Doa bersama Kelompok Pelayanan
Kasih dari Ibu yang bahagia
Di Keluarga Haryanto ,
Seturan-Yogyakarta, 11 Oktober 2005
Pesan Ibu Maria
Terima kasih anak-anakku,
selamat malam.
Selamat malam, jawab umat.
Terima kasih kamu semua yang berkumpul di sini. Ini Aku Ibumu. Jangan
sedih hatimu engkau ditolak anak-anakku. Jangan ssedih hatimu engkau
ditinggalkan dimana engkau mewartakan tentang kebenaran ini. Siapa pun menolak
kebenaran, dia bersama Allah, dia bertanggung jawab dengan Allah.
Anak-anakku, terimakasih atas kamu semua berkumpul pada malam ini bersama
Agnes. Ini Aku Ibu Maria di surga datang di antara kamu. Inilah isi hatiku
anak-anakku bersama Agnes. Anak inilah yang Aku berikan kepadamu supaya bisa
menyampaikan kebenaran-kebenaran yang datang dari Allah untuk kamu semuanya.
Dan Aku menyampaikan kepadamu pemurnian sudah dekat anakku, tidak bisa ditawar
lagi. Itu harus terjadi supaya nanti kau bahagia bersatu dengan Allah,
menikmati kasih Allah sepenuhnya.
Anak-anakku, yang Aku kasihi semua di sini, Aku Ibu Maria. Jangan kuatir,
berdoalah dalam hatimu. Tuhan akan berikan pengertian kepadamu, bahwa ini
sungguh-sungguh Aku hadir di tengah-tengah kamu semuanya. Walaupun tanpa Agnes,
Tuhan dan Aku hadir, anak-anakku. Agnes hanya mengantarkan kamu semuanya,
dengan segala sarana, karunia-karunia yang diberikan kepadanya. Terimalah
anakku dengan baik. Aku nyatakan saat terakhir ini anakku, apa yang ada di
Kitab Sucimu, inilah disampaikan kembali, supaya kamu tidak terlena bersama
dunia.
Anak-anakku yang Aku kasihi semua yang ada di sini, bagi kamu yang
dipanggil, jagalah dirimu dengan baik, dan berdoalah dekatkan dirimu kepada
Allah supaya kau dikuatkan. Teruslah anakku, berjuanglah, karena engkau
dipanggil melalui kuasa-Nya. Pasti engkau akan berdaya karena engkau tidak lagi
milik dunia, engkau adalah milik Allah. Bagi kamu yang dipanggil, jaga dirimu
dengan baik. Percayalah kebahagiaan itu sepenuhnya akan kau terima dari Allah,
karena akan terjadi dalam dunia ini kuasa Allah membuat pedih bagi mereka yang
tidak membuka hati. Tetapi bagi mereka yang membuka hati, dia bahagia menerima
pemurnian ini. Selamatlah engkau anakku dan pergilah dan jangan ditunda
keberangkatanmu. Doaku menyertaimu, terima kasih anakku.
Dan kamu semua yang ada di sini, damailah kamu dalam keluargamu supaya
penguasa kegelapan itu tidak bisa ikut campur tangan, anakku. Damai....! Aku
ingin kamu damai karena surga tempat yang damai anakku. Aku Ibumu dan mereka
yang dipanggil pulang dalam kedamaian, Aku bersaksi anakku, surga ada. Allah bertahta
di surga, kerajaan-Nya. Siapa pun yang percaya dan menerima, dia adalah
anak-anak surga. Maka setialah kamu, berbuatlah yang baik, dan Aku ingin kamu
melayani, mengasihi dalam keluargamu, saudara-saudaramu anak-anakku, dan
sampaikan kebenaran ini. Jangan kuatir dan takut, Allah menyertaimu dimana kamu
menyampaikan kebenaran ini. Apa kamu bersedia anak-anakku?
Bersedia, Ibu, jawab umat
Terima kasih. Didalam kelompok ini Aku memanggilmu, dimana kamu melayani
di situ Aku ada bersamamu. Anak-anakku, tunjukkan saat-saat ini bahwa kamu
sungguh-sungguh anak Allah dan jangan takut dengan segala peristiwa yang segera
turun. Jangan takut anakku. Bertobatlah, kembalilah...! Sungguh Aku mengatakan
kepadamu, kerahiman Tuhan besar diberikan kepada kita semuanya didalam dunia
ini. Kamu anak-anakku, Aku ingin seperti ini. Apakah kamu mau berkumpul seperti
ini?
Mau Ibu, jawab umat
Baik, baik anakku, kumpulkan mereka, berdoalah apa yang telah Kuajarkan
kepadamu, satukan dengan doa yang sudah ada dalam kehidupanmu, dan bicaralah
tentang Allah, tentang kebenaran dimana kamu berkumpul bersama. Apakah kamu
bersedia anak-anakku?
Bersedia Ibu, jawab umat
Bersedialah kamu karena kamu adalah anak-anak Allah. Kalau kamu tidak
bisa melayani kamu belum anak-anak
Allah, engkau masih sebagian dunia didalam perjalananmu. Sia-sialah
anak-anakku! Saat-saat terakhir ini kamu harus berjuang menjadi anak yang baik
di mana pun engkau berada. Dimurnikan anakku! Pemurnian itu cukup berat bagimu,
karena kesombonganmu akan diambil dalam kehidupanmu. Itu sakit! Tetapi kalau
engkau cinta akan Allah, pasti kau mau menerima sukacita didalam penderitaan
itu sendiri.
Anak-anakku yang Aku kasihi, terima kasih kamu yang melayani bersama
Agnes. Percayalah apa yang kau berikan kepada anak-anakku, Tuhan berkati.
Terima kasih. Teruslah, jangan mundur anakku supaya anak-anakku yang pergi,
yang meninggalkan Tuhan, yang mendua hati, banyak kenakalan-kenakalan didalam
diri anak-anakku, dan pergilah kepada mereka, kunjungi mereka, sampaikan
kebenaran ini, kuasa Allah akan bekerja didalam kehidupanmu. Apakah kamu takut,
anak-anakku?
Tidak Ibu Maria, jawab umat.
Tidak, tidak perlu takut. Engkau punya Allah di surga yang Mahakuasa,
yang memberikan kamu hidup sampai saat ini anakku. Jangan takut, pergilah,
Allah memberkatimu.
Dan kamu semua yang bersama Agnes, sekali lagi Aku mengucapkan terima
kasih atas pelayananmu, dan Aku mau menyatakan jangan sedih hatimu bila engkau
ditolak, dimarahi, dibenci dan tidak disuka, tetapi berdoalah anakku, bawa
mereka dalam doamu. Jangan marah! Kemarahan itu datang dari setan, tetapi
memaafkan datang dari Surga. Aku berdoa untuk mereka. Terima kasih.
Dan Aku sekali lagi, sampaikan salamku kepada imam-imammu, Heribertus.
Katakan kepada dia, jaga dirinya dengan baik, bijaksanalah dalam memutuskan
segala persoalan didalam kehidupannya. Katakan kepadanya, waktunya sudah dekat,
bersiap-siaplah untuk melayani. Salamku, kasih dan cinta pernyertaanku dan
doaku kepada Heribertus. Juga kepada Alexius, katakan kepada dia, tidaklah tepat
dalam keraguan saat ini. Sepenuhnya terima tugas ini dengan baik. Katakan
kepada dia, waktunya sudah dekat, teruslah bekerja dan melayani.
(Pesan
terputus sejenak, red)
Anakku......, Agnes sedang sakit ya............(tersedak, red). Anak-anakku, Agnes menangis.........Agnes
sedang menangis (menangisi anak-anak Tuhan yang
tidak membuka hati dalam karya Allah, red). Aku
mengerti perasaanya. Engkau lihat, dimana dia menangis, Aku mendengarkannya dan
berhenti dan tidak berjalan dengan kamu. Lihatlah dia! Dia tidak bersalah
anakku didalam perjalanannya. Dia diambil dari dunia ini untuk menjadi saksi
tentang dunia, tentang Allah. Engkau lihat tadi, dia tersedak karena dia
menangis. Aku juga menangis. Aku menangis. Ibumu menangis, melalui Agnes Aku
menangis. Penderitaan Agnes adalah penderitaanku, Aku Ibumu yang mengasihi
kamu.
Anak-anakku yang Aku kasihi, Aku menangis, melalui Agnes Aku menangis.
Begitu beratnya anak-anakku diajak didalam kebenaran yang sebenarnya. Tapi
biarlah itu siapa yang mencari mendapatkannya, siapa yang menutup hati juga
mendapatkannya yang datang dari dunia. Inilah menjadi kesedihanku untuk
anak-anakku di seluruh bumi. Sampaikan kepada Agnes. Dia harus kuat, Allah
menyertainya dan Aku Ibunya selalu mendokannya, dan Surga tidak pernah
meninggalkan dia sendiri. Apakah kamu mengerti, anak-anakku?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Terima kasihlah kalau engkau mengerti. Jadilah kau anak
yang baik, menjadi saksi bahwa engkau sungguh-sungguh anak Allah. Dalam
kehidupanmu ada kasih dan melayani. Lakukanlah anakku. Aku bahagia kalau kamu
melakukan dengan baik. Aku menghapus air mata melalui Agnes, itulah tanda
kesedihanku. Aku ingin anak-anakku semua kembali, melalui kamulah semua itu
terjadi. Apakah kamu bersedia?
Bersedia, jawab umat
Terima kasih. Sampaikan salamku kepada Agnes. Katakan kepada dia,
teruslah berjuang sampai pemurnian itu turun ke bumi ini. Untuk Agnes.
Sampaikan juga salamku kepada Isak Doera. Jaga dirinya baik-baik di hari
tuanya. Jangan pikirkan tentang pemurnian, lalui saja. Walaupun tidak sampai,
dia juga bahagia. Katakan itu kepada imammu Isak Doera, dan juga para imam yang
bersamamu didalam kelompok ini.
Anak-anakku yang Aku kasihi semua yang ada di sini, teruslah buka hatimu,
masuklah engkau dalam kehidupan kebenaran. Hanya Tuhan Allahmu keselamatan yang
abadi. Dunia tidak ada keselamatan anakku. Kesesatan, kepedihan, celaka, itulah
dunia. Aku Ibumu menyampaikan ini padamu. Mulai malam ini renungkan, renungkan
anakku. Pada waktunya engkau dalam persaudaraan dalam kasih Allah, satu Kitab
Suci, satu keyakinan, satu Allah yang akan memberikan kamu kebahagiaan setelah
pemurnian selesai. Biarlah mereka percaya apa yang dikatakan dunia tetapi
mereka bertanggung jawab kepada Allah.
Anak-anakku yang Aku kasihi, inilah tanda kasih Allah dan Aku saat
terakhir. Inilah cara terakhir supaya kamu mendengarkan semuanya menjadi saksi
tentang kehadiran Tuhan dan Ibumu. Tidak ada lagi yang ditutupi anakku, semua
sudah dibukakan bagimu. Baiklah kamu sudah mendengar apa yang disampaikan Agnes
dan anak-anakku. Renungkan kembali dan bawa dalam doa, minta kepada Allah
pengertian supaya pengertian ini diberikan kepadamu. Selamat bekerja, selamat
melayani.
Dan kamu bersama Agnes, Aku akan menyertaimu. Berkat Allah menyertai
kalian semuanya sehingga kamu semua sampai pada tujuan dalam keluargamu masing-
masing. Terima kasih anakku, dan kamu yang ada dalam rumah ini, jadilah kamu
saksi. Apakah kamu bersedia?
Bersedia Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Maukah kamu
berkumpul seperti ini seterusnya dan berdoa bersama?
Mau Ibu, jawab umat.
Mau. Terima kasih anakku, lakukanlah, Aku berdoa untukmu. Mari satukan
doa bersatu dengan Aku Ibumu. Aku bawa kamu semua, Kuantar kepada Allah yang
Mahakuasa yang bertahta di surga.
Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepadaMu
karena Engkau yang
mempunyai bumi ini dan aku ciptaanMu. (3x). Amin.
Anak-anakku semua yang
ada di sini, Aku berdoa dan mengantarkan kamu untuk mewartakan kebenaran ini
yang saat ini sudah singkat bagi dunia dan melayani. Aku melihat dari Surga,
apa pun yang kau lakukan, kecintaanmu dengan Allah, Allah berkati. Selamat
bekerja dan melayani anak-anakku. Terima kasih, selamat malam.
Terima kasih Ibu,
selamat malam, jawab umat.
Sharing Ibu Agnes.
Saya kasihan dengan Bapak itu. Kita doakan dia. Bukan
saya sedih karena ditolak tapi saya sedih dia sudah tua tapi tidak membuka hati
untuk Karya Tuhan. Saya sedih maka itulah yang terjadi, apabila kuasa Allah
atau Ibu Maria hadir kalau saya langsung menangis dan meminta, itu akan
berhenti karena seluruh kehidupan saya dipakai untuk menyampaikan kebenaran ini
dimana roh saya menunggu dan berdoa supaya Anda bahagia. Apakah Anda tahu kuasa
Allah memisahkan roh saya dengan badan saya. Itu kepedihan. Tapi tidak apa-apa saya
mau asalkan saudara-saudara mulai malam ini bersandarlah kepada Allah
seutuhnya.
Kita diajarkan doa pasrah dan doa kerinduan itu diajarkan
kepada kita supaya kita bisa berbuat baik, dan melayani dan bertemu dengan
Allah. Mungkin Ibu Maria menyampaikan keluh kesah saya. Saya memang menangis ya
seharusnya saya tidak boleh begitu, dalam pewartaan saya harus tegar tapi saya
masih manusia. Doakan saya saudara-saudara, bawalah saya dalam doamu di mana
pun Anda berada supaya saya kuat. Ini manusia Agnesnya ini sekarang yang
muncul. Kalau aku bersama Tuhan sudah cukup, jangan dipikiri, tapi manusia
Agnes ini masih punya perasaan, masih punya hati, punya pikiran. Tolong doakan
saya. Saya sudah minta retret pribadi supaya saya dikuatkan karena saat-saat
terakhir ini betapa berat buat saya karena pemurnian sudah dekat, Aku pedih
melihat anak-anak Tuhan yang belum menerima. Tapi itu urusan Tuhan dengan dia.
Kita hanya mendoakan dan mengantar. Terimakasih pada saudara yang setia sampai
akhir.
---ooo0ooo---