Di Aula Water Front - Batam, 15 Juni 2003
Selamat siang untuk kamu semuanya
anak-anakKu yang Aku kasihi.
Selamat siang Ibu Maria, jawab umat.
Terima
kasih untuk kamu semuanya.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, tidak
mudah untuk mengerti tentang rencana Allah dalam kehidupan manusia tetapi
bukalah hatimu, dekatkan dirimu kepada Allah, semua akan menjadi baik.
Aku datang bersamamu, bersama
Agnes Aku menyapamu pada saat ini. Anak-anakKu, kamu yang bersatu bersama
Agnes, janganlah kamu sedih dengan semua peristiwa yang kamu hadapi di kotamu
ini. Anak-anakKu, semua akan menjadi baik kalau kamu menjadi anak yang baik dan
menerima dan mendoakan dan mempunyai kasih dan cinta, segala persoalan maka
semua akan dinyatakan dalam hidupmu.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, Aku datang untuk kamu. Inilah caraKu untuk
bertemu dengan kamu, biarlah dunia menolak tapi Aku menang atas dunia ini
karena Aku bersama Allah dan juga kamu yang dipanggil untuk melayani, jagalah
dirimu dengan baik. Anak-anakKu, dunia dikalahkan oleh kamu semuanya. Engkau
harus percaya untuk itu semuanya. Anak Tuhan sanggup mengalahkan dunia. Ini
yang Aku sampaikan kepadamu.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, Aku
minta daripada kamu, pergilah layani anak-anakKu yang tersesat, yang jauh, yang
meninggalkan Allah. Jangan engkau kuatir untuk menyampaikan ini dan carilah
mereka apabila engkau mendengarkan dan pergilah layani mereka. Semua itu, Allah
yang akan mengerjakan dalam hidupmu.
Anak-anakKu yang Aku kasihi,
jangan mengakimi tapi engkau memohon kerahiman Allah, semua apa yang kau alami
dalam pelayananmu. Jangan banyak bicara tapi banyak berdoa. Mulut untuk berdoa
anakKu untuk memuliakan Allah. Jauhkanlah untuk berbicara yang tidak berguna
dalam hidupmu. Anak-anakKu yang Aku kasihi semua yang ada di sini, Aku mau
menyatakan kepadamu, dari kamu semua yang berkumpul di sini, masuklah kamu
dalam perjalanan ini bersama untuk melayani anak-anakKu di kota ini. Apakah
kamu bersedia anak-anakKu?
Kami bersedia Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Sekian banyaknya
kamu, Aku memanggilmu. Bersatulah dengan Aku Ibumu untuk melayani anak-anakKu
di kotamu ini. Apa kamu bersedia?
Kami bersedia Ibu, jawab umat.
Terima kasih dan pergilah dan
layanilah mereka dan berkumpulah dan berdoalah. Segala sesuatu masuklah dalam
doa seperti Aku Ibumu dengan para rasulmu, semua diangkat dalam doa. Begitu
juga segala persoalan, bicarakanlah dengan hati yang tulus dengan maksud tujuan
yang baik, lalu angkat dalam doa supaya kamu kuat dan dikuatkan supaya iblis
tidak bekerja di dalam pelayananmu ini. Apa kamu mengerti?
Kami mengerti Ibu, jawab umat.
Baiklah anakKu dan pergilah dan
jangan takut dengan Imam-imammu. Dia masih manusia. Dia tidak mengerti karena
mereka memakai pikiran dan perasaannya dan tidak memakai hati dan doanya
sebagai seorang imam. Biarkanlah mereka seperti itu. Tapi kamu tetap berjalan,
karena mereka semua anak-anakKu di bumi ini adalah anakKu, anak Tuhan dan Aku
berhak untuk hadir di kotamu ini untuk melayani anak-anakKu.
Baik, Agnes dan semua anak-anakKu
ditolak tapi mereka tidak bisa menyingkirkan Aku. Kamu semua adalah milikKu
seutuhnya. Aku harus menjaga kamu dan membimbing kamu dan menyampaikan kabar
suka-cita dari Surga untuk kamu supaya kamu siap menghadapinya. Mereka tidak
punya hak untuk menghalangi Aku. Akulah yang bekerja bersama kamu, bukan ini
rencanamu tapi inilah keinginanKu Kumintakan kepada Allah. Aku memakai Agnes
untuk bertemu dengan kamu dan kamu juga menjadi tangan-tanganKu untuk menyalurkan
kasih dan cintaKu kepada anak-anakKu di kotamu ini. Mereka tidak bisa
menghalangi Aku. Silahkan, apa mereka sanggup mencegah Aku? Tidak, anakKu! Aku
datang dari Atas, bukan datang dari dunia. Semua ini adalah rencana Allah bagi
anak-anakNya di seluruh bumi supaya rencana Allah -apa yang dikatakanNya- DIA
akan membahagiakan anak-anakNya di bumi ini, DIA harus memurnikan dunia. Itulah
Kusampaikan kepadamu, bekal dalam perjalananmu. Aku mau mengatakan kepadamu,
kalau mereka menolak kamu, baiklah, tapi Aku Ibumu bersama kamu tetap untuk
mengunjungi anak-anakKu sampai pemurnian itu turun ke bumi ini. Aku tidak
kuatir, Aku tidak takut kepada manusia. Aku hanya takut dan tunduk kepada Allah
dan juga kamu tapi maksudKu adalah apabila mereka menolak kebenaran, engkau
jangan takut. Bukan Aku mengajarkan engkau sombong dalam perjalanan ini, supaya
engkau tahu perjalanan ini sungguh-sungguh datang dari Surga.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, Aku
minta daripada kamu yang melayani berjuanglah menjadi anak yang manis, yang
sabar, penuh kasih dan cinta. Apapun yang kamu hadapi pedih dan menderita tapi
terimalah itu dengan suka-cita. Anak Allah tidak sedih dicobai oleh dunia.
Kalau engkau menangis berarti engkau kalah oleh dunia. Apa engkau mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih, terima kasih anakKu.
Biarlah anak ini menderita bersamaKu, bersama kamu yang dipanggil untuk
melayani demi anak-anakKu, menyelamatkan mereka. Aku tidak akan mundur. Bersama
Agnes, Aku melayani anak-anakKu. Tidak kuatir! Apa daya mereka untuk
menghalangi Aku? Mereka tidak berdaya, tapi mereka berbicara hanya
sembunyi-sembunyi. Tidak bijaksana!
Bukan Aku menyalahkan mereka!
Tidak anakKu! Cuma mereka belum tumbuh iman yang sungguh-sungguh. Segala
persoalan dibawa kembali kepada Allah karena semua kamu mempunyai Allah.
Mengapa semua persoalan diputuskan dengan manusia dengan pikirannya, dengan
kemarahannya, dengan ketakutannya, dengan kekuatirannya. Mereka tidak sadar
para imam. Mereka mempunyai Allah di Surga yang mereka sampaikan setiap saat,
hari Tuhan kepada anak-anakKu tapi mereka sendiri tidak datang kepada Allah
untuk menyelesaikan apa yang mereka tidak mengerti atas kehadiranKu melalui
Agnes bersama kamu untuk melayani. Aku jadi tidak mengerti, mengapa mereka
ketakutan? Inilah iman yang tidak tumbuh dengan sempurna, sebagian untuk dunia,
sebagian untuk Allah. Tidak mendapatkan apa-apa! Dan bermegah bersama dunia?
AnakKu banyak yang hilang di
kotamu ini, mereka tidak mencari. Sekarang Aku mencari melalui kamu, mereka
marah. Inilah yang Kusampaikan kepadamu. Maka bijaksanalah apabila engkau
mengalami seperti ini, jangan marah! Kalau kamu marah kamu sudah masuk dalam
pencobaan. Hal seperti ini tidak penting bagimu, mengapa kamu juga marah? Semua
perjalanan ini adalah perjalanan rohani bersama Allah, bersama Surga dan Aku
Ibumu Maria. Tidak, anakKu! Segala persoalan yang kamu hadapi suka dan duka
bersamaKu, serahkan kembali kepada Allah. Apa kamu mengerti?
Kami mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Jagalah kelompok ini
dengan baik, dengan sikap dan tingkah-lakumu. Nyatakan bahwa kau anak-anakKu
bersamaKu selama ini untuk melayani. Jangan marah ganti marah! Tidak suka
dengan segala hal seperti itu! Apa yang yang kau dapat dengan kemarahan? Tidak
dapat, anakKu. Tapi bersabarlah dan melayanilah, mereka tidak akan sanggup
mengusir kamu. Mereka tidak ada daya. Jangan kuatir! AnakKu, jangan kuatir! Dan
pergilah, Aku minta dan Aku melihat dari Surga atas pelayananmu ini di kotamu
ini. Aku ingin kota ini dipulihkan dengan perjalananmu! Ini yang Kuberikan
kepadamu. Jangan sekali-sekali kamu bertindak kasar. Aku ingin semua bawa dalam
doa. Kalau ada sesutu persoalan, kamu berkumpul berdoa, selesaikan. Tuhan akan
memberikan keputusan apa yang kamu inginkan. Mengerti ‘kan?
Kami mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih anakKu. Bekerjalah,
bekerjalah anakKu! Dari kamulah Aku melayani karena Aku sudah ada di Surga, Aku
tidak menginjakkan bumi ini lagi tapi Aku hidup, Aku bahagia di Surga maka Aku
memanggilmu satu persatu bersamaKu bersama Agnes untuk melayani tapi jaga
dirimu dengan baik. Apa kamu mau?
Kami mau Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Anak Allah harus
mau. Kalau kamu anak Allah tidak baik, yang mana dikatakan anak Allah dan anak
dunia? Tidak ada bedanya. Mengerti kamu?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Dan Aku mengatakan
selamat bekerja. Setelah Agnes dan anak-anakKu kembali, kamu bertekun, berdoa,
melayani dan bekerja, bijaksana mengatur waktu untuk melayani. Kamu siap?
Kami siap Ibu, jawab umat.
Anak manis harus siap, anak Tuhan
harus siap. Seperti Agnes siap. Kamu lihat dia? Dia tegar, kalau kamu kuatir,
dia tidak apa-apa. Jadi bersama Agnes, kamu harus kuat, saling mendukung,
saling membantu dalam segala hal. Kamu mengerti?
Kami mengerti Ibu, jawab umat.
Percayalah anakKu. Sekali lagi,
tidak terjadi apa-apa dalam pelayananmu di kotamu ini. (Umat bertepuk tangan,
red)
Karena Aku bersamamu, siapakah
bisa menolak semua pelayanan ini. Mereka Imam-imammu akan malu dari
pelayananmu.
Baiklah
anak-anakKu yang Aku kasihi dan sekali lagi Aku mau menyatakan kepadamu, apakah
kamu bersedia bekerjasama dengan Aku Ibumu?
Kami bersedia Ibu, jawab umat.
Terima kasih anakKu. Selamat
melayani, selamat untuk semuanya.
Oh.., Aku ingin bicara kepadamu.
Bersatu dalam kasih dan cinta karena kamu adalah anak-anakKu, jangan
sekali-sekali kamu membedakan antara satu dengan yang lain, semua sama
anak-anak Allah.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Inilah yang Kusampaikan kepada
kamu. Dan Aku mengucapkan terima kasih bersama Agnes, bersama kamu semua
sekalian atas pelayananmu untuk anak-anakKu di kotamu ini dan selamatlah kamu
semua kembali dengan kasih Tuhan dalam perjalananmu sampai kepada tujuan.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Dan salamKu untuk Agnes anakKu
yang Aku kasihi ini yang Kuberikan kepadamu untuk menyampaikan isi hati Surga.
Terbuka saat ini, anakKu! Karena saatnya sudah terakhir, Surga membuka semua,
dinyatakan semua melalui anak ini. Dan anak ini berbicara bukan dari dirinya
sendiri tapi dia bicara kehendak Allah yang terjadi dalam kehidupannya yang kau
dengarkan juga saat ini Aku menyampaikan isi hatiKu melalui Agnes.
Anak-anakKu yang Aku kasihi semua
yang ada di sini, Aku bahagia, sangat bahagia apabila anak-anakKu seperti ini
semua, bekerja dan melayani, mengasihi dan mencintai khususnya untuk Tuhan
dalam kehidupannya. Terima kasih semua atas perjuanganmu.
(Umat bertanya). Di kota-kota lain Ibu memanggil beberapa imam untuk
bersatu di dalam kelompok ini, adalah kerinduan kami semua di kota Batam ini
bila ada satu saja Imam yang bisa bergabung dengan kami anak-anakMu di kota
Batam ini. Terima kasih Ibu.
AnakKu
yang Aku kasihi, betapa sedihnya Aku mendengarkan permintaanmu. Aku mengatakan,
Aku tidak pernah minta dukungan dari dunia. Cukup Allah menyertai kamu dalam
perjalanan ini. Allah tidak pernah memaksa siapapun tapi apabila Imam-imammu
terbuka, Allah akan menangkapnya dan memberikan kepadamu. Tetapi imam-imammu
mengeraskan hatinya. Aku Ibumu, Allah sendiri juga tidak pernah memaksa tapi
Aku berdoa anakKu apa yang menjadi keinginanmu, suatu saat akan bersamamu.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Tapi bukanlah itu maksudKu. Sekali
lagi, Aku tidak pernah meminta dukungan dari dunia, baru dipercaya. Biarlah
kuasa Allah mengalir dalam kehidupan anak-anakNya supaya kebenaran ini
dinyatakan kebenaran-nya dengan kehendak Allah. Kamu mengerti?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Jangan sedih anakKu. Engkau tidak
sendiri. Engkau tidak sendiri. Allah menyertai kamu sekalian yang membuka hati
dalam kebenaran. Siapapun yang menyampaikan kebenaran, Allah bersama dia.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Terima kasih semuanya. Baiklah
anak-anakKu yang Aku kasihi, jangan kau kuatir tentang hal itu nanti saatnya
akan datang, itu lebih penting; kamu boleh mengalami, kamu bahagia, tidak
mengangis tapi kau bersuka-cita boleh mengalami janji Tuhan untuk anak-anakNya.
Mengerti kamu?
Mengerti Ibu, jawab umat.
Baiklah, mari kita berdoa
menyatukan hati untuk datang kepada Allah untuk berdoa. Bukanlah berdoa pikiran
dan perasaan tapi datanglah dengan hatimu, masuklah dalam kehidupan Allah,
itulah yang Aku inginkan. Tidak perlu harus terburu-buru kamu berdoa tapi
berdoa punya arti untuk bertemu dengan Allah, berbicara dengan Allah di Surga.
Inilah yang Aku sampaikan kepadamu. Mari satukan dengan Aku Ibumu, mari kita datang
kepada Allah. Kita berdoa bersama-sama:
Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepadaMu
karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaanMu. (3X) Amin.
Terima kasih anak-anakKu. Selamat
bekerja, selamat melayani, selamat kamu dalam doa, dekatkan dirimu kepada
Allah, itulah yang Aku inginkan daripadamu. Sampai bertemu lagi dalam doa
dimana kamu berdoa, kuasa Allah hadir dan Aku Ibumu hadir diantar oleh Allah
dalam kehidupanmu. Sampai bertemu anakKu, selamat siang untuk kamu semuanya.
Selamat siang Ibu, terima kasih, jawab umat.
---ooo0ooo---