Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang bahagia

Di Kapel St. Yusuf, Wonotawang, Sendangsono, 30 Maret 2005

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Selamat malam untuk anak-anakKu yang Aku kasihi semua yang ada di sini.

 

Selamat malam Ibu, jawab umat.

 

Selamat malam, terima kasih atas kehadiranmu berkumpul bersama Agnes, bersama mereka yang Aku utus kepadamu. Engkau telah mendengarkan semua apa yang disampaikan anak-anakKu supaya engkau juga bahagia supaya engkau juga menerima kebahagiaan bersama Aku dalam kelompok ini.

Anak-anakKu yang Aku kasihi, sudah jelas semuanya mengapa Aku datang ke negaramu ini sudah disampaikan semuanya tetapi setelah engkau menerima Aku, Aku minta kepadamu supaya engkau bertekun dalam doa memuliakan Allah dan melayani.

Tetapi sekali lagi Aku minta dari padamu jangan lagi kamu mendua hati anak-anakKu. Pedih hatiKu kalau engkau masih bersekutu dengan dunia. Jangan kau samakan Allah dengan dunia. Apa yang telah disampaikan Agnes itulah yang menjadi kehendak Allah, datanglah kamu seutuhnya kepada Allah.

 

Anak-anakKu, apabila engkau sudah mendengar apa yang disampaikan oleh Agnes, engkau harus menerima tetapi kalau engkau tidak bisa menerima Aku Ibumu tidak bisa menolongmu lagi.

Saat-saat terakhir ini sepenuhnya hidupmu tergantung kepada Allah. Selesaikan semua itu apa yang dimintakan Agnes kepadamu, biar Agnes menyelesaikannya. Jangan takut, engkau tidak berdosa kepada leluhurmu, engkau tidak berdosa kepada orang tuamu tetapi apabila kau tetap setia engkau akan celaka anakKu. Jangan kau duakan Allah dalam hidupmu tetapi tahtakanlah Allah sepenuhnya di dasar hatimu, apa kamu mengerti?

 

Kami mengerti Ibu, jawab umat.

 

Baik kalau engkau mengerti lepaskanlah itu semua mulai malam ini, siapapun saudara-saudaramu yang mengalami seperti ini yang mendua hati katakan kepada mereka dan serahkan itu kepada imammu biarlah kuasa Allah turun kepada imammu untuk menyelesaikan perkara dunia. Benda-benda yang ada dalam kehidupanmu, kamu mengerti?

 

Kami mengerti Ibu, jawab umat.

 

Maukah engkau menasehati saudara-saudaramu apabila mereka mendua hati dan menduakan Allah bersama dunia? Apa kamu bersedia anakKu?

 

Kami bersedia Ibu, jawab umat.

 

Jangan takut. Berdoalah, mintalah kepada Allah pasti engkau sanggup melakukannya dan engkau menyelamatkan saudara-saudaramu dari dunia ini, apa kamu mau?

 

Kami mau Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih anakKu, apabila engkau tahu dan mendengar sampaikanlah kepada imammu, pasti imammu akan menyelesaikan itu semuanya seperti Agnes yang akan menyelesaikan semua itu. Anak-anakKu yang Aku kasihi Allahmu adalah Maharahim. Apabila kamu menyadari sepenuhnya dan bertobat saat ini juga kamu masuk dalam kebahagiaan bersatu dengan Allah. Sehati sejiwa dengan Allah dan dengan saudara-saudaramu yang bertobat. Mengertikah kamu?

 

Kami mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih anak-anakKu dan Aku minta dari padamu hiduplah kamu dalam keluargamu hidup damai, hidup dalam doa saling mengasihilah kamu dalam keluargamu. Supaya Allah dapat kau muliakan melalui sikap dan tingkah lakumu, apakah kamu mau?

 

Kami mau Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih anak-anakKu yang Aku kasihi, inilah Aku Ibu Maria, bukan Agnes. Aku Ibumu datang melalui Agnes. Agnes sekarang sedang menunggu dan berdoa. Rohnya berdoa bersamamu sampai dengan selesai, inilah cara yang terakhir bagi dunia. Itu Kuberikan di negaramu ini. Agnes Kuberikan kepadamu, dia terpilih untuk bersatu dalam kasih Tuhan untuk menyelamatkan anak-anakKu di negaramu ini, apa kamu mengerti?

 

Kami mengerti Ibu, jawab umat.

 

Kalau kamu mengerti bersatulah kamu dalam doa bersama Agnes walaupun Agnes tidak ada bersamamu, kamu berdoa dan bisa bertemu dengan Allah bertemu dengan Aku. Tanpa Agnes kamu bisa menerima kasih Tuhan, mengerti?

 

Kami mengerti Ibu, jawab umat.

 

Mengerti. Doakan Agnes saat-saat terakhir ini cukup berat baginya untuk melaksanakan tugasnya di negaramu, masuk di seluruh bumi dia akan Kubawa supaya juga anak-anakKu di sana mereka bertobat dan kembali kepada Allah, apakah kamu mau bersatu dengan Agnes?

 

Kami mau Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih anak-anakKu semua yang ada di sini dan juga Aku berterima kasih kepada kamu berdua yang telah mewartakan kebenaran ini, terima kasihKu untuk kamu berdua suami-istri yang setia, teruskan anakKu. Pergilah! Pergilah dan pergilah! Sampaikan kebenaran ini supaya anak-anakKu semua bahagia terselamatkan pada pemurnian nanti.

Jangan kuatir, jangan takut, tapi engkau akan disertai oleh kuasa Tuhan untuk menyampaikan semua kebenaran ini. Terima kasih untuk kamu berdua, terima kasih, terima kasih, Aku mengucapkan terima kasih sehingga Aku bisa bertemu dengan anak-anakKu di tempat ini.

Dan salamKu untuk Laurentius, sampaikan salam kasih dan cintaKu dan katakan kepada dia supaya dia mau bersamamu dalam kelompok ini untuk bersatu dan berdoa dan membawa anak-anakKu kembali dan Kuserahkan tugas itu saat-saat terakhir ini kepadanya kepada imammu. Apa kamu mau menyampaikan ini? Apa kamu mau menyampaikannya?

 

Kami mau Ibu, jawab umat.

 

Sampaikan salamKu kepadanya, Aku akan menyertai dia dan Aku serahkan semua anak-anakKu yang ada di sini dalam pelayanannya. Sebagai imam dia harus membawa anak-anakKu kembali kepada Allah seutuhnya. Masih banyak anak-anakKu yang mendua hati di tempat ini, itulah tugasnya untuk menyelesaikan semua perkara yang tidak dimengerti  oleh anak-anakKu, doaKu menyertainya dan kamu juga bersama Agnes. Selamat bekerja anak-anakKu, terima kasih. Tuluslah hatimu untuk melayani bersama Aku Ibumu, walaupun engkau tidak melihat Aku tapi kini kuasa Allah mengantar Aku berbicara melalui Agnes untuk menyampaikan isi hatiKu kepadamu, mengerti kamu?

 

Kami mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih, mulai saat ini kamu tidak lagi mendua hati. Maukah kamu?

 

Kami mau Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih anakKu, hari ini malam ini Tuhan mengampuni kamu sekalian.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat

 

Terima kasih, hiduplah kamu dalam doa sampai pemurnian itu tiba, jangan takut untuk menghadapi karena akan silih berganti di negaramu. Engkau mendengar terjadi kegoncangan gempa bumi di negaramu itu akan berlanjut lebih dalam lagi, lebih dahsyat lagi yang akan kamu terima menjelang hari pemurnian ini, apa kamu takut?

 

Tidak Ibu, jawab umat.

 

Jangan takut anakKu kalau kamu hidup baik bersatu dengan Allah dalam keluargamu, kamu baik damai sejahtera di situ kamu diselamatkan. Apabila di tempat ini terjadi gempa kamu jangan kemana-mana, kamu masuk dalam rumah dan berdoa. Percaya! Allah akan menyelamatkan. Karena di tempatmu ini akan terjadi gempa, tapi jangan takut. Di pulaumu ini akan segera beruntun terjadi, tapi kamu selamat. Mengerti?

 

Kami mengerti Ibu, jawab umat.

 

Jangan lari anakKu, tidak perlu lari, karena kamu punya Allah di surga dan yang mengerjakan itu semuanya adalah Allah. Supaya kamu mengerti mulai sekarang jadilah kamu anak yang baik, apa kamu mau?

 

Kami mau Ibu, jawab umat.

 

Baik kamu mau baiklah jangan takut dengan penyampaian ini tapi Aku sampaikan supaya kamu berjaga-jaga, apabila itu datang kamu sudah siap tidak takut dengan semua kejadian itu. Akan terjadi di tempat ini anakKu, persiapkan dirimu ya. Baik jangan lagi kamu mendua hati ya.

 

Ya Ibu, jawab umat.

 

Dan sampaikan juga kepada saudara-saudaramu dimana kamu bertemu, berceritalah tentang kebenaran. Kalau mereka sudah mengerti sampaikan kepada imammu segera bergegaslah anakKu karena di tempatmu ini banyak yang mendua hati, maka Aku datang untuk menyadarkan kamu semuanya supaya kamu kembali kepada Allah, itu yang bisa Kusampaikan kepada kamu semuanya.

Terima kasih anak-anakKu sampai bertemu dalam doa dimanapun kamu berada. SalamKu kepada para imam yang menyertai kamu, salamKu untuk dia semuanya dan persiapkan dirinya sebagai seorang imam yang menyertai Agnes di dalam perjalananmu yang jauh, mengerti?

 

Kami mengerti Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih selamat malam anak-anakKu.

 

Selamat malam Ibu, jawab umat.

 

---ooo0ooo---