Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

 Imam Bonjol - Semarang, 24 Pebruari 2002

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

Inilah AKU yang datang anak-KU ! Inilah kuasa-KU turun atas kamu sekalian yang berkumpul pada saat ini. Renungkanlah dan bawalah dalam doamu, AKU selalu menunggumu dengan sabar, siang dan malam, kapan engkau datang. Inilah isi hati-KU anak-KU suatu kerinduan untuk dekat dan dekat kepada kamu semuanya.

 

Setelah AKU datang, AKU ingin melihat kamu menjadi anak-KU yang baik dan berguna bagi siapapun, di mana kamu berada. Itulah yang kau berikan kepada-KU. Sampai bertemu lagi dalam doamu anak-KU, AKU menunggumu.

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, selamat siang untuk kamu semuanya.

 

Selamat siang Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih untuk kamu semua anakKu, terima kasih. Ini Aku datang, Ibumu! Melalui kuasa Allah bersatu dengan engkau semua, bersatu dengan Agnes saat ini. Aku datang untuk kamu! Berbahagialah kamu semuanya yang mau mendengarkan Aku maka engkau akan menemukan, maka engkau akan kuat, maka engkau akan siap menghadapi kenyataan yang akan turun ke bumi ini.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Terima kasih anakKu. Tidak ada lagi keraguan, ketakutan dalam hidupmu tapi berbahagialah kamu di mana-mana, bersorak-rialah kamu di mana-mana dan berkumpullah kamu untuk memuliakan Allah, anakKu! Dan lihatlah sekitarmu, saudara-saudaramu yang membutuhkanmu. Pergilah dan layanilah mereka dengan baik. Apa kamu bersedia?

 

Kami bersedia Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih atas kesediaanmu anakKu! Lakukanlah itu, lakukan. Aku datang untuk melayani kamu dan juga kamu saling melayani. Itulah anak-anak Surga, dan siap, dimanapun dia siap untuk bekerja dan melayani.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, kamu sudah banyak mendengar tentang perjalananKu dalam kelompok ini dan tujuanKu datang ke negaramu ini. Engkau telah mendengarkan. Hanya Aku menguatkan untuk kamu semuanya. Mulai saat ini bersediakah kamu untuk berkumpul dan berdoa seperti ini?

 

Kami bersedia Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih, anakKu. Lakukan, Aku menyertai kamu. Terima kasih untuk kamu semua. Anak-anak Tuhan harus mengerti kehendak-Nya. Kehendak-Nya adalah menjadi anak yang baik dan mengerti apa yang dikehendaki oleh Allah dan menuruti kehendak Allah dalam perjalanan hidupnya. Bukan kehendakmu sendiri yang kau jalankan dalam dunia ini, maka engkau akan terjatuh, tersesat, disesatkan oleh dunia. Engkau anak terang, menerangi kegelapan! Siapapun kegelapan, engkau datang menerangi hatinya maka dia akan mendapatkan terang dari Allah karena engkau datang; melalui engkau semuanya.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, masa sulit akan turun dan tidak akan berhenti; yang sangat berat yang harus ditanggung oleh dunia maka jangan kamu datang kepada dunia karena Allah akan mengalahkan dunia ini maka engkau akan selamat pada saat itu. AnakKu, masa sulit yang sangat dalam akan menimpa bumi ini maka itulah Aku datang untuk mempersiapkan kamu dengan baik. Apabila hari itu datang, engkau ingat bahwa Aku Ibumu sudah mengatakan lebih dahulu kepada kamu.

 

Anak-anakKu, Aku Ibumu Maria, dulu dan sekarang adalah sama. Aku diciptakan untuk kamu, tidak sama dengan penciptaan yang lain. Aku sudah ada sebelum bumi ini diciptakan. Aku sudah disiapkan untuk karya keselamatan, karya Allah untuk manusia yang diciptakan supaya bisa diselamatkan dari dunia. Berbahagialah kamu, Aku mengatakan ini kepadamu.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Percayalah anakKu, Agnes tidak tersesat. Tidak ada kesesatan anakKu tetapi ada satu tujuan, kamu menerima keselamatan. Agnes datang untuk kamu, melayani kamu karena dia dipanggil untuk kamu. Jangan kau kuatir, anakKu! Kalau engkau mau menyampaikan ini, jangan takut! Tuhan menyertaimu! Tuhan menyertaimu!

 

Anak-anakKu semua yang ada di sini kalau ini adalah ciptaan dunia, dari awal Allah akan melenyapkan itu semuanya. Karena ini karya Allah, siapakah yang melenyapkannya? Dunia juga tidak akan sanggup melenyapkan semua karya Allah yang sudah ada di bumi ini dan kamu dalam kelompok ini. Nanti saatnya engkau akan mengerti.

 

Biasanya manusia setelah terjadi baru menyesali diri. Bukan menerima, merenungkan perjalanan hidupnya. Itulah manusia! Manusia yang setengah datang kepada Allah, setengah untuk dunia! Tapi Aku minta hari ini datanglah anakKu seutuhnya kepada Allah, engkau akan bahagia, anakKu! Akan bahagia. Itulah yang Aku nyatakan kepadamu.

 

Dan kamu juga di sini, masih banyak meminta mukjizat. Bukan mujizat untuk perbaikan hidupmu tapi mukjizat untuk kesembuhan badanmu yang fana yang tidak kekal yang tidak abadi. Mintalah mujizat kesembuhan rohani anakKu. Semua itu akan diberikan kepadamu kesembuhan-kesembuhan yang baik. Jangan minta kesembuhan dunia tapi kesembuhan bagaimana engkau harus dekat dengan Allah. Mintalah itu kepada Allah maka semua akan diberikan kepadamu. Itulah janji Allah kepadamu! Boleh meminta, tapi untuk kepentingan rohani untuk kepentingan jiwamu supaya engkau selamat.

 

Banyak anak-anakKu meminta hanya kepentingan dunia, tidak masuk dalam kepasrahan maka kalau tidak terjadi mujizat, engkau akan marah kepada Allah karena engkau salah meminta kepada Allah. Mintalah yang sangat rohani, itulah perjalananmu. Percaya, kalau engkau meminta itu, semua kehidupanmu akan menjadi baik. Engkau juga akan sembuh dari penyakitmu. Bukan Allah tidak sayang! Mengapa Allah tidak menyembuhkan aku dan aku selalu meminta kesembuhan. Tapi engkau tidak ingat jiwamu yang harus kau serahkan dan disembuhkan. Kalau jiwa yang sehat tubuhmu juga ikut sehat! Apa kamu mengerti?

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

Jangan salah berdoa! Jangan salah berdoa, anakKu. Allah mengajarkan: “Carilah AKU, mari datang kepada-KU. Tapi kamu datang: “Tuhan sembuhkan aku, penyakitku ini!”  Salah, anakKu. Aku mengajarkan, masuklah kamu dalam kepasrahan, serahkan seluruh jiwa dan ragamu, serahkan semua -apa segala- persoalan yang belum selesai segala penderitaan, segala penyakit, Tuhan akan menyembuhkannya. Belajarlah berdoa dengan baik! Apa kamu mau?

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih anakKu, terima kasih. Aku datang mengajarkan itu kepadamu maka segala sesuatu yang engkau buat dalam hidupmu akan menjadi baik dan terang dalam perjalananmu. Dan Aku melihat di sini, itulah kamu, hanya menangis minta kesembuhan. Bukan Aku Ibumu tidak boleh meminta kepada Allah untuk sembuh tapi yang sangat penting adalah kepasrahanmu menyerahkan jiwamu dan ragamu kepada Allah. Kalau engkau sudah menyerahkan jiwamu, ragamu juga akan tertolong! Apa kamu sudah mengerti?

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

Bagi kamu yang sakit, apa engkau kamu sudah mengerti?

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat yang sedang sakit.

 

Terima kasih. Boleh kamu berkeluh-kesah tetapi berkeluh-kesahlah hal rohani kepada Allah. Mintalah maka engkau akan mendapatkannya. Carilah, Allah akan memberikan apa yang kau cari dan penuh berkat. Anak-anakKu yang Aku kasihi, Aku berdoa untukmu yang saat kau menderita, yang sakit, Aku berdoa anakKu.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Mulai saat ini, berdoalah dengan baik, datanglah kepada Allah seutuhnya; selebihnya Allah akan memberikan kepadamu.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Itulah anak-anak Allah, mengerti maksud Allah. Allah hanya meminta kehidupanmu, bukan duniamu! Mengerti?

 

Mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih, anakKu. Maka Aku datang pada saat ini. Aku bahagia, engkau berkumpul seperti ini. Apa engkau akan melanjutkan seperti ini?

 

Ya Ibu Maria, jawab umat.

 

Aku berdoa dan melihat kamu! Janjimu! Akan Kuminta janjimu anakKu supaya engkau tetap berkumpul dan berdoa, melayani dan bekerja, saling mengasihi dan mencintai. Engkau lebih berkat, berikanlah itu kepada saudara-saudaramu. Apakah mau?

 

Mau Ibu Maria, jawab sebagian umat.

 

Sungguh?

 

Sungguh Ibu Maria, jawab sebagian umat.

 

Tidak semua berkata, sungguh!

 

Sungguh Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

Kamu takut?

 

Tidak Ibu Maria, jawab umat.

 

Duniamu diminta?

 

TIdak Ibu Maria, jawab umat.

 

Hai, anakKu. Semua yang kau terima itu datang dari Allah akan engkau pertanggung jawabkan kepada Allah. Jangan kau sia-siakan berkat itu, anakKu. Engkau nikmati dan juga engkau berikan berkat itu kepada orang lain maka tidak akan dituntut oleh Allah. Sakit anakKu, apabila engkau pulang tidak membawa harta Surgawi. Apakah engkau tahu bahwa harta Surgawi adalah dari sesamamu! Itulah harta Surgawi, anakKu, bekal pulang untuk menghadap Allah! Kalau engau sembunyikan berkatmu, celakalah kamu bersama dunia. Engkau akan mempertanggung-jawabkan kepada Allah. Engkau akan dituntut oleh Allah! Apa kamu tidak takut?

 

Kami takut Ibu Maria, jawab sebagian umat.

 

Tidak semua mengatakan takut? Apa kamu takut anakKu?

 

Takut Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

Kamu takut kehilangan hartamu?

 

Tidak Ibu Maria, jawab umat.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, kalau engkau dengan tulus, sedikitpun kau berikan kepada mereka tetapi hatimu tulus, itu luar biasa dihadapan Allah. Besar kau berikan tetapi kau ingin menguasai, merasa engkau bisa melakukan sehingga engkau menjadi sombong, Allah tidak berkenan  atas persembahanmu. Apa engkau mengerti?

 

Mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

Renungkan anakKu! Renungkan! Aku Ibumu mengatakan, ini Aku Ibumu Maria bersatu dengan Agnes. Bukan Agnes yang berbicara tetapi Aku Ibumu mengantarkan isi hatiKu dari Surga, Aku berbicara di Surga saat ini. Jangan dipikirkan anak-anakKu tetapi renungkan..! Dengan semua peristiwa ini, apa maunya Surga terhadap diriku? Apa pun yang kau lakukan yang tersembunyi, Allah melihat ! Apa engkau tidak malu?

 

Malu Maria, jawab umat.

 

Malu.., anakKu! Persembahkanlah jiwa dan ragamu seutuhnya dengan segala yang ada dalam kehidupanmu untuk Allah melalui sesamamu. Kamu sudah mengerti kan?

 

Mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Kalau engkau sudah mengerti, lakukan itu mulai hari ini. Aku akan melihat dari Surga. Dengan engkau setia dan mengatakan mau, apakah itu kau kerjakan atau tidak karena Aku hidup anakKu! Allah hidup dan melihat semua apa yang dikerjakan oleh manusia oleh anak-anakKu. Kami hidup, bukan seperti kamu! Kamu hidup boleh tidur tapi kami hidup dalam kebahagiaan, dalam kemuliaan, lebih dari segala apa yang engkau rasakan di bumi ini. Inilah rahasia Surga yang Kusampaikan kepadamu. Renungkan, anakKu! Aku percaya, pasti kau bisa melakukannya demi cintamu kepada Surga! Engkau melakukan itu semuanya karena engkau adalah mempunyai bagian dari kehidupan Surga anakKu maka persiapkanlah dirimu dengan baik! Apakah kamu mau menjadi anak yang baik?

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat.

 

Syukur kepada Allah! Itulah anak-anakKu. Itulah semuanya! Karena kamu adalah anak-anak rohaniKu maka engkau sanggup melakukan yang baik itu dalam kehidupanmu. Sekali lagi, apakah engkau mau setia dan bekerjasama dengan Aku Ibumu untuk menyampaikan kabar ini, kabar kasih dan cintaKu melalui doaKu, apa yang telah kau dengarkan saat ini sanggup engkau lakukan itu dan sampaikan kepada siapa pun yang engkau temui! Apakah kamu bersedia?

 

Bersedia Ibu Maria, jawab umat.

 

Puji Tuhan Allah yang maha kuasa! Itulah anak-anak Allah, mempunyai kerendahan hati dan sanggup bekerja tentang kebenaran. Terima kasih anak-anakKu semua yang ada di sini dan juga Aku terima kasih kepada Agnes dan kamu semua yang melayani anak-anakKu di tempat ini. Dan sebentar lagi engkau kembali dan Aku berdoa dan menyertaimu dalam perjalananmu. Sampailah engkau dengan selamat anakKu dan bertemulah dengan keluargamu dengan suka-cita.

 

Amin Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih. Kalau engkau percaya, engkau sanggup mengatakan ini dalam doamu di manapun engkau berada. Kalau engkau dalam keraguan, engkau tidak sanggup mengatakan ini. Dalam keraguan, apakah Tuhan memberkatiKu dalam perjalanan nanti? Semoga Tuhan melindungi aku dan semoga dan semoga…! Hai anakKu, jangan katakan semoga! Pasti.., aku selamat di dalam kasih Tuhan!

 

Ya Ibu Maria, jawab umat.

 

Kenapa kita dalam keraguan mengatakan…? Karena Allah Mahakuasa, dia sanggup melakukan apa terhadap hidupmu. Katakan, aku selamat di dalam nama Tuhan! Jangan katakan, kira-kira! Kenapa Tuhan dikira-kira? Dan semoga? Kenapa tidak pasti..? Pasti.., anakKu! Mulai saat ini kamu tidak lagi di dalam keraguan. Di dalam nama Tuhan aku bekerja, di dalam Tuhan aku melayani, di dalam nama Tuhan aku memberi! Pasti.., anakKu. Karena Allahmu adalah tujuan pasti. Pasti…! Aku bersaksi, Surga itu ada! Luar biasa! Yang disediakan Allah, bagi orang yang percaya dan setia! Kenapa, kenapa..? Tidak! Tidak kenapa!

Amin! Amin! Mengerti kamu?

 

Mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Bergembiralah, anakKu! Apa yang dikatakan Agnes, bergembiralah, bersorak-rialah kamu datang kepada Allah! Di saat engkau masuk ke dalam kepasrahan, engkau boleh diam merenungkan arti perjalanan hidupmu ini tapi kalau engkau bersuka cita, kenapa engkau diam? Engkau gembira, kenapa engkau diam? Anak-anakKu, Surga bersorak-ria anakKu, bergembira! Nanti, nanti engkau akan mengerti apabila engkau sungguh-sungguh masuk dalam kepasrahan dan setia, engkau akan bersatu dalam kegembiraan di Surga!

 

Ibu, apakah semua anak-anakKu yang hadir di sini mendapat tempat di Surga bersama Ibu ? (Pertanyaan seorang umat. red)

 

Aku bertanya kepadamu, apa engkau mulai hari ini mengatakan sanggup dan mengatakan iya Tuhan, aku mau hidup bersamamu dan setia kepadamu walaupun aku menderita dan sakit ! Sanggupkah engkau …..?

 

Sanggup Ibu Maria, jawab umat. (Umat bertepuk tangan, red)

 

Maka sampailah engkau pada tujuan bahagia bersama Aku Ibumu dan Aku menunggumu! Aku menunggumu tetapi janjimu harus kau tepati!

 

Ya Ibu Maria, jawab umat.

 

Setia dalam penderitaan, setia dalam segala hal! Setia, anakKu! Jangan engkau berkeluh kesah seperti engkau tidak mempunyai Allah di Surga. Malu.., anakKu! Engkau sudah dipermalukan oleh dunia karena engkau tidak sepenuhnya datang kepada dunia. Dunia bersorak ria kalau engkau dalam keraguan. Dunia bersuka-cita kalau engkau meninggalkan Tuhan. Dunia…, merasa menang apabila kau jatuh dalam dosa! Dunia…! Hai anakKu, jangan engkau ingin dunia mendukung kehidupanmu karena dukungannya adalah menyiksa hidupmu dan menjauhkan kasih dan cinta Allah dari kehidupanmu. Mengerti kamu?

 

Mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih kalau kamu mengerti. Terima kasih kalau engkau sudah mengerti! Hari ini kau mengerti, apa sebelumnya engkau tidak mengerti? Mengapa engkau diam?

 

Bingung, jawab sebagian umat.

Yakinnya hari ini Ibu, jawab sebagian umat.

 

Ibu, bisakah Ibu menerangkan apakah yang dimaksud dengan ‘dunia yang mendukung kehidupanmu’? (Pertanyaan seorang umat, red.)

 

Apakah kamu mengerti apa dunia itu anakKu?

 

Mohon diterangkan Ibu Maria, permintaan umat.

 

Apakah kamu mau didukung oleh dunia-dunia ini yang menyesatkan?

 

Tidak Ibu Maria, jawab umat.

 

Jangan menikmati dosa! Dunia, memberikan kenikmatan dosa sehingga terlupa bahwa dosa itu menjauhkan hidupnya dengan Tuhan. Banyak anak-anak Allah menikmati dosa. Dosa….! Mengapa dosa dinikmati ? Tapi nikmatilah kasih Tuhan yang telah memberikan kau hidup sampai saat ini!

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, berbahagialah engkau bisa berbicara dengan Aku Ibumu Maria!

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Aku datang untuk kamu! Saat ini Aku di Surga berbicara dengan kamu; kuasa Allah mengantarkan ini, tidak dimengerti oleh manusia! Tidak dimengerti! Inilah saat yang terakhir bagi dunia! Aku menang! Aku datang! Inilah permintaanKu di negaramu ini untuk menyelamatkan banyak anakKu di tempat ini. Siapakah bisa menghambatKu? Sampai saat ini para imam tidak akan sanggup datang memanggil anak ini. Aku bersaksi kepadamu. Siapakah yang memanggilnya? Siapakah yang menyelesaikannya? Siapakah yang mengambil ini semua? Tidak ada anakKu! Mereka tidak ada kuasanya. Sampai hari itu tiba, mereka baru menangis! Karena anak ini bersaksi tentang Surga, tentang kebenaran, tentang pesan yang penting yang Aku sampaikan kepada anak-anakKu!

 

AnakKu, mereka berbicara tidak terbuka tetapi mereka berbicara tersembunyi. Karena mereka tersembunyi, menyembunyikan hidupnya karena mereka tidak berdaya. Mereka tidak akan sanggup mengambil bagian di dalam perjalananKu bersama kamu, bersama Agnes! Nanti engkau akan mengerti apa yang Aku katakan ini kepadamu. Sampai saat ini juga para imam tidak sanggup menyelesaikan dan mengerti tentang perjalananmu ini bersama kamu tapi doakan mereka, itulah tugasmu! Karena mereka masih dalam kehidupan manusia tapi tidak sadar arti panggilan, kedekatan rohani dengan Allah. Mereka sibuk dengan dunianya. Itulah menjadi kesedihanKu maka Aku datang untuk menolong kamu!

 

Ibu Maria, Ibu mengutus kami bersama imam kami Alexius untuk pergi bersama Agnes, adakah tempat tertentu yang Ibu ingin kami datangi untuk menyampaikan kebenaran ini? (Pertanyaan seorang umat, red)

 

Bekerjalah anakKu! Di mana ada penderitaan engkau datang ke sana. AnakKu, engkau akan menemukan, yang mana engkau harus layani karena banyak anak-anakKu yang akan engkau layani saat-saat terakhir ini. Sesampainya hatimu, sesampainya langkahmu, Tuhan berkatimu! Aku menyertaimu. Terima kasih untuk kamu!

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

  

Sampai di sini, engkau sudah mengerti kan?

 

Sudah Ibu Maria, jawab umat.

 

Lakukan! Lakukan anakKu!

 

Ibu , kami masih rindu Ibu!

 

Sedikit pertemuan kalau itu berarti dalam hidupmu, dalam hatimu, itu luar biasa! Lamapun kita bertemu tapi hatimu tertutup, engkau tidak akan mendapatkan apa-apa! Mengerti kamu?

 

Mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih untuk kamu semua, Dan selamat bekerja dan melayani! Temuilah anak-anakKu, Aku menyertaimu!

 

Ya Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih. Mari satukan hatimu dengan Aku Ibu Maria supaya engkau bersatu dalam doa yang telah ajarkan kepadamu supaya engkau dikuatkan di mana engkau melayani, di mana engkau bekerja dalam kebenaran, Allah menyertaimu. Mari satukan hatimu dengan Ibu Maria saat ini, Aku mengasihi kamu sekalian!

 

Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepadaMu

karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaanMu. 3X Amin.

 

 

Anak-anakKu, bawalah damai Tuhan dalam kehidupanmu. Berdamailah engkau di mana-mana terutama dalam keluargamu anakKu supaya engkau selamat dari segala hal yang akan turun ke bumi ini. AnakKu, berdamai..! Karena Allah sumber kedamaian maka engkau juga menciptakan damai di manapun engkau berada. Sampai di sini anakKu! Terima kasih semuanya.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab sebagian umat.

 

---ooo0ooo---