Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Gereja St. Theresia, Kefamenanu,

Tanggal 1 September 2000

 

 

Pesan Tuhan Yesus  (Sabda Pengetahuan)

 

“Inilah AKU anak-KU ! AKU datang setiap saat  di hatimu yang paling dalam tetapi engkau selalu tertutup hatimu ! Dimanakah hatimu anak-anakKU ?” (Ini kata Tuhan).

“Maka AKU minta kepadamu, AKU-lah Allahmu penuh kasih dan cinta! Maka AKU minta kepadamu, lembutlah hatimu setiap saat dimana pun engkau berada sehingga engkau bisa membuka hatimu untuk-KU karena setiap saat AKU datang mengunjungi hatimu yang sangat dalam !” (Ini kata Tuhan Yesus).

“Saat ini AKU datang untuk mengatakan kepadamu pada malam ini !” (Kata Tuhan Yesus).

 

“AKU mengasihi kamu semuanya dan tidak pernah meninggalkan engkau anak-anakKU!”

“Kasih-KU kekal dan abadi ! AKU-lah kebahagiaan itu anak-anakKU !” (Ini kata Tuhan Yesus).

“AKU memberikan engkau tempat karena AKU ada di surga; karena engkau adalah anak-anakKU !” (Ini kata Tuhan).

“Surga itulah tempatmu yang AKU sediakan untukmu !” (Ini kata Tuhan Yesus).

“Dan AKU minta kepadamu, jangan lagi engkau mengeraskan hati tentang kebenaran, tentang AKU ! Tetapi belajarlah dalam perjalanan-KU karena perjalanan-KU adalah indah ! Perjalanan-KU adalah pasti ! AKU-lah kepastian itu anak-anakKU ! AKU-lah  ! AKU-lah  itu ! Raja Agung ! Raja Agung bagi para malaikat-malaikat tetapi kamu adalah anak-KU !”

 

“Datanglah kepada-KU !”  (Kata Tuhan).

“AKU menunggumu siang dan malam ! Datanglah anak-KU !”

“AKU-lah yang bisa memberikan segala-galanya dalam hidupmu supaya engkau bahagia di bumi ini dan bahagia kembali kepada-KU seutuhnya. Itulah KU-berikan kepadamu.”

“AKU selalu menunggumu !” (Ini kata Tuhan Yesus).

“AKU lemah-lembut ! Penuh kasih dan cinta !” (Kata Tuhan).

“AKU sabar terhadap kamu ! Dan AKU maha pengampun bagi kamu !” (Kata Tuhan).

“Kalau engkau sungguh-sungguh menyadari atas segala kesalahanmu bersama dunia dan kembali kepada-KU seutuhnya. AKU memelukmu kembali anak-KU !” (Ini kata Tuhan).

 

“Dengarkanlah AKU ! AKU adalah AKU, anak-KU ! Sejak dulu dan sekarang adalah sama tidak berubah sampai AKU datang kembali ke dunia ini ! Akan menjadi hakim bagi manusia, hai anak-KU !” (Ini kata Tuhan).

“Tetapi saat ini AKU bukan menjadi hakim tetapi AKU-lah Bapamu yang menantikan engkau di surga !” (Ini kata Tuhan Yesus).

“Pulanglah anak-KU ! AKU menunggumu !” (Ini kata Tuhan).

“Terimalah berkat-KU ini anak-KU ! AKU meninggalkan damai, suka-cita dalam hatimu, bawalah damai-KU ini anak-KU kemana pun engkau pergi sehingga AKU dimuliakan dalam kehidupanmu ! Bawalah damai-KU ini supaya engkau bahagia dalam perjalananmu ini ! AKU meninggalkan damai, suka-cita di dalam hatimu yang paling dalam ! Terimalah anak-KU !”

“Setelah AKU memberkatimu pada malam ini, jadilah engkau anak yang baik bagi-KU!” (Kata Tuhan).

“Dan AKU menunggumu dalam doamu dan sebutkanlah nama-KU YESUS ! Itulah kekuatanmu !”

“Anak-anakKU sampai bertemu dalam doamu, AKU menunggumu !”

 

 

Pesan Bunda Maria

 

“ImamKu semua kamu berdua, terima kasih kamu telah mengumpulkan anak-anakKu!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Mgr. Isak Doera Pr dan romo Aloysius Pr.

 

“Dan juga putri-putriKu (suster-suster, red), kamu diantara anak-anakKu yang berkumpul pada malam ini. Terima kasih dan selamat malam untuk kamu semuanya !”

 

Terima kasih Ibu Maria, selamat malam, jawab para suster.

 

“Terima kasih ! Selamat malam !”

 

Terima kasih Ibu Maria, selamat malam, jawab umat.

 

“Terima kasih !”

“Kini Aku datang melalui kuasa Allah bersama Agnes pada malam ini. Inilah Aku Ibumu Maria yang sudah datang diantara kamu di tempat ini dan Aku datang ke negaramu ini untuk yang terakhir bagi dunia.”

“Inilah caraKu supaya Aku bisa bertemu dengan kamu sekalian.”

 

“Anak-anakKu yang Aku kasihi, tadi engkau telah mendengar dari anak-anakKu. Aku datang untuk kamu, suatu kerinduanKu untuk bertemu dengan kamu di bumi ini.”

“Aku ingin kamu semua bahagia dan tidak ada lagi kesedihan diantara kamu.”

“Saat ini kuasa Allah sedang bekerja di bumi ini anakKu ! Berkat berlimpah, kasih karunia dan kerahimannya juga berlimpah maka Aku datang mengajakmu untuk menerima itu semua untuk kamu  !”

 

“Anak-anakKu yang Aku kasihi, jangan kamu bingung Aku datang seperti ini !”

“Inilah anakKu yang Aku panggil untuk kamu ! Anak ini dia menerima dengan baik, dia melaksanakan tugasnya dengan baik ! Dia juga menderita ! Sangat menderita tapi dia terima semuanya karena dia mencintai Allah dan Aku dan kamu adalah saudaranya ! Itu yang ada di hatinya !”

“Anak ini (Agnes,red) diajarkan kasih dan cinta. Dia terima dengan baik ! Anak ini dipanggil dari jauh yang belum mengenal Allah. Kini dia sudah diselamatkan, untuk itu dia dipanggil untuk menerima tugas ini di negaramu ini, untuk melayani kamu, untuk menyampaikan kebenaran ini untuk kamu ! Supaya kamu tidak lagi bermain-main dengan dunia supaya kamu kembali kepada Allah !”

“Anak ini.., anak ini cukup baik ! Dia menyadari itu semuanya karena dia sudah diselamatkan, dia bahagia ! Saat ini juga dia meninggalkan segala-galanya terutama keluarganya, dia tinggalkan untuk semuanya, dia bersatu dengan Aku Ibumu Maria untuk melayani kamu di tempat ini.”

“Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, Akulah Ibumu Maria yang selama ini yang bersama kamu walaupun kamu kurang mengerti tentang Aku Ibumu.”

 

“Dan Aku minta kepada kamu semuanya, cintailah Allah anakKu ! Cintailah Allah terutama dalam keluargamu ! Jangan ada lagi kekerasan tetapi ciptakanlah damai penuh kasih, penuh cinta, saling melayani dan menyayangi kamu semua di dalam keluargamu !”

“Mulai saat ini anakKu, berjuanglah ! Kembalilah kepada Allah seutuhnya karena waktunya sudah dekat bagi dunia !”

“Allah akan memurnikan dunia ini untuk kamu semuanya !”

“Kalau ini tidak terjadi anakKu, engkau akan menderita bertambah menderita dan seterusnya menderita karena dunia ini. Maka Allah memberikan ini kepadamu supaya engkau bahagia tidak lagi ditindas oleh dunia ini.”

“Itu harus terjadi anakKu, harus terjadi…!”

“Maka Aku datang mempersiapkan kamu semua dengan baik dan Aku berikan doaKu ini kepadamu dalam kehidupanmu. Aku mengajarkan kepasrahan karena hidupKu penuh dengan kepasrahan sehingga Aku bisa menerima tugas yang cukup berat dari Allah untuk menyelamatkan manusia. Aku diciptakan untuk kamu semuanya !”

 

“Anak-anakKu, Aku Ibumu Maria sudah bahagia di surga !”

“Kamu juga bahagia anakKu ! Kalau engkau tidak bahagia, Aku juga tidak bahagia di surga !”

“Aku melihat banyak anak-anakKu yang menderita karena dunia dan meninggalkan Allah karena dunia !”

“Anak-anakKu semua, sadarlah kamu karena kamu adalah anak-anak Allah ! Anak-anak terang, bukan lagi anak kegelapan maka bawalah terang itu kemana pun engkau pergi supaya di sekitarmu merasakan bahagia, damai karena terangmu membuat mereka tidak jatuh karena dunia !”

“Apakah kamu mau menjadi anak-anak Allah yang baik ?”

 

Mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih anak-anakKu !”

“Niat baikmu itu Tuhan dengarkan semuanya dan berjuanglah ! Pasti engkau mendapatkannya !”

“Setia anakKu !”

“Jangan takut dengan dunia ! Kuasai dunia ini bersama Allah ! Jangan takut !”

“Apa lagi masa sulit yang engkau terima di negaramu ini tidak akan berhenti ! Itu akan silih berganti saling membunuh…! Saling membunuh… !”

“Tidak ada lagi kasih sayang ! Tidak ada lagi saling mengasihi antara satu dengan yang lain dan tidak lagi menghargai manusia ! Itu akan terus terjadi sampai hari pemurnian itu turun ke bumi ini !”

“Maka kamu harus siap ! Kamu jangan ikut campur dengan masalah dunia ! Mereka bagian dunia.”

“Tuhan nyatakan yang benar datang dari atas, yang tidak benar datang dari dunia. Supaya engkau bisa melihat apa yang terjadi di negaramu dan seluruh bumi akan mengalami ! Tidak akan berhenti…!”

“Maka Aku datang ke negaramu mempersiapkan kamu semuanya.”

“Dengan cara inilah, Aku dapat berbicara dengan kamu melalui Agnes, anakKu yang Aku kasihi ini, Kuberikan kepada kamu !”

“Anak ini diambil dari jauh dari dunia. Sekarang dia bahagia bersama kamu, melayani kamu bersama Aku ibumu di tempat ini.”

“Dan Aku mau bertanya kepada kamu, maukah engkau bekerja-sama dengan Aku ibumu untuk melayani anak-anakKu ?”

 

Mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih untuk kamu semuanya !”

“Maka Aku akan melihat dari surga supaya kamu bekerja dengan baik dan tidak ada lagi permusuhan diantara kamu. Kamu semua anakKu, kamu semua bersaudara, tidak ada bedanya antara satu dengan yang lain. Kamu sama !”

“Kamu mempunyai berkat-berkat kepada saudara-saudaramu karena kamu adalah satu dalam kasih Allah dan cinta Allah ! Kamu semua anak Allah. Allah tidak memandang kamu mana yang kaya dan tidak, tetapi Allah memandang kesetiaanmu dan hatimu !”

“Kekayaanmu tidak bisa membahagiakan kamu ! Tetapi kalau engkau bijaksana dengan hartamu engkau akan juga bahagia anak-anakKu ! Hartamu adalah sesama yang engkau berikan, yang engkau kasihi, yang engkau tolong dalam hidupmu ! Itulah hartamu yang engkau bawa pulang nanti menghadap Allah.”

“AnakKu, surgalah tempatmu ! Jangan engkau tidak mengerti ! Surgalah tempatmu !”

“Dan Aku Ibumu sudah bahagia di surga ! Kamu juga harus mengikuti dan kembali menikmati surga yang telah disediakan Allah bagimu !”

“Aku-lah saksi itu anakKu ! Aku sudah bahagia dengan para malaikat dan para kudus terutama rasul-rasulmu bersama memuliakan Allah di surga ! Kamu juga muliakan Allah di bumi ini, dalam keluargamu, dalam hatimu, dimana pun engkau berada; seperti surga memuliakan!”

 

“Inilah Aku Ibumu Maria yang menyapa kamu semuanya ! Aku mengasihi kamu anak-anakKu dan Aku tidak membedakan kamu semuanya !”

“Dan mereka juga yang tidak mau bersama Aku tetapi dia mengenal Allah, dia juga anakKu. Dan bersatu jugalah engkau bersama mereka. Kamu adalah anak-anak Allah, cuma mereka belum mau menerima Aku Ibunya dalam kehidupannya tetapi mereka juga anak-anakKu seperti kamu. Kamu tidak boleh bermusuhan, engkau harus saling mengasihi dan mendoakan kepada mereka semuanya ! Maukah kamu anak-anakKu ?”

 

Mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Jangan engkau pertentangkan tentang Aku kepada mereka !”

“Tidak ada ! Tidak ada habisnya anakKu !”

“Tidak perlu dipertentangkan ! Tetapi bawalah dalam doamu supaya saudaramu mengerti !”

“Jangan melalui kekerasan ! Aku tidak pernah meminta pembelaanmu anak-anakKu ! Karena mereka juga anakKu seperti kamu ! Tidak perlu kamu membela Aku sehingga kamu bermusuhan ! Itu tidak benar !”

“Saling mengasihilah kamu ! Itu permintaanKu !”

“Dan jangan lagi kamu keras dalam keluargamu ! Suami-suami lindungi istri dan anak-anakmu karena engkau kepala rumah tangga untuk melindungi istri dan anak-anakmu! Bawa mereka dalam kebenaran !”

“Dan juga kamu istri, juga setialah kepada suamimu karena kamu sudah dipersatukan oleh Allah dan jagalah anak-anakmu dengan baik karena anak itu diberikan Allah bagimu untuk meneruskan, untuk memuliakan Allah di bumi ini !”

“Dan juga kamu anak-anak, cintailah kedua orang tuamu ! Doakan mereka, itulah tugasmu !”

‘Dan ciptakanlah doa dalam keluargamu, itu kekuatanmu !”

“Ini permintaanKu kepada kamu semuanya.”

 

“Tidak ada hasil yang baik kalau kamu keras berbicara ! Itu menyakitkan ! Membuat sedih ! Bicaralah dengan lemah-lembut ! Penuh bijaksana dan sabar !”

“Jagalah mulutmu karena mulutmu untuk berdoa !”

“Jangan sekali-sekali berkata kasar kepada saudaramu ! Aku minta, kalau itu engkau lakukan nanti kuasa kegelapan akan bekerja terus dalam kelemahanmu akhirnya engkau jatuh lagi ! Jatuh lagi… !’

“Apakah engkau sudah mengerti anak-anakKu ?”

 

Sudah Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih untuk kamu semua yang Aku kasihi !”

“Dan Aku minta sekali lagi, sampaikanlah salamKu melalui doaKu ini kepada saudara-saudaramu dan imam-imammu ! Siapa saja !”

“Dan jangan takut ! Kuasa Allah akan bekerja dimana kamu menyampaikan salamKu ini. Percayalah, Aku Ibumu menyertai kamu dimana pun engkau berada.”

“DoaKu Kukirimkan untuk kamu melalui kuasa Allah karena Aku dekat dengan Allah untuk kamu semuanya !”

“Terima kasih untuk kamu semua yang berkumpul disini, Aku telah mengunjungi kamu semuanya pada malam ini; bersama Agnes, Aku datang.”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih untuk kamu semuanya.”

“Marilah satukan hatimu dengan Aku Ibumu Maria, mari kita berdoa bersama-sama dengan hati yang telah Kuajarkan kepada kamu !”

“Mari anak-anakKu yang Aku kasihi, kita berdoa bersama-sama datang kepada Allah pada malam ini.”

 

“Ya Allah yang mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu” (3X) Amin.

 

“Anak-anakKu kalau engkau berdoa, bicaralah dengan tenang, dengan hati, dengan baik!”

“Jangan engkau berdoa, mengucapkan kalimat-kalimat tergesa-gesa nanti kuasa kegelapan yang mencuri doamu itu tetapi berdoalah dengan penuh kesabaran, dengan penuh kepasrahan engkau datang ! Berbicaralah dengan hati dengan Allah, Allah mendengarkan kamu semua anak-anakKu ! Maukah kamu melakukan itu ?”

 

Mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Selamat berdoa dengan baik !”

“Dan sampai bertemu dalam doamu, Aku Ibumu bersama kamu dimana kamu berdoa. DoaKu Ku-satukan dengan kamu semuanya !”

“Terima kasih anak-anakKu sekalian, selamat malam untuk kamu semuanya !”

 

Terima kasih Ibu Maria, selamat malam, jawab umat serentak.