malam ini. Sekali lagi yang mana kamu yang akan berangkat itu Aku minta hiduplah dalam doa, bersatu dalam doa, masuk..., masuklah dalam kehidupan Allah, bersandarlah kepada Allah seutuhnya. Semua akan menjadi baik. Tapi setelah kamu menjadi saksiKu, dunia akan membuka mata, akan membuka telinga, akan berpikir panjang. Setelah nanti kamu kembali ke negaramu ini, apabila terjadi diantara kamu nanti kamu akan dipertanyakan dunia. Bersaksilah kamu! Apa kamu bersedia?

 

Kami bersedia Ibu, jawab umat.

 

Baik, bersedia! Kamu bersaksi! Jangan takut! Katakan yang benar. Tuhan akan melimpahkan semua kuasaNya saat-saat terakhir ini didalam perjalananmu bersama Agnes. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Jangan lagi bertanya-tanya! Biarkan......lalui saja. Apa ini, apa itu? Itu bukan bagian-bagian dalam perjalananmu. Hanya kamu diutus menjadi saksi dan bekerja bersama Aku Ibumu. Itu sudah cukup! Yang penting hatimu sekarang mulai.......apabila kamu punya masalah itu cepat selesaikan. Jangan terbawa, nanti kuasa-kuasa kegelapan akan menghambat dalam kelemahan-kelemahan kamu semua yang akan berangkat. Jadi bersihlah hatimu. Bukan Aku mengatakan kamu harus suci. Tidak! Tapi selesaikan permasalahan-permasalahan itu semua, berangkat .........lepas semua! Yang ditinggal sukacita, yang berangkat juga sukacita. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih. Dan bagi kamu Alexius, Isak Doera dan juga Heribertus, tugasmu adalah kamu seorang imam ...... harus kuat, dan nyatakan Kebenaran bahwa kau adalah seorang imam. Jangan lemah dan bawa anak-anakKu ini,  dan Aku akan menunggumu di sana. Percaya kita akan bertemu, bertemu dengan Aku Ibumu di sana.

 

Inilah perkataanKu kepada kamu semua anak-anakKu yang ada di sini, dan jagalah dirimu baik-baik! Itu permintaanKu karena peristiwa ini tidak akan berhenti. Kalau kamu tidak siap, engkau akan takut menghadapi peristiwa-perisrtiwa yang silih berganti, yang segera turun. Bukan saja negaramu, di seluruh bumi akan mengalami. Inilah yang Aku sampaikan kepada kamu semua anak-anakKu yang ada di sini. Terima kasih atas kebersamaan ini, dalam doa ini...inilah doa kerinduan, Aku mengajarkan kepadamu untuk berbuat baik. Itu tujuanKu supaya engkau bertemu Allahmu di Surga. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab imam.

 

Terima kasih! Terima kasih kepada kamu Alexius, kepada kamu Isak Doera juga kepada Heribertus. Semua Aku kasihi, tidak ada yang Aku tinggalkan walaupun Aku berbicara seperti ini tetapi doaKu selalu menyertai para imam dimanapun mereka berada. Ini pernyataan isi hatiKu, tanda cintaKu kepada mereka. Terima kasih anak-anakKu, selamat malam.

 

Selamat malam Ibu, jawab umat.

 

----oooooo---