Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu
Yang Bahagia
Di jalan Manggar-Pondok Kelapa, Jakarta, 1 Pebruari 2003
AKU
sudah datang diantara kamu melalui kuasa-KU. Jangan lagi engkau tidak mengerti
tapi mengertilah apa yang sudah AKU perbuat diantara kamu karena AKU mengasihi
kamu. AKU mengasihi anak-anakKU.
Itulah keluh-kesah Tuhan.
Tuhan mencintai kita tapi kadang kadang kita terlalu sibuk sehingga Tuhan
terlupakan dalam hidup ini.
Anak-anakKU
semua yang ada disini, itulah cara-KU KU-nyatakan kepada dunia bahwa AKU
sungguh-sungguh ADA, bukan hanya cerita di dalam Kitab Sucimu tapi AKU nyatakan
bahwa AKU dekat dan hidup dan kekal dan tidak akan berubah sampai AKU datang
kembali ke bumi ini. Maka AKU berkata kepadamu, berjaga-jagalah kamu hai
anak-KU dengan setia, dengan saling melayani dan mengasihi dalam hidupmu. AKU
berkenan bagi anak-anakKU yang setia dan mengerjakan menurut kehendak-KU. Maka
pada malam ini, renungkanlah apa yang sudah kau terima daripada-KU dan
berdoalah dalam nama-KU Yesus. AKU datang menguatkan kamu semuanya sampai AKU
datang menurunkan kuasa-KU untuk memurnikan dunia ini supaya kamu tidak celaka
bersama dunia karena AKU akan mengalahkan dunia.
Berbahagialah
engkau mendengarkan AKU pada malam ini dan renungkan. Itulah yang KU-berikan
kepadamu suatu kenyataan yang tidak bisa diambil oleh dunia, dibantah oleh
dunia. AKU lakukan itu karena AKU mengasihi kamu semuanya.
Sampai
bertemu dalam doamu dan AKU menunggumu. Jangan lagi berbuat dosa tapi
berbuatlah yang baik, muliakan AKU dimanapun engkau barada. Sampai bertemu lagi
dalam doamu. AKU menunggumu.
Pesan Ibu Maria
Salam
untukmu hai imamKu, kamu berdua yang Aku kasihi. Selamat malam untukmu. Sungguh
Aku bahagia.
Selamat malam Ibu, jawab Rm
Isak Doera Pr. dan Rm. S. Gani SJ.
Selamat
malam! Dan juga kamu semua yang ada di sini, selamat malam untuk kamu semuanya.
Selamat malam Ibu, jawab
umat.
Terima
kasih. Aku bahagia. Inilah yang Kumintakan dari Allah supaya Aku bisa bertemu
dengan kamu supaya Aku bisa memberikan isi hatiKu kepadamu. Anak-anakKu yang
Aku kasihi, siapapun yang membuka hati, dia mendapatkannya. Dunia tidak bisa
masuk dalam kehidupanmu kalau engkau membuka hati. Hatimu adalah milik Allah.
Anak-anakKu,
Aku datang untuk kamu, mempersiapkan kamu dengan baik. Aku senang, Aku bahagia
apabila anak-anakKu damai dalam kehidupannya tapi Aku melihat dari Surga, masih
banyak anak-anakKu yang menderita. Yang Aku sedihkan, apakah hari itu datang
semua sudah selesai ataukah hari itu datang anakKu masih jauh dari Allah? Maka
Aku minta kamu yang ada di sini, pergilah sampaikan salamKu kepada anak-anakKu
khususnya untuk para imam. Sampaikan saja anak-anakKu.
Aku
mendengar dan melihat, ada yang menerima, ada yang marah menerima kabar sukacita
ini yang kamu kirim kepada mereka. Dimanakah hati mereka para imam? Aku datang
menyatakan ini supaya para imam mempersiapkan anak-anakKu dengan baik. Mengapa
Aku ditolak? Aku datang kepada anak-anakKu. Aku bebas pergi menemui anakKu di
seluruh bumi ini. Itulah yang terjadi saat ini. Mereka marah karena Kebenaran
itu sudah dinyatakan di negaramu ini dan Allah membongkar semua yang
tersembunyi di dalam kehidupan para imam. Aku sedih. Aku datang, Aku ditolak.
Aku datang untuk bersama mereka untuk melayani anak-anakKu. Inilah yang menjadi
kesedihanKu karena waktunya sudah hampir sampai. Tuhan akan menurunkan
kuasa-NYA ke bumi ini.
Anak-anakKu,
penderitaan seluruh bumi ini akan terjadi. Peperangan yang sangat dahsyat akan
terjadi. Tapi Aku mengatakan kepadamu, suatu bangsa, Allah akan memakainya
untuk mengalahkan bangsa-bangsa yang sombong, yang menyesatkan banyak manusia.
Itu segera terjadi. Itulah awal pemurnian anak-anakKu. Juga di negaramu maka
Aku datang kepadamu mempersiapkan kamu dengan baik supaya kamu siap
menghadapinya tapi kamu jangan takut, Allah menyertai anak-anakNya.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Terima
kasih untuk kamu semuanya.
Anak-anakKu
yang Aku kasihi semua yang ada di sini, maukah kamu bekerja sama saat-saat
terakhir ini untuk menyampaikan salamKu kepada anak-anakKu terutama kepada
imam-imammu melalui doa yang Kuberikan kepadamu? Apa kamu bersedia?
Terima kasih, jawab umat.
Terima
kasih. Bekerjalah anakKu. Aku berdoa untukmu karena kamu masih hidup dalam
dunia maka Surga selalu mengikutkan manusia dalam karya keselamatan. Juga saat
ini kamu juga dipanggil untuk bekerja sama untuk meluruskan perjalanan
anak-anakKu di tanah airmu ini. Apa kamu mengerti?
Mengerti Ibu Maria, jawab
umat.
Terima
kasih. Kalau kamu sudah mengerti….
Ya
ini Aku Ibumu anakKu. Aku Ibumu. Ini Aku Ibumu yang berbicara melalui Agnes ya!
Jangan bertanya lagi dalam hatimu. Percayalah Allahmu mengantarkan Aku, isi
hatiKu melalui Agnes. Ya! Jangan bicara! Jangan bicara! Dalam keraguan!
Siapapun dalam keraguan, disaat kita berbicara dalam kebenaran nanti kamu masuk
dalam pencobaan yang datang dari dunia ini. Ya! Aku Ibumu. Aku Maria, ya! Aku
menjawab, isi hatimu saat ini. (Ibu Maria menjawab isi hati anakNya yang masih dalam keraguan, red)
Anak-anakKu
semua yang ada di sini, ini bukan Agnes! Ini Aku Ibumu. Inilah, cara inilah
mereka menentang. Cara inilah para imam tidak percaya. Allah bisa melakukan apa
saja kalau Allah menghendaki. Allah mau, punya maksud dan tujuan dalam
kehidupan manusia. Kenapa tidak? Inilah, tidak ada yang mustahil dalam
kehidupan Allah. Mana kamu lebih percaya: Allah menjadi manusia? Sekarang Allah
berbicara melalui kuasa-NYA melalui Agnes?
Kami percaya dua-duanya Ibu,
jawab umat.
Baik,
karena kamu sudah menerima Allah dalam kehidupanmu. Engkau disatukan dengan
Allah menjadi anak Allah. Engkau punya hati, punya kasih, punya cinta, engkau
diberikan akal budi, engkau bisa lakukan semua itu supaya engkau bisa mengerti
semua apa yang telah dilakukan Allah bersamaKu, bersama Agnes, bersama kamu di
negara ini.
Anak-anakKu
yang Aku kasihi, Aku minta kepada kamu, mulai hari ini tidak ada lagi kekerasan
tetapi ada damai, ada cinta, dalam hatimu, dalam keluargamu, dalam melayani
dimanapun engkau berada. Tunjukkan bahwa kamu bukan anak dunia, kamu adalah
anak Allah! Bapamu ada di Surga yang mengasihi kamu siang dan malam. Kamu
percaya?
Kami percaya Ibu, jawab
umat,.
Kalau
kamu percaya, jagalah dirimu dengan baik! Jangan lagi kamu jatuh dalam dosa dan
berbuat dosa dan keinginan berbuat dosa. Ini yang Kusampaikan kepadamu.
Berdoalah, doa itu adalah suatu kekuatan. Dekatkan dirimu kepada Allah, engkau
akan kuat.
Terima kasih Ibu Maria,
jawab umat.
Terima
kasih. Dan juga kamu hai imamKu yang Aku kasihi, terima kasih kesetiaanmu
bersama anak-anakKu. Teruslah engkau berjuang anakKu. Sampaikanlah Kebenaran
ini dengan sesamamu. Jangan takut, jangan takut engkau menderita.
Tidak Ibu, jawab imam.
Tidak,
anakKu. Penderitaan itu sukacita. Mereka yang tidak mau mengalami penderitaan,
dia tidak akan mengalami Allah dalam kehidupannya. Maka Aku minta dari padamu,
bawalah juga anak-anakKu ini, Agnes dan semua yang dipanggil untuk melayani,
saat-saat yang Aku katakan saat-saat terakhir ini, teruslah anakKu.
Ya, Ibu, jawab imam.
Jangan
ada lagi ketinggalan. Biarlah rahmat Tuhan, kasih Tuhan yang kau sampaikan itu
masuk dalam kehidupan mereka supaya semua bahagia. Inilah yang Aku katakan
kepada kamu berdua.
Ya Ibu Maria, jawab imam.
Terima
kasih. Aku selalu mengasihi kamu dan Aku selalu menyertai kamu dimana kau berdoa,
bekerja; doaKu di Surga selalu menyertai kamu. Itulah Aku Ibumu Maria. Kamu
percaya Aku menyertai kamu berdua?
Percaya Ibu, jawab imam.
Terima
kasih. Percaya dan semua, semua anak-anakKu di seluruh bumi ini. Terima kasih
untuk kamu semua. Dan Aku mau bertanya, apakah sampai di sini saja kamu berdoa?
Tidak, jawab umat.
Terima
kasih. Teruskan kamu berdoa. Kalau boleh tempat ini juga boleh tempat berdoa.
Apa yang punya rumah boleh untuk tempat berdoa?
Boleh Ibu, jawab tuan rumah.
Aku
berdoa, kumpulkanlah mereka di sini, muliakanlah Allah maka rumahmu ini penuh
berkat anakKu.
Terima kasih, jawab umat.
Dan
berjuanglah dalam nama Tuhan Allahmu, dalam kehidupanmu dan kami di Surga
menyatu di mana kamu berdoa dan melayani. Kami di Surga berdoa menguatkan kamu
semuanya.
Terima kasih Ibu Maria,
jawab umat.
Terima
kasih. Itu saja yang bisa Aku sampaikan kepadamu pada malam ini. Aku ingin kamu
bahagia, tidak ada lagi pertengkaran atau menyimpan kesalahan
saudara-saudaramu. Itu duri bagimu, penghalang untuk datang kepada Allah
seutuhnya. Pemaaflah anakKu karena Allahmu Maharahim. Nyatakan itu kepada dunia
bahwa kamu anak Allah penuh kasih, penuh cinta.
Baik
anakKu, mari kita satukan doa pada malam ini. Mari kita berdoa. Doa itu doa
hati bukan doa harus cepat-cepat, nanti kamu tidak akan mendapatkannya maka
doamu akan dicuri setan maka engkau rugi dalam kamu berdoa.
Dan
Aku minta bagi kamu yang dipanggil (menjadi imam, biarawan/biarawati, red), setialah anakKu dan
berangkatlah dan jangan lagi menoleh ke belakang dan jangan lagi berpikir tapi
hatimu yang berbicara dan sambutlah Allahmu yang memanggilmu. Pergilah anakKu,
walaupun kamu tidak lama tapi engkau akan dijadikan imam pada waktunya.
(Umat dan semua anak-anak
yang dipanggil bertepuk tangan, red)
Nanti,
mereka-merekalah akan mengukuhkan kamu semuanya. Mereka para imam yang
dipanggil dalam kelompok ini yang bersama Aku Ibumu, kamu akan dikukuhkan.
Terima kasih Ibu Maria,
jawab anak-anak yang dipanggil.
Kamu
jangan sedih lagi. Jangan lagi kamu menoleh lagi ke belakang tapi lihatlah
Allahmu sudah menunggu dengan sabar di depanmu. Kamu mengerti?
Kami mengerti Ibu Maria,
jawab anak-anak yang dipanggil..
Terima
kasih. DoaKu mengiringimu dalam perjalananmu. Berangkatlah anakKu. Jangan
takut, Allah menyertaimu. Surga berdoa bagi anak-anakNya yang setia.
Terima kasih Ibu Maria,
jawab umat.
Terima
kasih. Mari kita berdoa.
Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepadaMu
karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaanMu. 3X Amin.
Selamat
berjuang, selamat bekerja, selamat berdoa, selamat berbuat baik. Sampai bertemu
lagi dalam doa untuk semuanya, selamat malam.
Selamat malam, jawab umat.
Ibu izinkan kami memuji Ibu,
memuji Tuhan dan menyatakan cinta kami pada Ibu. (Umat menyanyikan lagu
berpasrah ke Maria)
Terima
kasih, terima kasih atas nyanyian yang bagus. Surga juga memuji. Nyanyian Surga
selalu terdengar di dalam kehidupan manusia yang percaya, yang setia. Terima
kasih untuk kamu semuanya.
Terima kasih Ibu Maria,
jawab umat.
Terima
kasih. Selamat malam kembali untuk kamu semuanya.
---ooo0ooo---