Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang bahagia

Di keluarga Sukemi, Seturan Baru-Yogyakarta, 1 April  2005

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Terima kasih untukmu imamKu yang Aku kasihi. Selamat bagimu untuk bersatu dengan Aku Ibumu bersama anak-anakKu semua yang berkumpul di sini.

 

Terima kasih, jawab romo Kartosiswoyo Pr.

 

Terima kasih untuk kamu, semua selamat siang.

 

Selamat siang Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Aku bahagia saat-saat terakhir ini dimana Agnes Aku kirim, Aku ikut sertakan bersama anak-anakKu untuk bersama berkumpul berdoa dalam perjalanan ini supaya kamu mengerti supaya engkau tidak sia-sia hidup yang diberikan hidup oleh Allah kepadamu. Aku berikan pengertian semua, saat-saat terakhir bagi kamu sekalian.

 

Dan imamKu yang Aku kasihi, inilah Aku Ibumu yang menyapamu karena Aku mengasihimu.  Kehendak Allah yang terjadi dalam kehidupanmu maka engkau ada bersamaKu saat ini bersama anak-anakKu dan Aku menyapamu. Lihatlah Aku sudah datang tapi Aku ditolak oleh para imam dan juga putra-putriKu yang tidak mengerti. Itu menjadi bagian dalam kehidupanKu ini. Aku ingin semua menerima kebenaran ini, tapi sampai saat ini juga Agnes banyak ditolak untuk menyampaikan Kebenaran-Kebenaran yang telah Aku berikan untuk kamu di negaramu ini. Tapi Aku berdoa supaya para imam dibukakan hatinya. Aku percaya dengan kekerasan hatinya, Allah akan menurunkan kerahimanNya kepada mereka yang tidak menerima Aku yang sudah datang ke negaramu ini.

 

Lihatlah..., tanda-tanda itu sudah turun diantara kamu. Inilah yang Aku katakan. Kalau Aku tidak datang, apa kamu mengerti apa menjadi rencana Allah untuk menyelesaikan dunia ini? Engkau tidak akan mengerti anak-anakKu. Siapa yang menerima Allah dalam kehidupannya sepenuhnya, dia ada bersama Aku. Inilah yang Kukatakan, dan engkau seorang imam, renungkanlah apa yang Kukatakan ini kepadamu dan berbuatlah anakKu. Jangan kau kuatir dan takut, engkau akan menang bersama Aku Ibumu dimana engkau menyampaikan Kebenaran ini bersama saudara-saudaramu yang diangkat, yang diambil oleh Allah menjadi imam bagi anak-anakKu semua yang ada di bumi ini khususnya di negaramu. Aku Ibumu mengatakan benar. Aku telah menyampaikan. Sungguh kalau ini tidak diterima oleh para imam, bagaimana anak-anakKu akan menerima apa yang Aku sampaikan ini?

 

AnakKu, Aku minta daripadamu relakan hatimu sedikit saja. Berikanlah kepadaKu supaya kita bisa bekerja sama melayani anak-anakKu dan membawa anak-anakKu kembali kepada Allah. Itulah tugasmu, dengan caramu. Saatnya sudah dekat anakKu, bergegaslah untuk melakukan itu dalam  perjalananmu. Engkau meminta apa daripadaKu? Aku memberikan apa yang kau mintakan. Mari bekerjalah bersamaKu. Aku Ibumu Maria bersama Agnes untuk menyampaikan Kebenaran-Kebenaran ini. Engkau ada di lingkungan anak-anakKu. Di situlah engkau memulai pendekatan kepada putra-putriKu supaya mereka mengerti saat-saat terakhir ini, apa yang harus mereka lakukan dalam kehidupan dalam keluarganya. Karena di tempat ini banyak anak-anakKu yang mendua hati. Aku pedih rasanya. Sungguh Aku sedih maka Aku datang  ke negaramu ini. Kuambil Agnes dalam bagian dalam rencana Allah untuk membawa anak-anak Allah kembali. Di sini, di kotamu ini anak-anakKu masih mendua hati. Aku sedih..! Bagaimana mungkin itu terjadi? Itulah tanggung-jawab para imam-imam untuk membawa dan memberikan pengertian terus menerus kepada anak-anakKu. Ada kesempatan dimana kamu berada bersama mereka, disitulah kamu menyatakan kebenaran tentang Allah dan kehendak Allah yang dinginkan Allah didalam kehidupan anak-anakNya. Cukup berat bagimu.., tapi percayalah... mulailah bergegas. Berkatalah sepatah dua kata tentang hal ini kepada anak-anakKu dan juga kepada para imam. DoaKu menyertaimu. Allah akan bekerja bersatu dalam kehidupanmu. Itulah yang Kuberikan kepadamu di hari tuamu. Berikanlah seutuhnya kepada Allah dalam menyatukan anak-anakKu kembali bersama Aku Ibumu Maria, bersama Agnes dan semua anak-anakKu yang menerima. Jangan takut, hai PutraKu. Kebenaran diatas segala-galanya. Mereka tidak akan bisa mengatakan apapun terhadap dirimu. Engkau akan menang. Engkau akan menang diantara mereka karena engkau menyatakan Kebenaran yang sebenarnya yang harus mereka lakukan dalam kehidupannya

 

Dan Aku sedih, banyak para imam masuk dalam mendua hati. Bagaimana mungkinkah dia bisa menyampaikan dan memberikan tubuh dan darah Tuhan untuk menjadikan santapan rohani yang akan diterima oleh anak-anakKu? Mereka juga masih belum siap. Tapi itu tidak terputus karena para imam, Allah mengerjakan itu semua. Siapapun yang datang menyembah didalam rumah Allah di dalam Gereja, Tuhan akan berkati. Tapi imam yang mendua hati, dia mempertanggung-jawabkan semua berkat yang diberikan Allah dalam kehidupannya dan bertanggung-jawab kepada anak-anakKu yang menerima dan tubuh dan darah Tuhan yang kekal dan abadi.

 

Anak-anakKu tidak berdosa menerima persembahan itu tetapi ditanggung oleh para imam karena hatinya mendua, dia tidak mendapatkan berkat dan tidak bisa membawa sepenuhnya seutuhnya, semua peristiwa misteri itu diambil alih oleh Allah kembali. Aku berbicara kepadamu hai imamKu, supaya kau berikan pengertian itu kepada mereka supaya mereka mempersembahkan dirinya seutuhnya sepenuhnya dalam tugasnya. Itulah harta Surgawi adalah Allah sendiri. Allah kembali ke Surga, Allah tidak meninggalkan kamu sendiri. Allah meninggalkan semua berkat kasih dan cintaNya, kerahimanNya, kuasaNya untuk anak-anakNya melalui tubuh dan darah-Nya menjadi suatu santapan rohani kekal dan abadi. Inilah yang Aku berikan kepadamu dan mohon sampaikan itu juga kepada mereka, masih banyak para imam yang mendua hati, dan juga anak-anakKu masih banyak  mendua hati apa yang disebut oleh Agnes: menghujat roh (meninggalkan Allah), mendua hati, anak yang nakal. Semua itu ada menjadi satu, yang tidak Tuhan inginkan di dalam perjalanan putra-putriNya. Tuhan ingin kamu sepenuhnya menerima DIA dalam kehidupannya.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, kamu semua yang ada di sini, jangan lagi kamu mendua hati. Sungguh engkau akan menderita apabila engkau tidak bertobat pada saatnya dalam kematian engkau mati menderita. Dan saat ini juga kamu anak Tuhan, anak kekasih Tuhan. Kamu semua yang ada di sini, Firman Allah ada, sudah menyatu dalam kehidupanmu melalui Kitab Sucimu. Aku Ibu Maria tidak menghendaki kembali kamu ingin tahu pekerjaan-pekerjaan dunia yang menyesatkan yang tidak bisa menyelamatkan manusia. hanya satu Allahmu didalam FirmanNya kamu menerima Allah sepenuhnya kamu akan selamat. Tidak ada lagi anak-anakKu! Tidak lagi ada duanya di bumi ini. Jangan lagi kamu sekali-sekali untuk mau mengerti bagaimana caranya  dunia dikatakan menyelamatkan manusia. Tidak ada lagi anakKu! Hanya satu Allah, hanya satu keselamatan, hanya satu Kitab Sucimu yang ada dalam kehidupanmu, dalam keluargamu. Karena kamu hidup sudah menerima didalam roh Allah sendiri. Allah telah menebusmu menjadi manusia yang bahagia, manusia baru, bukan lagi manusia kegelapan. Tetapi kamu jalan dalam terang karena kamu adalah anak-anak Allah. Mengerti kamu?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Baik kalau kamu mengerti, sampaikan ini kepada saudara-saudaramu. Tidak ada lagi kamu ingin tahu, Allah jangan kau samakan dengan dunia. Allah sudah datang ke dunia, sudah cukup, sampai Allah kembali menjadi hakim. DIA-lah hakim yang adil. Seadil-adilnya untuk menghakimi manusia di bumi ini. Hidup dan mati ada dalam kuasa-Nya. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Baik, kalau kamu mengerti kamu tidak lagi mendua hati. Kamu tidak lagi anak yang nakal. Pergilah, setialah, sambutlah Allahmu didalam Ekaristi yang dipersembahkan para imam yang sudah disatukan berkat Allah menjadi santapan rohani. Dunia tidak bisa memberikan itu kepada kamu. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Mengerti.., sambutlah Tuhan Allahmu dengan hatimu yang sungguh-sungguh menyesal, dengan sungguh-sungguh bertobat, dengan sungguh-sungguh membutuhkan Allah dalam hidupmu sehingga engkau bisa membahagiakan keluargamu, bisa membahagiakan saudara-saudaramu. Itu arti pertobatannya yang sebenarnya. Kalau kamu tidak bisa membahagiakan keluargamu atau saudara-saudaramu, mereka masih juga sedih dan menderita melalui sikap dan tingkah lakumu, itu bukan pertobatan yang sebenarnya.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, Aku Ibumu mau mengantarkan kamu semua dalam kedamaian. Damai di bumi damai kembali kepada Allah. Lihatlah, waktunya kamu akan mengalami sangaaat menderita, itu kata dunia. Tapi kalau kamu bersatu dengan Allah, kamu bersuka cita boleh mengalami segala peristiwa yang silih berganti yang akan turun di negaramu ini. Lihat sebentar lagi pulaumu ini akan hancur. Tapi kamu tidak akan hancur karena kamu sungguh-sungguh setia kepada Allah dan bersatu dengan Allah dan berdoa dalam keluarga. Mulai hari ini adakanlah doa dalam keluarga supaya iblis-iblis itu tidak masuk dalam kehidupanmu, masuk dalam keluargamu, masuk dalam pencobaan apa yang dia inginkan supaya kamu celaka di saat-saat terakhir nanti. Apabila itu terjadi anak-anakKu percayalah imanmu yang menyelamatkan. Maka masuklah dalam keluarga, sehati sejiwa dalam keluarga, berdoalah apa yang Aku sampaikan ini, doa ini satukan semuanya,  disitu kuasa Allah akan datang melindungi kamu sekalian dari segala bencana. Kamu percaya?

 

Percaya Ibu, jawab umat.

 

Sungguh..?

 

Sungguh Ibu, jawab umat.

 

Sungguh! Percaya! Bukan percaya sekarang saja. Seharusnya apabila kamu menerima kehidupan baru dalam roh, kamu sudah percaya, kamu tidak mendua hati. Tapi kamu masih mendua hati: percaya kepada kekuatan-kekuatan yang datang dari dunia dan ingin tahu rahasia dunia itu. Sungguh para imam masih melakukan itu. Dia ingin tahu rahasia dunia dan dia ikutkan rahasia dunia dan disatukan dalam perjalanan doa bersama Allah. Itu semua pengalaman-pengalaman dunia.  Sungguh Aku sedih. Kenapa demikian? Kenapa begitu takutmnya? Kalau tidak dilakukan harus dipersalahkan oleh dunia. Itulah dunia! Siapa yang ikut dalam dunia, dia akan mendapatkan kebahagiaan yang sementara. Kamu puas mendapatkan itu semua. Tapi ingat, waktunya akan engkau mengerti, apabila engkau mencari dunia nanti saat kematian engkau akan merasakan engkau bahagia atau tidak? Hai anakKu, engkau dalam kematian itu adalah kekal. Dalam dunia ini engkau bisa bercanda, bisa berbuat apa saja tapi nanti saat kematian, tidak! Engkau mempertanggung jawabkan dirimu sendiri dihadapan Allah.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, bencana itu akan turun. Persiapkan dirimu akan menerima bencana itu sendiri, kedekatanmu, pertobatanmu, dan saling melayanilah kamu mulai sekarang. Melayanilah anakKu. Jangan waktu kau habiskan dengan bersenang-senang keinginanmu dengan dunia tetapi mulailah melayani Tuhan melalui saudara-saudaramu maka Aku memberikan doa kerinduan ini supaya kau rindu untuk berbuat baik. Mengerti kamu?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Baik, Aku minta daripada kamu, bersaksilah tentang Kebenaran ini. Dan jangan takut kepada imammu, kepada siapa saja, katakan yang benar. Apabila engkau melihat saudara-saudara masih mendua hati, berkumpullah kamu sehati sejiwa dan berdoa. Enyahkan itu dalam nama Tuhan Allahmu. Engkau sanggup melakukannya tanpa Agnes. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

 

Lakukan! Apabila itu terjadi, berkumpullah kamu dan suruhlah saudara-saudaramu musnahkan semua itu....dalam api. Nantinya iblis itu akan masuk dalam api yang kekal. Sekarang ini kita juga mengusir dia dalam api yang menyala dalam kuasa Allah. Kita lepas dia dari kehidupan anak-anakNya. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Dalam api..., dalam api anakKu! Sekarang kita melakukan dalam api, nantinya juga mereka akan mengalami api menyala yang menyesakkan, yang menderita selama-lamanya. Api yang kekal! Tanpa Agnes, Tuhan akan memberikan itu semua kepadamu. Jangan takut! Satu, kamu jangan sombong untuk melakukan itu. Kesombongan itu bagian dari dunia. Tetapi bersatulah dalam roh, dalam kasih cinta Tuhan dan jangan ditambahi dan dikurangi. Pakailah doa yang telah Kuberikan kepadamu, tidak ada lagi tambahan apapun. Lakukan itu dalam api! Enyahkan roh itu supaya dia juga menderita. Kita lakukan supaya dia menderita. Itu yang Aku sampaikan kepadamu. Para imam juga melakukan dan kamu juga bisa melakukan tanpa Agnes. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Apabila kamu mendengar dan melihat ada yang mendua hati, cepat selamatkan dia. Bersatu dalam doa, enyahkan dalam api. Allahmu akan turun tangan didalam perjalananmu itu. Mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Mengerti, kalau kamu sudah mengerti lakukan! Jangan ditunda lagi, apa yang kamu lihat dan kamu dengar segera dan sampaikan kepada imam-imammu untuk hal ini. Khususnya para imam, sampaikan kepada mereka. Mereka bisa melakukan itu semuanya asalkan hatinya bersatu dengan Allah, dia sanggup melakukannya. Tapi kalau dia mendua hati hancurlah dia walaupun dia seorang imam, dia tidak mendapat apa-apa dalam kehidupannya.

 

Baiklah anak-anakKu, Aku menyampaikan, Aku membutuhkan kamu karena Aku sudah ada di Surga. Aku tidak bisa turun sendiri sebagai manusia kembali. Tidak akan mungkin terjadi! Maka Tuhan memanggil kamu untuk bekerjasama untuk melayani anak-anakKu dan membawa anak-anakku kembali kepada Allah seutuhnya. Apa kamu bersedia?

 

Kami bersedia, jawab umat.

 

Terima kasih. Baik, kalau kamu mau melakukan, percaya semua akan menjadi baik. Baiklah anak-anakKu yang Aku kasihi, bagi kamu yang dipanggil, persiapkan dirimu dengan baik dan jangan takut untuk meninggalkan dunia. Panggilan itu adalah bersatu sehati sejiwa dalam roh bersama Allah. Itu indah sekali. Berapakah umur kamu perhitungkan? Bisakah kamu langgeng untuk hidup di bumi ini? Tidak! Berbahagialah kamu yang dipanggil untuk bersatu dengan Allah karena kebahagiaan yang akan kamu terima adalah kebahagiaan yang abadi, sukacita, bahagia, damai sejahtera bersama Allah, bersama Aku, para malaikat, para kudus dan orang yang dikuduskan, saat ini semua ada di Surga bersuka-ria, berdoa memuliakan Allah bersama kamu saat ini. Selamat bagi kamu anakKu yang dipanggil. Saat ini kamu menangis. Janganlah menangis. Tinggalkanlah dunia ini, yang fana ini, ikuti Tuhanmu yang memanggilmu.

 

Dan kamu orang tua, persiapkan dirimu dengan baik untuk mempersiapkan anakmu yang dipanggil. Indah sekali..! Siapapun .......indah sekali bagi orang tuanya yang merelakan untuk diminta oleh Allah. Karena semua manusia adalah milik Allah. Terserah Allah mau diapakan anak-anakNya itu. Terserah Allah! Kamu tidak boleh protes, tidak boleh menghambat atas semua kehendak Allah yang terjadi dalam kehidupan manusia terhadap kamu dan anak-anakmu. Jadi persiapkan seutuhnya anakmu dari sekarang ini persiapkan dia ... dan pergilah, bergegaslah selesaikan semua masalah hidup dan persembahkan dirimu kepada Allah.

 

Selamat anakKu dan Aku berdoa untukmu supaya hatimu terbuka, tidak menangis lagi dan takut dan marah atas panggilanmu itu tetapi suka cita Allah mengambil bagian dari hidup manusia. Tidak semua orang dipanggil anakKu. Allah memilih, memanggil, bersatu dalam kehidupannya, itu hak Allah. Tidak boleh mengatakan Allah itu begini, Allah itu begitu! Tidak! Allah sepenuhnya dalam kehidupan manusia dan Allah mempunyai hak sepenuhnya dalam kehidupan manusia. Mau diapakan kita semua adalah kita milik Allah. Selamat bagimu anakKu dan selamat berjuang! Dan kamu semua yang ada di sini terima kasih untuk semuanya. Dan kamu bekerja, mulai hari ini kamu siap bekerja untuk mewartakan kebenaran ini?

 

Siap Ibu, jawab umat.

 

Ya, terima kasih dan berkumpullah, berkelompok-kelompoklah kamu, di kotamuini supaya banyak terselamatkan. Aku berdoa atas niat baikmu itu supaya anak-anakKu kembali kepada Allah seutuhnya. Satu, mendua hati masih banyak di kotamu ini. Itu tugasmu!

 

Dan juga Aku minta kepada imamKu yang Aku kasihi, juga itu tugasmu. Bawalah mereka, itu tugasmu! Jangan takut, engkau tidak akan diapa-apakan! Engkau tidak akan disingkirkan justru mereka takut terhadapmu karena engkau mengambil sikap dan keputusan untuk bersatu dengan Allah, dengan Aku dalam kelompok ini untuk menyelamatkan putra-putriKu. Aku berdoa untukmu.

 

Baiklah anak-anakKu sampai di sini dan selamatlah kamu semua bertugas dengan baik dan Aku minta kamu dalam keluargamu damai, damai....! Sampai bertemu dalam doa anak-anakKu semuanya. Selamat siang!

 

Selamat siangi Ibu, jawab umat.

 

Dan kau imamKu yang Aku kasihi, Aku tetap bersatu denganmu dimanapun engkau berada,  doaKu selalu menyertaimu dalam perjalananmu. Di hari tuamu ini, isilah dengan Kebenaran yang nyata yang bisa dirasakan, yang bisa diterima bagi anak-anakKu semua. Selamat bertugas hai imamKu yang Aku kasihi. Terima kasih untuk semua sampai bertemu lagi dalam doa.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

---ooo0ooo---