Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Gereja St. Fransiscus Asisi, Panakukang-Makassar,

Tanggal 24 Agustus 2000

 

 

Pesan Tuhan Yesus   (Sabda Pengetahuan)

 

“AKU menunggumu anak-KU !” (Kata Tuhan Yesus).

“Jangan lagi engkau tidak mengerti ! Inilah kuasa-KU datang diantara kamu !” (Ini kata Tuhan Yesus).

“Siapakah yang bisa mengatakan ini datang dari dunia ?”

“Dunia tidak akan sanggup ! Tidak akan sanggup ! Inilah kuasa-KU !”

“Anak-KU, terimalah kehadiran-KU ini supaya engkau tahu bahwa Aku selalu merindukan engkau untuk datang kepada-KU !” (Ini kata Tuhan Yesus).

“Sampai bertemu lagi dalam doamu ! Sebutkanlah nama-KU di dalam doamu itulah kekuatanmu dan AKU menunggumu anak-anakKU dengan sabar !” (Ini kata Tuhan Yesus).

 

 

Pesan Bunda Maria

 

“Terima kasih untukmu hai imamKu yang Aku kasihi !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Mgr. Isak Doera Pr, Pastor Jan van Empel CICM , Pastor Anton.

 

“Dan juga engkau imamKu yang telah mengumpulkan anak-anakKu di tempat ini. Engkau berikan kepada Aku ibumu pada malam ini !”

“Terima kasih atas kerendahan hatimu ! Berjuanglah engkau supaya engkau menemukan…. ! Menemukan Allah dengan penuh kebahagiaan !”

“Terima kasih ! Selamat malam untuk kamu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, selamat malam, jawab Pastor Anton.

 

“Terima kasih !”

“Anak-anakKu sekalian yang Aku kasihi, terima kasih atas kesetiaanmu pada malam ini ! Engkau mau masih setia, engkau berjuang… untuk bertahan dalam doa.”

“Dan terima kasih atas pujianmu itu kepadaKu tetapi Aku ingin memberikan itu semua kepadamu. Aku terima. Pujilah Allah dalam hidupmu.”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih anak-anakKu di tempat ini !”

“Ini Aku Ibumu Maria bersama Agnes anakKu ini diantar untuk kamu. Mereka semua Kukirim untuk kamu, untuk melayani kamu di tempat ini supaya engkau tahu bahwa Aku ibumu Maria sudah datang ke negaramu ini.”

“Sekali lagi terima kasih anak-anakKu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Engkau belum mengerti ? Siapakah Aku ini yang menyapamu ?”

“Belum mengerti kamu ?”

“Akulah Ibumu Maria, jangan takut ! Aku datang melalui kuasa Allah, bersama Agnes Aku menyapamu pada malam ini !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih untuk kamu semuanya !”

“Anak-anakKu yang Aku cintai selama ini, Aku bahagia sekali melihat kamu seperti ini, yang berjuang,…. berjuang dalam kebenaran.”

“Anak-anakKu yang Aku kasihi semua yang ada disini, Aku Ibumu datang untuk mempersiapkan kamu semua dengan baik, dalam keluargamu, dalam hidupmu sepanjang hari dimana pun kau berada. “

“Aku Ibumu datang ! Walaupun engkau tidak mengerti, engkau tetaplah anak-anakKu!”

“Aku Ibumu ! Jangan dipikirkan ! Aku Ibumu Maria !”

“Sungguh, Allahmu mendengarkan apa yang Aku katakan ini kepadamu !”

“Tetapi Aku mengerti ! Berjuang dan berdoa, engkau akan mengerti !”

“Sudah banyak disampaikan oleh Agnes tentang kebenaran, tentang Allah, tentang kasih dan cinta !”

“Aku datang dengan kasih dan cinta untuk kamu. Apakah kamu mau menerima kasih dan cintaKu ini ?”

 

Mau Ibu Maria, jawab umat. serentak.

 

“Terima kasih !”

“Kalau engkau menerima kasih dan cintaKu, buatlah seperti ini  di dalam kehidupan-mu !”

“Anak-anakKu, hidup tanpa kasih dan cinta, itu bukan arti hidup ! Engkau belum hidup dalam kasih ! Belum bersatu dengan Allah !”

“AnakKu, anak-anak Allah harus hidup dengan kasih ! Itulah perjalananmu  ! Supaya engkau tahu membedakan mana yang baik dan tidak baik yang engkau alami, yang engkau terima, yang engkau lakukan. Kasih dan cintalah yang bisa membedakan itu semuanya !”

 

“Anak-anakKu, apa yang sudah disampaikan Agnes, itulah yang Kuberikan kepadamu!”

“Aku mempersiapkan kamu semuanya dan membawa kamu semua kembali kepada Allah.”

“Itu suatu kerinduanKu ! Anak-anakKu di seluruh bumi harus kembali !”

“Dan Aku mengatakan kepadamu, masanya akan tiba, kamu akan bahagia. Tidak lagi hidup dalam penindasan, tidak lagi hidup diperbudak oleh dosa karena dunia tetapi kamu hidup dalam kasih Allah.”

“Satu masa engkau akan bersama Allah dan dipimpin oleh Allah.”

 

“Anak-anakKu, Aku Ibumu Maria, Aku mengasihi kamu dari segala sikap dan tingkah lakumu. Engkau anak-anakKu !”

“Dan Aku minta kepadamu semua yang ada disini, maukah engkau bersatu dengan Aku Ibumu ?”

 

Mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Maukah engkau nekerja dengan Aku Ibumu untuk menyampaikan salam kasih dan cintaKu melalui doa yang telah Aku berikan kepadamu ?”

 

Mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih anakKu yang Aku kasihi !”

“Aku berdoa untuk kamu semuanya, agar engkau dapat bekerja dengan baik !”

“Terutama kamu bersama Agnes bekerjalah kamu dengan baik ! Engkau dipanggil oleh Allah ! Berbahagialah engkau mengambil bagian dalam perjalanan ini ! Engkau di-ikut sertakan dalam peristiwa ini yang akan datang.”

“Maka jagalah dirimu dengan baik supaya engkau hidup dalam ketenangan, kedamaian, suka-cita untuk melayani anak-anakKu !”

“Berjuanglah kamu bersama Agnes ! Bersatulah kamu seperti Aku Ibumu bersama para rasulmu menyampaikan kasih Allah, cinta Allah kepada manusia ! Juga kamu bersatu anakKu !”

“Tidak ada lagi dunia ini bisa memisahkan hatimu dengan Aku ibumu di dalam perjalananmu ini ! Bertahanlah dan berdoalah ! Kalau engkau mendapatkan sesuatu yang aneh dalam hatimu, dalam pikiranmu ! Cepatlah sebutkan nama Tuhan ! Itu datang dari dunia !”

“Segala sesuatu membawa perpecahan datang dari dunia !”

“Aku mau menyatukan kamu semua dalam perjalanan ini bersama Aku Ibumu ! Akulah yang membimbingmu ! Akulah Ibumu bersama kamu selama ini ! Walaupun tidak secara nyata kamu melihat Aku tetapi kalau hatimu terbuka dalam pelayanan Aku ada bersamamu.”

“Percayakah engkau ?”

 

Percaya Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih untuk kamu yang melayani bersama Agnes untuk anak-anakKu di tempat ini !”

“Dan engkau imamKu di tempat ini, Aku minta pengertianmu ! Sampaikanlah salamKu ini untuk anak-anakKu semua yang ada bersamamu  ! Maukah engkau ?”

 

Mau Ibu Maria, jawab para imam.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih hai imamKu yang Aku kasihi !”

“Engkau diberikan kepadaKu. Engkau juga tidak bisa dilepaskan dari Aku Ibumu Maria, sejak dulu dan sekarang adalah sama. Aku dan engkau adalah satu !”

“Terima kasih imamKu yang Aku kasihi !”

 

“Dan juga kamu anak-anakKu, mulai saat ini hiduplah engkau dalam doa dalam keluargamu. Itulah awal kebahagiaan supaya kuasa Allah bekerja dalam keluargamu masing-masing.”

“Apabila hari itu tiba kuasa Allah mengunjungi setiap keluarga anak-anakNYA. Apabila engkau ditemui sedang berdoa, disitulah kuasa Allah berhenti memberkati kamu satu persatu.”

“Aku minta kepadamu, itulah penerangan yang abadi, hatimu anakKu….! Hatimu ! Supaya terpancarkan sesuatu keindahan sehingga kuasa Allah bersatu dengan hatimu di saat itu !”

“Apakah engkau mengerti apa yang Aku katakan ini kepadamu ?”

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Sungguh ?”

 

Sungguh Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Kamu semuanya yang ada disini, mengertikah kamu apa yang Aku katakan ini ?”

“Kenapa diam anak-anakKu ?”

“Aku Ibumu Maria mempersiapkan kamu !”

“Hari pemurnian sungguh akan datang, akan terjadi gelap selama tiga hari. Tidak ada matahari, tidak ada bulan dan bintang, udara tidak ada; kesesakan yang akan turun ke bumi ini !”

“Tetapi apabila saat itu tiba kalau engkau mulai saat ini bertobat dan kembali kepada Allah dan bersatu dalam kasih dan cinta dalam keluargamu. Mulai saat ini engkau damai dalam keluargamu, damai terhadap siapa pun. Itulah kekuatanmu !”

“Maka apabila Allah datang mengunjungi kamu dimana engkau sedang berdoa, kuasa Allah memberkati kamu satu persatu. Sehingga pada hari pemurnian itu turun kamu semua diselamatkan ! Apa kamu sudah mengerti ?”

 

Sudah Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Apa kamu takut ?”

 

 

Tidak Ibu Maria, jawab umat. serentak.

 

“Sungguh !”

 

Ya Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

“Tidak ! Anak Allah tidak takut ! Kamu anak Allah, tidak takut !”

“Dunia akan takut karena kuasa Allah akan turun ke bumi ini. Membedakan dan memerangi dunia yang selama ini membuat manusia menderita terutama anak-anakKu di seluruh bumi ini !”

“Aku datang bukan menakutimu tetapi Aku datang memberi tahu ini. Ini juga seizin Allah!”

“Katakan kepada anakKu ! Supaya engkau bisa mempersiapkan anakKu ! Itulah tugasmu, kata Tuhan.

“Itulah tugasKu ! Ibu memeluk anaknya erat-erat ! Tidak akan dilepaskan ! Maka Aku datang ke tempat ini untuk kamu ! Apa kamu sudah mengerti ?”

 

Ya Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Sungguh ?”

 

Sungguh Ibu Maria, jawab umat serentak

 

“Semuanya ?”

 

Ya Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Masih dalam keraguan ?”

“Mengapa kamu dalam keraguan ?”

“Ini Aku Ibumu Maria bersama Agnes ! Apa kamu masih dalam keraguan saat ini ?”

 

Tidak Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Aku sekarang berhadapan di rumah Allah ini bertemu dengan kamu !”

“Sekarang tubuh dan darah ada bersamaKu, tidak bisa dipisahkan. Aku sudah me-nerima itu lebih dahulu dari kamu ! Itu yang dipersembahkan oleh imam untuk kamu !”

 

“Aku ibumu, jangan takut  !”

“Aku dekat ! Aku datang dan dekat !”

“Inilah caraKu yang terakhir bagi kamu semuanya ! Apakah kamu saat ini tidak bahagia?

 

Kami bahagia Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Dalam keraguan ?”

“Kamu takut ?”

 

Tidak Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Anak-anakKu semua, sungguh itulah kuasa Allah yang tidak dimengerti. Bukan untuk dimengerti tetapi bukalah hatimu dan renungkanlah dan terimalah dan bawa dalam doamu kepada Allah yang maha kuasa yang menciptakan kamu dan Aku Ibumu !”

“Sekarang Aku sudah bahagia di surga, apakah kamu tahu !”

 

Kami percaya Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Akulah ibumu yang sudah bahagia ! Kini Aku datang anakKu !”

“Dan Aku mangatakan, bergembiralah bersorak-rialah kamu apabila engkau merasakan suka-cita ! Tetapi apabila engkau merenungkan engkau masuk dalam keparahan menyerahkan semua jiwa dan ragaKu kepada Allah !”

“Boleh kau lakukan dengan cara apa kau datang kepada Allah, memuji Allah. Allah senang, surga juga memuji, bergembira seperti kamu saat ini !”

“Tidak ada yang salah ! Allah berkati ! Jangan kamu takut bergembira ! Boleh kamu bergembira ! Kalau engkau bergembira bawalah jiwamu seluruh ragamu bergembira memuji Allah. Tetapi apabila engkau masuk dalam kepasrahan bawalah seluruh jiwa dan ragamu hening, penuh kepasrahan ! AnakKu lakukan ! Saya senang ! Surga senang !”

“Sejak zaman dahulu orang menari-nari memuji Allah, bersuka-cita ! Mereka memukul dengan senang hati, bertepuk dengan senang hati. Kamu tidak salah. Aku Ibumu mengatakan benar !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Aku satukan semua yang ada kelompok-kelompok itu. Apabila kelompok yang ada di tempat ini memuliakan Allah, Aku Ibumu datang bersama kamu semuanya. Tidak ada perbedaan ! Semua sama !”

“Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, anak-anak Allah tidak hidup dalam kesedihan, ketakutan, kekhawatiran ! Itu dorongan dari kuasa-kuasa kegelapan !”

“Tetapi anak Allah penuh damai, bahagia, suka-cita bergembira ! Itu datang dari atas supaya engkau mengerti ! Apa kamu mengerti ?”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih untuk kamu semuanya, untuk anak-anakKu yang setia sampai saat ini walaupun engkau berjuang !”

“Dan sampaikanlah salam kasihKu kepada imammu yang tertinggi bahwa Aku Ibu Maria sudah datang diantara kamu dan menyapa kamu dan mengajarkan engkau semua berpasrah diri dan kembali kepada Allah !”

“Dunia tidak bisa memberi, untuk membawa manusia pada Allah ! Dunia tidak bisa !”

“Hanya kebenaran yang datang dari atas yang bisa melakukan itu, untuk membawa kembali manusia kepada Allah.”

“Dunia menjauhkan manusia dari Allah !”

“Supaya engkau tahu saat ini Aku Ibumu Maria membawa kamu semua masuk dalam kasih Allah !”

“Siapa yang bisa menyebutkan kebenaran dalam nama Tuhanmu, itu datang dari atas! Tetapi siapa yang penghalang, yang menghalangimu untuk datang kepada Tuhan, itu datang dari dunia ! Apa kamu sudah mengerti ?”

 

Ya Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih untuk kamu semua anak-anakKu yang ada disini !”

“Inilah pertemuan Aku dengan kamu tapi doaKu menyertaimu !”

“Aku akan berdoa di surga untuk anak-anakKu di tempat ini dan seluruh bumi !”

“Dunia tidak memisahkan Aku dengan engkau ! Engkau adalah anak-anak rohaniKu kekal dan abadi ! Nanti kita akan bertemu dalam kebahagiaan apabila engkau sudah dipanggil Allah. Engkau membawa kebahagiaan sehingga engkau bertemu dengan Aku Ibumu dalam kebahagiaan ! Apakah engkau mau ?”

 

Mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Berjuanglah anakKu ! Bertobatlah mulai saat ini ! Dekatkan dirimu kepada Allah !”

“Mari satukan hatimu kepada Aku Ibumu dan kita berdoa datang kepada Allah dengan hati anakKu !”

“Jangan engkau berdoa dengan cepat-cepat dan terburu-buru ! Itu desakan dunia supaya doamu tidak ada artinya !”

“Jangan mau !”

“Apabila itu terjadi, sadarlah kamu ! Memohonlah kepada Allah, minta ajarkan Aku berdoa dengan baik ! Apabila itu terjadi, kamu mengucapkan doamu dengan cepat-cepat. Itu ajaran dari dunia.” “Supaya engkau ingat kata-kataKu ini apabila engkau berdoa melakukan ini, cepatlah engkau sadar supaya engkau dipulihkan dalam doamu ini, bisa bermesraan kembali dengan Allah di surga !”

 

“Juga Aku minta kepada para imam, bawalah mereka dengan hati !”

“Apabila engkau mempersembahkan semua ini perjalanan doa ini bawalah doa itu dengan hati supaya bisa diterima anak-anak Tuhan dimana engkau mengumpulkan mereka semuanya ! Supaya engkau tahu dimana engaku datang bersatu dengan Allah untuk memberkati tubuh dan darah yang telah dipersatukan Allah dalam kehidupanmu sebagai seorang imam, akan terjadi luar biasa !”

“Sudah mengerti kamu ?”

 

Sudah Ibu Maria, jawab umat serentak dan imam.

 

 

“Terima kasih !”

“Ini Kuberikan kepada kamu para imam karena itu sungguh-sungguh berubah menjadi tubuh dan darah. Allahmu sendiri menjadi suatu perjanjian yang kekal dan abadi ! Suatu tanda kasih dan cinta yang sudah disatukan kamu semua jadi satu dalam kasih Allah !”

“Berjuanglah utnuk melakukan itu semuanya !”

“Mari satukan hatimu dengan Aku ibumu ! Mari kita berdoa bersama-sama.”

 

“Ya Allah yang mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.” (3X) Amin.

 

“Terima kasih anakKu !”

“Itulah yang engkau lakukan ! Doa dan berdoa dan saling mendoakan antara satu dengan yang lain terutama dalam keluargamu !’

“DoaKu menyertaimu sampai akhir hidupmu dan sampai Allah kembali ke bumi ini.”

“Sampai bertemu kembali anakKu dalam doa !”

“Selamat malam untuk kamu semuanya !”

 

Selamat malam Ibu Maria, terima kasih, jawab umat serentak.

 

 

---ooo0ooo---