Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih
Dari Ibu Yang Bahagia
rekoleksi di Wisma Samadi Klender, 13
November 2005
Pesan Ibu Maria
Salamku hai anakku Isak Doera dan juga kau Alexius dan juga kau Thomas, selamat
datang bersama Agnes dan juga anak-anakku yang mana engkau dipanggil. Setialah
kamu semuanya dalam panggilanmu mengikuti Tuhan, dan jangan kuatir Allah menyertai
kamu sekalian, Allah memberkati kamu sekalian didalam panggilanmu. Dan
anak-anakku yang Aku kasihi, selamat malam untuk kamu semuanya.
Selamat malam Ibu Maria, jawab umat, para
frater dan para romo.
Terima kasih, terima kasih untuk kamu semua yang berkumpul, yang berhimpun
didalam Rumah Allah, yang mana Allah ada bersama kamu dalam Tubuh dan DarahNya bersatu
dengan engkau semua dalam kehidupanmu.
Anak-anakku yang Aku kasihi, sudah sekian lama Aku ingin bertemu dengan anak-anakku
seperti ini, dan Aku ingin kamu hai imamku, kau dipanggil untuk bersatu dengan
Aku untuk melayani anak -anakku di negaramu ini. Teruskanlah perjalanan seperti
ini karena kamu dipanggil sudah bersatu dengan Aku sampai pemurnian itu datang
dan turun ke bumi ini.
Hai imamku yang Aku kasihi, inilah Aku Ibumu Maria bersama Agnes Aku menyapamu
pada malam ini. Mengertikah kamu hai imamku? Inilah kepedihanku. Rencana Allah akan
terjadi diantara kamu, dan Aku melihat masih banyak anak-anakku yang mengikuti
dunia ini dan mereka menutup hatinya untuk membuka untuk kembali kepada Allah.
Aku telah berdoa kepada Allah bagi anak-anakku di seluruh bumi ini.
Hai para imam dan kamu anak-anakku bersama Agnes yang Kuajak kamu, Kubawa kamu
ke negara lain (dalam misi ke Fatima, Mei 2005, red), Aku
akan menyatakan kepadamu, disanalah banyak anak-anakku yang telah meninggalkan
Allah dalam kehidupannya maka Aku membawamu. Aku jadikan kamu saksi. Apabila engkau
menyampaikan kebenaran ini kepada pemimpinmu yang tertinggi. Aku menyebut dia, menyebut
dia saat ini adalah Benedictus. (Paus
Benedictus XVI) Bawalah pesan ini semua kepadanya saat-saat terakhir
ini. Dan Aku berkata kepadamu hai para imam, lakukan dan kerjakan. Kamu jangan
kuatir, karena surga telah melihat apa yang
telah menjadi keputusan mereka adalah salah. Kemenangan ada didalam Allah.
Semua itu ada didalam Allah dan keselamatan ada di tangan Allah, dan mereka telah takut kepada dunia. Apakah
engkau mengerti hai para imam?
Mengerti Ibu Maria, jawab imam.
Terima kasih. Pernyataan itulah, keputusan itulah (Konsili Vatikan II, red) yang
menggoyahkan iman anak-anakku dan juga iman kepada para imam. Dan Aku Ibumu...,
saat terakhir harus dinyatakan kebenaran ini, siapa yang percaya dia
diselamatkan, siapa yang tidak percaya dia akan celaka bersama dunia. Inilah
saat-saat terakhir bagi dunia.
Hai para imam, lihatlah dunia......! Apakah engkau tidak melihat dunia? Sudah
terjadi keseluruhannya, tinggal sebagian tanda turun ke bumi ini maka pemurnian
itulah yang akan terjadi. Biarlah para imam yang menutup hatinya. Kata Tuhan,
saat-saat terakhir ini siapa mengeraskan hatinya dia akan bertambah keras karena
kuasa Allah bekerja bagi orang yang membuka hatinya untuk datang kepada Allah
dan menyerahkan dirinya seutuhnya kepada Allah, disitulah Allah menyelamatkannya.
Anakku, Aku telah berdoa kepada Allah agar kerahimanNya turun atas anak-anakku
yang mengerti maupun tidak mengerti karena Aku takut, begitu dahsyatnya kuasa
Allah yang turun. Apakah mereka sanggup untuk menerima kuasa Allah yang begitu
besar? Hai para imam, itulah tugasmu! Hai anakku, sampaikanlah ini segera juga
kepada rekan-rekanmu para imam di seluruh tanah airmu ini. Biarlah kuasa Allah datang,
kerahimanNya datang dimana kamu menyampaikan kebenaran ini.
Kamu telah dipanggil untuk bersatu dengan Aku bersama Agnes untuk menerima
semua isi hati surga untuk anak-anakku. Aku minta kepadamu hai para imam, teruslah
hatimu berikan kepadaku, hanya sedikit saja supaya engkau dapat melayani
bersama Aku untuk melayani anak-anakku. Tapi berikanlah hatimu yang besar
kepada Allah, hanya Aku minta sedikit saja daripadamu supaya kau masuk
bersamaku dalam pelayanan ini, saat saat terakhir dimana kuasa Allah akan
turun.
Anakku, Aku telah mengatakan itu. Dunia saling membunuh, menderita kelaparan,
menyakiti, memfitnah, yang sakit, yang menderita, segala macam. Itu terus terjadi.
Tidak akan berhenti di seluruh bumi, khususnya di negaramu ini. Ingat apa yang
telah Kujanjikan kepadamu, hai imamku dan kamu semua anak-anakku yang mendengarkan
pesanku yang telah disampaikan kepadamu. Sebentar lagi akan terjadi gempa yang
sangat dahsyat di negaramu ini, akan terjadi badai yang cukup berat yang akan
kamu alami, tetapi kalau kamu bersatu melayani, kamu selamat dari bencana itu.
Hai imamku, mengertilah kamu apa yang telah Aku katakan sejak Aku hadir ke
tanah airmu ini sampai saat ini. Sudah kau hitung berapa lama Aku sudah ada
diantara kamu?
Sepuluh tahun Ibu Maria, jawab imam.
Itulah hitungan dunia. Sepuluh tahun anakku! Waktu untuk dunia itu bukan waktu
yang kecil. Itu waktu yang panjang yang diberikan Allah atas kehadiran Allah
dan Aku di negaramu ini.
Sudah banyak disampaikan nubuat-nubuat, tetapi banyak para imam mereka tidak
menerima nubuat ini. Mereka percaya atas dirinya sendiri, atas kepintarannya sendiri.
Begitu beratkah para imam untuk mempunyai kerendahan hati untuk sedikit saja
merenungkan kehadiranku ini diantara kamu bersama Agnes? Begitukah tertutup
hati mereka? Dimanakah iman mereka?
Iman itu mengerti. Pengertian itu karena percaya. Percaya melalui kuasa Allah,
apa saja yang diberikan diantara kamu. Aku melihat kesombongan-kesombongan para
imam. Apakah itu sudah cukup? Lihatlah...! Surga melihat apa yang telah mereka kerjakan.
Banyak anak-anakku terpuruk-puruk, yang meninggalkan Allah dan mengikuti dunia.
Itukah pelayanannya? Tetapi surga ikut campur tangan, para imam tidak mau
menerima. Dimanakah hatinya untuk mengerti? Apakah mereka tetap benar dalam
melayaninya? Lihatlah, kamu menjadi saksi dimana anak-anakku pergi meninggalkan
Allah. Tapi mereka menutup hati, menutup telinga, menutup mata, melihat
anak-anakku pergi. Lihatlah para imam mulai bekerja menurut kehendak hatinya
sendiri. Mereka tidak lagi melayani anak-anakku. Dimanakah pelayanan mereka?
Allah datang dan Allah pulang ke surga tetap melayani. Para imam dipanggil untuk
melayani dan menghimpun dan mengajarkan tentang kebenaran dan keselamatan
tentang Allah, bukan menjadi dirinya lebih penting daripada melayani bersama
Allah. Inilah yang terjadi di seluruh bumi dan juga di negaramu ini. Para imam
begitu senang mendapatkan pujian dari dunia tetapi dia meninggalkan arti yang
sebenarnya yang telah diberikan oleh Allah dalam kehidupannya menjadi seorang
imam. Tapi Aku minta daripadamu hai anak-anakku, itulah tugasmu. Doakanlah
mereka dan sampaikan semua itu kepada mereka. Jangan mundur, sampaikan terus,
dan memohonkan kepada Allah bersama Aku Ibumu untuk mereka para imam dan juga
anak-anakku yang menutup hatinya saat-saat terakhir ini.
Dan kamu para imam, Isak Doera, Alexius, kau dipanggil untuk bekerja. Bekerjalah...!
Bekerjalah bersama Aku dalam kelompok ini. Sungguh Aku mengatakan kepada kamu.
Kamu bekerja keras dan pergilah melayani. Jangan takut menghadapi kesulitan.
Juga leluhurmu dan juga para rasulmu mereka juga mengalami kesulitan tetapi mereka
tetap tenang dan bekerja untuk menyampaikan
keselamatan ini kepada manusia. Tetapi kamu bahagia, sudah menerima sepenuhnya,
tinggal kamu melayani sepenuhnya. Arti
hidup dalam Tuhan adalah melayani. Itulah arti yang sebenarnya,
melayani.........
Dan Aku minta kepadamu supaya kamu tetap bekerja. Bekerjalah, bekerjalah, terus
bekerja. Jangan berhenti bekerja, seperti ini, terus, kemana dan kemana, Allah menyertai
dan memberkatimu bersama Agnes dan anak-anakku. Itulah.....masuklah, masuklah
sepenuhnya, nanti engkau akan mengerti. Mengerti, sungguh mengerti bersama Aku
Ibu Maria di surga. Inilah kenyataan yang harus kau terima. Kau jangan malu dengan
semua peristiwa ini. Inilah saat-saat terakhir kamu menjadi saksiku perkataanku
ini supaya kamu boleh bersaksi di mana pun kamu berada. Itulah yang Kuminta
kepadamu Alexius dan juga engkau Isak Doera.
Dan sampaikan kepada Heribertus (Romo Heribertus Bratasudarma SJ), saat
ini bertugas di Kamboja, red), persiapkan dirinya dengan baik. Tidak lama.
Persiapkan dirinya dengan baik. Dia akan bersatu dengan kamu menghadapi segala
kegoncangan, penderitaan yang sangat dalam yang akan terjadi di negaramu dan
seluruh bumi. Sungguh, semua itu tanda-tanda mendekati janji Tuhan. Itulah yang
Aku bekali dalam perjalanan ini hai para imamku dan kamu anak-anakku yang Aku
kasihi.
Dan Aku menyapamu Thomas, (Romo
Thomas SVD) bersyukurlah engkau diberikan kelebihan-kelebihan.
Kelebihan itu untuk memuliakan Allah, dan Aku mengerti engkau berjuang tetapi
Aku Ibumu Maria menyapamu saat ini Thomas, kembalilah segera! Laksanakan
tugasmu dengan baik dimana kamu dipanggil menjadi seorang imam dan cepat laksanakan
tugasmu dengan baik. Banyak anak-anakku di sana membutuhkan pelayananmu.
Segeralah, bijaksanalah kamu untuk mengambil keputusan itu dalam kehidupanmu dan
segera pulang, dan doaku menyertaimu dalam perjalananmu ini hai putraku Thomas.
Akulah Ibumu Maria yang serta dan selalu menyertaimu dalam perjalananmu dimana
kau menjadi seorang imam sampai saat ini. Dan apa yang telah kau terima pengertian-pengertian
menyangkut dunia, itu semua kau persembahkan kepada Allah, bukan untuk dunia.
Tidak ada waktunya engkau akan bekerja untuk dunia. Aku menyapamu Thomas,
apakah engkau mendengar?
Ya Ibu Maria, jawab romo Thomas SVD.
Terima kasih, hai putraku.
Renungkan kembali. Bersukacitalah engkau hari ini engkau membuka hati, bersama
Agnes engkau mendengarkan Tuhanmu, mendengarkan Aku Ibumu dan anak-anakku semua
dan rekan-rekanmu yang ada di sini supaya kau mengerti keputusan apa yang harus
kau lakukan adalah keputusan yang indah. Indah itu datang dari Allah. Jangan keputusanmu
itu datang dari pikiranmu sendiri dan perasaanmu, nanti engkau tambah tidak
mengerti. Aku mengerti perasaanmu saat ini anakku. Semua itu adalah membawa
kamu dalam pemurnian supaya engkau menjadi imam yang baik dan setia. Biarlah
mereka mengadakan sesuatu yang tidak kau sukai tetapi Aku mau menyatakan kepadamu,
suka atau tidak suka, kamu harus suka menerima semua apa yang engkau harus
terima didalam perjalananmu menjadi seorang imam. Segeralah, cepatlah kamu
pulang dan kembalilah ke tempatmu semula dan berbaktilah kepada Allah dan
rekan-rekanmu, dan Aku Ibumu menyertaimu dan mendoakanmu didalam perjalananmu ini.
Dan Aku mau bertanya, apakah engkau bersedia Thomas?
Bersedia Ibu Maria, jawab romo Thomas
SVD.
Baik anakku yang Aku kasihi, engkau sungguh-sungguhanakku yang Aku kasihi. (Umat bertepuk tangan, red)
Terima kasih untuk kamu bertepuk tangan. Apa kamu bersuka cita, hanya sungguh
hanya bertepuk tangan?
Bersuka cita Ibu, jawab umat.
Baik terima kasih. Tidak apa-apa. Memuliakan Allah bertepuk tangan, menari, apa
saja bersuka cita, Allah berkenan bagi anak-anakNya yang tulus memuliakan Allah.
Baiklah anak-anakku yang Aku kasihi, dan juga kamu yang sedang mempersiapkan
diri, Petrus anakku yang Aku kasihi. Jangan kuatir, saatnya akan tiba engkau
jugamasuk kedalamannya dan berjuanglah dan berdoalah dan dekatkan dirimu kepada
Allah. Doaku menyertaimu Petrus.
Terima kasih Ibu Maria, jawab Petrus (yang dipanggil untuk menjadi biarawan,
red).
Terima kasih. Dan juga kamu yang sedang berjuang (para frater, red), doaku juga
menyertai kamu semuanya. Dan semua anak-anakku yang sedang berjuang, Aku juga
menyertai mereka semua dalam perjalanannya.
Baiklah anak-anakku yang Aku
kasihi, apa yang telah Kusampaikan ini sangat berarti dalam kehidupanmu supaya
engkau mengerti. Engkau harus siap, mempersiapkan dirimu dengan baik. Dan Aku
minta sekali lagi kepadamu hai anak-anakku yang Aku kasihi, engkau mengalami
pemurnian anakku. Engkau cukup berat mengalaminya tapi itu indah. Dimurnikan,
dimurnikan supaya kuasa Allah bersatu dalam kehidupanmu. Mengerti kamu? Apakah
kamu mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih dan berdoalah dalam pemurnian yang sedang kamu hadapi, yang silih
berganti. Anakku, Aku Ibumu dan menyertai anak-anakku di seluruh bumi di
saat-saat pemurnian didalam kehidupanmu dan Aku berdoa supaya kamu dikuatkan
dan setia didalam pemurnian ini. Apakah kamu siap?
Siap Ibu, jawab umat.
Terima kasih anak-anakku yang Aku kasihi. Baiklah Aku terima kasih dan juga
para imam semua yang ada di sini. Terimalah tanda kasihku yang sangat dalam
kepada kamu semuanya. Aku sangat mengasihi kamu. Aku datang meminta Agnes untuk
bekerja sama dan kamu Kupanggil untuk bekerja sama. Dan Aku mengerti, siapa pun
yang dipanggil dalam kelompok ini dia sangat menderita tetapi setialah dalam
penderitaan itu anak-anakku untuk melayani. Pasti engkau akan menerima yang
indah, yang terindah dari Allah.
Baiklah, inilah isi hatiku untuk menguatkan kamu di saat-saat terakhir ini, dan
Aku mengucapkan selamat jalan bagi kamu para imam dan Agnes. Engkau akan pergi melayani
anak-anakku di tempat yang jauh. Jangan takut, pergi saja. Allah akan
melindungi kamu sekalian. Selamat jalan bersama Agnes.
Dan Aku minta Alexius, Isak
Doera, berangkatlah kamu dan sertailah Agnes. Dan kamu harus berbicara dan
berbicara, apa yang disampaikan Agnes adalah keinginanku supaya kamu bekerja
bersama Aku. Apa yang dikatakan Agnes itulah menjadi kehendakku.
Di mana pun engkau akan melayani, kamu bekerja seperti ini. Biarlah Agnes mendoakan
semuanya apa yang sudah dikerjakan, disatukan dalam pertemuan dalam pelayanan. Aku
serahkan kepadamu para imam. Lakukan itu! Cukup baik! Aku melihat dari surga
apa yang telah kalian lakukan, kalian sampaikan.
Hai Alexius, engkau cukup berani, sungguh berani saat-saat terakhir ini. (Umat bertepuk tangan, red). Itulah harapanku. Memang tidak
mudah engkau masuk dalam perjalanan ini. Engkau berjuang, berjuang tetapi Allah
berkenan dalam hidupmu. Dan Aku ingin seperti itu, terus katakan dan katakan
tentang kebenaran yang kau lihat, yang kau dengar, yang kau terima, berikan itu
kepada anak-anakku. Aku senang, Aku sangat senang.
Sungguh surga bahagia, bersuka cita. Kebenaran-kebenaran itu dinyatakan dalam
diri anak-anakku supaya mereka dapat mewartakan ini. Tidak ragu lagi. Hanya Tuhan
satu, ada di surga. Dialah Allahmu
namaNya Yesus, yang bertahta di surga dengan malaikat-malaikatNya dengan
Aku Ibumu karena Aku adalah ciptaanNya, dalam segala rencanaNya untuk kehadiran
Allah ke bumi ini. Aku sudah ada anakku, sebelum dunia dijadikan Aku sudah ada
bersama Allah dengan para malaikat dalam
rencanaNya. Maka apabila Allahmu datang menjadi hakim bagi manusia, itulah Allahmu.
Pernyataan Allahmu menjadi manusia diambil dari dunia ini tetapi Allah yang
hidup yang akan kau sembah seutuhnya dan mengadili kamu dan mengangkat kamu
dalam kebahagiaan. Itulah pengertian yang sangat dalam yang diberikan surga
kepadamu. Tetapi saat ini terimalah Allahmu yang menjadi manusia, yang diberi nama
Yesus, yang disampaikan oleh malaikat didalam kehidupanku bersama Yosef.
Yosef artinya bijaksana maka dia
berjalan dengan penuh bijaksana. Dia menerima
tugasnya dengan baik dan menjaga Aku dengan baik. Dan Aku tetap roh. Aku bukan
manusia diciptakan seperti kamu. Aku adalah roh yang hidup bersama Allah. Maka
dunia tidak bisa membawa Aku dalam dosa supaya engkau mengerti Aku mau mengatakan
kebenaran ini. Allah Mahakuasa, RohNya semayan didalam rahimku menurut kuasaNya
dan lahir menurut kuasaNya dan hidup menurut kuasanya dengan rencanaNya untuk
menyelamatkan manusia dan mau mati menurut rencanaNya dan bangkit menurut rencanaNya
dan kembali ke surga. Sekarang Allahmu ada di surga. Aku bersaksi. Aku adalah
Roh yang hidup. Itu hanya sesuatu rencana Allah supaya Allah datang menjadi
manusia. Kalau Allah datang dari surga ke bumi ini tidak menjadi manusia,
manusia tidak akan dan tidak tahu dan tambah tidak mengerti atas kehadiranNya ke
bumi ini. Semua cerita dalam Kitab Sucimu, itu cerita dengan bahasa manusia
tetapi yang terjadi itu semua adalah kuasa Allah, rencana Allah, dalam perjalanan
ini Aku hadir di bumi ini untuk bersama Allah, hidup diantara kamu. Sampai di
sini kamu sudah mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Khususnya kamu para imam, kamu harus mengerti. Itulah tugasmu untuk membawa
putra-putriku kembali kepada Allah. Kini harta surgawi itu tinggal diantara
kamu melalui Tubuh dan Darah-Nya, ada diantara kamu bersatu dengan para imam.
Maka Aku minta para imam, sucilah hatimu bersama kuasa Allah ada bersamamu.
Persiapkan dirimu dengan baik apabila engkau akan mempersembahkan Tubuh dan
Darah Tuhan untuk anak-anakku. Itulah.., masuklah kedalamannya, pengertian yang
sesungguhnya bahwa kamu dipanggil untuk bersatu dengan Allah. Inilah para imam,
Aku memberikan pengertian-pengertian ini saat-saat terakhir supaya anak-anakku
mengerti semuanya apa yang telah Kusampaikan ini dan juga kamu para imam
berbahagialah engkau dipanggil menjadi imam. Sungguh Aku mengatakan kepadamu.
Engkau dipanggil untuk bersatu dengan para rasulmu, bersatu dengan Aku, itulah
tempatmu nanti. Yang terpenting engkau setia dan jujur dan tulus hatimu dan
selalu sucikan hatimu dalam doamu kepasrahanmu kepada Allah maka kau masuk sehati
sejiwa dengan Allah didalam perjalananmu dalam panggilanmu sebagai seorang
imam. Inilah pengertian yang paling dalam Kusampaikan kepadamu.
Baiklah, cukup dalam Aku berikan pengertian ini, nanti kau akan mengerti. Dan
Aku berdoa dalam perjalananmuini untuk melayani bersama Agnes, bersama
anak-anakku, dan Aku menyertai kamu sekalian dalam doaku di surga. Dan
saat-saat seperti ini kuasa Allah menghantarkan isi hatiku kepadamu. Ini isi
hatiku anak-anakku, bukan Agnes berbicara kepadamu, tetapi Aku Ibu Maria. Agnes
hanya sebagai sarana untuk pertemuan kita dalam kasih Tuhan, dalam keyakinanmu
kepada Tuhan. Aku Ibumu meyakinkan dengan sungguh-sungguh dalam hidupmu. Inilah
perkataan yang benar dari Aku Ibu Maria di surga.
Baiklah anak-anakku, mari kita bersatu dalam doa. Mari kita datang kepada Allah
yang Mahakuasa, telah Kuajarkan kepadamu, mari kita berpasrah diri, berseru kepada
Allah. Sungguh Allahmu dekat dan mencintai kamu semuanya. Mari kita berdoa:
Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwakukuserahkan kepada-Mu
karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu. (3 X) Amin.
Anak-anakku, marilah bersama Aku Ibumu, masuklah kamu dalam pemurnian dan
setialah dan sabarlah dan berpasrah dirilah kepada Allah supaya pemurnian itu lebih
jelas dapat kau rasakandalam kehidupanmu.
Terima kasih anak-anakKu, dan juga terima kasih kepadamu para imam-imamku
yang Aku kasihi dan juga kamu anak-anakku yang dipanggil Allah. Dan
salamku juga kepada Heribertus anakku yang Aku kasihi. Katakan kepada dia, sekarang
bekerjalah dan bekerjalah, saatnya dia akan kembali bersama kamu dan melayani dalam
penderitaan ini. Terima kasih semua, selamat malam.
Selamat malam Ibu Maria, terima kasih,
jawab umat serentak.
---ooo0ooo---