Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Aula Gereja Katedral – Jayapura, tanggal 23 Agustus 2000

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan).

 

“Baiklah kamu semua yang berkumpul disini yang mengerti dan yang tidak mengerti ! AKU sudah datang !”

“Renungkanlah kembali dan bawalah dalam doamu maka apabila engkau berdoa dalam nama-KU, kuasa-KU datang memberikan pengertian apa yang sudah engkau terima saat ini !” (Ini kata Tuhan).

 

“Anak-KU semua yang ada disini, setelah AKU datang, AKU minta kembali kepadamu, datanglah kamu seutuhnya kepada-KU !”

“Jangan lagi engkau tidak mengerti !”

“Jangan engkau bagikan hidupmu kepada dunia ! Celakalah kamu yang membagikan hidupmu kepada dunia tetapi berikanlah kepada-KU maka dunia ini akan engkau kuasai!” (Ini kata Tuhan).

 

“Sampai bertemu dalam doa dan AKU menunggumu dan sebutkan nama-KU dalam doamu maka kuasa-KU datang !”

“Dan AKU menunggumu !  AKU-lah kekuatanmu !” (Ini kata Tuhan Yesus).

 

 

Pesan Bunda Maria

 

“Salam untukmu hai imamKu yang kamu ada disini terutama engkau Isak Doera !”

 

Salam Ibu Maria, jawab Mgr. Isak Doera Pr.

 

“Terima kasih !”

“Engkau mendampingi anak-anakKu ini untuk melayani anak-anakKu yang telah Kuberikan kepada kamu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Mgr. Isak Doera Pr.

 

“Terima kasih !”

“Dan juga kamu imamKu kamu berdua yang ada disini, Aku mengucapkan terima kasih kepada kamu berdua !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Romo Jack dan Romo Carlos

“Terima kasih !”

“Aku minta kesediaanmu untuk membimbing anak-anakKu di tempat ini !”

“Dan sampaikanlah salamKu melalui doa yang telah Kuberikan kepadamu dan juga sampaikan salamKu kepada imam-imam yang ada di tempat ini dan juga sampaikan salam kasih dan cintaKu yang sangat dalam kepada imammu yang tertinggi.”

“Aku berterima kasih, dia berikan bagi anak-anakKu bersama Agnes untuk melayani anak-anakKu di tempat ini !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Dan kamu juga sekalian anak-anakKu yang ada disini, terima kasih untuk kamu semuanya !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Dan juga Aku mengucapkan selamat malam !”

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Aku berterima kasih atas pujianmu ! Terima kasih anakKu !”

“Tetapi pujilah Allah dalam hidupmu !  Aku hanya seorang Ibu bagi kamu semuanya.”

“Aku hanya ingin bersatu dengan kamu, Aku sudah datang ke negaramu ini bersama Agnes anak ini yang Aku terima dari Allah.”

 

“Anak-anakKu, tidak ada kelompok dan kelompok yang Aku bedakan ! Semua kelompok yang memuliakan Allah, Aku satukan dengan Aku ibumu bersama kelompok yang Aku sediakan, yang Aku berikan di negaramu ini. Aku tidak membedakan siapapun kelompok apa pun yang memuliakan Allah, Aku ada diantara mereka !”

“Apa engkau mengerti anak-anakKu ?”

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Teruskanlah dalam kelompokmu ! Tuhan berkenan, anakKu !”

“Dan satukanlah perjalanan kelompokmu ini bersama Aku ibumu dan bawalah doaKu ini dimana engkau berkumpul dan bersama maka engkau masuk dalam kepasrahan.”

“Aku mengantarkan engkau kepada Allah supaya engkau bermesraan kembali kepada Allah.”

“Sekali lagi, Aku satukan di seluruh bumi ini bagi kelompok-kelompok yang berdoa memuliakan Allah secara nyata, Aku satukan dalam doaKu bersama Agnes dalam kelompok ini.”

“Surga juga bersatu bersama kamu semua dimana kamu berdoa dan berkelompok untuk memuliakan Allah. Aku nyatakan supaya engkau mengerti, tidak ada yang benar dan tidak benar. Siapapun memuliakan Allah, anak-anakKu di seluruh bumi ini, Aku satukan dengan doaKu.”

“Berbahagialah engkau mendengarkan Aku menyatakan ini.”

 

 Kami berbahagia Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Janganlah engkau khawatir ! Teruskan doamu !”

“Siapa yang tidak mengerti dan tidak menerima, doakan !”

“Jangan dipaksakan ! Itu tidak baik !”

“Allahmu mempunyai kuasa juga tidak pernah memaksakan kepada manusia. Manusia diberikan kebebasan oleh Allah untuk menentukan apa dia mau mencari Allah atau dia mencari dunia. Tetapi sedikit saja hatimu terbuka untuk Allah, Allah akan bekerja di dalam hidupmu.”

“Berjuang ! Jangan sedih kalau engkau ditolak ! Tetaplah kamu berdoa!”

“Percaya, Allah akan menyatakan itu dalam kehidupanmu asalkan sesuai apa yang engkau sampaikan, asalkan sesuai dengan sikap dan tingkah-lakumu maka kamu akan dapat menyampaikan kebenaran-kebenaran di dalam kelompok-kelompok.”

 

“Tanpa engkau sadari Aku memanggil kamu semua ! Maka itulah, Aku bahagia dapat menyatukan kamu semuanya dengan Aku Ibumu !”

“Tanpa engkau sadari, Aku telah mengumpulkan kamu semuanya supaya jangan terjadi hal-hal yang tidak baik.”

“Kalau engkau berniat berkumpul untuk melayani Allah melalui saudara-saudaramu dengan ketulusan hatimu, dengan kerendahan hatimu, engkau menemukan dengan baik. Tetapi kalau kamu berangkat dengan manusiamu, engkau tidak akan mendapatkan apa-apa ! Tetapi kelelahanlah, sehingga kamu bosan untuk berkumpul kembali seperti ini.”

 

“Jangan bertanya dalam hatimu, mengapa Ibu Maria berbahasa saya?”

“Roh adalah hidup ! Kasih karunia diberikan kepada Aku Ibumu sehingga dapat mendengarkan dengan bahasa apapun. Aku dapat melakukannya !”

“Jangan khawatir !”

“Akulah Ibumu yang engkau dengarkan saat ini melalui Agnes !”

 

“AnakKu, berdoalah supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan !”

“Satukan hatimu dengan Allah dan jangan tinggalkan Allah lagi karena kesibukanmu dengan dunia. Dunia itu sekejap bisa diambil oleh Allah tetapi kasih karunia dan cinta yang ditanamkan di dasar hatimu, dunia tidak bisa mengambilnya.”

 

“Anak-anakKu yang Aku kasihi dan engkau para imam dan putriKu yang ada disini bersaksilah tentang kebenaran. Dimana engkau menyampaikan kebenaran ini, disitu kuasa Allah bekerja.”

“Aku menyatakan salam dan kasihKu ini hampir selesai di tanah airmu. Itu karena kuasa Allah bekerja diantara kamu.”

“Dan Aku Ibumu meminta, karena engkau masih berpijak di bumi ini, engkau bisa melakukan dengan segala cara, bagaimana kamu hidup di dunia untuk menyampaikan kebenaran ini kepada saudara-saudaramu.”

 

“Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, mulai saat ini Aku menyatukan kelompok-kelompok yang ada di tempat ini. Bersatulah kamu ! Saling melayanilah kamu !”

“Tidak ada yang hebat dan kurang !”

“Kalau engkau berangkat dengan kasih Allah, semua hebat anak-anakKu !”

“Inilah kata-kataKu, untuk kamu semua yang ada disini.”

“Dan Aku mau bertanya kepada kamu yang hadir; bersediakah kamu bekerja sama dengan Aku Ibumu untuk menyampaikan salamKu ini melalui doa-doaKu kepada siapa pun saudara-saudaramu di kotamu ini?”

 

Kami bersedia Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Dan Aku berdoa atas jawabanmu. Biar Tuhan berkati semua niat baikmu itu untuk Aku Ibumu demi anak-anakKu di tempat ini.”

 

“Dan kamu berdua hai imamKu, kalau engkau belum mengerti bawalah dalam doamu. Engkau seorang imam, engkau diajarkan bagaimana caranya untuk bertemu dan berbicara dengan Allah !”

“Dan Aku minta kesediaanmu untuk membimbing anak-anakKu semua yang ada disini, di kotamu ini.”

“Percayalah, Aku Ibumu menyertai kamu semuanya !”

 

“Akulah Perawan Wahyu yang telah dinubuatkan Yohanes tentang Aku. Itulah Aku sudah datang ke bumi ini.Itulah tanda yang diberikan Allah atas kehadiranKu di bumi ini ! Akulah Perawan Wahyu ! Akulah yang bahagia ! Aku tidak pernah ternoda ! Aku disucikan oleh Allah !”

“Inilah Aku ibumu. Kini Aku datang ke negaramu ini !”

“Aku Ibumu !  Ibu dengan anak dekat tidak jauh !  Aku menjagamu dengan baik !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

            

“Terima kasih !”

“Akulah tanda di langit itu ! Maka Aku sudah mengatakan melalui Agnes, tanda itu (pesona matahari, red) Kuberikan dan Kumohonkan kepada Allah. Saat-saat terakhir ini tanda itu akan diterima di negaramu ini dan juga kamu bisa menerima.”

“Jangan engkau mencobai tetapi engkau mau menerima pesanKu ini ! Kalau engkau hanya mencobai engkau tidak akan mendapatkannya !”

“Itulah tanda di langit ! Itu juga Aku berikan kepada anak-anakKu yang lain di negara lain dimana Aku sudah datang diantara mereka. Tetapi bahagialah kamu semuanya setiap saat dimana kamu sungguh-sungguh ingin menyatukan dengan Aku Ibumu dan datang kepada Allah, kapanpun engkau dapat melihat tanda itu.”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

(Umat bertepuk tangan, bahagia, red)

 

“Terima kasih !”

“Tetapi tanda itu bukan membuat kamu sombong ! Tetapi engkau berdoa, renungkan kembali apa yang telah diberikan Allah kepadamu ! Itu semua akan menjadikan engkau anak-anakKu yang baik ! Itu permintaanKu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih untuk kamu semuanya !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

“Terima kasih !”

“Saya senang bisa bertemu dengan cara ini. Tuhan berkenan atas permohonanKu, Aku mau bertemu dengan anak-anakKu, Aku bisa berbicara dengan anak-anakKu. Tuhan izinkan semuanya itu.”

 

“Sekali lagi, kamu bersama Agnes, engkau akan melanjutkan perjalananmu anakKu, doaKu menyertaimu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat yang melayani.

 

“Terima kasih !”

“Layani mereka dengan baik !”

 

Ya Ibu Maria, jawab umat yang melayani.

 

“Terima kasih !”

“Saling mengasihilah kamu dalam perjalananmu, lemah lembutlah kamu berkata, jangan lagi engkau berkata keras ! Itu sedih sekali !”

 

Maafkan kami Ibu Maria, jawab umat yang melayani.

 

“AnakKu, sadarilah itu ! Itu tidak baik !”

“Mulutmu untuk memuliakan Allah maka berbicaralah dengan baik ! Itu semua akan menjadi baik agar perjalananmu ini membawa suatu kebahagiaan.”

“Kamu Aku panggil bersatu dengan Aku Ibumu. Aku utus kamu kepada anak-anakKu. Maka Aku mengatakan, tugasmu memang berat tetapi inilah yang Kuberikan kepadamu saat-saat terakhir ini.”

“Engkaulah saksiKu tentang kebenaran ini ! Apabila hari itu turun ke bumi ini engkau ingat kata-kataKu ini bahwa Aku Ibu Maria datang untuk bersatu dengan engkau, untuk melindungi engkau dan membawa engkau semua kepada Allah.”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Dan sampaikanlah salamKu juga kepada Agnes. Anak ini yang Kuberikan kepadamu. Kini anak ini menderita. Itulah awal kebahagiaan yang dia cari selama ini, sudah dia ketemukan bersama kamu.”

“Dan Aku mohon kepada kamu yang bersama Agnes, jagalah hatinya. Jangan engkau buat dia sedih karena dia dipakai. Kalau dia sedih apakah dia bisa melaksanakan tugasnya dengan baik ?”

“Tolong dengarkan Aku ! Jangan engkau sekali lagi engkau membuat sedih hatinya. Aku Ibunya juga tidak pernah membuat dia sedih. Aku selalu menghiburnya setiap Aku datang kepadanya. Aku menguatkan anak ini. Inilah yang diberikan Allah bagimu di negaramu ini.”

 

“Juga kamu semua, jangan engkau sekali-kali membuat keluargamu sedih ! Saudara-saudaramu sedih dimana pun mereka berada. Kalau itu engkau lakukan berarti itu datang dari dunia, bukan datang dari atas.”

“Buatlah semua saudaramu gembira, suka-cita ! Bersamalah kamu memuliakan Allah. Itulah kesenangan Allah dan Aku ibumu dan semua isi surga, suka akan itu semuanya. Dapatkah kamu melakukan ini anakKu ?”

 

Ya Ibu Maria, jawab beberapa umat.

 

“Kenapa engkau ragu ?”

“Kamu takut ?”

“Dapatkah engkau melakukan ini apa yang Aku  katakan ini padamu pada malam ini ?”

 

Ya Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Syukur kepada Allah !”

“Aku berdoa dengan engkau mengatakan ‘ya’ biar kuasa Allah memberkati itu semuanya agar anak-anakKu tidak ada lagi yang sedih dimana pun mereka berada.”

“Kamulah membawa kebahagiaan itu semuanya bersama Aku Ibumu, karena Aku Ibumu adalah bahagia juga engkau juga bisa memberikan kebahagiaan itu dimana pun engkau berada !”

“Terima kasih untuk kamu semua yang berkumpul disini !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Dan anak-anakKu bersama Agnes, berangkatlah kamu !”

“Aku berdoa, engkau selamat sampai di tempat dan bertemu dengan anak-anakKu dengan bahagia !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat yang akan berangkat melayani.

 

“Terima kasih !”

“Selamat bekerja kamu semua yang ada disini dan kamu semua akan berangkat !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Inilah perkataanKu kepada kamu semuanya.”

“Anak-anakKu yang Aku kasihi, jangan ada lagi kamu bertentangan antara satu dengan yang lain dan mengatakan kelompok ini benar, kamu tidak !”

“Semua berjalan ! Kalau engkau sungguh-sungguh dalam kelompokmu ini memuliakan Allah dan mengasihi saudaramu, semua sama !  Itu yang Aku katakan.

“Bekerja samalah kamu ! Maukah kamu melakukannya ?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Tuhan senang kamu bersorak-ria, tidak ada yang salah ! Surga juga bersorak-ria seperti kamu !”

“Jangan takut !”

“Kamu tidak melanggar kasih Allah dan cinta Allah. Tubuhmu semua engkau bawa bersuka-cita. Biarkan itu, jangan kamu larang dan jangan kamu takut untuk bergembira bersama anak-anakKu !”  (Umat bertepuk tangan, red)

“Terima kasih !”

“Terima kasih !”

“Dan sampaikan ini semua kata-kataKu ini kepada semua saudara-saudaramu.”

 

“Juga hai imamKu katakan kepada anak-anakKu ! Semua baik !”

“Aku satukan semua ini bersama Aku ibumu, bergembira, suka-cita bersama di surga, itu disatukan dalam perjalananmu !”

“Dan sekali lagi Aku mengatakan, surga bersuka cita, kamu juga anak-anak di bumi ini ikut bersuka cita. Lakukan saja semua itu akan menjadi baik !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Inilah kata-kataKu pada malam ini untuk kamu semuanya !”

“Walaupun Agnes bersama saudara-saudaramu akan meninggalkan engkau, tanpa Agnes Allahmu hadir, Aku ibumu hadir di mana kamu satukan dengan doaKu yang telah Kuberikan kepadamu. Semua engkau akan bisa merasakannya, tanpa Agnes.”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih untuk kamu semua yang ada disini.”

“Kita akan bertemu dalam doa; dimana engkau berdoa kuasa Allah hadir, Aku hadir !”

“Dan Aku juga selalu menyertaimu dalam doaKu. Itulah janjiKu kepada kamu semuanya.”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Baiklah anak-anakKu semua yang Aku kasihi, mari kita bersatu dengan doa dengan hati.”

“Kalau engkau datang kepada Allah, mengapa engkau terburu-buru untuk berdoa?”

“Datanglah dengan hati karena Allahmu dengan sabar menunggu kamu, mengatakan isi hatimu ! Tetapi kalau kamu begitu ribut didalam doamu, bagaimana engkau bisa mendengarkan Allah akan menanggapi doamu ?”

“Mulai saat ini, berdoalah dengan hati anakKu !”

“Jangan cepat-cepat, untuk apa ? Siapa yang menunggumu ? Dunia?”

“Jangan anakKu ! Tidak !”

“Sediakanlah hatimu, waktumu untuk Allah sebanyak mungkin, untuk bertemu dengan Allah !”

 

“AnakKu yang Aku kasihi, itu banyak masih banyak dan imammu juga masih melakukan dengan tergesa-gesa. Saya melihat itu semuanya !”

“Kamu seorang imam mengantarkan anak-anak Tuhan kepada Allah, bagaimana mengantarkan dengan begitu cepat ?”

“Jangan !”

“Dan kamu saksiKu hai imam-imam, bawalah anak-anakKu dengan hatimu, dengan doamu, dengan rohanimu supaya juga dimana kamu berkumpul dan mengumpulkan anak-anakKu karena kuasa Allah hadir diantara kamu semuanya.”

“Apalagi engkau seorang imam, Allah berkenan dalam kehidupanmu ! Engkau memberkati anak-anakKu dan memberkati apa yang telah ditinggalkan Allah bagimu, tanda kasih dan cinta-NYA adalah tubuh dan darah-NYA disatukan dalam kehidupanmu untuk memberkati itu semuanya.”

“Bagaimana mungkin engkau cepat-cepat berdoa ?”

“Karena di saat kamu memberkati itu Allah lebih dulu memberkati dan merubah roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Allahmu ! Itulah tanda kenangan yang abadi untuk kamu sambut dalam kehidupanmu!”

“Aku menegurmu hai imamKu ! Aku melihat itu semuanya dan sampaikanlah ini.”

“Berbahagialah engkau dipanggil, engkau diberi untuk melakukan itu semua, mewakili Allahmu di surga bagi anak-anakKu yang ada di bumi ini, di tempat ini ! Sudah mengerti kamu ?”

 

Ya Ibu Maria, jawab imam.

 

“Terima kasih !”

“Cukup, jangan berdoa terburu-buru ! Nanti doamu akan dicuri setan dan tidak sampai pada tujuan. Engkau tidak akan bisa bertemu dengan Allah dengan mesra. Maukah engkau melakukan ini ?”

 

Ya Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Mari kita berdoa dengan hati. Kita satukan hatimu dengan Aku Ibumu. Aku membawa kamu semua datang kepada Allah bersama doaKu ini anakKu.”

“Persiapkan dirimu dengan baik !  Mari kita berdoa bersama-sama:

 

“Ya Allah yang mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.” (3X) Amin.

 

“Terima kasih anak-anakKu sekalian, kita akan bertemu kembali dalam doamu !”

“Aku Ibumu akan bersamamu dimana pun engkau memuliakan Allah, Aku datang melalui doaKu supaya itu akan menjadi baik !”

“Terima kasih untuk kamu semuanya, selamat malam anak-anakKu !”

 

Selamat malam Maria, jawab umat serentak.

 

 

---ooo0ooo---