Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Keluarga dr. Hendrik Fernandez - Kupang,

Tanggal 8 September 2000

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

“AKU mengasihi kamu semuanya, AKU tidak pernah meninggalkan kamu !” (Ini kata Tuhan).

“Maka AKU menyapamu dari surga supaya janji-KU KU-tepati bahwa AKU tidak pernah meninggalkan kamu” (Ini kata Tuhan)

“Dan AKU memberkati kamu dalam perjalananmu ini !” (Kata Tuhan).

“AKU menunggumu anak-KU ! AKU menunggumu di surga ! Datanglah ! Datanglah anak-KU supaya hati-KU ini bahagia apabila anak-anakKU datang ! Datang semuanya!” (Ini kata Tuhan Yesus)

“Baiklah AKU menunggumu dalam doamu dan sebutkanlah nama-KU dalam doamu ! Itulah kekuatanmu supaya engkau tidak masuk lagi dalam pencobaan yang datang dari dunia ! AKU menguatkan kamu semuanya.” (Ini kata Tuhan Yesus)

 

Pesan Bunda Maria

 

 

“Untukmu hai imamKu kamu berdua yang Aku kasihi, selamat malam untuk kamu berdua !”

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab Mgr Isak Doera Pr dan Pater Dagobertus SVD.

 

“Terima kasih anakKu !”

“Berbahagialah engkau saat ini !”

“Dan engkau renungkan dalam perjalananmu ini bersama anak-anakKu bahwa satupun tidak akan bisa menghambat dalam perjalananmu ini karena Allah menyertai kamu semuanya !”

“Bersyukurlah kepada Allah kamu disertai, dilindungi dan dikuatkan !”

(Sehari setelah kami meninggalkan Atambua terjadi kerusuhan disana yaitu tanggal 6 September 2000, red)

 

“Itulah kebenaran yang engkau terima dalam perjalananmu ini ! Dunia tidak bisa mengambil itu semua dan merusak dalam perjalananmu !”

“AnakKu, Allah menyertaimu di dalam tugasmu untuk melayani anak-anakKu !”

“Apabila kamu bekerja bersatu dengan Allah, dunia tidak bisa menganggumu karena Allah adalah kekuatanmu.”

“Dan Aku minta kepadamu, kalau engkau melaksanakan tugas kebenaran, jangan sekali-kali dalam keraguan, engkau akan masuk dalam pencobaan !”

“Kuatlah kamu semua dalam kasih Allah maka engkau bebas dari pencobaan.”

“Aku mengucapkan terima kasih untuk kamu imamKu Isak Doera yang telah men-dampingi Agnes dan anak-anakKu yang bersatu dengan Aku Ibumu untuk melayani anak-anakKu di tempat ini, dimana engkau melayani.”

 

“Dan juga kamu, Aku juga mengucapkan terima kasih ! Kamu semua bersedia bersatu dengan Aku Ibumu untuk melayani anak-anakKu.”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat yang melayani.

 

 

“Aku mengatakan, engkau berangkat dengan bahagia, juga pulang engkau membawa bahagia dan sampai dengan bahagia di dalam keluargamu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat yang melayani.

 

 

“Terima kasih !”

“Memang melelahkan ! Melelahkan anak-anakKu ! Tetapi itu apalah artinya, yang begitu besar yang telah engkau berikan kepada Allah kepada Aku Ibumu dan anak-anakKu.”

“Siapa yang bekerja dia mendapatkan upahnya dari surga, berbahagialah kamu semua-nya yang telah bekerja untuk kebenaran !”

“Aku bahagia kamu semua sudah dapat bekerja dengan baik !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat yang melayani.

 

 

“Terima kasih itu semuanya !”

“Itu juga terima-kasihmu, kamu sudah melakukan untuk anak-anakKu. Itulah persembahanmu yang engkau berikan kepada Allah. Bukan dunia yang engkau persembahkan tetapi kasih dan cinta yang engkau lakukan kepada anak-anakKu. Itulah persembahan yang sempurna yang engkau berikan kepada Allah !”

“Teruskan anakKu ! Teruskan sampai hari memberhentikan semua kegiatanmu !”

“Jangan pikirkan !”

“Ada masa untuk mengerti ! Akan diberikan pengertian dari Allah !”

“Jangan dicari-cari untuk mengerti, engkau tidak akan sanggup untuk mengerti semua yang dikerjakan Allah  ! Surga juga tidak mengerti !”

 

 

“AnakKu, siapkan dirimu dengan baik ! Bersama Agnes kamu melayani anak-anakKu!”

“Dari merekalah nanti, mereka menjadi saksiKu untuk  menyampaikan semua ini supaya sampai kepada anak-anakKu semua sampai seluruh tanah-airmu ini.”

“Allahmu yang bekerja ! Allahmu yang bekerja !”

“Engkau tidak sendiri di dalam perjalanan ini, Aku Ibumu menyertai kamu ! Hanya Agnes yang tahu bahwa Aku selalu menyertai kamu di dalam perjalananmu ini !”

“Engkau tidak sendiri ! Aku bersama Agnes, bersama kamu dalam kelompokmu ini !”

“Terima kasih untuk kamu bersama Agnes, kamu sudah dapat melaksanakan tugasmu dengan baik ! Aku bahagia !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat yang melayani.

 

 

“Terima kasih !”

“Bawalah kebahagiaan itu dalam keluargamu supaya mereka juga bahagia menerima perjalananmu.”

 

“Dan kamu semua anak-anakKu yang Aku kasihi, semua yang ada disini, selamat malam untuk kamu semuanya !”

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih anak-anakKu sekalian !”

“Kata Agnes, dia mengatakan yang terakhir. Boleh dia mengatakan demikian, yang terakhir. Bisa saja yang terakhir, tetapi kamu tetap Aku satukan dalam doaKu, tidak bisa dipisahkan oleh dunia ini.”

“Setelah Agnes dan anak-anakKu meninggalkan kamu semuanya, bekerjalah kamu dengan baik dan layani anak-anakKu dengan baik dan sampaikan doaKu dengan baik untuk anak-anakKu di tempat ini.”

“Aku akan bersamamu dimana kamu berdoa bersama Aku Ibumu, kuasa Allah datang menyertaimu dan Aku datang bersama kamu walaupun Agnes tidak ada diantara kamu.”

“Setelah Agnes dan semua anak-anakKu kembali, hiduplah kamu dalam doa !”

“Teruskanlah tugasmu ! Aku memanggil kamu untuk bekerja dengan Aku Ibumu untuk melayani anak-anakKu di tempat ini !”

“Apakah kamu bersedia ?”

 

Kami bersedia Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

“Terima kasih !”

“Saling mengasihilah kamu, untuk melayani, untuk menyampaikan tanda kasih dan cinta-Ku di kotamu ini !”

“Jangan khawatir ! Tidak terjadi apa-apa di kotamu ini !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

“Bersatulah kamu ! Saling menguatkan kamu !”

“AnakKu, Aku sudah mengatakan, semua peristiwa di negaramu itu tidak akan selesai sampai hari pemurnian itu turun ke bumi ini ! Supaya engkau tahu mana yang datang dari dunia : urusan dunia, pekerjaan dunia, pikiran dunia akan engkau lihat dengan nyata. Tetapi kamu bekerja dengan Allah, jangan kamu ikut-ikutan masalah dunia nanti engkau pedih dan sedih !”

 

 

“AnakKu, kuasa kegelapan sekarang sedang bekerja keras untuk mencelakakan manusia.”

“Tetapi kamu dalam kebenaran ! Terutama kamu, tidak ada permusuhan lagi dimanapun saudaramu. Itu saudaramu ! Dan doakan mereka !”

“Jangan kamu  tidak suka kepada mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Karena itu semua, karena mereka berjalan dalam keraguan sehingga kuasa kegelapan bekerja dalam kehidupannya.”

“Tetapi kamu tidak boleh menghakimi, mereka adalah saudaramu yang sedang dalam keraguan.”

“Tolong doakan mereka ! Serukan kepada Allah untuk mereka yang saat ini, yang sedang menderita dengan segala sikap dan tingkah-laku mereka. Mereka lupa atas dirinya ! Doakan anakKu !”

“Jangan kamu banyak bicara dan membicarakan tentang kelemahan itu semuanya, seharusnya kamu angkat dalam doamu !”

“Tolong sampaikan kepada imammu yang tertinggi di tempat ini !”

“Serukan bersatu dimana kamu berkumpul di dalam Rumah Allah, masukkan ujud doa ini untuk kedamaian, untuk keselamatan bagi mereka yang sedang bertikai, saling membunuh !”  (di Atambua dan sekitarnya, red)

“Tolong sampaikan salamKu ini !”

“Serukan ! Kamu bersatu sehati sejiwa dalam penderitaan saudara-saudaramu !”

“Kamu masih ada dalam dunia, kamu bisa memohon meluluhkan hati Allah walaupun dikatakan itu tidak akan berhenti tetapi serukan kepada Allah !”

“Mengambil sikap…. ! Sikap doa ! Itu belum kamu lakukan bersama imam-imammu !”

“Sampaikan salamKu kepada imammu yang tertinggi di tempat ini dan juga dimana imammu yang sudah Aku kunjungi, yang saat ini sedang bertikai !”

“Tolong ! Serukan doamu !”

“Imam-imam mengajak anak-anakKu bersatu dalam doa berseru kepada Allah, Aku Ibumu bersatu dimana engkau berdoa. Aku percaya Tuhan akan bekerja !”

“AnakKu, lakukan itu ! Tolong sampaikan salamKu ini !”

“Dia percaya atau tidak percaya, kamu sampaikan bahwa Aku Ibunya Maria sudah mengatakan ini ! Kalau kamu tidak melakukan kamu akan

hancur semuanya !”

 

Akan kami sampaikan Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“AnakKu akan menderita, saling membunuh, tidak ada lagi harga manusia di mata mereka karena setan sudah masuk dan menguasai dan memimpin mereka untuk membunuh !”

“Sekali lagi percaya atau tidak percaya apa yang Aku katakan ini, sampaikan salamKu kepada imammu ! Itu permintaanKu !”

“Kalau kamu tidak lakukan kamu akan hancur ! Akan terjadi pertumpahan darah yang sangat besar di tempatmu, di kotamu yang saat ini yang sedang saling membunuh !” (Atambua dan sekitarnya, red.)

 

“Percayalah anakKu, Allah sanggup melakukan itu semuanya ! Asal kamu sadar, kamu satukan hatimu untuk saudara-sudaramu yang saat ini sedang menderita lahir dan batin.”

 

“Sungguh Aku sedih ! Tetapi itulah yang terjadi di negaramu !”
“Aku mengatakan, tidak berhenti !”

“Tetapi kamu kuatlah saling mendoakan, saling mengasihi dan Aku minta tidak ada lagi pertengkaran diantara kamu, tidak ada lagi permusuhan. Kamu damai ! Dimana pun, kamu damai terutama dalam keluargamu !”

“Didik anak-anakmu ! Jaga anak-anakmu ! Jaga keluargamu !”

“Mulai saat ini tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi curiga mencurigai antara satu dengan yang lain. Aku minta ! Nanti kuasa-kuasa kegelapan itu akan bekerja dan melanjutkan semua sikap dan tingkah-lakumu yang membuat orang pedih dan sakit !”

“Aku minta, damailah anakKu !”

 

“Dan sampaikanlah salamKu juga bagi imam-imammu di tempat ini !”

“Terima atau tidak terima, katakan Ibumu Maria sudah datang untuk mengumpulkan kamu semuanya, mempersiapkan kamu semuanya, menjaga kamu semuanya.”

“Maka Aku mengumpulkan kamu berkelompok-kelompok supaya setan tidak bisa mencobai kamu ! Berkelompok-kelompok itu kekuatan terutama dalam keluargamu.”

“Anak-anakKu, berkelompok kelompoklah kamu saling menguatkan ! Setan tidak akan sanggup mencobai kamu karena kamu bersatu dalam doa, kuasa Allah menguatkan kamu semuanya.”

 

“AnakKu semua Aku mengatakan benar, waktunya tinggal sedikit lagi!”

“Jangan lagi kamu banyak memikirkan dunia !”

“Apakah kamu sudah tidak cukup dengan apa yang engkau terima, berkat dari Allah ?”

“Itu lebih dari cukup untuk bersatu, mengasihi, mencintai, memberi  ! Itu sudah cukup  ! Lebih dari cukup !”

“Waktunya tinggal sedikit ! Jaga dirimu baik-baik !”

 

 

“Biarlah apa yang Aku katakan ini, para imam-imam menolak !”

“Nanti saatnya tiba, dia akan menangis, menyesali bahwa Aku Ibumu Maria sudah mengatakan benar untuk dunia, untuk negaramu. Aku sudah datang mempersiapkan kamu semuanya. Mereka akan menangis ! Dengan kesombongannya ! Dengan kesombongannya…! Dia sudah cukup ! Sudah cukup !”

“Tetapi lihat ! Anak-anakKu sudah banyak menderita ! Dimana imam-imamKu menjaga anak-anakKu ?”

“Mereka berjalan sendiri ! Dia bersenang-senang sendiri; sedikit untuk anak-anakKu !”

“Aku sudah mengatakan, inilah isi hatiKu, banyak para imam yang sembunyi di balik jubah. Dia pakai jubahnya untuk menutupi kelemahan-kelemahannya. Itu tidak baik !”

“Sekarang engkau lihat, anakKu semua banyak menderita di negaramu ini, apa yang bisa mereka lakukan ?”

“Kini Aku datang melalui kuasa Allah untuk anak-anakKu ! Aku tidak diterima !”

“Aku bebas untuk datang kepada anakKu di seluruh bumi. Tidak boleh ? Tidak ada yang bisa mencegahKu karena Aku bersama Allah. Kuasa Allah menghantarkan Aku untuk anak-anakKu ! Siapa yang  bisa mencegah Aku ! Aku boleh datang kemana saja untuk anak-anakKu !”

“Sayang….! Mereka tidak mengerti ! Sayang…. !”

 

“Aku sedih karena waktu tinggal sedikit lagi !”

“Banyak para imam yang mengeraskan hatinya dan memperolok-olok semua perjalananKu ini bersama anak-anakKu !”

“Aku datang untuk anakKu karena Aku bersama Allah ! Allah bisa berbuat apa saja untuk anak-anakNYA ! Saat ini juga Aku bicara di surga, kuasa Allah menghantarkan bersama Agnes.”

“Itu salah yang mengatakan, tidak mungkin Ibu Maria masuk ke tubuh Agnes !”

“Memang tidak mungkin dan tidak pernah terjadi !”

“Aku Ibumu ada di surga saat ini anakKu ! Inilah kata-kataKu, inilah isi hatiKu diantarkan kepadamu melalui Agnes. Agnes juga saat ini berdoa bersama kamu. Ini tidak akan dimengerti !”

“Dan Aku mengatakan dan bertanya kepadamu, apakah Aku datang menyesatkan kamu?”

 

Tidak Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Apakah Aku menjauhkan engkau dari Allah ?”

 

Tidak Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Syukur  kepada Allah !”

“Aku ingin engkau Kubawa kembali kepada Allah ! Inilah saatnya anakKu, engkau tidak mendua hati lagi bersama dunia. Engkau sibuk dengan dunia, kapan engkau datang kepada Allah ?”

“Aku mengatakan, Aku di surga saat ini bicara dari hati ke hati kepadamu melalui kuasa Allah, melalui Agnes !”

“Jangan dipikirkan !”

“Kebenaran diterima dengan hati yang tulus, dengan hati yang terbuka, berdoa kepada Allah Bapa kamu semua di surga dan AllahKu yang telah memberikan Aku bahagia di surga saat ini !”

“Anak-anakKu, ini cara yang terakhir supaya apa yang Aku katakan kamu dengar ! Bukan hanya sampai menyampai saja tetapi kamu mendengar langsung dari Aku Ibumu yang mengatakan ini semua dan disaksikan oleh Allah yang mendengarkan Aku berkata-kata di surga sampai diantara kamu bersama Agnes !”

“Apakah kamu sudah mengerti ?”

 

Sudah Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Kalau engkau sudah mengerti, jadilah engkau saksiKu tentang kebenaran ini supaya anak-anakKu di tempat ini semua selamat, tidak ada lagi menderita.”

“Sampaikan salamKu melalui doaKu ! Itu kekuatanmu !”

“Kuasa Allah akan bekerja dimana kamu berdoa bersama Aku Ibumu !”

“Lakukan dengan baik ! Lakukan dengan hati ! Lakukan dengan sungguh-sungguh  kepasrahanmu kepada Allah !”

 

“Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, berbahagialah cara ini Kuberikan kepadamu dan Allah bicara kepadamu dari surga, engkau dengarkan ! Dan juga Aku Ibumu bicara di surga ! Saat ini  Aku di surga !”

“Inilah isi hatiKu disampaikan oleh Allah melalui anakKu ini yang Aku kasihi !”

 

“Bersalahlah kamu kalau engkau mengatakan Agnes sesat !”

“Dia tidak sesat anakKu ! Dia memuji Allah ! Dia dekat dengan Allah ! Dia menerima Allah dalam hidupnya ! Keluarganya dipersembahkan kepada Allah ! Dia anak Allah seperti kamu !”

“Agnes tidak sesat anakKu ! Kasihan dia ini ! Dia sudah siap memberikan dirinya untuk kamu ! Seharusnya kamu berdoa untuk Agnes ! Anak ini cukup menderita !”

“Cara ini sangat menderita; dengan cara yang Aku berikan dimana Aku hadir di  bumi ini, di negara lain, mereka tidak menderita seperti Agnes.”

“Sungguh anak ini menderita ! Aku merasakan ! Dia hanya menangis dalam hati. Aku menerima penderitaan itu. Aku bersama anak ini dalam penderitaannya. Aku selalu menyertainya dalam tugasnya !”

“Janganlah sekali-sekali ada yang menghakimi !  Nanti kamu menyesal apabila semua  ini terjadi dengan sekejap; kamu akan menyesal !”

 

“Anak-anakKu, Aku Ibumu datang dengan cara ini walaupun dipertentangkan banyak manusia, biarkan saja ! Aku bersama Allah, Aku menang ! Aku mengalahkan dunia ini!”

“Dan Aku bertanya kepada kamu, selama ini kamu bersama Agnes apa yang engkau dapatkan, apakah kamu menderita ?”

 

Tidak Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

“Terima kasih !”

“Tetapi Aku tahu kamu berat menderita ! Tetapi engkau tidak akan dilukai oleh dunia ! Mereka tidak sanggup untuk melukai kamu ! Dinyatakan oleh Allah supaya dunia melihat!”

“Anak-anakKu, Aku mengatakan ini kepada kamu !”

“Mungkin kata Agnes benar. Agnes tidak akan kesini lagi tetapi Allah dan Aku datang ke tempat ini, di kotamu ini. Percayalah anakKu !”

 

 

Kami percaya Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih !”

 

“Dan Aku minta mulai saat ini teruskan doamu !”

“Lakukan, berdoa dan berdoa dan bekerja, saling mengasihi dan mencintai !”

“Dan Aku minta tidak ada lagi kekerasan dalam keluargamu ! Itulah kekuatanmu !”

“Aku minta kepada kamu, tolong….! Berjuang kamu anakKu !”

“Aku selalu bersamamu dimana kamu berjuang  pasti kamu bisa !”

“Bisa ! Bisa anakKu ! Bisa ! Pasti bisa !”

“Allah akan menolongmu ! Percayalah ! Inilah kata-kataKu kepada kamu semuanya !”

 

“Jangan khawatir ! Takut !”

“Kalau kamu bersama Allah dan saling mengasihi antara satu dengan yang lain, setan tidak akan bisa memporakporandakan kamu karena kamu diikat oleh kuasa Allah.”

“Katakanlah yang benar yang engkau terima dari Aku, engkau sampaikan kepada saudara-saudaramu !”

“Dan Aku mengatakan, kalau ada yang tidak suka, jangan kamu marah! Kamu bawa dalam doamu, kasihanilah mereka supaya kuasa Allah bekerja untuk anak-anakNYA melalui kamu !”

“Sudah kamu mengerti ?”

 

 

Sudah Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

“Terima kasih !”

“Mari anakKu, kalau engkau sudah mengerti Aku bawa semua dalam doamu dalam perjalanan ini.”

“Aku minta semua anak-anakKu yang ada di kotamu ini supaya mereka tahu bahwa Aku Ibumu sudah datang diantara kamu ! Dari kamulah semua itu akan terjadi !”

 

 

“Dan engkau imamKu di tempat ini, Aku titip semua anakKu !”

“Dan berbicaralah diantara kamu para imam ! Katakan salamKu ini bahwa Aku Ibumu Maria melalui Agnes menyapa kamu !”

“Kalau engkau tidak diterima, bawalah dalam doamu untuk semua rekan-rekanmu yang masuk dalam kasih Allah menjadi imam.”

“Aku berdoa untukmu anakKu !”

 

 

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Pater Dagobertus SVD.

 

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih anakKu, Aku mengasihimu dan menyertaimu dimana engkau bersatu dengan anakKu dan melayani mereka dengan baik. Aku menyertaimu dengan berdoa untukmu !”

“Terima kasih anakKu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Pater Dagobertus SVD.

 

 

“Terima kasih anakKu !”

 

 

“Dan kamu juga yang ada disini, terima kasih untuk kamu semuanya !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

“Terima kasih !”

“Dan sampaikan salamKu kepada Agnes dimana dia sudah bersatu dengan kamu melayani kamu !”

 

“Dan engkau imamKu Isak Doera, engkau tidak  sendiri anakKu ! Aku menyertaimu ! Aku yang memintamu bersatu bersama Agnes dan anak-anakKu di negara ini !”

“Tidak ada yang bisa memanggilmu karena engkau seorang imam yang dipatuhi oleh mereka ! Siapakah yang bisa memanggilmu ?”

“Hanya kuasa Allah yang memanggilmu, dari jauh diantar untuk bersatu dengan anak-anakKu di negara ini supaya dinyatakan, supaya mereka melihat semua itu ! Manusia tidak bisa melakukannya ! Hanya kuasa Allah bisa merubah manusia ! Hanya Allah !”

“Jangan engkau sedih ! Jangan engkau khawatir bersama anak-anakKu bersama Agnes!”

“ImamKu Isak Doera Aku mengasihimu ! Aku mengasihimu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Mgr. Isak Doera Pr.

 

“Dan kamu semua yang ada disini, Aku mengasihimu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Dan apabila semua ini Agnes tidak ada diantara kamu tetapi yang lebih penting adalah Allah dan Aku bersama kamu !”

 

Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih untuk kamu semuanya !”

“Mari satukan hatimu dengan Aku Ibumu ! Mari kita berdoa dengan hati, Aku bawa doamu ini,  Kupersembahkan kepada Allah !”

“Mari anakKu kita berdoa bersama-sama.”

 

“Ya Allah yang mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.” (3X) Amin.

 

“Anak-anakKu sekalian, seperti inilah engkau berdoa ! Jangan engkau terburu-buru untuk berdoa !”

“Engkau datang kepada Allah, bicaralah dengan hatimu supaya engkau bisa bertemu dengan Allah dengan mesra anak-anakKu ! Supaya penguasa-penguasa dunia ini tidak sanggup untuk mencobaimu di saat engkau datang dengan hati, untuk datang kepada Allah ! Aku mengajarkan ini kepadamu dan engkau juga mengajarkan itu kepada saudara-saudaramu.”

“Inilah perkataanKu, isi hatiKu kepada kamu semuanya !”

 

“Dan Aku mengucapkan terima kasih untuk kamu dan selamat bekerja dan selamat berdoa dan selamat mengasihi dan melayani dimana engkau berada terutama di kotamu ini !”

 

“Terima kasih anakKu, selamat malam untuk kamu semuanya !”

 

Terima kasih Ibu Maria, selamat malam, jawab umat serentak.

 

 

---ooo0ooo---