Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia
Di Keluarga
dr. Hendrik Fernandez - Kupang,
Tanggal 8
September 2000
Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)
“AKU mengasihi kamu semuanya, AKU tidak pernah meninggalkan kamu !” (Ini kata Tuhan).
“Maka AKU menyapamu dari surga supaya janji-KU KU-tepati bahwa AKU tidak pernah meninggalkan kamu” (Ini kata Tuhan)
“Dan AKU memberkati kamu dalam perjalananmu ini !” (Kata Tuhan).
“AKU menunggumu anak-KU ! AKU menunggumu di surga ! Datanglah ! Datanglah anak-KU supaya hati-KU ini bahagia apabila anak-anakKU datang ! Datang semuanya!” (Ini kata Tuhan Yesus)
“Baiklah AKU menunggumu dalam doamu dan sebutkanlah nama-KU dalam doamu ! Itulah kekuatanmu supaya engkau tidak masuk lagi dalam pencobaan yang datang dari dunia ! AKU menguatkan kamu semuanya.” (Ini kata Tuhan Yesus)
“Untukmu
hai imamKu kamu berdua yang Aku kasihi, selamat malam untuk kamu berdua !”
Selamat malam Ibu Maria, jawab Mgr Isak Doera Pr dan Pater Dagobertus
SVD.
“Terima kasih anakKu !”
“Berbahagialah
engkau saat ini !”
“Dan
engkau renungkan dalam perjalananmu ini bersama anak-anakKu bahwa satupun tidak
akan bisa menghambat dalam perjalananmu ini karena Allah menyertai kamu
semuanya !”
“Bersyukurlah
kepada Allah kamu disertai, dilindungi dan dikuatkan !”
(Sehari setelah kami meninggalkan
Atambua terjadi kerusuhan disana yaitu tanggal 6 September 2000, red)
“Itulah
kebenaran yang engkau terima dalam perjalananmu ini ! Dunia tidak bisa
mengambil itu semua dan merusak dalam perjalananmu !”
“AnakKu,
Allah menyertaimu di dalam tugasmu untuk melayani anak-anakKu !”
“Apabila
kamu bekerja bersatu dengan Allah, dunia tidak bisa menganggumu karena Allah
adalah kekuatanmu.”
“Dan
Aku minta kepadamu, kalau engkau melaksanakan tugas kebenaran, jangan
sekali-kali dalam keraguan, engkau akan masuk dalam pencobaan !”
“Kuatlah
kamu semua dalam kasih Allah maka engkau bebas dari pencobaan.”
“Aku
mengucapkan terima kasih untuk kamu imamKu Isak Doera yang telah men-dampingi
Agnes dan anak-anakKu yang bersatu dengan Aku Ibumu untuk melayani anak-anakKu
di tempat ini, dimana engkau melayani.”
“Dan
juga kamu, Aku juga mengucapkan terima kasih ! Kamu semua bersedia bersatu
dengan Aku Ibumu untuk melayani anak-anakKu.”
“Aku
mengatakan, engkau berangkat dengan bahagia, juga pulang engkau membawa bahagia
dan sampai dengan bahagia di dalam keluargamu !”
“Terima
kasih !”
“Memang
melelahkan ! Melelahkan anak-anakKu ! Tetapi itu apalah artinya, yang begitu
besar yang telah engkau berikan kepada Allah kepada Aku Ibumu dan anak-anakKu.”
“Siapa
yang bekerja dia mendapatkan upahnya dari surga, berbahagialah kamu semua-nya
yang telah bekerja untuk kebenaran !”
“Aku
bahagia kamu semua sudah dapat bekerja dengan baik !”
“Terima kasih itu semuanya
!”
“Itu
juga terima-kasihmu, kamu sudah melakukan untuk anak-anakKu. Itulah
persembahanmu yang engkau berikan kepada Allah. Bukan dunia yang engkau
persembahkan tetapi kasih dan cinta yang engkau lakukan kepada anak-anakKu.
Itulah persembahan yang sempurna yang engkau berikan kepada Allah !”
“Teruskan
anakKu ! Teruskan sampai hari memberhentikan semua kegiatanmu !”
“Jangan
pikirkan !”
“Ada
masa untuk mengerti ! Akan diberikan pengertian dari Allah !”
“Jangan
dicari-cari untuk mengerti, engkau tidak akan sanggup untuk mengerti semua yang
dikerjakan Allah ! Surga juga tidak
mengerti !”
“AnakKu,
siapkan dirimu dengan baik ! Bersama Agnes kamu melayani anak-anakKu!”
“Dari
merekalah nanti, mereka menjadi saksiKu untuk
menyampaikan semua ini supaya sampai kepada anak-anakKu semua sampai
seluruh tanah-airmu ini.”
“Allahmu
yang bekerja ! Allahmu yang bekerja !”
“Engkau
tidak sendiri di dalam perjalanan ini, Aku Ibumu menyertai kamu ! Hanya Agnes
yang tahu bahwa Aku selalu menyertai kamu di dalam perjalananmu ini !”
“Engkau
tidak sendiri ! Aku bersama Agnes, bersama kamu dalam kelompokmu ini !”
“Terima
kasih untuk kamu bersama Agnes, kamu sudah dapat melaksanakan tugasmu dengan
baik ! Aku bahagia !”
“Terima
kasih !”
“Bawalah
kebahagiaan itu dalam keluargamu supaya mereka juga bahagia menerima
perjalananmu.”
“Dan
kamu semua anak-anakKu yang Aku kasihi, semua yang ada disini, selamat malam
untuk kamu semuanya !”
“Terima
kasih anak-anakKu sekalian !”
“Kata
Agnes, dia mengatakan yang terakhir. Boleh dia mengatakan demikian, yang terakhir.
Bisa saja yang terakhir, tetapi kamu tetap Aku satukan dalam doaKu, tidak bisa
dipisahkan oleh dunia ini.”
“Setelah
Agnes dan anak-anakKu meninggalkan kamu semuanya, bekerjalah kamu dengan baik
dan layani anak-anakKu dengan baik dan sampaikan doaKu dengan baik untuk
anak-anakKu di tempat ini.”
“Aku
akan bersamamu dimana kamu berdoa bersama Aku Ibumu, kuasa Allah datang
menyertaimu dan Aku datang bersama kamu walaupun Agnes tidak ada diantara
kamu.”
“Setelah
Agnes dan semua anak-anakKu kembali, hiduplah kamu dalam doa !”
“Teruskanlah
tugasmu ! Aku memanggil kamu untuk bekerja dengan Aku Ibumu untuk melayani
anak-anakKu di tempat ini !”
“Apakah
kamu bersedia ?”
“Terima kasih !”
“Saling
mengasihilah kamu, untuk melayani, untuk menyampaikan tanda kasih dan cinta-Ku
di kotamu ini !”
“Jangan
khawatir ! Tidak terjadi apa-apa di kotamu ini !”
“Bersatulah
kamu ! Saling menguatkan kamu !”
“AnakKu,
Aku sudah mengatakan, semua peristiwa di negaramu itu tidak akan selesai sampai
hari pemurnian itu turun ke bumi ini ! Supaya engkau tahu mana yang datang dari
dunia : urusan dunia, pekerjaan dunia, pikiran dunia akan engkau lihat dengan
nyata. Tetapi kamu bekerja dengan Allah, jangan kamu ikut-ikutan masalah dunia
nanti engkau pedih dan sedih !”
“AnakKu,
kuasa kegelapan sekarang sedang bekerja keras untuk mencelakakan manusia.”
“Tetapi
kamu dalam kebenaran ! Terutama kamu, tidak ada permusuhan lagi dimanapun
saudaramu. Itu saudaramu ! Dan doakan mereka !”
“Jangan
kamu tidak suka kepada mereka karena
mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Karena itu semua, karena mereka
berjalan dalam keraguan sehingga kuasa kegelapan bekerja dalam kehidupannya.”
“Tetapi
kamu tidak boleh menghakimi, mereka adalah saudaramu yang sedang dalam
keraguan.”
“Tolong
doakan mereka ! Serukan kepada Allah untuk mereka yang saat ini, yang sedang
menderita dengan segala sikap dan tingkah-laku mereka. Mereka lupa atas dirinya
! Doakan anakKu !”
“Jangan
kamu banyak bicara dan membicarakan tentang kelemahan itu semuanya, seharusnya
kamu angkat dalam doamu !”
“Tolong
sampaikan kepada imammu yang tertinggi di tempat ini !”
“Serukan
bersatu dimana kamu berkumpul di dalam Rumah Allah, masukkan ujud doa ini untuk
kedamaian, untuk keselamatan bagi mereka yang sedang bertikai, saling membunuh
!” (di Atambua dan sekitarnya, red)
“Tolong
sampaikan salamKu ini !”
“Serukan
! Kamu bersatu sehati sejiwa dalam penderitaan saudara-saudaramu !”
“Kamu
masih ada dalam dunia, kamu bisa memohon meluluhkan hati Allah walaupun
dikatakan itu tidak akan berhenti tetapi serukan kepada Allah !”
“Mengambil sikap…. ! Sikap doa ! Itu belum kamu lakukan bersama imam-imammu !”
“Sampaikan
salamKu kepada imammu yang tertinggi di tempat ini dan juga dimana imammu yang
sudah Aku kunjungi, yang saat ini sedang bertikai !”
“Tolong
! Serukan doamu !”
“Imam-imam mengajak anak-anakKu bersatu dalam doa berseru kepada Allah, Aku Ibumu bersatu dimana engkau berdoa. Aku percaya Tuhan akan bekerja !”
“AnakKu, lakukan itu !
Tolong sampaikan salamKu ini !”
“Dia percaya atau tidak percaya, kamu sampaikan bahwa Aku Ibunya Maria sudah mengatakan ini ! Kalau kamu tidak melakukan kamu akan
hancur semuanya !”
Akan kami sampaikan Ibu
Maria, jawab umat serentak.
“AnakKu akan menderita, saling membunuh, tidak ada lagi harga manusia di mata mereka karena setan sudah masuk dan menguasai dan memimpin mereka untuk membunuh !”
“Sekali
lagi percaya atau tidak percaya apa yang Aku katakan ini, sampaikan salamKu kepada
imammu ! Itu permintaanKu !”
“Kalau
kamu tidak lakukan kamu akan hancur ! Akan terjadi pertumpahan darah yang
sangat besar di tempatmu, di kotamu yang saat ini yang sedang saling membunuh
!” (Atambua dan sekitarnya, red.)
“Percayalah anakKu, Allah sanggup melakukan itu semuanya ! Asal kamu sadar, kamu satukan hatimu untuk saudara-sudaramu yang saat ini sedang menderita lahir dan batin.”
“Didik
anak-anakmu ! Jaga anak-anakmu ! Jaga keluargamu !”
“Mulai
saat ini tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi curiga mencurigai antara
satu dengan yang lain. Aku minta ! Nanti kuasa-kuasa kegelapan itu akan bekerja
dan melanjutkan semua sikap dan tingkah-lakumu yang membuat orang pedih dan
sakit !”
“Aku minta, damailah anakKu !”
“Dan sampaikanlah salamKu juga bagi imam-imammu di tempat ini !”
“Terima atau tidak terima, katakan Ibumu Maria sudah datang untuk mengumpulkan kamu semuanya, mempersiapkan kamu semuanya, menjaga kamu semuanya.”
“Maka Aku mengumpulkan kamu berkelompok-kelompok supaya setan tidak bisa mencobai kamu ! Berkelompok-kelompok itu kekuatan terutama dalam keluargamu.”
“Anak-anakKu,
berkelompok kelompoklah kamu saling menguatkan ! Setan tidak akan sanggup
mencobai kamu karena kamu bersatu dalam doa, kuasa Allah menguatkan kamu
semuanya.”
“AnakKu
semua Aku mengatakan benar, waktunya tinggal sedikit lagi!”
“Jangan
lagi kamu banyak memikirkan dunia !”
“Apakah
kamu sudah tidak cukup dengan apa yang engkau terima, berkat dari Allah ?”
“Itu
lebih dari cukup untuk bersatu, mengasihi, mencintai, memberi ! Itu sudah cukup ! Lebih dari cukup !”
“Waktunya
tinggal sedikit ! Jaga dirimu baik-baik !”
“Biarlah
apa yang Aku katakan ini, para imam-imam menolak !”
“Nanti
saatnya tiba, dia akan menangis, menyesali bahwa Aku Ibumu Maria sudah
mengatakan benar untuk dunia, untuk negaramu. Aku sudah datang mempersiapkan
kamu semuanya. Mereka akan menangis ! Dengan kesombongannya ! Dengan
kesombongannya…! Dia sudah cukup ! Sudah cukup !”
“Tetapi
lihat ! Anak-anakKu sudah banyak menderita ! Dimana imam-imamKu menjaga
anak-anakKu ?”
“Mereka
berjalan sendiri ! Dia bersenang-senang sendiri; sedikit untuk anak-anakKu !”
“Aku
sudah mengatakan, inilah isi hatiKu, banyak para imam yang sembunyi di balik
jubah. Dia pakai jubahnya untuk menutupi kelemahan-kelemahannya. Itu tidak baik
!”
“Sekarang
engkau lihat, anakKu semua banyak menderita di negaramu ini, apa yang bisa
mereka lakukan ?”
“Kini
Aku datang melalui kuasa Allah untuk anak-anakKu ! Aku tidak diterima !”
“Aku
bebas untuk datang kepada anakKu di seluruh bumi. Tidak boleh ? Tidak ada yang
bisa mencegahKu karena Aku bersama Allah. Kuasa Allah menghantarkan Aku untuk
anak-anakKu ! Siapa yang bisa mencegah
Aku ! Aku boleh datang kemana saja untuk anak-anakKu !”
“Sayang….!
Mereka tidak mengerti ! Sayang…. !”
“Aku
sedih karena waktu tinggal sedikit lagi !”
“Banyak
para imam yang mengeraskan hatinya dan memperolok-olok semua perjalananKu ini
bersama anak-anakKu !”
“Aku
datang untuk anakKu karena Aku bersama Allah ! Allah bisa berbuat apa saja
untuk anak-anakNYA ! Saat ini juga Aku bicara di surga, kuasa Allah
menghantarkan bersama Agnes.”
“Itu
salah yang mengatakan, tidak mungkin Ibu Maria masuk ke tubuh Agnes !”
“Memang
tidak mungkin dan tidak pernah terjadi !”
“Aku
Ibumu ada di surga saat ini anakKu ! Inilah kata-kataKu, inilah isi hatiKu
diantarkan kepadamu melalui Agnes. Agnes juga saat ini berdoa bersama kamu. Ini
tidak akan dimengerti !”
“Dan
Aku mengatakan dan bertanya kepadamu, apakah Aku datang menyesatkan kamu?”
“Apakah
Aku menjauhkan engkau dari Allah ?”
“Syukur kepada Allah !”
“Aku
ingin engkau Kubawa kembali kepada Allah ! Inilah saatnya anakKu, engkau tidak
mendua hati lagi bersama dunia. Engkau sibuk dengan dunia, kapan engkau datang
kepada Allah ?”
“Aku
mengatakan, Aku di surga saat ini bicara dari hati ke hati kepadamu melalui
kuasa Allah, melalui Agnes !”
“Jangan
dipikirkan !”
“Kebenaran
diterima dengan hati yang tulus, dengan hati yang terbuka, berdoa kepada Allah
Bapa kamu semua di surga dan AllahKu yang telah memberikan Aku bahagia di surga
saat ini !”
“Anak-anakKu,
ini cara yang terakhir supaya apa yang Aku katakan kamu dengar ! Bukan hanya
sampai menyampai saja tetapi kamu mendengar langsung dari Aku Ibumu yang
mengatakan ini semua dan disaksikan oleh Allah yang mendengarkan Aku
berkata-kata di surga sampai diantara kamu bersama Agnes !”
“Apakah
kamu sudah mengerti ?”
Sudah Ibu Maria, jawab umat serentak.
“Terima
kasih !”
“Kalau
engkau sudah mengerti, jadilah engkau saksiKu tentang kebenaran ini supaya
anak-anakKu di tempat ini semua selamat, tidak ada lagi menderita.”
“Sampaikan
salamKu melalui doaKu ! Itu kekuatanmu !”
“Kuasa
Allah akan bekerja dimana kamu berdoa bersama Aku Ibumu !”
“Lakukan
dengan baik ! Lakukan dengan hati ! Lakukan dengan sungguh-sungguh kepasrahanmu kepada Allah !”
“Anak-anakKu
semua yang Aku kasihi, berbahagialah cara ini Kuberikan kepadamu dan Allah
bicara kepadamu dari surga, engkau dengarkan ! Dan juga Aku Ibumu bicara di
surga ! Saat ini Aku di surga !”
“Inilah
isi hatiKu disampaikan oleh Allah melalui anakKu ini yang Aku kasihi !”
“Bersalahlah
kamu kalau engkau mengatakan Agnes sesat !”
“Dia
tidak sesat anakKu ! Dia memuji Allah ! Dia dekat dengan Allah ! Dia menerima
Allah dalam hidupnya ! Keluarganya dipersembahkan kepada Allah ! Dia anak Allah
seperti kamu !”
“Agnes
tidak sesat anakKu ! Kasihan dia ini ! Dia sudah siap memberikan dirinya untuk
kamu ! Seharusnya kamu berdoa untuk Agnes ! Anak ini cukup menderita !”
“Cara
ini sangat menderita; dengan cara yang Aku berikan dimana Aku hadir di bumi ini, di negara lain, mereka tidak
menderita seperti Agnes.”
“Sungguh anak ini menderita ! Aku merasakan ! Dia hanya menangis dalam hati. Aku menerima penderitaan itu. Aku bersama anak ini dalam penderitaannya. Aku selalu menyertainya dalam tugasnya !”
“Janganlah
sekali-sekali ada yang menghakimi !
Nanti kamu menyesal apabila semua
ini terjadi dengan sekejap; kamu akan menyesal !”
“Anak-anakKu,
Aku Ibumu datang dengan cara ini walaupun dipertentangkan banyak manusia,
biarkan saja ! Aku bersama Allah, Aku menang ! Aku mengalahkan dunia ini!”
“Dan
Aku bertanya kepada kamu, selama ini kamu bersama Agnes apa yang engkau
dapatkan, apakah kamu menderita ?”
“Terima
kasih !”
“Tetapi
Aku tahu kamu berat menderita ! Tetapi engkau tidak akan dilukai oleh dunia !
Mereka tidak sanggup untuk melukai kamu ! Dinyatakan oleh Allah supaya dunia
melihat!”
“Anak-anakKu,
Aku mengatakan ini kepada kamu !”
“Mungkin
kata Agnes benar. Agnes tidak akan kesini lagi tetapi Allah dan Aku datang ke
tempat ini, di kotamu ini. Percayalah anakKu !”
“Terima
kasih !”
“Terima
kasih !”
“Dan
Aku minta mulai saat ini teruskan doamu !”
“Lakukan,
berdoa dan berdoa dan bekerja, saling mengasihi dan mencintai !”
“Dan
Aku minta tidak ada lagi kekerasan dalam keluargamu ! Itulah kekuatanmu !”
“Aku
minta kepada kamu, tolong….! Berjuang kamu anakKu !”
“Aku
selalu bersamamu dimana kamu berjuang
pasti kamu bisa !”
“Bisa
! Bisa anakKu ! Bisa ! Pasti bisa !”
“Allah
akan menolongmu ! Percayalah ! Inilah kata-kataKu kepada kamu semuanya !”
“Jangan
khawatir ! Takut !”
“Kalau
kamu bersama Allah dan saling mengasihi antara satu dengan yang lain, setan
tidak akan bisa memporakporandakan kamu karena kamu diikat oleh kuasa Allah.”
“Katakanlah
yang benar yang engkau terima dari Aku, engkau sampaikan kepada
saudara-saudaramu !”
“Dan
Aku mengatakan, kalau ada yang tidak suka, jangan kamu marah! Kamu bawa dalam
doamu, kasihanilah mereka supaya kuasa Allah bekerja untuk anak-anakNYA melalui
kamu !”
“Sudah
kamu mengerti ?”
“Terima
kasih !”
“Mari
anakKu, kalau engkau sudah mengerti Aku bawa semua dalam doamu dalam perjalanan
ini.”
“Aku
minta semua anak-anakKu yang ada di kotamu ini supaya mereka tahu bahwa Aku
Ibumu sudah datang diantara kamu ! Dari kamulah semua itu akan terjadi !”
“Dan
engkau imamKu di tempat ini, Aku titip semua anakKu !”
“Dan
berbicaralah diantara kamu para imam ! Katakan salamKu ini bahwa Aku Ibumu
Maria melalui Agnes menyapa kamu !”
“Kalau
engkau tidak diterima, bawalah dalam doamu untuk semua rekan-rekanmu yang masuk
dalam kasih Allah menjadi imam.”
“Aku
berdoa untukmu anakKu !”
“Terima
kasih !”
“Terima
kasih anakKu, Aku mengasihimu dan menyertaimu dimana engkau bersatu dengan
anakKu dan melayani mereka dengan baik. Aku menyertaimu dengan berdoa untukmu
!”
“Terima
kasih anakKu !”
“Terima
kasih anakKu !”
“Dan
kamu juga yang ada disini, terima kasih untuk kamu semuanya !”
“Terima
kasih !”
“Dan
sampaikan salamKu kepada Agnes dimana dia sudah bersatu dengan kamu melayani
kamu !”
“Dan
engkau imamKu Isak Doera, engkau tidak
sendiri anakKu ! Aku menyertaimu ! Aku yang memintamu bersatu bersama
Agnes dan anak-anakKu di negara ini !”
“Tidak
ada yang bisa memanggilmu karena engkau seorang imam yang dipatuhi oleh mereka
! Siapakah yang bisa memanggilmu ?”
“Hanya
kuasa Allah yang memanggilmu, dari jauh diantar untuk bersatu dengan
anak-anakKu di negara ini supaya dinyatakan, supaya mereka melihat semua itu !
Manusia tidak bisa melakukannya ! Hanya kuasa Allah bisa merubah manusia !
Hanya Allah !”
“Jangan
engkau sedih ! Jangan engkau khawatir bersama anak-anakKu bersama Agnes!”
“ImamKu
Isak Doera Aku mengasihimu ! Aku mengasihimu !”
“Dan
kamu semua yang ada disini, Aku mengasihimu !”
“Terima
kasih !”
“Dan
apabila semua ini Agnes tidak ada diantara kamu tetapi yang lebih penting
adalah Allah dan Aku bersama kamu !”
“Terima
kasih !”
“Terima
kasih untuk kamu semuanya !”
“Mari
satukan hatimu dengan Aku Ibumu ! Mari kita berdoa dengan hati, Aku bawa doamu
ini, Kupersembahkan kepada Allah !”
“Mari
anakKu kita berdoa bersama-sama.”
“Ya Allah yang mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.” (3X) Amin.
“Anak-anakKu sekalian, seperti inilah engkau berdoa ! Jangan engkau terburu-buru untuk berdoa !”
“Engkau datang kepada Allah, bicaralah dengan hatimu supaya engkau bisa bertemu dengan Allah dengan mesra anak-anakKu ! Supaya penguasa-penguasa dunia ini tidak sanggup untuk mencobaimu di saat engkau datang dengan hati, untuk datang kepada Allah ! Aku mengajarkan ini kepadamu dan engkau juga mengajarkan itu kepada saudara-saudaramu.”
“Inilah
perkataanKu, isi hatiKu kepada kamu semuanya !”
“Dan
Aku mengucapkan terima kasih untuk kamu dan selamat bekerja dan selamat berdoa
dan selamat mengasihi dan melayani dimana engkau berada terutama di kotamu ini
!”
“Terima
kasih anakKu, selamat malam untuk kamu semuanya !”
---ooo0ooo---