Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Jalan Rinjani- Surabaya, tanggal 31 Januari 2001

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

“Mengertikah engkau kehadiran-KU saat ini diantara kamu?” (Ini kata Tuhan)

“Kalau engkau tidak membuka hati, engkau tidak akan mengerti!” (Ini kata Tuhan)

“Bukalah hatimu anak-anakKU supaya kuasa-KU setiap saat datang diantara kamu supaya engkau mengerti bahwa AKU sangat dekat kepada kamu.” (Ini Kata Tuhan)

“Inilah cara-KU KU-berikan kepada kamu.” (Ini kata Tuhan)

“Karena banyak anak-anakKU meninggalkan AKU karena dunia.” (Ini kata Tuhan)

“Inilah permintaan Ibumu!” (Ini kata Tuhan)

“AKU berkati! Karena Ibumu mengumpulkan kamu semuanya dan dibawa kembali kepada-KU, AKU berkati!” (Ini kata Tuhan)

“Dan AKU bersama Ibumu tidak akan dipisahkan. Kami adalah satu! Tidak akan bisa dipisahkan. Ibumu adalah milik surga. AKU-lah yang mempunyai surga! (Ini kata Tuhan)

“AKU menciptakan Ibumu untuk kamu, untuk dinyatakan karya keselamatan ini kepada dunia.” (Ini kata Tuhan)

“Dia KU-ciptakan untuk karya keselamatan, KU-berikan kepada manusia.”

“Itulah cara-KU, maka AKU datang ke dunia. AKU menjadi manusia seperti kamu supaya AKU bisa berbicara dengan kamu.” (Ini kata Tuhan)

 

“Itu sudah AKU lakukan tapi banyak juga manusia masih mencari dunia. AKU sudah menawarkan surga kepada manusia tetapi manusia mencari dunia.” (Ini kata Tuhan)

“Tapi AKU membiarkan itu semuanya terjadi. AKU sudah memberikan surga kepada manusia tetapi manusia memilih dunia; ialah mereka mencari dunia, mendapatkan dari dunia.” (Ini kata Tuhan)

“Siapa mencari AKU, dia akan mendapatkan dari AKU! AKU telah menyediakan adalah surga, dalam kebahagiaan.” (Ini kata Tuhan)

 

“Hai kamu anak-anakKU yang ada di sini.” (Ini kata Tuhan)

“Mulai saat ini sadarlah hatimu! AKU ada dan dekat. AKU ada sejak dulu dan sekarang dan tidak berubah! Ini yang AKU katakan kepadamu !

“Inilah yang AKU lihat banyak anak-anakKU yang meninggalkan AKU mencari dunia, kemegahan dari dunia.” (Ini kata Tuhan)

“Tapi saat ini AKU datang diantara kamu! Bangkitlah kamu hai anak-anakKU! Bangkitlah kamu! Sadarlah kamu! Jangan lagi kamu terlena dengan dunia karena AKU akan menurunkan kuasa-KU ke bumi ini. AKU akan mengalahkan dunia!” (Kata Tuhan)

“Karena banyak manusia-manusia menderita yang tidak bersalah karena ulah manusia mencari dunia.”

 

“Hai kamu, bukalah hatimu!” (Ini kata Tuhan)

“AKU datang berbicara saat ini, melalui anak ini AKU sampaikan isi hati-KU kepada kamu. Begitulah AKU menunggu kamu di surga tapi sedikit yang datang kembali kepada-KU!” (Ini kata Tuhan)

“Maka AKU minta kepada kamu, jadilah engkau saksi kebenaran ini dan sampaikanlah kebenaran ini maka AKU menyertai kamu semuanya. Itulah yang KU-berikan kepada anak ini.” (Ini kata Tuhan)

“Jangan pikirkan kehadiran-KU tapi renungkanlah dan berdoalah di dalam nama-KU, AKU akan memberikan pengertian ini kepadamu.” (Ini kata Tuhan)

“Kebenaran tidak bisa diselesaikan oleh pikiran tetapi dengan hatimu yang terbuka engkau dapat menerima kuasa-KU. Karena kuasa-KU bekerja sampai saat ini, sampai Aku datang kembali ke dunia ini.” (Ini kata Tuhan)

“Engkau tidak akan kuat tanpa AKU! AKU-lah kekuatan-KU !”

 

“Hai anak-KU, inilah AKU mengatakan benar kepada kamu melalui anak ini!” (Ini kata Tuhan)

“Dengan cara inilah supaya engkau terbuka hatimu, telingamu, matamu bahwa AKU dekat sekali! Dekat diantara kamu!” (Ini kata Tuhan)

“Maka AKU minta kepadamu, setelah engkau kembali dari rumah ini AKU minta renungkanlah dan berbuatlah yang baik dan jadilah kamu anak-anakKU yang baik! Menjadi saksi-KU kepada dunia.” (Ini kata Tuhan)

“Kuasa-KU tidak bisa kau pikirkan! Dengan cara apa pun AKU lakukan karena AKU memiliki segala-galanya.”

“Ini semua KU-berikan adalah untuk kebahagiaan kamu!” (Ini kata Tuhan)

 

“AKU mengantar anak ini, bersama mereka yang bersama anak ini karena tempat ini begitu keras….! Begitu keras….!”

“AKU berkata kepadamu, jangan takut! AKU menyertai kamu dalam pelayananmu ini dan tidak pernah meninggalkan kamu sendiri.” (Ini kata Tuhan)

“Sekali lagi AKU mengatakan kepadamu, tidak ada satu pun melukai tubuhmu karena AKU menyertaimu! Itulah janjiKU kepadamu dalam kelompokmu ini.”

“AKU mengirim kamu ke sini, supaya kamu yang ada di sini menjadi saksi tentang kebenaran ini.” (Ini kata Tuhan)

“Sampaikan kebenaran ini! Jangan takut..! AKU ada bersamamu! Apa pun yang kau lakukan di dalam nama-KU, AKU berkati!” (Ini kata Tuhan)

“Mengertilah apa yang AKU katakan kepadamu pada saat ini!” (Ini kata Tuhan)

 

“Baiklah AKU menunggumu dan melihat kamu semuanya.”

“AKU akan melihat kamu semua dari surga. Apa yang telah kau terima dari AKU pada saat ini; apa yang kau perbuat untuk anak-anakKU!”

“AKU akan melihat dari surga dan AKU akan berkati semua apa ynag kau lakukan untuk-KU.” (Ini kata Tuhan)

“Sampai bertemu lagi dalam doa anak-KU, AKU menunggumu! AKU mengasihimu! AKU menyayangimu!”

“Sungguh AKU mengatakan, segalanya telah KU-berikan bagimu supaya engkau mengerti bahwa AKU-lah yang menciptakan kamu semuanya dan memberikan kamu hidup sampai saat ini. AKU hanya meminta hatimu, meminta hatimu anak-anakKu! Berikanlah kepada-KU! Itu yang AKU mintakan padamu pada saat ini.”

“Sampai bertemu lagi anak-KU dan berdoalah dan sebut nama-KU; itulah kekuatanmu!”

“Renunganlah!” (Ini kata Tuhan)

Pesan Bunda Maria

 

“Hai imamKu yang Aku kasihi, selamat untukmu!”

 

Salam Ibu Maria, jawab Mgr. Isak Doera Pr.

 

 

“Terima kasih!”

“Dan sampaikan salamKu kepada imammu yang bersatu bersama kamu. Sampaikan salam kasih dan cintaKu bahwa Aku selalu menyertainya di dalam pelayanannya.”

 

“Dan juga kamu bersama Agnes, terima kasih ! Kamu sudah datang mengunjungi anak-anakKu di tempat ini.”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat yang melayani.

 

“Terima kasih!”

 

“Dan juga kamu yang berkumpul di sini, bersatu dengan Aku Ibumu untuk mendengarkan kebenaran yang sudah datang di negaramu ini.”

“Terima kasih anak-anakKu!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih untuk kamu semuanya!”

“Ini Aku anak-anakKu. Ini Aku yang berbicara kepadamu, melalui Agnes Aku menyapa kamu!”

“Jangan ragu hatimu! Aku yang sudah datang! Aku sangat merindukan kamu. Kini Agnes bersama anak-anakKu datang ke tempat ini.”

 

“Aku melihat banyak kekerasan di tempat ini!”

“KesedihanKu, melihat anak-anakKu yang berubah hatinya. Tapi itu, adalah tugasKu sebagai seorang Ibu mendoakan anak-anakKu supaya anakKu pulih kembali, kembali kepada Allah yang mencintai kamu semuanya.”

 

“Anak-anakKu, yang Aku kasihi, sungguh Aku mengatakan, dulu Aku sudah menyampaikan di tempat ini tapi sayang tugasnya tidak selesai. Sekarang sudah berjalan sendiri, menutup hati! Sungguh Aku sedih…!”

“Kini Aku mengulang kembali datang ke kotamu ini untuk menyampaikan kepada kamu bahwa saatnya akan datang.”

“Aku jelaskan kepadamu supaya apa yang telah Aku sampaikan diantara kamu tidak terputus. Dan Aku jelaskan, saatnya akan datang anak-anakKu maka Aku datang ke negaramu ini dengan cara ini, seperti ini supaya kamu mendengar; mendengar sendiri dari Aku Ibumu.”

“Jangan lagi hatimu terbagi-bagi anakKu !”

“Sekarang Aku mengumpulkan kamu kembali dan engkaulah menjadi saksiKu.”

“Dan sampaikanlah kabar suka-citaKu ini kepada anak-anakKu dan Aku telah mengirim salam kasih dan cintaKu melalui doa Kuberikan kepada anak-anakKu di negaramu ini.”

“Dan itulah yang Aku minta kepada kamu supaya kamu bekerja bersama Aku Ibumu untuk mempersiapkan anak-anakKu di tempat ini.”

“Anak-anakKu sekalian, Aku sedih….!”

“Engkau tidak ditinggalkan! Aku Ibumu ada bersama kamu.”

“Biarlah Allah yang akan menyelesaikan semua itu. Kamu tidak perlu ikut dalam masalah itu, yang penting saat ini bersatulah kamu kembali dan berdoa.”

“Dan sampaikan salamKu ini kepada saudara-saudaramu, anak-anakKu dan para imam! “Jangan takut! Sampaikan saja! Biar kuasa Allah yang bekerja di tempat ini!”

“Dan Aku mau bertanya kepadamu, apakah kau sudah mengerti apa yang Aku katakan ini?”  (Umat terdiam, red)

 

“Kamu belum mengerti?”

“Jawablah anakKu ! Apakah kamu sudah mengerti apa yang Aku katakan ini?”

(Umat terdiam, red)

 

“Kenapa kamu diam?”

“Katakan ! Aku mendengarkan isi hatimu; katakan anakKu!”

“Supaya apa yang Aku katakan kepada Lucia akan sampai di seluruh bumi ini dan kamu juga!”

“Inilah yang terakhir anakKu! Nanti engkau akan mengerti, apabila hari itu datang kamu akan mengingat kembali apa yang sudah Aku sampaikan ini kepadamu.”

“Maka mulai saat ini, janganlah lagi engkau sibuk dengan dunia!”

“Bekerja, berdoa! Berdoa dan bekerja dan melayani dan mengasihi antara satu dengan yang lain dan memberi dan mengampuni atas kesalahan. Itulah permintaanKu!”

“Supaya engkau kuat- masa penantian ini - karena sangat berat bagimu. Karena kuasa-kuasa kegelapan menghampiri setiap manusia yang percaya kepada Allah.”

 

“Anak-anakKu jangan engkau berbicara dalam hati!”

“Ini Aku Ibumu Maria berdoalah…! Memohon kepada Allah engkau akan mendapat-kannya.”

“Aku mengerti perasaanmu! Karena  engkau tidak mengerti!”

“Tapi mulai saat ini mengertilah..! Jadilah kau mengerti supaya kebenaran ini bisa kau sampaikan kepada saudara-saudaramu.”

“Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, apakah engkau mau bekerja sama dengan Aku Ibumu untuk menyampaikan salam dan kasih dan cintaKu melalui doa yang telah Kuberikan kepadamu?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat.

 

“Terima kasih!”

“Kalau engkau mau bekerja, jangan dalam keraguan tetapi engkau percaya bahwa Allah menyertaimu di mana pun engkau berada.”

 

“Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, ini Aku Ibumu, melalui Agnes.”

“Benar, Agnes dipanggil untuk kamu. Dia dipanggil dari jauh untuk kamu. Dia sudah disiapkan masih di dalam rahim ibunya dan dia dipisahkan dari rahim ibunya, dibawa keluar dari ibunya maka dia sampai kepadamu saat ini.”

“Ini Agnes, anak ini Kuberikan kepadamu untuk menyampaikan tanda kasih dan cintaKu yang terakhir ini untuk mempersiapkan kamu. Supaya kamu siap menghadapi kenyataan yang telah Aku sampaikan kepadamu. Supaya engkau tidak takut tetapi kamu bersuka-cita bahwa engkau sudah menerima lebih dahulu.”

“Terima kasih  untuk kamu semuanya!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

“Terima kasih! Terima kasih anak-anakKu !”

 

“Anak-anakKu semua yang ada di sini, engkau melihat bukan saja di negaramu, di seluruh bumi akan terjadi. Sekarang sudah terjadi, awal…awal dari janji Tuhan yang akan turun ke bumi.”

“Dan engkau jangan takut menghadapi negaramu ini.”

“Jangan takut! Engkau anak Allah, engkau anak terang, engkau bukan anak dunia. Tetapi mereka anak dunia karena mereka tidak percaya tentang kebenaran.”

“Kini engkau lihat akan yang terjadi…! Mereka akan saling membunuh antara mereka sendiri tetapi kamu berdoa menguatkan, saling menguatkan terutama dalam keluargamu.”

“Ciptakan doa! Ciptakan damai! Ciptakan kasih! Supaya kuasa Allah sempurna bekerja di dalam keluargamu masing-masing.”

“Aku mengatakan, tidak akan selesai! Sampai hancur negaramu ini! Dibuktikan oleh Allah kepada kamu.”

“Anak-anakKu, maka Aku datang ke negaramu ini untuk membawa anak-anakKu, memisahkan dari dunia dan Kukembalikan kepada Allah.

“Dan Aku minta kepada kamu karena kamu hidup dalam dunia, Aku ingin bekerja sama dengan kamu untuk anak-anakKu. Apakah kamu mau?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat.

 

“Terima kasih!”

“Aku berdoa atas niat baikmu itu.”

“Dan percaya ! Jangan takut anakKu, kebenaran tetaplah kebenaran. Dunia tidak akan sanggup mengalahkan kebenaran karena kamu datang dari kebenaran. Ini yang Aku katakan kepada kamu.”

“Berkumpullah kamu kembali! Himpunlah  saudara-saudaramu ! Ajaklah mereka berdoa, bersatu! Satukanlah doaKu ini dengan doa-doamu, itulah kekuatanmu.”

“Apakah kamu mau melakukan itu?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat.

 

“Terima kasih!”

“Terima kasih anak-anakKu yang Aku kasihi, Aku berdoa. Aku berterima kasih kepada kamu, kesediaanmu untuk bekerja bersama Aku Ibumu Maria!”

“Ya, Aku Ibu Maria! Berdoalah…!”

“Sekarang juga Allah mendengarkan di surga. Kini juga ada di surga anakKu ! Ini Aku, diantarkan kepada Agnes, melalui Agnes bertemu dengan kamu. Aku ada di surga saat ini, hanya kuasa Allah…!”

“Jangan dipikirkan ya…. ! Jangan dipikirkan…. ! Engkau tambah tidak mengerti karena kuasa Allah sulit untuk dimengerti melalui pikiran tetapi cepat dimengerti melalui hatimu yang paling dalam! Engkau akan menemukannya.”

“Inilah yang Aku mintakan dan Aku teruskan, apa sudah Kusampaikan di negaramu ini sampai hari itu tiba.”

“Maka kamu-kamu yang percaya, kamu akan kumpul kembali bersatu dalam kasih Allah, memuliakan Allah, hidup baru dengan bahagia. Satu masa bersama Allah!”

“Sungguh inilah kabar yang Aku sampaikan kepada kamu !”

“Anak-anakKu, jangan dipikirkan, jangan….!”

“Saatnya akan datang! Kalau kamu siap dengan hati, dengan rohani, engkau tidak akan terkejut apabila hari itu turun ke bumi ini. Engkau menyambut dengan suka-cita, tidak ketakutan, walau pun bumi ini digoncangkan oleh Allah.”

 

“Anak-anakKu, siapa yang tidak percaya, biarlah tidak percaya! Suatu saat nanti mereka kan percaya, tapi sungguh menyesal…! Sangat terlambat untuk mengerti!”

 

“Anak-anakKu, Aku mengucapkan terima kasih atas kamu semua yang berkumpul bersama Agnes dan anak-anakKu yang melayani kamu semuanya.”

“Inilah permintaanKu, sehingga mereka sampai di tempat ini di mana pun anak-anakKu berada.”

“Ini tugas, Kuberikan kepada mereka. Kini juga Aku mau menawarkan kepada kamu. Apa kamu juga mau bekerja bersama Aku Ibumu untuk melayani anak-anakKu untuk menyampaikan kebenaran ini?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat.

 

“Terima kasih!”

 

“Jangan takut berbicara dalam hati, iya Ibu..! Pasti kuasa Allah akan bekerja sempurna di dalam hatimu.”

 

Ya Ibu Maria, jawab umat.

 

“Terima kasih untuk kamu semuanya. Aku berdoa untuk kamu di sini !”

“Terima kasih !”

“Berkumpullah kembali seperti ini, setelah Agnes dan anak-anakku pulang. Kamu dapat meneruskannya. Panggil mereka satu-persatu dan sampaikan salamKu ini melalui doaKu supaya semua itu akan menjadi baik di tempatmu ini.”

“Terima kasih! Terima kasih!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

“Terima kasih!”

 

“Apa kamu sudah mengerti, semua apa yang Aku katakan ini kepada kamu?”

 

Kami sudah mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

“Sungguh engkau mengerti?”

 

Sungguh Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Sungguh…! Terima kasih!”

“Puji Tuhan Allah yang baik karena kau adalah anak-anak Allah, anakKu yang diberikan Allah kepadaKu dan Aku Ibumu selalu berdoa untuk kamu semua.”

“Kini Aku juga ada di surga supaya engkau mengerti. Aku tidak masuk kepada Agnes tapi kuasa Allah mengantar ini kepada Agnes supaya isi hatiKu ini bisa kamu terima. Apa kamu mengerti maksudKu ini?”

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

“Terima kasih! Terima kasih anakKu semuanya!”

“Baiklah Aku berdoa untuk kamu supaya kamu dapat melayani seperti Agnes, seperti anak-anakKu yang ada di sini bersama Agnes, juga kamu dapat melayani mereka.”

“Pulihkan kembali anak-anakKu, apa yang sudah terjadi diantara kamu satukan kembali Aku berdoa untukmu!”

 

“Terima kasih untuk kamu semuanya!”

“Mari satukan hatimu dengan Aku Ibumu. Mari Aku bawa doamu Kupersembahkan kepada Allah; semua akan menjadi baik.”

“Mari doa dengan hati supaya doamu bisa diterima supaya kau bisa bermesraan kembali dengan Allah dalam doamu. Mari kita berdoa anak-anakKu.”

 

“Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu,

karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.” (3X) Amin.

 

“Terima kasih anak-anakKu sampai bertemu dalam doamu dan Aku selalu bersatu di mana engkau berdoa. Aku akan menguatkan kau dalam doaKu!”

“Percayalah anakKu, engkau anak terang anak Allah. Allah akan menyertaimu dalam segala kesetiaanmu kepada Allah, suka dan duka dalam penderitaan apa pun yang kau terima maka engkau akan melihat kemuliaan Allah di dalam dasar hatimu yang paling dalam di mana pun engkau berada.”

“Terima kasih anak-anakKu, sampai bertemu kembali!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Sampai bertemu! Selamat untuk kamu semuanya untuk bekerja, doaKu menyertai kamu semuanya. Amin.”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

---ooo0ooo---

 

 

 

 

Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Kapel St. MariaTak Bercela, Kompl. Bumi Citra Fajar – Sidoarjo

tanggal 1 Pebruari 2001

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

“Lihat anak-anakKU, AKU sudah datang!”

“AKU minta kepadamu, mengertilah engkau dengan hatimu!” (Ini kata Tuhan Yesus)

“Dulu AKU juga datang ke dunia dan AKU tidak meninggalkan engkau sendiri di dunia ini. Siapa yang percaya kepada-KU dan setia kepada-KU dan menuruti segala perintah-KU tentang kebenaran maka kamulah anak-anakKU yang AKU kasihi.” (Ini kata Tuhan Yesus)

“Lihatlah dengan hatimu, AKU sudah datang diantara kamu!” (Ini kata Tuhan)

“Aku datang dengan cara-KU!”

“Jangan sekali-sekali engkau berpikir secara dunia, engkau tidak akan mendapatkan apa-apa, tetapi datanglah dengan hatimu.” (Ini kata Tuhan)

“Maka engkau mendapatkan kasih, karunia dan cinta yang AKU berikan dengan cuma-cuma kepada kamu semuanya.”

“Maka setelah AKU datang, mengertilah engkau bahwa AKU ada, dulu dan sekarang adalah sama dan tidak akan berubah dan tidak ada yang bisa merubah karena AKU ada dengan sendirinya.”

“AKU-lah yang mahakuasa yang bertahta di surga, yang memberikan engkau segala-galanya dalam kehidupanmu.”

“Datanglah anak-KU! Jangan lagi engkau masuk terlalu banyak kepada dunia akhirnya engkau tidak mengerti siapakah AKU ini di dalam kehidupanmu.” (Ini kata Tuhan Yesus)

 

“AKU minta kepadamu pada malam ini, kembalilah engkau seutuhnya kepada-KU karena AKU akan datang dan menurunkan kuasa-KU ke bumi ini untuk melenyapkan semua yang menjadikan kamu menderita.”

“AKU berperang kepada dunia tetapi AKU menang! Apabila kamu bersama AKU, engkau menang !” (Ini kata Tuhan Yesus)

 

“Anak-anakKU, inilah AKU yang berkata kepadamu melalui kuasa-KU; melalui anak ini AKU menyampaikan isi hati-KU kepada kamu semuanya supaya engkau tahu AKU dekat dan sangat dekat kepadamu.”

“Dan AKU selalu menunggumu kamu semuanya. AKU menunggu dengan sabar, kapan kamu datang kepada-KU dan meminta AKU dalam kehidupanmu!” (Ini kata Tuhan)

“Maka bangkitlah kamu semua dan tinggalkanlah yang menyesakkan di dalam hidupmu dari dunia ini.” (Ini kata Tuhan Yesus)

“Supaya engkau bahagia bersatu dalam kasih dan cinta-KU! Engkau bahagia menikmati dalam dunia ini!” (Ini kata Tuhan Yesus)

“Engkau juga bahagia kembali kepada-KU! AKU selalu menunggumu, dalam kebahagiaan adalah surga! Itulah yang KU-berikan kepadamu!” (Kata Tuhan Yesus)

“Sampai bertemu dalam doamu dan AKU menunggumu! Datanglah AKU menunggumu!” (Ini kata Tuhan)

Pesan Bunda Maria

 

“Salam untukmu hai anakKu Isak Doera, yang engkau setia di mana di hari tuamu engkau tetap bekerja untuk melayani anak-anakKu. Supaya dinyatakan kebenaran ini bahwa Allah yang mahakuasa yang memiliki surga, menyediakan bagi setiap manusia yang percaya kepada Allah.”

“Terima kasih !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Mgr. Isak Doera Pr.

 

“Terima kasih !”

 

“Dan juga untuk kamu semua anak-anakKu yang Aku kasihi, selamat malam untuk kamu semua!”

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih anak-anakKu sekalian!”

 

“Berbahagialah kamu hai anak-anakKu! Kebenaran ini dinyatakan diantara kamu.”

“Kini Aku hadir di tengah kamu bersama Agnes. Aku menyapa kamu!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih!”

 

“Dan Aku minta kepadamu, janganlah engkau menghitung waktu kalau engkau mau datang kepada Allah karena waktu adalah milik Allah. Janganlah sisa kau berikan kepada Allah tetapi berikanlah semua itu kepada Allah. Semua itu akan diberikan dalam perjalananmu, hari-hari yang disediakan untukmu. Jangan sekali-sekali kamu menghitung waktu untuk datang kepada Allah nanti engkau tidak akan mendapatkan apa-apa.”

 

“Anak-anakKu semua yang ada di sini siang dan malam adalah waktu Allah. Siang dan malam Allah bekerja untuk melindungi kamu semuanya.”

“Kapan pun kamu datang, Allah menerimanya, asal kau datang dengan hatimu dan engkau memerlukan Allah dalam hidupmu.”

“Sekali lagi Aku mengingatkan kepadamu, jangan menghitung waktu kapan doa ini selesai.”

“Kamu sanggup bekerja dan melakukan segala kegiatanmu sepanjang hari, sedikit kau berikan kepada Allah. Jangan lakukan itu anak-anakKu! Tapi banyaklah datang kepada Allah! Itulah kekuatanmu dalam perjalananmu.”

 

“Banyak Aku melihat dan juga para imam-imam mereka berdoa dengan cepat-cepat dan juga banyak anak-anakKu berdoa, hanya berdoa di bibir dan di pikiran, cepat selesai; kamu tidak akan mendapatkan apa-apa dari apa yang kau lakukan.”

“Kalau engkau sungguh-sungguh datang kepada Allah sediakan waktu itu sebanyak mungkin. Bertemulah dengan Allah!”

“Mungkin engkau tidak mengerti bagaimana bertemu dengan hati, dengan Tuhanmu.”

“AnakKu yang Aku kasihi, Akulah Ibumu Maria yang menyapa kamu. Aku suduh datang ke negaramu ini untuk mengumpulkan kamu semuanya dan mengajarkan kepada kamu bagaimana doa yang baik bersatu dengan Allah.”

 

“Anak-anakKu yang ada di sini, Aku menyapamu bukan menegur kamu tetapi mengingatkan kamu.”

“Sediakanlah waktu! Kalau engkau berdoa tidak lagi menghitung waktu, biarkan doa itu mengalir dan selesai dengan penuh kebahagiaan. Apa kamu sudah mengerti?”

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih anak-anakKu !”

 

“Kalau kamu sudah mengerti mulailah saat ini. Doa yang baik adalah doa dengan hati, dengan penuh kepasrahan, memasrahkan diri kepada Allah. Aku Ibumu Maria hidupKu hanya mau menyerahkan diri hanya kepada Allah.”

“Aku hidup dalam doa; itulah kekuatanKu. Itulah yang Kulakukan.”

“AnakKu, ini juga Kuberikan kepadamu supaya kamu hidup bahagia di dalam dunia ini; supaya kamu tidak mudah jatuh dalam pencobaan; supaya engkau tidak takut dan khawatir tentang hidupmu.”

 

“Kepasrahan adalah milik Allah seutuhnya.”

“Kalau kamu sudah masuk dalam kepasrahan, engkau sudah bersatu dalam kasih dan cinta Allah di dalam hidupmu.”

“Kalau kamu belum masuk dalam kepasrahan kamu masih dalam keraguan. Kamu juga tidak bisa berdoa dengan baik!”

“Inilah yang Aku berikan kepadamu supaya engkau kuat, dapat menjaga dirimu di dunia ini dan kamu tidak mudah tergoda oleh dunia yang membuat setiap manusia yang adalam keraguan, dia akan menderita, celaka bersama dunia.”

 

“Aku Ibumu Maria, sungguh..! Kini Aku ada di surga!”

“Inilah kuasa Allah mengantarkan isi hatiKu melalui Agnes, anak ini yang Aku kasihi Kuberikan kepada kamu walaupun dia menderita untuk menerima ini  semuanya tapi dia bahagia karena Allah menyertai dalam kehidupannya.”

“Dan juga kamu sama! Tidak ada bedanya!”

“Cuma Agnes, dia mempunyai tugas dari Allah dan Aku Ibunya untuk menyampaikan kabar suka-cita dari surga untuk anak-anakKu di negara ini.”

“Kamu juga bisa melakukan, kamu dibekali kasih dan cinta yang diberikan Allah kepadamu. Itulah kekuatanmu untuk melayani antara satu dengan yang lain. Apa kamu sudah mengerti?”

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih!”

“Kalau kamu sudah mengerti, itulah anak-anak Allah. Karena kamu anak-anak Allah harus mengerti kehendak Allah.”

“Hanya saling mengasihi dan mencintai kamu sanggup melakukan apa saja di dalam kehidupanmu, dalam perjalananmu, di dalam keluargamu.”

“Aku Ibu Maria menasehatkan kamu melalui Agnes. Aku berbicara kamu dengar.”

 

Ya Ibu Maria kami dengar, jawab umat.

 

“Terima kasih! Terima kasih!”

“Aku bahagia!”

 

“Hai imamKu, engkau dikirim untuk bersatu dengan anak-anakKu bersama Agnes. Kamu setia melayani dan pergi kemana pun kau diutus. Tanpa kau sadari, Allah mengutus kamu untuk menemui anak-anakKu.”

“Aku mengucapkan terima kasih atas pelayananmu ini kepada anak-anakKu di tempat ini di mana pun engkau menemui mereka!”

“Terima kasih untuk kamu!”

 

Terima kasih bu Maria, jawab Mgr. Isak Doera Pr.

 

“Terima kasih!”

 

“Anak-anakKu semua yang ada di sini, mengapa Aku memberikan cara ini?”

“Inilah yang terakhir Aku datang mempersiapkan kamu semuanya.”

“Aku sudah datang ke bumi ini untuk anak-anakKu dan juga untuk kamu yang ada di sini supaya kamu semua siap dan mengerti apa yang Aku sampaikan ini. Supaya engkau tidak takut tapi kamu bergembira, bersuka-cita menyambut kuasa Allah yang akan turun ke bumi ini untuk mengalahkan dunia.”

“AnakKu, sekali lagi Aku mengatakan untuk mengalahkan dunia…! Supaya kamu tidak lagi menderita karena dunia karena banyak penderitaan anak-anakKu di bumi ini karena dunia.”

 

“Berbahagialah kamu,  Aku datang seperti ini supaya kau tahu bahwa Ibu Maria itu ada. Apa yang dikatakan Kitab Sucimu itu sungguh benar!”

“Aku ada! Aku ada anak-anakKu!”

“Aku diciptakan untuk kamu dan kamu adalah milikKu seutuhnya. Sekali lagi Aku-lah wanita yang bahagia itu; bahagia di bumi bersama Allah dan bahagia kembali di surga bersama Allah.”

“Itu juga nanti kamu terima apabila engkau sungguh-sungguh menjadi anak yang baik yang berguna bagi Allah dan sesamamu di mana pun engkau berada.”

“Aku Ibumu yang bahagia ! Akulah yang disebut itu anakKu.”

“Aku-lah yang paling bahagia!”

“Itulah Aku Ibumu yang selalu berdoa dan mendoakan. Itulah tugasKu, seorang ibu mendoakan anak-anakNya.”

“Dan juga kamu, saling mendoakan antara satu dengan yang lain dalam keluargamu. Itu yang Aku sampaikan kepada kamu semuanya.”

 

“Anak-anakKu, semuanya yang ada di sini, percayalah semua yang terjadi diantara kamu pada malam ini, ini kebenaran yang datang dari surga.”

“Dunia, tidak bisa mengambilnya!”

“Dan Aku Ibumu! Aku menang !”

“Aku datang diantar oleh kuasa Allah. Aku menemui anak-anakKu di bumi ini dan juga kamu yang ada pada malam ini.”

“Apakah kamu masih dalam keraguan?”

 

Tidak Ibu Maria, jawab umat.

 

“Sungguh?”

 

Sungguh Ibu Maria, jawab umat.

 

“Terima kasih !”

“Aku berdoa dengan hatimu yang sungguh-sungguh dengan kebenaran, biar kuasa Allah sempurna bekerja di dalam kehidupanmu!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

“Terima kasih!”

 

“Anak-anakKu, terimalah salamKu melalui doaKu ini !”

“Apa yang telah disampaikan oleh anak-anakKu, itu adalah benar! Satukan dengan doamu. Itulah kekuatanmu!”

“Apabila kau sudah masuk dalam kepasrahan, engkau sudah masuk di dalam kebenaran yang sungguh-sungguh. Memasrahkan diri adalah percaya! Engkau percaya kepada Allah yang bisa melakukan apa saja dan memberikan apa saja di dalam kehidupanmu maka engkau tidak takut dengan dunia maka Aku berikan ini kepadamu.”

“Dan Aku mau bertanya, apakah kamu bersedia bekerja sama dengan Aku Ibumu untuk menyampaikan doaKu kepada saudara-saudaramu dan kamu berkumpul seperti ini dan berdoa memuliakan Allah dan mendoakan siapa saja yang membutuhkan doamu?” Apakah kamu bersedia anak-anakKu?”

 

Kami bersedia Ibu Maria, jawab beberapa umat.

 

 

“Sungguhkah engkau bersedia?”

 

Kami bersedia Ibu Maria, jawab beberapa umat.

 

“AnakKu, kalau engkau bersedia, engkau siap menderita. Tetapi penderitaan itu adalah awal kebahagiaanmu. Kebahagiaan itu siapa? Adalah Allahmu sendiri!”

“Engkau akan menderita dalam perjalanan ini untuk menyampaikan kebenaran ini. Apakah kamu sudah siap?”

 

Kami siap Ibu Maria, jawab beberapa umat.

 

“Bagi yang tidak siap berdoalah; bagi yang siap mohon kekuatan dari Allah!”

“Sampaikan anakKu, jangan takut!’

“Percaya, Allahmu di surga memberkati semua perjalananmu ini karena engkau telah bekerja untuk anak-anakNya dan menyatakan kebenaran ini sehingga anak-anakNya kembali kepada Allah.”

“Siapa yang bekerja, dia akan mendapatkan upahnya dari surga. Itu janji Tuhan! Siapa pun yang bekerja dia akan mendapatkan upahnya.”

“Tapi jangan kau pikirkan itu tapi persembahkanlah yang bisa kau persembahkan kepada Allah, yang bisa engkau lakukan untuk saudara-saudaramu lakukan!”

“Percaya, engkau sanggup melakukannya!”

“Kalau engkau bersandar dan percaya kepada Allah perjalananmu akan diberkati! Apa engkau sudah mengerti?”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

“Terima kasih!”

“Terima kasih anak-anakKu semuanya!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

“Aku bahagia untuk kamu!”

“Aku sangat bahagia apabila anak-anakKu semua berkumpul dan berdoa, memuliakan Allah, menciptakan damai, saling mengasihi. Sehingga siapa pun mereka yang tidak mengenal Allah, dia akan mencari Allah karena engkau menghadirkan Allah melalui sikap dan tingkah lakumu.”

 

“AnakKu yang Aku kasihi, Aku Ibu Maria yang datang diantara kamu, berbahagialah engkau saat ini mendengarkan Aku  berbicara kepadamu.”

“Sungguh kamu adalah anak-anak terang; kamu adalah anak-anak bahagia! Maka ciptakan damai supaya di mana pun terjadi kebahagiaan itu!”

“Lakukan anakKu! Lakukan..! Aku berdoa untukmu.”

 

“Anak-anakKu semuanya, kini Aku Ibumu ada di surga tapi inilah isi hatiKu diantar oleh Allah melalui Agnes.”

“Jangan pikirkan! Jangan dipikirkan tapi terimalah kebenaran ini agar kau mendapatkan; dengan engkau percaya kepada Allah, engkau akan sampai! Tempat telah disediakan bagi kamu adalah kebahagiaan, adalah surga seperti Aku Ibumu saat ini sudah bahagia. Tapi Aku tetap bekerja untuk anak-anakKu di seluruh bumi ini. Sudah mengerti kamu semuanya?”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

“Terima kasih!”

“Mari anakKu kalau engkau sudah mengerti, pergilah sampaikan kebenaran ini kepada imam-imammu ! Sampaikan juga kepada saudara-saudaramu.”

“Sekali lagi kalau engkau percaya engkau akan bahagia, bekerja bersama Aku Ibumu untuk melayani anak-anakKu di mana pun engkau berada.”

“Mari anakKu satukan hatimu dengan Aku Ibumu maka doaKu ini Kubawa kembali ke surga Kupersembahkan kepada Allah yang mahakuasa.”

“Mari kita berdoa dengan hati.”

 

“Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu,

karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.” (3X) Amin.

 

 

“Terima kasih anak-anakKu!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Aku berdoa, pergilah anakKu bekerja! Bekerjalah dengan baik, melayani dengan hati, dengan kasih dan cinta supaya kebenaran ini diterima oleh mereka anak-anakKu di mana pun mereka berada.” 

“Terima kasih untuk kamu semuanya! Selamat malam anak-anakKu!”

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih ! Sampai bertemu lagi anak-anakKu, dalam doa!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

---ooo0ooo---

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Keluarga Fransiscus, Jalan Kendang Sari- Surabaya, tanggal 2 Pebruari 2001

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

“Jangan pikirkan kehadiran-KU tetapi terimalah apa yang telah KU-berikan kepadamu. Kalau engkau percaya engkau akan mendapatkannya.” (Ini kata Tuhan)

“Sungguh AKU mengasihi kamu…! Semua KU-berikan kepada kamu, semuanya!”

“AKU menciptakan kamu untuk saling mengasihi, untuk memuliakan AKU dengan kasih dan cintamu.” (Ini kata Tuhan)

“Maka kehadiran-KU pada malam ini untuk kamu semuanya, renungkanlah kembali dan berdoalah di dalam nama-KU maka AKU akan menjawab dan memberikan pengertian di dasar hatimu.” (Ini kata Tuhan)

 

“Dan AKU minta kepadamu mulai saat ini, janganlah kamu bersenang-senang bersama dunia. AKU mengatakan kepadamu, kesenangan sementara yang diberikan dari dunia tidak bisa menyelamatkan kamu.” (Ini kata Tuhan)

“Tetapi datanglah anak-KU, saat ini AKU bukan menjadi hakimmu. Waktu-KU belum tiba untuk menghakimi manusia yang ada di bumi ini.”

“Kini AKU datang untuk memberikan pengertian yang sangat dalam kepada kamu.” (Ini kata Tuhan)

 

“Supaya kau tahu apa yang telah AKU katakan dalam Firman-KU dulu dan sekarang adalah sama tidak akan berubah sampai AKU datang kembali ke dunia ini.”

“Dengarkanlah AKU, hai anak-anakKU !” (Ini kata Tuhan)

“Ikutilah AKU dengan baik ! Setialah engkau kepada-KU! Jangan lagi kau membagi dengan dunia tetapi berikanlah kepada-KU seutuhnya maka engkau bahagia anak-KU!” (Ini kata Tuhan Yesus)

“Baiklah AKU menunggumu!”

“Dan AKU melihat dari surga, apa yang akan kau lakukan dalam hidupmu untuk-KU. Apa yang akan kau berikan kepada-KU.” (Ini kata Tuhan)

 

“Anak-anakKU semua yang ada di sini, jangan engkau pikirkan atas kehadiran-KU pada malam ini.”

“Kuasa-KU..! Engkau tidak akan sanggup menemukannya tetapi terimalah tanda kasih dan cinta-KU ini untuk keselamatan jiwamu.”

“AKU-lah keselamatan itu!” (Kata Tuhan)

“Sampai bertemu lagi dalam doamu dan AKU menunggumu.”

“Hai anak-KU, datanglah AKU menunggumu!” (Ini kata Tuhan)

 

 

 

---ooo0ooo---

Pesan Bunda Maria

 

“Salam untukmu, hai imam-Ku yang Aku kasihi!”

“Aku bahagia kesetiaan kau berikan kepadaKu bersatu dengan Agnes dan anak-anakKu yang Aku panggil untuk bekerja, untuk melayani anak-anakKu yang ada di negaramu ini. “Terima kasih anakKu!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Mgr. Isak Doera.

 

“Percayalah anakKu, engkau akan kuat dalam penderitaan!”

“Percaya adalah kemenangan yang akan kau terima dari Allah.”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Mgr. Isak Doera.

 

“Terima kasih!”

 

“Dan terima kasih kepada anak-anakKu semua yang ada di sini, selamat malam untuk kamu semuanya.”

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih anak-anakKu yang Aku cintai.”

“Inilah Aku Ibu Maria bersama Agnes Aku datang kepadamu.”

“KecintaanKu kepada kamu anak-anakKu. Inilah yang Aku mintakan kepada Allah supaya Aku bisa bertemu dengan kamu dengan cara ini.”

“Aku sungguh Ibumu Maria yang terberkati, yang bahagia di surga. Apa pun yang Aku mintakan demi kamu untuk memuliakan Allah, Allah akan berkati semua itu.”

 

“Anak-anakKu semua yang ada di sini, terima kasih kamu berkumpul seperti ini dan Aku mengantarkan anak-anakKu ini di tempatmu ini karena Aku melihat kebenaran sukar untuk masuk ke kotamu ini.”

“Dan Aku melihat banyak para imam-imam yang masih mendua hatinya. Tidak diserahkan semua kehidupannya dalam panggilannya untuk menjaga, membawa anak-anakKu kembali kepada Allah.”

“Aku melihat para imam-imam masih bekerja dengan pikiran dan perasaan. Hatinya dibagikan…..! Mencari kebahagiaan dunia, kemegahan dunia. Aku sedih….!”

“Mereka dipanggil untuk bekerja dengan Allah, untuk menyelamatkan anak-anak Allah yang diserahkan kepada mereka.”

“Sekarang banyak anak-anakKu mencari sendiri dalam perjalanannya karena dia tidak menemukan sesuatu kebahagiaan yang diberikan oleh para imam-imam.”

“Aku sedih anakKu!”

“Itulah perjalanan..! Siapa pun berjalan dengan mendua hati dia, tidak akan bisa bekerja dengan baik.”

 

“Dan juga kamu yang ada di sini, engkau tidak sendiri anakKu. Allahmu ada dan Aku Ibumu ada. Aku menyertai kamu melalui doaKu di surga.”

“Kini juga Aku ada di surga.”

“Inilah isi hatiKu, Kusampaikan kepadamu melalui kuasa Allah, melalui Agnes.”

“Jangan kau kira, Aku ada seperti secara dunia.”

“Tidak anakKu!”

“Aku datang dengan cara rohani melalui kuasa Allah!”

“Kini juga Aku ada di surga berbicara dengan kamu. Hanya Agnes untuk menyampaikan ini semua kepadamu. Apakah engkau mengerti?”

“Begitu beratnya Agnes menerima cara ini. Dia terima dengan senang. Anak ini sungguh-sungguh. Dia bahagia di selamatkan dari dunia. Dia senang menerima ini karena dia tahu bahwa Allah-nya yang disembah itu adalah Allah-nya yang benar. Allah yang sungguh-sungguh benar yang menciptakan dia. Dulu dia belum menemukan itu, di dalam kehidupannya.”

“Supaya kau mengerti inilah anakKu yang dipanggil dari dunia supaya dia bersaksi tentang dunia, tentang kebenaran. Supaya dia menyampaikan kepadamu, supaya kamu tidak lagi mendua hati. Dia bersaksi dalam kehidupannya, diberikan kepadamu.”

 

“AnakKu, jangan kau pikirkan kehadiranKu ini, saat ini juga ada di surga supaya engkau mengerti.”

“Kini rohnya sedang berdoa bersama kamu. Agnes sedang berdoa bersama kamu.”

“Dia biarkan kehidupannya; diambil dari kehidupannya untuk menyampaikan isi hati Tuhan dan Aku Ibumu supaya engkau tidak meninggalkan Allah begitu mudah, menjauh dari Allah, mencari dunia.”

 

“Anak-anakKu semau yang Aku kasihi, Akulah Ibumu Maria yang sudah diceritakan dalam Kitab Sucimu. Aku-lah yang diciptakan oleh Allah untuk bekerja sama dengan Allah untuk menyelamatkan manusia yang percaya kepada Allah.”

“Dan kamu juga pada malam ini, kamu adalah anak-anak Allah.”

“Berbahagialah kamu hai anakKu!”

“Siapa yang tidak menerima Allah dalam kehidupannya, dia bukan anak-anak Allah. Mereka adalah ciptaan Allah. Tetapi mereka tidak memuji Allah, mereka memuji dunia yang datang dari dunia.”

“Engkau melihat saat ini dan engkau merasakan dalam kehidupanmu setiap hari yang terjadi diantara kamu di negaramu ini: kekerasan, tidak ada kasih dan cinta, saling menghujat dan menghakimi. Manusia tidak lagi dihargai, manusia sudah seperti binatang, tidak lagi mempunyai akal budi, saling membunuh.”

“Anak-anakKu, itulah datang dari dunia.”

“Kamu datang dari atas. Kamu punya Allah yang bertahta di surga, yang mengasihi kamu semua. Maka Aku minta kepadamu, apa yang sudah Kuberikan kepada Allah sampai saat ini?”

“Aku bertanya kepadamu, setelah engkau diselamatkan engkau menjadi anak Allah, apa yang sudah kau berikan kepada Allah?”

“Berikanlah hatimu! Berbuatlah yang baik! Saling mengasihilah kamu! Ciptakanlah damai! Saling mendoakanlah kamu karena diantara kamu adalah sama. Dihadapan Tuhan adalah sama. Siapa yang percaya, yang setia, dia dikasihi Allah.”

 

“Anak-anakKu, karena Allah adalah kasih dan cinta.”

“Sungguh Aku mengatakan kepadamu, kalau engkau tidak melakukan itu dimanakah Allahmu yang sebenarnya di dalam kehidupanmu?”

“Sebenarnya engkau sanggup melakukan itu kalau engkau sungguh mencintai Allah, engkau dapat memberikan kasih dan cintamu kepada siapa pun di mana pun kamu berada. Disitulah kuasa Allah akan bekerja dan dinyatakan bahwa Allah dekat dan dekat dan semua bisa merasakan kehadirannya atas sikap dan tingkah lakumu.”

 

“Anak-anakKu, bangkitlah kamu mulai saat ini!”

“Sadarlah anakKu karena waktunya sudah dekat.”

“Jangan lagi engkau bermain-main dengan dunia tapi persiapkan dirimu dengan baik, dekatkan dirimu dengan Allah.”

“Banyaklah melakukan kasih dan cinta terhadap saudara-saudaramu.”

“Tidak ada lagi kekasaran, kekejaman, tidak ada lagi menghakimi.”

“AnakKu, jangan….! Itu bukan hakmu untuk menghakimi. Sekali saja engkau mengatakan dia berdosa, berkat akan diambil dari kehidupanmu diberikan kepada mereka yang kau katakan dia berdosa.”

“Jangan anakKu….! Karena kamu tidak sempurna!”

“Jangan menghakimi siapa pun tetapi kasihilah mereka, terangilah hati dan pikiran mereka dengan sikap dan tingkah lakumu supaya mereka juga menerima terang dari Allah, dari kamu!”

“Jangan..! Jangan simpan kesalahan saudara-saudaramu ! Itu duri bagimu, penghalang bagimu untuk datang kepada Allah.”

“Mulai saat ini damailah kamu dalam keluargamu!”

“Dan kamu suami-istri bersatulah kamu dan jagalah anak-anakmu dengan baik!”

“Dan kamu anak-anak, doakanlah orangmu, hormati orang tuamu supaya rahmat Allah mengalir di dalam keluargamu masing-masing.”

 

“Dan Aku mengatakan kepada kamu apabila anak-anakmu berbuat kesalahan, engkau akan menanggung kesalahan itu tidak terlepas dari tanggung-jawabmu sebagai orang-tua.”

“Jagalah diri anak-anakmu dengan baik, jangan sampai mereka meninggalkan Allah mencari dunia.”

“Sungguh Aku mengatakan, kesalahan anakmu akan engkau tanggung karena itu adalah tanggung jawabmu yang telah diberikan Allah kepadamu untuk menjaga anakmu dengan baik supaya anak-anakmu dapat memuliakan Allah.”

 

“Anak-anakKu, Aku Ibumu mau menyampaikan isi hatiKu ini kepada kamu.”

“Akulah Ibumu yang dapat menasehati kamu secara rohani. Aku ingin kamu semua menjadi anak-anak yang baik, yang berguna supaya Allah dimuliakan.”

 

“Anak-anakKu semua yang ada di sini, jangan dipikirkan tapi renungkan apa yang Aku katakan ini dan bawalah dalam doamu supaya Allah memberikan penerangan dalam perjalanan hidupmu. Supaya engkau sanggup melakukan dan membagikan kasih dan cinta kepada siapa pun di mana engkau berada.”

“Anak-anakKu, waktunya tinggal sedikit bagi dunia.”

“Persiapkan dirimu dengan baik!”

“Aku menyampaikan ini di seluruh bumi bagi anak-anakKu.”

“Aku mempersiapkan kamu semuanya supaya kamu siap menghadapi dengan hati, dengan doa, dengan kebahagiaan. Dan kebahagiaan itulah yang akan diberikan Allah bagimu.”

“Apa kamu sudah mengerti saat ini apa yang Aku katakan?”

 

Ya Ibu Maria, jawab beberapa umat.

 

“Sungguh engkau mengerti?”

 

Ya Ibu Maria, jawab beberapa umat.

 

“Kalau kamu mengerti, persiapkanlah dirimu dengan baik dan jagalah dirimu dengan baik dan berdoa, itu kekuatanmu!”

“Pujilah Allah dalam kehidupanmu.”

“Aku mengatakan surgalah tempatmu karena Bapamu di surga, kamu anak-anakNYA maka kamu mempunyai tempat di surga.”

“Ini yang Aku sampaikan kepadamu pada malam ini.”

 

“Dan kamu bersama Agnes, janganlah engkau khawatir kalau engkau ditolak!”

“Doakan itu semuanya! Jangan berkecil hati…! Tapi bersuka-citalah bahwa engkau boleh menerima penderitaan dari orang-orang yang mengeraskan hatinya supaya rahmat dan berkat bersatu dalam pelayananmu ini.”

 

“AnakKu percayalah, engkau tidak sendiri. Aku menyertai kamu semua dalam perjalananmu ini dalam pelayananmu ini.”

“Aku Ibumu, dari kamulah Aku dapat melayani anak-anakKu, dari kamulah Aku memberikan kasih dan cinta kepada anak-anakKu. Dari kamulah Aku menyatakan Akulah Ibumu Maria yang bahagia di surga yang sudah datang diantara kamu.”

 

“Aku memanggil kamu seizin Allah untuk bekerja dengan Aku Ibumu di negaramu ini.” “Jangan sedih hatimu…! Jangan lagi engkau balas dengan kata-kata marah kepada mereka karena mereka tidak mengerti atas perjalananmu ini.”

“Anak-anakKu, di dalam penderitaan engkau sanggup bersuka-cita memuliakan Allah dalam penderitaan. Tanpa penderitaan kamu tidak akan sanggup menyatakan itu di dalam kehidupanmu. Karena penderitaan adalah awal kebahagiaan. Kebahagiaan itu adalah Allahmu sendiri di surga. Apa kamu mengerti?”

 

Ya Ibu Maria, jawab beberapa umat.

 

“Terima aksih anak-anakKu semua yang Aku kasihi yang ada di sini. Bolehkah Aku bertanya kepadamu?”

 

Boleh Ibu Maria, jawab beberapa umat.

 

“Apakah kamu mau menyampaikan kebenaran ini, tanda kasih dan cintaKu ini melalui doaKu untuk saudara-saudaramu, untuk saksi kebenaran ini supaya anak-anakKu semua siap dan senang untuk menghadapi kenyataan yang akan turun ke bumi ini. Apakah engkau mau?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab beberapa umat.

 

“Sungguh, katakan ! Apakah engkau mau?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab beberapa umat.

 

“Masih dalam keraguan..!”

“Kenapa engkau takut menyampaikan kebenaran ini demi saudara-saudaramu supaya saudara-saudaramu juga kembali kepada Allah?”

“Anak-anakKu, Aku tidak memaksamu. Aku mau minta kerelaan hatimu, kalau engkau mari bekerja bersatu dengan Aku Ibumu sampai hari itu tiba ke bumi ini demi anak-anakKu.”

“Kalau engkau tidak mau juga tidak apa-apa!”

 

“Aku bertanya kepada anak-anakKu yang ada di sini, apakah engkau sudah mengerti kehadiranKu pada malam ini?”

 

Mengerti Ibu Maria, jawab beberapa umat.

 

“Masih dalam keraguan?”

 

Ya Ibu Maria, jawab beberapa umat.

 

“Masih..! Masih ada dalam keraguan!”

“Berdoalah anakKu..! Kalau engkau masih dalam keraguan, engkau dapat menguji dalam roh, dalam doa kepada Allah yang satu yang bertahta di surga, yang menciptakan kamu sampai saat ini dan Aku memuliakan DIA. Saat ini juga AKU bersama DIA di surga yang memberikan Aku dalam kebahagiaan dengan para malaikat dan orang kudus. Itu Kusampaikan kepadamu.”

“Tetapi Aku tidak memaksamu kalau engkau tidak bersedia juga tidak apa-apa. Masih ada lagi anak-anakKu mungkin yang lain untuk yang mau bekerja sama dengan Aku Ibumu untuk menyampaikan kabar suka-cita ini melalui doaKu yang Kusampaikan kepada kamu di negara ini melalui Agnes dan anak-anakKu.”

“Tidak ! Aku tidak apa-apa. Aku Ibumu penuh pengertian karena seorang Ibu mengerti tentang anak-anakNya.”

“Tetapi Aku minta kepada kamu yang belum mengerti berdoalah kamu mulai saat ini dan waktu kamu pulang berdoalah supaya Allah memberikan pengertian ini kepada kamu semuanya.”

“Terima kasih untuk kamu semuanya.”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih!”

“Dan pada malam ini cukup sampai di sini pertemuan kita di mana kamu berdoa dan percaya kepada Allah di situ juga Aku datang diantar oleh kuasa Allah berdoa bersama kamu.”

“Mari kita berdoa dengan hati.”

 

 

“Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu,

karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.” (3X) Amin.

 

“Terima kasih anakKu!”

 

“Dan kamu bersama Agnes, pulanglah dan bawalah damai ini anakKu! Bersuka-citalah kembali ke rumahmu masing-masing, biarlah kuasa Allah yang bekerja dalam kehidupanmu untuk melayani anak-anakKu kembali.”

“Terima kasih kamu semuanya, selamat malam anak-anakKu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, selamat malam, jawab umat serentak.

 

 

---ooo0ooo---

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

PESAN TUHAN YESUS DAN BUNDA MARIA DI SURABAYA

 

 

 

Tanggal 31 Januari 2001, di keluarga Bapak Hadi Pratiknyo-Surabaya………………  1

 

 

Tanggal 01 Pebruari 2001, di Kapel St. Maria Tak Bercela, Kompl. Bumi Citra Fajar- Sidoarjo……………………………………………………………………………..…………  8

 

 

Tanggal 02 Pebruari 2001, di keluarga Bapak Fransiscus-Surabaya…………………. 15

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Sekretariat: Jl. Kebon Rumput E-69, Cimahi 40521, telp 022-6610007

 

(Untuk Kalangan Sendiri)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pesan Tuhan Yesus untuk Mgr. Isak Doera Pr., tanggal 31 Januari 2001 di kel. Dr hadi P-Surabaya

Aku berkatimu dalam perjalananmu. Apa pun yang kau lakukan dalam namaKu anakKu, engkau tidak sendiri.

Jangan takut dalam penderitaan, penderitaaan dari dunia tidak ada apa-apa untuk dirimu.

Percaya, Aku menguatkanmu dalam perjalananmu ini. Aku menyertaimu.

 

 

Pesan Tuhan Yesus untuk Mgr. Isak Doera Pr., tanggal 1 Pebruari 2001 di Kapel St. Maria Tak Bercela-Sidoarjo.

 

Aku berkatimu saat ini hai imamKu, bersuka-citalah bersama anak-anakKu, bergembiralah, muliakan Aku dalam perjalanan. Ini Aku sudah datang , bergembiralah, Aku selalu menyertaimu dalam perjalananmu ini.

AnakKu, engkau tidak sendiri dalam dunia. Jangan kau takut kepada dunia tetapi datanglah kepadaKu, engkau menang, engkau menang dan mengalahkan dunia. Inilah Aku yang berkata kepadamu. Aku berkatimu.

 

 

 

Pesan Tuhan Yesus untuk Mgr. Isak Doera Pr., tanggal 2 Pebruari  2001 di kel. Fransiscus-Surabaya

 

Aku berkatimu hai imamKu. Aku mengantarkan engkau di tempat yang tidak kau mengerti.

Aku menyertaimu dalam perjalananmu ini dan Aku tidak pernah meninggalkan kamu dalam pelayananmu ini, Aku ada dan ada dan dekat dan Aku selalu menyertai kamu.

Jangan takut Aku menyertaimu, walau pun penderitaan akan datang bersamamu tapi Aku ada bersamamu. Percaya!

 

Pesan Tuhan Yesus untuk Bapak Robianto, tanggal 31 Januari 2001 di kel. Dr hadi P-Surabaya

 

Aku berkatimu dan menguatkan engkau dalam perjalananmu ini anakKu!

Teruskanlah apa pun yang Aku lakukan untuk melayani anak-anakKu Aku berkati.

Lakukanlah dengan hatimu, di dasar hatimu.

Kalau itu kau lakukan untuk memuliakan Aku, kecintaanmu kepadaKu, Aku menerima semua itu, persembahanmu yang kau berikan kepadaKu.

Lakukanlah anakKu! Lakukan! Aku menyertaimu!”

 

 

Pesan Tuhan Yesus untuk Bapak Robianto, tanggal 1 Pebruari 2001 di Kapel St. Maria Tak Bercela-Sidoarjo.

 

Aku memberkatimu saat ini anakKu berbahagialah engkau.

Segala sesuatu apa pun yang kau lakukan untuk memuliakan Aku, lakukan anakKu!  Aku menyertaimu! Aku menyertaimu!

Dekatkan dirimu kepadaKu, satukan hidupmu dalam kehidupanKu maka semua apa pun yang kau lakukan untuk melayani anak-anakKu semua akan menjadi baik.

Jangan takut, Aku ada dan dekat dan menyertai kamu dalam pelayananmu ini dan Aku tidak pernah meninggalkan kamu sedikit pun dalam perjalananmu ini dan Ibumu selalu menyertai kamu semuanya.

Saatnya akan datang! Layani mereka dengan baik.

Pergilah anakKu! Saatnya akan selesai.

Dimana pun kau berada Aku menyertaimu! Aku menyertaimu.

 

 

Pesan Tuhan Yesus untuk Bapak Robianto, tanggal 2 Pebruari  2001 di kel. Fransiscus-Surabaya

 

Melayani adalah kebahagiaan, melayani adalah kesabaran, melayani adalah kasih dan cinta. Dengan hatimu yang sangat dalam persembahkanlah itu kepadaKu supaya engkau mengerti; engkau ikut Aku bersamaKu.

Itu yang Kukatakan kepadamu supaya engkau mengerti dan Aku menyertai dalam perjalananmu ini dan engkau sampai di tempat ini.

Jangan kecil hatimu menghadapi kenyataan tapi bersuka-citalah, bergembiralah di dalam namaKu.

Apa pun yang kau terima dari dunia kalau engkau bersamaKu engkau tidak akan takut dan kecewa dalam perjalananmu karena Aku adalah kebenaran. Kalau engkau ikut dalam kebenaran engkau akan  menemukan dalam kebenaran. Kebenaran adalah Aku sendiri.

Aku berkatimu!

Bekerjalah anakKu! Sampaikanlah ini semua dengan baik kepada mereka, kepada saudara-saudaramu supaya kebenaran ini sampai kepada mereka supaya Ibumu dapat memepersiapkan dengan baik untuk mengumpulkan anak-anakKu dan membawa anak-anakKu kembali kepadaKu. Saatnya akan tiba semua akan selesai di dalam namaKu.

Aku berkatimu.