Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Gereja St. Theresia, Kefamenanu, tanggal 2 September 2000

 

Pesan Tuhan Yesus  (Sabda Pengetahuan)

 

“AKU datang dan datang untuk menyembuhkan kamu supaya engkau utuh bersatu dalam kasih dan cinta-KU ! Tidak lagi engkau dibebani oleh dunia ! Tapi ikutilah AKU dengan baik !” (Ini kata Tuhan Yesus)

“Dan AKU berkata kepadamu, setelah AKU menyapamu pada malam ini, renung-kanlah kembali dan berdoalah di dalam nama-KU dan AKU menunggumu dan sebutkanlah nama-KU  ! Itulah kekuatanmu !”

 

“Anak-anakKU sekalian yang AKU kasihi !” (Ini kata Tuhan Yesus).

“Berbahagialah kamu AKU mengunjungimu saat ini seperti ini ! Inilah kuasa-KU datang supaya engkau tahu bahwa engkau tidak pernah KU-tinggalkan sendiri di bumi ini. “AKU Tuhan Allahmu yang bertahta di surga selalu menjaga kamu siang dan malam tetapi engkau selalu  pergi dan pergi bersama dunia !” (Ini kata Tuhan).

“Mulai saat ini anak-KU pulanglah kamu semua ! Datanglah pada-KU, AKU menunggumu !” (Ini kata Tuhan).

“Terimalah berkat-KU ini !” (Kata Tuhan).

“Jadilah engkau anak yang setia dalam perjalanan ini !”

“Saat ini Aku meninggalkan damai suka-cita dalam hatimu ! Bawalah damai-KU ini anak-KU supaya AKU dimuliakan di dalam perjalananmu !” (Ini kata Tuhan Yesus).

“Dan AKU mengatakan kepadamu, sampai bertemu lagi dalam doamu dan AKU menunggumu dengan setia !” (Ini kata Tuhan Yesus).

 

 

Pesan Bunda Maria

 

“Selamat malam untukmu hai imamKu, kamu berdua, yang Aku kasihi dan juga kamu sekalian anak-anakKu dan putri-putri yang Aku kasihi, selamat malam !”

 

Selamat malam, jawab para imam, umat  dan para suster serentak.

 

 

“Terima kasih untuk kamu semuanya anak-anakKu !”

“Engkau sudah melihat tanda kuasa Allah datang diantara kamu ! Itulah tanda kasih dan cinta Allah diberikan kepada kamu !”

“Masa penantian cukup berat bagi anak-anakKu di bumi ini dan juga kamu sekalian.”

“Engkau jangan takut melihat semua peristiwa diantara kamu, semua akan diselesaikan Allah. Allah menunjukkan begitu beratnya dunia, begitu menyakitkan dunia. Kalau engkau meninggalkan Allah engkau akan sakit anakKu, engkau akan kecewa, engkau akan menderita dan menangis karena dunia !”

 

“Anak-anakKu yang Aku kasihi, semua kamu yang ada disini. Inilah Aku Ibumu Maria datang diantara kamu bersama Agnes pada malam ini. Anak ini Kuantar kepadamu dia dipanggil untuk kamu di negara ini!”

“Jangan engkau pikirkan semua yang terjadi tetapi renungkanlah semuanya dan bawalah dalam doa dan minta kepada Allah, semua akan menjadi baik.”

“Anak-anakKu begitu beratnya dunia, Aku melihat anak-anakKu menderita akan dunia sehingga dia lupa akan Allahnya yang bisa menolong, bisa menyelesaikan semua permasalahannya ! Itulah dunia menghambat untuk anak-anakKu, untuk datang kepada Allah.”

“Maka Aku minta kepada Allah, supaya Aku bisa datang pada anak-anakKu dengan cara ini ! Inilah yang terakhir yang KU-berikan kepada anak-anakKu di bumi ini ! Yang terakhir di negaramu !”

 

“Aku Maria sudah datang ! Aku menang ! Aku mengalahkan dunia ini karena Aku bersama Allah. Siapakah yang sanggup menghalangiKu untuk bertemu dengan anak-anakKu ?”

“Tidak anakKu !”

“Kuasa Allah mengantarkan Aku secara nyata seperti ini dan Aku bisa berbicara bersama kamu melalui Agnes !”

“Akulah Maria, ibumu yang diberikan Allah bagimu melalui Kitab Sucimu ! Engkau telah membaca dan mengenal ! Aku ibumu Maria yang diciptakan Allah untuk bekerja-sama dengan Allah untuk menyelamatkan banyak manusia tetapi bagi kamu yang percaya itulah yang Aku terima.”

“Aku mempunyai cara seperti ini. Inilah yang terakhir ! Siapakah yang bisa menghalangiKu ?”

“Tidak anakKu !”

“Allah bekerja dalam kehidupanKu waktu Aku masih hidup dan juga kini Aku sudah bahagia Allah bersamaKu dan juga kamu bersama Allah bersama Aku ibumu, Aku mengantar engkau bermesraan kembali bersatu dengan Allah !”

“Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, yang Aku cintai ! Apakah engkau mengerti selama ini bahwa Aku ibumu tetap berdoa di surga ?”

 

Kami mengerti Ibu,  jawab umat serentak.

 

“Terima kasih anak-anakKu !”

“Terima kasih !”

“Ini Aku Ibumu ! Jangan engkau khawatir, saat ini Allah mendengarkan apa yang Aku katakan kepadamu pada malam ini ! Allahmu adalah Allahku yang memberikan Aku bahagia di surga saat ini !”

 

“Aku menyatakan kepadamu, mulai saat ini kembalilah kamu ! Kembalilah !”

“Jangan lagi bermain-main dengan dunia yang menyesatkan kehidupanmu, yang menjauhkan kasih Allah selama ini kepadamu !”

“Dan Aku minta, datanglah melalui doamu, saling mengasihi kamu diantara satu dengan yang lain terutama dalam keluargamu !”

“Hidupkanlah doa ! Itu kekuatanmu anakKu !”

“Kamu berdoa adalah berbicara kepada Allah ! Maka datanglah dengan hati yang sangat dalam bahwa engkau sungguh-sungguh merindukan Allah di dalam kehidupanmu.”

 

“Inilah caraKu agar engkau mendengarkan Aku ! Ibumu Maria datang dengan cara ini dan Aku mengatakan  kepadamu, siapakah yang bisa mengambil ini anakKu?”

“Dunia ini tidak bisa mengambil ! Karena Aku bukan dari dunia ! Aku bagian dari atas ! Bahagia yang telah diberikan Allah kepadaKu ! Dunia tidak akan sanggup mengambil ini semuanya !”

“Sudah sekian lama Aku ada di negaramu, siapakah yang bisa menahanKu?”

“Tidak anakKu ! Tidak !”

“Dunia tidak bisa menahanKu ! Karena Aku datang mempersiapkan kamu semuanya karena hari pemurnian akan segera turun ke bumi ini. Aku semua ingin kamu semua bahagia menantikan hari itu !”

 

“Berbuat yang baik ! Itulah keinginanKu ! Dalam kebenaran engkau bisa menyampaikan itu semuanya karena kamu adalah anak-anak terang harus bisa menyampaikan kepada saudara-saudaramu. Bukan lagi kamu anak kegelapan tapi engkau berjalan di dalam kegelapan, engkau menerangi sekitarnya dan orang bisa berjalan tidak tersandung lagi.”

“Itulah kamu ! Kamulah saksi Allah tentang kebenaran bahwa Allah maha kuasa, maha pengasih, maha cinta, untuk semua manusia yang percaya kepada-NYA.”

 

“Anak-anakKu semua, Aku bahagia !”

“Dengan cara ini Aku bisa bertemu dengan kamu ! Aku bahagia ! Sangat bahagia !”

“Ini tidak dimengerti oleh siapa pun apabila hatinya tertutup ! Tetapi bila hatinya terbuka, dia bisa menerima ini semuanya karena kebenaran tidak dipaksakan !”

“Kebenaran ditawarkan kepada setiap manusia dan direnungkan dan dibawa dalam doa, akhirnya Tuhan membuka hatimu untuk menerima.“

 

“Anak-anakKu yang Aku kasihi, semua yang ada disini, sekali lagi Aku minta kepadamu, lemah-lembutlah kamu mulai saat ini ! Tidak ada lagi kekasaran !”

“Jagalah mulutmu dengan baik ! Pakailah mulutmu ini untuk berbicara baik ! Karena mulutmu ini untuk memuliakan Allah !”

“AnakKu ,jaga dirimu baik-baik ! Siapakah yang bisa menjaga dirimu ?”

“Hanya engkau dan Allah ! Hanya engkau dan Allah !”

”Maka Aku minta mulai saat ini, bangkitlah kamu dari tidurmu !”

“Kembalilah kepada Allah ! Terimalah Allah dalam hidupmu muliakan DIA sepanjang hidupmu maka surgalah…, surgalah tempatmu !”

 

“Aku datang bersaksi, Aku dalam kebahagiaan ! Apa yang disampaikan Allah kepadamu melalui firman-NYA kini Aku dengan para kudus dan dengan para rasulmu menerima kebahagiaan di surga!”

“Maka Aku mengatakan surga itu ada…. !”

“Surga itu bahagia ! Allah ada, bertahta di surga yang menunggu kamu semuanya !”

“Aku mengingatkan kamu supaya kamu kembali membawa kebahagiaan !”

“Jangan kamu membawa kepedihan ! Aku sedih, apabila anak-anakKu pulang dipanggil oleh Allah membawa penderitaan !”

“Aku tidak bisa menolong karena itulah kemauanmu ! Engkau cari dunia, engkau juga akan membawa penderitaan pulang kepada Allah apabila engkau tidak bertobat dan kembali !”

 

“Anak-anakKu yang Aku kasihi, kenapa Ibu banyak bicara ?”

“Jangan engkau pikirkan bahwa Aku Ibumu tidak banyak bicara ?”

“Karena Aku seorang Ibu, Aku datang membawa kamu, memberikan pengertian yang sangat dalam, dalam perjalananmu ini supaya engkau bahagia ! Karena Aku Ibumu bahagia ! Kamu juga harus bahagia !”

“Jangan kamu tinggal dalam kepedihan, Aku sedih ! Jangan lagi anakKu, kamu anak bahagia ! Bersuka-citalah ! Bergembiralah ! Bersyukurlah kepada Allah apa yang engkau terima, sekecil apa pun dalam kehidupanmu !”

“Jangan engkau menuntut lebih besar dari kehidupanmu, nanti kuasa kegelapan itu akan menunggangimu dan membawa engkau dalam kebahagiaan yang tidak kekal dan abadi. Hanya membuat engkau menderita karena dunia itu tidak bisa memberikan apa-apa kepadamu, hanya sementara. Tetapi Allahmu memberikan kebahagiaan yang kekal dan abadi dalam kehidupanmu.”

 

“Jangan pikirkan saat ini kamu tidak boleh berpikir, benarkah ini ibu Maria ?”

“Bawalah dalam doamu saat ini dan minta kepada Allah yang sama yang bertahta di surga, yang telah memberikan kamu hidup dan menciptakan kamu sebagai manusia yang dicintai, yang diselamatkan oleh Allah. “

“Anak-anakKu semua, bukalah hatimu dalam kebenaran ! Kalau engkau mengalami kesulitan datanglah kepada-NYA. Tuhan bisa menolong kamu semuanya karena kamu adalah milik Allah seutuhnya.”

“Jangan engkau pergi kepada dunia meminta itu semuanya ! Engkau akan tersesat, tersesat anakKu….!”

“Janganlah engkau mau disesatkan lagi oleh dunia tetapi setelah kehadiran Allahmu bersamamu saat ini dan Aku ibumu, bangkitlah kamu semuanya !”

 

“Kamu semua adalah anak-anakKu, tidak ada satu perbedaan pun diantara kamu ! Kamu semua anak-anakKu !”

“Kamu yang berkelimpahan berkat, tolonglah saudaramu !”

“Dan kamu yang diberikan berkat sekecil apapun bersyukurlah kepada Allah, lewat saudara-saudaramu supaya engkau saling mengasihi, saling menerima, saling membantu maka tidak ada yang menangis lagi diantara kamu kalau engkau datang menolong saudara-saudaramu.”

“Jangan biarkan saudara-saudaramu menangis sendiri dalam penderitaan tetapi datanglah anakKu ! Beramai-ramailah kamu bersatu untuk menolong saudaramu supaya saudaramu tidak menangis lagi, supaya dia bisa memuji Allah di dalam pelayananmu.”

“Apakah kamu mengerti, apa yang Aku katakan ini ?”

 

Kami mengerti Ibu,  jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

 

“Karena Allah menciptakan kamu untuk saling mengasihi !”

“Allah sudah membekali kamu kasih dan cinta ! Bagikan itu kepada saudara-saudaramu !”

“Dan Aku tidak mau melihat lagi dari surga bahwa ada anak-anakKu yang menangis di sekitar kamu ! Hiburlah mereka !  Bawalah mereka ! Berilah mereka !”

“Kalau kamu bersama memberi, itu bisa kamu selesaikan !”

“Maka Aku minta berkelompok-kelompoklah kamu untuk saling melayani !”

“Tidak ada satu orang bisa menyelesaikan suatu permasalahan diantara kamu semuanya. Tetapi kalau kamu bersatu dalam kelompok, kamu bisa menyelesaikan semua apa yang terjadi diantara saudara-saudaramu terutama dalam keluargamu !”

 

“Kalau engkau bersatu dalam keluargamu, engkau bisa menyelesaikan segala permasalahan dalam keluargamu dengan baik !”

“Tetapi dalam keluargamu tidak ada damai,  kamu tidak akan bisa menyelesaikan semua perkara yang datang dalam keluargamu.”

“Hai kamu suami, lindungilah istri dan anak-anakmu ! Itu tugasmu !”

“Dan kamu juga seorang istri, patuhlah kepada suamimu dan jagalah anak-anakmu dengan baik ! Persembahkan kepada Allah ! Jangan sampai anakmu meninggalkan Allah karena dunia. Kamu akan menanggung dosa itu sendiri ! Karena Allah menitipkan anak itu kepadamu untuk memuliakan Allah di bumi ini !”

“Dan juga kamu anak-anak, hormatilah kedua orang-tuamu ! Jangan engkau berkata kasar kepada orang tuamu. Sayangi mereka, cintai mereka, doakan mereka, supaya mereka sehat, panjang umur, supaya mereka bisa menjaga kamu dan mengantar kamu di dalam kebahagiaan !”

“Itulah permintaanKu untuk kamu dalam keluarga !”

 

“Dan kamu juga semua anak-anakKu yang ada disini, Aku minta kepadamu, layani saudara-saudaramu di sekitarmu, itulah hartamu ! Kalau engkau memberikan suatu yang indah dengan tulus kepada saudara-saudaramu, itulah harta ! Harta yang sangat bahagia yang tidak bisa diambil oleh dunia ini yang akan engkau bawa kembali menghadap Allah.”

“Itulah perjalanan yang indah yang akan engkau terima nanti supaya engkau pulang nanti bersuka-cita karena pulang itu nanti adalah awal kebahagiaan yang disediakan Allah bagimu !”

“Apa kamu sudah mengerti ?”

 

Kami mengerti Ibu,  jawab umat serentak.

 

“Terima kasih untuk kamu semuanya yang Aku kasihi !”

“Aku datang ke tempat ini untuk bertemu dengan kamu, dengan cara ini !”

“Aku Ibumu benar yang sudah datang, Aku yang bicara dengan kamu ! Kuasa Allah yang mengantarkan Aku diantara kamu !”

“Kalau engkau tidak mengerti, bawalah dalam doamu, itu suatu kekuatan !”

“Saat ini juga kuasa-kuasa kegelapan tidak akan sanggup, untuk mengambil perjalanan rohani ini bersama kamu !”

“Aku sudah menang ! Aku Maria sudah menang ! Dan kamu sudah menang !”

 

“Dan jangan lagi kamu jatuh dalam dosa ! Sakit anakKu ! Sakit… !”

“Kalau kita jatuh dalam dosa, sakit… ! Cepatlah engkau bangkit kembali kepada Allah, memohon bantuan Allah, kekuatan dari Allah ! Itulah yang Aku sampaikan kepadamu pada malam ini !”

 

“Dan Aku telah mengasih kepada kamu semua melalui doa yang Kusampaikan melalui anak-anakKu melalui Agnes yang sudah kamu terima ! Pakailah doa ini dalam keluargamu, satukan dengan doamu dimanapun engkau berada !”

“Belajarlah untuk memasrahkan diri kepada Allah ! Jangan datang setengah-setengah tetapi datanglah seutuhnya kepada Allah seperti Aku Ibumu sudah melakukan sejak dulu dan sekarang dan selama-lamanya; seperti kamu juga pada malam ini Aku bawa kamu di dalam suatu kepasrahan untuk datang kepada Allah !”

“Terima kasih untuk kamu semuanya!”

 

Terima kasih  Ibu,  jawab umat serentak.

 

 

“Terima kasih !”

“Dan ingatlah kata-kataKu ini dan renungkanlah kembali dan buatlah dalam hidupmu, dalam keluargamu, dalam kelompok-kelompok dimana kamu berdoa, Aku satukan semua kelompok yang ada di bumi ini dan di negaramu ini, Aku satukan dengan doaKu adalah doa kepasrahan.”

 

“Tidak Aku beda-bedakan ! Akulah Ibumu Maria yang melayani, Akulah Ibumu Maria yang mengasihi dan Akulah Ibu Maria memberikan sesuatu dari kamu yang masih hidup dalam dunia kepada saudara-saudaramu.”

“Akulah Ibumu yang bahagia di surga yang saat ini datang diantara kamu.”

“Berbahagialah engkau anakKu, engkau telah Kusiapkan supaya hari itu turun kamu semua bahagia tidak lagi dalam ketakutan. Tetapi Aku minta bertobatlah mulai saat ini, Kembalilah kepada Allah, itulah permintaanKu.”

“Jangan lagi mendua hati ! Hatimu berikan kepada Allah supaya engkau tidak terbagi-bagi sehingga engkau hidup dalam keraguan dan ketakutan, kekhawatiran ! Tetapi kalau engkau bersatu dengan Allah seutuhnya itu akan hilang semuanya.”

“Setan tidak akan sanggup lagi mencobaimu dan membawa ke dalam dunia ini yang penuh dosa.”

 

“Baiklah anak-anakKu, cukup sekian pertemuan kita pada malam ini dan Aku akan selalu berdoa bersamamu dimana engkau berdoa Aku akan hadir melalui kuasa Allah.”

“Maka Aku akan membawa kembali doamu, kembali Kupersembahkan kepada Allah.’

“Mari satukan hatimu kepada Aku Ibumu dan Aku minta sedikit hatimu untukKu karena engkau milik Allah tetapi engkau juga memberikan hatimu kepada Aku Ibumu yang telah diberikan Allah bagi kamu semuanya.”

“Terima kasih untuk kamu anak-anakKu !”

 

Terima kasih  Ibu,  jawab umat serentak.

 

 “Aku berdoa untuk kamu semuanya.”

“Jangan takut ! Jangan takut !”

“Engkau anak terang, engkau anak Allah, engkau tidak sendiri di bumi ini. Allah menyertaimu dan Aku Ibumu beserta seisi surga berdoa untuk kamu semuanya.”

“Terima kasih !”

“Mari satukan hatimu dengan Aku Ibumu Maria, mari kita berdoa dengan hati.”

 

 

“Ya Allah yang mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu” (3X) Amin.

 

“Terima kasih anak-anakKu sekalian !”

“Dan Aku memohon kepada Allah agar Allah selalu menyertai kamu dalam perjalananmu supaya engkau merasakan Allah sangat dekat diantara kamu !”

“Dan berdoalah dengan hati anakKu karena engkau berbicara dengan Allah maka doamu akan sampai kepada tujuan dan Allah menyambutmu dengan suka cita !”

 

“Terima kasih untuk kamu semua anak-anakKu !”

“Selamat malam untuk kamu semuanya !”

 

Terima kasih  Ibu Maria, selamat malam,  jawab umat serentak.

 

 

---ooo0ooo---