Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih
Dari Ibu Yang Bahagia
Pada retret di Samadi Syalom-Sindanglaya,
21 Maret 2004
Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)
Semua apa yang telah kau lakukan
hari ini, AKU berkati. AKU menerima semua yang kau lakukan dalam kebenaran, AKU
bersuka cita dalam hidup-KU karena engkau menyadari bahwa AKU ada dan engkau
datang membutuhkan AKU dalam kehidupanmu.
Terima kasih Tuhan.
Marilah anak-KU, masuklah kamu
semua dalam kehidupan-KU supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan yang datang
dari dunia ini.
Tuhan kami mau, bantulah kami supaya kami datang kepadaMu membawa diri kami
seutuhnya kepadaMu mulai hari ini dan seterusnya sampai Engkau memanggil kami
dalam kebahagiaan. Terima kasih Tuhan.
Baiklah siapapun rumahnya telah
dibersihkan (melalui pertobatan, red), dia harus
menjaga dengan baik. Siapapun yang menjaga dengan segala perjuangan dalam
namaKU. AKU datang melindunginya.
Sampai bertemu dalam doamu dan
AKU menunggumu dengan setia.
Terima kasih Tuhan Yesus. Terima kasih untuk semuanya, tanda kasih dan
cintaMu, Kau nyatakan kepada kami saat-saat terakhir ini dan kami mau untuk
setia. Tanamkanlah rasa cinta dan rindu yang sangat dalam didasar hati kami.
Itu penting sekali Tuhan. Tuhan yang menanamkannya, kami boleh merasakannya
karena kami masih manusia Tuhan, kadang-kadang dibawah kesadaran kami dan tidak
mengerti apa arti cinta dan rindu kepadaMu karena itu adalah kekuatan yang
sungguh-sungguh kekuatan yang akan Kau berikan kepada kami. Terima kasih Tuhan
Yesus dan kami tetap membuka hati dan kami mau berdoa terus-menerus 24 jam
pertemuan komunikasi kami secara batiniah dalam roh kami tetap menyebutkan
namaMu mulai hari ini Tuhan, kami akan melakukan itu semuanya apa yang telah
diajarkan Ibu Maria, masuklah kamu dalam kepasrahan.
Pesan Ibu Maria
Isak Doera, Alexius, engkau
berdua, Aku mengasihimu dan berdoa untuk kamu supaya kamu setia.
Terima kasih Ibu Maria, jawab imam.
Terima kasih. Sungguh, sudah
lama kita tidak bertemu. Hari ini Aku bahagia, engkau telah mengantarkan anak-anakKu
masuk kedalaman arti kepasrahan. Terima kasih, terima kasih.
Aku bahagia. Sekali lagi apapun
yang terjadi yang datang dari dunia, Aku percaya kamu berdua tidak akan tergoyahkan lagi karena
engkau sudah diikat oleh Allah bersatu dengan Aku untuk melayani anak-anakKu di
negaramu ini. Terima kasih.
Berbahagialah engkau diikat
dalam roh, dalam cinta Allah, kuasa Allah. Tidak ada satupun yang akan merubah
semua yang kau lalui bersamaKu. Tidak akan terjadi! Itu semua kuasa Allah yang
menguatkan kamu, bukan kamu! Karena Allah punya rencana dalam kehidupanmu
bersamaKu bersama Agnes dan semua anak-anakKu yang ada di sini.
Terima kasih Ibu, jawab imam.
Terima kasih! Sungguh, Aku juga
berterima kasih, engkau bersusah payah untuk menerima ini semuanya. Engkau
berjuang, meronta-ronta, kemarahan, tidak suka tapi sekarang ini mau dan tidak
mau engkau harus suka untuk melayani. Berbahagialah kau Tuhan memilihmu.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, Aku
sudah bersamamu sejak awal (kemarin, red.) sampai hari ini
Aku ada bersamamu.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Aku mendengarkan, walaupun itu
pedih bagimu, engkau mengutarakan isi hatimu dengan segala kelemahanmu. Walaupun
masih ada yang tersimpan di dasar hatimu, Aku mohon kepadamu, cepatlah buang
itu, jangan disimpan lagi anakKu karena kamu berkehendak baik dan engkau ingin
bersatu seperti dulu Aku bersatu dengan para rasul-rasulmu, semua itu
sehati-sejiwa. Cukup berat bagi kamu! Nama itu harus kamu pertanggung-jawabkan
melalui sikap dan tingkah lakumu. Apa kamu siap?
Siap Ibu, jawab umat.
Sungguh?
Ya Ibu, jawab umat.
Walaupun kamu menderita?
Ya Ibu, jawab umat.
Baik, itu cukup berat nama itu,
anakKu. Sehati-sejiwa...! Berarti kamu saling menerima, saling mengasihi dalam
hidupmu. Sungguh Aku mengatakan, tidak lagi menyimpan kelemahan
saudara-saudaramu tapi kau berdoa untuk mereka.
Sehati sejiwa...! Bapamu di
Surga juga punya nama itu, sehati sejiwa dengan kamu kalian supaya kamu
selamat. Benar tidak itu?
Benar Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Sehati-sejiwa...!
Karena kalau hati yang sudah bersatu dengan Allah, bersatu dengan
saudara-saudaramu. Sejiwa adalah bersatu dalam roh dalam doa. Tidak ada lagi
perbedaan, kamu datang bersama-sama untuk menghadap Allah, sehati-sejiwa dalam
roh. Ini pengertiannya. Surga mempunyai nama itu, sehati sejiwa bersatu dengan
kamu sekalian maka Tuhan tidak mau jauh daripadamu karena kamu milik Allah.
Allah mengingatkan kepada kamu supaya kamu bersatu dengan Allah. Allah adalah
roh. Bagaimana kamu bisa bersatu kalau kamu tidak masuk dalam roh dalam doa.
Apa kamu mengerti? Tidak mengerti?
Mengerti Ibu, jawab sebagian umat.
Oh...oh...tidak mengerti..?
Tujuan dari suatu dari suatu
tujuan kamu memberi nama sehati sejiwa, apakah kamu tidak mengerti? Hanya
membuat nama saja? Sekali lagi saya akan menerangkan tapi kali ini kalau kamu
tidak mengerti....
Baiklah sehati sejiwa..!
Sekarang pisahkan dulu sehati sejiwa dalam persaudaraan. Yang pertama sehati
sejiwa menuju Allah. Hatimu adalah milik Allah, bersatu dengan Allah karena
hatimu adalah milik Allah. Sampai sini kamu sudah mengerti?
Sudah Ibu, jawab umat.
Sejiwa, ini sungguh sangat dalam
pengertiannya. Kamu datang dalam roh. Kamu tidak bisa datang sebagai manusia menghadap
kepada Allah, benar tidak?
Ya Ibu, jawab umat.
Maka kamu datang dalam roh,
bersatu dalam roh, karena Allah itu adalah roh yang hidup. Mengerti anakKu?
Ya Ibu kami mengerti, jawab umat.
Maka sehati-sejiwa!
Dan juga kamu sehati sejiwa.
Kamu tidak ada lagi perbedaan. Kamu semua adalah milik Allah, yang mungkin kamu
menganggap dirimu lebih baik, menganggap dirimu lebih bagus dan menganggap
dirimu cukup pintar, di sini tidak ada lagi anakKu! Namanya sehati sejiwa,
masuklah kedalamannya, bersatu untuk datang kepada Allah, untuk datang kepada
sesamamu. Bukan hanya kamu bersatu dalam kelompok, sehati sejiwa. Tidak ada
lagi perbedaan antara satu dengan yang lain, kamu sehati untuk datang kepada
Allah dalam roh dan kamu juga sehati mendoakan saudara-saudaramu dalam roh dan
bekerja dan melayani sehati dalam roh. Tidak mungkin kamu bisa bekerja hanya
manusia, tidak bersatu dalam roh! Sudah mengerti sampai di sini?
Ya Ibu, jawab umat.
Kalau kamu mengerti, pertanggung-jawabkan
nama itu yang tidak akan berubah dan tidak akan bisa menggantikan, karena nama
itu sungguh cukup dalam pengertiannya, dunia maupun Surga! Kamu bertanggung
jawab untuk itu semuanya. Sehati sejiwa bersama-sama melayani, bersama-sama
menghadap Allah, bersama-sama kamu memberi. Mengerti ngak?
Iya Ibu, jawab umat.
Mengerti! Semua bersama-sama!
Hanya sehati sejiwa! Semua itu kamu bersama-sama melaksanakan tugas ini untuk
melayani anak-anakKu dan membawa anak-anakKu kembali kepada Allah. Kalau ini
sudah bersatu...indah sekali ya! Tidak ada pertentangan, tidak ada yang marah,
tidak ada yang dirugikan, tidak ada yang dikecewakan! Semua suka-cita! Sudah mengerti?
Ya Ibu, jawab umat.
Luar biasa...! Aku bahagia kalau
kamu sungguh-sungguh mewujudkan sehati sejiwa itu. Itulah permintaan Surga
anak-anakKu. Sehati-sejiwa tidak ada kekurangan! Sehati sejiwa utuh! Tidak ada
kekurangan! Mengerti ya?
Utuh..utuh! Yang kamu berikan
itu utuh, tidak ada cela, tidak ada kekurangan. Murni dan sampai dalam
kesempurnaan. Tapi yang sempurna hanya Allah. Tapi kamu mempunyai niat itu,
itulah tujuan yang Aku kehendaki. Sungguh, Aku bahagia sehingga kamu sehati
sejiwa dalam perjalanan ini. Nanti kau akan merasakan apa arti sehati sejiwa
itu luar biasa....! Membuat kamu bahagia, membuat orang lain bahagia. Sungguh!
Sungguh, tidak ada kejelekan! Sehati sejiwa tidak ada kejelekan, tidak ada
kekurangan!
Ibu Maria izinkan anak bertanya, apakah itu juga berarti sehati sejiwa bersama-sama
melayani atau juga sehati sejiwa dengan mereka yang kami layani? (Umat
bertanya, red)
Ya, ya! Bawalah sehati sejiwamu
ini bersama-sama dimana kamu melayani anak-anakKu, bukan hanya kamu hanya di sini,
bagaimana kamu bisa masuk sehati sejiwa kamu melihat mereka-mereka tidak ada
dalam hatimu? Hanya kamu melihat dalam pikiran dan perasaanmu, nanti kamu
kecewa, kamu dibikin sibuk, kamu dibikin susah oleh mereka, karena
bermacam-macam yang akan datang menghampirimu dalam pelayanan ini. Kalau sudah
sehati sejiwa masuklah dalam kehidupan mereka masing-masing. Mengerti ya?
Ya Ibu, jawab umat.
Amin. Saya sungguh bahagia
saat-saat terakhir kamu sudah melakukan yang terbaik, yang indah dalam
perjalaanmu ini. Terima kasih ya!
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Terima kasih, terima kasih!
Semua itu ada di Kitab Sucimu dan kami sudah melakukan. Betapa bahagianya kita
bersatu dalam perjalanan ini. Baiklah anak-anakKu, kamu berkumpul untuk
menemukan apa yang harus saya perbuat saat-saat terakhir ini. Cukup bagus, inilah
modal kalian dalam pelayanan. Dimana nanti kuasa Allah datang, kamu tidak lagi
ketakutan tapi sukacita! Namanya sehati sejiwa sukacita terus menerus. Tidak ada
sedih, tidak ada lagi kecewa, kuatir, tidak ada lagi! Sehati sejiwa itu adalah
kepasrahanmu masuk dalam kehidupan Tuhan. Mengerti?
Ya Ibu, jawab umat.
Iya, terima kasih. Terima kasih
sekali untuk kamu sekalian.
Dan dengan segala permasalahanmu
yang belum terselesaikan, jangan kau pikirkan, biarlah itu terjadi. Aku
mengingatkan kepadamu, tidak semua mereka masuk dalam kehidupanmu dalam
kelompokmu ini. Siapa yang berjuang, membuka hati untuk mengerti tentang
kehadiran Tuhan dan Aku Ibumu di negaramu ini, itu akan terjadi. Tuhan akan
memberikan yang terindah. Tetapi biarlah itu dan kamu harus percaya dengan
kesetiaanmu. Tuhan akan memberikan semua apa yang menjadikan hambatan dalam
kamu bekerja. Apalagi kamu saat ini sedang gundah tentang air yang sedang kamu
kerjakan. Jangan kuatir, pada waktunya kamu menerima. Itu jadi perenungan,
khususnya bagi anak-anakKu di tempat itu dan juga para imam yang menolak kamu.
Sudah Aku tidak bercerita tentang hal itu tapi Aku ingin kamu setia supaya
kuasa Allah bekerja karena kesetiaanmu. Mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih, Aku bahagia hari
ini. Sungguh, Aku mengatakan, hari ini...., Aku mengatakan kepadamu, waktunya
akan sampai kepada tujuan apa yang telah direncanakan Tuhan. Sungguh anakKu,
jagalah dirimu dengan baik! Bagi mereka itu akan tiba-tiba tapi bagi kamu, kamu
sudah dipersiapkan sudah cukup lama, kamu tidak akan terkejut apabila itu
datang nanti. AnakKu, jagalah dirimu, dengan pertemuan ini mulai hari ini
banyaklah berdoa. Aku ingin berjuanglah mengalahkan dirimu dengan segala
kelemahanmu, wujudkan cita-citamu untuk membahagiakan hidupmu, untuk
membahagiakan keluargamu dan membahagiakan sesamamu supaya semua sampai pada
tujuan dan selamat menghadapi kenyataan yang akan datang. Jangan dikira itu
tidak terjadi. Imanlah yang menerima. Juga para nabi, imanlah yang menerima
janji Tuhan. Tanpa iman, mereka tidak akan bisa menerima janji itu yang cukup
lama bagi mereka. Tapi mereka bekerja, menunggu.. bekerja, bukan saja menunggu
tanpa bekerja dengan janji itu yang telah diberikan Tuhan kepada mereka. Kamu
boleh membaca kembali bagaimana perjalanan mereka, pengalaman mereka tentang
janji Tuhan. Tidak cukup satu hari dua hari, memakan waktu cukup lama. Itu ada
maksud Tuhan. Itu kenangan-kenangan yang sangat manis yang akan diberikan Tuhan
melalui bertahap itu sendiri. Dan kamu juga demikian, Tuhan bisa berikan
sekejap tapi bertambah kau tidak mengerti karena kamu tidak dibawa didalam
perjalanan itu sampai menemukan janji itu sendiri. Berbahagialah kamu diajak dalam
pengalaman ini supaya kau mengerti rencana Tuhan yang begitu besar untuk
menyelamatkan anak-anakNya. Itu semua cerita di Kitab Suci itu benar. Kamu
lihat Musa mau menyelamatkan bangsa Istrael. Musa waktu dikandung ibunya sampai
dia dilahirkan, masa bayinya dia yang diutus.. cukup lama untuk Musa
menyelamatkan bangsa Istrael. Jangan dihitung waktu anakKu karena waktu itu
semua ada maksud dan tujuan Allah supaya kamu juga boleh mengalami demi satu
peristiwa dengan peristiwa yang lain supaya kamu mengalami peristiwa iman dalam
hidupmu. Kamu mengerti?
Ya Ibu , jawab umat.
Baik terima kasih. Jangan
menjadi anak yang bodoh tapi menjadi anak yang pintar, yang bijaksana dalam
menanggapi segala peristiwa, dalam segala janji Allah kepadamu. Mengerti ya?
Ya Ibu , jawab umat.
Baik, mari kita semuanya memulai
hari ini, kita menunggu janji Tuhan dengan melakukan apa saja yang bisa kita
lakukan untuk membahagiakan saudara-saudaramu. Karena Aku tidak pernah
mengajarkan kamu untuk menyampaikan kebenaran ini diluar anak-anakKu. Waktunya
bukan untuk itu. Sudah sekian lama berapa ribu tahun yang lalu karya
keselamatan itu sudah ada diantara kamu tetapi mereka memilih dunia. Sudah
cukup lama waktu diberikan kepada manusia ciptaan Allah maka Aku datang
diantara kamu untuk kamu. Mengerti?
Ya Ibu , jawab umat.
Cukup mengerti ya! Dan jangan
sekali-sekali kamu mengambil bagian dari kehidupan-kehidupan dunia itu sendiri.
Tidak ada lagi untuk itu, ya..! Inilah yang akan Kusampaikan. Kalau kamu
mewartakan mereka tertarik, layani mereka tetapi kamu bukan datang kepada mereka.
Ini kebenaran, keselamatan. Bukan waktunya lagi anakKu! Tugasmu masih banyak
untuk anak-anakKu yang harus dibawa kembali kepada Allah. Cukup mengerti, ya!
Ya Ibu, jawab umat.
Baik, jangan lagi pemikiran kamu
sekalian untuk memikirkan itu. Itu bukan lagi bagianmu. Mereka sudah dikasih
bagian dalam karya keselamatan tapi mereka memakai bagian yang datang yang
diciptakan dunia, yang datang dari dunia. Itu bagian mereka karena mereka
senang. Itu hak mereka. Kamu tidak boleh ganggu gugat itu, seperti itu. Ini
yang Kusampaikan kepadamu. Bukan Allah tidak mengasihi. Allah sudah menyatakan
diri-Nya dan menyampaikan keselamatan itu kepada dunia tapi mereka tidak mau.
Allah sendiri juga tidak memaksa, membiarkan itu....! Biarlah ilalang tumbuh
dengan gandum tapi Tuhan tahu gandum ini akan diselamatkan dari
krumunan-krumunan, ilalang ini akan dicabut, dibuang, yang tidak berguna bagi Tuhan.
Kamu gandumnya, mengerti?
Ya Ibu, jawab umat.
Baik, mengerti! Sungguh! Karena
kamu sudah mengambil suatu keputusan sehati sejiwa semua harus baik dan baik dan benar. Jangan
sekali-sekali mulutmu itu berbicara yang tidak benar lagi! Cukup, sudah cukup!
Ini perwujudan! Siapapun mengambil sesuatu sikap dan keputusan, dia harus
tanggung jawab melalui sikap dan tingkah lakunya. Tapi jangan takut niat baikmu
ini akan didukung oleh Allah. Kamu tidak sendiri dalam perjalananmu ini dan Aku
Ibumu dan Surga mendoakan kamu sekalian dimana kamu menyampaikan kebenaran ini.
Terima kasih, terima kasih, terima kasih atas cukup-cukup mengerti semuanya?
Ya Ibu, jawab umat.
Terima kasih anak-anakKu
sekalian yang Aku kasihi. Dan juga kamu Alexius - Aku mengerti - terbanting-banting
dalam perjalanan hidupmu. Tapi kamu tidak bisa menghinar panggilan Allah untuk
disatukan dalam kelompok ini bersama Aku Ibumu yang mengasihimu. Inilah, inilah
buah dari Surga.
Anak-anakKu yang Aku kasihi
semua, persiapkan dirimu dengan baik, ini yang Aku minta. Tidak ada lagi, tidak
ada lagi keburukan-keburukan yang menghambat dalam pelayanan ini tapi kebaikan
menuju kebenaran dan akhirnya keselamatan yang akan kamu terima dalam hidupmu.
Baiklah salamKu juga kepada
Herribertus. Cukup berat juga tapi dia harus terima itu semua karena dia
seorang imam bertanggung jawab dimana aku menerima.. ya Tuhan aku mau mengikutimu..,
dia harus bekerja sesuai dengan panggilannya.
Dan kamu Alexius kamu harus
bertanggung-jawab dengan panggilanmu untuk menyatakan cintamu kepada Tuhan. Itu
kesetiaanmu. Aku percaya engkau setia, tetap setia dalam perjalananmu ini. Ini
yang Kuberikan kepadamu.
Anak-anakKu semua yang ada di sini,
semua sekalian, terima kasih kamu sudah menemukan kekuatan dari perjalanan ini
dan kamu menemukan yang sangat rohani
adalah sehati sejiwa. Inilah apa yang dikatakan kamu tema! Tema..? Apa tema
menurut kamu?
Judul, jawab umat.
Judul untuk apa?
Pedoman, jawab imam.
Bagus! Sehati sejiwa adalah
pedoman hidup! Baiklah anakKu, bersukacitalah, bergembiralah hari ini kamu
sudah menemukan perjalananmu ini dengan suatu kekuatan sehati sejiwa dan Aku
Ibumu juga masuk dalam sehati sejiwa dalam perjalananmu ini. Terima kasih,
terima kasih! Baiklah pertemuan kita sampai di sini dan Aku tetap berdoa.
Percaya anakKu, jangan kuatir dengan janji itu, pasti! Pasti terlaksana, itu
semua untuk kebahagiaan kamu. Jadi Aku Ibumu Maria di Surga bersama Agnes.
Sekali lagi Aku berbicara
tentang Agnes. Anak ini yang Kuberikan kepadamu, cukup berat tanggung jawabnya
untuk menyampaikan kebenaran ini kepadamu. Lihatlah dia, semua sudah diberikannya
kepada Allah, dia tetap setia kepada pelayanannya dan setia. Itu mengandeng
kamu sekalian. Dia penuh kasih sayang kepada kamu. Itu Agnes! Maka Aku minta
kepada kamu, bantulah dia dengan baik saat-saat terkahir ini. Ingat perkerjaan
ini tidak mudah tapi ini cukup berat baginya. Anak-anakKu, anak ini sudah
berjuang dan memberikan hidupnya untuk kalian dan melayani kalian. Dia suka,
apa saja yang kalian minta, dia berikan kepadamu. Apa itu benar tidak? Benar
tidak?
Benar Ibu, jawab umat.
Ya baik, Inilah yang diberikan
kepadamu dan anak-anakKu dimanapun mereka berada. Dia suka memberi, memberi
kepada kamu sekalian. Sekecil apapun dia akan berikan padamu sesuai dengan
kebutuhanmu. AnakKu, Aku minta kepadamu, bantulah dia dengan baik saat-saat
terkahir ini. Dan juga engkau Isak Doera, Alexius, bimbinglah anak ini selalu
dalam roh. Masukanlah dia selalu sehati sejiwa, agar anak ini cukup kuat karena
kamu ada bersamanya. Apakah tugas ini cukup berat bagimu?
Tidak Ibu, jawab umat.
Terima kasih! Aku berikan Agnes
kepada kamu. Bimbinglah anak ini dan bantulah dia dalam kebenaran. Sungguh Aku
mengatakan kepadamu, Aku mengasihi anak ini karena inilah.. saat-saat terkahir
inilah pilihan jatuh dalam kehidupannya. Tuhan melihat anak ini, dia bisa
melakukan tugas ini dengan baik di negaramu ini. Itu isi hatiKu yang
Kusampaikan kepadamu bersama Agnes.
Terima kasih, kamu mau mendengarkan
apa yang telah Kusampaikan melalui Agnes ini. Baiklah anakKu satukan hatimu
dengan Allah dan Aku di Surga untuk masuk dalam kepasrahan untuk menyerahkan
diri kepada Bapa yang mengasihi kamu dengan penuh pengorbanan yang telah
diberikan-Nya kepadamu. Mari anakKu kita mulai bersama-sama.
Ya Allah yang mahakuasa pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepadaMu
karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaanMu (3x) Amin.
Sekali lagi Alexius dan juga
Isak Doera, dengan pedoman, yang dalam kebersamaan ini kamu terima dengan baik,
Aku minta kepadamu pedoman ini berikanlah kepada anak-anakKu dimanapun mereka
berada. Ini cukup baik juga bagi mereka, menjadi pedoman dalam pelayanan dalam
kelompok bersama Aku Ibunya. Apa kamu bersedia menyampaikan ini kepada mereka?
Ya Ibu, jawab imam.
Terima kasih anakKu. Segeralah
dan Aku minta mereka mengadakan pertemuan dengan tema ini supaya mereka masuk....
kedalaman sangat rohani, masuk dalam kepasrahan bersatu dengan Allah di Surga.
Dan juga Aku minta kepada kamu,
jangan hanya sampai di sini saja, kalau kamu ada waktu, ada tenaga, ada sarana
kamu membuat seperti ini dan selalu membuat. Apakah kamu mau Kukirim kepada
mereka untuk menyatukan, memperdalami tema ini juga kepada mereka? Apa kamu
mau?
Mau Ibu , jawab umat.
Sekarang ini Aku minta kepada
Alexius dengan Isak Doera. Memang cukup berat tapi saya percaya mereka juga
akan sukacita dengan pedoman ini. Apa arti melayani, masuk dalam kepasrahan.
Aku senang sekali dengan pedoman ini. Sempurna sekali sehati sejiwa! Kamu tidak
akan berkesalahan dalam perjalanan ini. Itu harapan saya. Renungkanlah
permintaanKu ini. Ini perlu, kamu mengadakan seperti ini kepada anak-anakKu.
Aku percaya sarana itu ada untuk kamu berangkat mengadakan pertemuan seperti
ini. Surga bersuka-ria hari ini, karena kamu sudah menemukan apa arti hidup
masuk dalam kepasrahan. Renungkan jangan engkau jawab sekarang. Karena kalau
kamu jawab sekarang, kamu pulang kamu menyesal. (Umat tersenyum, red.)
Tetapi renungkan seperti Agnes
menerima tugas ini. Cukup lama Aku membimbing anak ini untuk menerima tugas
ini, karena cukup berat. Karena memang nantinya engkau cukup berat untuk
saat-saat terkahir ini. Engkau bawa mereka seperti ini dan juga bukan hanya
mereka menerima dalam kelompok, kamu mempunyai umat banyak, ajarkan ini kepada
mereka. Sekali kamu berbuat, seterusnya kamu berbuat. (Umat bertepuk tangan, red)
Minder Ibu, jawab imam.
Tidak! Saya tidak menuntut kamu
hari ini. Tapi Isak Doera, Alexius bawa dalam perenungan, minta kekuatan dari Allah
atas tugasmu ini demi anak-anakKu semuanya. Sungguh, pasti kau akan menerimanya
dengan baik.
Baiklah, sampai bertemu dalam
doa dan Aku Ibumu menyertaimu sekalian dalam pelayananmu ini dan percaya, semua
dan sudah sekian lama Aku ada bersamamu saatnya akan terwujud dalam kehidupanmu
nanti. Terima kasih, anakKu.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Selamat bertugas,
selamat melayani dan sehati sejiwa kamu semuanya. Tema yang bagus. Baiklah
sampai bertemu dalam doa.
---ooo0ooo---