Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Gereja St. Yosef, Naikoten- Kupang, tanggal 29 Agustus 2000

 

 

Pesan Tuhan Yesus  (Sabda Pengetahuan)

 

“Anak-anakKU yang AKU kasihi, mengertikah engkau sebenarnya setiap saat AKU mengujungi kamu semuanya ?”

“Tetapi kamu sibuk bersama dunia sehingga kamu tidak mendengarkan AKU, sapaan-KU, panggilan-KU dalam perjalananmu !”

“Kini AKU nyatakan, seperti inilah AKU datang mengunjungi hatimu dalam keluargamu dimana pun engkau berada !”

 

“Anak-anakKU mulai saat ini, satukan hatimu dalam perjalananmu bersama AKU !” (Kata Tuhan).

“Muliakanlah AKU dalam kehidupanmu, bekal dalam perjalananmu ! Itulah kekuatanmu!” (Itu kata Tuhan).

 

“Dan AKU minta kepadamu, setelah AKU datang menyapamu pada malam ini dan AKU menunggumu ! Datanglah anak-KU !”

“Jangan lagi engkau tidak mengerti ! Jangan lagi engkau sibuk dengan duniamu tetapi datanglah anak-KU ! AKU menunggumu dengan sabar!”

 

“Inilah AKU ! Inilah kuasa-KU menyatakan tentang kebenaran bahwa AKU menyertaimu dimanapun engkau berada apabila hatimu terbuka untuk-KU maka engkau menerimanya daripada-KU !” ( Ini kata Tuhan )

“Baiklah AKU tahu isi hatimu ! Kini AKU mengatakan kepadamu, sampai bertemu dalam doamu dimana engkau menyebutkan nama-KU maka kuasa-KU datang menyapamu !Nama-KU adalah kekuatanmu ! Terimalah  dengan baik !” (Ini Kata Tuhan Yesus).

“Baiklah anak-KU sampai bertemu dalam doa !  AKU menunggumu !” (Kata Tuhan Yesus).

 

Pesan Bunda Maria

 

“Hai imamKu kamu berdua, terima kasih kamu berdua dan sangat Aku cintai, inilah salamKu dari Aku ibumu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat Mgr. Isak Doera Pr dan Pater Julius.

 

“Terima kasih untuk kamu berdua !”

“Apakah selama ini engkau tidak merasakan bahwa Aku menyertaimu!”

 

Kami merasakan Ibu Maria, jawab para imam.

 

“Terima kasih !”

“Bukalah hatimu untukKu selalu dalam perjalananmu karena engkau diberikan juga oleh Allah kepadaKu seperti para rasulmu diberikan kepadaKu dan kamu juga !”

“Terima kasih untuk kamu berdua hai imamKu yang Aku kasihi !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab para imam.

 

“Terima kasih !”

“Dan juga kamu anak-anakKu yang Aku kasihi, selamat malam untuk kamu semuanya.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih untuk kamu semuanya !”

“Dan juga AKU terima kasih yang bersama kamu Agnes dan kamu semua yang melayani anak-anakKu di tempat ini !”

“Terima kasih untuk kamu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih  !”

“Teruskanlah perjalananmu, Aku menghendaki itu semuanya.”

“Kalau engkau berjalan dengan sungguh-sungguh dengan Aku Ibumu, tidak dalam keraguan dan ketakutan dengan dunia, engkau dapat melaksanakan tugasmu dengan baik !”

“Kalau engkau takut dengan dunia maka kuasa kegelapan akan berpesta karena dia menang, karena kamu mundur di dalam pelayananmu  !”

“Jangan dalam keraguan !”

“Karena engkau dipanggil bersama Aku Ibumu, kuasa Allah bekerja bersama Aku ibumu. Dunia tidak akan bisa menghambat dalam perjalananmu !”

“Aku mengatakan benar ! Aku mengingatkan kamu dalam perjalanan ini bersama Agnes yang telah Aku berikan kepada kamu.”

“Mengapa kamu masih takut dengan dunia ? Siapakah dunia itu anak-anakKu ?”

“Kamu anak Allah kamu lebih tinggi dari dunia tetapi kamu masih takut dengan dunia !”

 

“Yakinlah bahwa perjalananmu ini adalah perjalanan rohani untuk melayani anak-anakKu !”

“Apa pun yang terjadi di saat engkau berdoa, Tuhan melakukan apa juga terhadap kamu semuanya, terimalah dengan baik !”

“Mulai saat ini kamu bersama Agnes, sekali lagi Aku Ibumu mengatakan, jangan takut dengan dunia ! ”

“Aku datang untuk mengalahkan dunia bersama kamu !”

“Aku memanggilmu seizin Allah untuk bersama Aku untuk mengalahkan dunia supaya anak-anakKu bisa kembali. Itulah tugasmu bersama Agnes !”

“Aku  tidak ingin lagi engkau berjalan dalam keraguan !”

“Aku Ibumu mengatakan benar. Engkau tidak percaya Aku Ibumu mengatakan benar, engkau lebih percaya apa yang engkau lihat dalam dunia ini !”

 

“Anak-anakKu, kamu yang bersama Agnes, kamu bersatu dengan Aku, tidak perlu lagi takut dengan dunia.”

“Ini yang Aku katakan supaya perjalananmu ini sungguh-sungguh rohani, tidak diatur lagi dengan dunia tetapi kuasa Allah yang bekerja di dalam perjalananmu bersama Agnes.”

“Perjalananmu masih panjang…! Aku memanggil kamu satu persatu dalam kelompok ini  karena tugasmu belum selesai ! Belum selesai anakKu ! Masih panjang…!”

“Dari kamulah anak-anakKu mengerti, supaya kuasa Allah dinyatakan dalam pelayanan-mu agar mereka semua bahagia kembali kepada Allah seutuhnya ! Itulah  tugasmu !”

“Dan juga kamu semua anak-anakKu yang ada disini, inilah Aku Ibumu Maria bersama Agnes pada malam ini yang menyapamu !”

“Ini Aku Ibumu ! Kuasa Allah menghantarkan Aku dalam kehidupan Agnes supaya Aku bisa bertemu dengan kamu dan menyapa kamu, kamulah anakKu !”

“Aku sudah datang anakKu ! Ini Aku Maria  !”

 

“Dan tidak lagi yang Aku pakai di negaramu ini sampai dengan selesai! Inilah Agnes yang sudah disiapkan sejak di rahim ibunya dan diambil dari kehidupan ibunya untuk kamu semuanya dan Aku tidak bekerja di tempat yang lain !”

“Hati-hati kamu ! Karena kuasa-kuasa kegelapan dia pandai dan licik, membutakan hati dan mata supaya kamu tersesat oleh kuasanya.”

“Sekali lagi Aku mengatakan, inilah yang terakhir bagi dunia. Negaramu yang menerima yang terakhir, yang besar, yang bahagia melalui Agnes. Tidak ada lagi yang lain ! Supaya kamu tidak tersesat ! Itu yang Aku katakan kepada kamu semuanya.”

“Engkau  akan melihat dari cara dan buahnya. Apakah itu datang dari atas, apakah itu datang dari dunia ini !”

“AnakKu, Tuhan sudah membekali kamu semuanya, benih kasih dan cinta untuk membedakan dari buahnya.”

 

“Aku Ibumu Maria mau menyatakan ini kepadamu, kalau ada sesuatu yang melampaui batas, berdoalah kamu ! Saling mendoakan dan menguatkan untuk mengalahkannya.”

“Jangan kamu terlena !”

“Kuasa-kuasa kegelapan akan menghancurkan ! Itulah dia yang akan menghancurkan anak-anakKu dengan tipu-tipu muslihatnya yang licik, dengan gayanya yang licik !”

“Aku Maria menang ! Aku menginjak setan ! Maka kamu harus menang karena kamu adalah anak-anakKu !”

“Tetapi anak-anakKu sekalian dekatkan dirimu kepada Allah dan kembalilah kamu kepada Allah dan saling mengasihilah kamu supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini.”

 

“Sekali lagi, Aku tidak pernah berbicara dengan siapa pun hanya melalui Agnes yang terakhir bagi dunia.”

“Jangan kamu tersesat ! Dimana-mana setan menyesatkan banyak manusia, terutama anak-anakKu di seluruh bumi ini.”

“Maka Aku datang seizin Allah untuk mengalahkannya……! Untuk mengalahkannya…!”

“Kamu harus menang !”

 

“Anak-anakKu semua yang ada disini terutama kamu dalam keluargamu masing-masing mulai saat ini bangkitlah kamu dalam keluargamu !”

“Saling mengasihi dalam keluargamu dan berdoa dalam keluarga. Itu kekuatanmu !”

“Supaya iblis itu tidak akan sanggup menganggu kamu ! Karena kamu bersatu dengan Allah dalam kehidupanmu.”

“Kalau kamu berjalan dalam keraguan kamu akan dicobai terus menerus oleh penguasa-penguasa, penghuni di bumi ini.”

 

“Anak-anakKu, berbahagialah engkau ! Aku Ibumu menyapamu sepagi ini melalui Agnes.”

“Ini Aku Ibumu Maria dulu dan sekarang adalah sama dan tidak berubah.”

“Aku Ibumu anakKu ! Engkau semua anakKu yang kekal dan abadi.”

“Dunia tidak bisa memisahkannya ! Engkau dengan Aku !”

“Maka Aku minta kepada kamu, mulai saat ini bertobatlah, kembalilah kepada Allah. Sudah saatnya anakKu, engkau tidak lagi bermain-main dengan dunia.”

“Jangan engkau terlalu sibuk dengan dunia tetapi sibukkanlah dirimu dengan Allah dan bekerjalah untuk Allah untuk melayani anak-anakNYA dan anak-anakKu.”

“Itulah yang Aku minta ! Apakah engkau mau bersamaKu untuk melayani anak-anakKu di tempat ini ?”

 

Mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

“Sungguh anakKu ?”

 

Sungguh Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Kalau engkau mau bekerja bersama Aku Ibumu, jagalah dengan baik!”

“Kalau engkau dengan satu yang lain adalah sama ! Di hatiKu kamu semua sama !”

“Aku sayang dan cinta kepada kamu semuanya !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih !”

 

“Berbahagialah Aku mengunjungimu !”

“Saatnya tinggal sesaat ! Maka Aku datang mempersiapkan kamu, membawa kamu kembali supaya apabila hari itu tiba anakKu kamu siap semuanya dengan penuh penantian dengan bahagia ! Saling mengasihi dan mencintai tidak ada lagi kekerasan, kekejaman diantara kamu tetapi damai kasih-sayang, memberi, melayani. Itulah kekuatanmu ! Maka engkau bahagia !”

 

“Anak-anakKu, Aku memberikan tanda kasih adalah doaKu, Kuberikan kepadamu, itulah kekuatanmu !”

“Satukanlah doaKu bersama doa-doamu anakKu. Aku mengajarkan kamu kepasrahan untuk bertemu dengan Allah dengan mesra karena Allah mengasihi kamu sermuanya. Aku Ibumu mengasihi kamu semuanya. Inilah caraKu bertemu dengan kamu.”

“Anak-anakKu yang Aku kasihi, apakah engkau sudah mengerti bahwa Aku Ibumu Maria?”

 

Mengerti Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”
“Kalau engkau mengerti, jagalah dirimu dengan baik !”

“Jadilah engkau anakKu yang baik yang membawa damai dimana pun engkau berada, itu kekuatanmu ! Ciptakan damai !”

“Satukan semua  dalam doamu dalam kelompokmu, itu kekuatanmu untuk mengalahkan setan yang terkutuk, yang telah menjauhkan anak-anakKu dari kasih Allah.”

“Siapa yang terlena, dia akan jatuh oleh godaan setan yang terkutuk !”

“Aku memeranginya ! Aku berperang ….! Aku melawan mereka, karena Aku dekat dengan Allah. Aku punya kekuatan adalah Allahmu bersama kamu.”

“Maukah engkau melakukan itu bersama Aku Ibumu ?”

 

Mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Mari kita bersatu dalam kasih Allah melawan semua kuasa-kuasa kegelapan itu sehingga saudara-saudaramu kembali bersatu dengan Allah !”

 

“Anak-anakKu yang Aku kasihi dan juga engkau imamKu yang telah mengumpulkan anak-anakKu bertemu dengan Aku ibumu. Aku mengucapkan terima kasih yang sangat dalam !”

“Aku selalu berdoa untukmu dalam perjalananmu ini supaya engkau tetap setia dalam panggilanmu sebagai seorang imam !”

“Berbahagialah engkau dalam kesetiaanmu ! Engkau mendapatkan bagian yang telah disediakan Allah bagimu. Berbahagialah engkau !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab imam.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih !”

“Dan juga kamu anak-anakKu, mulai saat ini Aku minta sekali lagi, ciptakan doa dalam keluargamu ! Berangkatlah dalam keluargamu supaya Allah dimuliakan dalam perjalananmu melalui kamulah Allah dipuji, dicari, diterima setiap manusia yang ingin selamat !”

 

“Dan Aku mengatakan kepadamu, berbahagialah engkau !”

“Hanya satu Allah, satu keyakinan yang telah diberikan kepadamu, benih cinta yang telah ditanamkan di dasar hatimu yang sangat dalam.”

“Engkau dibaptis melalui kuasa Allah, kini engkau menjadi anak Allah.”

“Di luar itu, tidak ada lagi diturunkan keselamatan dan kebenaran di bumi ini setelah Tuhanmu turun ke bumi ini dan kembali ke surga. Itu tetap kekal dan abadi.”

“Tidak ada lagi !”

“Hanya kamu ! Berbahagialah kamu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab imam.

 

“Terima kasih !”

“Setia kamu ! Setia kamu anak-anakKu dalam suka dalam penderitaan! Jangan banyak mengeluh !”

“Kalau engkau berjuang dalam penderitaan maka hatimu terbuka untuk kehadiran Tuhan bersama kamu dalam perjalananmu.”

 

“Sekali lagi Aku mengatakan tidak ada lagi, sudah cukup ! Sampai Tuhan Allahmu datang kembali untuk mengadili seluruh manusia yang hidup dan mati, akan diadili menurut cinta-kasihNYA”

 

“Jangan percaya perkataan dunia tetapi percayalah apa yang sudah dikatakan Tuhanmu melalui firmanNYA, AKU-lah jalan kebenaran  !”

“Karena Tuhan Allahmu memberikan jalan untukmu, untuk menuju surga. Tidak ada jalan yang lain ! Supaya engkau mengerti dan tidak lagi ragu dalam hatimu.”

“Engkaulah anak dalam kebenaran. Inilah Aku Ibumu mangatakan benar !”

“Tidak ada yang lain anak-anakKu !”

“Sudah cukup….! Sudah cukup  Allahmu datang ke bumi ini ! Tidak ada lagi perutusan dari surga untuk memberikan keselamatan di dunia ini. Supaya engkau tahu dan mengerti.”

“Aku Ibumu Maria yang mengatakan benar dan Aku dalam kebahagiaan dan Aku dalam kemuliaan. Semua isi surga menyatakan yang sama apa yang Aku katakan ini kepadamu ! Apa engkau sudah mengerti ?”

 

Kami mengerti Maria, jawab umat serentak

 

”Setialah kamu sampai akhir hidupmu ! Maka surgalah tempatmu ! Hai anak-anakKu sekalian, maukah engkau… surga bagimu ?”

 

Mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Maka setialah engkau ! Maka setialah engkau anakKu !”

“Inilah Aku ibumu Maria membawa kamu dalam kebahagiaan. Kebahagiaan itulah Allah ! Allah yang maha kuasa mempunyai surga dan bumi ini dan kamu ciptaan dan anakNYA. Luar biasa ! Terimalah dengan baik !”

“Mulai saat ini, bangkitlah anakKu ! Jangan lagi engkau terlena dengan dunia. Aku Ibumu menyertaimu dalam doaKu untuk seluruh anakKu di bumi ini maka Aku datang bersama Agnes.”

 

“Ini Aku Ibumu Maria.”

“Anak-anakKu sekalian, inilah penyertaanKu yang Kutanamkan, bekal dalam perjalananmu agar engkau setia dan tidak goyah lagi apabila dunia menghampirimu, engkau tidak akan takut lagi, khawatir lagi dan engkau menang ! Di dalam nama Tuhanmu engkau menang ! Dan Aku Ibumu menyatu bersama kamu, kamu menang ! Kita menang mengalahkan dunia ini. Mengerti kamu ?”

 

Kami mengerti Maria, jawab umat serentak

 

“Terima kasih untuk kamu semua anak-anakKu yang Aku kasihi semuanya !”

“Terima kasih !”

 

“Dan juga kamu imamKu, kamu berdua terima kasih !”

 

Terima kasih ibu Maria, jawab para imam.

 

 Terima kasih !”

“Lindungilah anak-anakKu semuanya, itu tugasmu !”

“Layani mereka dengan baik dengan rohanimu anakKu supaya kamu semua menjadi satu dalam kasih dan cinta Allah dimana pun engkau berada bersama Aku Ibumu kita dalam kebahagiaan.”

“inilah sapaan-Ku kepadamu pada malam ini !”

“Dan kamu semua yang ada disini Aku mengucapkan terima kasih anak-anakKu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih !”

“Mari satukan hatimu dengan Aku ibumu.”

“Mari kita berdoa bersama dengan Aku ibumu maka doa ini akan Aku angkat kembali Kubawa kembali pulang ke surga, Kupersembahkan kepada Allah !”

“Berdoa dengan hati anakKu !”

“Mari kita berdoa bersama-sama.”

 

  “Ya Allah yang maha kuasa pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu (3x) Amin.

 

“Terima kasih anakKu !”

“Inilah doaKu yang Kusatukan dalam  kehidupanmu dengan Aku Ibumu. Walaupun Aku di surga, Aku tetap bersatu dengan kamu supaya engkau kuat dan bahagia dan bersatu dengan Allah kembali seperti semula.”

 

“Terima kasih anak-anakKu ! Selamat malam untuk kamu semuanya !”

 

Terima kasih Ibu Maria, selamat malam, jawab umat serentak.

 

 

---ooo0ooo---